Tag Archives: the fed

Isyarat The Fed Bikin Pasar Kripto Bergejolak, Apa Yang Terjadi?

Pasar kripto melemah setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan bahwa pemangkasan suku bunga 25 basis poin di Oktober mungkin menjadi yang terakhir di tahun 2025.

Imbasnya, harga Bitcoin merosot 1,6% ke sekitar $ 111 000 dan Ethereum turun ~2% ke sedikit di atas $ 3.900, sementara kapitalisasi pasar kripto global amblas sekitar 1,8%.

Menurut laporan Inkl pada Kamis (30/10), Jerome Powell menegaskan bahwa meskipun The Fed memang memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, pemangkasan lebih lanjut di tahun 2025 tidak bisa dianggap pasti.

Pernyataan ini langsung menggugah ekspektasi para investor risiko-tinggi, termasuk di pasar kripto. Akibatnya, pasar kripto mengalami koreksi ringan: total kapitalisasi pasar semua mata uang kripto turun sekitar 1,8% dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga: Momen Langka! The Fed Pangkas Suku Bunga, Pesta Cuan Dimulai?

Dampak ke Bitcoin & Ethereum

Bitcoin, sebagai aset kripto utama, mengalami penurunan sekitar 1,6%, berada di kisaran $ 111.000 berdasarkan data dari bursa besar.

Sementara Ethereum mencatat penurunan yang sedikit lebih besar, sekitar 2%, dan diperdagangkan di sedikit di atas $ 3.900.

Penurunan ini menggambarkan bagaimana sentimen makro mempengaruhi aset digital: ketika harapan pemangkasan suku bunga meredup, maka daya tarik aset berisiko seperti kripto ikut tertekan.

Beberapa alasan mengapa pernyataan The Fed ini berdampak cepat ke kripto.

Aset kripto sering dipandang sebagai alat risiko (risk assets). Ketika prospek likuiditas melambat (karena suku bunga bisa tetap tinggi), maka alokasi ke kripto bisa terkoreksi.

Investor sebelumnya berharap bahwa pemangkasan suku bunga lebih lanjut akan “menyuntik” dana ke pasar, namun Powell mempertahankan sikap yang lebih hati-hati, sehingga ekspektasi tersebut melandai.

Koreksi ini juga dianggap sebagai bentuk “sell-the-news”: berita buruk bagi aliran likuiditas ke kripto meskipun pemangkasan itu sendiri adalah langkah dovish karena prospek selanjutnya yang redup.

Menentukan Arah Pasar

Meski koreksi saat ini tidak dramatik, beberapa hal penting untuk dicermati oleh investor dan trader:

Apabila Bitcoin turun jauh di bawah kisaran US$ 110.000 dan tak cepat pulih, maka tekanan bisa melebar ke altcoin dan DOMINASI kripto bisa bergeser ke “safe assets”.

Sebaliknya, jika data ekonomi AS mulai melemah dan The Fed kembali memberi sinyal pemangkasan suku bunga, maka kripto bisa mendapat dorongan kembali.

Untuk Ethereum dan altcoin lainnya, efeknya bisa dua arah: mereka cenderung lebih volatil ketika perubahan kebijakan makro terjadi, sehingga potensi upside besar tetapi juga risiko koreksi lebih tinggi.

Baca Juga: Santiment: Aksi The Fed Bisa Jadi Alarm Bahaya Bagi Pasar Kripto

Hari ini pasar kripto memperoleh “reset” moderat — akibat isyarat hawkish dari The Fed yang membuat ekspektasi pemangkasan suku bunga lebih lanjut menurun.

Bitcoin, Ethereum, dan banyak aset digital lainnya ikut melemah. bahkan, total pasar kripto pun turun mendekati 2%.

Bagi investor, ini bukan berarti akhir dari tren naik — namun sinyal untuk berhati-hati dan memonitor kebijakan The Fed serta data ekonomi AS dengan seksama.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 30 Oktober 2025: Fed Turunkan Suku Bunga AS Lagi!

Pasar kripto hari ini, Kamis (30/10) kembali volatil pasca keputusan FOMC yang kembali menurunkan suku bunga AS 25bps. Di tengah koreksi pasar, altcoin seperti JELLYJELLY melonjak 33% ke $0,1092, TRUMP naik 16% ke $8,30, dan PUMP menguat 14% ke $0,005306, menandakan optimisme pasar altcoin.

Di sisi lain, Michael Saylor memprediksi Bitcoin bisa mencapai $150.000 akhir 2025, sementara Robert Kiyosaki bahkan memperkirakan hingga $200.000, menyoroti pentingnya disiplin emosional di tengah volatilitas, meski saham MicroStrategy (MSTR) turun 13% bulan ini. Lihat lebih lengkap di bawah:

Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar Pasca FOMC pada Kamis (30/10)

  • JELLYJELLY melonjak 33% dalam 24 jam terakhir ke level $0,1092.
  • TRUMP naik tajam hingga 16% dan kini diperdagangkan di sekitar $8,30.
  • PUMP menguat 14% sehari, sentuh harga $0,005306, potensi naik lebih lanjut.

Michael Saylor dan Robert Kiyosaki Prediksi Harga Bitcoin Akhir 2025

  • Saylor: BTC capai $150.000 akhir 2025 (struktur pasar dan konsensus analis).
  • Kiyosaki prediksi BTC capai $200.000 (tekankan disiplin emosional).
  • Bitcoin di Sekitar $111.000, Saham MicroStrategy (MSTR) turun 13% Bulan ini (cerminkan volatilitas).

Cashback 100% Total Hadiah Bitcoin Rp 20 JUTA*

Kripto Koreksi, Powell Ragukan Pemangkasan Suku Bunga Desember

  • Powell beri petunjuk tidak ada penurunan suku bunga di Desember2025.
  • Bitcoin dan Ethereum turun, Fed tahan pelonggaran.
  • Pemangkasan suku bunga 25 bps The Fed mungkin final tahun ini.

Prediksi Harga Solana (SOL) November 2025?

  • Solana masuk November dengan Bullish, didukung arus masuk institusional.
  • Tekanan jual berkurang dan laba historis November kuat, ekspektasi reli tinggi.
  • SOL ($198) bisa ke $232, jika bullish berlanjut; Gagal tembus $200.

Baca juga: Tren Bitcoin 27-31 Oktober 2025: M2 Supply Kuncinya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Siapa Itu Jerome Powell dan Kenapa Pidatonya Selalu Ditunggu?

Mungkin kamu sering kali mendengar nama Jerome Powell selama beberapa bulan sekali, terutama ketika menjelang FOMC atau pengumuman pengumuman kebijakan suku bunga The Fed.

Tapi, sebenarnya siapa sih Jerome Powell ini? Dan kenapa setiap pidatonya selalu ditunggu oleh para investor terutama investor kripto? Simak penjelasan mengenai siapa itu Jerome Powell lebih lengkap di bawah ini yuk!

Siapa Jerome Powell?

Jerome Powell adalah Ketua Federal Reserve (The Fed), bank sentral Amerika Serikat, pertama kali menjabat sejak 2018 dan kembali diperpanjang masa jabatannya pada 2022.

Ia lahir di Washington D.C. pada Februari 1953, Powell memiliki latar belakang sebagai pengacara, bankir investasi, serta pernah menjabat di Departemen Keuangan AS di era Presiden George H.W. Bush. 

Sebagai pemimpin Federal Open Market Committee (FOMC), Powell berperan penting dalam menentukan arah kebijakan moneter, termasuk suku bunga dan pengendalian inflasi, yang berdampak langsung pada pasar global, nilai tukar dolar, saham, hingga aset kripto.

Baca juga: Apa Itu FOMC Calendar? Panduan Investor Memahami Jadwal dan Pernyataan FOMC

Kenapa Pidatonya Selalu Ditunggu?

Karena memegang jabatan sebagai Ketua Federal Reserve (The Fed), lembaga yang menentukan arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Pidato Powell sering kali ditunggu oleh para investor ketiga menyangkut acara yang berkaitan dengan kebijakan yang akan diambil ke depannya, seperti FOMC dan Jackson Hole.

Pidatonya sering kali ditunggu sebab setiap kata yang diucapkan bisa menjadi sinyal penting bagi investor, pelaku pasar, hingga pemerintah di seluruh dunia. 

Misalnya, interpretasi investor seperti:

  • Jika Powell bernada hawkish, artinya The Fed masih akan menaikkan suku bunga demi menekan inflasi. Biasanya, pasar saham dan kripto akan turun karena biaya pinjaman naik dan likuiditas berkurang.
  • Jika Powell bernada dovish, pasar akan bereaksi positif karena sinyal bahwa kebijakan moneter akan longgar, mendorong lebih banyak aliran dana ke aset berisiko.

Bahkan dalam dunia investasi, di media sosial reaksi terhadap pidatonya bahkan sering disebut sebagai “Powell Effect” — fenomena di mana pasar global bergerak signifikan hanya dalam beberapa menit setelah ia berbicara.

Dampaknya terhadap Pasar Kripto

Meskipun The Fed tidak memiliki hubungan langsung dengan kripto, arah kebijakan suku bunga yang ditetapkan Powell berpengaruh besar terhadap Bitcoin dan altcoin. Saat suku bunga tinggi misalnya, investor cenderung menjauhi aset spekulatif dan memilih instrumen yang lebih aman. Sebaliknya, ketika Powell memberi sinyal pelonggaran kebijakan, minat terhadap kripto biasanya melonjak.

Contohnya pada tahun 2020–2021, ketika The Fed menurunkan suku bunga ke hampir 0% dan mencetak uang besar-besaran untuk stimulus pandemi. Likuiditas melimpah itu menjadi bahan bakar utama bagi reli besar di pasar kripto dan saham global.

Kesimpulan

Jerome Powell adalah figur paling berpengaruh dalam ekonomi dunia modern. Sebagai Ketua The Fed, setiap kata yang diucapkan bisa mempengaruhi arah pasar global, mulai dari Wall Street, pasar kripto, bahkan hingga pasar saham di Indonesia.

Pidatonya selalu ditunggu karena menjadi cerminan arah kebijakan moneter Amerika Serikat, yang pada akhirnya menentukan seberapa besar arus modal bergerak di seluruh dunia. Dalam dunia ekonomi yang saling terhubung seperti sekarang, memahami “bahasa Powell” menjadi salah satu cara untuk mengetahui arah pergerakan ekonomi global ke depannya.

Baca juga: Siapa Peter Todd yang Diduga Satoshi Nakamoto di Dokumenter HBO?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 18 Februari 2026: Menanti Risalah FOMC

Menjelang rilis risalah FOMC, pasar kripto hari ini Rabu, (18/2) bergerak dinamis dengan sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. CYBER memimpin reli dengan kenaikan 30% ke level $0,73 pada Rabu (18/2), disusul STEEM yang naik 25% ke $0,0655 dan ORCA yang menguat 18% hingga $1,234.

Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya spekulasi jangka pendek menjelang katalis makro penting dari The Fed. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Hari Ini Jelang Risalah FOMC

  • CYBER meroket 30% ke level $0.73 hari ini, Rabu (18/2).
  • STEEM naik 25%, kini diperdagangkan $0,0655.
  • ORCA melesat 18% hingga menyentuh $1,234.

Reli Bitcoin Mereda,Analis Sebut Waktunya Serok

  • BTC anjlok 22%, kinerja kuartalan terburuk sejak 2018.
  • Naik 9% picu risiko jatuh akibat pasar terlalu bullish.
  • Support $66rb; tembus berisiko ke $58rb, batal jika lewati $79rb.

Deposit & Trade $AT PART 2! Rebut Hadiah Rp400 JUTA

3 Altcoin yang Patut Diperhatikan di Pekan Ketiga Februari 2026

  • Arbitrum berisiko jatuh ke $0,0944 jika gagal tembus $0,1447.
  • Injective tetap bearish di bawah $3,662 mengekor Bitcoin.
  • Bitcoin Cash incar $609,8 jika mampu tembus $574,1.

Risalah FOMC Besok: Reli atau Guncangan bagi Kripto?

  • Risalah Januari picu volatilitas kripto seiring pergeseran ekspektasi suku bunga.
  • Sinyal hawkish tekan Bitcoin, isyarat dovish angkat Altcoin.
  • CPI 2,4% dan proyeksi Maret pengaruhi arah suku bunga Fed 2026.

Baca juga: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Donald Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga 2 Poin

Presiden Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia dan mendesak agar suku bunga dipangkas dua poin. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara bersama Larry Kudlow di program “Kudlow” di FOX Business pada Selasa.

Trump menilai bahwa penurunan suku bunga akan berdampak signifikan terhadap biaya pinjaman pemerintah federal dan dapat memperbaiki kondisi fiskal negara.

“Negara ini seharusnya memiliki suku bunga terendah di dunia. Kita yang menjaga dunia tetap berjalan,” kata Trump dalam wawancara tersebut.

Klaim Pangkas 2 Poin Bisa Hapus Defisit

Trump mengaitkan kebijakan suku bunga dengan beban pembayaran bunga utang pemerintah. Ia menyebut bahwa setiap penurunan satu poin suku bunga setara dengan penghematan sekitar 600 miliar dolar AS.

“Setiap satu poin itu 600 miliar dolar. Jika kita turun dua poin, kita tidak akan punya defisit lagi,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah perdebatan mengenai arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed), yang saat ini masih mempertahankan pendekatan hati-hati terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Kritik Keras untuk Jerome Powell

Dalam wawancara tersebut, Trump juga melontarkan kritik tajam terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Ia menyebut Powell “sangat buruk” dan menilai suku bunga seharusnya sudah diturunkan lebih cepat.

“He’s so bad. Suku bunga seharusnya sudah dipotong. Kita seharusnya dua poin lebih rendah,” kata Trump.

Trump juga memuji Kevin Warsh, sosok yang dikaitkan sebagai calon kuat dalam pembahasan kepemimpinan Federal Reserve. Ia menyatakan bahwa Warsh kemungkinan akan menjadi figur yang berpengaruh dalam arah kebijakan moneter ke depan.

Baca juga: Trump Umumkan Calon Bos The Fed, Pasar Keuangan Dunia Panik

Dow Tembus 50.000, Trump Sebut Bukti Kekuatan Ekonomi

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Selain membahas suku bunga, Trump juga menyoroti pencapaian pasar saham, termasuk penutupan indeks Dow Jones di atas 50.000 untuk pertama kalinya. Ia menyebut capaian tersebut sebagai bukti kekuatan ekonomi Amerika Serikat di masa pemerintahannya.

Trump mengatakan bahwa sebelumnya banyak pihak menganggap indeks Dow mencapai 50.000 pada akhir masa jabatan sebagai “keajaiban,” namun kini angka tersebut telah tercapai lebih cepat dari perkiraan.

Ia juga menyinggung turunnya harga energi sebagai faktor yang membantu menekan biaya hidup. Trump mengklaim harga bensin di beberapa wilayah, seperti Iowa, sempat berada di kisaran 1,85 dolar per galon, dan di wilayah lain turun di bawah 2 dolar per galon.

Tarif dan Perdagangan dengan Swiss

Dalam wawancara tersebut, Trump juga menyinggung kebijakan tarif, termasuk sengketa perdagangan dengan Swiss. Ia menyatakan bahwa Amerika Serikat sebelumnya mengalami defisit perdagangan sebesar 42 miliar dolar AS dengan Swiss.

Trump mengaku sempat memberlakukan tarif 30% terhadap impor dari Swiss, yang kemudian dinaikkan menjadi 39%. Namun, berdasarkan kerangka perdagangan yang diumumkan tahun lalu, tarif tersebut akhirnya diturunkan menjadi 15% untuk sejumlah produk tertentu.

Dorong Sistem Lama: Kabar Baik Harusnya Naikkan Pasar

Trump juga mengkritik dinamika pasar saat ini yang menurutnya terlalu sensitif terhadap isu inflasi. Ia menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak selalu berarti inflasi tinggi dan pasar tidak seharusnya turun hanya karena kabar baik memicu kekhawatiran kebijakan moneter lebih ketat.

“Kita harus kembali ke sistem lama. Kalau ada kabar baik, pasar harus naik. Kalau ada kabar buruk, pasar turun,” ujarnya.

Wawancara tersebut menegaskan kembali posisi Trump yang konsisten mendesak kebijakan moneter yang lebih longgar, sembari mengkritik kepemimpinan The Fed saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pernyataan ini menambah sensitivitas pasar terhadap risiko intervensi politik pada kebijakan moneter. Jika narasi penurunan suku bunga makin dominan, aset berisiko bisa terdorong (risk-on). Namun bila pasar melihatnya sebagai ancaman terhadap independensi bank sentral, yield bisa naik karena premi risiko kebijakan meningkat.

Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Yen Jepang Bergejolak, Sinyal Intervensi Fed Picu Spekulasi Bitcoin

Pasar keuangan global tengah berada dalam kewaspadaan tinggi setelah yen Jepang mencatat pergerakan terbesar dalam enam bulan terakhir. Lonjakan ini memicu spekulasi bahwa pemerintah Jepang, berpotensi dengan dukungan Amerika Serikat melalui Federal Reserve (Fed), tengah menyiapkan langkah intervensi untuk menstabilkan mata uang tersebut.

Pergerakan tajam yen terjadi setelah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, memperingatkan adanya pergerakan nilai tukar yang dinilai “tidak normal”. Pernyataan itu mendorong pasangan dolar AS terhadap yen (USD/JPY) turun drastis dari hampir menyentuh level 160 ke sekitar 155,6 per dolar AS. Level tersebut menjadi penguatan harian terbesar yen sejak Agustus dan posisi terkuat sepanjang 2026.

Sikap Pelaku Pasar Kripto

Pelaku pasar mencatat bahwa posisi short terhadap yen saat ini berada di level tertinggi dalam satu dekade. Kondisi ini meningkatkan risiko gejolak pasar apabila yen kembali melemah. Pengamat pasar Walter Bloomberg menyebut bahwa dengan tekanan politik dan agenda pemilu yang mendekat, otoritas Jepang tampak semakin siap untuk bertindak.

Spekulasi intervensi semakin menguat setelah muncul laporan bahwa New York Fed menghubungi sejumlah bank besar. Langkah tersebut secara historis kerap menjadi sinyal awal koordinasi aksi di pasar valuta asing antara Amerika Serikat dan Jepang.

Baca juga: Trump Umumkan Calon Bos The Fed, Pasar Keuangan Dunia Panik

Sejarah menunjukkan bahwa intervensi bersama kedua negara dapat berdampak signifikan. Kesepakatan Plaza Accord pada 1985 dan aksi bersama saat Krisis Keuangan Asia 1998 terbukti mampu menstabilkan yen, melemahkan dolar AS, serta mendorong reli aset global.

Dilaporkan BeInCrypto, analis menilai, jika intervensi kembali dilakukan secara terkoordinasi, dampaknya bisa menyerupai kondisi pasca-krisis 2008, yakni peningkatan likuiditas global. CFA Michael Gayed menilai bahwa intervensi sepihak oleh Jepang berisiko memaksa Bank of Japan menjual obligasi pemerintah AS untuk memperoleh dolar, yang berpotensi mengguncang pasar utang global. Sebaliknya, kerja sama dengan Fed dapat menekan risiko tersebut dengan melemahkan dolar secara terkontrol.

Pelemahan dolar dinilai akan meningkatkan likuiditas global dan menguntungkan berbagai kelas aset, termasuk saham, komoditas, dan kripto. Bitcoin disebut memiliki korelasi positif yang kuat dengan yen serta hubungan terbalik dengan dolar AS, sehingga berpotensi mengalami repricing signifikan jika dolar melemah.

Analisis Pasar

Namun, analis juga mengingatkan adanya risiko volatilitas jangka pendek. Penguatan yen berpotensi memicu pembongkaran posisi carry trade berbasis yen. Sebagai contoh, pada Agustus 2024, kenaikan suku bunga kecil oleh Bank of Japan sempat memperkuat yen dan memicu aksi jual kripto senilai sekitar US$15 miliar dalam enam hari, dengan harga Bitcoin anjlok dari US$64.000 ke US$49.000.

Menurut Tim Research Tokocrypto, jika AS dan Jepang melakukan intervensi bersama dengan menjual Dolar untuk membeli Yen, ini secara efektif membanjiri pasar dengan likuiditas Dolar dan melemahkan indeks Dolar (DXY). Dolar yang lemah dan likuiditas global yang melimpah adalah bahan bakar utama untuk bull market kripto dan saham.

Selain kripto, risiko juga membayangi pasar obligasi. Tekanan pada pasar obligasi pemerintah Jepang dikhawatirkan dapat merembet ke US Treasury dan memengaruhi suku bunga global serta arus aset safe haven.

Meski demikian, sejumlah analis melihat kondisi ini sebagai setup yang berisiko namun berpotensi bullish secara historis. Jika Fed dan Jepang benar-benar bertindak bersama, pasar global berpeluang mencatat reli luas dalam jangka menengah hingga panjang, meskipun fase penyesuaian jangka pendek diperkirakan tetap penuh gejolak.

Perkembangan yen kini menjadi sorotan utama pelaku pasar dan pembuat kebijakan, karena dampaknya diyakini tidak hanya akan menentukan arah dolar dan yen, tetapi juga membentuk salah satu konfigurasi makroekonomi paling penting tahun ini.

Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Trump Umumkan Calon Bos The Fed, Pasar Keuangan Dunia Panik

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan mengumumkan calon Ketua Federal Reserve (The Fed) yang baru pada Jumat (30/1/2026) waktu setempat, di tengah meningkatnya spekulasi pasar terkait arah kebijakan ekonomi Amerika Serikat ke depan.

Dilaporkan Coincu, pengumuman tersebut dilakukan dalam sebuah pertemuan kebijakan di Washington, D.C., dan akan menentukan pengganti Jerome Powell, Ketua The Fed saat ini yang kerap mendapat kritik dari Trump terkait kebijakan moneter, khususnya soal suku bunga.

Sejumlah nama mencuat sebagai kandidat kuat, di antaranya Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih Kevin Hassett dan mantan pejabat The Fed Kevin Warsh. Trump menyebut sosok yang akan dipilihnya sebagai “orang yang sangat baik, dihormati, dan dikenal luas di dunia keuangan,” sebagaimana dikutip CBS News.

Kondisi Pasar Keuangan Global

Baca juga: Drama Tarif Trump Berlanjut, Bitcoin Kehilangan Level Kunci $90.000

Pasar keuangan global memantau ketat pengumuman ini karena Ketua The Fed memiliki peran strategis dalam menentukan kebijakan suku bunga, inflasi, serta stabilitas ekonomi. Perubahan kepemimpinan dikhawatirkan dapat memengaruhi independensi bank sentral Amerika Serikat yang selama ini dijaga ketat.

Dampak pengumuman ini juga berpotensi merembet ke pasar aset digital. Perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk cryptocurrency. Data CoinMarketCap per 30 Januari 2026 menunjukkan harga Ethereum berada di level USD 2.750,42 dengan kapitalisasi pasar USD 331,96 miliar, meskipun mengalami penurunan 6,96 persen dalam 24 jam terakhir. Sementara itu, harga Bitcoin tercatat turun 28,83 persen dalam periode 90 hari terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, transisi kepemimpinan di The Fed selalu membawa volatilitas jangka pendek.

“Jika Warsh yang terpilih, ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter yang lebih hawkish (anti-inflasi) namun pro-inovasi finansial akan meningkat, sebuah kombinasi unik yang bisa menguntungkan Bitcoin sebagai hedge inflasi,” jelasnya.

Para analis menilai arah kebijakan moneter di bawah pimpinan baru The Fed akan sangat menentukan pengelolaan inflasi dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat ke depan. Ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar bersikap waspada, seiring meningkatnya risiko volatilitas di pasar keuangan global.

Baca juga: 8,4 Juta WLFI Gratis! Begini Cara Mendapatkannya Lewat Program USD1


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 28 Januari 2026: Trader Tunggu Hasil FOMC

Menjelang keputusan FOMC The Fed, pasar kripto hari ini, Rabu (28/1) bergerak selektif dengan sejumlah altcoin seperti ENSO, 0G, dan FRAX memimpin penguatan harian, mencerminkan meningkatnya spekulasi jangka pendek.

Di sisi lain, aktivitas whale mulai terlihat menjelang Februari 2026, dengan akumulasi pada ASTER dan CHZ, sementara lonjakan tajam AXS memicu kewaspadaan potensi aksi ambil untung. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Jelang Keputusan FOMC The Fed

  • ENSO melonjak 45% hari ini, capai level harga $1,37.
  • 0G catat kenaikan signifikan 25% sentuh $0,841.
  • FRAX tumbuh positif 21%, harga kini di level $0,97721.

3 Altcoin yang Dibeli oleh Whale Kripto untuk Februari 2026

  • Whales akumulasi ASTER, targetkan pemulihan ke $1,00.
  • Borongan paus dongkrak CHZ 30%, incar target $0,066.
  • AXS melonjak 213% berkat whales, namun rawan aksi untung.

Deposit & Trade $AT! Rebut Total Hadiah Rp100 JUTA

Trader Prediksi The Fed Tahan Bunga hingga Juni

  • Polymarket: Peluang 70% pangkas bunga di Juni.
  • Jelang FOMC besok, suku bunga diprediksi tetap.
  • Trader kripto prediksi tiga kali pangkas bunga tahun ini.

Sinyal Bullish ‘Paling Akurat’ Beri Kode Pembalikan BTC

  • BTC melonjak 600% pada 2021 usai konfirmasi sinyal serupa.
  • Tekanan jual onchain hambat kecepatan pemulihan BTC.
  • Pasar kian defensif di tengah kenaikan tekanan jual.

Baca juga: Riset Kripto 19-23 Jan 2026: Bitcoin Kembali Anjlok! Kapan Usai?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Inflasi AS Melunak, Trump Desak The Fed Pangkas Suku Bunga

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak Federal Reserve (The Fed) untuk segera menurunkan suku bunga acuan setelah laporan inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga yang semakin mereda. Data Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) Amerika Serikat untuk Desember mencatat inflasi tahunan sebesar 2,7%, sesuai ekspektasi pasar.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut angka inflasi tersebut sebagai “sangat bagus” dan meminta Ketua The Fed Jerome Powell untuk memangkas suku bunga secara signifikan. Trump menilai The Fed terlalu lambat merespons kondisi ekonomi dan memperingatkan bahwa penundaan pemangkasan suku bunga dapat menghambat pertumbuhan serta membuat biaya pinjaman tetap tinggi.

Faktor Laporan CPI Desember

Baca juga: The Fed Rem Mendadak, Bitcoin Terancam ke US$70.000 di Awal 2026

Laporan CPI Desember menunjukkan inflasi tetap stabil dan tidak mengalami percepatan. Sementara itu, inflasi inti (core CPI) yang tidak memasukkan harga pangan dan energi tercatat sebesar 2,6% secara tahunan, lebih rendah dari perkiraan pasar. Data ini memperkuat pandangan bahwa tekanan harga di AS mulai mereda secara bertahap.

Trump menilai data tersebut sebagai bukti bahwa The Fed “tertinggal” dalam kebijakan moneternya. Ia menegaskan bahwa penurunan suku bunga diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan permintaan kredit. Trump juga mengklaim kebijakan tarifnya telah memperkuat produksi domestik tanpa memicu lonjakan inflasi.

Pasar merespons positif rilis data inflasi tersebut. Harga Bitcoin melonjak dan sempat menembus level USD 92.000, mencerminkan meningkatnya selera risiko investor di tengah harapan pemangkasan suku bunga di masa depan. Secara umum, suku bunga yang lebih rendah dinilai dapat meningkatkan likuiditas dan mendorong aset berisiko seperti saham dan kripto.

Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed

Meski demikian, pasar menilai peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat masih kecil. Berdasarkan FedWatch Tool milik CME Group, terdapat sekitar 95% probabilitas bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Januari 2026. Peluang penurunan sebesar 25 basis poin masih tergolong rendah.

Risalah rapat The Fed terbaru menunjukkan para pembuat kebijakan masih bersikap hati-hati dan menginginkan bukti tambahan bahwa inflasi benar-benar menurun secara berkelanjutan. Sejumlah bank besar, termasuk JPMorgan, bahkan tidak lagi memproyeksikan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat meskipun data inflasi melemah.

Selain itu, ketidakpastian terkait kebijakan fiskal dan tarif juga menjadi perhatian para pejabat The Fed, yang ingin menilai dampaknya terhadap inflasi dalam beberapa bulan ke depan. Meski pernyataan Trump kerap memengaruhi sentimen pasar, The Fed sejauh ini tetap menunjukkan independensinya dalam menentukan arah kebijakan moneter.

Ekspektasi pemangkasan suku bunga diperkirakan dapat menguat pada paruh kedua tahun ini apabila inflasi tetap stabil atau terus menurun. Data CPI terbaru kini menjadi amunisi utama bagi pihak-pihak yang mendukung pelonggaran kebijakan moneter di Amerika Serikat.

Baca juga: Turun Mendadak! Dogecoin Anjlok Meski Suku Bunga Dipangkas The Fed


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

The Fed Rem Mendadak, Bitcoin Terancam ke US$70.000 di Awal 2026

Kebijakan moneter Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve/The Fed) pada kuartal pertama 2026 berpotensi memberi tekanan besar pada pasar kripto. Bitcoin (BTC) diperkirakan bisa turun hingga level US$70.000 dan Ethereum (ETH) melemah ke sekitar US$2.400 apabila The Fed memutuskan untuk menahan pemangkasan suku bunga di tengah tekanan inflasi yang masih bertahan.

The Fed tercatat telah memangkas suku bunga acuan sebanyak tiga kali sepanjang 2025, mayoritas dilakukan pada kuartal keempat, seiring meningkatnya angka pengangguran dan tanda-tanda inflasi yang mulai melandai. Namun, respons pasar kripto justru berlawanan dengan ekspektasi.

Ancaman Aksi Jual

Alih-alih reli, Bitcoin, Ethereum, dan sejumlah altcoin utama mengalami aksi jual. Total kapitalisasi pasar kripto tercatat menyusut lebih dari US$1,45 triliun dari rekor tertingginya pada Oktober 2025.

Sejumlah pejabat The Fed, termasuk Presiden The Fed New York John Williams, menegaskan bahwa bank sentral masih bersikap hati-hati dan bergantung pada data terbaru. Williams menyatakan belum melihat urgensi untuk kembali melonggarkan kebijakan moneter dalam waktu dekat, dengan fokus utama tetap pada penurunan inflasi ke target 2% tanpa merusak pasar tenaga kerja.

Meski data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS pada November berada di level 2,63% dan meningkatkan peluang pemangkasan suku bunga pada awal 2026, ketidakpastian masih membayangi. Gangguan akibat penutupan pemerintahan AS sebelumnya dilaporkan menghambat pengumpulan data oleh Bureau of Labor Statistics, sehingga memunculkan kekhawatiran distorsi data inflasi.

Ketidakpastian inilah yang dinilai menjadi salah satu penyebab pasar kripto gagal merespons positif pemangkasan suku bunga sebelumnya.

Chief Operating Officer bursa kripto BTSE, Jeff Mei, memperkirakan bahwa jika The Fed mempertahankan suku bunga sepanjang kuartal pertama 2026, Bitcoin berpotensi turun ke US$70.000, sementara Ethereum bisa melemah hingga US$2.400.

Tekanan Penurunan Harga

Namun demikian, tekanan penurunan harga tersebut berpotensi tertahan oleh langkah kebijakan lain The Fed. Sejak 1 Desember, bank sentral AS secara resmi menghentikan kebijakan quantitative tightening dan beralih ke mekanisme rollover penuh untuk obligasi pemerintah dan surat berharga berbasis hipotek yang jatuh tempo.

Dilaporkan Cointelegraph, The Fed juga meluncurkan Reserve Management Purchases (RMPs) senilai sekitar US$40 miliar dalam bentuk pembelian surat utang jangka pendek. Kebijakan ini dinilai sejumlah analis sebagai bentuk “quantitative easing terselubung” atau stealth QE karena berfungsi menyuntikkan likuiditas ke sistem keuangan.

Jika RMPs berlanjut hingga awal 2026 meski dalam skala lebih kecil, langkah tersebut dinilai dapat menopang selera risiko investor dan membantu menstabilkan harga aset kripto, meskipun tanpa pemangkasan suku bunga agresif.

Jeff Mei menambahkan, dengan dukungan arus masuk dana ETF Bitcoin yang diperkirakan menembus US$50 miliar serta akumulasi institusional, harga Bitcoin masih berpeluang naik ke kisaran US$92.000–US$98.000. Sementara itu, Ethereum berpotensi menguat menuju US$3.600, didorong oleh peningkatan teknologi layer-2 dan imbal hasil restaking yang menarik minat pengguna DeFi.

Baca juga: Turun Mendadak! Dogecoin Anjlok Meski Suku Bunga Dipangkas The Fed


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com