Tag: ripple

  • Dana Jumbo Masuk ETF XRP! Harga Ripple Siap Tembus US$2?

    Ripple (XRP) mencatat penguatan lebih dari 3 persen dan diperdagangkan di level US$1,87 pada Jumat (19/12/2025), seiring meningkatnya arus masuk dana ke Exchange Traded Fund (ETF) XRP di Amerika Serikat. Penguatan ini membuka peluang penembusan level psikologis US$2,00 dalam jangka pendek, meski tekanan dari sisi teknikal masih membayangi.

    Kenaikan harga XRP terjadi setelah sempat menyentuh level terendah intraday di US$1,77. Pergerakan tersebut dipicu oleh rilis data inflasi Amerika Serikat, di mana Indeks Harga Konsumen (IHK) November tercatat naik 2,7 persen secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan analis sebesar 3,1 persen. Data ini mendorong sentimen positif di pasar aset berisiko, termasuk kripto.

    Arus institusional ETF XRP

    Baca juga: XRP Terancam Turun ke $0,50? Peter Brandt Ungkap Pola Bearish

    Dilaporkan FXStreet, dari sisi institusional, minat terhadap XRP terlihat meningkat. Data SoSoValue menunjukkan ETF XRP spot di AS mencatat arus masuk sekitar US$30 juta pada Kamis (18/12). ETF GXRP milik Grayscale memimpin dengan aliran dana sebesar US$10 juta, disusul ETF TOXR dari 21Shares hampir US$10 juta, serta ETF ZXRP milik Franklin Templeton sekitar US$7 juta.

    Secara kumulatif, total arus masuk ETF XRP telah mencapai US$1,06 miliar dengan rata-rata aset bersih sebesar US$1,14 miliar. Sejak diluncurkan pada November lalu, ETF XRP belum mencatat arus keluar, menandakan meningkatnya selera risiko dari investor institusional. Aliran dana yang konsisten ini dinilai dapat menopang sentimen positif dan menjaga peluang kelanjutan tren naik harga XRP.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 19 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Namun demikian, kondisi berbeda terlihat dari sisi ritel. Data CoinGlass menunjukkan Open Interest (OI) kontrak berjangka XRP turun menjadi US$3,21 miliar pada Jumat, dari US$3,31 miliar sehari sebelumnya dan US$3,52 miliar pada Rabu. Penurunan ini mencerminkan melemahnya minat ritel dan tekanan berkelanjutan di pasar derivatif.

    Sejak peristiwa “flash crash” pada 10 Oktober, OI XRP terus bergerak di kisaran US$3 miliar hingga US$4 miliar, jauh di bawah level sebelum deleveraging yang sempat mencapai US$8,36 miliar pada Oktober dan US$10,94 miliar pada Juli. Rendahnya OI ini menunjukkan bahwa pemulihan harga berpotensi terbatas tanpa dukungan peningkatan partisipasi investor ritel.

    Analisis Teknikal XRP

    Dari sisi teknikal, XRP masih menghadapi tantangan. Indikator Relative Strength Index (RSI) harian berada di level 37 dan mulai bergerak naik. Jika RSI mampu mendekati level netral 50, prospek bullish jangka pendek dinilai akan menguat dan membuka peluang penembusan di atas US$2,00.

    Sebaliknya, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada di wilayah negatif dan mempertahankan sinyal jual sejak awal pekan. Selain itu, tren jangka menengah hingga panjang masih cenderung bearish, dengan EMA 50-hari di US$2,15, EMA 100-hari di US$2,34, dan EMA 200-hari di US$2,42 yang seluruhnya mengarah turun.

    Analis menilai penutupan harga di atas level US$1,77 dapat membantu menstabilkan pemulihan menuju US$2,00. Namun, untuk membuka ruang kenaikan yang lebih signifikan, XRP perlu menembus dan bertahan di atas EMA 50-hari. Jika level tersebut berhasil dilampaui, target selanjutnya berada di atas EMA 200-hari dengan potensi lanjutan menuju US$3,00 dalam jangka menengah.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Menuju $2: Momentum RLUSD di Tengah Aturan Baru Stablecoin

    Harga XRP mulai menunjukkan tanda stabilisasi setelah sempat turun ke level $1,31 di tengah tekanan pasar kripto secara keseluruhan. Aset ini masih berada dalam tren melemah sejak mencapai puncaknya di sekitar $2,40 pada Januari lalu. Namun, munculnya regulasi baru melalui draft CLARITY Act mulai mengubah sentimen pasar, khususnya terkait persaingan stablecoin.

    Tekanan pasar terbaru dipicu oleh perubahan ekspektasi terhadap kebijakan The Fed setelah rilis data tenaga kerja AS yang kuat. Hal ini membuat peluang penurunan suku bunga dalam waktu dekat semakin kecil. Investor kini juga menantikan rilis data inflasi (CPI) pada 10 April yang berpotensi kembali memengaruhi arah pasar. Di tengah kondisi ini, Bitcoin berada di kisaran $68.000 dan Ethereum di sekitar $2.000 setelah mengalami koreksi.

    CLARITY Act Ubah Peta Persaingan Stablecoin

    Dilaporkan Coingape, draft terbaru CLARITY Act mengusulkan larangan pemberian imbal hasil (yield) bagi pemegang stablecoin secara pasif. Kebijakan ini secara langsung memukul model bisnis seperti USDC yang sebelumnya menawarkan imbal hasil sekitar 4% melalui platform seperti Coinbase.

    Sebaliknya, RLUSD milik Ripple justru berada di posisi yang lebih diuntungkan. Stablecoin ini tidak mengandalkan insentif yield, melainkan fokus pada utilitas seperti transaksi lintas negara, settlement institusional, dan penggunaan sebagai collateral. Dalam 15 bulan, RLUSD telah mencapai kapitalisasi pasar lebih dari $1,25 miliar.

    Selain itu, langkah Ripple yang mengajukan lisensi bank melalui OCC juga berpotensi memberikan keunggulan regulasi dibanding kompetitor seperti Circle. Jika aturan ini disahkan, tren stablecoin berbasis utilitas diperkirakan akan semakin dominan dibanding model berbasis insentif.

    Dari sisi XRP, kejelasan regulasi ini dapat meningkatkan kepercayaan investor dalam jangka panjang, meskipun pergerakan harga dalam jangka pendek masih sangat dipengaruhi faktor makro.

    Likuiditas Turun, Volatilitas XRP Meningkat

    Di sisi lain, XRP menghadapi tekanan dari sisi likuiditas. Data CryptoQuant menunjukkan indeks likuiditas 30 hari di Binance turun ke level 0,062, sementara volume transaksi menyusut ke sekitar $4,46 miliar.

    Penurunan likuiditas ini meningkatkan risiko volatilitas karena pasar menjadi lebih sensitif terhadap perubahan permintaan dan penawaran. Sejak pertengahan Maret, XRP bergerak dalam tren menurun dengan resistance kuat di sekitar $1,35.

    Secara teknikal, indikator MACD masih menunjukkan momentum yang lemah dengan tekanan bearish yang dominan. RSI berada di kisaran 42, mengindikasikan kondisi netral cenderung lemah, di mana minat beli belum cukup kuat untuk mendorong kenaikan signifikan.

    Jika XRP mampu menembus level $1,38, potensi kenaikan ke $1,45 hingga $1,50 terbuka. Namun, jika gagal bertahan di atas $1,30, risiko penurunan ke $1,25 atau lebih rendah masih cukup besar.

    Baca juga: Volume XRP Terendah 2026, Akankah Level $1,40 Bertahan?

    Dampak Regulasi Bersifat Jangka Panjang

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa CLARITY Act berpotensi menjadi turning point dalam industri stablecoin, dengan mendorong pergeseran dari model berbasis insentif menuju model berbasis utilitas. Dalam konteks ini, RLUSD memiliki positioning yang lebih kuat dibanding USDC jika regulasi tersebut benar-benar diterapkan.

    Bagi XRP, dampak regulasi ini lebih bersifat jangka panjang, terutama dalam meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem Ripple secara keseluruhan. Namun dalam jangka pendek, pergerakan harga masih akan sangat dipengaruhi oleh faktor makro seperti kebijakan suku bunga, inflasi, dan kondisi geopolitik.

    Penurunan likuiditas yang terjadi saat ini menjadi perhatian penting karena dapat memperbesar fluktuasi harga. Hal ini menunjukkan bahwa pasar XRP masih berada dalam fase konsolidasi dengan risiko pergerakan tajam ke dua arah.

    Tim Research Tokocrypto juga melihat bahwa peluang XRP untuk kembali ke level $2 dalam waktu dekat masih cukup terbatas, kecuali terdapat katalis kuat seperti perbaikan sentimen makro atau perkembangan signifikan dari sisi regulasi.

    XRP saat ini berada di persimpangan antara tekanan jangka pendek dan potensi jangka panjang. Regulasi baru melalui CLARITY Act memberikan angin segar bagi ekosistem Ripple, namun kondisi makro dan likuiditas masih menjadi tantangan utama.

    Pergerakan harga dalam waktu dekat kemungkinan akan tetap volatil, dengan investor menunggu kepastian arah dari faktor ekonomi global maupun kebijakan regulasi yang sedang berkembang.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Volume XRP Terendah 2026, Akankah Level $1,40 Bertahan?

    Aktivitas transaksi XRP di Binance turun ke level terendah sejak pertengahan 2025, menandakan melemahnya minat jangka pendek di pasar. Kondisi ini terjadi di tengah pasar kripto yang masih bergerak tanpa arah akibat tekanan geopolitik global.

    Aktivitas XRP Turun Drastis

    Data terbaru menunjukkan bahwa dalam 30 hari terakhir, transaksi deposit XRP berada di sekitar 310.500, sementara penarikan mencapai 329.400. Selisih negatif sekitar 18.900 transaksi mencerminkan arus keluar bersih dari exchange.

    Menurut analisis CryptoQuant, penurunan ini tidak hanya menunjukkan outflow, tetapi juga penurunan signifikan dalam total aktivitas pasar. Dibandingkan periode sebelumnya di 2025 yang sempat mencatat lebih dari 6 juta transaksi dalam 30 hari, angka saat ini jauh lebih rendah.

    Minat Trading Jangka Pendek Melemah

    Penurunan aktivitas ini mengindikasikan berkurangnya minat spekulatif dan trading jangka pendek. Pasar XRP saat ini cenderung berada dalam fase stagnan, dengan tekanan beli dan jual yang sama-sama melemah.

    Kondisi ini biasanya berkorelasi dengan volatilitas yang lebih rendah, karena tidak adanya dorongan kuat dari sisi permintaan maupun penawaran.

    Baca juga: Whale XRP Tarik Rp9 Triliun dari Exchange: Sinyal Bullish Kuat!

    Outflow Bisa Jadi Sinyal Akumulasi

    Meski aktivitas menurun, dominasi penarikan dibanding deposit bisa menjadi indikasi lain. Perpindahan aset dari exchange ke wallet pribadi sering dikaitkan dengan strategi penyimpanan jangka panjang atau akumulasi.

    Hal ini menunjukkan bahwa sebagian investor mungkin tetap percaya pada prospek XRP, meskipun aktivitas trading sedang lesu.

    Tekanan Harga dan Minat Institusi Masih Terbatas

    Dalam sepekan terakhir, harga XRP tercatat turun hampir 3%. Meski demikian, kapitalisasi pasarnya masih mampu melampaui BNB, dengan nilai sekitar $81 miliar.

    Di sisi institusi, ETF XRP spot hanya mencatat inflow harian kecil sebesar $64.610 pada 2 April, sementara secara mingguan masih mengalami outflow sebesar $3,56 juta. Ini menunjukkan bahwa minat investor institusi masih terbatas di tengah kondisi global yang tidak pasti.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 3 April 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Ripple Tetap Kuat Secara Fundamental

    Di tengah lemahnya aktivitas pasar, Ripple justru mendapatkan sentimen positif dari sisi fundamental. Lembaga pemeringkat KBRA memberikan rating BBB kepada Ripple Prime, unit broker milik Ripple.

    Penilaian ini didukung oleh pertumbuhan bisnis, ekspansi layanan, serta kekuatan finansial perusahaan yang ditopang cadangan kas besar dan kepemilikan XRP dalam jumlah signifikan.

    Tim Research Tokocrypto menjelaskan bahwa penurunan aktivitas XRP mencerminkan fase konsolidasi pasar, bukan semata-mata sinyal negatif. “Turunnya transaksi menunjukkan berkurangnya aktivitas spekulatif, yang sering terjadi saat pasar memasuki fase menunggu arah baru,” jelas tim.

    Namun, mereka melihat adanya sinyal yang perlu diperhatikan. “Outflow dari exchange bisa mengindikasikan akumulasi oleh investor jangka panjang. Jika didukung sentimen positif dari sisi fundamental, kondisi ini berpotensi menjadi dasar pergerakan harga berikutnya,” tambahnya.

    Aktivitas yang menurun dan minat investor yang masih terbatas, XRP saat ini berada di fase krusial. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen makro, pergerakan pasar kripto secara keseluruhan, serta perkembangan fundamental dari Ripple itu sendiri.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale XRP Tarik Rp9 Triliun dari Exchange: Sinyal Bullish Kuat!

    Pergerakan besar kembali terjadi pada XRP setelah gelombang penarikan dana dalam jumlah besar muncul di akhir Maret 2026. Aktivitas ini menjadi yang paling signifikan sejak lonjakan besar pada awal Februari, memicu perhatian pelaku pasar terhadap potensi perubahan arah harga.

    Lonjakan outflow besar dalam dua hari

    Pada 27 Maret, Binance mencatat penarikan sebesar 85 juta XRP (sekitar $113,9 juta), sementara Coinbase mencatat 138 juta XRP (sekitar $184,9 juta). Total outflow hari itu mencapai hampir $298,8 juta.

    Dilaporkan Crypto Quant, tiga hari kemudian, pada 30 Maret, aktivitas serupa kembali terjadi. Binance mencatat 49 juta XRP keluar (sekitar $65,7 juta), sementara Coinbase mencatat 170 juta XRP (sekitar $227,8 juta). Total gabungan mencapai sekitar $293,5 juta dalam satu hari.

    Jika digabungkan, dalam dua sesi tersebut terjadi penarikan sekitar 442 juta XRP dengan nilai mendekati $592,3 juta.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, outflow sebesar ini berarti suplai whale dipindahkan menjauh dari exchange, bukan dibiarkan tersedia sebagai likuiditas jual instan.

    “Secara onchain ini cenderung konstruktif untuk XRP jangka pendek karena menunjukkan pengetatan supply di exchange tepat saat aktivitas whale kembali hidup setelah periode yang lebih tenang,” analisanya.

    Baca juga: Pertarungan Sengit di $1,40: Volume Spot XRP Naik

    Lebih besar dari rata-rata, sinyal whale kembali aktif

    Meskipun angka ini masih di bawah lonjakan ekstrem 530 juta XRP pada 6 Februari, aktivitas akhir Maret ini jauh lebih besar dibandingkan rata-rata penarikan sepanjang Maret yang hanya sekitar 50 juta XRP per hari.

    Lonjakan ini menunjukkan bahwa aktivitas whale kembali meningkat setelah periode yang relatif lebih tenang.

    Dalam konteks pasar, pergerakan seperti ini biasanya menjadi sinyal penting karena mencerminkan perubahan strategi dari pemain besar.

    Dampak terhadap supply dan potensi harga

    Penarikan besar dari exchange umumnya diartikan sebagai pengurangan tekanan jual jangka pendek, karena aset tidak lagi berada di platform yang siap diperdagangkan.

    Dengan berkurangnya likuiditas di sisi jual, kondisi ini berpotensi mendukung stabilitas harga atau bahkan membuka peluang kenaikan jika permintaan meningkat.

    Namun, arah pergerakan selanjutnya tetap bergantung pada faktor lain seperti sentimen pasar dan permintaan baru yang masuk.

    Untuk saat ini, lonjakan outflow XRP di akhir Maret menjadi sinyal kuat bahwa pergerakan whale kembali aktif, dan ini bisa menjadi indikator penting yang perlu diperhatikan dalam beberapa minggu ke depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pertarungan Sengit di $1,40: Volume Spot XRP Naik

    Pergerakan terbaru XRP menunjukkan dinamika pasar yang tidak biasa, dengan perbedaan arah antara pasar spot dan derivatif. Kondisi ini menciptakan potensi pergerakan harga yang menarik dalam jangka pendek.

    Permintaan spot menguat signifikan

    Dilaporkan Crypto Quant, data menunjukkan bahwa Binance Spot CVD (Cumulative Volume Delta) mengalami peningkatan besar dari sekitar -$250 juta pada akhir Februari menjadi +$238 juta di akhir Maret. Artinya, terjadi pergeseran sekitar $488 juta yang mencerminkan meningkatnya aktivitas beli di pasar spot.

    Kenaikan ini mengindikasikan bahwa investor mulai kembali masuk secara langsung ke XRP, memberikan sinyal awal adanya minat beli yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya.

    Pasar derivatif masih menunjukkan kehati-hatian

    Di sisi lain, kondisi berbeda terlihat di pasar derivatif. Binance Perpetual CVD justru terus melemah, turun dari sekitar -$1,57 miliar menjadi -$1,79 miliar dalam periode 25 hingga 31 Maret.

    Penurunan ini menunjukkan bahwa aktivitas di pasar perpetual masih didominasi oleh tekanan jual. Dengan kata lain, trader derivatif belum sepenuhnya percaya terhadap kenaikan yang terjadi di pasar spot.

    DIjelaskan Tim Reseach Tokocrypto, ini divergence onchain-derivatives yang cukup menarik untuk XRP: demand spot mulai pulih, tapi futures trader belum percaya sepenuhnya.

    “Kalau gap ini terus melebar, XRP bisa punya ruang upside jangka pendek lewat squeeze, namun selama perpetual flow masih negatif, struktur pasar tetap rapuh dan rawan reversal cepat,”ungkapnya.

    Baca juga: Sinyal Death Cross XRP Terdeteksi, Prediksi April Masih Bearish?

    Leverage kembali naik, potensi volatilitas meningkat

    Dari sisi leverage, terjadi perubahan signifikan. Open Interest yang sebelumnya turun tajam hingga -28% kini berbalik naik ke atas +5%, mencerminkan pemulihan sekitar 33 poin persentase.

    Kembalinya leverage ke pasar menandakan bahwa trader mulai kembali membuka posisi, yang berpotensi meningkatkan volatilitas harga dalam waktu dekat.

    Risiko short squeeze mulai terbuka

    Menariknya, peta likuidasi menunjukkan bahwa sebagian besar level likuidasi berada di atas harga saat ini. Hal ini mengindikasikan adanya dominasi posisi short di pasar.

    Jika harga XRP naik, maka posisi short tersebut berisiko terlikuidasi, yang dapat memicu kenaikan harga lebih lanjut dalam bentuk short squeeze.

    Pasar terbelah, peluang pergerakan terbuka

    Secara keseluruhan, XRP saat ini berada dalam kondisi pasar yang terbelah. Di satu sisi, permintaan spot menunjukkan penguatan, namun di sisi lain, trader derivatif masih bersikap defensif.

    Kondisi seperti ini sering kali membuka peluang kenaikan jangka pendek, terutama jika tekanan short mulai terpicu. Namun, selama kedua sisi pasar belum sejalan, pergerakan XRP kemungkinan akan tetap volatil dalam waktu dekat.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Gandeng Convera Perluas Pembayaran Stablecoin Global

    Ripple kembali membuat gebrakan dengan menggandeng Convera, perusahaan fintech yang sebelumnya merupakan bagian dari Western Union, untuk mengembangkan sistem pembayaran lintas negara berbasis blockchain dan stablecoin.

    Kerja sama ini dinilai sebagai langkah besar dalam upaya menggabungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi kripto.

    Kolaborasi untuk percepat pembayaran global

    Dikutip The Block, Convera merupakan perusahaan yang menangani lebih dari 140 mata uang di hampir 200 negara. Dengan jaringan sebesar ini, kolaborasi dengan Ripple membuka potensi besar dalam meningkatkan efisiensi pembayaran internasional.

    Dalam kerja sama ini, kedua perusahaan akan menggunakan model yang disebut “stablecoin sandwich”. Artinya, transaksi dimulai dan diakhiri dalam mata uang fiat, namun menggunakan stablecoin di tengah proses untuk mempercepat dan menekan biaya transaksi.

    Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan teknologi blockchain tanpa harus berhadapan langsung dengan kompleksitas aset kripto.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini cerita adopsi yang kuat karena blockchain tidak dijual sebagai produk spekulatif, tetapi sebagai rel backend untuk FX dan cross-border payments skala enterprise.

    “Kalau model seperti ini berhasil, nilai praktis stablecoin akan makin jelas bagi korporasi yang mau efisiensi tanpa harus memegang aset digital secara langsung,” katanya.

    Baca juga: Ripple Akuisisi Perusahaan Australia Demi Lisensi

    Stablecoin jadi jembatan sistem lama dan baru

    Kolaborasi ini menunjukkan tren yang semakin jelas, yaitu integrasi antara sistem pembayaran tradisional dan teknologi blockchain. Stablecoin menjadi komponen kunci karena mampu menghubungkan dua dunia tersebut secara efisien.

    Ripple sendiri terus memperluas jaringan globalnya, termasuk melalui stablecoin RLUSD dan pengembangan XRP Ledger. Sebelumnya, Ripple juga terlibat dalam inisiatif bank sentral Singapura untuk menguji pembayaran lintas negara berbasis blockchain.

    Langkah ini memperkuat posisi Ripple sebagai salah satu pemain utama dalam infrastruktur pembayaran digital global.

    Arah baru industri keuangan mulai terlihat

    Kerja sama antara Ripple dan Convera mencerminkan perubahan besar dalam industri keuangan. Perusahaan kini mulai mencari solusi yang lebih cepat, fleksibel, dan efisien untuk transaksi global, tanpa harus sepenuhnya beralih ke sistem kripto.

    Dengan meningkatnya adopsi stablecoin dan dukungan dari institusi besar, masa depan pembayaran lintas negara berpotensi menjadi lebih seamless, murah, dan terintegrasi secara digital.

    Kolaborasi ini menjadi sinyal bahwa transformasi sistem keuangan global tidak lagi sebatas wacana, tetapi sudah mulai terjadi secara nyata.

    Baca Juga: RLUSD Jadi Kunci? Masa Depan XRPL di Tangan Stablecoin Ripple


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Minat Institusi Melemah dan Indikator Negatif

    Pergerakan terbaru XRP menunjukkan adanya perubahan signifikan dalam dinamika pasar, terutama dari sisi permintaan institusional. Hal ini terlihat dari indikator Coinbase Premium yang kini berbalik ke zona negatif.

    Indikator premium berubah arah, sinyal permintaan melemah

    Indikator Coinbase vs Binance Price Premium sebelumnya berada di zona positif, yang berarti harga XRP di Coinbase lebih tinggi dibanding Binance. Kondisi ini umumnya mencerminkan tingginya permintaan dari investor institusional dan pasar Amerika Serikat.

    Pada periode 10 hingga 22 Maret, premium sempat stabil di kisaran +0,04 hingga +0,05, seiring harga XRP yang bertahan di atas $1,35 hingga $1,40. Namun, sejak 23 Maret, indikator ini mulai mengalami penurunan secara bertahap hingga akhirnya menyentuh -0,0364.

    Dilaporkan CryptoQuant, perubahan ini menunjukkan bahwa harga XRP di Coinbase kini lebih rendah dibandingkan Binance, menandakan adanya penurunan minat beli atau meningkatnya tekanan jual di platform tersebut.

    Baca juga: Sinyal Tersembunyi XRP: Awal dari Tren Bullish?

    Likuiditas bergeser, tekanan pasar meningkat

    Peralihan premium ke zona negatif sering kali diartikan sebagai sinyal awal perubahan tren pasar. Dalam konteks ini, kondisi tersebut mengindikasikan melemahnya permintaan dari investor institusional.

    Di sisi lain, harga XRP yang relatif lebih tinggi di Binance menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dari investor ritel, terutama di luar pasar Amerika Serikat. Hal ini mengindikasikan bahwa likuiditas mulai bergeser dari institusi ke pasar ritel global.

    Kondisi ini juga memperlihatkan bahwa momentum yang sebelumnya kuat di pertengahan Maret mulai kehilangan tenaga, dengan penurunan yang terjadi secara konsisten dalam beberapa hari terakhir.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 30 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau Coinbase Premium XRP masuk negatif, itu biasanya bukan noise receh tapi tanda minat institusional mulai loyo.

    “Saat dorongan harga berpindah dari tangan institusi ke retail offshore, struktur on-chain XRP jadi lebih rapuh dan lebih rawan kena tekanan jual lanjutan,” ujarnya.

    Potensi tekanan harga dalam jangka pendek

    Masuknya indikator premium ke zona negatif sering dikaitkan dengan potensi tekanan harga lanjutan atau fase koreksi. Hal ini terjadi karena berkurangnya dukungan dari investor besar yang biasanya menjadi penggerak utama pasar.

    Jika tren ini berlanjut, XRP berpotensi menghadapi tekanan harga dalam jangka pendek, terutama jika tidak diimbangi dengan peningkatan permintaan dari sisi lain.

    Untuk saat ini, pergerakan indikator tersebut menjadi sinyal penting bahwa pasar XRP sedang mengalami perubahan struktur, dengan melemahnya peran institusi dan meningkatnya dominasi aktivitas ritel di pasar global.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Death Cross XRP Terdeteksi, Prediksi April Masih Bearish?

    XRP memasuki April 2026 dalam kondisi yang belum stabil setelah mencatat penurunan selama enam bulan berturut-turut sejak 2025. Hingga akhir Maret, harga XRP diperkirakan turun sekitar -1,94%, memperpanjang tren negatif yang masih belum menunjukkan tanda pemulihan.

    Tekanan teknikal makin kuat, death cross muncul

    Dari sisi teknikal, XRP saat ini berada dalam pola descending channel sejak pertengahan Juli 2025. Kondisi ini diperkuat dengan munculnya death cross pada grafik 3 harian, di mana EMA 50 turun di bawah EMA 200, sinyal klasik tren bearish.

    Secara historis, pola crossover seperti ini sering diikuti oleh koreksi signifikan. Dalam beberapa kasus sebelumnya, XRP bahkan sempat mengalami penurunan hingga lebih dari 50%. Saat ini, koreksi yang terjadi baru mencapai sekitar 19%, membuka kemungkinan tekanan lanjutan jika tren berlanjut.

    Baca juga: Sinyal Bahaya XRP: Minat Institusi Melemah dan Indikator Negatif

    Holder mulai melepas aset, dukungan melemah

    Dari sisi on-chain, tekanan juga terlihat dari perilaku investor. Kelompok holder jangka menengah (6–12 bulan), yang sebelumnya menunjukkan akumulasi, kini mulai mengurangi kepemilikan mereka.

    Dilaporkan BeInCrypto, porsi kepemilikan mereka turun dari 23,54% menjadi sekitar 22,98% sejak akhir Maret. Perubahan ini menunjukkan mulai melemahnya keyakinan dari investor yang sebelumnya menjadi penopang harga.

    Jika tren ini berlanjut, maka lapisan dukungan harga XRP akan semakin tipis, terutama jika harga mendekati area support utama.

    Risiko likuidasi meningkat dari posisi leverage

    Selain itu, data derivatif menunjukkan adanya potensi risiko tambahan. Open interest sempat turun sekitar 23% sejak pertengahan Maret, namun kini mulai naik kembali seiring masuknya posisi long baru.

    Di sisi lain, funding rate juga meningkat, yang menandakan dominasi posisi long di pasar. Kondisi ini cukup berisiko, karena jika harga turun, potensi likuidasi posisi long bisa mempercepat penurunan harga.

    Tim Research Tokocrypto menganalisa fokus onchain-nya jelas bearish: basis holder yang tadinya jadi bantalan mulai trimming, sedangkan posisi long baru masuk di lingkungan funding yang makin panas.

    “Kalau support area US$1,27–US$1,28 jebol, struktur ini rawan berubah dari koreksi biasa jadi flush leverage yang lebih agresif,” jelasnya.

    Level kunci jadi penentu arah April

    Level penting yang perlu diperhatikan berada di sekitar $1,29, yang menjadi batas antara stabilitas dan potensi penurunan lebih lanjut. Jika harga turun di bawah area ini, maka support berikutnya berada di $1,20 hingga $0,96.

    Sebaliknya, untuk membalikkan momentum, XRP perlu kembali menembus level $1,45, dilanjutkan dengan $1,50 hingga $1,60 sebagai konfirmasi perubahan tren.

    Meskipun secara historis April merupakan bulan yang cenderung positif bagi XRP, kombinasi tekanan teknikal, pelemahan holder, dan risiko leverage saat ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase rawan. Pergerakan di awal April akan menjadi penentu apakah XRP mampu bertahan atau kembali melanjutkan tren penurunan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Tersembunyi XRP: Awal dari Tren Bullish?

    Kinerja XRP menunjukkan tanda-tanda perbaikan dari sisi risk-adjusted return, setelah sebelumnya mengalami periode volatilitas tinggi dan momentum pasar yang lemah dalam beberapa bulan terakhir.

    Data terbaru dari Binance mengungkapkan bahwa rata-rata return 30 hari XRP berada di kisaran 0,00063. Angka ini memang relatif kecil, namun sudah berada di zona positif dan mencerminkan adanya pemulihan bertahap dalam kinerja jangka pendek.

    Sharpe Ratio Kembali Positif

    Dilaporkan Crypto Quant, indikator Sharpe Ratio XRP saat ini tercatat sekitar 0,0267. Nilai ini menunjukkan bahwa imbal hasil yang diperoleh masih lebih tinggi dibandingkan risiko yang diambil, meskipun belum berada dalam kategori kuat.

    Secara historis, Sharpe Ratio XRP sempat berada di zona negatif atau mendekati nol sepanjang Oktober hingga akhir Desember 2025. Kondisi tersebut mencerminkan lemahnya performa aset dengan risiko yang relatif tinggi.

    Memasuki awal 2026, indikator mulai menunjukkan perbaikan seiring stabilisasi harga XRP setelah sempat mengalami tekanan tajam pada awal Februari, di mana Sharpe Ratio sempat jatuh ke level negatif signifikan.

    Baca juga: XRP Konsolidasi, Data Ini Picu Sinyal Bahaya

    Maret Jadi Titik Balik

    Peningkatan yang lebih jelas terlihat pada Maret 2026, ketika rata-rata return 30 hari mulai naik lebih signifikan. Hal ini turut mendorong Sharpe Ratio kembali ke zona positif.

    Perkembangan ini mengindikasikan bahwa pasar mulai menemukan keseimbangan baru, dengan peningkatan imbal hasil yang tidak diikuti oleh lonjakan risiko yang berarti.

    Peluang Bullish, Tapi Belum Kuat

    Nilai Sharpe Ratio saat ini menunjukkan bahwa XRP berada dalam fase pemulihan yang bertahap. Jika indikator ini terus meningkat, maka peluang terbentuknya tren bullish yang lebih stabil akan semakin besar, terutama jika return terus naik sementara risiko tetap terkendali.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 27 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

    Namun demikian, potensi pembalikan tetap perlu diwaspadai. Jika Sharpe Ratio kembali turun ke zona negatif, hal tersebut dapat menjadi sinyal meningkatnya volatilitas serta melemahnya momentum pasar.

    XRP saat ini menunjukkan perbaikan kualitas imbal hasil terhadap risiko, namun masih dalam tahap awal. Investor disarankan untuk tetap mencermati pergerakan indikator ini sebagai salah satu sinyal penting dalam membaca arah pasar ke depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • XRP Open Interest Kontraksi 20%, Trader Mulai Wait and See

    Pasar derivatif XRP di Binance menunjukkan perubahan signifikan setelah terjadi penurunan tajam pada tingkat leverage dan open interest. Kondisi ini menandakan adanya “reset” besar dalam struktur pasar, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga ke depan.

    Dilaporkan Crypto Quant, data terbaru menunjukkan bahwa tekanan spekulatif yang sebelumnya mendominasi kini mulai mereda, membuka peluang bagi terbentuknya tren yang lebih stabil.

    Leverage Turun Tajam, Risiko Likuidasi Menyusut

    Estimated Leverage Ratio (ELR) XRP di Binance turun drastis dari sekitar 0,59 pada pertengahan Juli 2025 menjadi hanya 0,13 saat ini. Penurunan ini mencerminkan berkurangnya penggunaan leverage oleh trader, yang sebelumnya menjadi salah satu pemicu volatilitas tinggi.

    Dengan leverage yang lebih rendah, risiko terjadinya likuidasi besar secara tiba-tiba juga ikut menurun. Hal ini membuat pergerakan harga menjadi lebih “bersih” dari tekanan spekulatif jangka pendek.

    Baca juga: XRP Konsolidasi, Data Ini Picu Sinyal Bahaya

    Open Interest Ikut Menyusut

    Selain leverage, open interest XRP di Binance juga mengalami penurunan signifikan hingga berada di kisaran 375 juta dolar AS, jauh di bawah level tertinggi sebelumnya.

    Penurunan ini menunjukkan bahwa banyak posisi derivatif telah ditutup, baik oleh trader yang keluar dari pasar maupun yang terkena likuidasi di fase sebelumnya.

    Kombinasi penurunan leverage dan open interest ini menandakan bahwa pasar kini tidak lagi “overcrowded”.

    Pasar Masuk Fase Reset

    Kondisi ini sering disebut sebagai fase reset, di mana pasar membersihkan posisi spekulatif berlebihan sebelum membentuk tren baru.

    Dengan berkurangnya tekanan dari posisi leverage tinggi, pergerakan harga ke depan cenderung lebih dipengaruhi oleh permintaan riil dibandingkan aktivitas derivatif.

    Situasi ini juga dapat mengurangi volatilitas ekstrem yang biasanya dipicu oleh likuidasi berantai.

    Tim Research Tokocrypto menilai bahwa penurunan leverage dan open interest pada XRP merupakan perkembangan yang positif dari sisi struktur pasar.

    Menurut mereka, pasar yang lebih “ringan” dari leverage berlebihan cenderung lebih sehat dan tidak mudah terguncang oleh pergerakan mendadak.

    Namun, mereka juga menekankan bahwa kondisi ini bukan berarti harga akan langsung naik. Justru, fase reset sering kali menjadi periode konsolidasi sebelum arah tren yang lebih jelas terbentuk.

    Tim Research Tokocrypto menambahkan bahwa pelaku pasar perlu memperhatikan apakah arus dana baru mulai masuk setelah fase ini, karena hal tersebut akan menjadi kunci dalam menentukan arah pergerakan berikutnya.

    Menunggu Arah Baru XRP

    Dengan kondisi pasar derivatif yang kini lebih stabil, XRP berada dalam fase krusial untuk menentukan langkah selanjutnya.

    Pergerakan harga ke depan akan sangat bergantung pada munculnya katalis baru, baik dari sisi fundamental maupun sentimen pasar, yang dapat mendorong permintaan dan membentuk tren baru.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com