Tag: stablecoin

  • Selandia Baru: Stablecoin Bukan Produk Keuangan

    Otoritas keuangan Selandia Baru, Financial Markets Authority (FMA), memutuskan bahwa stablecoin lokal NZDD tidak dikategorikan sebagai produk keuangan. Keputusan ini dinilai sebagai langkah penting dalam memberikan kejelasan regulasi di tengah berkembangnya industri aset digital.

    Dilaporkan Cointelegraph, penetapan tersebut merupakan hasil dari uji coba sandbox teknologi finansial yang sedang dijalankan oleh regulator setempat.

    NZDD Tidak Dianggap Instrumen Investasi

    Dalam penjelasannya, FMA menyatakan bahwa secara substansi ekonomi, NZDD tidak memenuhi kriteria sebagai sekuritas utang atau instrumen investasi. Hal ini karena pemegang stablecoin tersebut tidak menerima imbal hasil, bunga, maupun keuntungan finansial lainnya.

    Dengan demikian, NZDD dipandang lebih sebagai alat transaksi berbasis digital yang nilainya dipatok terhadap dolar Selandia Baru, bukan sebagai instrumen untuk investasi atau spekulasi.

    Langkah ini menjadi pembeda penting dalam cara regulator memperlakukan stablecoin dibandingkan produk keuangan tradisional.

    Langkah Awal Menuju Kepastian Regulasi

    Firma hukum MinterEllisonRuddWatts, yang mewakili penerbit NZDD yaitu ECDD Holdings dalam program sandbox, menyebut keputusan ini sebagai langkah positif menuju kepastian regulasi.

    Namun demikian, firma tersebut menegaskan bahwa keputusan ini hanya berlaku untuk produk NZDD dalam bentuk yang telah diuji, dan tidak otomatis berlaku untuk semua jenis stablecoin.

    Pendekatan ini menunjukkan bahwa regulator Selandia Baru mengambil langkah bertahap dan selektif dalam mengatur inovasi di sektor keuangan digital.

    Baca juga: PayPal Buka Stablecoin di 70 Negara, Ancam Sistem Keuangan Lama?

    Sandbox dan Rencana Lisensi Baru

    Selain itu, FMA juga mengumumkan rencana untuk memperluas program sandbox dengan memperkenalkan jenis lisensi terbatas bagi perusahaan fintech. Lisensi ini memungkinkan perusahaan untuk masuk ke pasar dengan sejumlah pembatasan yang dapat dilonggarkan seiring pertumbuhan bisnis.

    Kepala eksekutif FMA, Samantha Barrass, menyatakan bahwa sistem keuangan terus berkembang dengan cepat, sehingga diperlukan pendekatan regulasi yang adaptif untuk mendukung inovasi sekaligus menjaga stabilitas pasar.

    Sementara menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, kejelasan regulasi seperti ini bisa menjadi katalis penting karena pasar cenderung lebih nyaman membangun produk saat status hukumnya tidak abu-abu.

    “Jika pendekatan serupa diikuti yurisdiksi lain, stablecoin lokal bisa mendapat ruang tumbuh yang lebih besar sebagai alat pembayaran dan settlement regional,” jelasnya.

    Potensi Pasar Kripto di Selandia Baru

    Minat terhadap aset kripto di Selandia Baru juga menunjukkan tren positif. Laporan pada 2024 memperkirakan hampir 50% dari total populasi sekitar 5,2 juta orang telah atau sedang mempertimbangkan investasi di kripto.

    Selain itu, pasar kripto di negara tersebut diproyeksikan dapat mencapai nilai sekitar 254 miliar dolar AS pada 2033.

    Keputusan FMA terkait NZDD menjadi salah satu langkah penting dalam membentuk kerangka regulasi yang lebih jelas, seiring meningkatnya adopsi aset digital di Selandia Baru.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank Korea dan Inggris Bersatu Masuk Dunia Kripto

    Hana Financial Group, salah satu konglomerasi keuangan terbesar di Korea Selatan, resmi menjalin kerja sama strategis dengan Standard Chartered Group untuk mengembangkan bisnis aset digital. Kolaborasi ini menandai langkah serius kedua institusi dalam memperluas peran mereka di sektor keuangan berbasis teknologi.

    Kesepakatan ini dituangkan dalam bentuk memorandum of understanding (MoU) yang mencakup berbagai inisiatif di bidang digital asset, termasuk pengembangan stablecoin.

    Kolaborasi Perluas Ekspansi Global

    Dalam kerja sama ini, Hana Financial Group dan Standard Chartered berencana memanfaatkan keahlian serta jaringan global masing-masing untuk memperkuat posisi di sektor keuangan tradisional maupun digital. Kedua pihak juga akan mengeksplorasi berbagai peluang baru di industri aset digital.

    Dilaporkan The Block, Chairman Hana Financial Group, Ham Young-joo, menyatakan bahwa kolaborasi ini diharapkan dapat menciptakan peluang pertumbuhan baru melalui sinergi di sektor aset digital dan keuangan masa depan.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini lebih cocok masuk adopsi karena yang ditekankan adalah validasi institusional dan ekspansi bisnis, bukan tekanan regulator.

    “Kalau kerja sama ini benar-benar berujung ke produk nyata, dampaknya bisa besar: ia memperkuat sinyal bahwa bank besar Asia tidak lagi cuma mengamati dari pinggir, tapi mulai aktif membangun jalur distribusi untuk stablecoin dan aset digital di level institusional,” ungkapnya.

    Baca juga: USDC Salip USDT, Perusahaan Mulai Tinggalkan Transfer Bank?

    Fokus pada Stablecoin dan Inovasi Digital

    Salah satu fokus utama dalam kerja sama ini adalah pengembangan inisiatif terkait cryptocurrency, termasuk stablecoin. Langkah ini mencerminkan meningkatnya perhatian institusi keuangan besar terhadap potensi aset digital dalam sistem keuangan global.

    Baik Hana maupun Standard Chartered telah aktif mengembangkan layanan berbasis digital dalam beberapa tahun terakhir. Kolaborasi ini menjadi kelanjutan dari strategi mereka untuk memperluas inovasi di sektor tersebut.

    Rekam Jejak di Industri Aset Digital

    Hana Financial Group sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan BitGo pada 2023 untuk mengembangkan layanan kustodi kripto. Pada tahun berikutnya, Hana bersama BitGo dan SK Telecom mendirikan BitGo Korea, di mana Hana memiliki sekitar 25% kepemilikan.

    Sementara itu, Standard Chartered termasuk salah satu bank besar pertama yang meluncurkan layanan perdagangan spot Bitcoin dan Ethereum untuk klien institusional pada 2025. Bank ini juga telah menyediakan layanan kustodi aset digital di wilayah Eropa dan Asia.

    Kinerja Keuangan dan Potensi ke Depan

    Hana Financial Group mencatatkan kinerja keuangan yang kuat dengan laba bersih tahunan mencapai lebih dari 4 triliun won atau sekitar 2,67 miliar dolar AS pada 2025.

    Di sisi lain, Standard Chartered juga diperkirakan akan menjadi salah satu institusi pertama yang memperoleh lisensi penerbit stablecoin di Hong Kong, memperkuat posisinya dalam ekosistem aset digital global.

    Kerja sama ini menunjukkan semakin besarnya minat institusi keuangan tradisional dalam mengadopsi teknologi blockchain dan aset digital, serta potensi integrasi yang lebih luas antara sistem keuangan konvensional dan kripto di masa depan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • PayPal Buka Stablecoin di 70 Negara, Ancam Sistem Keuangan Lama?

    PayPal dilaporkan memperluas akses stablecoin miliknya, PYUSD, ke sekitar 70 negara di berbagai kawasan, termasuk Amerika Selatan, Afrika, dan Asia. Langkah ini menandai ekspansi besar dari sebelumnya yang hanya terbatas di Amerika Serikat dan Inggris.

    Ekspansi ini dinilai sebagai upaya PayPal untuk memperkuat posisinya dalam ekosistem keuangan digital global, khususnya dalam penggunaan stablecoin untuk transaksi lintas negara.

    PYUSD Kini Bisa Digunakan Secara Global

    Dengan perluasan ini, pengguna di puluhan negara kini dapat mengirim, menerima, dan menyimpan PYUSD secara langsung melalui platform PayPal.

    Selain itu, pengguna juga dapat memperoleh imbal hasil dari kepemilikan stablecoin tersebut, dengan pengguna di AS dilaporkan mendapatkan sekitar 4% per tahun.

    Fitur ini menjadikan PYUSD tidak hanya sebagai alat transaksi, tetapi juga sebagai instrumen penyimpanan nilai berbasis dolar digital.

    Baca juga: $625 Juta Dicetak Dalam 7 Hari: PYUSD PayPal Bikin Pasar Kripto Heboh

    Dorong Efisiensi Pembayaran Lintas Negara

    Dilaporkan Crypto Briefing, salah satu keunggulan utama dari ekspansi ini adalah kemampuannya dalam menekan biaya transaksi lintas negara yang selama ini relatif tinggi.

    Pengguna kini dapat menyimpan dana dalam bentuk dolar digital tanpa harus mengonversinya ke mata uang lokal, serta melakukan transfer internasional dengan lebih cepat dan efisien.

    Contohnya, PYUSD sudah dapat digunakan untuk pengiriman dana dari Amerika Serikat ke negara seperti Peru, sekaligus mendukung kebutuhan pembayaran bisnis dan transfer internal.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, ini jelas Adopsi karena ceritanya adalah perluasan distribusi dan use case stablecoin ke pasar global nyata, bukan perubahan aturan. Kalau PayPal berhasil mengunci kebiasaan simpan dan transfer dolar digital di emerging markets.

    “PYUSD bisa jadi salah satu rel pembayaran lintas negara paling berbahaya buat pemain remitansi tradisional yang masih hidup dari fee gemuk,” jelasnya.

    Pertumbuhan PYUSD Melonjak Sejak Diluncurkan

    Sejak diluncurkan pada 2023, PYUSD menunjukkan pertumbuhan signifikan dengan kapitalisasi pasar yang kini mencapai sekitar US$4,1 miliar.

    Angka ini meningkat lebih dari lima kali lipat dari awal peluncurannya, menjadikan PYUSD sebagai salah satu stablecoin terbesar di dunia, tepatnya peringkat ketujuh secara global.

    Stablecoin Semakin Perkuat Peran dalam Sistem Keuangan

    Langkah PayPal ini mempertegas tren bahwa stablecoin semakin menjadi bagian penting dari infrastruktur keuangan digital.

    Dengan adopsi yang terus meluas, stablecoin tidak hanya digunakan dalam trading kripto, tetapi juga dalam pembayaran, remitansi, dan aktivitas ekonomi sehari-hari, terutama di negara berkembang.

    Ekspansi PYUSD ke puluhan negara ini diperkirakan akan semakin mendorong adopsi dolar digital secara global, sekaligus meningkatkan persaingan di pasar stablecoin yang semakin berkembang.

    Baca juga: Paxos Tak Sengaja Cetak Stablecoin $300 Triliun untuk PayPal!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mastercard Akuisisi BVNK $1,8 Miliar, Perluas Akses Stablecoin Global

    Raksasa pembayaran global Mastercard resmi mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi perusahaan infrastruktur pembayaran berbasis stablecoin, BVNK, dengan nilai mencapai $1,8 miliar.

    Langkah ini menandai percepatan besar dalam integrasi teknologi blockchain ke dalam sistem keuangan tradisional.

    Akuisisi ini bertujuan untuk menggabungkan kapabilitas BVNK ke dalam jaringan pembayaran global Mastercard, sehingga memungkinkan koneksi yang lebih mulus antara fiat, stablecoin, dan aset tokenized dalam satu ekosistem yang terintegrasi.

    Baca Juga: Mastercard Luncurkan Sistem Pembayaran Stablecoin Global

    Integrasi Stablecoin ke Infrastruktur Global

    Dengan akuisisi ini, Mastercard berupaya memperluas kemampuannya dalam menangani berbagai jenis transaksi digital, termasuk:

    • Pembayaran lintas batas (cross-border payments)
    • Transaksi B2B (business-to-business)
    • Penggunaan stablecoin dalam pembayaran sehari-hari
    • Integrasi aset tokenized

    BVNK sendiri dikenal sebagai penyedia infrastruktur yang memungkinkan perusahaan untuk mengakses sistem pembayaran berbasis blockchain secara efisien dan patuh regulasi.

    Melalui integrasi ini, Mastercard dapat mempercepat adopsi stablecoin dengan menghadirkan solusi yang lebih praktis dan kompatibel dengan sistem keuangan yang sudah ada.

    Dari Eksperimen ke Implementasi Nyata

    Langkah Mastercard ini menandai pergeseran besar dalam pendekatan perusahaan keuangan tradisional terhadap kripto.

    Jika sebelumnya banyak institusi hanya melakukan uji coba atau eksperimen terbatas, kini mereka mulai melakukan investasi besar untuk menguasai infrastruktur inti blockchain.

    Tim Research Tokocrypto menilai akuisisi ini sebagai sinyal kuat perubahan narasi industri.

    “Ini Adopsi kelas berat karena raksasa payment tradisional tidak lagi cuma eksperimen, tapi mulai membeli rel onchain secara agresif. Begitu pemain sebesar Mastercard masuk lewat akuisisi infrastruktur, narasinya berubah dari “crypto maybe useful” menjadi “stablecoin sedang diserap ke jantung sistem pembayaran global.”

    Hal ini menunjukkan bahwa stablecoin kini bukan lagi sekadar inovasi eksperimental, melainkan mulai menjadi bagian integral dari sistem pembayaran global.

    Dampak ke Industri Kripto

    Akuisisi BVNK oleh Mastercard berpotensi membawa dampak besar bagi industri kripto, khususnya di sektor stablecoin dan pembayaran digital. Beberapa implikasi utama meliputi:

    1. Validasi Institusional

    Masuknya pemain besar seperti Mastercard memberikan legitimasi tambahan bagi teknologi blockchain dan stablecoin.

    2. Percepatan Adopsi

    Integrasi ke jaringan global memungkinkan stablecoin digunakan oleh lebih banyak pengguna dan bisnis di seluruh dunia.

    3. Kompetisi Infrastruktur

    Langkah ini dapat memicu perusahaan lain seperti Visa atau fintech global untuk mempercepat strategi serupa.

    Stablecoin Jadi Jembatan Fiat dan Kripto

    Stablecoin memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia keuangan tradisional dan ekosistem kripto.

    Dengan nilai yang relatif stabil, stablecoin memungkinkan:

    • Transfer nilai lintas negara dengan biaya lebih rendah
    • Penyelesaian transaksi lebih cepat dibanding sistem perbankan tradisional
    • Integrasi yang lebih mudah dengan sistem pembayaran digital

    Dengan dukungan infrastruktur dari BVNK, Mastercard dapat memperluas penggunaan stablecoin dalam berbagai skenario pembayaran.

    Fokus pada Kepatuhan Regulasi

    Menurut laporan Cryptobriefing, Salah satu aspek penting dari akuisisi ini adalah fokus pada compliance atau kepatuhan terhadap regulasi.

    Mastercard sendiri telah lama dikenal sebagai perusahaan yang beroperasi dalam kerangka regulasi yang ketat.

    Dengan mengintegrasikan BVNK, perusahaan ini berupaya memastikan bahwa penggunaan stablecoin tetap sesuai dengan standar hukum di berbagai yurisdiksi.

    Hal ini menjadi kunci dalam mendorong adopsi yang lebih luas, terutama di kalangan institusi dan perusahaan besar.

    Arah Masa Depan: Multi-Chain dan Tokenisasi

    Akuisisi ini juga membuka jalan bagi integrasi yang lebih luas dalam ekosistem multi-chain, di mana berbagai blockchain dapat saling terhubung.

    Selain itu, dukungan terhadap aset tokenized menunjukkan bahwa Mastercard melihat potensi besar dalam:

    • Tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets)
    • Digitalisasi instrumen keuangan
    • Ekspansi ekonomi berbasis blockchain

    Baca Juga: Persaingan Visa vs Mastercard di Dunia Kripto Semakin Panas

    Akuisisi BVNK oleh Mastercard senilai hingga $1,8 miliar menjadi tonggak penting dalam evolusi industri pembayaran global.

    Langkah ini tidak hanya memperkuat posisi Mastercard di era digital, tetapi juga menandakan bahwa stablecoin kini mulai menjadi bagian dari infrastruktur keuangan utama dunia.

    Dengan integrasi ini, batas antara fiat dan kripto semakin kabur, membuka peluang baru bagi inovasi sekaligus mempercepat adopsi teknologi blockchain secara global.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Stablecoin Diam-diam Jadi Tulang Punggung Kripto, Bukan Bitcoin

    Stablecoin kini semakin menunjukkan peran penting dalam ekosistem kripto, dengan data on-chain terbaru mengindikasikan bahwa aset ini telah berkembang menjadi infrastruktur utama dalam keuangan digital berbasis blockchain.

    DIlaporkan Crypto Quant, pertumbuhan jumlah pengguna dan kapitalisasi pasar yang signifikan menjadi bukti bahwa stablecoin tidak lagi sekadar alat trading, tetapi juga digunakan secara luas dalam berbagai aktivitas finansial.

    Adopsi Stablecoin Terus Meningkat

    Data blockchain menunjukkan bahwa jumlah alamat aktif yang menggunakan stablecoin berbasis ERC-20 meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir.

    Saat ini, total kapitalisasi pasar stablecoin telah mencapai sekitar US$300 miliar. Aset seperti USDT dan USDC mendominasi pasar dan menjadi sumber likuiditas utama dalam perdagangan aset digital.

    Selain digunakan di bursa kripto, stablecoin juga banyak dimanfaatkan dalam ekosistem DeFi, termasuk untuk aktivitas pinjam-meminjam, penyediaan likuiditas, hingga pembayaran on-chain.

    Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, pertumbuhan stablecoin sekarang lebih mencerminkan utilitas finansial nyata daripada spekulasi murni.

    “Selama permintaan untuk pembayaran digital, transfer lintas negara, dan infrastruktur DeFi terus naik, stablecoin akan tetap jadi rel utama adopsi onchain,” analisanya.

    Baca juga: Stablecoin Cetak Rekor Baru, Tapi Dana Tak Masuk ke Kripto?

    Digunakan Berbeda di Setiap Negara

    Penggunaan stablecoin juga menunjukkan perbedaan signifikan di berbagai wilayah, tergantung pada kondisi ekonomi masing-masing negara.

    Di negara dengan inflasi tinggi atau mata uang yang tidak stabil, stablecoin sering digunakan sebagai alternatif “dolar digital”. Nigeria menjadi salah satu contoh dengan tingkat adopsi yang tinggi, di mana masyarakat memanfaatkan USDT dan USDC untuk melindungi nilai aset dan melakukan transaksi peer-to-peer.

    Sementara itu, di India dan Filipina, stablecoin banyak digunakan untuk pembayaran lintas negara dan remitansi. Di Amerika Serikat, penggunaan lebih terfokus pada pasar keuangan sebagai sumber likuiditas untuk trading dan aliran modal institusional.

    Jadi Infrastruktur, Bukan Sekadar Alat Trading

    Perbedaan pola penggunaan ini menunjukkan bahwa stablecoin telah bertransformasi menjadi infrastruktur finansial yang fleksibel dan menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.

    Jepang juga mulai memasuki ruang ini setelah adanya perubahan regulasi, dengan munculnya stablecoin berbasis yen seperti JPYC yang berpotensi menghubungkan sistem keuangan tradisional dengan teknologi blockchain.

    Secara keseluruhan, data on-chain memperlihatkan bahwa stablecoin kini berkembang dari sekadar pasangan trading menjadi fondasi utama dalam sistem keuangan digital global.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Simak! Ini 5 Koin Kripto yang Diramal Bawa Cuan di 2025


    Jakarta

    Tahun 2024 menandai dimulainya pertumbuhan pasar kripto. Hal itu didorong oleh peluncuran ETF Bitcoin dan Ethereum spot di Amerika Serikat, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat secara umum terhadap Bitcoin dan aset kripto lainnya.

    Crypto Analyst Reku, Fahmi Almuttaqin mengatakan tahun 2024 menandai dimulainya fase bullish yang telah membawa Bitcoin melewati level harga US$ 100.000 untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

    “Outlook inflasi yang fluktuatif dan rencana The Fed yang akan lebih berhati-hati mungkin dapat menjadi penghambat reli yang akan terjadi di tahun depan, namun optimisme terhadap kebijakan pemerintah AS yang akan lebih akomodatif terhadap pasar dan industri kripto berpotensi menjadi katalis positif yang kuat, yang jika terjadi, berpotensi membawa Bitcoin melanjutkan kenaikan melewati level US$ 150.000,” kata Fahmi dalam keterangan tertulis, Selasa (31/12/2024).


    Selain Bitcoin, investor juga bisa memantau sejumlah aset kripto lainnya untuk mengoptimalkan portofolio di tahun depan. Beberapa sektor yang telah membuktikan relevansinya pada siklus-siklus pasar sebelumnya seperti DeFi, L1, NFT, Stablecoin, Memecoin, telah sedikit banyak menunjukkan potensi masih relevannya proposisi nilai yang mereka bawa.

    Berikut lima aset kripto yang menarik di 2025 menurut analis:

    1. Lido DAO (LDO)

    LDO berada pada posisi yang strategis di tengah potensi integrasi ETH staking dengan produk ETF Ethereum seiring dengan outlook regulasi crypto AS yang semakin positif.

    “Sepanjang tahun 2024, Lido telah membuktikan relevansinya sebagai platform lliquid staking yang profitable dengan pendapatan mingguan terendah berada di US$ 14,37 juta, sebuah angka yang cukup fantastis khususnya karena terjadi pada periode di mana hype terhadap Ethereum masih relatif tidak terlalu tinggi sepanjang tahun ini,” imbuh Fahmi.

    2. Ethereum (ETH)

    ETH berpotensi semakin diminati di fase bullish tahun 2025 nanti. Tidak hanya karena dominasi Ethereum sebagai platform smart contract dan aplikasi terdesentralisasi, namun juga performa ekosistem Ethereum yang semakin akomodatif terhadap adopsi stablecoin.

    “Stablecoin menjadi salah satu motor distribusi likuiditas utama di fase bullish dengan tingkat penerimaan pengguna yang semakin meningkat. Pencapaian Ethereum pada akhir November lalu dengan menggeser Tron sebagai jaringan blockchain yang mengakomodasi suplai USDT terbesar turut memperkuat potensi Ethereum ke depan,” tambahnya.

    USDT sebagai stablecoin terbesar dengan kapitalisasi pasar hampir menyentuh US$ 150 miliar disebut telah menjadi salah satu penyumbang utama transaksi dan pendapatan di jaringan Tron sejak periode-periode awal kemunculannya karena biaya transaksi yang rendah dan performa blockchainnya yang baik.

    “Kini, pengembangan yang terjadi di Ethereum yang mampu menghadirkan performa dan biaya transaksi yang sama baiknya namun dengan potensi tingkat keamanan dan basis pengguna yang lebih tinggi, menjadi penantang yang serius untuk menangkap peluang di sektor stablecoin yang strategis tersebut,” katanya.

    3. USUAL

    USUAL menjadi salah satu aset crypto di sektor RWA dengan pertumbuhan adopsi tercepat sejauh ini. Posisi Usual sebagai platform RWA dan stablecoin terdesentralisasi membawa semangat origin Bitcoin sebagai sebuah aset dan platform publik yang tidak dikelola oleh entitas terpusat tertentu, sebuah keunikan yang jarang dimiliki oleh kebanyakan proyek besar di sektor serupa saat ini.

    4. PNUT

    PNUT menjadi aset crypto bertema hewan dengan pertumbuhan kapitalisasi pasar tercepat pada siklus kali ini. Kekuatan likuiditas yang tinggi dipadukan dengan naratif menarik serta asosiasi dengan beberapa figur berpengaruh membuat kepercayaan investor terhadap proyek meme coin ini berpotensi dapat semakin berkembang di tahun 2025.

    5. LINK

    LINK sebagai aset kripto utama di ekosistem infrastruktur Chainlink dianggap aset yang semakin strategis dengan semakin luasnya ekosistem teknologi Chainlink serta adopsinya. Kolaborasi dan keterlibatan Chainlink pada proyek-proyek besar oleh institusi-institusi strategis seperti Swift misalnya dapat berpotensi mengakselerasi adopsi dari teknologi yang dikembangkan secara signifikan.

    “Tahun 2025 menjadi tahun yang mungkin akan menandai capaian-capaian menarik dari hasil kolaborasi-kolaborasi tersebut yang berpotensi tidak hanya meningkatkan perhatian investor terhadap proyek ini namun juga meningkatkan permintaan organik terhadap aset kripto LINK,” imbuhnya.

    (aid/rrd)



    Sumber : finance.detik.com

  • Trump Luncurkan Stablecoin, Kripto yang Bikin Dolar AS Perkasa


    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menandatangani undang-undang mata uang kripto (crypto currency) yang nilainya dipatok terhadap dolar AS, disebut stablecoin. Penandatanganan dilakukan Trump pada Jumat (18/7/2025)

    Dikutip dari Reuters, Sabtu (19/7/2025), langkah ini menjadi tonggak penting yang bisa membuka jalan bagi aset digital untuk digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat pembayaran dan pengiriman uang.

    Rancangan undang-undang yang dinamakan GENIUS Act ini disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan 308 suara mendukung dan 122 menolak. Mayoritas anggota dari Partai Republik dan Demokrat juga mendukung program tersebut.


    Sebelumnya, rancangan ini juga telah disahkan oleh Senat. Undang-undang ini dianggap sebagai kemenangan besar bagi para pendukung kripto, yang selama ini mendorong agar industri ini memiliki kerangka hukum yang jelas, demi mendapatkan legitimasi lebih besar.

    Industri kripto dimulai pada tahun 2009 yang sangat inovatif namun sering diwarnai kekacauan dan spekulasi. Dalam acara penandatanganan, Trump mengatakan bahwa kebijakan tersebut akan berdampak baik bagi dolar AS.

    “Penandatanganan ini adalah bentuk pengakuan besar atas kerja keras dan semangat pionir Anda. Ini baik untuk dolar, dan baik untuk negara,” sebut Trump.

    Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menambahkan bahwa teknologi baru ini akan memperkuat posisi dolar sebagai mata uang cadangan dunia, memperluas akses ke ekonomi berbasis dolar, dan meningkatkan permintaan terhadap surat utang negara AS yang menjadi penopang stablecoin.

    Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dirancang agar nilainya tetap stabil, biasanya setara 1:1 dengan dolar AS. Selama ini, stablecoin banyak digunakan oleh trader kripto untuk memindahkan dana antar-token.

    Namun, industri berharap stablecoin bisa segera digunakan secara luas oleh masyarakat umum sebagai alat kirim dan terima uang yang cepat dan praktis.

    Undang-undang baru ini mensyaratkan bahwa stablecoin harus dijamin dengan aset-aset likuid, seperti uang dolar AS dan surat utang jangka pendek pemerintah.

    Selain itu, penerbit stablecoin juga diwajibkan untuk mengumumkan komposisi cadangan aset mereka ke publik setiap bulan. Perusahaan-perusahaan kripto dan para eksekutifnya percaya bahwa kerangka hukum seperti ini akan meningkatkan kepercayaan terhadap stablecoin, sehingga bank, pelaku usaha ritel, dan masyarakat umum akan lebih yakin dan mau menggunakannya untuk transaksi instan.

    Menurut penyedia data kripto CoinGecko, nilai pasar stablecoin saat ini mencapai lebih dari US$ 260 miliar atau setara Rp 4.212 triliun (kurs Rp 16.200). Bank Standard Chartered bahkan memperkirakan bahwa angka ini bisa tumbuh menjadi 2 triliun dolar AS atau setara Rp 32.400 triliun pada 2028 jika undang-undang ini diterapkan secara penuh.

    (ily/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Luncurkan Stablecoin, Trump Berambisi Besar Jadikan AS Pusat Kripto Dunia


    Jakarta

    Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump resmi menandatangani undang-undang baru tentang Stablecoin, yaitu aset digital yang nilainya dipatok terhadap dolar AS.

    Undang-undang ini menjadi angin segara bagi industri kripto yang selama ini mencari pengakuan formal dari regulator AS.

    Dalam pernyataannya, Trump berambisi menjadikan Negeri Paman Sam sebagai pusat kripto dunia. Hal itu diharapkan dapat terwujud lewat regulasi baru yang dijuluki GENIUS Act.


    “Saya telah berjanji bahwa kita akan mengembalikan kebebasan dan kepemimpinan Amerika, serta menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia, dan itulah yang telah kita wujudkan,” ujar Trump dilansir dari Reuters, Sabtu (19/7/2025).

    Menurut data Komisi Pemilihan Federal (Federal Election Commission) industri kripto menyumbangkan lebih dari US$ 245 juta atau setara Rp 4 triliun (kurs Rp 16.300) dalam pemilu tahun lalu untuk mendukung para kandidat yang pro-kripto, termasuk Donald Trump.

    Presiden dari Partai Republik itu juga diketahui telah meluncurkan koin digital miliknya sebagai bagian dari visinya untuk memajukan sektor ini. Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dirancang agar nilainya tetap stabil, biasanya setara 1:1 dengan dolar AS.

    Selama ini, stablecoin banyak digunakan oleh trader kripto untuk memindahkan dana antar-token. Namun, industri berharap stablecoin bisa segera digunakan secara luas oleh masyarakat umum sebagai alat kirim dan terima uang yang cepat dan praktis.

    Undang-undang baru ini mensyaratkan bahwa stablecoin harus dijamin dengan aset-aset likuid, seperti uang dolar AS dan surat utang jangka pendek pemerintah. Selain itu, penerbit stablecoin juga diwajibkan untuk mengumumkan komposisi cadangan aset mereka ke publik setiap bulan.

    Perusahaan-perusahaan kripto dan para eksekutifnya percaya bahwa kerangka hukum seperti ini akan meningkatkan kepercayaan terhadap stablecoin, sehingga bank, pelaku usaha ritel, dan masyarakat umum akan lebih yakin dan mau menggunakannya untuk transaksi instan.

    (ily/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Rencana Besar Trump Bawa AS Jadi Pusat Kripto Dunia


    Jakarta

    Undang-undang (UU) baru yang mengatur mata uang kripto atau cryptocurrency, termasuk soal Stablecoin disahkan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, Jumat (18/7/2025). Stablecoin merupakan aset digital yang nilainya dipatok terhadap dolar AS.

    UU yang diberi nama GENIUS Act ini menjadi pembuka jalan bagi aset digital digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai alat pembayaran dan pengiriman uang.

    UU ini juga menjadi angin segara bagi industri kripto yang selama ini mencari pengakuan formal dari regulator AS. Dalam pernyataannya, Trump berambisi menjadikan Negeri Paman Sam sebagai pusat kripto dunia.


    “Saya telah berjanji bahwa kita akan mengembalikan kebebasan dan kepemimpinan Amerika, serta menjadikan Amerika Serikat sebagai ibu kota kripto dunia, dan itulah yang telah kita wujudkan,” ujar Trump dilansir dari Reuters, Sabtu (19/7/2025).

    Menurut data Komisi Pemilihan Federal (Federal Election Commission) industri kripto menyumbangkan lebih dari US$ 245 juta atau setara Rp 4 triliun (kurs Rp 16.300) dalam pemilu tahun lalu untuk mendukung para kandidat yang pro-kripto, termasuk Donald Trump.

    Presiden dari Partai Republik itu juga diketahui telah meluncurkan koin digital miliknya sebagai bagian dari visinya untuk memajukan sektor ini. Stablecoin adalah jenis mata uang kripto yang dirancang agar nilainya tetap stabil, biasanya setara 1:1 dengan dolar AS.

    Selama ini, stablecoin banyak digunakan oleh trader kripto untuk memindahkan dana antar-token. Namun, industri berharap stablecoin bisa segera digunakan secara luas oleh masyarakat umum sebagai alat kirim dan terima uang yang cepat dan praktis.

    Undang-undang baru ini mensyaratkan bahwa stablecoin harus dijamin dengan aset-aset likuid, seperti uang dolar AS dan surat utang jangka pendek pemerintah. Selain itu, penerbit stablecoin juga diwajibkan untuk mengumumkan komposisi cadangan aset mereka ke publik setiap bulan.

    Perusahaan-perusahaan kripto dan para eksekutifnya percaya bahwa kerangka hukum seperti ini akan meningkatkan kepercayaan terhadap stablecoin, sehingga bank, pelaku usaha ritel, dan masyarakat umum akan lebih yakin dan mau menggunakannya untuk transaksi instan.

    Menurut penyedia data kripto CoinGecko, nilai pasar stablecoin saat ini mencapai lebih dari US$ 260 miliar atau setara Rp 4.212 triliun (kurs Rp 16.200). Bank Standard Chartered bahkan memperkirakan bahwa angka ini bisa tumbuh menjadi 2 triliun dolar AS atau setara Rp 32.400 triliun pada 2028 jika undang-undang ini diterapkan secara penuh.

    Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menambahkan bahwa teknologi baru ini akan memperkuat posisi dolar sebagai mata uang cadangan dunia, memperluas akses ke ekonomi berbasis dolar, dan meningkatkan permintaan terhadap surat utang negara AS yang menjadi penopang stablecoin.

    Simak juga Video: Menghitung Tarif 19% dari Trump: Indonesia Untung atau Buntung?

    (ily/hns)



    Sumber : finance.detik.com

  • Pertama Kali! Hong Kong Buka Pendaftaran Lisensi Stablecoin


    Jakarta

    Hong Kong berencana meluncurkan lisensi untuk stablecoin pertamanya pada awal tahun depan. Pengajuan lisensi ini berlaku mulai hari ini, Jumat (1/8), waktu setempat yang dimuat dalam RUU Stablecoin Hong Kong.

    Stablecoin dirancang untuk mempertahankan nilai stabil, umumnya setara 1 banding 1 terhadap mata uang negara terkait. Selain itu, stabilitas nilai stablecoin dipatok sama dengan mata uang fiat atau komoditas berharga seperti emas.

    Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA) lisensi yang diterbitkan ini merupakan gelombang awal. Adapun sebelumnya, pasar kripto Hong Kong memperkirakan penerbitan lisensi stablecoin dilakukan tahun ini.


    Wakil kepala Eksekutif HKMA, Darryl Chan, menyebut hanya ada segelintir lisensi yang akan diberikan lisensi untuk gelombang pertama. Seiring dengan rencana tersebut, para investor turut membanjiri saham-saham kripto di Hong Kong sejak Mei.

    Saham Guotai Junan International misalnya, melonjak 450% setelah broker perusahaan mengatakan telah memperoleh persetujuan regulasi kripto di Hong Kong untuk menawarkan layanan perdagangan mata uang digital bulan lalu.

    Sejalan dengan menggeliatnya investor kripto, HKMA juga aktif melakukan pengawasan menyusul risiko seputar meningkatnya gejolak pasar di sekitar stablecoin akhir-akhir ini. HKMA mengingatkan para pelaku pasar berhati-hati.

    “Berhati-hati dalam komunikasi publik mereka, serta menghindari membuat pernyataan yang dapat disalahartikan atau menciptakan ekspektasi yang tidak realistis,” terang HKMA dikutip dari Reuters, Jumat (1/8/2025).

    HKMA juga membuka ruang bagi perusahaan pengelola kripto yang berminat mengajukan permohonan penerbitan lisensi sebelum 31 Agustus. Sementara untuk batas waktu pengajuan lisensi gelombang pertama, dipatok hingga 30 September.

    Lembaga-lembaga yang sejauh ini telah berbicara dengan HKMA sebagian besar sedang menjajaki stablecoin yang dipatok pada HKD dan USD. Namun, stablecoin yang didukung oleh yuan disebut masih perlu menentukan penggunaannya dan aset yang digunakan sebagai cadangan.

    Lihat juga Video: Canggih! Hong Kong Kembangkan AI untuk Rekonstruksi Medis X-ray

    (ara/ara)



    Sumber : finance.detik.com