Tag: sec

  • SEC AS Dilaporkan Setujui Peluncuran ETF Ethereum pada 4 Juli

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dikabarkan akan menyetujui peluncuran ETF untuk Ethereum pada 4 Juli mendatang. Pembicaraan antara manajer aset dan regulator telah mencapai tahap akhir, menurut laporan Reuters.

    Delapan manajer aset, termasuk BlackRock, VanEck, Franklin Templeton, dan Grayscale Investments, sedang mencari persetujuan SEC untuk ETF ini. Sebagian besar dari mereka telah meluncurkan ETF bitcoin spot pada Januari lalu, setelah perselisihan selama satu dekade dengan regulator. Grayscale juga berharap dapat mengubah kepercayaannya menjadi ETF.

    Eksekutif dari dua perusahaan, yang meminta anonimitas, mengatakan bahwa proses perubahan dokumen penawaran telah mencapai tahap penyelesaian masalah-masalah kecil. Dokumen ini harus disetujui sebelum ETF bisa diluncurkan. Seorang pengacara yang bekerja dengan salah satu emiten mengatakan bahwa persetujuan mungkin hanya tinggal satu atau dua minggu lagi.

    SEC menolak berkomentar. Ketua SEC Gary Gensler mengatakan bahwa tanggal peluncuran bergantung pada seberapa cepat emiten menanggapi pertanyaan regulator.

    Dibanding ETF Bitcoin

    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
    Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Jaap Arriens | NurPhoto | Getty Images.

    Baca juga: Bitcoin Akumulasi US$436 Juta BTC, Tunjukkan Optimisme

    Peluncuran ETF Bitcoin spot pada Januari sangat sukses, menarik sekitar US$8 miliar aset, menurut data Morningstar Direct. Hingga akhir Juni, sembilan produk baru tersebut memiliki hampir US$38 miliar aset, meskipun kepemilikan Grayscale Bitcoin Trust turun menjadi US$17,8 miliar.

    Namun, banyak analis percaya bahwa peluncuran ETF spot Ethereum tidak akan seimpresif ETF bitcoin. “Ethereum tidak memiliki kapitalisasi pasar dan volume yang sama,” kata James Butterfill, kepala penelitian di Coinshares. Harga Ethereum turun lebih dari 11% bulan ini, mengikuti penurunan bitcoin sebesar 9,8%.

    Bryan Armour, analis ETF di Morningstar, mengatakan bahwa arus masuk untuk ETF Ethereum mungkin lebih tenang dibandingkan dengan bitcoin. “Permintaan untuk bitcoin sudah terpendam selama satu dekade, jadi minat investornya sangat besar. Ini tidak akan menimbulkan kegembiraan yang sama,” katanya.

    SEC telah menyetujui perubahan aturan yang memungkinkan New York Stock Exchange, Nasdaq, dan Cboe untuk mencatat dan mengawasi perdagangan produk baru ini. Artinya, setelah staf SEC menyetujui pengajuan tersebut, produk bisa mulai diperdagangkan dalam waktu 24 jam.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kapan ETF Ethereum Spot di AS Akan Diperdagangkan?

    Calon penerbit ETF Ethereum sedang menunggu tanggapan SEC mengenai pengajuan S-1 mereka yang diserahkan pada 31 Mei. Namun, penantian ini mungkin segera berakhir. Ketua SEC, Gary Gensler, mengonfirmasi bahwa persetujuan pengajuan S-1 untuk Ethereum spot kemungkinan besar akan diberikan pada akhir musim panas, antara bulan Juni dan Agustus.

    Dalam pembaruan terkini, Gensler mengisyaratkan potensi persetujuan ini kepada Senator Bill Hagerty. Menurut reporter Fox Eleanor Terrett, Gensler menyatakan harapannya bahwa proses persetujuan pengajuan S-1 ETF akan selesai pada akhir musim panas.

    Persetujuan SEC baru-baru ini atas formulir 19b-4 untuk berbagai penerbit ETF Ethereum, seperti VanEck dan BlackRock, menunjukkan meningkatnya adopsi kripto. Namun, formulir S-1, yang memerlukan rincian ETF yang lebih komprehensif, masih menunggu persetujuan.

    Calon penerbit awalnya mengharapkan tanggapan SEC pada 7 Juni, berdasarkan sumber yang mengetahui diskusi agensi. Namun, mereka masih menunggu tanggapan, dengan ekspektasi persetujuan sekarang pada akhir musim panas. Gensler menyatakan di CNBC bahwa persetujuan formulir S-1 akan memakan waktu, tetapi persetujuan akhir diperkirakan antara Juni dan Agustus.

    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui ETF Bitcoin spot. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyetujui ETF Bitcoin spot. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Baca juga: Bitcoin Incar Level Harga US$70.000, Pasca The Fed Tahan Suku Bunga

    Formulir S-1 merupakan tahap kedua dalam proses dua langkah untuk mengaktifkan ETF Ethereum spot. Langkah awal, persetujuan formulir 19b-4, dilakukan pada 23 Mei.

    Pengajuan awal mengungkapkan beberapa rincian penting: BlackRock memulai ETF-nya dengan dana awal $10 juta, sementara Franklin Templeton berencana memulai perdagangan dengan biaya 0,19%.

    Dampak Potensial ETF Ethereum Spot

    Ketua SEC, Gary Gensler, telah menerima kritik terkait regulasi pasar kripto. Senator Hagerty mengkritik bahwa hambatan regulasi mendorong perusahaan AS untuk pindah ke luar negeri. Ia menekankan perlunya kerangka regulasi yang lebih konstruktif.

    Ketika ditanya apakah ETH adalah komoditas, Gensler tidak memberikan jawaban yang jelas, sementara Ketua Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi, Rostin Behnam, menyatakan dengan tegas bahwa ETH adalah komoditas.

    Saat ETF Ethereum spot memasuki pasar, muncul pertanyaan apakah mereka akan menarik arus masuk yang sama seperti ETF Bitcoin. Jag Kooner dari Bitfinex memperkirakan mereka bisa menarik sekitar 10-20% dari dana yang masuk ke ETF Bitcoin. Analis Bitfinex juga mencatat bahwa pengelola dana mungkin akan memindahkan uang antar ETF untuk mengelola risiko, serupa dengan dampak ETF emas pada produk keuangan terkait lainnya.


    Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

    DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dampak Penundaan ETF Altcoin oleh SEC

    Pada akhir April 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengumumkan penundaan keputusan terkait beberapa proposal exchange-traded fund (ETF) untuk altcoin seperti XRP, Dogecoin (DOGE), dan Solana (SOL).

    Keputusan ini menggeser tanggal peninjauan berikutnya ke pertengahan Juni 2025, dengan batas waktu final yang diperkirakan pada Oktober 2025.

    Meskipun penundaan ini merupakan bagian dari prosedur regulasi standar, hal ini memberikan waktu tambahan bagi investor untuk mempertimbangkan peluang investasi pada aset digital tersebut.

    Detail Penundaan ETF oleh SEC

    SEC telah menunda keputusan pada beberapa proposal ETF altcoin, termasuk:

    • Franklin Templeton’s XRP ETF: Peninjauan berikutnya dijadwalkan pada 17 Juni 2025.
    • Bitwise’s Dogecoin ETF: Peninjauan berikutnya dijadwalkan pada 15 Juni 2025.
    • Franklin Templeton’s Solana ETF: Peninjauan berikutnya dijadwalkan pada 7 Oktober 2025.

    Penundaan ini memberikan waktu tambahan bagi SEC untuk mengevaluasi proposal tersebut secara menyeluruh, termasuk aspek-aspek seperti perlindungan investor dan potensi manipulasi pasar.

    Dampak terhadap Harga Altcoin

    Meskipun penundaan keputusan ETF dapat menimbulkan ketidakpastian di pasar, harga altcoin terkait menunjukkan ketahanan:

    • Solana (SOL): Diperdagangkan pada $148,94 USD, mengalami kenaikan 2,15% dalam 24 jam terakhir.
    • XRP (XRP): Diperdagangkan pada $2,21 USD, mengalami penurunan 1,34% dalam 24 jam terakhir.
    • Dogecoin (DOGE): Diperdagangkan pada $0,1748 USD, mengalami penurunan 0,09% dalam 24 jam terakhir.

    Pergerakan harga ini mencerminkan sentimen pasar yang beragam, dengan investor mempertimbangkan potensi jangka panjang dari ETF altcoin meskipun ada penundaan regulasi.

    Baca Juga: Altcoin Terbaik 2025: Unstaked, Ethereum, Cardano, Solana

    Peluang Investasi Menjelang Keputusan ETF

    Penundaan keputusan ETF oleh SEC memberikan waktu tambahan bagi investor untuk mempertimbangkan posisi mereka dalam altcoin seperti SOL, XRP, dan DOGE.

    Jika ETF ini disetujui, kemungkinan besar akan meningkatkan likuiditas dan aksesibilitas altcoin tersebut bagi investor institusional dan ritel, yang pada gilirannya dapat mendorong harga naik.

    Namun, penting untuk diingat bahwa investasi dalam aset kripto tetap memiliki risiko tinggi, dan keputusan investasi harus didasarkan pada analisis menyeluruh serta toleransi risiko individu.

    Baca Juga: 3 Altcoin Buatan AS Menarik di Awal Mei 2025: PENGU hingga SUI

    Secara keseluruhan, penundaan keputusan ETF Altcoin oleh SEC hingga Juni 2025 memberikan waktu tambahan bagi investor untuk mengevaluasi peluang dan risiko yang terkait dengan investasi dalam SOL, XRP, dan DOGE.

    Meskipun penundaan ini dapat menimbulkan ketidakpastian jangka pendek, potensi persetujuan ETF di masa depan dapat membuka jalan bagi pertumbuhan dan adopsi yang lebih luas dari altcoin tersebut.

    Investor disarankan untuk tetap mengikuti perkembangan regulasi dan pasar, serta melakukan analisis yang cermat sebelum membuat keputusan investasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Paul Atkins Resmi Gantikan Gary Gensler sebagai Ketua SEC di AS

    Paul Atkins resmi dilantik sebagai Ketua Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), menggantikan Gary Gensler yang selama ini dikenal sebagai figur tegas terhadap industri kripto. Pelantikan ini menandai arah baru bagi SEC, dengan prospek regulasi aset digital yang lebih ramah di bawah kepemimpinan Atkins.

    Menurut laporan Coindesk, Atkins, yang sebelumnya menjabat sebagai komisaris SEC dan penasihat di berbagai perusahaan kripto, dilantik setelah dinominasikan oleh Presiden Donald Trump dan disetujui oleh Senat AS dengan suara 52-44. Dalam pernyataan perdananya, ia menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan dan berkomitmen menjadikan AS sebagai tempat terbaik dan teraman untuk berinvestasi dan berbisnis.

    “Bersama-sama kita akan bekerja untuk memastikan bahwa AS adalah tempat terbaik dan teraman di dunia untuk berinvestasi dan berbisnis,” ujar Atkins.

    Pendekatan Baru ke Kripto

    Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.
    Stempel Komisi Sekuritas dan Bursa AS tergantung di dinding kantor pusat SEC di Washington, 24 Juni 2011. Sumber: REUTERS/Jonathan Ernst/File Photo.

    Baca juga: SEC Hentikan Investigasi terhadap Proyek Gaming NFT CyberKongz

    Atkins bergabung dengan dua komisaris Partai Republik lainnya di SEC — Mark Uyeda dan Hester Peirce — yang dalam beberapa bulan terakhir telah mendorong pendekatan lebih terbuka terhadap aset digital. Inisiatif mereka mencakup pembentukan gugus tugas kripto, penghapusan sejumlah tindakan penegakan hukum terhadap perusahaan kripto, serta penyelenggaraan diskusi meja bundar bersama pelaku industri.

    Pergantian kepemimpinan ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap regulasi aset digital di AS. Masa jabatan Atkins dimulai saat komisi hanya memiliki empat dari lima kursi yang aktif. Satu-satunya anggota dari Partai Demokrat, Caroline Crenshaw, saat ini menjabat di luar masa jabatan resmi, sementara dua posisi lainnya masih kosong dan belum diisi oleh Gedung Putih.

    Kehadiran Atkins di SEC juga menimbulkan perhatian terkait potensi konflik kepentingan, mengingat Presiden Trump memiliki hubungan bisnis pribadi dengan proyek-proyek kripto, termasuk stablecoin dari World Liberty Financial dan token meme $TRUMP.

    Namun, arah regulasi ke depan diperkirakan akan sangat bergantung pada rancangan undang-undang yang kini menjadi prioritas Kongres. Atkins sendiri diprediksi akan memperkuat posisi SEC sebagai mitra konstruktif dalam perkembangan industri kripto nasional.

    Baca juga: SEC Beri Lampu Hijau Pada Perdagangan Opsi ETF Ethereum Spot


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple dan SEC Ajukan Mosi Bersama: Akhir Pertarungan Hukum XRP?

    Setelah lebih dari dua tahun perseteruan hukum yang intens, Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) akhirnya mengajukan mosi bersama untuk menangguhkan semua proses banding yang sedang berlangsung.

    Langkah ini menandai titik balik penting dalam kasus hukum yang telah menjadi sorotan utama dalam industri kripto global.

    Latar Belakang Kasus

    Pada Desember 2020, SEC menggugat Ripple Labs dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut telah menjual sekuritas yang tidak terdaftar dalam bentuk token XRP senilai lebih dari $1,3 miliar.

    Gugatan ini juga menyasar CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dan salah satu pendiri, Chris Larsen. Kasus ini segera menjadi simbol dari ketidakpastian regulasi yang melingkupi industri aset digital di Amerika Serikat.

    Mosi Bersama untuk Menangguhkan Banding

    Pada 10 April 2025, Ripple dan SEC mengajukan mosi bersama kepada Pengadilan Banding AS untuk Sirkuit Kedua, meminta penangguhan semua proses banding dan banding silang yang sedang berlangsung.

    Mosi ini mencakup permintaan untuk menangguhkan banding awal SEC, banding silang yang diajukan Ripple pada Oktober sebelumnya, serta klaim lain yang melibatkan individu terkait.

    Langkah ini menunjukkan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan prinsip untuk menyelesaikan semua urusan yang belum terselesaikan.

    Menurut pengacara James Filan, yang sering memberikan pembaruan terkait kasus ini, penyelesaian tersebut masih menunggu persetujuan akhir dari SEC dan dapat memakan waktu hingga 60 hari sebelum perkembangan akhir terjadi.

    Selama periode ini, tidak ada dokumen tambahan yang akan diajukan, termasuk yang sebelumnya dijadwalkan pada 16 April.

    Baca Juga: Alamat XRP Tembus 6,26 Juta, ETF XRP Leverage Diluncurkan di AS

    Dampak terhadap Pasar XRP

    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 11 April 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 11 April 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Meski terbilang sebagai sentimen positif, harga XRP tidak menunjukkan reaksi signifikan terhadap pembaruan ini.

    Hal ini menunjukkan bahwa pasar mungkin telah memperhitungkan kemungkinan resolusi yang menguntungkan sejak SEC mencabut gugatan utamanya bulan lalu.

    Stabilitas harga ini mencerminkan kepercayaan investor bahwa penyelesaian akhir akan membawa kepastian regulasi yang lebih besar bagi XRP dan industri kripto secara keseluruhan.

    Implikasi Lebih Luas bagi Industri Kripto

    Penyelesaian antara Ripple dan SEC dapat menjadi preseden penting bagi bagaimana aset digital diklasifikasikan dan diatur di Amerika Serikat.

    Selama ini, kurangnya kejelasan regulasi telah menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan industri kripto di negara tersebut.

    Dengan adanya resolusi ini, diharapkan akan ada panduan yang lebih jelas bagi perusahaan kripto lainnya dalam beroperasi sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Selain itu, penyelesaian ini juga dapat mempengaruhi pendekatan SEC terhadap perusahaan kripto lainnya seperti Coinbase dan Kraken, yang juga menghadapi tantangan regulasi serupa.

    Jika SEC menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap penyelesaian di luar pengadilan, hal ini dapat membuka jalan bagi dialog yang lebih konstruktif antara regulator dan pelaku industri.

    Baca Juga: SEC Beri Lampu Hijau Pada Perdagangan Opsi ETF Ethereum Spot

    Langkah Selanjutnya

    Meskipun mosi bersama telah diajukan, proses penyelesaian formal masih memerlukan waktu dan persetujuan akhir dari SEC.

    Selama periode ini, kedua belah pihak tidak akan mengambil tindakan lebih lanjut dalam kasus ini.

    Pengajuan ini juga mencakup CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dan pendiri Chris Larsen sebagai pihak yang terlibat, menandakan bahwa penyelesaian ini mencakup semua aspek dari gugatan yang diajukan oleh SEC.

    Jika penyelesaian ini disetujui, Ripple dapat melanjutkan operasinya tanpa bayang-bayang litigasi, dan industri kripto secara keseluruhan dapat memperoleh kejelasan yang sangat dibutuhkan dalam hal regulasi.

    Hal ini juga dapat membuka jalan bagi inovasi dan adopsi teknologi blockchain yang lebih luas di masa depan.

    Secara keseluruhan, pengajuan mosi bersama oleh Ripple dan SEC menandai langkah besar menuju penyelesaian salah satu kasus hukum paling signifikan dalam sejarah industri kripto.

    Meskipun proses formal masih berlangsung, sinyal positif ini memberikan harapan baru bagi pelaku industri dan investor bahwa era ketidakpastian regulasi mungkin akan segera berakhir.

    Dengan adanya kejelasan ini, diharapkan akan tercipta lingkungan yang lebih kondusif bagi pertumbuhan dan inovasi di sektor aset digital.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC: Stablecoin Berbasis Dolar AS Seperti USDT Bukan Sekuritas!

    Pada 7 April 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengeluarkan pernyataan penting yang menyatakan bahwa stablecoin berbasis dolar AS, seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC), tidak dikategorikan sebagai sekuritas.

    Keputusan ini sekaligus menandai langkah signifikan dalam regulasi aset kripto, memberikan kejelasan bagi penerbit dan pengguna stablecoin.

    Kriteria “Covered Stablecoins”

    SEC mendefinisikan “covered stablecoins” sebagai token yang didukung satu banding satu oleh aset likuid berkualitas tinggi, seperti uang tunai atau setara kas, dan dapat ditebus kapan saja dengan nilai penuh.

    Stablecoin yang memenuhi kriteria ini dianggap tidak melibatkan penawaran dan penjualan sekuritas, sehingga transaksi penciptaan dan penebusan tidak memerlukan pendaftaran dengan SEC.

    Pengecualian untuk Stablecoin Algoritmik dan Berbasis Imbal Hasil

    Penting untuk dicatat bahwa pernyataan SEC ini tidak mencakup stablecoin algoritmik atau yang menawarkan imbal hasil kepada pemegangnya.

    Pasalnya, stablecoin jenis ini mungkin masih dikategorikan sebagai sekuritas dan tunduk pada regulasi yang berbeda.

    Analisis Berdasarkan Tes Hukum

    Sebelum sampai pada keputusan final ini, SEC telah menggunakan dua tes hukum utama untuk menentukan status stablecoin dalam regulasi resmi, yaitu:

    1. Tes Reves: Menilai apakah instrumen keuangan dikategorikan sebagai “catatan” dan apakah memiliki fitur pengurangan risiko. Stablecoin yang didukung penuh oleh aset likuid dan dapat ditebus kapan saja dianggap memiliki fitur pengurangan risiko yang signifikan.
    2. Tes Howey: Menentukan apakah ada investasi uang dalam usaha bersama dengan harapan keuntungan dari upaya orang lain. Stablecoin yang digunakan semata-mata sebagai alat pembayaran dan tidak menjanjikan keuntungan tidak memenuhi kriteria sebagai sekuritas berdasarkan tes ini.

    Tuai Pro dan Kontra

    Heath Tarbert, Presiden Circle, perusahaan di balik USDC, menyambut baik keputusan ini. Ia menyatakan bahwa SEC telah memberikan kejelasan bahwa stablecoin yang didukung satu banding satu dengan aset likuid berkualitas tinggi, seperti USDC, bukanlah sekuritas.

    Namun, tidak semua pihak dalam SEC sepakat dengan pernyataan tersebut. Beberapa komisaris menyatakan keprihatinan mengenai risiko yang masih ada terkait stablecoin, terutama yang melibatkan perantara dalam proses penciptaan dan penebusan.

    Bagi mereka yang kontra dengan keputusan ini berpendapat bahwa SEC seharusnya menekankan perlunya pengawasan lebih lanjut untuk melindungi investor.

    Implikasi bagi Pasar Kripto

    Keputusan SEC ini memberikan kejelasan regulasi yang sangat dibutuhkan bagi penerbit dan pengguna stablecoin.

    Dengan status non-sekuritas, stablecoin seperti USDT dan USDC dapat terus beroperasi tanpa hambatan regulasi tambahan, selama mereka memenuhi kriteria yang ditetapkan.

    Namun, penerbit stablecoin algoritmik dan berbasis imbal hasil harus mempertimbangkan implikasi regulasi yang mungkin timbul.

    Dengan demikian, pernyataan SEC pada 7 April 2025 menandai langkah maju dalam regulasi aset kripto, khususnya stablecoin.

    Dengan memberikan kejelasan mengenai status hukum stablecoin yang didukung penuh oleh aset likuid, SEC membantu menciptakan lingkungan yang lebih stabil dan transparan bagi industri kripto.

    Namun, penting bagi semua pemangku kepentingan untuk terus memantau perkembangan regulasi dan memastikan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Menang Lawan SEC, Harga XRP Bakal Melonjak?

    Perselisihan panjang antara SEC vs Ripple akhirnya mencapai babak akhir dengan kesepakatan penyelesaian senilai $50 juta (Rp 828 juta).

    Cryptobriefing melaporkan pada Selasa (26/3) bahwa kasus yang telah berlangsung sejak 2020 ini, melibatkan tuduhan bahwa Ripple melakukan penawaran sekuritas tanpa registrasi melalui penjualan XRP.

    Dengan penyelesaian ini, Ripple dapat kembali fokus pada pengembangan ekosistemnya tanpa tekanan hukum yang menghambat.

    Penurunan Denda dan Penghapusan Pembatasan

    Denda yang disepakati dalam penyelesaian ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan hukuman awal yang mencapai $125 juta (Rp 2 triliun).

    Selain itu, SEC akan meminta hakim Analisa Torres untuk mencabut perintah yang sebelumnya mewajibkan Ripple untuk mendaftarkan setiap penjualan sekuritas di masa depan.

    Langkah ini memberikan fleksibilitas lebih bagi Ripple dalam menjalankan operasional bisnisnya tanpa intervensi ketat dari regulator.

    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Rabu, 26 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dampak bagi XRP dan Potensi ETF

    Dengan berakhirnya kasus ini, harga XRP diprediksi bakal meroket. Apalagi, potensi peluncuran ETF berbasis XRP semakin terbuka lebar.

    Beberapa penerbit ETF telah mengajukan aplikasi dalam beberapa bulan terakhir, mengindikasikan kepercayaan pasar terhadap aset digital ini.

    Keputusan SEC untuk menyelesaikan kasus ini juga sejalan dengan tren terbaru di mana badan regulator tersebut cenderung lebih fleksibel terhadap perusahaan kripto.

    Kesepakatan antara SEC dan Ripple menandai berakhirnya salah satu kasus hukum terbesar di industri kripto.

    Dengan denda yang lebih ringan dan penghapusan pembatasan regulasi, Ripple kini memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan menarik lebih banyak investor.

    Selain itu, hasil ini juga membuka kemungkinan regulasi yang lebih jelas di pasar aset digital di masa depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC: PoW Bukan Sekuritas, Peralihan Ethereum ke PoS Diperdebatkan

    Keputusan terbaru Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) yang menegaskan bahwa aktivitas penambangan Bitcoin dan kumpulan proof-of-work (PoW) bukanlah sekuritas telah memicu kembali perdebatan seputar transisi Ethereum ke proof-of-stake (PoS).

    Dalam pernyataan resminya, Divisi Keuangan Korporasi SEC mengklarifikasi bahwa aktivitas penambangan di blockchain publik tanpa izin seperti Bitcoin bukan merupakan kontrak investasi. Dengan demikian, penambang yang mengandalkan daya komputasi, bukan entitas pusat, tidak termasuk dalam ketentuan hukum sekuritas AS.

    Reaksi Keras terhadap Ethereum PoS

    Dilaporkan AMBcrypto, keputusan ini disambut baik oleh komunitas kripto, tetapi juga memicu kritik terhadap transisi Ethereum ke PoS. Beberapa pihak menilai bahwa peralihan tersebut telah mengubah dinamika ekosistem Ethereum secara fundamental.

    Tokoh industri Meltem Demirors menyatakan bahwa model PoS telah melemahkan nilai inti Ethereum dan mempermudah munculnya solusi Layer-2 (L2). Menurutnya, Ethereum bisa menjadi protokol bernilai triliunan dolar dengan ekonomi komputasi energinya sendiri jika tetap menggunakan PoW.

    “Proof of Stake adalah sebuah kesalahan. Ethereum bisa saja menjadi protokol bernilai triliunan dolar dengan ekosistem komputasi energinya sendiri yang tangguh. Sebaliknya, MEV mengekstraksi nilai miliaran dolar dari pengguna dan aplikasi,” ujar Demirors.

    Pandangan serupa juga disampaikan oleh Red Panda Mining melalui media sosial, yang menilai bahwa dengan adanya kejelasan regulasi terhadap PoW, Ethereum seharusnya mempertimbangkan kembali model konsensusnya.

    Harga Ethereum Mengarah ke $2.000

    Sementara itu, Ethereum menunjukkan pergerakan harga yang mengarah ke level $2.000. Pada 22 Maret, ETH ditutup pada $1.990 setelah mengalami kenaikan sebesar 1,32%. Beberapa indikator teknis, seperti MACD yang berbalik positif dan histogram yang mencetak batang hijau ketiga berturut-turut, mengindikasikan potensi momentum bullish.

    Namun, Relative Strength Index (RSI) yang bertahan di angka 41,97 menunjukkan bahwa ETH masih berada di zona netral. Meski ada potensi kenaikan lebih lanjut jika berhasil menembus $2.000, volume perdagangan yang masih rendah membuat investor tetap berhati-hati.

    Dengan keputusan SEC yang memberikan kejelasan regulasi terhadap PoW, perdebatan mengenai arsitektur Ethereum tampaknya akan terus berlanjut, sementara pasar tetap mencermati pergerakan harga ETH ke depan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • SEC Tegaskan PoW Mining Bukan Sekuritas!

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC / Securities and Exchange Commission) baru-baru ini mengeluarkan pernyataan terkait proof-of-work (PoW) mining.

    Meskipun pernyataan ini tampaknya menegaskan bahwa aktivitas mining tidak dianggap sebagai penjualan sekuritas, terdapat beberapa celah yang masih memungkinkan interpretasi lain.

    Pernyataan SEC dan Celah Hukum

    Berdasarkan laporan terbaru dari Thedefiant pada Sabtu (22/3), SEC menyatakan bahwa partisipan dalam aktivitas mining tidak perlu mendaftarkan transaksi mereka di bawah Securities Act.

    Namun, Komisaris Caroline Crenshaw menyoroti adanya catatan kaki dalam pernyataan tersebut yang menunjukkan bahwa analisis lebih lanjut tetap diperlukan untuk menentukan apakah suatu proyek mining dapat dikategorikan sebagai investasi yang harus diatur.

    Uji Howey dan Implikasinya

    Menurut Crenshaw, pernyataan SEC masih bergantung pada Uji Howey, metode yang digunakan untuk menentukan apakah suatu aktivitas tergolong sekuritas.

    Uji ini mempertimbangkan empat faktor yang meliputi adanya investasi uang, keterlibatan dalam perusahaan bersama, ekspektasi keuntungan, serta keuntungan yang diperoleh dari upaya pihak lain.

    Artinya, setiap proyek mining harus ditinjau berdasarkan karakteristiknya masing-masing dan tidak bisa digeneralisir.

    Pergeseran Sikap SEC terhadap Kripto

    Di bawah kepemimpinan baru setelah kepergian Gary Gensler, SEC semakin bersikap ramah terhadap industri kripto.

    Beberapa tindakan yang mendukung industri ini termasuk pencabutan gugatan terhadap Coinbase dan Kraken, serta keputusan untuk mengakhiri perseteruan hukum dengan Ripple terkait status sekuritas aset digitalnya.

    Selain itu, SEC juga menyatakan bahwa memecoin umumnya bukan sekuritas dan mengizinkan bank untuk menyimpan aset kripto.

    Asumsi dan Tantangan di Masa Depan

    Crenshaw juga mempertanyakan asumsi dalam pernyataan SEC bahwa miner tidak memperoleh keuntungan dari upaya pihak lain.

    Jika asumsi ini dikaji ulang, maka mining bisa saja diklasifikasikan sebagai aktivitas investasi.

    Selain itu, pernyataan SEC hanya membahas PoW secara umum, tanpa memperjelas apakah semua jenis mining memiliki status hukum yang sama.

    Meskipun SEC menyatakan bahwa PoW mining bukanlah penjualan sekuritas, pernyataan ini masih membuka ruang interpretasi lebih lanjut.

    Dengan adanya pergeseran regulasi yang lebih pro-kripto, status hukum mining bisa tetap berubah tergantung pada perkembangan kebijakan dan interpretasi hukum yang berlaku.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BlackRock: Staking Bisa Meningkatkan Performa ETF Ethereum

    BlackRock, perusahaan investasi global, menyatakan bahwa penambahan fitur staking dapat meningkatkan performa dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) Ethereum.

    Hal ini diungkapkan oleh Robert Mitchnick, kepala aset digital BlackRock, dalam Digital Asset Summit di New York seperti dilaporkan Yolowire pada Sabtu (23/3).

    Staking: Solusi untuk Ethereum ETF yang Lesu

    Sejak diluncurkan musim panas lalu, minat terhadap ETF Ethereum terbilang lemah. Menurut Mitchnick, salah satu faktor utama penyebabnya adalah ketidakmampuan dana tersebut untuk menghasilkan keuntungan dari staking.

    Staking adalah metode bagi investor untuk mendapatkan imbal hasil pasif dengan mengunci aset kripto mereka di jaringan blockchain untuk periode tertentu.

    Dengan staking, investor bisa mendapatkan tambahan keuntungan tanpa harus menjual aset mereka.

    Namun, saat ini fitur staking masih belum tersedia untuk ETF Ethereum dan Bitcoin di pasar kripto.

    Mitchnick menegaskan bahwa staking memiliki peran penting dalam menghasilkan imbal hasil investasi di sektor ini.

    Oleh karena itu, jika ETF Ethereum dapat menerapkan fitur staking, minat investor kemungkinan akan meningkat secara signifikan.

    Tantangan Regulasi untuk Staking dalam ETF

    Meskipun staking dapat memberikan keuntungan bagi investor, ada hambatan regulasi yang harus dihadapi.

    Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) hingga kini menganggap layanan staking sebagai potensi sekuritas yang tidak terdaftar berdasarkan Howey Test. Akibatnya, staking dalam ETF hingga saat ini masih belum bisa diterapkan.

    Namun, Mitchnick tetap optimistis bahwa di bawah regulasi yang lebih ramah terhadap kripto, staking dapat diadopsi dalam ETF Ethereum.

    Jika hal ini terjadi, ETF berbasis Ethereum dapat memiliki daya tarik yang lebih tinggi bagi investor.

    Ethereum dalam Tren Penurunan

    Saat ini, Ethereum mengalami masa sulit dengan penurunan nilai sekitar 40% sepanjang tahun ini.

    Bahkan, mata uang kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar ini mencatat kinerja kuartal pertama terburuk sejak peluncurannya pada 2015.

    BlackRock, yang menerbitkan iShares Ethereum Trust ETF (ETHA), juga mengalami dampak negatif dengan penurunan nilai hingga 43% sepanjang tahun ini.

    Dengan kondisi ini, adopsi staking dalam ETF Ethereum bisa menjadi strategi penting untuk meningkatkan daya tarik dan performa aset tersebut di pasar.

    BlackRock melihat staking sebagai solusi potensial untuk meningkatkan daya tarik ETF Ethereum yang saat ini masih lesu.

    Namun, tantangan regulasi dari SEC bisa menjadi penghalang utama dalam penerapan fitur ini.

    Jika regulasi ke depan lebih mendukung, staking dalam ETF Ethereum bisa menjadi langkah signifikan dalam meningkatkan keuntungan bagi para investor.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com