Tag: sol

  • ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

    Produk ETF spot Solana kembali menjadi sorotan setelah tetap mencatat arus dana masuk meski harga SOL masih berada dalam tekanan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di pasar: dari mana sebenarnya permintaan terhadap ETF Solana berasal saat aset dasarnya justru melemah?

    Sejak awal tahun, harga Solana tercatat turun lebih dari 31%. Bahkan sejak ETF Solana diluncurkan pada Juli 2025, harga SOL telah merosot sekitar 57%. Meski begitu, produk ETF berbasis Solana tetap mampu menarik minat investor.

    ETF Solana Tetap Catat Arus Dana

    Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, menyebut ETF spot Solana telah mengumpulkan arus masuk sekitar US$1,5 miliar sejak peluncurannya. Menurutnya, angka ini tergolong kuat jika mempertimbangkan kondisi harga SOL yang terus melemah.

    Balchunas menilai, jika disesuaikan dengan kapitalisasi pasar Solana dibandingkan Bitcoin, arus masuk ke ETF Solana setara dengan sekitar US$54 miliar. Angka tersebut bahkan disebut sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan ETF Bitcoin pada tahap peluncuran yang sebanding.

    Ia menilai kondisi ini tidak lazim karena ETF yang diluncurkan saat aset dasarnya sedang turun tajam biasanya sulit mempertahankan inflow dalam jangka panjang.

    Namun tren positif itu mulai menunjukkan gangguan. Dalam tiga sesi perdagangan terakhir, ETF Solana mencatat arus keluar berturut-turut dengan total hampir US$16 juta. Ini menjadi streak arus keluar terpanjang sejak produk tersebut diperdagangkan. Meski demikian, total inflow kumulatif masih berada di sekitar US$955,5 juta.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan pasar, divergensi seperti ini menarik karena mengisyaratkan bahwa lemahnya harga belum tentu berarti minat benar-benar hilang.

    “Jika arus permintaan terstruktur ini berlanjut sementara tekanan jual spot mereda, SOL bisa membangun fondasi akumulasi yang lebih sehat, meski dalam jangka pendek pasar masih akan tetap sensitif terhadap volatilitas dan rotasi likuiditas,” analisanya.

    Baca juga: Harga SOL Anjlok 57%, Tapi ETF Solana Justru Kebanjiran Dana

    Investor Institusi atau Sekadar Perpindahan Aset?

    Di tengah perdebatan pasar, analis riset senior Bloomberg Intelligence, James Seyffart, mengatakan basis investor ETF Solana mencakup sejumlah institusi besar, termasuk market maker dan dana investasi kripto.

    Beberapa nama yang disebut memiliki alokasi besar di produk ini antara lain Electric Capital, Goldman Sachs, Multicoin Capital, dan Morgan Stanley. Seyffart menilai hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar arus dana memang berasal dari investor institusional.

    Ia juga menepis anggapan bahwa arus masuk ETF didorong terutama oleh basis trade atau arbitrase antara pasar futures dan spot. Menurutnya, basis Solana sepanjang 2026 relatif rendah, sehingga kecil kemungkinan strategi itu menjadi pendorong utama.

    Namun tidak semua analis sepakat. Chief Investment Officer Arca, Jeff Dorman, berpendapat bahwa inflow tersebut bisa jadi bukan pembelian baru, melainkan hasil in-kind swap dari pemegang SOL lama yang hanya memindahkan eksposurnya ke bentuk ETF.

    Seyffart mengakui bahwa modal awal dan sebagian inflow awal kemungkinan memang berasal dari perpindahan eksposur semacam itu. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak seluruh arus dana berasal dari swap dan masih ada pembelian riil yang cukup signifikan.

    Tekanan Pasar Masih Membayangi

    Pergerakan ETF Solana juga tidak terlepas dari kondisi pasar global yang sedang dibayangi sentimen risk-off akibat ketegangan geopolitik. Tekanan ini turut memengaruhi aset kripto lain dan pasar ekuitas.

    Dalam periode yang sama, ETF Ethereum dan XRP juga mengalami tiga hari arus keluar berturut-turut. Sementara itu, ETF Bitcoin justru mencatat inflow sebesar US$167,03 juta pada 9 Maret, setelah sempat mengalami dua hari arus keluar.

    Meski pasar masih bergejolak, harga Solana pada 10 Maret tercatat naik hampir 4% dalam sehari ke kisaran US$86,7. Kenaikan ini memberi sedikit ruang optimisme, meski belum cukup untuk membalikkan tren turun yang terjadi sejak awal tahun.

    Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah pemulihan harga SOL dapat kembali mendorong arus dana segar ke ETF, atau justru tekanan keluar masih akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Anjlok 57%, Tapi ETF Solana Justru Kebanjiran Dana

    Harga Solana (SOL) memang mengalami penurunan tajam sejak peluncuran ETF Solana di Amerika Serikat pada Juli 2025. Namun menariknya, produk investasi berbasis ETF tersebut justru masih mencatat arus dana yang kuat.

    Analis ETF Bloomberg Eric Balchunas menyebut ETF Solana berhasil mengumpulkan sekitar US$1,5 miliar arus masuk sejak peluncurannya. Hal ini terjadi meskipun harga token SOL telah turun lebih dari 57% dalam periode yang sama.

    Menurut Balchunas, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan minat investor institusional terhadap Solana.

    “Sekitar 50% arus dana ETF berasal dari investor institusional. Ini menunjukkan basis investor yang serius dan merupakan sinyal positif untuk masa depan,” ujarnya.

    ETF Solana Catat Kinerja Kuat

    Dilaporkan Cointelegraph, jika disesuaikan dengan kapitalisasi pasar, kinerja ETF Solana bahkan disebut melampaui Bitcoin pada tahap awal peluncurannya.

    Dengan kapitalisasi pasar Solana sekitar US$50 miliar dibandingkan Bitcoin yang mencapai sekitar US$1,4 triliun, arus dana ETF Solana setara dengan sekitar US$54 miliar dalam skala Bitcoin.

    Angka tersebut sekitar dua kali lipat dibandingkan arus dana yang diterima ETF Bitcoin pada periode yang sama setelah peluncurannya.

    Balchunas menilai angka tersebut cukup mengesankan mengingat kondisi pasar Solana yang sedang mengalami penurunan harga.

    Biasanya, ETF yang diluncurkan saat harga aset dasar turun tajam akan kesulitan menarik dana investor.

    “Jika sebuah aset turun 57% dalam enam bulan pertama, biasanya hampir mustahil bagi ETF untuk tetap mendapatkan arus masuk dana,” kata Balchunas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, resiliensi institusi di SOL jauh lebih kuat dari ritel. Meski harga lumat, inflow tetap stabil.

    “Ini sinyal kalau big money nggak peduli sama volatilitas jangka pendek dan lebih fokus ke akumulasi jangka panjang. SOL bukan cuma mainan memecoin lagi,” ungkapnya.

    Baca juga: Solana Tiba-Tiba Meledak 14%, Aktivitas Jaringan Jadi Pemicu?

    Pergerakan Dana ETF Masih Stabil

    Meski secara umum masih mencatat arus dana positif, ETF Solana sempat mengalami arus keluar bersih pertama dalam lebih dari satu bulan pada Kamis, dengan sekitar US$6 juta keluar dari enam produk ETF yang tersedia.

    Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah ETF Solana mencatat arus masuk bersih sekitar US$19 juta.

    Hal ini menunjukkan bahwa meskipun minat investor masih kuat, volatilitas tetap terjadi dalam aliran dana ETF.

    Harga SOL Masih Tertekan

    Harga Solana sendiri masih berada jauh di bawah rekor tertingginya. Token ini sempat mencapai all-time high di sekitar US$293 pada Januari 2025 ketika tren memecoin mendorong aktivitas jaringan.

    Saat ini SOL diperdagangkan di kisaran US$88, atau sekitar 70% lebih rendah dari puncak tersebut.

    Sejak awal 2026, harga Solana juga telah turun hampir 30%, mencerminkan tekanan yang masih terjadi di pasar altcoin secara umum.

    Meski demikian, kuatnya arus dana ke ETF menunjukkan sebagian investor institusional masih melihat potensi jangka panjang pada ekosistem Solana.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Tiba-Tiba Meledak 14%, Aktivitas Jaringan Jadi Pemicu?

    Harga Solana (SOL) mencatat lonjakan signifikan sebesar 14% dalam 24 jam terakhir, mengakhiri fase konsolidasi yang berlangsung hampir empat minggu. Reli ini membawa SOL menembus kisaran harga sebelumnya di antara US$77 hingga US$88, sekaligus menghidupkan kembali sentimen positif di pasar.

    Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$90,5 dan berhasil bertahan di atas level support baru di US$88. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas jaringan serta dukungan investor yang kembali mengalir ke ekosistem Solana.

    Alamat Baru Solana Naik 17%

    Salah satu faktor utama yang mendorong reli SOL adalah meningkatnya jumlah alamat baru di jaringan Solana. Dalam dua minggu terakhir, jumlah alamat baru harian naik sekitar 17%, dari 7,42 juta menjadi sekitar 8,7 juta.

    Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi pengguna dan minat terhadap jaringan Solana. Pertumbuhan alamat baru sering dianggap sebagai indikator masuknya modal baru ke dalam ekosistem kripto.

    Semakin banyak pengguna yang berinteraksi dengan jaringan, semakin besar potensi permintaan terhadap token SOL.

    Baca juga: Sinyal Balik Arah Solana Muncul, Tapi Data Ini Peringatkan Koreksi 7–10%

    Tekanan Beli Mulai Menguat

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Money Flow Index (MFI), yang mengukur tekanan beli dan jual berdasarkan volume transaksi, juga menunjukkan perbaikan signifikan.

    Setelah sebelumnya berada dalam fase tekanan jual, MFI kini kembali masuk ke wilayah positif. Hal ini menandakan bahwa aliran modal mulai kembali masuk ke Solana dan permintaan mulai mengungguli tekanan jual.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga SOL tidak semata dipicu oleh spekulasi jangka pendek, tetapi juga oleh peningkatan aktivitas dan minat investor terhadap jaringan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan alamat baru adalah bukti aktivitas real network, bukan cuma spekulasi. Kalau 8 bertahan, target berikutnya 7.

    “Solana ngebuktiin dirinya masih jadi “center of attention” buat on-chain activity meskipun market lagi tertekan,” jelasnya.

    Dominasi Whale Sedikit Menurun

    Di sisi lain, data distribusi suplai menunjukkan perubahan kecil dalam dominasi pemegang besar atau whale. Investor yang memegang lebih dari 100.000 SOL tercatat sedikit mengurangi kepemilikannya dalam dua minggu terakhir.

    Porsi suplai yang mereka kuasai turun dari sekitar 59% menjadi 58,6%. Hal ini mengindikasikan sebagian whale menjual aset mereka saat reli terjadi.

    Namun penjualan tersebut tampaknya diserap oleh investor yang lebih kecil dan alamat baru di jaringan, sehingga membantu menjaga stabilitas harga.

    Level Penting Harga SOL

    Setelah menembus kisaran konsolidasi, Solana kini menghadapi resistance berikutnya di sekitar US$97. Jika momentum kenaikan tetap terjaga, harga berpotensi melanjutkan reli menuju US$105 dalam jangka pendek.

    Namun skenario bullish ini dapat berubah jika tekanan jual kembali meningkat. Penurunan di bawah level support US$88 berpotensi membawa harga kembali ke area konsolidasi sebelumnya di sekitar US$77.

    Jika support tersebut juga gagal dipertahankan, harga SOL berpotensi turun lebih dalam menuju sekitar US$67.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Balik Arah Solana Muncul, Tapi Data Ini Peringatkan Koreksi 7–10%

    Harga Solana (SOL) mulai menunjukkan tanda-tanda potensi pembalikan tren setelah beberapa minggu berada di bawah tekanan. Meski masih turun sekitar 13% dalam sebulan terakhir, sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan kemungkinan pemulihan mulai terbentuk.

    Namun di saat yang sama, satu metrik penting juga meningkat dan secara historis sering mendahului koreksi harga sekitar 7% hingga 10%. Kondisi ini membuat pergerakan Solana dalam waktu dekat berpotensi tetap volatil sebelum arah tren yang lebih jelas terbentuk.

    Sinyal Bullish Divergence Muncul

    Salah satu sinyal awal pembalikan berasal dari struktur momentum pada grafik harga Solana. Antara 28 Januari hingga 1 Maret, harga SOL membentuk lower low, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) mencatat higher low.

    Dikutip BeInCrypto, pola ini dikenal sebagai bullish divergence, yang biasanya muncul ketika tekanan jual mulai melemah dalam tren turun.

    Setelah sinyal tersebut muncul, harga Solana sempat naik sekitar 10% sebelum kembali kehilangan momentum akibat volatilitas pasar yang lebih luas. Struktur bullish ini masih dianggap valid selama harga tetap berada di atas swing low yang terbentuk pada 1 Maret.

    Selain itu, Solana juga sedang menguji level 20-day Exponential Moving Average (EMA), indikator yang sering digunakan untuk mengidentifikasi perubahan momentum jangka pendek. Pada awal Januari, penembusan level ini sempat memicu reli sekitar 17%.

    Holder Jangka Panjang Tambah Akumulasi

    Data on-chain dari Glassnode menunjukkan investor jangka panjang mulai meningkatkan akumulasi. Metrik Hodler Net Position Change menunjukkan peningkatan posisi dari sekitar 642.906 SOL menjadi 819.114 SOL antara 1 hingga 3 Maret.

    Kenaikan sekitar 27% dalam dua hari ini menunjukkan investor berpengalaman mulai menambah eksposur meskipun kondisi pasar masih bergejolak.

    Namun akumulasi dari investor jangka panjang tidak selalu menjamin pemulihan harga berjalan mulus.

    Peringatan dari Holder Jangka Pendek

    Indikator Short-Term Holder Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) menunjukkan kerugian investor jangka pendek mulai berkurang. Nilainya naik dari -0,71 menjadi -0,49 sejak 23 Februari.

    Secara historis, kondisi ini sering memicu tekanan jual karena trader yang sebelumnya mengalami kerugian cenderung menjual aset saat harga kembali mendekati titik impas.

    Contoh serupa terjadi pada 24 Februari ketika NUPL mencapai sekitar -0,50 dan harga Solana berada di US$88. Dalam tiga hari berikutnya, harga turun sekitar 7%.

    Peristiwa lain terjadi pada 6 Februari ketika harga berada di sekitar US$87 dan kemudian turun hampir 10% dalam enam hari.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, zona $86-$89 menjadi filter krusial bagi kelanjutan tren SOL untuk mencapai kembali target psikologis $101.

    “Jika gagal menembus area klaster suplai tersebut, risiko koreksi menuju $77 tetap terbuka lebar,” jelasnya.

    Zona Resistance Penting di US$86–US$89

    Data distribusi harga menunjukkan klaster suplai besar di kisaran US$86 hingga US$88, di mana sekitar 14,19 juta SOL sebelumnya diakumulasi.

    Zona ini berpotensi menjadi resistance kuat karena investor yang membeli di area tersebut mungkin menjual ketika harga kembali mendekati titik impas.

    Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$83, tepat di bawah area resistance tersebut.

    Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas US$89, potensi kenaikan menuju US$92, US$96, hingga US$101 dapat terbuka.

    Namun jika gagal menembus resistance dan turun di bawah support US$82, harga berpotensi kembali menguji area US$77, yang akan mencerminkan koreksi sekitar 7–10%.

    Dengan kombinasi sinyal pembalikan dan potensi tekanan jual jangka pendek, arah harga Solana dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar menembus zona resistance utama tersebut.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tekanan Jual Solana Meningkat, Level US$77 Jadi Penentu Nasib Harga

    Harga Solana (SOL) menghadapi tekanan jual yang semakin kuat setelah arus masuk ke bursa meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Jika level support penting di US$77 ditembus, analis memperingatkan bahwa harga SOL berpotensi turun hingga 38%.

    Saat ini, Solana diperdagangkan di sekitar US$83 dan masih bergerak dalam rentang konsolidasi antara US$77 hingga US$87 selama beberapa minggu terakhir. Namun indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan risiko penurunan yang semakin besar.

    Profit Holder Jangka Pendek Naik

    Dilaporkan BeInCrypto, salah satu sinyal yang memicu kekhawatiran berasal dari indikator LTH vs STH Net Unrealized Profit/Loss (NUPL). Data menunjukkan keuntungan yang belum direalisasikan milik holder jangka pendek (short-term holders/STH) terus meningkat sejak Februari.

    Kelompok investor ini dikenal cenderung menjual lebih cepat ketika berada dalam posisi profit. Kenaikan profit STH dapat memicu tekanan jual tambahan di pasar.

    Sebaliknya, pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH) belum menunjukkan peningkatan profit yang signifikan. Kondisi ini berarti dukungan stabilisasi dari investor jangka panjang relatif terbatas.

    Jika LTH ikut melakukan aksi jual, tekanan terhadap harga Solana dapat meningkat lebih tajam.

    Baca juga: Solana Siap Rebound 5%? Level US$87 Jadi Penentu Reli Lebih Besar

    Arus Masuk ke Bursa Menguat

    Indikator Exchange Net Position Change juga menunjukkan tren kenaikan arus masuk SOL ke bursa selama empat minggu terakhir. Peningkatan inflow ke bursa sering dianggap sebagai sinyal bahwa investor mempersiapkan penjualan.

    Kombinasi meningkatnya profit holder jangka pendek dan arus masuk ke bursa memperkuat sentimen bearish terhadap Solana dalam jangka pendek.

    Jika tren ini berlanjut, tekanan jual dapat semakin memperbesar kemungkinan penurunan harga.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Jika outflow bursa tidak berubah, potensi likuidasi jangka pendek meningkat. Level $77 harus defended agar tidak terjadi cascade selling.

    Pola Bearish Flag Muncul

    Secara teknikal, grafik Solana menunjukkan pola bearish flag, pola lanjutan yang sering mengindikasikan penurunan lanjutan setelah fase konsolidasi.

    Jika harga turun di bawah support US$77, pola ini dapat mengarah pada penurunan sekitar 38%, dengan target harga di area US$51. Sebelum mencapai level tersebut, SOL kemungkinan akan menguji support di US$64 dan US$57.

    Penurunan lebih lanjut bahkan dapat membawa harga menuju US$45 jika tekanan jual semakin kuat.

    Namun skenario bearish ini dapat dibatalkan jika sentimen pasar berubah. Jika SOL berhasil menembus resistance di US$88 dan US$96, harga berpotensi kembali naik menuju US$100 dan mencetak level tertinggi bulanan.

    Untuk saat ini, level US$77 menjadi batas krusial yang akan menentukan apakah Solana mampu mempertahankan konsolidasi atau memasuki fase penurunan yang lebih dalam.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Siap Rebound 5%? Level US$87 Jadi Penentu Reli Lebih Besar

    Harga Solana (SOL) bergerak di kisaran US$83 setelah turun sekitar 4% dalam 24 jam terakhir. Meski terlihat lebih lemah secara harian, dalam sepekan terakhir SOL masih mencatat kenaikan hampir 8%, menunjukkan ketahanan relatif dibandingkan sejumlah aset kripto utama.

    Dikutip BeInCrypto, sejumlah indikator teknikal dan data derivatif kini mengarah pada potensi rebound jangka pendek sekitar 5%. Namun, analis menilai satu level kunci akan menentukan apakah pantulan tersebut berhenti sementara atau berkembang menjadi reli lebih besar.

    Pola Bullish dan Divergensi RSI Muncul

    Pada grafik 12 jam, SOL membentuk pola inverse head and shoulders, struktur teknikal yang kerap muncul menjelang pembalikan tren turun. Setelah membentuk bahu kanan pada 28 Februari, harga sempat melonjak hampir 15% sebelum kembali tertahan di area resistance.

    Level yang kembali menjadi penghalang adalah exponential moving average (EMA) 20 periode. Sejak akhir Januari, SOL beberapa kali gagal menembus garis ini. Satu-satunya penembusan bersih pada 25 Februari memicu reli sekitar 11%.

    Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bullish divergence. Antara 31 Januari hingga 1 Maret, harga mencetak lower low, tetapi RSI justru membentuk higher low, mengindikasikan tekanan jual mulai melemah.

    Selama SOL mampu bertahan di atas swing low terbaru di US$81, struktur pantulan jangka pendek masih dinilai valid.

    Potensi Short Squeeze di Area US$85

    Data likuidasi menunjukkan sekitar 63% posisi leverage satu hari di Binance berada di sisi short. Nilai potensi likuidasi short mencapai sekitar US$66 juta, dibandingkan posisi long sekitar US$39 juta.

    Klaster likuidasi terbesar berada di sekitar US$85. Dengan harga saat ini di US$83, pergerakan naik menuju area tersebut dapat memicu short squeeze, yakni penutupan paksa posisi short yang justru mempercepat kenaikan harga.

    Namun, reli berbasis likuidasi saja jarang berkelanjutan tanpa dukungan pembeli riil.

    Holder Jangka Pendek Mulai Kembali

    Data HODL Waves menunjukkan peningkatan kepemilikan pada kelompok holder 1 minggu hingga 1 bulan, serta 1 hari hingga 1 minggu. Kelompok ini kerap masuk mendekati titik dasar lokal sebelum terjadi pantulan harga.

    Pola serupa terlihat pada 24 Februari, yang kemudian diikuti kenaikan dari US$79 ke US$88 dalam satu hari.

    US$87 Jadi Garis Penentu

    Level paling krusial kini berada di sekitar US$87. Area ini bertepatan dengan retracement Fibonacci 0,618 sekaligus klaster akumulasi sekitar 11,7 juta SOL di rentang US$86–US$87. Banyak pemegang berpotensi menjual di area tersebut untuk impas.

    Jika harga tertahan di US$87, rebound sekitar 5% akan tetap terkonfirmasi. Namun jika level ini berhasil ditembus secara meyakinkan, peluang terbuka menuju US$90 hingga US$93.

    Di atas US$99, yang sejalan dengan neckline pola bullish, SOL bahkan berpotensi mengarah ke US$120 dalam skenario lanjutan.

    Sebaliknya, penurunan di bawah US$80 dapat melemahkan struktur bullish jangka pendek, dan penembusan di bawah US$75 akan membatalkan skenario rebound.

    Untuk saat ini, pasar menanti apakah Solana hanya akan mencatat pantulan teknikal terbatas atau memulai fase reli yang lebih luas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Jika reclaim EMA 20 dan tembus $85, squeeze bisa mempercepat rally; kalau $81 jebol, setup invalid dan downside lanjut.

    “Konfirmasi terbaik datang dari breakout yang diikuti follow-through volume, bukan divergence doang,” ungkapnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 3 Altcoin Terancam Likuidasi Besar Awal Maret, SOL Masuk Zona Rawan

    Pasar altcoin menunjukkan tanda-tanda keseimbangan harga di tengah ketegangan geopolitik global. Namun, kondisi ini justru meningkatkan risiko terjadinya likuidasi besar pada posisi leveraged di awal Maret. Sejumlah analis menyoroti Solana (SOL), XRP, dan Tether Gold (XAUT) sebagai tiga aset yang berpotensi memicu gelombang likuidasi baik di posisi long maupun short.

    Secara umum, total open interest pasar kripto turun dari lebih dari US$120 miliar di awal tahun menjadi sekitar US$94 miliar saat ini. Trader derivatif jangka pendek tampak mengurangi leverage dan lebih berhati-hati, sembari menunggu arah tren yang lebih jelas.

    Solana (SOL): Breakout Bisa Picu Likuidasi Ratusan Juta Dolar

    Dilaporkan BeInCrypto, SOL bergerak sideways di sekitar US$84 sejak awal Februari, mencerminkan fase kompresi volatilitas. Pola seperti ini sering kali mendahului pergerakan harga besar.

    Indikator Buy/Sell Pressure Delta untuk Solana berubah negatif dan turun tajam. Secara historis, sinyal ini dapat menandai dua skenario: pembentukan dasar sebelum reli kuat, atau awal tren bearish signifikan seperti pada 2022.

    Peta likuidasi tujuh hari dari Coinglass menunjukkan jika SOL turun ke US$74, potensi likuidasi posisi long bisa mencapai US$376 juta. Sebaliknya, jika harga melonjak ke US$95, likuidasi posisi short dapat menyentuh US$450 juta.

    Baca juga: Whale Diam-Diam Borong 3 Altcoin Ini Jelang Maret 2026, Sinyal Reli?

    XRP: Tekanan Jual dan Musim Kuat Bertabrakan

    XRP saat ini bertahan di sekitar US$1,35 meskipun ada sentimen negatif dari ketegangan antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Data historis menunjukkan Maret rata-rata memberikan imbal hasil 18% bagi XRP selama 12 tahun terakhir, menjadikannya bulan terkuat di kuartal pertama.

    Namun, data on-chain mencatat 472 juta XRP senilai sekitar US$652 juta dipindahkan ke Binance dalam sepekan terakhir. Cadangan XRP di bursa menunjukkan tanda-tanda kenaikan setelah berbulan-bulan menurun.

    Peta likuidasi menunjukkan jika XRP turun ke US$1,20, posisi long berpotensi dilikuidasi lebih dari US$125 juta. Sebaliknya, jika naik ke US$1,50, posisi short berisiko likuidasi lebih dari US$157 juta.

    Tether Gold (XAUT): Lonjakan Emas Tingkatkan Risiko

    Tether Gold (XAUT), token berbasis emas fisik, juga menjadi sorotan seiring kenaikan harga emas global. Total open interest XAUT baru-baru ini melampaui US$800 juta.

    Karena harga XAUT sangat bergantung pada harga emas, peningkatan leverage di tengah reli emas meningkatkan potensi likuidasi. Di Bybit saja, jika XAUT menembus US$5.600 dan mencetak rekor baru, posisi short bisa menghadapi likuidasi lebih dari US$61 juta. Sebaliknya, jika harga turun ke US$5.000, posisi long berpotensi kehilangan lebih dari US$90 juta.

    Jika data dari Binance turut diperhitungkan, nilai likuidasi bisa lebih besar lagi. XAUT bahkan telah masuk dalam 10 besar pasangan kontrak perpetual terpopuler di Binance.

    Menanti Arah Tren Selanjutnya

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan prediksi arah, tapi peringatan bahwa break dari range sempit bisa memicu cascade dan slippage tinggi. Strateginya sizing/hedge dan waspada area “liquidation magnet” yang sering dituju harga jangka pendek.

    Meskipun altcoin tidak mengalami arus keluar besar akibat ketegangan geopolitik akhir pekan lalu, kondisi harga yang berada di titik keseimbangan justru meningkatkan potensi pergerakan tajam berikutnya.

    Dengan leverage yang terkonsentrasi pada aset kapitalisasi besar dan token berbasis aset nyata seperti emas, pasar tampak berada di ambang fase volatilitas baru. Pergerakan harga signifikan dalam beberapa hari ke depan berpotensi memicu likuidasi besar di kedua sisi pasar.

    Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Mengunci di Range Sempit, US$100 Kembali Terlihat?

    Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda potensi lonjakan volatilitas setelah hampir empat pekan bergerak dalam rentang sempit. Saat ini, SOL diperdagangkan di kisaran US$85 dan masih terjebak dalam area konsolidasi antara US$77 hingga US$88.

    Pergerakan sideways yang berkepanjangan ini membuat volatilitas semakin terkompresi. Analis menilai kondisi tersebut kerap menjadi fase sebelum terjadi pergerakan harga besar, baik ke atas maupun ke bawah.

    Alamat Baru Naik 1,4 Juta

    Data on-chain menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas jaringan Solana. Dalam 12 hari terakhir, jumlah alamat baru harian bertambah sekitar 1,4 juta, sehingga totalnya mencapai 8,6 juta alamat.

    Dilaporkan BeInCrypto, lonjakan partisipasi ini mencerminkan meningkatnya keterlibatan pengguna di ekosistem Solana. Masuknya pengguna baru berpotensi menambah likuiditas dan memperkuat fondasi fundamental, yang dapat mendukung upaya breakout harga jika tren ini berlanjut.

    Di sisi lain, metrik HODLer Net Position Change menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang masih mempertahankan posisi mereka. Meskipun laju akumulasi melambat, tren keseluruhan tetap mencerminkan posisi bersih positif. Ketahanan investor jangka panjang ini membantu menjaga harga tetap stabil dalam fase konsolidasi.

    Namun, perlambatan momentum beli menjadi catatan penting. Jika pemegang jangka panjang mulai beralih ke distribusi, tekanan turun dapat meningkat dan mengganggu keseimbangan harga saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, squeeze volatilitas biasanya jadi awal pergerakan besar. Kalau tembus 8, target berikutnya 7. Sebaliknya, kalau HODLers mulai distribusi, 7 jadi support kritis yang harus dijaga.

    Baca juga: Solana Melonjak 10%, Target $110 Terbuka, Apakah SOL Tembus $100?

    Bollinger Bands Isyaratkan Lonjakan Volatilitas

    Dari sisi teknikal, indikator Bollinger Bands menunjukkan penyempitan (squeeze), sinyal klasik yang sering mendahului ekspansi volatilitas. Kondisi ini memperkuat kemungkinan terjadinya breakout dalam waktu dekat.

    Jika momentum bullish muncul bersamaan dengan pelepasan volatilitas, SOL berpotensi menembus resistensi US$88 dan bergerak menuju US$97. Penembusan berkelanjutan di atas US$97 dapat membuka jalan kembali ke atas US$100, memulihkan sentimen positif yang lebih luas.

    Sebaliknya, jika tekanan beli tidak cukup kuat, harga kemungkinan tetap bergerak dalam rentang saat ini. Penurunan di bawah support US$77 akan membuka ruang menuju US$67 sebagai level kunci berikutnya, sekaligus membatalkan skenario bullish jangka pendek.

    Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan dan sinyal teknikal yang mengarah pada ekspansi volatilitas, pasar kini menantikan arah pergerakan berikutnya. Level US$77 dan US$88 menjadi batas penentu arah Solana dalam jangka pendek.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Melonjak 10%, Target $110 Terbuka, Apakah SOL Tembus $100?

    Harga Solana (SOL) memimpin pemulihan pasar kripto dengan lonjakan 10% dalam 24 jam terakhir, memicu spekulasi bahwa level US$100 bisa segera tercapai. Sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan potensi kenaikan lanjutan menuju area US$110–US$115.

    Pada perdagangan Rabu, SOL sempat menyentuh level intraday US$86, naik dari posisi terendah dua minggu di US$75 sehari sebelumnya. Kenaikan ini terjadi seiring pemulihan pasar kripto secara keseluruhan.

    Open Interest dan Likuidasi Short Meningkat

    Reli harga SOL dibarengi lonjakan aktivitas derivatif. Open interest futures Solana naik lebih dari 5% menjadi US$5,27 miliar, mencerminkan meningkatnya partisipasi pasar.

    Dalam 24 jam terakhir, likuidasi posisi short SOL tercatat mencapai US$15,4 juta. Tekanan likuidasi ini mengindikasikan dorongan beli yang kuat dari sisi permintaan.

    Selain itu, ETF spot Solana berbasis Amerika Serikat mencatat arus masuk bersih sebesar US$40 juta sejak 9 Februari. Arus dana ini dinilai memperkuat sentimen positif terhadap SOL di tengah pemulihan pasar.

    Secara umum, kapitalisasi pasar kripto global naik 4% menjadi US$2,28 triliun. Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$66.800 atau naik 5% dalam 24 jam, sementara Ether menguat sekitar 8% ke area US$1.990.

    Baca juga: Solana ETF Masuk US$30 Juta Tertinggi 2,5 Bulan, Tapi Harga SOL Lemah?

    Breakout Pola Segitiga Arahkan ke US$110

    Dari sisi teknikal, grafik enam jam SOL/USD menunjukkan breakout dari pola symmetrical triangle. Pola ini sering diartikan sebagai sinyal kelanjutan tren setelah fase konsolidasi.

    Dilaporkan Cointelegraph, untuk menjaga momentum kenaikan, harga perlu ditutup di atas simple moving average (SMA) 100-hari di sekitar US$86. Jika level ini mampu dipertahankan, target pengukuran pola mengarah ke US$110, yang bertepatan dengan SMA 50-hari. Target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 28% dari level saat ini.

    Penutupan harian di atas exponential moving average (EMA) 20-hari di sekitar US$88 dapat membuka ruang menuju US$95 dan selanjutnya US$117.

    Data distribusi harga realisasi dari Glassnode menunjukkan aktivitas beli historis di atas US$85 relatif terbatas. Artinya, hanya sedikit pemegang SOL yang memiliki harga pokok di atas area tersebut, sehingga potensi tekanan jual jangka pendek dinilai lebih rendah.

    Level resistensi signifikan berikutnya berada di sekitar US$115, di mana sebelumnya sekitar 22 juta SOL sempat diakumulasi.

    Dengan kombinasi breakout teknikal, arus masuk ETF, serta tekanan likuidasi short, Solana kini menjadi salah satu altcoin dengan momentum pemulihan paling kuat. Namun, keberlanjutan tren naik akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan area di atas US$86–US$88 dalam waktu dekat.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, SOL kembali menunjukkan kekuatannya sebagai aset ‘high-beta’ yang paling responsif saat market rebound.

    “Inflow ETF yang konsisten meskipun market sedang ‘Fear’ menandakan adanya akumulasi institusional yang kuat di ekosistem Solana. Secara teknikal, jalan menuju 10 terbuka lebar karena minimnya resistensi historis di area 5-15,” ungkapnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Anjlok 45%! Solana Nyaris Ambruk, Tapi Sinyal Rebound Mulai Muncul

    Solana (SOL) sedang memasuki fase paling krusial di akhir 2025. Setelah mengalami penurunan brutal hingga 45 persen dari puncaknya di Oktober, harga kini mencoba bertahan di sekitar 130 dolar. Meski trendline utama yang menopang pemulihan sejak April sudah jebol, pasar menunjukkan tanda-tanda menarik: bukan panik, tetapi reposisi.

    Apakah ini awal dari pemulihan besar atau jeda sebelum penurunan yang lebih dalam?

    Penurunan Tajam, Tapi Solana Menolak Tumbang

    Solana terperosok tajam setelah menembus ascending trendline,struktur teknikal paling penting dalam beberapa kuartal terakhir. Begitu garis itu patah, harga jatuh menembus EMA 20, EMA 50, dan EMA 100 tanpa perlawanan berarti.

    Kini, semua EMA tersebut menumpuk antara 145–166 dolar, membentuk zona resistensi besar yang harus dilewati untuk memulai pemulihan. Namun, di balik tekanan bearish, ada titik terang.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 24 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Zona Support Kuat: 118–122 dolar

    Pembeli terus muncul di area ini, yang sejak Juni menjadi pondasi likuiditas utama. Reaksi harga di sekitar 130 dolar kali ini terlihat lebih rapi dan stabil, menandakan adanya akumulasi jangka panjang.

    Harga yang bergerak di sepanjang Bollinger Band bawah menunjukkan volatilitas tinggi. Sentimen tetap bearish, tetapi tekanan jual mulai mereda. Higher low pertama akan terkonfirmasi jika SOL mampu menutup hari di atas 134 dolar.

    Baca juga: Solana Menahan Support $123: Rebound ke $146 atau Terjun Bebas?

    Derivatif dan Aliran Dana: Ada Kehidupan di Dalam Pasar

    Salah satu faktor yang menahan keruntuhan lebih dalam adalah data derivatif dan on-chain.

    Outflow Mulai Mengecil

    Dilaporkan Trader Unions, Coinglass mencatat outflow besar sepanjang November, termasuk 15,7 juta dolar pada 24 November. Namun, nilainya kini menurun seiring harga mendekati 130 dolar, menandakan tekanan jual dari pemegang lama mulai berkurang.

    Open Interest Tetap Tinggi

    Meskipun harga jatuh, open interest tetap stabil di 6,9 miliar dolar. Pada kondisi breakdown, open interest biasanya ikut anjlok karena long dilikuidasi massal. Tapi yang terjadi justru sebaliknya:

    • Volume futures naik lebih dari 40 persen
    • Volume opsi naik lebih dari 50 persen
    • Long/short ratio pasar umum berada pada level netral 0,99
    • Top trader Binance menunjukkan rasio di atas 4,5, menandakan keyakinan pada potensi rebound

    Profil ini lebih menunjuk pada reposisi taktis, bukan kapitulasi. Market maker dan trader besar tampaknya sedang membangun kembali posisi, bukan keluar dari pasar.

    Level-Level Penting yang Akan Menentukan Arah Solana

    Support

    • 122 dolar
    • 118 dolar
    • Jika 118 dolar jebol, target berikutnya adalah 105 dolar

    Resistance

    • 134 dolar sebagai konfirmasi awal stabilisasi
    • 145 dolar sebagai penghalang besar pertama (EMA 20)
    • 166 dolar untuk pengujian tren menengah (EMA 50)
    • 179 dolar untuk pembalikan tren makro (EMA 200)

    Jika Solana menutup di atas 145 dolar, kemungkinan short squeeze meningkat dan membuka jalan bagi pemulihan yang lebih kuat.

    Outlook: Rebound atau Turun Lebih Dalam?

    Saat ini Solana berada dalam fase koreksi, bukan kehancuran struktural. Pemegang jangka panjang masih melakukan akumulasi, derivatif menunjukkan reposisi aktif, dan harga mendekati zona akumulasi besar di 118–130 dolar.

    Jika zona ini berhasil menjadi fondasi baru dan harga mampu menembus 145 dolar, fase pemulihan dapat dimulai. Namun, jika support 118 dolar gagal dipertahankan, Solana berisiko memasuki penurunan menuju 105 dolar.

    Pertarungan terbesar Solana tahun ini sedang berlangsung, dan beberapa hari ke depan bisa menentukan arah tren jangka menengahnya.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com