Tag Archives: the fed

The Fed Revisi Strategi: Powell Buka Opsi Penurunan Suku Bunga

Ketua Federal Reserve (The Fed), Jerome Powell, kembali mencuri perhatian dalam pidatonya di Symposium Ekonomi Tahunan Jackson Hole, Wyoming.

Dalam sorotan utama, ia membuka peluang untuk menurunkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, sambil memperkenalkan kerangka kebijakan baru yang mencerminkan perubahan konteks ekonomi pasca-pandemi.

Powell menyampaikan bahwa ia melihat pergeseran risiko dalam perekonomian AS: sisi inflasi tetap mengganas, sementara pasar kerja menunjukkan tanda-tanda pendinginan yang signifikan.

Ia menyebut kondisi ini sebagai “situasi menantang” yang memerlukan penyesuaian kebijakan. Meskipun belum berlaku, Powell mengatakan bahwa suku bunga yang saat ini berada di zona restriktif bisa saja turun dengan hati-hati ke depan.

Pernyataan ini langsung direspons positif oleh pasar: saham melesat, obligasi reli, dan dolar melemah. Pasar kini memperkirakan kemungkinan sekitar 85–90% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga pada pertemuan penting mereka pada 16–17 September.

Baca Juga: The Fed Ingatkan Bank: Tolak Blockchain, Takluk di Era Digital

Sebagai respons, pasar obligasi Amerika menanggapi nada dovish Powell dengan performa kuat:Yield obligasi AS tenor 2 tahun merosot ke 3,689%, level terendah sejak 13 Agustus. Harmonisasi pasar luar biasa, sementara imbal hasil pasar saham melesat.

Kerangka Kebijakan Baru: Menggeser Fokus dan Bahasa

Dalam pidatonya, Powell juga memperkenalkan revisi besar terhadap kerangka kebijakan moneter The Fed. Kerangka baru ini meninggalkan pendekatan sebelumnya yang mengedepankan strategi “makeup”.

Ini merupakan kondisi di mana inflasi di atas target dimaklumi untuk mengompensasi periode inflasi rendah, dan bahasa mengenai “shortfalls” (ketidakcukupan).

Kerangka sekarang menekankan target fleksibel, dan mengutamakan stabilitas harga serta lapangan kerja tanpa jargon yang membingungkan.

Perubahan ini mencerminkan pelajaran dari era pandemi: tingkat suku bunga yang rendah tak selalu menjadi jawaban.

Krisis inflasi yang terjadi pasca-pandemi memaksa The Fed memperingatkan bahwa era suku bunga hampir nol bisa menjadi hal yang usang.

Model baru bertujuan menjaga ekspektasi inflasi tetap terjaga, sembari tetap fokus pada mandat ganda: stabilitas harga dan penuhnya lapangan kerja.

Tarif dan Upah: Gejolak yang Perlu Diantisipasi

Powell menyoroti dampak kenaikan tarif impor terhadap harga konsumen mencatat bahwa kenaikan tarif mulai terlihat di kategori barang, mendorong tekanan inflasi jangka pendek.

Meskipun ia berharap dampak ini hanya “sekali saja” (one-time shift), durasinya masih sulit diprediksi dan bisa mempengaruhi ekspektasi inflasi dan upah.

Namun, karena pasar tenaga kerja memiliki margin yang belum terlalu longgar, Powell menilai risiko dinamika upah-harga tidak besar.

Politik dan Kebebasan The Fed

Pidato Powell juga terjadi di tengah tekanan politik, terutama dari Presiden Trump yang mengkritik The Fed dan bahkan menuntut pengunduran diri Gubernur Lisa Cook.

Powell menegaskan bahwa kebijakan The Fed tetap akan berdasarkan data, bukan tekanan politik.

Dampak bagi Konsumen dan Publik

Dampak dari sinyal penurunan suku bunga tidak hanya terasa di pasar finansial. Sektor perbankan dan konsumen juga bakal mendapat ringannya biaya pinjaman: bunga kartu kredit, KPR, dan pinjaman pribadi berpotensi turun.

Hal ini bisa mendorong belanja dan investasi, sekaligus membantu pekerja berpendapatan rendah dalam mengatasi beban ekonomi.

Baca Juga: Bitcoin Bergerak Stabil Menjelang Keputusan The Fed

Pidato Powell di Jackson Hole menandai titik balik kebijakan The Fed: dari menahan laju inflasi dengan keras, kini membuka kemungkinan penurunan suku bunga.

Meski penuh tantangan dari tarif yang memicu inflasi hingga kondisi pasar kerja yang tak biasa, The Fed tampil lebih fleksibel dengan kerangka strategi baru.

Apabila data ekonomi mendukung, kebijakan longgar dapat segera dijalankan, memberi harapan bahwa perekonomian AS segera berangsur stabil tanpa mengabaikan stabilitas harga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Ingatkan Bank: Tolak Blockchain, Takluk di Era Digital

Federal Reserve alias The Fed melalui Michelle Bowman selaku Wakil Ketua Pengawas, menegaskan dalam Wyoming Blockchain Symposium (19 Agustus 2025) bahwa bank-bank tradisional harus segera mengadopsi blockchain atau berisiko menjadi tidak relevan.

Bowman menyampaikan bahwa kini bukan saatnya lagi para regulator dan institusi keuangan mengedepankan skeptisisme berlebihan.

Dunia bergerak cepat, dan teknologi seperti blockchain bukan hanya tren, melainkan peluang yang mesti dirangkul agar bank tetap berada di jantung sistem keuangan.

Baca Juga: The Fed Tegaskan Adopsi Blockchain Bukan Cuma Pilihan

Tokenisasi: Praktik Segera dengan Manfaat Nyata

Menurut laporan Crypyoslate pada Jumat (22/8), satu aplikasi paling mendesak dari blockchain adalah tokenisasi aset.

Melalui teknologi ini, aset dapat ditransfer secara digital tanpa perantara tradisional untuk meniadakan proses manual yang memicu latensi dan meningkatkan risiko operasional.

Bowman mendorong kebijakan regulasi yang mendukung masalah ini agar tokenisasi bisa lepas dari lintasan pilot project dan menjadi arus utama di sektor keuangan.

cara transfer crypto di jaringan blockchain

Blockchain: Kunci Anti-Kecurangan

Bowman mengatakan, blockchain juga menyimpan potensi untuk mereduksi tindakan fraud, seperti pencurian identitas dan scam, karena sifatnya yang transparan

Menurut Bowman, jika teknologi ini terbukti mencegah kejahatan finansial, regulator wajib mendukung implementasinya, bukan justru menghambat.

Siapa Cepat, Dia yang Bertahan

Selain itu, Bowman memperingatkan bahwa pilihan tidak lagi bersifat opsional.

“Jika bank tidak bergerak, mereka bisa bypassed oleh teknologi baru dan kehilangan signifikansi di ekosistem keuangan,” tutur Bowman.

Dengan dukungan terhadap tokenisasi, kebijakan antiperspektif kripto, dan penghilangan hambatan reputasional terhadap bank yang melayani industri digital asset, The Fed memperlihatkan arah baru: dari penanganan konservatif menuju adaptasi proaktif.

Kebijakan Kunci

Fokus Konten Singkat
Mindset Regulator Dari skeptis menjadi kolaboratif terhadap teknologi baru.
Tokenisasi Transfer aset digital lebih efisien tanpa perantara tradisional.
Pencegahan Fraud Blockchain sebagai mekanisme proteksi finansial yang efektif.
Regulasi Reputasi Reputational risk tidak lagi menjadi hambatan layanan bank ke industri kripto.

Baca Juga: Ketua The Fed Dukung Keterlibatan Bank AS dalam Aktivitas Kripto

Dengan demikian, apa yang dimulai sebagai sinyal samar di dalam pidato Bowman kini berubah menjadi dorongan formal untuk membuka jalan blockchain dan tokenisasi sebagai bagian penting masa depan institusi keuangan.

Jika bank gagal adaptasi, kata Bowman, mereka berisiko digeser inovasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Tegaskan Adopsi Blockchain Bukan Cuma Pilihan

Federal Reserve’s (The Fed) Vice Chair for Supervision, Michelle Bowman, memperingatkan bahwa perbankan tradisional berisiko kehilangan relevansi jika terus mengabaikan teknologi blockchain.

Dalam acara Wyoming Blockchain Symposium pada 19 Agustus, Bowman menekankan perlunya “bahkan menghilangkan mindset terlalu hati-hati” dan merangkul inovasi seperti tokenisasi dan blockchain sebagai kebutuhan strategis.

“Sangat penting bahwa bank dan regulator terbuka terhadap teknologi baru dan meninggalkan mindset terlalu hati-hati,” kata Bowman seperti dikutip dari Cryptoslate pada Kamis (21/8).

Menurutnya, regulator harus memahami produk dan layanan baru serta mengenali utilitas dan kebutuhan untuk mengadopsi teknologi di sektor keuangan tradisional.

Bowman menambahkan, memilih tidak bergerak berarti menyerahkan ruang tersebut kepada inovator baru berbasis teknologi.

Ia juga memperingatkan, jika tak disikapi sekarang, bank-bank bisa berada di pinggiran sistem keuangan masa depan.

Baca Juga: Ketua The Fed Dukung Keterlibatan Bank AS dalam Aktivitas Kripto

Tokenisasi & Pencegahan Penipuan

Bowman menyoroti tokenisasi sebagai kasus penggunaan blockchain dengan nilai aplikasi nyata yang memungkinkan transfer digital aset tanpa perantara, mempercepat proses, dan mengurangi risiko operasional.

Lebih jauh, teknologi ini juga dapat meningkatkan sistem keamanan melalui pelacakan transaksi yang transparan dan sulit dimanipulasi.

Bowman dan sejumlah pejabat The Fed ingin melihat pendekatan regulasi yang lebih adaptif, menghindari kerangka aturan yang membebani sektor inovasi.

Dia berpendapat bahwa aturan yang jelas dan transparan justru tidak efektif jika terlalu rumit dan menghambat.

Sebelumnya, komponen risiko reputasi telah dihapus dari panduan pengawasan perbankan, sebagai tanda upaya mengurangi hambatan subjektif terhadap implementasi teknologi baru.

Progresif di Tengah Batas Tradisional

Gerakan ini bukan berdiri sendiri. Ketua The Fed, Jerome Powell, pada Juni lalu menyatakan bahwa Fed tidak mempermasalahkan bank yang melayani perusahaan kripto, dengan beberapa catatan.

Selama memenuhi standar perlindungan konsumen dan pengelolaan risiko, seraya menyingkirkan hambatan seperti “risiko reputasi” dalam pengawasan.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump juga mendorong inisiatif eksekutif agar bank tidak lagi mendiskriminasi bisnis kripto dengan potensi denda terhadap institusi yang memblokir transaksi terkait kategori tersebut.

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Risiko dan Tantangan

Walaupun tokenisasi menawarkan efisiensi, tetap ada tantangan realistis:

  • Regulasi dan standar keamanan belum merata secara global.
  • Risiko systemic jika adopsi dilakukan terburu-buru tanpa uji coba matang.
  • Masih adanya skeptisisme soal skalabilitas dan interoperabilitas sistem blockchain dengan sistem perbankan tradisional.

Baca Juga: Inflasi dan Belanja Melambat, The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga

Persimpangan Sejarah untuk Industri Perbankan

Secara keseluruhan, pernyataan The Fed menunjukkan era baru, bank tak bisa lagi berdiri tenang sementara dunia keuangan bergerak cepat.

Tokenisasi, blockchain, dan stablecoin bukan opsi masa depan, mereka adalah alat vital yang harus diadopsi untuk mempertahankan relevansi dan kekuatan dalam ekonomi digital.

Institusi yang berani membuka diri terhadap inovasi ini akan memiliki peluang besar untuk tetap memimpin. Sebaliknya, yang tertinggal, bisa saja berubah menjadi “relics” industri masa lalu.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 31 Juli 2025: Fed Tahan Suku Bunga, Nasib BTC?

Pasar kripto hari ini, Kamis (31/7) difokuskan oleh kabar The Fed kembali menahan suku bunga, memicu tekanan sesaat pada Bitcoin yang sempat turun di bawah $116k, sementara Ethereum bersiap cetak rekor baru di Agustus berkat arus masuk ETF yang masif.

Di sisi lain, Solana turun 10% tapi dinilai peluang “buy the dip” oleh analis. Regulasi pajak kripto juga jadi sorotan: Indonesia revisi tarif PPh, sementara AS justru berencana longgar. Lihat lebih banyak insight di bawah ini:

The Fed Pertahankan Suku Bunga Stabil Kelima Berturut-turut

  • The Fed diprediksi pangkas suku bunga akhir tahun.
  • Ketua Fed, Jerom Powell: Inflasi tarif baru dimulai.
  • Bitcoin sempat turun di bawah $116.000 karena perkembangan ini.

Ethereum: Rekor Tertinggi di Agustus 2025?

  • Harga ETH jelang Agustus sekitar $3.877, $3.919 pemicu penembusan Fibonacci.
  • Arus masuk ETF ETH Juli capai $5,12 miliar, tunjukkan keyakinan institusional kuat.
  • Rasio ETH/BTC dan sinyal EMA indikasikan potensi altseason.

Kejar Keberuntungan Balik Lagi Hadiah Rp50 Juta

  • Trading di Tokocrypto besar kesempatan raih puluhan juta.
  • Dapatkan tiket undian untuk total hadiah Rp50 juta.
  • Cek selengkapnya di sini https://bit.ly/KEBUT_Periode_Aug

Solana (SOL) Anjlok 10% Seminggu, Sinyal Pasar Buy The Dip

  • Analis prediksi SOL reli, optimisme puncak $400.
  • RSI SOL di atas 30 (jenuh jual) dan penarikan token bursa indikasikan pemulihan.
  • Performa SOL kini mirip 2023, analis sebut aktivitas jaringan dan arus masuk institusional kuat.

Indonesia Revisi Pajak Kripto, AS Berusaha Mengurangi

  • Indonesia revisi pajak kripto, kenakan PPh 0,21% pada perdagangan domestik.
  • Pajak ini bidik pendapatan dari pasar kripto Indonesia.
  • AS ambil kebijakan menguntungkan; Trump usul hapus pajak keuntungan modal.

Baca juga: Tutorial Mudah Buat Jurnal Investasi & Trading + Template Google Sheet Gratis!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 11 Desember 2025: FED Pangkas Suku Bunga Lagi!

Pasar kripto hari ini, Kamis (11/12) kembali menguat setelah The Fed memangkas suku bunga 25 bps, dengan altcoin memimpin kenaikan, LUNA melonjak 26%, LRC naik 21%, dan G terapresiasi 18%.

Meski begitu, pidato Powell yang memberi sinyal jeda pemotongan suku bunga berikutnya membuat Bitcoin sempat turun dari $94.000 ke $92.000, sementara peluang suku bunga stabil pada FOMC Januari meningkat hingga 76%. LUNA menjadi sorotan tambahan berkat breakout teknikal, upgrade jaringan v2.18, dan spekulasi hukum Kwon yang memicu lonjakan 168% dalam seminggu. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar, Pasca The Fed Pangkas Suku Bunga

  • LUNA mengalami kenaikan 26%, dengan harga mencapai $0,2005.
  • Harga LRC melonjak 21%, saat ini diperdagangkan di level $0,0621.
  • G catatpenguatan harian 18%, menetapkan harganya pada $0,0063.

Pidato Powell: Sinyal Jeda Pemotongan Suku Bunga, Bitcoin Turun

  • Fed Pangkas Suku Bunga 25bps; Powell: Suku Bunga kini mencapai kisaran netral.
  • Peluang suku bunga stabil di FOMC Januari melonjak hingga 76%.
  • Bitcoin sempat sentuh $94.000 saat pidato Powell, lalu turun menjadi $92.000.

LAUNCH-DROP DRX Token Raih Total Hadiah Rp80Juta*

Terra (LUNA) Naik Tajam: 24,7% (24 Jam) dan 168% (Mingguan)

  • Breakout teknikal: tembus resistensi penting (RSI kuat).
  • Upgrade jaringan v2.18 tingkatkan kepercayaan infrastruktur Terra.
  • Spekulasi hasil hukum Kwon picu volatilitas (Trader Bersiap).

Altseason Tertunda karena Modal Terkonsentrasi pada BTC dan ETH

  • Modal beralih dari altcoin ke BTC dan ETH.
  • BTC Pulih ke $92.000 pasca penurunan besar ($4K/likuidasi $2 Miliar).
  • Keputusan Fed/BOJ tentukan arah; Trader posisi Netral (harapkan Konsolidasi).

Baca juga: Riset Kripto 1-5 Des 2025: Bitcoin Menguat: Santa Rally atau Bull Trap?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Menggila Menjelang Keputusan The Fed

Pasar kripto mengalami lonjakan tajam hanya beberapa jam sebelum pengumuman kebijakan suku bunga The Fed (FOMC), Rabu (10/12). Pergerakan agresif ini disebut analis sebagai “taruhan total” pasar terhadap dua kemungkinan: penurunan suku bunga atau setidaknya dovish pause.

Harga Bitcoin (BTC) naik sekitar 2,37%, sementara Ethereum (ETH) melonjak lebih dari 6%, menandai lonjakan pra-pengumuman yang menurut analis merupakan aksi front-running oleh investor besar atau whale. Mereka diyakini melakukan akumulasi lebih awal untuk mengamankan harga bawah sebelum kabar resmi rilis.

Mengapa Suku Bunga Jadi Penentu Besar?

Analis kripto @fhiyyerh menjelaskan bahwa perubahan suku bunga sangat menentukan jumlah likuiditas murah di pasar global.

  • Suku bunga turun = aset berisiko naik
    Saat The Fed memberi sinyal pelonggaran, arus modal biasanya keluar dari obligasi berimbal hasil rendah dan berpindah ke aset spekulatif, termasuk kripto.

Kondisi ini memicu apa yang disebut sebagai Liquidity Cascade, di mana Bitcoin dan Ethereum mendapat aliran dana institusi terlebih dahulu. Namun, keuntungan persentase terbesar biasanya muncul di altcoin mid-cap yang lebih sensitif terhadap sentimen risiko.

Altcoin Mana yang Paling Berpotensi ‘Melejit’ Jika Fed Dovish?

1. Solana (SOL)

Solana disebut sebagai kandidat terkuat penerima limpahan likuiditas. Kecepatan transaksi dan biaya murah membuatnya berkali-kali menjadi pemenang di momen risk-on.

2. Token Gaming & Metaverse (SAND dan sejenisnya)

Dengan suku bunga rendah, sektor berisiko tinggi seperti gaming dan metaverse kembali diminati karena memerlukan modal murah untuk berkembang.

3. Token DeFi

Penurunan suku bunga tradisional membuat yield DeFi terlihat lebih menarik. Lonjakan TVL dan aktivitas swap berpotensi mengangkat harga token governance berbagai protokol.

4. Layer-2 (Optimism, Arbitrum)

Menurut akun analis @Crypto_bannks, L2 diperkirakan ikut terangkat karena peningkatan aktivitas jaringan dan dukungan institusional pada ekosistem Ethereum.

5. AI Tokens & Mid-cap Layer-1 (FET/AGI, KAS, SUI)

Analis @bellezza_ melihat aliran modal sudah bergerak diam-diam ke sektor ini. Konsolidasi ketat yang terjadi belakangan dianggap sebagai tanda awal potensi ledakan volatilitas.

Tidak Semua Analis Sepakat

Walau euforia meningkat, beberapa analis memperingatkan bahwa pasar mungkin sudah terlebih dahulu mencerminkan (priced in) skenario dovish.
Jika The Fed memberikan nada hawkish, volatilitas ekstrem bisa muncul dalam hitungan menit.

Selain itu, pola historis menunjukkan bahwa:

  • Kapital biasanya mengalir ke BTC dan ETH lebih dulu,
  • Altcoin baru menyusul setelah tren utama benar-benar terbentuk.

Semua Mata Tertuju pada FOMC

Antisipasi pasar kini sangat jelas: keputusan dovish dapat memicu rotasi besar ke altcoin. Namun pemenang sebenarnya akan ditentukan oleh kombinasi likuiditas, fundamental proyek, dan katalis jangka pendek.

Dengan volatilitas yang sudah meningkat sebelum pengumuman, para trader kini bersiap menghadapi salah satu momen paling menentukan dalam pasar kripto sepanjang kuartal ini.

Baca juga: Menegangkan! XRP Sentuh $2 Jelang Pengumuman The Fed, Rebound?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Crypto Awasi Pencalonan Kevin Hassett sebagai Ketua The Fed

Kevin Hassett, Kepala Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, muncul sebagai kandidat terdepan untuk Ketua Fed berikutnya dan memicu spekulasi baru di pasar crypto. Menurut laporan Bloomberg, Hassett kini menjadi opsi utama Presiden Donald Trump untuk memimpin The Fed pada 2026, seiring preferensi Trump terhadap kebijakan suku bunga yang lebih rendah.

Hassett sebelumnya pernah menjadi penasihat Coinbase dan tercatat memiliki lebih dari US$1 juta saham di perusahaan tersebut. Keterlibatan langsungnya dalam industri aset digital, ditambah sikapnya yang dikenal dovish, menjadi perhatian para pelaku pasar crypto.

Soroti Regulasi Pro Kripto

Dilaporkan News BTC, Senior investment strategist Bitwise, Juan Leon, menilai peluang Hassett memimpin The Fed akan berdampak bullish bagi aset digital. Ia menyebut Hassett sebagai “dove agresif” yang menilai suku bunga saat ini terlalu tinggi dan mendorong penurunan yang lebih cepat. Leon juga menyoroti peran Hassett dalam kelompok kerja aset digital Gedung Putih yang mendorong regulasi lebih pro-crypto.

Namun, arah kebijakan The Fed di bawah Hassett tidak dapat dilepaskan dari pengaruh Menteri Keuangan Scott Bessent. Bessent secara terbuka mempertanyakan kerangka operasi “ample reserves” pasca-krisis dan mengisyaratkan perlunya kembali ke model pra-era neraca besar. Felix Jauvin, pembawa acara Forward Guidance, merangkum pendekatan tersebut sebagai kombinasi “FFR dovish, neraca hawkish,” menegaskan bahwa kondisi ini tidak sama dengan era quantitative easing (QE) 2020–2021.

Skenario tersebut berarti bahwa meski penurunan suku bunga dapat mendukung sentimen risiko, pasar tidak dapat mengandalkan lonjakan likuiditas seperti sebelumnya. Kondisi makro yang lebih longgar dibandingkan periode pengetatan 2022–2023 tetap mungkin terjadi, tetapi tanpa jaminan reli besar yang serentak di seluruh aset berisiko.

Baca juga: The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember, Apa Artinya bagi Pasar Kripto?

Sosok yang Dipercaya Trump

Analis makro EndGame Macro menyatakan bahwa kenaikan Hassett dalam bursa kandidat lebih didorong oleh faktor politik. Ia menilai Hassett unggul karena merupakan sosok yang dipercaya Trump dan karena sering mengkritik The Fed yang dianggap terlalu lamban dan berhati-hati.

Di platform prediksi Polymarket, peluang Hassett saat ini berada di kisaran 53%, menandai pergeseran dari spekulasi menuju probabilitas yang lebih matang.

Potensi dampak terhadap pasar crypto akan bergantung pada tiga faktor utama: kecepatan penurunan suku bunga oleh The Fed di bawah Hassett, sejauh mana Bessent mendorong penyederhanaan neraca bank sentral, serta bagaimana pasar menilai risiko inflasi dan fiskal dalam konteks The Fed yang lebih politis.

Hingga berita ini diturunkan, total kapitalisasi pasar crypto berada pada US$2,96 triliun dan masih bertahan di atas EMA 100-mingguan, menandakan tren jangka panjang yang positif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Regulator AS Tegaskan Kesetaraaan Sekuritas Tokenisasi

Regulator keuangan Amerika Serikat memberikan kejelasan baru terkait perlakuan aset keuangan berbasis blockchain.

Tiga otoritas utama, yaitu Federal Reserve, Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC), dan Office of the Comptroller of the Currency (OCC), dilaporkan Cointelegraph telah mengonfirmasi bahwa sekuritas yang ditokenisasi akan diperlakukan sama dengan sekuritas tradisional dalam hal persyaratan modal bank.

Kebijakan ini menegaskan pendekatan “technology neutral”, di mana regulasi tidak membedakan antara aset yang diterbitkan melalui sistem tradisional maupun yang diterbitkan menggunakan teknologi blockchain.

Dengan kata lain, bank tidak akan dikenakan persyaratan modal tambahan hanya karena sekuritas tersebut diterbitkan dalam bentuk token digital.

Baca Juga: Nasib Pasar Prediksi Terpaku pada Hasil Uji Regulasi Polymarket

Apa Itu Sekuritas yang Ditokenisasi?

Tokenisasi sekuritas adalah proses mengubah instrumen keuangan tradisional, seperti saham, obligasi, atau aset investasi lainnya, menjadi token digital yang tercatat di blockchain.

Teknologi ini memungkinkan kepemilikan aset dapat dibagi menjadi unit yang lebih kecil dan diperdagangkan secara lebih efisien melalui jaringan blockchain.

Dalam beberapa tahun terakhir, tokenisasi menjadi salah satu inovasi yang paling menarik perhatian dalam industri keuangan karena potensinya untuk meningkatkan likuiditas, transparansi, dan efisiensi pasar.

Konsep ini juga menjadi bagian penting dari tren Real World Assets (RWA), yaitu integrasi aset dunia nyata ke dalam ekosistem blockchain.

Regulasi “Technology Neutral”

Pendekatan technology neutral yang diambil oleh regulator AS berarti aturan tidak didasarkan pada teknologi yang digunakan, melainkan pada karakteristik ekonomi dari aset tersebut.

Jika sebuah sekuritas memiliki profil risiko yang sama dengan sekuritas tradisional, maka persyaratan modal yang dikenakan kepada bank juga akan sama.

Dengan kebijakan ini, bank tidak perlu menambah cadangan modal hanya karena sekuritas tersebut diterbitkan dalam bentuk token digital di blockchain.

Langkah ini memberikan kepastian regulasi yang sangat dibutuhkan oleh institusi keuangan yang ingin mengeksplorasi teknologi blockchain dalam layanan mereka.

Peluang Besar bagi Pasar RWA

Keputusan regulator tersebut dianggap sebagai sinyal positif bagi perkembangan pasar tokenisasi aset di Amerika Serikat.

Dengan adanya kepastian bahwa sekuritas tokenisasi tidak akan menghadapi beban regulasi tambahan, institusi keuangan besar kini memiliki insentif yang lebih kuat untuk mengadopsi teknologi blockchain.

Beberapa perusahaan investasi global bahkan sudah mulai mengeksplorasi tokenisasi aset sebagai cara baru untuk memperluas akses investasi.

Salah satu contoh yang sering disebut dalam diskusi industri adalah perusahaan manajemen aset raksasa BlackRock yang telah menunjukkan minat besar terhadap teknologi blockchain dan tokenisasi aset keuangan.

Sinyal Positif bagi Integrasi Keuangan Tradisional dan Blockchain

Analis industri kripto menilai keputusan regulator ini dapat menjadi momentum penting bagi integrasi antara sistem keuangan tradisional dan ekosistem blockchain.

Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan tersebut dapat membuka jalan bagi masuknya modal institusional dalam jumlah besar ke ekosistem on-chain.

“Green light buat RWA (Real World Assets)! Dengan aturan ini, bank nggak perlu nambah cadangan modal cuma gara-gara asetnya ada di blockchain. Ini karpet merah buat BlackRock dan kawan-kawan buat bawa triliunan dolar ke on-chain,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan ini menyoroti potensi besar tokenisasi aset dunia nyata dalam mentransformasi cara aset keuangan diperdagangkan dan dikelola.

Baca Juga: Donald Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga 2 Poin

Masa Depan Tokenisasi Aset

Dengan semakin jelasnya kerangka regulasi, banyak pelaku industri percaya bahwa tokenisasi dapat menjadi salah satu tren terbesar dalam sektor keuangan dalam beberapa tahun ke depan.

Tokenisasi memungkinkan berbagai jenis aset, mulai dari obligasi pemerintah hingga properti, diperdagangkan secara lebih efisien melalui blockchain.

Selain meningkatkan likuiditas pasar, teknologi ini juga dapat memperluas akses investasi bagi investor ritel yang sebelumnya sulit mengakses instrumen keuangan tertentu.

Keputusan regulator AS untuk mengadopsi pendekatan technology neutral menunjukkan bahwa pemerintah mulai melihat teknologi blockchain bukan sebagai ancaman, melainkan sebagai infrastruktur baru yang dapat meningkatkan efisiensi sistem keuangan global.

Jika tren ini terus berkembang, integrasi antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain berpotensi menciptakan ekosistem investasi yang lebih terbuka, transparan, dan inklusif di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Extreme Fear Naik, Harapan Rate Cut Jatuh: Apa Respons Pasar Kripto?

Pasar kembali terguncang setelah risalah terbaru The Federal Reserve mengonfirmasi bahwa program Quantitative Tightening (QT) akan dihentikan mulai 1 Desember. Namun bukannya membawa angin segar, peluang pemotongan suku bunga justru merosot tajam. Ekspektasi pasar terhadap rate cut pada Desember kini tinggal 32,8%, padahal di awal November masih berada di level optimistis 67%.

Penurunan ekspektasi ini memperburuk sentimen investor, terutama di pasar kripto yang saat ini berada dalam kondisi extreme fear. Dikutip CoinMarketCap, Crypto Fear and Greed Index bertahan di level 15, salah satu titik terendah dalam beberapa bulan terakhir, setelah sebelumnya berada di 16 (kemarin), 25 (pekan lalu), dan 30 (bulan lalu).

Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 21 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.
Crypto Fear and Greed Index pada tanggal 21 November 2025. Sumber: CoinMarketCap.

Pandangan Fed Terbelah, Pasar Jadi Korban Ketidakpastian

Risalah pertemuan The Fed mengungkapkan bahwa para pejabat belum sepenuhnya sejalan soal arah kebijakan suku bunga berikutnya.
• Sebagian anggota menilai pemotongan perlu segera dilakukan karena pasar tenaga kerja mulai melemah.
• Sementara lainnya memilih menunggu lebih banyak bukti dari data ekonomi sebelum melakukan penyesuaian.

Perbedaan pandangan ini menciptakan ketidakpastian kebijakan yang langsung menekan likuiditas pasar global.

ETF Bitcoin Alami Outflow Raksasa, Tekanan Jual Meningkat

Dampak paling terasa terlihat pada arus keluar ETF Bitcoin. Dalam dua hari terakhir, total outflow mencapai -$627,28 juta. Angka sebesar ini menunjukkan bahwa investor institusional masih memilih mengurangi eksposur mereka di tengah kondisi pasar yang tidak menentu.

Di pasar derivatives, tekanan semakin brutal. Total likuidasi dalam 24 jam terakhir mencapai $650,93 juta, dan mayoritas — sekitar $491,87 juta — berasal dari posisi long. Ini menandakan banyak trader yang terjebak euforia bullish mendadak dipaksa keluar dari pasar akibat tekanan jual mendadak.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 November 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 20 November 2025. Sumber: Tokocrypto.

Bitcoin Terkoreksi, Kapitalisasi Pasar Ikut Melemah

Bitcoin (BTC) juga tidak luput dari sentimen negatif. Dalam 24 jam terakhir, BTC turun -0,68% dan diperdagangkan di sekitar $91.970 atau setara IDR 1.534.924.816. Dominasi pasar BTC kini berada di level 59,35%.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto terkoreksi -1,30% menjadi $3,13 triliun, menandakan investor cenderung menahan diri dan menghindari risiko.

Baca juga: Apa Itu Crypto Fear and Greed Index?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember, Apa Artinya bagi Pasar Kripto?

Bersamaan dengan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4%, The Federal Reserve (FED) resmi mengumumkan bahwa program Quantitative Tightening (QT) akan berakhir pada 1 Desember 2025.

QT sering dianggap sebagai sinyal bullish oleh para investor, karena karena tekanan pengetatan berkurang, sehingga modal bisa kembali mengalir ke aset berisiko.

Tapi apa itu Quantitative Tightening (QT) dan apa aartinya bagi pasar kripto? Apakah ini jadi pertanda bullish? Simak uraiannya di bawah ini.

Apa Itu Quantitative Tightening (QT)?

QT adalah kebijakan moneter di mana bank sentral Amerika (FED) mengurangi ukuran neracanya dengan tidak membeli kembali aset yang jatuh tempo, seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS). Ini bertujuan untuk mengendalikan inflasi dengan mengurangi uang beredar di pasar. 

Sejak dimulai pada 2022, QT telah mengurangi neraca FED dari puncak $9 triliun menjadi sekitar $6.6 triliun saat ini, yang berarti sekitar $1 triliun likuiditas telah ditarik dari sistem keuangan.

Selain QT ada juga QE atau Quantitative Easing, QE adalah kebijakan lawan dari QT di mana bank sentral memperluas neracanya dengan membeli aset seperti Treasury dan Mortgage-Backed Securities (MBS) dari pasar.

Tujuan utamanya adalah untuk menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan, menekan suku bunga jangka panjang, dan merangsang aktivitas ekonomi.

Baca juga: Siapa Itu Jerome Powell dan Kenapa Pidatonya Selalu Ditunggu?

The FED Umumkan Quantitative Tightening (QT) Berakhir Desember

Statement resmi FOMC dari laman The FED.

Pada tanggal 29 Oktober 2025 kemarin, The FED baru saja mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3.75%-4% dalam sabda FOMC.

Dalam FOMC tersebut The FED juga mengumumkan bahwa pengurangan holding Treasury akan dihentikan mulai 1 Desember. Hal ini menjadi pertanda bahwa Quantitative Tightening (QT) yang telah berjalan dari Juni 2022 akibat tingginya angka inflasi  pasca-pandemi, akan berakhir di Desember mendatang.

Dikutip dari Reuters, ketua FED Jerome Powell menekankan bahwa langkah diambil untuk menjaga likuiditas yang cukup guna mengendalikan suku bunga, di tengah tanda-tanda ketatnya pasar uang seperti kenaikan suku bunga jangka pendek dan penggunaan fasilitas repo FED.

Powell juga menyatakan bahwa FED mungkin perlu menambah holding sebesar $20 miliar per bulan untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan ekonomi.

Korelasi Quantitative Tightening (QT) dengan Pasar Kripto

Penghentian Quantitative Tightening (QT) sering dilihat sebagai sinyal bullish untuk aset kripto, karena The Fed mulai berhenti menarik likuiditas dari pasar sehingga kondisi finansial terasa lebih longgar.

Berdasarkan data historis, penghentian Quantitative Tightening (QT) oleh The Fed tidak serta-merta menjadi katalis positif bagi pasar kripto.

Misalnya, ketika QT berakhir pada Oktober 2019, alih-alih mengalami lonjakan harga, aset kripto justru terkoreksi cukup dalam dengan penurunan sekitar -42% yang menunjukkan bahwa sekadar berakhirnya kebijakan pengetatan likuiditas belum cukup untuk memicu arus modal masuk ke aset berisiko seperti kripto.

Grafik harga total kapitalisasi pasar kripto setelah QT berakhir dan mulainya QE. Sumber: X @TedPillows

Reli besar baru terjadi setelah Maret 2020, ketika The Fed kembali meluncurkan Quantitative Easing (QE) sebagai respons terhadap pandemi yang membuat likuiditas membanjiri pasar.

Baca juga: Apa Itu FOMC Calendar? Panduan Investor Memahami Jadwal dan Pernyataan FOMC

Siklus halving dan taking profit Bitcoin.

Di Tengah siklus Halving Bitcoin yang tengah menuju masa akhir, QT seakan menjadi harapan para investor kripto untuk membuat sebuah keajaiban dimana siklus 4 tahunan ini bisa dipatahkan.

Percakapan di sosial media, khususnya X ramai membahas tentang efek QT terhadap aset kripto dan menunjukkan spektrum opini yang beragam.

Ada yang skeptis, menilai bahwa sekadar berhentinya QT tidak cukup kuat untuk mendorong reli besar tanpa adanya stimulus nyata seperti QE.

Sebagian lain justru bullish, percaya bahwa berkurangnya tekanan likuiditas global akan membuka jalan bagi aliran dana baru ke aset berisiko, termasuk kripto. 

Sementara itu, kubu bearish mengingatkan bahwa euforia semacam ini sering dimanfaatkan oleh pelaku besar (whales) untuk melakukan distribusi, sehingga potensi koreksi tetap terbuka.

Periode QT dan QE disandingkan dengan dominasi Bitcoin (BTC.D). Sumber X @Brett_ETH

Altcoin di sisi lain, jika dilihat dari data historis sebelumnya, dominasi Bitcoin (BTC.D) cenderung turun di tengah berakhirnya QT dan mulainya QE. Menandakan bahwa altcoin menerima rotasi likuiditas dari Bitcoin dan guyuran likuiditas baru yang masuk ke pasar. Tapi, data historis tentu tidak bisa dijadikan patokan pasti.

Dengan demikian, efek QT terhadap pasar kripto masih sarat ketidakpastian karena, QT ≠ QE. Sebab jika QE berarti injeksi likuiditas baru yang langsung mendorong arus modal masuk ke aset berisiko, maka penghentian QT hanya sebatas menghentikan pengetatan—tidak serta-merta menambah suplai uang segar ke pasar.

Inilah sebabnya, meskipun sebagian investor berharap akhir QT bisa menjadi katalis bullish, dihentikannya QT seperti pada periode sebelumnya membawa  respons pasar yang beragam, bahkan negatif dalam jangka pendek.

Oleh karena itu, investor kripto perlu lebih cermat membaca dinamika makro global, termasuk arah kebijakan The Fed, kondisi likuiditas, dan sentimen pasar, sebelum mengambil keputusan investasi.

Melihat peluang dan tertarik untuk melakukan investasi kripto di tengah QT yang akan segera berakhir? Download Tokocrypto untuk jelajahi ratusan aset kripto langsung dari IDR dengan biaya trading lebih murah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Reuters: Fed winding down balance sheet contraction amid tightening money markets. Diakses 30 Oktober 2025

Cmegroup: How the Fed Uses Quantitative Tightening to Address Inflation. Diakses 30 Oktober 2025

Investopedia: Understanding Quantitative Tightening: How the Fed Reduces Market Liquidity. Diakses 30 Oktober 2025





Sumber : news.tokocrypto.com