Solana (SOL) kembali menguat dan menembus level US$135 setelah sempat tertekan dalam tren turun jangka pendek. Pergerakan ini disertai penembusan garis tren bearish pada grafik per jam dan membuat SOL kembali diperdagangkan di atas simple moving average (SMA) 100 jam.
Berdasarkan analisis teknikal yang dibagikan di platform X (sebelumnya Twitter), reli Solana terjadi setelah harga berhasil merebut kembali beberapa level Fibonacci retracement kunci dari penurunan terakhirnya. Kenaikan ini juga sejalan dengan penguatan yang terjadi di sebagian besar aset kripto utama lainnya.
Analisis Teknikal Solana
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 3 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Indikator teknikal jangka pendek menunjukkan sinyal yang semakin positif. Moving Average Convergence Divergence (MACD) pada time frame per jam berbalik menguat di area bullish, sementara Relative Strength Index (RSI) berada di atas level 50. Kondisi ini mengindikasikan momentum jangka pendek yang mulai membaik bagi SOL.
Meski begitu, Solana masih berhadapan dengan zona resistance ketat di area harga dekat posisi saat ini. Analis menilai, kenaikan lanjutan baru akan terbuka jika SOL mampu menembus level resistance terdekat tersebut secara meyakinkan. Jika itu terjadi, ruang penguatan bisa terbuka menuju area resistance yang lebih tinggi.
Level Resistance Solana
Sebaliknya, jika Solana gagal menembus resistance jangka pendek, harga berisiko berbalik melemah kembali menuju area support di dekat garis tren yang baru saja ditembus. Tekanan jual lanjutan bahkan berpotensi mendorong SOL turun ke zona support yang lebih rendah dan memicu koreksi lebih dalam dalam jangka pendek, menurut outlook teknikal tersebut.
Dilaporkan Crypto News, saat ini, Solana tercatat sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar kelima di dunia. Token ini mengalami volatilitas signifikan dalam beberapa sesi perdagangan terakhir, sejalan dengan gejolak yang melanda pasar aset digital secara keseluruhan. Analis mengingatkan bahwa pergerakan harga yang agresif ini tetap membawa risiko tinggi bagi pelaku pasar, terutama bagi mereka yang bertransaksi dalam jangka sangat pendek.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Solana (SOL) tengah berada di fase krusial menjelang penutupan kuartal IV 2025. Harga SOL kini diperdagangkan di kisaran 127,35 USDT, mendekati batas bawah rentang pergerakan hariannya, sementara sederet indikator teknikal masih menunjukkan tekanan bearish yang kuat.
Di sisi lain, aktivitas on-chain dan ekosistem DeFi Solana masih mencatatkan pergerakan, menciptakan kontras antara fundamental jaringan dan struktur harga jangka pendek di pasar spot.
Di level makro, pasar aset kripto global masih didominasi oleh bitcoin yang memegang 57,3% pangsa pasar. Dominasi tinggi ini biasanya menandakan bahwa modal investor lebih banyak mengalir ke aset yang dianggap “lebih aman”, bukan ke altcoin dan proyek layer-1 seperti Solana.
Total kapitalisasi pasar kripto saat ini berada di sekitar 3,03 triliun dolar AS, hanya naik sekitar 0,5% dalam 24 jam terakhir. Pergerakan tipis ini dinilai sebagai sinyal akumulasi hati-hati, bukan reli euforia.
Indeks Fear & Greed berada di level Extreme Fear pada angka 23, menunjukkan pelaku pasar masih berhati-hati setelah serangkaian tekanan harga beberapa waktu terakhir. Dalam kondisi seperti ini, altcoin seperti SOL umumnya cenderung tertinggal hingga bitcoin menunjukkan stabilisasi yang lebih meyakinkan.
Meski begitu, porsi Solana di kapitalisasi pasar global yang berada di kisaran satu digit menengah menandakan aset ini tetap menjadi salah satu pilar risiko utama di pasar kripto. Aktivitas DeFi di ekosistem Solana, termasuk pada protokol seperti Raydium dan Orca, masih mencatatkan perolehan biaya (fee) yang signifikan dan lonjakan jangka pendek, menjadi indikasi bahwa jaringan masih aktif meski harga tengah terkonsolidasi.
Tekanan Bearish Masih Dominan di Grafik Harian
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pada timeframe harian, SOL ditutup di level 127,35 USDT, berada di bawah semua Exponential Moving Average (EMA) utama:
EMA 20 hari: 139,48 USDT
EMA 50 hari: 158,21 USDT
EMA 200 hari: 175,69 USDT
Jarak harga yang cukup lebar di bawah ketiga EMA tersebut mengonfirmasi struktur tren bearish yang dominan. Zona 135–160 USDT diperkirakan menjadi area suplai, di mana banyak pelaku pasar berpotensi melakukan aksi jual untuk keluar dari posisi yang nyangkut atau memanfaatkan reli singkat untuk short.
Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di 34,48, di bawah level netral 50 namun belum menyentuh area jenuh jual klasik. Kondisi ini menunjukkan momentum masih lemah, tetapi tekanan jual belum mencapai fase kapitulasi penuh.
Indikator MACD harian mencatat garis MACD di -8,82 dan garis sinyal di -9,86, dengan histogram positif tipis di 1,04. Nilai ini mengindikasikan bahwa momentum penurunan mulai stabil: tekanan bearish belum hilang, tetapi lajunya tidak lagi seagresif sebelumnya.
Dari sisi volatilitas, Bollinger Bands mencatat:
Mid-band: 135,58 USDT
Upper band: 146,17 USDT
Lower band: 124,99 USDT
Harga yang bergerak tepat di atas lower band menempatkan SOL pada zona tekanan di dekat area support. Penutupan harga yang kuat di atas mid-band dinilai menjadi salah satu syarat awal untuk mengonfirmasi potensi pemulihan yang lebih berkelanjutan.
Average True Range (ATR) berada di 8,08, mencerminkan volatilitas yang naik namun masih terkontrol, pasar cenderung bergerak mengikuti tren, bukan panik.
Intraday: Tanda-Tanda Pembentukan Dasar Jangka Pendek
Dilaporkan Cryptonomist, berbeda dengan struktur harian yang bearish, grafik intraday menampilkan kondisi yang lebih seimbang.
Pada timeframe 1 jam:
Harga SOL di 127,37 USDT
Berada di sekitar EMA 20 jam (126,96 USDT)
Namun masih di bawah EMA 50 jam (129,61 USDT) dan EMA 200 jam (134,05 USDT)
Konfigurasi ini menggambarkan fase netral jangka pendek yang mencoba membentuk dasar (base building) di tengah tren turun yang lebih besar.
RSI 1 jam berada di 49,03, dekat level netral, menandakan tarik-menarik antara buyer dan seller. Sementara itu, MACD 1 jam (garis di -0,72 dan sinyal di -1,24 dengan histogram positif) mengisyaratkan bahwa dominasi seller intraday mulai mengendur dan momentum perlahan bergeser ke arah konsolidasi atau potensi rebound ringan.
Pada timeframe 15 menit, sinyal jangka sangat pendek terlihat sedikit lebih konstruktif:
Harga di 127,36 USDT
Sedikit di atas EMA 20 dan 50 periode
RSI naik ke 56,12
Kondisi ini menunjukkan adanya minat beli di area 126–127 USDT, meskipun pelaku pasar pada timeframe yang lebih tinggi masih cenderung berhati-hati.
Level Kunci: Zona Penentuan Arah SOL
Sejumlah level teknikal menjadi perhatian pelaku pasar dalam beberapa sesi mendatang:
Pivot harian: sekitar 127,3 USDT Menjadi zona keseimbangan di mana buyer dan seller belum memiliki keunggulan jelas.
Resistance terdekat: sekitar 128,6 USDT Tembusan dan penahanan harga di atas area ini berpotensi mendorong pergerakan ke sekitar mid-Bollinger band di 135 USDT, menguji apakah tren turun mulai kehilangan cengkeramannya.
Support terdekat: sekitar 126,1 USDT, berdekatan dengan lower Bollinger band di 124,99 USDT Penembusan dan pergerakan bertahan di bawah cluster ini dapat membuka jalan bagi penurunan lanjutan menuju zona permintaan (demand) sebelumnya.
Sebaliknya, jika area 125–126 USDT berulang kali bertahan dengan pola higher low intraday, skenario pembentukan lantai harga (short-term bottom) di dalam pola korektif yang lebih besar akan semakin menguat.
4 Skenario Arah Pasar SOL di Akhir 2025
Berdasarkan kondisi saat ini, pelaku pasar memantau sedikitnya empat skenario utama untuk pergerakan Solana pada sisa kuartal IV 2025:
Lanjutan Tren Turun Terkontrol SOL tetap berada di bawah cluster EMA harian dan gagal menembus resistance-resistance kunci. Rali-rali pendek dimanfaatkan sebagai peluang jual (sell the rally) atau momen pengurangan risiko oleh pemegang jangka panjang.
Relief Rally Jangka Pendek Stabilnya MACD dan tekanan jual yang mulai mereda membuka peluang rebound menuju area 135–146 USDT, terutama jika level 128,6 USDT berhasil ditembus dan dipertahankan. Namun, tanpa perubahan signifikan pada sentimen pasar dan dominasi bitcoin, reli ini berisiko hanya menjadi koreksi naik dalam tren turun.
Fase Sideways dan Konsolidasi Lebih Panjang Harga bergerak dalam rentang sempit di sekitar pivot 127 USDT, dengan buyer dan seller saling menguji level support–resistance dekat. Dalam skenario ini, strategi perdagangan berbasis range lebih dominan, sementara investor jangka panjang memilih menunggu konfirmasi tren baru.
Transisi ke Fase Akumulasi Skenario ini mensyaratkan beberapa prasyarat:
SOL mampu kembali dan bertahan di atas EMA utama,
Indeks sentimen pasar keluar dari zona Extreme Fear,
Terdapat rotasi modal dari dominasi bitcoin ke ekosistem beraktivitas tinggi seperti Solana.
Jika faktor-faktor tersebut terpenuhi, pasar Solana berpotensi beralih dari mode defensif menjadi fase akumulasi baru.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Solana (SOL) kembali melemah pada perdagangan Senin, terkoreksi sekitar 5% dan tertekan di kisaran $126. Pelemahan ini menandai candle harian bearish kelima berturut-turut, sekaligus menghapus kenaikan yang sempat terbentuk pada pekan sebelumnya. Tekanan jual yang kian intens membuat SOL berisiko kehilangan level support penting dan membuka peluang penurunan lebih dalam.
Di pasar derivatif, sentimen investor berbalik bearish seiring pergeseran ke mode risk-off. Data CoinGlass menunjukkan Open Interest (OI) futures SOL, nilai nominal seluruh kontrak yang belum diselesaikan, turun 6,17% dalam 24 jam terakhir menjadi sekitar $7,00 miliar. Penurunan eksposur modal ini mengindikasikan berkurangnya selera risiko pelaku pasar dan meningkatnya kekhawatiran atas prospek harga Solana.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 1 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan FXstreet, tekanan jual tidak hanya terjadi pada SOL. Aksi jual yang lebih luas melanda pasar kripto setelah Bitcoin (BTC) turun di bawah $87.000, yang memicu likuidasi lebih dari $600 juta posisi derivatif di seluruh pasar dalam 24 jam terakhir.
Sejalan dengan memburuknya sentimen, tingkat pendanaan (funding rate) berbobot OI untuk kontrak Solana berbalik negatif ke -0,0055% pada Senin. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan di kubu penjual, karena pihak yang membuka posisi jual (short) bersedia membayar premi untuk mempertahankan posisinya. Dalam periode yang sama, likuidasi posisi beli SOL mencapai sekitar $31,88 juta, jauh melampaui likuidasi posisi jual sebesar $2,99 juta. Dominasi likuidasi di sisi beli menegaskan kuatnya tekanan bearish yang “menghantam” para pemegang posisi bullish.
Secara teknikal, Solana berpotensi membentuk candle Marubozu bearish pada grafik harian, sejalan dengan penurunan sekitar 5% pada perdagangan hari ini. Koreksi yang berlangsung selama lima hari terakhir telah membawa harga kembali menguji area support $126, yang sebelumnya terbentuk sebagai level terendah pada 22 Juni.
Apabila SOL mencatat penutupan harian yang meyakinkan di bawah $126, tekanan jual diperkirakan dapat berlanjut menuju area terendah 11 Maret di sekitar $112, dan bahkan membuka ruang koreksi lebih jauh ke zona $95 yang tercatat pada 7 April.
Solana Berisiko Kehilangan Support Penting
Indikator momentum turut memperkuat sinyal kehati-hatian. Relative Strength Index (RSI) harian berada di level 33 dan sejak awal Oktober terus bertahan di bawah garis tengah, menandakan dominasi tren turun. Jika RSI terus bergerak mendekati batas zona jenuh jual di kisaran 30, tekanan jual pada SOL berpotensi meningkat.
Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada sedikit di atas garis sinyal, sehingga secara teknis masih menyimpan bias bullish tipis. Namun, apabila MACD memotong ke bawah garis sinyal merah, indikator tersebut akan mengonfirmasi penguatan kembali momentum bearish dan dapat menjadi pemicu sinyal jual tambahan bagi pelaku pasar teknikal.
Meski tekanan jual tengah menguat, peluang pantulan harga tetap terbuka. Jika Solana mampu bertahan dan memantul dari level $126, potensi rebound jangka pendek dapat mengarahkan harga kembali ke area psikologis $150, selama tekanan jual dapat diredam dan minat risiko investor kembali pulih.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Solana (SOL) pada Sabtu (30/11) stabil di kisaran $136–$137 setelah mengalami koreksi tajam sepanjang November. Aset kripto ini merosot sekitar 27% dari level awal bulan di dekat $186, namun masih bertahan di atas support penting di area low-$130. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan pelemahan arus ETF, penurunan aktivitas jaringan, serta munculnya dua insiden keamanan yang mengguncang sentimen pasar.
Arus masuk ETF Solana yang sebelumnya mencatat rekor 20 hari berturut-turut berhenti tiba-tiba. Pada 27 November, ETF Solana mencatat outflow $8,2 juta, disusul hari pertama tanpa inflow untuk Bitwise Solana ETF sehari kemudian. Meski demikian, total inflow produk ETF berbasis Solana masih berada di atas $500 juta, menunjukkan permintaan institusi belum hilang sepenuhnya. Di sisi lain, likuiditas on-chain justru meningkat.
Pasokan stablecoin di jaringan Solana tumbuh 10% dalam sepekan, menambah sekitar $1,3 miliar ke dalam ekosistem, sementara nilai tokenisasi aset dunia nyata (RWA) mencapai $827 juta. Namun penurunan terjadi pada indikator utama lainnya: TVL anjlok 20%, biaya jaringan turun 16%, dan jumlah alamat aktif menyusut 6%.
Tekanan Terhadap Solana
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 30 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan TS Tech, dalam periode yang sama, dua insiden keamanan ikut memperburuk tekanan terhadap SOL. Peretasan hot wallet milik Upbit menyebabkan kerugian $36 juta, memicu penurunan harga intraday dan gangguan sementara pada layanan transaksi Solana di bursa tersebut. Tak lama setelah itu, sebuah ekstensi Chrome berbahaya bernama “Crypto Copilot” ditemukan mencuri biaya swap pengguna Solana secara diam-diam selama berbulan-bulan. Meski tidak memengaruhi jaringan inti, kedua insiden ini meningkatkan kekhawatiran investor terkait keamanan ekosistem.
Di tengah gejolak harga, Solana merilis roadmap besar untuk 2025–2026 yang memberi angin segar bagi prospek jangka panjang. Upgrade Firedancer yang dikembangkan Jump Crypto diklaim mampu mendorong throughput hingga 1 juta transaksi per detik, sementara upgrade konsensus Alpenglow ditargetkan membawa finalitas transaksi ke bawah 150 milidetik. Jumlah validator yang tumbuh 57% sepanjang tahun turut memperkuat narasi pertumbuhan ekosistem.
Analisis Teknikal Solana
Secara teknikal, Solana kini berada di fase kritis. Level $136–$145 menjadi zona penentu arah harga, dengan support kuat di $130 dan area permintaan lebih rendah di $121–$126. Jika tekanan jual berlanjut, analis memperkirakan kemungkinan retest menuju $100. Sebaliknya, reli menuju $150, bahkan $170, dapat terjadi jika arus ETF pulih dan sentimen pasar membaik.
Solana memasuki akhir November dengan kondisi campuran: tekanan jangka pendek yang kuat namun dibarengi perkembangan teknologi yang menjanjikan. Pergerakan di atas atau di bawah “kotak harga” $130–$150 diperkirakan akan menentukan bagaimana pasar menilai babak penutup tahun bagi salah satu aset kripto terbesar ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Solana (SOL) kembali mencuri perhatian pasar kripto setelah aliran dana ETF mengalir masuk lagi. Lonjakan minat institusional tersebut mendorong SOL mendekati level resistensi krusial yang diyakini dapat membuka jalan menuju harga 170 dolar dalam waktu dekat.
ETF Inflows Kembali, Momentum Bullish Menguat
Dalam beberapa pekan terakhir, Solana menunjukkan performa impresif, diperkuat oleh masuknya kembali dana ke produk ETF terkait aset kripto. Arus dana tersebut menjadi katalis penting bagi SOL yang saat ini tengah menguji zona resistensi teknikal utama di kisaran 150 hingga 155 dolar.
Volume perdagangan juga meningkat tajam, menandakan minat investor yang kembali bangkit terhadap altcoin papan atas ini. Ekosistem Solana terus berkembang, dengan aktivitas developer dan pengguna yang meningkat berkat performa jaringan yang tinggi dan biaya transaksi yang rendah. Faktor-faktor ini turut menopang reli harga yang tengah terjadi.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 29 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pola Pennant: Sinyal Teknis yang Jadi Fokus Trader
Dilaporkan Investx, analisis teknikal menunjukkan bahwa SOL sedang membentuk pola bullish pennant, yakni struktur harga yang biasanya mengindikasikan kelanjutan tren naik setelah fase konsolidasi.
Untuk mengonfirmasi pola ini dan membuka jalan menuju target 170 dolar, harga SOL harus menembus resistance bagian atas pennant di area 152 hingga 155 dolar. Breakout yang dikonfirmasi dengan volume besar diyakini akan memicu percepatan harga menuju 170 dolar, bahkan berpotensi lebih tinggi.
Level Kunci dan Skenario yang Dipantau Trader
Sebelum mengincar target tersebut, SOL masih perlu menembus Order Block 4 jam di level 145 dolar. Sebelum itu terjadi, harga berpotensi melakukan retracement ke Order Block 128 hingga 130 dolar sebelum mencoba kembali menembus level tersebut.
Bagi trader, skenario pullback ke 130 dolar menghadirkan rasio risiko–imbalan yang menarik, dengan catatan menunggu konfirmasi konsolidasi atau breakout. Trader berpengalaman juga mengamati korelasi SOL dengan Bitcoin dan Ethereum, yang masih menjadi penggerak utama meski performa Solana saat ini relatif lebih kuat.
Dengan volatilitas pasar kripto yang masih tinggi, investor diimbau untuk tetap disiplin dalam pengaturan posisi dan penggunaan stop loss yang sesuai. Meski demikian, saat ini probabilitas masih berada di sisi skenario bullish.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda awal stabilisasi setelah beberapa minggu bergerak dalam tekanan, dengan harga kembali bertahan di atas level $140. Pergerakan ini menandai perubahan struktur jangka pendek saat pembeli mulai mempertahankan posisi penting guna mendorong pemulihan yang lebih kuat.
Pembeli Pertahankan Support $138–$140
SOL berhasil kembali masuk ke area Donchian dan EMA band setelah melewati level Fibonacci 0.236. Pasar juga mencetak pola higher lows yang mengindikasikan upaya pembalikan tren. Zona $138–$136 menjadi support terdekat yang kini menjaga struktur pemulihan, sementara level $133 berfungsi sebagai batas pertahanan terakhir sebelum harga berpotensi kembali ke titik rendah $121.
Di sisi kenaikan, area $142–$144 tetap menjadi hambatan awal yang belum mampu ditembus. Analis menilai bahwa penutupan kuat di atas zona tersebut dapat membuka peluang kenaikan menuju $153, $163, $173, hingga $187 apabila momentum terus berkembang.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 28 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Open Interest Menurun, Aktivitas Trader Tetap Tinggi
Data derivatif menunjukkan penurunan leverage setelah open interest sempat mencapai lebih dari $16,5 miliar ketika harga bergerak menuju $250 pada September lalu. Angka terbaru berada di sekitar $7,27 miliar, mencerminkan pengurangan risiko dari para trader.
Meski menurun, open interest tetap berada di atas rata-rata pertengahan tahun. Kondisi ini menunjukkan partisipasi pasar masih aktif, menyediakan ruang bagi peningkatan aktivitas apabila momentum kembali menguat.
Outflow Dominan, Sentimen Pasar Masih Berhati-hati
Arus dana menunjukkan tren outflow yang konsisten dalam beberapa pekan terakhir. Sebagian besar sesi mencatat net outflow lebih dari $50 juta, menandakan kehati-hatian pelaku pasar besar. Terbaru, ketika SOL berada di area $139, tercatat net outflow sebesar $21,76 juta.
Analis menyebut bahwa stabilisasi harga masih membutuhkan dukungan berupa inflow berkelanjutan. Tanpa itu, reli signifikan diperkirakan sulit terbentuk dalam waktu dekat.
Pola Harga Mengarah ke Fase Penentuan
SOL kini bergerak dalam pola kompresi, di mana higher lows bertemu dengan zona resistance multi-minggu. Pola ini berpotensi menghasilkan pergerakan volatil dalam waktu dekat, bergantung pada arah keputusan harga.
Kenaikan di atas $144 akan menjadi konfirmasi awal pergeseran momentum menuju fase pemulihan lebih kuat. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level $138 dapat memicu tekanan turun lanjutan menuju $133 dan berpotensi kembali ke area $121.
Pasar Menunggu Konfirmasi Lanjutan
Pergerakan Solana pada pekan ini bergantung pada kekuatan pembeli dalam mempertahankan zona support utama. Meskipun struktur teknikal mulai membaik, sentimen masih terbagi akibat besarnya outflow. Partisipasi trader yang tetap tinggi memberi peluang terjadinya peningkatan volatilitas, terutama menjelang memasuki bulan Desember.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Dunia kripto kembali diguncang. Pada 27 November 2025, bursa kripto terbesar di Korea Selatan, Upbit, melaporkan outflow tidak sah senilai $38,5 juta (sekitar Rp600 miliar) yang terjadi di jaringan Solana. Insiden ini membuat Upbit langsung menghentikan seluruh aktivitas deposit dan penarikan untuk aset berbasis Solana.
$38,5 Juta Raib: Aset DeFi hingga Meme Coin Ikut Terseret
Dalam laporan resminya, Upbit mengonfirmasi bahwa sejumlah token terdampak—mulai dari SOL, BONK, USDC, RENDER, PYTH, hingga aset-aset DeFi lain di ekosistem Solana.
Dilaporkan Coinspeakers, serangan ini diduga menargetkan infrastruktur hot wallet Upbit, sistem yang menangani transaksi harian dan penarikan pengguna.
Upbit merilis daftar lengkap alamat wallet yang terhubung dengan aktivitas mencurigakan tersebut, sekaligus menegaskan:
“Kami telah mengidentifikasi jumlah pasti aset yang bocor, dan Upbit akan menanggung 100% kerugian menggunakan dana perusahaan. Pelanggan tidak akan terdampak.”
Langkah ini muncul pada waktu yang sensitif, hanya beberapa saat sebelum Upbit bersiap melakukan IPO di Nasdaq.
Upbit Bergerak Cepat: Inspeksi Darurat dan Penguatan Keamanan
Insiden terjadi antara 26–27 November 2025, dan Upbit secara berurutan mengeluarkan pembaruan melalui pusat pelanggan. Upbit melakukan penghentian transaksi, mengevaluasi kerugian, dan menjalankan inspeksi darurat untuk menemukan sumber masalah serta mencegah kebocoran lanjutan.
Pola distribusi dana menunjukkan bahwa serangan ini terencana dan tertarget, terutama pada hot wallet operasional yang mengelola aktivitas perdagangan aktif.
Di Tengah Kekacauan, Dunamu Justru Umumkan Investasi Raksasa Rp120 Triliun
Di sisi lain, perusahaan induk Upbit, Dunamu, mengumumkan kolaborasi besar dengan raksasa teknologi Naver dan Naver Financial. Ketiga perusahaan ini akan menginvestasikan 10 triliun won (sekitar Rp120 triliun) dalam lima tahun ke depan untuk memperkuat:
Pengembangan teknologi Artificial Intelligence (AI)
Sistem pembayaran dan layanan keuangan digital berskala global
Presiden Dunamu, Song Chi-hyung, menyatakan bahwa kerja sama ini bertujuan untuk “membangun kerangka global baru untuk layanan pembayaran, penyelesaian transaksi, dan ekosistem finansial masa depan.”
Kolaborasi ini disebut sebagai salah satu kerja sama terbesar dalam sejarah fintech Korea Selatan.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 27 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Serangan Besar, Ambisi Lebih Besar
Upbit menghadapi insiden keamanan besar, tetapi menunjukkan respons cepat dan komitmen penuh terhadap perlindungan pengguna. Sementara itu, Dunamu bersama Naver dan Naver Financial memulai langkah ambisius untuk membangun salah satu ekosistem AI dan Web3 terbesar di Asia.
Tahun 2025 menjadi periode penuh dinamika bagi industri kripto Korea Selatan, dengan perhatian global tertuju pada setiap pergerakan besar yang terjadi.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Solana (SOL) kembali menguat mendekati level psikologis $140, didorong oleh aliran dana institusional yang stabil melalui ETF spot. Meski pasar kripto masih berada dalam kondisi melemah secara umum, SOL mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan teknikal yang diperhatikan pelaku pasar.
Solana Menguat Meski Volume Spot Turun
Dalam 24 jam terakhir, Solana diperdagangkan di sekitar $139, naik 1,4% dan berada di dekat batas atas rentang mingguan antara $124,09 dan $144,01. Namun, aset ini masih mencatat penurunan 31% dalam sebulan dan berada 52% di bawah harga tertingginya pada Januari sebesar $293.
Volume spot harian mencapai $4,92 miliar, turun 12,3%, menunjukkan melemahnya partisipasi perdagangan jangka pendek. Aktivitas derivatif juga tercatat moderat, dengan volume futures turun tipis 1,17% menjadi $18,34 miliar, sementara open interest bertahan di $7,13 miliar. Data ini menandakan pelaku pasar belum menambah posisi besar setelah periode volatilitas sebelumnya.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 26 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Permintaan institusional terhadap Solana terus menguat melalui ETF spot. Data SoSoValue mencatat ETF Solana mengumpulkan inflow sebesar $53,08 juta pada 25 November. Bitwise BSOL memimpin dengan $30,9 juta, diikuti Grayscale GSOL dengan $15,9 juta. Sementara itu, Fidelity FSOL mencatat $4,8 juta dan VanEck VSOL menambah $1,33 juta.
Dengan pencapaian tersebut, ETF Solana kini membukukan 21 hari berturut-turut inflow, menjadi streak terpanjang untuk produk ETF kripto mana pun sepanjang 2025. Total inflow mencapai $621 juta, jauh berbeda dari arus keluar yang menekan ETF Bitcoin dan Ethereum dalam periode yang sama.
Dilaporkan Crypto News, Franklin Templeton juga telah mengajukan Form 8-A ke SEC, langkah terakhir sebelum ETF Solana milik mereka dapat diperdagangkan. Produk tersebut diperkirakan dapat mulai listing di NYSE Arca paling cepat pada 26 November.
Co-founder Solana, Raj Gokal, menilai tren ini masih “kurang diapresiasi,” sementara analis LVRG menyebut inflow ETF telah menciptakan “support floor” yang membantu menjaga stabilitas harga di tengah kondisi pasar yang belum pulih sepenuhnya.
Analisis Teknikal: Harga Menguji Level Kunci $140
Secara teknikal, Solana memasuki zona kompresi harga yang terbentuk oleh garis tren turun dari lower high Oktober dan tren naik dari pertengahan November. Kondisi ini biasanya menjadi sinyal awal pergerakan harga yang lebih kuat.
Level $140 menjadi titik yang diawasi ketat oleh para trader karena berulang kali berfungsi sebagai area support dan resistance penting selama beberapa bulan terakhir.
Indikator momentum menunjukkan perbaikan. RSI telah naik dari wilayah oversold dan membentuk bullish divergence, sementara MACD serta moving average jangka pendek mulai berbalik naik. Namun, moving average jangka panjang masih berada di atas harga, menandakan Solana masih dalam struktur bearish jangka lebih luas.
Jika SOL mampu bertahan di atas $140, target berikutnya berada pada area $150 hingga $160 yang menjadi zona resistensi lebih berat. Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut membuka risiko penurunan kembali menuju $128–$130. Tekanan tambahan dapat membawa harga turun ke area $118–$120, terutama jika inflow ETF mulai melemah.
Analisis Harga SOL
Kombinasi inflow ETF yang kuat, minat institusional yang meningkat, serta penguatan momentum teknikal menempatkan Solana pada posisi penting dalam jangka pendek. Pergerakan di sekitar level $140 akan menjadi penentu apakah SOL akan melanjutkan kenaikan menuju resistensi berikutnya atau kembali terkoreksi mengikuti tekanan pasar yang lebih luas.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Solana (SOL) mencatat kenaikan 5,44% dalam 24 jam terakhir hingga mencapai harga $138.56 pada 24 November 2025. Volume perdagangan turut meningkat menjadi lebih dari $6.36 miliar, menandakan tingginya partisipasi pasar. Dengan kapitalisasi pasar mencapai $77.47 miliar, SOL mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar keenam.
Meskipun masih jauh dari harga tertinggi sepanjang masa sebesar $293.31 yang tercatat pada Januari 2025, kenaikan terbaru menunjukkan ketahanan Solana di tengah kondisi pasar yang bergejolak. Bursa utama seperti Binance, Coinbase, Bybit, Upbit, dan CoinUp.io mencatat rentang harga stabil antara $136.04–$138.63.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 25 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Aktivitas Protokol x402 Melonjak 500% dalam Seminggu
Lonjakan harga Solana sejalan dengan peningkatan signifikan aktivitas pada protokol x402. Sepanjang akhir pekan 22–23 November 2025, protokol tersebut memproses lebih dari 500.000 transaksi dan mencatat volume transaksi lebih dari $100.000, menurut analisis on-chain dari Rishin Sharma.
Dilaporkan BeInCrypto, pertumbuhan lebih dari 500% secara mingguan ini menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap layanan x402 serta memperkuat reputasi Solana sebagai jaringan berkecepatan tinggi. Para analis menilai lonjakan ini sebagai tanda positif bagi kesehatan ekosistem Solana secara keseluruhan.
huge weekend for x402 activity on @solana –> 500k+ txns / $100k+ volume processed over the weekend, 11/23 saw daily ATHs in both categories –> 500% WoW growth in activity
Developer Ajukan Proposal SIMD-0411 untuk Percepat Disinflasi
Di tengah meningkatnya aktivitas jaringan, pengembang Solana merilis proposal baru bernama SIMD-0411. Proposal ini mengusulkan peningkatan laju disinflasi tahunan dari 15% menjadi 30%, bertujuan mempercepat penurunan inflasi token dari tingkat saat ini, yaitu 4.18%, menuju target jangka panjang 1.5%.
Jika proposal disetujui, target inflasi 1.5% yang sebelumnya diproyeksikan tercapai pada 2032 bisa dipercepat menjadi 2029. Hal tersebut akan mengurangi potensi suplai token hingga 22.3 juta SOL, atau sekitar 3.2% dibandingkan jadwal emisi saat ini.
Kekhawatiran Muncul Terkait Dampak pada Validator Kecil
Meskipun proposal SIMD-0411 mendapat dukungan karena dianggap dapat memberikan kepastian ekonomi jangka panjang dan menciptakan tekanan suplai yang lebih kecil, sejumlah kekhawatiran tetap muncul. Penurunan imbal hasil staking diprediksi dapat membuat 47 validator kecil menjadi tidak lagi menguntungkan dalam tiga tahun ke depan. Para kritikus menilai hal ini berpotensi mengurangi tingkat desentralisasi jaringan dengan memperbesar dominasi validator bermodal besar.
Komunitas Terbelah, Debat Governance Masih Berlanjut
SOLANA IS ABOUT TO GET A WHOLE LOT MORE SCARCE#Solana devs just proposed something big: doubling the disinflation rate so the network reaches its 1.5% terminal inflation twice as fast.
This isn’t a minor update — it’s a full acceleration of Solana’s economic engine.
Pengajuan resmi SIMD-0411 pada 22 November 2025 memicu perdebatan aktif di komunitas. Sebagian mendukung percepatan disinflasi karena diyakini mampu mengurangi tekanan jual dan meningkatkan nilai ekonomi SOL. Namun pihak lain khawatir bahwa dampak jangka panjang terhadap distribusi validator dapat merugikan prinsip desentralisasi.
Keputusan terkait proposal ini diperkirakan akan menentukan arah perkembangan ekosistem Solana dalam beberapa bulan mendatang, termasuk potensi keberlanjutan momentum harga yang saat ini sedang menguat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pergerakan harga Solana (SOL) saat ini berada dalam fase ketidakpastian setelah munculnya pola teknikal yang dikenal sebagai “megaphone pattern” pada grafik harga. Pola ini sering menandakan potensi pergerakan harga besar, namun belum memberikan arah yang jelas apakah akan naik atau turun.
Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$87, dengan sejumlah indikator menunjukkan kombinasi sinyal bullish dan bearish yang membuat pasar berada dalam fase tarik-menarik antara pembeli dan penjual.
Lonjakan Alamat Baru di Jaringan Solana
Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan jaringan Solana mencatat sekitar 1,1 juta alamat baru dalam 24 jam terakhir. Peningkatan ini menunjukkan adanya aktivitas baru di jaringan dan potensi masuknya pengguna baru.
Namun, tren jangka panjang masih menunjukkan perlambatan. Rata-rata alamat baru bulanan memang masih berada di atas rata-rata tahunan, tetapi tren tersebut mulai menurun.
Jika rata-rata bulanan turun di bawah rata-rata tahunan, hal ini dapat menandakan melemahnya aktivitas ekosistem Solana dan penurunan tingkat adopsi jaringan.
Zona Supply dan Demand Tumpang Tindih
Analisis Cost Basis Distribution (CBD) Heatmap menunjukkan adanya tumpang tindih antara zona supply dan demand pada harga Solana saat ini.
Artinya, banyak investor membeli SOL pada harga rendah, tetapi pada saat yang sama area tersebut juga menjadi zona penjualan bagi pemegang lain.
Kondisi ini membuat harga Solana terjebak dalam rentang konsolidasi yang sempit dan sulit menembus level penting.
Pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah pemegang aset memilih mempertahankan posisi atau mulai melakukan aksi jual.
Meski pasar masih belum menunjukkan arah yang jelas, indikator Chaikin Money Flow (CMF) masih berada di atas level nol.
Posisi ini menunjukkan adanya arus dana yang masuk ke Solana, yang dapat menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga dalam jangka pendek.
Jika momentum beli berlanjut, harga SOL berpotensi naik dari level saat ini menuju sekitar US$92.
Menurut Tim Research Tokocrypto, sinyal bullish utama pada gambar datang dari Chaikin Money Flow yang sudah berada di atas nol, menandakan arus modal mulai masuk ke SOL dan membuka peluang breakout jika harga mampu menembus area US$87 lalu US$92.
“Namun risikonya juga jelas: jika tekanan jual berlanjut dan harga jatuh di bawah US$77, setup bullish ini bisa gagal total dan mengubah struktur menjadi breakdown menuju support yang lebih rendah,” tuturnya.
Target Harga Solana
Jika Solana berhasil menembus dan bertahan di atas level US$92, pasar berpotensi melihat pergerakan menuju sekitar US$97. Dalam skenario yang lebih kuat, kenaikan tersebut dapat membuka peluang menuju area psikologis US$100.
Namun risiko penurunan masih tetap ada. Jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah level support sekitar US$81, Solana berpotensi melemah ke US$77.
Penurunan tersebut akan membatalkan skenario bullish dan menandakan kembalinya tren penurunan pada aset kripto tersebut.
Dengan pola megaphone yang masih terbentuk, arah pergerakan Solana dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara tekanan jual dan masuknya arus dana baru ke pasar.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.