Tag: web3

  • Tokocrypto Dukung NXC International Summit 2022, Bangun Startup Web3

    Tokocrypto resmi menjadi salah satu sponsor dalam gelaran NXC International Summit 2022 yang diselenggarakan di Bali pada tanggal 31 Agustus-2 September 2022. Acara ini menjadi konferensi tingkat dunia yang merupakan respons terhadap kehadiran industri Web3 di Indonesia yang memicu antusiasme dan keingintahuan masyarakat.

    CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto sebagai salah satu pendukung acara NXC International Summit 2022 turut berpartisipasi dalam menggali para inovator Web3 di Indonesia untuk menunjukkan project mereka ke panggung global melalui NXC Web3 Startup Competition.

    “Web3 adalah fase baru yang menjanjikan. Potensi Web3 di Indonesia saat ini up and rising. Tokocrypto sangat optimis tentang potensi Web3 untuk memperluas akses masyarakat ke semua peluang yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan,” kata Kai.

    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Harga Bensin Naik, Kripto Ikut Kuat

    Dorong Akselerasi Startup Web3

    Kai menambahkan sebagai pedagang aset kripto, Tokocrypto senantiasa mendukung berbagai inisiatif untuk mengembangkan ekosistem blockchain dan aset kripto di Indonesia, salah satunya melalui kolaborasi dengan NXC International Summit 2022.

    “Harapannya kerja sama ini dapat mendorong akselerasi startup yang fokus pada pengembangan Web3 dan blockchain di Indonesia, serta memberikan pengenalan dan edukasi lebih dalam mengenai ekosistem di dalamnya kepada seluruh masyarakat,” jelasnya.

    Sebagai bagian dari penyebaran adopsi Web3 dan blockchain, Tokocrypto juga berkesempatan untuk mengenalkan TokoVerse, ekosistem yang mencakup NFT marketplace, platform edukasi, crypto hub, program startup akseletator dan lainnya di ajang NXC International Summit 2022.

    Booth Tokocrypto di NXC International Summit 2022. Foto: Tokocrypto.
    Booth Tokocrypto di NXC International Summit 2022. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: TokoMall dan Grid Network Rilis Koleksi Gajah Monster NFT di Otobursa Tumplek Blek 2022

    Startup Web3 Indonesia Bersaing

    Kai juga menjadi salah satu pembicara dalam salah satu diskusi NXC International Summit 2022 yang bertema “Expanding content driven business through metaverse.” Selama diskusi, Kai mengungkap perkembangan Web3 membuat negara-negara, seperti Indonesia dan India mampu bersaing memperebutkan potensi ekonomi digital global. 

    “Web3 akan menghapus konsep ruang seperti yang kita kenal saat kita dengan bergerak ke metaverse dan menyamakan kedudukan sebagai individu. Metaverse sendiri didukung oleh teknologi blockchain dan Web3 menciptakan lebih banyak peluang untuk pemanfaatan konten menarik menjangkau banyak memanfaatkan pasar yang lebih luas,” jelasnya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Menkominfo Dorong Pemanfaatan Teknologi Web3 di Indonesia

    Prospek pemanfaatan teknologi terbaru yakni Web3 akan menciptakan nilai tambah lebih bagi masa depan ekonomi digital Indonesia. Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate, menilai keberadaaan Web3 bisa menarik bagi pengembangan ekosistem digital nasional.

    “Masa depan khas Web 3.0 telah menawarkan terobosan dalam ranah digital yang terkait dengan teknologi blockchain, metaverse, dan konsep relevan lainnya seperti identitas digital,” ujarnya dalam Pembukaan NXC International Summit 2022 di Merusaka Hotel Nusa Dua, Badung, Bali, Rabu (31/08).

    Indonesia merupakan negara ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara dengan valuasi US$ 70 Miliar pada 2021 dan diproyeksikan tumbuh hingga US$ 315,5 Miliar pada 2030.

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate di NXC International Summit 2022. Foto: Kominfo.
    Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Johnny G. Plate di NXC International Summit 2022. Foto: Kominfo.

    Baca juga: Thetan Arena Percaya Web3 Gaming Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi di Asia

    Startup Web3 Indonesia Bisa Bersaing

    Johnny menyatakan keberadaan teknologi Web3 menjadi peluang yang menarik. Menurutnya, perkembangan terkini menunjukkan, jika perusahaan teknologi startup di sektor Web3 Indonesia dapat bersaing di tingkat internasional.

    “Merupakan peluang menarik untuk memanfaatkan potensi teknologi Web3. Salah satu pencapaian yang patut dicatat adalah pencatatan lima paten global yang menandai penemuan dan inovasi grup WIR di bidang teknologi digital,” ungkapnya.

    Oleh karena itu, Kementerian Kominfo terus mendorong anak bangsa mewujudkan peluang yang begitu besar dengan membangun ekosistem teknologi secara komprehensif.

    “Kominfo sebagai regulator, fasilitator, dan akselerator, untuk upaya transformasi digital, berusaha menggelar infrastruktur digital agar lebih merata untuk semua orang di setiap bagian nusantara,” ungkap Menkominfo.

    Web3
    Ilustrasi Web3.

    Baca juga: Pendiri Waves Crypto: Manipulasi Pasar Kripto Adalah Tanda Akhir Zaman

    Potensi Ekonomi Teknologi Web3

    Menkominfo, Johnny G. Plate, mengungkap generasi pertama Web3 yang dikenal dengan teknologi blockchain bisa menyediakan jaringan terdesentralisasi dan dapat dioperasikan semua orang menggunakan teknologi terkini.

    Mengutip hasil penelitian terbaru, ukuran pasar global Web 3.0 yang mencapai US$ 3,2 Miliar pada tahun 2021 dan diproyeksikan mencapai US$ 8,5 Miliar pada tahun 2030.

    Senada dengan Menkominfo, CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Web3 adalah fase baru yang menjanjikan. Potensi Web3 di Indonesia saat ini up and rising. Sejalan dengan visi Tokocrypto untuk terus menjadi builder sekaligus leader di ekosistem kripto, blockchain, dan Web3 di tanah air, sekaligus membawa Indonesia menjadi barometer di kancah global.

    “Tokocrypto sangat optimis tentang potensi Web3 untuk memperluas akses masyarakat ke semua peluang yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan,” kata Kai.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Thetan Arena Percaya Web3 Gaming Adalah Kunci Pertumbuhan Ekonomi

    Proyek teknologi berbasis blockchain kini sedang menikmati masa pengembangan tanpa henti, karena ide-ide yang lebih inovatif terus bermunculan. Dan salah satu produk yang paling banyak diminati adalah game yang mendukung Web3.

    Laporan Absolute Reports memproyeksikan pertumbuhan besar-besaran untuk industri GameFi dalam enam tahun ke depan. Penelitian ini mengungkap industri game play-to-earn non-fungible token (NFT) diproyeksikan bernilai US$ 2,8 miliar dalam rentang waktu dari 2022–2028.

    Popularitas game blockchain atau Web3 terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Potensi pertumbuhan yang eksponensial ini diyakini oleh Thetan Arena, platform game berbasis blockchain, bisa menjadi salah satu kunci pertumbuhan ekonomi di Asia.

    Nguyen Dinh Khanh, CEO Wolffun Game yang mewakili Thetan Arena, berbicara mengenai potensi game Web3 di festival kripto terbesar di Asia, Coinfest Asia 2022. Khanh mengungkap game Web3 punya potensi dalam peningkatan ekonomi di Asia dengan mendorong adopsi teknologi blockchain dan aset kripto yang lebih luas.

    Nguyen Dinh Khanh, CEO Wolffun Game. Foto: Thetan Arena.
    Nguyen Dinh Khanh, CEO Wolffun Game. Foto: Thetan Arena.

    Baca juga: Hari Pertama Coinfest Asia 2022 Sukses Dihadiri Lebih dari 1.000 Peserta

    Game Blockchain Sebagai Platform yang Menghasilkan

    Dalam topik diskusi Coinfest Asia 2022 yang bertajuk “Is Web3 Gaming The Rising Economy in Asia?,” Khanh bersama perwakilan Metabase dan YGG Sea juga membahas tentang bagaimana pengguna baru dapat bergabung dalam ekosistem game Web3, tanpa banyak kesulitan. Hal ini diperlukan untuk menghapus hambatan besar dan menciptakan ekosistem yang inklusif.

    Game blockchain sebagai platform yang menghasilkan bagi non-gamer juga diangkat dalam diskusi. Menurut Khanh, itulah aspek penting yang membantu komunitas game blockchain membuka dirinya menerima semua orang dengan berbagai latar belakang untuk bergabung dengan sektor ini dan mencari peluang baru.

    Khanh bertekad untuk memproduksi game Web3 tingkat dunia yang akan menempatkan nama-nama pengembang Vietnam di peta industri game, maka terciptalah Thetan Arena. Game ini telah berkali-kali masuk dalam daftar di antara proyek GameFi teratas, yang terbaru sebagai salah satu pemenang dengan label “Most Popular MOBA Game on BNB Chain.”

    Thetan Arena menjadi salah satu pembicara di Coinfest Asia 2022. Foto: Thetan Arena.
    Thetan Arena menjadi salah satu pembicara di Coinfest Asia 2022. Foto: Thetan Arena.

    Baca juga: Tiga Aset Kripto Potensi Reli Dampak dari The Merge Ethereum

    Apa Itu Game Thetan Arena?

    Thetan Arena pun menciptakan ekosistem game Web3 yang inklusif dan mudah diakses oleh semua orang. Game bergenre Multiplayer online battle arena (MOBA) ini mengenalkan sistem Free-to-Play dan Play-to-Earn yang diimplementasikan untuk membantu pengguna baru memulai permainan.

    Setiap pemain Thetan Arena akan diberikan tiga hero gratis dengan masing-masing skills tertentu, ketika mereka pertama kali bergabung dalam permainan. Karakter atau hero tersebut membuka pintu untuk banyak pengalaman bermain game.

    Game Thetan Arena. Foto: Thetan Arena.
    Game Thetan Arena. Foto: Thetan Arena.

    Baca juga: Elon Musk ingin Beli Manchester United, Nilai Token MUFC Palsu Melonjak

    Pengguna dapat dengan mudah membiasakan diri dengan gameplay dari Thetan Arena, sebelum melanjutkan menjelajahi marketplace, tokenomics, dan akhirnya sistem penghasilan.

    Thetan Arena memiliki mode permainan menarik yang memiliki mekanisme pertempuran yang seimbang. Oleh karena itu, mereka menciptakan pengalaman yang menyenangkan bagi semua pemain. Game ini juga melibatkan item NFT yang bisa menjadi elemen kunci dengan memainkan permainan dan jual di marketplace untuk menghasilkan uang.

    Game Thetan Arena sudah memiliki lebih dari 26 juta pemain aktif di platformnya. Game Web3 ini sudah tersedia dan bisa dimainkan gratis di perangkat Android, iOS dan komputer/PC.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • MTV Video Music Awards 2022 Bikin Kategori ‘Metaverse’

    MTV Video Music Awards (VMA) 2022 menambahkan metaverse ke dalam daftar kategori kompetisinya. Mulai tahun 2022 ini, artis yang memenuhi syarat akan bersaing di bawah kategori “Best Metaverse Performance” untuk mendapatkan penghargaan yang didambakan.

    Awalnya, acara penghargaan yang dimulai pada tahun 1984 itu dilakukan sebagai pengakuan terhormat untuk kecakapan video musik. Artis musik besar, termasuk Madonna, Nirvana dan Kanye West, termasuk di antara penerima VMA sebelumnya.

    Dikutip Cointelegraph, kategori penghargaan VMA pada tahun ini termasuk, “Video of the Year,” “Artist of the Year” dan “Song of the Year,” meskipun tahun ini, ada sentuhan Web3. VMA memperhitungkan kinerja pertunjukan musik di Metaverse dan menciptakan kategori penghargaan baru.

    Baca juga: Bappebti Setop Keluarkan Izin Baru Exchange Kripto di Indonesia

    Nominasi MTV VMA 2022 Kategori Metaverse

    Pada tahun perdananya ini, akan ada enam artis yang masuk nominasi. Ini termasuk “The Rift Tour,” yang menampilkan Ariana Grande (Fortnite), Blackpink’s “The Virtual” (PUBG Mobile), BTS (YouTube), Charli XCX (Roblox), “Justin Bieber — An Interactive Virtual Experience” (Wave), dan the “Twenty One Pilots Concert Experience” (Roblox).

    Selain kategori penghargaan baru, pada 12 Agustus lalu, acara penghargaan VMA mengumumkan pengalaman Metaverse pertamanya. Paramount Game Studios merilis The VMA Experience in the Roblox metaverse minggu lalu, yang tersedia hingga 3 September tahun ini.

    Roblox memiliki dua penampilan untuk dinominasikan dan merupakan dunia virtual yang sangat aktif dengan acara budaya pop, termasuk konser dan festival. Tahun lalu, ia bermitra dengan Insomniac, produser festival musik dansa elektronik utama, untuk membuat festival virtual di metaverse-nya.

    MTV Video Music Awards (VMA) 2022 menambahkan kategori baru ke dalam daftar kategori kompetisinya. Foto: MTV.
    MTV Video Music Awards (VMA) 2022 menambahkan metaverse ke dalam daftar kategori kompetisinya. Foto: MTV.

    Baca juga: Market Awal Pekan: Kripto Naik Tipis Pasca Penurunan Drastis, Kenapa?

    Metaverse Terus Mencuri Perhatian

    Kategori metaverse tahun ini muncul setelah VMA selama lima tahun berturut-turut mengalami penurunan penayangan. Ketika metaverse terus berkembang dan menarik audiens yang lebih muda, langkah MTV untuk memasukkan konsep dunia virtual ini dapat membantu membuatnya tetap up to date.

    Industri musik kini penuh dengan integrasi Web3, karena telah berada di lintasan konsumsi digital yang meningkat selama bertahun-tahun setelah diperkenalkannya layanan streaming musik.

    Artis mulai banyak merilis single sebagai non-fungible token (NFT), yang sekarang memenuhi syarat untuk diakui di tangga lagu internasional, sementara yang lain memanfaatkan blockchain untuk meningkatkan lisensi musik.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Supernova Live Events Sukses Digelar di T-Hub Bali

    Supernova Live Events, ajang pencarian project Web3 dan blockchain lokal sukses digelar di T-Hub Bali by Tokocrypto. Acara ini sudah berjalan sejak awal Juni 2022, diadakah setiap hari Jumat dan per pekannya dihadiri oleh ratusan peserta secara offline.

    Acara yang diprakarsai oleh ICP Network (Dfinity) ini telah menampilkan lebih dari dua puluh project blockchain terpilih dari seluruh komunitas web3 di Bali. Para developer project tersebut mempresentasikan proposal mereka dalam upaya untuk mendapatkan pendanaan sebesar US$ 100.000 dari Dfinity Foundation. Ada lima project web3 yang sudah melakukan pitching di antaranya: Balicoop, Clubconscious, Favourse, Happnow, dan Qui-Xi.

    Supernova Live Events Bali adalah salah satu dari rangkaian acara hackathon blockchain terbesar yang pernah diselenggarakan oleh ICP Network (Dfinity). Saat ini, sudah ada lebih dari 4.000 developer blockchain bergabung dari seluruh dunia untuk mendapatkan hadiah utamanya pendanaan lebih dari US$ 6 Juta sebagai apresiasi proyek kripto mereka di Supernova Demo Day yang digelar 30 Juni 2022.

    Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali
    Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali.

    Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

    “Sebagai penyelenggara Supernova Live Events, kami atas nama Dfinity merasa terhomat menjadi perjalanan yang luar biasa bagi perkembangan dunia blockchain dan web3 di Bali. Suasana yang dibangun oleh komunitas dan kualitas proyek yang muncul sungguh luar biasa, menunjukkan betapa substansial industri blockchain di Indonesia dan betapa pentingnya bagi pemain utama seperti IC untuk menjadi “glocal” dan “phygital,” Kata Emilio Canessa, Special Projects of ICP Network (Dfinity).

    Rangkaian acara ini telah menyatukan seluruh spektrum komunitas kripto hingga web3 di Bali, baik lokal maupun ekspatriat, menarik lebih dari 500 orang secara total dari semua latar belakang: NFT, kripto, Blockchain dan DAO. Mengutip data internal Tokocrypto, jumlah pengguna kripto di Bali telah melonjak menjadi 37.660 investor per Februari 2022, naik dari hanya 808 investor pada awal tahun 2021.

    Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali
    Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali.

    Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

    “Antusiasme yang ditunjukkan orang-orang untuk acara ini semakin memperkuat keyakinan bahwa Bali telah menjadi salah satu episentrum pengembangan proyek blockchain di Asia yang harus diperhitungkan,” ungkap Antria Pansy, Senior Community Engagement Tokocrypto.

    Kegiatan Supernova Live Events selaras dengan visi dan misi T-Hub Bali by Tokocrypto, untuk menjadi hub yang aman bagi komunitas kripto untuk berkumpul, berjejaring, dan berkolaborasi. Dengan lebih banyak acara kolaboratif, seperti Supernova Live Events, perkembangan industri kripto dan blockchain di Bali dan Indonesia, dapat didorong untuk selalu tumbuh dan berkembang.

    Tokocrypto meluncurkan T-Hub di Bali pada Januari lalu, sebagai bentuk dukungan upaya pemulihan perekonomian daerah, sekaligus diharapkan membawa multiplier effect untuk membangkitkan ekonomi nasional melalui pengembangan ekonomi digital dan akselerasi industri berbasis wisata dan hospitality.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto dan Nexticorn Gelar NXC Web3 Startup Competition 2022

    Tokocrypto bersama dengan Nexticorn (Next Indonesian Unicorns) menggelar NXC Web3 Startup Competition sebagai bagian dari pra-event NXC Indonesia Summit 2022 yang digelar pada 31 Agustus-2 September 2022 di Bali. Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring 10 proyek Web3 lokal terbaik untuk nantinya diberi kesempatan tampil di ajang Summit nanti.

    Perkembangan Web3 di Indonesia sendiri masih tahap early stage dan terus menunjukan pertumbuhan. Salah satu fokus dari acara NXC International Summit 2022 nanti adalah pembahasan dan pemahaman lebih mendalam tentang potensi teknologi Web3 dan turunannya.

    Chief Summit Officer di NXC International Summit 2022, Edward Ismawan Chamdani, mengatakan di NXC International Summit 2022 akan ada area khusus yang disebut Experience Area, didedikasikan untuk para partisipan agar bisa merasakan pengalaman langsung dengan teknologi Web3. Selain itu, Nexticorn juga akan menghadirkan para penggiat Web3 ternama global termasuk para pemimpin pasar untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.

    “Melalui Nexticorn dan NXC International Summit 2022, kami percaya bahwa Web3 akan menjadi landasan atau launchpad bagi unicorn baru dari Indonesia. Dan ini selaras dengan misi kami untuk mendorong akselerasi industri teknologi Indonesia yang akan melahirkan unicorn-unicorn baru,” kata Edward dalam keterangan resminya.

    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
    Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

    Baca juga: Peserta TSBA Batch 1 Kolaborasi Tokocrypto dan BRI Ventures Raih Pendanaan US$ 40 Juta

    Sementara itu, Tokocrypto sebagai salah satu pendukung acara NXC International Summit 2022 turut berpartisipasi dalam menggali para inovator Web3 di Indonesia untuk menunjukan project mereka ke panggung global melalui NXC Web3 Startup Competition.

    “Web3 adalah fase baru yang menjanjikan. Potensi Web3 di Indonesia saat ini up and rising. Tokocrypto sangat optimis tentang potensi Web3 untuk memperluas akses masyarakat ke semua peluang yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan,” kata ujar Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.

    “Kerja sama strategis ini, sejalan dengan visi Tokocrypto untuk terus menjadi builder sekaligus leader di ekosistem kripto, blockchain, dan Web3 di Tanah Air, sekaligus membawa Indonesia menjadi barometer di kancah global.”

    Kriteria dan kategori NXC Web3 Startup Competition

    Gelaran NXC Web3 Startup Competition tidak hanya ditujukan untuk startup atau perusahaan, tetapi juga untuk tim pengembang atau siapa pun yang bekerja pada produk atau layanan bisnis komersial yang menggunakan konsep desentralisasi atau berteknologi blockchain.

    Beberapa kriteria yang harus diperhatikan adalah:

    • Tim inti harus didominasi oleh warga negara Indonesia;
    • Proyek sudah berjalan minimal 3 bulan;
    • Memiliki dan dapat menunjukkan data traksi/penggunaan.
    NXC Web3 Startup Competition
    NXC Web3 Startup Competition. Foto: Nexticorn.

    Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global

    Kompetisi Web3 ini dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:

    • DAO – Distributed Autonomous Organizations;
    • NFT – Non-fungible Tokens (with utilities or smart contracts);
    • dApps – Decentralized Applications;
    • Blockchain – Open Ledger dengan Blockchain.

    Registrasi berlangsung dari tanggal 24 Mei-12 Juni 2022. Dilanjutkan dengan sesi penjurian oleh Edward Ismawan Chamdani selaku Chief Summit Officer NXC International Summit 2022 dan Tigran Adiwirya selaku VP of TokoLabs Tokocrypto, yang berlangsung selama 3 hari hingga 15 Juni 2022. Kesepuluh pemenang akan diumumkan pada tanggal 18 Juni 2022.

    Untuk para penggiat teknologi yang sudah mulai meniti proyek Web3 dan ingin semakin mengembangkan inovasi teranyar ini, segera daftarkan diri. Pendaftaran akan segera ditutup tanggal 12 Juni 2022.

    Informasi lebih lanjut terkait kompetisi dan pendaftaran tersedia di website Nexticorn dan NXC Web3 Startup Competition.

    Baca juga: Tokocrypto Kenalkan Ekosistem Blockchain, TokoVerse Terdepan di Indonesia



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Binance Kumpulkan Dana $ 500 juta untuk Investasi di Web3 dan Blockchain

    Binance, platfrom exchange kripto terbesar di dunia, akhirnya berhasil mengumpulkan dana sebesar $ 500 juta atau setara Rp7,2 triliun untuk diinvestasikan ke sejumlah proyek dan startup yang dapat memperluas penggunaan aset kripto, mendorong adopsi teknologi web3 dan blockchain.

    Dana tersebut dikumpulkan dan akan disalurkan melalui Binance Labs, modal ventura yang didirikan oleh Binance. Investor institusi global terkemuka seperti DST Global Partners, Breyer Capital dan beserta perusahaan lainnya turut terlibat dalam pengumpulan dana ini.

    Dilansir Be[in]crypto, Founder dan CEO Binance, Changpeng ‘CZ’ Zhao, mengatakan dalam lingkungan web3, hubungan antara nilai, orang, dan ekonomi, sangat penting. Jika, ketiga elemen ini bersatu untuk membangun ekosistem, itu akan mempercepat adopsi massal dari teknologi blockchain dan kripto.

    “Tujuan dari dana investasi yang baru ditutup (oleh Binance Labs ini) adalah untuk menemukan dan mendukung sejumlah proyek dan para pendiri dengan potensi untuk membangun dan memimpin Web3 di seluruh sektor DeFi, NFT, game, metaverse, sosial, dan banyak lagi,” kata CZ.

    Changpeng Zhao, CEO Binance
    Changpeng Zhao, CEO Binance. Foto: Getty Images.

    Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global

    Investasi di Startup Web3 dan Blockchain

    Binance Labs berencana menggunakan modal untuk berinvestasi di startup yang membangun Web3. Konsep Web3 sendiri mengacu pada masa depan dari internet yang lebih terdesentralisasi daripada platform online saat ini, dan menggabungkan blockchain.

    Binance Labs berharap bisa memanfaatkan situasi market kripto yang sedang tumbuh ini untuk menemukan startup yang bisa mengembangkan penggunaan kripto dan adopsinya yang lebih luas. Investasi akan dibagi menjadi pre-seed, early-stage dan growth equity. Dana tersebut akan diinvestasikan dalam token serta saham.

    “Kami mencari proyek dengan potensi untuk mendorong pertumbuhan ekosistem Web3,” kata Direktur eksekutif investasi dan M&A di Binance Labs, Ken Li dikutip CNBC.

    Proyek tersebut dapat mencakup infrastruktur, NFT dan Decentralized Autonomous Organizations (DAO). Binance memperkirakan saat ini ada sekitar 300.000 hingga 500.000 pengembang Web3 aktif, jumlah yang diharapkan akan tumbuh secara substansial.

    apa itu web3
    Ilustrasi Web3.

    Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Teknologi Web 3.0 dan Penerapannya pada Crypto

    Portofolio investasi Binance Labs termasuk majalah berita bisnis, Forbes dan Sky Mavis, perusahaan di balik permainan NFT populer, Axie Infinity. Binance juga merupakan investor di Terraform Labs, startup yang berbasis di Singapura di balik proyek stablecoin, Terra yang gagal.

    Dalam sebuah wawancara dengan CNBC awal tahun ini, Zhao mengatakan Binance memiliki “miliaran miliaran dolar yang siap untuk diinvestasikan” di Web3. Tren ini telah disambut dengan skeptisisme dari beberapa tokoh terkemuka di bidang teknologi, termasuk Elon Musk dan salah satu pendiri Twitter, Jack Dorsey. Zhao mengatakan dia percaya pada konsep tersebut, tetapi akan membutuhkan waktu untuk mewujudkannya.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Jajal Web3, Google Akan Saingi Amazon dan Microsoft

    Divisi komputasi awan Google mengumumkan bahwa mereka sedang membangun unit baru untuk menjajal pengembangan Web3 dan bersiap menjadi rival AWS Amazon dan Microsoft Azure yang lebih dulu masuk ke internet generasi ketiga tersebut.

    Google memutuskan masuk ke Web3 untuk mendukung pengembangan blockchain dan aplikasi berbasis blockchain yang semakin meningkat di industri kripto. Kebutuhan ini berkembang bersamaan dengan aktivitas dan adopsi Web3 dalam sektor ekonomi tradisional.

    Wakil Presiden Google Cloud, Amit Zavery, dalam email-nya menjelaskan sementara sebagian besar dunia masih dalam tahap menjajaki Web 3.0, bagi Google ini adalah pasar dengan potensi ekonomi luar biasa. Zevery menyatakan banyak pengguna Google yang memintanya agar Google meningkatkan dukungan untuk teknologi Web3 terkait kripto.

    Google Kembangkan Kartu Bitcoin (BTC)
    Ilustrasi Google dan Bitcoin. FOto: Getty Images.

    Baca juga: Tokocrypto Market Signal 11 Mei 2022: Investor Panik, Tren Bearish Lanjut

    Dengan membawa unit Web3 ke front line-nya, Google ingin menjadikan Google Cloud sebagai pilihan platform nomor satu bagi pengembangan blockchain. Google Cloud adalah rangkaian layanan komputasi awan mesin pencari. Semua proyek terkait Google berjalan di Google Cloud.

    Zavery menambahkan bahwa Google akan menempatkan dirinya sebagai penyedia teknologi untuk aplikasi atau entitas berbasis blockchain secara keseluruhan. Sedangkan search engine-nya belum menjadi peserta langsung di bidang kripto.

    Sementara CEO Google, Sundar Pichai, menyebut industri blockchain sebagai sesuatu yang “menarik dan kuat”. Google percaya bahwa aplikasi blockchain akan menemukan jalannya ke dalam layanan dan industri keuangan tradisional seperti yang dapat dilakukan Web3.

    Baca juga: Tiga Alasan Kenapa Harga Aset kripto Turun di Awal Mei 2022

    Sumber



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mendag Lutfi Apresiasi Program Akselerator Startup Blockchain, TSBA

    Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi mengapresiasi program akselerator Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) yang dirancang khusus untuk mendongkrak pertumbuhan beragam startup blockchain di Indonesia. TSBA sendiri adalah program kerja sama dari Tokocrypto dan BRI Ventures.

    Dalam sambutan di acara Graduation Day TSBA, Lutfi menjelaskan geliat industri blockchain dalam beberapa tahun terakhir sangat pesat. Hal tersebut dibuktikan dengan dimulai tren aset kripto, NFT, hingga Web3.

    “Potensinya sangat besar dan para pemain industri di Indonesia pun siap berinovasi serta bersaing di ranah teknologi baru ini. Menyambut masifnya Web3, metaverse dan lainnya di waktu mendatang, Indonesia sangat terbuka dan mendorong pertumbuhan industri ini,” kata Lutfi pada Jumat (22/4).

    Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA) Dorong Pertumbuhan Industri Blockchain

    Lutfi mengapresiasi program Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator atau TSBA yang merupakan kolaborasi strategis Tokocrypto dan BRI Ventures. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu kendaraan tepat untuk mendorong percepatan project dan startup di Indonesia yang menggunakan blockchain sebagai tulang punggung bisnis untuk memberikan impact lebih besar bagi pertumbuhan industri.

    Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.
    Daftar startup peserta program TSBA dari Tokocrypto dan BRI Ventures.

    Baca juga: Direksi Tokocrypto Gabung Cydonia Fund, Bangun Ekosistem Web3 Berskala Global

    “Program ini bisa menjadi percontohan dan tentunya acuan awal bagi pemerintah dalam memetakan geliat bisnis startup berbasis blockchain di Indonesia. Tentunya hal ini perlu didukung dengan strategi dan pemetaan skema industri serta bisnis dimana akan berdampak pada sistem perekonomian dan perdagangan di Indonesia,” jelasnya.

    Program TSBA batch 1 dengan jumlah peserta 13 startup telah melakukan serangkaian aktivitas dan pelatihan yang akan dipandu oleh nama-nama terdepan di dunia blockchain internasional. Sejumlah nama tersebut di antaranya Tamar Menteshashvili dari Solana Labs, Ajey Gore dari Sequoia Capital, Nicole Zhang dari Binance Labs, YY Lai dari Signum Capital, Charles D’Haussy dari Consensys, dan Nicko Widjaja dari BRI Ventures.

    Peserta yang bergabung di program TSBA diharapkan dapat bekerja sama dengan Tokocrypto dan BRI Ventures untuk turut membangun ekosistem blockchain di Indonesia.

    Daftar 13 Startup Peserta TSBA

    Peserta yang berhasil lolos seleksi diharapkan dapat bekerja sama dengan Tokocrypto dan BRI Ventures untuk turut membangun ekosistem blockchain di Indonesia. Berikut 13 startup peserta TSBA batch 1:

    1. Avarik Saga

    Startup GameFi yang mengusung konsep game Japanese RPG 2D di jaringan Ethereum. Setidaknya 8,888 karakter NFT Avarik Saga berhasil terjual dalam 1 jam. avariksaga.com

    2. VCGamers

    Pusat segala kebutuhan gaming dalam bentuk marketplace yang menjual item-item game virtual dan vouchervcgamers.com

    3. Nanovest

    Sarana jual-beli dan investasi aset kripto serta instrumen investasi lainnya. nanovest.io

    4. Eizper Chain

    Game RPG bertemakan Steampunk di jaringan Solana. Eizper Chain juga pernah memenangkan urutan ke-3 terbaik pada ajang Solana Global Ignition Hackathon. eizperchain.com

    5. Mythic Protocol

    Game RPG play-to-earn yang tengah dikembangkan oleh tim yang terdiri dari individu-individu berpengalaman di bidangnya. mythicprotocol.com 

    6. SERMorpheus

    Aplikasi NFT marketplace ramah pemula yang dapat menghubungkan mata uang sehari-hari dengan dunia Web3. app.sermorpheus.com

    Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA)
    Tokocrypto Sembrani Blockchain Accelerator (TSBA).

    Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI

    7. Play It Forward

    Sebuah serikat atau klan GameFi (guild) yang dirancang untuk mempercepat pertumbuhan Metaverse dengan memanfaatkan ekosistem play-to-earnplayitfwd.io

    8. Duckie Land

    Game play-to-earn yang mengadu pemain dengan memanfaatkan teknologi NFT serta menghadirkan aset kripto sebagai imbalan. duckie.land

    9. Creo Engine

    Sarana pengembangan game yang dapat ditujukan pada user base CreoEngine. Serupa dengan bagaimana pengembang app meluncurkan aplikasinya di Google Play Store. Melalui Creo Engine, pengembang game dapat mendapatkan keuntungan melalui berbagai cara dan skema. creoengine.com

    10. PlayFix

    Konsol yang dapat membantu pengembang, investor game maupun gamers dalam merancang dan meluncurkan game di dunia metaverse melalui integrasi teknologi blockchainplayfix.io

    11. VIN Protocol

    Teknologi survei di dunia web3 berbasis blockchainsurvein.com

    12. Getkupon.io

    NFT marketplace  yang menghadirkan keuntungan-keuntungan yang dapat dinikmati secara offlinegetkupon.io

    13. Avarta

    Proyek Decentralized Finance yang mengatasi tantangan seputar identifikasi dan autentikasi di web3 maupun web2. avarta.io



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • ANKR Coin, Aset Kripto Yang Dilirik Para Trader

    Kepopuleran altcoin semakin merajalela di kalangan trader dan juga investor aset kripto, salah satunya adalah ANKR coin dari protokol Ankr. Aset yang satu ini berhasil menarik banyak pembeli akibat sebuah tweet dan juga kerja sama Ankr dengan DEX, yang membuat harganya melambung tinggi. Yuk, ketahui lebih lengkapnya berikut ini!

    Apa itu ANKR Coin?

    Seperti halnya Ethereum dengan aset kriptonya yaitu ETH, protokol Ankr juga memiliki native token tersendiri yang dikenal dengan ANKR coin. Kegunaan dari ANKR tentunya untuk menjaga keberlangsungan ekosistem dari protokol Ankr, utamanya untuk membayar sumber daya dari aktivitas cloud computing antar platform.

    Selain itu, ANKR juga banyak digunakan oleh para investor sebagai aset kripto yang diinvestasikan. Tidak hanya karena harganya yang cenderung murah, ANKR juga dianggap berpengaruh dalam perubahan teknologi. Hal ini dikarenakan protokol yang menaungi ANKR, yaitu protokol Ankr, bergerak menggunakan sistem Web3. Oleh karena itu, ANKR merupakan aset yang berperan penting dalam inovasi yang diciptakan dalam penggunaan internet di masa depan. 

    Nah, agar bisa lebih memahami ANKR, alangkah baiknya untuk kita berkenalan dengan protokol yang menaunginya yaitu Ankr, yuk!

    Serba-Serbi Protokol Ankr

    Ankr merupakan sebuah protokol yang memungkinkan penggunanya untuk mewadahi peluncuran node dalam blockchain dengan biaya yang cenderung rendah. Kehadiran Ankr mempermudah para developer yang ingin membangun sebuah proyek kripto, khususnya dalam penyediaan data dan kode yang diperlukan. Developer hanya perlu memilih rantai mana yang mereka inginkan dan dapat langsung mengolahnya.

    Protokol Ankr menggunakan sistem Web3 yang memaksimalkan kinerja internet untuk memindahkan suatu web ke dalam blockchain, sehingga membuat data dan jaringan menjadi tersedia dan terbuka. Sistem Web3 ini selaras dengan tujuan dari Ankr sendiri, yaitu untuk mendesentralisasikan web.

    Dengan Ankr, memungkinkan para pengguna untuk menyebarkan node di lebih dari 40 blockchain Proof of Stake (PoS), melakukan staking, dan mengakses aplikasi DeFi. Hal inilah yang membuat membuat partisipasi pengguna dalam pengembangan blockchain menjadi lebih mudah.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Proof of Work dan Proof of Stake

    Hingga kini, sudah ada beberapa proyek kripto yang mengadopsi protokol Ankr tersebut dan memungkinkan node-nya tersedia di Ankr. Di antaranya adalah Eth2, Binance, Polkadot, Avalanche, hingga Tezos. Selain itu, sudah terdapat lebih dari 8.000 nodes yang diluncurkan berkat teknologi yang dimiliki Ankr.

    Mengapa Harga ANKR Coin Naik Baru-Baru Ini?

    Keputusan Facebook untuk rebranding menjadi Meta ternyata memberikan pengaruh besar dalam segala bidang, salah satunya adalah aset kripto. Hal ini terbukti dengan harga ANKR coin yang mengalami kenaikan pesat setelah sang founder, Chandler Song, membagikan tweet yang berbunyi, “Crypto needs its own meta.” pada 30 Oktober 2021 lalu. 

    Ankr Coin

    Tentunya, founder dari Ankr ini mengacu pada rebranding yang dilakukan oleh Facebook beserta metaverse yang akan diluncurkannya. Chandler Song mengimplikasikan bahwa peristiwa tersebut bisa dimanfaatkan oleh blockchain dengan menciptakan sebuah inovasi berupa produk baru, yang mungkin akan dilakukan oleh Ankr. Hal inilah yang membuat banyak investor melirik Ankr dan mulai membelanjakan native token-nya, yaitu ANKR.

    Seusai tweet tersebut tersebar luas, harga ANKR langsung naik sebesar 82 persen. Di tanggal 31 Oktober, harganya berhasil menyentuh angka 0.1586 USD dengan volume perdagangan mencapai 2.74 miliar USD. Hal tersebut juga mendorong aset kripto satu ini hingga menjadi buah bibir di kalangan crypto geek.

    Selain karena sebuah tweet, harga ANKR juga mengalami apresiasi berkat kerjasama yang dijalin antara protokol Ankr dan Portal, sebuah DEX yang memungkinkan pertukaran antara BTC dan aset lainnya secara cepat, terlindungi, dan privat. Tujuan dari kemitraan ini adalah tentunya untuk meningkatkan adopsi DeFi. Tercatat pada 2 November 2021 lalu, ANKR menyentuh 0.1514 USD.

    Bagaimana Perkembangan ANKR Coin Saat Ini?

    Selain untuk biaya antar platform, banyak partisipan yang hold ANKR dalam wallet kripto miliknya sebagai investasi. Terbukti dengan apresiasi harga yang dialaminya hingga 700% pada awal tahun 2021. ANKR juga berhasil mencatat harga tertinggi sepanjang masa pada Maret 2021 di angka 0.2252 USD, disebabkan karena keberhasilannya sebagai top validator di Binance Smart Chain.

    Setelah sempat koreksi, harga ANKR kembali melonjak dengan kenaikan sebesar 82% dengan volume mencapai lebih dari 2 miliar USD yang disebabkan oleh cuitan milik sang founder, Chandler Song, pada 31 Oktober lalu seperti yang telah dibahas sebelumnya. Diikuti dengan kenaikan harga selanjutnya pada 2 November yang disebabkan oleh kemitraan antara Ankr dan Portal.

    ANKR memiliki maksimal supply sebanyak 10 miliar ANKR coin, dan saat ini sudah terdapat lebih dari 8.1 miliar ANKR yang tersebar di pasaran. Dilansir dari CoinMarketCap per tanggal 11 November 2021, harga ANKR sedang menurun dan berada di angka 0.1194 USD dengan volume sebesar 168,129,672 USD.

    Lalu, Bagaimana Potensi ANKR Coin di Masa Depan?

    Tidak bisa dipungkiri, ANKR disebut sebagai altcoin yang punya potensi jangka panjang, lho, meskipun kini harganya memang masih fluktuatif. Dikutip dari InvestorPlace, hal ini disebabkan oleh platform Ankr yang memanfaatkan konsep DeFi yang masih akan terus mengalami perkembangan sebagai alternatif dari bank konvensional. 

    Masih berhubungan dengan teknologi pada platform yang menaungi ANKR, sistem Web3 milik Ankr juga diprediksi bisa membawa perubahan besar dalam penggunaan internet di masa depan, sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya. Oleh karena itu, ANKR dianggap bermanfaat sebagai aset untuk investasi jangka panjang dan cocok bagi para investor yang ingin berpartisipasi dalam inovasi yang tercipta dalam blockchain juga internet. Ditambah lagi dengan harganya yang kini masih cenderung terjangkau.

    Para trader pemula bisa, nih, menjadikan ANKR coin menjadi pilihan untuk di-hold dalam wallet mengingat harganya yang masih rendah, tetapi punya masa depan yang amat cerah. 

    Yuk, daftar, tuntaskan KYC Anda dan langsung investasi ANKR di Tokocrypto. Masih bingung dengan investasi/trading kripto? Gabung dengan Group Telegram Tokocrypto! Kamu juga bisa dapat informasi paling update hingga edukasi mengenai dunia kripto lainnya di website Tokonews.



    Sumber : news.tokocrypto.com