Tag: ripple

  • Leverage XRP Rontok! Open Interest Anjlok ke Level Terendah Sejak 2024

    Pasar derivatif XRP menunjukkan tanda pelemahan leverage setelah data terbaru mencatat open interest (OI) XRP di seluruh exchange turun ke level terendah sejak 2024. Total open interest kini berada di kisaran 902 juta, jauh lebih rendah dibanding puncak tahun 2025 ketika angka tersebut sempat menembus 2,5 hingga 3,0 miliar.

    Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini mencerminkan perubahan besar dalam struktur pasar XRP, terutama karena kontraksi terjadi secara merata di berbagai platform perdagangan. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar mengurangi eksposur leverage secara luas, bukan sekadar memindahkan likuiditas antar exchange.

    Open Interest Kontrak XRP

    Di Binance, open interest kontrak XRP dilaporkan turun ke sekitar 458 juta. Meski angka ini masih berada di atas level pada Desember lalu, tren penurunan tetap terlihat jelas dan sejalan dengan pelemahan open interest di platform lain. Data ini memperkuat sinyal bahwa pasar derivatif XRP sedang mengalami fase deleveraging.

    Secara historis, periode penurunan open interest seperti ini kerap diikuti oleh fase konsolidasi harga atau pembentukan support baru. Dengan berkurangnya posisi spekulatif berleverage tinggi, volatilitas ekstrem dapat mereda, meski pasar juga cenderung bergerak lebih lambat dalam jangka pendek.

    Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

    Analisis Momentum Harga

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Analis menilai, jika open interest kembali meningkat di kemudian hari dan didukung oleh perbaikan momentum harga, hal tersebut bisa menjadi indikator awal munculnya tren baru. Namun, selama open interest masih melemah, pasar diperkirakan tetap berada dalam fase penyesuaian.

    Penurunan open interest XRP ke level terendah sejak 2024 menandakan adanya proses “pembersihan pasar” dari posisi leverage berisiko tinggi. Meski kondisi terlihat lebih tenang, fase ini dinilai dapat menjadi dasar bagi pergerakan yang lebih stabil ke depan, dengan manajemen risiko tetap menjadi faktor penting bagi trader di tahap berikutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan OI drastis seringkali menjadi indikator reset pasar. Hilangnya leverage berlebih menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk pembentukan harga dasar baru meskipun harga sedang tertekan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

    Binance, bursa kripto terbesar di dunia, resmi menyelesaikan integrasi Ripple USD (RLUSD) di jaringan XRP Ledger. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya permintaan terhadap stablecoin yang teregulasi dan memiliki cadangan transparan.

    Dilaporkan Trading View, Binance mengonfirmasi bahwa deposit RLUSD kini sudah tersedia, sementara fitur penarikan (withdrawal) akan segera diaktifkan setelah likuiditas jaringan mencukupi.

    Eksekutif senior Ripple, Reece Merrick, menyatakan bahwa integrasi teknis RLUSD di XRP Ledger telah rampung. Dengan dukungan jaringan XRP Ledger yang dikenal cepat dan berbiaya rendah, RLUSD kini dapat ditransfer secara lebih efisien. Hal ini dinilai penting bagi trader maupun institusi yang membutuhkan transaksi stabil dengan waktu penyelesaian singkat.

    Baca juga: XRP Tumbang ke US$1,38, Tapi Kalahkan Bitcoin dan Ethereum?

    Integrasi Teknis RLUSD

    Di Binance, RLUSD telah dipasangkan dengan beberapa pasangan perdagangan seperti RLUSD/USDT dan XRP/RLUSD guna meningkatkan likuiditas dan utilitas di dalam ekosistem. Bursa tersebut juga menawarkan promo bebas biaya transaksi (zero trading fees) untuk pasangan RLUSD tertentu.

    Selain itu, RLUSD telah terintegrasi dalam program Simple Earn Binance, memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil dengan skema fleksibel tanpa periode penguncian tetap.

    Setelah integrasi ini, pengguna dapat langsung membuat alamat deposit dan mengirim RLUSD melalui jaringan XRP Ledger. Sementara itu, penarikan akan dibuka dalam waktu dekat setelah likuiditas dinilai stabil. Sebelumnya, RLUSD telah lebih dulu terdaftar di sejumlah bursa besar seperti Bitstamp, Kraken, Gemini, dan Bitget. Secara keseluruhan, stablecoin ini kini tersedia di lebih dari 16 bursa global.

    Sejak diluncurkan pada Desember 2024, RLUSD menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan kapitalisasi pasar melampaui US$1,52 miliar. Harganya tetap bergerak di kisaran US$1, mencerminkan stabilitas sebagai aset yang dipatok terhadap dolar AS.

    RLUSD didukung cadangan 1:1 berupa simpanan dolar AS, obligasi pemerintah AS (Treasury bills), serta aset likuid lainnya di bawah pengawasan New York Department of Financial Services (NYDFS). Laporan terbaru menyebutkan bahwa cadangan RLUSD bahkan melebihi 103% dari total suplai beredar, memperkuat kepercayaan terhadap stablecoin tersebut.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, hadirnya RLUSD di bursa kripto terbesar dunia memperluas kegunaan ekosistem XRP Ledger.

    “Integrasi ini memperkuat posisi Ripple di pasar stablecoin yang teregulasi dan memberikan opsi likuiditas baru bagi institusi yang mencari kepatuhan hukum,” jelasnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tumbang ke US$1,38, Tapi Kalahkan Bitcoin dan Ethereum?

    Harga XRP kembali tertekan dan turun di bawah level US$1,50, memperpanjang fase koreksi sekaligus memicu sinyal teknikal yang terakhir muncul hampir dua tahun lalu. Penurunan ini mendorong XRP diperdagangkan di bawah realized price, metrik on-chain yang kerap digunakan untuk mengidentifikasi potensi titik dasar (bottom) pasar.

    Saat ini XRP diperdagangkan di kisaran US$1,38, sedikit di atas level support US$1,37. Kondisi tersebut menempatkan harga spot di bawah realized price, yang mencerminkan rata-rata harga beli seluruh koin yang beredar. Secara historis, ketika harga berada di bawah realized price, pasar cenderung memasuki fase kerugian agregat dan berpotensi mendekati area bottom, meskipun proses pemulihannya tidak selalu terjadi secara instan.

    Tekanan Jual Meningkat

    Dilaporkan BeInCrypto, tekanan jual terlihat meningkat dalam beberapa hari terakhir. Data Santiment menunjukkan alamat yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 XRP mengurangi kepemilikan mereka. Dompet besar dengan kepemilikan antara 100 juta hingga 1 miliar XRP juga melakukan aksi jual agresif. Secara total, sekitar 350 juta XRP dilepas dalam lima hari terakhir, dengan nilai lebih dari US$483 juta. Distribusi oleh whale ini menambah tekanan jangka pendek dan meningkatkan volatilitas harga.

    Namun di tengah aksi jual tersebut, arus dana institusional menunjukkan tren berbeda. Data CoinShares mencatat XRP membukukan inflow sebesar US$63,1 juta dalam pekan yang berakhir 6 Februari. Secara year-to-date, total arus masuk ke produk investasi XRP mencapai US$109 juta, melampaui performa Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada periode yang sama yang justru mencatat arus keluar bersih. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa sebagian investor institusi masih melihat prospek utilitas XRP, terutama dalam use case pembayaran lintas batas.

    Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

    Pola Historis XRP

    Dari sisi historis, pola serupa pernah terjadi pada 2022. Setelah reli besar pada awal 2021, XRP mengalami penurunan bertahap dan sempat diperdagangkan di bawah realized price pada Mei 2022. Fase bottom kala itu berlangsung hingga Maret 2023 sebelum pemulihan yang lebih solid terjadi. Jika pola tersebut terulang, XRP berpotensi mengalami periode konsolidasi lebih panjang sebelum reli berkelanjutan terbentuk.

    Dalam jangka pendek, level US$1,52 menjadi area penting untuk direbut kembali sebagai support. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak menuju US$1,77 hingga menguji kembali level psikologis US$2,00. Sebaliknya, jika support US$1,37 ditembus secara meyakinkan, risiko penurunan ke US$1,26 bahkan US$1,12 semakin terbuka.

    Dengan kombinasi tekanan jual dari whale dan dukungan arus dana institusional, pergerakan XRP saat ini mencerminkan fase transisi yang krusial. Apakah ini benar-benar awal pembalikan tren atau hanya konsolidasi sebelum penurunan lanjutan, akan sangat bergantung pada kekuatan permintaan dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, turun di bawah realized price sering berarti pasar masuk fase “loss-making” yang bisa menjadi zona akumulasi, tetapi pemulihan biasanya tidak instan dan berisiko konsolidasi panjang.

    “Divergensi whale selling vs inflow institusional membuat struktur lebih “dua arah”: perlu bukti bahwa tekanan distribusi whale mereda dan demand spot mampu menyerap supply sebelum tren bullish valid,” ungkapnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

    Pergerakan harga XRP kembali menjadi sorotan setelah turun tajam ke kisaran $1,42. Meski tekanan jual terlihat kuat, data on-chain menunjukkan bahwa penurunan ini tidak disertai aksi jual besar dari para whale. Sebaliknya, metrik Whale to Exchange Flow masih berada di level terendah secara historis, mengindikasikan bahwa tekanan jual saat ini lebih banyak datang dari investor ritel.

    Pola ini memunculkan spekulasi bahwa para pemegang besar XRP justru memilih menunggu momen reli sebelum mulai mendistribusikan aset mereka ke pasar.

    Pola Historis: Whale Jual Saat Harga Naik, Bukan Saat Turun

    Data historis menunjukkan perilaku whale yang konsisten dalam beberapa periode penting. Pada Maret–April 2025, aliran whale ke exchange tercatat sangat rendah, sementara harga XRP bergerak lemah. Kondisi tersebut menandakan suplai yang mengetat karena whale tidak menjual, yang kemudian diikuti reli tajam pada Juli 2025.

    Dilaporkan Crypto Quant, memasuki Juni–Juli 2025, rasio whale to exchange flow masih berada dekat level terendah historis ketika reli awal dimulai. Namun, seiring harga terus naik, aksi ambil untung mulai muncul dan aliran whale ke exchange melonjak tajam di dekat puncak harga. Lonjakan tersebut menjadi sinyal distribusi, yang kemudian diikuti koreksi.

    Desember 2025–Januari 2026: Tekanan Jual Datang dari Ritel

    Pola serupa kembali terlihat pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Selama periode tersebut, rasio whale to exchange flow tetap rendah meski harga XRP terus melemah. Data menunjukkan bahwa tekanan jual kala itu sebagian besar berasal dari investor ritel, bukan dari whale.

    Situasi ini memperkuat pandangan bahwa whale cenderung tidak menjual saat harga turun tajam, melainkan menunggu kondisi pasar yang lebih menguntungkan.

    Baca juga: Harga XRP Gagal Tembus $2,20, Risiko Turun ke $1,40 Kian Nyata

    Harga Turun ke $1,42, Whale Masih Menahan Diri

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Saat ini, meskipun harga XRP telah jatuh ke sekitar $1,42, tidak terlihat adanya peningkatan signifikan pada aliran whale ke exchange. Penurunan harga tersebut tidak disertai distribusi besar dari pemegang utama, menandakan bahwa panic selling lebih didorong oleh investor kecil.

    Berdasarkan perilaku historis, harga XRP berpotensi bergerak sideways atau sedikit lebih rendah dalam jangka pendek seiring menurunnya volatilitas. Fase ini dapat diikuti oleh lonjakan harga mendadak dengan volume rendah. Ketika reli yang sesungguhnya dimulai, aksi jual dari whale diperkirakan akan muncul, yang berpotensi memicu koreksi lebih dalam.

    Binance Jadi Kunci Pantau Pergerakan Whale XRP

    Analis menekankan bahwa pemantauan metrik whale to exchange flow sebaiknya difokuskan pada Binance. Bursa ini memiliki volume spot dan derivatif XRP terbesar, serta order book terdalam, menjadikannya pusat aktivitas whale dan institusi.

    Pergerakan di exchange lain bisa mencerminkan transfer atau perpindahan wallet, namun modal yang benar-benar mampu menggerakkan harga XRP secara signifikan sebagian besar terkonsentrasi di Binance. Karena itu, metrik Binance Whale to Exchange Flow dinilai sebagai indikator utama yang mencerminkan aksi nyata, bukan sekadar ekspektasi pasar, dan sering memberi sinyal sebelum harga bereaksi.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pola historis menunjukkan bahwa ketika whale diam saat harga turun, sering diikuti oleh rally tajam. Whale cenderung menunggu likuiditas beli yang lebih baik (saat harga naik) untuk distribusi. Absennya inflow whale ke exchange saat ini adalah sinyal bahwa “smart money” belum menyerah pada tren.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Masuk Pasar Aset Mewah, Berlian $280 Juta Ditokenisasi On-Chain

    Adopsi real-world assets (RWA) di industri kripto kembali mencetak tonggak penting.

    Ctrl Alt bersama Billiton Diamond resmi mentokenisasi berlian bersertifikat dengan nilai lebih dari $280 juta di Uni Emirat Arab (UAE), menjadikannya salah satu implementasi RWA bernilai tinggi terbesar di sektor aset mewah hingga saat ini.

    Sebagaimana dilansir dari Cryptodotnews pada Kamis (4/2), seluruh aset tersebut diamankan menggunakan teknologi kustodi Ripple, menandai ekspansi strategis Ripple di luar use case pembayaran lintas negara.

    Langkah ini memperkuat posisi blockchain sebagai infrastruktur baru untuk kepemilikan, pencatatan, dan pengelolaan aset fisik bernilai tinggi secara transparan dan efisien.

    Baca Juga: Ripple Tertekan! XRP Tak Akan Bullish Selama Harga di Bawah US$2,50

    Tokenisasi Berlian: Dari Brankas Fisik ke Blockchain

    Dalam skema ini, berlian bersertifikat yang sebelumnya disimpan secara konvensional kini direpresentasikan dalam bentuk token on-chain.

    Setiap token mencerminkan kepemilikan atas aset fisik yang diverifikasi, dengan standar kepatuhan dan kustodi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan investor institusi dan high-net-worth individuals (HNWI).

    UAE dipilih sebagai lokasi implementasi karena kerangka regulasinya yang progresif terhadap inovasi aset digital, khususnya di sektor komoditas dan aset mewah.

    Negara ini memang tengah memposisikan diri sebagai hub global untuk tokenisasi aset dunia nyata, mulai dari properti hingga komoditas bernilai tinggi seperti emas dan berlian.

    Peran Strategis Ripple Custody

    Salah satu sorotan utama dari proyek ini adalah penggunaan Ripple Custody sebagai fondasi keamanan aset.

    Selama ini, Ripple dikenal luas sebagai penyedia infrastruktur pembayaran berbasis blockchain melalui XRP Ledger (XRPL). Namun, kasus tokenisasi berlian ini menunjukkan ekspansi signifikan ke ranah kustodi aset digital bernilai tinggi.

    Tim Research Tokocrypto menilai langkah ini sebagai validasi penting atas teknologi Ripple.

    “Kasus penggunaan RWA bernilai tinggi ini memvalidasi teknologi Ripple Custody di luar sektor pembayaran, memperluas utilitas XRPL ke pasar aset mewah,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

    Dengan kebutuhan keamanan, auditabilitas, dan kepatuhan yang jauh lebih kompleks dibanding aset kripto biasa, keberhasilan proyek ini menjadi bukti bahwa XRPL mampu menangani use case institusional di luar remitansi.

    Mengapa Tokenisasi Aset Mewah Menarik?

    Tokenisasi berlian membawa sejumlah keunggulan struktural yang sulit dicapai oleh sistem tradisional, antara lain:

    • Likuiditas meningkat: Aset yang biasanya sulit diperdagangkan kini bisa dipecah secara digital.
    • Transparansi kepemilikan: Catatan on-chain mengurangi risiko sengketa dan pemalsuan.
    • Efisiensi operasional: Proses settlement lebih cepat tanpa perantara berlapis.

    Bagi investor institusional, tokenisasi membuka peluang diversifikasi ke aset alternatif dengan friksi yang jauh lebih rendah.

    Dampak bagi Ekosistem XRPL dan RWA Global

    Keberhasilan tokenisasi berlian senilai ratusan juta dolar ini memperkuat narasi bahwa RWA adalah fase adopsi kripto berikutnya.

    Jika sebelumnya fokus berada pada obligasi, T-bills, atau properti, kini aset mewah mulai masuk radar.

    Bagi Ripple dan XRPL, ini berpotensi membuka pasar baru yang bernilai triliunan dolar secara global.

    Aset seperti berlian, jam mewah, karya seni, hingga koleksi langka memiliki karakteristik ideal untuk tokenisasi: bernilai tinggi, terbatas, dan membutuhkan verifikasi kuat.

    Di sisi lain, keterlibatan Ripple Custody juga meningkatkan daya tarik XRPL bagi lembaga keuangan yang mencari alternatif blockchain selain Ethereum untuk kebutuhan RWA.

    Tantangan dan Hal yang Perlu Dipantau

    Meski prospeknya menjanjikan, tokenisasi aset mewah tetap menghadapi tantangan, termasuk regulasi lintas yurisdiksi, standar audit dan penilaian aset fisik, serta likuiditas pasar sekunder token RWA.

    Keberlanjutan adopsi akan sangat bergantung pada kejelasan regulasi dan minat investor institusional terhadap instrumen baru ini.

    Baca Juga: Resmi Kantongi Lisensi UE, Ripple Siap Tancap Gas Kuasai Pasar Eropa

    Tokenisasi berlian bersertifikat senilai lebih dari $280 juta oleh Ctrl Alt dan Billiton Diamond menandai lompatan besar dalam adopsi RWA premium di blockchain.

    Dengan dukungan Ripple Custody, proyek ini tidak hanya memperluas utilitas XRPL, tetapi juga mempertegas posisi blockchain sebagai fondasi masa depan pasar aset mewah global.

    Jika tren ini berlanjut, tokenisasi RWA berpotensi menjadi jembatan utama antara keuangan tradisional dan ekonomi on-chain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Gagal Tembus $2,20, Risiko Turun ke $1,40 Kian Nyata

    Aktivitas on-chain XRP menunjukkan pelemahan signifikan di tengah berkurangnya partisipasi investor ritel, memunculkan pertanyaan besar soal masa depan harga aset kripto tersebut. Kondisi ini terjadi meski produk Exchange-Traded Fund (ETF) berbasis XRP masih mencatat aliran dana masuk sepanjang Januari.

    Berdasarkan data terbaru, jumlah alamat aktif di jaringan XRP Ledger turun drastis ke level terendah sejak Februari tahun lalu. Sepanjang Januari, hanya tercatat sekitar 15.743 akun aktif, mengindikasikan merosotnya aktivitas pengguna ritel maupun permintaan on-chain secara keseluruhan.

    Penurunan Kuat XRP

    Dilaporkan Cryptonews, penurunan ini diperkuat oleh data velocity XRP yang menunjukkan pergerakan token cenderung fluktuatif tanpa tren kenaikan yang konsisten. Hal tersebut menandakan aktivitas jaringan lebih banyak didorong oleh perdagangan jangka pendek, bukan penggunaan berkelanjutan oleh basis pengguna yang berkembang.

    Di sisi lain, data ETF XRP memperlihatkan kondisi yang kontras. Meski arus masuk dana terus terjadi, total arus keluar justru lebih besar sehingga menghasilkan netflow negatif sepanjang Januari. Situasi ini menambah tekanan terhadap sentimen pasar XRP.

    Baca juga: XRP Turun di Bawah $1,60, Glassnode Peringatkan Pola Pasar Ini

    Dari sisi harga, XRP saat ini diperdagangkan di kisaran USD 1,60, yang menjadi level support krusial. Harga sebelumnya gagal menembus area resistensi di sekitar USD 2,20 dan kembali bergerak turun dalam pola descending channel yang masih terjaga. Jika level USD 1,60 gagal dipertahankan pada penutupan harian, potensi penurunan lanjutan menuju area USD 1,40 dinilai terbuka.

    Indikator teknikal Relative Strength Index (RSI) berada di sekitar level 28, menandakan kondisi oversold. Meski peluang rebound jangka pendek masih terbuka, analis menilai pergerakan tersebut kemungkinan hanya bersifat korektif selama harga belum mampu keluar dari tren turun dan menembus kembali resistensi utama.

    Aktivitas On-chain XRP

    Sementara itu, open interest XRP tercatat turun ke sekitar USD 2,9 miliar, level terendah dalam lebih dari satu tahun terakhir. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat dan kepercayaan trader terhadap pergerakan harga XRP dalam waktu dekat.

    Hingga aktivitas on-chain kembali stabil dan harga mampu merebut kembali level resistensi yang hilang, penguatan XRP dinilai masih bersifat sementara. Kondisi pasar saat ini lebih mencerminkan fase kapitulasi dibandingkan awal dari pemulihan yang berkelanjutan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, hilangnya partisipasi ritel dan stagnasi on-chain activity adalah sinyal peringatan fundamental (red flag). Tanpa katalis penggunaan nyata, pergerakan harga XRP kemungkinan hanya akan didorong spekulasi jangka pendek.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 4 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Turun di Bawah $1,60, Glassnode Peringatkan Pola Pasar Ini

    Harga XRP terus berada di bawah tekanan setelah turun ke bawah level $1,60. Di tengah pelemahan ini, firma analitik on-chain Glassnode menyoroti bahwa struktur pasar XRP saat ini menunjukkan kemiripan kuat dengan kondisi pada April 2022, periode awal transisi menuju pasar bearish.

    Dalam unggahan terbarunya di platform X, Glassnode membahas posisi harga XRP terhadap indikator Realized Price. Indikator ini merepresentasikan harga rata-rata perolehan seluruh koin di jaringan dan sering digunakan untuk mengukur apakah mayoritas investor berada dalam kondisi untung atau rugi.

    Jika harga pasar berada di atas Realized Price, investor secara umum masih mencatatkan keuntungan yang belum direalisasikan. Sebaliknya, jika harga turun di bawah indikator tersebut, sebagian besar pasokan berada dalam posisi rugi.

    Harga XRP Mendekati Realized Price

    Berdasarkan data Glassnode, harga XRP masih berada di atas Realized Price sejak 2024. Namun, jarak antara harga pasar dan indikator tersebut terus menyempit. Realized Price XRP saat ini berada di kisaran $1,48, sementara harga spot semakin mendekatinya dalam beberapa hari terakhir.

    Dilaporkan News BTC, pada akhir 2024, XRP sempat mencatat jarak keuntungan terbesar terhadap Realized Price seiring reli bullish yang cepat. Namun, sepanjang tiga kuartal pertama 2025, tingkat profitabilitas investor menurun secara bertahap akibat perpindahan token di harga yang lebih tinggi, yang mendorong kenaikan Realized Price.

    Memasuki kuartal terakhir 2025, indikator tersebut cenderung stagnan. Namun, perubahan sentimen pasar membuat harga XRP justru bergerak turun mendekati garis Realized Price, memangkas keuntungan rata-rata investor. Tren ini semakin dalam setelah aksi jual besar-besaran di pasar kripto dalam sepekan terakhir.

    Baca juga: XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

    Pola April 2022 Kembali Terulang

    Glassnode menilai kondisi saat ini sangat menyerupai struktur pasar XRP pada April 2022. Pada periode tersebut, XRP juga turun mendekati Realized Price di tengah transisi menuju pasar bearish.

    Saat itu, upaya harga untuk bertahan di level tersebut gagal, dan XRP melanjutkan penurunan tajam hingga akhirnya mencapai titik terendah siklus. Dengan harga saat ini yang sangat dekat dengan Realized Price, pasar kini menanti apakah XRP akan kembali menguji level tersebut dan bagaimana reaksi selanjutnya.

    Jika skenario serupa terulang, tekanan jual lanjutan berpotensi terjadi. Namun, konfirmasi arah selanjutnya masih bergantung pada respons pasar terhadap level kunci ini.

    Level Teknis Jadi Perhatian Pelaku Pasar

    Apabila penurunan berlanjut, sejumlah level teknikal yang diidentifikasi analis Ali Martinez dapat menjadi area perhatian. Berdasarkan analisis pola parallel channel, XRP disebut telah menembus batas bawah kanal tersebut.

    Martinez mencatat bahwa resistance terdekat berada di level $1,86, sementara area support berada di kisaran $1,38 dan $1,02. Level-level ini berpotensi menjadi titik reaksi harga jika volatilitas meningkat.

    Harga XRP Masih Tertekan

    Pada saat penulisan, XRP diperdagangkan di sekitar $1,60, turun hampir 15% dalam tujuh hari terakhir. Pergerakan harga yang melemah ini menempatkan XRP pada fase krusial, di mana interaksi dengan Realized Price dapat menentukan apakah tekanan bearish akan berlanjut atau justru mereda.

    Pelaku pasar kini mencermati dengan ketat data on-chain dan respons harga terhadap level-level teknis utama untuk membaca arah pergerakan XRP selanjutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, level $1.48 adalah ‘line in the sand’. Jika ditembus, validasi downtrend jangka panjang akan terkonfirmasi. Trader disarankan menunggu reaksi harga di level ini sebelum mengambil posisi.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 3 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Resmi Kantongi Lisensi UE, Ripple Siap Tancap Gas Kuasai Pasar Eropa

    Ripple kembali memperkuat posisinya di industri aset digital global setelah resmi memperoleh lisensi penuh Electronic Money Institution (EMI) dari regulator keuangan Luksemburg, Commission de Surveillance du Secteur Financier (CSSF). Persetujuan final ini melengkapi izin awal yang diterima Ripple pada 14 Januari 2026 lalu.

    Dengan lisensi tersebut, perusahaan teknologi finansial berbasis di San Francisco ini kini dapat memperluas layanan pembayaran dan aset digitalnya ke seluruh wilayah Uni Eropa secara legal dan teregulasi. Ripple menyebut izin dari CSSF menjadi pintu masuk strategis untuk menghadirkan solusi pembayaran berbasis blockchain kepada pelaku bisnis di Eropa.

    Managing Director UK & Europe Ripple, Cassie Craddock, mengatakan Eropa sejak lama menjadi prioritas strategis perusahaan. Menurutnya, lisensi ini memperkuat posisi Ripple dalam membantu perusahaan-perusahaan Eropa beralih ke sistem keuangan yang lebih efisien dan berbasis digital, dengan tetap mematuhi regulasi yang berlaku.

    Baca juga: XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

    Keputusan Ripple

    Persetujuan di Luksemburg ini datang hanya beberapa pekan setelah Ripple mendapatkan izin dari Financial Conduct Authority (FCA) Inggris. Pada Januari 2026, FCA memberikan Ripple lisensi EMI sekaligus registrasi aset kripto, yang memungkinkan perusahaan memperluas operasionalnya di Inggris seiring rencana pemerintah setempat membangun kerangka regulasi kripto yang komprehensif pada 2027.

    Secara global, Ripple mengklaim telah mengantongi lebih dari 75 persetujuan dan lisensi regulator di berbagai negara. Portofolio perizinan tersebut menjadi fondasi Ripple dalam menyediakan infrastruktur bagi institusi keuangan yang ingin beralih dari sistem keuangan tradisional ke teknologi aset digital.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kemenangan regulasi berturut-turut di Eropa memperkokoh posisi Ripple sebagai penyedia infrastruktur pembayaran compliant di benua tersebut, kontras dengan tantangan hukumnya di AS.

    Di sisi produk, Ripple juga terus melakukan ekspansi. Pekan lalu, perusahaan meluncurkan Ripple Treasury, platform treasury korporasi hasil akuisisi GTreasury senilai USD 1 miliar pada Oktober 2025. Platform ini mengintegrasikan pengelolaan kas dan aset digital, termasuk fitur settlement lintas negara menggunakan stablecoin RLUSD milik Ripple.

    Selain itu, Ripple baru saja menjalin kemitraan strategis multi-tahun dengan LMAX Group. Kerja sama tersebut mencakup komitmen pendanaan sebesar USD 150 juta dari Ripple, serta integrasi RLUSD sebagai jaminan (collateral) di berbagai venue perdagangan institusional LMAX, termasuk produk spot kripto dan derivatif.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Jebol di Bawah $2! Sinyal Akumulasi, Peluang Rebound 13%?

    Harga XRP kembali melemah setelah gagal mengubah penguatan sebelumnya menjadi breakout yang berkelanjutan. Pada Selasa (20/1/2026) pukul 18.00 UTC, XRP diperdagangkan di kisaran $1,95, turun ke bawah level psikologis $2,00 dan memperpanjang tren koreksi.

    Sebelumnya, XRP sempat bergerak menyempit dalam struktur teknikal menurun yang membuka peluang kenaikan. Namun, skenario bullish tersebut runtuh ketika tekanan jual kembali mendominasi pasar. Meski begitu, data perilaku investor menunjukkan potensi pembalikan arah masih terbuka.

    Indikasi Akumulasi Mulai Terlihat

    Indikator Chaikin Money Flow (CMF) menampilkan sinyal positif berupa bullish divergence. Dalam 10 hari terakhir, CMF membentuk higher low sementara harga XRP justru mencetak lower low. Pola ini mengindikasikan adanya peningkatan akumulasi di tengah pelemahan harga, yang mencerminkan minat beli mulai tumbuh secara perlahan.

    Kenaikan CMF biasanya menandakan arus modal masuk yang menguat, meskipun harga masih terkoreksi. Kondisi ini memberi sinyal bahwa tekanan jual berpotensi melemah. Jika akumulasi berlanjut dan kondisi pasar membaik, XRP berpeluang mencatatkan pemulihan harga.

    Pertumbuhan Alamat Baru Melemah

    Di sisi lain, indikator fundamental jaringan justru menunjukkan sinyal kehati-hatian. Jumlah alamat baru XRP tercatat turun ke level terendah dalam 13 bulan, yakni sekitar 3.090 alamat. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat investor baru untuk masuk ke ekosistem XRP.

    Dilaporkan BeInCrypto, secara historis, pertumbuhan alamat baru menjadi pendorong utama reli harga XRP karena mencerminkan masuknya modal segar. Lemahnya pertumbuhan jaringan saat ini berpotensi membatasi likuiditas dan mengurangi katalis kenaikan harga dalam jangka pendek.

    Risiko Turun Masih Membayangi

    Dari sisi teknikal, XRP gagal menembus pola descending wedge yang sebelumnya diproyeksikan sebagai sinyal lanjutan bullish. Kegagalan ini memperkuat bias bearish, seiring kembalinya tekanan pasar secara luas.

    XRP kini bergerak tipis di atas level $1,93, yang menjadi support penting. Jika level tersebut ditembus, harga berpotensi turun lebih dalam menuju area $1,86. Sementara itu, pemulihan kecil yang sempat terjadi pada awal pekan tidak bertahan lama, menandakan kepercayaan pasar masih rapuh.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 1 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun demikian, peluang pembalikan arah tetap ada. Untuk mengurangi risiko penurunan lanjutan, XRP perlu merebut kembali level $2,00 dan ditutup secara meyakinkan di atasnya. Jika skenario ini tercapai, kepercayaan pasar dapat pulih dan membuka jalan menuju target $2,25, atau sekitar 13% lebih tinggi dari level saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, divergensi tajam antara sinyal teknikal akumulasi dan matinya pertumbuhan pengguna baru mengindikasikan bahwa potensi pemulihan saat ini sangat rapuh dan murni bersifat spekulatif tanpa dukungan permintaan organik yang berkelanjutan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Lama XRP Muncul Lagi di Bawah $2, Berbahaya di Dalam?

    Pergerakan harga XRP terlihat relatif stabil dalam beberapa waktu terakhir. Namun di balik konsolidasi yang tampak tenang tersebut, tekanan psikologis di kalangan investor justru terus meningkat. Data onchain terbaru dari perusahaan analitik blockchain Glassnode menunjukkan bahwa struktur pasar XRP saat ini mengulang pola yang terakhir kali terjadi pada awal 2022.

    Dalam unggahan di platform X pada 19 Januari 2026, Glassnode menyebut bahwa struktur pasar XRP saat ini sangat mirip dengan kondisi Februari 2022. Tekanan terutama terlihat dari pergeseran kepemilikan antara investor jangka pendek dan pemegang jangka menengah hingga panjang.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 31 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    “Investor yang aktif dalam rentang 1 minggu hingga 1 bulan kini mengakumulasi XRP di bawah cost basis kelompok pemegang 6 hingga 12 bulan,” tulis Glassnode. Kondisi ini, menurut mereka, secara bertahap meningkatkan tekanan psikologis pada investor yang membeli di harga lebih tinggi.

    Baca juga: XRP Tertahan di Bawah US$2, Data Ungkap Aksi Senyap Whale Besar

    Grafik Harga XRP

    Dilaporkan News Bitcoin, grafik yang dibagikan Glassnode memperlihatkan realized price XRP berdasarkan kelompok usia kepemilikan. Investor baru terlihat masuk pada level harga yang lebih rendah dibandingkan investor lama yang masih berada dalam posisi rugi. Pola ini mengindikasikan terjadinya rotasi suplai, bukan distribusi agresif, di mana likuiditas diserap oleh partisipan baru sementara pemegang lama masih “terjebak” di bawah harga beli.

    Situasi tersebut umumnya muncul saat pasar berada dalam fase konsolidasi berkepanjangan, ditandai dengan pergerakan harga yang sempit dan volatilitas yang tertekan. Pada siklus sebelumnya, struktur serupa sering kali diikuti periode ketidakpastian yang panjang sebelum akhirnya memicu pergerakan besar di pasar.

    Tekanan psikologis ini juga diperkuat oleh level harga $2 yang disebut Glassnode sebagai zona krusial bagi pemegang XRP. Dalam unggahan terpisah pada 24 November, Glassnode mencatat bahwa sejak awal 2025, setiap kali XRP menguji level $2, investor merealisasikan kerugian antara US$500 juta hingga US$1,2 miliar per minggu.

    Menurut Glassnode, pola tersebut menegaskan kuatnya pengaruh level $2 terhadap perilaku jual investor. Uji ulang berulang pada level psikologis ini dinilai meningkatkan realisasi kerugian dan menekan kepercayaan di sisi penjual.

    Tim Research Tokocrypto memaparkan Transfer kepemilikan dari tangan lemah yang merugi ke investor baru di tengah konsolidasi harga adalah sinyal klasik akumulasi ulang yang sering kali menjadi bahan bakar utama untuk pembalikan tren yang eksplosif.

    Meski analisis ini tidak secara langsung memprediksi arah harga selanjutnya, Glassnode menekankan bahwa tekanan berbasis cost basis dan faktor psikologis sering kali menjadi penentu utama sebelum pasar menemukan arah baru. Pada siklus sebelumnya, kondisi serupa pernah mendahului baik penurunan tajam maupun fase ekspansi baru, tergantung pada likuiditas dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com