Tag: web3

  • WEB3 TOUR de BALI, Hadir Dorong Kemajuan Evolusi Blockchain

    Web3 Tour de Bali merupakan rangkaian kegiatan seputar perkembangan teknologi web3 yang terbagi di tiga lokasi skena komunitas Bali. Program ini merupakan inisiatif dari komunitas Nusameta.io, The Ambengan Tenten (TAT) dan THub by Tokocrypto yang melihat adanya potensi bagi komunitas di Indonesia untuk maju dan memimpin inovasi seputar pemanfaatan blockchain.

    Antria Pansy selaku Community Manager THub by Tokocrypto mengatakan bahwa, “Program ini penting diadakan agar dapat merekatkan sekaligus menstimulasi penggiat web3 lokal, berawal dari Bali namun merangkul seluruh Indonesia seiring bertambahnya partisipasi berbagai pihak.”

    Antria menambahkan analisanya mengenai pesona Bali yang menjadi melting pot para pelaku web3 yang datang dari berbagai belahan dunia mengerjakan beragam projects yang berdampak positif.

    Berbagi Pengetahuan Tentang Blockchain

    Ilustrasi metaverse. Foto: Shutterstock.
    Ilustrasi metaverse. Foto: Shutterstock.

    Baca juga: Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

    Menurut riset yang dilakukan oleh tim Nusameta.io, gen-Z adalah generasi kelahiran 1995 yang jumlahnya terbesar sepanjang sejarah, yaitu sekitar 2 miliar atau 30% penduduk dunia. Mereka menghabiskan rata-rata 8 jam sehari di internet.

    Saat ini di Indonesia terdapat 202 juta pengguna aktif internet dan 50 juta diantaranya teranalisa sebagai online gamers; di mana jumlah tersebut juga terbesar se-Asia Tenggara. Memperhatikan rekor sekaligus potensi ini, telah menjadi latar belakang yang kuat untuk menanggapi pengaruh baru ini bukan sekedar tren sesaat.

    Program Web3 Tour de Bali berlangsung selama tiga hari (10-12 November 2022) menyuguhkan beragam format berbagi wawasan dan kelas blockchain, tanpa dipungut biaya.

    Kinno Thingker, Founder dari The Ambengan Tenten (TAT) Denpasar community space menyampaikan, “Para narasumber yang dihadirkan merupakan praktisi web3 lokal yang berpengalaman dan memiliki metode pengajaran praktis untuk pemula. Tujuannya untuk meningkatkan ketertarikan di bidang ini sekaligus menginspirasi agar manfaat kehadiran evolusi teknologi baru ini dapat langsung terasa utilitasnya.”

    Acara Perdana

    T-Hub by Tokocrypto
    Ilustrasi T-Hub by Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Mastodon, Media Sosial Desentralisasi Mirip Blockchain Pesaing Twitter

    Perhelatan perdana Web3 Tour de Bali ini akan mengawali konsep inovasi penyelenggaraan yang disesuaikan dengan kearifan lokal komunitas setempat. Semangat ini kemudian sejalan dengan dukungan perdana dari multi-komunitas setempat diantaranya TAT Art Space, Nusameta Circle, Pillar Hub, Baliverse, IDNFT, Bali Blockchain Center, THub by Tokocrypto, Metarupa, NFT Indonesia, Alibaba Cloud, Sana Sini Seni, Skuy Army, Gajah Crypto, Dex Capital, S21, ARC, Kita Kolektif, Google Developer Group Bali hingga universitas dan sekolah tinggi berbasis informatika di Bali. Panitia memperkirakan akan ada 500 partisipan dan 20 narasumber yang terlibat selama 3 hari. 

    Tim konseptor inisiatif Web3 Tour de Bali yang diwakili oleh Adhi Wahyudin, Community Manager Nusameta.io bernama Nusameta Circle memberikan pemahaman nyata bahwa, “Masih ada banyak celah yang perlu diisi untuk menguatkan fundamental web3 lokal (Indonesia), semangat inklusivitas dan kolaborasi perlu dihadirkan di tiap inovasi penyelenggaraan. Apalagi kini tampak perlahan tapi pasti, kehadiran proyek NFT dan metaverse lokal yang peta jalannya mengunggulkan dampak utilitas dan kesinambungan ekosistem jangka panjang.” pungkasnya.

    Informasi lengkap dan detail acara dapat dilihat melalui website web3tour.io atau twitter @web3tour_io



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pencarian Web3 Tumbuh Pesat Kalahkan Bitcoin di Google

    Masyarakat global telah mulai mengalihkan minatnya dari Bitcoin (BTC) ke Web3, menurut tren pencarian Google. Data ini menerangkan bahwa Web3 sedang tumbuh pesat.

    Dikutip Cointelegraph, untuk mengikuti inovasi selama satu dekade terakhir, mulai dari aplikasi berbasis blockchain hingga NFT, investor dan penggemar kripto mengandalkan pencarian web untuk melihat perkembangannya.

    Baru-baru ini, pencarian untuk istilah “Bitcoin dead” mencapai titik tertinggi sepanjang masa, karena kecemasan puncak di antara investor di tengah aksi jual yang sedang berlangsung pada saat itu.

    Sebagai hasil dari bear market yang berkepanjangan, pencarian Google global untuk Bitcoin telah mencapai titik terendah dalam lebih dari setahun. Di sisi lain, pencarian Google untuk Web3 telah meningkat dan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa dalam hal popularitas puncak pada tahun 2022.

    Minat Web3

    Data Google Trends perlihatkan pencarian Web3 kalahkan Bitcoin.
    Data Google Trends perlihatkan pencarian Web3 kalahkan Bitcoin. Foto: Google Trends.

    Baca juga: Warner Bros Jual NFT Lord of the Rings Edisi Terbatas, Berapa Harganya?

    Data Google Trends, minat pada Web3 mencapai 72, sedangkan untuk Bitcoin, jumlahnya turun menjadi 27, terjadi perbedaan tiga kali lipat berdasarkan kinerja puncak.

    Melihat lebih dekat menunjukkan bahwa minat terhadap Bitcoin (berdasarkan pencarian Google) paling kuat di El Salvador, didukung oleh komunitas yang tinggal di Nigeria dan Belanda. Namun, China mengambil tempat nomor satu dalam pencarian tentang Web3.

    Menariknya, Nigeria ada dalam daftar tiga negara teratas untuk pencarian Google Web3 dan Bitcoin. Mendukung kepentingan lokal, pemerintah Nigeria baru-baru ini melakukan pembicaraan tahap awal untuk zona ekonomi ramah kripto dengan pertukaran kripto, Binance.

    Google dan Ethereum

    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Bloomberg.
    Google diketahui menginvestasikan US$ 1,5 miliar ke perusahaan di industri blockchain. Foto: Bloomberg.

    Baca juga: 48.000 BTC Ditarik dari Exchange Kripto Harap Terjadi Lonjakan Harga

    Pada 11 Oktober lalu, Google menambahkan fitur baru yang memungkinkan pengguna menemukan detail tentang alamat wallet Ethereum. Pengguna Google bisa melihat saldo di dalam wallet ETH mereka.

    Penelitian lebih lanjut dari Cointelegraph mengkonfirmasi bahwa fitur tersebut hadir dengan fungsionalitas terbatas karena Google belum dapat menarik detail dompet dari banyak wallet.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ripple Mengeluarkan Dana Sebesar $250M untuk Mendukung Proyek Web3

    Pada bulan September 2021 lalu, perusahaan kripto yaitu Ripple meluncurkan proyek Ripple Creator Fund senilai $250 juta yang berkomitmen untuk menyediakan dukungan finansial dan teknis yang diperlukan untuk membuat NFT dan proyek tokenisasi lainnya di XRP Ledger. Pada 18 Oktober Ripple mengungkapkan gelombang kedua pembuat konten yang menerima dana untuk proyek NFT melalui Ripple Creator Fund.

    Putaran pendanaan ini diberikan kepada pengembang yang berfokus pada pembangunan fungsional dalam game dan metaverse serta musik dan media di XRP Ledger. Perusahaan yang bergabung ini seperti 9Level9 Productions, Anifie, Capital Block, NFT Avatar Maker, NFT Master, SYFR Projects, dan ThinkingCrypto.

    Baca juga: Ripple Konfirmasi Pengumuman CBDC Akan Segera Hadir

    Ripple's Global Head Institutional Markets Talks About XRP-Powered ODL at  CCDAS 2022 | Cryptoglobe
    Source: CryptoSompare

    Melalui wawancara, Markus Infranger sebagai Wakil Presiden RippleX Growth, berbagi bahwa Ripple memilih proyek yang menghidupkan penggunaan tokenisasi, proyek yang menyediakan utilitias fungsional seperti hak akses, tiket dan item fisik. Menurut wakil presiden nya, Ripple mencari ide, tim dan visi yang paling sejalan dengan membawa inovasi dan kreativitias ke NFT yang melampaui seni digital.

    Infanger juga berbagi bahwa meskipun Ripple Creator Fund terbuka untuk semua jenis proyek NFT, setiap gelombang nya memiliki pendanaan yang berbeda.

    “Batch ini fokus pada hiburan dan media, khususnya musik. Kami ingin memberikan dukungan kepada kreator indie dengan dukungan teknis, finansial, dan pemasaran bersama yang diperlukan untuk terlibat dengan komunitas mereka melalui NFT.”

    Infanger mengonfirmasi bahwa Ripple Creator Fund telah menerima lebih dari 4.000 pelamar hingga saat ini. Ripple menginvestasikan $250 juta pada pembuat dalam Industri Web3 karena ia percaya bahwa masa depan yang diberi token dapat mengubah ekonomi, menciptakan model bisnis baru, dan memperdalam hubungan kreator dengan komunitas mereka.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto x IDNFT Gelar Edukasi Online Tentang Web3 dan Blockchain

    Industri blockchain dan Web3 terus berkembang pesat di Indonesia, dengan banyak perusahaan dan proyek yang mengadopsi teknologi ini dalam berbagai sektor seperti seni, keuangan, asuransi, logistik, dan sumber daya manusia.

    Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang Web3 dan tantangan yang terkait, Tokocrypto bersama IDNFT (Indonesian NFT Community) berkolaborasi dengan ISKI (Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia) menyelenggarakan seminar online yang membahas tentang Web3 dan Blockchain.

    Dalam seminar online ini, Tokocrypto dan IDNFT memberikan kesempatan kepada peserta untuk belajar langsung dari para praktisi Web3. Acara ini dihadiri oleh sekitar 250 orang peserta, termasuk puluhan akademisi dan doktor dari berbagai perwakilan kampus terkemuka di Indonesia seperti Universitas Padjadjaran, Universitas Bina Nusantara Jakarta, dan Universitas Indonesia.

    Dengan tema “Web3 Sebagai Paradigma Transformasi Digital: Potensi, Tantangan, dan Implikasi Bagi Masyarakat,” seminar ini menampilkan narasumber yang kompeten dalam industri Web3. Dr. Leila Mona Ganiem, M.Si., bertindak sebagai moderator, sedangkan para narasumber yang hadir adalah Yudhono Rawis (CEO Tokocrypto), Teguh Kurniawan H (Ketua ASPAKRINDO), Edo Lavika (Co-Founder & CEO Inacash), dan Yanuar (Praktisi & De-Fi Dev).

    Bantu Pemahaman Masyarakat

    Tokocrypto x IDNFT Sukses Gelar Edukasi Pemahaman tentang Web3 dan Blockchain.

    Baca juga: Bangun Karir Web3 Bersama Tokocrypto x IDNFT di Binus University

    Pendiri IDNFT, Budi Santosa, memberikan sambutan pembukaan dengan menyampaikan harapannya agar acara ini memberikan wawasan yang berdampak dan membantu masyarakat dalam mengambil peluang di industri Web3. “Semoga nanti insights yang ada bisa menjadi bahan diskusi yang harapannya benar-benar bisa impactful dan kita bisa dapat pandangan kira-kira hal apa yang kedepan bisa kita ambil peluangnya,” jelasnya.

    “Karena ini (industri Web3) masih baru, kita sebagai masyarakat dengan berbagai latar di Indonesia, harus tahu kita mau mengambil posisi apa, nih. Harapannya bisa menjadi forum yang baik dan benar-benar bisa berdampak bagi kita semua.”

    Dr. Dadang Rahmat Hidayat, S.Sos., S.H., M.Si., Ketua Umum ISKI, menjelaskan bahwa acara ini penting karena perkembangan informasi dan komunikasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Masyarakat perlu belajar terkait perkembangan terbaru seputar Web3. “Mudah-mudahan, kita semua bisa mengenal lebih jauh tentang NFT sendiri, blockchain, Web3, crypto, dan bahkan Metaverse,” tutur Dadang.

    Potensi Web3 dan Blockchain

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, dalam sesi maternya menjelaskan industri Web3 dan potensi penggunaan teknologi blockchain serta aset kripto. Tokocrypto, sebagai salah satu pedagang aset kripto terbesar di Indonesia, telah berperan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia dan berkomitmen untuk membangun industri Web3 di Indonesia.

    “Sebagai salah satu pelaku industri Web3, kami melihat potensi dan pemanfaatan yang besar, termasuk salah satunya menyiapkan sumber daya manusia/talent. Untuk itu, edukasi harus terus dilakukan, seperti pada event kita hari ini. Hal ini juga sejalan dengan komitmen Tokocrypto, untuk berkontribusi membangun industri,” ucap Yudho.

    Tokocrypto x IDNFT Sukses Gelar Edukasi Pemahaman tentang Web3 dan Blockchain.

    Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto x IDNFT Dorong Edukasi Web3 dan Blockchain

    Sesi kedua fokus pada pembahasan potensi dan peluang Web3 di Indonesia. Para narasumber menggarisbawahi pentingnya belajar dan terlibat dalam industri kripto karena masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan di Indonesia. Mereka juga menyoroti perkembangan teknologi blockchain yang dapat membawa kemudahan dalam keuangan dan perlindungan privasi masyarakat.

    Salah satu narasumber, Edo Lavika memberikan wawasan tentang hambatan yang mungkin dihadapi dalam mengadopsi Web3, seperti success trap dan expert trap. Peserta seminar menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam diskusi dan menganggap acara ini sangat menarik. Topik-topik yang dibahas mencakup penilaian aset crypto, pengaruh Central Bank Digital Currency (CBDC) terhadap ekosistem kripto, dan hubungan antara Web3 dengan teknologi blockchain.

    Kolaborasi antara Tokocrypto x IDNFT dan ISKI dalam menyelenggarakan seminar online ini berhasil memberikan inspirasi dan pemahaman mendalam kepada peserta terkait teknologi Web3, peluang, risiko, dan tantangan yang harus dihadapi. Dengan ilmu berharga yang didapatkan dari para narasumber, diharapkan peserta dapat mengaplikasikan pengetahuan tersebut dalam menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peluang Karir di Industri Blockchain dan Web3: Potensi di Indonesia

    Industri blockchain dan Web3 telah menjadi sorotan utama di dunia teknologi, dan potensi karir yang menarik di sektor ini semakin berkembang di Indonesia. Sebagai negara dengan pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, Indonesia memiliki potensi yang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri ini.

    Perkembangan teknologi blockchain, yang merupakan dasar dari mata uang kripto dan aplikasi terdesentralisasi, telah membuka pintu bagi peluang karir yang menarik di berbagai bidang, termasuk pengembangan perangkat lunak, keamanan informasi, analisis data, manajemen proyek, dan lainnya.

    Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa perusahaan dan startup di Indonesia telah mulai mengadopsi teknologi blockchain dan Web3 untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengoptimalkan rantai pasokan, dan menciptakan solusi inovatif dalam berbagai sektor, termasuk keuangan, logistik, e-commerce, dan administrasi publik. Dengan adopsi yang semakin luas dan pertumbuhan ekosistem blockchain yang pesat, permintaan akan tenaga kerja yang memiliki pemahaman dan keterampilan di bidang ini juga meningkat.

    Industri ini menciptakan banyak peluang karir baru. Faktanya, menurut laporan Hired 2021, permintaan untuk pengembang blockchain telah melonjak hingga 517% dibandingkan tahun sebelumnya. Di Indonesia, seiring dengan semakin tingginya adopsi teknologi ini, peluang kerja di bidang blockchain dan Web3 juga semakin beragam.

    1. Pengembang Blockchain/Web3

    Pengembang adalah tulang punggung industri blockchain dan Web3. Mereka menciptakan dan mengoptimalkan protokol blockchain, merancang smart contracts, dan membangun aplikasi desentralisasi (dApps). Penguasaan terhadap bahasa pemrograman seperti Solidity dan pengetahuan mendalam tentang kriptografi adalah beberapa keterampilan yang dibutuhkan dalam pekerjaan ini.

    2. Ahli Kriptografi

    Kriptografi adalah inti dari keamanan dan privasi dalam blockchain. Seorang ahli kriptografi akan merancang algoritma dan sistem keamanan untuk melindungi data dan transaksi di blockchain dari serangan dan manipulasi.

    3. Analis Blockchain

    Analis blockchain bekerja untuk memahami dan menganalisis data blockchain. Mereka mencari tren dan pola, melakukan analisis pasar, dan memberikan wawasan yang berharga bagi perusahaan, investor, dan pengguna.

    Ilustrasi teknologi blockchain. Sumber: Leewayhertz.
    Ilustrasi teknologi blockchain. Sumber: Leewayhertz.

    Baca juga: Ridwan Kamil Siapkan Beasiswa Pendidikan Teknologi Blockchain

    4. Konsultan Blockchain

    Konsultan blockchain membantu organisasi memahami bagaimana teknologi ini dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam operasi mereka. Mereka juga membantu dalam mengimplementasikan solusi blockchain dalam praktek bisnis sehari-hari.

    5. Ahli Hukum Teknologi Blockchain

    Dengan munculnya teknologi baru, juga muncul tantangan hukum baru. Ahli hukum teknologi blockchain membantu perusahaan dan individu dalam navigasi melalui hukum dan regulasi yang berlaku.

    Potensi di Indonesia

    Menurut data dari Statista, pada tahun 2021, ada sekitar 11% pengguna internet di Indonesia yang memiliki kripto, sebuah angka yang menunjukkan minat yang cukup besar terhadap teknologi blockchain. Lebih jauh lagi, Pemerintah Indonesia telah menunjukkan dukungan terhadap pengembangan industri ini. Pada tahun 2020, Indonesia meluncurkan “Indonesia Blockchain Hub”, bertujuan untuk menjadi pusat pengembangan dan inovasi blockchain di negara ini.

     CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis, berbagi visi yang sama tentang potensi karir yang ditawarkan oleh industri Web3 dan blockchain. Yudho menggambarkan Web3 dan NFT sebagai peluang besar yang masih di tahap awal.

    “Industri blockchain dan Web3 masih sangat early. Kesempatan untuk berpartisipasi masih sangat besar. Saya yakin blockchain dan Web3 yang dikombinasikan dengan AI dan machine learning adalah inovasi yang akan mengubah dunia dalam 5-10 tahun ke depan. Kita bisa berpartisipasi, baik itu sebagai player, user, atau karir.”

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis di Web3 On Campus - Binus University pada hari Jumat, 16 Juni 2023. Sumber: IDNFT.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis di Web3 On Campus – Binus University pada hari Jumat, 16 Juni 2023. Sumber: IDNFT.

    Baca juga: Menggali Potensi Metaverse dalam Transformasi Industri Jasa Keuangan

    Dalam konteks ini, peluang karir di industri blockchain dan Web3 di Indonesia tampak sangat menjanjikan. Keterampilan yang berkaitan dengan blockchain dan Web3 semakin dicari oleh perusahaan lokal dan internasional yang beroperasi di Indonesia. Selain itu, seiring dengan perkembangan dan penerimaan yang semakin luas dari teknologi ini, peluang kerja akan terus bertambah dan beragam.

    Dengan demikian, bagi mereka yang ingin mengejar karir di era digital, industri blockchain dan Web3 dapat menjadi pilihan yang sangat baik. Seiring dengan pertumbuhan industri ini, akan ada lebih banyak peluang untuk belajar, berinovasi, dan memajukan karir di bidang yang sangat menjanjikan ini.

    “Seiring adopsi teknologi ini yang semakin meluas, permintaan akan tenaga kerja yang terampil dalam bidang ini diperkirakan akan terus meningkat. Menjelajahi karir di bidang blockchain dan Web3 dapat menjadi pilihan yang menarik,” pungkas Yudho.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trade Expo Indonesia 2022, Ajang Kumpul Penggiat Blockchain dan Kripto

    Perkembangan pasar global yang dinamis menyebabkan permintaan akan lebih banyak barang dan jasa di seluruh dunia. Untuk memenuhi kebutuhan yang berkembang ini, produsen bertujuan untuk menciptakan produk dengan keunggulan kompetitif untuk memenuhi permintaan pasar dan dipromosikan melalui strategi promosi dan pemasaran yang efektif.

    Pada tahun 2021, kinerja ekspor Indonesia telah mencapai rekor angka melampaui kinerja ekspor tertinggi pada tahun 2011. Pencapaian ini merupakan momentum pertumbuhan ekspor yang perlu dipertahankan dan digenjot di tahun-tahun mendatang. Penanganan efektif pandemi COVID-19 yang didukung program vaksinasi nasional berhasil menekan jumlah kasus baru di Indonesia.

    Baca juga: Kemendag Bakal Perketat Regulasi Exchange Kripto di Indonesia

    Kondisi ini menjadi faktor optimistis, dan Kementerian Perdagangan RI kembali menghadirkan Trade Expo Indonesia 2022 dalam format hybrid. Ini akan memperluas eksposur peluang bagi eksportir Indonesia untuk berinteraksi dan bertransaksi dengan pembeli baik secara langsung maupun melalui media digital.

    Trade Expo Indonesia tahun ini bertema:

    “Strengthening Global Trade for Stronger”.

    Dimana acara tersebut akan diselenggarakan sebagai berikut:

    • Hari: Rabu – Minggu 
    • Tanggal: 19.10.2022 – 23.10.2022
    • Tempat: Jl. BSD Grand Boulevard No.1, Pagedangan, Kec. Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Banten 15399

    Acara ini adalah bagian dari acara G20 dengan tema B20 yang mengkhususkan program para pebisnis. Didukung dari berbagai kementrian dan di selenggarakan oleh Kementrian Perdagangan.

    Sebagai agenda promosi tahunan, Trade Expo Indonesia 2022 akan menampilkan pameran, forum bisnis, konseling bisnis, dan business matching. Acara tersebut akan menampilkan beberapa paparan teknologi blockchain diantaranya: Web3, NFT, DAO, Metaverse, DeFI, GameFi, SocialFi, dan lainnya. Acara dan pameran ini juga bertepatan dengan event Kepresidenan G20 yang diadakan di Indonesia. 

    Pada hari pertama, Fovourse sebagai Event Organizer untuk Expo Blockchain dan Crypto, akan membuka hari pertama dengan menghadirkan beberapa pembicara dan juga penelis. Untuk lebih lengkapnya mengetahui para speaker dan panelis, dalam di liat pada link berikut ini.

    Sampai jumpa diacara tersebut !



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lihat Lebih Dekat NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade

    NFT (Non-Fungible Token) bukan hanya sekadar gambar JPG atau karya seni yang tak punya kegunaan di dunia nyata. Lihat saja apa yang dilakukan oleh band Noah, memanfaatkan NFT sebagai tiket konser akbarnya merayakan eksistensi mereka selama satu dekade.

    Langkah awal Noah dalam memasuki dunia web3 adalah dengan produk NFT edisi spesial perayaan 10 tahun mereka berkiprah di industri musik Indonesia. Hal penting yang perlu diingat adalah NFT Noah bukan hanya sekedar tiket konser “Noah-DekadeXperience” yang diselenggarakan 17 September lalu.

    Selain mendapatkan banyak keistimewaan dibandingkan tiket konvensional lain, NFT juga berfungsi sebagai aset digital yang memiliki nilai untuk diperjualbelikan setelah periode konser berakhir. Tiket NFT Noah DekadeXperience ini adalah sebagai langkah awal band yang dimotori oleh Nazril Irham atau Ariel untuk memasuki dunia Web3.

    Nantinya akan ada berbagai benefit dari project–project revolusioner Noah di dunia Web3 ke depan, dengan melibatkan para pemegang NFT Noah DekadeXperience.

    NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade. Foto: Screenshot.
    NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade. Foto: Screenshot.

    Baca juga: Kemendag Bakal Perketat Regulasi Exchange Kripto di Indonesia

    Konsep Metahuman NFT Noah

    Konsep Metahuman digunakan dalam konser 10 tahun Noah yang juga diadopsi menjadi sebuah aset digital NFT yang akan dirilis sebanyak 1.000 NFT. Jenis koleksi dari NFT Noah Metahuman terbagi menjadi dua antara lain: NOAH Metahuman OG dan NOAH Metahuman.

    Untuk mendapatkan koleksi NOAH Metahuman OG dapat langsung dibeli melalui situs noah-site.io dan akan dihubungkan ke marketplace NFT OpenSea dengan menggunakan skema auction/bidding. Sedangkan koleksi NOAH Metahuman dapat dibeli melalui Opensea dan payment gateway Xendit.

    Dari pantauan TokoNews, NFT Noah kini memiliki nilai floor price di OpenSea pada saat artikel ini ditulis sebesar 0,14 ETH atau sekitar Rp 2,8 juta dengan total volume 0,70 ETH atau kisaran Rp 14 juta.

    Cara Beli NFT Noah

    Ada dua cara untuk membeli NFT Noah, pertama bisa dengan dompet MetaMask dan kedua, tidak menggunakan wallet MetaMask.

    Cara beli NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade. Foto: Screenshot.
    Cara beli NFT Noah yang Jadi Tiket Konser Satu Dekade. Foto: Screenshot.

    Baca juga: The Merge Ethereum Sukses: NFT Gas Fees Jadi Murah?

    Beli melalui Xendit (tanpa dompet MetaMask):

    • Scan Xendit QR code atau link.
    • Lakukan pembelian dengan transfer virtual account bank.
    • Anda akan menerima struk konfirmasi pembayaran melalui email yang menyatakan status kepemilikan anda terhadap Noah NFT.

    Beli melalui Xendit (dengan dompet MetaMask):

    • Set up dompet Metamask Anda, tanpa melakukan top-up dompet MetaMask.
    • Kemudian lakukan pembayaran melalui transfer virtual account bank atau melalui dompet digital seperti Gopay dan OVO.
    • Tim Web3 Noah NFT akan airdrop NFT Noah langsung ke wallet MetaMask Anda.

    Penjualan NFT Noah sudah dibuka dengan jadwal Mint Date atau Minting pada 10 September hingga 16 September 2022. Sebagai informasi, minting NFT adalah proses pencetakan NFT dengan mengubah sebuah aset atau karya digital menjadi token yang ditempatkan di blockchain.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MIR4: Cara Main Game NFT MMORPG Open World

    Saat ini, di era di mana Web3 sudah mulai merajalela, game tidak lagi menjadi sebuah produk hiburan. Namun, game juga bisa dimainkan untuk memberikan penghasilan tambahan, seperti game NFT yang beberapa waktu belakangan sangat populer. Salah satu game NFT yang dianggap paling bisa menghasilkan yaitu MIR4, sebuah game MMORPG yang berbasis NFT.

    Lantas, seperti apa game NFT yang satu ini dan bagaimana cara mainnya agar pemain bisa mendapatkan penghasilan? Yuk, simak informasi selengkapnya!

    Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan 

    Apa itu MIR4?

    guild war mir4

    Source: Steam – MIR4 

    MIR4 adalah game berbasis NFT dengan genre MMORPG, di mana game ini dimainkan oleh banyak pemain secara online dan setiap pemainnya memiliki peran masing-masing alias role-playing sebagai ksatria perang

    Latar yang digunakan dalam game ini mayoritas berasal dari budaya oriental klasik khas Asia Timur, terkhusus Korea Selatan. Sebab, game NFT yang satu ini dikembangkan oleh developer sekaligus publisher game asal Korea Selatan yaitu Wemade Co., Ltd. dan dirilis di seluruh dunia pada 26 Agustus 2021 lalu.  Melansir Steam, saat ini sudah terdapat lebih dari 43 ribu pemain di seluruh dunia.

    Jangan khawatir, Anda masih bisa memainkan game nft ini secara cuma-cuma sebab game ini adalah free-to-play. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkan sejumlah aset kripto dengan melakukan mining atau penambangan. Sebab, MIR4 memiliki native token yang dikenal dengan sebutan DRACO. 

    Native Token dan Aset dalam Game NFT MIR4

    draco sebagai native token mir4

    Source: CoinAlpha – DRACO 

    Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, game NFT ini memiliki native token yaitu DRACO. 

    Bagi para pemain, dengan memiliki DRACO berarti bisa mengantarkan mereka untuk mendapatkan keuntungan. 

    DRACO juga banyak digunakan pemain untuk membeli NFT yang ada di dalam game. Per tanggal 13 Juli 2022, satu keping DRACO dihargai senilai 0,1823 USD melansir XDRACO, marketplace NFT MIR4.

    Bagaimana cara mendapatkan DRACO?

    Untuk mendapatkan DRACO, salah satu cara yang banyak dilakukan pemain adalah dengan mengumpulkan Darksteel. 

    Darksteel (DS) adalah resource utama dalam game, yang mana kegunaannya sangat banyak untuk kelangsungan gameplay. Misi utama bagi para ksatria adalah untuk mengumpulkan DS. 

    Tanpa DS, para ksatria tidak bisa melakukan farming maupun mining. Para pemain bisa melakukan mining DS di “Hidden Valley” yang sudah disediakan oleh para pengembang MIR4. 

    Per Februari 2022, setidaknya pemain harus mengumpulkan 400-600 ribu DS terlebih dahulu untuk mendapatkan 1 DRACO, ya. 

    Meskipun Darksteel adalah komponen dari game MIR4, tetapi Anda tidak bisa semudah itu dalam mendapatkannya. 

    Setidaknya Anda harus terlebih dulu mencapai level 40 untuk bisa menambang Darksteel di Hidden Valley. Selain itu, Anda juga bisa mendapatkannya dengan menyelesaikan Quest dan Mission

    Sementara itu, NFT yang ada di dalam MIR4 terdiri dari karakter game dan collectible items

    Seperti yang diketahui, masing-masing pemain akan role-playing sebagai karakter ksatria perang. Karakter yang dimiliki tersebut juga bisa dibuat menjadi NFT dan dijual di marketplace, lho! Harganya pun bisa beragam, tergantung dengan kelangkaan atribut dan skill yang dimiliki.

    Selain itu, ada juga collectible items sebagai NFT yang bisa Anda dapatkan dalam game MIR4. 

    Umumnya, collectible items ini terdiri dari equipment dan atribut dari karakter. Mulai dari senjata hingga pakaian ksatria, seperti baju zirah dan sepatu.

    Bagaimana Cara Mendaftar MIR4?

    download mir4

    Cara mendaftar MIR4 cenderung mudah, yaitu sebagai berikut.

    1. Anda hanya perlu men-download game-nya terlebih dahulu. 
      1. MIR4 bisa didapatkan di berbagai macam platform mulai dari Windows, Steam, App Store, hingga Google Play Store. 
      2. Untuk mulai bermain di perangkat PC, Anda juga bisa men-download di website resmi MIR4 yaitu https://mir4global.com/. Sebelum itu, pastikan perangkat yang Anda gunakan sesuai dengan spesifikasi game NFT ini, ya, agar game bisa di-download dan dimainkan dengan lancar.

    Setelah itu, Anda bisa membuat akun dan mendaftar MIR4

    1. Jika Anda adalah pemain baru, maka Anda harus mendaftar lewat akun Google, Apple ID, atau Facebook. 
    2. Sebaliknya, apabila Anda sudah pernah membuat akun dan bermain MIR4, Anda bisa memilih untuk transfer data. 
    3. Terdapat opsi lain yang bisa Anda pilih untuk bermain tanpa harus mendaftar, yaitu sebagai Guest.

    Cara Bermain MIR4

    grup foto player mir4

    Source: Steam – MIR4 

    Setelah mengetahui serba-serbi permainan yang bisa memberikan pemasukan bagi para pemainnya ini, saatnya pahami tata cara bermain MIR4. 

    1. Di awal permainan, Anda akan diberikan arahan berupa tutorial dan automatic gameplay untuk memperkenalkan fitur dalam game
    2. Selanjutnya, Anda bisa melengkapi equipment juga skill karakter Anda. Ada lima karakter yang bisa Anda pilih, yaitu Warrior, Sorcerer, Taoist, Lancer, dan Arbalist.
    gameplay mir4

    Source: Steam – MIR4 

    1. Setelah itu, saatnya Anda menjalankan Quest serta Mission yang tersedia dalam game
    2. Tak hanya itu saja, Anda juga bisa bergabung dengan klan yang terdiri dari 50 pemain untuk kemudian bertanding dengan klan lain. 
    3. Aktivitas lainnya juga bisa Anda lakukan seperti mulai farming dan mining untuk Darksteel, mengumpulkan sekutu untuk mendapatkan rare loot secara cuma-cuma, hingga pengepungan kastil musuh. 

    Tentunya, agar level Anda bisa terus meningkat, Anda harus banyak melakukan beragam aktivitas dalam game.

    Jadi, itulah penjelasan mengenai serba-serbi game MMORPG berbasis NFT yang bernama MIR4. Tertarik untuk mencobanya? 
    Jika Anda ingin tahu lebih dalam seputar dunia NFT, khususnya NFT art yang masih terus digemari oleh berbagai kalangan secara global, Anda bisa mendaftarkan diri di TokoMall dan gabung ke komunitas NFT TokoMall di Discord atau Telegram. Yuk, saatnya terjun ke dunia NFT sebagai Official Partner (Kreator) ataupun Creator (Kolektor) sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Tokocrypto: Web3 Sangat Potensial untuk Masa Depan

    Tokocrypto terus berkomitmen untuk mengembangkan peluang dan memanfaatkan potensi yang ada di industri blockchain secara maksimal. Dalam acara Bloomberg Recovery and Resilience: Spotlight on Asean Business pada Senin (12/9), CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan situasi crypto winter mungkin akan menghambat arus investasi di industri kripto dan blockchain, tetapi tidak akan menghentikannya.

    Crypto winter terjadi berdasarkan pada situasi market saat ini yang umumnya disebabkan oleh inflasi dan lainnya. Namun, kami tahu ini akan berlalu,  karena bear market itu seperti siklus dan akan rebounce kembali. Peluang dan potensi di dunia blockchain dan Web3 akan selalu ada dan menarik investor meski dalam situasi market saat ini,” kata Kai.

    “Investor tidak bisa mengabaikan peluang dari blockchain. Cobalah untuk mengenali relevansi blockchain yang jauh lebih luas dengan masa depan, jangan hanya memandangnya sebagai arsitektur teknologi untuk kripto.”

    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, menjadi pembicara di loomberg Recovery and Resilience: Spotlight on Asean Business pada Senin (12/9). Foto: Bloomberg.
    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, menjadi pembicara di loomberg Recovery and Resilience: Spotlight on Asean Business pada Senin (12/9). Foto: Bloomberg.

    Baca juga: The Merge Ethereum Sukses: NFT Gas Fees Jadi Murah?

    Dorong Startup Blockchain di Indonesia

    Lebih lanjut Kai menjelaskan bahwa Web3, seperti Gamefi dan metaverse sangat potensial untuk masa depan. Khusus di Indonesia, baik pihak swasta dan pemerintah saat ini mencoba mempelajari implementasinya. Beberapa proyek sekarang sedang dibangun untuk adopsi yang lebih luas.

    “Blockchain akan terus mengubah berbagai sektor industri secara fundamental. Bagi Tokocrypto, kita akan terus mendorong adopsinya lebih luas dengan ekosistem yang kami bangun. Seperti TokoLabs, yang menjadi program akselerator startup blockchain di Indonesia untuk meningkatkan nilai dan menumbuhkan bisnis mereka dengna berbagai project Web3,” jelasnya.

    Menurutnya saat ini, kemitraan dan regulasi telah menjadi kunci penting dalam mendorong adopsi aset digital, khususnya kripto, Web3 dan project blockchain lainnya. Maka dari itu, Tokocrypto selalu membuat peluang potensi kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pelaku usaha hingga stakeholders.

    Ilustrasi Tokocrypto
    Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: BNB Chain dan Google Cloud Kolaborasi Dukung Web3 dan Startup Blockchain

    Tokocrypto Bangun TokoLabs

    TokoLabs bersama BRI Ventures sendiri telah membantu mengembangkan bisnis berbagai project blockchain dari startup di Indonesia. Startup yang masuk dalam ekosistem TokoLabs akan mendapatkan bimbingan empat pilar utama: Branding dan marketing, strategi investasi, taktik lanskap investasi, dan akses ke peluang pendanaan. 

    Adopsi blockchain oleh Tokocrypto bukan hanya dari TokoLabs saja, ada ekosistem TokoVerse telah mengembangkan T-Hub, crypto hub pertama di Asia; TokoMall, NFT marketplace pertama dan terbesar di Indonesia; Kriptoversity, aplikasi edutech blockchain learn-to-earn; TokoCare, program CSR berbasis blockchain, dan inisiatif lainnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ini Alasan Elon Musk Tak Tertarik dengan Metaverse

    Topik metaverse dan Web3 semakin banyak mencuri perhatian masyarakat. Namun di sisi lain, ada sosok tokoh dunia yang belum tertarik membahas kedua topik itu, dialah Elon Musk.

    Dikutip Futurism, Musk sempat menyebutkan metaverse dan Web3 sebagai gimmick dan salah satu trik marketing. Ia tentu saja tidak terdorong oleh gagasan metaverse, walau sudah banyak perusahaan, bahkan negara yang mengembangkannya.

    “Saya tidak melihat seseorang memasang layar ke wajah mereka sepanjang hari,” kata CEO Tesla dan SpaceX dalam sebuah wawancara dengan The Babylon Bee.

    “Tentu saja kamu bisa memasang TV di hidungmu,” tambahnya dengan nada mengejek. “Aku tidak yakin itu membuatmu ‘di metaverse.’”

    Ilustrasi metaverse.
    Ilustrasi metaverse.

    Baca juga: TokoMall Dukung NFT Bira, Bangun Ekosistem Web3 Perspektif Baru

    Pilih Kembangkan Chip Masuk ke Otak Manusia

    Dibandingkan dengan mengembangkan metaverse, Musk malah memilih mengembangkan chip yang bisa ditanamkan ke otak manusia yang diklaim akan memudahkan kehidupan mereka. Teknologi itu sedang dikembangkan oleh Neuralink merupakan perusahaan yang dimiliki Elon Musk.

    Menurut Musk, dengan menanamkan chip di otak akan lebih berguna dibandingkan metaverse dengan konsep memakai perangkat keras, seperti virtual reality (VR) atau kacamata pintar untuk beralih ke dunia virtual. Ia bahkan menambahkan bahwa headset VR cenderung memicu mabuk perjalanan saat bermain video game.

    “Dalam jangka panjang, Neuralink yang canggih dapat menempatkan Anda sepenuhnya ke dalam realitas virtual. Saya pikir kita masih jauh dari metaverse, ini terdengar seperti kata-kata kunci,” ujar Musk.

    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.
    Ilustrasi Ketika lembaga pemerintahan Indonesia melirik pengembangan metaverse. Foto: Pusat Penerangan Kemendagri.

    Baca juga: Proyek Kripto Metaverse yang Bisa Dilirik di Tahun 2022

    Musk berujar bahwa orang tidak akan suka bergerak dengan headset VR sepanjang waktu yang menurutnya akan membosankan. Dia juga mengungkap ada saran untuk tidak boleh duduk terlalu dekat dengan televisi, yang konsepnya sama seperti VR saat ini.

    Neuralink sempat menargetkan untuk mulai menanamkan microchip pada manusia awal tahun ini. Namun, kemudian melewati target dan hanya mengklaim, chip itu bekerja dengan baik pada monyet.



    Sumber : news.tokocrypto.com