Tag: trading

  • Rayakan HUT RI Ke-76 Bareng Tokocrypto, Total Hadiah Rp 760.000.000 Menantimu!

    Masa pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak akan menjadi penghalang untuk tetap merasakan serunya momen kemerdekaan. Tokocrypto turut meramaikan perayaan ulang tahun Kemerdekaan Indonesia dengan mengadakan Lomba Trading 17an antar kota di Indonesia.

    Peserta akan mewakili kota masing-masing sesuai dengan KTP yang digunakan saat verifikasi akun Tokocrypto/ KYC. Adapun beberapa kota yang bertanding dalam kompetisi ini adalah; Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Bekasi, Semarang, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok dan Bogor. 

    Baca Juga: 222 ETH Senilai Rp 10 Miliar Berhasil Dikumpulkan Kurang dari 4 Jam dalam Lelang Amal karya NFT Oxygen for Indonesia

    Kompetisi ini akan dilakukan secara virtual di platform Tokocrypto selama kurang lebih 3 minggu, terhitung dari tanggal 25 Agustus 2021 hingga 14 September 2021. Beberapa perlombaan yang akan diadakan adalah; Panjat Pinang, Balap Karung, Tarik Tambang dan Community Voting. 

    Kompetisi trading 17an ini merupakan bentuk kerjasama Tokocrypto dan beberapa proyek kripto lainnya seperti Coin98, Alien Worlds, Near Protocol, Neo, Gas, Flamingo dan Conflux. Hadiah akan diberikan dalam bentuk aset kripto yaitu TKO, C98, NEO, GAS, NEAR, FLM dan TLM. 

    Lihat disini untuk informasi lebih lanjut terkait kompetisi ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jual Atau Beli Bitcoin Untuk Saat Ini?

    Fase konsolidasi Bitcoin (BTC) menunjukkan beberapa tanda pelemahan dalam waktu dekat. Bencmark crypto masih diperdagangkan dalam wilayah yang lebih rendah dari level $ 9.000 (Rp 127 juta), dan Support tepat dibawah level harga ini.

    Seorang analis mengatakan bahwa ada tiga faktor yang tampaknya menunjukan adanya potensi bagi harga BTC untuk jatuh dalam bebeberapa hari atau minggu mendatang.

    Penting untuk dicatat bahwa banyak analis telah mengklaim bahwa pergolakan dalam pola sideways saat ini adalah cara BTC untuk mengumpulkan kekuatan sebelum membuat gerakan besar-besaran kesalah satu arah.

    Secara historis, perdagangan sideways yang intens seperti yang terlihat saat ini, biasanya diikuti oleh pergerakan besar.

    Dengan demikian, bagaimana rentang perdagangan saat ini, itu akan cenderung menentukan potensi trend Bitcoin dalam beberapa minggu dan bulan ke depan.

    Seorang analis baru-baru ini membagikan grafik yang menunjukkan bahwa ia tengah mengantisipasi bencmark cryptocurrency untuk turun dengan drastis menuju $ 7.500 dalam waktu dekat.

    Dia menjelaskan bahwa tiga upaya terakhir untuk melampaui $ 10.000 (Rp 142 juta) telah menghasilkan rejeksi tegas yang patut diwaspadai.

    Meskipun dia percaya bahwa menembus level ini adalah tentang “kapan, bukan jika,” dia masih berpikir itu BTC akan mengalami beberapa downside jangka pendek. Ia mengatakan:

    “Ada sangat sedikit keraguan bahwa 10ribu adalah Resistance untuk ditembus dan bahkan dengan Retracement di sini, itu adalah pertanyaan kapan, bukan jika. 3 upaya dalam 9 bulan terakhir, masing-masing sama tinggi menghasilkan konsolidasi yang lebih lama pada Resistance sebelum tertahan. Jangan percaya [upaya] ke-4 BTC.”

    Baca Juga: Cara Membeli Bitcoin Di Indonesia Dan Luar Negeri

    Byzantine General, seorang analis dan juga trader cryptocurrency di Twitter, mengatakan bahwa BTC KELIHATAN di posisi bearish.

    Ketiga alasannya adalah:

    1. Formasi Rounded Top seperti di bulan Februari
    2. Volume jual > volume beli
    3. Dibawah local Point Of Control (POC)

    Dia juga mengatakan banyak perspektif bull dan bearish untuk setiap trader, artinya pasar diberada ketidakpastian. Dan, yang terbaik adalah untuk tidak trading pada saat ini.

    Jika anda membeli BTC dibawah Rp 100 juta, jual sekarang. Jika anda seorang trader, bukan investor, jangan lakukan perdagangan.

    Baca Juga: Bitcoin Berkolerasi dengan S&P 500, Analis Percaya Bahwa Nilai Pasar BTC Adalah $18.000



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 2021 Cashback – Beli BIDR, Dapatkan 21% Cashback!

    Tokocrypto dan Binance kembali bekerja sama untuk mengadakan promo 2021 Cashback! Promo ini adalah bagian dari event FREEbruary.  

    Untuk setiap pembelian BIDR melalui Merchant Tokocrypto di Binance P2P, Anda akan mendapatkan cashback TKO tokens sebanyak 21%! Masih ada lagi loh, Anda juga bisa mendapatkan Bonus 15.000 BIDR.

    Periode: 09/02/2021 15:00 PM WIB – 23/02/2021 23:59 PM WIB

    Peraturan:

    • Beli minimal 200.000 BIDR di Binance P2P melalui Merchant Tokocrypto untuk mendapatkan 21% cashback.
    • Saat bertransaksi, sebut “Cashback FREEbruary” di Chatbox dengan Merchant Tokocrypto. Cek Tokocrypto ID disini. Contoh: “Cashback FREEbruary – 178590”
    • Bonus 15.000 BIDR: Bonus ini berlaku untuk user baru di Tokocrypto yang sudah berhasil KYC (terdaftar dalam periode promo). Anda wajib mendaftar di Tokocrypto melalui link ini, dan trade minimal 5 USD. Anda wajib mendaftar di Tokocrypto melalui LINK ini, dan trade minimal 5 USD.

     

    Panduan:

    Syarat & Ketentuan:

    • Semua peserta wajib memiliki akun Tokocrypto agar memenuhi syarat untuk mendapatkan cashback dan menerima hadiah.
    • Jumlah transaksi minimum untuk mendapatkan cashback adalah 200.000 BIDR.
    • Nilai cashback maksimum adalah Rp 105.000 dalam token TKO.
    • Cashback TKO dan Bonus BIDR hanya berlaku untuk satu transaksi per user dan hanya berlaku untuk 400 user pertama.
    • Untuk memenuhi syarat bonus 15.000 BIDR, user harus terdaftar di Tokocrypto sebagai user baru (dalam periode promo) melalui link ini dan memiliki setidaknya satu (1) trade sebanyak 5 USD pada produk dan pair apa pun.
    • Bonus 15.000 BIDR akan di distribusi ke akun Tokocrypto.

    Peringatan risiko: Investasi Cryptocurrency tunduk pada risiko pasar yang tinggi. Binance tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung, tidak langsung, atau konsekuensial sebagai akibat dari kompetisi trading. Harap lakukan investasi Anda dengan hati-hati.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Psikologi Garis Support dan Resistance

    Garis support dan garis resistance tentu bukanlah “garis ajaib” yang bisa menyebabkan harga bergerak naik ataupun turun, melainkan merupakan cerminan psikologi dari para pelaku pasar itu sendiri. Pelaku pasar terbagi menjadi tiga kategori, yaitu: orang yang membeli, orang yang menjual, dan orang yang tidak melakukan apa-apa.

    Bila harga suatu aset terkoreksi atau turun ke level tertentu dan kemudian berbalik naik dari level tersebut, orang-orang yang sempat membeli akan merasa senang dan sekaligus ada penyesalan “kenapa sebelumnya tidak membeli dalam jumlah yang lebih banyak”. Orang-orang yang belum sempat membeli juga penuh penyesalan karena “tidak sempat” membeli sebelumnya. Sementara itu, orang-orang yang menjual juga memiliki perasaan tersebut. Mereka merasa telah melakukan “kesalahan”-sebab harga aset miliknya yang sudah telanjur dijual tadi, sekarang harganya naik terus. Mereka adalah orang-orang yang masuk dalam kategori tamak (greed).

    Ada satu kelompok lagi yang sekarang dalam posisi “salah arah” atau sedang mengalami kerugian. Mereka adalah orang-orang yang melakukan short-sell*. Semakin naik harga saham tersebut, tentu semakin besar kerugian yang akan diderita. Mereka diliputi oleh perasaan takut (fear) dan sekarang sedang menunggu kesempatan untuk buy-to-cover* atas short-sell yang mereka lakukan. Orang-orang tersebut sangat berharap agar harga segera turun kembali ke level tadi atau titik impas mereka (break even point) sehingga bisa balik modal.

    Hal yang sama juga berlaku terhadap garis resistance, di mana pada saat itu bulls yang diliputi perasaan takut (fear) dan bears diliputi rasa tamak (greed). Semuanya siap menjual pada kesempatan selanjutnya!

    Perasaan para pelaku pasar yang dipenuhi oleh fear dan greed inilah yang selalu mendorong setiap aksi jual maupun aksi beli di pasar, membentuk supply dan demand. Semakin tinggi volatilitas suatu market, maka semakin tinggi kadar fear dan greed yang meliputinya. Semakin kuat perasaan tersebut maka semakin kuat pula level support ataupun resistance yang akan terbentuk jika pergerakan harga kemudian berbalik ke level tadi, dorongan beli atau jual itu akan menyebabkan harga mental kembali. Semakin banyak transaksi atau volume yang terjadi pada garis support dan resistance itu, menunjukkan komitmen para pelaku pasar yang semakin tinggi-maka semakin kuat pula garis tersebut.

    Selain itu, frekuensi harga aset “bermain” di support maupun resistance juga ikut menentukan kekuatannya. Semakin sering “tersentuh”, berarti level terscbut semakin teruji atau semakin kuat. Di samping itu, faktor waktu juga ikut menentukan. Contohnya support atau resistance lima bulan dikatakan lebih kuat daripada support atau resistance lima hari.

    Hal ini merupakan gambaran bagaimana dampak psikologi manusia dalam membentuk supply dan demand yang kemudian memengaruhi harga saham. Para technicalist mempelajari suatu charts untuk membaca apa yang sebenarnya sedang terjadi di pasar-membandingkannya dengan masa lalu dan mengidentifikasi pola-pola yang sering terulang akibat reaksi dilakukan para pelaku pasar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

    Tokocrypto, salah satu crypto exchange terbesar di Indonesia kembali menggelar kompetisi trading di awal tahun 2023. Kompetisi dengan total hadiah hingga Rp 200 juta ini digelar dengan kolaborasi bersama Binance, crypto exchange terpopuler di dunia.

    Perkembangan tren investasi aset kripto semakin meningkat setiap tahunnya, malahan jumlah investor perorangan atau investor ritel tercatat semakin meningkat. Menurut data Bappebti hingga November 2022, jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 16,55 juta. Tren kenaikan ini terus berlanjut, walau market kripto sepanjang 2022 mengalami kelesuan.

    “Memasuki awal tahun 2023, market kripto kembali bergerak naik. Hal ini bisa menjadi momen yang tepat, bagi investor maupun trader kembali meramaikan pasar dan menerapkan strategi khusus untuk mendapatkan untung. Namun, tetap memperhatikan riset dan profil risiko,” kata Public Relations Tokocrypto, Bianda Ludwianto.

    Kompetisi Trading

    Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan dari PPATK

    Seiring dengan market kripto yang tengah berangsur pulih, Tokocrypto bersama Binance menggelar program Trading Competition dalam rangkaian menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2023. Periode kompetisi berlangsung mulai tanggal 10 hingga 30 Januari 2023.

    Dalam ajang kompetisi trading kripto ini, baik investor dan trader dapat juga memanfaatkan fitur TKO Trading Fees yang merupakan fitur diskon hingga 20 persen untuk membayar trading fee aset kripto dengan TKO di platform Tokocrypto.

    “Dengan fitur TKO Trading Fees, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon trading fee ini bisa digunakan oleh semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto,” kata Bianda.

    Tokocrypto dan Binance

    Ilustrasi Tokocrypto
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Kisah Trader Kripto Muda Cuan Rp 109 Miliar Masih Tinggal Bersama Ibu

    Adapun salah satu syarat untuk mengikuti kompetisi trading ini adalah peserta harus sudah menyelesaikan proses verifikasi know-your-customer (KYC) level 1. Memasangkan koin kripto USDT/BUSD/BIDR dengan semua pairing tidak termasuk BTC. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 3 Februari 2023. Untuk informasi lengkap bisa buka link berikut ini.

    “Ini merupakan kolaborasi pertama Tokocrypto dan Binance setelah pengumuman penambahan kepemilikan saham pada akhir tahun lalu. Meskipun, Binance adalah pemegang saham terbesar sejak tahun 2020, Binance tidak akan terlibat dalam pengelolaan Tokocrypto. Kedua perusahaan akan dioperasikan secara independen, tidak ada rencana pengubahan nama atau brand,” jelas Bianda.

    Tercatat hingga saat ini pengguna Tokocrypto telah mencapai lebih dari 2,9 juta pengguna dengan volume trading mencapai Rp 138 triliun selama tahun 2022. Tokocrypto terus berkolaborasi dengan mitra dan seluruh stakeholders untuk menguatkan industri aset kripto di Indonesia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • QCP market update 31 Maret 2020

    Tiba kita dipenghujung bulan Maret dan kuartal pertama tahun 2020, mari kita lihat beberapa hal pola yang terjadi sebelum kita menuju ke bulan baru. Apabila selama Maret cenderung mengalami tren negatif untuk BTC (turun sebanyak 7 kali dalam 10 tahun terakhir termasuk 2020), April diperkirakan menjadi bulan yang positif (naik sebanyak 7 kali dalam 9 tahun terakhir).

    Sulit untuk mengatakan apa yang mendorong bulan April merupakan bulan yang baik buat BTC, tapi tapi akan menjadi hal menarik apabila pola kenaikan di bulan April ini kembali terjadi di tahun ini mengingat momentum penurunan dan berita utama Covid saat ini.

    Kami telah membahas pola penurunan (short) dan mendatar pada BTC baru-baru ini dan mulai melalukan aksi jual secara strategis terhadap aset yang dimiliki sejak lama untuk mengambil keuntungan dari kenaikan volume dan penurunan pada pergerakan kurva mendatang.

    Untuk di dunia stablecoin, kami masih melihat pola pembelian yang kuat hing 5-10% dari pasar Asia, khususnya Tiongkok, Malaysia, dan Indonesia.

    Dengan pasar dunia yang mulai sedikit stabil, pertanyaan besar/utamanya  adalah apakah BTC akan terus diperdagangkan sebagai aset beresiko (yang selalu muncul dalam berbagai pemberitaan utama keuangan dan data ekonomi) atau akan kembali melanjutkan kualitas asetnya yang aman. Untuk kasus yang terakhir, dapat diperkirakan BTC akan bergerak ke support dan volume akan turun secara signifikan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tidak Perlu Menunggu Bulan Mei, 2 Aset Kripto Ini Akan Halving Duluan Sebelum Bitcoin!

    Bitcoin halving adalah event yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta aset crypto. Banyak yang bilang bahwa dengan adanya halving, berarti supply bitcoin berkurang dan dengan demand yang sama atau lebih besar, harga akan menjadi naik secara dramatis.

    Per Minggu, 22 Maret 2020, Bitcoin halving diperkirakan akan terjadi di 13 Mei 2020.

    sumber: bitcoinhalf.com

    Namun, tidak perlu menunggu selama 6 minggu lagi, karena ada aset crypto lain yang akan segera halving juga!

    Apakah itu?

    Aset crypto yang akan mengalami halving adalah BITCOIN CASH dan BITCOIN SV! (BCH dan BSV)

    Kedua aset yang merupakan fork dari Bitcoin ini (BSV adalah fork dari BCH), akan mengalami halving lebih cepat daripada “orangtua” mereka, bitcoin (BTC)

    Bitcoin Cash

    BCH adalah aset crypto yang tercipta pada tahun 2017 karena adanya perbedaan pendapat di dalam komunitas Bitcoin. Saat ini, aset crypto BCH diperdagangkan di banyak pasar internasional seperti Bitstamp, Kraken, Gemini, dan Bitfinex>

    BCH akan mengalami halving diperkirakan di 8 April 2020

    Sumber: coingecko.com

    Bitcoin SV

    BSV adalah fork dari BCH. Aset crypto ini tercipta dari fork yang terjadi di tahun 2018. Diperkirakan halving akan terjadi 3 hari setelah BCH, yaitu tanggal 11 April 2020

    sumber: coingecko.com

    Signifikasi Dari Halving BCH dan BSV

    Untuk sekarang, kita belum bisa berspekulasi akan bagaimana harga akan bergejolak setelah halving kedua aset crypto tadi. Kedua aset crypto tadi baru akan mengalami halving pertamanya.

    Namun, kita dapat mempelajari bagaimana harga dan pasar bereaksi saat BCH dan BSV halving nanti untuk dijadikan acuan saat bitcoin (BTC) halving di bulan Mei nanti. Apapun itu, perlu diingat bahsa investasi di aset crypto adalah investasi beresiko tinggi dan berpotensi keuntungan tinggi



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Swing Trading vs Day Trading: Mana yang Lebih Cocok untuk Anda?

    Swing Trading dan Day Trading adalah dua metode trading yang berbeda dalam hal jangka waktu dan pendekatan. Pilihan antara kedua strategi ini bergantung pada gaya trading individu, toleransi risiko, dan ketersediaan waktu. 

    Dalam dunia trading yang dinamis, pemilihan strategi yang sesuai dapat menjadi kunci kesuksesan. Dua pendekatan utama yang sering digunakan oleh trader adalah Swing Trading dan Day Trading. 

    Keduanya memiliki ciri khasnya sendiri dalam hal jangka waktu dan pendekatan analisis. Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas tentang perbedaan dan karakteristik masing-masing strategi, mari kita pelajari rangkuman Swing Trading dan Day Trading berikut ini, untuk mengidentifikasi kelebihan dan kelemahan mereka, serta mempertimbangkan apakah mungkin untuk menggabungkan kedua pendekatan ini dalam trading.

    Mengenal Swing Trading dan Day Trading 

    Swing Trading adalah metode trading yang berfokus pada pergerakan harga saham, forex, atau aset keuangan lainnya dalam jangka waktu menengah hingga panjang. Trader swing biasanya membuka posisi dan memegangnya selama beberapa hari hingga beberapa minggu.

    Mereka mencoba untuk menangkap “swings” atau pergerakan harga yang lebih besar dalam tren pasar, baik naik (bullish) maupun turun (bearish). Swing trader biasanya melakukan analisis teknikal yang mendalam untuk mengidentifikasi peluang trading dan memanfaatkannya.

    Day Trading adalah metode trading yang berfokus pada pergerakan harga dalam jangka waktu yang sangat singkat, seringkali dalam satu hari. Trader harian membuka dan menutup posisi mereka dalam periode waktu yang singkat, bahkan dalam hitungan menit atau detik.

    Mereka mencari volatilitas harga yang cepat untuk mendapatkan keuntungan dari perubahan harga kecil. Day trader cenderung menggunakan analisis teknikal dan alat seperti grafik candlestick untuk mengambil keputusan trading.

    Perbedaan utama antara keduanya adalah jangka waktu pemegangan posisi. Swing trading lebih cenderung jangka menengah hingga panjang, sementara day trading sangat singkat. Pilihan antara keduanya tergantung pada gaya dan preferensi trading Anda, serta berapa banyak waktu yang dapat dialokasikan untuk trading setiap hari.

    Kelebihan Strategi Swing Trading

    1. Waktu Fleksibel

    Salah satu keunggulan utama adalah lebih fleksibilitas waktunya. Trader swing tidak harus terikat untuk memantau pasar sepanjang hari. Mereka dapat melakukan analisis dan mengambil keputusan trading dalam waktu senggang mereka.

    1. Pengambilan Keputusan yang Lebih Terencana

    Swing trader memiliki waktu lebih untuk melakukan analisis yang mendalam dan merencanakan trading mereka. Ini dapat membantu dalam mengurangi impulsivitas dan kesalahan yang sering terjadi dalam day trading.

    1. Potensi Keuntungan yang Lebih Besar

    Dengan menangkap pergerakan harga yang lebih besar, swing trader memiliki potensi untuk mendapatkan keuntungan yang lebih signifikan dalam satu posisi trading.

    Kelemahan Strategi Swing Trading

    1. Tahan Lama dalam Perdagangan

    Swing trading memerlukan ketahanan untuk memegang posisi selama beberapa hari atau bahkan minggu. Ini bisa menjadi tantangan bagi beberapa trader yang tidak suka menahan posisi terbuka dalam waktu lama.

    1. Resiko Overnight

    Mengadakan posisi semalam (overnight) dapat menyebabkan eksposur terhadap peristiwa yang tidak terduga seperti berita ekonomi atau politik yang dapat mempengaruhi harga aset ketika pasar ditutup.

    1. Modal Yang Diperlukan

    Kadang-kadang, memerlukan modal yang lebih besar karena Anda harus memegang posisi yang lebih besar untuk mengambil keuntungan dari pergerakan harga yang lebih besar. Ini bisa menjadi hambatan untuk trader pemula dengan modal terbatas.

    Kelebihan Strategi Day Trading

    1. Tidak Ada Resiko Overnight

    Salah satu keunggulan day trading adalah bahwa Anda tidak perlu menahan posisi semalam, sehingga Anda terhindar dari risiko terkait peristiwa semalam yang tidak terduga.

    1. Pengambilan Keputusan Cepat

    Day trader terlatih untuk mengambil keputusan dengan cepat dan tidak terlalu berlama-lama dalam posisi mereka. Ini dapat memberikan peluang keuntungan yang cepat.

    1. Peluang Lebih Banyak

    Karena day trader masuk dan keluar dari pasar dalam waktu singkat, mereka dapat mencari peluang trading yang lebih banyak dalam satu hari.

    Kelemahan Strategi Day Trading

    1. Tuntutan Waktu Intensif

    Day trading memerlukan komitmen waktu yang intensif. Anda harus aktif memantau pasar sepanjang hari, yang bisa melelahkan dan membatasi fleksibilitas waktu Anda.

    1. Resiko Lebih Tinggi

    Day trading seringkali memiliki risiko yang lebih tinggi karena pergerakan harga dalam jangka waktu singkat dapat sangat fluktuatif. Kesalahan kecil dalam pengambilan keputusan dapat berdampak besar.

    1. Pengambilan Keputusan yang Cepat

    Sementara pengambilan keputusan cepat dapat menjadi kelebihan, itu juga dapat menjadi kelemahan, jika Anda tidak memiliki disiplin atau strategi yang baik. Kesalahan cepat dapat menyebabkan kerugian besar.

    Kombinasi Swing dan Day Trading: Apakah Itu Mungkin?

    Kombinasi antara swing trading dan day trading, sering disebut sebagai “hybrid trading,” adalah strategi yang memungkinkan trader untuk memanfaatkan kelebihan kedua gaya trading ini. 

    Namun, perlu dicatat bahwa ini adalah pendekatan yang lebih kompleks dan memerlukan pemahaman yang mendalam tentang kedua strategi tersebut. Berikut adalah beberapa aspek yang perlu diperhatikan:

    1. Diversifikasi Portofolio

    Trader yang menggabungkan swing dan day trading dapat mencapai diversifikasi portofolio yang lebih baik. Mereka dapat memiliki beberapa posisi swing yang memungkinkan pergerakan harga yang lebih besar dalam jangka waktu menengah hingga panjang, sementara juga menjalankan beberapa transaksi day trading yang memberikan peluang cepat.

    1. Penyelarasan dengan Tren Makro

    Dapat digunakan untuk mengikuti tren makro ekonomi atau sektor tertentu, sementara day trading dapat digunakan untuk memanfaatkan pergerakan harga harian yang lebih kecil yang terjadi dalam tren tersebut.

    1. Manajemen Risiko

    Kombinasi ini memungkinkan trader untuk menggunakan day trading sebagai alat untuk manajemen risiko dalam swing trading. Misalnya, jika posisi swing trading mengalami kerugian, trader dapat menggunakan day trading untuk mengimbangi kerugian tersebut atau untuk melindungi keuntungan mereka.

    1. Waktu dan Sumber Daya

    Kombinasi ini memerlukan waktu dan sumber daya yang signifikan. Trader harus mampu mengalokasikan waktu untuk analisis fundamental dan teknikal untuk swing trading, sambil tetap siap mengambil peluang day trading yang mungkin muncul dalam sehari.

    1. Pengalaman dan Pendidikan

    Kombinasi swing dan day trading adalah pendekatan yang paling cocok untuk trader yang memiliki pengalaman dan pemahaman yang kuat tentang kedua strategi tersebut. Memahami karakteristik unik dari masing-masing gaya trading, serta bagaimana mereka dapat saling melengkapi, sangat penting.

    1. Disiplin dan Rencana Trading

    Kunci kesuksesan dalam kombinasi ini adalah disiplin yang kuat dan rencana trading yang baik. Trader harus memiliki rencana yang jelas, termasuk kriteria masuk dan keluar, manajemen risiko yang solid, dan batasan kerugian.

    Pastikan Anda hanya terlibat dalam investasi dan perdagangan kripto di platform yang memiliki reputasi yang kuat, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur andal dan ekosistem yang solid.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenali Triangle Pattern, Teknik untuk Prediksi Harga Pasar

    Sudah menjadi hal yang biasa di kalangan trader dalam menggunakan teknik pola grafik sebagai alat untuk melihat pergerakan arah pasar, tak terkecuali trader aset kripto. Pola grafik yang digunakan juga beragam jenisnya, salah satunya adalah Triangle Pattern. Pola ini dianggap bisa memprediksi harga pasar, lho. Penasaran? Berikut informasi selengkapnya!

    Apa Itu Triangle Pattern dan Bagaimana Proses Terbentuknya

    Triangle Pattern merupakan bagian dari continuation pattern pada analisis teknikal, di mana pola ini menunjukkan apakah suatu tren yang terjadi cenderung berlanjut atau tidak. Pola ini diberi nama triangle dikarenakan bentuknya adalah segitiga, sehingga lebih mudah untuk dibaca dan dipahami.

    Segitiga dibentuk saat ujung trendline (garis tren) atas dan bawah bertemu di sisi kanan, sehingga menjadi sebuah sudut yang terlihat sebagai puncak dari segitiga. Trendline atas ditarik dengan menghubungkan titik-titik tertinggi pada grafik, sementara trendline bawah menghubungkan titik-titik terendah.

    Trader yang menggunakan pola ini cenderung bertujuan untuk menangkap breakout (pergerakan harga yang menembus level harga tertentu) yang terjadi pada akhir trendline. Dengan pola ini, trader juga dapat lebih mudah mengatur timing yang tepat dan pengambilan keputusan pada saat trading, karena sinyal bullish maupun bearish lebih mudah teridentifikasi.

    3 Jenis Triangle Pattern dan Cara Kerjanya

    Triangle Pattern sendiri terdiri dari 3 jenis dengan cara kerja yang berbeda-beda, yaitu:

    1. Ascending Triangle

    Pola ini terbentuk saat harga menembus trendline atas diikuti dengan volume yang meningkat. Trendline atas harus berbentuk horizontal sebagai resistance, sementara trendline bawah meningkat secara diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa para pembeli meningkatkan tawaran mereka secara sabar dan perlahan.

    Akhirnya, para pembeli pasti akan tidak sabar dan bergegas untuk cari aman dengan menawar hingga menembus harga resistance pada trendline atas (breakout), sehingga pembelian akan terus meningkat saat uptrend (pasar bullish). Berkat fenomena cari aman tersebut, trendline atas tidak lagi resistance, tetapi menjadi support.

    Di pola Ascending Triangle, tentu pergerakan harga akan menjadi lebih sempit. Akan tetapi, dikarenakan terbentuk pada saat uptrend, maka sentimen pasar akan tetap bullish secara keseluruhan. Selain itu, pola ini juga dianggap sebagai kelanjutan dari tren lama (continuation pattern) dan umumnya digunakan untuk memasuki posisi long.

    2. Descending Triangle

    Sesuai namanya, pola ini merupakan kebalikan dari Ascending Triangle dan dianggap sebagai pola breakdown (menurun). Pada pola ini, trendline bawah harus horizontal  sebagai support, sementara trendline atas menurun secara diagonal dan menyentuh ujung trendline bawah untuk membentuk puncak segitiga.

    Saat harga jatuh dan melewati trendline bawah, downtrend akan berlanjut (pasar bearish). Berkat breakdown tersebut, trendline bawah yang tadinya merupakan support berubah menjadi resistance. Sementara itu, para trader akan mengambil ancang-ancang sesaat setelah breakout terjadi.

    Karena berlawanan dengan pola sebelumnya, Descending Triangle didominasi oleh sinyal pasar yang bearish sehingga naik-turunnya harga tidak akan terlalu bergejolak. Pola ini juga dianggap sebagai continuation pattern dan umumnya digunakan untuk memasuki posisi short.

    3. Symmetrical Triangle

    Pola ini terbentuk saat trendline atas menurun secara diagonal bersamaan dengan trendline bawah yang naik secara diagonal dan bertemu membentuk sebuah sudut. Biasanya, pola ini dikembangkan ketika pasar sedang berada di kondisi yang penuh keraguan atau abu-abu.

    Di situasi ini, trader akan mengalami kebingungan dalam mengambil langkah, sehingga titik tertinggi dan terendah akan bertemu di puncak segitiga. Akan tetapi, saat trader mulai mengetahui arah mana yang akan dituju, mereka langsung masuk dengan volume yang besar, baik ke atas maupun ke bawah. Di saat ini pula breakout akan terjadi.

    Pola Symmetrical Triangle jarang terbentuk secara sempurna, sehingga para trader harus bisa menahan kesabaran sejenak dan mulai masuk setelah melihat sinyal kritis pasar dan arah pergerakan grafiknya. Biasanya, pergerakan harga akan kembali ke arah yang sama seperti arah pada saat sebelum pola terbentuk (continuation pattern).

    Tips dalam Menggunakan Triangle Pattern bagi Trader

    Jadi, Triangle Pattern berguna untuk melihat apakah suatu tren akan berlanjut atau tidak. Trader juga bisa memanfaatkannya untuk memprediksi arah mana yang akan dituju oleh pasar. Ada beberapa tips yang bisa membantu untuk mengurangi risiko saat trading dengan pola ini, di antaranya:

    1. Saat Memasuki Posisi Long dan Short

    Saat masuk posisi long dengan Ascending Triangle, Anda dapat menetapkan stop-loss  di sekitar titik terendah yang paling baru muncul. Namun, jika ternyata pasar mengarah lebih turun dari titik tersebut, tren berarti sudah memuncak sehingga penjualan akan mendominasi (bearish).

    Sebaliknya, saat memasuki short dengan Descending Triangle, Anda dapat menetapkan stop-loss di titik yang mendekati dengan titik tertinggi yang paling baru terjadi. Hal ini akan membantu mengurangi risiko jika ternyata sinyal bullish mendominasi.

    2. Menentukan Waktu yang Tepat untuk Keluar

    Saat ingin keluar dari pasar, tentu Anda ingin mengantongi profit. Untuk itu, Anda bisa memanfaatkan garis vertikal yang berada di titik pembukaan segitiga dan keluar saat pergerakan harga yang sama telah terjadi. Misalnya, Anda masuk pasar Bitcoin dengan Ascending Triangle yang dibuka di harga $7, maka Anda harus exit setelah harga meningkat sebesar $7 juga agar bisa mendapat cuan.

    3. Mengecek Jumlah Volume

    Sebagai trader, Anda harus bisa memastikan bahwa sinyal breakout yang ditangkap bukan merupakan sinyal palsu. Caranya dengan mengecek apakah jumlah volume sudah cukup banyak untuk menunjukkan bahwa tren masih akan berlanjut. Jika cenderung kecil, maka ada baiknya Anda menunggu sejenak sebelum masuk ke pasar.

    4. Melihat Grafik di Masa Lampau

    Sebelum memutuskan untuk entry, Anda harus melihat pergerakan grafik trading aset kripto di masa lampau. Dari sana, Anda dapat melihat Triangle Pattern yang terbentuk sambil mempelajarinya, sehingga saat mencobanya langsung Anda sudah bisa menemukan pola yang berkelanjutan.

    Itulah penjelasan mengenai Triangle Pattern beserta tips dalam menggunakannya. Jadi, apakah Anda sudah siap untuk mencobanya langsung? Oh iya, dalam jual-beli aset kripto, pastikan Anda memilih Tokocrypto sebagai exchange yang terpercaya, ya! Yuk, daftar dan selesaikan KYC di www.tokocrypto.com dan dapatkan informasi menarik lainnya seputar trading dan investasi aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menafsirkan Pola Segitiga Dalam Grafik Bitcoin

    Analisis pola segitiga dapat membantu trader dan investor dalam mengidentifikasi titik masuk dan keluar potensial dalam trading Bitcoin. Biasanya, breakout harga dari pola segitiga adalah sinyal penting yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan trading.

    Dalam dunia yang dinamis dan serba cepat dari investasi dalam cryptocurrency, para trader dan investor selalu mencari cara untuk mendapatkan keunggulan. Salah satu alat yang paling berguna dalam analisis teknikal adalah pola segitiga. 

    Pola segitiga adalah fenomena umum dalam grafik harga Bitcoin yang dapat memberikan petunjuk berharga tentang kemungkinan pergerakan harga di masa depan.

    Dalam artikel ini, kita akan memahami apa itu pola segitiga dalam grafik Bitcoin, mengidentifikasi jenis-jenisnya, dan belajar bagaimana memanfaatkannya untuk mengambil keputusan trading yang lebih bijak. 

    Apakah Anda seorang trader berpengalaman atau baru memasuki dunia cryptocurrency? pemahaman yang kuat tentang pola segitiga adalah kunci untuk sukses dalam mengelola risiko dan mencapai tujuan investasi Anda.

    Apa itu Pola Segitiga dalam Grafik Bitcoin?

    Pola segitiga dalam grafik Bitcoin adalah salah satu pola harga yang sering muncul dalam analisis teknikal. Pola ini ditemukan dalam grafik harga aset, seperti grafik candlestick, dan terdiri dari dua garis tren yang bergerak menuju satu sama lain, membentuk bentuk segitiga. 

    Pola segitiga dapat memberikan petunjuk tentang kemungkinan pergerakan harga di masa depan. Ada tiga jenis pola segitiga utama yang sering ditemui dalam grafik Bitcoin:

    1. Segitiga Simetris

    Dalam pola ini, garis tren atas dan bawah bergerak menuju satu sama lain dengan sudut yang hampir sama. Hal ini mencerminkan konsolidasi pasar saat trader menunggu breakout harga yang signifikan. Pola ini bisa mengindikasikan ketidakpastian pasar.

    1. Segitiga Naik (Ascending Triangle)

    Pola ini memiliki garis tren bawah yang cenderung mendatar, sementara garis tren atas cenderung naik. Ini bisa menunjukkan bahwa permintaan semakin kuat daripada penawaran, dan harga mungkin bergerak naik setelah breakout.

    1. Segitiga Turun (Descending Triangle)

    Dalam pola ini, garis tren atas cenderung mendatar, sementara garis tren bawah cenderung turun. Ini bisa menunjukkan bahwa penawaran semakin kuat daripada permintaan, dan harga mungkin bergerak turun setelah breakout.

    Langkah-langkah Trading Menggunakan Pola Segitiga

    1. Pemahaman Pola Segitiga

    Langkah pertama adalah memahami jenis pola segitiga yang muncul dalam grafik Bitcoin. Apakah itu segitiga simetris, segitiga naik, atau segitiga turun? Pemahaman yang baik tentang pola ini adalah kunci untuk menggunakannya secara efektif.

    1. Identifikasi Pola

    Perhatikan grafik harga Bitcoin dengan cermat untuk mengidentifikasi pola segitiga yang mungkin muncul. Ini melibatkan penggambaran garis tren atas dan bawah dari pola tersebut.

    1. Konfirmasi Breakout

    Tunggu hingga harga Bitcoin benar-benar melakukan breakout dari pola segitiga. Breakout adalah saat harga melewati salah satu dari dua garis tren (atas atau bawah) dengan cukup kuat. Sebagian trader menunggu konfirmasi breakout, yaitu penutupan harga di luar pola selama beberapa candlestick.

    1. Tentukan Arah Pergerakan Harga

    Setelah breakout, tentukan apakah harga Bitcoin akan bergerak naik atau turun. Pada segitiga naik, breakout ke atas bisa mengindikasikan potensi kenaikan harga, sementara breakout ke bawah dalam segitiga turun bisa mengindikasikan potensi penurunan harga.

    1. Tetapkan Level Stop Loss dan Take Profit

    Manajemen risiko sangat penting dalam trading. Tentukan level stop loss (batasan kerugian yang dapat diterima) dan take profit (tingkat keuntungan yang ingin dicapai) sesuai dengan toleransi risiko dan target trading Anda.

    1. Pengelolaan Modal

    Pastikan Anda hanya menginvestasikan sejumlah modal yang dapat Anda tanggung kehilangannya. Jangan melebihi batasan ini dalam trading.

    1. Monitor dan Evaluasi

    Setelah masuk ke dalam posisi trading, terus pantau pergerakan harga Bitcoin. Reevaluasi posisi Anda jika ada perkembangan yang signifikan. Juga, perhatikan faktor-faktor berita atau peristiwa yang dapat memengaruhi pasar kripto.

    1. Catatan dan Pembelajaran

    Setelah trading selesai, catat hasilnya dan pelajari dari setiap perdagangan, baik itu menguntungkan atau merugikan. Ini akan membantu Anda terus memperbaiki strategi Anda seiring waktu.

    1. Gunakan Alat dan Indikator Tambahan

    Selain pola segitiga, Anda juga dapat menggunakan alat dan indikator lain seperti moving averages, RSI, dan MACD untuk mendukung analisis Anda.

    Tentu, berikut adalah beberapa tips dan sumber daya tambahan yang dapat membantu Anda dalam menafsirkan pola segitiga dengan lebih baik:

    Tips dan Sumber Daya Tambahan

    1. Buku dan Materi Edukasi

    Buku-buku tentang analisis teknikal dan pola harga dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pola segitiga dan strategi trading. Ada banyak sumber daya edukasi online juga yang dapat membantu Anda memahami konsep ini.

    1. Software Charting 

    Gunakan perangkat lunak charting seperti TradingView atau MetaTrader yang dilengkapi dengan alat untuk menggambar dan mengidentifikasi pola segitiga secara lebih mudah. Ini juga sering dilengkapi dengan indikator teknikal yang berguna.

    1. Forum dan Komunitas

    Bergabunglah dengan komunitas trader kripto atau forum diskusi online yang fokus pada analisis teknikal. Diskusi dengan trader lain dapat membantu Anda memperoleh wawasan tambahan dan mendapatkan perspektif yang berbeda.

    1. Pelatihan dan Seminar Online

    Banyak pelatihan dan seminar online yang tersedia di internet, yang diajarkan oleh trader berpengalaman. Ini dapat memberikan panduan praktis dan studi kasus langsung tentang penggunaan pola segitiga dalam trading.

    1. Analisis Fundamental

    Kombinasikan analisis teknikal dengan analisis fundamental untuk mendapatkan gambaran yang lebih lengkap tentang aset kripto yang Anda perdagangkan. Peristiwa dan berita yang memengaruhi pasar dapat menjadi faktor penting.

    1. Menggunakan Multiple Timeframes

    Selain memeriksa grafik jangka waktu yang Anda perdagangkan, lihat juga time frame yang lebih besar dan lebih kecil. Ini dapat membantu mengkonfirmasi pola segitiga dan memberikan konteks yang lebih luas.

    1. Pantau Volume Perdagangan

    Volume perdagangan yang tinggi selama breakout pola segitiga bisa menjadi tanda kuatnya pergerakan harga. Selalu perhatikan volume saat mengkonfirmasi breakout.

    1. Perhatikan Sentimen Pasar

    Analisis sentimen pasar melalui media sosial, forum, dan berita dapat memberikan wawasan tentang ekspektasi pasar yang mungkin mempengaruhi pergerakan harga.

    1. Praktekkan Dengan Akun Demo

    Sebelum menggunakan uang sungguhan, gunakan akun demo untuk berlatih menerapkan analisis pola segitiga dalam kondisi pasar yang simulatif. Ini dapat membantu Anda memperoleh kepercayaan diri sebelum trading secara nyata.

    1. Manajemen Risiko yang Ketat

    Terapkan manajemen risiko yang ketat dengan menentukan stop loss dan take profit dengan bijak. Jangan tergoda untuk mengabaikan aturan manajemen risiko dalam kegembiraan trading.

    Pastikan kamu hanya terlibat dalam investasi dan perdagangan kripto di platform yang memiliki reputasi baik, seperti Tokocrypto. Dengan beragam fitur yang handal dan ekosistem yang luas, aktivitas perdagangan kripto menjadi lebih simpel dan aman.



    Sumber : news.tokocrypto.com