Tag: solana

  • 5 Alasan Solana Bisa Tembus $180 Lagi, Asal Level Ini Berhasil Dilewati!

    Harga Solana (SOL) tengah mencoba bangkit setelah mengalami tekanan jual yang cukup dalam dalam beberapa hari terakhir. Namun, meski ada tanda-tanda pemulihan teknikal, volume perdagangan yang masih lemah membuat analis tetap berhati-hati.

    Pada perdagangan Kamis (6/11), SOL sempat turun di bawah area $162, menandakan tekanan jual yang signifikan seiring dengan koreksi di pasar kripto yang juga menimpa Bitcoin dan Ethereum. Setelah menyentuh level terendah di $145, Solana mulai menunjukkan tanda-tanda recovery wave dengan pergerakan di atas garis tren menurun utama di sekitar $155.

    Analisis Teknikal Solana

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 6 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 6 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Tertekan 27% Sebulan, Tapi Apakah Ini Akhir dari Tren Turun?

    Dilaporkan Trading View, secara teknikal, Solana kini masih bergerak di bawah $165 dan di bawah moving average 100 jam, yang menandakan bahwa tren jangka pendek belum sepenuhnya berbalik arah. Level $165–$166 menjadi zona krusial yang harus ditembus agar momentum kenaikan bisa berlanjut menuju $172 dan bahkan $180. Jika resistance itu tertembus secara meyakinkan, analis memperkirakan potensi kenaikan lebih lanjut ke sekitar $188.

    Namun, risiko penurunan masih membayangi. Jika harga gagal menembus area $166, tekanan jual bisa kembali mendorong SOL ke bawah, dengan area $155 menjadi support terdekat. Penembusan di bawah level ini dapat membuka jalan menuju $148, bahkan $142, jika sentimen negatif kembali meningkat.

    Indikator Teknikal SOL

    Dari sisi indikator teknikal, MACD masih berada di zona bearish, sementara RSI sudah sedikit pulih di atas level 50, menunjukkan adanya dorongan beli yang mulai terbentuk — namun belum cukup kuat untuk mengonfirmasi tren reversal.

    Dengan volatilitas pasar yang tinggi dan volume perdagangan yang belum stabil, banyak pelaku pasar masih memilih untuk menunggu konfirmasi arah berikutnya. Jika tekanan jual mereda dan Solana mampu menembus resistance kunci, potensi rally lanjutan tetap terbuka lebar.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Tertekan 27% Sebulan, Tapi Apakah Ini Akhir dari Tren Turun?

    Harga Solana (SOL) kembali merosot sebesar 5,3% dalam 24 jam terakhir, memperpanjang penurunan bulanan hingga lebih dari 27%. Aset ini menjadi salah satu kripto berkapitalisasi besar dengan performa terburuk minggu ini, menandakan tekanan jual yang semakin kuat.

    Namun, meskipun struktur teknikal SOL terlihat lemah, sejumlah indikator on-chain dan derivatif menunjukkan potensi bahwa fase terburuk mungkin sudah berlalu.

    Dua Sinyal Bearish Crossovers Ancam Tekan Harga Lebih Dalam

    Penurunan Solana semakin dalam setelah pecah dari pola rising wedge, mengonfirmasi pembalikan tren bearish. Kini, dua bearish crossovers di grafik harian memperkuat sinyal tekanan jual.

    Bearish crossover terjadi ketika Exponential Moving Average (EMA) jangka pendek melintasi ke bawah EMA jangka panjang, tanda bahwa penjual mulai menguasai pasar.
    Dalam kasus Solana:

    • EMA 50-hari hampir melintasi di bawah EMA 100-hari
    • EMA 20-hari mendekati persilangan di bawah EMA 200-hari

    Kombinasi keduanya dikenal sebagai “death cross”, yang biasanya memicu penurunan tambahan sebelum harga membentuk dasar baru.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 5 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 5 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Penurunan Dipicu Long Squeeze, Bukan Tekanan Jual Massal

    Dilaporkan BeInCrypto, meski grafik tampak mengkhawatirkan, data derivatif menunjukkan penurunan harga ini lebih disebabkan oleh long squeeze, bukan karena investor besar menjual aset mereka.

    Berdasarkan data Bybit, posisi long yang masih aktif hanya sekitar $103,9 juta, dibandingkan $1,45 miliar posisi short. Ketimpangan ini menegaskan bahwa koreksi lebih disebabkan oleh likuidasi posisi long berlebihan, bukan tren bearish baru.

    Kondisi ini bisa berbalik kapan saja: dengan banyak posisi short terbuka, kenaikan kecil harga SOL bisa memicu short squeeze, yang dapat mendorong harga naik cepat untuk sementara waktu.

    Baca juga: Solana Terancam Jatuh ke $115 Setelah Gagal Pertahankan Support

    Investor Jangka Panjang Masih Bertahan

    Data Holder Net Position Change juga memberi sinyal positif. Antara 7 Oktober dan 3 November, arus keluar bersih (net outflows) Solana dari dompet jangka panjang turun 87%, dari –10,52 juta SOL menjadi –1,37 juta SOL.

    Artinya, para hodler besar belum menjual besar-besaran, menunjukkan kepercayaan jangka panjang masih terjaga meski harga sedang tertekan.

    Level Penting Solana yang Harus Diperhatikan

    Saat ini, harga Solana berada di kisaran $166, masih sedikit di atas zona support kuat di $163.

    • Jika level $163–$155 berhasil dipertahankan, ada potensi rebound menuju $191 atau bahkan $200.
    • Namun jika $155 jebol, harga bisa mencetak lower low baru dan menandai lanjutan tren bearish.

    Sebaliknya, tembus di atas $191 bisa memicu short squeeze besar-besaran hingga ke level $222, yang bertepatan dengan titik Fibonacci 0.786.

    Bearish, Tapi Potensi Rebound Mengintai

    Untuk saat ini, arah jangka pendek Solana masih cenderung menurun, dengan tekanan dari dua bearish crossover. Namun, karena:

    • mayoritas posisi long sudah terlikuidasi
    • arus keluar hodler melambat drastis
    • banyak posisi short menumpuk

    maka rebound teknikal bisa terjadi kapan saja. Trader mungkin perlu waspada, tapi juga siap, karena “pain before the gain” tampaknya menjadi narasi Solana berikutnya.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Terancam Jatuh ke $115 Setelah Gagal Pertahankan Support

    Harga Solana (SOL) kembali tergelincir tajam di tengah penurunan pasar kripto yang meluas. Dalam 24 jam terakhir, SOL mencatat penurunan sekitar 8%, menembus di bawah level support penting yang telah bertahan selama beberapa bulan terakhir.

    Situasi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa altcoin populer tersebut bisa menghadapi koreksi besar hingga 30% jika gagal bertahan di area saat ini.

    Harga Solana Jatuh di Bawah Support Utama

    Sejak Agustus 2025, Solana diperdagangkan di kisaran $175–$250, bahkan sempat menyentuh puncak lokal di $253 pada September lalu. Namun setelah itu, tren berbalik arah, SOL kehilangan hampir 35% dari nilainya dan berkali-kali gagal menembus kembali level psikologis $200.

    Koreksi yang dimulai sejak awal Oktober terus berlanjut. Saat Bitcoin juga terkoreksi ke $107.000, tekanan jual semakin berat dan menyeret SOL hingga ke $165, level terendah baru dalam beberapa bulan terakhir.

    Menurut analis Ali Martinez, penurunan di bawah $180 menjadi sinyal bahaya. “Jika Solana gagal pulih dari level ini, harga berisiko turun hingga $115, atau sekitar 30% dari posisi saat ini,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa area $158 kini menjadi zona pertahanan penting yang harus diamati.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 4 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 4 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana di Persimpangan Tajam! Tembus $180 atau Terbang ke $290?

    Analis: “Waspadai Koreksi, Tapi Ada Sinyal Positif Jangka Panjang”

    Dilaporkan Trading View, analis pasar DonAlt juga mengingatkan bahwa investor sebaiknya tetap berhati-hati. “Antara level sekarang hingga $210, bias bearish masih kuat. Tapi jika Solana mampu menembus dan mempertahankan posisi di atas $210, itu bisa menjadi sinyal bullish baru,” ujarnya.

    Meski begitu, tidak semua pandangan suram. Trader Elite Crypto melihat situasi ini sebagai koreksi sehat setelah reli panjang sejak awal tahun. Menurutnya, Solana masih bertahan di area support naik jangka panjang yang terbentuk sejak 2023. “Saya masih bullish untuk jangka panjang. Retest ke $158 bisa jadi pijakan sebelum harga naik lagi,” jelasnya.

    ETF Solana Dorong Harapan Investor Jangka Panjang

    Di sisi lain, prospek jangka panjang Solana masih menarik perhatian institusi. CEO Bitwise, Hunter Horsley, mengungkapkan bahwa peluncuran ETF Solana Staked baru-baru ini membuka pintu bagi banyak investor untuk berpartisipasi di ekosistem Solana.

    ETF tersebut mencatat $400 juta arus masuk hanya dalam empat hari pertama, menjadikannya produk investasi kripto dengan aliran dana terbesar minggu ini, menurut data Bloomberg. Horsley menekankan bahwa “investor ETF cenderung berorientasi jangka panjang,” menandakan bahwa minat terhadap Solana masih kuat meski harga tengah tertekan.

    Solana di Persimpangan Jalan

    Saat ini, SOL diperdagangkan di sekitar $167, turun 17% dalam sepekan. Jika gagal bertahan di atas level $158–$165, penurunan lanjutan ke $115 bisa terjadi. Namun, bagi investor jangka panjang, fundamental dan dukungan institusional lewat ETF memberikan secercah optimisme bahwa Solana masih memiliki potensi besar untuk rebound di masa mendatang.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana di Persimpangan Tajam! Tembus $180 atau Terbang ke $290?

    Solana (SOL) kembali jadi sorotan setelah berhasil menembus level krusial di $180, titik yang bisa menentukan arah pergerakan harga selanjutnya, apakah menuju reli besar atau kejatuhan tajam.

    Saat artikel ini ditulis, SOL diperdagangkan di sekitar $185, naik 4,57% dalam 24 jam terakhir, meski masih mencatat penurunan bulanan sekitar 14,27%.

    Antara Terbang atau Terjun: Pertarungan di Level $180

    Analis kripto populer Ali Martinez menyoroti pentingnya area $180 dalam struktur pasar Solana. Berdasarkan analisis grafik harian, SOL telah bergerak dalam pola ascending channel sejak Mei 2025, dan kini berada di batas bawah saluran tersebut. Level ini juga bertepatan dengan rata-rata pergerakan 200 hari (200-day SMA), menjadikannya area support yang sangat kuat.

    Menariknya, data on-chain dari Glassnode menunjukkan bahwa 24,5 juta SOL telah dibeli di sekitar harga ini, menandakan permintaan besar yang bisa menjadi benteng kuat bagi harga. Jika Solana mampu bertahan di atas $180, Martinez memperkirakan peluang kenaikan menuju $230, bahkan bisa menembus $290.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 3 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 3 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Namun, jika tekanan jual semakin besar dan harga jatuh di bawah $180, Solana berisiko merosot ke $115, bahkan bisa terjun bebas ke $50. Dengan kata lain, posisi Solana saat ini membuka peluang keuntungan hingga 56% atau potensi kerugian 72%, titik yang menentukan nasib jangka menengah aset ini.

    Baca juga: Solana Anjlok! Apakah $170 Jadi Area Beli Terbaik Sebelum Lonjakan?

    ETF Solana Bikin Gebrakan di Wall Street

    Dilaporkan Trading View, di tengah volatilitas harga, kabar positif datang dari sektor institusional. Minggu ini, Bitwise resmi meluncurkan ETF Spot Solana pertama di dunia di New York Stock Exchange (NYSE). Langkah tersebut segera diikuti oleh Grayscale, yang memperkenalkan Grayscale Solana Trust, menegaskan meningkatnya minat institusional terhadap aset ini.

    Menurut data SoSoValue, dua ETF Solana tersebut telah mencatat $154,73 juta net inflow dan $439,97 juta total aset hanya dalam tiga hari perdagangan pertama, sebuah pencapaian luar biasa untuk altcoin di luar Bitcoin dan Ethereum.

    Selain itu, sejumlah produk serupa juga sedang menunggu persetujuan SEC, termasuk Canary Solana ETF, VanEck Solana Trust, dan CoinShares Solana ETF. Deretan produk ini diperkirakan akan membuka jalan bagi arus modal baru ke ekosistem Solana.

    Saatnya Pantau Ketat!

    Dengan kombinasi dukungan teknikal kuat di $180 dan arus modal institusional yang terus meningkat, Solana kini berada di momen krusial. Investor disarankan untuk memantau pergerakan harga di area ini dengan cermat, karena satu pergerakan besar berikutnya bisa menentukan apakah Solana menuju $290 atau terjun ke $50.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Anjlok! Apakah $170 Jadi Area Beli Terbaik Sebelum Lonjakan?

    Harga Solana (SOL) kembali menarik perhatian pasar setelah pergerakannya yang mengejutkan minggu ini. Dalam analisis terbarunya, analis kripto Francesco menyoroti bahwa SOL melewati pola klasik accumulation–manipulation–distribution dengan cara yang tak terduga.

    Alih-alih melakukan “manipulation phase” seperti yang diprediksi, yakni menembus ke atas untuk mengumpulkan likuiditas sebelum koreksi, pasar justru langsung jatuh tanpa peringatan, mematahkan ekspektasi banyak trader.

    Likuiditas Terjepit, Pasar Siap Meledak ke Satu Arah

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 2 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 2 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Menurut Francesco, grafik Solana saat ini menunjukkan penumpukan likuiditas yang semakin besar di kedua sisi harga, baik di atas maupun di bawah range saat ini. Ia menggambarkannya seperti “pegas yang tertekan dan siap dilepaskan” ke satu arah yang kuat.

    “Saya pribadi akan menunggu harga menyapu likuiditas di bawah sebelum mencari peluang long,” jelas Francesco.

    Alasannya sederhana namun penting: area di bawah harga saat ini kemungkinan besar menjadi tempat berkumpulnya stop loss para pembeli sebelumnya. Ketika pasar menyapu area itu, banyak posisi lemah akan tersingkir, membuka jalan bagi potensi rebound kuat.

    Kesabaran Bisa Jadi Kunci

    Dilaporkan Bitcoinsensus, Francesco mengingatkan, banyak trader sering terjebak dengan FOMO dan masuk terlalu cepat. Padahal, menunggu penurunan ke zona likuiditas bawah, sekitar $170 bisa jadi keputusan lebih bijak.

    “Saya sudah melihat pola seperti ini berkali-kali. Masuk terlalu dini memang menggoda, tapi kesabaran bisa menyelamatkanmu dari menjadi bagian dari likuiditas itu sendiri,” katanya.

    $170 Bisa Jadi Area Krusial

    Meski arah pasar tak pernah pasti, banyak analis kini mulai memperhatikan level $170 sebagai zona beli potensial bagi Solana. Jika tekanan jual berhasil mereda setelah menyapu likuiditas bawah, SOL bisa memantul tajam dan memulai tren naik baru.

    Namun, seperti biasa, Francesco menutup dengan peringatan:

    “Pasar selalu bisa mengejutkan kita. Tetap disiplin, jangan terburu-buru — dan biarkan harga memberi sinyal yang jelas.”

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Institusi Banjiri Solana! Akankah Harga SOL Meroket ke $232 Bulan Ini?

    Solana (SOL) memulai bulan November dengan momentum bullish yang kuat. Data terbaru menunjukkan arus masuk dana institusional mencapai $381 juta (sekitar Rp6,1 triliun) sepanjang Oktober, menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap prospek jangka panjang jaringan blockchain Layer-1 ini.

    Menurut laporan CoinShares, dana besar yang mengalir ke Solana bahkan melampaui gabungan seluruh altcoin lainnya, sebuah sinyal bahwa investor institusional kini melihat Solana sebagai salah satu aset paling menjanjikan di pasar kripto.

    Dukungan Kuat dari Investor Besar

    Solana Institutional Flows. Source: CoinShares.
    Solana Institutional Flows. Source: CoinShares.

    Meningkatnya inflow institusional ini menjadi bahan bakar utama reli harga Solana. Seiring dengan itu, tekanan jual dari pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH) juga mulai mereda.

    Dilaporkan BeInCrypto, data Glassnode menunjukkan metrik HODLer Net Position Change beralih dari zona merah, indikasi bahwa investor lama berhenti menjual dan mulai kembali mengakumulasi SOL. Kondisi ini membuka jalan bagi struktur pasar yang lebih sehat dan berpotensi mendorong kenaikan harga secara berkelanjutan.

    “Jika tren akumulasi ini berlanjut, Solana berpeluang menguat secara signifikan. Penurunan tekanan jual dari pemegang jangka panjang sering kali menjadi sinyal awal fase kenaikan baru,” ujar analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur.

    Rekam Jejak November yang Menggoda

    Secara historis, November memang bulan keberuntungan bagi Solana. Berdasarkan data dari CryptoRank, SOL mencatatkan rata-rata kenaikan bulanan 13,9% dan median 27,5% di periode ini.

    Pola musiman yang positif ini menambah optimisme pasar, memperkuat keyakinan bahwa Solana bisa melanjutkan performa impresifnya dan menarik lebih banyak aliran modal baru.

    Baca juga: Western Union Tinggalkan XRP, Pilih Solana untuk Bangun Stablecoin

    Skenario Teknis: Breakout atau Koreksi?

    Pada saat artikel ini ditulis, harga Solana berada di sekitar $198, hanya sedikit di bawah level psikologis $200. Pola grafik menunjukkan SOL bergerak dalam formasi bullish flag, yang biasanya menjadi pertanda awal breakout rally.

    Jika harga berhasil menembus resistance $213, peluang terbuka lebar bagi SOL untuk melonjak hingga $232 atau bahkan lebih tinggi. Namun, bila gagal menembus level $200, Solana berisiko terkoreksi ke kisaran $175 dan menggagalkan skenario bullish.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 1 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Sabtu, 1 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

    “Level $200 adalah titik krusial. Jika berhasil dilewati dengan volume tinggi, Solana bisa memulai reli kuat. Tapi jika gagal, pasar mungkin akan melihat koreksi jangka pendek,” tambah Fyqieh.

    Dengan dukungan kuat dari investor institusional, berkurangnya tekanan jual dari pemegang lama, dan rekam jejak historis yang positif, Solana berpotensi memasuki bulan November 2025 dengan momentum besar.

    Namun, pasar kripto tetap dikenal volatil, sehingga konfirmasi breakout di atas $213 akan menjadi kunci untuk menentukan apakah reli besar Solana benar-benar dimulai.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Western Union Tinggalkan XRP, Pilih Solana untuk Bangun Stablecoin

    Western Union akhirnya mengumumkan langkah besar dalam transformasi digitalnya: perusahaan pengiriman uang global itu memilih Solana sebagai infrastruktur utama untuk membangun regulated stablecoin rail, meninggalkan eksperimen lamanya dengan Ripple (XRP). Keputusan ini menandai babak baru dalam dunia pembayaran lintas negara berbasis blockchain yang lebih cepat, murah, dan teratur.

    Langkah ambisius ini mencakup peluncuran US Dollar Payment Token (USDPT) dan Digital Asset Network dua komponen inti dari proyek stablecoin Western Union yang akan meluncur pada paruh pertama 2026, bekerja sama dengan Anchorage Digital Bank, lembaga keuangan berlisensi federal di AS.

    Baca juga: Solana Bersiap Lepas Landas? Harga SOL Tertahan di $194

    Percobaan XRP Gagal Buktikan Efisiensi

    Sebelumnya, Western Union sempat menguji Ripple’s xRapid dan token XRP pada 2018. Namun, hasilnya tidak menggembirakan. CEO saat itu, Hikmet Ersek, menyebut biaya transaksi “masih terlalu mahal” dan tidak menunjukkan penghematan berarti.

    Dilaporkan The Coin Republic, Ripple kemudian mengonfirmasi bahwa uji coba tersebut hanya melibatkan beberapa transaksi kecil. Mengingat Western Union memproses lebih dari US$100 miliar transaksi per tahun, skala pilot itu terlalu kecil untuk membuktikan efisiensi nyata.

    CEO Western Union saat ini, Devin McGranahan, mengungkapkan di konferensi Money20/20, “Kami telah meninjau hampir semua alternatif, dan untuk kasus institusional seperti kami, blockchain Solana adalah pilihan yang paling tepat.”

    Solana Menang Berkat Kecepatan, Biaya Rendah, dan Validasi Besar

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 31 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Ada tiga alasan utama mengapa Western Union berpihak pada Solana:

    1. Validasi oleh raksasa pembayaran global.
      Solana telah mendapat pengakuan dari Visa dan Stripe untuk penyelesaian transaksi stablecoin USDC. Visa bahkan menerbitkan laporan teknis yang menegaskan keunggulan Solana dalam high throughput dan biaya rendah — sangat ideal untuk transaksi kartu global.
    2. Dominasi dalam aktivitas stablecoin.
      Menurut data Artemis Analytics, Solana memimpin dalam volume dan likuiditas stablecoin sepanjang 2024–2025. Jaringan ini terbukti lebih matang dibanding pesaingnya, sementara USDC baru diluncurkan di XRP Ledger pada Juni 2025, jauh lebih terlambat.
    3. Kepatuhan terprogram melalui Token Extensions.
      Fitur-fitur seperti transfer hooks, allowlist, freeze authority, dan confidential transfers memungkinkan Western Union untuk menanamkan kontrol kepatuhan langsung di tingkat protokol — cocok untuk kebutuhan stablecoin yang diatur secara ketat.

    Dukungan Regulasi dari Anchorage Digital Bank

    Western Union juga menggandeng Anchorage Digital Bank, bank dengan lisensi federal AS, untuk menerbitkan USDPT. Platform penerbitannya mendukung peluncuran stablecoin yang GENIUS-compliant, memastikan pengawasan ketat terhadap regulasi dan keamanan pengguna.

    Menurut McGranahan, kemitraan ini memungkinkan Western Union “menguasai ekonomi yang terkait dengan stablecoin,” serta memperluas jangkauan pembayaran digital lintas batas yang lebih efisien, aman, dan terpercaya.

    Western Union berencana menyediakan akses ke USDPT melalui bursa mitra, dengan Digital Asset Network yang memanfaatkan infrastruktur global mereka sebagai cash off-ramp di berbagai negara. Namun, perusahaan belum berkomitmen untuk memindahkan seluruh volume transaksinya ke Solana dalam waktu dekat, melainkan melalui tahapan bertahap sesuai adopsi pasar.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Bersiap Lepas Landas? Harga SOL Tertahan di $194

    Solana (SOL) saat ini diperdagangkan di sekitar $194,56, naik tipis 0,31% pada Kamis (30/10), di tengah peluncuran dua ETF baru dari Grayscale dan Bitwise yang menarik perhatian besar dari investor institusional. Namun, meski ada arus dana segar lebih dari $117 juta, performa harga masih tertahan di bawah level psikologis $200.

    ETF Solana Picu Arus Dana Institusional

    Dilaporkan Binance, ETF Grayscale Solana Trust (GSOL) resmi diperdagangkan di NYSE Arca dengan modal awal $102,7 juta, sementara Bitwise Solana Staking ETF (BSOL) meluncur sehari sebelumnya dengan AUM $222,9 juta dan mencatat volume perdagangan $72 juta di hari kedua.

    Kedua produk ini memberi investor institusional akses langsung pada Solana yang menghasilkan imbal hasil (staking-enabled), menandai babak baru adopsi aset kripto berorientasi yield.

    Pasar Masih Ragu: Antara “Sell the News” dan Fase Konsolidasi

    Meski arus masuk kuat, indikator teknikal menunjukkan ketidakpastian pasar:

    • RSI (14) di 47,19 — netral.
    • MACD (12,26) di –3,95 dan Momentum (10) di 4,85, mencerminkan tarik-menarik antara kekuatan jangka pendek dan kehati-hatian menengah.
    • EMA (10) berada di $194,16, nyaris sejajar dengan harga spot, menandakan volatilitas rendah.

    Analis dari Hyblock menilai situasi ini mirip dengan peluncuran Bitcoin ETF, di mana harga sempat stagnan sebelum akhirnya melonjak setelah arus dana besar masuk. “SOL ETF mungkin sedang melalui fase ‘maturasi’ awal, bukan kegagalan,” ungkap mereka.

    Namun, data on-chain menunjukkan tekanan jual mulai muncul. Glassnode mencatat penurunan jumlah wallet yang menyimpan SOL selama 1–2 tahun dari 20,33% menjadi 18,48%, sementara Chaikin Money Flow (CMF) kini negatif di –0,06, menandakan potensi profit-taking oleh institusi.

    Arah Harga Selanjutnya: Siap Tembus $206 atau Turun ke $182?

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Kamis, 30 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Trader kini memantau kisaran $192–$206 sebagai zona krusial.

    • Jika SOL menembus $206, momentum bullish bisa mendorong harga ke $237.
    • Tapi jika jatuh di bawah $192, dukungan berikutnya ada di sekitar $182.

    Ke depan, pasar menunggu data inflow ETF, hasil rapat FOMC, serta upgrade jaringan Alpenglow yang dijadwalkan pada Q1 2026. Upgrade ini akan memangkas waktu finalitas blok menjadi 150ms, yang disebut analis bakal memperkuat posisi Solana di sektor DeFi dan aplikasi real-time.

    Meski harga SOL tampak stagnan, di balik layar sedang terjadi pergeseran besar menuju partisipasi institusional. Jika pola ETF seperti Bitcoin terulang, Solana bisa jadi sedang menyiapkan lompatan besar berikutnya.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Solana Pecahkan Rekor! Bitwise Raih Volume $55,4 Juta di Hari Pertama

    Peluncuran ETF Solana Staking (BSOL) oleh Bitwise menjadi tonggak baru dalam sejarah industri kripto. Dalam satu hari saja, produk ini mencatat volume perdagangan $55,4 juta, sekaligus memecahkan rekor peluncuran ETF kripto di tahun 2025.

    Tak hanya itu, dilaporkan Cointribune, dana ini diluncurkan dengan aset kelolaan (AUM) sebesar $223 juta, menandakan minat besar dari investor institusional terhadap Solana.

    Sementara banyak ETF altcoin lain masih berjuang, BSOL mencuri perhatian dengan strategi uniknya, 100% dana diinvestasikan dalam staking Solana, dengan target imbal hasil tahunan sekitar 7%. Keberhasilan ini juga menandai langkah berani Bitwise yang memanfaatkan momentum regulasi baru, setelah SEC memberi lampu hijau bagi bentuk staking tertentu untuk tidak diklasifikasikan sebagai sekuritas.

    ETF Solana Sebagai Tanda Pertumbuhan

    ETF ini bukan hanya sukses komersial, tapi juga simbol legitimasi staking di mata pasar tradisional. Solana kini resmi naik kelas ke arena Wall Street, bukan sekadar aset kripto spekulatif, tapi instrumen investasi teregulasi dengan hasil nyata. Di sisi lain, ETF Hedera (HBR) hanya mencatat volume $8 juta dan Litecoin (LTCC) sekitar $1 juta, jauh tertinggal di belakang Solana.

    Dengan pencapaian ini, Bitwise membuktikan bahwa dalam dunia ETF kripto, kelincahan dan waktu peluncuran yang tepat bisa mengalahkan raksasa seperti BlackRock. Solana kini bukan hanya proyek blockchain cepat, tapi juga wajah baru dari kolaborasi antara DeFi dan keuangan arus utama. Era baru staking telah dimulai, dan Solana memimpin jalannya.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Studi Ungkap Investasi 5% di Solana Bisa Dongkrak Return Portofolio

    Bitcoin boleh jadi masih mendominasi perhatian institusional sebagai pilar aset digital. Namun, riset baru mengindikasikan bahwa eksposur Solana (SOL) meski skala kecil mampu secara signifikan memperbaiki efisiensi portofolio.

    Studi oleh Capital Markets yang memanfaatkan data Bitwise menemukan bahwa alokasi kecil pada Solana bisa meningkatkan imbal hasil yang disesuaikan risiko dalam portofolio tradisional 60/40 yang terdiri dari saham dan obligasi.

    Bagaimana Alokasi Solana Hasilkan Return Tinggi

    Analisis menunjukkan bahwa penambahan hanya 1% eksposur SOL mampu mendongkrak imbal hasil tahunan ke 10,54%, dengan Sharpe Ratio 0,696.

    Menurut laporan, menaikkan porsi itu ke 2,5% meningkatkan imbal hasil ke 16,64% dengan rasio Sharpe 1,093. Sementara itu, bobot 5% menghasilkan return (imbal hasil) 26,22% dengan Sharpe Ratio 1,412.

    Solana Portfolio Allocation.
    Alokasi Portofolio Solana | Sumber: Capital Markets

    Capital Markets juga menekankan bahwa alokasi berisiko lebih tinggi sebesar 10% dapat mendongkrak imbal hasil tahunan portofolio ke 43,88% dengan Sharpe Ratio 1,687.

    Temuan ini menunjukkan bahwa eksposur SOL yang terukur mampu memperkuat performa portofolio jangka panjang. Namun, diversifikasi memberikan hasil berbeda.

    Ketika alokasi aset kripto 10% dibagi rata antara Bitcoin, Ethereum, dan Solana, imbal hasil tahunan turun ke 19,87%. Angka ini jauh lebih kecil dari performa solo Solana.

    Sementara pembagian 50:30:20 antara Bitcoin, Ethereum, dan Solana menghasilkan return 16,18%. Alokasi lebih kecil sebesar 5% dan 2,5% memberikan peningkatan moderat masing-masing 11,33% dan 8,84%.

    Bitcoin, Ethereum, and Solana Allocation.
    Alokasi Bitcoin, Ethereum, dan Solana | Sumber: Capital Market

    “Penurunan maksimum tetap relatif terkendali di semua alokasi, meskipun imbal hasil meningkat tajam,” tulis Capital Markets.

    Dengan demikian, perusahaan menyimpulkan bahwa eksposur yang terfokus pada Solana menghasilkan keuntungan lebih tinggi. Meski begitu, portofolio terdiversifikasi menawarkan pertumbuhan yang lebih stabil dan konsisten.

    Fundamental on-chain Solana membantu menjelaskan keunggulan performanya.

    Jaringan yang dikenal dengan biaya transaksi rendah dan throughput tinggi ini memproses sekitar 96 juta transaksi harian pada kuartal pertama 2025, dipicu euforia meme coin.

    Di saat bersamaan, jaringan blockchain ini juga mencatat adopsi institusional yang signifikan dan pertumbuhan pengguna di sektor pembayaran, gaming, dan aplikasi konsumen. Perlu dicatat, Solana kini menjadi ekosistem decentralized finance (DeFi) terbesar kedua dengan lebih dari US$11 miliar nilai terkunci.

    Solan DeFi Ecosystem.
    Ekosistem DeFi Solana | Sumber: DeFiLlama

    Ekosistem yang terus berkembang ini semakin memperkuat daya tarik investasi SOL. Efisiensi dan skalabilitasnya menempatkan Solana sebagai kandidat kuat blockchain generasi berikutnya untuk aplikasi terdesentralisasi (decentralized application / dApp).

    Selain itu, dengan spekulasi yang meningkat soal potensi ETF Solana spot di AS, aset ini kini mendominasi diskusi tentang peran kripto dalam teori portofolio modern.

    Bagaimana pendapat Anda tentang temuan anyar menarik soal alokasi investasi ke Solana ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Oluwapelumi Adejumo
    Editor:
    Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com