Tag: solana

  • SOL Turun 55% dari Puncak, tapi ETF Solana Justru Panen Inflow

    Solana-linked exchange-traded funds (ETF) mencatat arus masuk dana selama tujuh hari berturut-turut, meski harga token SOL terus melemah dan pasar kripto secara umum berada dalam tekanan. Data Farside Investors menunjukkan sekitar US$16,6 juta mengalir ke ETF Solana pada Selasa lalu, menjadi hari terkuat dalam rangkaian inflow tersebut. Secara total, net inflow mencapai US$674 juta dalam tujuh hari.

    Dilaporkan Financial Feeds, ETF Solana mulai diluncurkan awal tahun ini. Produk pertama adalah ETF SOL staking milik REX-Osprey pada Juli, disusul ETF Bitwise BSOL yang meluncur pada Oktober. Analis ETF Bloomberg, James Seyffart, menyebut produk Bitwise sebagai salah satu peluncuran ETF paling menonjol sepanjang 2025.

    Arus Dana ETF Solana

    Arus dana yang berlanjut ini mencerminkan permintaan yang tetap kuat dari investor institusional dan keuangan tradisional, meski aktivitas onchain Solana dan performa harga tokennya melemah. Total value locked (TVL) di jaringan Solana tercatat menurun seiring koreksi pasar, sementara harga SOL masih jauh di bawah puncak awal 2025.

    Berdasarkan data Nansen, kapitalisasi pasar SOL turun lebih dari 2% dalam sepekan terakhir. Open interest pada perpetual futures berada di kisaran US$447 juta, menandakan partisipasi derivatif yang relatif stabil meskipun harga spot turun. Secara keseluruhan, SOL telah anjlok hampir 55% dari all-time high sekitar US$295 yang tercapai pada Januari, reli yang kala itu turut dipicu peluncuran memecoin Trump di jaringan Solana.

    Secara teknikal, SOL diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan 365 hari sejak November dan masih sekitar 47% di bawah puncak lokal US$253 pada September. Sepanjang Desember, penjual konsisten mempertahankan area resistensi US$140–US$145, membuat harga berulang kali gagal menembus zona tersebut meski ETF AS telah hadir dan diskusi soal adopsi blockchain oleh regulator semakin intens.

    Analisis Harga Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 14 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 14 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analis menilai, arus dana ETF tidak selalu mencerminkan sentimen jangka pendek. Untuk Solana, inflow ini menunjukkan bahwa institusi membangun eksposur jangka panjang melalui produk teregulasi, alih-alih berspekulasi pada pergerakan harga harian. ETF memungkinkan investor mendapatkan eksposur SOL tanpa harus berurusan langsung dengan bursa kripto, kustodi, atau dompet mandiri.

    Momentum ini juga beriringan dengan meningkatnya perhatian terhadap integrasi blockchain dalam sistem keuangan. Pada Kamis lalu, Ketua SEC Paul Atkins menyatakan bahwa “pasar keuangan AS siap bergerak ke onchain,” mengindikasikan potensi adopsi infrastruktur berbasis blockchain dalam penyelesaian transaksi dan tokenisasi aset.

    Menjelang akhir 2025, Solana berada di persimpangan sinyal yang berlawanan. Di satu sisi, investasi melalui ETF terus meningkat. Di sisi lain, harga token dan aktivitas onchain masih melemah. Ketidakmampuan SOL menembus resistensi utama menjaga tekanan sentimen pasar.

    Namun, derasnya inflow ETF menunjukkan bahwa sebagian investor institusional memandang level harga saat ini sebagai peluang akumulasi jangka panjang. Dalam jangka dekat, pergerakan SOL akan sangat bergantung pada kemampuannya bertahan di area support serta pemulihan aktivitas DeFi, NFT, dan aplikasi konsumen di jaringan Solana. Untuk saat ini, ETF menjadi salah satu sedikit indikator positif di tengah fase pasar yang lemah.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Aktivitas Jaringan Melemah, Mampukah SOL Bangkit ke US$190?

    Harga token asli Solana (SOL), terus berada di bawah tekanan setelah gagal bertahan di atas level US$145 selama empat pekan terakhir. Pelemahan ini terjadi seiring penurunan aktivitas jaringan, anjloknya total value locked (TVL), serta meredupnya minat trader terhadap memecoin yang sebelumnya menjadi pendorong utama ekosistem Solana.

    Berdasarkan data terbaru, TVL Solana turun lebih dari US$10 miliar dari puncaknya pada September yang mencapai sekitar US$15 miliar. Penurunan simpanan smart contract tersebut meningkatkan pasokan SOL yang siap dijual di pasar, sehingga memperburuk sentimen harga.

    Pendapatan aplikasi terdesentralisasi (DApp) di jaringan Solana juga mengalami penurunan signifikan. Dalam dua bulan terakhir, pendapatan mingguan DApp turun dari US$37 juta menjadi US$26 juta, mencerminkan berkurangnya aktivitas pengguna dan permintaan terhadap layanan berbasis blockchain.

    Tekanan Solana Besar

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dilaporkan Trading View, tekanan semakin besar setelah minat terhadap memecoin melemah pasca flash crash pasar kripto pada 10 Oktober, yang memicu likuidasi besar-besaran senilai US$19 miliar. Peristiwa tersebut menyoroti risiko leverage dan likuiditas di pasar altcoin kecil, membuat trader lebih berhati-hati terhadap platform decentralized exchange (DEX).

    Padahal, memecoin sebelumnya menjadi motor utama pertumbuhan Solana. Peluncuran memecoin Official Trump (TRUMP) pada Januari sempat mendorong volume DEX Solana mencapai US$313,3 miliar dalam satu bulan. Namun menurut data DefiLlama, volume tersebut kini telah turun sekitar 67%, sejalan dengan melemahnya pendapatan DApp.

    Meski demikian, penurunan aktivitas tidak hanya terjadi di Solana. Data Nansen menunjukkan biaya jaringan Solana turun 21% dalam 30 hari terakhir, lebih ringan dibandingkan BNB Chain yang anjlok 67% dan Ethereum yang turun 41%. Bahkan, jumlah transaksi di Solana masih naik 6%, sementara BNB Chain justru merosot 42%, mengindikasikan bahwa perlambatan ini bersifat lebih luas di pasar kripto.

    Baca juga: Geger! JPMorgan Terbitkan Surat Utang AS Pertama di Blockchain Solana

    Solana Tetap Berkembang

    Dari sisi derivatif, funding rate perpetual futures SOL menunjukkan lemahnya keyakinan bullish. Tingkat pendanaan tahunan berada di kisaran 6%, mencerminkan rendahnya permintaan leverage beli. Hal ini terjadi setelah harga SOL tercatat turun 46% dalam tiga bulan terakhir, membuat pelaku pasar cenderung menahan diri.

    Di tengah tekanan tersebut, Solana tetap mencatat sejumlah perkembangan penting. Pada Jumat, jaringan ini resmi meluncurkan Firedancer di mainnet, sebuah klien validator baru yang dikembangkan lebih dari tiga tahun di bawah arahan Jump Trading untuk meningkatkan kapasitas pemrosesan jaringan. Pengembang melaporkan validator mampu melakukan sinkronisasi ulang dalam waktu kurang dari dua menit.

    Selain itu, Kamino, DApp terbesar kedua di Solana berdasarkan TVL, mengumumkan peluncuran produk baru seperti pinjaman berbunga tetap, kredit privat, hingga lini kredit institusional berbasis Bitcoin. Kamino mencatat US$69 juta pendapatan tahunan dengan imbal hasil simpanan rata-rata sekitar 10% per tahun, menandakan ekspansi ekosistem masih berjalan.

    Namun, pasar masih mempertanyakan apakah perkembangan teknis dan peluncuran produk baru cukup untuk mengembalikan kepercayaan investor. Kemampuan SOL untuk kembali ke level US$190, yang terakhir terlihat dua bulan lalu, dinilai masih belum pasti di tengah melemahnya partisipasi pengguna dan sentimen pasar yang berhati-hati.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana

    Kerajaan Bhutan mencetak sejarah baru dalam dunia keuangan global dengan mengumumkan peluncuran TER, token digital berdaulat yang didukung cadangan emas fisik negara. Token ini akan diterbitkan di blockchain Solana dan dijadwalkan debut pada 17 Desember 2025.

    Pengumuman tersebut disampaikan oleh Gelephu Mindfulness City (GMC) dan menandai salah satu langkah paling berani dari sebuah negara dalam memanfaatkan teknologi blockchain publik untuk mengelola kekayaan berdaulatnya. TER, yang berarti “Treasure” dalam bahasa Dzongkha, merupakan hasil kolaborasi antara GMC, DK Bank, dan perusahaan teknologi tokenisasi aset nyata Matrixdock.

    Baca juga: 4 Bukti Solana Kembali Menggeliat dan Siap Tembus $145

    Dilaporkan Coinspeaker, DK Bank, bank digital berlisensi pertama di Bhutan, akan bertanggung jawab atas distribusi serta kustodi token tersebut. Sementara itu, Matrixdock menyediakan teknologi tokenisasi yang memungkinkan aset emas fisik ditransformasikan ke dalam bentuk digital. Solana dipilih karena kemampuan pemrosesan transaksinya yang tinggi dan biaya yang rendah. Harga token SOL sendiri tercatat stabil, diperdagangkan di kisaran $137,34, naik 3,74% dalam 24 jam terakhir.

    Langkah ini merupakan bagian dari strategi Bhutan untuk memodernisasi infrastruktur finansialnya. Negara kecil di Himalaya tersebut sebelumnya juga telah menjajaki pengembangan CBDC bersama Ripple dan diketahui aktif dalam aktivitas penambangan Bitcoin.

    Dampak Institusional: Semua Mata Kini Tertuju ke Bhutan

    Pergerakan harga Solana SOL/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana SOL/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tokenisasi aset dunia nyata bukanlah konsep baru, namun keputusan sebuah negara untuk menempatkan cadangan emas berdaulat di blockchain publik menjadi preseden penting dalam pemanfaatan teknologi buku besar terdistribusi untuk keuangan pemerintahan.

    Langkah ini dinilai sebagai ujian besar terhadap keamanan dan keandalan blockchain publik dalam mengelola aset negara. Pelaku industri keuangan global disebut tengah mengamati bagaimana regulasi diterapkan atas TER serta bagaimana mekanisme kustodi oleh DK Bank berjalan.

    Keberhasilan upaya ini diprediksi dapat membuka jalan bagi negara-negara kecil lain untuk meningkatkan likuiditas dan akses terhadap kekayaan nasional mereka. Pilihan Bhutan terhadap Solana juga dinilai memperkuat persepsi bahwa jaringan tersebut semakin siap digunakan untuk aplikasi institusional berskala besar.

    Baca juga: Token SKR Segera Meluncur, Solana Mobile Bagikan 3 Miliar Token Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Diam-Diam Solana Dilirik Bank Raksasa, Obligasi Rp800 Miliar

    Solana (SOL) mulai memasuki fase baru dengan meningkatnya perhatian dari investor institusional, menyusul dua perkembangan besar: penerbitan surat utang berbasis blockchain oleh bank global dan rencana integrasi XRP ke dalam ekosistemnya.

    Langkah terbaru datang dari J.P. Morgan yang mengatur penerbitan commercial paper tokenisasi senilai US$50 juta atau sekitar Rp800 miliar untuk Galaxy Digital. Instrumen utang jangka pendek tersebut diterbitkan langsung di jaringan Solana, dengan Coinbase dan Franklin Templeton tercatat sebagai pembeli. Proses penyelesaian transaksi dilakukan menggunakan stablecoin USDC.

    Institusional Lirik Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 12 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 12 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Dalam skema ini, J.P. Morgan bertindak sebagai pihak yang menciptakan token obligasi sekaligus mengelola penyelesaian transaksi primer di blockchain. Proyek tersebut dipandang sebagai uji coba nyata penggunaan jaringan publik untuk transaksi keuangan yang teregulasi.

    Dilaporkan Trading View, penerbitan ini menjadi sinyal kuat meningkatnya minat institusi besar terhadap infrastruktur blockchain publik, khususnya dalam sektor tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA). Analis industri memproyeksikan nilai pasar RWA dapat mencapai triliunan dolar dalam dekade mendatang.

    Bagi Solana, kesepakatan ini dinilai sebagai validasi strategis. Selama ini, jaringan tersebut lebih dikenal sebagai pusat aktivitas ritel dan pengembang aplikasi. Adopsi institusional dinilai berjalan lebih lambat. Keterlibatan bank global dalam instrumen pasar fundamental seperti surat utang memperkuat posisi Solana sebagai kandidat infrastruktur keuangan masa depan.

    Di sisi lain, Solana juga bersiap memperluas interoperabilitas lintas jaringan melalui integrasi XRP. Melalui kerja sama dengan Hex Trust dan LayerZero, aset wrapped XRP (wXRP) akan segera tersedia di jaringan Solana.

    Baca juga: Geger! JPMorgan Terbitkan Surat Utang AS Pertama di Blockchain Solana

    Solana Siap Bersaing

    wXRP akan didukung penuh secara 1:1 oleh XRP asli yang disimpan dalam akun kustodian terpisah. Hex Trust menyatakan likuiditas awal yang disiapkan mencapai lebih dari US$100 juta. Kehadiran wXRP memungkinkan pemanfaatan XRP dalam berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi) di Solana, seperti lending dan penyediaan likuiditas.

    Selain membuka akses ke ekosistem DeFi berkecepatan tinggi, mekanisme wrapped asset ini juga berpotensi memengaruhi struktur pasar XRP. XRP asli harus dikunci sebagai jaminan, yang berpotensi mengurangi pasokan beredar saat permintaan meningkat.

    Perkembangan ini muncul di tengah meningkatnya optimisme sejumlah pelaku industri terhadap Solana. Investor dan tokoh keuangan Anthony Scaramucci secara terbuka menyatakan pandangan bullish, bahkan menyebut potensi Solana untuk melampaui Ethereum dalam kapitalisasi pasar—meski klaim tersebut masih bersifat spekulatif.

    Kombinasi uji coba institusional, integrasi lintas jaringan, dan pertumbuhan aktivitas pengembang menunjukkan perubahan persepsi pasar terhadap Solana. Jaringan ini semakin diposisikan tidak hanya sebagai platform aplikasi konsumen, tetapi juga sebagai fondasi potensial bagi instrumen keuangan skala besar di era aset digital.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Geger! JPMorgan Terbitkan Surat Utang AS Pertama di Blockchain Solana

    JPMorgan kembali mencetak sejarah di dunia keuangan global. Bank terbesar di Amerika Serikat itu sukses mengeksekusi transaksi penerbitan commercial paper AS yang ditokenisasi sepenuhnya di blockchain publik Solana, sebuah langkah yang menandai integrasi nyata antara keuangan tradisional (TradFi) dan teknologi blockchain.

    Transaksi bersejarah ini diumumkan pada 11 Desember 2025, dengan afiliasi Galaxy Digital Holdings LP bertindak sebagai penerbit surat utang jangka pendek tersebut. Ini menjadi salah satu contoh paling awal dari utang korporasi AS yang diterbitkan, diproses, dan diselesaikan sepenuhnya secara on-chain.

    JPMorgan Kenalkan USCP token

    Dalam transaksi ini, JPMorgan memperkenalkan USCP token, instrumen utang jangka pendek berbasis Solana yang mereplikasi mekanisme commercial paper konvensional dalam format digital. Seluruh proses penerbitan dan penebusan dilakukan menggunakan USDC, stablecoin milik Circle, sehingga memungkinkan penggalangan dana yang sepenuhnya native di blockchain.

    Dilaporkan Ethnews, investor dalam transaksi tersebut adalah Coinbase dan Franklin Templeton, dua institusi besar yang membeli commercial paper tokenisasi tersebut. Coinbase juga berperan sebagai penyedia layanan kustodi, termasuk pengelolaan private key dan infrastruktur dompet digital untuk memastikan keamanan aset tingkat institusional.

    Baca juga: Bitcoin Diserbu! JP Morgan & Konglomerat Global Kunci 1,05 Juta BTC

    Kolaborasi ini melibatkan sejumlah pemain utama lintas sektor, antara lain:

    • JPMorgan sebagai arranger sekaligus pencipta USCP token
    • Afiliasi Galaxy Digital sebagai penerbit surat utang
    • Coinbase dan Franklin Templeton sebagai investor
    • Coinbase sebagai kustodian aset digital

    Keterlibatan bank besar, perusahaan kripto, dan manajer aset global ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan institusi terhadap blockchain publik sebagai infrastruktur pasar keuangan nyata.

    Transaksi Commercial Paper AS Pertama

    Bagi Galaxy Digital, penerbitan ini merupakan transaksi commercial paper AS pertamanya, sekaligus membuka jalur pembiayaan jangka pendek yang lebih efisien. Sementara bagi JPMorgan, kesepakatan ini menunjukkan bahwa aktivitas perbankan inti, seperti strukturisasi dan likuiditas, dapat dijalankan di blockchain publik tanpa mengorbankan standar regulasi dan operasional.

    Langkah ini juga menegaskan perubahan besar dalam strategi institusi keuangan global. Tokenisasi tidak lagi sekadar uji coba, melainkan telah menjadi alat operasional di pasar modal. Eksekusi instrumen utang di blockchain publik, yang sebelumnya dianggap terlalu ambisius, kini mulai menjadi kenyataan.

    Dengan semakin populernya tokenisasi obligasi negara, dana pasar uang, dan commercial paper, penerbitan USCP oleh JPMorgan berpotensi dikenang sebagai titik balik penting, saat pasar kredit institusional mulai beralih dari sistem tradisional menuju jaringan blockchain yang lebih transparan, terprogram, dan dapat diakses secara global.

    Baca juga: JP Morgan dan Coinbase: Kripto Lebih Mudah dengan Kartu Kredit


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 4 Bukti Solana Kembali Menggeliat dan Siap Tembus $145

    Harga Solana (SOL) kembali menunjukkan kekuatan setelah naik 3% pada perdagangan Selasa, memperpanjang tren positif selama tiga hari berturut-turut. Aset kripto ini kini bergerak dalam fase konsolidasi di kisaran 121–145 dolar, namun sinyal teknikal dan aliran dana terbaru menunjukkan potensi reli yang semakin besar.

    Data dari CoinGlass mencatat Open Interest (OI) futures Solana melonjak ke 7,26 miliar dolar, naik 2,89% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini menandakan meningkatnya keberanian pelaku pasar untuk mengambil risiko, seiring harapan bahwa SOL akan terus pulih. Tingkat pendanaan futures juga berada di zona positif sebesar 0,0224%, menunjukkan trader long rela membayar lebih untuk mempertahankan posisi mereka.

    Dilaporkan Fxstreet, dominasi beli semakin terlihat dengan nilai likuidasi short mencapai 9,64 juta dolar dalam 24 jam, hampir dua kali lipat dari likuidasi long sebesar 5,20 juta dolar. Rasio long-to-short juga melonjak tajam ke 52,55% dari sebelumnya 44,83% pada akhir pekan, memperkuat sentimen bullish di pasar derivatif.

    Minat Institusional Tinggi

    Baca juga: Dana Institusi Menggila! Solana Dihujani $65 Juta, Harga SOL ke $160?

    Sementara itu, minat institusional juga menunjukkan kebangkitan. Produk ETF Solana mencatat arus masuk bersih sebesar 16,54 juta dolar pada Selasa, menjadi aliran dana positif selama empat hari berturut-turut sekaligus yang terbesar sejak 2 Desember. Kenaikan ini menggambarkan kepercayaan investor besar terhadap prospek jangka menengah Solana.

    Di sisi on-chain, data DeFiLlama menunjukkan Total Value Locked (TVL) jaringan Solana meningkat hampir 2% menjadi 8,984 miliar dolar dalam 24 jam terakhir. Jumlah stablecoin di jaringan juga naik hampir 3% dalam sepekan hingga mencapai 15,586 miliar dolar, menandakan meningkatnya aktivitas dan permintaan di ekosistem Solana.

    Secara teknikal, SOL diperdagangkan mendekati 140 dolar pada Rabu siang, semakin mendekati resistance penting di 145 dolar yang menjadi batas atas konsolidasi sejak pertengahan November. Jika level ini berhasil ditembus, Solana berpotensi menuju target berikutnya di EMA 50 hari pada 152 dolar dan EMA 200 hari di 172 dolar.

    Indikator RSI harian SOL

    Indikator RSI harian berada di level 48 dan bergerak menuju garis tengah, menunjukkan tekanan jual mulai mereda. Sementara indikator MACD mulai menanjak dengan histogram hijau baru, mengisyaratkan momentum bullish yang semakin kuat.

    Meski demikian, area 126 dolar tetap menjadi support kunci yang perlu dijaga. Jika terjadi penurunan ekstrem, level terendah bulan April di 95 dolar menjadi zona pertahanan berikutnya.

    Dengan kombinasi aliran dana institusi, peningkatan minat derivatif, penguatan aktivitas on-chain, serta sinyal teknikal yang membaik, Solana kini berada di salah satu titik paling krusial menuju kemungkinan reli yang lebih besar. Apakah SOL siap menembus 145 dolar dan memulai lonjakan baru? Pasar tampaknya semakin percaya.

    Baca juga: Token SKR Segera Meluncur, Solana Mobile Bagikan 3 Miliar Token Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dana Institusi Menggila! Solana Dihujani $65 Juta, Harga SOL ke $160?

    Solana (SOL) kembali menjadi pusat perhatian pasar kripto setelah aliran dana institusional ke produk ETF berbasis Solana melonjak signifikan. Harga SOL bertahan di level 134,43 dolar pada perdagangan Senin meski mencatat penurunan harian tipis sebesar 1,02 persen. Pemulihan harga dari area 128 dolar awal pekan menunjukkan kembalinya tekanan beli jelang konferensi Breakpoint 2025 di Abu Dhabi pada 11–13 Desember.

    Kehadiran tokoh penting seperti co-founder Solana Anatoly Yakovenko, CEO Bybit Ben Zhou, dan Menteri Perdagangan UEA Dr. Thani Al Zeyoudi menjadikan acara tersebut sorotan utama pasar. Sentimen makro global seperti pelemahan dollar AS, menurunnya imbal hasil obligasi, dan rotasi ke aset berisiko turut mendukung penguatan aset layer-1 termasuk Solana.

    Dana Institusi Mengalir ke Solana

    Dilaporkan Trading News, dana institusi terus mengalir ke ETF Solana, dengan Bitwise Solana ETF mencatatkan inflow 65,1 juta dolar dalam sepekan terakhir, tertinggi sejak Agustus. Total eksposur institusional kini melampaui 1,1 miliar dolar dan memperpanjang tren inflow selama enam minggu berturut-turut. Laporan CoinShares menunjukkan Solana menyumbang lebih dari 10 persen total inflow ETF altcoin pada kuartal IV 2025, mengungguli Avalanche dan Cardano.

    Pasar derivatif mencerminkan penguatan sentimen tersebut. Open interest futures naik menjadi 7,27 miliar dolar, sementara volume futures meningkat 131,72 persen dalam 24 jam. Aktivitas opsi menunjukkan lonjakan hingga 285,88 persen, dengan posisi long mendominasi di bursa Binance dan Bybit. Rasio long/short mencapai 3,23 banding 1 di Binance, menandakan ekspektasi pasar terhadap peluang breakout di atas area resistensi 140–146 dolar. Dalam 12 jam terakhir, likuidasi posisi short mencapai 8,93 juta dolar, mendorong volatilitas sekaligus memperkuat momentum kenaikan.

    Dari sisi spot, arus masuk modal kembali positif dengan catatan inflow bersih 5,53 juta dolar pada 8 Desember. Data on-chain menunjukkan penggunaan jaringan Solana tetap kuat. Sepanjang 1–7 Desember, Solana memproses 24,2 miliar dolar transaksi DEX, jauh melampaui Ethereum dan Binance Smart Chain. Aktivitas alamat aktif naik 12 persen secara mingguan, sementara volume transfer stablecoin meningkat 14 persen.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 9 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 9 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Analisis Teknikal SOL

    Secara teknikal, Solana diperdagangkan tepat di bawah trendline turun dua bulan di area 140 dolar. Posisi harga bertahan di atas EMA 20 dan EMA 50 yang menjadi penahan utama. Resistance kuat berada di 146 dolar, yang jika ditembus berpotensi membuka ruang menuju target 160–163 dolar. Jika gagal menembus 140 dolar, tekanan jual dapat menarik harga kembali ke area 134 dolar atau bahkan 128 dolar.

    Konferensi Breakpoint 2025 menjadi katalis terdekat yang dapat memengaruhi arah harga. Secara historis, Solana cenderung menguat 10–15 persen menjelang penyelenggaraan acara tersebut. Sentimen makro global yang kondusif dengan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed lebih dari 90 persen semakin memperkuat minat investor terhadap aset berisiko.

    Dalam tinjauan jangka panjang, Solana tetap mempertahankan struktur teknikal di atas zona support 130 dolar yang telah bertahan selama 18 bulan. Analis memperkirakan potensi kenaikan sekitar 12 persen menuju 155 dolar dalam waktu dekat, namun konfirmasi tren bullish jangka panjang baru akan terjadi jika Solana berhasil melampaui area 155–180 dolar. Kegagalan mempertahankan support berisiko memicu koreksi lebih dalam ke bawah 120 dolar.

    Berdasarkan gabungan data ETF, derivatif, dan aktivitas jaringan, Solana dinilai berada dalam fase bullish terukur dan layak masuk kategori buy. Target jangka pendek berada pada kisaran 160–163 dolar, dengan potensi mencapai 180–200 dolar jika katalis makro dan pengumuman dari Breakpoint 2025 mendukung.

    Baca juga: Token SKR Segera Meluncur, Solana Mobile Bagikan 3 Miliar Token Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Hasil FOMC The Fed Bisa Bikin Solana Melonjak ke $200 Lagi?

    Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 9–10 Desember, pasar kripto kembali memanas. Solana (SOL) menjadi salah satu aset yang paling diperhatikan setelah berhasil mempertahankan level support krusial di $130, yang kini memicu spekulasi apakah harga bisa kembali menembus $200.

    Kenaikan ini makin mungkin terjadi setelah momentum teknikal mulai menguat dan ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga semakin besar.

    Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga Jadi Pemicu Utama

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 8 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 8 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Pelaku pasar kini menunggu keputusan FOMC, yang diperkirakan akan menurunkan suku bunga sebesar 0,25%. Probabilitas terjadinya pemangkasan ini bahkan mencapai lebih dari 80% berdasarkan data pasar terbaru.

    Dilaporkan Yahoo Finance, penurunan suku bunga biasanya meningkatkan likuiditas dan mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko seperti kripto. Dalam siklus sebelumnya, kebijakan dovish The Fed sering memicu reli hingga 20%–40% untuk aset berbeta tinggi seperti Solana.

    Institusional inflow juga bertambah kuat. Produk investasi seperti REX-Osprey dan Staking ETF mencatat arus masuk lebih dari $421 juta pada akhir 2025. Jika likuiditas baru benar-benar mengalir, Solana bisa menjadi salah satu penerima manfaat terbesar, terlebih dengan acara besar Breakpoint 2025 yang dimulai sehari setelah rapat Fed.

    Baca juga: Gawat! Solana Curiga Base Mau Mengambil Alih Ekosistem Mereka

    Adopsi Solana Kian Kencang Jelang Keputusan The Fed

    Selain faktor makroekonomi, fundamental Solana juga menunjukkan penguatan. Kemitraan terbaru dengan Revolut, salah satu fintech terbesar di Eropa, membuat SOL makin mudah diakses jutaan pengguna.

    Ekosistem Solana juga mencatat peningkatan:

    • Aktivitas DeFi kembali tumbuh
    • SOL yang di-stake menembus 3,1 juta
    • Solana tetap menjadi jaringan paling aktif untuk NFT dan aplikasi konsumen berkecepatan tinggi

    Di sisi lain, budaya internet ikut mendorong sentimen positif. Di media sosial, klaim bercanda bahwa harga SOL “harus kembali ke $200 karena Cassie dari Euphoria membeli SOL di harga itu” sempat viral, menambah unsur hiburan yang sering kali memicu antusiasme baru di pasar kripto.

    Analisis Teknis: SOL Bertahan di $130, Target $200 Makin Dekat?

    Secara teknikal, Solana menunjukkan salah satu struktur paling bullish dalam beberapa bulan terakhir.

    Pada time frame mingguan:

    • SOL berhasil mempertahankan support kuat di $130, yang sudah bertahan selama 18 bulan.
    • RSI berada di level 40, menandakan potensi double bottom dan melemahnya tekanan jual.
    • MACD mengarah ke sinyal pembalikan tren.

    Di grafik harian, momentum makin positif dengan:

    • RSI yang sudah kembali melintasi moving average
    • MACD menunjukkan struktur bullish
    • Target resistance utama berada pada area $170, tepat di zona 200 EMA dan SMA

    Jika SOL mampu menembus area tersebut dengan volume kuat, pergerakan menuju $200 disebut analis sebagai target yang “paling jelas secara psikologis dan historis”.

    Kesimpulan: Semua Mata ke FOMC, Solana Bisa ‘Lepas Landas’

    Dengan probabilitas pemangkasan suku bunga di 87%, indikator teknikal yang selaras, serta ekosistem Solana yang terus berkembang, peluang reli besar semakin terbuka.

    Jika Jerome Powell memberikan sinyal hijau melalui kebijakan yang lebih longgar, banyak analis percaya Solana bisa melesat lebih cepat dari yang diperkirakan—bahkan mungkin lebih cepat dari Santa yang salah turun cerobong di malam Natal.

    Target $200 kini bukan sekadar harapan. Ini bisa saja menjadi kenyataan berikutnya bagi pasar kripto.

    Baca juga: Token SKR Segera Meluncur, Solana Mobile Bagikan 3 Miliar Token Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Gawat! Solana Curiga Base Mau Mengambil Alih Ekosistem Mereka

    Solana dan Base, dua jaringan blockchain dengan pertumbuhan tercepat, tengah berseteru panas setelah peluncuran jembatan baru yang disebut “bidirectional bridge.” Solana menuding Base menggunakan proyek tersebut sebagai alat kompetisi terselubung, bukan sebagai infrastruktur netral seperti yang diklaim.

    Konflik mencuat setelah Anatoly Yakovenko, salah satu pendiri Solana, mengkritik keras langkah Base, jaringan Layer-2 Ethereum yang didukung Coinbase. Yakovenko menyebut strategi Base sebagai “alignment bullshit”, menuduh jembatan itu dirancang untuk mengalihkan aktivitas, biaya transaksi, dan perhatian developer dari ekosistem Solana ke Base.

    Solana Serang Balik: “Ini Bukan Kolaborasi, Ini Perebutan Ekonomi”

    Dilaporkan BeInCrypto, Yakovenko menuding bahwa Base seharusnya jujur bahwa tujuan mereka bersifat kompetitif. Ia menegaskan bahwa aktivitas aplikasi Base idealnya dijalankan di Solana, sehingga manfaat ekonomi tetap masuk ke validator Solana.

    “Kalau aplikasi Base pindah ke Solana dan dieksekusi di Solana, itu baru menguntungkan developer kami. Selain itu, itu cuma alignment bullshit,” tegas Yakovenko.

    Pernyataan ini muncul setelah Jesse Pollak, pimpinan Base, mengumumkan jembatan dua arah yang disebut bisa membuka pergerakan aset tanpa batas antara Base dan Solana. Pollak mengeklaim proyek tersebut dibangun selama sembilan bulan untuk memenuhi kebutuhan developer.

    Namun, Solana menolak narasi itu sepenuhnya. Yakovenko menyebut istilah “alignment” hanyalah jargon pemasaran untuk menyembunyikan niat mengambil likuiditas dari ekosistem lain.

    Eksekutif Solana: Base Bertindak Sepihak

    Tokoh Solana lainnya, termasuk Vibhu Norby dan Akshay BD, menyebut Base meluncurkan jembatan tersebut tanpa koordinasi apa pun dengan tim teknis maupun pemasaran Solana.

    Lebih jauh, mereka mengungkap adanya komunikasi internal Base yang disebut-sebut membahas strategi untuk “mem-flip” Solana, yang dianggap sebagai bukti niat kompetitif.

    “Kami bersedia berdiskusi secara komersial dengan tulus, bukan basa-basi yang tidak bermakna,” kata Akshay BD.

    Base Membantah: “Kami Tidak Ingin Merebut, Kami Ingin Menghubungkan”

    Pollak membalas kritik tersebut dengan nada damai. Ia menegaskan bahwa Base tidak meminta developer Solana pindah secara penuh, melainkan hanya ingin mempermudah akses aset ke permintaan yang tumbuh di Base.

    “Jika Anda builder Solana, kami menyambut Anda dengan tangan terbuka, tanpa ekspektasi Anda pindah total ke Base,” ujar Pollak.

    Ia menyebut kegaduhan ini sebagai masalah komunikasi, bukan masalah kompetisi.

    Pengamat: Base Pernah Lakukan Hal Serupa di Ethereum

    Di tengah perseteruan, sejarawan NFT Leonidas mengingatkan bahwa Base pernah memakai strategi serupa di tahun 2023 terhadap ekosistem Ethereum — mempromosikan “alignment,” menarik developer, lalu membangun ekonomi sendiri dengan cepat.

    “Kampanye Base terhadap Solana terasa tidak tulus. Jika ekosistem Solana percaya propaganda alignment seperti Ethereum dulu, mereka akan bernasib sama,” ujar Leonidas.

    Dua Raksasa Perebut Likuiditas

    Solana dan Base kini menjadi dua jaringan dengan pertumbuhan TVL (total nilai terkunci) tercepat.
    Menurut data DeFiLlama:

    • Solana: ~US$12 miliar TVL
    • Base: ~US$6 miliar TVL

    Keduanya kini memegang hampir US$20 miliar nilai terkunci, dan kian jelas bahwa keduanya bersaing ketat untuk aset, likuiditas, dan developer.

    Baca juga: Token SKR Segera Meluncur, Solana Mobile Bagikan 3 Miliar Token Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Terjun Bebas? Sinyal Kerugian Picu Kekhawatiran Investor!

    Arah pergerakan harga Solana (SOL) kembali menjadi sorotan setelah tren penurunan dalam sepekan terakhir memperkuat pola descending channel yang menekan aset kripto tersebut. Kondisi pasar yang tidak stabil diperparah oleh perilaku investor yang menunjukkan ketidakpastian tinggi.

    Outflow Meningkat, Kepercayaan Melemah

    Data perubahan posisi bersih di bursa mencatat pergerakan yang tidak konsisten dari para pemegang SOL. Selama seminggu terakhir, dompet Solana terus bergantian antara melakukan akumulasi dan distribusi.

    Namun, dalam 48 jam terakhir, grafik didominasi oleh bar hijau, tanda meningkatnya arus keluar SOL dari bursa. Fenomena ini menggambarkan kebingungan investor, bukan sinyal keyakinan pasar.

    Dengan tekanan jual yang lebih besar dibanding akumulasi, prospek jangka pendek Solana dinilai semakin rapuh.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 6 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 6 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Pengguna Revolut Kini Bisa Staking dan Transfer Solana Tanpa Ribet!

    Kerugian Terealisasi Mendominasi, Tanda Kepanikan?

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Realized Profit/Loss Ratio memperkuat sentimen bearish di pasar Solana. Data menunjukkan bahwa para pemegang SOL kini lebih sering menjual pada posisi rugi untuk menghindari potensi penurunan yang lebih dalam.

    Tekanan jual berbasis kepanikan ini menandakan berkurangnya kepercayaan investor. Selama kerugian mendominasi, harga cenderung mengalami tekanan tambahan dan berpotensi melanjutkan tren turunnya.

    Harga SOL Terperangkap, Arah Belum Jelas

    Hingga saat ini, Solana masih bergerak di dalam descending channel setelah kembali gagal menembus resistance kuat di level $146. Dari pola yang terbentuk, terdapat dua kemungkinan skenario:

    1. Skenario Bearish, Risiko Jatuh ke $123
      Jika tekanan jual berlanjut dan kanal penurunan tetap bertahan, SOL berpotensi menembus garis tren bawah. Koreksi lanjutan dapat menyeret harga ke kisaran $123, bahkan $118 apabila sentimen negatif semakin intens.
    2. Skenario Bullish, Rebound Menuju $157
      Jika SOL berhasil memantul dari area support kanal, ada peluang untuk kembali menguji resistance $146. Breakout berhasil dapat membuka jalan menuju $151 hingga $157.
    3. Meski begitu, skenario ini membutuhkan perubahan sentimen besar dan kekuatan beli yang signifikan.

    Kesimpulan

    Hingga kini, Solana berada pada titik krusial. Dengan sinyal kerugian yang mendominasi dan perilaku investor yang tidak stabil, tekanan bearish masih menjadi ancaman utama. Pergerakan dalam beberapa hari ke depan diprediksi akan menentukan apakah Solana mampu bangkit, atau justru melanjutkan penurunannya.

    Baca juga: Token SKR Segera Meluncur, Solana Mobile Bagikan 3 Miliar Token Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com