Tag: sec

  • Konflik Kraken-SEC dan Rumor Staking Dilarang di US Bikin Kripto Turun

    Market kripto terpantau turun pada Jumat (10/2) pagi saat industri diterpa kabar bursa kripto, Kraken yang setuju untuk menutup fitur staking dan membayar denda ke US Securities and Exchange Commission (SEC). Hal ini membuat banyak investor khawatir tentang rencana investasi mereka.

    Menjelang akhir pekan, investor kripto dikejutkan dengan posisi market yang jatuh lebih dalam. Bahkan Bitcoin (BTC) kembali ke keluar dari zona US$ 22.000 atau sekitar Rp 332 juta. Apa penyebab harga kripto turun kali ini?

    Tim Riset Tokocrypto menjelaskan bahwa sentimen bearish masih cukup kuat menghantui market pada pekan ini. Ada beberapa penyebabnya, utama adalah soal industri kripto di AS sedang menghadapi tekanan peraturan yang meningkat sejak awal tahun. Ini bahkan memicu diskusi di media sosial tentang apakah pemerintah AS diam-diam mencoba menekan seluruh industri kripto.

    “Terbaru yang membuat market kripto begitu terpukul karena ada rumor bahwa The Fed dan Comptroller of the Currency (OCC) akan melakukan pelarangan pelayanan bank ke crypto exchange. Hal ini juga berkaitan dengan New York Department of Financial Services (NYDFS) yang melakukan investigasi atas penerbitan stablecoin Paxos,” jelas tim.

    Sentimen Negatif Kuat

    Ilustrasi Rekt Capital.
    Ilustrasi market aset.

    Baca juga: Nilai Lido DAO (LDO) Naik Efek Tweet CEO Coinbase Brian Armstrong

    Tidak hanya itu, kabar yang menyebutkan US Securities and Exchange Commission (SEC) meminta bursa kripto global, Kraken untuk segera menghentikan fitur staking dan membayar denda US$ 30 juta juga mendorong market kripto lesu. Berita Kraken mengikuti rumor dari CEO Coinbase, Brian Armstrong, yang mengatakan SEC berniat untuk menyingkirkan staking kripto di AS untuk investor ritel.

    Serangkaian kabar buruk tersebut cukup untuk kembali melemahkan harga kripto. Saat ini kemungkinan besar investor masih takut dan khawatir imbas dari perkembangan regulasi kripto di AS yang belum menunjukan hal positif. Selain itu mereka juga resah dengan data pekerjaan AS terakhir yang kuat dan kelanjutan kebijakan moneter AS dari The Fed yang masih hawkish dan akan menghambat pertumbuhan ekonomi.

    “Sama seperti kripto, saham berjangka AS diperdagangkan cenderung turun pada Jumat (10/2) pagi. Indeks dolar AS (DXY) terpantau kembali level 103 (+0.05) yang memicu penurunan berkorelasi terbalik di seluruh aset berisiko, termasuk kripto dan saham.”

    Analisis Teknikal

    Prediksi gerak kripto BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.
    Prediksi gerak kripto BTC/USD. Sumber: Crypto Tony/Twitter.

    Baca juga: Surabaya hingga Bekasi Masuk Daftar Kota Paling Siap untuk Bisnis Kripto

    Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin turun di bawah US$ 22.000 atau anjlok hampir 5% selama 24 jam terakhir. Ini menandai level terendah sejak 25 Januari lalu. Tekanan jual terlihat mendominasi meskipun volume perdagangan ditutup rendah, di bawah 20-day moving average (MA). Dari relative strength index (RSI) juga perlahan bergerak naik menuju area overbought.

    “Level support BTC terkuat saat ini berada di US$ 21.300, apabila berhasil breakout support, maka akan terjadi penurunan lebih lanjut di bawah US$ 21.000. Pergerakan harga Bitcoin untuk kembali bulish harus bisa menembus level resistance di US$ 22.304.”

    Namun, diproyeksikan selama akhir pekan nanti, Bitcoin belum mampu untuk meneruskan laju naik atau tidak berhasil bounce. Tekanan jual masih besar dan belum menjadi momen baik untuk mengakumulasi BTC. Prediksi dalam waktu dekat BTC akan kembali ke level US$ 21.000 atau Rp 317 juta.

    Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

    DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Prediksi Peluncuran Resmi ETF Ethereum: Dua Minggu Lagi!

    Para ahli investasi memprediksi bahwa peluncuran resmi ETF Ethereum akan terjadi dalam waktu dekat. VanEck, sebuah perusahaan manajemen investasi terkemuka, telah mengajukan versi terbaru dari ETF Ethereum S-1 spot kepada Securities and Exchange Commission (SEC).

    Pengajuan ETF ini dilakukan setelah SEC meminta beberapa perubahan kecil pada formulir tersebut. Dengan musim panas yang semakin dekat, para penerbit kini sedang menyelesaikan persiapan terakhir untuk instrumen investasi ini.

    VanEck dan Pengajuan ETF Ethereum S-1

    VanEck baru saja mengajukan S-1 yang telah diubah kepada regulator keuangan. Para ahli memperkirakan bahwa persetujuan final dari SEC sudah hampir selesai. Pada bulan Mei, SEC menyetujui pengajuan 19b-4 dari delapan calon penerbit, tetapi masih menunda pengajuan S-1 final. Ketua SEC, Gary Gensler, mengindikasikan bahwa tanggal persetujuan kemungkinan besar akan terjadi musim panas ini.

    Menurut Nate Geraci, salah satu pendiri The ETF Institute, ETF Spot Ethereum yang sangat dinanti-nantikan ini diperkirakan akan diluncurkan dalam dua minggu ke depan. Melalui platform media sosial X (sebelumnya Twitter), Geraci membahas jadwal peluncuran ETF berbasis kripto kedua di Amerika Serikat ini.

    Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Baca juga: Prediksi Kripto Pekan Ini: Token yang Berpotensi Melesat Tinggi

    Proses Pengajuan Berjalan Cepat

    Pada hari Senin, VanEck secara resmi mengajukan S-1 ke SEC. Analis Bloomberg, Erich Balchunas, menyebutkan bahwa pengajuan ini kemungkinan akan menjadi yang pertama dari banyak pengajuan lainnya. Prosesnya berjalan lancar, dengan tanggal 15 Juli ditetapkan sebagai awal perdagangan harian untuk ETF ini.

    Pada 23 Mei tahun ini, SEC menyetujui pembuatan ETF Spot Ethereum. Namun, prosesnya belum sepenuhnya selesai karena penerbit masih berdiskusi dengan SEC mengenai tanggal peluncuran potensial. Awalnya, para ahli memperkirakan tanggal peluncuran pada 4 Juli, yang kemudian direvisi menjadi 8 Juli. Kini, para pakar seperti Nate Geraci memprediksi bahwa ETF Spot Ethereum akan diluncurkan dalam dua minggu mendatang.

    Perkiraan Peluncuran Pertengahan Juli

    Geraci menyatakan bahwa dia akan sangat terkejut jika ETF ETH spot tidak diperdagangkan dalam dua minggu ke depan. Dia juga menambahkan bahwa “akhir minggu depan ada kemungkinan,” dengan tanggal 15 Juli sebagai waktu yang paling memungkinkan.

    Dalam posting berikutnya, Geraci menjelaskan bahwa perkiraannya didasarkan pada “waktu pengajuan.” Sebagian besar penerbit masih harus mengajukan amandemen pada hari Senin, dan VanEck telah melakukannya. Lebih banyak pengajuan diharapkan sepanjang minggu ini.

    Geraci semakin memperkuat prediksinya dengan mengatakan bahwa peluncuran ETF bergantung pada “seberapa cepat” SEC memproses pengajuan. Ia juga mengindikasikan bahwa para penerbit sedang bersiap untuk peluncuran dalam satu atau dua minggu ke depan.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Melonjak Tinggi: Gugatan Ripple-SEC Berakhir

    Ripple Labs Inc., perusahaan pembayaran blockchain asal Amerika, akhirnya bisa bernapas lega setelah gugatan panjang dengan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) berakhir.

    Hakim Analisa Torres memerintahkan Ripple untuk membayar denda sebesar $125.035.150, jauh lebih rendah dari tuntutan SEC yang mencapai $1,9 miliar. Putusan ini menandai akhir dari pertarungan hukum yang telah berlangsung selama dua tahun.

    Dalam putusan yang dirilis hari ini, Hakim Torres juga melarang Ripple melakukan pelanggaran hukum sekuritas federal di masa mendatang. Meskipun tidak ada keputusan bahwa Ripple telah melanggar hukum setelah SEC mengajukan gugatan, Hakim Torres mencatat bahwa Ripple mungkin telah “melewati batas.”

    “Kesediaan Ripple untuk mendorong batasan menunjukkan kemungkinan bahwa perusahaan tersebut pada akhirnya (jika belum) akan melewati batas,” ujarnya. “Ada kemungkinan yang wajar akan terjadinya pelanggaran di masa mendatang, yang layak untuk dikeluarkannya perintah pengadilan.”

    Harga XRP Melonjak

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) gugatan kasus Ripple. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui ETF Bitcoin spot. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Baca juga: Bitcoin di Bawah $65.000: Apakah Kita di Ambang Altseason Baru?

    Ripple kini harus mengajukan pernyataan pendaftaran jika bermaksud menjual sekuritas di masa mendatang. Berita tentang berakhirnya gugatan ini berdampak positif pada harga XRP. Pada saat artikel ini ditulis, harga XRP melonjak hampir 16% menjadi $0,5883. Keputusan ini juga diharapkan membawa angin segar bagi pasar kripto yang baru-baru ini mengalami penurunan.

    Kenaikan harga ini mengejutkan para pedagang masa depan dengan menghapus 40% lebih banyak posisi short daripada posisi long hanya dalam empat jam. Sebanyak $5,4 juta posisi short dilikuidasi setelah lonjakan harga, menurut data dari CoinGlass.

    Jika harga kembali ke $0,55, hampir $25 juta posisi long akan terhapus. Jika momentum berlanjut dan harga mencapai $0,65, sekitar $20 juta posisi short lagi bisa dilikuidasi.

    CEO Ripple, Brad Garlinghouse, menyampaikan apresiasinya terhadap putusan pengadilan melalui pernyataan singkat di X (sebelumnya Twitter). “Ini adalah kemenangan bagi Ripple, industri, dan supremasi hukum. Hambatan SEC terhadap seluruh komunitas XRP telah sirna,” ungkapnya.

    Sementara itu, salah satu pendiri Ripple Labs, Chris Larsen, menambahkan dalam postingannya di X, “Kampanye SEC yang tidak terkendali melawan kami akhirnya berakhir. Mari kita berharap ini mengakhiri perang Administrasi ini terhadap kripto.”

    Namun, komentator kripto lainnya lebih fokus pada pergerakan harga XRP setelah keputusan tersebut. Pengacara kripto dan pendiri Hodl Law, Fred Rispoli, menulis dalam sebuah posting di X pada 7 Agustus, “Secara keseluruhan, kemenangan BESAR bagi Ripple. Meskipun saya terkejut dengan denda sebesar $125 juta, Ripple mendapatkan lebih dari itu hanya dari pergerakan harga XRP dalam 5 menit terakhir.”


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Melonjak Karena Efek Kasus SEC Ripple Segera Selesai

    Harga XRP melonjak hingga US$0,65 karena analis berharap akan ada perkembangan positif dalam gugatan Ripple dengan SEC. Target berikutnya adalah pergerakan ke US$0,90.

    XRP, mata uang kripto milik Ripple, mengalami kenaikan signifikan setelah SEC mengubah gugatan hukumnya terhadap Binance terkait perlakuan terhadap sekuritas pihak ketiga. Banyak yang berharap perubahan ini bisa mempercepat penyelesaian gugatan SEC terhadap Ripple yang sudah berlangsung lama. Harga XRP naik lebih dari 9%, mencapai $0,65, dan kapitalisasi pasarnya mencapai $36,5 miliar. Akibatnya, XRP berhasil mengalahkan USDC milik Circle untuk posisi keenam. Aktivitas paus XRP juga meningkat dalam beberapa minggu terakhir.

    Akumulasi Whale XRP Meningkat

    Menurut penyedia data on-chain Santiment, jumlah dompet yang menyimpan minimal 10.000 XRP meningkat secara signifikan dalam lima minggu terakhir. Data Santiment juga menunjukkan adanya 279.400 alamat hiu dan paus di buku besar XRP, kembali ke level tertinggi dalam enam bulan. Sepanjang tahun 2024, korelasi antara pertumbuhan dompet besar ini dengan nilai pasar altcoin sangat kuat.

    Grafik akumulasi whale XRP meningkat. Sumber: Santiment.
    Grafik akumulasi whale XRP meningkat. Sumber: Santiment.

    Baca juga: Michael Saylor Prediksi Harga Bitcoin Mencapai $49 Juta pada 2045

    Alasan lain di balik lonjakan XRP adalah ekspektasi analis bahwa penghapusan Solana (SOL), Cardano (ADA), Polygon (MATIC), dan altcoin lain dari kategori ‘sekuritas’ dalam gugatan Binance oleh SEC akan membuka jalan bagi penyelesaian yang lebih cepat dalam gugatan Ripple.

    Namun, CEO Ripple Brad Garlinghouse mengkritik SEC atas praktik regulasi yang tidak konsisten dan aturan yang tidak jelas. Dia mengatakan bahwa regulator federal tidak menepati janji dalam penerapan aturan yang konsisten di sektor kripto. Amandemen terbaru ini bisa membuka jalan bagi Ripple untuk melawan identifikasi XRP sebagai sekuritas oleh SEC.

    Pergerakan Selanjutnya untuk XRP

    Lonjakan harga XRP baru-baru ini ke US$0,65 terjadi setelah volume perdagangan harian melonjak 133% menjadi US$2,726 miliar. Selain itu, XRP diperdagangkan di atas rata-rata pergerakan 50 hari dan 200 hari.

    XRP baru-baru ini menembus pola segitiga yang kuat dan berpotensi terus menguji resistansi di US$0,90. Jika berhasil menembus di atas US$0,90, XRP bisa memulai reli menuju titik tertinggi sepanjang masa, melampaui konsolidasi harga selama enam tahun.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga XRP Menguat 3% Pasca Ripple Akhiri Sengketa dengan SEC

    XRP mencetak lonjakan signifikan lebih dari 3% setelah CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mengumumkan bahwa perusahaan akan menarik cross-appeal atas kasus yang diajukan SEC.

    Upaya ini sekaligus sinyal bahwa regulator juga kemungkinan menghentikan banding mereka. Imbasnya, harga XRP sempat naik dari $2,11 ke $2,18–$2,20 usai kepastian ini keluar.

    Akhir Drama Hukum yang Telah Berkepanjangan

    Sengketa hukum antara Ripple dan SEC telah berjalan sejak Desember 2020, terkait status XRP apakah tergolong sekuritas atau bukan.

    Pada putusan Agustus 2023, pengadilan memutuskan bahwa penjualan XRP di bursa publik tidak merupakan sekuritas, namun penjualan institusional terkena regulasi sekuritas.

    Setelah persetujuan hukuman denda sebesar $125 juta, Ripple dan SEC mengajukan banding bersama untuk mereduksi denda dan mencabut larangan penjualan institutional. Namun, pengadilan menolak dan menuntut agar banding diajukan secara resmi.

    Kini, dengan penarikan banding oleh Ripple dan potensi SEC yang mengikuti kasus ini dinilai benar-benar akan ditutup.

    Baca Juga: Whale XRP Diam-diam Akumulasi, Harga Incar Penembusan $2,20

    Reaksi Pasar dan Pergerakan Harga XRP

    • Setelah pengumuman Garlinghouse bahwa kasus akan ditutup, XRP langsung menguat lebih dari 3,3%, menyentuh $2,18.
    • Beberapa jam kemudian, harga bergerak ke $2,20, mencerminkan keyakinan investor bahwa status hukum XRP sudah jelas.
    • Data on-chain menunjukkan aktivitas trading yang tinggi, namun trader tetap berhati-hati karena menunggu langkah resmi SEC.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 29 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Minggu, 29 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Apa Artinya Bagi XRP?

    1. Kepastian hukum (Regulatory Clarity)
      Penutupan kasus berarti tidak ada lagi bayang-bayang bahwa XRP diperlakukan sebagai sekuritas di AS, membuka peluang listing lebih luas di bursa besar.
    2. Dorongan untuk ETF XRP
      Dengan risiko hukum terpangkas, prospek peluncuran XRP spot ETF jadi lebih realistis. Analyst diperkirakan bisa mendorong harga hingga $2,30–2,60 dan bahkan menyentuh target psikologis $3,50 dalam jangka menengah .
    3. Fokus Kembali ke Bisnis & Ekspansi Teknologi
      Garlinghouse menyebut Ripple kini akan fokus membangun Internet of Value, termasuk inovasi seperti Xpring, Ripple Net, stablecoin, dan peningkatan protocol XRP Ledger (XLS‑85 & XLS‑56).

    Analisis Teknikal & Level Harga Penting

    Menurut fxEmpire:

    • Pembentukan pola segitiga simetris pada timeframe 4‑jam, dengan support di $2,14–$2,15 dan resistance di $2,20$2,21 .
    • Breakout di atas $2,215 bisa memicu rally ke $2,29 dan selanjutnya $2,34. Jika momentum bullish berlanjut, target atas bisa mencapai $2,50–$3,50.
    • Sebaliknya, break di bawah $2,14 dapat memicu koreksi ke rentang $1,93–$2,00.

    Baca Juga: Dana $542,8 Juta di Futures XRP CME, Komunitas Berinvestasi

    Kasus hukum antara Ripple dan SEC hampir mencapai titik akhir, memberikan kepastian regulasi penting bagi XRP. Langkah penarikan banding oleh Ripple membuka jalan bagi:

    • Lebih banyak perdagangan institusional dan listing di bursa besar
    • Harapan peluncuran ETF XRP
    • Dorongan harga melebihi $2,20 dan bahkan mungkin menuju $3 jika breakout teknikal terjadi

    Strategi untuk trader:

    • Beli saat harga rebound di $2,14–$2,15; target awal di $2,30–$2,35, target lanjutan di $2,50
    • Tetapkan stop-loss di bawah support $2,14 untuk mitigasi koreksi

    Investor jangka menengah sebaiknya memantau perkembangan ETF XRP dan ekspansi XRP Ledger. Ini bisa menjadi peluang besar jika adopsi institusional benar-benar dimulai.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • JP Morgan dan SEC Bahas Migrasi Pasar Modal ke Blockchain

    Salah satu bank terbesar di Amerika Serikat, JP Morgan Chase, baru-baru ini mengadakan pertemuan dengan Crypto Task Force di SEC.

    Pertemuan ini dirancang untuk membahas potensi adanya migrasi pasar modal tradisional ke blockchain publik.

    Fokus Diskusi: Alat Modal Apa yang Layak Dipindahkan?

    Tiga eksekutif JP Morgan: Scott Lucas (Head of Digital Asset Markets), Justin Cohen (Global Head of Equity Derivatives Development), dan Aaron Iovine (Global Head of Digital Asset Regulatory Policy), menggali instrumen apa yang bisa dipindah on‑chain dan bagaimana memitigasi risiko serta memanfaatkan manfaat teknisnya.

    Topik utama mencakup:

    • Perubahan model operasional dalam penggunaan blockchain publik.
    • Risiko keamanan dan kepatuhan regulasi.
    • Manfaat seperti kecepatan settlement, efisiensi biaya, dan transparansi on‑chain.

    Baca Juga: JP Morgan Percaya Bursa Kripto Terpusat Akan Tetap Dominan

    Pilot JPMD: Uji Coba Token Deposit di Base

    JP Morgan meluncurkan uji coba token deposit bernama JPMD, setara token fiat dolar yang diterbitkan di Base, jaringan layer‑2 dari Coinbase.

    • Token deposit ini diharapkan digunakan oleh klien institusi Coinbase setelah uji coba beberapa bulan selesai.
    • Token deposit seperti JPMD dinilai lebih unggul dibanding stablecoin karena tersangkut sistem cadangan fraksional bank yang sudah diatur, membuatnya scalable dan aman bagi bank.

    JPMD Bukan Stablecoin, Tapi Alternatif

    JPMorgan menegaskan bahwa JPMD bukanlah stablecoin dalam arti populer, melainkan token representasi langsung dari deposit bank yang termuat ke blockchain atau “superior alternative to stablecoins” menurut eksekutifnya.

    Dengan model ini, deposit on‑chain bisa dipakai untuk transaksi lintas batas dan transaksi smart contract tanpa harus melewati stablecoin eksternal, sehingga langsung terintegrasi dengan sistem perbankan tradisional.

    Potensi Bisnis & Regulasi

    • JPMorgan tengah mencari competitive angle untuk produk ini, termasuk mendorong digital financing dan digital debt services yang lebih efisien.
    • SEC pun memperoleh pemahaman mendalam terkait implikasi regulasi jika operasi pasar modal tradisional berubah bentuk ke on-chain, sebuah langkah awal menuju pengawasan dan tata kelola blockchain .

    Dampak Ekosistem & Masa Depan Tokenisasi Aset

    Langkah ini masuk dalam tren tokenisasi dunia nyata:

    • Demos seperti JPMD, digital fiat deposit, menjadi jembatan antara sistem tradisional & digital.
    • Tema tokenisasi bahkan semakin populer: dari obligasi on‑chain di Swiss hingga utang digital dan ekuitas token di berbagai negara.
    • Jika berhasil diperluas, tokenisasi ini bisa membuka pasar modal global yang jauh lebih efisien dan likuid.

    Wawasan & Strategi

    Elemen Impliksasi
    Regulasi SEC mendapat gambaran awal; kemungkinan definisi “security” dan pengawasan on‑chain makin konkret.
    Teknologi Token deposit seperti JPMD memungkinkan distribusi dan settlement lebih cepat & aman.
    Bisnis Perbankan Produk seperti digital debt dan repo dapat diproses langsung di blockchain dengan biaya lebih rendah.
    Pasar Modal Tokenisasi dapat membawa aset tradisional ke ekosistem DeFi dan digital, membuka peluang baru.

    Baca Juga: Ripple dan SEC Ajukan Mosi Bersama, Upaya Akhiri Gugatan XRP

    Pertemuan antara JP Morgan dan SEC menandai fase baru dalam transformasi pasar modal klasik ke blockchain publik.

    Dengan pilot seperti JPMD, bank ini menyelidiki potensi tokenisasi aset nyata dan menciptakan jembatan teknis-regulatif yang bisa mengarah ke adopsi global.

    Bagi institusi keuangan, perkembangan ini patut diwaspadai karena membentuk masa depan operasi perbankan, settlement, dan trading di era digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • JP Morgan Luncurkan JPMD: Token Digital Deposit di Jaringan Base

    JP Morgan Chase terus bertransformasi. Kini, salah satu bank terbesar di Amerika Serikat itu semakin dalam menjelajahi dunia blockchain.

    Teraktual, JP Morgan meluncurkan token digital deposit bernama JPMD, yang beroperasi di public blockchain Base dari Coinbase.

    Apa Itu JPMD?

    • JPMD adalah token yang mewakili deposit dolar AS secara langsung di blockchain menggunakan teknologi tokenisasi deposit tradisional.
    • Dikeluarkan dalam fase pilot di Jaringan Base, token ini diperuntukkan bagi klien institusi yang masuk whitelist dan tersedia melalui wallet digital JPMorgan hingga pertukaran Coinbase.
    • Menurut Naveen Mallela, co-head blockchain JPMorgan, “Token deposit adalah alternatif yang lebih baik daripada stablecoin” karena langsung dijamin deposit bank dan memungkinkan settlement 24/7 serta akses instan ke ekosistem Ethereum.

    Perbedaan dengan Stablecoin & JPM Coin

    • Berbeda dengan stablecoin umum atau JPM Coin sebelumnya (token internal dalam ekosistem bank), JPMD adalah representasi langsung dari deposito fiat yang telah tersedia di rekening bank, sehingga mengurangi potensi risiko cadangan yang kurang jelas.
    • JPMD juga mencakup berbagai layanan: transfer digital, kliring, hingga payment processing, sementara stablecoin sering bergantung pada pondasi USD yang dikelola pihak ketiga.

    Baca Juga: JP Morgan dan SEC Diskusikan Opsi Pemindahan Pasar Modal Tradisional ke Blockchain

    Dampak untuk Ekosistem & Layanan Keuangan

    1. Integrasi cepat DeFi dan on‑chain settlement: Klien institusi kini bisa langsung memindahkan dana fiat mereka ke aplikasi blockchain sambil mempertahankan tagihan bank tradisional.
    2. Efisiensi biaya dan kecepatan: Tanpa roll‑back time konvensional, transaksi dana bisa diproses 24/7 di jaringan publik.
    3. Pemicu adopsi tokenisasi deposit: Sebagai “deposit token” pertama yang diujicobakan di public chain, JPMD membuka jalan bagi lembaga lain untuk segera mengeksplorasi solusi serupa.
    4. Dukungan regulasi: JPMorgan telah mengajukan trademark JPMD untuk layanan seperti trading aset digital dan crypto‑settlement, menandakan kesiapan produk ini secara regulatif.

    Dari Reddit (r/CryptoCurrency), warganet bereaksi dengan menunjukkan bahwa pasar melihat langkah JP Morgan sebagai strategi jitu dengan “menyebrang” ke dunia digital dengan basis institusional dan regulasi yang kuat.

    Prospek & Tantangan

    • Untuk institusi & FinTech: JPMD bisa jadi pembuka era baru dalam hal transisi instan antara dunia fiat dan blockchain, mempermudah transaksi internasional dan model finansial hybrid.
    • Regulasi & adopsi: Keberhasilan JPMD akan tergantung pada penerimaan regulator, integrasi dengan sistem payment perbankan, serta keberlanjutan pipeline on‑chain.
    • Peluang tokenisasi lanjut: JPMD bisa diikuti oleh token deposito dalam mata uang lain, token saham, obligasi, atau produk digitalisasi aset tradisional.

    Baca Juga: JP Morgan Percaya Bursa Kripto Terpusat Akan Tetap Dominan

    Peluncuran JPMD oleh JP Morgan merupakan langkah penting dalam evolusi keuangan, membawa deposit konvensional ke blockchain publik.

    Dengan sifatnya sebagai representasi Fiat 1:1, token ini menawarkan kecepatan, transparansi, dan kepastian hukum yang tidak dimiliki stablecoin tradisional.

    Bagi institusi keuangan, ini adalah jembatan baru antara dunia bank klasik dan sistem on‑chain. Rezoning ini dipantau ketat, baik dari sisi regulasi maupun efektivitas teknis.

    Jika JPMD berhasil, era tokenisasi massal aset tradisional di blockchain publik bisa segera terbuka.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple dan SEC Ajukan Petisi Bersama untuk Revisi Putusan XRP

    Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengejutkan publik dengan langkah kolaboratif yang jarang terjadi. Keduanya secara resmi mengajukan petisi ke pengadilan untuk merevisi putusan yang selama ini membatasi Ripple dalam menjual mata uang digitalnya, XRP, kepada investor institusional.

    Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis yang berpotensi mengubah arah industri aset digital, khususnya bagi perusahaan blockchain yang tengah menghadapi tekanan regulasi di sektor kripto.

    Mengapa Putusan Ini Sangat Krusial?

    Menurut laporan Cointrackdaily, sejak diberlakukannya pembatasan oleh pengadilan, Ripple mengalami hambatan besar dalam mengakses dana dari investor institusional — sumber pendanaan yang vital untuk ekspansi dan inovasi. Tanpa adanya revisi putusan, Ripple berisiko kehilangan kekuatan finansial yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar global yang semakin padat.

    Seorang mantan pengacara SEC menyatakan bahwa pembatasan ini dapat menjadi penghalang serius bagi Ripple untuk mempertahankan kelangsungan operasional dan kapasitas inovatifnya. Ripple tidak hanya berjuang mempertahankan bisnisnya, tetapi juga harus mencari cara baru untuk bertahan di tengah lanskap kripto yang terus berubah.

    Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Baca juga: Penuh Ketidakpastian, ETF Spot XRP Molor Hingga Agustus?

    Petisi Ripple–SEC: Apa yang Dipertaruhkan?

    Petisi bersama ini menandakan adanya kesepahaman antara Ripple dan SEC terhadap urgensi situasi yang ada. Ripple menilai bahwa putusan pengadilan sebelumnya menghambat peta jalan strategisnya, dan jika tidak diubah, dapat mengancam stabilitas keuangan jangka panjang perusahaan.

    Menurut analis industri, jika pengadilan menolak revisi ini, bukan hanya Ripple yang terkena dampaknya. Putusan tersebut bisa menjadi preseden hukum yang mempersempit ruang gerak perusahaan blockchain lain dalam mencari dukungan modal dari institusi besar.

    Dampak Bagi Industri Kripto

    Hasil dari petisi ini bisa membawa implikasi besar bagi seluruh ekosistem aset digital. Jika pengadilan memutuskan untuk menghapus pembatasan, Ripple akan memiliki peluang untuk memperkuat struktur keuangannya, menjalin kemitraan strategis, dan memperluas jejaknya di pasar global.

    Namun, jika pembatasan tetap diberlakukan, hal ini dapat memperlambat pertumbuhan Ripple dan menciptakan batasan baru dalam lanskap regulasi, yang pada akhirnya membebani inovasi di sektor kripto. Lebih jauh lagi, hasil kasus ini berpotensi menjadi cetak biru regulasi dalam hal investasi institusional di dunia aset digital.

    Baca juga: Ripple dan SEC Ajukan Mosi Bersama, Upaya Akhiri Gugatan XRP


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple dan SEC Ajukan Mosi Bersama, Upaya Akhiri Gugatan XRP

    Pertarungan hukum gugatan XRP antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) memasuki babak baru yang mengejutkan. Kedua pihak secara bersama-sama mengajukan mosi penting ke Pengadilan Distrik Manhattan untuk mengesahkan kesepakatan penyelesaian dalam kasus XRP yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

    Dilaporkan Cryptopolitan, mosi bersama ini bertujuan untuk mencabut perintah pengadilan terkait pembatasan penjualan XRP serta menurunkan denda perdata yang sebelumnya dikenakan kepada Ripple, dari $125 juta menjadi $50 juta. Jika dikabulkan, permintaan ini juga akan membebaskan dana senilai $125 juta yang saat ini ditahan dalam escrow.

    Arah Baru dalam Gugatan XRP

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 13 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Jumat, 13 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Menyala: Vaultro Finance Capai 15% Presale $VLT

    Langkah ini menunjukkan perubahan sikap signifikan, khususnya dari pihak SEC, yang selama ini mengambil pendekatan keras terhadap Ripple. Kedua belah pihak menyatakan bahwa “keadaan luar biasa” menjadi dasar mereka mengajukan mosi berdasarkan Peraturan 60, yang memungkinkan pengadilan untuk mengubah atau mencabut putusan jika terjadi perubahan kondisi yang substansial.

    Jurnalis Eleanor Terrett melalui unggahan di X (dulu Twitter) mengungkapkan bahwa Ripple dan SEC telah bekerja sama secara aktif dalam merumuskan mosi ini. Diharapkan, pengajuan resmi akan dilakukan paling lambat hari Senin, 16 Juni 2025, sesuai batas waktu laporan status ke Pengadilan Banding Sirkuit ke-2.

    Para analis hukum menilai bahwa mosi ini mencerminkan niat tulus dari kedua belah pihak untuk mengakhiri sengketa yang telah lama berlangsung. Mereka juga percaya bahwa upaya ini bisa mempercepat proses penyelesaian dan menghindari prosedur banding yang berkepanjangan.

    Hambatan IPO Ripple

    Salah satu dampak besar dari gugatan SEC terhadap Ripple adalah tertundanya rencana perusahaan untuk melakukan penawaran umum perdana (IPO). Dengan adanya pembatasan atas penjualan XRP, Ripple kesulitan untuk memenuhi syarat regulator guna melangkah ke bursa saham.

    Menurut sumber hukum, mencabut putusan pengadilan adalah langkah krusial agar Ripple bisa melanjutkan rencana IPO dalam beberapa tahun ke depan. Sebelumnya, SEC telah menolak permintaan berdasarkan Peraturan 62.1, namun kini tampaknya lebih terbuka berkat landasan baru yang disampaikan dalam Peraturan 60.

    Jika mosi ini dikabulkan, proses banding akan ditunda hingga 60 hari, memberikan waktu tambahan bagi kedua pihak untuk menyelesaikan penyelesaian secara menyeluruh dan menghindari eskalasi lebih lanjut.

    Baca juga: Akses US Treasuries di XRP Ledger dengan RLUSD & OUSG


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nasdaq Ajukan Spot ETF SUI ke SEC

    Bursa Nasdaq baru saja mengajukan permohonan resmi ke SEC untuk mendaftarkan ETF spot SUI, bekerjasama dengan 21Shares.

    Hal ini menjadi langkah penting bagi investor tradisional yang ingin berinvestasi langsung di token SUI, native asset dari blockchain Sui.

    Langkah Resmi: Pengajuan Formulir 19b-4

    Nasdaq mengajukan dokumen Form 19b-4 untuk ETF SUI spot pada 11 Juni 2025, menandai dimulainya proses evaluasi regulator.

    Ini menyusul Formulir S‑1 yang telah diajukan sebelumnya oleh 21Shares pada April. SEC nantinya akan melakukan review selama maksimal 240 hari, dengan keputusan akhir diharapkan paling lambat 18 Januari 2026.

    Baca Juga: Sui Network: Pemulihan Dana Disetujui, Cetus Raih Rekor

    📊 Dukungan Institusional & Impresi Awal Pasar

    • Produk ETF SUI milik 21Shares di Euronext Paris dan Amsterdam telah mengelola dana lebih dari $300 juta.
    • Sejak Q4 2024, institusi seperti Franklin Templeton, Ant Financial, VanEck, Grayscale, dan Canary Capital juga menunjukkan minat besar pada SUI.
    • Pengakuan resmi dari SEC memperkuat sinyal bahwa Sui layak mendapatkan perhatian investor institusional.

    Mekanisme ETF: Transparansi & Penyimpanan Aman

    ETF ini dirancang sebagai instrumen pasif yang hanya memegang spot-token SUI, tanpa leverage atau derivatif.

    Penilaian nilai aset bersih (NAV) harian diacu pada harga SUI dolar AS dan dikawal oleh lembaga kustodian seperti BitGo dan Coinbase Custody.

    Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Sui (SUI/USDT) pada Rabu, 11 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Potensi Dampak terhadap Harga & Likuiditas

    • Setelah konfirmasi dokumen 19b-4, terjadi peningkatan optimisme pasar terhadap SUI.
    • Harga SUI saat ini berada di kisaran $3,48–$3,66, dengan market cap sekitar $11–$12 miliar dan volume harian mendekati $1–$1,3 miliar, mencerminkan aktivitas trading yang aktif .
    • Sebelumnya, Cointelegraph memperkirakan potensi rally hingga +100% (double dari level sekarang) jika momentum ETF solid—targetnya bisa mencapai $7,56.

    Risiko & Durasi Proses Regulasi

    • Timeline SEC: SEC dapat memakan waktu hingga 240 hari untuk menyetujui atau menolak pengajuan ETF; keputusan final diperkirakan Januari 2026.
    • Kajian serupa: Canary Capital juga mengajukan ETF SUI sebelumnya, namun sempat mengalami delay.
    • Area hukuman: SEC sebelumnya mengajukan pertanyaan terhadap leverage dan sistem kustodian, dan pasar bisa mengalami reaksi volatil jika terjadi penundaan.

    Konsekuensi untuk Ekosistem Sui

    • Akses Investor Tradisional: ETF memungkinkan pembelian SUI melalui akun broker yang sudah mapan, mempermudah institutional entry.
    • Likuiditas & Teknologi: Penetrasi institusi diprediksi mendongkrak likuiditas on-chain, staking, dan penggunaan infrastruktur Sui dalam DeFi, gaming, dan NFT.
    • Benchmark Global: Setelah sukses di bursa Eropa, listing di AS akan memperkuat legitimasi SUI sebagai aset Layer-1 berkinerja tinggi.

    Baca Juga: Sui Terpukul Usai Serangan Siber Rugikan Ratusan Juta Dolar

    Pengajuan Nasdaq-21Shares ETF SUI menandai babak baru adopsi crypto institusional, dengan potensi besar untuk meningkatkan kredibilitas, likuiditas, dan harga token SUI.

    Meskipun proses SEC bisa berlangsung hingga awal 2026, dukungan dari ETP Eropa dan investor besar menjadikan skenario termaksud realistic.

    Jika disetujui, ETF ini bisa membuka akses luas bagi investor besar dan memperkuat ekosistem Sui sebagai blockchain kelas dunia.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com