Tag: web3

  • Kolaborasi Tokocrypto x IDNFT Dorong Edukasi Web3 dan Blockchain

    Dalam kemitraan yang inovatif, Tokocrypto, crypto exchange terkemuka di Indonesia, dan IDNFT, sebagai komunitas penggemar NFT, bergabung untuk meluncurkan program Web3 on Campus. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjelajahi dan memahami potensi Web3, NFT, kripto, dan blockchain di berbagai bidang studi dan mendukung Tridharma Perguruan Tinggi serta memberikan sosialisasi dan edukasi tentang perkembangan industri tersebut di Indonesia.

    Kampus pertama yang menjadi tujuan acara Web3 on Campus IDNFT x Tokocrypto adalah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Acara ini telah terselenggara dengan sangat baik pada Senin, 29 Mei 2023 dengan jumlah peserta lebih dari 280 peserta, baik secara daring maupun luring. Peserta tersebut pun terdiri dari berbagai jurusan, mulai dari Manajemen Bisnis, Desain Komunikasi Visual, Teknik Elektro, Teknik Informatika, Desain Interior, Desain Produk, dan berbagai jurusan lainnya.

    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis menjadi pembicara di Web3 on Campus - ITS Surabaya pada Senin, 29 Mei 2023. Sumber: Tokocrypto.
    CEO Tokocrypto, Yudhono Rawis menjadi pembicara di Web3 on Campus – ITS Surabaya pada Senin, 29 Mei 2023. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Rilis Proof of Reserves Kuatkan Komitmen Transparansi

    Sebagai pelopor industri blockchain di Indonesia, Tokocrypto berkomitmen untuk mendorong perubahan melalui desentralisasi, serta memperluas akses ke teknologi Web3 dan blockchain. Web3 on Campus di ITS Surabaya menjadi event pertama Tokocrypto bersama Binance Academy dan IDNFT.

    “Web3, blockchain, dan aset kripto terus berkembang. Kami berjuang agar industri ini dapat membawa banyak perubahan dengan desentralisasi yang lebih luas, sambil memperluas akses dan manfaat bagi masyarakat secara umum. Melihat potensinya yang sangat besar, harapan saya teman-teman yang terlibat di Web3 on Campus dapat menjadi bagian dari industri bahkan mengembangkan proyek-proyek lokal yang berkualitas,” Yudhono Rawis, CEO Tokocrypto.

    Fokus Edukasi

    Meskipun Indonesia memiliki lebih dari 17 juta investor aset kripto, Tokocrypto menyadari kebutuhan akan pendidikan dan literasi yang lebih baik. Yudho menekankan kesenjangan pengetahuan yang ada dan menyoroti pentingnya program pendidikan inklusif yang dapat menarik minat masyarakat terhadap aset kripto. 

    “Di Tokocrypto, edukasi dan literasi menjadi inti dari aktivitas harian kami. Kami percaya bahwa dengan menyediakan program pendidikan inklusif, kita dapat menumbuhkan minat dan pemahaman yang lebih besar tentang aset kripto di kalangan masyarakat umum,” tegasnya.

    Budi Santosa, Founder IDNFT, menyampaikan harapannya bahwa program ini akan menciptakan lingkungan pembelajaran di mana mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu dapat berinteraksi langsung dengan para ahli di bidang ini. Beliau menekankan, “Keberadaan program Web3 on Campus dapat memberi kesempatan bagi mahasiswa-mahasiswa di Indonesia untuk belajar langsung dari pakar NFT dan Web3. Dengan begitu, program ini dapat memperkenalkan jalur karir baru dan membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk memanfaatkan NFT, blockchain, crypto, metaverse, dan Web3 di kampus.”

    Acara Web3 on Campus - ITS Surabaya pada Senin, 29 Mei 2023. Sumber: IDNFT.
    Acara Web3 on Campus – ITS Surabaya pada Senin, 29 Mei 2023. Sumber: IDNFT.

    Baca juga: Tokocrypto Komitmen Patuhi Regulasi Terkait Perdagangan Kripto

    Target program Web3 on Campus akan diselenggarakan ke lebih dari 10 universitas di Indonesia, selama tahun 2023 ini. “Harapannya program ini juga membuka jalur karir baru dan memberikan kesempatan kepada mahasiswa,” tutur Budi.

    Ada dua sesi yang diselenggarakan dengan berbagai pembicara yang berpengalaman di bidang Web3, Blockchain, Crypto, dan Metaverse. Sesi pertama dimulai dengan pembahasan Potensi Industri Web3, Blockchain, Crypto, dan Metaverse bersama Yanuar (Smart Contract Developer) dan Juliaja Soethahja (IT Project Manager Tokocrypto). Dilanjutkan dengan sesi kedua yaitu, mengenaiPotensi NFT sebagai industri kreatif baru yang dibawakan oleh Thomas Hanandry (Illustrator & NFT Creator) dan Akbar “Madwork” (Graphic Designer & NFT Creator).

    Kunci Riset

    Juliana Soetjahja, IT Project Manager Tokocrypto, menekankan peluang yang sangat luas yang ditawarkan oleh Web3 dan blockchain. Mengakui perkembangan industri yang terbatas di Indonesia, Juliana mengungkapkan, “Kita harus berusaha menjadi individu yang unggul tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat global, karena sektor-sektor ini menawarkan potensi yang besar.”

    Juliana juga menyadari risiko yang terkait dengan industri blockchain dan Web3, terutama kurangnya regulasi yang memadai. Namun, beliau mendorong para pembelajar dengan mengatakan, “Meskipun benar bahwa blockchain dan Web3 belum memiliki regulasi yang komprehensif, tidak perlu takut untuk mengejar pengetahuan di bidang ini. Industri ini tetap terbuka dan kuncinya ada pada melakukan riset sendiri (DYOR).”

    Seiring dengan prediksi bahwa Web3 dan blockchain akan menjadi inovasi industri terbesar dalam lima hingga sepuluh tahun mendatang, kolaborasi antara Tokocrypto dan IDNFT bertujuan untuk melengkapi mahasiswa Indonesia dengan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk merangkul teknologi yang sedang muncul ini. Program Web3 on Campus tidak hanya akan membentuk tenaga kerja masa depan, tetapi juga berkontribusi pada pertumbuhan dan pengembangan ekosistem blockchain di Indonesia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenal Open Campus (EDU), Token Blockchain Pendidikan Basis Web3

    Open Campus (EDU) menjadi salah satu aset kripto yang baru listing di Tokocrypto pada 10 Mei 2023. Kripto EDU ini sempat mencuri perhatian karena masuk dalam penjualan token melalui platform Binance Launchpad.

    Sejak listing awal di Binance, EDU telah bergabung dengan jajaran cryptocurrency yang paling banyak diperdagangkan. EDU adalah token utilitas asli dari Open Campus Protocol. Sementara, Open Campus adalah salah satu dari beberapa protokol Web3 yang ingin mengubah cara orang mengakses konten pendidikan.

    Apa Itu Open Campus?

    Open Campus adalah protokol pendidikan web3 yang memungkinkan komunitas untuk membuat, mendistribusikan, dan mempromosikan konten pendidikan yang menurut mereka berharga bagi masyarakat luas. Selain itu, protokol ini dirancang untuk memungkinkan pengajar memperoleh penghasilan dari usaha mereka.

    Ilustrasi aset kripto Open Campus (EDU). Sumber: Binance.
    Ilustrasi aset kripto Open Campus (EDU). Sumber: Binance.

    Baca juga: Apa Itu SUI Token? Dan Hal yang Perlu Kamu Ketahui

    Protokol blockchain ini menjadi solusi terdesentralisasi untuk pengajar, pembuat konten, orang tua, siswa, dan penerbit bersama yang dirancang untuk mengatasi tantangan utama dalam pendidikan saat ini. Terlepas dari peran penting pengajar dalam membentuk generasi masa depan, mereka seringkali diremehkan dan dibayar rendah. Selain itu, orang tua sering tidak memiliki kendali atas konten pendidikan anak-anak mereka.

    Konten pendidikan yang dihasilkan melalui Open Campus dapat ditokenkan ke dalam NFT, artinya pengajar dapat memanfaatkan berbagai strategi pembagian pendapatan yang dapat dikodekan ke dalam kontrak pintar. Berikut kutipan singkat dari fungsionalitas yang diambil dari makalah penelitian Binance:

    “Pendapatan yang dihasilkan dari konten akan disimpan dalam kontrak pintar, pemilik bersama akan dapat menarik berdasarkan kontribusi mereka (misalnya guru untuk membuat konten, penerbit untuk pemasaran dan pelokalan).”

    Ada tiga konsep dasar yang dibangun, berikut penjelasan masing-masing:

    • Komunitas dapat memanfaatkan teknologi blockchain untuk mendanai, memiliki bersama, dan belajar dari konten pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
    • Pembuat konten meluncurkan konten mereka pada protokol dengan menawarkan hak promosi melalui NFT Penerbit, di mana rekan penerbit dapat memperoleh pendapatan berdasarkan kontribusi mereka.
    • Para dermawan dapat mendukung tujuan pendidikan secara langsung dan melacak donasi mereka secara on-chain melalui Smart Donations.

    Dengan mendesentralisasi pembuatan dan distribusi konten pendidikan, Open Campus Protocol memberdayakan siswa untuk mengakses konten pendidikan yang lebih beragam sambil memberikan kesempatan baru kepada pendidik untuk memperoleh penghasilan dan mendapatkan pengakuan atas kontribusi mereka. Tujuan akhir protokol ini adalah untuk merevolusi industri pendidikan senilai US$ 5 triliun dengan mengembalikan kendali kepada pendidik dan peserta didik.

    Hal Menarik Token Open Campus (EDU)

    Token asli Open Campus adalah EDU, yang memenuhi tata kelola, pembayaran, dan kasus penggunaan bagi hasil on-chain. Selain itu, EDU dapat digunakan untuk “memberi insentif dan orientasi” kepada pengguna baru melalui mitra Open Campus, dan untuk membeli NFT Penerbit.

    Ilustrasi aset kripto Open Campus (EDU). Sumber: Binance.
    Ilustrasi aset kripto Open Campus (EDU). Sumber: Binance.

    Token EDU memfasilitasi bentuk kolaborasi baru, memberi insentif untuk pembuatan konten berkualitas tinggi, dan mendorong pertumbuhan protokol jangka panjang. Dirancang dengan pendidik dan peserta didik sebagai yang terdepan, Open Campus Protocol bertujuan untuk mendorong ekosistem yang berkembang dan inklusif melalui token EDU.

    Protokol Open Campus telah mendapatkan pengadopsi pertamanya, aplikasi anak-anak yang sangat sukses, TinyTap. TinyTap adalah salah satu dari 10 aplikasi seluler yang berfokus pada anak-anak dengan pendapatan kotor tertinggi di ekosistem Android dan iOS. TinnyTap memiliki lebih dari 100 ribu kreator dan lebih dari 9 juta keluarga.

    Peluncuran yang Sukses

    Tim pengembang menjual 50 juta token EDU melalui Binance Launchpad, yang setara dengan 5% dari total pasokan token (1 miliar token). Setiap token akan dijual dengan harga yang setara dengan $0,05, yang berarti bahwa tim ingin mengumpulkan US$ 2,5 juta melalui penjualan.

    EDU diluncurkan di Binance setelah penjualan token yang sukses di Binance Launchpad. Setelah penjualan token, proyek tersebut terdaftar langsung untuk diperdagangkan. saat ini, harganya naik lebih dari 2.800% penjualan token awal melihat harga mulai US$ 0,05 per EDU. Harga pada hari Minggu (30/4) sempat mencapai di US$ 1,45.

    EDU berhasil mencapai puncak US$ 214 juta dalam volume perdagangan 24 jam, menjadikannya salah satu dari 12 kripto teratas yang diperdagangkan selama akhir pekan. Volume sejak itu sedikit menurun pada hari Minggu (30/4).

    Peringkat EDU di situs CoinMarketCap pada Kamis (11/5) jam 09.00 WIB adalah #160, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 171.295.799. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 145.117.470 koin EDU dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin EDU.

    Open Campus (EDU) Listing di Tokocrypto

    Ilustrasi aset kripto Open Campus (EDU) listing di Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
    Ilustrasi aset kripto Open Campus (EDU) listing di Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Tokocrypto Rilis Proof of Reserves Kuatkan Komitmen Transparansi

    Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas dan menarik, seperti Open Campus (EDU).

    Trading EDU/USDT, EDU/TUSD, EDU/BTC dan EDU/BNB dapat dilakukan mulai hari ini, tanggal 10 Mei 2023 pukul 15.00 WIB. Kini pengguna dapat melakukan deposit/setoran EDU di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

    DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Semangat Inspirasi dalam Industri Teknologi Blockchain

    “Women in Web3” menjadi topik hangat dalam perkembangan industri teknologi blockchain yang punya semangat keberagaman dan inklusivitas. Perempuan kini mempunyai peran yang kuat dalam pertumbuhan web3 dan blockchain, baik sebagai founder startup, developer, kreator dan lainnya.

    Dunia web3 telah membuka peluang baru bagi semua orang untuk berpartisipasi dalam dunia teknologi yang lebih terbuka dan transparan. Namun, terlepas dari manfaat potensial dari teknologi baru ini, perempuan terkadang menghadapi tantangan unik di ruang web3.

    Dari kurangnya keragaman dalam industri hingga bias gender, perempuan menghadapi kendala signifikan yang dapat mempersulit mereka untuk berkembang di dunia yang terdesentralisasi.

    Berangkat dari semangat untuk meningkatkan keberagaman dan inklusivitas dalam industri teknologi dan memberikan wawasan baru dan inspirasi bagi perempuan yang tertarik untuk memulai karir di web 3.0, Tokocrypto bersama Fempire menyelenggarakan talkshow “How Women Make the Leap into Web3“pada Senin, 20 Maret 2023 melalui YouTube Live.

    Acara yang dikhususkan untuk merayakan International Women’s Day (IWD) ini mengundang beberapa pembicara perempuan yang ahli di bidang masing-masing. Di antaranya, Mutia Rachmi, Founder and CEO of Back2our; Vanny Bananow, NFT Creators from Bananow; dan Juliana Soetjahja, IT Project Manager of Tokocrypto. Selama acara dimoderatori oleh Rahmani Nitiyudo, Co-Founder Fempire.id.

    “Masuk ke dalam dunia web3 ini adalah momen di mana saya berpikir, kalau ini terbuka sekali untuk para perempuan, untuk datang ke web3 mengenal seperti apa verse ini buat kita. Dan kita bisa jadi apa saja. Kita tidak harus menjadi orang lain. Jadi ini adalah momen yang sangat bagus bagi kita semua sebagai perempuan untuk belajar tentang teknologi juga,” kata Vanny.

    Karier di Web3

    Tokocrypto bersama Fempire menyelenggarakan talkshow "How Women Make the Leap into Web3"pada Senin, 20 Maret 2023 melalui YouTube Live. Sumber: Tokocrypto.
    Tokocrypto bersama Fempire menyelenggarakan talkshow “How Women Make the Leap into Web3″pada Senin, 20 Maret 2023 melalui YouTube Live. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

    Boston Consulting Group (BCG) dan People of Crypto Lab melakukan riset untuk melihat keragaman gender dari pendiri dan investor Web3 . Studi tersebut menggunakan database dari Crunchbase yang terdiri dari hampir 2.800 peserta global.

    Hasilnya mencolok. Hanya 13% startup Web3 menyertakan pendiri perempuan, dan hanya 3% perusahaan yang memiliki tim khusus perempuan. Mengenai perusahaan yang telah mengumpulkan lebih dari US$ 100 juta, tidak ada tim pendiri yang semuanya perempuan. Semua statistik ini lebih buruk dari rata-rata untuk startup pada umumnya.

    Sementara pangsa perempuan lebih tinggi sekitar 27% di perusahaan Web3, mereka sering ditemukan dalam peran nonteknis, seperti sumber daya manusia (SDM) dan pemasaran. Hal ini yang menjadi tantangan bagi Juliana yang bekerja di bidang teknis sebagai IT Project Manager di Tokocrypto.

    “Satu hal yang menjadi tantang selama berkarier di Tokocrypto itu waktu masuk membuat project NFT platform. Jadi benar di awal itu bingung, web3 ini apa? Terus dibuat platform NFT, jadi banyak pertanyaan in my mind. Terus semakin menyelami, semakin seru,” kata perempuan yang akrab disapa Juju.

    Teamwork dan environment team (Tokocrypto) yang sangat mendukung. Temen-temen di team product dan tech terutama sangat membantu dan membimbing saya untuk selalu terus berkembang,” ungkap Juju.

    Dobrak Stigma

    Baca juga: 5 Perempuan Hebat di Balik Industri Teknologi Blockchain Indonesia

    Saat Web3 terus berkembang, stigma terhadap perempuan di industri teknologi mengalami perubahan. Mutia Rachmi memberi saran bagi para perempuan yang ingin serius untuk mendalami dunia web3, baik sebagai jalan karier atau berkarya. Menurutnya, ubah pola pikir atau mindset yang membuat diri takut untuk berkembang.

    “Kita harus tahu dulu kekuatan kita. kalau kita terjebak dalam stigma, bahwa perempuan tidak cocok masuk ke tech industry. Jika kita bisa, mungkin barrier akan lebih mudah untuk menjadi bagian industri ini,” jelas Mutia.

    Aset kripto, NFT, metaverse, dan DeFi, semuanya didukung oleh teknologi blockchain, menunjukkan meningkatnya popularitas adopsi kripto di seluruh dunia. Kripto dan blockchain harus menguntungkan semua individu dengan menciptakan lebih banyak peluang kerja, menghilangkan hambatan terhadap kemandirian finansial dan sarana lain bagi orang-orang dari latar belakang dan pengalaman yang berbeda.

    “Pemerintah menjadi kunci melihat potensi teknologi (web3) dan pihak swasta mengembangkan produknya lebih baik lagi, maka perkembangan akan melesat. Perempuan sudah berkontribusi di blockchain dan lebih spesifik lagi kripto. Adopsi kripto awal industri berkembang. Masyarakat awam yang paham terkait kripto dan blockchain maka trennya semakin positif,” tutur Mutia.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Dukung Edukasi Web3 dan Blockchain untuk Perempuan

    Binance terus berkomitmen meningkatkan kesetaraan gender dalam dunia web3 dan blockchain. Dalam upaya tersebut Binance memberikan pendanaan untuk edukasi dan literasi web3 bagi para perempuan di seluruh dunia.

    Pendanaan yang fokus pada edukasi ini dilakukan melalui Binance Charity, lembaga filantropi yang berada di bawah Binance. Donasi dipergunakan untuk memberdayakan perempuan di seluruh dunia melalui proyek pendidikan dan kemanusiaan.

    Hingga saat ini, Binance Charity telah mendukung lebih dari 51.000 perempuan di 10 negara, menyumbangkan lebih dari US$ 3 juta untuk inisiatif khusus perempuan termasuk 36.215 beasiswa. Binance percaya bahwa edukasi sangat penting untuk memastikan pemerataan akses ke keuangan digital dan keragaman suara yang lebih besar yang membentuk masa depannya.

    “Dalam lima tahun sejak BinanBinance Charity didirikan, kami telah membantu lebih dari 2 juta wanita melalui proyek edukasi dan kemanusiaan. Sayangnya, wanita masih terpengaruh secara tidak proporsional oleh masalah sosial utama yang sedang diupayakan untuk diatasi oleh kami, seperti ketidaksetaraan, akses minim ke edukasi, dan kemiskinan,” kata Kepala Binance Charity, Helen Hai.

    Beasiswa Binance

    Binance dukung kesetaraan gender edukasi web3 dan blockchain untuk perempuan. Sumber: Binance.
    Binance dukung kesetaraan gender edukasi web3 dan blockchain untuk perempuan. Sumber: Binance.

    Baca juga: Market Watch: Pasar Kripto Terus Hijau, Potensi Bull Run?

    Lebih lanjut Hai menjelaskan pada tahun 2022, Binance Charity telah memberikan beasiswa kepada para perempuan yang berada di negara Jerman, Nigeria, Kenya, Brasil, Prancis, Afrika Selatan, Australia, dan Ukraina, untuk mempelajari kursus terkait blockchain dan kripto di universitas, sekolah, dan organisasi nirlaba.

    Sementara itu, untuk merayakan Hari Perempuan Internasional, Binance Charity memberikan memberikan donasi tambahan sebesar 100.000 dolar AS kepada Georgia’s Innovation & Technology Agency (GITA) untuk mendukung edukasi dan pelatihan Web3 untuk wanita.

    “Kami bangga dengan kemitraan baru kami dengan GITA, yang bertujuan untuk mendiversifikasi industri Web3 dengan menghilangkan hambatan keuangan untuk belajar dan mengembangkan kursus baru. Kami berharap beasiswa ini akan memungkinkan para wanita ini untuk mengejar hasrat mereka dan semakin memperkuat Georgia sebagai pusat wanita di bidang teknologi,” ucap Helen Hai.

    Bangun Komunitas Perempuan

    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Elon Musk Ingin Twitter Jadi Lembaga Keuangan, Libatkan Kripto?

    Binance memiliki rencana untuk pengembangan komunitas perempuan yang bisa menjadi tempat untuk berbagi wawasan, membangun koneksi, serta mendiskusikan peluang yang ditawarkan oleh web3. Binance menargetkan untuk mengembangkan ini di tingkat regional dan internasional dengan membuat acara dan menyatukan komunitas wanita yang diberi bekal untuk mengelola semua aspek web3.

    “Sebagai salah satu dari sedikit pemimpin perempuan di industri ini, saya memercayai bahwa kami memiliki misi, melalui Binance Charity dan Binance Academy, untuk membantu lebih banyak perempuan memahami teknologi web3 dan blockchain. Program edukasi dan magang kami bertujuan untuk memberdayakan wanita muda dengan pengetahuan dan keterampilan – agar mereka siap menghadapi disrupsi industri. Kami percaya bahwa siapa pun yang memiliki ide dapat mengubah dunia, tanpa memandang gender,” tutur Co-founder dan CMO Binance, Yi He.

    Binance telah membuat program untuk siswa magang dan sarjana, termasuk perempuan yang menawarkan lebih banyak akses ke karier dalam bidang pekerjaan di industri kripto. Perusahaan juga memberikan panduan dan bimbingan karier untuk perempuan melalui lokakarya, kursus edukasional yang berfokus pada berbagi pengalaman industri, serta menyelenggarakan program mentorship untuk perempuan dan sesi talenta khusus tentang cara memasuki dunia kerja web3.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Masuk Bisnis Web3, Amazon Bakal Rilis NFT Marketplace pada April 2023

    Perusahaan teknologi raksasa, Amazon mantap merambah bisnis di dunia web3. Dilaporkan Amazon akan merilis platform NFT marketplace pada bulan April mendatang.

    Amazon telah lama menguasai dunia e-commerce. Perusahaan milik Jeff Bezos itu mengungkap rencana untuk meluncurkan NFT marketplace sendiri. Rencana awal yang diresmikan pada Januari lalu, menyebutkan bahwa marketplace tersebut masih dalam pengembangan.

    Namun, detail pasti kapan pasar akan diluncurkan dan siapa yang akan memimpin inisiatif tersebut pada awalnya tidak tersedia. Menurut data terbaru yang dibagikan oleh The Big Whale, Amazon NFT marketplace akan diluncurkan pada 24 April 2023.

    Amazon NFT Marketplace

    Amazon bakal rilis NFT marketplace pada April 2023. Sumber: Watcher Guru.
    Amazon bakal rilis NFT marketplace pada April 2023. Sumber: Watcher Guru.

    Baca juga: Nayib Bukele: Bitcoin Tingkatkan 95% Ekonomi Pariwisata El Salvador

    Platform baru ini awalnya hanya dapat diakses oleh pengguna Amerika Serikat melalui tab “Amazon Digital Marketplace” di situs web. Negara lain secara bertahap akan segera dapat mengakses pasar.

    Pasar dilaporkan akan diluncurkan lebih awal; namun ditunda karena berbagai alasan, termasuk jatuhnya FTX. Masuknya Amazon ke ranah NFT terjadi pada saat popularitas NFT tidak mencapai puncaknya.

    Menurut detail yang diungkapkan oleh sumber yang mengetahui masalah tersebut, raksasa e-commerce tersebut akhirnya mempersiapkan diri untuk memulai perjalanan NFT-nya. Pasar NFT baru juga akan fokus pada game berbasis blockchain untuk pengguna, di mana mereka bisa mendapatkan aset digital sebagai imbalannya.

    Barang Fisik

    Selain itu, Amazon meletakkan dasar untuk memberi pelanggannya kemampuan untuk membeli NFT yang terkait dengan aset dunia nyata yang dikirimkan ke depan rumah mereka, menurut tiga sumber yang mengetahui masalah tersebut.

    ilustrasi stok nft
    Ilustrasi NFT.

    Baca juga: Daftar Aset Kripto yang Berkinerja Baik di Februari 2023

    Pembeli Amazon, misalnya, akan dapat membeli NFT berorientasi mode yang diikat ke celana jeans – dan membayar dengan kartu kredit, kata sumber, sama seperti pembelian Amazon lainnya.

    Langkah tersebut merupakan peningkatan yang signifikan dari langkah awal raksasa e-niaga tersebut dalam mengembangkan platform NFT , langkah yang sebelumnya dilaporkan oleh Blockworks. Dan perusahaan berencana untuk memberi tahu setiap pelanggan Amazon Prime – setidaknya di AS – tentang inisiatif koleksi digitalnya setelah ditayangkan, kata dua sumber tambahan.

    Niat Amazon adalah untuk membuat beberapa jenis blockchain pribadi, kata beberapa sumber — menambahkan bahwa tidak jelas apakah itu dapat terjadi melalui percabangan dari protokol yang ada. Beberapa sumber mengatakan itu juga tidak pasti, sepengetahuan mereka saat publikasi, apakah token Amazon akan menjadi bagian dari kesepakatan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Spotify Rambah Dunia Web3, Bikin Playlist Lagu Berbasis Token?

    Platform streaming musik, Spotify akhirnya memperluas jangkauan bisnis ke dunia web3. Kabarnya Spotify sedang menguji daftar putar atau playlist yang mendukung token kripto di beberapa pasar utama.

    Dikutip Cointelegraph, Overlord, ekosistem game web3, telah mengumumkan kemitraan dengan Spotify pada 22 Februari. Playlist yang dikuratori oleh komunitas bakal didukung token dari Overlord sekarang dapat diakses melalui wallet web3 dari mereka yang memegang Creepz non-fungible token (NFT) di Spotify.

    Saat ini, hanya pengguna Spotify untuk perangkat Android di Amerika Serikat, Inggris, Jerman, Australia, dan Selandia Baru yang dapat membuka fitur playlist baru tersebut.

    Uji Coba

    Spotify jajaki bisnis di dunia Web3. Sumber: Shutterstock.
    Spotify jajaki bisnis di dunia Web3. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Ada Kripto, Potensi Ekonomi Digital Indonesia Bisa Capai US$ 146 Miliar

    Peserta lain dalam uji coba tiga bulan ini adalah komunitas Fluf, Moonbirds, dan Kingship metaverse. Sementara Fluf dan Moonbirds tidak membagikan detail apa pun tentang kemitraan mereka dengan layanan streaming Spotify secara publik, Kingship mengonfirmasi partisipasinya dalam uji coba di Twitter.

    Untuk membuka kunci daftar lagu atau playlist, termasuk hits Queen, Missy Eliott, Snoop Dogg, dan Led Zeppelin, pengguna harus memiliki Kingship Key Card NFT.

    Pengumuman tersebut memicu lonjakan token musik Web3. Misalnya, token asli Viberate (VIB) naik 33%. Token lainnya, seperti Audius (AUDIO) dan Rhythm (RHYTHM), masing-masing naik 4% dan 2,5%.

    Pasar Musik Web3

    Ilustrasi pasar musik web3. Sumber: Shutterstock.
    Ilustrasi pasar musik web3. Sumber: Shutterstock.

    Baca juga: Market Watch: Bitcoin Sempat Anjlok, Kini Berusaha Bangkit Lagi

    Pada Mei 2022, Spotify mulai menguji galeri NFT di profil musisi. Meskipun tanpa opsi pembelian langsung, pengguna dapat melihat pratinjau NFT artis dan dialihkan ke halaman OpenSea tempat mereka dapat membeli item.

    Spotify mulai menguji integrasi web3 tahun lalu, dengan perwakilan perusahaan mengonfirmasi publikasi Music Ally pada bulan Mei tahun lalu, bahwa beberapa musisi sedang menguji fitur untuk mempromosikan NFT di profil artis mereka. Perusahaan sebelumnya telah memposting daftar pekerjaan yang merujuk pada web3 pada awal tahun 2022.

    Pasar musik tetap menjadi salah satu area adopsi Kripto yang berkembang pesat. Pada akhir Januari, platform podcasting, Fountain mengumumkan kemitraan dengan Zebedee untuk mengaktifkan Bitcoin (BTC) pembayaran mikro untuk pendengar podcast. Pada bulan Februari, hak royalti dari lagu hit 2015 Rhianna, “Bitch Better Have My Money,” ditawarkan sebagai bagian dari koleksi 300 NFT.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mastercard & Polygon Kolaborasi Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

    Mastercard telah bermitra dengan Polygon MATIC untuk memperkenalkan artis atau konten kreator baru ke dalam teknologi Web3. Program akselerator ini, akan mengajari lima artis pendatang baru yang berbeda, termasuk penyanyi, musisi, DJ, dan produser, untuk menggunakan teknologi blockchain untuk mengembangkan brand dan keterlibatan penggemar mereka.

    Ada berbagai keuntungan yang bisa didapatkan para artis tersebut dengan memanfaatkan blokchain, seperti efisiensi biaya, mencetak koleksi NFT sendiri untuk menumbuhkan keterlibatan penggemar online mereka, dan hadir dalam konser berbasis metaverse dan lainnya.

    Web3 memiliki potensi untuk memberdayakan artis pendatang baru yang dapat menumbuhkan basis penggemar, mendapatkan penghasilan, dan memperkenalkan media baru untuk ekspresi diri dan koneksi dengan cara mereka sendiri,” kata Ryan Watts, CEO Polygon Studios dikutip TechCrunch.

    Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.
    Metaverse Fashion Week akan kembali hadir di tahun 2023.

    Baca juga: Solana dan Cardano Naik 21% Raih Kenaikan Tertinggi Bulanan

    Web3 dan Musik

    Tidak hanya dengan Polygon, hubungan antara Mastercard dan musik telah berjalan lama, karena perusahaan saat ini menjadi sponsor resmi Grammy dan bahkan mencoba-coba produksi musik, meluncurkan rekamannya sendiri pada tahun 2022. Pentingnya teknologi terdesentralisasi untuk Mastercard sudah jelas, karena berusaha untuk memberdayakan artis baru dalam ekosistem untuk mencapai relevansinya sendiri.

    “Musik adalah hasrat universal, menginspirasi kita, menggerakkan kita, dan menyatukan kita; Namun, rasanya mustahil bagi seniman pemula untuk menerobos masuk,” kata Raja Rajamannar, CMO Mastercard, memperkuat relevansi teknologi ini untuk perkembangan artis masa kini.

    Lima artis yang akan mengikuti program ini masih belum terpilih, mereka masih dapat mendaftar dan menunjukan karyanya. Program ini dijadwalkan akan dimulai pada musim semi 2023, dan penggemar juga akan dapat bergabung dengan para penampil ini, bekerja sama untuk mempelajari cara kerja teknologi blockchain dan web3.

    Baca juga: Lido DAO Naik 57% Dalam Seminggu, Bagaimana Prospek ke Depan?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BNB Chain dan Google Cloud Kolaborasi Dukung Web3

    BNB Chain, sebuah blockchain yang terkait erat dengan exchange kripto, Binance, menjalin kerja sama dengan Google Cloud untuk mendukung pertumbuhan Web3 dan startup blockchain.

    Kolaborasi strategis ini berencana untuk menawarkan infrastruktur dasar, dukungan komputasi awan, dan akselerasi ke beberapa startup Web3 dan blockchain.

    Ada sekitar 150 proyek Web3 dan blockchain di bawah program akselerator yang berfokus pada token BNB juga akan mendapatkan akselerasi dan dukungan ke program startup Google Cloud.

    Ilustrasi Binance
    Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

    “Google Cloud adalah pemain Web2 yang sangat bagus dan benar-benar telah melakukan banyak hal tentang Web3. Penting bagi kami untuk bekerja dengan pemain besar yang memiliki visi besar, dan kami memiliki DNA dan visi yang sama,” kata Gwendolyn Regina, Investment Director of BNB Chain.

    Baca juga: Pengadilan Korsel Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Do Kwon

    Google Masuk ke Dunia Web3

    Kerja sama terbaru dengan BNB Chain ini mengikuti langkah percepatan Google ke dunia Web3. Awal tahun ini, Google Cloud menambahkan layanan deteksi ancaman malware penambangan kripto dan meluncurkan Tim Aset Digital khusus yang baru.

    Prediksi Harga BNB-Tokocrypto
    Ilustrasi aset kripto BNB.

    Baca juga: Bank DBS dan The Sandbox Kolaborasi Luncurkan Metaverse Interaktif

    Program Google for Startups Cloud Program memberikan kredit Google Cloud setiap tahun hingga 2 tahun untuk membantu bisnis tahap awal membangun dan mengembangkan proyek mereka.

    Pembuat Web3 akan dapat terhubung dengan anggota tim Google Cloud Startup Success dan pakar materi pelajaran teknis perusahaan di seluruh manajemen data, analisis data, kecerdasan buatan, machine learning, dan zero trust security. Lokakarya pengembang Web3, serta pelatihan dan sertifikasi Google Cloud, juga akan tersedia bagi peserta.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Privacy dan Safety, Tantangan Media di Web 2.0 yang Dijawab oleh Teknologi Web 3.0

    Pada bulan April 2023 yang lalu melansir dari EDPB, Meta Platforms Ireland Limited (Meta IE) dikenai denda sebesar 1,2 miliar Euro oleh otoritas perlindungan data Irlandia. Denda ini terkait pelanggaran transfer data pribadi pengguna Facebook ke Amerika Serikat yang tidak sesuai dengan ketentuan General Data Protection Regulation (GDPR).

    Insiden ini menjadi salah satu bukti bahwa platform media sosial tradisional atau yang sering disebut Web 2 menghadapi tantangan besar, terutama dalam hal keamanan data pengguna.

    Untuk menangani masalah privacy dan safety inilah, para developer menciptakan sosial media dengan teknologi Web3, yang juga mengintegrasikan mata uang kripto. Mari baca penjelasannya.

    Apa Itu Web3 dan Bagaimana Berbeda dari Web 2?

    Web3 adalah fase evolusi internet yang berfokus pada desentralisasi, transparansi, dan kepemilikan data oleh pengguna. Berbeda dengan Web 2, yang saat ini didominasi oleh platform-platform besar seperti Facebook, Instagram, dan X (dulu Twitter), Web3 menawarkan platform di mana kendali ada di tangan komunitas, bukan perusahaan pusat.

    Hal ini dilakukan melalui teknologi blockchain yang memungkinkan transaksi dan data dicatat secara terbuka dan tidak dapat diubah oleh pihak ketiga.

    Web 2 telah membawa banyak kemudahan bagi pengguna, terutama dalam berinteraksi secara sosial dan berbagi informasi.

    Namun, ketergantungan pada platform terpusat juga menciptakan beberapa masalah, seperti eksploitasi data pribadi, manipulasi algoritma, hingga rendahnya kontrol pengguna atas data yang mereka bagikan.

    Web3 hadir dengan janji untuk menyelesaikan tantangan-tantangan ini melalui pendekatan yang lebih fokus pada privacy dan safety.

    Privacy & Safety di Web3 Social Media

    Baca juga: Perbedaan Web2 vs Web3: Manakah yang Lebih Baik?

    Salah satu inovasi terbesar dari Web3 adalah peningkatan keamanan dan privasi data. Pada Web3, pengguna tidak perlu lagi bergantung sepenuhnya pada perantara untuk menyimpan dan memproses data pribadi.

    Platform berbasis blockchain memungkinkan pengguna mengontrol akses data mereka sendiri. Setiap informasi yang dibagikan tercatat dalam bentuk terenkripsi di blockchain, sehingga meminimalkan risiko kebocoran data.

    Selain itu, sistem desentralisasi ini membuat data pengguna tidak mudah dimanipulasi atau dieksploitasi oleh pihak yang tidak berwenang. Berkat penggunaan teknologi kontrak pintar (smart contracts), setiap transaksi data bisa dilakukan secara otomatis dengan ketentuan yang jelas, tanpa harus melibatkan pihak ketiga yang rentan terhadap pelanggaran privasi.

    Dalam Web3 social media, privacy dan safety juga lebih terjamin karena tidak ada satu entitas tunggal yang memiliki kendali penuh atas data pengguna.

    Setiap anggota platform ikut berkontribusi dan memiliki suara dalam pengambilan keputusan terkait operasional platform, termasuk kebijakan privasi.

    Integrasi Mata Uang Kripto dalam Web3 Social Media

    Web3 social media tidak hanya menawarkan solusi dalam hal privasi dan keamanan, tetapi juga menghadirkan model ekonomi baru melalui integrasi mata uang kripto.

    Di banyak platform Web3, pengguna bisa mendapatkan reward atau insentif dalam bentuk token kripto sebagai apresiasi atas partisipasi dan kontribusi mereka.

    Contohnya, pengguna dapat menerima token saat memposting konten berkualitas atau berinteraksi dengan komunitas. Token-token ini dapat digunakan dalam ekosistem platform atau bahkan diperdagangkan di luar platform.

    Integrasi mata uang kripto ini menciptakan ekonomi digital yang lebih adil dan transparan, karena setiap transaksi dicatat secara terbuka di blockchain.

    Selain itu, dengan adanya tokenisasi, pengguna memiliki kesempatan untuk benar-benar “memiliki” sebagian dari platform yang mereka gunakan, sehingga tidak hanya menjadi konsumen pasif seperti pada media sosial tradisional.

    Model ini diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada iklan sebagai sumber pendapatan utama platform, sehingga privasi pengguna lebih terlindungi.

    Tantangan dan Masa Depan Web3 Social Media

    Meskipun menawarkan banyak potensi, adopsi Web3 social media masih menghadapi beberapa tantangan.

    Salah satu tantangan utama adalah masalah adopsi massal. Teknologi blockchain dan konsep desentralisasi masih relatif baru bagi banyak orang, sehingga dibutuhkan waktu dan edukasi agar masyarakat bisa memahami manfaatnya. Selain itu, tantangan dalam hal regulasi juga perlu diperhatikan, terutama terkait penggunaan mata uang kripto dan pengelolaan data pribadi.

    Namun, dengan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya privacy & safety, adopsi platform Web3 diprediksi akan semakin meningkat. Teknologi ini memberikan harapan untuk menciptakan ekosistem media sosial yang lebih transparan dan adil, di mana pengguna memiliki kendali lebih besar atas data dan aktivitas mereka.

    Contoh Web3 Social Media yang Inovatif

    Beberapa platform Web3 social media telah berkembang dengan pendekatan unik dan inovatif.

    1. Steem adalah blockchain sosial yang memungkinkan pengguna mendapatkan imbalan langsung melalui aktivitas berbagi konten. Salah satu aplikasi terkenal yang berjalan di atasnya adalah Steemit, di mana pengguna dapat menghasilkan pendapatan dengan membuat dan berinteraksi dengan konten komunitas.
    2. CyberConnect adalah jaringan sosial Web3 yang memberi pengguna kendali penuh atas identitas, konten, dan interaksi di internet. Bayangkan seperti media sosial, tapi kamu yang benar-benar “memiliki” akun dan semua postinganmu, bukan perusahaan. Dengan CyberAccount, pengguna bisa bergabung dengan berbagai platform dengan lebih mudah. CyberGraph menyimpan semua aktivitas dan konten secara aman tanpa bisa dihapus sembarangan, dan CyberID adalah seperti nama pengguna khusus yang unik, mirip dengan username di Instagram atau Twitter, tapi berbentuk token digital yang kamu punya sendiri.
    3. Mask Network menawarkan solusi privasi di platform media sosial seperti Facebook atau Twitter dengan menggunakan teknologi Web3. Melalui ekstensi browser Mask Network, pengguna dapat berkomunikasi secara terenkripsi dan membatasi akses hanya untuk penerima tertentu, menjaga pesan tetap aman dari pihak luar.

    Ketiga platform ini merupakan inovasi yang bisa Anda manfaatkan jika ingin mencari alternatif media sosial saat ini. Anda bahkan bisa memeriksa harga tokennya karena saat ini CYBER/USDT dan MASK/USDT tersedia di Tokocrypto.

    Kesimpulan

    Web3 social media menawarkan solusi inovatif untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada pada Web 2, khususnya terkait keamanan data dan privasi pengguna.

    Dengan pendekatan terdesentralisasi dan penggunaan blockchain, platform ini memberikan pengguna kendali lebih besar atas data mereka.

    Selain itu, integrasi mata uang kripto menciptakan model ekonomi baru yang lebih adil dan transparan.

    Meskipun masih ada tantangan dalam hal adopsi dan regulasi, masa depan Web3 social media tampak menjanjikan.

    Referensi: EDPB



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Potensi Web3 Tingkatkan Ekonomi Digital Indonesia

    Potensi teknologi Web3 telah melihat gelombang pertumbuhan yang besar selama dua tahun terakhir. Banyak startup blockchain yang fokus pada pengembangan proyek Web3, NFT hingga kripto sebagai ide bisnisnya. 

    Menariknya pembahasan Web3 menjadi topik utama dalam acara “Web3 Community Meetup 2022” yang diselenggarakan di T-Hub by Tokocrypto Bali. Salah satu yang menjadi pembicara dalam acara yang digelar pada 26 Agustus 2022 lalu itu adalah Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

    Menurut pria yang akrab disapa Manda ini, melihat perkembangan Web3 di Indonesia masih relatif baru. Ada banyak pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan untuk memaksimalkan potensi dari Web3 untuk pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

    “Meskipun permintaan besar, pengembang Web3 kekurangan pasokan talenta. Konsep Web3 masih merupakan ide yang relatif baru dan dikenalkan sejak tahun 2014. Tidak terlalu banyak mata kuliah yang mengajarkan blockchain, apalagi materi tentang konsep di dalamnya. Ini hanyalah salah satu dari sedikit alasan yang mendorong kami untuk membuat ekosistem yang diarahkan untuk pengembangan talenta di Web3,” kata Manda.

    Acara "Web3 Community Meetup 2022" di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.
    Acara “Web3 Community Meetup 2022” di T-Hub by Tokocrypto Bali pada 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: TokoMall Dukung NFT Bira, Bangun Ekosistem Web3 Perspektif Baru

    Manda yakin Web3 bersama teknologi blockchain, kripto hingga NFT memiliki prospek menciptakan nilai tambah lebih bagi masa depan ekonomi digital Indonesia. Terlebih, Indonesia merupakan negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan potensi valuasi nilai ekonomi digitalnya bisa mencapai Rp 4.531 triliun pada 2030.

    “Salah satu langkah pertama dalam pengembangan Web3 adalah membangun ekosistem yang solid dari hulu ke hilir. Dari sisi pengembangan talenta, regulasi hingga menuju ke industri itu sendiri. Saat ini sudah banyak startup lokal yang fokus dalam pengembangan bisnis di Web3 dan blockchain,” jelasnya.

    Exchange Kripto Sebagai Gateway Dunia Web3

    Meskipun situasi market sedang lesu, potensi industri kripto dan blockchain masih sangat besar. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan besar yang mulai meramaikan industri blockchain, seperti yang dilakukan GoTo yang mengakuisisi salah satu Calon Pedagang Aset Kripto di Indonesia.

    Secara terpisah, Manda melihat aksi korporasi tersebut menjadi salah satu bukti yang menunjukkan industri aset kripto di Indonesia, masih akan terus tumbuh dan memiliki peluang untuk pengembangan bisnis, serta membangun ekosistem yang lebih maju ke depannya. 

    “Saya meyakini ini bukan aksi korporasi terakhir, kita mungkin bisa saja melihat hal yang serupa di masa mendatang, di mana banyak perusahaan atau institusi masuk untuk mengembangkan bisnisnya di industri kripto maupun blockchain. Exchange kripto ini sebagai gateway atau pintu masuk untuk potensi pemanfaatan ekosistem blockchain, Web3, metaverse, NFT dan lainnya.” tuturnya.

    Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022
    Ketua Umum ASPAKRINDO, Teguh Kurniawan Harmanda di acara Web3 Community Event, pada Jumat 26 Agustus 2022. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Menkominfo Dorong Pemanfaatan Teknologi Web3 di Indonesia

    Potensi Industri Aset Kripto Indonesia

    Industri aset kripto dalam negeri sendiri sejauh ini masih memiliki potensi cukup besar. Bappebti mencatat hingga Juli 2022, jumlah investor aset kripto sudah mencapai lebih 15,57 juta dengan nilai transaksi perdagangan di Indonesia tercatat sebesar Rp 232,4 triliun.

    Industri aset kripto ini bisa menjadi tonggak pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Seperti, membuka lapangan pekerjaan baru, khususnya yang berkaitan dengan teknologi blockchain. Kemudian, sudah banyak masyarakat Indonesia yang terbantu pemulihan ekonominya dengan investasi aset kripto.

    Keterbukaan pemerintah juga menjadi momentum baik untuk pertumbuhan industri aset kripto di Indonesia. Indonesia menjadi negara yang memiliki regulasi cukup baik untuk mewadahi transaksi perdagangan kripto yang dianggap sebagai komoditi. 



    Sumber : news.tokocrypto.com