Tag Archives: sec

Harga XRP Melonjak ke Rp 41 Ribu: Mampukah Tembus Rp 43 Ribu?

Harga XRP berhasil menembus level resistensi $2,50 (Rp 41 ribu) setelah mengalami kenaikan +14%.

Berdasarkan laporan terbaru dari Ambcrypto pada Jumat (21/3), lonjakan ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan pasar terhadap XRP, yang didukung oleh akumulasi strategis dari investor besar serta meningkatnya aktivitas jaringan XRP Ledger.

Peningkatan Aktivitas di Jaringan XRP Ledger

Pertumbuhan harga XRP rupanya sejalan dengan peningkatan jumlah alamat aktif di jaringan.

Data dari CryptoQuant menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif pada Maret 2025 mencapai 70.000, meningkat enam kali lipat dibandingkan dengan dua bulan pertama tahun ini.

Investor Besar Terus Menambah Kepemilikan XRP

Data dari Santiment menunjukkan bahwa pemegang besar XRP dengan lebih dari 1 juta token telah meningkatkan kepemilikannya sebesar 6,5% dalam dua bulan terakhir, mencapai total 46,4 miliar token.

Tren ini menegaskan bahwa kepercayaan investor institusional terhadap XRP semakin kuat.

Breakout Mengindikasikan Kenaikan Menuju $3 (Rp 43 ribu)

Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ripple (XRP/USDT) pada Jumat, 21 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Selama 12 hari, XRP berulang kali mencoba menembus resistensi di $2,50 (Rp 41 ribu), tetapi gagal.

Namun, dengan akhirnya berhasil menutup di atas level ini, XRP memulai siklus kenaikan baru yang berpotensi membawa harga menuju level resistensi berikutnya di $3,00 (Rp 43 ribu).

XRP Makin Mandiri dari Pasar Altcoin

Berbeda dengan kebanyakan altcoin, XRP menunjukkan pergerakan harga yang lebih independen.

Dengan lonjakan dari $0,60 di awal 2024 ke $2,50 pada Maret 2025, XRP semakin menjauh dari pola pergerakan pasar altcoin lainnya, menunjukkan daya tariknya sebagai aset investasi jangka panjang.

SEC Hentikan Gugatan, Regulasi XRP Semakin Jelas

Salah satu faktor utama yang mendorong lonjakan harga XRP adalah keputusan SEC untuk menghentikan banding terhadap Ripple.

Dengan demikian, keputusan Juli 2023 yang menyatakan bahwa XRP bukanlah sekuritas dalam perdagangan sekunder tetap berlaku, menghilangkan hambatan regulasi yang sebelumnya membayangi aset ini.

Dampak Positif Regulasi Terhadap Harga XRP

Kejelasan regulasi ini memberikan sentimen positif bagi investor ritel maupun institusi, mendorong lebih banyak partisipasi di pasar XRP.

Dengan aturan yang lebih jelas, XRP kini dapat fokus pada pengembangan bisnis, terutama dalam sektor pembayaran lintas batas.

Prospek XRP ke Depan

Dengan meningkatnya aktivitas jaringan, partisipasi investor besar, dan kejelasan regulasi, XRP berpeluang besar untuk terus menguat.

Jika momentum ini berlanjut, XRP bisa mencapai dan menembus level psikologis $3 dalam waktu dekat.

Posisi XRP Semakin Kuat di Pasar Kripto

Lonjakan XRP ke $2,50 menandai kepercayaan pasar yang semakin besar terhadap aset ini.

Dengan fundamental yang kuat dan prospek regulasi yang lebih baik, XRP kini berada di jalur yang tepat untuk mencapai harga yang lebih tinggi, menjadikannya salah satu aset kripto yang patut diperhitungkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Gugatan Ripple vs SEC Berakhir: Apa Dampaknya ke Harga XRP?

Setelah hampir tiga tahun dalam pertarungan hukum, gugatan antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) akhirnya mencapai resolusi signifikan.

Kasus ini, yang menjadi sorotan global, dianggap sebagai momen kritis bagi masa depan regulasi aset kripto di Amerika Serikat.

Latar Belakang Gugatan

Pada Desember 2020, SEC menggugat Ripple Labs dan dua eksekutifnya, yaitu Brad Garlinghouse dan Chris Larsen, atas tuduhan penjualan XRP sebagai “sekuritas tidak terdaftar” senilai $1,3 miliar.

SEC berargumen bahwa XRP memenuhi definisi Howey Test (kriteria untuk menentukan aset sebagai sekuritas) karena investor membelinya dengan harapan keuntungan dari upaya Ripple.

Meski begitu, Ripple membantah klaim tersebut dengan menegaskan bahwa XRP adalah aset kripto utilitas yang digunakan untuk transaksi lintas batas, bukan investasi.

Bahkan, perusahaan juga menuduh balik SEC karena gagal memberikan kejelasan dan batasan-batasan dari regulasi sebelumnya.

Putusan Pengadilan yang Mengguncang

Pada Juli 2023, Hakim Analisa Torres dari Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Selatan New York mengeluarkan putusan summary judgment (keputusan tanpa persidangan lengkap) yang membagi kemenangan antara kedua belah pihak.

Poin pertama, penjualan XRP ke investor institusional diklasifikasikan sebagai penawaran sekuritas tidak terdaftar, sehingga Ripple melanggar hukum.

Poin kedua, penjualan XRP di bursa kripto tidak dianggap sebagai sekuritas karena pembeli ritel tidak berinvestasi langsung dalam Ripple.

Putusan ini dirayakan komunitas kripto sebagai preseden penting yang membedakan antara penjualan aset ke institusi vs publik.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak pada Ripple dan XRP

Setelah putusan tersebut diumumkan, harga XRP naik lebih dari 70% dalam 24 jam. Selain itu, Ripple kembali ke bursa AS.

Bahkan, platform seperti Coinbase dan Kraken kembali mencantumkan XRP setelah sebelumnya delisting.

Tak hanya dari bursa kripto, dukungan juga datang dari ekosistem di industri ini. Perusahaan seperti Coinbase dan Blockchain Association mendukung Ripple dalam pernyataan amicus brief.

Reaksi SEC

Di kubu lawan, SEC dikabarkan tidak puas dengan putusan tersebut dan berencana mengajukan banding.

Ketua SEC Gary Gensler menyatakan bahwa keputusan ini “mengecewakan” tetapi tidak mewakili kekalahan total.

Implikasi untuk Industri Kripto

Dari kasus gugatan Ripple vs SEC tersebut, terdapat beberapa hal yang memerlukan perhatian khusus, terutama masalah kejelasan regulasi.

Pasalnya, putusan ini memberi panduan terbatas tentang bagaimana aset kripto dinilai sebagai sekuritas atau komoditas.

Perseteruan tersebut juga memberikan tekanan pada kongres AS. Banyak pihak mendorong legislasi jelas untuk mengatur kripto agar mengurangi ketergantungan pada gugatan SEC.

Meski begitu, kasus Ripple vs SEC juga membuka peluang untuk perusahaan lain yang mengalami hal serupa dengan platform besutan Brad Garlinghouse tersebut.

Jadi, perusahaan dengan token utilitas bisa saja menggunakan argumen yang serupa dengan Ripple untuk membela diri.

Langkah Selanjutnya?

Meski hakim telah menjatuhkan putusan, baik SEC maupun Ripple sama-sama berpeluang mengajukan banding, yang bisa memperpanjang ketidakpastian.

Hanya saja, Brad Gingerhouse dalam wawancara kepada Bloomberg menegaskan bahwa Ripple akan fokus pada ekspansi di pasar seperti Eropa dan Asia, di mana regulasi lebih progresif.

Menariknya, meski kasus tersebut hanya mengikat pada Ripple, namun putusan ini mungkin akan mempercepat persetujuan ETF spot Bitcoin dan Ethereum di AS.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Ripple Tuntut Balik SEC, Harga XRP Melambung 11 Persen

Securities and Exchange Commission (SEC) membatalkan bandingnya terhadap Ripple yang selama empat tahun terakhir tak kunjung usai.

Sementara SEC tidak lagi melanjutkan kasusnya terhadap perusahaan tersebut, Ripple masih mengajukan banding atas denda sebesar $125 juta dan putusan yang mengharuskannya untuk mendaftarkan penjualan XRP institusional sebagai sekuritas.

Putusan Hakim Analisa Torres pada bulan Agustus 2023: yang memutuskan bahwa XRP bukanlah sekuritas saat diperdagangkan di pasar sekunder, tetapi penjualan XRP institusional kepada investor terakreditasi diklasifikasikan sebagai sekuritas, masih berlaku.

Imbasnya, harga XRP melonjak hampir 11% menjadi $2,52 setelah berita tersebut meluas, menurut data dari CoinGecko.

Alasan Tuntut Balik

Setelah bertahun-tahun berproses hukum, SEC akhirnya menarik diri, akan tetapi Ripple belum menganggap kasus tersebut selesai.

CEO Ripple Brad Garlinghouse berbincang dengan Bloomberg pada hari Rabu (19/3) dan menjelaskan mengapa perusahaan tersebut tetap mengajukan banding.

“SEC telah membatalkan banding mereka. Itu berarti kami berubah dari tergugat menjadi penggugat,” kata Brad dalam wawancara tersebut.

Brad juga membahas berapa banyak biaya hukum yang telah dikeluarkan Ripple sejak kasus ini dimulai pada Desember 2020.

“Kami telah menghabiskan lebih dari $150 juta untuk membela kasus ini, bukan hanya untuk kami, tetapi untuk seluruh industri kripto,” katanya.

Ia menyebut strategi SEC di bawah pimpinan Gary Gensler sebagai upaya untuk menggertak industri kripto melalui tindakan hukum.

“SEC ingin memaksakan kekuasaannya atas kripto melalui tuntutan hukum. Itu sudah berakhir sekarang,” tambahnya.

Dalam wawancara tersebut, Brad mengakui bahwa mencabut banding adalah sebuah pilihan.

Akan tetapi karena denda tersebut berasal dari penjualan XRP pada tahun 2015 dan 2016, di mana SEC belum menerapkan regulasi seperti dalam tuduhan, dinilai Brad sebagai transaksi yang tidak merugikan investor mana pun.

“Tidak ada kerugian bagi investor, tidak ada uang yang hilang, jadi mengapa kita ada di sini?” tanyanya.

Keputusan SEC untuk membatalkan banding menandakan adanya perubahan dalam pendekatannya terhadap penegakan hukum kripto.

Brad mengatakan bahwa pemerintahan baru Donald Trump dan perubahan dalam kepemimpinan SEC telah berperan dalam hal ini.

“Saya pikir jika Anda bertanya kepada Paul Atkins dan David Sacks, mereka akan setuju bahwa kasus ini seharusnya tidak pernah diajukan,” kata Brad.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Kamis, 20 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

IPO bukan prioritas Ripple

Pada kesempatan yang sama, Brad menepis spekulasi bahwa Ripple akan go public, dengan mengatakan bahwa IPO bukanlah prioritas saat ini.

“Go public adalah sesuatu yang dapat kami pertimbangkan, tetapi kami tidak perlu melakukannya untuk saat ini,” papat Brad.

Tidak seperti kebanyakan perusahaan yang go public untuk mengumpulkan modal, Ripple mampu tumbuh secara organik tanpa pendanaan dari luar.

Rencana Akuisisi

Alih-alih tidak menggelar IPO, Ripple sebenarnya justru tengah mempertimbangkan akuisisi.

Brad mengonfirmasi bahwa perusahaan tersebut tengah aktif mencari cara untuk membeli perusahaan infrastruktur blockchain.

“Waktu tepatnya belum pasti. Tapi, akan ada konsolidasi tahun ini, dan kami akan menjadi bagian darinya,” sambung Brad.

Lembaga keuangan juga mulai memikirkan kembali pendekatan mereka terhadap kripto, seperti yang ditunjukkan Brad, bank-bank besar AS yang sebelumnya tidak ingin berurusan dengan kripto, kini berubah pikiran.

Dua bidang utama yang diminati bank adalah penyimpanan dan pembayaran kripto. Seiring dengan semakin populernya stablecoin dan tokenisasi aset dunia nyata, lembaga keuangan tengah menjajaki cara untuk mengintegrasikan layanan kripto.

“Bank perlu menyimpan aset kripto dengan aman dan infrastruktur pembayaran sudah ketinggalan zaman,” kata Brad.

Selain akuisis, Ripple telah memperluas bisnis stablecoinnya, meluncurkan RL USD tahun lalu.

Sasaran perusahaan adalah menjadikannya salah satu dari lima stablecoin teratas pada akhir tahun.

“Sasarannya adalah pada akhir tahun RLUSD menjadi salah satu dari lima teratas di pasar pada akhir tahun. Dan saya pikir seluruh pasar akan tumbuh secara dramatis tahun ini,” lanjut Brad optimis.

Untuk diketahui, pasar stablecoin saat ini bernilai $230 miliar, dan beberapa analis percaya pasar ini dapat tumbuh 10x selama lima tahun ke depan.

Maka dari itu, Brad berambisi bahwa Ripple ingin memanfaatkan momen tersebut semaksimal mungkin.

Tetap Transparan

Ketika ditanya tentang manajemen pasokan XRP, Brad menepis kekhawatiran bahwa kepemilikan Ripple atas 42% pasokan token memberinya keuntungan yang tidak adil.

“Kami telah transparan tentang kepemilikan XRP kami selama bertahun-tahun. Tidak ada yang berubah,” katanya.

Selaras dengan pernyataan Brad, perusahaan selalu menerbitkan Laporan Pasar XRP secara berkala, untuk merinci berapa banyak yang dijual perusahaan ke pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

SEC Sebut XRP sebagai Aset Strategis untuk AS, Ini Dampaknya!

Pada Kamis, 13 Maret 2025, situs resmi Securities and Exchange Commission (SEC) seperti dilaporkan oleh Finbold mempublikasikan dokumen berjudul Comprehensive Proposal: XRP as a Strategic Financial Asset for the U.S.

Dokumen ini langsung memicu spekulasi di kalangan komunitas kripto dan investor.

XRP sebagai Aset Strategis: Mengapa Penting?

Dalam dokumen setebal lima halaman tersebut, SEC mengusulkan adopsi XRP di tingkat pemerintahan guna meningkatkan efisiensi sistem keuangan AS.

Salah satu poin utama adalah potensi pembebasan hingga 30% dari total US$5 triliun akun Nostro global, setara dengan US$1,5 triliun, yang dapat menghemat biaya transaksi tahunan sebesar US$7,5 miliar.

Meskipun berfokus pada XRP, dokumen tersebut juga mengakui Bitcoin (BTC) sebagai aset cadangan strategis.

Disebutkan bahwa penghematan yang dihasilkan dari penggunaan XRP bisa dialihkan untuk membeli hingga 25 juta BTC dengan asumsi harga rata-rata US$60.000 per koin.

Strategi Implementasi XRP

Untuk mewujudkan rencana ini, SEC mengusulkan agar XRP dikategorikan sebagai jaringan pembayaran, bukan sekuritas.

Selain itu, Departemen Kehakiman (DoJ) diharapkan mencabut larangan bank terhadap XRP.

Seandainya upaya ini gagal, dokumen tersebut menyebutkan kemungkinan penyelesaian paksa demi kepentingan ekonomi nasional.

SEC menekankan bahwa adopsi XRP akan mempercepat transaksi keuangan negara, sekaligus memperjelas status regulasinya guna meningkatkan kepercayaan investor.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 15 Maret 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jadwal Implementasi

Dokumen ini menguraikan dua skenario implementasi, yaitu standar dan dipercepat. Opsi pertama memakan waktu 12-24 bulan, sedangkan pilihan kedua dapat terealisasi dalam 6-12 bulan.

Meskipun terdapat rincian langkah eksekusi, dokumen ini tidak memberikan analisis mendalam mengenai mekanisme implementasi dan potensi dampak pasar secara keseluruhan.

Posisi Donald Trump dalam Rencana

Dokumen SEC juga menyinggung pernyataan Donald Trump terkait cadangan aset kripto strategis AS.

Trump sebelumnya mendukung BTC sebagai cadangan nasional dan berspekulasi tentang aset digital berbasis AS.

Namun, proposal ini mencoba merinci peran spesifik setiap aset digital, di mana BTC menjadi aset cadangan nasional, sedangkan XRP digunakan untuk transaksi negara.

Solana (SOL) mendukung aplikasi blockchain cepat, seperti basis data pemerintah dan pemungutan suara digital.

Cardano (ADA) digunakan untuk manajemen infrastruktur, sertifikasi akademik, dan kontrak pintar layanan pemerintah.

Meskipun SOL dan ADA memiliki peran penting dalam infrastruktur digital AS, keduanya tidak dimasukkan dalam strategi cadangan nasional.

Langkah Berikutnya

Segmen terakhir dokumen merinci langkah-langkah awal yang perlu diambil untuk mengimplementasikan strategi XRP, meskipun beberapa poin hanya mengulang bagian sebelumnya.

Salah satu hal menarik adalah struktur dokumen yang menyerupai hasil diskusi dengan AI, mengingat formatnya yang penuh tabel, subjudul, dan tanda centang sebagai poin-poin utama.

Hingga saat ini, masih belum jelas sejauh mana peran AI dalam penyusunan dokumen ini dan siapa sebenarnya penulisnya.

Nama Maximilian Staudinger tercantum sebagai penulis, namun identitasnya masih menjadi misteri.

Dokumen ini menunjukkan bahwa SEC mulai mempertimbangkan XRP sebagai bagian penting dari strategi keuangan AS.

Namun, apakah rencana ini benar-benar akan terealisasi masih menjadi tanda tanya besar bagi komunitas kripto dan regulator keuangan dunia.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kasus Hukum SEC vs. Ripple Segera Berakhir? Ini yang Perlu Diketahui

Pertarungan hukum antara Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dan Ripple Labs yang telah berlangsung bertahun-tahun tampaknya akan segera mencapai titik akhir.

Menurut laporan Crypto Briefing, kedua belah pihak saat ini sedang dalam tahap negosiasi terkait putusan pengadilan yang dikeluarkan pada Agustus lalu.

Negosiasi yang Berlarut-larut

Kasus ini terus mengalami penundaan karena pembahasan ketentuan putusan yang mengharuskan Ripple membayar denda sebesar $125 juta serta larangan permanen bagi perusahaan untuk menjual XRP kepada investor institusional.

Namun, Ripple mempertanyakan keadilan dari keputusan tersebut. Perusahaan berargumen bahwa dengan adanya perubahan pendekatan penegakan hukum oleh SEC terhadap perusahaan kripto lain, mereka seharusnya tidak dihukum atas ketidakpastian regulasi di masa lalu.

Gelombang Pencabutan Gugatan oleh SEC

Dalam beberapa minggu terakhir, SEC telah mencabut sejumlah tuntutan terhadap berbagai entitas di industri kripto, termasuk Coinbase, Gemini, Robinhood, Uniswap Labs, Kraken, dan OpenSea. Bahkan, SEC dan Consensys telah mencapai kesepakatan untuk membatalkan kasus yang terkait dengan MetaMask.

Selain itu, SEC juga menghentikan sementara proses hukum terhadap Binance selama 60 hari serta menangguhkan gugatan penipuan perdata terhadap Justin Sun, yang tengah mencari jalan penyelesaian.

Perspektif Para Pakar Hukum

Beberapa pakar hukum menilai bahwa negosiasi yang berlarut-larut ini tidak hanya disebabkan oleh SEC. Menurut pengacara kripto ternama, James Murphy, Ripple juga tengah berupaya mengubah beberapa bagian dari putusan Hakim Torres pada Agustus lalu.

Murphy menjelaskan bahwa meskipun putusan tersebut sebagian besar dianggap sebagai kemenangan bagi pemegang XRP, ada dua hal yang bisa menjadi hambatan bagi Ripple, yaitu keputusan terkait pelanggaran hukum sekuritas dan putusan pengadilan yang dapat membatasi langkah Ripple ke depannya, seperti rencana untuk go public.

Ia juga berpendapat bahwa SEC kemungkinan besar bersedia menerima penyelesaian dengan denda $125 juta tanpa perlu banding lebih lanjut. Oleh karena itu, ada peluang bagi Ripple untuk mendapatkan kesepakatan yang lebih menguntungkan.

Harga XRP saat ini berada di $2.2191 atau sekitar Rp36,455.00, mencatat kenaikan +2.08% ($0.0452) dalam 24 jam terakhir. Selama periode ini, XRP mencapai harga tertinggi $2.2769 dan terendah $2.1333. Volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar 251,154,336.00 XRP atau setara $556,327,993.76 USDT.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga XRP Anjlok 22% Pasca Hakim Tolak Kesepakatan Ripple-SEC

Harga XRP mengalami penurunan tajam sebesar 22% setelah Hakim Distrik AS, Analisa Torres, menolak permohonan bersama antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) untuk menyelesaikan kasus hukum yang telah berlangsung sejak 2020.

Penolakan ini menimbulkan kekhawatiran baru di kalangan investor dan memperpanjang ketidakpastian hukum yang membayangi masa depan XRP.

Baca Juga: Analisis Harga XRP: Uji Ketahanan di Level $2,20

Latar Belakang Kasus Ripple-SEC

Pada Desember 2020, SEC menggugat Ripple dengan tuduhan bahwa perusahaan tersebut telah mengumpulkan dana sebesar $1,3 miliar melalui penjualan XRP yang dianggap sebagai sekuritas yang tidak terdaftar.

Ripple langsung membantah tuduhan ini, menyatakan bahwa XRP adalah mata uang kripto dan bukan sekuritas.

Pada Juli 2023, Hakim Torres memutuskan bahwa penjualan XRP di bursa publik tidak memenuhi definisi sekuritas, memberikan kemenangan parsial bagi Ripple.

Penolakan Kesepakatan dan Dampaknya

Pada 16 Mei 2025, Ripple dan SEC mengajukan permohonan bersama untuk menyelesaikan kasus ini, termasuk pengurangan denda dari $125 juta menjadi $50 juta dan pencabutan larangan penjualan XRP kepada investor institusional.

Namun, Hakim Torres menolak permohonan ini dengan alasan prosedural, menyatakan bahwa permohonan tersebut “tidak sesuai prosedur” karena kasus ini sedang dalam proses banding di pengadilan yang lebih tinggi.

Penolakan ini menyebabkan harga XRP turun tajam, mencerminkan kekhawatiran investor terhadap ketidakpastian hukum yang berkelanjutan.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 7 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 7 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Reaksi Pasar dan Investor

Penolakan kesepakatan ini memicu aksi jual besar-besaran di pasar, dengan volume perdagangan XRP meningkat tajam.

Banyak investor yang khawatir bahwa ketidakpastian hukum yang berkelanjutan akan terus menekan harga XRP.

Beberapa analis mencatat bahwa meskipun XRP memiliki fundamental yang kuat, ketidakpastian regulasi menjadi hambatan utama bagi pemulihan harga.

Langkah Selanjutnya dan Tanggal Penting

SEC diharuskan untuk mengajukan pembaruan status penyelesaian kepada Pengadilan Banding Sirkuit Kedua paling lambat 16 Juni 2025.

Pembaruan ini akan memberikan gambaran tentang arah negosiasi antara SEC dan Ripple, serta potensi penyelesaian di masa depan.

Jika tidak ada kemajuan, kasus ini kemungkinan akan berlanjut ke proses banding yang lebih panjang, memperpanjang ketidakpastian bagi XRP dan pasar kripto secara keseluruhan.

Baca Juga: Cek Harga XRP Di Sini

Penolakan kesepakatan antara Ripple dan SEC oleh Hakim Torres menambah lapisan kompleksitas dalam kasus hukum yang telah berlangsung lama ini.

Sementara beberapa kemenangan hukum sebelumnya tetap berlaku, ketidakpastian yang berkelanjutan mengenai status regulasi XRP terus membayangi pasar.

Investor disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti perkembangan hukum selanjutnya, terutama menjelang tenggat waktu 16 Juni 2025, yang dapat menjadi titik balik penting dalam kasus ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

BNB Bertahan di $668, Didukung PancakeSwap dan Strategi Binance

Harga Binance Coin (BNB) saat ini stabil di sekitar $668, mencerminkan penguatan ekosistem BNB Chain meskipun menghadapi tekanan jual dan volatilitas pasar.

Kenaikan harga BNB didorong oleh pertumbuhan aktivitas di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan berakhirnya gugatan hukum dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terhadap Binance.

PancakeSwap: Motor Penggerak Ekosistem BNB

PancakeSwap, sebagai bursa terdesentralisasi (DEX) utama di BNB Chain, mencatat volume perdagangan bulanan tertinggi sejak 2021, dengan $78,4 miliar pada Januari dan $81 miliar pada Februari 2025.

Lonjakan ini sebagian besar dipicu oleh pemulihan BNB Chain dan meningkatnya minat terhadap memecoin.

Namun, meskipun volume perdagangan meningkat, jumlah pengguna aktif bulanan PancakeSwap menurun sekitar 63% sejak 2021, menunjukkan tantangan dalam mempertahankan pertumbuhan jangka panjang.

Baca Juga: Harga BNB Siap Tembus $670: Analisis dan Prospek ke Depan

Strategi Binance dan Dampaknya terhadap BNB

Binance melakukan restrukturisasi portofolio besar-besaran dengan melikuidasi sekitar $5,9 miliar aset dalam bentuk Bitcoin, Ethereum, dan Solana, sambil mempertahankan sebagian besar kepemilikan BNB-nya. Langkah ini menegaskan posisi sentral BNB dalam strategi perusahaan.

Selain itu, peluncuran PancakeSwap Springboard, platform untuk menciptakan dan meluncurkan memecoin di BNB Chain, mendorong harga BNB mencapai rekor tertinggi baru sebesar $782.

Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 5 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Kamis, 5 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Meskipun BNB menunjukkan ketahanan dengan bertahan di atas level dukungan teknis $663 dan potensi untuk menembus resistensi di $691, tantangan tetap ada.

Tekanan regulasi dan volatilitas pasar global dapat mempengaruhi pergerakan harga ke depan.

Namun, dengan pertumbuhan ekosistem DeFi yang kuat dan strategi Binance yang fokus pada BNB, prospek jangka menengah hingga panjang tetap positif. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan regulasi dan dinamika pasar untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Baca Juga: Simulasi Keuntungan Nabung Rutin Koin BNB Rp2jt/Bulan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

SEC Tinjau ETF Staking Solana dan Ethereum

Pada awal Juni 2025, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) tengah meninjau dua proposal dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) yang menawarkan eksposur terhadap staking Ethereum (ETH) dan Solana (SOL).

ETF ini diajukan oleh REX Shares dan Osprey Funds, dan dirancang untuk memberikan investor akses ke imbal hasil dari staking aset kripto.

Namun, SEC menyatakan kekhawatiran mengenai kepatuhan regulasi dan klasifikasi hukum dari produk-produk ini.

Struktur Unik dan Tantangan Regulasi

REX Shares dan Osprey Funds mengusulkan struktur C-corporation yang jarang digunakan dalam industri ETF.

Struktur ini memungkinkan dana untuk memiliki anak perusahaan di Kepulauan Cayman yang akan membeli dan melakukan staking ETH dan SOL.

Tujuannya adalah untuk menghindari proses persetujuan 19b-4 yang biasanya diperlukan untuk ETF baru.

Namun, SEC menyatakan bahwa ETF ini mungkin tidak memenuhi definisi perusahaan investasi di bawah hukum sekuritas federal.

Selain itu, SEC menyoroti masalah dalam pernyataan pendaftaran dan pengungkapan informasi yang dapat menyesatkan investor.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dampak terhadap Pasar dan Harga Aset

Meskipun ada ketidakpastian regulasi, namun Coincu melaporkan pada Minggu (1/6) bahwa harga Ethereum menunjukkan ketahanan.

Per 1 Juni 2025, ETH diperdagangkan sekitar $2.525,97 dengan kapitalisasi pasar sebesar $304,94 miliar, mengalami kenaikan 36,80% dalam 30 hari terakhir.

Meski begitu, dalam 24 jam terakhir, harga ETH mengalami sedikit penurunan sebesar 0,06%.

Solana juga menunjukkan performa positif, dengan harga sekitar $155,18 dan kenaikan 1,54% dari penutupan sebelumnya.

Harga tertinggi intraday mencapai $157,96, sementara terendahnya $152,79.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 1 Juni 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca Juga: Staking ETF Solana dan Ethereum Akan Hadir Lebih Cepat di Pasar AS

Pandangan Analis dan Prospek Ke Depan

Analis ETF dari Bloomberg, James Seyffart, menyatakan bahwa struktur C-corporation yang diusulkan adalah pendekatan inovatif untuk mempercepat peluncuran ETF ini.

Namun dalam kondisi yang sama, ia juga mengakui bahwa tantangan regulasi tetap menjadi hambatan utama.

Greg Collett, penasihat umum di REX Financial, menyatakan keyakinannya bahwa mereka dapat memenuhi persyaratan SEC dan tidak akan meluncurkan dana tersebut hingga masalah regulasi terselesaikan.

Baca Juga: Anomali Pasar, Tren Bullish Solana di Depan Mata?

Peninjauan SEC terhadap ETF staking Ethereum dan Solana mencerminkan kompleksitas regulasi dalam industri aset digital.

Meskipun struktur inovatif dapat membuka jalan bagi produk keuangan baru, kepatuhan terhadap hukum sekuritas tetap menjadi prioritas utama.

Investor disarankan untuk memantau perkembangan ini dengan cermat dan mempertimbangkan risiko yang terkait dengan investasi dalam produk keuangan berbasis kripto.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengakuan SEC Dongkrak Harga XRP

Harga XRP mengalami lonjakan signifikan setelah Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) secara resmi mengakui beberapa pengajuan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) XRP.

Sebuah laporan dari Decrypt menyebutkan bahwa pengajuan tersebut diajukan oleh manajer aset utama seperti WisdomTree dan Canary Capital, yang meningkatkan optimisme bahwa XRP akan segera tersedia bagi investor institusional melalui jenis investasi yang diatur.

Tercatat pada Rabu (20/2/2025) lalu, XRP menjadi aset kripto dengan kenaikan tertinggi di antara sepuluh besar kripto global.

Berdasarkan data dari CoinGecko, harga XRP naik 7,5% dalam sehari dan diperdagangkan di level $2,71 (Rp 44 ribu), setelah mencatatkan kenaikan hampir 10% dalam sepekan terakhir.

Pengajuan ETF XRP

Pengajuan ETF XRP ini diajukan melalui bursa Nasdaq dan Cboe BZX, yang akan memasuki periode komentar publik selama 21 hari sebelum SEC mengambil keputusan dalam waktu maksimal 240 hari.

Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.
Ilustrasi aset kripto XRP. Sumber: FX Empire.

Jika disetujui, ETF ini dapat memberikan dampak besar pada masa depan XRP, terutama dalam hal regulasi dan adopsi pasar.

Selain itu, SEC juga mengakui proposal dari NYSE Arca untuk mencantumkan saham dari Grayscale XRP Trust. Langkah ini menandai perkembangan penting bagi XRP, mengingat SEC sebelumnya telah mengakui pengajuan ETF dari beberapa manajer aset besar seperti Grayscale, Bitwise, CoinShares, dan 21Shares.

Belum Ada Kepastian Hukum

Namun, meskipun ada lonjakan harga, beberapa analis dari B2BINPAY menyebut bahwa pasar tetap berhati-hati terkait ketidakpastian hukum yang masih membayangi XRP.

Mereka menilai bahwa meskipun pengakuan SEC menjadi langkah positif, harga XRP mungkin belum akan menembus level $3 (48 ribu) dalam waktu dekat.

Di sisi lain, Brasil telah menjadi negara pertama di dunia yang menyetujui ETF XRP berbasis spot. Hashdex, manajer aset kripto, telah mendapatkan persetujuan untuk meluncurkan Nasdaq XRP Index Fund di bursa B3 Brasil.

Keputusan ini semakin memperkuat optimisme komunitas terhadap masa depan XRP di pasar global.

Dengan SEC yang masih dalam tahap evaluasi dan Brasil yang sudah mengambil langkah lebih maju, para investor kini menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai kemungkinan persetujuan ETF XRP di AS.

Jika pengajuan ini mendapatkan lampu hijau, XRP bisa menjadi salah satu aset kripto yang lebih menarik bagi investor institusional dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Menguat Usai Ripple Capai Kesepakatan dengan SEC

Harga aset kripto XRP mengalami lonjakan signifikan setelah Ripple Labs mengumumkan penyelesaian gugatan dengan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) senilai USD 50 juta. Penyelesaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan hukum Ripple yang telah berlangsung selama lebih dari tiga tahun dan membawa sentimen positif bagi pasar.

Selain faktor hukum, perhatian investor juga tertuju pada perkembangan positif di ranah regulasi dan institusional. Komisi Sekuritas Brasil baru-baru ini menyetujui peluncuran Hashdex Nasdaq XRP Fund, yang menjadi salah satu produk investasi institusi berbasis XRP pertama di kawasan Amerika Latin.

Analisis Momentum XRP

Dilaporkan Techbullion, analis memperkirakan momentum ini bisa berlanjut jika Komisi Sekuritas AS memberikan lampu hijau untuk Exchange-Traded Fund (ETF) XRP di Amerika Serikat, yang saat ini masih dalam tahap evaluasi. Persetujuan ETF XRP diyakini dapat memperluas akses investor ritel dan institusi terhadap aset ini.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 24 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: SEC Tunda Keputusan ETF XRP dan Dogecoin: Apa Dampaknya?

Bank investasi global Standard Chartered memperkirakan harga XRP bisa mencapai USD 8 pada tahun 2026, seiring dengan meningkatnya penggunaan XRP dalam sistem pembayaran lintas batas dan pertumbuhan dukungan regulasi di berbagai negara.

Per 24 Mei 2025, XRP diperdagangkan di kisaran USD 1,24, naik lebih dari 9% dalam sepekan terakhir. Volume perdagangan harian juga meningkat signifikan, menunjukkan minat yang terus tumbuh dari pelaku pasar.

XRP kini menjadi salah satu aset digital yang paling diperhatikan, dengan kombinasi antara penyelesaian hukum, potensi ETF, dan adopsi teknologi yang makin luas. Para analis menilai bahwa XRP sedang memasuki fase penting yang bisa menentukan posisinya di pasar kripto global dalam beberapa tahun ke depan.

Baca juga: Harga XRP Tetap Anjlok Meski Ada Kabar Positif: Apa yang Terjadi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com