Tag: ripple

  • Prediksi Mengejutkan: XRP Bisa Tembus $12,5 dalam Tiga Tahun?

    XRP kembali menjadi sorotan setelah sejumlah analis memperkirakan potensi kenaikan harga besar dalam tiga tahun ke depan. Geoffrey Kendrick, analis senior dari Standard Chartered, memperkirakan harga XRP dapat melonjak hingga $12,50 pada tahun 2028, atau naik lebih dari 325% dari level saat ini di kisaran $2,95.

    Prediksi ini muncul di tengah optimisme pasar terhadap regulasi kripto yang semakin positif di AS dan kemungkinan persetujuan ETF spot XRP pada bulan Oktober ini — dua faktor yang diyakini dapat menjadi katalis utama bagi reli harga berikutnya.

    Regulasi Kripto AS Kini Lebih Ramah Pasar

    Perubahan besar di regulator keuangan Amerika menjadi salah satu alasan di balik proyeksi bullish tersebut. Setelah pergantian kepemimpinan di SEC, Presiden Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang mendorong AS untuk menjadi “ibu kota kripto dunia.” Ia juga menunjuk Paul Atkins, sosok yang dikenal pro-kripto, sebagai Ketua SEC.

    Langkah bersejarah lain adalah pencabutan aturan SAB 121, yang sebelumnya membatasi lembaga keuangan untuk menyimpan aset kripto bagi kliennya. Analis menilai langkah ini akan membuka jalan bagi investor institusional untuk lebih aktif di pasar aset digital, termasuk XRP.

    “Penghapusan SAB 121 bisa menjadi katalis besar bagi adopsi aset digital di AS,” ujar Kendrick.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 5 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 5 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Akankah XRP Capai ke $5, Jika SEC Setujui ETF Bulan Ini?

    Ripple Perkuat Ekosistem dengan Stablecoin RLUSD

    Ripple, perusahaan fintech di balik XRP, terus memperluas ekosistem pembayarannya. Salah satu inovasi terbarunya adalah peluncuran stablecoin Ripple USD (RLUSD) pada Desember 2024. Stablecoin ini diharapkan menjadi solusi bagi lembaga keuangan yang menghindari volatilitas harga kripto.

    Meski begitu, RLUSD masih menghadapi persaingan ketat dari stablecoin besar seperti USDC dan USDT. Volume transaksi XRP sendiri masih menunjukkan tren penurunan sepanjang 2025, menandakan adopsi produk baru ini belum maksimal.

    Namun, secara teoritis, RLUSD tetap bisa menjadi pendorong permintaan XRP karena biaya transaksi dalam jaringan Ripple tetap dibayarkan menggunakan token XRP.

    ETF XRP Spot Bisa Jadi Game Changer

    Dilaporkan Nasdaq, katalis paling signifikan yang dinanti pasar adalah persetujuan ETF spot XRP oleh SEC. Regulator diperkirakan akan memutuskan nasib enam proposal ETF antara 18–25 Oktober, dengan satu lagi menyusul pada 14 November.

    Bila disetujui, ETF ini akan membuka pintu bagi investor ritel dan institusional yang selama ini enggan berurusan langsung dengan bursa kripto.
    Contohnya, ETF Bitcoin spot yang disetujui pada Januari 2024 berhasil mendorong reli harga Bitcoin hingga 165% hanya dalam beberapa bulan.

    Jika pola serupa terjadi, harga XRP berpotensi mengikuti jejak Bitcoin dengan reli yang signifikan setelah ETF spot disetujui.

    Prediksi: XRP Bisa Capai $5,90 dalam Tiga Tahun

    Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut — regulasi yang lebih ramah, potensi ETF spot, dan inovasi Ripple — analis Trevor Jennewine dari The Motley Fool memproyeksikan harga XRP bisa melonjak 100% ke $5,90 dalam tiga tahun ke depan.

    Prediksi itu setara dengan imbal hasil tahunan sekitar 26%, yang masih dianggap realistis mengingat potensi fundamental dan momentum pasar yang berkembang.

    Namun, investor diingatkan untuk mewaspadai volatilitas. XRP pernah anjlok lebih dari 20% dari puncaknya dua kali hanya dalam setahun terakhir, termasuk satu penurunan tajam sebesar 45%.

    “XRP bisa mengungguli pasar kripto secara umum, tapi volatilitas tetap akan menjadi bagian dari perjalanannya,” ujar Jennewine.

    Dengan latar belakang regulasi yang lebih bersahabat, ekspansi ekosistem Ripple, dan peluang ETF spot XRP, banyak analis melihat tiga tahun ke depan sebagai periode penting bagi XRP.
    Namun seperti biasa di pasar kripto, potensi besar selalu datang dengan risiko tinggi dan investor sebaiknya tetap waspada dalam mengambil posisi.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Tertahan di $3, Apakah Ini Sinyal Sebelum Lonjakan Besar?

    Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah reli impresif yang membawanya menembus level psikologis $3,00, namun kini momentum tersebut tampak mulai melemah. Para trader kini bertanya-tanya, apakah ini hanya jeda sebelum lonjakan besar berikutnya, atau awal dari koreksi lebih dalam?

    Konsolidasi Setelah Kenaikan Tajam

    Setelah menembus area $2,920 dan $2,950, XRP sempat melonjak hingga $3,098 sebelum tekanan jual kembali muncul. Saat ini, harga sedang berkonsolidasi di bawah $3,00 dan bergerak di sekitar Simple Moving Average (SMA) 100 jam.

    Dilaporkan Crypto Rank, level $3,050 kini menjadi tembok resistensi kuat, sejalan dengan terbentuknya saluran menurun (descending channel) pada grafik per jam pasangan XRP/USD. Penembusan yang jelas di atas area ini bisa membuka jalan menuju $3,080, bahkan $3,120, dan jika momentum bertahan, target berikutnya berada di $3,150.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 6 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 6 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Prediksi Mengejutkan: XRP Bisa Tembus $12,5 dalam Tiga Tahun?

    Skenario Tekanan Turun Masih Ada

    Namun, kegagalan menembus zona $3,00–$3,050 dapat memicu tekanan jual baru. Support terdekat terlihat di $2,950, diikuti oleh $2,920. Jika area ini jebol, penurunan bisa meluas menuju $2,850 atau bahkan $2,800, area yang sebelumnya menjadi zona akumulasi penting.

    Dari sisi teknikal, indikator MACD mulai kehilangan tenaga di zona bullish, sementara RSI turun di bawah level 50, menandakan potensi koreksi jangka pendek.

    Level Penting yang Perlu Diperhatikan

    • Support utama: $2,950 dan $2,920
    • Resistance utama: $3,00 dan $3,050

    XRP tengah berada di titik kritis. Jika pembeli mampu mempertahankan momentum di atas $3,05, reli baru bisa dimulai menuju level yang lebih tinggi. Namun jika tekanan jual meningkat, harga bisa kembali tertekan di bawah $2,90. Untuk saat ini, investor tampaknya tengah menahan napas menunggu arah berikutnya dari koin yang sempat menjadi bintang minggu ini.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Akankah XRP Capai ke $5, Jika SEC Setujui ETF Bulan Ini?

    Harga XRP sedang dalam sorotan besar bulan ini karena peluang persetujuan ETF spot oleh SEC semakin dekat, dan analis teknikal memperingatkan kemungkinan lonjakan dramatis ke level psikologis $5.

    Teknis XRP Menunjukkan Potensi Lonjakan

    Dilaporkan Coingape, grafik harian XRP menunjukkan sejumlah pola bullish yang menarik. Token Ripple baru-baru ini rebound sekitar 12,17% dari titik terendah pada level kunci Murrey Math Lines, menandakan momentum beli yang kuat. Harga juga berhasil menembus di atas Exponential Moving Average (EMA) 50 hari, memperkuat sinyal bahwa para pembeli memegang kendali pasar.

    Lebih jauh, XRP membentuk pola falling wedge, sebuah formasi yang biasanya menandakan potensi breakout. Token ini juga berada di pegangan pola cup-and-handle sekaligus membentuk bullish flag, kombinasi teknikal yang bisa memicu short-squeeze besar dalam beberapa minggu mendatang.

    Jika momentum ini berlanjut, harga XRP diprediksi bisa menembus rekor tertinggi tahunan di $3,6 dan berpotensi mencapai $5, artinya kenaikan sekitar 65% dari harga saat ini.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 4 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 4 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Whale Suntik $1,5 Miliar ke XRP, Apakah Ini Awal Reli Besar?

    ETF XRP Jadi Katalis Utama

    Selain faktor teknis, berita bullish datang dari potensi persetujuan ETF spot XRP oleh SEC. ETF yang diajukan oleh Franklin Templeton, Invesco, dan BitWise diperkirakan akan mendatangkan dana institusional besar dari investor Amerika. Sebagai aset kripto populer, XRP berpeluang besar menarik arus modal baru yang signifikan.

    ETF XRPR yang baru diluncurkan saja sudah menarik aset senilai lebih dari $77,6 juta, dan dana institusional lain yang lebih besar bisa mendorong harga lebih tinggi lagi. Persetujuan SEC bisa menjadi titik balik bagi XRP dan membuka jalan bagi reli Uptober yang spektakuler.

    Dengan kombinasi teknikal yang solid dan katalis institusional yang kuat, pertanyaan besarnya: Apakah XRP siap menembus $5 bulan ini? Para investor tentu tak ingin melewatkan momen ini.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Suntik $1,5 Miliar ke XRP, Apakah Ini Awal Reli Besar?

    Harga XRP kembali menjadi sorotan setelah para whales kripto melakukan akumulasi masif senilai $1,54 miliar hanya dalam hitungan hari. Lonjakan ini menambah tekanan beli signifikan dan memunculkan pertanyaan besar: apakah XRP siap menembus tren bearish yang telah menjeratnya sejak awal Agustus?

    Whale dan Trader Jangka Pendek Turun Tangan

    Data on-chain menunjukkan investor besar yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar XRP menambah saldo hingga 510 juta XRP dalam beberapa hari terakhir. Dari 8,95 miliar koin pada 30 September, kini jumlahnya naik ke 9,46 miliar per 3 Oktober. Bahkan setelah sedikit aksi ambil untung, posisi mereka tetap mendekati rekor tertinggi.

    Akumulasi Paus XRP: Santiment.
    Akumulasi Paus XRP: Santiment.

    Tak hanya itu, trader jangka pendek juga ikut memperkuat posisi. Kelompok pemegang satu hingga tiga bulan naik dari 10% ke 11,83% pasokan sejak awal September. Lebih ekstrem lagi, kelompok yang hanya memegang 24 jam melonjak dari 0,12% menjadi 1,74% dalam sebulan.

    Kombinasi antara paus dan investor ritel ini menciptakan tekanan beli berlapis, yang bisa menjadi pemicu perubahan arah harga.

    Baca juga: XRP di Titik Kritis: Breakout ke $4 atau Anjlok ke $2,6?

    XRP Terkurung di Kanal Bearish

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 3 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 3 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski ada suntikan modal besar, harga XRP masih terkunci dalam saluran bearish multi-minggu sejak Agustus. Setiap kali mencoba reli, harga gagal menembus batas atas kanal. Pada saat artikel ini ditulis, XRP diperdagangkan di sekitar $3,02, dengan resistance kritis di $3,10.

    Dilaporkan BeInCrypto, jika level tersebut berhasil ditembus dan ditutup, maka struktur bearish yang menekan XRP selama hampir dua bulan bisa runtuh. Target jangka pendek berikutnya berada di $3,18 dan $3,35. Sebaliknya, bila gagal mempertahankan dukungan di $3,00, harga bisa tertekan kembali ke $2,94 atau bahkan $2,78.

    Bull vs Bear: Siapa yang Menang?

    Untuk pertama kalinya sejak 20 September, indikator kekuatan bull-bear menunjukkan bull mulai unggul. Dengan momentum akumulasi besar-besaran dari paus dan dorongan dari trader jangka pendek, pasar kini menunggu apakah XRP sanggup menembus tembok $3,10.

    Jika berhasil, ini bisa jadi titik balik yang mengakhiri tren turun sejak Agustus. Namun, kegagalan hanya akan memperpanjang penderitaan bears dan membuat volatilitas makin liar.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple

    Ripple kembali memperluas strategi ekosistemnya dengan menjadi investor strategis dalam pendanaan awal (seed round) senilai $5 juta untuk t54 Labs pada 25 Februari. t54 memposisikan diri sebagai “trust layer” bagi ekonomi berbasis AI agent yang sedang berkembang.

    Langkah ini bukan sekadar investasi kecil dalam proyek AI, melainkan sinyal arah strategis Ripple. Perusahaan tidak mendukung chatbot konsumen atau token bertema AI, melainkan membangun infrastruktur pembayaran, identitas, dan kontrol risiko yang memungkinkan agen otonom bertransaksi secara patuh regulasi.

    Ripple sebelumnya telah menyatakan telah menggelontorkan $550 juta ke dalam ekosistem XRP Ledger (XRPL). Investasi di t54 menunjukkan fokus berikutnya: menjadikan XRPL sebagai tulang punggung pembayaran machine-to-machine (M2M).

    AI Agent Butuh Pembayaran yang Tertanam dalam Workflow

    Jika AI agent benar-benar menjadi pelaku ekonomi digital, membeli data, menyewa komputasi, atau membayar layanan—maka pembayaran harus terjadi langsung di dalam proses kerja (workflow), bukan setelahnya.

    Di sinilah standar x402 menjadi relevan. x402 menghidupkan kembali kode HTTP 402 “Payment Required”, memungkinkan agen memanggil endpoint, menerima tantangan pembayaran, menyelesaikan pembayaran otomatis, lalu melanjutkan proses—tanpa langganan, invoice, atau rekonsiliasi manual.

    Namun, standar saja tidak cukup. Infrastruktur pembayaran di belakangnya harus cepat, murah, dan yang terpenting: patuh regulasi.

    Ripple melihat celah di sini. Menurut Tim Research Tokocrypto, Ripple nggak cuma kejar chatbot, tapi kejar infrastruktur ‘back-end’ ekonomi AI.

    “Jika agen AI mulai menggunakan RLUSD buat beli data atau komputasi, XRPL bakal dapet lonjakan likuiditas on-ledger masif. Ini strategi jangka panjang narik XRPL jadi tulang punggung ekonomi mesin,” terangnya.

    Tantangan Utama: Akuntabilitas, Bukan Sekadar Transfer Nilai

    Mengirim dana lewat blockchain bukan lagi masalah besar. Tantangan sebenarnya adalah akuntabilitas.

    Jika AI agent melakukan transaksi, pihak lawan transaksi—terutama institusi teregulasi—akan bertanya:

    • Siapa yang mengendalikan agent tersebut?
    • Apakah ada verifikasi identitas?
    • Bagaimana risiko dipantau?
    • Siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan?

    t54 membangun infrastruktur dengan asumsi bahwa identitas, verifikasi, kontrol risiko real-time, dan sistem kredit adalah syarat utama agar ekonomi berbasis AI dapat berkembang secara serius.

    Dalam konteks ini, XRPL diposisikan bukan sekadar blockchain aplikasi AI, melainkan sebagai layer settlement yang siap digunakan institusi.

    Permissioned Domains dan DEX: Infrastruktur untuk Institusi

    Perkembangan XRPL belakangan ini, seperti fitur Permissioned Domains dan Permissioned DEX, menunjukkan arah yang jelas: menciptakan lingkungan terkontrol bagi pelaku yang membutuhkan allowlist, kredensial, dan akses terbatas.

    Jika AI agent harus bertransaksi dengan entitas yang wajib memenuhi KYC, AML, dan screening sanksi, maka pendekatan permissioned menjadi krusial.

    Di titik ini, bentuk pembayaran menjadi penentu utama.

    Baca juga: Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

    RLUSD Bisa Lebih Penting dari Biaya Transaksi

    Dalam ekonomi machine-to-machine, volatilitas adalah masalah. AI agent yang melakukan ribuan transaksi mikro tidak dapat bergantung pada aset yang fluktuatif.

    Stablecoin menjadi solusi logis.

    RLUSD, stablecoin milik Ripple, memiliki suplai beredar sekitar $1,538 miliar dengan cadangan sekitar $1,610 miliar. Namun, data DeFiLlama menunjukkan stablecoin yang benar-benar beredar di XRPL sekitar $415 juta, dan RLUSD menyumbang sekitar 83% dari jumlah tersebut.

    Artinya, meski RLUSD cukup besar secara total suplai, likuiditas settlement di XRPL sendiri masih relatif terbatas.

    Jika AI workflow benar-benar memilih RLUSD sebagai aset kerja utama, maka permintaan likuiditas di XRPL dapat meningkat signifikan.

    Menariknya, biaya dasar XRPL sangat kecil—sekitar 0,00001 XRP per transaksi dan dibakar. Dampak ekonomi terbesar bukan dari fee burn, melainkan dari peningkatan kebutuhan likuiditas stablecoin dan market making di dalam ledger.

    XRPL Tidak Perlu Kuasai Seluruh Pasar AI

    Saat ini, Ethereum memimpin dalam jumlah AI agent yang dideploy, disusul Base. XRPL bukan pemain dominan di sisi aplikasi AI.

    Namun Ripple tampaknya tidak menargetkan dominasi penuh. Strateginya lebih sempit dan praktis: menguasai layer pembayaran dan settlement.

    Jika standar seperti x402 mencapai 200 juta transaksi per tahun dan XRPL menangkap 2%, itu berarti sekitar 4 juta transaksi per tahun. Jika penetrasi naik menjadi 5% dari 1 miliar transaksi tahunan, maka XRPL dapat memproses 50 juta transaksi per tahun.

    Dalam skenario lebih agresif—10 miliar transaksi tahunan dengan 5% pangsa—XRPL bisa menangani 500 juta transaksi per tahun, atau sekitar 1,37 juta transaksi per hari.

    Angka tersebut cukup untuk menciptakan perubahan signifikan dalam kebutuhan likuiditas, alat kepatuhan, dan infrastruktur pengembang.

    Kesimpulan: Miliaran Dolar Potensi, Tapi Bergantung pada Pilihan Agent

    Potensi pembayaran machine-to-machine bernilai miliaran dolar memang terbuka. Namun, dampak riil bagi XRPL bergantung pada satu faktor kunci: apakah AI agent memilih RLUSD sebagai aset settlement utama.

    Jika ya, XRPL dapat menjadi pusat clearing untuk ekonomi digital otonom. Jika tidak, peran Ripple mungkin hanya terbatas sebagai pemain pendukung dalam lanskap yang lebih luas.

    Pertarungan berikutnya bukan soal hype AI, melainkan siapa yang menguasai rel pembayaran di balik layar.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRPL Catat Lonjakan Aktivitas, XRP Tertahan di Bawah $1,40

    XRP Ledger (XRPL) mencatat sejumlah rekor penting sepanjang Februari, meski harga XRP masih tertekan dan berada di bawah US$1,40 pada pekan terakhir bulan ini. Aktivitas jaringan melonjak signifikan setelah sejumlah pembaruan teknis diaktifkan.

    Namun, lonjakan fundamental tersebut belum mampu mendorong pemulihan harga, yang masih turun sekitar 45% dari puncak awal tahun.

    Transaksi Tembus Level Tertinggi 12 Bulan

    Dilaporkan BeInCrypto, data dari XRPScan menunjukkan jumlah successful payments di XRP Ledger meningkat tajam dalam sebulan terakhir. Dari sekitar 1 juta transaksi pada akhir Desember, angka tersebut melonjak menjadi lebih dari 2,7 juta transaksi pada Februari — level tertinggi dalam 12 bulan terakhir.

    Successful payment di XRPL merujuk pada transaksi yang telah divalidasi dan dicatat di buku besar terdistribusi. Kenaikan ini mencerminkan peningkatan penggunaan jaringan untuk pembayaran, transfer, maupun aktivitas DeFi.

    Selain itu, jaringan mencatat sekitar 2 juta transaksi per hari dan sekitar 40.000 alamat aktif, menandakan konsistensi aktivitas on-chain di tengah pelemahan harga.

    Baca juga: XRP Turun 9%, Tapi Whale Borong 170 Juta Token, Sinyal Bottom Dekat?

    AMM dan Permissioned DEX Dorong Likuiditas

    Aktivitas Automated Market Maker (AMM) di XRPL DEX juga mencetak rekor baru dengan lebih dari 14.000 deposit. Ini menjadi level tertinggi sejak fitur tersebut diperkenalkan.

    Lonjakan ini terjadi setelah pembaruan Permissioned Domains diaktifkan pada awal Februari, disusul peluncuran Permissioned DEX dua pekan kemudian.

    Fitur ini dirancang untuk memungkinkan bank, penyedia pembayaran, dan institusi keuangan bertransaksi dalam lingkungan likuiditas terkontrol di atas XRP Ledger. Harapannya, infrastruktur ini dapat menarik partisipasi institusional lebih luas.

    Harga Masih Tertekan, Level $1,47 Jadi Kunci

    Meski aktivitas jaringan meningkat, harga XRP tetap melemah. Token ini kini diperdagangkan di sekitar US$1,33 dan mencatat bulan kelima berturut-turut dalam tren turun.

    Data terbaru menunjukkan inflow whale ke bursa meningkat, menciptakan tekanan jual tambahan. Kerugian terealisasi juga mencapai level tertinggi sejak 2022.

    Namun secara historis, fase sentimen negatif ekstrem sering kali mendahului pembentukan dasar harga dan pemulihan tajam.

    Untuk mengonfirmasi potensi pembalikan tren, XRP perlu menembus resistance di US$1,47. Breakout di atas level tersebut akan menjadi sinyal teknikal penting bahwa momentum pemulihan mulai terbentuk.

    Saat ini, XRP menghadapi kontras tajam antara fundamental jaringan yang menguat dan harga yang masih tertekan, dengan level US$1,47 menjadi penentu arah berikutnya.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Lonjakan rekor pada XRPL menunjukkan pertumbuhan utilitas jaringan yang nyata dan bukan sekadar spekulasi naratif. Aktivasi Permissioned DEX membuka jalan bagi adopsi institusional yang lebih luas dalam lingkungan likuiditas yang terkontrol.

    “Meskipun saat ini harga XRP mengalami penurunan 45% dari puncaknya, anomali antara rekor aktivitas on-chain dan harga yang stagnan biasanya merupakan indikasi fase akumulasi besar sebelum pemulihan harga (rebound) menuju target ,47,” jelasnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Turun 9%, Tapi Whale Borong 170 Juta Token, Sinyal Bottom Dekat?

    Harga XRP masih bergerak dalam tekanan dan belum mampu keluar dari tren turun sejak awal bulan. Token ini diperdagangkan di sekitar US$1,32 dan tetap berada di bawah garis resistance menurun (descending trendline).

    Namun di tengah pelemahan harga sekitar 9% dalam sepekan terakhir, data on-chain justru menunjukkan aksi akumulasi besar oleh whale dan investor institusional.

    Realized Price Beri Sinyal Undervaluation

    Data menunjukkan harga pasar XRP kini berada di bawah realized price. Artinya, rata-rata holder saat ini berada dalam posisi rugi.

    Secara historis, ketika harga berada di bawah realized price, aset sering dianggap undervalued. Pada siklus sebelumnya, XRP jarang bertahan lama di zona ini sebelum terjadi rebound.

    Meski tidak menjamin pembalikan, fase undervaluation kerap menjadi area akumulasi oleh investor yang melihat potensi pemulihan jangka menengah.

    Whale dan Institusi Tambah Eksposur

    Dilaporkan BeInCrypto, alamat yang memegang antara 10 juta hingga 100 juta XRP dilaporkan mengakumulasi lebih dari 170 juta token dalam sepekan terakhir. Pembelian ini terjadi justru saat harga turun 9%.

    Akumulasi saat harga melemah biasanya mencerminkan keyakinan jangka panjang dari pemegang besar.

    Di sisi lain, arus dana institusional juga tetap positif. Untuk pekan yang berakhir 20 Februari, institusi menambah eksposur XRP sebesar US$3,5 juta. Secara month-to-date, inflow mencapai US$105 juta — angka yang melampaui Bitcoin dan Ethereum yang justru mencatat outflow bersih.

    Permintaan institusional yang konsisten menunjukkan strategi akumulasi di tengah tekanan pasar, bukan sekadar spekulasi jangka pendek.

    Baca juga: ETF XRP Catat Inflow tinggi, Kenapa Harga Mandek di Bawah US$1,50?

    Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

    Secara teknikal, XRP masih tertahan di bawah descending trendline. Setelah kehilangan support US$1,36, level berikutnya yang menjadi perhatian adalah US$1,28.

    Jika tekanan berlanjut, harga berpotensi turun menuju US$1,21. Sentimen risk-off global, termasuk kebijakan tarif 15% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, turut membebani aset berisiko.

    Namun, jika XRP mampu bertahan dan menembus garis tren turun, momentum pemulihan dapat terbentuk. Breakout di atas US$1,47 akan menjadi sinyal invalidasi skenario bearish dan membuka peluang kenaikan lebih lanjut.

    Untuk saat ini, kombinasi undervaluation, akumulasi whale 170 juta token, dan inflow institusional US$105 juta menunjukkan bahwa sebagian pelaku pasar besar melihat penurunan ini sebagai peluang strategis, bukan akhir dari tren.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Divergensi antara penurunan harga dan akumulasi masif oleh Whale/Institusi menandakan adanya keyakinan kuat pada fundamental jangka panjang XRP.

    “Posisi harga yang di bawah realized price menciptakan peluang risk-reward yang menarik bagi investor strategis. Jika support di ,28 bertahan, akumulasi ini akan menjadi fondasi bagi pembalikan harga (rebound) yang cepat menuju target resistensi ,47,” ujarnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF XRP Catat Inflow tinggi, Kenapa Harga Mandek di Bawah US$1,50?

    Harga XRP bergerak relatif datar dalam 24 jam dan sepekan terakhir, mencerminkan kebingungan pasar. Di satu sisi, ETF spot XRP mencatat inflow selama tiga pekan berturut-turut. Namun di sisi lain, sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan potensi pelemahan yang tersembunyi.

    Dilaporkan BeInCrypto, kondisi ini memunculkan pertanyaan: mengapa harga tetap tertahan di bawah US$1,50 meski arus dana institusional masih positif?

    Inflow ETF Masih Positif, Tapi Melemah Tajam

    ETF spot XRP mencatat inflow sebesar US$36,04 juta pada pekan yang berakhir 6 Februari. Namun, pada pekan yang berakhir 20 Februari, angka tersebut turun drastis menjadi hanya US$1,84 juta.

    Penurunan hampir 95% dalam tiga pekan ini menunjukkan bahwa meskipun arus dana masih positif, kekuatan permintaan institusional melemah secara signifikan.

    Secara teknikal, XRP juga telah turun di bawah weekly Volume Weighted Average Price (VWAP) sejak 18 Februari dan belum berhasil merebut kembali level tersebut. VWAP kerap digunakan sebagai acuan rata-rata harga institusi. Ketika harga berada di bawah VWAP, rata-rata posisi institusi berada dalam kondisi rugi, yang biasanya mengurangi minat akumulasi lanjutan.

    Pada kejadian sebelumnya ketika XRP kehilangan VWAP mingguan, harga terkoreksi hampir 26%.

    Selain itu, terdapat indikasi hidden bearish divergence antara 6 hingga 20 Februari. Harga mencetak lower high, sementara indikator RSI mencetak higher high. Pola ini kerap menandakan melemahnya momentum pemulihan dan potensi perpanjangan tren turun jika support penting ditembus.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan arus masuk ETF sebesar 95% menunjukkan bahwa minat institusional terhadap XRP mulai mendingin secara drastis setelah euforia awal.

    “Harga yang bertahan di bawah VWAP mingguan mengindikasikan bahwa “big money” saat ini dalam posisi defensif atau merugi. Tanpa katalis baru untuk menarik inflow, cluster biaya ,26 menjadi satu-satunya pembatas sebelum harga terjun bebas menuju area ,02 sebagai target koreksi logis berikutnya,” ungkapnya.

    Tekanan Beli Masih Ada, Tapi Mulai Melemah

    Meski sinyal institusional melemah, harga belum mengalami penurunan tajam. Data on-chain menunjukkan arus keluar dari bursa (exchange outflows) sempat mencapai 71,32 juta XRP pada 18 Februari, namun kini turun menjadi sekitar 41,69 juta XRP, atau melemah sekitar 41%.

    Outflow umumnya diartikan sebagai akumulasi. Penurunan outflow menunjukkan tekanan beli mulai berkurang, meski belum sepenuhnya hilang.

    Indikator Money Flow Index (MFI) juga menunjukkan divergensi positif. Saat harga cenderung turun antara 6 hingga 19 Februari, MFI justru bergerak naik. Hal ini mengindikasikan adanya akumulasi oleh pembeli saat harga melemah.

    Dukungan dari dip buyers inilah yang sejauh ini mencegah harga mengalami koreksi lebih dalam.

    Baca juga: XRP Dipakai Siapa Sih? Ini Jawaban yang Bikin Banyak Orang Kaget

    Support US$1,26 Jadi Penentu Arah

    Data cost basis menunjukkan level krusial berada di sekitar US$1,26, di mana lebih dari 159 juta XRP dibeli. Level ini berpotensi menjadi support kuat karena banyak investor mempertahankan posisi di area harga tersebut.

    Jika level US$1,26 bertahan, XRP berpotensi menghindari koreksi lebih dari 12% meski support di US$1,35–US$1,37 ditembus.

    Namun, jika harga turun di bawah US$1,259, tekanan jual bisa meningkat signifikan dengan target berikutnya di sekitar US$1,162 dan US$1,024.

    Untuk mengubah momentum menjadi lebih positif, XRP perlu merebut kembali level US$1,439. Penguatan lebih lanjut memerlukan penembusan US$1,476 dan US$1,549. Sementara breakout di atas US$1,670 diperlukan untuk sepenuhnya menghapus tekanan bearish.

    Saat ini, XRP berada di persimpangan antara melemahnya dukungan institusional dan akumulasi bertahap oleh pembeli ritel. Level US$1,26 menjadi titik krusial yang kemungkinan besar akan menentukan arah pergerakan selanjutnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Dipakai Siapa Sih? Ini Jawaban yang Bikin Banyak Orang Kaget

    XRP menjadi salah satu aset kripto paling kontroversial di industri. Di satu sisi, kritik menyebut XRP tidak memiliki utilitas nyata dan hanya bertahan sebagai aset spekulatif.

    Di sisi lain, komunitas pendukungnya meyakini XRP akan menjadi tulang punggung infrastruktur keuangan global. Realitasnya berada di antara dua narasi tersebut: XRP memang memiliki kegunaan riil, tetapi cakupannya lebih spesifik dari yang sering diklaim.

    Historis XRP

    XRP merupakan token asli XRP Ledger yang diluncurkan pada 2012 dengan tujuan utama memfasilitasi pembayaran lintas negara secara cepat dan berbiaya rendah. Berbeda dengan Bitcoin yang berfokus sebagai penyimpan nilai atau Ethereum yang menonjolkan smart contract, XRP dirancang untuk memindahkan dana antar sistem keuangan secara efisien.

    Dilaporkan BeInCrypto, transaksi di XRP Ledger dapat diselesaikan dalam waktu sekitar tiga hingga lima detik dengan biaya yang sangat kecil, menjadikannya efektif sebagai bridge currency untuk mengonversi dua mata uang fiat secara instan tanpa perlu rekening prefunded di luar negeri.

    Dari sisi pengguna, investor ritel menjadi kelompok terbesar pemegang XRP saat ini. Data hingga awal 2025 menunjukkan terdapat sekitar 6 hingga 7 juta akun terisi di XRP Ledger. Setelah memperhitungkan kepemilikan melalui bursa dan pengguna yang memiliki lebih dari satu wallet, analis memperkirakan sekitar 2 hingga 3 juta individu secara global benar-benar memegang XRP.

    Baca juga: XRP Terancam Turun ke $1? Aksi Jual Whale Picu Pertarungan Sengit

    Pengguna Utama XRP

    Bursa kripto juga menjadi pengguna utama XRP. Platform seperti Binance, Bitstamp, Kraken, dan Uphold memanfaatkan XRP untuk manajemen likuiditas dan transfer antar platform. Kecepatan dan biaya rendah XRP membuatnya efisien untuk memindahkan dana dalam jumlah besar antar exchange.

    Selain itu, sejumlah penyedia layanan pembayaran menggunakan XRP melalui sistem On-Demand Liquidity (ODL) milik Ripple. Perusahaan seperti SBI Remit di Jepang dan Tranglo di Asia Tenggara memanfaatkan XRP sebagai aset perantara untuk memfasilitasi remitansi internasional tanpa harus menyimpan cadangan dana dalam mata uang asing.

    Sementara itu, penggunaan oleh perbankan bersifat lebih terbatas dari yang sering diasumsikan. Beberapa institusi keuangan besar seperti Santander, Standard Chartered, dan Bank of America memang menggunakan infrastruktur pembayaran Ripple.

    Namun, mayoritas hanya memanfaatkan teknologi pesan dan settlement milik Ripple tanpa secara langsung menggunakan XRP sebagai aset likuiditas. Hanya mitra tertentu yang benar-benar memakai XRP dalam transaksi.

    Fungsi Pembayaran

    Di luar fungsi pembayaran, XRP juga memiliki peran teknis di dalam ekosistemnya sendiri. Setiap akun di XRP Ledger diwajibkan menyimpan XRP, dan setiap transaksi membutuhkan XRP untuk membayar biaya jaringan. Token ini juga mendukung perdagangan terdesentralisasi, penerbitan token, serta transfer aset dalam jaringan.

    Dengan demikian, XRP bukanlah aset tanpa utilitas, namun juga belum menjadi standar universal sistem perbankan global. Kegunaannya nyata dalam konteks tertentu, khususnya sebagai penyedia likuiditas dan penyelesaian pembayaran lintas batas. Memahami siapa yang benar-benar menggunakan XRP membantu memisahkan fakta dari narasi yang berkembang di pasar.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, realitas utilitas XRP lebih spesifik daripada narasi ‘adopsi bank massal’. Kekuatan utamanya terletak pada peran sebagai jembatan likuiditas (bridge currency) lintas batas yang sangat efisien.

    “Memahami perbedaan antara penggunaan software Ripple dan penggunaan token XRP sangat krusial bagi investor untuk menilai nilai intrinsik aset ini,” jelasnya.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Terancam Turun ke $1? Aksi Jual Whale Picu Pertarungan Sengit

    Harga XRP kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami penolakan tajam di area resistance $1,67 pada 15 Februari. Sejak gagal menembus level tersebut, XRP telah turun sekitar 13% dan kini bergerak di bawah tekanan jual yang meningkat dalam 24 jam terakhir.

    Penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa. Data teknikal dan on-chain menunjukkan adanya distribusi dari investor besar (whale), sementara pemegang jangka panjang berusaha menyerap suplai tersebut untuk mencegah pelemahan lebih dalam.

    Analisis Teknikal XRP

    Secara teknikal, XRP bergerak dalam pola rising wedge sejak awal Februari. Pola ini umumnya bersifat bearish karena menunjukkan kenaikan harga yang makin melemah dalam rentang tren yang menyempit. Jika breakdown terjadi, pola tersebut mengindikasikan potensi koreksi hingga sekitar 26%.

    Dilaporkan BeInCrypto, sinyal pelemahan sudah terlihat sebelumnya melalui bearish divergence antara harga dan Relative Strength Index (RSI). Saat harga membentuk puncak yang lebih rendah, RSI justru mencetak puncak lebih tinggi. Divergensi ini menandakan momentum kenaikan tidak didukung kekuatan beli yang solid.

    Pada 15 Februari, XRP sempat menyentuh $1,67, tetapi membentuk candle dengan sumbu atas panjang, menandakan tekanan jual agresif. Sejak saat itu, harga terus melemah dan kini mendekati batas bawah pola rising wedge, meningkatkan risiko breakdown.

    Data on-chain memperlihatkan bahwa wallet besar menjadi faktor utama di balik tekanan jual ini. Wallet yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar XRP mengurangi kepemilikan sekitar 10 juta XRP. Sementara itu, kelompok whale dengan kepemilikan 10 juta hingga 100 juta XRP melepas sekitar 40 juta XRP tambahan.

    Sentimen Holder

    Secara total, hampir 50 juta XRP, senilai sekitar $75 juta pada harga saat ini, dilepas ke pasar selama reli terakhir. Distribusi ini berkontribusi pada kegagalan harga mempertahankan momentum kenaikan.

    Di sisi lain, pemegang jangka panjang mulai meningkatkan akumulasi. Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan kenaikan kepemilikan dari sekitar 127 juta XRP menjadi 150 juta XRP dalam beberapa hari terakhir, atau naik sekitar 17%. Namun, skala akumulasi ini masih jauh lebih kecil dibandingkan lonjakan pembelian awal Februari yang mencapai lebih dari 337 juta XRP.

    Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

    Saat ini, level $1,26 menjadi area kunci. Data cost basis menunjukkan lebih dari 442 juta XRP dibeli di kisaran $1,27–$1,28. Zona ini berpotensi menjadi support kuat karena banyak investor berada di titik impas dan cenderung mempertahankan posisi mereka.

    Jika XRP mampu bertahan di atas $1,26, peluang stabilisasi terbuka. Namun, penutupan candle 12 jam di bawah garis tren rising wedge dan level $1,26 dapat memicu penurunan lanjutan menuju $1,16 hingga $1,06. Dalam skenario tersebut, level psikologis $1 kembali menjadi target utama.

    Tekanan Bearish

    Sebaliknya, untuk meredam tekanan bearish, XRP perlu merebut kembali $1,48 sebagai resistance terdekat. Penembusan di atas $1,67 akan membatalkan pola rising wedge dan mengindikasikan kembalinya dominasi pembeli.

    Untuk saat ini, arah pergerakan XRP masih ditentukan oleh pertarungan antara whale yang mendistribusikan suplai dan pemegang jangka panjang yang mencoba menahan tekanan jual. Pergerakan harga dalam beberapa sesi ke depan akan menjadi penentu apakah XRP mampu bertahan atau justru mendekati level $1.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, pertarungan antara distribusi whale dan akumulasi HODLer saat ini berada di titik kritis. Jika support kuat di level ,26 (cost basis utama) jebol, XRP berisiko terkoreksi lebih dalam menuju area ,00 sesuai proyeksi teknikal. Reclaim di atas ,48 diperlukan untuk membatalkan narasi bearish jangka pendek.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com