Tag: ripple

  • XRP Tertahan di Bawah US$2, Data Ungkap Aksi Senyap Whale Besar

    Harga XRP mengawali perdagangan tahun 2026 dengan pergerakan yang relatif stagnan di bawah level US$2. Sepanjang Januari, aset kripto ini belum mampu membentuk tren yang jelas dan masih bergerak dalam rentang sempit. Namun, di balik kondisi harga yang tampak sepi, data on-chain menunjukkan adanya perubahan penting pada struktur kepemilikan XRP.

    Berdasarkan data dari firma analitik on-chain Santiment, jaringan XRP mencatat penambahan bersih 42 wallet baru yang masing-masing menyimpan minimal 1 juta XRP sejak awal 2026. Kelompok alamat ini kerap disebut sebagai “millionaire wallets” dan umumnya diasosiasikan dengan investor bermodal besar atau whale. Kenaikan ini menjadi yang pertama sejak September 2025, terjadi di tengah harga XRP yang justru masih melemah secara tahunan.

    Pola Akumulasi XRP

    Santiment mencatat bahwa pola akumulasi oleh pemegang besar di tengah harga yang lemah kerap mengubah dinamika pasar secara internal. Akumulasi semacam ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal perubahan tren, terutama jika terjadi bersamaan dengan pengetatan likuiditas di sisi penawaran.

    Secara teknikal, XRP masih berada dalam kondisi rapuh. Harga saat ini bergerak di kisaran US$1,80, jauh di bawah rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar US$2,54. Jarak ini membuat gambaran jangka panjang XRP masih berada dalam fase korektif, sehingga banyak trader berbasis momentum memilih untuk menunggu konfirmasi breakout sebelum masuk ke pasar.

    Dilaporkan Crypto Slate, data dari CryptoQuant turut mencerminkan kehati-hatian pasar. Rasio Sharpe 30 hari XRP tercatat sekitar 0,034, mendekati nol, yang menunjukkan imbal hasil belum cukup mengompensasi volatilitas. Sementara itu, Sharpe Z-Score berada di kisaran 0,70 dan Sharpe Momentum 7 hari sekitar 0,03, mengindikasikan fase konsolidasi atau pembentukan dasar, bukan awal tren naik yang kuat.

    Di sisi lain, suplai XRP di bursa menunjukkan tanda-tanda pengetatan. CryptoQuant melaporkan bahwa proporsi XRP yang tersimpan di exchange saat ini berada di “zona bawah”, menandakan tekanan jual cenderung mereda setelah periode penarikan koin dari bursa. Secara historis, kondisi ini kerap mendahului kenaikan harga dengan jeda waktu tertentu, seperti yang terjadi pada periode Februari hingga April 2025.

    Meski demikian, analisis tersebut juga menyoroti absennya peningkatan volume perdagangan. Tanpa ekspansi volume, potensi kenaikan harga dinilai masih berisiko berubah menjadi reli jangka pendek, bukan tren berkelanjutan. Pasar dengan likuiditas tipis memang bisa bergerak cepat saat permintaan muncul, namun juga rentan gagal menembus resistance jika tidak didukung pembelian lanjutan.

    Baca juga: Pola XRP dalam 14 Bulan di Area $2 Jadi Sinyal Kuat Menuju $3

    Aktivitas Jaringan XRP

    Dari sisi aktivitas jaringan, XRP Ledger (XRPL) justru menunjukkan sinyal positif. Data CryptoQuant mencatat lonjakan signifikan aktivitas decentralized exchange (DEX) di XRPL. Rata-rata pergerakan 14 hari jumlah transaksi DEX mencapai sekitar 1,014 juta transaksi, tertinggi dalam 13 bulan terakhir dan menembus level yang bertahan sejak awal 2025.

    Peningkatan berbasis moving average ini mengindikasikan partisipasi yang lebih berkelanjutan, bukan sekadar lonjakan sesaat. Hal tersebut dinilai mencerminkan meningkatnya penggunaan dan likuiditas yang lebih “lengket” di dalam ekosistem XRPL, memberikan dasar fundamental di luar faktor spekulasi.

    Melihat ke depan, manajer aset kripto 21Shares memproyeksikan sejumlah skenario untuk pergerakan XRP sepanjang 2026. Firma ini menyoroti peran permintaan dari ETF XRP spot di AS yang telah mengumpulkan lebih dari US$1,3 miliar aset dalam bulan pertama, disertai aliran dana masuk selama 55 hari berturut-turut.

    Suplai XRP

    Di sisi suplai, 21Shares mencatat cadangan XRP di exchange berada di level terendah dalam tujuh tahun, sekitar 1,7 miliar XRP, yang berpotensi menciptakan tekanan pasokan jika permintaan struktural terus meningkat. Dari sisi utilitas, pertumbuhan stablecoin RLUSD, peningkatan total value locked DeFi XRPL yang melampaui US$100 juta, serta fokus pada tokenisasi disebut sebagai faktor pendukung adopsi jangka panjang.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pembentukan wallet millionaire baru saat harga sideways adalah sinyal klasik “smart money accumulation”.

    “Whale tidak mengejar harga, mereka mengakumulasi saat retail kehilangan minat. Pola ini sering mendahului pergerakan harga signifikan begitu fase distribusi/akumulasi selesai,” tuturnya.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 30 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Berdasarkan skenario tersebut, 21Shares memodelkan harga puncak XRP di 2026 pada level US$2,45 untuk skenario dasar, US$2,69 untuk skenario bullish, dan US$1,60 untuk skenario bearish.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pola XRP dalam 14 Bulan di Area $2 Jadi Sinyal Kuat Menuju $3

    XRP kembali menjadi sorotan setelah membentuk base harga yang sangat kuat di area psikologis $2.00 selama kurang lebih 14 bulan terakhir. Pola ini dinilai bukan sekadar fase stagnan, melainkan akumulasi jangka menengah yang berpotensi mengakhiri tren turun dan membuka jalan bagi siklus bullish baru.

    Sejumlah analis menilai bahwa struktur harga XRP saat ini mirip dengan fase pembalikan yang pernah terjadi pada April 2025, ketika tekanan short yang ekstrem justru menjadi bahan bakar reli harga.

    Posisi Short XRP

    Menurut analis kripto Darkfost, dominasi posisi short di pasar derivatif XRP menjadi katalis penting yang sering diabaikan. Data funding rate Binance menunjukkan bahwa sejak Desember lalu, funding rate XRP cenderung negatif, menandakan mayoritas trader berada di posisi short dengan leverage.

    Kondisi ini secara historis sering memicu pergerakan harga yang berlawanan dengan konsensus pasar. Ketika harga mulai bergerak naik, likuidasi paksa dari posisi short dapat menciptakan efek short squeeze yang mendorong reli lebih agresif. Pola serupa sudah terjadi dua kali sejak 2024, yakni pada Agustus–September 2024 dan April 2025, yang keduanya diikuti oleh kenaikan harga signifikan.

    Baca juga: XRP Tertekan di Bawah US$1,90, Risiko Penurunan 11% Mengintai

    Secara teknikal, XRP saat ini masih bergerak dalam fase konsolidasi sehat setelah reli lebih dari 600% sejak November 2024, meski harganya masih sekitar 50% di bawah puncak $3.66 yang tercapai pada Juli 2025.

    Dilaporkan Cryptonews, grafik mingguan menunjukkan kompresi harga di zona demand kuat $1.85–$2.00, area yang berulang kali menahan tekanan jual tanpa breakdown signifikan. Namun, tantangan utama XRP berada di area $2.50, yang berfungsi sebagai resistance horizontal sekaligus beririsan dengan garis tren turun dan level Fibonacci 0.786. Penutupan candle mingguan di atas level ini dipandang sebagai konfirmasi pembalikan tren, dengan target lanjutan di kisaran $3.00–$3.10.

    Analisis Teknikal XRP

    Indikator Relative Strength Index (RSI) turut memperkuat skenario bullish. Meski RSI masih berada di area rendah 40-an, indikator ini membentuk bullish divergence, menandakan melemahnya momentum penurunan harga.

    Selama XRP mampu bertahan di atas support $1.85, bias pasar cenderung mengarah pada konsolidasi lanjutan yang diikuti upaya breakout bertahap. Sebaliknya, jika level $1.85 jebol secara meyakinkan, skenario bullish akan gugur dan membuka peluang koreksi lebih dalam menuju area $1.50.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 28 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur “14-Month Base” menunjukkan akumulasi jangka panjang yang sangat solid oleh smart money.

    “Breakout dari fase konsolidasi panjang ini biasanya memicu pergerakan impulsif yang eksplosif, didukung oleh sentimen regulasi yang membaik pasca-gugatan SEC,” jelasnya.

    Dengan struktur harga yang matang, tekanan short yang menumpuk, serta sinyal teknikal yang mulai berbalik arah, XRP berada di fase krusial. Breakout di atas $2.50 berpotensi menjadi pemicu reli besar berikutnya, sementara kegagalan mempertahankan support kunci akan mengubah arah narasi pasar secara drastis. Seperti biasa, pergerakan kripto tetap berisiko tinggi dan memerlukan manajemen risiko yang matang dari setiap pelaku pasar.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tertekan di Bawah US$1,90, Risiko Penurunan 11% Mengintai

    Harga aset kripto XRP kembali mengalami tekanan kuat dalam sepekan terakhir. Token besutan Ripple ini tercatat turun sekitar 4% dalam tujuh hari, bersamaan dengan lonjakan volume perdagangan hingga 171% setelah harga menembus level support penting di USD 1,90.

    Peningkatan aktivitas perdagangan tersebut mencerminkan meningkatnya ketidakpastian di kalangan pelaku pasar, sekaligus mematahkan sentimen bullish yang sebelumnya mendominasi proyeksi harga XRP.

    Tekanan Jual Menguat

    Dilaporkan Cryptonews, tekanan jual semakin menguat setelah mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor sebesar 100% terhadap barang-barang asal Kanada apabila negara tersebut menjalin kesepakatan dagang dengan China. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran pasar global dan berdampak pada aset berisiko, termasuk kripto.

    Meski XRP sempat memantul dari level USD 1,80 pada sesi perdagangan Asia, gejolak pasar yang lebih luas masih membebani pergerakan harga. Kondisi ini sejalan dengan memburuknya sentimen investor, tercermin dari Crypto Fear and Greed Index yang anjlok dari level 54 pada 14 Januari menjadi 29 pada saat artikel ini ditulis, menandakan fase “fear”.

    Di tengah kondisi tersebut, muncul spekulasi di kalangan trader mengenai potensi penurunan lanjutan XRP. Secara teknikal, XRP saat ini sedang menguji kembali area USD 1,90 yang berfungsi sebagai resistensi struktural utama. Level ini merupakan titik terendah dari struktur bearish sebelumnya.

    Baca juga: XRP Tertekan di US$1,87, RSI Bangkit: Jalan ke US$2,03 Terbuka?

    Potensi XRP

    Apabila harga gagal menembus dan bertahan di atas level tersebut, XRP berpotensi kembali melemah ke area USD 1,80. Tekanan lanjutan bahkan dapat mendorong harga menuju kisaran USD 1,60, level yang sudah lama tidak disentuh pasar. Secara keseluruhan, skenario ini mengindikasikan risiko penurunan sekitar 11% dari posisi saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan volume perdagangan yang terjadi bersamaan dengan penurunan harga tajam ini mengindikasikan adanya aksi jual agresif atau potensi kapitulasi jangka pendek, bukan sekadar koreksi teknikal biasa. Meskipun narasi ketakutan bahwa XRP “akan menuju nol” terdengar berlebihan dan tipikal suasana panik pasar, hilangnya zona pertahanan $1,90 secara teknikal menempatkan aset ini dalam posisi rapuh.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 27 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    “Jika level $1,80 gagal bertahan sebagai pijakan rebound, pasar berisiko menghadapi likuidasi lanjutan, meskipun kondisi sentimen yang sudah sangat negatif (extreme fear) sering kali secara historis menjadi sinyal awal pembentukan dasar harga bagi investor kontrarian.”

    Meski demikian, analis menilai kemungkinan harga XRP jatuh hingga nol tergolong sangat kecil. Namun, dalam jangka pendek, struktur pasar yang terbentuk masih cenderung mengarah ke sentimen bearish.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tertekan di US$1,87, RSI Bangkit: Jalan ke US$2,03 Terbuka?

    Harga XRP kembali berada di bawah tekanan setelah mencatatkan level terendah lokal sejak awal Januari. Meski tren turun masih mendominasi secara bulanan, sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah dalam jangka pendek.

    Dilaporkan BeInCrypto, tekanan jual yang berkepanjangan mendorong XRP turun ke level terendah bulanan. Namun, secara historis, fase penurunan tajam seperti ini kerap menjadi sinyal kelelahan pasar, bukan kelanjutan tren bearish. Kondisi tersebut sering kali diikuti oleh fase akumulasi sebelum harga berbalik arah.

    Holder Jangka Panjang Mulai Akumulasi

    Data on-chain mengindikasikan meningkatnya kepercayaan dari holder jangka panjang. Metrik XRP Liveliness tercatat turun signifikan selama enam minggu terakhir dan kini berada di titik terendah dalam dua bulan. Penurunan Liveliness menunjukkan bahwa lebih banyak holder memilih menyimpan aset mereka dibandingkan menjual, yang menandakan fase akumulasi.

    Perilaku holder jangka panjang kerap berperan penting dalam menentukan arah harga selama masa koreksi. Akumulasi yang berlanjut dapat mengurangi suplai beredar dan menahan tekanan jual. Dalam kasus XRP, kondisi ini mengisyaratkan bahwa sentimen bullish masih bertahan meski harga sedang melemah.

    Baca juga: Sinyal Kuat Terungkap! XRP Berpotensi Cetak Reli Paling Agresif

    RSI Keluar dari Zona Oversold

    Dari sisi indikator momentum, Relative Strength Index (RSI) XRP tercatat memantul setelah sebelumnya turun ke bawah level 30, yang menandakan kondisi oversold. Secara umum, RSI di wilayah ini sering dikaitkan dengan terbentuknya titik terendah lokal, bukan kelanjutan penurunan.

    Pemantulan RSI mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai mereda. Aset kripto yang keluar dari kondisi oversold biasanya berupaya melakukan pemulihan jangka pendek, terutama ketika didukung oleh akumulasi dari holder jangka panjang.

    Pola Wedge Turun Isyaratkan Breakout

    Secara teknikal, XRP masih bergerak dalam pola descending wedge sejak awal bulan. Pola ini umumnya dipandang sebagai formasi bullish karena mencerminkan pelemahan momentum turun. Breakout dari pola tersebut sering terjadi ketika kendali penjual mulai berkurang.

    Berdasarkan proyeksi teknikal, breakout dari descending wedge membuka peluang kenaikan sekitar 11 persen. Dengan harga XRP berada di kisaran US$1,87, target kenaikan berada di area US$2,10. Sementara itu, level US$2,03 dipandang sebagai area konfirmasi awal untuk memvalidasi breakout dan perbaikan momentum.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 26 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 26 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, skenario bullish ini dapat batal jika harga gagal menembus pola wedge. Apabila tekanan bearish berlanjut, XRP berpotensi turun ke level US$1,79, bahkan hingga US$1,75, yang akan memperkuat tren turun dan meniadakan peluang pembalikan arah dalam waktu dekat.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Kuat Terungkap! XRP Berpotensi Cetak Reli Paling Agresif

    Aset kripto XRP disebut sedang memasuki fase krusial dalam siklus pasarnya. Setelah bergerak dalam pola konsolidasi selama lebih dari 400 hari, XRP kini menunjukkan sinyal teknikal yang dinilai dapat memicu reli harga paling agresif dalam hampir delapan tahun terakhir.

    Analis kripto ChartNerd (@ChartNerdTA) mengungkapkan bahwa XRP telah membentuk pola rectangular reaccumulation, sebuah struktur teknikal yang kerap muncul sebelum terjadinya pergerakan harga besar. Pola ini menunjukkan fase akumulasi lanjutan setelah pergerakan naik yang kuat sebelumnya.

    Grafik XRP Potensi Bullish

    Dilaporkan Binance, dalam grafik yang dibagikan ChartNerd, XRP terlihat bergerak bolak-balik dalam rentang harga yang jelas, dengan level support dan resistance yang terdefinisi. Hingga saat ini, pergerakan harga masih bertahan di atas batas bawah support, yang memperkuat validitas pola reaccumulation tersebut.

    ChartNerd menekankan bahwa selama XRP mampu mempertahankan level support ini, peluang untuk melanjutkan tren naik tetap terbuka. Struktur rectangular bull flag yang terbentuk mengindikasikan potensi breakout ke level dua digit.

    Berdasarkan proyeksi teknikal, target kenaikan XRP berada di kisaran USD 23,84. Target tersebut diperoleh dari pengukuran tinggi flagpole yang diproyeksikan dari batas atas zona konsolidasi. Penembusan area resistance disebut dapat menjadi konfirmasi dimulainya ekspansi harga yang signifikan.

    Baca juga: XRP Berdarah di Bawah $2, Tapi Diam-Diam Investor Besar Borong!

    Gerak ke Depan XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 25 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Selama 400 hari terakhir, XRP tercatat bergerak dalam volatilitas yang relatif rendah dibandingkan fase kenaikan sebelumnya. Kondisi ini menunjukkan pasar tengah menyerap keuntungan lama dan membangun fondasi harga yang lebih kuat. Rentang perdagangan yang terbentuk juga mencerminkan akumulasi yang terkontrol oleh pelaku pasar.

    Secara historis, XRP dikenal kerap mengalami fase konsolidasi panjang sebelum mencatatkan lonjakan harga besar. Pola yang terbentuk saat ini dinilai memiliki kemiripan dengan struktur bull flag pada siklus-siklus sebelumnya.

    Meski pergerakan XRP terpantau cenderung tenang sepanjang satu tahun terakhir, para pelaku pasar kini terus memantau aset ini. Struktur teknikal yang terbentuk dinilai dapat menjadi sinyal awal salah satu reli terbesar XRP dalam beberapa tahun terakhir.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Berdarah di Bawah $2, Tapi Diam-Diam Investor Besar Borong!

    Harga XRP masih tertekan di bawah level psikologis $2, seiring melemahnya pasar kripto secara keseluruhan. Tekanan ini tidak hanya dipicu oleh kondisi makro yang bearish, tetapi juga oleh meningkatnya keraguan investor ritel terhadap prospek jangka pendek XRP.

    Namun di balik tekanan harga tersebut, ekosistem Ripple justru menunjukkan perkembangan penting yang bisa menjadi pemicu pemulihan XRP dalam jangka menengah hingga panjang.

    Listing RLUSD di Binance Jadi Angin Segar untuk Ripple

    Dilaporkan BeInCrypto, Ripple baru saja mengonfirmasi bahwa RLUSD, stablecoin berbasis dolar AS miliknya, telah resmi terdaftar di Binance. Langkah ini secara signifikan meningkatkan visibilitas dan aksesibilitas RLUSD, terutama di tengah pesatnya adopsi stablecoin secara global.

    Meskipun saat ini RLUSD masih berjalan di jaringan Ethereum, potensi ekspansi ke XRP Ledger (XRPL) menjadi sorotan utama. Jika integrasi ini terjadi, aktivitas on-chain, permintaan transaksi, dan utilitas jaringan XRPL berpotensi melonjak. Hal tersebut secara tidak langsung akan memperkuat fundamental XRP, khususnya dalam konteks pembayaran lintas negara dan tokenisasi aset.

    Holder Ritel Panik, Jual XRP di Harga Rugi

    Sayangnya, sentimen positif dari sisi fundamental belum sepenuhnya tercermin di perilaku investor. Data on-chain menunjukkan bahwa Net Realized Profit/Loss XRP kini berada di zona negatif, menandakan banyak holder menjual aset mereka di bawah harga beli.

    Baca juga: XRP Sepi Trader, Tapi Sinyal Kuat Muncul: Harga Siap Tembus $3?

    Perilaku ini umumnya mencerminkan ketakutan akan penurunan lanjutan, bukan keyakinan terhadap pemulihan jangka pendek. Tekanan jual dari investor ritel seperti ini dapat menahan laju kenaikan harga, bahkan ketika kabar fundamental sebenarnya cukup kuat.

    Selama kepercayaan pasar belum pulih, XRP berpotensi masih kesulitan mengonversi kemajuan ekosistem Ripple menjadi kenaikan harga yang signifikan.

    Berbeda dengan Ritel, Investor Institusi Justru Masuk

    Di tengah aksi jual ritel, data menunjukkan sinyal yang sangat kontras dari investor institusi. Untuk pekan yang berakhir pada 16 Januari, XRP mencatat arus masuk institusional sebesar $69,5 juta, dengan total $108,1 juta secara month-to-date.

    Masuknya dana institusi secara konsisten, meski harga masih berada dalam tren turun, mengindikasikan keyakinan jangka panjang dari pemain besar. Biasanya, institusi cenderung mengakumulasi aset saat sentimen pasar berada di titik pesimistis—sebuah pola yang kerap mendahului pembalikan tren.

    Arus masuk ini juga memberikan bantalan likuiditas yang dapat mengurangi risiko penurunan harga lebih dalam.

    Harga XRP di Titik Kritis, Breakout atau Lanjut Turun?

    Secara teknikal, XRP saat ini diperdagangkan di sekitar $1,96, masih berada di bawah garis downtrend yang sudah terbentuk lebih dari dua minggu. Tekanan teknikal masih kuat, namun kombinasi antara peningkatan fundamental dan minat institusi membuka peluang terjadinya breakout.

    Jika XRP berhasil menembus garis downtrend dan mengamankan posisi di atas $2,00, harga berpotensi naik menuju $2,03, lalu $2,10. Dengan momentum yang cukup kuat, target pemulihan di area $2,35 menjadi realistis.

    Sebaliknya, kegagalan menembus $2,00 bisa memicu tekanan jual lanjutan. Dalam skenario bearish, harga XRP berisiko turun ke $1,86 atau lebih rendah, yang akan memperpanjang tren turun dan menggugurkan skenario bullish.

    XRP memang sedang tertekan, tetapi perbedaan sikap antara investor ritel yang panik dan institusi yang agresif mengakumulasi menjadi sinyal menarik. Pertanyaannya kini: apakah ini hanya koreksi sebelum lonjakan besar, atau awal dari penurunan lebih dalam? Pasar akan segera menjawabnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Sepi Trader, Tapi Sinyal Kuat Muncul: Harga Siap Tembus $3?

    Prediksi harga XRP kembali menjadi perhatian pelaku pasar kripto di tengah kondisi perdagangan yang relatif sepi. Pergerakan harga yang cenderung tenang dan penurunan volume transaksi justru memunculkan spekulasi, mengingat fase serupa dalam sejarah XRP kerap menjadi awal pergerakan harga yang lebih agresif.

    Dalam sepekan terakhir, XRP tercatat terkoreksi sekitar 8% setelah sempat mencatat reli solid di awal tahun. Meski demikian, sejumlah indikator menunjukkan bahwa pasar yang terlihat “dingin” tidak selalu mencerminkan sentimen negatif.

    Minat Dagang Menurun, Sinyal Kontrarian Mulai Muncul

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 23 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan Cryptonews, data on-chain mengindikasikan bahwa penurunan aktivitas perdagangan saat ini dapat berperan sebagai sinyal kontrarian. Dalam beberapa periode sebelumnya, menyusutnya partisipasi pasar justru mendahului penguatan harga, terutama ketika tekanan jual mulai mereda.

    Saat ini, harga XRP masih berada di bawah level psikologis USD 2, namun secara year-to-date aset ini masih mencatat kenaikan sekitar 5%. Dalam 24 jam terakhir, volume perdagangan dilaporkan meningkat hampir 20% hingga mendekati USD 4 miliar, bertepatan dengan upaya harga bertahan di area support pada sebuah garis tren penting.

    Sementara itu, data pasar derivatif dari CoinGlass menunjukkan open interest (OI) XRP bergerak stagnan di kisaran USD 3,5 miliar hingga USD 4,5 miliar selama beberapa bulan terakhir. Pola OI yang bertahan dalam rentang sempit ini pernah terjadi sebelumnya dan diikuti lonjakan harga signifikan, yang membawa XRP mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun.

    Baca juga: Sentimen Ritel XRP Ambruk ke Extreme Fear Saat Harga Tembus US$2

    Harga Menyempit, RSI Beri Sinyal Beli

    Dari sisi teknikal, grafik XRP/USDT memperlihatkan fase kompresi harga yang cukup kuat, dengan pergerakan yang semakin menyempit di sekitar level USD 2. Kondisi ini umumnya mengindikasikan fase konsolidasi sebelum pasar menentukan arah selanjutnya.

    Apabila tekanan beli mampu mendorong harga menembus resistance di area USD 2,10, skenario bullish dinilai semakin terbuka. Dalam kondisi likuiditas dan sentimen yang mendukung, XRP berpotensi bergerak cepat menuju area psikologis berikutnya, termasuk peluang menguji level USD 3.

    Indikator Relative Strength Index (RSI) pada timeframe 4 jam turut memperkuat skenario tersebut. RSI tercatat bergerak naik dan melampaui rata-rata bergerak 14-periode, yang kerap diinterpretasikan sebagai sinyal beli oleh trader teknikal.

    Namun demikian, risiko penurunan tetap perlu diwaspadai. Jika harga justru menembus ke bawah level USD 1,85, potensi koreksi lanjutan ke area USD 1,75 atau lebih rendah tidak dapat dikesampingkan.

    Investor Diminta Tetap Waspada

    Di tengah potensi pemulihan altcoin besar, perhatian investor juga mulai melebar ke aset berisiko tinggi, termasuk proyek presale tahap awal. Meski menawarkan peluang imbal hasil tinggi, pendekatan disiplin melalui manajemen risiko dan penentuan level invalidasi dinilai krusial, terutama ketika volatilitas pasar kembali meningkat.

    Disclaimer: Investasi aset kripto memiliki risiko tinggi. Informasi dalam artikel ini disajikan sebagai bahan referensi dan bukan merupakan saran investasi. Pembaca diharapkan melakukan riset mandiri sebelum mengambil keputusan finansial.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sentimen Ritel XRP Ambruk ke Extreme Fear Saat Harga Tembus US$2

    Sentimen investor ritel terhadap XRP mengalami perubahan drastis dari kondisi greed menjadi extreme fear seiring koreksi harga tajam yang terjadi sepanjang Januari 2026.

    Dilaporkan BeInCrypto, harga XRP tercatat turun di bawah level US$2, atau sekitar 19% lebih rendah dibandingkan puncaknya pada 5 Januari 2026, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar ritel.

    Data Santiment menunjukkan rasio sentimen positif dan negatif XRP kini berada di zona ketakutan ekstrem, padahal sepekan sebelumnya masih mencerminkan optimisme pasar. Santiment menilai bahwa secara historis, kondisi sentimen yang terlalu ekstrem sering kali menjadi sinyal awal potensi pembalikan harga, karena pergerakan pasar kerap berlawanan dengan ekspektasi mayoritas investor ritel.

    Meski demikian, perubahan sentimen yang sangat cepat ini juga mencerminkan ketidakpastian dan inkonsistensi pelaku pasar, yang dapat membatasi keberlanjutan tren naik.

    Sinyal XRP di Masa Depan

    Sinyal lain datang dari pasar derivatif. Analis CryptoQuant mencatat funding rate negatif pada kontrak perpetual futures XRP, yang mengindikasikan penumpukan posisi short. Dalam kondisi funding rate negatif, trader short membayar trader long, dan situasi ini secara historis sering mendahului pemulihan harga.

    CryptoQuant mencatat pola serupa pernah terjadi pada Agustus–September 2024 dan April 2025, yang kemudian diikuti oleh rebound harga XRP. Akumulasi posisi short dinilai berpotensi menciptakan tekanan beli tersembunyi apabila terjadi likuidasi saat harga mulai bergerak naik.

    Baca juga: XRP Terjun 13% dalam Sepekan, Harga Bertahan di $1,90

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 22 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Dari sisi fundamental, prospek jangka pendek XRP turut didukung oleh pengumuman Binance yang melisting pasangan perdagangan XRP/RLUSD pada 21 Januari 2026. CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyatakan bahwa kehadiran RLUSD di Binance dapat memperluas adopsi stablecoin tersebut sekaligus memperkuat ekosistem XRP Ledger.

    Penambahan pasangan ini juga membuka akses likuiditas baru yang berpotensi meningkatkan volume perdagangan dan kedalaman pasar. Sejalan dengan itu, analisis teknikal mencatat adanya bullish divergence saat XRP turun di bawah US$2, yang memperkuat indikasi peluang pemulihan dalam jangka pendek.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Terjun 13% dalam Sepekan, Harga Bertahan di $1,90

    Harga aset kripto XRP mengalami tekanan signifikan dalam sepekan terakhir. Token besutan Ripple ini tercatat turun lebih dari 13 persen, meski hingga Rabu (21/1/2026) masih mampu bertahan di kisaran US$1,90.

    Dilaporkan FX Leaders, Penurunan tersebut membuat pelaku pasar waspada, mengingat kapitalisasi pasar XRP saat ini masih berada di level besar, yakni sekitar US$115,7 miliar, menempatkannya di posisi kelima kripto terbesar dunia. Total suplai XRP yang beredar mencapai 60,8 miliar token.

    Meski harga melemah, aktivitas perdagangan XRP tetap tinggi. Volume transaksi 24 jam tercatat melampaui US$3,4 miliar, menandakan minat pasar belum sepenuhnya surut dan investor belum melakukan aksi keluar secara masif.

    Namun, tekanan tidak hanya datang dari internal XRP. Pelemahan harga Bitcoin dan Ethereum dalam beberapa hari terakhir turut memperburuk sentimen pasar kripto secara keseluruhan, membuat investor cenderung mengambil sikap lebih defensif.

    Fundamental Masih Kuat, Pasar Tetap Waspada

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 21 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Masih Lesu di Bawah US$2,24, Analis Bidik Target US$2,52

    Di balik tekanan harga jangka pendek, fundamental Ripple dinilai masih menunjukkan perkembangan positif. Presiden Ripple, Monica Long, sebelumnya menyebut tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan industri kripto, seiring meningkatnya adopsi institusional, penggunaan di dunia nyata, serta pertumbuhan aset yang ditokenisasi.

    Ekosistem Ripple juga terus berkembang. Sejumlah wacana terkait ETF berbasis XRP, meningkatnya ketertarikan investor institusi, hingga pencapaian stablecoin RLUSD yang berhasil menembus kapitalisasi pasar US$1 miliar, menjadi sorotan positif.

    Meski demikian, pasar dinilai belum merespons perkembangan tersebut secara optimal. Investor saat ini masih dibayangi berbagai faktor risiko, mulai dari kondisi makroekonomi global, melemahnya permintaan ETF kripto, hingga ketidakpastian pasar keuangan secara umum.

    Analisis Teknikal: Tekanan Bearish Masih Dominan

    Dari sisi teknikal, pergerakan XRP/USD masih berada dalam descending channel pada grafik 4 jam. Setelah sempat tertolak di area US$2,30 awal bulan ini, harga kini bergerak di bawah moving average 50 dan 200 periode, yang menjadi sinyal negatif lanjutan.

    Area US$2,05–US$2,10 kini berfungsi sebagai resistance kuat yang membatasi potensi pemulihan harga. Pola candlestick terbaru menunjukkan tekanan jual masih dominan, meskipun ukuran candle mulai mengecil.

    Sementara itu, indikator Relative Strength Index (RSI) mendekati area oversold. Kondisi ini membuka peluang terjadinya pantulan teknikal, namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

    Adapun level penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar antara lain:

    • Support: US$1,86 dan US$1,78
    • Resistance: US$1,95, US$2,06, dan US$2,13

    Dalam jangka pendek, strategi yang umum digunakan trader adalah menjual saat terjadi reli di bawah US$1,95, dengan target penurunan di area US$1,80, serta disiplin memasang batas kerugian jika harga menembus US$2,06.

    Dengan kondisi pasar yang masih rapuh, pergerakan XRP ke depan diperkirakan tetap volatil, sembari menunggu katalis kuat yang mampu mengubah sentimen secara keseluruhan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Masih Lesu di Bawah US$2,24, Analis Bidik Target US$2,52

    Harga aset kripto XRP tengah berada di fase penentuan setelah mencatatkan kinerja lemah dalam sepekan terakhir. Dalam tujuh hari, harga XRP terkoreksi sekitar 6%, menjadikannya salah satu altcoin berkapitalisasi besar dengan performa terburuk minggu ini.

    Meski demikian, sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah, dengan catatan XRP mampu mengulangi pergerakan yang terjadi sekitar empat bulan lalu. Kunci utamanya terletak pada kemampuan harga merebut kembali exponential moving average (EMA) 100 hari di kisaran US$2,24. Jika level ini berhasil ditembus, XRP berpeluang memicu reli hingga 33%.

    Pola Grafik Ulang, EMA Jadi Penentu

    Berdasarkan grafik harian, XRP saat ini membentuk struktur inverse head-and-shoulders, sebuah pola teknikal yang umumnya mengindikasikan potensi pembalikan tren ke arah naik. Garis neckline dari pola ini berada di sekitar US$2,52, atau sekitar 28% di atas harga saat ini.

    Namun, pola tersebut baru akan valid jika XRP mampu bertahan di atas EMA 100 hari. Secara historis, level ini kerap menjadi titik krusial bagi XRP. Pada September lalu, keberhasilan menembus EMA 100 hari mendorong kenaikan harga masing-masing sekitar 12% dan 16% dalam dua fase berbeda.

    Saat ini, XRP masih tertahan di bawah EMA jangka pendek 20 hari dan 50 hari, serta sempat ditolak di EMA 100 hari pada 14 Januari. Kendati begitu, munculnya ekor bawah panjang pada candle harian menandakan adanya aksi beli yang cepat menyerap tekanan jual.

    Whale dan Holder Jangka Panjang Mulai Akumulasi

    Dilaporkan BeInCrypto, di balik pelemahan harga, data on-chain menunjukkan aktivitas akumulasi oleh investor besar. Whale dengan kepemilikan 10–100 juta XRP tercatat menambah saldo dari sekitar 11,14 miliar menjadi 11,17 miliar XRP, setara hampir US$60 juta.

    Sementara itu, whale yang lebih kecil dengan kepemilikan 1–10 juta XRP bahkan lebih agresif. Total kepemilikan kelompok ini naik dari 3,54 miliar menjadi 3,59 miliar XRP, atau hampir US$100 juta. Akumulasi ini mulai terlihat sejak 14 Januari, meski sempat terjadi pelepasan sebagian pada 15 Januari saat harga terkoreksi.

    Aksi whale kemudian diikuti oleh holder jangka panjang. Data Glassnode menunjukkan, sejak 16 Januari, dompet yang menyimpan XRP selama lebih dari 155 hari mencatat kenaikan kepemilikan dari 223,2 juta menjadi 234,9 juta XRP dalam dua hari, atau naik sekitar 5,2%.

    Baca juga: XRP Ambruk Lebih dari 4%, Ini Biang Kerok Kejatuhan Crypto Hari Ini

    Pasar Derivatif Didominasi Short

    Faktor lain yang berpotensi menjadi katalis adalah kondisi pasar derivatif. Data Coinglass menunjukkan posisi short mendominasi lebih dari 95% di pasar perpetual XRP. Nilai leverage likuidasi short tercatat mendekati US$520 juta, jauh di atas posisi long yang hanya sekitar US$22 juta.

    Ketimpangan ini membuka peluang terjadinya short squeeze, di mana kenaikan harga yang relatif moderat dapat memaksa penutupan posisi short secara massal dan mendorong harga naik lebih cepat.

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Untuk mengonfirmasi skenario bullish, XRP perlu menutup perdagangan di atas US$2,24 guna merebut kembali EMA 100 hari. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak ke zona US$2,48–US$2,52, yang menjadi pemicu aktivasi pola teknikal dan membuka ruang reli hingga 33%.

    Sebaliknya, penurunan di bawah US$1,84 akan melemahkan setup, sementara penembusan ke bawah US$1,77 berpotensi membatalkan skenario bullish sepenuhnya.

    Saat ini, XRP masih berada di fase konsolidasi. Namun, jika pergerakan harga mampu meniru momentum yang terjadi pada September lalu, reli yang telah lama dinantikan pasar bisa kembali terwujud.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com