Tag: trading

  • 4 Indikator Swing Trading Terbaik dan Mudah Digunakan Pemula

    Indikator teknikal merupakan alat penting dalam swing trading karena membantu trader mengidentifikasi tren, momentum, dan potensi titik masuk atau keluar pasar. 

    Bagi pemula, indikator dapat menjadi pemandu yang menyederhanakan analisis teknikal dan mengurangi pengambilan keputusan berdasarkan emosi.

    Berikut empat indikator swing trading terbaik yang mudah untuk digunakan pemula.

    Baca juga: Perbedaan Swing Trading, Day Trading, dan Scalping: Mana yang Paling Menguntungkan?

    Apa itu Swing Trading

    Swing trading adalah strategi trading yang bertujuan untuk menangkap momentum pergerakan harga dalam jangka waktu pendek hingga menengah.

    Seperti namanya, “swing” berarti mengayun—strategi ini memanfaatkan fluktuasi harga yang naik dan turun seperti gerakan ayunan. Untuk mengidentifikasi titik masuk dan keluar yang optimal, trader menggunakan analisis teknikal, seperti pola grafik, indikator tren, dan level support-resistance.

    Baca juga: Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto? – Tokocrypto News

    Dengan pendekatan ini, swing trader tidak perlu memantau pergerakan harga setiap saat, tetapi tetap bisa mendapatkan keuntungan dari perubahan harga yang signifikan dalam beberapa hari hingga minggu.

    Lalu apa itu indikator dalam melakukan swing trading?

    Mengenal Maksud Indikator dalam Swing Trading

    Indikator swing trading adalah alat bantu analisis teknikal yang digunakan untuk mengevaluasi arah dan kekuatan tren harga. Indikator ini dapat bersifat “leading” (memberi sinyal sebelum tren terjadi) atau “lagging” (mengonfirmasi tren yang sedang berlangsung). 

    Fungsi utama indikator ini dalam swing trading adalah untuk menentukan titik entry dan exit, berdasarkan analisis pergerakan harga. Ketika trading, para trader biasanya memanfaatkan kombinasi dari beberapa indikator agar lebih akurat.

    Akurasi saat melakukan trading sangat penting. Oleh karena itu, untuk memaksimalkannya memilih bursa dengan pergerakan harga real-time dan spread rendah, seperti Tokocrypto bisa jadi pilihan. Hanya dengan deposit minimal hanya Rp20.000, Tokocrypto menawarkan fasilitas trading dan investasi yang lengkap bagi trader pemula maupun berpengalaman. Klik di sini untuk cobain fiturnya sekarang!

    Berikut empat indikator yang biasa digunakan saat melakukan swing trading dan mudah digunakan untuk pemula.

    Moving Average (MA)

    Moving Average adalah indikator yang merata-ratakan pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu untuk memudahkan kamu melihat tren yang sedang terjadi di pasar.

    Moving average memiliki dua jenis utama, yaitu: Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA).

    Perbedaan antara SMA dan EMA adalah dari cara menghitungnya. Simple Moving Average (SMA) dihasilkan dari perhitungan jumlah setiap harga penutupan dalam periode tertentu kemudian membaginya dengan jumlah periode tersebut.

    Di sisi lain Exponential Moving Average (EMA) memberikan bobot lebih besar pada penutupan harga terbaru. Misalnya, jika kamu menggunakan EMA 20 maka penutupan harga di hari ini akan memberikan bobot besar dibanding penutupan 20 hari kebelakang. Cara penghitungan EMA ini membuat indikator EMA lebih cepat bereaksi terhadap perubahan pasar dibandingkan SMA.

    Baca juga: 4 Strategi Trading Dengan Moving Average – Tokocrypto News

    Cara penggunaannya:

    • Golden Cross (Sinyal Beli): Jika MA jangka pendek (misalnya 20 hari) menyilang ke atas MA jangka panjang (misalnya 50 hari), itu menandakan tren bullish dan peluang beli.
    • Death Cross (Sinyal Jual): Jika MA jangka pendek menyilang ke bawah MA jangka panjang, itu menandakan tren bearish dan peluang jual.

    Contoh penggunaan:

    Gambar: Penggunaan Moving Average (MA) ditandai oleh garis hijau dan merah.
    Gambar: Penggunaan Moving Average (MA) ditandai oleh garis hijau dan merah.

    Dalam chart di atas, garis hijau menandakan pergerakan EMA 9 sedangkan garis merah menandakan pergerakan EMA 21. 

    Ketika MA jangka pendek (MA 9) menyilang ke atas MA jangka panjang (MA 21) terlihat momentum harga mengalami kenaikan. Dan begitu juga sebaliknya, ketika MA jangka pendek (MA 9) menyilang ke bawah MA jangka panjang (MA 21) terlihat momentum harga mengalami penurunan.

    Relative Strength Index (RSI)

    RSI adalah indikator yang dapat kamu gunakan untuk mengukur kekuatan tren dan kemungkinan pembalikan arah. 

    Indikator ini bekerja dengan menunjukkan apakah suatu aset sedang dalam kondisi overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual), sehingga dapat membantu kamu dalam menentukan waktu terbaik untuk masuk atau keluar dari pasar.

    Cara penggunaannya:

    • Overbought (>70): Harga sudah terlalu tinggi dan berpotensi mengalami koreksi atau penurunan
    • Oversold (<30): Harga sudah terlalu rendah dan berpotensi mengalami pemulihan atau kenaikan.

    Contoh penggunaan:

    Gambar: Penggunaan RSI ditandai oleh kotak dan garis ungu di bagian bawah.
    Gambar: Penggunaan RSI ditandai oleh kotak dan garis ungu di bagian bawah.

    Terlihat dalam chart di atas bahwa ketika RSI mendekati angka 70 atau lebih, harga cenderung mengalami koreksi, dan begitu juga sebaliknya. Ketika harga mendekati area 30, harga cenderung mengalami rebound.

    Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Indikator Relative Strength Index (RSI)

    MACD (Moving Average Convergence Divergence)

    MACD (Moving Average Convergence Divergence) adalah indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur momentum dan tren harga saat trading. Indikator ini terdiri dari tiga elemen utama: garis MACD, garis sinyal, dan histogram.

    • Garis MACD: Membantu menentukan momentum naik atau turun (tren pasar) dengan mengurangkan dua Exponential Moving Average (EMA).
    • Garis Sinyal: Sebuah EMA dari garis MACD (biasanya EMA 9-periode). Analisis kombinasi garis sinyal dengan garis MACD dapat membantu mengidentifikasi potensi pembalikan atau titik masuk dan keluar.
    • Histogram: Representasi grafis dari Divergence dan Convergence dari garis MACD. Dalam kata lain, histogram dihitung berdasarkan perbedaan antara dua garis.

    Cara penggunaannya:

    • Bullish crossover (MACD naik di atas garis sinyal): Ketika garis MACD melintasi garis sinyal dari bawah ke atas, itu menandakan sinyal beli karena momentum bullish mulai terbentuk.
    • Bearish crossover (MACD turun di bawah garis sinyal): Jika garis MACD melintasi garis sinyal dari atas ke bawah, itu menandakan sinyal jual, menunjukkan potensi tren turun.

    Contoh penggunaan:

    Gambar: Penggunaan indikator MACD, ditandai oleh garis biru dan oranye di bagian bawah.
    Gambar: Penggunaan indikator MACD, ditandai oleh garis biru dan oranye di bagian bawah.

    Garis MACD = ditandai dengan pergerakan garis biru, dan Garis sinyal = ditandai dengan pergerakan garis oranye. Terlihat pada saat MACD (biru) pada tanggal 23 Mei melintasi garis sinyal (oranye) dari atas ke bawah, harga mengalami penurunan. Sedangkan ketika MACD (biru) melintasi garis sinyal (oranye) dari bawah ke atas pada tanggal 25 Mei, harga mengalami kenaikan.

    Baca juga: Penjelasan Indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD)

    Bollinger Bands

    Bollinger Bands adalah indikator teknikal yang digunakan untuk mengukur volatilitas pasar dan mengidentifikasi kondisi overbought atau oversold

    Indikator ini terdiri dari tiga garis utama: garis tengah (simple moving average/SMA 20-hari), band atas, dan band bawah, yang dihitung berdasarkan deviasi standar dari SMA.

    Cara penggunaannya:

    • Jika harga bergerak di dekat band atas, tren bisa dianggap bullish. Namun, jika harga menyentuh band atas bisa menjadi tanda overbought, dan berpotensi koreksi.
    • Jika harga bergerak di dekat band bawah, tren bisa dianggap bearish. Namun, jika harga menyentuh band bawah bisa menjadi tanda oversold, dan berpotensi rebound.

    Contoh penggunaan:

    Gambar: Penggunaan indikator Bollinger Bands, garis merah untuk band atas, dan garis hijau untuk band bawah.
    Gambar: Penggunaan indikator Bollinger Bands, garis merah untuk band atas, dan garis hijau untuk band bawah.

    Pada grafik ONDO 4H di atas, terlihat beberapa momen penting dalam penggunaan Bollinger Bands:

    • Lingkaran hijau: Menunjukkan harga menyentuh band bawah yang disertai dengan candle pembalikan arah (bullish reversal). Ini memberikan sinyal beli potensial.
    • Lingkaran merah: Menunjukkan harga menyentuh atau menembus band atas, yang disertai oleh candle merah. Menunjukan bahwa ketika harga menyentuh band atas, indikator ini memberi sinyal potensi pembalikan atau waktu untuk take profit.

    Baca juga: Penjelasan Tentang Apa Itu Bollinger Band? – Tokocrypto News

    Kesimpulan

    Penggunaan indikator teknikal dalam swing trading memberikan keuntungan besar bagi trader. Indikator seperti Moving Average (MA), RSI, MACD, dan Bollinger Bands dapat membantu kamu mengidentifikasi momentum harga, titik pembalikan, serta tingkat overbought dan oversold, sehingga keputusan trading bisa lebih akurat.

    Namun, penting untuk tetap memperhatikan faktor lain seperti sentimen pasar dan berita ekonomi untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif.

    Untuk mendapatkan update terbaru seputar pasar kripto, dan informasi tentang momentum pergerakan harga yang potensial untuk trading kamu bisa bergabung dengan komunitas Tokocrypto di Telegram. Di sana kamu bebas melakukan diskusi mengenai trading dan aset kripto yang sedang potensial.

    Gabung dengan komunitas Tokocrypto melalui tautan berikut: https://t.me/TokocryptoOfficial


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ETF Bitcoin Kembali Menguat, Inflow Tembus $66,19 Juta

    Setelah mengalami periode sulit dengan arus keluar yang signifikan, ETF Bitcoin kembali menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

    Pada Senin, 17 Februari, ETF Bitcoin mencatat inflow bersih sebesar $66,19 juta (Rp 1 triliun), menandai awal yang positif bagi pasar kripto seperti dilaporkan oleh News Bitcoin.

    Pemimpin Inflow Bitcoin ETFDi antara berbagai ETF Bitcoin, Fidelity’s FBTC berasa di pucuk dengan inflow terbesar, mencapai $94,04 juta.

    Sementara itu, Blackrock’s IBIT dan Bitwise’s BITB masing-masing menambahkan $22,26 juta dan $7,99 juta. Grayscale’s BTC juga mencatat inflow sebesar $6,46 juta.

    Namun, tidak semua dana mengalami pertumbuhan. Grayscale’s GBTC mengalami arus keluar sebesar $46,95 juta, sementara Ark dan 21Shares’ ARKB mengalami penarikan dana sebesar $13,19 juta. Selain itu, Vaneck’s HODL juga mencatat outflow sebesar $4,43 juta.

    Selain Bitcoin, ETF Ethereum juga mengalami inflow positif sebesar $11,65 juta. Fidelity’s FETH menjadi kontributor utama untuk lonjakan ini, menunjukkan adanya minat investor yang kembali meningkat terhadap aset kripto.

    Harga Bitcoin dan Ethereum Stabil

    Meski terjadi inflow besar pada ETF, harga Bitcoin masih berada di level $95.614, mencatat penurunan kecil sebesar 0,006% dari harga sebelumnya.

    Sementara itu, Ethereum diperdagangkan pada $2.691,25 dengan penurunan 0,009% secara harian. Fluktuasi kecil ini menunjukkan fase konsolidasi di tengah meningkatnya arus investasi pada ETF.

    Pemulihan inflow pada ETF Bitcoin dan Ether bisa menjadi indikasi bahwa sentimen pasar mulai berubah. Dengan meningkatnya kepercayaan investor, potensi kenaikan lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang semakin terbuka.

    Dengan tren positif ini, investor dapat lebih optimis terhadap prospek pasar kripto, terutama bagi mereka yang mengikuti pergerakan ETF sebagai indikator utama.

    Tetap pantau perkembangan lebih lanjut untuk melihat apakah tren ini akan terus berlanjut.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Strategi Kripto Mana yang Cocok untuk Anda?

    Investasi kripto semakin populer, namun satu pertanyaan klasik masih sering muncul di kalangan investor—lebih baik day trading atau HODLing? Keduanya merupakan strategi yang sah, namun memiliki pendekatan dan risiko yang sangat berbeda.

    Jika Anda baru memulai investasi kripto atau sedang mencari strategi yang sesuai dengan gaya hidup dan toleransi risiko Anda, artikel ini akan membantu Anda memahami perbedaan mendasar antara day trading dan HODLing.

    Apa Itu Day Trading?

    Day trading adalah strategi perdagangan aktif di mana investor membeli dan menjual aset kripto dalam waktu yang sangat singkat—bahkan dalam hitungan menit atau jam. Tujuan utamanya adalah memanfaatkan fluktuasi harga jangka pendek untuk mendapatkan keuntungan cepat.

    Kelebihan Day Trading:

    • Potensi Keuntungan Cepat: Jika dilakukan dengan benar, trader bisa memperoleh laba dalam waktu singkat.
    • Banyak Peluang: Volatilitas pasar kripto yang tinggi membuka banyak kesempatan.
    • Belajar Cepat: Aktif berdagang mempercepat pemahaman terhadap analisis teknikal dan tren pasar.

    Kekurangan Day Trading:

    • Risiko Tinggi: Sebagian besar day trader justru mengalami kerugian dalam jangka panjang.
    • Stres dan Tekanan: Membutuhkan fokus penuh dan keputusan cepat setiap saat.
    • Biaya Transaksi Tinggi: Karena frekuensi jual-beli tinggi, biaya perdagangan bisa menggerus keuntungan.

    Day trading cocok untuk mereka yang:

    • Memiliki waktu luang setiap hari untuk memantau pasar.
    • Menguasai analisis teknikal.
    • Siap mengambil risiko tinggi demi imbal hasil besar.
    • Tahan terhadap tekanan emosional.

    Apa Itu HODLing?

    HODLing adalah strategi investasi jangka panjang di mana investor membeli aset kripto dan menyimpannya dalam waktu lama, tanpa terlalu memperhatikan fluktuasi harga harian. Istilah ini berasal dari kesalahan ketik “hold” yang kemudian menjadi akronim dari Hold On for Dear Life.

    Kelebihan HODLing:

    • Minim Stres: Tidak perlu memantau pasar setiap hari.
    • Strategi Sederhana: Cocok untuk pemula karena tidak memerlukan keterampilan teknikal yang tinggi.
    • Biaya Rendah: Lebih jarang bertransaksi, sehingga ongkos trading juga lebih kecil.
    • Potensi Keuntungan Jangka Panjang: Sejarah membuktikan bahwa aset seperti Bitcoin dan Ethereum mengalami pertumbuhan nilai yang signifikan dari waktu ke waktu.

    Kekurangan HODLing:

    • Volatilitas Jangka Pendek: Investor harus tahan melihat nilai portofolio turun tanpa panik.
    • Risiko Proyek Mati: Tidak semua aset bertahan lama—beberapa bisa jadi usang atau kehilangan nilai sepenuhnya.
    • Biaya Peluang: Anda bisa melewatkan keuntungan jangka pendek dari fluktuasi harga.

    HODLing cocok untuk mereka yang:

    • Memiliki kesabaran tinggi.
    • Percaya pada masa depan jangka panjang aset kripto.
    • Tidak punya banyak waktu untuk trading harian.
    • Tidak ingin stres dengan fluktuasi harga.

    Perbandingan Singkat: Day Trading vs. HODLing

    Aspek Day Trading HODLing
    Komitmen Waktu Tinggi Rendah
    Risiko Sangat tinggi Sedang
    Tujuan Keuntungan cepat Pertumbuhan jangka panjang
    Pengetahuan Pasar Lanjutan Dasar – Menengah
    Biaya Transaksi Tinggi Rendah
    Stres Emosional Tinggi Rendah

    Bagaimana Memilih Strategi yang Tepat?

    Menentukan strategi terbaik sangat bergantung pada profil pribadi Anda. Berikut pertanyaan yang bisa membantu Anda memilih:

    1. Seberapa besar toleransi risiko Anda?
      Jika Anda siap menghadapi kerugian jangka pendek demi potensi laba tinggi, day trading bisa dicoba. Jika lebih konservatif, HODLing lebih tepat.
    2. Berapa banyak waktu yang bisa Anda sediakan?
      Day trading butuh waktu dan perhatian penuh. HODLing lebih fleksibel dan pasif.
    3. Seberapa dalam pengetahuan Anda soal pasar kripto?
      Day trader harus mahir dalam membaca grafik dan indikator. Untuk HODLing, pemahaman dasar sudah cukup, asal tahu cara memilih aset yang solid.
    4. Bagaimana Anda mengelola emosi saat pasar anjlok?
      Jika mudah panik atau stres, HODLing lebih ramah untuk kesehatan mental Anda.

    Bisa Gabungkan Keduanya?

    Tentu saja. Banyak investor memilih strategi hybrid: menyimpan sebagian besar aset kripto untuk jangka panjang (HODLing) dan menggunakan sebagian kecil untuk aktivitas day trading.

    Contoh:

    • Simpan 80% portofolio di aset seperti BTC, ETH, atau altcoin yang prospektif.
    • Gunakan 20% sisanya untuk trading aktif demi memanfaatkan pergerakan pasar jangka pendek.

    Strategi ini bisa menyeimbangkan keamanan jangka panjang dan potensi keuntungan jangka pendek.

    Kesimpulan

    Tidak ada strategi yang benar atau salah—yang penting adalah memilih pendekatan yang sesuai dengan kepribadian, pengetahuan, dan tujuan investasi Anda.

    • Ingin investasi pasif dan tahan banting dalam jangka panjang? Pilih HODLing.
    • Siap kerja keras dan ambil risiko tinggi demi hasil cepat? Coba day trading.
    • Ingin keduanya? Gunakan pendekatan hybrid yang fleksibel.

    Apa pun pilihan Anda, pastikan:

    • Hanya berinvestasi dengan dana yang sanggup Anda relakan.
    • Selalu lakukan riset mendalam.
    • Gunakan jurnal trading untuk mencatat proses belajar Anda.

    Ingat: Di dunia kripto, strategi yang baik bukan hanya soal mengejar untung, tapi juga soal bertahan.

    Berachain adalah jaringan blockchain yang menempatkan likuiditas sebagai pusat ekosistemnya. Lewat mekanisme unik bernama Proof of Liquidity (PoL), pengguna bisa staking dan menyediakan likuiditas sekaligus untuk mendapatkan reward.

    Ekosistem Berachain berjalan dengan tiga token utama:

    • BERA: token utama untuk membayar transaksi
    • BGT: token tata kelola
    • HONEYstablecoin yang nilainya dipatok ke dolar AS

    Yang membuat Berachain menarik adalah kemampuannya untuk berjalan sepenuhnya selaras dengan Ethereum (EVM-identik). Ini artinya, semua alat dan aplikasi Ethereum bisa langsung digunakan di Berachain.

    Daftar Isi

    Apa Itu Berachain (BERA)?

    Bayangkan blockchain yang sejak awal memang dirancang untuk punya likuiditas tinggi. Itulah Berachain. Ia menggunakan sistem Proof of Liquidity (PoL)—berbeda dengan sistem staking tradisional yang mengunci aset dan tidak bisa digunakan.

    Dengan PoL, pengguna tidak hanya mengamankan jaringan, tapi juga tetap bisa bertransaksi dan menyediakan likuiditas, bahkan dengan modal kecil. Hal ini memberikan lebih banyak manfaat bagi pengguna aktif dan trader.

    Cara Kerja Berachain

    1. Proof of Liquidity (PoL)

    Ini adalah inti dari Berachain. Dengan PoL:

    • Pengguna bisa mengunci dana (stake) sambil tetap menyediakannya untuk likuiditas.
    • Untuk menjadi validator, Anda perlu mengumpulkan BGT (Berachain Governance Token).
    • BGT tidak bisa dijual atau ditransfer, hanya bisa didapat dengan mengunci dana di sistem dan menyuplai likuiditas.
    • BGT bisa didelegasikan ke validator atau “dibakar” untuk mendapatkan token gas BERA.
    • Validator dengan BGT terbanyak punya pengaruh besar dalam pengambilan keputusan jaringan.

    2. Kompatibel Penuh dengan Ethereum

    Berachain bukan cuma kompatibel, tapi identik dengan EVM (Ethereum Virtual Machine). Ini berarti:

    • Semua aplikasi, smart contract, dan alat yang dibuat untuk Ethereum bisa langsung dipakai.
    • Update dari Ethereum bisa langsung diterapkan tanpa menunggu.
    • Berachain memakai klien eksekusi Ethereum seperti Nethermind, Geth, dan Erigon.

    3. BeaconKit dan CometBFT

    Berachain memakai framework internal bernama BeaconKit yang mencakup sistem CometBFT, semacam sistem keamanan cadangan untuk menjaga blockchain tetap stabil walau ada gangguan.

    Sistem ini juga memungkinkan Berachain terhubung langsung dengan infrastruktur Ethereum, jadi semua API dan alat Ethereum bisa digunakan tanpa hambatan.

    Model 3 Token Berachain

    Berachain menggunakan tiga jenis token untuk mendukung fungsinya:

    • BERA: Digunakan untuk membayar gas/biaya transaksi. Juga bisa digunakan oleh validator untuk staking dan menjaga keamanan jaringan.
    • BGT (Berachain Governance Token): Token untuk tata kelola. Tidak bisa ditransfer atau diperdagangkan. Hanya bisa didapat dengan menyumbang likuiditas. Bisa didelegasikan ke validator.
    • HONEY: Stablecoin Berachain yang dipatok 1:1 terhadap USD. Dicetak dengan menjaminkan aset tertentu melalui aplikasi HoneySwap.

    Aplikasi di Ekosistem Berachain

    Meski bisa menjalankan semua aplikasi Ethereum, Berachain juga punya beberapa aplikasi asli:

    BEX

    Bursa DEX (Decentralized Exchange) milik Berachain.

    • Bisa swap token dan menyediakan likuiditas.
    • Mendapat reward jika jadi penyedia likuiditas.
    • Pool yang dapat reward dipilih oleh komunitas.

    BEND

    Platform pinjaman dan peminjaman.

    • Anda bisa meminjamkan HONEY atau meminjam dengan menjaminkan aset kripto.
    • Peminjam harus menjaga “kesehatan akun” agar tidak terkena likuidasi.
    • Pengguna bisa dapat reward BGT.

    BERPS

    Platform trading dengan leverage hingga 100x.

    • Gunakan HONEY sebagai jaminan.
    • Bisa mendapatkan BGT dengan menyediakan likuiditas ke platform.
    • Biaya transaksi dibayar pakai BERA.

    Airdrop BERA di Binance

    Berachain menjadi proyek ke-7 dalam program Airdrop HODLer Binance.

    • 10 juta BERA (2% dari total awal) dibagikan ke pengguna Binance yang memenuhi syarat.
    • Setelah airdrop, BERA langsung listing di Binance dan bisa diperdagangkan dengan BTC, USDT, USDC, BNB, FDUSD, dan TRY.

    Berachain menghadirkan pendekatan baru dalam dunia blockchain dengan menjadikan likuiditas sebagai fondasi utama. Lewat Proof of Liquidity, ia menawarkan cara cerdas untuk staking, trading, dan berpartisipasi dalam tata kelola—semuanya sekaligus.

    Kemampuannya untuk berjalan sepenuhnya sejalan dengan Ethereum serta model tiga token yang unik menjadikannya platform yang potensial untuk masa depan Layer-1 blockchain.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Swing Trading dan Bagaimana Cara Swing Trading Crypto?

    Seperti namanya, swing trading merupakan salah satu cara untuk mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat dengan memanfaatkan pergerakan harga aset yang fluktuatif, layaknya gerakan ayunan dari bawah ke atas dan dari atas ke ke bawah.

    Strategi ini cocok bagi kamu yang ingin aktif di pasar tanpa harus memantau grafik sepanjang hari.

    Lalu apa itu sebenarnya swing trading dan bagaimana cara untuk melakukan swing trading? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Apa Itu Swing Trading?

    Swing trading adalah strategi perdagangan yang memanfaatkan fluktuasi harga dalam jangka waktu pendek. Biasanya, seorang swing trader akan menahan posisi selama beberapa hari hingga beberapa minggu. Tujuan utama dari swing trading adalah menangkap “ayunan harga” atau price swing, yaitu momentum saat harga naik atau turun secara signifikan.

    Berbeda dengan day trading yang melakukan jual beli dalam satu hari dan scalping yang bermain dalam hitungan menit, swing trading lebih fleksibel. Trader tidak perlu terus menerus memantau layar komputer. Mereka cukup melakukan analisa teknikal secara rutin dan mengikuti perkembangan pasar.

    Bagaimana Cara Swing Trading Bekerja?

    Melakukan swing trading biasanya diawali dengan mengidentifikasi potensi “ayunan harga” melalui analisis teknikal. 

    Traders akan melakukan identifikasi melalui grafik harga, trend lines, level support dan resistance dan berbagai indikator lain yang memungkin untuk memperkirakan momentum pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu.

    Setelah melakukan identifikasi pergerakan harga yang berpotensi untuk melakukan swing trade, para trader akan menetapkan harga entry, stop-loss dan target sebelum melakukan eksekusi trading.

    Manajemen risiko juga biasanya akan diterapkan untuk membatasi berapa risiko yang bisa diambil, umumnya swing trader menggunakan risk-reward ratio sebesar 1:2 atau 1:3 yang berarti potensi keuntungan minimal dua kali lipat dari risiko yang diambil. 

    Baru setelah semua analisis dan strategi dilakukan, trader akan membuka posisi dan jika harga bergerak mendekati target yang telah ditentukan, trader bisa mempertimbangkan untuk menggunakan dollar cost averaging untuk keluar dari pasar, yang memungkinkan mengambil keuntungan sambil tetap memberikan ruang bagi potensi kenaikan lebih lanjut.

    Trader juga akan memantau indikator teknikal secara berkala untuk mendeteksi tanda-tanda pelemahan momentum. Jika harga menunjukkan sinyal reversal atau mulai mendekati area resistance yang kuat, trader dapat mengambil keputusan untuk keluar lebih awal guna mengamankan profit sebelum tren berbalik arah.

    Keuntungan dan Kekurangan Swing Trading

    Keuntungan

    Potensi Keuntungan

    Swing trading memungkinkan trader untuk mengoptimalkan pergerakan harga dalam jangka pendek hingga menengah, biasanya dalam beberapa hari hingga minggu. 

    Dengan menangkap ayunan harga antara 5% hingga 20% per transaksi, strategi ini memberikan peluang keuntungan yang lebih sering dibandingkan investasi jangka panjang. 

    Waktu yang Lebih Fleksibel

    Berbeda dengan day trading yang membutuhkan pemantauan pasar setiap saat, swing trading lebih fleksibel karena memungkinkan trader untuk menganalisis pasar dan menyiapkan strategi di luar jam kerja. 

    Trader dapat membuat keputusan di malam hari atau akhir pekan, lalu memantau posisi hanya 1-2 jam per hari, membuatnya ideal bagi mereka yang memiliki pekerjaan utama atau aktivitas lain.

    Kekurangan

    Risiko Overnight 

    Karena swing trade dilakukan dalam jangka pendek hingga menengah, kemungkinan harga bergerak volatil saat trader sedang tidur atau tidak memantau chart bisa berpotensi menyebabkan perubahan tren yang tidak terduga, yang bisa berdampak pada posisi trading yang sedang berjalan.

    Volatilitas pasar sering kali terjadi akibat rilis berita penting, kebijakan ekonomi, atau kejadian global yang tidak terprediksi.

    Risiko Kehilangan Tren Jangka Panjang

    Karena fokus pada pergerakan harga jangka pendek, swing trader mungkin melewatkan peluang keuntungan yang lebih besar dari tren jangka panjang.

    Trader yang keluar terlalu cepat mungkin kehilangan potensi profit yang lebih besar dibandingkan investor jangka panjang.

    Strategi Swing Trading yang Sering Digunakan

    Berikut beberapa indikator yang sering digunakan saat melakukan swing trading.

    • Pullback Tren: Masuk saat harga mundur sementara dari tren kuat, lalu kembali naik. Entry biasanya saat menyentuh MA 8 atau memantul dari MA 20.
    • Support dan Resistance: Beli saat harga menyentuh support, jual saat mencapai resistance. Strategi ini mengandalkan zona harga historis.
    • Breakout: Masuk saat harga menembus batas konsolidasi. Breakout di atas resistance atau di bawah support sering memicu lonjakan harga.
    • Fibonacci Retracement: Gunakan level Fibonacci (23,6%, 38,2%, 61,8%) untuk memprediksi koreksi sebelum tren berlanjut. Efektif jika sejajar dengan support/resistance lain.
    • Pola Grafik: Pola seperti head-and-shoulders, double top/bottom, atau flag membantu mengidentifikasi peluang entry dan mengelola risiko.

    Swing Trading Cocok untuk Siapa?

    Swing trading cocok untuk kamu yang ingin aktif trading namun tetap fleksibel secara waktu. Seperti:

    • Pekerja kantoran atau profesional sibuk yang tidak punya waktu memantau chart seharian.
    • Trader pemula yang ingin belajar menganalisis pasar tanpa tekanan waktu seperti pada day trading.
    • Investor jangka menengah yang ingin menambah strategi aktif selain HODLing.
    • Trader dengan modal terbatas karena strategi ini tidak membutuhkan banyak transaksi per hari.
    • Orang yang sabar dan disiplin, karena swing trading menuntut kesabaran dalam menunggu momen entry dan exit yang tepat.

    Namun, swing trading kurang cocok bagi kamu yang:

    • Suka aksi cepat seperti scalping
    • Tidak nyaman menahan posisi lebih dari satu hari
    • Sulit mengelola emosi saat pasar bergerak drastis
    • Overthinking saat meninggalkan posisi dalam posisi masih open

    Masih bingung soal swing trading? Gabung komunitas Tokocrypto di Telegram dan buka diskusi hingga tanya jawab santai bareng ribuan trader lainnya GRATIS! Daftar di sini: https://t.me/TokocryptoOfficial

    Di Mana Bisa Melakukan Swing Trading Crypto?

    Kamu bisa mulai swing trading crypto lewat aplikasi Tokocrypto, hanya dengan deposit minimal Rp20.000. Dengan antarmuka yang ramah pengguna dan proses deposit mudah via transfer bank atau e-wallet, Tokocrypto menjadi satu pilihan terbaik bagi kamu yang ingin melakukan swing trading atau pun investasi crypto.

    Mulai swing trading atau investasi aset crypto sekarang!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.

    Sumber:

    Investopedia. 2025. “What Is Swing Trading?”

    Forbes. 2025. “What Is Swing Trading And Is It Profitable?”.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Perbedaan Swing Trading, Day Trading, dan Scalping: Mana yang Paling Menguntungkan?

    Saat melakukan trading, banyak strategi yang bisa digunakan tergantung pada time frame, risiko, dan tujuan. Pemilihan strategi yang tepat dapat berpengaruh besar terhadap hasil trading, baik dari sisi profit maupun manajemen risiko.

    Beberapa strategi yang sering digunakan oleh trader adalah Swing Trading, Day Trading, dan Scalping. Ketiga strategi ini memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda—mulai dari durasi posisi yang diambil, tingkat aktivitas trading, hingga potensi keuntungan dan risiko yang dihadapi.

    Lalu apa perbedaan dari ketiga strategi ini dan mana yang paling menguntungkan? Simak ulasannya di bawah ini.

     Apa Itu Swing Trading, Day Trading, dan Scalping?

    Sebelum mempelajari lebih dalam mengenai apa itu Swing Trading, Day Trading, dan Scalping, mari kita pelajari terlebih dahulu pengertian dari ketiga strategi trading tersebut.

    • Swing trading: Swing trading merupakan strategi trading di mana trader mempertahankan posisinya dalam jangka waktu hitungan hari hingga minggu.
    • Day trading: Day trading merupakan strategi trading di mana trader membuka dan menutup posisi di hari yang sama.
    • Scalping: Scalping merupakan strategi trading di mana trader membuka dan menutup posisi dalam hitungan detik hingga menit

    Perbandingan Swing Trading, Day Trading, dan Scalping

    Gaya Trading Time Frame Durasi Posisi Frekuensi Transaksi Fokus
    Swing Trading 4 Jam – 1 Minggu Beberapa Hari hingga Minggu Beberapa per minggu Tren jangka menengah
    Day Trading 15 Menit – 1 Jam Beberapa Jam (dalam satu hari) 1 – 5 transaksi per hari Menangkap pergerakan harga dalam satu hari perdagangan
    Scalping 1 – 5 Menit Beberapa detik hingga menit Puluhan per hari Eksekusi cepat dalam hitungan menit.

    Swing Trader

    Trader dengan strategi ini menunggu peluang besar dengan menahan posisi dalam jangka menengah, biasanya beberapa hari hingga minggu. Mereka mencari momen di mana harga mengalami perubahan tren atau reversal yang signifikan, memanfaatkan pergerakan yang lebih luas dibandingkan scalping atau day trading.

    Biasanya para trader yang menggunakan strategi swing trading mereka menggunakan time frame di H4 – Daily Weekly untuk melihat tren lebih luas tanpa gangguan noise dari pergerakan kecil.

    Frekuensi entry yang mereka lakukan juga tidak terlalu sering, hanya membuka posisi saat ada sinyal kuat bahwa tren akan berlanjut atau mengalami reversal.

    Day Trading

    Day Trading berada di antara Swing Trading dan Scalping dalam hal durasi dan pendekatan. Seorang day trader membuka dan menutup posisi dalam satu hari perdagangan, tanpa membiarkan posisi terbuka hingga hari berikutnya.

    Mereka mencari keuntungan dari pergerakan harga jangka pendek, tetapi dengan risiko yang lebih terkendali dibandingkan scalping.

    Biasanya para trader yang menggunakan strategi day trading memantau pasar menggunakan time frame M15 hingga H1 (15 menit – 1 jam), namun tidak jarang juga menggunakan H4 untuk konfirmasi tren.

    Frekuensi entry dari day trading lebih sedikit sedikit dibandingkan scalping, tetapi lebih sering daripada swing trading. Hal ini karena day trading memiliki tidak menunggu membentuk besar yang berlangsung berhari-hari seperti swing trading, namun tidak juga menangkap pergerakan harga mikro seperti scalping. Bisa dibilang day trading ini berada di tengah-tengah swing trading dan scalping.

    Scalping

    Scaling berfokus pada keuntungan kecil pergerakan harga mikro, dengan frekuensi transaksi tinggi dalam waktu singkat. Seorang trader yang melakukan scalping bisa masuk dan keluar pasar berkali-kali dalam sehari, mengeksploitasi fluktuasi harga yang terjadi dalam hitungan detik hingga menit.

    Time frame yang biasa digunakan adalah M1 – M5 ( 1-5 menit) karena strategi ini membutuhkan reaksi cepat terhadap pergerakan harga.

    Frekuensi dari scalping ini sangat tinggi, bahkan bisa mencapai puluhan hingga ratusan kali buka posisi dalam sehari untuk mendapatkan target profit kecil namun sering.

    Keuntungan dan Kekurangan

    Swing Trading

    Keuntungan Kekurangan
    Tidak perlu memantau pasar sepanjang hari. Risiko pergerakan harga saat tidak memperhatikan pasar karena posisi ditahan semalaman atau lebih.
    Potensi keuntungan besar jika berhasil menangkap tren yang kuat. Perlu kesabaran ekstra karena posisi bisa berlangsung beberapa hari.
    Cocok untuk trader dengan waktu terbatas, seperti pekerja kantoran. Perlu pemahaman kombinasi teknikal dan fundamental yang baik.

    Day Trading

    Keuntungan Kekurangan
    Semua posisi ditutup di hari yang sama, menghindari risiko saat tidak memperhatikan harga seperti saat tidur atau beraktivitas. Butuh waktu dan fokus tinggi selama jam trading berlangsung.
    Banyak peluang harian untuk mendapat profit dari pergerakan jangka pendek. Risiko kehilangan besar jika tidak disiplin.
    Cocok untuk trader aktif yang senang membaca pasar. Rentan terhadap emosi karena harus membuat keputusan cepat.

    Scalping

    Keuntungan Kekurangan
    Potensi profit cepat dari banyak transaksi kecil. Sangat melelahkan dan menuntut fokus penuh.
    Risiko per porsi kecil karena target profit dan loss ketat. Spread dan biaya transaksi bisa menggerus keuntungan jika tidak efisien.
    Tidak tergantung arah tren jangka panjang, bisa profit di pasar datar. Tidak cocok untuk trader yang mudah stres atau impulsif.

    Koin Kripto yang Cocok untuk Swing Trading, Day Trading, dan Scalping

    Swing Trading

    Koin dengan likuiditas tinggi dan tren yang lebih stabil, akan sangat cocok untuk swing trading, contohnya seperti Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH) dan PaxGold (PAXG).

    Day Trading

    Koin dengan likuiditas tinggi namun tidak terlalu volatil bisa menjadi opsi untuk day trading, seperti Bitcoin (BTC), BNB, Ethereum (ETH), dan berbagai koin dengan kapitalisasi pasar besar serta menengah lain.

    Scalping

    Agar bisa memanfaatkan pergerakan harga dalam waktu singkat, koin yang digunakan untuk scalping biasanya koin dengan volatilitas sangat tinggi, seperti meme coin. Contohnya seperti FARTCOIN, Pepe, BONK, dan meme coin lainnya. 

    Contoh koin yang cocok untuk digunakan baik swing trading, day trading, maupun scalping bisa kamu tradingkan dengan mudah mulai dari deposit Rp20.000 saja di Tokocrypto lho!

    Banyak fitur yang bisa kamu gunakan untuk  mendukung trading kamu, seperti Limit Order, OCO, dan beli atau jual instan. Klik di sini untuk mulai trading di Tokocrypto.

    Mari Pahami Lebih Mudah dengan Analogi

    Swing trader mirip seperti pemancing yang sabar, menunggu ikan besar datang dan menangkapnya pada waktu yang tepat.

    Day trader, di sisi lain, mirip dengan nelayan yang berburu ikan di lautan dan menangkap ikan beberapa kali dalam satu hari sebelum akhirnya kembali ke daratan.

    Scalper lebih seperti nelayan yang menggunakan jaring kecil, menangkap ikan kecil sebanyak mungkin dalam waktu singkat.

    Masih bingung perbedaannya? Gabung komunitas Tokocrypto di Telegram dan buka diskusi hingga tanya jawab santai bareng ribuan trader lainnya GRATIS! Daftar di sini: https://t.me/TokocryptoOfficial

    Mana yang Paling Menguntungkan?

    Tidak ada strategi trading yang benar-benar unggul dalam segala situasi karena setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan yang bergantung pada gaya trading, toleransi risiko, dan kondisi pasar.

    Jika kamu seorang pekerja kantoran dengan waktu terbatas, Swing Trading bisa jadi pilihan karena kamu hanya perlu memantau pasar sesekali dan menahan posisi dalam jangka menengah.

    Untuk kamu yang punya fleksibilitas waktu dan bisa menganalisis pasar setiap hari, Day Trading memungkinkanmu memanfaatkan pergerakan harian tanpa harus memegang posisi terlalu lama.

    Dan jika kamu ingin melakukan trading cepat dengan eksekusi instan dan sering, serta siap menghadapi tekanan tinggi, maka Scalping bisa jadi strategi yang cocok.

    Sudah yakin dengan strategi yang akan kamu gunakan untuk melakukan trading? Yuk, mulai perjalanan trading kamu bareng Tokocrypto mulai dari Rp20.000 aja! Download aplikasinya sekarang di sini.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Analisis Fundamental Crypto untuk Pemula

    Analisis fundamental merupakan salah satu cara yang digunakan oleh investor dan trader untuk menentukan nilai intrinsik suatu aset.

    Sama seperti dalam investasi pada umumnya, melakukan analisis fundamental dalam investasi crypto juga sangat penting dilakukan sebelum memutuskan untuk menginvestasikan dana yang kita miliki pada suatu proyek.

    Lalu bagaimana cara untuk melakukan analisis fundamental untuk menilai proyek crypto tersebut layak untuk diinvestasikan atau tidak? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Apa Analisis Fundamental Crypto?

    Analisis fundamental adalah proses analisa proyek crypto untuk menilai dari sisi intrinsik guna menentukan apakah proyek crypto tersebut memiliki nilai yang terlalu tinggi (overvalued) atau terlalu rendah (undervalued).

    Hasil dari penilaian ini biasanya tidak akan sama dengan dengan nilai aset yang ada di pasar. Dalam hal ini bisa diartikan sebagai berikut:

    • Jika nilai intrinsik > harga pasar, proyek dianggap undervalued (bernilai lebih tinggi dari yang dihargai pasar).
    • Jika harga pasar > nilai intrinsik, proyek bisa jadi overvalued (harga naik karena hype, bukan karena fundamental yang kuat).

    Misalnya, kamu melakukan analisa fundamental terhadap suatu proyek crypto dan menemukan bahwa proyek crypto tersebut memiliki tokenomics yang meragukan, seperti mekanisme distribusi yang tidak transparan dan pasokan token yang terkunci dalam jumlah besar tanpa penjelasan jelas. 

    Kamu menemukan hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa proyek tersebut memiliki risiko manipulasi harga oleh early investors atau tim internal. 

    Di sini lain, meskipun komunitas dari proyek crypto tersebut terlihat aktif di media sosial, banyak engagement yang berasal dari akun-akun baru atau bot, bukan dari pengguna asli yang benar-benar memahami proyek. Diskusi di forum juga tidak jauh dari membahas harga naik atau iming-iming to the moon yang  lebih mengandalkan hype daripada inovasi nyata.

    Sehingga kamu menyimpulkan bahwa proyek crypto tersebut adalah overvalued.

    Baca juga: Apa Itu Analisis Fundamental (FA)? – Tokocrypto News

    Kenapa Analisis Fundamental Crypto itu Penting?

    Dengan memahami bagaimana nilai intrinsik dari suatu proyek crypto yang kamu investasikan kamu bisa lebih percaya diri dan yakin, sehingga bisa membawa ketenangan dalam perjalanan investasi yang kamu lalui nantinya.

    Misalnya, dalam kondisi volatilitas ekstrem, seperti penurunan tajam, investor yang memiliki keyakinan kuat (conviction) terhadap fundamental aset tidak akan mudah panik. Sebaliknya, mereka melihat penurunan harga sebagai peluang untuk membeli aset dengan valuasi yang lebih menarik, daripada merasa cemas dan terburu-buru menjual.

    Selain itu dengan memahami fundamental dari proyek crypto yang kamu investasikan juga bisa memberikan beberapa manfaat lain lain seperti:

    • Membedakan proyek yang sekadar hype dan yang memiliki nilai nyata: Analisis fundamental membantu mengidentifikasi apakah proyek memiliki teknologi, ekosistem, dan penggunaan yang berkelanjutan, atau hanya sekadar tren sementara.
    • Menghindari Manipulasi dan Rugi Pull: Banyak proyek crypto yang terlihat menarik tetapi memiliki tokenomics yang buruk, developer anonim, atau ekosistem tidak berkembang. Dengan analisis fundamental, investor bisa menghindari proyek yang rawan manipulasi dan hanya bergantung pada spekulasi harga.
    • Menilai jangka waktu investasi proyek crypto: Dengan memahami tokenomics, developer, dan keaktifan komunitas, bisa membantu investor menentukan potensi jangka pendek atau panjang ke depannya.

    Sebelum mengevaluasi proyek crypto secara fundamental, pastikan kamu menggunakan bursa terpercaya seperti Tokocrypto yang terdaftar resmi sebagai Pedagang Fisik Aset Kripto (PFAK) di Bappebti, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi.

    Mulai trading dari Rp1.700 dan nikmati berbagai fitur trading mulai dari Limit Order, Stop-Limit, OCO, dan fitur Beli/Jual instan yang memudahkan kamu trading dengan mudah dan murah, tanpa harus bayar biaya trading.

    Baca juga: Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual – Tokocrypto News

    Langkah Melakukan Analisis Fundamental Crypto

    Berikut beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk memahami fundamental dari suatu proyek crypto yang ingin kamu investasikan:

    Memahami Whitepaper

    Whitepaper adalah dokumen yang biasanya dirilis oleh developer proyek crypto sebagai panduan bagi publik, pengguna, dan investor yang ingin memahami lebih dalam perihal informasi teknis dari proyek crypto tersebut.

    Biasanya isi dari whitepaper menjelaskan tentang:

    • Tujuan proyek: menjelaskan masalah yang ingin diselesaikan oleh proyek crypto.
    • Mekanisme dan teknologi yang digunakan: menjelaskan bagaimana memecahkan masalah dengan teknologi blockchain digunakan.
    • Tokenomics dan sistem ekonomi: menjelaskan mulai dari total supply, distribusi token, dan mekanisme inflasi/deflasi
    • Roadmap dan realisasi jangka panjang: Biasanya menjelaskan roadmap yang ingin dicapai, kamu bisa bandingkan pencapaiannya apakah sesuai atau tidak.

    Contoh whitepaper:

    Bitcoin (BTC) – “Bitcoin: A Peer-to-Peer Electronic Cash System” : Ditulis oleh Satoshi Nakamoto pada tahun 2008 bertujuan untuk menciptakan sistem pembayaran elektronik peer-to-peer yang memungkinkan transaksi langsung tanpa perantara seperti bank.

    Ethereum (ETH) – “Ethereum: A Next-Generation Smart Contract and Decentralized Application Platform” : Ditulis oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014 bertujuan untuk menciptakan platform blockchain yang lebih fleksibel dengan dukungan smart contract dan aplikasi terdesentralisasi (dApps).

    Solana (SOL) “Solana: A new architecture for a high performance blockchain” : Dikembangkan oleh Anatoly Yakovenko untuk menciptakan blockchain berkecepatan tinggi dengan throughput tinggi dan biaya transaksi rendah.

    Memahami Tokenomics

    Tokenomics adalah salah satu aspek paling fundamental dalam analisis proyek crypto. Ini mencakup mekanisme ekonomi di balik sebuah token, termasuk supply dan demand, distribusi, serta inflasi atau deflasi.

    Memahami tokenomics membantu investor menentukan apakah suatu token memiliki model ekonomi yang berkelanjutan atau hanya bergantung pada hype sesaat.

    Berikut beberapa faktor yang harus kamu perhatikan saat melakukan analisis tokenomics:

    • Pelajari utilitas aset crypto: Proyek crypto biasanya memiliki utilitas token atau coin yang berbeda-beda. Token yang memiliki fungsi nyata biasanya memiliki permintaan lebih tinggi karena meningkatkan permintaan dari para pengguna jaringan.
    • Model distribusi: Pelajari model distribusi untuk menghindari manipulasi, beberapa model umum yang sering digunakan: Initial Coin Offering (ICO), Mining, Staking, Airdrop. Jika distribusi token tidak transparan atau sebagian besar token dipegang oleh tim atau investor awal, proyek bisa berisiko manipulasi harga oleh kelompok kecil.
    • Pelajari sistem inflasi atau deflasi dalam tokenomics: Cari tahu apakah proyek crypto memiliki suplai fixed seperti Bitcoin, atau memiliki inflasi dan deflasi. Jika proyek tidak memiliki kontrol yang jelas terhadap inflasi, maka nilai token bisa terus menurun seiring bertambahnya suplai.

    Baca juga: Apa yang Dimaksud dengan Tokenomics dan Mengapa Ini Penting?

    Pelajari Background Developer

    Peran developer dalam proyek crypto sangatlah besar, banyak proyek-proyek crypto baru yang menjadi proyek crypto besar karena developer tersebut dipandang sebagai pesohor pada proyek sebelumnya.

    Ini membuktikan bahwa investor tidak hanya berinvestasi pada ide besar dari proyek, namun juga kredibilitas dari developer di balik proyek tersebut.

    Contohnya adalah Polkadot, sebuah proyek crypto yang dibangun oleh Gavin Wood, salah satu pendiri Ethereum. Kredibilitasnya membantu Polkadot mendapatkan kepercayaan dari komunitas dan institusi besar.

    Perhatikan beberapa hal berikut saat kamu mempelajari background dari developer proyek crypto:

    • Riwayat Developer: Sebelum berinvestasi, penting untuk memeriksa apakah tim developer memiliki rekam jejak keberhasilan dalam proyek-proyek blockchain sebelumnya.
    • Evaluasi Track Record Developer: Developer yang terkenal pernah melakukan manipulasi, scam, atau bahkan rugpull pada suatu proyek crypto sebelumnya tentu akan sulit mendapat perhatian para investor baru dan dapat mempengaruhi kelangsungan proyek ke depannya.
    • Transparansi Developer: Untuk melakukan pengecekan latar belakang dari tim developer tentunya membutuhkan transparansi, biasanya developer yang mengungkap identitasnya secara publik (Doxed), lebih dipercaya oleh investor karena mereka memiliki akuntabilitas dan bisa dimintai pertanggung jawaban.

    TVL Total Value Locked (TVL)

    Total Value Locked (TVL) adalah metrik yang menunjukkan jumlah total aset yang dikunci atau di-stake dalam ekosistem DeFi (Decentralized Finance) di suatu blockchain atau platform.

    TVL ini bisa jadi salah satu indikator untuk menentukan apakah nilai dari proyek crypto tersebut undervalued atau overvalued. 

    Mengapa TVL Penting dalam Analisis Fundamental?

    • Menunjukkan kepercayaan investor → Semakin tinggi TVL, semakin banyak aset yang dikunci oleh investor, menunjukkan kepercayaan mereka terhadap proyek.
    • Indikator kesuksesan ekosistem DeFi → TVL yang tinggi sering dikaitkan dengan blockchain yang memiliki aplikasi DeFi yang populer dan digunakan secara luas.
    • Menentukan stabilitas proyek → Blockchain dengan TVL tinggi biasanya memiliki likuiditas yang lebih kuat dan ekosistem yang berkembang.
    • TVL sebagai indikator utama sentimen pasar → Kenaikan TVL sering kali menjadi sinyal bullish dalam pasar crypto karena mencerminkan peningkatan kepercayaan dan keterlibatan pengguna dalam ekosistem DeFi.

    Untuk melakukan analisis TVL dari proyek crypto yang ingin kamu investasikan, kamu bisa menggunakan platform seperti Defillama.

    Komunitas & Engagement

    Komunitas memainkan peran krusial dalam keberlangsungan proyek crypto. Tidak hanya sebagai pengguna, komunitas juga berperan sebagai penggerak ekosistem, memastikan berkembang secara organik.

    Proyek crypto yang ramah bagi pemula biasanya memiliki komunitas yang suportif dan bersedia membantu kamu memahami proyeknya. Jangan ragu untuk bergabung lebih dulu, amati bagaimana interaksi di dalamnya, dan ajukan pertanyaan sebelum memutuskan untuk berinvestasi. 

    Selain itu, ada beberapa alasan kenapa komunitas dan engagement menjadi penting:

    • Investor awal yang percaya pada proyek seringkali berperan sebagai penengah, lalu menyebarkan informasi dan meningkatkan kesadaran tentang manfaat ekosistem tersebut.
    • Komunitas yang kuat membantu proyek menarik lebih banyak pengguna dan investor, menciptakan siklus pertumbuhan alami tanpa perlu pemasaran agresif.
    • Komunitas yang aktif dan vokal seringkali menunjukkan proyek yang memiliki daya tahan dalam jangka panjang.
    • Jika komunitas mulai meninggalkan proyek, itu bisa menjadi tanda bahwa proyek mengalami stagnasi atau kehilangan kepercayaan.
    • Peran komunitas semakin penting dalam era Web3, di mana proyek berbasis DAO (Decentralized Autonomous Organization) bergantung pada keputusan kolektif dari anggotanya.

    Dogecoin menjadi salah satu contoh nyata pentingnya komunitas dalam proyek crypto, di mana pada awalnya Dogecoin tidak memiliki roadmap yang jelas, tetapi tetap bertahan karena daya tarik komunitasnya yang kuat.

    Cara untuk menilai apakah komunitas tersebut aktif dan berperan besar terhadap perkembangan proyek atau tidak, bisa kamu lakukan dengan menggunakan platform yang menyediakan analisis sentimen sosial dan aktivitas komunitas seperti Lunar Crush, dan Santiment.

    Baca juga: 5 Meme Coin Populer 2025 Berdasar Interaksi Media Sosial – Tokocrypto News

    Itu dia beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk menentukan fundamental proyek crypto yang kamu ingin investasikan. Semoga penjelasan ini membantu kamu dalam mengambil keputusan investasi dengan lebih lebih baik ya!

    Masih bingung dan ingin bertanya seputar investasi crypto? Gabung sekarang ke grup Telegram Tokocrypto, yuk!

    Di sana kamu bisa belajar dan bebas bertanya seputar investasi crypto, trading dan sub-grup khusus untuk pemula yang bakal ada konten pembelajaran setiap harinya lho! Klik di sini untuk gabung sekarang.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Cara Menghitung Target Profit Harian Saat Trading Crypto

    Menentukan target profit harian adalah langkah penting bagi trader crypto untuk menjaga konsistensi dan mengelola risiko dengan baik. Dengan strategi yang tepat, kamu bisa memaksimalkan peluang profit tanpa terjebak dalam keputusan impulsif. 

    Artikel ini akan membahas 5 cara untuk menghitung target profit harian yang bisa membantu kamu membuat keputusan trading yang lebih terstruktur dan disiplin.

    Mengapa Menentukan Target Profit Harian itu Penting?

    Menentukan target profit adalah bagian dari strategi manajemen risiko agar aktivitas trading lebih terarah. Tanpa target yang jelas, trader  bisa melakukan overtrading, mengejar kerugian, atau bahkan terlalu percaya diri saat untung besar.

    Manfaat utama memiliki target profit harian:

    • Membantu disiplin dalam aktivitas trading
    • Menghindari overtrading dan burnout
    • Menjaga stabilitas psikologis saat market volatile
    • Menghindari trading sebagai aktivitas spekulatif

    Catatan: Meskipun strategi ini bisa membantu pengambilan keputusan, setiap trader tetap perlu DYOR (Do Your Own Research) sebelum menerapkannya dalam strategi trading.

    Lalu bagaimana cara untuk menentukan target profit harian? Simak 5 caranya di bawah ini:

    Menentukan Profit dengan Persentase Tetap dari Modal (Fixed Percentage Method)

    Metode Persentase Tetap dari Modal (Fixed Percentage Method) adalah strategi yang digunakan oleh trader untuk menentukan target profit harian berdasarkan persentase tertentu dari modal yang dimiliki.

    Contoh Perhitungan Persentase Profit Harian:

    Misalnya kamu punya modal Rp10 juta. Jika kamu menargetkan 2% profit harian, maka:

    • Target profit = 2% x Rp10 juta = Rp200.000/hari

    Jika kamu melakukan trading dalam dalam sebulan 20 hari trading secara konsisten, maka kamu bisa mendapatkan 20 x Rp200.000 = Rp4 juta profit bulanan


    Menentukan Target Profit Berdasarkan Risk-to-Reward Ratio (RRR)

    Risk-Reward Ratio (RRR) adalah konsep yang digunakan oleh trader untuk mengelola risiko dengan membandingkan potensi kerugian terhadap potensi keuntungan dalam setiap transaksi

    Contohnya dalam strategi RRR 1:3, trader bersedia mengambil risiko tertentu dengan harapan mendapatkan imbal hasil tiga kali lipat dari jumlah yang risiko yang berani di ambil.

    Cara untuk menentukan target profit berdasarkan Risk-to-Reward Ratio (RRR)

    Tentukan risiko maksimum sebelum membuka posisi, dengan menetapkan batas maksimal kerugian yang siap ditanggung. Misalnya, jika kamu menetapkan risiko sebesar Rp1.000.000, maka dalam skenario terburuk, kamu hanya akan kehilangan jumlah tersebut per transaksi.

    Tentukan target keuntungan, misal jika kamu menerapkan RRR 1:3 maka target profit yang diincar adalah tiga kali lipat dari risiko. Jadi, jika kamu mengambil risiko Rp1.000.000, maka profit yang diharapkan adalah Rp3.000.000.

    Memilih Titik Stop-Loss dan Take-Profit

    • Stop-Loss ditempatkan pada titik di mana kerugian maksimal Rp1.000.000 akan terjadi.
    • Take-Profit diposisikan pada level harga di mana keuntungan Rp3.000.000 bisa diperoleh.

    Strategi Risk to Reward Ratio ini bisa kamu sesuaikan dengan besaran risiko yang bisa kamu ambil di setiap trade dan strategi trading kamu. Namun yang paling umum digunakan adalah 1:2 dan 1:3.


    Menentukan Target Profit Menggunakan Support dan Resistance

    Support dan resistance adalah konsep fundamental dalam analisa teknikal yang digunakan untuk menentukan level harga penting dalam suatu aset. Kedua level ini membantu trader dalam mengidentifikasi peluang entry dan exit yang optimal.

    Support adalah level harga di mana tekanan beli cukup kuat untuk mencegah harga turun lebih jauh. Biasanya, harga akan memantul dari level ini dan mulai naik kembali.

    Resistance adalah level harga di mana tekanan jual cukup besar untuk mencegah harga naik lebih tinggi. Harga sering kali mengalami penolakan di level ini dan mulai turun kembali.

    Gambar support dan resistance pada pergerakan harga.

    Dengan memanfaatkan dua indikator ini, kamu bisa menentukan target profit. Misalnya kamu melakukan pembelian di area support dan melakukan penjualan di area resistance ketika kamu melakukan trade.


    Menentukan Target Profit dengan RSI (Relative Strength Index)

    RSI (Relative Strength Index) adalah indikator momentum yang digunakan untuk melihat apakah pasar sedang overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual). Nilai RSI berada dalam rentang 0 hingga 100, dengan patokan:

    • RSI < 30 → pasar dalam kondisi oversold (potensi naik)
    • RSI > 70 → pasar dalam kondisi overbought (potensi turun)

    Kamu bisa memanfaatkan RSI untuk menentukan entry dan exit point  dan menetapkan target profit harian.

    Gambar bagaimana indikator RSI bekerja (warna ungu): Terlihat korelasi RSI yang tinggi menandakan overbought lalu membuat harga koreksi dan sebaliknya.

    Langkah Menggunakan RSI untuk Target Profit

    1. Entry saat RSI < 30: Menandakan aset mengalami tekanan jual yang berlebihan, sinyal beli.
    2. Tetapkan target profit saat RSI mendekati 70: Potensi reversal akan terjadi, jadi ini momen ambil untung.
    3. Estimasi jarak harga antara RSI 30 ke 70: Misalnya, harga naik dari Rp9.500.000 ke Rp9.900.000 saat RSI bergerak dari 30 ke 70, maka target profit = Rp400.000.

    Perlu diingat, bahwa RSI (Relative Strength Index) memang berguna untuk mengidentifikasi apakah harga sudah berada di zona overbought atau oversold, tetapi tidak selalu memberikan sinyal yang akurat. 

    Ada beberapa kondisi di mana RSI bisa tetap tinggi atau rendah dalam waktu yang lama saat tren kuat berlangsung, sehingga mengandalkan RSI saja tanpa melihat konteks pasar bisa berisiko. Maka dari itu strategi cut loss juga harus tetap kamu terapkan.

    Strategi Cut Loss Berdasarkan RSI

    Untuk menghindari kerugian besar saat sinyal RSI tidak valid:

    1. Pasang stop loss saat RSI turun lebih jauh dari level oversold (misal RSI < 25).
    2. Atau gunakan harga support terdekat sebagai batas cut loss.
    3. Contohnya: Jika entry di RSI 28, dan harga BTC turun 2% setelah entry tanpa rebound, kamu bisa exit untuk membatasi kerugian di level itu.

    Menentukan Target Profit Menggunakan Fibonacci Retracement

    Fibonacci Retracement adalah alat analisis teknikal yang digunakan oleh trader untuk mengidentifikasi level penting dalam pergerakan harga. Konsep ini berasal dari deret Fibonacci, yang ditemukan oleh matematikawan Leonardo Fibonacci pada abad ke-13. 

    Deret ini menghasilkan rasio-rasio seperti 0%, 23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 78.6%, dan 100%, yang sering digunakan untuk menentukan support dan resistance dalam grafik harga

    Gambar contoh bagaimana Fibonacci bisa menjadi indikator untuk Entry dan TP.

    Cara Menggunakan Fibonacci Retracement

    1. Menentukan Titik High dan Low
    • Uptrend → Tarik garis dari titik terendah (low) ke titik tertinggi (high) untuk mengidentifikasi potensi retracement sebelum tren naik berlanjut.
    • Downtrend → Tarik garis dari titik tertinggi (high) ke titik terendah (low) untuk mencari level retracement sebelum tren turun berlanjut.
    1. Mengidentifikasi Level Retracement dan Take Profit
    • Setelah garis Fibonacci diterapkan, kamu akan melihat beberapa level retracement: 0.236 (23.6%), 0.382 (38.2%), 0.5 (50%), 0.618 (61.8%), dan 0.786 (78.6%).
    • Golden Ratio 0.618 (61.8%) dan 0.5 (50%) sering menjadi titik utama untuk entry atau reversal.
    • Jika harga memantul dari level Fibonacci, target profit bisa ditetapkan di level berikutnya, seperti 0.236 (23.6%) atau bahkan kembali ke titik awal (0%).
    1. Menggunakan Fibonacci dalam Trading
    • Entry Point → Trader bisa membuka posisi saat harga mendekati level Fibonacci yang relevan, dikonfirmasi dengan price action atau indikator lain. 
    • Stop-Loss → Sebaiknya ditempatkan di bawah support (untuk posisi buy) atau di atas resistance (untuk posisi sell), menghindari pergerakan harga yang tidak sesuai prediksi. 
    • Take Profit → Ditetapkan di level Fibonacci berikutnya atau berdasarkan pola pergerakan harga setelah retracement terjadi.

    Baca selengkapnya mengenai Fibonacci Retracement di sini: Panduan Menguasai Fibonacci Retracement – Tokocrypto News

    Itu dia 5 strategi untuk tentukan target profit harian yang bisa kamu coba gunakan.

    Dengan menerapkan strategi-strategi di atas, semoga kamu bisa lebih konsisten, disiplin, dan realistis dalam mencapai target profit harian saat trading crypto.

    Namun ingat, pasar selalu dinamis dan tidak selalu sesuai prediksi. Karena itu, penting untuk terus belajar, berdiskusi, dan mengevaluasi setiap keputusan trading yang kamu ambil.

    Untuk terus meningkatkan pemahamanmu tentang trading, kamu bisa bergabung dengan komunitas Telegram Tokocrypto. Di sana kamu bisa mendapatkan informasi seperti: 

    • 📊 Sinyal trading harian berbasis analisis teknikal
    • 💬 Diskusi strategi dan edukasi dari trader berpengalaman
    • 🎓 Grup belajar kripto khusus pemula
    • 📰 Update market dan peluang terbaru langsung ke HP kamu

    Yuk mulai gabung sekarang dan belajar lebih banyak soal trading! Klik link berikut untuk mulai gabung: https://t.me/TokocryptoOfficial


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Menggunakan Sinyal Trading di Aplikasi Tokocrypto dengan Limit, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual

    Buat pemula, kita sering dapat sinyal trading tapi bingung harus diapain sinyalnya. Mari kita bahas di sini, bagaimana cara menggunakan sinyal trading tersebut di beberapa fitur aplikasi Tokocrypto.

    Apa Itu Sinyal Trading?

    Sinyal trading adalah petunjuk awal untuk membeli atau menjual aset kripto yang dihasilkan dari analisa pribadi seorang trader, sehingga meskipun bisa membantu pengambilan keputusan, user tetap perlu DYOR (Do Your Own Research).

    Apa manfaatnya?

    Sinyal ini membantu trader untuk:

    • Melihat peluang
    • Mengidentifikasi tren pasar
    • Mengatur strategi masuk dan keluar
    • Meminimalisir risiko

    Contoh Sinyal Trading

    ONDO/USDT (6.77%)

    Entry: $0.9070

    Stop-Loss (SL): $0.8832

    Take-Profit (TP): $0.9684″

    Sumber: telegram tokocrypto.

    Keterangan:

    Entry: Harga masuk

    Stop-Loss (SL): Batas harga untuk mengurangi risiko rugi

    Take-Profit (TP): Target harga untuk mengambil keuntungan

    Contoh sinyal trading sudah ada, lalu bagaimana menerapkannya di aplikasi Tokocrypto?

    Baca juga: Sinyal Trading Kripto Harian atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.

    Cara Menggunakan Sinyal Trading dengan Limit Order

    Tampilan limit order di aplikasi Tokocrypto.

    Apa itu Limit Order?

    Limit Order adalah fitur yang memungkinkan kamu menentukan harga beli atau jual aset kripto sesuai keinginan, sehingga order hanya akan dieksekusi jika harga pasar mencapai harga yang ditentukan.

    Catatan: Fitur ini tidak memungkinkan kamu melakukan stop-loss dan TP secara otomatis bersamaan.

    Penerapan contoh sinyal trading di fitur Limit Order

    1. Entry, Pasang Limit Buy Order:

    Komponen Nilai Penjelasan
    Limit Price 0.9070 Kamu ingin beli koin hanya jika harga turun ke 0.9070 atau lebih murah.

    Catatan:
    Order ini langsung aktif di pasar, tapi hanya akan tereksekusi jika harga menyentuh atau turun ke 0.9070. Jadi kamu berharap harga masih turun sedikit sebelum naik lagi.


    2. Setelah Beli Berhasil, Siapkan Dua Order Tambahan

    Take Profit (Jual Saat Untung)

    • Limit Sell Order di 0.9684
    • Artinya: Kamu akan otomatis jual untuk ambil untung jika harga naik ke target ini.

    Stop Loss (Jual Saat Rugi Terbatas)

    • Stop Loss Sell Order di 0.8832
    • Artinya: Jika harga turun ke 0.8832, kamu akan otomatis keluar dari pasar sebelum rugi lebih dalam.

    Cara Entry dengan Limit Order

    1. Masuk ke menu “Pasar” atau “Pertukaran”
    2. Cari pasangan aset kripto ONDO/USDT
    3. Pilih bagian “buy” dan pilih “Limit Order”
    4. Masukan sinyal “Entry” di bagian “price” untuk melakukan pembelian sesuai dengan harga masuk sinyal. Dalam contoh ini adalah $0.9070
    5. Masukan jumlah pembelian (min $5) dan klik “BUY”

    Cara Exit dengan Limit Order

    1. Jika order kamu telah tereksekusi, masuk ke bagian“Sell” (kamu tidak bisa jual kalau belum beli asetnya)
    2. Untuk kondisi profit, masukan sinyal “TP”, dalam contoh ini $0.9684, pada kolom harga untuk melakukan penjualan.
    3. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom  “Amount”, kamu bisa menggeser logo wajik ke kanan jika ingin menjual 100% asetmu,  dan klik “SELL”.
    4. Untuk kondisi loss, masukan sinyal “SL” yaitu $0.8832, pada kolom harga agar kamu tidak terlalu merugi jika harga turun lebih rendah dari perkiraan.
    5. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom  “Amount”,  dan klik “SELL”.

    Cara Menggunakan Sinyal Trading dengan Stop-Limit Order

    Tampilan stop-limit order di aplikasi Tokocrypto.

    Apa itu Stop-Limit Order?

    Stop limit adalah kombinasi dari stop order dan limit order. Order ini hanya akan aktif setelah “harga stop” tertentu, dan setelah aktif, akan menjadi limit order.

    Harga stop adalah titik harga tertentu yang memicu sistem untuk mengaktifkan order beli atau jual dalam strategi stop limit. Sebelum harga mencapai stop, harga tidak akan masuk ke dalam daftar order di sistem.

    Kenapa ada trader yang menggunakan stop-limit order?

    Trader yang menggunakan fitur ini ingin order-nya baru aktif setelah harga menyentuh level tertentu (harga stop), untuk menghindari eksekusi terlalu dini sebelum pasar benar-benar bergerak ke arah yang diinginkan.

    Jadi, stop limit memberi kamu kontrol lebih presisi, masuk hanya saat pasar menunjukkan sinyal tertentu, bukan hanya karena harga lewat sebentar.

    Penerapan contoh sinyal trading di fitur Stop-Limit Order

    • Entry: 0.9070
    • Stop Loss: 0.8832
    • Take Profit: 0.9684

    1. Untuk Entry, Pasang Stop Limit Buy Order (Agar hanya beli saat tren naik):

    Komponen Nilai Fungsi
    Stop Price 0.9070 Order aktif saat harga menyentuh ini (indikasi awal tren naik).
    Limit Price 0.9080 Harga maksimal kamu mau beli (agar tidak overpay).

    2. Setelah Order Beli Tereksekusi, siapkan dua skenario untuk Exit:

    Kondisi Profit – Harga Naik ke Target

    Komponen Nilai Penjelasan
    Stop Price 0.9600 Jika harga naik dan menyentuh level ini, order jual akan diaktifkan.
    Limit Price 0.9684 Setelah aktif, sistem akan menjual aset di harga ini atau lebih tinggi.
    • Fungsi: Ambil untung saat harga naik sesuai target.
    • Logika: Sistem akan otomatis jual koin di 0.9684 atau lebih tinggi (kalau bisa), sehingga kamu mengunci profit.

    Kondisi Loss – Harga Turun Melewati Batas Rugi

    Komponen Nilai Penjelasan
    Stop Price 0.8832 Saat harga turun dan menyentuh titik ini, order jual akan diaktifkan.
    Limit Price 0.8820 Setelah aktif, sistem mencoba menjual aset di harga ini atau lebih tinggi.
    • Fungsi: Batasi kerugian jika pasar berbalik turun.
    • Logika: Sistem akan otomatis menjual agar rugi berhenti di batas yang kamu tentukan.

    Cara Entry dengan Stop-Limit Order

    1. Masuk ke menu “trade” pada bagian “buy” dan pilih Stop-Limit Order
    2. Masukan harga yang ingin kamu jadikan trigger sistem untuk mendaftarkan pesanan kamu, pada kolom “Stop(USDT)” isi  $0.9070.
    3. Isi “Limit(USDT)” dengan harga “Entry” $0.9080

    Cara Exit dengan Stop-Limit Order

    Penjualan (Take Profit):

    1. Masuk ke menu “trade” pada bagian “sell” dan pilih Stop-Limit Order
    2. Masukan harga sinyal “TP” pada bagian “Limit(USDT)” yaitu $0.9684
    3. Masukkan harga Stop(USDT), diisi dengan harga yang sedikit lebih rendah dari harga “TP”, contoh:  $0.9600
    4. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom “Amount” dan klik “SELL”

    Penjualan (Loss):

    1. Masuk ke menu “trade” pada bagian “sell” dan pilih Stop-Limit Order
    2. Masukan harga kolom “Limit(USDT)” $0.8820
    3. Masukan sinyal SL di Stop(USDT) $0.8832
    4. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom “Amount” dan klik “SELL”

    Cara Menggunakan Sinyal Trading dengan OCO

    Tampilan fitur OCO di aplikasi Tokocrypto.

    Apa itu OCO Order?

    OCO (One Cancels the Other) memungkinkan kamu menggabungkan dua fitur order sekaligus: Limit Order dan Stop-Limit. Jika salah satu tereksekusi, yang lain otomatis dibatalkan.

    Untuk entry:

    • Limit Buy Order → beli di level support
    • Stop-Limit Buy Order → beli jika harga naik melewati level tertentu (breakout)

    Untuk exit:

    1. Limit Sell Order → untuk take profit
    2. Stop-Limit Sell Order → untuk stop loss

    Tapi yang tereksekusi duluan akan membatalkan yang lain secara otomatis.

    Bisa digunakan untuk: 

    • Melakukan pembelian saat berada di level support dan membeli jika harga break out secara otomatis secara bersamaan.
    • Menetapkan penjualan sesuai target profit dan stop loss secara bersamaan.

    Contoh Skenario Berdasarkan Sinyal

    Entry: 0.9070

    Take Profit: 0.9684

    Stop Loss: 0.8832

    Komponen Nilai Penjelasan
    Limit Buy Price 0.8832 Kamu ingin beli saat harga turun ke area support (harga diskon).
    Stop Price 0.9070 Jika harga naik dan menyentuh ini, sistem akan aktifkan order beli.
    Stop-Limit Price 0.9085 Setelah aktif, sistem akan mencoba beli di harga ini atau lebih rendah.

    Dalam skenario ini, kamu ingin masuk pasar dengan membeli aset berdasarkan sinyal entry di 0.9070, tapi masih ragu apakah harga akan turun dulu atau langsung naik.

    Maka, kamu bisa gunakan OCO Buy Order dengan dua strategi sekaligus: pasang limit buy di 0.8832 untuk menangkap peluang jika harga terkoreksi ke area support (harga diskon), dan di saat yang sama pasang stop-limit buy dengan stop price di 0.9070 dan limit price di 0.9085 untuk masuk jika harga naik dan menembus level konfirmasi tren.

    Dengan cara ini, kamu siap beli baik saat harga turun maupun saat tren naik terjadi, tanpa perlu menebak arah pasar — dan begitu salah satu order tereksekusi, yang lainnya akan otomatis dibatalkan oleh sistem.

    Lalu untuk exit-nya…

    Melalui OCO, kamu pasang dua order sekaligus: limit sell di 0.9684 untuk ambil untung jika harga naik, dan stop-limit sell dengan stop price 0.8832 dan limit price 0.8820 untuk membatasi kerugian jika harga turun.

    Komponen Nilai Penjelasan
    Limit Sell (TP) 0.9684 Jual otomatis untuk ambil untung saat harga naik ke level ini.
    Stop Price (SL trigger) 0.8832 Jika harga turun menyentuh ini, sistem aktifkan stop-limit order.
    Limit Price (SL execution) 0.8820 Harga minimum kamu rela jual saat stop-loss terjadi.

    Jika salah satu order tereksekusi lebih dulu, maka order yang satunya otomatis dibatalkan, sehingga kamu bisa mengelola risiko dan peluang tanpa harus memantau pasar terus-menerus.

    Cara Gunakan Sinyal Trading dengan OCO

    Saat Entry gunakan fitur Limit Order atau Stop-Limit

    1. Masuk ke menu “trade” pada bagian “buy” dan pilih “Limit” atau “Stop-Limit
    2. Masukan harga pada bagian “Limit” dengan yaitu $0.8832
    3. Masukkan harga $0.9070 di “Stop (USDT)
    4. Masukkan harga $0.9085 di “Limit (USDT)
    5. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom “Amount” dan klik “BUY”

    Saat Exit, Penjualan dan Stop-loss:

    1. Masuk ke menu “trade” pada bagian “sell” dan pilih “OCO”
    2. Masukan harga pada bagian “Limit” dengan sinyal “TP” yaitu 0.9684
    3. Isi bagian “Stop(USDT)” atau “Berhenti (USDT)” dengan harga $0.8832
    4. Isi bagian “Limit (USDT)” atau “Membatasi (USDT)” isi dengan $0.8820
    5. Masukan jumlah yang akan dijual pada kolom “Amount” dan klik “SELL”

    Cara Menggunakan Sinyal Trading dengan Fitur Beli/Jual

    Trading Mulai Rp 1.600

    Apa itu Fitur Beli/Jual?

    Fitur Beli/Jual adalah cara cepat dan mudah untuk membeli atau menjual aset kripto tanpa harus memasang order secara manual. Selain memberikan kemudahan, fitur ini juga memungkinkan kamu terbebas dari biaya trading dan pembelian mulai dari Rp1.700.

    Cara Gunakan Sinyal Trading dengan Fitur Beli/Jual?

    1. Masuk ke menu “Beli/Jual”
    2. Pilih bagian “Dari” dengan saldo yang kamu miliki. Contoh: IDR/USDT
    3. Pilih “Ke” dengan aset kripto
    4. Masukan jumlah pembelian pada bagian “Dari”
    5. Sebelum melakukan permbelian, karena kamu tidak bisa memasukan level harga pembelian maka pastikan harga di pasar saat ini sesuai dengan “Entry” sinyal
    6. Jika sudah sesuai kamu menyelesaikan pembelian dengan “Pratinjau Konversi”

    Semoga dengan memahami cara menggunakan fitur trading seperti Limit Order, Stop-Limit, OCO, dan Beli/Jual kamu mengoptimalkan strategi trading sesuai dengan sinyal atau analisis pasar yang kamu lakukan. 

    Sehingga kamu bisa mengatur order dengan tepat, meminimalisir risiko, dan memaksimalkan potensi keuntungan di setiap transaksi.

    Tertarik mencoba? Daftar dan mulai trading di Tokocrypto dengan deposit hanya mulai dari Rp20.000 sekarang!


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

    Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

    Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa Itu Basis Trading dan Bagaimana Cara Kerjanya?

    Basis trading adalah strategi untuk memanfaatkan perbedaan harga antara harga saat ini (spot price) dan harga yang diperkirakan di masa depan (futures price). Strategi ini digunakan oleh petani, investor, dan trader kripto untuk melindungi risiko atau meraih keuntungan. Basis trading populer di pasar komoditas, obligasi, dan Bitcoin.

    Namun, basis trading memiliki risiko dan dapat membingungkan bagi pemula. Strategi ini memerlukan pemahaman tentang dinamika pasar dan pengelolaan risiko akibat pergerakan harga yang tak terduga atau masalah likuiditas.

    Apa Itu Basis Trading?

    Bayangkan Anda membeli apel di toko dengan harga Rp 15.000 per buah, tetapi teman Anda menawarkan apel yang akan dikirim bulan depan seharga Rp 13.000 per buah. Selisih Rp 2.000 ini disebut basis. Dalam pasar keuangan, basis adalah perbedaan antara spot price dan futures price.

    Dalam basis trading, investor mencoba meraih keuntungan dengan memprediksi bagaimana perbedaan harga ini (basis) akan berubah seiring waktu. Jika Anda berpikir selisih ini akan melebar, Anda “go long” pada basis. Sebaliknya, jika Anda berpikir selisih akan mengecil, Anda “go short.” Ini adalah permainan strategi, analisis, dan terkadang keberuntungan.

    Cara Kerja Basis Trading

    Spot Price dan Futures Price Spot price adalah harga yang harus dibayar saat ini, sementara futures price adalah harga yang disepakati untuk waktu mendatang. Perbedaan harga ini mencerminkan berbagai faktor, seperti biaya penyimpanan, suku bunga, atau ekspektasi pasokan dan permintaan.

    Sebagai contoh, jika harga jagung saat ini adalah Rp 50.000 per kuintal (spot price) dan futures price untuk tiga bulan mendatang adalah Rp 55.000, maka basisnya adalah -Rp 5.000. Jika Anda percaya bahwa spot price akan naik lebih cepat daripada futures price, Anda dapat “go long” pada basis.

    Jenis Basis Trading Trader dapat memilih untuk long atau short berdasarkan analisis mereka. Mereka sering menggunakan tren pasar, data historis, dan faktor ekonomi untuk membuat prediksi.

    • Long: Bertaruh bahwa spot price akan naik relatif terhadap futures price.
    • Short: Bertaruh bahwa spot price akan turun atau futures price akan naik lebih cepat.

    Mengapa Basis Trading Penting?

    Untuk Hedger Basis trading sangat berguna bagi mereka yang memproduksi atau bergantung pada komoditas. Misalnya, seorang petani gandum yang akan memanen 10.000 kuintal dalam tiga bulan mungkin khawatir harga akan turun. Dengan menjual kontrak futures sekarang, petani tersebut dapat mengunci harga dan mengurangi risiko.

    Sebaliknya, pabrik roti dapat menggunakan basis trading untuk memastikan pasokan gandum dengan biaya yang stabil di masa depan. Kedua pihak melindungi diri dari kejutan yang tidak diinginkan.

    Untuk Spekulan Spekulan mencari keuntungan dari basis trading. Mereka mempelajari tren pasar dan bertaruh pada arah basis. Misalnya, jika seorang trader berpikir permintaan kuat akan mendorong kenaikan spot price minyak, mereka akan “go long” dan mendapatkan keuntungan jika prediksinya benar.

    Di Mana Basis Trading Digunakan?

    1. Komoditas Basis trading sangat populer di pasar komoditas. Petani, penambang, dan produsen energi menggunakannya untuk mengelola risiko, sementara spekulan mencari keuntungan. Komoditas seperti gandum, minyak, dan emas sering menjadi objek basis trading.
    2. Obligasi Di pasar obligasi, trader melihat perbedaan antara obligasi tunai dan derivatif seperti credit default swaps (CDS). Basis trading negatif terjadi ketika spread CDS lebih kecil daripada spread obligasi, menciptakan peluang arbitrase bagi trader.
    3. Kriptokurensi Dalam konteks kripto, basis trading bergantung pada perbedaan harga antara aset kripto di pasar spot dan kontraknya di pasar futures.

    Basis trading kripto menjadi semakin populer setelah peluncuran spot Bitcoin ETF pada awal 2024. Sejak itu, banyak trader mulai mengeksplorasi perbedaan harga antara spot ETF dan pasar futures utama seperti CME Bitcoin Futures.

    Contoh Basis Trading Bitcoin Trader basis Bitcoin mencari perbedaan harga antara pasar spot (di mana BTC diperdagangkan secara langsung) dan kontrak futures (yang melacak harga masa depan kripto tersebut).

    Sebagai contoh:

    • Harga spot: $80.000 per BTC.
    • Harga futures: $82.000 per BTC untuk pengiriman dalam 3 bulan.
    • Basis: $2.000.

    Seorang trader, Alice, percaya bahwa selisih $2.000 ini akan mengecil dalam beberapa minggu mendatang. Alice melakukan arbitrase cash-and-carry dengan membeli BTC di pasar spot seharga $80.000 dan menjual kontrak futures seharga $82.000. Jika harga mendekati seperti yang diharapkan, Alice menggunakan BTC yang dibeli di pasar spot untuk memenuhi kontrak futures, mengunci keuntungan $2.000 per BTC dikurangi biaya dan operasional.

    Risiko dan Tantangan Basis Trading

    1. Basis Risk Salah satu risiko terbesar adalah ketika spot price dan futures price tidak bergerak seperti yang diharapkan. Misalnya, petani jagung yang melakukan lindung nilai bisa merugi jika cuaca yang tak terduga mengganggu pasokan dan permintaan.
    2. Likuiditas Pasar Jika pasar tidak memiliki likuiditas yang cukup, trader mungkin kesulitan untuk masuk atau keluar dari posisi pada harga yang diinginkan. Hal ini terutama berlaku di pasar yang volatil atau selama krisis keuangan.
    3. Kompleksitas Basis trading bisa sangat rumit. Memahami dinamika pasar, menganalisis tren, dan mengelola risiko secara efektif memerlukan keahlian. Pemula sering kali merasa kewalahan.

    Penutup

    Basis trading mungkin terdengar rumit, tetapi intinya adalah membuat keputusan cerdas berdasarkan perbedaan harga. Baik untuk mengelola risiko di pasar komoditas, mencari keuntungan di obligasi, atau menjelajahi dunia kripto, strategi ini menawarkan banyak peluang.

    Jika Anda seorang investor, memahami basis trading dapat membuka peluang baru untuk melindungi portofolio atau meningkatkan keuntungan. Bagi produsen dan manufaktur, ini adalah cara untuk memastikan stabilitas di pasar yang tidak dapat diprediksi. Dan bagi spekulan, basis trading bisa menjadi strategi yang menarik (dan menguntungkan) — selama Anda tahu apa yang Anda lakukan.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Strategi Keluar Terbaik untuk Trader Kripto untuk Maksimalkan Profit

    Menggunakan strategi keluar seperti stop-loss, take-profit targets, dan trailing stops membantu trader mengelola risiko dan mengamankan keuntungan tanpa melibatkan emosi berlebihan.

    Manajemen risiko yang tepat dan strategi keluar yang terencana sangat penting bagi setiap trader, terutama di pasar kripto yang terkenal dengan volatilitasnya. Artikel ini akan membahas lima strategi keluar untuk trader dan bagaimana cara mengombinasikan beberapa di antaranya.

    Bagi trader, mengetahui kapan harus keluar dari sebuah perdagangan sama pentingnya dengan mengetahui kapan harus masuk. Strategi keluar yang matang dapat membantu melindungi keuntungan, meminimalkan kerugian, dan mengurangi keputusan emosional. Berikut lima strategi keluar yang bisa Anda gunakan: stop-loss orders, take-profit targets, trailing stops, dollar-cost averaging (DCA), dan indikator teknikal.

    1. Stop-Loss Orders

    Stop-loss order secara otomatis menutup perdagangan saat harga aset mencapai level tertentu. Tujuannya adalah membatasi potensi kerugian jika pasar bergerak berlawanan dengan posisi Anda.

    Cara Menggunakan Stop-Loss Orders

    • Berbasis Persentase: Tetapkan stop-loss pada persentase tertentu di bawah harga beli Anda. Contoh: Jika Anda membeli Bitcoin di $40.000 dan menetapkan stop-loss 5%, posisi Anda akan ditutup otomatis jika harga turun ke $38.000.
    • Berbasis Teknikal: Tempatkan stop-loss di bawah level support atau rata-rata bergerak penting. Misalnya, jika BTC berada di atas rata-rata pergerakan 200 hari di $37.000, Anda dapat menempatkan stop-loss sedikit di bawah $37.000.

    Keunggulan

    • Menyediakan rencana manajemen risiko yang jelas.
    • Mengotomatisasi proses keluar, mengurangi pengaruh emosi.

    2. Take-Profit Targets

    Take-profit order mirip dengan stop-loss, tetapi dirancang untuk mengunci keuntungan. Order ini otomatis menjual posisi Anda ketika harga mencapai level profit yang telah ditentukan, membantu Anda mengamankan keuntungan tanpa harus mencari momen “sempurna.”

    Cara Menentukan Take-Profit

    • Rasio Risiko-Keuntungan: Gunakan rasio seperti 1:2, artinya setiap $1 yang Anda risikokan, targetkan $2 keuntungan. Jika stop-loss Anda $1.000 di bawah harga masuk, maka tetapkan take-profit $2.000 di atasnya.
    • Level Fibonacci: Gunakan alat retracement atau ekstensi Fibonacci untuk menentukan level target. Level ekstensi 1.618 sering menjadi zona take-profit yang signifikan.

    Keunggulan

    • Menghindari trading berlebihan karena keserakahan.
    • Membantu konsistensi profit dengan fokus pada target yang sudah ditentukan.

    3. Trailing Stops

    Trailing stops adalah stop-loss dinamis yang bergerak seiring perubahan harga. Strategi ini memungkinkan Anda mengunci keuntungan saat harga naik, sekaligus melindungi posisi dari pembalikan harga.

    Cara Menggunakan Trailing Stops

    Tetapkan persentase atau nilai trailing stop. Contoh: Dengan trailing stop 5%, jika BTC naik dari $40.000 ke $50.000, stop-loss Anda akan otomatis disesuaikan ke $47.500. Jika BTC naik lagi ke $60.000, stop-loss diperbarui ke $57.000.

    Keunggulan

    • Memaksimalkan keuntungan saat tren naik.
    • Meminimalkan kerugian selama pembalikan harga mendadak.

    4. Dollar-Cost Averaging (DCA) untuk Keluar

    DCA tidak hanya untuk masuk pasar, tetapi juga bisa digunakan untuk keluar secara bertahap. Alih-alih menjual semuanya sekaligus, Anda dapat menjual sebagian posisi pada interval waktu tertentu atau pada level harga yang berbeda.

    Contoh

    Misalnya, Anda memiliki 1 Bitcoin yang dibeli seharga $20.000. Selama bull run, BTC naik ke $50.000. Alih-alih menjual semuanya, Anda menjual 0,1 BTC di $50.000, 0,1 BTC di $55.000, dan seterusnya. Strategi ini mengurangi risiko kehilangan potensi keuntungan lebih lanjut sekaligus mengunci sebagian profit.

    Keunggulan

    • Mengurangi tekanan emosional saat keluar terlalu cepat atau terlalu lambat.
    • Meratakan keuntungan pada beberapa level harga.

    5. Indikator Teknikal

    Sebagian trader menggunakan alat analisis teknikal (TA) untuk menentukan waktu keluar berdasarkan sinyal pasar. Indikator populer meliputi rata-rata pergerakan, RSI, dan Parabolic SAR.

    Contoh Indikator

    • Rata-rata Pergerakan: Jika harga BTC turun di bawah rata-rata pergerakan 50 hari, ini bisa menjadi sinyal pembalikan bearish. Keluar pada titik ini membantu menghindari kerugian lebih lanjut.
    • RSI (Relative Strength Index): Ketika RSI Bitcoin naik di atas 70 (overbought), ini bisa mengindikasikan pembalikan. Keluar pada saat ini mengamankan keuntungan sebelum potensi penurunan.
    • Parabolic SAR: Titik-titik indikator ini berpindah dari bawah ke atas harga, menandakan potensi waktu keluar.

    Keunggulan

    • Menyesuaikan dengan kondisi pasar secara real-time.
    • Menghilangkan tebakan dari pengambilan keputusan.

    Mengombinasikan Strategi untuk Hasil Optimal

    Setiap strategi memiliki keunggulannya masing-masing, tetapi bisa lebih efektif jika dikombinasikan. Misalnya:

    • Gunakan stop-loss bersama take-profit untuk menetapkan rentang perdagangan yang jelas.
    • Gabungkan indikator teknikal dengan trailing stops untuk mengamankan keuntungan dalam pasar yang sedang tren.
    • Atau gunakan indikator untuk menentukan beberapa level harga untuk strategi DCA keluar.

    Contoh

    Anda membeli Bitcoin di $44.000:

    1. Tetapkan stop-loss di $42.000 untuk membatasi kerugian.
    2. Tempatkan take-profit di $50.000 untuk mengamankan sebagian keuntungan.
    3. Gunakan trailing stop jika BTC melonjak melewati $50.000.
    4. Jika BTC mencapai $60.000 dengan RSI di atas 70, lakukan DCA keluar secara bertahap.

    Penutup

    Strategi keluar adalah elemen penting dalam trading yang menawarkan pendekatan terstruktur untuk mengelola keuntungan dan kerugian. Cobalah mengombinasikan strategi yang sesuai dengan gaya trading dan tujuan Anda. Ingat, kesuksesan jangka panjang berasal dari eksekusi yang disiplin dan manajemen risiko, bukan sekadar keberuntungan.


    Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

    Sumber: Binance Academy



    Sumber : news.tokocrypto.com