Tag Archives: wisata

Ide Liburan Senang-senang Bersama Anak di Kids Play Area SCH Jogja



Yogyakarta

Sleman City Hall (SCH) merupakan salah satu mall yang berada di kawasan Sleman, Yogyakarta. Mal bergaya Romawi, yang diresmikan sejak 2019 dan beroperasi hingga sekarang tersebut, memiliki banyak spot buat liburan bersama anak.

Salah satu yang membuat mall ini ramai adalah adanya kids play area atau area bermain anak-anak yang lengkap. Pilihan wahananya beragam dan sebagian besar terletak di Lantai 2.

Libur lebaran bersama anak tidak perlu bingung lagi. Cukup datang ke satu lokasi, traveler bisa memilih berbagai aktivitas menyenangkan yang disukai anak-anak.


Penasaran ada apa saja? Yuk, simak!

1. Boulder Trampoline Park

Boulder Trampoline Park di Sleman City Hall, Sleman, YogyakartaBoulder Trampoline Park di Sleman City Hall, Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Wahana itu cocok dikunjungi jika memiliki anak yang hyper-active. Dengan total 12 pilihan area, traveler bisa dengan bebas melompat kesana kemari tanpa takut terluka. Meski demikian, tetap harus waspada dan hati-hati ketika membawa anak-anak.

Trampoline ini buka setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00. Lokasinya ada di Lantai 2 mall.

Menawarkan dua tipe tiket masuk, yaitu Regular ticket dengan durasi satu jam dan 3 Hours Jump Session. Untuk regular ticket weekday di harga Rp 40.000 dan weekend Rp 60.000. Sedangkan, untuk 3 Hours jump session weekday dihargai Rp 80.00 dan weekend Rp 120.000.

Selain itu untuk dapat beraktivitas di trampoline pengunjung wajib mengenakan kaos kaki dengan bantalan grip di alasnya agar tidak licin saat melompat. Perlengkapan tersebut dapat dibeli di outlet seharga Rp 15.000 atau membawa milik pribadi. Pembelian dan pembayaran bisa dilakukan di outlet langsung tanpa reservasi dan telah melayani pembayaran non-tunai.

“Malahan biasanya anak-anak ambilnya tiga jam. Kalau dewasa gitu belum tiga jam udah capek,” kata Firza, leader outlet Boulder Trampoline Park.

Tidak perlu cemas, trampoline selalu menyediakan instruktur sekaligus pengawas yang akan mengawasi pergerakan pengunjung. Mereka dengan sigap membantu jika dibutuhkan pertolongan medis seperti kram atau sekadar membantu mengambilkan foto.

Di sini juga disediakan kursi tunggu bagi orang tua yang sudah merasa lelah dan ingin mengawasi anaknya bermain. Disediakan pula loker untuk menyimpan barang-barang pengunjung.

2. SCH Ice Skating Arena

SCH Ice Skating Arena di Sleman City Hall (SCH, YogyakartaSCH Ice Skating Arena di Sleman City Hall (SCH, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Merasakan sensasi meluncur bebas di atas es siapa yang tidak menginginkannya. SCH menawarkan tempat bermain ice skating yang populer di Jogja. Traveler akan dibawa masuk ke area dengan suhu di bawah 15 derajat celcius ditemani kabut tipis yang dingin.

Ice skating adalah aktivitas berseluncur di atas es menggunakan sepatu khusus. Terdapat sebilah pisau baja yang tajam di bawah sepatu tersebut, sehingga memungkinkan untuk penggunanya meluncur tanpa tergelincir.

Lokasinya masih di lantai 2. Traveler yang hendak kemari disarankan untuk memakai jaket atau pakaian hangat serta kaos kaki dan sarung tangan. Jika tidak membawanya, traveler bisa membeli di outlet dengan harga Rp 16.500 untuk kaos kaki dan Rp 22.000 untuk sarung tangan.

Harga tiket wahana ini dibagi menjadi 2 kategori. Untuk Weekday bagi member seharga Rp 88.000 per orang, sedangkan non member Rp 110.000. Untuk Weekend dan public holiday bagi member dikenai Rp 110.000 per orang, sedangkan non member Rp 132.000.

Harga tiket tersebut sudah termasuk sewa sepatu. Pembelian tiket bisa dilakukan di tempat dan pembayaran sudah tersedia untuk non-tunai. Satu tiket dapat digunakan untuk satu sesi bermain.

Berikut daftar sesi setiap harinya :
Sesi 1: 10.00-11.30
Sesi 2: 11.45-13.15
Sesi 3: 13.30-15.00
Sesi 4: 15.15-16.45
Sesi 5: 17.00-18.30
Sesi 6: 18.45-20.15
Sesi 7: 20.30-22.00

Tidak perlu was-was tergelincir, traveler akan ditemani petugas yang siap membantu traveler bangkit kembali jika terjatuh. Ada juga persewaan skating aid atau alat bantu bermain yang berwujud Flipper the dolphin dan Ramon the penguin. Masing-masing dikenai harga Rp 82.500 dan Rp 55.000 untuk satu jam. Selain itu, bagi visitor yang tidak ikut bermain akan dikenakan tarif masuk sebesar Rp 15.000 per orang.

3. Happy Land Playground

Happy Land di Sleman City Hall (SCH), YogyakartaHappy Land di Sleman City Hall (SCH), Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Ingin melatih motorik anak sekaligus bermain edukatif? Wahana ini bisa menjadi pilihan terbaik traveler. Di sini anak-anak dapat bermain mandi bola sepuasnya, role playing kostum dan profesi, bermain perosotan bersama orang tua, komidi putar, hingga trampolin mini.

Happy Land di mall ini memiliki tema khusus yakni membawa konsep kutub utara dan kehidupan laut. Tersedia berbagai macam ensiklopedia di setiap sudut untuk menambah wawasan anak.

Berlokasi di lantai 2, tempatnya luas sehingga anak-anak bisa bebas bermain kesana kemari. Tersedia juga berbagai macam mainan seperti mobil-mobilan dan kuda-kudaan untuk anak bisa berkeliling.

Untuk menikmati seluruh fasilitasnya, harga tiket reguler cukup dikenakan Rp 50.000 per dua jam sudah termasuk satu pendamping dan bonus kaos kaki untuk anak-anak. Untuk bermain sepuasnya tanpa batasan waktu, hari biasa tiket seharga Rp 65.000 dan hari libur seharga Rp 75.000.

Di sini tersedia pula kartu member VIP dengan sistem deposito Rp 500.000. Dengan kartu vip, harga tiket akan terpotong Rp 5.000. Selain itu untuk pendamping kedua akan dikenai biaya tambahan sebesar Rp 20.000. Semua harga bisa berubah sewaktu-waktu.

4. Boulder Gokart

Boulder Go Cart & Playzone di Sleman City Hall (SCH), Sleman, YogyakartaBoulder Go Cart & Playzone di Sleman City Hall (SCH), Sleman, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Baru diresmikan 2023 lalu, gokart jelas mencuri perhatian para pecinta driving. Di Sleman City Hall tepatnya lantai GF traveler bisa balapan gokart bersama orang tersayang.

Anti kepanasan karena gokart ini menjadi yang pertama di dalam mall di Jogja. Tersedia untuk dewasa dan anak-anak minimal usia 6 tahun. Dilengkapi pula perlengkapan keamanan seperti hairnet, helmet dan tentunya sabuk pengaman.

Harga tiketnya untuk weekday seharga Rp 35.000 untuk durasi 5 menit dan Rp 45.000 untuk 10 menit bermain. Sedangkan saat weekend di harga Rp 45.000 dengan durasi 5 menit dan Rp 55.000 untuk durasi 10 menit.

Sebelum bermain, traveler akan mendapat pengarahan oleh petugas. Jadi tidak perlu khawatir jika belum pernah mengemudikannya.

Berbeda dengan wahana sebelumnya, gokart ini akan menjadi ajang pacu adrenalin yang seru. Panjang lintasannya cukup membuat traveler puas berkeliling mengitari arena layaknya pembalap profesional. Anak-anak akan menyukainya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Big Garden Corner Punya Restoran dengan View Kebun dan Patung Raksasa



Denpasar

Big Garden Corner mempunyai beragam wahana dan spot foto. Salah satu yang menarik adalah restoran dengan view kebun cantik dan patung-patung berukuran raksasa.

Berdiri sejak 2016, Big Garden Corner mulanya adalah gallery art stone yang disulap menjadi destinasi berkonsep eco park wisata. Big Garden Corner memiliki lokasi yang strategis berada dekat dengan Kota Denpasar dan Sanur. Tepatnya, di Jl. Bypass Ngurah Rai, Kesiman, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali.

Eddy Mustofa, corporate manager, menjelaskan Big Garden Corner memiliki banyak daya tarik yang siap menyambut traveler. Big Garden Corner cocok untuk destinasi wisata keluarga yang menyajikan banyak wahana ramah anak.

“Daya tarik sendiri, kita membuat Big Garden Corner menjadi area wisata keluarga seperti wahana playground dan waterpark. Kita juga memiliki beberapa space area garden yang cocok untuk acara seperti ulang tahun dan gathering,” kata Eddy.

Sebagai wisata keluarga, Big Garden Corner memberikan paket komplit kepada pengunjung. Wahana dan spot foto dapat dengan mudah traveler temukan di sini. Jika sudah lelah berkeliling, traveler bisa bersantap dan ngopi cantik di restoran.

Big Garden Corner BaliMakan makin asyik dengan view serba hijau dan patung raksasa di Big Garden Corner Bali. (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Big Garden Corner memiliki dua restoran berkonsep semi outdoor lengkap dengan pemandangan kebun cantik.

Dari luar, restoran itu tampak menggunakan konsep alami dengan sentuhan kayu dan atap jerami. Saat masuk, traveler akan disambut ramah oleh pengelola restoran. Ada beberapa tempat duduk yang menghadap langsung ke kebun cantik dan patung raksasa.

Restoran di Big Garden Corner menawarkan berbagai menu pilihan, baik menu nusantara maupun western. Eddy menyebut semua menu yang ditawarkan adalah menu halal, jadi traveler tak perlu khawatir.

Jika bersantap di sini, traveler wajib mencicipi menu andalan yaitu Crispy Duck. Perpaduan kelezatan antara bumbu yang medok dan bebek yang crispy siap menggoyangkan lidah. Dengan harga menu berkisar antara Rp 35 ribu hingga Rp 75 ribu.

Traveler yang ingin menggelar perayaan hari spasial, bisa reservasi di restoran ini. Big Garden Corner menerima reservasi untuk berbagai kegiatan seperti gathering, ulang tahun, arisan, dan lain-lain.

Bagi traveler yang sedang atau berencana berwisata untuk mengisi long weekend nanti, Big Garden Corner ini bisa menjadi pilihan untuk singgah. Karena dalam satu tempat, traveler bisa mendapatkan tempat berwahana, spot foto, dan bersantap. Komplit banget deh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

9 Destinasi di Desa Wisata Mangunan, Bikin Betah!



Jakarta

Masuk dalam daftar 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021 lalu, Desa Wisata Mangunan memiliki beragam destinasi yang menarik untuk masuk ke daftar rencana liburanmu. Apa saja sih?

Desa Mangunan terletak di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Dulu, area ini bukan apa-apa, tidak dikelola dengan baik dengan kawasan hutannya yang sebagian besar tandus.

Akhirnya, sejak munculnya Kebun Buah Mangunan, desa itu mulai dilirik wisatawan, terutama setelah spot ‘negeri di atas awan’ populer.


Mulai tahun 2008, desa tersebut dikembangkan atas kolaborasi Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Notowono bersama pemerintah terkait. Hingga kemudian, pada 9 Maret 2014 desa itu dibentuk menjadi Desa Wisata Kakilangit yang merupakan unit kerja dari Organisasi KKLPMD Pedukuhan Mangunan.

Yuk, simak pilihan destinasi wisata di Mangunan yang bisa melengkapi daftar rencana liburanmu!

1. Kebun Buah Mangunan

Mangunan dikenal sebagai desa wisata dengan kawasan hutan pinus, kebun buah, dan panorama viewnya sebagai destinasi unggulan. Desa ini pernah masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021 lalu. Melihat kesuksesannya, bagaimana kilas balik Mangunan akhirnya berdiri sebagai desa wisata?Kebun Buah Mangunan (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Menjadi pelopor terbentuknya desa Mangunan sebagai desa wisata, kebun buah yang satu ini tidak bisa dilewatkan. Dengan luas hampir 24,5 hektar terdapat bermacam buah yang dapat dipetik dan dibeli langsung oleh pengunjung.

Selain buah, terdapat pula puncak panorama view yang kerap disebut sebagai negeri di atas awan milik Jogja. Di sana traveler bisa berburu sunrise dan lautan awan di pagi hari. Harga tiket masuknya sebesar Rp 7.000 dan buka setiap hari mulai pukul 05.00-17.00.

2. Hutan Pinus Mangunan

Hutan pinus Mangunan di Bantul, YogyakartaHutan pinus Mangunan di Bantul, Yogyakarta Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Menawarkan pemandangan alam yang indah dan hijau berpadu dengan udara sejuk sangat cocok untuk destinasi ketika penat dan butuh healing. Hutan Pinus Mangunan memiliki banyak pohon pinus yang tinggi dan rindang. Ternyata, dulu lokasi ini adalah kawasan hutan yang tandus, loh.

Terdapat aneka pepohonan mulai dari mahoni, kayu putih, akasia, hingga pinus sebagai daya tarik utama. Dengan fasilitas mulai dari tempat parkir luas, toilet, mushola, hingga warung makan dan minum, pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 5.000 per orangnya. Tarif parkir untuk sepeda motor Rp 3.000 dan Rp 5.000 untuk mobil. Jam operasionalnya mulai dari pukul 06.00-18.00 WIB.

Disarankan ketika berkunjung ke lokasi ini adalah saat pagi hari, ketika udara sedang sejuk dan belum begitu ramai.

3. Seribu Batu Songgo Langit (Rumah Hobbit)

Destinasi ini terdapat beberapa spot foto menarik yang bisa menjadi pilihan. Kumpulan batu-batu indah, gardu pandang, bebatuan besar, pepohonan yang asri nan rimbun, hingga Rumah Hobbit sayang untuk dilewatkan.

Tidak hanya berfoto, di sini traveler bisa mencoba memacu adrenalin dengan menjajal flying fox nya dengan harga Rp 15.000 per orang. Untuk menuju rumah Hobbit pengunjung akan diarahkan untuk melewati jembatan jomblo. Lagi dan lagi sayang jika tidak diabadikan dengan kamera.

Hanya dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 2.000 pengunjung dapat menikmati destinasi wisata yang satu ini. Untuk tarif parkir sendiri dibandrol seharga Rp 2.000 bagi sepeda motor, mobil Rp 5.000, dan Rp 20.000 untuk bus.

4. Puncak Becici

Puncak BeciciPuncak Becici di Mangunan, Bantul Foto: (Tasya Khairally/detikcom)

Keindahan hutan pinus terpotret jelas di Puncak Becici. Destinasi ini menjadi populer karena sempat menjadi persinggahan Presiden Amerika Serikat ke-44 Barack Obama pada Juni 2017 silam. Puncak Becici beroperasi dari pukul 07.00 hingga 22.00 WIB.

Traveler bisa melakukan beragam aktivitas mulai dari berfoto di spot selfie, camping, outbond, piknik, family gathering, naik jeep wisata, bahkan berburu matahari senja. Untuk harga tiket masuk mulai dasri Rp 2.000 saja per orang.

5. Pinus Pengger

Hutan Pinus Pengger YogyakartaHutan Pinus Pengger Yogyakarta (Bayu Fitri/d’Traveler)

Masih di kawasan hutan pinus, lokasi ini tidak jauh berbeda dari hutan pinus di kawasan Mangunan lainnya. Menjadikannya berbeda dengan hadirnya beberapa spot foto instagrammable berlatarkan panorama view alam yang membentang luas.

Beberapa spot foto yang tersedia dan menjadi favorit wisatawan adalah Panca Wara berupa tangan raksasa. Susunan kayu yang menghadap ke atas di ujung tebing ini menjadikan angle yang cocok untuk diabadikan.

Ada pula jembatan pinus pengger hingga lubang raksasa. Pinus Pengger buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB. Untuk masuk pengunjung dikenai biaya Rp 3.000 saja per orang.

6. Watu Goyang

Destinasi ini diberi nama secara harfiah karena dulunya ada bongkahan batu di puncak yang apabila didorong atau disentuh batu tersebut bisa bergoyang. Keberadaan batu tersebut sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Daya tarik lainnya dari Watu Goyang adalah adanya beberapa gardu pandang dengan spot foto berbeda.

Masuk ke lokasi ini cukup membayar parkir motor Rp 3.000 dan mobil Rp 7.000 dan tidak ada biaya tambahan lainnya. Selain menawarkan panorama alam, di lokasi ini traveler bisa membeli tanaman atau bunga yang tersedia dengan variasi harga mulai dari Rp 10.000

7. Bukit Mojo Gumelem

Satu yang menjadi bukit ini unik adalah adanya spot foto sarang burung raksasa yang ikonik. Selain itu ada pula gardu pandang dengan bentuk bunga matahari. Seluas mata memandang dapat dilihat barisan bukit seribu dan Sungai Oyo dari Bukit Mojo Gumelem.

Lokasi ini buka setiap hari selama 24 jam alias tidak memiliki jam buka tutup. Untuk masuk ke areanya pun belum ada tarif biayanya,

8. Tebing Watu Mabur

Masih dengan mengagumi keindahan barisan bukit seribu dan sungai Oyo, lokasi ini menjadi tempat melepas stress yang oke sekali. Fasilitas yang disediakan berupa spot foto menarik, kawasan perkemahan, toilet, mushola, dan warung makan minum.

Untuk masuk ke lokasi ini cukup membayar Rp 2.000 per orang. Beberapa spot foto akan dikenai biaya Rp 3.000 untuk spot jalan raya atau landasan pacu. Parkir motor seharga Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000

9. Bukit Panguk Kediwung

Bukit Panguk KediwungBukit Panguk Kediwung, Mangunan, Bantul, Yogyakarta (Muhammad Iqbal/d’Traveler)

Magnet pengunjungnya adalah keindahan pemandangan alam. Sama seperti destinasi wisata lainnya, terdapat beberapa spot foto gardu pandang yang disediakan pengelola.

Lokasi ini juga cocok untuk menikmati terbit dan tenggelamnya matahari. Lautan awan di pagi hari tampak megah bersama dengan indahnya warga orange sang surya saat terbenam. Biaya masuknya adalah Rp 3.000 dan parkir Rp 2.000

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

The Keranjang Bali Tempat Belanja Oleh-oleh dengan Bangunan Unik nan Estetik


Badung

Pergi liburan kurang afdal rasanya jika pulang dengan tangan kosong, termasuk saat berlibur ke Bali. Tak perlu bingung, sekarang pulau dewata memiliki spot berburu oleh-oleh baru yang unik.

Tempat berbelanja oleh-oleh baru nan unik di pulau dewata itu namanya The Keranjang Bali. Di sini, traveler bisa menjumpai beragam oleh-oleh khas Bali, mulai dari makanan hingga kerajinan tangan.

Uniknya lagi, bahkan sampai disorot media asing, adalah fasad bangunan The Keranjang Bali. Dari penampakannya, bangunan itu benar-benar bak keranjang raksasa. Bangunan itu pun tampak menonjol di antara bangunan lain di Kuta.

The Keranjang Bali beroperasi sejak 2019. Bangunan empat lantai itu memilah kebutuhan traveler dalam beragam area tematik. The Keranjang Bali dengan slogan #BaliDalamSatuKeranjang berharap bisa menyuguhkan atmosfer Bali melalui pengalaman tematisasi dan menampilkan produk-produk unggulan UMKM.

“Slogan #BalidalamSatuKeranjang ini bermakna bahwa untuk pengunjung yang ingin merasakan budaya dan vibes Bali tapi lagi nggak bisa kemana-mana. Pengunjung bisa datang ke The Keranjang. Karena di sini pengunjung bisa merasakan banyak experience sekaligus belanja oleh-oleh khas Bali,” kata Digital Marketing Manager The Keranjang Bali, Maul.

Sesuai juga dengan taglinenya yaitu #SurgaBaruOleh-OlehBali, The Keranjang Bali seolah ingin menyediakan surga belanja oleh-oleh bagi wisatawan.

“Nah sesuai dengan taglinenya, #SurgaBaruOleh-OlehBali. The Keranjang Bali itu dianggap sebagai surganya bagi para pengunjung yang mau mencari berbagai oleh-oleh khas Bali. Karena semua ada di sini dan kita juga memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda. Jadi seperti wajah baru di Bali,” ujar Maul.

Di antaranya, konsep experience unik, mulai dari spot foto tematik, hingga berbagai aktivitas menarik lainnya.


Daya tarik yang disuguhkan The Keranjang Bali:

Berikut sederet hal menarik yang bisa traveler temui saat menyambangi The Keranjang Bali.

1. Fasad yang Ciamik

The Keranjang BaliThe Keranjang Bali (The Keranjang Bali)

Sampai di lokasi, traveler akan langsung disuguhkan dengan pemandangan fasad yang unik. Keranjang raksasa ini memiliki panjang 15,4 meter dan lebar 58 meter.

Berbentuk keranjang raksasa, komplit dengan motif Karang Boma khas Bali. Karang Boma, yang berasal dari legenda Bomantara, diyakini memiliki kemampuan untuk mengatasi energi negatif dan bencana.

Karena bentuknya yang ciamik, tak jarang bangunan ini mencuri perhatian setiap orang yang melewatinya. Bahkan, bentuk keranjang raksasa ini menjadi magnet untuk menarik pengunjung masuk ke dalamnya.

2. Ada T-shirt Unik Solar Active!

Sebagai pusat oleh-oleh terlengkap di Bali, The Keranjang Bali menyuguhkan berbagai macam oleh-oleh khas Bali. Traveler dapat menemukan makanan, minuman, baju, kue dan masih banyak lagi. The Keranjang Bali juga menjual produk UMKM Bali sehingga dengan berbelanja di sini akan membantu UMKM untuk terus berkembang.

Traveler yang mencari oleh-oleh unik, The Keranjang Bali memiliki satu produk andalan yaitu kaos Solar Active dengan motif Barong yang dapat berubah warna saat terkena sinar matahari. Baju barong khas Bali pun ada, komplit dengan pie susu yang dipanggang langsung di sini sehingga traveler bisa melihat proses pembuatannya.

“Jadi produk Solar Active ini viral karena unik. Motifnya khas Bali yaitu motif barong tapi motifnya berubah warna kalau kena sinar matahari. Terus kita ada produk glow in the dark juga. Ini sip untuk oleh-oleh yang unik,” kata Maul.

Tak perlu khawatir kantong bolong saat berbelanja di sini. Semua produk yang ada di The Keranjang Bali memiliki harga yang terjangkau loh!

3. Spot Foto Instagramable

The Keranjangn BaliJembatan Antun-Antun di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Selain sebagai pusat oleh-oleh khas Bali, The Keranjang juga menghadirkan banyak spot foto estetik khusus untuk wisatawan yang suka foto nih.

Bahkan, Maul menyebut hampir setiap sudut di The Keranjang Bali sip untuk berfoto. Namun, ada beberapa spot foto yang wajib traveler coba, yaitu Jembatan Antun-Antun, Taman Luwung, dan Sawah Gadang Purnama.

4. Punya Lantai Khusus Experience Pengunjung

Jika biasanya toko oleh-oleh hanya menyajikan ratusan etalase. Berbeda dengan The Keranjang Bali yang menggabungkan konsep “One Stop Shopping” dengan “One Stop Experience” dalam satu bangunan.

Di lantai empat keranjang raksasa ini traveler akan menemukan tempat khusus untuk mendapatkan experience yang luar biasa. Traveler dapat menikmati berbagai area tematik yang membawa atmosfer Bali, mulai dari Lorong Sloka, Pasar Jimbaran, Lovina, hingga suasana Monkey Forest dapat traveler temukan di sini. Unik ya!

Aktivitas Menarik di The Keranjang Bali

Nggak cuma berburu oleh-oleh khas Bali. Di The Keranjang Bali traveler juga bisa mencoba berbagai aktivitas menarik. Berikut beberapa aktivitas yang bisa traveler coba di The Keranjang Bali.

1. Sewa Pakaian Adat Bali

The Keranjangn BaliTraveler bisa menyewa pakaian adat Bali di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Mencoba menggunakan pakaian adat Bali adalah salah satu hal yang wajib traveler coba saat berkunjung ke Bali. Di keranjang raksasa ini traveler bisa mencoba pengalaman tersebut.

Cukup dengan membayar mulai dari Rp 20 ribu untuk anak-anak dan Rp 50 ribu untuk dewasa traveler sudah bisa satu stel pakaian adat Bali sekaligus berfoto di beberapa spot foto.

2. Main Gamelan Khas Bali

Satu lagi aktivitas yang identik dengan budaya Bali, yaitu memainkan gamelan khas Bali. Di lantai empat traveler bisa menemukan satu bagian yang menyajikan berbagai macam gamelan khas Bali.

Mulai dari rindik, gangsa, kendang, jublag, dan masih banyak lagi. Bahkan para pengunjung diperkenankan untuk mencoba memainkan gamelan tersebut. Seru banget deh!

3. Membuat Gerabah

The Keranjangn BaliTraveler bisa membuat gerabah di The Keranjang Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Ingin aktivitas lain? Traveler bisa mencoba aktivitas melukis gerabah. Cukup membayar mulai dari Rp 10 ribu/orang traveler sudah bisa melukis langsung di atas gerabah tanah liat.

Lokasi dan Jam Operasional The Keranjang Bali

Keranjang raksasa ini berlokasi tak jauh dari Bandara Ngurah Rai, tepatnya di Jalan Bypass Ngurah Rai No.97, Kuta, Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung. Hanya berjarak sekitar 3 kilometer atau sekitar 5 menit dari Bandara Ngurah Rai.

The Keranjang Bali buka setiap hari, mulai pukul 09.00 hingga 22.00 WITA. Maul menyebut, rata-rata pengunjung bisa menghabiskan waktu 2 hingga 3 jam untuk mengeksplor The Keranjang Bali.

The Keranjang Bali juga kerap mengadakan promo-promo menarik. Traveler yang kepo bisa mengunjungi akun media sosial mereka, @thekeranjangbali.

Nah sudah tau kan ada apa aja di keranjang raksasa ini? Buat traveler yang masih bingung mau berburu oleh-oleh dimana? Cobain deh ke The Keranjang Bali, nggak cuma lengkap tapi banyak aktivitas menarik juga loh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cek Harga Kembang, Sejarah, Lokasi, dan Cara Menuju Pasar Bunga Rawa Belong



Jakarta

Pasar bunga Rawa belong menjadi salah satu pasar yang bukan hanya digandrungi oleh pembeli bunga, tetapi juga pemburu konten. Cek informasi terkini tentang pasar itu.

Dengan luas lahan mencapai 1,3 ha pasar bunga Rawa Belong, yang berada di Jakarta Barat, menjadi tempat berjualan 600 pedagang bunga. Pasar itu bahkan disebut-sebut sebagai pasar bunga terbesar se-Asia Tenggara lho!

Simak informasi berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut informasi di Pasar Bunga Rawa Belong, Jakarta.


Sejarah Pasar Bunga Rawa Belong

Sebelum menjadi pasar, daerah itu memiliki tanah yang subur dikarenakan lokasinya yang dekat dengan Kali Pesanggrahan. Daerah tersebut sangat cocok untuk digunakan bercocok tanam bunga anggrek sehingga banyak masyarakat yang menanam anggrek di sini lalu menjualnya.

Kegiatan jual beli anggrek di daerah tersebut pun sukses dan kian ramai pembeli hingga membuat ruas jalan sangat padat. Akhirnya, para pedagang direlokasikan ke suatu tempat, namun penjualan cenderung menurun dan pedagang kembali berjualan di tepi jalan lagi.

Penjualan bunga anggrek kian ramai hingga Gubernur Jakarta saat itu Ali Sadikin menyorotnya. Kemudian, dibangun los pasar untuk para pedagang berjualan. Namun seiring berjalannya waktu lahan yang semula digunakan untuk bercocok tanam anggrek semakin berkurang karena tergusur oleh pembangunan yang pesat terjadi di Jakarta.

Akhirnya para pedagang anggrek banting setir dan menjual bunga-bunga utuh. Bunga-bunga tersebut dikumpulkan dari petani berbagai daerah seperti Bogor, Bandung, Malang, dan sebagainya.

Penjualan bunga utuh kian melesat dan semakin banyak penjual yg akhirnya menjual berbagai jenis bunga batang. Akhirnya pada tahun 1989-1990 Pemprov DKI membangun kembali pasar yang kini menjadi Pasar Bunga Rawa Belong. Pada tahun 2007 Pasar Bunga Rawa Belong memiliki dua bangunan. Pembangunan dan pengembangan bangunan terus berlanjut seiring berjalannya waktu hingga akhirnya Pasar Bunga Rawa Belong menyabet gelar sebagai Pasar Bunga Terbesar se-Asia Tenggara.

Lokasi Pasar Rawa Belong

Pasar Bunga Rawa Belong berada di Jalan Sulaiman No.56, Kebon Jeruk, kota Jakarta Barat.

Pasar itu memiliki dua bangunan yang terbagi atas 3 blok yakni blok A, B, dan C. Pada bangunan bagian Utara terdapat blok A dan B. Pada bagian ini traveler bisa menemukan penjual berbagai jenis bunga, buket bunga, dan papan ucapan.

Adapun, pada bangunan bagian selatan ditemukan berbagai penjual kebutuhan dekorasi seperti pot bunga, lampu hias, janur kuning, hingga ronce melati. Pada bagian selatan juga ditemukan beberapa penjual bunga tabur, air bunga, dan kendi tanah liat yang kerap digunakan dalam prosesi adat dan pemakaman.

Jam Buka

Pasar ini bisa dikatakan tidak pernah tidur, hal ini dikarenakan pasar ini buka 24 jam. Namun dapat dicatat, waktu tepat mengunjungi pasar ini ialah dini hari atau sepagi mungkin dikarenakan banyak bunga baru yang berdatangan di Pasar ini pada tengah malam terutama pada hari Senin, Kamis, dan Sabtu. Jika mengunjungi pasar ini pada waktu yang tepat bunga yang tersedia jauh lebih segar dan beragam.

Akses Transportasi Umum di Pasar Rawa Belong

Untuk menuju Pasar Rawa Belong, traveler bisa menggunakan kendaraan umum dengan cara berikut.

1. TransJakarta

Terdapat dua halte terdekat di kawasan Pasar Bunga Rawa Belong. Jika traveler berasal dari arah Kebon Jeruk traveler bisa turun di Halte Kelapa Dua Sasak dan berjalan sekitar 1.1km.

Adapun, jika datang dari arah Palmerah traveler bisa turun di Bus Stop Simpang Palmerah Barat Rawa Belong dan berjalan sekitar 1.9km.

Traveler bisa melakukan cek rute terlebih dahulu sebelum melakukan perjalanan dengan menggunakan aplikasi yang ada agar bisa mendapatkan rute terbaik.

2. KRL

Jika berasal dari daerah yang cukup jauh dan memilih naik commuter line, traveler bisa turun di Stasiun Palmerah. Setelah itu traveler harus menyambung perjalanan sejauh sekitar 2.8 dengan berjalan kaki atau menggunakan ojek online untuk menuju Pasar Bunga Rawa Belong.

3. Jak Lingko

Selain TransJakarta traveler juga bisa menggunakan Jak Lingko untuk menuju pasar ini. Traveler bisa naik JAK56 (Terminal Grogol – Hutan Kota Srengseng) dan turun di depan Jalan Sulaiman. Selain itu traveler juga bisa naik JAK14 (Tanah Abang-Meruya) dan turun di Jalan Rawa Belong 2A. Dari sana traveler cukup berjalan 500m untuk menuju Pasar Bunga Rawa Belong.

4. Angkot/Mikrolet

Jika belum memiliki kartu elektronik, traveler bisa memilih opsi Angkot. Pilihan kode angkot yang bisa dipilih diantaranya M11(Tanah Abang – Meruya Ilir), M09 (Tanah Abang – Kebayoran Lama), dan M24 (Grogol – Srengseng).

Harga dan Jenis bunga-bunga di Pasar Rawa Belong

Harga bunga yang ada di pasar ini dapat dikatakan berbeda-beda setiap pedagangnya. Hal ini berkaitan dengan kualitas bunga, panjang tangkai, hingga jumlah batang perikat.

Ya, kebanyakan bunga di pasar ini tak dijual perbatang, melainkan per ikat. Jumlah batang bunga yang ada di sana juga beragam Contohnya bunga sedap malam berisi 10 batang/ikat, bunga mawar 20 batang/ikat, bunga matahari 5 batang/ikat, dan sebagainya. Harga yang ditawarkan juga bervariasi mulai dari Rp 15 ribu/ikat hingga Rp 60 ribu/ikat. Beberapa bunga langka dan cantik bahkan bisa dibanderol hingga ratusan ribu perikatnya.

Harga tersebut dapat berubah sewaktu-waktu terutama saat kebutuhan bunga melonjak seperti saat Lebaran, Valentine, dan Hari Ibu harga bunga bisa naik hingga empat kali lipat.

Selain membeli bunga, traveler juga bisa merangkai bunga untuk dijadikan buket bunga. Kebanyakan pedagang bunga juga akan menawarkan jasa merangkai buket bunga ketika seorang pembeli membeli banyak bunga, harga jasa yang ditawarkan juga beragam berdasarkan kesulitan dan bahan yang digunakan. Biasanya jasa rangkai bunga ini mulai dari Rp 20 ribu saja.

Perlu diingat harga-harga di atas merupakan harga sebelum ditawar dan traveler harus menyiapkan uang cash untuk melakukan transaksi di sini karena kebanyakan pedagang belum memiliki QRIS.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Parahyangan Somaka Giri, Mata Air Suci di GWK, Diyakini Bisa Sembuhkan Penyakit



Badung – Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park di Ungasan, Badung, Bali tak hanya menawarkan pemandangan patung yang eksotis buat pengunjung. Tetapi, tempat ini juga memiliki keunikan lain, salah satunya kisah Parahyangan Somaka Giri, sumber mata air suci.

Parahyangan Somaka Giri memiliki kisah melegenda yang diyakini oleh masyarakat sekitar sejak dulu. Tempat itu dipercaya sebagai anugerah yang memiliki kekuatan magis untuk menyembuhkan berbagai penyakit dan memohon hujan pada musim kemarau.

Nanda, storyteller di Plaza Wisnu, menyebut sumber mata air itu sudah ada lebih dari 200 tahun yang lalu. Kemudian, pembangunan dan maintenance pura dilakukan saat GWK Cultural Park mulai didirikan yang kemudian dikenal dengan nama Parahyangan Somaka Giri.

Parahyangan Somaka Giri berada di area Plaza Wisnu, dataran tertinggi di GWK Cultural Park, tempat didirikannya sosok patung Dewa Wisnu yang ikonik. Para pengunjung yang datang akan diajak untuk menyelami dan mendapatkan pengalaman spiritual budaya Bali.

Parahyangan Somaka Giri, GWK Cultural Park, Badung, BaliParahyangan Somaka Giri, GWK Cultural Park, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Traveler akan disambut dengan payung atau tedung Bali berwarna kuning dan putih di sepanjang tangga masuk. Penggunaan kamen dan selendang sebagai simbol untuk menjaga kesopanan di kala memasuki Parahyangan Somaka Giri. Traveler khususnya perempuan yang sedang menstruasi juga dilarang untuk memasuki areal Parahyangan Somaka Giri.

Pertama, traveler akan diajak untuk mengenal konsep Panca Maha Bhuta, lima elemen dasar yang menyusun alam semesta menurut keyakinan Hindu. Terdiri dari Cahaya, Bumi, Air, Udara, dan Ruang Hampa yang berpadu untuk menyusun alam semesta.

Setelah mendengarkan tentang konsep Panca Maha Bhuta, jika berkenan, traveler akan diajak untuk mengikuti doa yang dipimpin oleh Jro Mangku. Berbagai harapan baik boleh traveler panjatkan dengan ditemani iringan Bajra atau Genta.

Di akhir doa, traveler akan mendapatkan percikan air suci (tirta) dan Gelang Tridatu, sebagai simbol Trimurti dalam agama Hindu.

Nanda menceritakan keunikan Parahyangan Somaka Giri. Sumber mata air ini terletak di lahan batu kapur dan berada di ketinggian 240 meter di atas permukaan laut. Sangat mustahil untuk mendapatkan sebuah sumber mata air mineral.

“Jika dipikirkan, lokasi ini berada di daerah berkapur dengan ketinggian 240 meter di atas permukaan laut. Itu tentu sedikit mustahil untuk mendapatkan sumber mata air mineral. Jadi semua air di sini selain di areal Somaka Giri masih terkontaminasi zat kapur,” kata Nanda.

Unik ya, ternyata GWK Cultural Park traveler nggak hanya melihat karya seni patung dan pertunjukkan. Namun ada kisah sumber mata air suci yang dibalut dengan berbagai kisah magisnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

14 Tempat Wisata Garut yang Wajib Dikunjungi, Seru dan Terjangkau!


Jakarta

Meski bukan menjadi destinasi wisata utama saat liburan, Garut ternyata memiliki sejumlah tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi, lho. Ada segudang objek wisata menarik yang bisa dikunjungi, mulai dari wisata alam hingga taman bermain.

Selain itu, ada beberapa tempat wisata yang jaraknya tidak terlalu jauh dari pusat kota. Jadi, detikers bisa mengunjunginya tanpa perlu khawatir capek karena menempuh perjalanan yang lama.

Lantas, apa saja tempat wisata di Garut yang wajib dikunjungi? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Tempat Wisata Garut yang Wajib Dikunjungi

Apabila bosan berlibur ke Bandung, cobalah sesekali melipir ke Garut. Jaraknya juga tidak begitu jauh, hanya sekitar 2 jam perjalanan dari Bandung dengan mengendarai mobil.

Memangnya, ada tempat wisata apa saja sih di Garut? Simak ulasannya di bawah ini yang telah dirangkum detikTravel.

1. De Wisdom

Destinasi yang pertama adalah De Wisdom. Di tempat ini, detikers dapat melihat secara langsung domba garut yang ikonik.

Selain melihat domba, kamu juga bisa mencoba berbagai wahana permainan yang seru. Lalu, ada juga sejumlah spot foto yang Instagramable dan estetik dengan latar belakang pemandangan gunung.

De Wisdom juga menyediakan villa yang bisa disewa oleh pengunjung. Ada juga berbagai arena bermain anak, lapangan yang luas, labirin, dan spot foto ala Bali.

De Wisdom buka setiap hari dari pukul 09.00-17.00 WIB. Lokasinya berada di Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Jaraknya hanya sekitar 6,6 km dari pusat kota Garut.

2. Balong

Balong menjadi salah satu destinasi wisata favorit dan terkenal di Garut. Sebab, detikers bisa merasakan sensasi ngopi di tepi danau. Ditambah udara yang segar dan suasana asri membuat tempat ini cocok untuk healing sejenak.

Balong buka setiap hari dari pukul 09.00-22.00 WIB. Tempat wisata ini terletak di Desa Rancabango, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Jaraknya hanya sekitar 6 km dari Alun-alun Garut.

Disarankan datang ke Balong saat weekdays dan di pagi hari. Selain udaranya masih sejuk, hal ini agar travelers tidak perlu antre ketika ingin menikmati secangkir kopi hangat di tepi danau.

3. Alun-alun Garut

Sudut-sudut di Alun-alun Garut yang baru selesai renovasi.Foto: Hakim Ghani

Kurang lengkap rasanya berkunjung ke Garut namun tak sempat mampir ke Alun-alun. Tempat yang satu ini selalu ramai dipadati masyarakat dari pagi sampai malam hari.

Saat pagi, Alun-alun Garut ramai dikunjungi oleh masyarakat yang ingin berolahraga. Menjelang sore hingga malam, Alun-alun Garut semakin ramai karena banyak warga yang ingin bersantai.

Selain itu, ada banyak pedagang kaki lima yang menjual berbagai makanan dan minuman yang murah meriah. Di sebelah Alun-alun juga terdapat Masjid Agung Garut, sehingga travelers yang beragama muslim bisa menyempatkan diri untuk beribadah.

Alun-alun Garut dapat dikunjungi secara gratis. Jadi, sempatkan diri untuk mampir ke Alun-alun ya!

4. Pemandian Air Cipanas Garut

Selain domba, Garut juga terkenal dengan pemandian air panas alami. Salah satu lokasi pemandian air panas yang terkenal berada di Cipanas.

Sedikit informasi, sumber air panas tersebut berasal dari Gunung Guntur, yakni salah satu gunung berapi yang aktif.

Adapun sejumlah tempat pemandian air panas yang ramai dikunjungi wisatawan, yakni Kolam Renang Purbasari, Nagara Hot Spring Experience, dan Pemandian Air Panas Ciengang.

Untuk biaya tiket masuknya sendiri bervariatif, tergantung dari masing-masing tempat wisata air panas yang ingin dikunjungi.

5. Wisata Alam Batu Lempar

Wisata Alam Batu Lempar terletak di Jalan Godog, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Memang jaraknya agak sedikit jauh dari pusat kota, tapi dijamin travelers bakal senang selama berada di sana.

Soalnya, kamu dapat menikmati suasana hutan pinus asri yang dialiri oleh arus sungai yang jernih. Selama di Wisata Alam Batu Lempar, detikers bisa bersantai sambil menikmati alam, berfoto-foto, memasang hammock, hingga mendirikan tenda.

Untuk biaya tiket masuknya sangat murah, yakni Rp 5.000 per orang. Jika detikers membawa kendaraan, siapkan juga tiket parkir sebesar Rp 5.000.

6. D Leuwi Garut

Rekomendasi tempat wisata berikutnya adalah D Leuwi Garut. Di sini, kamu bisa menikmati suasana asri di pinggir sungai sambil menyantap makanan dan minuman yang lezat.

Tempatnya juga asyik untuk menikmati suasana alam Garut sambil healing sejenak. Lalu, suara gemericik air sungai membuat hati jadi lebih tenang dan relax.

D Leuwi Garut terletak di Jalan Pembangunan, Tarogong, Kabupaten Garut. Jaraknya hanya sekitar 3,5 km dari pusat kota.

Tempat wisata ini buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00 WIB saat weekday. Sedangkan saat weekend, D Leuwi buka sejak pukul 08.00-23.00 WIB.

7. Kuliner Malam di Kerkof

Ingin mengisi perut di malam hari? Cobalah berkunjung ke Kerkof. Sebab, ada banyak sekali jajanan kaki lima yang murah meriah di malam hari. Maka dari itu, tempat ini juga terkenal sebagai kawasan wisata kuliner.

Untuk lokasinya sendiri berada di dekat Bunderan Kerkof, tepatnya di Jalan Merdeka, Desa Haurpanggung, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut.

Selain berburu sejumlah kuliner lezat, tempat ini juga menyediakan fasilitas umum yang lengkap, seperti tempat parkir, toilet, mushola, hingga wahana permainan anak. Dijamin, detikers tidak akan bosan saat berkunjung ke sini.

8. Galeri Makkah Madinah

Ada satu tempat wisata religi yang patut dikunjungi, yaitu Galeri Makkah Madinah. Di sini, travelers dapat melihat miniatur dari Gua Hira dan Ka’bah yang mirip seperti aslinya.

Selain itu, terdapat juga replika Masjid Nabawi dan maket rumah Rasulullah SAW. Jadi tak hanya sekadar jalan-jalan, namun juga dapat menambah pengetahuan dan mendekatkan diri dengan Allah SWT.

Galeri Makkah Madinah berlokasi di Pananjung, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00-17.00 WIB. Untuk biaya tiket masuknya sekitar Rp 35.000/orang dan gratis untuk anak berusia 4 tahun ke bawah.

9. Casacola Sky Garden Coffee

Garut juga memiliki sejumlah coffee shop kekinian yang patut dikunjungi, salah satunya Casacola Sky Garden Coffee. Tempat nongkrong anak muda ini mengusung arsitektur estetik di segala sisi, jadi ada banyak spot foto Instagramable.

Tempat ini memiliki 2 lantai dengan 3 pilihan area tempat duduk, yakni area indoor, semi outdoor dan area outdoor. Area indoor menyajikan ornamen estetik dan minimalis, lalu area outdoornya terdapat tempat duduk yang luas dengan bean bag yang nyaman.

Disarankan datang ke sini saat sore menjelang malam dan ketika cuaca sedang cerah. Sebab, detikers bisa menikmati pemandangan Kota Garut dari atas. Kalau malam hari, kamu bisa melihat gemerlap cahaya lampu.

Casacola Sky Garden Coffee terletak di Jalan Cirendeu, Godog, Kec. Karangpawitan, Kabupaten Garut. Jaraknya hanya sekitar 5 km dari Alun-alun Garut.

10. Sabda Alam Water Park

Jika ingin mengajak si kecil berenang sambil bermain air, cobalah berkunjung ke Sabda Alam Water Park. Ada banyak wahana air yang bisa kamu coba, mulai dari wave pool, spilled bucket, hingga kiddies pool yang ramah anak-anak.

Untuk harga tiket masuknya juga murah, yakni sebesar Rp 45.000/orang saat Senin-Jumat. Sementara Sabtu, Minggu, dan Hari Libur Nasional sebesar Rp 60.000/orang.

Sabda Alam Water Park terletak di Jalan Raya Cipanas, Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Jaraknya kurang lebih sekitar 6 km dari Alun-alun Garut.

11. Garut Dinoland

Garut DinolandFoto: Hakim Ghani/detikJabar

Kalau berkunjung ke Garut, jangan lupa mampir ke Garut Dinoland. Tempat wisata ini sangat cocok dikunjungi bersama keluarga dan anak-anak.

Di Garut Dinoland, kamu dapat melihat berbagai replika dinosaurus sekaligus belajar mengenai hewan-hewan di zaman purba. So, tak hanya seru namun juga dapat menambah ilmu.

Untuk harga tiket masuknya cukup terjangkau, yakni sebesar Rp 50.000/orang saat weekday dan Rp 65.000/orang saat weekend. Garut Dinoland buka setiap hari mulai pukul 09.00-17.00 WIB.

12. SKY-G Funtainment

Satu lagi destinasi wisata di Garut yang ramai didatangi anak muda, yaitu SKY-G Funtainment. Di tempat ini, travelers bisa bermain sepatu roda, inline skate, push bike, dan scooter injak.

Tak hanya itu, kamu juga bermain hoverboard dan mini ATV di SKY-G Funtainment. Jangan khawatir, tempat ini seluruhnya indoor jadi aman dari hujan dan panas matahari.

Untuk jam bukanya sendiri berbeda-beda, yakni sebagai berikut:

  • Senin-Kamis pukul 12.00-21.00 WIB
  • Jumat pukul 13.00-21.00 WIB
  • Sabtu-Minggu pukul 09.00-21.00.

Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 30.000/3 jam saat weekday dan Rp 40.000/3 jam saat weekend. Apabila detikers mendampingi si kecil bermain, tidak dikenakan biaya sama sekali.

SKY-G Funtainment berlokasi di Jalan Jendral Sudirman, Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut. Jaraknya hanya sekitar 3,5 km dari Alun-alun.

13. Situ Bagendit

Situ Bagendit yang telah direvitalisasiFoto: Hakim Ghani/detikJabar

Situ Bagendit merupakan salah satu destinasi wisata terkenal di Garut. Tempat ini selalu ramai dikunjungi masyarakat, terutama saat pagi hari.

Sebab, tempat ini dikelilingi oleh pepohonan hijau dan danau yang luas, sehingga suasananya begitu asri dan udaranya terasa sejuk. Maka jangan heran, saat pagi hari tempat ini sudah ramai dikunjungi warga yang ingin olahraga atau bersantai menikmati pemandangan.

Untuk bisa sampai ke Situ Bagendit, detikers harus menempuh perjalanan sekitar 25-30 menit dengan mengendarai mobil. Tiket masuknya juga murah, yakni Rp 10.000 untuk orang dewasa dan Rp 5.000 untuk anak-anak.

14. Sentra Kerajinan Kulit Sukaregang

Rekomendasi tempat wisata di Garut yang terakhir adalah Sentra Kerajinan Kulit Sukaregang. Di tempat ini, travelers dapat menemui berbagai produk kerajinan dengan bahan dasar kulit, mulai dari jaket, sepatu, dompet, tas, dan lain sebagainya.

Untuk harganya cukup bervariasi, tergantung dari barang yang kamu beli. Jadi, sebelum kembali ke kota asal sempatkan diri mampir ke Sentra Kerajinan Kulit Sukaregang untuk membeli oleh-oleh.

Demikian 14 tempat wisata di Garut yang wajib dikunjungi karena murah dan dekat dari pusat kota. So, tertarik berkunjung ke mana dulu nih travelers?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

7 Fakta Jalan Braga, Kawasan Ikonik di Paris Van Java



Jakarta

Jalan Braga merupakan kawasan legendaris di Bandung. Kini, tiap akhir pekan Jalan Braga bebas kendaraan, dinamai Braga Beken.

Dibangun sejak zaman Hindia Belanda, Jalan Braga disebut sebagai saksi bisu perkembangan zaman. Jalan sepanjang 850 meter itu merupakan pusat perbelanjaan dan tempat berkumpul pada masa Hindia Belanda.

Di sisi kanan kiri Jalan Braga terdapat komplek toko yang memiliki arsitektur kuno pada masa Hindia Belanda. Kini, di sepanjang Jalan Braga terdapat berbagai restoran, kafe, penginapan, hingga apotek, dan sejumlah kantor.


Jalan Braga juga masih menjadi salah satu jalur utama di jantung kota Bandung. Jalan itu padat dengan lalu lalang kendaraan dan para pejalan kaki, juga pedagang, serta mobil dan motor yang parkir.

Akhir pekan lalu, Jalan Braga memiliki wajah berbeda. Pemerintah Kota Bandung menjadikan Jalan Braga bebas kendaraan. Rencananya setiap Sabtu dan Minggu Jalan Braga bakal bebas kendaraan.

Berikut lima fakta tentang Jalan Braga:

1. Mulanya Disebut Pedatiweg

Jalan Braga dulu dikenal sebagai Pedatiweg merupakan jalur yang vital di masa kolonial Belanda. Mulanya merupakan jalan becek dan berlumpur yang kerap dilewati oleh pedati pengangkut kopi.

Nama Pedatiweg berasal dari kata “pedati,” sejenis kereta kuda yang banyak digunakan pada zaman itu dan “Weg” dalam bahasa Belanda bermakna “jalan”.

Baru sekitar tahun 1882, Pieter Sijthoff, asisten residen Bandung, mengubah nama Pedatiweg menjadi Bragaweg. Diambil dari nama seorang penulis drama Theofila Braga.

Para ahli sastra Sunda menyebut bahwa nama Braga merujuk pada kata “Baraga” yakni jalan di tepi sungai, dimana Jalan Braga memanglah terletak di tepi Sungai Cikapundung.

Penamaan Braga juga disebut-sebut berasal dari minuman keras khas Rumania yang sering disajikan di Societeit Concordia (sekarang Gedung Merdeka) di bagian selatan Bragaweg.

Dalam bahasa Sunda, nama Braga juga berasal dari kata “Ngabaraga” yang memiliki arti bergaya memamerkan tubuh, nampang, atau mejeng.

2. Dahulu Disebut “Jalan Culik”

Tak seperti sekarang, dahulu Jalan Braga dikenal sebagai jalan yang kecil dan sepi yang rentan terhadap aksi penculikan. Membuatnya kerap mendapat julukan “Jalan Culik”

Jalan Braga yang sepi membuat reputasinya sebagai tempat yang mengerikan di mana banyak orang terluka dan bahkan meninggal karena kegiatan kriminalitas. Jalan Braga menjadi tempat patroli tentara kolonial, yang mengakibatkan banyak pembantaian.

3. Asal Mula Julukan Kota Kembang

Meskipun Bandung juga terkenal dengan keberagaman taman bunganya, namun julukan “Kota Kembang” tidak berasal dari kesejukan bunga-bunga itu. Sebaliknya, julukan merupakan sebuah kiasan berkonotasi negatif di era Belanda.

Bersamaan dengan ramainya Jalan Braga sebagai tempat pertemuan para bangsawan, kehadiran hiburan malam di sudut remang-remang, membuatnya juga dikenal oleh turis mancanegara yang mencari wanita-wanita cantik di kota ini. Sejak saat itulah, Bandung dijuluki sebagai “Kota Kembang”.

Walau begitu, Jalan Braga tetap menjadi simbol sejarah dan budaya yang mencerminkan perubahan zaman dan peranannya dalam perkembangan kota Bandung.

Wisatawan kini dapat menjelajahi Jalan Braga untuk menikmati perpaduan antara sejarah dan gaya hidup kontemporer yang menarik.

4. Toko Senjata Api Jadi yang Pertama Berdiri di Jalan Braga

Bukan kafe atau toko pakaian, melainkan toko senjata api adalah toko pertama di Jalan Braga didirikan pada tahun 1894 oleh C.A. Hellerman. Selain menjual senjata api, toko tersebut juga menawarkan berbagai macam barang seperti sepeda, kereta kuda, dan melayani sebagai bengkel reparasi senjata api.

Namun, bangunan pertama tempat toko tersebut berdiri, yang sekarang dikenal sebagai bangunan tua nomor 51, telah runtuh dan ditinggalkan oleh pemiliknya.

5. Tempat Komersil dan Hiburan

Dalam e-book Mengembalikan Citra Kawasan Jalan Braga Bandung disebutkan pada 1910 Jalan Braga dirancang oleh pemerintahan kolonial menjadi pusat perbelanjaan bagi orang-orang Eropa di Hindia Belanda. Bahkan, kawasan ini disebut pula sebagai Het meest Europeesche Winkelstraat van Indië, atau kawasan pertokoan Eropa terkemuka di Hindia Belanda.

Jalan Braga kemudian ramai diisi oleh pengusaha Belanda dengan membangun toko, bar, hingga tempat hiburan. Tak hanya menjadi trendsetter mode pakaian, pada 1931 salah seorang anggota Komisi Loggemann, Ir. Thomas Karsten membuat Stadsvormings Ordonantie (SVO) memberi panduan perencanaan kota di Hindia Belanda.

Bersama sejumlah profesor lainnya, ada sejumlah hal yang ingin ditata dari kawasan Braga, antara lain: bangunan langsung berhadapan dengan tepi jalan, tanpa adanya halaman teras, antara satu bangunan dengan bangunan lainnya harus saling berdampingan, tanpa ada ruang kosong sedikit pun, ketinggian bangunan hanya 2 lantai, yakni lantai pertama untuk komersial dan halaman belakang dan lantai atas untuk hunian, dan bangunan harus memberi kesan yang selaras baik secara horizontal maupun vertikal.

Lantai pertama dilengkapi pintu masuk dan dinding kaca etalage. Jendela kaca boven-licht untuk penerangan ruang dalam yang dilengkapi lubang ventilasi alami, alias gesloten bebouwing.

6. Mati Suri

Masa kejayaan Braga tidak berlangsung terus-menerus. Jalan Braga mati suri akibat situasi politik dunia yang bergejolak di tahun 1942.

Yakni, saat Jepang memulai ‘kisah’-nya di Tanah Air, kawasan ini seperti ditinggalkan hanya meninggalkan jejak-jejak bangunan bergaya Indische Style saja.

7. Bangunan Bersejarah yang Tersisa

Braga kembali bangkit usai ditetapkan sebagai historical district oleh Pemerintah Kota Bandung lewat Peraturan Daerah Nomor 19 Tahun 2009. Sejumlah bangunan kolonial masih tersisa.

Dari Jalan Asia-Afrika, terdapat Hotel Savoy Homann dan Gedung Merdeka yang menjadi saksi terjadinya Konferensi Asia-Afrika pertama di tahun 1955 silam. Lalu, ada pula Bioskop de Majestic dengan bentuk unik menyerupai kaleng biskuit. Serta, Sarinah Braga yang kini beralih fungsi menjadi tempat penginapan berkelas di Bandung.

Bergeser sedikit ke arah utara, terdapat Gedung Gas Negara hingga restoran Braga Permai eks Maison Bogerijen yang pernah menyajikan makanan istimewa bagi kaum Belanda. Terakhir, ada pula Gedung Bank Indonesia dan Gereja Katedral St. Petrus Bandung dengan menyimpan sejarah perkembangan umat Katolik di Kota Kembang.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tiket Masuk dan Serba-serbi GWK Cultural Park



Badung

Berlibur ke Bali belum afdal jika tak berkunjung ke taman budaya yang satu ini; Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park. Begitu megah.

GWK Cultural Park merupakan sebuah taman budaya yang menjadi interpretasi atas kekayaan budaya Bali. Ta,an itu menjadi perwujudan berbagai wujud seni patung, ritual budaya, dan beragam pertunjukan seni khas Bali.

Nggak hanya menikmati keindahan arsitektur patung raksasa, traveler juga bisa menikmati pertunjukan seni budaya Bali.

Penasaran dengan daya tarik dan aktivitas menarik di GWK Cultural Park?

Berikut serba-serbi GWK Cultural Park:

Daya Tarik GWK Cultural Park

Sebagai salah satu destinasi budaya favorit wisatawan. GWK Cultural Park tentu memiliki banyak daya tarik yang mampu membuat setiap pengunjung merasakan keseruannya. Berikut beberapa daya tariknya.


1. Plaza Kura-kura

Plaza Kura-kura terletak diantara Street Theater dan Plaza Wisnu. Di sini traveler bisa menemukan sebuah kolam jernih dengan patung Dewi Laksmi. Jika diperhatikan lebih detail, pada dinding batu kapur di Plaza Kura-kura terdapat pahatan berbentuk kura-kura.

Tak hanya itu, di sini traveler juga bisa melemparkan uang koin ke dalam kolam sambil mengucapkan sebuah permintaan. Konon permintaan tersebut bisa terkabulkan.

2. Plaza Wisnu

Terletak di puncak bukit, Plaza Wisnu menawarkan panorama pulau yang menakjubkan dan merupakan tempat yang sempurna untuk menyaksikan matahari terbenam. Di sini traveler juga bisa menemukan Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa

Traveler juga menemukan sumber mata air suci yang dikenal sebagai Parahyangan Somaka Giri. Uniknya walaupun berada di daerah kering dan tinggi, sumber mata air ini tak pernah kering loh.

3. Plaza Garuda

Plaza Garuda menyajikan kemegahan Patung Burung Garuda yang menjadi tunggangan Dewa Hindu Wisnu. Melambangkan pengorbanan, kesetiaan, dan kepercayaan. Garuda, simbol bangsa Indonesia, mewakili sifat keberanian, kebijaksanaan, kekuatan, dan disiplin. Di sini wisatawan sering melakukan foto pre-wedding karena lokasinya yang estetik dan indah.

4. Garuda Sineloka

Garuda Sineloka adalah sebuah bioskop mini yang menayangkan film animasi tentang Petualangan Garuda Cilik dalam mencari Tirta Amerta milik Dewa Wisnu untuk sang ibunda. Untuk menonton film animasi ini, traveler tak dikenakan biaya tambahan lagi, alias gratis. Pemutaran film dilakukan setiap hari, mulai pukul 10.30 hingga 19.30 WITA.

5. Amphitheater dan Street Theater

Amphitheater dan Street Theater adalah dua tempat dimana traveler bisa menyaksikan keindahan pertunjukkan budaya Bali. Pertunjukkan hadir setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA. Beberapa diantaranya seperti, Tari Sekar Jepun, Tari Jauk Manis, Tari Oleg Tamulilingan, Tari Barong-Bojog, dan masih banyak lagi. Total terdapat 15 pertunjukkan yang dapat traveler saksikan, tanpa ada biaya tambahan.

6. Patung GWK

Spot utama dari GWK Cultural Park adalah patung GWK setinggi 122 meter dengan lebar 66 meter. Menjadi ikon kebanggan Indonesia dan Pulau Dewata. Diresmikan pada 22 September 2018 oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Patung GWK menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan yang berkunjung. Namun belum afdol jika traveler tak mencoba masuk ke patung raksasa ini. Traveler diperkenankan masuk ke lantai 9 dan lantai 23 patung GWK.

7. Spot Foto Estetik

Di GWK Cultural Park traveler dijamin nggak akan kehabisan spot foto yang estetik dan instagramable. Mulai dari latar belakang patung raksasa hingga barisan bukit kapur yang cantik.

Jika traveler masuk ke lantai 9 dan 23, disana terdapat spot foto unik di atas kaca yang menyajikan langsung pemandangan rangka patung GWK. Unik sekaligus anti mainstream banget!

Kalau mau berfoto indoor, GWK Cultural Park juga punya ASANA Artseum Bali sebagai salah satu studio foto dengan berbagai latar belakang klasik Bali dan Jawa.

Aktivitas Menarik di GWK Cultural Park

Nah, bagi traveler yang masih ragu berkunjung ke GWK Cultural Park karna bosan melihat patung saja? Ternyata di sini juga menawarkan banyak aktivitas menarik, loh. Contohnya seperti Fun Outdoor Activities. Traveler bisa mencoba berbagai permainan, seperti skuter, fun wheels, trampoline, gowes, dan masih banyak lagi.

Kalau nggak mau bermain outdoor, traveler wajib mencoba aktivitas mengeksplorasi lantai 9 dan 23 di dalam patung GWK. Traveler bisa menyaksikan keindahan Pulau Dewata dari ketinggian. Di dalam patung ini juga terdapat banyak aktivitas, seperti menonton video, spot foto, sekaligus mengetahui bagaimana proses dan sejarah berdirinya patung GWK ini.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

GWK Cultural Park berlokasi di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Untuk mencapai objek wisata ini, traveler harus menempuh sekitar 12 km atau waktu tempuh sekitar 30 menit dari Bandara Ngurah Rai.

Tak perlu khawatir, GWK Cultural Park sudah memiliki fasilitas parkir yang luas untuk traveler yang membawa kendaraan. Terdapat pula fasilitas Shuttle Bus gratis yang akan membawa pengunjung dari area parkir menuju ke area penjualan tiket.

Untuk menikmati berbagai aktivitas seru di GWK Cultural Park, traveler hanya perlu membayar tiket mulai dari Rp 125.000/orang untuk tiket reguler, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

Semua harga tiket tersebut sudah mendapatkan akses untuk menonton 15 pertunjukan seni, akses ke ASANA Artseum, akses menonton film animasi Garuda Cilik di Garuda Sineloka, dan refreshment drink di Jendela Bali Resto.

Traveler yang ingin berkunjung ke GWK Cultural Park, destinasi ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 hingga 21.00 WITA.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jadi Patung Tertinggi Keempat di Dunia, Begini Sejarah Pembangunan Patung GWK



Badung

Pembangunan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) cukup berliku. Seperti apa ya?

Patung GWK di GW K Cultural Park, Badung, Bali memiliki tinggi 122 meter. Patung itu tepatnya berada di Desa Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, memiliki sejarah yang menarik untuk dipelajari.

Menjadi maskot Pulau Dewata, GWK dibangun di lahan kapur seluas 60 hektar, dengan tinggi 122 meter dan berat 4.000 ton. Kini patung GWK sudah menduduki posisi keempat sebagai patung tertinggi di dunia.


Sejarah Pembangunan Patung GWK

Pendirian patung GWK mulai dikonsepsi tahun 1989. Kala itu, Joop Ave yang pernah menjabat sebagai Direktur Jendral Pariwisata RI menginisiasikan pembangunan patung setinggi 5 meter di Bandara Ngurah Rai. Guna menarik lebih banyak kunjungan wisatawan.

Pada tahun 1990, diputuskan pembangunan patung dilakukan di luar bandara, dengan menggandeng seniman Bali bernama I Nyoman Nuarta. Dipilihlah lahan bekas penambangan kapur di daerah Ungasan. Dengan dukungan Ida Bagus Mantra dan melibatkan Ida Bagus Oka serta Ida Bagus Sudjana.

“Mulanya GWK ini digagas oleh Bapak Joop Ave. Menurutnya Indonesia harus memiliki sesuatu yang ikonik dan menarik banyak wisatawan. Tahun 1990, Bapak Joop Ave menggandeng Bapak I Nyoman Nuarta untuk menggagas ikon GWK,” kata Operation Director GWK Stefanus Yonathan Astayasa.

Tahun 1993, Presiden Soeharto merestui pembangunan proyek ini. Akhirnya fase perencanaan Garuda Wisnu Kencana (GWK) dimulai. Pembangunan pun mengalami kendala akibat adanya krisis moneter tahun 1998. Pembangunan terhenti selama 16 tahun.

Muncul secercah harapan untuk melanjutkan pembangunan GWK. Tahun 2012, PT Alam Sutera Realty Tbk berkomitmen untuk melanjutkan proyek mahakarya Indonesia. Upacara Ngeruak dan Mendem Pedagingan dilakukan guna mengawali proses pembangunan.

“Tahun 2010 diadakan GWK Expo, dan Alam Sutera hadir di GWK Expo ini. Tahun 2012 akhirnya Alam Sutera berkomitmen untuk membangun patung GWK hingga selesai,” ujar Stefanus.

Pada 23 Agustus 2013, dilakukan peletakan batu pertama. Proses pekerjaan pun dimulai dengan membangun pondasi rakit seluas 7.154,41 meter persegi. Tahun 2018, mahkota Dewa Wisnu sudah dipasang, seiring dengan dilakukannya upacara Pasupati. Upacara Melaspas pun dilakukan guna menandai berakhirnya proyek pembangunan patung GWK.

Peresmian Patung Garuda Wisnu Kencana

Pada 22 September 2018, peresmian patung Garuda Wisnu Kencana oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Sekaligus sebagai persembahan peringatan HUT ke-73 RI. Dihadiri oleh beberapa tokoh masyarakat dan pejabat penting negara.

Kini, patung GWK sudah terkenal sebagai ikon Pulau Bali. Patung GWK dengan tinggi 122 meter menjadi patung tertinggi keempat, setelah Patung Vallabhbhai Patel di India (182 meter) sebagai peringkat pertama, Sang Buddha di Tiongkok (153 meter) dan Myanmar (130 meter).

Sudah tau kan sejarah patung GWK? Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya sekaligus ikon Pulau Bali. Jadi, jangan lupa berkunjung untuk menyaksikan megahnya patung GWK ya!

(fem/iah)



Sumber : travel.detik.com