Tag: the fed

  • Pengaruh Pergerakan Dolar AS terhadap Pasar Crypto

    Pergerakan nilai dolar AS memiliki pengaruh langsung terhadap dinamika pasar crypto. Penguatan atau pelemahan indeks dolar (DXY) dapat menentukan arah arus modal, sentimen investor, dan harga aset crypto seperti Bitcoin dan Ethereum

    Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana perubahan nilai tukar dolar membentuk tren pasar crypto dan apa yang perlu diperhatikan investor.

    Peran Dolar AS dalam Potret Ekonomi Global

    Dominasi dolar Amerika Serikat memang tidak diragukan lagi, menurut data indikator dari Atlantic Council, per Januari 2025, dolar AS dipakai sebagai 57% cadangan devisa global dan menjadi mata uang utama dalam 88% transaksi internasional. 

    Dominasi yang tinggi ini menjadi salah satu alasan kenapa dolar digunakan sebagai patokan nilai komoditas umum yang sering diperdagangkan, termasuk emas, minyak, bahkan aset crypto. 

    Maka dari itu, fluktuasi nilai dolar bisa memiliki dampak besar terhadap aset lain, termasuk crypto.

    Crypto sebagai Aset Digital yang Terdesentralisasi

    Sejalan dengan tujuan diciptakannya mata uang crypto, dalam hal ini Bitcoin oleh Satoshi Nakamoto, yakni sebagai alternatif sistem keuangan konvensional yang tidak terikat oleh pemerintah atau bank sentral, crypto menawarkan kebebasan finansial, transparansi, dan desentralisasi. 

    Namun, perlu diakui bahwa pasar pasar crypto masih sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti regulasi dan kondisi makroekonomi—termasuk fluktuasi nilai tukar dolar.

    Hubungan Invers Antara Dolar dan Crypto

    Ketika nilai dolar menguat, daya tarik crypto sebagai lindung nilai atau “safe haven” sering kali berkurang. Sebaliknya, ketika dolar melemah, investor cenderung mencari aset alternatif sebagai lindung nilai seperti emas dan Bitcoin untuk mempertahankan nilai portofolio mereka. 

    Hubungan ini bersifat dinamis dan tidak selalu linear, namun cenderung menunjukkan korelasi negatif.

    Untuk bisa melihat hubungan invers antara dolar dan aset crypto, kita bisa membandingkannya dengan Indeks Dolar AS (DXY), lalu apa itu Indeks Dolar AS (DXY)?

    Indeks Dolar AS (DXY): Indikator Kekuatan USD di Pasar Global

    DXY Index atau Indeks Dolar AS adalah indikator utama yang digunakan untuk mengukur kekuatan dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, yaitu Euro (EUR), Yen Jepang (JPY), Poundsterling Inggris (GBP), Dolar Kanada (CAD), Krona Swedia (SEK), dan Franc Swiss (CHF). 

    Indeks ini dinyatakan dalam angka yang mencerminkan nilai relatif dolar terhadap enam mata uang tersebut.

    Indeks DXY ini biasa digunakan secara luas oleh pelaku pasar, termasuk investor crypto, untuk menilai tren kekuatan dolar secara keseluruhan.

    Studi Kasus: Hubungan Invers Antara Indeks Dolar (DXY) dan Bitcoin 

    Gambar korelasi terbaik antara Indeks Dolar AS (DXY)

    Hubungan terbalik antara Bitcoin (BTC) dengan indeks Dolar AS (DXY) bisa dilihat dari chart yang disajikan di atas, terlihat bagaimana Bitcoin cenderung mengalami kenaikan disaat indeks Dolar AS (DXY) mengalami penurunan dan sebaliknya, Bitcoin cenderung mengalami penurunan di saat indeks Dolar AS (DXY) menguat.

    Kenapa hal demikian bisa terjadi? Salah satu alasan paling kuat adalah ketika dolar AS menguat investor akan cenderung memilih untuk menyimpan aset mereka dalam bentuk USD daripada menyimpan dalam bentuk aset berisiko seperti Bitcoin, hal inilah yang menyebabkan harga Bitcoin dan aset berisiko seperti aset crypto mengalami penurunan di saat dolar AS menguat.

    Faktor Ekonomi Makro yang Mempengaruhi Nilai Dolar dan Crypto

    Contoh beberapa indikator ekonomi utama yang mempengaruhi pergerakan dolar antara lain:

    • Tingkat inflasi: Inflasi tinggi biasanya melemahkan daya beli dolar AS karena harga barang dan jasa meningkat, sehingga investor sering mencari aset lindung nilai seperti emas dan Bitcoin, yang dianggap sebagai store of value.
    • Kebijakan moneter The Fed: Kenaikan suku bunga mendorong penguatan dolar karena investor lebih memilih menyimpan uang dalam bentuk USD daripada aset spekulatif seperti crypto.
    • Data ketenagakerjaan dan pertumbuhan ekonomi: Data tenaga kerja yang kuat menunjukkan ekonomi AS yang sehat, yang biasanya memperkuat dolar dan dapat berpengaruh terhadap pasar crypto.

    Semua faktor ini berdampak pada harga crypto, karena mempengaruhi sentimen global.

    Baca juga: Apa itu The Fed dan Kenapa Kebijakannya Mempengaruhi Pasar?

    Bagaimana Pengaruh Pergerakan Dolar AS Terhadap Pasangan Crypto dengan Rupiah?

    Ketika Bitcoin naik karena pelemahan Dolar AS (USD) dan Rupiah melemah terhadap USD, harga Bitcoin dalam Rupiah (BTC/IDR) cenderung mengalami kenaikan persentase yang lebih besar dibandingkan harga Bitcoin dalam USD (BTC/USD). Ini terjadi karena dua faktor yang saling memperkuat:

    • Kenaikan harga Bitcoin dalam USD, dan
    • Depresiasi Rupiah terhadap USD.
    Tanggal BTC/USD USD/IDR BTC/IDR
    1 Januari 2025 $94,560.20 16,090.00 Rp1,544,354,048
    1 Mei 2025 $96,499.30 16,600.00 Rp1,602,599,936

    Sebagai contoh, antara Januari dan Mei 2025, BTC/USD naik 2,1%, USD/IDR naik 3,2%, sehingga BTC/IDR naik sekitar 3,8%—lebih tinggi dari kenaikan BTC/USD.

    Baca juga: Apakah Harga Bitcoin Akan Naik Jika Tidak Menggunakan Dolar AS?

    Tips Investasi Crypto di Tengah Fluktuasi Dolar

    Ada beberapa strategi yang bisa kamu terapkan untuk menghadapi fluktuasi pasar akibat pergerakan nilai dolar. Langkah-langkah ini tidak hanya membantu meminimalkan risiko, tetapi juga membuka peluang untuk mengelola aset secara lebih bijak:

    1. Diversifikasi portofolio untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis aset.
    2. Gunakan analisis teknikal dan fundamental agar keputusan investasi lebih terarah.
    3. Pantau berita ekonomi global, terutama terkait kebijakan moneter dan nilai tukar dolar.
    4. Manfaatkan stablecoin sebagai penyimpan nilai jangka pendek guna menjaga kestabilan portofolio.
    5. Hindari over-leverage, terutama saat pasar sedang bergerak tidak menentu.

    Sebagai tambahan, jika kamu ingin tetap mendapatkan eksposur terhadap dolar tapi tetap ingin memiliki eksposur dari pasar crypto, menyimpan sebagian portofolio dalam bentuk stablecoin berbasis USD seperti USDT atau USDC bisa menjadi pilihan tepat. 

    Stablecoin memberikan kestabilan nilai di tengah gejolak pasar dan memudahkan kamu juga ingin masuk dan mulai kembali berinvestasi di pasar crypto di saat pasar sudah dalam posisi yang tepat untuk berinvestasi.

    Kamu bisa membeli stablecoin berbasis USD dengan mudah melalui bursa terpercaya seperti Tokocrypto dengan spread rendah dan tanpa biaya trading dengan fitur Beli/Jual lho! Klik di sini untuk mulai simpan stablecoin.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu The Fed dan Kenapa Kebijakannya Mempengaruhi Pasar?

    The Fed, atau Federal Reserve, adalah bank sentral Amerika Serikat yang punya peran besar dalam menentukan arah ekonomi global. Setiap kebijakan yang diambil, seperti menaikkan atau menurunkan suku bunga, bisa langsung mengguncang pasar, termasuk pasar aset kripto.

    Lalu apa itu sebenarnya The Fed? Simak penjelasan mengenai apa itu The Fed dan menga kenapa kebijakannya bisa mempengaruhi pasar kripto dalam artikel ini.

    Apa itu The Fed?

    The Fed merupakan singkatan untuk The Federal Reserve yang merujuk pada bank sentral Amerika Serikat. The Fed dibentuk bertujuan untuk menciptakan sistem moneter yang dapat merespons tekanan dalam sistem perbankan dengan lebih efektif.

    Melalui kebijakan moneternya, The Fed dapat mempengaruhi suku bunga, inflasi, dan likuiditas pasar, yang pada gilirannya dapat berdampak pada berbagai kelas aset, termasuk aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum.

    Lima Peran The Fed dalam Ekonomi AS

    Dikutip dari laman resmi The Fed, ada lima fungsi utama The Fed dalam menjaga stabilitas ekonomi Amerika:

    • Menjalankan kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas harga dan memaksimalkan tingginya tingkat lapangan pekerjaan.
    • Menjaga stabilitas sistem keuangan dengan memantau risiko ekonomi.
    • Mengawasi dan mengatur lembaga keuangan guna memastikan keamanan sistem perbankan.
    • Meningkatkan efisiensi sistem pembayaran termasuk distribusi uang dan transaksi elektronik.
    • Melindungi konsumen dan mendukung pengembangan komunitas melalui kebijakan keuangan yang inklusif.

    Tiga Entitas Utama dalam The FED

    The Federal Reserve sendiri adalah kumpulan orang yang bekerja dalam tiga bagian utama:

    1. Board of Governors – Berlokasi di Washington, D.C., terdiri dari 7 anggota yang ditunjuk oleh Presiden AS dan dikonfirmasi oleh Senat. Mereka bertanggung jawab atas kebijakan moneter dan memastikan sistem keuangan berjalan stabil.
    2. 12 Federal Reserve Banks – Beroperasi di berbagai wilayah AS, bertugas mengawasi lembaga keuangan, memastikan kepatuhan terhadap hukum perlindungan konsumen, serta menjaga kelancaran sistem keuangan.
    3. Federal Open Market Committee (FOMC) – Terdiri dari 12 anggota yang bertugas menetapkan kebijakan moneter AS, termasuk suku bunga dan kondisi kredit untuk menjaga agar ekonomi tetap sehat.

    Bagaimana Kebijakan The Fed Mempengaruhi Pasar Kripto

    Suku Bunga dan Likuiditas Pasar

    Kebijakan suku bunga yang ditetapkan oleh The Fed memiliki dampak besar terhadap pasar kripto karena berpengaruh langsung pada likuiditas dan perilaku investor. 

    Ketika The Fed menaikkan suku bunga, dampaknya langsung terasa di berbagai sektor ekonomi, termasuk pasar kripto. Kenaikan suku bunga berarti biaya pinjaman meningkat, membuat individu dan perusahaan berpikir dua kali sebelum meminjam uang untuk investasi atau ekspansi bisnis. Dengan semakin mahalnya akses terhadap modal, likuiditas di pasar cenderung menurun, karena uang yang beredar semakin terbatas.

    Dalam kondisi seperti ini, investor menjadi lebih berhati-hati dalam memilih aset, cenderung mengalihkan dana mereka ke instrumen yang lebih aman seperti obligasi atau deposito yang kini menawarkan imbal hasil lebih menarik dibandingkan aset berisiko tinggi seperti kripto. Akibatnya, pasar kripto sering kali mengalami tekanan karena jumlah pembeli berkurang dan volume transaksi melemah.

    Sebaliknya, ketika The Fed menurunkan suku bunga, biaya pinjaman menjadi lebih murah, memungkinkan lebih banyak individu dan institusi mengakses modal dengan mudah. Hal ini meningkatkan jumlah uang yang beredar di pasar dan mendorong investor untuk mencari peluang dengan imbal hasil yang lebih tinggi, termasuk dalam aset kripto. 

    Nilai Tukar Dolar AS

    Kebijakan moneter The Fed juga mempengaruhi nilai tukar dolar AS. Kenaikan suku bunga biasanya akan memperkuat dolar dan membuat harga kripto mengalami penurunan. 

    Hal ini salah satunya disebabkan oleh hampir seluruh aset kripto dipasangkan dengan dolar sebagai pairing, sehingga ketika harga dolar menguat, harga aset kripto biasanya akan mengalami penurunan dan begitu juga sebaliknya.

    Sentimen Pasar dan Spekulasi

    Pernyataan dan tindakan The Fed sering kali menjadi indikator bagi pelaku pasar dalam menilai arah ekonomi. Spekulasi mengenai kebijakan The Fed juga seringkali dapat menyebabkan volatilitas di pasar kripto, dengan harga yang bergerak tajam berdasarkan sentimen pasar dan spekulasi investor secara umum.

    Contohnya, pidato dari dari Ketua The Fed, Jerome Powell sering kali menjadi pemicu pergerakan pasar. Misalnya, ketika Powell menyatakan bahwa inflasi masih tinggi dan suku bunga perlu tetap tinggi, pasar kripto bisa mengalami tekanan.

    Hal lain seperti narasi hawkish (mengutamakan pengendalian inflasi dengan kebijakan ketat) atau dowvish (mengutamakan pertumbuhan ekonomi dengan pendekatan yang lebih longgar) dari Jerome Powell juga biasanya bisa memberikan spekulasi berlanjut bagi para investor. 

    Meskipun narasi ini tidak disebutkan secara eksplisit biasanya para investor akan mencoba membaca nada, serta isi pernyataan Powell, dan berusaha memperkirakan langkah berikutnya dari The Fed untuk menyesuaikan strategi mereka di pasar kripto.

    Agar tidak tertinggal dengan informasi seputar spekulasi pasar, kamu bisa join dalam diskusi soal keputusan ekonomi dan pengaruhnya harga kripto bareng para trader lainnya di grup Telegram Tokocrypto di sini: https://t.me/TokocryptoOfficial

    Studi Kasus: Dampak Kebijakan The Fed terhadap Harga Kripto

    Gambar grafik total market cap aset kripto korelasinya dengan suku bunga AS. Sumber data: TradingView.

    Pada tahun 2022, The Fed mulai menaikkan suku bunga secara agresif untuk meredam inflasi yang mencapai level tertinggi dalam beberapa dekade. Kebijakan ini memberikan tekanan besar pada pasar kripto, yang sebelumnya sempat melonjak tajam akibat pelonggaran moneter selama pandemi.

    Sebaliknya, ketika The Fed akhirnya mulai menurunkan suku bunga untuk pertama kalinya pada Juli 2024 menjadi 5,00% setelah periode panjang kenaikan, pasar kripto merespons positif. Aset kripto seperti Bitcoin mengalami reli harga yang cukup signifikan menyusul sentimen dovish dari bank sentral tersebut.

    Strategi Investor Kripto dalam Menyikapi Kebijakan The Fed

    • Memantau Kebijakan Moneter: Investor perlu memantau kebijakan moneter The Fed, termasuk pernyataan dan keputusan suku bunga, karena pengumuman seperti FOMC Meetings, risalah FOMC, laporan inflasi, Simposium Jackson Hole, testimoni di Kongres AS, serta kebijakan QE & QT sering kali memicu volatilitas di pasar kripto.
    • Diversifikasi Portofolio: Menyebar investasi ke berbagai aset dapat membantu mengurangi risiko yang terkait dengan volatilitas pasar akibat perubahan kebijakan moneter.
    • Analisis Fundamental dan Teknikal: Menggabungkan analisis fundamental terkait kebijakan ekonomi dengan analisis teknikal dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif dalam pengambilan keputusan investasi.

    Kebijakan The Fed bukan hanya sekadar urusan suku bunga atau laporan inflasi. Setiap langkahnya memiliki efek domino yang merambat hingga ke pasar kripto, mempengaruhi keputusan jutaan investor di seluruh dunia. 

    Kebijakan ini juga seringkali membutuhkan respons yang cepat, tertinggal beberapa momen saja bisa membuat kamu kehilangan kesempatan. 

    Maka dari itu, penting sekali untuk menggunakan bursa yang menyediakan pergerakan harga secara real-time dengan spread rendah. 

    Sebagai solusinya kamu bisa cobain fitur-fitur yang ada di aplikasi Tokocrypto mulai dari Limit Order, Stop-Limit, OCO, hingga fitur instan semuanya dilengkapi dengan pergerakan harga real-time.

    Klik di sini untuk mulai investasi di Tokocrypto dengan minimal deposit Rp20.000!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kripto Potensi Tetap Menguat, Trump Desak Fed Pangkas Suku Bunga

    Pasar aset kripto menunjukkan penguatan signifikan meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga. Harga Bitcoin tercatat menembus level US$105.000, mencerminkan optimisme investor yang terus meningkat.

    Trump kembali meminta Ketua The Fed, Jerome Powell untuk memangkas suku bunga guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Namun, Powell tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan suku bunga acuan, sebagaimana ditegaskan dalam pertemuan terakhir Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC).

    Kebijakan Suku Bunga AS

    Sebelumnya, komunitas kripto memandang kebijakan pemangkasan suku bunga sebagai katalis positif bagi pasar. Platform prediksi Kalshi bahkan sempat memperkirakan kemungkinan hingga tiga kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun ini. Namun setelah hasil FOMC terbaru dirilis, Kalshi menurunkan prediksinya menjadi dua kali pemangkasan—lebih sejalan dengan proyeksi pasar keuangan konvensional seperti CME Group.

    Berapa Banyak Penurunan Suku Bunga pada Tahun 2025? Sumber: Kalshi.
    Berapa Banyak Penurunan Suku Bunga pada Tahun 2025? Sumber: Kalshi.

    Meski harapan terhadap suku bunga lebih rendah mulai memudar, pelaku pasar kripto kini mengalihkan fokus ke faktor lain, seperti kemajuan teknologi blockchain, meningkatnya minat investor baru, serta perkembangan positif dalam hubungan dagang antara AS dan Tiongkok.

    Penguatan ini menandakan bahwa sentimen pasar kripto tidak lagi terlalu bergantung pada kebijakan moneter Amerika Serikat. Narasi pertumbuhan industri dan adopsi teknologi tampaknya kini menjadi pendorong utama pergerakan harga.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Harga Bitcoin Melonjak $102.600, Minat Institusional Meningkat

    Harga Bitcoin (BTC) mengalami lonjakan signifikan, mencapai $102.600 dengan peningkatan harian sebesar 3,89%.

    Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya minat dari investor institusional dan kejelasan regulasi yang lebih baik di pasar aset digital.

    Minat Institusional yang Meningkat

    Investor institusional menunjukkan ketertarikan yang lebih besar terhadap Bitcoin sebagai aset lindung nilai dan diversifikasi portofolio.

    Hal ini terlihat dari peningkatan investasi oleh perusahaan besar dan lembaga keuangan yang mulai memasukkan Bitcoin ke dalam strategi investasi mereka.

    Kejelasan Regulasi Mendorong Kepercayaan

    Perkembangan regulasi yang lebih jelas, terutama di Amerika Serikat, memberikan kepercayaan tambahan bagi investor.

    Langkah-langkah seperti pengesahan undang-undang yang memungkinkan investasi negara dalam aset kripto di Arizona dan New Hampshire menunjukkan pendekatan yang lebih terbuka terhadap aset digital.

    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 9 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 9 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 9 Mei 2025: Harga Bitcoin Kembali Capai $100K

    Dampak pada Pasar Kripto

    Kombinasi antara minat institusional yang meningkat dan kejelasan regulasi telah menciptakan momentum positif di pasar kripto.

    Selain Bitcoin, aset digital lainnya seperti Ethereum (ETH) dan Solana (SOL) juga mengalami kenaikan harga yang signifikan.

    Prospek ke Depan

    Dengan dukungan dari investor institusional dan lingkungan regulasi yang semakin mendukung, Bitcoin berpotensi untuk terus mengalami pertumbuhan.

    Namun, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas pasar dan melakukan analisis yang cermat sebelum mengambil keputusan investasi.

    Secara keseluruhan, lonjakan harga Bitcoin mencerminkan perubahan positif dalam persepsi terhadap aset digital, didorong oleh partisipasi institusional yang lebih besar dan kerangka regulasi yang lebih jelas.

    Baca Juga: Arthur Hayes: Bitcoin Siap Melonjak karena Kebijakan The Fed


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat inform



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • The Fed Tahan Suku Bunga AS Lagi

    Pasar kripto hari ini, Kamis (8/5) diramaikan oleh kabar The Fed kembali menahan suku bunga di kisaran 4,25%–4,50%, sesuai ekspektasi pasar. Komentar Powell terkait inflasi dan potensi dampak kebijakan Trump membuat pelaku pasar kripto menanti sinyal dovish untuk semester II 2025.

    Di tengah ketidakpastian makro, Bitcoin menembus $98.000 dan semakin mendekati level psikologis $100.000. Holder besar terus menambah posisi, memperkuat tren bullish. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

    Fed Tahan Suku Bunga 4,50%, Kripto Tunggu Sinyal Dovish

    – Fed tahan suku bunga 4,25%–4,50%, sesuai perkiraan.
    – Powell: Inflasi sulit dikendalikan kebijakan Trump.
    – Pasar kripto stabil, ukur peluang penurunan suku bunga H2 2025.

    Harga Bitcoin Tembus Level $98K, Investor Fokus $100K

    – BTC terus mengalami lonjakan impulsif, resistensi kuat $99K.
    – Keyakinan investor kuat, holder tambah alokasi
    – Holder >1.000 BTC akumulasi signifikan sejak Maret ’25.

    Upgrade Pectra ETH Berhasil, Kapan Harga ETH Bereaksi?

    – Upgrade Pectra ETH hadirkan banyak pembaruan penting.
    – Rebut kembali $2.200 jadi tantangan harga pertama ETH.
    – Harga ETH bisa pulih jika Pectra picu lonjakan aktivitas DApp.

    Harga BTC $100K Saat AS-China Mulai Negosiasi 10 Mei?

    – Pembicaraan perang dagang AS-China akan dimulai pada 10 Mei.
    – ini baru permulaan negosiasi belum mencapai kemajuan.
    – Analis Zeinab prediksi harga BTC >$100K jika AS-China sepakat.

    Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Momen Langka! The Fed Pangkas Suku Bunga, Pesta Cuan Dimulai?

    The Federal Reserve (The Fed) baru saja membuat langkah besar pada 17 September 2025: pertama kalinya memangkas suku bunga acuan sejak Desember tahun lalu.

    Menurut laporan Bankless pada Kamis (18/9), pemangkasan ini sebesar 25 basis poin, membawa suku bunga kredit ke level 4,00%–4,25%.

    Meskipun kecil, keputusan ini mencerminkan perubahan signifikasi dari kebijakan moneter, dari tekanan atas inflasi menuju perhatian lebih besar pada pasar tenaga kerja yang melemah.

    Baca Juga: The Fed Revisi Strategi: Powell Buka Opsi Penurunan Suku Bunga

    Alasan “Risk Management Cut”

    Dalam konferensi pers setelah rapat kebijakan, Ketua Fed, Jerome Powell, menyebut bahwa pemangkasan ini adalah langkah “risk management“, sebuah upaya untuk menjaga risiko agar tidak berkembang menjadi krisis.

    Pasar tenaga kerja mulai menunjukkan tanda-tanda pelambatan: pertumbuhan pekerjaan melambat, pengangguran meningkat, dan upah stagnan.

    Fed menilai bahwa kondisi seperti ini cukup untuk mulai mengendurkan pengetatan moneter.

    Dua Pemangkasan Lagi Telah Diantisipasi

    Selain pemangkasan hari ini, Fed memproyeksikan akan ada dua pemotongan suku bunga tambahan sebelum akhir tahun.

    Proyeksi ini muncul dalam “dot plot” mereka, grafik internal yang menunjukkan prediksi suku bunga di masa depan oleh anggota Federal Open Market Committee (FOMC).

    Dampak untuk Pasar Finansial dan Crypto

    Langkah ini memberi sinyal bahwa Fed mulai beralih ke mode pelonggaran (easing). Beberapa efek langsung yang diamati:

    • Likuiditas ke aset risiko meningkat: Dengan suku bunga turun, instrumen seperti obligasi atau deposito kurang menarik, membuat investor lebih mencari laba di aset yang lebih berisiko—termasuk saham dan kripto.
    • Reaksi pasar: Saham dan aset teknologi menunjukkan respons positif sesaat. Namun, investor juga menjaga optimismenya, sambil memperhatikan proyeksi dan data tenaga kerja yang akan datang.
    • Politik & Sentimen Publik: Tekanan dari Gedung Putih, serta suara dissent dari anggota baru Fed, mencerminkan bahwa keputusan ini tidak lepas dari pengaruh politik. Meski demikian, Fed mencoba menegaskan bahwa keputusan bersifat independen dan berbasis data.

    Risiko dan Catatan Penting

    Inflasi masih berada di atas target 2%. Fed memperingatkan bahwa meski suku bunga akan dikurangi, mereka tetap mengawasi tekanan harga agar tidak kembali melonjak.

    Pasar tenaga kerja yang terlalu cepat melemah juga bisa memicu ekses pengangguran atau resesi ringan jika penurunan suku bunga dilakukan terlalu agresif.

    Dissent kecil dalam keputusan tersebut (oleh Stephen Miran) menunjukkan masih ada perbedaan pandangan dalam internal Fed, khususnya mengenai kecepatan dan besaran pemotongan selanjutnya.

    Implikasi untuk Investor Kripto

    Bagi pasar kripto, pemangkasan suku bunga biasanya dianggap “angin segar”.

    Dengan biaya pinjaman rendah, likuiditas bertambah, yang dapat memicu gelombang investasi ke dalam aset yang lebih berisiko, termasuk Bitcoin, Ethereum, dan altcoin lainnya. Strategi “store of value” dan “risk-on” bisa muncul sebagai tema utama hingga akhir tahun.

    Baca Juga: Santiment: Aksi The Fed Bisa Jadi Alarm Bahaya Bagi Pasar Kripto

    Pemangkasan bunga 25 bps oleh Fed adalah titik balik penting di 2025.

    Tidak hanya menandai perubahan arah kebijakan moneter, tapi juga menandakan bahwa Fed kini lebih khawatir terhadap kondisi pasar tenaga kerja dibandingkan tekanan inflasi semata.

    Dengan dua pemotongan tambahan yang diproyeksikan, pasar global dan kripto bisa mendapatkan dukungan likuiditas yang lebih besar menuju akhir tahun.

    Langkah ini kemungkinan akan memperkuat aset berisiko dan memicu optimisme tinggi, tetapi investor tetap harus memantau data inflasi dan tenaga kerja dengan ketat—karena jika salah langkah, konsekuensinya bisa signifikan.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BI Rate Turun 25 Basis Poin, Apa Artinya untuk Pasar Kripto?

    Bank Indonesia (BI) baru saja memangkas suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,00%. Pemotongan suku bunga pada bulan Agustus ini menjadi kali ke empat BI memotong suku bunga acuan di tahun ini.

    Langkah ini diambil BI untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang rendah dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Selain itu, BI juga memberi sinyal bahwa masih ada ruang untuk penurunan lebih lanjut, tergantung pada proyeksi inflasi dan stabilitas nilai tukar kedepannya.

    Bagi investor kripto yang selalu menantikan pemotongan suku bunga The Fed, pasti penasaran bagaimana pengaruh dari pemotongan suku bunga ini terhadap pasar kripto.

    Lalu apa saja sebenarnya pengaruh suku bunga acuan BI dan apakah pemotongan suku bunga acuan ini berpengaruh terhadap pasar kripto, seperti suku bunga The Fed? Mari kita bahas lebih dalam.

    Apa Itu BI Rate?

    BI rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk mengendalikan inflasi, menjaga stabilitas rupiah, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

    Suku bunga acuan ini menjadi referensi utama bagi perbankan dalam menetapkan suku bunga kredit dan deposito.

    Singkatnya seperti ini:

    Jika BI Rate naik, bunga kredit ikut naik → konsumsi dan investasi bisa melambat → inflasi ditekan

    Jika BI Rate turun, bunga kredit turun → konsumsi dan investasi naik → ekonomi terdorong

    BI Rate juga jadi acuan dalam penentuan instrumen pasar uang seperti SBN, SRBI, dan DNDF, serta jadi pertimbangan investor asing dalam menilai daya tarik Rupiah.

    BI-Rate Agustus 2025. Sumber: Bank Indonesia

    Dikutip dari rilis resmi Bank Indonesia (BI), penurunan 25 basis poin menjadi 5,00% di bulan Agustus ini sejalan dengan inflasi yang tetap rendah dalam target 2,5±1%, stabilitas nilai tukar Rupiah yang terjaga dan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

    Sekaligus merespon atas kondisi ekonomi global seperti: ekonomi dunia melemah akibat tarif resiprokal AS yang meluas ke 70 negara, ekspektasi penurunan suku bunga The Fed meningkat, dan ketidakpastian global.

    Sepanjang perjalanannya, BI rate sendiri kerap mencerminkan kondisi makroekonomi Indonesia. Misalnya, selama masa pandemi COVID-19 (2020–2021), Bank Indonesia (BI) secara agresif menurunkan BI-Rate untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional yang terdampak oleh krisis global—dengan total lima kali pemotongan sepanjang tahun 2020.

    Baca juga: 5 Dampak Pemangkasan Suku Bunga The Fed AS terhadap Pasar Kripto

    Pahami Terlebih Dulu: Pengaruh BI Rate Dibanding The Fed Rate

    Meski BI Rate memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik, investor global cenderung menaruh perhatian lebih besar pada arah kebijakan suku bunga The Fed. Mengapa demikian?

    Salah satu alasannya adalah skala dan dampak sistemik dari ekonomi Amerika Serikat terhadap pasar keuangan dunia. Perubahan kecil pada Fed Funds Rate bisa mengguncang pasar modal, memicu arus modal keluar dari negara berkembang, dan memengaruhi nilai tukar berbagai mata uang—termasuk Rupiah.

    Baca juga: Pidato Presiden Bahas Transformasi Ekonomi, Akankah Kripto Masuk Strategi Digital Nasional?

    Lalu Bagaimana BI Rate Terhadap Pasar Kripto?

    Secara historis, kebijakan moneter Indonesia seperti BI Rate tidak memiliki hubungan kausalitas langsung dengan pergerakan harga pasar kripto.

    Sebab investor pasar kripto lebih memperhatikan faktor yang lebih besar, yaitu kebijakan moneter global—seperti suku bunga acuan The Fed.

    Tapi, penurunan suku bunga biasanya menyebabkan depresiasi Rupiah, karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi di luar negeri dan melepas Rupiah. Sehingga nilai tukar dari Rupiah terhadap Dolar AS menjadi melemah.

    Jika nilai tukar Rupiah terhadap Dolar melemah, secara tidak langsung harga kripto terhadap Rupiah tentu akan naik—sebab umumnya pasar kripto menggunakan Dolar sebagai pasangan dagang utama.

    Sebagai studi kasus, mari kita lihat data berikut:

    Tanggal BTC/USD USD/IDR BTC/IDR
    1 Januari 2025 $94,560.20 16,090.00 Rp1,544,354,048
    1 Mei 2025 $96,499.30 16,600.00 Rp1,602,599,936
    Data historis diambil dari: Investing.com

    Ketika Bitcoin menguat terhadap pasangan dagang utamanya—Dolar AS (USD) dan Rupiah melemah terhadap USD, harga Bitcoin dalam Rupiah (BTC/IDR) cenderung mengalami kenaikan persentase yang lebih besar dibandingkan harga Bitcoin dalam USD (BTC/USD).

    Ini terjadi karena dua faktor yang saling memperkuat: Kenaikan harga Bitcoin dalam USD, dan Depresiasi Rupiah terhadap USD.

    Jika dilihat dari tabel harga di atas, antara Januari dan Mei 2025, BTC/USD naik 2,1%, USD/IDR naik 3,2%, sehingga BTC/IDR naik sekitar 3,8%—lebih tinggi dari kenaikan BTC/USD.

    Bagi kamu yang ingin memiliki eksposur terhadap Dolar AS atau aset lindung nilai seperti emas, di Tokocrypto, kamu bisa mulai trading aset kripto setara USD seperti USDT dan USDC, atau eksposur emas digital seperti PAX Gold dengan 0% trading fee lho!

    Penutup

    Penurunan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,00% mencerminkan langkah Bank Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah inflasi yang terkendali. Meski tidak berdampak langsung pada pasar kripto, kebijakan ini berpotensi memengaruhi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

    Baca juga: Pengaruh Pergerakan Dolar AS terhadap Pasar Crypto

    Ketika suku bunga turun, Rupiah berpeluang melemah karena investor mencari imbal hasil lebih tinggi di luar negeri. Akibatnya, harga aset kripto dalam Rupiah bisa naik—bukan hanya karena larinya likuiditas Rupiah ke pasar kripto, tapi karena depresiasi Rupiah.

    Perlu dicatat, ini hanya berlaku jika The Fed tidak menurunkan suku bunga, namun seperti yang disebutkan di atas, pemotongan suku bunga BI adalah langkah antisipasi penurunan suku bunga The Fed. 

    Jadi harus tetap pantau terus arah kebijakan moneter global, karena jika The Fed juga memangkas suku bunga, tekanan terhadap Rupiah bisa berkurang. Dalam skenario tersebut, apresiasi aset kripto mungkin lebih dipengaruhi oleh faktor fundamental dan sentimen pasar, bukan sekadar pelemahan mata uang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

    Sumber gambar: Bank Indonesia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 18 September 2025: Fed Pangkas Suku Bunga, BTC Naik?

    Pasar kripto hari ini, Kamis (18/9) bergerak beragam setelah The Fed memangkas suku bunga 0,25%, dengan Bitcoin sempat naik sebelum terkoreksi lebih dari 1%. Meski begitu, sebagian trader tetap optimis BTC bisa kembali menuju $120K–$125K pasca-FOMC, ditopang sentimen bullish dari data opsi.

    Di sisi lain, kabar menarik datang dari Tuttle Capital yang mengajukan ETF untuk BONK, SUI, dan Litecoin, mendorong harga ketiganya naik lebih dari 3%. Sementara itu, rumor kembalinya CZ ke Binance usai perubahan bio X memicu reli BNB 5% ke rekor $960. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Pasar Kripto Bereaksi Beragam Pasca Keputusan Suku Bunga FED

    • Powell pangkas suku bunga 0,25% karena lemahnya data pekerjaan & risiko inflasi.
    • Bitcoin dan kripto lain sempat naik, lalu langsung turun lebih dari 1% setelah FOMC.
    • Powell tegaskan independensi Fed saat menanggapi tekanan Trump.

    Akankah Bitcoin Kembali ke $120K, Pasca-FOMC?

    • Trader Bitcoin targetkan kenaikan ke $120.000 bahkan $125k setelah FOMC.
    • Data opsi BTC menunjukkan sentimen bullish mendominasi pasar.
    • Powell beri sinyal tak perlu terburu-buru pangkas suku bunga, BTC koreksi.

    Ikut LAUNCH-DROP SOON Raih Hadiah Rp75 Juta*

    BONK, SUI & LTC Melonjak Setelah Tuttle Capital Ajukan ETF

    • Tuttle Capital mengajukan ETF Bonk, Sui, dan Litecoin.
    • Perusahaan itu mengajukan ETF Blast Income yang menghasilkan pendapatan dari penyebaran kredit.
    • Harga BONK, SUI, dan LTC naik lebih dari 3% karena pengajuan tersebut.

    Rumor Kembalinya CZ ke Binance Membuat BNB Melonjak 5%

    • CZ mengubah bio X-nya kembali ke @binance, hampir dua tahun setelah mundur.
    • Rumor muncul karena Binance dilaporkan hampir sepakat dengan DOJ.
    • Harga BNB naik 5% ke rekor $960, dengan open interest berjangka di atas $1,83 miliar.

    Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pasar Kripto Hari Ini 8 September 2025: Harapan Suku Bunga The Fed

    Pasar kripto hari ini, Senin (8/9) diramaikan dengan kabar harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed semakin tinggi setelah data pekerjaan AS melemah, namun meski Bitcoin sempat naik, arus keluar besar dari ETF BTC dan Ethereum menahan reli sehingga semua mata kini tertuju pada data inflasi PPI dan CPI pekan ini.

    Di luar itu, perhatian pasar juga tersita pada ekosistem Solana dan tren baru seperti tokenisasi kartu Pokémon, sementara peluang cuan hadir lewat promo Kejar Keberuntungan Hadiah Rp70 Juta di Tokocrypto. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

    Harapan pangkas suku bunga Fed meningkat. Akankah Bitcoin naik?

    • Data pekerjaan AS lemah, harapan penurunan suku bunga Fed naik.
    • Bitcoin naik terbatas, ETF BTC dan Ethereum mengalami arus keluar besar.
    • Pasar menunggu data inflasi (PPI dan CPI) minggu ini.

    Berita Utama yang Mendorong Pasar Kripto Minggu Ini

    • Berita tren fokus pada kebijakan pendapatan AS.
    • Ada kemungkinan The Fed turunkan suku bunga bulan ini.
    • Pasar ramai bahas ekosistem Solana dan kartu Pokémon tokenisasi.

    Kejar Keberuntungan SPESIAL Hadiah Rp70 Juta

    Tiga Altcoin Terakumulasi Kuat di Awal September

    • Cadangan Ethereum di bursa turun jadi 17,3 juta ETH, ada risiko kejutan.
    • Cadangan Euler (EUL) turun 437.000 token, TVL capai $1,5 miliar.
    • Cadangan SYRUP Maple Finance turun 20 juta, TVL-nya naik 600%.

    Akumulasi XRP tertinggi dalam 2 tahun. Akankah harga pulih?

    • Akumulasi XRP tertinggi dalam dua tahun, 1,7 juta token dibeli bulan lalu.
    • Harga di $2,83, di bawah resistensi $2,90. Tembus level ini bisa naik ke $3,07.
    • Rasio NVT tinggi XRP mungkin dinilai berlebihan, berisiko turun ke $2,73.

    Baca juga: 5 Altcoin yang Potensial Siap Tumbuh Pesat pada 2025


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Santiment: Aksi The Fed Bisa Jadi Alarm Bahaya Bagi Pasar Kripto

    Sentimen pasar terhadap suku bunga Federal Reserve (The Fed) kembali menjadi pusat perhatian, khususnya dalam ekosistem kripto.

    Menurut platform analisis sosial Santiment, lonjakan perbincangan media tentang The Fed dan potensi pemangkasan suku bunga mencapai level tertinggi dalam 11 bulan terakhir, memberikan sinyal berhati-hati bagi investor kripto.

    Santiment mencatat bahwa frekuensi sebutan kata kunci seperti “Fed,” “rate,” “cut,” dan “Powell” melonjak drastis setelah pidato dovish Ketua The Fed, Jerome Powell, di simposium ekonomi tahunan Jackson Hole.

    Powell menyinggung bahwa kondisi inflasi dan pasar tenaga kerja “mungkin memerlukan penyesuaian” terhadap kebijakan moneter The Fed dan membuka peluang pemangkasan suku bunga pada September 2025.

    Baca Juga: The Fed Revisi Strategi: Powell Buka Opsi Penurunan Suku Bunga

    Euforia vs Realitas: Alarm Menuju Puncak Lokal

    Pasar kripto merespons pidato Powell dengan reli signifikan, diiringi perubahan sentimen ke zona “Greed”, indikator kepercayaan optimis setelah berada di posisi netral.

    Namun, Santiment memperingatkan bahwa konsentrasi obrolan media yang terlalu tinggi pada satu narasi bullish sering kali menandai potensi puncak pasar lokal, akibat dominasi sentimen euforia dan overbought.

    Analis Terpecah: Dovish Fed sebagai Katalis atau Risiko Tersembunyi?

    Pasar saat ini memberi peluang sekitar 75% untuk The Fed melakukan pemangkasan suku bunga pada September, menurut data CME FedWatch.

    Beberapa pelaku pasar level tinggi menilai bahwa kebijakan pelonggaran moneter ini bisa menjadi katalis kuat untuk lonjakan harga aset kripto.

    ”Fed akan memulai pencetakan uang di kuartal IV,” ujar trader Ash Crypto, yang memperkirakan altcoin bisa menguat 10× hingga 50×.

    Namun, tidak semua menyambut positif. Markus Thielen dari 10x Research mengingatkan bahwa meski peluang bullish ada, tekanan jangka pendek dari kekhawatiran resesi masih bisa menahan akselerasi harga.

    Menjaga Disiplin Saat Euforia Meninggi

    Santiment menyarankan investor mempertimbangkan pendekatan yang lebih seimbang dan disiplin dalam menghadapi fenomena narasi dominan:

    • Hindari posisi berlebihan (over-leverage) saat obrolan media sedang memuncak.
    • Pantau indikator fundamental seperti data inflasi, level pengangguran, serta probabilitas penurunan suku bunga yang tercermin dari CME FedWatch.
    • Jangan terpancing oleh hype media sosial semata—dominasi narasi tunggal sering kali menjadi lonceng peringatan bahwa harga telah mencapai titik kejenuhan pasar.

    Baca Juga: The Fed Tegaskan Adopsi Blockchain Bukan Cuma Pilihan

    Sorotan tajam terhadap kebijakan moneter The Fed, khususnya potensi pemangkasan suku bunga, telah memicu gelombang optimisme di pasar kripto.

    Namun, platform Santiment memperingatkan bahwa euforia berlebihan dan dominasi narasi tunggal bisa menjadi tanda awal bahwa pasar sudah mencapai puncak lokal.

    Sementara harapan akan likuiditas baru dari penurunan suku bunga tetap terbuka, investor disarankan tetap berpegang pada disiplin risiko dan mempertimbangkan data makro fundamental sebelum mengambil keputusan strategis.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com