Tag: solana

  • Solana Berpotensi Tembus $140 Setelah ETF Catat Inflow $53 Juta Sehari

    Harga Solana (SOL) kembali menguat mendekati level psikologis $140, didorong oleh aliran dana institusional yang stabil melalui ETF spot. Meski pasar kripto masih berada dalam kondisi melemah secara umum, SOL mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan teknikal yang diperhatikan pelaku pasar.

    Solana Menguat Meski Volume Spot Turun

    Dalam 24 jam terakhir, Solana diperdagangkan di sekitar $139, naik 1,4% dan berada di dekat batas atas rentang mingguan antara $124,09 dan $144,01. Namun, aset ini masih mencatat penurunan 31% dalam sebulan dan berada 52% di bawah harga tertingginya pada Januari sebesar $293.

    Volume spot harian mencapai $4,92 miliar, turun 12,3%, menunjukkan melemahnya partisipasi perdagangan jangka pendek. Aktivitas derivatif juga tercatat moderat, dengan volume futures turun tipis 1,17% menjadi $18,34 miliar, sementara open interest bertahan di $7,13 miliar. Data ini menandakan pelaku pasar belum menambah posisi besar setelah periode volatilitas sebelumnya.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 26 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 26 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Harga Solana Naik ke $138.56 Usai Aktivitas x402 Melejit

    ETF Solana Catat 21 Hari Inflow Beruntun

    Permintaan institusional terhadap Solana terus menguat melalui ETF spot. Data SoSoValue mencatat ETF Solana mengumpulkan inflow sebesar $53,08 juta pada 25 November. Bitwise BSOL memimpin dengan $30,9 juta, diikuti Grayscale GSOL dengan $15,9 juta. Sementara itu, Fidelity FSOL mencatat $4,8 juta dan VanEck VSOL menambah $1,33 juta.

    Dengan pencapaian tersebut, ETF Solana kini membukukan 21 hari berturut-turut inflow, menjadi streak terpanjang untuk produk ETF kripto mana pun sepanjang 2025. Total inflow mencapai $621 juta, jauh berbeda dari arus keluar yang menekan ETF Bitcoin dan Ethereum dalam periode yang sama.

    Dilaporkan Crypto News, Franklin Templeton juga telah mengajukan Form 8-A ke SEC, langkah terakhir sebelum ETF Solana milik mereka dapat diperdagangkan. Produk tersebut diperkirakan dapat mulai listing di NYSE Arca paling cepat pada 26 November.

    Co-founder Solana, Raj Gokal, menilai tren ini masih “kurang diapresiasi,” sementara analis LVRG menyebut inflow ETF telah menciptakan “support floor” yang membantu menjaga stabilitas harga di tengah kondisi pasar yang belum pulih sepenuhnya.

    Analisis Teknikal: Harga Menguji Level Kunci $140

    Secara teknikal, Solana memasuki zona kompresi harga yang terbentuk oleh garis tren turun dari lower high Oktober dan tren naik dari pertengahan November. Kondisi ini biasanya menjadi sinyal awal pergerakan harga yang lebih kuat.

    Level $140 menjadi titik yang diawasi ketat oleh para trader karena berulang kali berfungsi sebagai area support dan resistance penting selama beberapa bulan terakhir.

    Indikator momentum menunjukkan perbaikan. RSI telah naik dari wilayah oversold dan membentuk bullish divergence, sementara MACD serta moving average jangka pendek mulai berbalik naik. Namun, moving average jangka panjang masih berada di atas harga, menandakan Solana masih dalam struktur bearish jangka lebih luas.

    Jika SOL mampu bertahan di atas $140, target berikutnya berada pada area $150 hingga $160 yang menjadi zona resistensi lebih berat. Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut membuka risiko penurunan kembali menuju $128–$130. Tekanan tambahan dapat membawa harga turun ke area $118–$120, terutama jika inflow ETF mulai melemah.

    Analisis Harga SOL

    Kombinasi inflow ETF yang kuat, minat institusional yang meningkat, serta penguatan momentum teknikal menempatkan Solana pada posisi penting dalam jangka pendek. Pergerakan di sekitar level $140 akan menjadi penentu apakah SOL akan melanjutkan kenaikan menuju resistensi berikutnya atau kembali terkoreksi mengikuti tekanan pasar yang lebih luas.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Solana Naik ke $138.56 Usai Aktivitas x402 Melejit

    Solana (SOL) mencatat kenaikan 5,44% dalam 24 jam terakhir hingga mencapai harga $138.56 pada 24 November 2025. Volume perdagangan turut meningkat menjadi lebih dari $6.36 miliar, menandakan tingginya partisipasi pasar. Dengan kapitalisasi pasar mencapai $77.47 miliar, SOL mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar keenam.

    Meskipun masih jauh dari harga tertinggi sepanjang masa sebesar $293.31 yang tercatat pada Januari 2025, kenaikan terbaru menunjukkan ketahanan Solana di tengah kondisi pasar yang bergejolak. Bursa utama seperti Binance, Coinbase, Bybit, Upbit, dan CoinUp.io mencatat rentang harga stabil antara $136.04–$138.63.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 25 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 25 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Aktivitas Protokol x402 Melonjak 500% dalam Seminggu

    Lonjakan harga Solana sejalan dengan peningkatan signifikan aktivitas pada protokol x402. Sepanjang akhir pekan 22–23 November 2025, protokol tersebut memproses lebih dari 500.000 transaksi dan mencatat volume transaksi lebih dari $100.000, menurut analisis on-chain dari Rishin Sharma.

    Dilaporkan BeInCrypto, pertumbuhan lebih dari 500% secara mingguan ini menunjukkan meningkatnya permintaan terhadap layanan x402 serta memperkuat reputasi Solana sebagai jaringan berkecepatan tinggi. Para analis menilai lonjakan ini sebagai tanda positif bagi kesehatan ekosistem Solana secara keseluruhan.

    Baca juga: Anjlok 45%! Solana Nyaris Ambruk, Tapi Sinyal Rebound Mulai Muncul

    Developer Ajukan Proposal SIMD-0411 untuk Percepat Disinflasi

    Di tengah meningkatnya aktivitas jaringan, pengembang Solana merilis proposal baru bernama SIMD-0411. Proposal ini mengusulkan peningkatan laju disinflasi tahunan dari 15% menjadi 30%, bertujuan mempercepat penurunan inflasi token dari tingkat saat ini, yaitu 4.18%, menuju target jangka panjang 1.5%.

    Jika proposal disetujui, target inflasi 1.5% yang sebelumnya diproyeksikan tercapai pada 2032 bisa dipercepat menjadi 2029. Hal tersebut akan mengurangi potensi suplai token hingga 22.3 juta SOL, atau sekitar 3.2% dibandingkan jadwal emisi saat ini.

    Kekhawatiran Muncul Terkait Dampak pada Validator Kecil

    Meskipun proposal SIMD-0411 mendapat dukungan karena dianggap dapat memberikan kepastian ekonomi jangka panjang dan menciptakan tekanan suplai yang lebih kecil, sejumlah kekhawatiran tetap muncul.
    Penurunan imbal hasil staking diprediksi dapat membuat 47 validator kecil menjadi tidak lagi menguntungkan dalam tiga tahun ke depan. Para kritikus menilai hal ini berpotensi mengurangi tingkat desentralisasi jaringan dengan memperbesar dominasi validator bermodal besar.

    Komunitas Terbelah, Debat Governance Masih Berlanjut

    Pengajuan resmi SIMD-0411 pada 22 November 2025 memicu perdebatan aktif di komunitas. Sebagian mendukung percepatan disinflasi karena diyakini mampu mengurangi tekanan jual dan meningkatkan nilai ekonomi SOL. Namun pihak lain khawatir bahwa dampak jangka panjang terhadap distribusi validator dapat merugikan prinsip desentralisasi.

    Keputusan terkait proposal ini diperkirakan akan menentukan arah perkembangan ekosistem Solana dalam beberapa bulan mendatang, termasuk potensi keberlanjutan momentum harga yang saat ini sedang menguat.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pola Aneh di Grafik Solana, Harga SOL Bisa Meledak ke $100?

    Pergerakan harga Solana (SOL) saat ini berada dalam fase ketidakpastian setelah munculnya pola teknikal yang dikenal sebagai “megaphone pattern” pada grafik harga. Pola ini sering menandakan potensi pergerakan harga besar, namun belum memberikan arah yang jelas apakah akan naik atau turun.

    Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$87, dengan sejumlah indikator menunjukkan kombinasi sinyal bullish dan bearish yang membuat pasar berada dalam fase tarik-menarik antara pembeli dan penjual.

    Lonjakan Alamat Baru di Jaringan Solana

    Dilaporkan BeInCrypto, data terbaru menunjukkan jaringan Solana mencatat sekitar 1,1 juta alamat baru dalam 24 jam terakhir. Peningkatan ini menunjukkan adanya aktivitas baru di jaringan dan potensi masuknya pengguna baru.

    Namun, tren jangka panjang masih menunjukkan perlambatan. Rata-rata alamat baru bulanan memang masih berada di atas rata-rata tahunan, tetapi tren tersebut mulai menurun.

    Jika rata-rata bulanan turun di bawah rata-rata tahunan, hal ini dapat menandakan melemahnya aktivitas ekosistem Solana dan penurunan tingkat adopsi jaringan.

    Zona Supply dan Demand Tumpang Tindih

    Analisis Cost Basis Distribution (CBD) Heatmap menunjukkan adanya tumpang tindih antara zona supply dan demand pada harga Solana saat ini.

    Artinya, banyak investor membeli SOL pada harga rendah, tetapi pada saat yang sama area tersebut juga menjadi zona penjualan bagi pemegang lain.

    Kondisi ini membuat harga Solana terjebak dalam rentang konsolidasi yang sempit dan sulit menembus level penting.

    Pergerakan harga selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah pemegang aset memilih mempertahankan posisi atau mulai melakukan aksi jual.

    Baca juga: ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

    Sinyal Arus Dana Masuk

    Meski pasar masih belum menunjukkan arah yang jelas, indikator Chaikin Money Flow (CMF) masih berada di atas level nol.

    Posisi ini menunjukkan adanya arus dana yang masuk ke Solana, yang dapat menjadi sinyal positif bagi pergerakan harga dalam jangka pendek.

    Jika momentum beli berlanjut, harga SOL berpotensi naik dari level saat ini menuju sekitar US$92.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, sinyal bullish utama pada gambar datang dari Chaikin Money Flow yang sudah berada di atas nol, menandakan arus modal mulai masuk ke SOL dan membuka peluang breakout jika harga mampu menembus area US$87 lalu US$92.

    “Namun risikonya juga jelas: jika tekanan jual berlanjut dan harga jatuh di bawah US$77, setup bullish ini bisa gagal total dan mengubah struktur menjadi breakdown menuju support yang lebih rendah,” tuturnya.

    Target Harga Solana

    Jika Solana berhasil menembus dan bertahan di atas level US$92, pasar berpotensi melihat pergerakan menuju sekitar US$97. Dalam skenario yang lebih kuat, kenaikan tersebut dapat membuka peluang menuju area psikologis US$100.

    Namun risiko penurunan masih tetap ada. Jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah level support sekitar US$81, Solana berpotensi melemah ke US$77.

    Penurunan tersebut akan membatalkan skenario bullish dan menandakan kembalinya tren penurunan pada aset kripto tersebut.

    Dengan pola megaphone yang masih terbentuk, arah pergerakan Solana dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat bergantung pada keseimbangan antara tekanan jual dan masuknya arus dana baru ke pasar.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Solana Tetap Diburu Saat Harga Lesu, Dari Mana Permintaannya?

    Produk ETF spot Solana kembali menjadi sorotan setelah tetap mencatat arus dana masuk meski harga SOL masih berada dalam tekanan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan di pasar: dari mana sebenarnya permintaan terhadap ETF Solana berasal saat aset dasarnya justru melemah?

    Sejak awal tahun, harga Solana tercatat turun lebih dari 31%. Bahkan sejak ETF Solana diluncurkan pada Juli 2025, harga SOL telah merosot sekitar 57%. Meski begitu, produk ETF berbasis Solana tetap mampu menarik minat investor.

    ETF Solana Tetap Catat Arus Dana

    Analis ETF senior Bloomberg, Eric Balchunas, menyebut ETF spot Solana telah mengumpulkan arus masuk sekitar US$1,5 miliar sejak peluncurannya. Menurutnya, angka ini tergolong kuat jika mempertimbangkan kondisi harga SOL yang terus melemah.

    Balchunas menilai, jika disesuaikan dengan kapitalisasi pasar Solana dibandingkan Bitcoin, arus masuk ke ETF Solana setara dengan sekitar US$54 miliar. Angka tersebut bahkan disebut sekitar dua kali lebih cepat dibandingkan ETF Bitcoin pada tahap peluncuran yang sebanding.

    Ia menilai kondisi ini tidak lazim karena ETF yang diluncurkan saat aset dasarnya sedang turun tajam biasanya sulit mempertahankan inflow dalam jangka panjang.

    Namun tren positif itu mulai menunjukkan gangguan. Dalam tiga sesi perdagangan terakhir, ETF Solana mencatat arus keluar berturut-turut dengan total hampir US$16 juta. Ini menjadi streak arus keluar terpanjang sejak produk tersebut diperdagangkan. Meski demikian, total inflow kumulatif masih berada di sekitar US$955,5 juta.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan pasar, divergensi seperti ini menarik karena mengisyaratkan bahwa lemahnya harga belum tentu berarti minat benar-benar hilang.

    “Jika arus permintaan terstruktur ini berlanjut sementara tekanan jual spot mereda, SOL bisa membangun fondasi akumulasi yang lebih sehat, meski dalam jangka pendek pasar masih akan tetap sensitif terhadap volatilitas dan rotasi likuiditas,” analisanya.

    Baca juga: Harga SOL Anjlok 57%, Tapi ETF Solana Justru Kebanjiran Dana

    Investor Institusi atau Sekadar Perpindahan Aset?

    Di tengah perdebatan pasar, analis riset senior Bloomberg Intelligence, James Seyffart, mengatakan basis investor ETF Solana mencakup sejumlah institusi besar, termasuk market maker dan dana investasi kripto.

    Beberapa nama yang disebut memiliki alokasi besar di produk ini antara lain Electric Capital, Goldman Sachs, Multicoin Capital, dan Morgan Stanley. Seyffart menilai hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar arus dana memang berasal dari investor institusional.

    Ia juga menepis anggapan bahwa arus masuk ETF didorong terutama oleh basis trade atau arbitrase antara pasar futures dan spot. Menurutnya, basis Solana sepanjang 2026 relatif rendah, sehingga kecil kemungkinan strategi itu menjadi pendorong utama.

    Namun tidak semua analis sepakat. Chief Investment Officer Arca, Jeff Dorman, berpendapat bahwa inflow tersebut bisa jadi bukan pembelian baru, melainkan hasil in-kind swap dari pemegang SOL lama yang hanya memindahkan eksposurnya ke bentuk ETF.

    Seyffart mengakui bahwa modal awal dan sebagian inflow awal kemungkinan memang berasal dari perpindahan eksposur semacam itu. Meski begitu, ia menegaskan bahwa tidak seluruh arus dana berasal dari swap dan masih ada pembelian riil yang cukup signifikan.

    Tekanan Pasar Masih Membayangi

    Pergerakan ETF Solana juga tidak terlepas dari kondisi pasar global yang sedang dibayangi sentimen risk-off akibat ketegangan geopolitik. Tekanan ini turut memengaruhi aset kripto lain dan pasar ekuitas.

    Dalam periode yang sama, ETF Ethereum dan XRP juga mengalami tiga hari arus keluar berturut-turut. Sementara itu, ETF Bitcoin justru mencatat inflow sebesar US$167,03 juta pada 9 Maret, setelah sempat mengalami dua hari arus keluar.

    Meski pasar masih bergejolak, harga Solana pada 10 Maret tercatat naik hampir 4% dalam sehari ke kisaran US$86,7. Kenaikan ini memberi sedikit ruang optimisme, meski belum cukup untuk membalikkan tren turun yang terjadi sejak awal tahun.

    Ke depan, pelaku pasar akan mencermati apakah pemulihan harga SOL dapat kembali mendorong arus dana segar ke ETF, atau justru tekanan keluar masih akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Anjlok 57%, Tapi ETF Solana Justru Kebanjiran Dana

    Harga Solana (SOL) memang mengalami penurunan tajam sejak peluncuran ETF Solana di Amerika Serikat pada Juli 2025. Namun menariknya, produk investasi berbasis ETF tersebut justru masih mencatat arus dana yang kuat.

    Analis ETF Bloomberg Eric Balchunas menyebut ETF Solana berhasil mengumpulkan sekitar US$1,5 miliar arus masuk sejak peluncurannya. Hal ini terjadi meskipun harga token SOL telah turun lebih dari 57% dalam periode yang sama.

    Menurut Balchunas, kondisi tersebut menunjukkan ketahanan minat investor institusional terhadap Solana.

    “Sekitar 50% arus dana ETF berasal dari investor institusional. Ini menunjukkan basis investor yang serius dan merupakan sinyal positif untuk masa depan,” ujarnya.

    ETF Solana Catat Kinerja Kuat

    Dilaporkan Cointelegraph, jika disesuaikan dengan kapitalisasi pasar, kinerja ETF Solana bahkan disebut melampaui Bitcoin pada tahap awal peluncurannya.

    Dengan kapitalisasi pasar Solana sekitar US$50 miliar dibandingkan Bitcoin yang mencapai sekitar US$1,4 triliun, arus dana ETF Solana setara dengan sekitar US$54 miliar dalam skala Bitcoin.

    Angka tersebut sekitar dua kali lipat dibandingkan arus dana yang diterima ETF Bitcoin pada periode yang sama setelah peluncurannya.

    Balchunas menilai angka tersebut cukup mengesankan mengingat kondisi pasar Solana yang sedang mengalami penurunan harga.

    Biasanya, ETF yang diluncurkan saat harga aset dasar turun tajam akan kesulitan menarik dana investor.

    “Jika sebuah aset turun 57% dalam enam bulan pertama, biasanya hampir mustahil bagi ETF untuk tetap mendapatkan arus masuk dana,” kata Balchunas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, resiliensi institusi di SOL jauh lebih kuat dari ritel. Meski harga lumat, inflow tetap stabil.

    “Ini sinyal kalau big money nggak peduli sama volatilitas jangka pendek dan lebih fokus ke akumulasi jangka panjang. SOL bukan cuma mainan memecoin lagi,” ungkapnya.

    Baca juga: Solana Tiba-Tiba Meledak 14%, Aktivitas Jaringan Jadi Pemicu?

    Pergerakan Dana ETF Masih Stabil

    Meski secara umum masih mencatat arus dana positif, ETF Solana sempat mengalami arus keluar bersih pertama dalam lebih dari satu bulan pada Kamis, dengan sekitar US$6 juta keluar dari enam produk ETF yang tersedia.

    Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah ETF Solana mencatat arus masuk bersih sekitar US$19 juta.

    Hal ini menunjukkan bahwa meskipun minat investor masih kuat, volatilitas tetap terjadi dalam aliran dana ETF.

    Harga SOL Masih Tertekan

    Harga Solana sendiri masih berada jauh di bawah rekor tertingginya. Token ini sempat mencapai all-time high di sekitar US$293 pada Januari 2025 ketika tren memecoin mendorong aktivitas jaringan.

    Saat ini SOL diperdagangkan di kisaran US$88, atau sekitar 70% lebih rendah dari puncak tersebut.

    Sejak awal 2026, harga Solana juga telah turun hampir 30%, mencerminkan tekanan yang masih terjadi di pasar altcoin secara umum.

    Meski demikian, kuatnya arus dana ke ETF menunjukkan sebagian investor institusional masih melihat potensi jangka panjang pada ekosistem Solana.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Tiba-Tiba Meledak 14%, Aktivitas Jaringan Jadi Pemicu?

    Harga Solana (SOL) mencatat lonjakan signifikan sebesar 14% dalam 24 jam terakhir, mengakhiri fase konsolidasi yang berlangsung hampir empat minggu. Reli ini membawa SOL menembus kisaran harga sebelumnya di antara US$77 hingga US$88, sekaligus menghidupkan kembali sentimen positif di pasar.

    Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$90,5 dan berhasil bertahan di atas level support baru di US$88. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas jaringan serta dukungan investor yang kembali mengalir ke ekosistem Solana.

    Alamat Baru Solana Naik 17%

    Salah satu faktor utama yang mendorong reli SOL adalah meningkatnya jumlah alamat baru di jaringan Solana. Dalam dua minggu terakhir, jumlah alamat baru harian naik sekitar 17%, dari 7,42 juta menjadi sekitar 8,7 juta.

    Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi pengguna dan minat terhadap jaringan Solana. Pertumbuhan alamat baru sering dianggap sebagai indikator masuknya modal baru ke dalam ekosistem kripto.

    Semakin banyak pengguna yang berinteraksi dengan jaringan, semakin besar potensi permintaan terhadap token SOL.

    Baca juga: Sinyal Balik Arah Solana Muncul, Tapi Data Ini Peringatkan Koreksi 7–10%

    Tekanan Beli Mulai Menguat

    Dilaporkan BeInCrypto, indikator Money Flow Index (MFI), yang mengukur tekanan beli dan jual berdasarkan volume transaksi, juga menunjukkan perbaikan signifikan.

    Setelah sebelumnya berada dalam fase tekanan jual, MFI kini kembali masuk ke wilayah positif. Hal ini menandakan bahwa aliran modal mulai kembali masuk ke Solana dan permintaan mulai mengungguli tekanan jual.

    Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga SOL tidak semata dipicu oleh spekulasi jangka pendek, tetapi juga oleh peningkatan aktivitas dan minat investor terhadap jaringan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan alamat baru adalah bukti aktivitas real network, bukan cuma spekulasi. Kalau 8 bertahan, target berikutnya 7.

    “Solana ngebuktiin dirinya masih jadi “center of attention” buat on-chain activity meskipun market lagi tertekan,” jelasnya.

    Dominasi Whale Sedikit Menurun

    Di sisi lain, data distribusi suplai menunjukkan perubahan kecil dalam dominasi pemegang besar atau whale. Investor yang memegang lebih dari 100.000 SOL tercatat sedikit mengurangi kepemilikannya dalam dua minggu terakhir.

    Porsi suplai yang mereka kuasai turun dari sekitar 59% menjadi 58,6%. Hal ini mengindikasikan sebagian whale menjual aset mereka saat reli terjadi.

    Namun penjualan tersebut tampaknya diserap oleh investor yang lebih kecil dan alamat baru di jaringan, sehingga membantu menjaga stabilitas harga.

    Level Penting Harga SOL

    Setelah menembus kisaran konsolidasi, Solana kini menghadapi resistance berikutnya di sekitar US$97. Jika momentum kenaikan tetap terjaga, harga berpotensi melanjutkan reli menuju US$105 dalam jangka pendek.

    Namun skenario bullish ini dapat berubah jika tekanan jual kembali meningkat. Penurunan di bawah level support US$88 berpotensi membawa harga kembali ke area konsolidasi sebelumnya di sekitar US$77.

    Jika support tersebut juga gagal dipertahankan, harga SOL berpotensi turun lebih dalam menuju sekitar US$67.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sinyal Balik Arah Solana Muncul, Tapi Data Ini Peringatkan Koreksi 7–10%

    Harga Solana (SOL) mulai menunjukkan tanda-tanda potensi pembalikan tren setelah beberapa minggu berada di bawah tekanan. Meski masih turun sekitar 13% dalam sebulan terakhir, sejumlah indikator teknikal dan on-chain menunjukkan kemungkinan pemulihan mulai terbentuk.

    Namun di saat yang sama, satu metrik penting juga meningkat dan secara historis sering mendahului koreksi harga sekitar 7% hingga 10%. Kondisi ini membuat pergerakan Solana dalam waktu dekat berpotensi tetap volatil sebelum arah tren yang lebih jelas terbentuk.

    Sinyal Bullish Divergence Muncul

    Salah satu sinyal awal pembalikan berasal dari struktur momentum pada grafik harga Solana. Antara 28 Januari hingga 1 Maret, harga SOL membentuk lower low, sementara indikator Relative Strength Index (RSI) mencatat higher low.

    Dikutip BeInCrypto, pola ini dikenal sebagai bullish divergence, yang biasanya muncul ketika tekanan jual mulai melemah dalam tren turun.

    Setelah sinyal tersebut muncul, harga Solana sempat naik sekitar 10% sebelum kembali kehilangan momentum akibat volatilitas pasar yang lebih luas. Struktur bullish ini masih dianggap valid selama harga tetap berada di atas swing low yang terbentuk pada 1 Maret.

    Selain itu, Solana juga sedang menguji level 20-day Exponential Moving Average (EMA), indikator yang sering digunakan untuk mengidentifikasi perubahan momentum jangka pendek. Pada awal Januari, penembusan level ini sempat memicu reli sekitar 17%.

    Holder Jangka Panjang Tambah Akumulasi

    Data on-chain dari Glassnode menunjukkan investor jangka panjang mulai meningkatkan akumulasi. Metrik Hodler Net Position Change menunjukkan peningkatan posisi dari sekitar 642.906 SOL menjadi 819.114 SOL antara 1 hingga 3 Maret.

    Kenaikan sekitar 27% dalam dua hari ini menunjukkan investor berpengalaman mulai menambah eksposur meskipun kondisi pasar masih bergejolak.

    Namun akumulasi dari investor jangka panjang tidak selalu menjamin pemulihan harga berjalan mulus.

    Peringatan dari Holder Jangka Pendek

    Indikator Short-Term Holder Net Unrealized Profit/Loss (NUPL) menunjukkan kerugian investor jangka pendek mulai berkurang. Nilainya naik dari -0,71 menjadi -0,49 sejak 23 Februari.

    Secara historis, kondisi ini sering memicu tekanan jual karena trader yang sebelumnya mengalami kerugian cenderung menjual aset saat harga kembali mendekati titik impas.

    Contoh serupa terjadi pada 24 Februari ketika NUPL mencapai sekitar -0,50 dan harga Solana berada di US$88. Dalam tiga hari berikutnya, harga turun sekitar 7%.

    Peristiwa lain terjadi pada 6 Februari ketika harga berada di sekitar US$87 dan kemudian turun hampir 10% dalam enam hari.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, zona $86-$89 menjadi filter krusial bagi kelanjutan tren SOL untuk mencapai kembali target psikologis $101.

    “Jika gagal menembus area klaster suplai tersebut, risiko koreksi menuju $77 tetap terbuka lebar,” jelasnya.

    Zona Resistance Penting di US$86–US$89

    Data distribusi harga menunjukkan klaster suplai besar di kisaran US$86 hingga US$88, di mana sekitar 14,19 juta SOL sebelumnya diakumulasi.

    Zona ini berpotensi menjadi resistance kuat karena investor yang membeli di area tersebut mungkin menjual ketika harga kembali mendekati titik impas.

    Saat ini Solana diperdagangkan di sekitar US$83, tepat di bawah area resistance tersebut.

    Jika harga mampu menembus dan bertahan di atas US$89, potensi kenaikan menuju US$92, US$96, hingga US$101 dapat terbuka.

    Namun jika gagal menembus resistance dan turun di bawah support US$82, harga berpotensi kembali menguji area US$77, yang akan mencerminkan koreksi sekitar 7–10%.

    Dengan kombinasi sinyal pembalikan dan potensi tekanan jual jangka pendek, arah harga Solana dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh kemampuan pasar menembus zona resistance utama tersebut.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tekanan Jual Solana Meningkat, Level US$77 Jadi Penentu Nasib Harga

    Harga Solana (SOL) menghadapi tekanan jual yang semakin kuat setelah arus masuk ke bursa meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Jika level support penting di US$77 ditembus, analis memperingatkan bahwa harga SOL berpotensi turun hingga 38%.

    Saat ini, Solana diperdagangkan di sekitar US$83 dan masih bergerak dalam rentang konsolidasi antara US$77 hingga US$87 selama beberapa minggu terakhir. Namun indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan risiko penurunan yang semakin besar.

    Profit Holder Jangka Pendek Naik

    Dilaporkan BeInCrypto, salah satu sinyal yang memicu kekhawatiran berasal dari indikator LTH vs STH Net Unrealized Profit/Loss (NUPL). Data menunjukkan keuntungan yang belum direalisasikan milik holder jangka pendek (short-term holders/STH) terus meningkat sejak Februari.

    Kelompok investor ini dikenal cenderung menjual lebih cepat ketika berada dalam posisi profit. Kenaikan profit STH dapat memicu tekanan jual tambahan di pasar.

    Sebaliknya, pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH) belum menunjukkan peningkatan profit yang signifikan. Kondisi ini berarti dukungan stabilisasi dari investor jangka panjang relatif terbatas.

    Jika LTH ikut melakukan aksi jual, tekanan terhadap harga Solana dapat meningkat lebih tajam.

    Baca juga: Solana Siap Rebound 5%? Level US$87 Jadi Penentu Reli Lebih Besar

    Arus Masuk ke Bursa Menguat

    Indikator Exchange Net Position Change juga menunjukkan tren kenaikan arus masuk SOL ke bursa selama empat minggu terakhir. Peningkatan inflow ke bursa sering dianggap sebagai sinyal bahwa investor mempersiapkan penjualan.

    Kombinasi meningkatnya profit holder jangka pendek dan arus masuk ke bursa memperkuat sentimen bearish terhadap Solana dalam jangka pendek.

    Jika tren ini berlanjut, tekanan jual dapat semakin memperbesar kemungkinan penurunan harga.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Jika outflow bursa tidak berubah, potensi likuidasi jangka pendek meningkat. Level $77 harus defended agar tidak terjadi cascade selling.

    Pola Bearish Flag Muncul

    Secara teknikal, grafik Solana menunjukkan pola bearish flag, pola lanjutan yang sering mengindikasikan penurunan lanjutan setelah fase konsolidasi.

    Jika harga turun di bawah support US$77, pola ini dapat mengarah pada penurunan sekitar 38%, dengan target harga di area US$51. Sebelum mencapai level tersebut, SOL kemungkinan akan menguji support di US$64 dan US$57.

    Penurunan lebih lanjut bahkan dapat membawa harga menuju US$45 jika tekanan jual semakin kuat.

    Namun skenario bearish ini dapat dibatalkan jika sentimen pasar berubah. Jika SOL berhasil menembus resistance di US$88 dan US$96, harga berpotensi kembali naik menuju US$100 dan mencetak level tertinggi bulanan.

    Untuk saat ini, level US$77 menjadi batas krusial yang akan menentukan apakah Solana mampu mempertahankan konsolidasi atau memasuki fase penurunan yang lebih dalam.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Siap Rebound 5%? Level US$87 Jadi Penentu Reli Lebih Besar

    Harga Solana (SOL) bergerak di kisaran US$83 setelah turun sekitar 4% dalam 24 jam terakhir. Meski terlihat lebih lemah secara harian, dalam sepekan terakhir SOL masih mencatat kenaikan hampir 8%, menunjukkan ketahanan relatif dibandingkan sejumlah aset kripto utama.

    Dikutip BeInCrypto, sejumlah indikator teknikal dan data derivatif kini mengarah pada potensi rebound jangka pendek sekitar 5%. Namun, analis menilai satu level kunci akan menentukan apakah pantulan tersebut berhenti sementara atau berkembang menjadi reli lebih besar.

    Pola Bullish dan Divergensi RSI Muncul

    Pada grafik 12 jam, SOL membentuk pola inverse head and shoulders, struktur teknikal yang kerap muncul menjelang pembalikan tren turun. Setelah membentuk bahu kanan pada 28 Februari, harga sempat melonjak hampir 15% sebelum kembali tertahan di area resistance.

    Level yang kembali menjadi penghalang adalah exponential moving average (EMA) 20 periode. Sejak akhir Januari, SOL beberapa kali gagal menembus garis ini. Satu-satunya penembusan bersih pada 25 Februari memicu reli sekitar 11%.

    Sementara itu, Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bullish divergence. Antara 31 Januari hingga 1 Maret, harga mencetak lower low, tetapi RSI justru membentuk higher low, mengindikasikan tekanan jual mulai melemah.

    Selama SOL mampu bertahan di atas swing low terbaru di US$81, struktur pantulan jangka pendek masih dinilai valid.

    Potensi Short Squeeze di Area US$85

    Data likuidasi menunjukkan sekitar 63% posisi leverage satu hari di Binance berada di sisi short. Nilai potensi likuidasi short mencapai sekitar US$66 juta, dibandingkan posisi long sekitar US$39 juta.

    Klaster likuidasi terbesar berada di sekitar US$85. Dengan harga saat ini di US$83, pergerakan naik menuju area tersebut dapat memicu short squeeze, yakni penutupan paksa posisi short yang justru mempercepat kenaikan harga.

    Namun, reli berbasis likuidasi saja jarang berkelanjutan tanpa dukungan pembeli riil.

    Holder Jangka Pendek Mulai Kembali

    Data HODL Waves menunjukkan peningkatan kepemilikan pada kelompok holder 1 minggu hingga 1 bulan, serta 1 hari hingga 1 minggu. Kelompok ini kerap masuk mendekati titik dasar lokal sebelum terjadi pantulan harga.

    Pola serupa terlihat pada 24 Februari, yang kemudian diikuti kenaikan dari US$79 ke US$88 dalam satu hari.

    US$87 Jadi Garis Penentu

    Level paling krusial kini berada di sekitar US$87. Area ini bertepatan dengan retracement Fibonacci 0,618 sekaligus klaster akumulasi sekitar 11,7 juta SOL di rentang US$86–US$87. Banyak pemegang berpotensi menjual di area tersebut untuk impas.

    Jika harga tertahan di US$87, rebound sekitar 5% akan tetap terkonfirmasi. Namun jika level ini berhasil ditembus secara meyakinkan, peluang terbuka menuju US$90 hingga US$93.

    Di atas US$99, yang sejalan dengan neckline pola bullish, SOL bahkan berpotensi mengarah ke US$120 dalam skenario lanjutan.

    Sebaliknya, penurunan di bawah US$80 dapat melemahkan struktur bullish jangka pendek, dan penembusan di bawah US$75 akan membatalkan skenario rebound.

    Untuk saat ini, pasar menanti apakah Solana hanya akan mencatat pantulan teknikal terbatas atau memulai fase reli yang lebih luas.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, Jika reclaim EMA 20 dan tembus $85, squeeze bisa mempercepat rally; kalau $81 jebol, setup invalid dan downside lanjut.

    “Konfirmasi terbaik datang dari breakout yang diikuti follow-through volume, bukan divergence doang,” ungkapnya.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga SOL Mengunci di Range Sempit, US$100 Kembali Terlihat?

    Harga Solana (SOL) menunjukkan tanda-tanda potensi lonjakan volatilitas setelah hampir empat pekan bergerak dalam rentang sempit. Saat ini, SOL diperdagangkan di kisaran US$85 dan masih terjebak dalam area konsolidasi antara US$77 hingga US$88.

    Pergerakan sideways yang berkepanjangan ini membuat volatilitas semakin terkompresi. Analis menilai kondisi tersebut kerap menjadi fase sebelum terjadi pergerakan harga besar, baik ke atas maupun ke bawah.

    Alamat Baru Naik 1,4 Juta

    Data on-chain menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas jaringan Solana. Dalam 12 hari terakhir, jumlah alamat baru harian bertambah sekitar 1,4 juta, sehingga totalnya mencapai 8,6 juta alamat.

    Dilaporkan BeInCrypto, lonjakan partisipasi ini mencerminkan meningkatnya keterlibatan pengguna di ekosistem Solana. Masuknya pengguna baru berpotensi menambah likuiditas dan memperkuat fondasi fundamental, yang dapat mendukung upaya breakout harga jika tren ini berlanjut.

    Di sisi lain, metrik HODLer Net Position Change menunjukkan bahwa pemegang jangka panjang masih mempertahankan posisi mereka. Meskipun laju akumulasi melambat, tren keseluruhan tetap mencerminkan posisi bersih positif. Ketahanan investor jangka panjang ini membantu menjaga harga tetap stabil dalam fase konsolidasi.

    Namun, perlambatan momentum beli menjadi catatan penting. Jika pemegang jangka panjang mulai beralih ke distribusi, tekanan turun dapat meningkat dan mengganggu keseimbangan harga saat ini.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, squeeze volatilitas biasanya jadi awal pergerakan besar. Kalau tembus 8, target berikutnya 7. Sebaliknya, kalau HODLers mulai distribusi, 7 jadi support kritis yang harus dijaga.

    Baca juga: Solana Melonjak 10%, Target $110 Terbuka, Apakah SOL Tembus $100?

    Bollinger Bands Isyaratkan Lonjakan Volatilitas

    Dari sisi teknikal, indikator Bollinger Bands menunjukkan penyempitan (squeeze), sinyal klasik yang sering mendahului ekspansi volatilitas. Kondisi ini memperkuat kemungkinan terjadinya breakout dalam waktu dekat.

    Jika momentum bullish muncul bersamaan dengan pelepasan volatilitas, SOL berpotensi menembus resistensi US$88 dan bergerak menuju US$97. Penembusan berkelanjutan di atas US$97 dapat membuka jalan kembali ke atas US$100, memulihkan sentimen positif yang lebih luas.

    Sebaliknya, jika tekanan beli tidak cukup kuat, harga kemungkinan tetap bergerak dalam rentang saat ini. Penurunan di bawah support US$77 akan membuka ruang menuju US$67 sebagai level kunci berikutnya, sekaligus membatalkan skenario bullish jangka pendek.

    Dengan kombinasi peningkatan aktivitas jaringan dan sinyal teknikal yang mengarah pada ekspansi volatilitas, pasar kini menantikan arah pergerakan berikutnya. Level US$77 dan US$88 menjadi batas penentu arah Solana dalam jangka pendek.

    Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com