Tag: ripple

  • XRP Ambruk Lebih dari 4%, Ini Biang Kerok Kejatuhan Crypto Hari Ini

    Pasar kripto mengalami tekanan tajam pada Minggu malam (19/1/2026) waktu global. XRP menjadi salah satu aset yang paling terpukul, anjlok lebih dari 4% ke kisaran USD 1,97, seiring aksi jual besar-besaran yang juga menyeret Bitcoin dan Ethereum.

    Dalam waktu singkat, total kapitalisasi pasar kripto turun hampir 3% ke level USD 3,13 triliun. Investor terlihat buru-buru mengurangi risiko setelah sentimen global memburuk dan pasar keuangan tradisional ikut melemah.

    XRP Tertekan Usai Bitcoin Jebol Support

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 19 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Penurunan harga XRP terjadi tak lama setelah Bitcoin gagal bertahan di atas level teknikal penting. Bitcoin turun lebih dari 2,5% dalam 24 jam terakhir ke area USD 92.500. Kegagalan BTC menutup pekan di atas USD 94.000 memicu kepanikan trader jangka pendek, yang kemudian merembet ke altcoin utama seperti XRP.

    Begitu Bitcoin menembus support, tekanan jual pada XRP meningkat tajam. Volume likuidasi di pasar derivatif mempercepat kejatuhan harga, membuat XRP mencatat penurunan lebih dalam dibandingkan sebagian aset kripto besar lainnya.

    Baca juga: Harga XRP Anjlok Sinyal Balik Arah Muncul, Aliran Dana ETF Melejit 47%!

    Ethereum Ikut Terseret, Pasar Masuk Mode Risk-Off

    Dilaporkan Trading View, Ethereum juga tak luput dari tekanan, turun lebih dari 3% dan diperdagangkan di sekitar USD 3.200. Pelemahan ini menegaskan bahwa pasar kripto secara keseluruhan sedang berada dalam mode risk-off, di mana investor menghindari aset berisiko tinggi.

    Kritikus Bitcoin sekaligus pendukung emas, Peter Schiff, turut menyoroti situasi ini. Melalui media sosial, ia menyebut bahwa emas dan perak justru mencetak rekor tertinggi baru, sementara Bitcoin dan kripto bergerak ke arah sebaliknya.

    Ketegangan Perdagangan Global Picu Kepanikan

    Sentimen negatif diperburuk oleh kekhawatiran baru terkait potensi konflik dagang antara Amerika Serikat dan Uni Eropa. Isu ini mendorong aliran dana keluar dari aset berisiko seperti kripto dan masuk ke aset lindung nilai, termasuk logam mulia.

    Dalam waktu sekitar 90 menit, pasar kripto kehilangan hampir USD 130 miliar nilai kapitalisasi. Data menunjukkan sekitar USD 546 juta posisi long terlikuidasi, menandakan tingginya penggunaan leverage yang memperparah penurunan harga XRP dan aset kripto lainnya.

    Oversold, Tapi XRP Masih Rentan

    Meski indikator teknikal menunjukkan kondisi pasar mulai mendekati jenuh jual (oversold), volatilitas diperkirakan masih tinggi. Indeks Fear and Greed berada di level 45 atau netral, membuka peluang pantulan jangka pendek, namun belum cukup kuat untuk menjamin pemulihan berkelanjutan.

    Analis menilai kejatuhan XRP dan kripto hari ini lebih dipicu faktor makroekonomi, tekanan leverage, dan kerusakan teknikal, bukan oleh masalah fundamental di dalam industri kripto itu sendiri. Pelaku pasar kini menunggu apakah Bitcoin mampu kembali ke zona USD 93.000–USD 94.000 sebagai penentu stabilitas lanjutan, yang juga akan sangat memengaruhi arah harga XRP ke depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Anjlok Sinyal Balik Arah Muncul, Aliran Dana ETF Melejit 47%!

    Harga XRP mengalami koreksi tajam meski sejumlah kabar positif datang dari Ripple Labs. Aset kripto ini turun lebih dari 15% dari level tertingginya tahun ini, namun data terbaru menunjukkan adanya sinyal teknikal dan fundamental yang berpotensi memicu pembalikan arah harga.

    Pada perdagangan terbaru, XRP tercatat turun ke level $2,0520, jauh di bawah puncak year-to-date di $2,40. Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar XRP menyusut menjadi sekitar $125 miliar.

    Penurunan Harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 18 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Terancam di Bawah $2? Sinyal Wave C Bisa Pemicu Penurunan

    Menariknya, penurunan harga terjadi di tengah meningkatnya minat investor institusional. Dilaporkan Crypto.news, data menunjukkan bahwa ETF spot XRP mencatat arus masuk dana sebesar $56 juta dalam sepekan terakhir, melonjak 47% dibandingkan minggu sebelumnya yang sebesar $38 juta. Secara total, ETF XRP telah menambah $108 juta aset minggu ini, sehingga total aset kelolaan mencapai $1,52 miliar, atau sekitar 1,2% dari kapitalisasi pasar XRP.

    Meski angka tersebut masih tertinggal jauh dibandingkan ETF Bitcoin dan Ethereum—yang masing-masing telah menguasai 6,5% dan 5,4% dari kapitalisasi pasar—kenaikan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap XRP.

    Dari sisi fundamental, Ripple Labs terus mencatatkan kemajuan. Perusahaan ini baru saja memperoleh lisensi resmi di Inggris dan Luksemburg, yang membuka peluang kerja sama lebih luas dengan perusahaan-perusahaan di Eropa. Lisensi tersebut menyusul keberhasilan Ripple mendapatkan banking charter dari Office of the Comptroller of the Currency (OCC) di Amerika Serikat kurang dari sebulan sebelumnya.

    Selain itu, permintaan terhadap XRP diperkirakan meningkat dalam beberapa pekan ke depan seiring rencana Evernorth untuk melantai di bursa melalui merger SPAC. Perusahaan tersebut dilaporkan telah mengakumulasi jutaan token XRP dan berencana memanfaatkan dana segar dari pasar publik untuk menambah kepemilikan, termasuk melalui strategi DeFi yang teregulasi dan partisipasi sebagai validator di jaringan XRP Ledger.

    Di sisi lain, sebagian investor juga mulai memindahkan XRP mereka ke FXRP di jaringan Flare, yang kini telah mencatat Total Value Locked (TVL) DeFi lebih dari $150 juta.

    Analisis Teknikal

    Dari perspektif teknikal, grafik empat jam menunjukkan bahwa harga XRP telah turun dari $2,4165 pada 6 Januari ke sekitar $2,05. Harga kini berada di bawah level 50% Fibonacci Retracement, serta menembus EMA 50 dan 100 hari dan indikator Supertrend, yang mengonfirmasi tekanan bearish jangka pendek.

    Namun demikian, terdapat sinyal positif yang patut diperhatikan. XRP membentuk pola double-bottom di area $2,04, dengan neckline di sekitar $2,188. Pola ini secara historis sering menjadi pertanda pembalikan arah ke atas.

    Dengan demikian, prospek XRP dinilai masih bullish selama harga bertahan di atas level $2,03. Jika level ini jebol, tekanan jual berpotensi berlanjut hingga ke area $1,9127, yang merupakan level 78,6% Fibonacci Retracement.

    Pasar kini menanti apakah lonjakan dana ETF dan sentimen positif dari ekspansi Ripple mampu mendorong XRP keluar dari fase koreksi.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Terancam di Bawah $2? Sinyal Wave C Bisa Pemicu Penurunan

    Harga XRP saat ini masih bergerak tipis di atas level $2, namun analisis teknikal terbaru menunjukkan potensi pergerakan yang lebih kompleks dalam waktu dekat.

    Dilaporkan Trading View, analis kripto CasiTrades membagikan pandangannya melalui platform X, menyebut bahwa XRP kemungkinan masih memiliki satu dorongan naik terakhir sebelum memasuki fase koreksi yang lebih dalam. Analisis tersebut menggunakan pendekatan Elliott Wave pada grafik jangka menengah, yang mengindikasikan peluang kenaikan sekaligus risiko penurunan lanjutan.

    Berdasarkan grafik 1 jam, CasiTrades menjelaskan bahwa penurunan harga XRP ke area $2,03 dalam 48 jam terakhir merupakan bagian dari gelombang B yang lebih dalam dari perkiraan awal.

    Konsolidasi Harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Menuju US$2,50? Tiga Katalis Kuat Ini Picu Isyarat Awal Supercycle

    Alih-alih bergerak dalam konsolidasi sempit, harga justru membentuk pola ABC lengkap hingga menyentuh area Fibonacci retracement 0,618 di sekitar $2,09. Meski terlihat cukup dalam, pergerakan ini masih dianggap valid dalam kerangka teori Elliott Wave dan membuka peluang terbentuknya Wave C sebagai lanjutan koreksi.

    Setelah gelombang B dinilai selesai, perhatian kini tertuju pada potensi dorongan Wave C yang diperkirakan dapat mendorong harga XRP naik ke area $2,26 hingga $2,28. Zona ini dinilai sebagai area resistensi kuat karena merupakan pertemuan golden retracement dan ekstensi Fibonacci 1,236, serta pernah menjadi area reaksi harga sebelumnya.

    Jika Wave C terbentuk dengan subdivisi lima gelombang yang rapi, sentimen jangka pendek bisa terasa cukup bullish sebelum harga menghadapi tekanan jual.

    Antisipasi Sinyal Wave C

    Meski demikian, risiko penurunan tetap membayangi setelah Wave C mencapai targetnya. CasiTrades memperkirakan adanya potensi penolakan harga di zona $2,26–$2,28 yang dapat memicu awal dari Wave 3 ke arah bawah.

    Jika skenario ini terkonfirmasi, XRP berpotensi mengalami penurunan lanjutan menuju area support utama di sekitar $1,65. Namun, kepastian arah bearish tersebut masih bergantung pada struktur subwave Wave C dan respons harga saat mendekati area resistensi kunci.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Menuju US$2,50? Tiga Katalis Kuat Ini Picu Isyarat Awal Supercycle

    Harga XRP membuka tahun 2026 dengan kinerja positif. Token milik Ripple ini telah mencatatkan kenaikan sekitar 14% sepanjang tahun berjalan, di tengah munculnya tiga katalis utama yang dinilai dapat mendorong reli lanjutan, bahkan memicu awal fase yang disebut sebagai “supercycle.”

    Katalis pertama datang dari Eropa. Pekan ini, Ripple resmi mengantongi dua lisensi penting untuk memperluas operasinya sebagai platform pembayaran digital. Otoritas Jasa Keuangan Inggris atau Financial Conduct Authority (FCA) memberikan izin Electronic Money Institution (EMI) kepada Ripple.

    Sementara itu, otoritas keuangan Luksemburg menerbitkan “Green Light Letter”, yang menjadi langkah awal bagi Ripple untuk memperoleh lisensi serupa di negara tersebut.

    Katalis Pendorong Harga XRP

    Baca juga: XRP Menuju Era Baru Regulasi, Level US$3,20 Jadi Ujian Krusial

    Katalis kedua berasal dari Amerika Serikat. Rancangan undang-undang Clarity Act berpotensi mengubah status regulasi XRP dengan menyamakannya seperti Bitcoin. Jika disahkan, regulasi ini akan mengklasifikasikan XRP sebagai aset “non-ancillary”, yang dapat memberikan kejelasan hukum sekaligus mengurangi tekanan regulasi terhadap token tersebut.

    Dilaporkan Cryptonews, faktor ketiga datang dari pasar keuangan tradisional. Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis XRP dilaporkan telah menarik total aset hampir US$1,6 miliar hanya dalam dua bulan terakhir. Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya minat investor institusional dan Wall Street terhadap XRP.

    Kombinasi ketiga faktor tersebut, ditambah sejumlah indikator teknikal yang dinilai positif, disebut berpotensi membuka jalan bagi pemulihan harga XRP yang lebih kuat sepanjang tahun ini.

    Analisis Teknikal XRP

    Dari sisi teknikal, pergerakan harga XRP sempat tertahan di level US$2,40, yang kini menjadi zona resistensi kuat. Pada grafik 4 jam, XRP terlihat mulai membentuk area dukungan di sekitar 200-period Exponential Moving Average (EMA).

    Selama level dukungan tersebut mampu dipertahankan, struktur harga XRP masih dianggap bullish, terlebih setelah pola bearish sebelumnya dinyatakan tidak valid. Jika XRP berhasil menembus level US$2,24, analis memperkirakan reli lanjutan menuju US$2,50, bahkan berpotensi ke level yang lebih tinggi.

    Pergerakan tersebut dinilai dapat menjadi sinyal awal dimulainya “supercycle” yang selama ini dinantikan para investor XRP.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Menuju Era Baru Regulasi, Level US$3,20 Jadi Ujian Krusial

    Dunia kripto kembali menjadi sorotan setelah munculnya rancangan undang-undang (RUU) di Amerika Serikat yang berpotensi menyetarakan status XRP dengan Bitcoin dan Ethereum. Wacana regulasi ini langsung memicu perbincangan luas di kalangan pelaku pasar, khususnya terkait prospek dan prediksi harga XRP ke depan.

    Draf terbaru Digital Asset Market Clarity Act disebut-sebut akan mengklasifikasikan XRP sebagai aset non-security, sejajar dengan Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). Jika disahkan, aturan ini akan mengakhiri ketidakpastian hukum yang selama bertahun-tahun membayangi XRP dan menghambat masuknya investor institusional.

    Langkah XRP Menuju Status Setara Bitcoin

    Langkah ini dinilai sebagai kemenangan regulasi besar bagi ekosistem XRP. Kejelasan status hukum dinilai dapat membuka pintu adopsi yang lebih luas, terutama dari institusi keuangan besar yang selama ini bersikap hati-hati karena risiko tuntutan hukum.

    Dalam rancangan tersebut, XRP akan masuk kategori “non-ancillary asset”, yakni aset utama yang diperlakukan setara dengan komoditas digital seperti BTC dan ETH. Status ini juga berlaku bagi token lain yang telah memiliki produk bursa terorganisir seperti Exchange-Traded Product (ETP).

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 15 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Meski tidak serta-merta memicu lonjakan harga dalam waktu singkat, kejelasan regulasi dianggap memiliki dampak strategis jangka panjang. Dengan payung hukum yang lebih jelas, institusi global berpeluang mulai memasukkan XRP ke dalam portofolio investasi maupun strategi perbendaharaan mereka.

    Sementara dari sisi pasar, minat institusi terhadap XRP telah menunjukkan peningkatan signifikan sejak peluncuran ETF XRP pertama di Amerika Serikat. Data SoSoValue mencatat dana kelolaan ETF tersebut telah menembus angka US$1,5 miliar hanya dalam beberapa bulan terakhir.

    Baca juga: XRP Naik ke US$2,15 Hari Ini! Ini Alasan Ripple Kembali Salip BNB

    Prediksi Harga XRP: EMA 200 Hari Jadi Penentuh Arah Harga XRP

    Dilaporkan Cryptonews, secara teknikal, XRP baru saja mencatat penguatan setelah mengalami tekanan jual selama tujuh hari berturut-turut. Namun, pergerakan harga masih menghadapi tantangan serius di level Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, yang kini berfungsi sebagai resistance utama.

    Jika harga mampu bertahan dan menembus level tersebut, analis memproyeksikan potensi kenaikan menuju area US$3,20. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi, XRP berisiko terkoreksi hingga ke kisaran US$1,95.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) yang berada di sekitar rata-rata pergerakan 14 hari saat ini menjadi penentu arah momentum selanjutnya, apakah tren bullish berlanjut atau justru berbalik.

    Di tengah dinamika tersebut, sebagian investor juga mulai melirik proyek kripto baru, termasuk presale token Bitcoin HYPER (HYPER). Proyek layer-2 berbasis Solana untuk ekosistem Bitcoin ini dilaporkan telah menghimpun dana lebih dari US$30,5 juta atau sekitar Rp514 miliar, mencerminkan meningkatnya minat institusi terhadap inovasi teknologi blockchain di luar aset utama.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Naik ke US$2,15 Hari Ini! Ini Alasan Ripple Kembali Salip BNB

    Harga Ripple (XRP) mengalami kenaikan signifikan pada Selasa, 14 Januari, seiring reli pasar kripto secara keseluruhan dalam 24 jam terakhir. Token lintas negara milik Ripple itu tercatat menguat lebih dari 4 persen ke level sekitar US$2,15, sekaligus kembali merebut posisi keempat aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, menggeser Binance Coin (BNB).

    Dilaporkan Crypto Potato, kenaikan ini dinilai lebih stabil dibanding lonjakan tajam pekan lalu. Pada periode tersebut, XRP sempat melonjak sekitar 30 persen hanya dalam beberapa hari, dari bawah US$1,90, level penutupan akhir 2025, hingga menembus US$2,40, yang menjadi puncak tertinggi dalam beberapa pekan. Namun, reli tersebut berakhir dengan koreksi tajam, membawa harga XRP turun hingga di bawah US$2,05 pada awal pekan ini.

    Pemulihan harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 14 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Anjlok 15% ke Area US$2, Investor Borong 480 Juta Koin

    Pemulihan harga XRP hari ini terjadi di tengah sentimen positif pasar kripto global. Bitcoin (BTC) melonjak ke level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir di kisaran US$96.600, dipicu oleh pernyataan kontroversial terbaru Presiden AS Donald Trump. Trump kembali melontarkan kritik terhadap Ketua The Fed Jerome Powell, serta menyinggung isu Iran, Venezuela, dan kebijakan tarif.

    Sentimen pasar juga diperkuat oleh rilis data inflasi Amerika Serikat. Indeks Harga Konsumen (CPI) Desember yang diumumkan sehari sebelumnya tercatat sedikit lebih rendah dari perkiraan. Kondisi ini membuka ruang bagi Trump untuk kembali menekan The Fed agar memangkas suku bunga pada pertemuan mendatang dalam dua pekan ke depan.

    Faktor lain yang menopang kenaikan XRP adalah arus dana positif pada produk spot XRP ETF. Setelah sempat mencatat arus keluar dana pekan lalu, ETF berbasis XRP kembali mencatatkan arus masuk bersih sebesar US$15,04 juta pada Senin dan US$12,98 juta pada Selasa. Aliran dana ini dinilai turut mendorong pemulihan harga aset dasarnya.

    Kinerja XRP ke Depan

    Analis kripto dengan nama samaran CRYPTOWZRD menilai kinerja XRP masih sejalan dengan ekspektasi pasar. Ia menyebut XRP “ditutup secara bullish seperti yang diharapkan”. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pasangan XRP/BTC masih membutuhkan reli lanjutan, terutama jika dominasi Bitcoin mulai mengalami penurunan.

    Dengan kombinasi sentimen makroekonomi, penguatan Bitcoin, serta kembalinya arus dana ke ETF, XRP kini kembali menjadi sorotan pelaku pasar kripto global.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Anjlok 15% ke Area US$2, Investor Borong 480 Juta Koin

    Harga XRP mengalami tekanan tajam dalam sepekan terakhir. Sejak mencapai puncak harga pada 6 Januari 2026, aset kripto milik Ripple ini telah turun hampir 15%. Sejumlah level support teknikal pun ditembus, menandakan pelemahan momentum. Namun di tengah tren negatif tersebut, data on-chain justru menunjukkan perilaku yang berlawanan dari sebagian investor.

    Dalam dua hari terakhir, para holder XRP tercatat membeli sekitar 480 juta XRP, menjadikannya aksi buy the dip terkuat sejak 7 September 2025. Fenomena ini muncul meskipun struktur teknikal XRP mengalami kerusakan setelah harga gagal bertahan di atas beberapa indikator penting.

    Tekanan Jual XRP Meningkat

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Tekanan jual meningkat usai XRP tidak mampu merebut kembali exponential moving average (EMA) 200 hari pada puncak harga awal Januari. Setelah itu, harga beruntun kehilangan EMA 100 hari dan EMA 50 hari. Saat ini, XRP bergerak di sekitar EMA 20 hari, yang menjadi support tren jangka pendek terakhir.

    Baca juga: Harga BTC Dekati US$92K, XRP US$2,08 Jelang Putusan Tarif AS

    Dilaporkan BeInCrypto, level EMA 20 hari dinilai krusial karena kerap menjadi pembeda antara koreksi yang masih terkendali dan penurunan yang lebih dalam. Pada awal Desember lalu, kehilangan level ini memicu penurunan lanjutan sekitar 15% hanya dalam beberapa hari.

    Meski demikian, data menunjukkan bahwa investor jangka panjang justru meningkatkan akumulasi. Berdasarkan metrik perubahan posisi bersih HODLer, wallet jangka panjang menambah sekitar 62 juta XRP pada 9 Januari, lalu melonjak signifikan pada 10 dan 11 Januari dengan pembelian masing-masing 239 juta XRP dan 243 juta XRP. Aksi tersebut menjadi akumulasi dua hari berturut-turut terbesar dalam empat bulan terakhir.

    Namun, akumulasi ini tidak datang dari seluruh kelompok investor besar. Aktivitas beli terutama dilakukan oleh holder berkeyakinan tinggi, bukan oleh crypto whale besar secara luas. Whale dengan kepemilikan antara 1 juta hingga 10 juta XRP tercatat menambah sekitar 10 juta XRP, setara kurang lebih US$20,5 juta. Sementara itu, pemain besar lainnya masih cenderung menunggu.

    Support Harga XRP Jadi Penting

    Kondisi ini membuat XRP memperoleh support harga, tetapi belum cukup kuat untuk memicu reli besar. Ketidakseimbangan antara tekanan jual dan akumulasi selektif tersebut tercermin dalam pergerakan harga yang masih tertahan.

    Keyakinan sebagian investor juga diperkuat oleh struktur klaster pasokan XRP. Data menunjukkan dua zona akumulasi besar tepat di bawah harga saat ini. Klaster pertama berada di kisaran US$2,00–US$2,01, dengan sekitar 1,9 miliar XRP pernah dibeli di area tersebut. Klaster kedua berada di US$1,96–US$1,97, dengan tambahan 1,8 miliar XRP.

    Zona-zona ini kerap menjadi area pertahanan karena banyak holder berada dekat titik impas dan cenderung membeli kembali saat harga turun. Selama klaster ini bertahan, tekanan jual diperkirakan melambat dan harga berpotensi membentuk fase konsolidasi.

    Untuk membalikkan arah tren, XRP perlu kembali bertahan di atas EMA 20 hari di sekitar US$2,04, lalu menembus US$2,21 dan US$2,41, yang merupakan puncak harga 6 Januari. Jika level tersebut ditembus, target selanjutnya berada di US$2,69 dan struktur harga berpotensi kembali bullish.

    Sebaliknya, jika harga menembus bersih di bawah US$2,01, risiko penurunan lanjutan menuju US$1,97 hingga US$1,77 tetap terbuka. Untuk saat ini, dukungan harga XRP bukan berasal dari momentum kuat atau aksi whale besar, melainkan dari pertahanan teknikal dan klaster pasokan yang rapat di bawah harga.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga BTC Dekati US$92K, XRP US$2,08 Jelang Putusan Tarif AS

    Harga Bitcoin dan XRP terpantau bergerak stabil menjelang putusan penting Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kebijakan tarif perdagangan global yang dijadwalkan pada 14 Januari 2026. Pelaku pasar kripto memilih bersikap hati-hati karena keputusan tersebut dinilai dapat memengaruhi sentimen makro dan aliran dana institusional ke aset digital.

    Bitcoin tercatat diperdagangkan di kisaran US$90.550, sementara XRP berada sedikit di atas US$2,08. Pergerakan harga yang relatif sempit mencerminkan sikap wait and see investor global.

    Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global naik tipis 0,12 persen menjadi US$3,09 triliun. Sejumlah altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Dogecoin (DOGE) bergerak tanpa arah yang jelas. Ethereum tetap bertahan di atas level psikologis US$3.000, menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan Coingape, Mahkamah Agung AS sebelumnya hanya merilis satu putusan pada Jumat lalu yang tidak berkaitan dengan kasus tarif. Investor kini menanti keputusan lanjutan pada Rabu, 14 Januari, yang akan membahas legalitas tarif global yang diberlakukan mantan Presiden Donald Trump.

    Kasus ini berfokus pada penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977, yang awalnya ditujukan untuk kondisi darurat nasional, namun digunakan untuk memberlakukan tarif impor lintas negara. Putusan tersebut berpotensi menentukan batas kewenangan presiden serta kemungkinan pengembalian dana tarif yang telah dipungut.

    Meski isu ini dinilai signifikan, pasar kripto sejauh ini merespons secara terbatas dan belum menunjukkan lonjakan volatilitas yang berarti.

    Baca juga: Harga XRP Turun ke US$2,05, Pasar Menanti Keputusan CLARITY Act

    ETF Tunjukkan Sikap Hati-Hati Investor Institusi

    Menjelang putusan pengadilan, data ETF menunjukkan sentimen campuran dari investor institusi. Spot Bitcoin ETF mencatat arus keluar bersih sebesar US$250 juta, menandakan kehati-hatian pasar. Namun, beberapa produk justru mengalami akumulasi selektif.

    ETF Bitcoin milik Fidelity (FBTC) mencatat arus masuk bersih sebesar US$7,87 juta, mengindikasikan keyakinan sebagian investor terhadap kekuatan jangka menengah Bitcoin.

    Sementara itu, ETF spot XRP mencatat arus masuk bersih US$4,93 juta, mencerminkan meningkatnya minat terhadap XRP di tengah perkembangan regulasi dan hukum yang mengitarinya.

    Level Harga Penentu Arah Bitcoin dan XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini memiliki area support kuat di US$90.000 dan US$89.000. Jika berhasil menembus resistensi di atas US$92.000, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$93.500 hingga US$95.000. Namun, kegagalan breakout dapat mendorong koreksi ke area US$88.500.

    Adapun XRP masih bergerak dalam fase konsolidasi di atas US$2,08. Penembusan level US$2,10 berpotensi membuka jalan menuju US$2,20 hingga US$2,50. Sebaliknya, penurunan di bawah US$2,00 dapat memicu pelemahan lanjutan hingga US$1,90.

    Menjelang putusan Mahkamah Agung AS, pelaku pasar diperkirakan tetap waspada. Kejelasan arah kebijakan perdagangan global dinilai dapat menjadi pemicu perubahan sentimen dan volatilitas jangka pendek, dengan arus ETF dan faktor makro menjadi penentu pergerakan pasar kripto selanjutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Turun ke US$2,05, Pasar Menanti Keputusan CLARITY Act

    Harga XRP melemah menjelang agenda penting regulasi kripto di Amerika Serikat. Dalam 24 jam terakhir, XRP tercatat turun 0,9% seiring sikap wait and see investor menjelang pemungutan suara Digital Asset Market Structure and Clarity Act of 2025 (CLARITY Act) yang dijadwalkan berlangsung pada 15 Januari.

    XRP sempat menyentuh level tertinggi mingguan di US$2,40 pada 6 Januari, namun gagal mempertahankan momentum dan berbalik turun ke kisaran US$2,05–US$2,09. Sepanjang perdagangan harian, XRP bergerak terbatas di antara US$2,08 hingga US$2,13, dengan level US$2,13 bertindak sebagai resistance kuat yang belum berhasil ditembus.

    Berbeda dengan XRP, pasar kripto secara keseluruhan justru mencatat kenaikan 0,6% dalam 24 jam terakhir, dengan penguatan mingguan sebesar 0,73%. Meski demikian, kapitalisasi pasar kripto masih tercatat 2,32% lebih rendah secara bulanan, meskipun tetap bertahan di atas level US$3,05 triliun. Bitcoin diperdagangkan di atas US$90.000, sementara Ethereum bertahan di sekitar US$3.000.

    CLARITY Act Masuk Agenda Senat AS

    Baca juga: XRP ke US$2,09 usai Koreksi, Target Rebound Mengarah US$2,41

    Berdasarkan pemberitahuan terbaru dari Komite Senat AS, para legislator akan menggelar rapat pada 15 Januari pukul 10.00 waktu setempat untuk membahas dan melakukan markup terhadap CLARITY Act. RUU ini dirancang untuk membentuk kerangka regulasi menyeluruh bagi aset digital dan komoditas kripto.

    RUU tersebut mengatur pembagian kewenangan pengawasan, khususnya bagi Commodity Futures Trading Commission (CFTC), termasuk pengawasan praktik wash trading serta kewajiban pembuktian cadangan aset. Jika disahkan, CLARITY Act dinilai berpotensi mengurangi hambatan kepatuhan yang selama ini dihadapi pelaku institusional dalam mengadopsi aset kripto, termasuk altcoin seperti XRP.

    Meski pertemuan ini bersifat prosedural, agenda tersebut mencerminkan meningkatnya urgensi pembuat kebijakan AS dalam menetapkan batas hukum yang jelas bagi industri aset digital. Proses ini juga membuka peluang CLARITY Act melangkah ke tahap pemungutan suara penuh di Senat pada tahun ini.

    ETF Spot XRP Catat Arus Dana Masuk

    Di tengah pelemahan harga, minat investor institusional terhadap XRP justru terlihat meningkat. Data pasar AS menunjukkan bahwa ETF spot XRP mencatat arus dana masuk bersih sebesar US$4,92 juta pada 9 Januari.

    Dilaaporkan Coingape, arus masuk tersebut setara dengan penambahan sekitar 2,32 juta XRP ke dalam produk ETF spot. Kondisi ini mengindikasikan kepercayaan investor terhadap prospek jangka menengah XRP, meskipun volatilitas harga masih terjadi.

    Level Kunci XRP Masih Dipantau

    Pada saat laporan ini disusun, harga XRP diperdagangkan di kisaran US$2,09. Volume perdagangan menunjukkan perlambatan, menandakan momentum pasar yang melemah setelah reli sebelumnya.

    Indikator teknikal menunjukkan MACD berada di bawah garis sinyal, mengindikasikan tekanan bearish jangka pendek. Sementara itu, RSI berada di level 43, mencerminkan kondisi netral dan belum memasuki area jenuh jual.

    Jika level US$2,00 mampu dipertahankan sebagai support, XRP berpeluang mencoba pemulihan menuju US$2,20. Penembusan bersih di atas level tersebut dapat membuka jalan menuju US$2,35 hingga US$2,50. Sebaliknya, jika support US$2,00 gagal bertahan, XRP berisiko terkoreksi lebih dalam ke US$1,90, dengan support lanjutan di sekitar US$1,80.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP ke US$2,09 usai Koreksi, Target Rebound Mengarah US$2,41

    Harga XRP mengalami tekanan dalam beberapa hari terakhir seiring melemahnya reli pasar kripto. Token besutan Ripple tersebut tercatat turun selama empat hari berturut-turut dan memangkas sebagian keuntungan yang sebelumnya diraih.

    Pada perdagangan Jumat (9/1), harga XRP turun ke level US$2,09. Angka ini melemah hampir 15% dari level tertinggi tahun ini di US$2,4153. Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan peluang pemulihan harga dalam waktu dekat.

    Dilaporkan Coingape, data DeFi Llama menunjukkan pasokan stablecoin di jaringan XRP Ledger terus meningkat dan telah melampaui tonggak US$400 juta. Dalam tujuh hari terakhir, pasokan stablecoin di jaringan ini melonjak 33% menjadi sekitar US$406 juta, jauh lebih tinggi dibandingkan US$93 juta pada periode yang sama tahun lalu.

    Faktor Pergerakan Harga XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Tertekan di US$2,00, Akankah Harga Ripple Ambles ke US$1,77?

    Kenaikan tersebut terutama didorong oleh Ripple USD (RLUSD), stablecoin besutan Ripple, yang pasokannya meningkat 42% dalam 30 hari terakhir menjadi US$332 juta. Selain RLUSD, stablecoin lain yang beredar di ekosistem XRP Ledger antara lain OpenEden Tbill, USD Coin (USDC), dan EURQ.

    Stablecoin sendiri semakin berperan penting dalam industri pembayaran global. Saat ini, total nilai stablecoin yang beredar di pasar kripto telah mencapai lebih dari US$308 miliar dan diperkirakan akan terus bertumbuh.

    Ripple USD yang diluncurkan pada Desember 2024 kini telah berkembang menjadi salah satu stablecoin terbesar dengan total pasokan mencapai US$1,4 miliar. Sebagian besar pasokannya masih berada di jaringan Ethereum, namun diperkirakan akan meningkat seiring ekspansi ke jaringan layer-2 lain seperti Base dan Optimism.

    Di sisi lain, minat investor Amerika Serikat terhadap XRP juga tercatat masih cukup kuat. Pada Kamis lalu, investor AS membeli ETF XRP senilai lebih dari US$8,7 juta setelah sebelumnya mencatatkan arus keluar dana sebesar US$40 juta. Secara total, arus masuk ETF XRP telah mencapai US$1,21 miliar dengan total aset bersih sebesar US$1,49 miliar.

    Analisis Teknikal XRP

    Dari sisi teknikal, grafik harian menunjukkan harga XRP masih berada di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari serta indikator Supertrend, yang keduanya mengindikasikan tren bullish. Selain itu, harga XRP juga berada di atas sisi atas pola falling wedge, yang umumnya menjadi sinyal pembalikan arah ke atas.

    Dengan kondisi tersebut, XRP berpotensi mengalami rebound dan menguji kembali level tertinggi tahun ini di US$2,4153, atau sekitar 15% di atas harga saat ini. Jika berhasil menembus level tersebut, potensi kenaikan lanjutan terbuka hingga ke level psikologis US$3, atau sekitar 42% dari posisi sekarang.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com