Tag Archives: wisata

12 Wisata Malang yang Murah untuk Keluarga, Ada Pantai hingga Kebun Teh


Malang

Malang adalah salah satu provinsi yang banyak dituju oleh wisatawan. Sebab, Malang menyajikan berbagai wisata menarik untuk dikunjungi.

Beberapa wisatanya cocok untuk didatangi bersama keluarga dengan harga yang murah. Apa saja? Simak beberapa rekomendasi wisatanya berikut ini.

Wisata Malang Murah untuk Keluarga

Ada banyak wisata malang yang murah untuk dikunjungi bersama keluarga. Mulai dari pantai, alun-alun, hingga kebun teh.


1. Pantai Balekambang

Balekambang merupakan salah satu pantai terkenal di Malang. Di sini terdapat Pura Amertha Jati yang berada di pulau karang dan kerap disebut mirip Tanah Lot di Bali.

Wisatawan yang ingin berkunjung ke pulau karang yang bernama Pulau Ismoyo tersebut harus menyeberangi jembatan sepanjang 70 meter. Menurut laman resmi Pemkot Malang, akses jalan menuju pantai mulus dan wisatawan akan disuguhi pemandangan pepohonan rindang serta udara yang sejuk.

Lokasi: Dusun Sumber Jambe, Desa Srigonco, Jalan Balekambang, Balekambang, Sumberbening, Bantur, Malang.
Harga tiket: Rp 20.000
Jam operasional: 24 jam

2. Alun-alun Kota Malang

Alun-alun Malang adalah salah satu destinasi yang sayang untuk dilewatkan.
Menurut buku Cintaku Tertambat di Kota Malang oleh Muslimin dan Kalista, ada dua alun-alun di kota Malang, yaitu Alun-alun Merdeka dan Alun alun Bunder.

Di alun-alun Merdeka terdapat air mancur menari, area skateboard, playground, masjid jami’, jalur sepeda hingga jalur pejalan kaki yang rapi. Semenara di Alun-alun bunder yang lokasinya tak jauh dengan alun-alun merdeka terdapat Monumen Tugu dan Balai Kota Malang

Lokasi:

Alun-alun Merdeka: Jalan Merdeka Selatan, Kecamatan Klojen, Malang, Jawa Timur
Alun-alun Bunder:Jalan Tugu, Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Hanya berjarak 700 meter dari Alun-alun Merdeka.
Harga Tiket: Gratis
Jam operasional: 24 jam

3. Kampung Warna-warni

Wisatawan berjalan di jembatan kaca saat mengunjungi Kampung Warna-Warni Jodipan di Malang, Jawa Timur, Kamis (20/7/2023). Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.Kampung warna-warni yang dibuka sebagai objek wisata sejak tahun 2016 tersebut saat ini dicat ulang secara bertahap pada ratusan rumah milik warga setempat yang dimulai dari awal tahun 2023 untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisata. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa. Foto: ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Sesuai warnanya, kampung warna warni memiliki rumah-rumah yang dicat dengan aneka warna. Rumah-rumahnya terlihat indah dan menjunjung nilai seni.

Kamu bisa berfoto di spot-spotnya yang menarik. Menurut laman pemprov Malang, kampung warna-warni kini dikenal semakin luas. Sehingga, banyak wisatawan domestik hingga mancanegara berdatangan.

Lokasi:Jodipan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur
Harga Tiket: Rp 3.000
Jam operasional: 07.00-18.00 WIB

4. Pantai Batu Bengkung

Salah satu wisata Pantai di Malang Selaan ini menawarkan keunikan berupa adanya kolam alami di bibir pantai. Mengutip laman Kabupaten Malang, dinamakan Batu Bengkung disebabkan karena pada bibir pantai terdapat batu melengkung

Pemandangan pantai yang menawan dapat dilihat dari atas bukit. Terlihat pula pantai terpisah dengan bukit karang serta bebatuan yang dipadu dengan pasir putih agak kecoklatan.

Lokasi: Desa Gajahrejo, Gedangan, Kabupaten Malang.
Harga Tiket: Rp 10.000
Jam operasional: 24 jam

5. Taman Nasional Bromo Tengger Semeru

Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis (7/12/2023).Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kamis (7/12/2023). Foto: Weka Kanaka/detikcom

Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memiliki luas mencapai 50.276,3 hektare.
Mengutip laman Kabupaten Malang, taman ini memiliki pohon-pohon besar dan berusia ratusan tahun seperti cemara gunung, jamuju, edelweis, dan berbagai jenis anggrek serta rumput langka.

Adapun satwa langka yang dilindungi di antaranya luwak, rusa, kera ekor panjang, kijang, hingga elang bondol. Dari rute Malang, traveler yang mau hiking di Bromo bisa menikmati keindahan lautan pasir yang begitu panjang.

Lokasi: Secara administratif, TN Bromo Tengger Semeru berada di Kabupaten Malang, Pasuruan, Lumajang, dan Probolinggo.
Harga tiket: Weekdays Rp 29.000 dan Weekend 34.000.
Jam operasional: 24 jam

6. Hutan Pinus Semeru

Hutan Pinus Semeru berada di bawah kaki Gunung Semeru, sehingga udaranya begitu sejuk. Suguhan pohon pinusnya masih begitu alami.

Mengutip laman instagramnya, Hutan Pinus Semeru menyediakan beragam spot foto dengan pemandangan yang Indah. Tempat ini dikelola oleh warga dusun Sumber Putih Wajar.

Lokasi: Sumberputih, Wajak, Kabupaten Malang
Harga Tiket: Rp 5.000
Jam Operasional: 24 jam

7. Taman Langit

Di Taman Langit, wisatawan bisa berfoto bertemakan negeri dongeng. Menurut salah satu laman agen travel, destinasi ini berada di kawasan Gunung Banyak di ketinggian 1.315 mdpl.

Traveler bisa mendapatkan pemandangan indah dari ketinggian. Ada banyak spot foto yang disediakan untuk wisatawan. Hawanya begitu sejuk dan juga dingin.

Lokasi: Jl. Gunung Banyak, Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.
Harga tiket masuk: Rp 10.000
Jam operasional: 07.00-23.00

8. Goa Pinus Pujon

Pada awalnya hutan pinus ini adalah bekas penambangan pasir. Berkat kreativitas pengelolanya, jadilah kawasan wisata yang menarik dikunjungi.

Gua-gua yang terdapat di kawasan ini adalah buatan. Namun di dalamnya terdapat stalaktit dan stalakmit seperti gua alami. Adapun beberapa spot yang bisa dinikmati di antaranya pemandangan dari atas bukit, rumah papua, dan rumah kayu.

Lokasi: Gunungѕаrі, Bumіаjі, Kota Bаtu, Prоvіnѕі Jаwа Tіmur
Harga tiket: Rp 10.000
Jam operasional: 07.00-17.30.

9. Wisata Agro Wonosari

tidak perlu jauh datang keluar kota untuk bisa menuju puncak pegunungan. cukup ke Agrowisata Kebun Teh Wonosaritidak perlu jauh datang keluar kota untuk bisa menuju puncak pegunungan. cukup ke Agrowisata Kebun Teh Wonosari Foto: detik

Melihat instagram resminya, ada banyak spot cantik yang dapat dijadikan tempat berfoto. Mulai dari kebun tehnya, jembatan kayu hingga di depan tulisan WONOSARI dengan latar pegunungan, hingga pabrik teh.

Kebut teh ini merupakan salah satu unit kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XII. Selain berfoto-foto ada juga ATV yang bisa dinaiki untuk mengelilingi kebun teh.

Lokasi: Bodean Putuk, Toyomarto, Kecamatan Singosari, Malang, Jawa Timur
Harga tiket: Senin-Jumat Rp 15.000, Sabtu-Minggu Rp 20.000.
Jam operasional: 06.00-17.00 WIB.

10. Pantai Tiga Warna

pantai tiga warna malangpantai tiga warna malang Foto: Hailani Masita/d’Traveler

Pantai Tiga Warna adalah kawasan rehabilitasi dan konservasi terumbu karang, mangrove dan hutan lindung. Menurut laman Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang, pantai ini mempunyai warna air yang berbeda-beda, yaitu biru, hijau, dan coklat.

Ombak pantai cukup tenang dan memang menjadi spot snorkeling di Malang. Pantai ini berhadapan langsung dengan Pulau Sempu.

Lokasi: Jl. Sendang Biru, Area Sawah/Kebun, Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Harga tiket: Rp 10.000
Jam operasional: 07.00-16.00 WIB (Kamis tutup)

11. Taman Kunang-kunang

Menurut laman Pemkot Malang, bentuk Taman Kunang-kunang terinspirasi dari indahnya kunang-kunang. Taman ini diresmikan pada bulan April 2015.

Traveler disarankan untuk datang di malam hari. Sebab, ada banyak lampu yang menghiasi seluruh sudut taman. Di sini terdapat fasilitas perpustakaan untuk wisatawan.

Lokasi: Jalan Jakarta Oro-Oro Dowo, Penanggungan, Kecamatan Klojen, Kota Malang
Harga tiket: Rp 10.000
Jam operasional: 24 jam

12. Monumen Juang 45 Malang

Monumen Juang 45 cocok untuk didatangi untuk kamu dan keluarga yang suka sejarah. Tempat ini hanya berjarak 750 meter dari Stasiun Malang.

Monumen yang ada memiliki makna mengenai perlawanan rakyat Malang saat mempertahankan kemerdekaan.

Lokasi: Jalan Kertanegara, Klojen, Kecamatan Klojen, Kota Malang
Harga tiket: Gratis
Jam Operasional: Setiap hari dari 09.00-17.00 WIB

Itulah 10 wisata Malang yang murah untuk keluarga. Semoga liburanmu menyenangkan ya.

(row/ddn)



Sumber : travel.detik.com

Sabana Tersembunyi di Pantai Baros, Ijo-ijonya Menyegarkan Mata



Yogyakarta

Sabana Pantai Baros yang berlokasi di Bantul, Yogyakarta kini sedang hijau-hijaunya. Padang rumput yang mengarah langsung ke Sungai Opak itu menjadi lokasi yang pas untuk berpiknik atau mendirikan tenda.

Butuh waktu sekitar satu jam dari pusat jantung kota Jogja menuju lokasi itu. Aksesnya mudah, namun harus melewati jalan setapak dengan kiri kanan kebun warga yang belum beraspal. Traveler yang hendak datang ke lokasi ini bisa menggunakan kendaraan motor maupun mobil. Pada aplikasi maps cukup ketikkan Sabana Pantai Baros.

Setibanya di area parkir, traveler cukup membayar sebesar Rp 2.000, kemudian berjalan sebentar sekitar 100 meter menuju area sabana. Sepanjang jalan, traveler akan menjumpai banyak burung kuntul bertengger di atas pohon. Pohon tersebut menjadi habitat alami burung yang masih satu spesies dengan bangau.


“Itu (burung kuntul) emang habitatnya disini, dulu burung migran trus beranak pinak akhirnya jadi banyak di sini,” kata Burham, penjaga Sabana dan Camping Ground Pantai Baros.

Burung Kuntul setiap hari menghiasi pemandangan Pantai Baros. Pada sekitar Maret jumlahnya lebih banyak karena kedatangan burung migrasi lainnya.

Cukup dengan mata telanjang traveler bisa menikmati keindahan ratusan burung kuntul dari area Sabana Pantai Baros. Jika ingin mengabadikannya, siapkan kamera drone untuk bisa melihatnya lebih jelas dari atas.

Memasuki area sabana, traveler akan disambut dengan sepetak warung milik Burham. Di sini traveler akan dikenai biaya masuk sebesar Rp 3.000 per orang. Kemudian, berjalan sebentar melintasi jembatan kayu yang sudah sedikit lapuk.

“Iya ini masih swadaya pribadi, pengelolanya saya sendiri juga. Ditarik tiket masuk karena butuh dana untuk kebersihan, perawatan jembatan, apalagi kalo abis banjir gitu banyak sampah, saya sendiri yang bersihkan,” kata Burham

Sejauh mata memandang terhampar padang rumput yang menghijau. Di depannya langsung mengarah ke Sungai Opak. Lokasi ini kerap digunakan sebagai camping ground oleh wisatawan, atau sekadar berpiknik ria. Traveler juga bisa berenang di tepian sungai.

Aktivitas lain yang dapat dilakukan di sini adalah memancing alam liar. Saat dikunjungi detikTravel, banyak pemancing yang sedang bersantai menunggu kailnya dimakan para penghuni Sungai Opak.

Tak jauh dari area sabana, terdapat konservasi hutan magrove. Hutan itulah menjadi pagar alami untuk mencegah abrasi pantai. Biasanya beberapa komunitas maupun mahasiswa kerap mengadakan kegiatan tanam magrove pada area tersebut.

Burham menuturkan, meski tak seramai pantai selatan lainnya, Baros memiliki ciri khasnya sendiri yang berdampingan dengan Sungai Opak. Area nya yang masih sedikit tersembunyi juga sangat cocok dinikmati oleh traveler yang ingin mencari ketenangan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cocok Banget untuk Museum Date: Museum Pasifika



Badung

Traveler bisa museum date saat jalan-jalan di Badung, Bali. Yakni, di Museum Pasifika.

Museum Pasifika merupakan salah satu museum yang menyimpan dan menampilkan karya para maestro kondang di berbagai belahan dunia. Mulai dari maestro lokal hingga internasional.

Laksmi, direktur marketing Museum Pasifika, menuturkan nama Museum Pasifika bermakna museum untuk karya seni Pasifik dan Asia. Berbagai karya seni seperti lukisan dan patung tentang Asia Pasifik.

“Pertama, pasti banyak yang penasaran sebenarnya museum ini tentang apa sih, kadang ada yang mikir tentang laut. Nah sebenarnya, Museum Pasifika ini adalah museum untuk karya seni dari Asia Pasifik, seperti lukisan dan patung,” kata Laksmi.

Penasaran dengan kisah Museum Pasifika komplit dengan daya tariknya. Berikut informasi menarik yang wajib traveler simak mengenai Museum Pasifika.

Tentang Museum Pasifika

Museum Pasifika, yang terletak di kompleks Nusa Dua dengan luas bangunan mencapai 9.000 meter persegi, menjadi salah satu monumen seni yang megah di Bali. Dibangun di atas tanah seluas 12.500 meter persegi pada tahun 2006 oleh arsitek terkemuka Bali, yaitu Popo Danes.

Dengan visi yang ambisius, Museum Pasifika memadukan seni dari wilayah Pasifik dan Asia di bawah satu atap. Museum yang satu ini memiliki visi untuk menjadi museum kelas internasional.


Museum Pasifika di Badung, BaliMuseum Pasifika di Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Misi Museum Pasifika berfokus pada beberapa aspek, pertama museum ini ingin menjadi internasional tourism attraction, bahkan sudah memboyong gelar Best of The Best kategori museum dari TripAdvisor tahun 2022 dan 2023.

Misi kedua berfokus pada pendidikan, terutama pada aspek edukasi seni. Dan terakhir berfokus pada budaya. Museum Pasifika melestarikan karya seni yang hampir punah, bahkan Laksmi mengaku pihaknya membeli kembali karya seni yang sudah dilelang di luar negeri.

Sejak awal pembukaannya, museum ini telah menjadi rumah bagi ratusan koleksi seni, menyelenggarakan berbagai acara dan pameran untuk mempromosikan keanekaragaman budaya Bali kepada mata internasional.

Daya Tarik Museum Pasifika

Berkunjung ke museum akan membawa traveler bak menjelajahi masa lalu. Lewat berbagai karya seni lukisan dan patung dengan gaya khas setiap negara. Kalau di Museum Pasifika, traveler bisa menemukan banyak daya tarik dan keunikannya, berikut ringkasan dari detikTravel.

1. Memiliki 11 Ruangan

Museum Pasifika memiliki 8 paviliun dan 11 ruang exhibition dengan tema dan konsep yang berbeda-beda. Mulai dari ruangan I adalah Indonesian room, ruangan II Italian room, ruangan III Dutch room, ruangan IV French room, ruangan V Indo-European room, ruangan VI art exhibition KTT G20 Summit, ruang VII Indochina room, ruangan VIII adalah Asia room, ruangan IX Vanuatu Pacific room, ruangan X Polynesia room, dan terakhir ruangan XI adalah exhibition room.

2. Simpan Karya Raden Saleh

Museum Pasifika menjadi salah satu museum yang menyimpan karya Raden Saleh asli terbanyak.

“Dengan bangga kita menyebut kalau Museum Pasifika menjadi salah satu museum yang memiliki karya Raden Saleh banyak. Total ada enam karya. Sebanyak lima karya dipajang di ruangan I dan satu karya di ruangan IV,” ujar Laksmi.

3. Punya 1200 Karya Seni

Museum Pasifika yang sudah berdiri sejak 2006 ternyata menyimpan sekitar 1200 karya. Namun karya yang dipajang dan ditunjukkan kepada pengunjung hanya sekitar 600 karya.

Terdiri dari karya seni lukisan, patung, dan benda-benda antik lainnya. Karya seni yang ada adalah karya dari 150 seniman yang berasal dari 30 negara. Beberapa pelukis terkenal yang karyanya ada di Museum Pasifika adalah Paul Gauguin, Raden Saleh, dan Le Mayeur.

4. Memecahkan Rekor MURI, Lukisan Kisah Ramayana Terbesar

Tahun 2024, Museum Pasifika baru saja mendapatkan sertifikat dari MURI. Museum satu ini memiliki lukisan Ramayana terbesar di Indonesia. Berukuran 6m x 4m dan merupakan karya dari I Gusti Ketut Kobot.

5. Ada Audio Guide

Kalau traveler mau berkeliling museum sambil mengetahui cerita dari masing-masing ruangan dan karya. Berbeda dari museum pada umumnya yang menggunakan penjelasan berupa tulisan. Museum Pasifika memiliki audio guide yang bisa menemani traveler saat berkeliling museum.

Traveler hanya perlu memindai qr code yang ada di depan ruangan atau pada masing-masing karya. Nanti akan muncul rekaman suara yang berisi cerita karya. Menarik ya, dijamin nggak akan bosen!

6. Banyak Spot Foto Estetik

Nggak cuma menyimpan karya seni dari Asia dan Pasifik, museum satu ini juga memiliki banyak spot foto estetik. Setiap sudutnya estetik dan instagramable. Traveler bisa menggunakan lukisan-lukisan yang ada sebagai latar belakang foto, terutama lukisan berukuran 6m x 4m.

Aktivitas Menarik di Museum Pasifika

Berkunjung ke Museum Pasifika, traveler dijamin nggak akan bosen. Banyak aktivitas yang bisa dicoba, dijamin bikin betah deh!

1. Berkeliling Museum

Aktivitas utama dan wajib traveler lakukan ketika berkunjung adalah berkeliling museum. Traveler bisa mengunjungi 11 ruangan, ditemani dengan audio guide. Laksmi menyebut, dengan adanya audio guide membuat pengunjung nggak akan bosan saat berkeliling museum.

2. Lomba Menggambar

Saat detikTravel menyambangi Museum Pasifika, terdapat ratusan anak sekolah yang sedang melaksanakan lomba menggambar. Menurut Laksmi, ini merupakan salah satu bentuk implementasi misi Museum Pasifika dalam bidang pendidikan.

3. Kelas Membatik dan Melukis

Kalau ingin mendapatkan pengalaman yang berbeda, traveler bisa mencoba beberapa kelas, seperti kelas membatik, melukis, dan lainnya. Untuk mencoba kelas ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 450.000/orang.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk
Museum Pasifika memiliki lokasi yang strategis, tepatnya di Komplek Bali Tourism Development Corporation (BTDC) Area Blok P, Benoa, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Museum Pasifika berlokasi tidak terlalu jauh dari Kota Denpasar, sekitar 20 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 40 menit menggunakan kendaraan. Jika traveler berangkat dari Bandara Internasional Ngurah Rai yang hanya berjarak 13 kilometer, hanya akan memakan waktu sekitar 23 menit.

Museum ini buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 18.00 WITA. Harga tiket yang ditawarkan pun cukup terjangkau, mulai Rp 10 ribu untuk pelajar, Rp 100 ribu untuk wisatawan internasional, dan Rp 70 ribu untuk wisatawan domestik.

Sebagai museum kelas internasional, fasilitas yang ditawarkan oleh Museum Pasifika juga nggak kalah lengkap. Ada garden dengan kapasitas event 500 orang, kafe, toilet, tempat parkir, dan lainnya.

Laksmi menyebut pengelola museum juga sering mengadakan promo-promo menarik. Traveler yang kepo, boleh berkunjung ke akun media sosial Instagram @museumpasifika.

Untuk traveler yang ingin museum date atau mencoba berwisata, Museum Pasifika sip banget untuk jadi destinasi yang wajib traveler kunjungi. Ingat patuhi aturan yang ada ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

The Real Makan with View Lepas Pantai di Karangasem



Karangasem

Tempat makan satu ini mengajak traveler makan with view lepas pantai. Paket komplet buat penyuka makan dan alam.

Tempat makan itu Warung Chic. Nyoman Asrini, salah satu karyawan Warung Chic, menuturkan restoran itu berdiri akhir 2023, tepatnya pada Desember. Nama Warung Chic terinspirasi dari Prancis, artinya cantik dan indah.

“Warung Chic ini bukanya mulai dibuka akhir Desember 2023. Dari segi nama, owner terinspirasi dari Prancis, Chic itu artinya cantik atau suasana yang indah,” kata Asrini.

Memasuki tempat ini akan membuat traveler terpukau. Terletak di Karangasem, tepatnya di Jalan Seraya, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Suasana tenang komplit dengan view pantainya yang cantik bisa traveler dapatkan di sini.

Restoran itu istimewa dengan kolam renang yang menghadap langsung ke laut lepas. Hamparan rumput yang hijau berpadu dengan bangunan joglo yang klasik, Warung Chic menciptakan restoran yang unik, estetik, dan nyaman bagi setiap traveler yang berkunjung.

Warung Chic memiliki ruangan semi outdoor, dengan area indoor dan outdoor yang berkonsep alami. Area indoor menggunakan bangunan berkonsep joglo klasik. Area favorit pengunjung adalah binbag di tepi kolam renang, yang menghadap langsung ke pantai. Oke banget jadi spot foto.

“Untuk kapasitas kami biasanya 75 orang. Dengan konsep semi outdoor. Jadi pengunjung bisa pilih mau di tepi kolam atau di indoor dengan bangunan konsep joglo klasik,” kata dia.

Menurut Asrini, Warung Chic mengangkat konsep yang natural. Dipercantik dengan pemandangan pantai yang indah. Jika mau sensasi berbeda, traveler bisa menyaksikan sunrise dan sunset dari Warung Chic.

Restoran satu ini sip banget untuk traveler yang ingin healing dan nongkrong cantik. Suasana yang tenang bonus view pantai yang biru dan suara deburan ombak, dijamin buat makin segar.

Warung Chic juga memiliki fasilitas kolam renang. Uniknya kolam renang ini menghadap langsung ke laut, jadi cantik banget. Untuk bisa berenang, pengunjung dikenakan minimal spend sebesar Rp 200.000 per orang untuk dewasa dan Rp 100.000 per orang untuk anak-anak.

Belum lengkap rasanya jika ke Warung Chic tapi tak mencicipi menu andalan ala warung tepi pantai ini. Asrini menyebut Warung Chic menyediakan menu yang beragam dan menggunakan bahan-bahan lokal khas Karangasem.

“Kalau dari menu, kita menawarkan menu yang menggunakan bahan-bahan lokal Karangasem. Contohnya ikannya langsung ambil dari nelayan, jadi masih fresh dan segar,” kata Asrini.

Menu andalan Warung Chic yang wajib traveler coba adalah Italian Pizza, Brownie Ice Cream, dan Maya Sunrise. Tak perlu khawatir kantong bolong, harga menu di sini mulai dari Rp 20.000 untuk minuman dan Rp 30.000 untuk makanan.

Warung Chic buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 21.00 WITA. Setiap harinya Warung Chic akan ramai dikunjungi mulai pukul 15.00, jadi jangan sampai kehabisan tempat ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kampung Arak Bali di Karangasem Produksi Arak Diatur Adat



Karangasem

Banjar Merita merupakan penghasil arak khas Bali terbaik. Dusun yang satu itu juga memiliki arak spesial, namanya arak api. Dusun tersebut dijuluki Kampung Arak Bali.

Memasuki kawasan Banjar Dinas Merita, Desa Laba Sari, Kecamatan Abang, Karangasem traveler akan disambut dengan barisan pohon lontar atau siwalan. Dari pohon-pohon itulah arak dihasilkan.

Ya, arak Bali adalah merupakan minuman fermentasi dan destilasi yang dibuat secara turun-temurun. Arak itu dikemas secara sederhana yang mengandung etil alkohol/etanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan distilasi.

Di Bali, arak tak hanya menjadi minuman beralkohol, namun sering digunakan sebagai sajian saat upacara adat dan keagamaan. Arak Bali telah masuk ke dalam daftar Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2022. Arak Bali sebagai WBTb Indonesia ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI.

Kampung arak Bali MeritaPembuatan arak di Kampung arak Bali Merita (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kepala Desa Laba Sari, Gede Nyoman Geria, menuturkan tradisi membuat arak di Merita sudah berlangsung sejak 1700-an.

Arak menjadi salah satu warisan yang hingga kini masih dipertahankan oleh warga Merita. Ketekunan warga Merita dalam melestarikan arak Bali membuat banjar yang satu ini mendapatkan julukan kampung arak Bali.

Menurut Geria, satu-satunya sentra produksi arak yang menggunakan bahan tradisional adalah Banjar Dinas Merita.

“Sejak tahun 90-an sudah mulai muncul julukan Kampung Arak Bali. Satu-satunya yang memproduksi arak dengan menggunakan bahan dan cara tradisional adalah Banjar Merita. Dari segi rasa juga kami memiliki perbedaan,” kata Geria.

Yang membuat Banjar Dinas Merita spesial dan mendapat julukan Kampung Arak adalah adanya arak api yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Kehadiran Arak Api di Banjar Dinas Merita erat kaitannya dengan Bhatara Arak Geni dan berbagai upacara yang dilaksanakan di Merita.

Gede Geria menuturkan dalam mempertahankan julukan Kampung Arak, pihaknya dan warga Merita sepakat untuk membuat sebuah awig-awig yang secara khusus mengatur tentang pembuatan arak api khas Merita.

“Di Banjar Adat Merita sudah membuat awig-awig agar tidak ada pembuatan arak yang terkontaminasi dengan hal lain dan mengurangi kualitas dari arak khas Merita. Ini bertujuan untuk menjaga kualitas dan cita rasa arak khas Merita,” ujarnya.

Apabila ada warga yang melanggar awig-awig tersebut, pengurus desa dan banjar adat sudah menyiapkan sanksi khusus.


“Sanksi yang diberikan kepada warga yang melanggar berupa denda beras. Kalau tidak salah jumlahnya satu karung beras Bali,” kata dia.

Geria menyebut seluruh warga Merita yang berprofesi sebagai pengrajin arak pun tak ada yang berani melanggar awig-awig atau aturan tersebut. Sebab arak api khas Merita merupakan salah satu warisan leluhur yang selalu dilestarikan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Indahnya… Negeri di Atas Awan Tersembunyi Jogja



Yogyakarta

Siapa sangka Yogyakarta mempunyai spot negeri di atas awan yang cocok dinikmati saat berburu sunrise. Lokasinya berada di Kebun Buah Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul.

Lokasi itu berada di puncak kebun buah sehingga pemandangan yang terlihat adalah hamparan hijau perbukitan Sewu dan pegunungan Wonosari. Di bawahnya traveler akan menyaksikan liukan sungai Oyo yang menyibak pegunungan dari sisi barat hingga ke timur.

“Kebanyakan pengunjung datang pagi, ngejar sunrise sama kabut awan. Saat jam 05.00-08.00 pagi pengunjung ramai-ramainya terus tutup jam 18.00,” Kata Sugiyarto, asisten kepala pengelola Kebun Buah Mangunan.


Disebut negeri di atas awan karena saat pagi hari panorama view tersebut akan dipenuhi kabut awan. Waktu terbaik mengunjunginya adalah pukul 05.00 dini hari saat musim penghujan. Sugiyarto menyebut tatkala kemarau tidak akan ditemukan lautan awan dan dedaunan pohon di bukit akan meranggas. Pengunjung kerap menyebutnya sebagai sakuranya Indonesia sebab hanya tampak tumbuh bunga di sepanjang bukit.

Untuk menyaksikan view tersebut traveler harus masuk ke area Kebun Buah Mangunan dan membayar retribusi sebesar Rp 7.000. Kemudian menyusur jalan menuju puncak panorama view sekitar lima menit dari gerbang masuk. Dari pusat Jogja perjalanan akan memakan waktu sekitar satu jam, dengan melewati jalan mulus berkelok menanjak sekitar 15 menit sebelum akhirnya bertemu dengan gerbang masuk Kebun Buah Mangunan.

Sugiyarto menyebut Kebun Buah Mangunan sudah ada sejak tahun 2003, namun panorama viewnya baru mulai dikelola dengan baik sejak tahun 2009. Mulai dari situ, lokasi ini menjadi favoritnya warga Jogja untuk menikmati matahari terbit. Lautan awan yang indah dipadukan megahnya warna orange sang surya yang baru lahir dari peraduannya. Hawanya yang sejuk menambah poin interest lain dari tempat ini untuk sekadar bersantai.

“Ditemukan panorama view semenjak pengunjung datang kesini. Kemudian dikelola mulai 2009-2011. Mulai dibangun pagar dan akses jalan,” kata Sugiyarto.

Dalam sehari pengunjung yang datang rata-rata berjumlah 50-100 orang. Mereka akan beramai-ramai datang di pagi hari. Meski demikian, saat dikunjungi detikTravel lokasi tersebut tetap ramai kondusif dan tidak berdesakan.

Selesai menikmati panorama view, traveler bisa melepas rasa lapar dan haus dengan mengunjungi warung-warung yang ada di sekitar puncak Kebun Buah Mangunan. Tersedia lengkap aneka kuliner mulai dari jajanan hingga makanan berat. Selain itu juga tersedia banyak gazebo, meja, dan tempat duduk untuk beristirahat.

Destinasi ini cocok dinikmati saat pagi hari, sehingga Sugiyarto menyebut banyak warga luar Jogja yang rela menginap di homestay warga sekitar sehari sebelumnya. Mangunan merupakan salah satu desa wisata di Jogja yang dikelola dengan baik. Dengan Kawasan Hutan Pinus dan Kebun Buahnya yang menjadi destinasi andalan.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kilas Balik Perjalanan Mangunan Jadi Desa Wisata Tersohor



Yogyakarta

Mangunan dikenal sebagai desa wisata dengan kawasan hutan pinus, kebun buah, dan panorama yang menawan. Desa itu juga pernah masuk dalam 50 desa wisata terbaik di Indonesia yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada 2021. Seperti apa perjalanan Mangunan hingga menjadi desa wisata?

Sugiyarto, asisten kepala Pengelola Kebun Buah Mangunan, kesuksesan itu dimulai dari langkah membuka Kebun Buah Mangunan pada 2003. Saat itu, lokasi seluas 24,5 hektar tersebut dikelola oleh Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Bantul untuk dijadikan sebagai kebun buah yang memenuhi kebutuhan buah segar non-kimia bagi masyarakat sekitar.

“Jadi tujuannya pertama di Kabupaten Bantul supaya masyarakat bisa menikmati buah segar, dalam hal ini mengurangi bahan kimia dalam buah tersebut. Masyarakat dianjurkan beli buah di sini. Kedua untuk menambah kesejahteraan masyarakat sekitar didukung dengan panorama alam di puncak,” kata Sugiyarto


Sejak pertama kali dibuka hingga tahun 2008, pohon yang ada di kebun mulai menampakkan hasil buahnya. Di tahun 2008 pula akhirnya lokasi tersebut mulai dilirik oleh pengunjung sebagai daya tarik wisata. Terlebih setelah disadari ada satu spot dengan view bak negeri di atas awan.

“Kebanyakan pengunjung datang pagi, ngejar sunrise sama kabut awan. Namun seiring berjalannya waktu, pengunjung bingung. Pagi hari datang ke panorama view tapi setelah itu masih ada waktu. Akhirnya mereka berteduh di bawah pohon rindang, yaitu di sekitar hutan pinus,” kata Sugiyarto

Fenomena hutan pinus sebagai lokasi persinggahan wisatawan akhirnya direspon baik oleh masyarakat Mangunan. Sugiyarto menyebut kegiatan perekonomian perlahan muncul, mulai dari mendirikan lapak jualan makanan ringan, menjajakan minuman, hingga pengadaan tempat parkir.

Akhirnya, sejak 2013 lokasi itu semakin ramai. Sugiyarto melihat adanya kolaborasi yang baik antara kebun buah dan hutan pinus kala itu,

“Duet antara kebun buah dan hutan pinus luar biasa. Akhirnya di hutan pinus tersebut muncul tempat tempat wisata baru. Muncul puncak becici, rumah hobbit, Pengger, bukit panguk hingga akhirnya banyak pengelola destinasi wisata di mangunan.” kata Sugiyarto

Mangunan kini bertransformasi sebagai desa wisata unggulan dengan puluhan destinasi wisata pilihan. Selain kebun buah, destinasi lainnya dikelola oleh masyarakat sekitar dan Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) di bawah naungan Koperasi Notowono. Berdasarkan data koperasi tersebut, tercatat di tahun 2023 lalu jumlah wisatawan mencapai 72,941 atau naik 141,61% dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dari situ mulai terlihat tujuan pemerintah kalau boleh kami sombongkan berhasil. Masyarakat sekitar mangunan tidak hanya bisa menikmati adanya wisata di kebun buah mangunan sini tok. Namun mereka bisa mengelola tempat tempat wisata di sekitar,” kata Sugiyarto

Selain berkembang destinasi wisata, berkembang pula homestay di sekitar. Banyak rumah warga yang akhirnya dimodifikasi sebagai homestay yang nyaman bagi wisatawan. Traveler akan menemukan setidaknya 23 titik.

Dilansir dari website resmi kemenparekraf.go.id, Mangunan dikenal pula sebagai Desa Wisata Kakilangit sejak 9 Maret 2014. Hasil kristalisasi potensi sumber daya manusia, alam, dan budaya tradisi akhirnya melahirkan delapan kegiatan pokok sebagai wadah pemberdayaan masyarakat sesuai kebidangannya.

8 pesona Desa Wisata Mangunan:

1. Atap Langit

Masyarakat yang rata-rata memiliki lebih dari satu rumah akhirnya mengembangkan potensi tersebut sebagai jaga penginapan atau homestay.

Daya tarik rumah adat tradisional dengan berbahan baku mayoritas kayu dan perpaduan alam pedesaan menjadi tema kampung limasan yang merupakan warisan dari nenek moyang menjadi ciri khas pengembangan homestay atap langit.

2. Rasa Langit

Kegiatan ini menarik wisatawan penikmat kuliner masa lalu dengan olahan tradisional khas Mangunan. Olahan kuliner itu disajikan dengan cerita dari berbagai sudut pandang untuk sekadar melepas kerinduan penikmatnya.

Berbagai macam olahan tersebut diantaranya gudeg maggar, thiwul, kicak, cemplon, sayur bobor, sayur jambu mete, sambel terong, sambel bawang, sambal jenggot, sayur oyok-oyok, bothok, sayur lompong, bledak, mie lethek, gudangan, pecel.

3. Budaya Langit

Penampilan atraksi kebudayaan tidak lagi sebagai atraksi hiburan rakyat akan tetapi sudah menjadi produk industri pariwisata untuk meningkatkan pendapatan bagi para seniman seniman lokal.

Atraksi budaya tersebut antara lain: gejok lesung, wayang pethilan, cokean, karawitan, panemgomo, mocopatan, dan kethoprak.

4. Langit Terjal

Kegiatan ini mengajak traveler memacu adrenalin dengan mengunjungi daerah yang sulit dijangkau seperti lereng bukit, sungai kecil, hutan rakyat, dan tebing-tebing menggunakan akomodasi transportasi seperti sepeda motor trail dan jeep. Pilihan akomodasi tersebut memberi pengalaman yang atraktif serta menantang bagi wisatawan yang ingin mencobanya.

5. Langit ilalang

Komitmen dukungan generasi muda dalam kemajuan desa diwujudkan ke dalam wadah organisasi kecil dengan nama pemuda ilalang. Untuk melengkapi daya tarik desa wisata kaki langit pemuda ilalang membuat aktivitas berupa outbound, jelajah alam, dan beberapa layanan yang bersifat edukasi.

6. Karya Langit

Tak lengkap jika tak membawa oleh-oleh cinderamata sebagai buah tangan saat mengunjungi sebuah tempat wisata. Di Desa Wisata Mangunan, penyediaan oleh-oleh itu diwadahi dalam organisasi kecil karya langit.

Karya langit juga bertugas untuk menyediakan cinderamata sebagai media cerita dalam rangka promosi bagi desa wisata kakilangit.

7. Langit Cerdas

Belajar tatanan kehidupann sosial masyarakat pedesaan dengan berbagai aktivitasnya yang dikemas dalam paket edukasi muleh ndeso bila dikelola dengan baik dan profesional sangat mungkin diminati oleh wisatawan dari kota-kota besar untuk belajar kemandirian hidup.

Bentuk wisata itu menjadikan pengunjung bisa merasakan sensasi kerasnya kehidupan dengan berbagai keterbatasan yang harus dihadapi oleh masyarakat pedesaan. Selain itu, pengunjung juga bisa belajar budaya tradisi yang tumbuh kembang di masyarakat pedesaan.

8. Langit Hijau

Mata pencaharian pertanian merupakan potensi yang bisa diolah untuk mendukung dan melengkapi aktivitas desa wisata dengan berbagai atraksi pertanian, seperti menggarap sawah, membajak, menanam, mencari kayu bakar, memanen, dll.

Kegiatan pertanian juga bisa menciptakan peluang-peluang baru berupa pengembangan destinasi wisata alam seperti hutan rakyat, terasiring, dan berbagai keindahan alam lain serta mengembangkan berbagai jenis tanaman yang menarik bagi wisatawan, antaralain taman bunga, buah-buahan, tanaman obat keluarga.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Jalan-jalan di Kampung Batik Kauman Solo, Ada Apa Saja?



Surakarta

Menginvestasikan waktu berjalan-jalan di Kampung Batik Kauman Solo bisa dengan melakukan banyak aktivitas. Ngapain saja ya asyiknya?

Kampung Batik Kauman Solo terletak di Kecamatan Pasar Kliwon. Lokasi tepatnya strategis dekat dengan Pasar Klewer dan Masjid Agung Surakarta. Untuk

menuju lokasinya traveler bisa mengarahkan maps menuju Gerbang Utama Kampung Wisata Batik Kauman yang terletak di sisi selatan Jalan Slamet Riyadi.


Konsep wisata yang dibawakan adalah ketenangan, sehingga kendaraan pribadi yang bisa masuk hanya roda dua saja. Itu pun traveler harus memarkirkan di dekat area gerbang utama. Untuk masuk lebih dalam, traveler hanya bisa berjalan kaki menikmati indahnya kauman yang kental dengan gaya tempo dulunya.

Hanya seluas 0,196 km persegi, traveler akan tersihir dengan suasana Kauman yang tenang dan bergaya vintage. Tanpa pungutan biaya masuk dan traveler bisa bebas berkeliaran di area kampung dengan nyaman. Namun tetap ingat untuk menjaga kondisi agar tidak bising dan menganggu warga.

Kampung Batik Kauman adalah lokasi yang menjadi sentra home industry batik di Solo. Sehingga lokasi ini dipenuhi dengan toko batik sepanjang gang. Bangunan gaya arsitektur khas Jawa Belanda juga tak luput menghiasi indahnya kampung ini.

Waktu terbaik untuk berkeliling di Kauman ada di pagi atau sore hari. Tepatnya ketika mentari tidak sedang di atas kepala. Udara segar di pagi hari dan cahaya oranye di sore tentu menjadi golden time yang sayang jika dilewatkan di Kauman.

Di sini traveler seolah bisa mendapatkan paket wisata yang komplit. Bisa makan, jalan-jalan, belanja batik, belajar membatik, berfoto cantik, hingga penginapan pun ada di sini.

Jika sudah sampai di lokasi ini, aktivitas apa saja yang bisa traveler lakukan? Yuk, simak daya tarik Kauman selengkapnya.

1. Hunting Spot Foto Instagramable

Sejak ditetapkannya Kauman sebagai kampung wisata pada tahun 2006, masyarakat kampung mulai berbenah untuk mendekorasinya. Setiap sudut di kampung ini begitu magical dan estetik. Terlalu indah jika tidak diabadikan di kamera ponsel dan dipamerkan di media sosial. Terlebih sejak Kauman menjadi viral di medsos, lokasinyanya semakin ramai diburu para foto hunter.

Di pusat kampung terdapat area taman yang paling populer. Letaknya ada di sebelah toko batik Gunawan. Taman tersebut menampilkan dekorasi dengan berbagai properti mulai dari meja kursi, papan nama, sepeda tua, payung, hingga bunga-bunga yang indah.

Sekali memasuki Kauman, traveler tidak akan kehabisan spot foto untuk diabadikan. Hal yang perlu traveler siapkan adalah ruang penyimpanan yang besar karena pasti akan habis dalam sekejap membingkai indahnya Kauman.

2. Belanja batik

Sesuai fitrahnya sebagai kampung batik, tentu hal yang tidak boleh dilewatkan adalah berbelanja batik. Di Kauman terdapat banyak pilihan toko batik yang bisa traveler pilih.

Saat ditemui oleh detikTravel beberapa waktu lalu, para pelayan begitu ramah menyambut wisatawan meskipun hanya sekadar bertanya. Jadi, jangan takut untuk masuk dan melihat koleksi batiknya ya. Siapa tahu ada yang sesuai minat dan kantong traveler.

3. Experience Membatik

Selain belanja, tak lengkap rasanya apabila traveler tidak mencoba pengalaman satu ini. Membatik menjadi salah satu kegiatan yang ditawarkan oleh Kauman untuk membuat wisatawan betah.

Workshop membatik ini tersedia di dua lokasi, yaitu Batik Gunawan dan Batik Gunasti. Untuk umum disediakan kelas membatik tulis menggunakan canting hingga pewarnaan. Biayanya seharga Rp 55.000 per orangnya.

Traveler dapat mengunjungi Kauman untuk workshop membatik hanya pada hari Senin sampai Sabtu pukul 08.00 pagi hingga 03.00 sore hari. Untuk hari Minggu toko tetap buka, namun tidak dengan workshopnya. Reservasi dapat dilakukan dengan menghubungi akun instagram @batikgunawansetiawan atau @batikgunasti_kauman.

Traveler juga bisa datang langsung tanpa melakukan reservasi terlebih dahulu. Nah, itu tadi untuk batik tulis. Sedangkan untuk batik cap tidak disediakan paket individu. Saat ini workshop batik cap hanya tersedia bagi paket group atau kelompok saja.

Pengalaman membatik langsung di kampung batik bersama pengrajinnya sayang sekali jika dilewatkan. Nantinya hasil batik tersebut dapat traveler bawa pulang sebagai kenangan telah berkunjung ke Kauman.

3. Kulineran

Bukan wisata namanya jika tidak diimbangi dengan kuliner. Lelah berkeliling Kauman, traveler bisa memilih untuk singgah di kafe dan resto yang ada di sini. Ada banyak lokasi yang bisa menjadi pilihan. Terdekat dengan taman ada Resto dengan tampak luar bergaya jawa rumahan bernama Wesja (Wedhangan dan Masakan Jawa).

Papan nama besar tertuliskan di atas pintu, traveler tidak akan kesulitan menemukannya. Konsepnya menawarkan menu yang berganti setiap hari dengan harga ramah di kantong.

Melipir sedikit ke arah utara terdapat Kooken Cafe and Resto yang berdampingan dengan Toko Batik Gunasti. Tampilannya lebih klasik dengan nuansa rumah belandanya.

Geser sedikit ke selatan ada Pelipur Kopi bagi traveler yang menyukai minuman kopi sambil nongkrong asik di Kauman. Tentunya masih banyak lagi area makanan yang bisa traveler pilih ketika ke Kauman, jadi siapkan diri untuk kebingungan dalam menentukan pilihan, ya.

4. Penginapan

Di awal sudah disebutkan bahwa Kauman menjadi wisata paket komplit. Traveler bisa memilih untuk tinggal lebih lama di sini dengan memanfaatkan fasilitas penginapan yang ada.

Mulai dari Collection O 90774 Homi Stay, Sans Hotel City Inn Solo, Kemuning Homestay, OYO 3308 Griya Wijayakusuma Syariah, Cakra Honestay, Istana Griya 1 (1 star), Hotel Kusuma Sahid, Hotel Wigati (2 star), dan The Royal Surakarta Heritgae (5 star). Beberapa penginapan tersebut berlokasi di sekitar Kauman yang bisa diakses dengan berjalan kaki. Traveler bisa pilih sesuai dengan budgeting dan keinginan.

Lengkap sekali bukan? Jadi, tunggu apalagi, jangan sia-siakan hidupmu dengan tidak mengunjungi Kampung Batik Kauman Solo.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Berburu Bunga di Kota Baru Jogja



Yogyakarta

Traveler yang hendak ke Yogyakarta bisa memasukkan satu destinasi ini dalam rencana. Satu sudut menarik di daerah Kota Baru dengan beragam toko bunga bisa menjadi pilihan.

Lokasi tepatnya ada di timur Kali Code, Jalan Ahmad Jazuli, Yogyakarta yang. Lokasi itu menjadi rujukan warga untuk mencari bunga atau sekadar berfoto-foto ria di depan bunga-bunga cantik yang berjejer rapi.

Di sepanjang jalan berdiri kios-kios yang menjajakan bunganya. Ada sekitar 30 toko bunga yang beroperasi. Dituturkan oleh salah satu penjaga Melati Florist, salah satu toko bunga di Kota Baru, lokasi ini dulunya adalah hasil relokasi pada tahun 1990.


“Di sini kan relokasi dari Sarkem. Dulu jualannya di daerah Abu Bakar Ali dekat Malioboro terus dipindah kesini karena Malioboro makin ramai,” kata penjaga kios Melati Florist.

Ya, dulu lokasi ini dipenuhi dengan sampah hingga kemudian dikelola sebagai sentra toko bunga. Namun, masih ditemukan beberapa titik penampungan sampah di daerah tersebut saat dikunjungi detikTravel.

Pasar Kembang Kota Baru, YogyakartaPasar Kembang Kota Baru, Yogyakarta masih menjadi gudang sampah. (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Traveler bisa menemukan berbagai macam bunga di sini, dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp 5.000 per tangkainya. Ada bunga mawar, sedap malam, anggrek, krisan, dan lainnya. Bunga tersebut bisa dipesan dalam bentuk buket hingga karangan bunga. Menariknya, penjual di sini terkenal ramah dengan pengunjungnya.

“Iya kalau lagi ga ramai pesanan, boleh kalau mau belajar wrapping sendiri bunganya,” kata penjaga kios Melati Florist

Pengalaman merakit bunga sendiri bisa traveler dapatkan jika berkunjung di jam-jam sepi. detikTravel menyarankan untuk tidak berkunjung di momen tertentu seperti Hari Valentine, Hari Ibu, atau masa-masa wisuda. Pasar Kembang ini buka mulai pukul 06.00 hingga 22.00 setiap hari, atau tergantung kebijakan masing-masing kios.

Pasar Kembang Kota Baru, YogyakartaPasar Kembang Kota Baru, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Waktu terbaik untuk mengunjunginya adalah saat pagi hari. Di mana kendaraan masih belum terlalu ramai, dan cahaya matahari sedang cantik-cantiknya jika traveler hendak mengambil gambar.

Lokasi ini dapat traveler tempuh kurang lebih 15 menit dari Tugu Pal Putih Yogyakarta. Di sepanjang jalan menuju lokasi, traveler bisa menyaksikan kawasan Kota Baru sebagai cagar budaya. Rumah-rumah klasik bergaya Belanda banyak ditemukan di sini. Jalanannya pun ramah pejalan kaki dengan trotoar yang luas, terlebih tidak terlalu banyak kendaraan melintas saat pagi hari.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Daftar Tenant, Jam Buka, dan Cara ke Sana


Jakarta

Penat dengan hiruk pikuk Jakarta dan ingin hangout di tempat teduh nan rindang yang dekat? Urban Forest Cipete bisa jadi pilihan untuk healing singkat di pertengahan kota lho.

Sesuai namanya, Urban Forest Cipete berlokasi di kawasan Cipete. Tepatnya di Jalan RS Fatmawati Raya Nomor 45, Cilandak, Jakarta Selatan.

Urban Forest Cipete punya ruang terbuka hijau yang mirip dengan hutan kota. Di sana, kamu akan melihat rerumputan dan pepohonan hijau yang membuat suasananya jadi adem juga sejuk. Poin plusnya, semua ini bisa didapatkan secara gratis.


Selain nuansa hutan, kamu bisa menemukan sejumlah kafe di Urban Forest Cipete. Menu yang ditawarkan pun bervariasi dan siap memanjakan perutmu. Jadi, kamu tak perlu khawatir kalau tiba-tiba kelaparan.

Kira-kira, apa saja kafe yang ada di Urban Forest Cipete? Kapan waktu operasional tempat ini? Dan bagaimana cara ke sana? Simak informasinya berikut.

Tenant di Urban Forest Cipete

Di Urban Forest Cipete terdapat sejumlah tenant makanan dan minuman yang dapat kamu cicipi hidangannya. Berikut daftar kafe di Urban Forest Cipete:

1. El Profesor

Steakhouse El Profesor bisa kamu temukan di Urban Forest Cipete. Di tempat ini, kamu dapat menyantap menu andalannya yaitu steak dengan daging wagyu.

Bukan hanya itu, menu lain juga tersedia di El Profesor. Terdapat pasta, chicken grill, seafood grill, burger, french fries, sandwich, salad, hingga dessert dan pastry. Menu lokal Indonesia seperti nasi goreng, sop buntut, sampai bebek goreng juga ada.

2. Solo Pizza

Kalau ingin menikmati pizza, ada restoran Solo Pizza di Urban Forest Cipete. Aneka menu pizza ala Italia dapat kamu temukan di sana.

Kamu juga bisa mencicipi hidangan lain seperti pasta, salad, dan daging wagyu di sini. Untuk menu minumannya juga banyak, ada kopi, teh, kombucha, dan minuman non kopi.

3. Rivareno

Ada juga tenant gelato lho di Urban Forest Cipete, yaitu Rivareno. Berbagai pilihan rasa gelato dan sorbet dapat kamu jumpai di sini, mulai dari pistachio, dark chocolate, matcha, stroberi, hingga mango dan pineapple.

Menu milkshake, crepes, pastry, serta aneka kopi bisa kamu cicipi juga di Rivareno.

4. Little Talk Bistro

Restoran Little Talk Bistro juga ada di Urban Forest Cipete. Di sini, kamu bisa menyantap beragam menu main course maupun camilan

Menunya variatif, mulai dari hidangan Indonesia, Asia, dan Western. Ada nasi bebek sambal hijau, nasi konro, steak ayam, bakmi, salad, dessert, nacho, hingga menu sarapan ala barat. Tersedia juga menu khusus untuk anak dengan porsi yang lebih kecil.

5. Kohai Izakaya

Kalau mau menyantap hidangan Jepang bisa di resto Kohai Izakaya. Di tempat ini, kamu dapat mencicipi makanan ala Negeri Sakura yang otentik.

Di Kohai Izakaya tersedia menu sashimi segar, aneka yakitori, robatayaki, agemono, tempura, yakiniku, teriyaki, hingga udon lho.

Jam Buka Urban Forest Cipete

Urban Forest Cipete buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 22.00 WIB. Untuk masuk ke kawasan ini tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis.

Aturan di Urban Forest Cipete adalah tidak membawa makanan dari luar. Jadi, kamu bisa beli makanan juga minuman di tenant yang tersedia dan tentunya jangan lupa dibayar sendiri ya.

Cara ke Urban Forest Cipete

Urban Forest Cipete berada di kawasan Cipete, tepatnya di dalam area Grange Park Cipete. Letak ruang terbuka hijau ini terbilang mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan utama.

Apabila tertarik ke sini, kamu bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Jika naik mobil atau motor pribadi, kamu bisa lihat lokasi Urban Forest Cipete dengan cek di online maps. Selanjutnya, kamu dapat mengikuti petunjuk arah yang diberikan.

Kalau transportasi umum, kamu dapat menggunakan MRT untuk pilihan termudahnya. Turun di Stasiun MRT Cipete Raya dan keluar di pintu Exit D yang mengarah ke Jalan BDN Raya.

Dari sana, kamu hanya perlu berjalan sekitar 50 meter dengan waktu 3 menit untuk sampai di Urban Forest Cipete.

Fasilitas di Urban Forest Cipete

Fasilitas penunjang yang nyaman untuk pengunjung juga tersedia di Urban Forest Cipete. Di sini terdapat area parkir luas, toilet, stop kontak, hingga akses WiFi.

Kamu juga dapat menemukan playground anak di sini. Playground buka setiap hari dari jam 08.00-17.00 di Senin-Jumat dan 08.00- 18.00 di Sabtu-Minggu. Untuk bermain di playground dikenakan biaya sebesar Rp 85.000 untuk weekdays dan Rp 100.000 untuk weekend.

Nah, itu tadi informasi seputar Urban Forest Cipete. Kamu tidak perlu lagi jauh-jauh ke luar kota untuk cuci mata melihat yang hijau-hijau.

Dan FYI, kamu bisa pula berpiknik atau duduk-duduk santai di area rerumputan di tempat ini. Bersepeda di jalanan paving di Urban Forest Cipete diperbolehkan. Dan taman hijau ini juga pet friendly lho, asal jangan lupa bersihkan kotoran hewan peliharaanmu jika buang air ya.

(azn/fds)



Sumber : travel.detik.com