Tag Archives: wisata

7 Tempat Historis di Menteng, dari Taman Suropati sampai Sekolah Obama



Jakarta

Menteng menjadi tempat tinggal para pejabat penting, baik dalam hingga luar negeri sejak zaman dulu. Berikut tujuh jejaknya.

Karena itu pula hingga kini kawasan Menteng sering disebut sebagai kawasan elit. Terletak di jantung Jakarta, kini Menteng menjadi tempat tinggal para petinggi perusahaan di Indonesia, kedutaan luar negeri, hingga para artis.

Cindy, pemandu dari Jakarta Good Guide, menyebut dulu kawasan Menteng adalah sebuah hutan yang dikelilingi oleh perbukitan cantik. Tanah yang subur membuat banyak pepohonan tumbuh di sana.


Salah satu pohon yang banyak tumbuh di kawasan ini adalah Pohon Buah Menteng. Pohon itulah yang menjadi asal-muasal nama daerah tersebut. Sayangnya, saat ini buah mirip duku itu semakin langka.

Hanya dalam musim tertentu buah menteng bisa ditemukan di sekitar Stasiun Bogor dengan harga Rp 25 ribu per kilo.

Pembangunan di Jakarta semakin masif dijalankan, namun tidak membuat Menteng kehilangan banyak sejaha yang menarik untuk ditelusuri.

Mulai dari Sukarno hingga Barack Obama pernah mengukir cerita di kawasan ini. Bersama Jakarta Good Guide, detikTravel menjelajahi Menteng pada Rabu (13/3/24) petang.

Berikut tempat-tempat bersejarah di Menteng:

1. Taman Suropati

Sejak diambil alih oleh Belanda pada 1912, Belanda banyak membangun rumah-rumah yang dikhususkan untuk menjadi tempat tinggal pegawai pemerintahan Belanda di Menteng.

Saat itu, Netherlanders selalu membuat satu taman besar di bagian tengah-tengah suatu cluster untuk bersosialisasi dan melakukan piknik. Akhirnya pada masa pemerintahan GJ Bisschop terciptalah taman yang saat itu bernama Burgemeester Bisschopplein.

Setelah Indonesia merdeka, taman tersebut berganti nama menjadi Taman Suropati yang diambil dari nama seorang pahlawan yang berjasa menentang VOC, Untung Suropati.

Kini, taman tersebut telah direvitalisasi menjadi semakin cantik dan asri lengkap dengan berbagai fasilitas penunjang. Taman Suropati juga terpilih menjadi tempat peletakan 6 monumen persahabatan ASEAN. Taman ini masih menjadi taman kota favorit warga Jakarta untuk beraktivitas di akhir pekan.

2. Taman Diponegoro

Tepat di depan Taman Suropati, terdapat sebuah taman warna warni yang mencuri perhatian. Taman ini dirancang sebagai penghias Jalan Diponegoro, sehingga tidak ditemukan tempat duduk untuk bersantai di sana.

Meskipun begitu, tak sedikit orang yang mampir untuk memotret beberapa gambar disana. Taman tematik dengan tumbuhan warna-warni yang disusun berpola ini memiliki ciri khas Patung Diponegoro dan kudanya yang dikelilingi air mancur.

Patung tersebut merupakan karya seniman ternama Edhi Sunarso yang dipesan langsung oleh Duta Besar Italia. Ia memberikan patung tersebut sebagai hadiah sebelum kembali ke Italia pada tahun 1960-an.

3. Gedung Bappenas

Gedung ini dulu digunakan sebagai tempat pertemuan Freemasonry. Freemasonry adalah suatu asosiasi perkumpulan orang kaya yang sangat tertutup.

Sangat sulit mencari info pasti terkait asosiasi tersebut, hingga banyak orang menganggap asosiasi tersebut sangat misterius. Konon saat pertama berdiri asosiasi tersebut beranggotakan para pekerja di bidang developer, hal tersebut yang membuat adanya unsur Jangka dan Busur pada logo Freemasonry.

Saint Jonathan merupakan pelindung dari Freemasonry. Pengucapannya yang menyerupai kata syaitan dan keanggotaannya yang misterius membuat asosiasi ini sering disebut sebagai ‘Loji Setan’. Meskipun begitu, freemasonry memiliki banyak kegiatan sosial yang bertujuan menyejahterakan sesama.

Menurut informasi yang didapatkan, Raden Saleh dan Suwiryo adalah orang Indonesia yang pernah tergabung dalam asosiasi tersebut. Freemasonry akhirnya dibubarkan oleh Sukarno saat masa pemerintahannya. Akhirnya gedung tersebut dialihfungsikan menjadi Gedung Bappenas.

4. GPIB Jemaat Paulus

Dulu gereja ini adalah salah satu gereja yang melayani umat-umat Belanda dengan Bahasa Belanda.

Bangunan gereja ini cukup unik dengan atap tinggi dan satu buah menara lengkap dengan simbol ayam pada bagian atasnya. Itu menceritakan salah satu kisah di Alkitab, yang bermakna bahwa setiap manusia bisa berbuat salah, dan tidak ada manusia yang sempurna.

5. Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Sebelum difungsikan menjadi museum, bangunan ini merupakan tempat tinggal dari Laksamana Maeda salah satu personel militer Jepang yang meminjamkan rumahnya sebagai tempat perumusan naskah proklamasi. Hal itu bisa terjadi berkat negosiasi Ahmad Subarjo yang merupakan translator Laksamana Maeda sekaligus Menteri Luar Negeri pertama Indonesia.

Pada museum ini lengkap tersimpan bukti sejarah dilengkapi diorama proses perumusan naskah proklamasi yang dapat traveler kunjungi secara gratis.

6. SDN Menteng 01

Sekilas tak ada yang spesial dari sekolah negeri ini. Bangunannya pun tak jauh berbeda dengan sekolah negeri lainnya. Namun ternyata sekolah dasar negeri ini merupakan tempat Barry Soetoro atau biasa dikenal dengan Barack Obama menuntut ilmu.

Presiden ke-44 Amerika Serikat ini pernah menetap selama 4 tahun di Indonesia saat Endunham sang Ibu menikah dengan Lolo Soetoro seorang topograf yang merupakan warga negara Indonesia.

7. Taman Menteng

Taman ini merupakan tempat cikal bakal terbentuknya klub bola Jakarta, Persija. Saat zaman penjajahan Belanda, terdapat suatu stadion yang kerap digunakan untuk olahraga sepak bola. Namun saat itu pribumi tidak diperkenankan bergabung di lapangan tersebut.

Melihat kejadian itu M.H Thamrin tergerak dan akhirnya Taman Menteng ini diubah menjadi Stadion Menteng sebagai tempat pelatihan sepak bola khusus pribumi hingga akhirnya pindah ke Lapangan Petojo yang saat ini dikenal dengan Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ).

Pada tahun 2004 terciptalah rencana untuk mengubah Stadion Menteng menjadi sebuah taman karena kurangnya lahan terbuka hijau. Hingga kini Taman Menteng masih menjadi sarana berolahraga masyarakat Jakarta.

Di taman ini juga disimpan Monumen Tugu 66. Tugu itu direlokasi pada 5 Oktober 1922 karena visual tugu itu terhalang setelah proyek pembangunan LRT di kawasan Rasuna Said selesai dibangun. Proses pemindahan sendiri dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DKI Jakarta sesuai prosedur berlaku.

Pada pengamatan detikTravel Rabu (13/3) pukul 16.00 WIB terlihat beberapa anak-anak bermain basket dan sepatu roda di sana. Bahkan, ada beberapa bule dan anaknya sedang beraktivitas di Taman Menteng sore itu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

11 Tempat Wisata di Jakarta Ini Buka Saat Libur Lebaran, Apa Saja?


Jakarta

Libur Lebaran sering dijadikan waktu yang tepat untuk mudik ke kampung halaman dan bertemu dengan kerabat. Tetapi, tidak semua orang memilih untuk mudik. Ada juga yang memanfaatkan waktu libur Lebaran untuk pergi ke tempat wisata.

Meski libur Lebaran, berbagai tempat wisata masih beroperasi, lho. Apa saja? Simak di artikel berikut.

Tempat Wisata Jakarta yang Buka Saat Libur Lebaran

Berikut daftar tempat wisata di Jakarta yang tetap beroperasi selama libur Lebaran. Perlu diingat, waktu operasional mungkin saja berubah sewaktu-waktu.


1. Monumen Nasional

Monumen Nasional (Monas)Foto: Getty Images/iStockphoto/dennisvdw

Monumen Nasional atau Monas yang terletak di Jakarta Pusat bisa menjadi salah satu tujuan wisata selama Lebaran.

Menurut akun Instagram resminya, kawasan Monas dibuka dari hari Selasa hingga Minggu dari pukul 06:00 sampai 16:00. Sementara tugu Monas dibuka dari pukul 08:00 sampai 16:00. Perlu diingat, loket tiket ditutup jam 15:00.

Monas tetap beroperasi selama libur Lebaran, akan tetapi tutup setiap hari Senin.

Di Museum Nasional, detikers bisa menikmati keindahan kota Jakarta dari puncak tugu Monas, atau mengelilingi museum di dalamnya.

2. Taman Impian Jaya Ancol

Taman Impian Jaya AncolFoto: Rumondang/detikcom

Jika ingin berwisata pantai, detikers bisa pergi ke Ancol di Jakarta Utara. Menurut akun Instagramnya, Ancol buka setiap hari dari pukul 06:00 sampai 24:00. Sementara pintu gerbangnya ditutup pukul 23:00.

Tak hanya itu, Ancol juga menyediakan berbagai promo bagi pengunjung selama Lebaran, jadi pastikan detikers mengecek promo-promo yang tersedia sebelum memesan tiket.

Ancol juga kerap mengadakan berbagai acara untuk menghibur pengunjung. Misalnya, Ancol akan mengadakan Festival Keajaiban Ramadan dari tanggal 9 hingga 14 April, cocok untuk detikers yang berkunjung selama libur Lebaran.

3. Dunia Fantasi

Sejumlah warga berwisata di Dunia Fantasi, Ancol, Jakarta,  Sabtu (1/1/2022). Libur tahun baru 2022 banyak dimanfaatkan warga ibukota dengan mendatangi beberapa lokasi wisata bersama keluarga.  ANTARA FOTO/Reno Esnir/hp.Foto: ANTARA/RENO ESNIR

Masih di kawasan Ancol, Jakarta Utara, detikers juga bisa menikmati wahana-wahana yang ada di Dufan.

Menurut akun Instagram resminya, Dufan beroperasi dari pukul 10:00 sampai 17:00 pada hari kerja. Sementara pada akhir pekan, Dufan dibuka dari pukul 10:00 sampai 19:00.

4. Sea World Ancol

Wisatawan mengamati ikan di Sea World Ancol, Jakarta, Jakarta, Kamis (8/2/2024). Libur panjang dimanfaatkan warga Jakarta dan sekitarnya untuk mengunjungi tempat-tempat rekreasi di Ibu Kota. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.Foto: ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

Jika tertarik dengan keindahan dunia laut, detikers bisa berwisata ke Sea World Ancol. Tempat wisata ini memberikan hiburan sekaligus pendidikan.

Mneurut akun Instagram resminya, Sea World Ancol beroperasi setiap hari dari pukul 09:00 sampai 16:30.

5. Taman Mini Indonesia Indah

Di kawasan Jakarta Timur, detikers bisa berkunjung ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Ada berbagai museum dan anjungan daerah yang bisa dinikmati pengunjung.

Menurut akun Instagram resminya, TMII beroperasi setiap hari dari pukul 06:00 sampai 17:00 WIB.

6. Taman Margasatwa Ragunan

Taman Margasatwa Ragunan Diserbu WargaFoto: Andhika Prasetia

Taman Margasatwa Ragunan adalah kebun binatang yang berlokasi di Jakarta Selatan. Cocok buat peminat hewan, tempat wisata ini beroperasi dari hari Selasa hingga Minggu.

Menurut akun Instagram resminya, selama bulan Ramadan, Taman Margasatwa Ragunan dibuka dari pukul 07:00 sampai 15:00.

7. Jakarta Aquarium & Safari

Jakarta Aquarium & Safari (JAQS) menyajikan banyak keseruan bagi masyarakat yang ingin menghabiskan waktu sambil menunggu berbuka puasa. Yuk lihat.Foto: Grandyos Zafna

Jakarta Aquarium & Safari adalah akuarium indoor yang terletak di dalam Neo Soho Mall, Jakarta Barat.

Menurut akun Instagram resminya, waktu operasional Jakarta Aquarium & Safari adalah setiap hari dari pukul 10:00 hingga 21:00.

8. Kota Tua

Kota Tua terletak di Jakarta Barat dan bisa detikers kunjungi selama libur Lebaran.

Detikers bisa menikmati pemandangan bangunan bergaya kolonial, berwisata kuliner, sampai mengunjungi museum.

9. Museum Macan

Museum MACANFoto: Chelsea Olivia/detikcom

Museum Macan berlokasi di Jakarta Barat. Di sini, detikers bisa mengapresiasi karya seni kontemporer.

Menurut situs resminya, selama bulan Ramadan, Museum Macan beroperasi dari hari Selasa hingga Minggu, pukul 10:00 sampai 17:30.

10. Pecinan Glodok

Pecinan GlodokFoto: Weka Kanaka/detikcom

Detikers juga bisa menghabiskan libur Lebaran dengan mengelilingi kawasan pecinan atau Chinatown di Glodok, Jakarta Barat.

Pecinan Glodok merupakan tempat yang bisa dipilih apabila detikers ingin berwisata kuliner hingga budaya.

11. Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk

mangroveFoto: Wahyu/detikTravel

Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove berlokasi di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Tak hanya berperan sebagai tempat wisata alam, TWA Angke Kapuk bertujuan melestarikan mangrove sebagai penyangga kehidupan alam.

Menurut situs resminya, TWA Angke Kapuk beroperasi dari pukul 09:00 sampai 17:00 selama hari kerja, dan dari pukul 08:00 sampai 17:00 selama akhir pekan.

Nah, itu dia beberapa tempat wisata di Jakarta yang buka saat libur Lebaran. Semoga artikel ini bermanfaat bagi detikers yang sedang merencanakan wisata saat libur Lebaran.

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

10 Tempat Ngopi di Puncak Malam Hari yang Asyik Buat Nongkrong


Jakarta

Puncak Bogor menjadi salah satu tujuan wisata bagi berbagai kalangan. Terdapat berbagai tempat bersantai hingga kuliner di pemandangan indah dan udara yang begitu sejuk.

Suasana malam di puncak menjadi daya tarik tersendiri dan membuat momen ngopi semakin menyenangkan. Buat kamu yang mau ngopi di puncak, berikut beberapa rekomendasi tempatnya.

Tempat Ngopi di Puncak

Kamu bisa menemukan banyak tempat ngopi di puncak dengan view yang berbeda-beda. Ada yang menyuguhkan hamparan sawah, gunung, sampai sungai yang indah.


1. Ngopi di Sawah

Ngopi di SawahNgopi di Sawah Foto: detikcom/Riska Fitria

Seperti namanya, Ngopi di Sawah merupakan salah satu tempat ngopi dengan panorama hamparan sawah. Menurut laman instagramnya, Ada ragam pilihan kopi seperti espresso, black coffee, kopi tubruk, cappucino hingga kopi sawah

Selain bisa ngopi, ada banyak camilans seperti pisang goreng sambal roa, kembang tahu, tape goreng dan cempedak goreng.
Ada pula hidangan makanan berat seperti ikan mas, tempe goreng, ayam goreng, sayur lodeh, hingga jeroan goreng. Harga kopinya mulai dari Rp 18.000.

Lokasi: Jl. Puri Cemara (Puncak KM.72) No.90, Gadog, Megamendung, Bogor, Jawa Barat 16770:
Jam Operasional: Senin-Jumat 11.00-21.00 WIB
Sabtu-Minggu 09.00-21.00 WIB

2. Roofpark Cafe & Restaurant

Jika Ngopi di Sawah memiliki view hamparan sawah, Roofpark punya view Gunung yang indah. Saat malam hari, lampu-lampu yang menggantung mempercantik kawasan ini.

Menurut lama Instagram Roofpark Cafe & Restaurant, buat kamu yang mau ngopi, ada single espresso, americano, kopi vietnam, es kopi aren, hazelnut mocha latte, dan pilihan lainnya. Sementara pilihan camilannya mulai dari tahu gejrot, bakwan jagung, tempe mendoan, tempe cabe garam, tahu aci gejrot, hingga pisang goreng. Aneka makanan beratnya juga beragam, seperti nasi liwet, bebek bakar, mie goreng, sampai gado-gado. Harga kopinya mulai dari Rp 21.800.

Lokasi: Istana RAJA FO, Jl. Raya Puncak – Cianjur, Palasari, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43253
Jam Operasional: Senin-Jumat pukul 11.00-22.00 WIB
Sabtu-Minggu pukul 11.00-00.00 WIB

3. Breeve Hills Resto & Cafe

Tempat Ngopi di PuncakBreeve Hills Resto & Cafe Foto: (Breeve Hills Resto & Cafe/Instagram)

Breeve Hills Resto Cafe juga menyuguhkan alam dan suasana puncak yang begitu khas. Aneka kopinya mulai dari hot Americano, hot espresso, hot cappucino sampai kopi tubruk.

Sambil menikmati kopi, kamu bisa menikmati camilan seperti pisang goreng dengan aneka topping, roti bakar bakwan udang, tape goreng ice cream, tempe mendoan, dan lain sebagainya. Melihat menu di laman instagramnya, adapun aneka makanan beratnya mulai dari sate padang, nasi goreng, mie goreng, hingga aneka pizza dan steak. Harga kopinya mulai dari Rp 23.000.

Lokasi: Jl. Raya Puncak, Kampung Leuwimalang No. 81, Cisarua-Puncak
Jam operasional : Setiap hari mulai pukul 10.00-22.00 WIB, sementara, selama bulan Ramadhan mulai pukul 16.00-22.00 WIB.

4. Kopi Kabut Sevillage Puncak

Kopi Kabut Sevillage mengusung konsep restoran outdoor yang menyuguhkan keindahan alam sekitar. Jadi, tentunya tempat ini cocok untuk kamu yang mau ngopi sambil bersantai.

Menu kopinya mulai dari kopi susu gula aren, cappucino, klepon coffee, latte macchiato sampai dengan cappucino. Ada juga makanan ringan yang tersedia seperti potato wedges, pisang goreng, samosa, dan pancake. Melihat lama instagram Kopi Kabut Sevillage, adapun harga kopinya yaitu mulai dari Rp 12.000.

Lokasi: Ciloto, Cipanas, Cianjur, Jawa Barat.
Jam operasional: Senin-Jumat pukul 09.00-22.00 WIB
Sabtu-Minggu pukul 09.00-23.00 WIB.

5. Jambul Coffee

Tempat Ngopi di PuncakTempat Ngopi di Puncak Foto: (Jambul Coffee/Instagram)

Jambul Coffee by Jambuluwuk adalah tempat ngopi di sekitar hutan pinus dengan view Gunung Pangrango dan Salak. Sambil menikmati pemandangan, kamu bisa menyeruput kopi ditemani aneka camilan khas nusantara.

Ada kue lumpur, kue cubit, klepon, ongol-ongol hingga gemblong yang manis. Harganya mulai dari sekitar Rp 15.000.

Lokasi: Jl. Veteran III No.63, Jambu Luwuk, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16720
Jam operasional: Setiap hari pukul 08.00-23.00 WIB.

6. Bromelia Coffee

Bromelia Coffee bisa menjadi rekomendasi tempat ngopi di puncak berikutnya. Mengusung tema kekinian, pengunjung bisa menyeruput kopi di tepi sungai.

Ada espresso, americano, caffe latte, cappuccino sampai piccolo. Harganya mulai dari Rp 22.000. Melihat laman instagram Bromelia Coffee, adapun hidangan lain yang bisa dinikmati yaitu roti coklat, croffle, kentang goreng, nasi goreng, burger, sampai dengan nasi goreng,

Lokasi: Gg. Hankam, Jogjogan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16750.
Jam operasional: Setiap hari pukul 14.00-22.00 WIB.

7. Daracafe Coffee and Eatery

Daracafe Coffee and EateryDaracafe Coffee and Eatery Foto: (Daracafe Coffee and Eatery/instagram)

Daracafe Coffee and Eatery sudah berdiri sejak 2016. Di sini, pengunjung bisa menikmati view kebun teh Puncak sambil menyeruput kopi panas.

Ada Vanilla latte, espresso, vietnam drip dan latte. Harganya mulai dari Rp 25.000. Berbagai snack yang bisa dinikmati di antaranya pisang bakar, kentang goreng, pisang goreng, sosis bakar, bakso bakar, dan jagung bakar.

Lokasi: Jl Raya Puncak Pass, Bogor
Jam Operasional: Senin-Jumat pukul 10.00-23.00 WIB
Sabtu-Minggu pukul 10.00-00.00 WIB.

8. Kopi Nako Kebon Jati

Tempat Ngopi di PuncakTempat Ngopi di Puncak Foto: (Kopi Nako/Instagram)

Di Kopi Nako Kebon Jati, wisatawan akan disambut dengan deretan pohon jati. Mengutip laman salah satu agen travel, ada pula area outdoor yang menghadap langsung ke pemandangan kota Bogor.

Pengunjung bisa menikmati aneka kopi seperti kopi nusantara dan es kopi nako duren. Untuk makanan beratnya ada nasi goreng, nasi mercon, mie godog, hingga iga bakar ketumbar madu. Harganya mulai dari Rp 8.000.

Lokasi: Jl. Perjuangan, Cipayung Datar, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Jam Operasional: Minggu-Jumat pukul 11.00-22.00 WIB
Sabtu pukul11.00-23.00 WIB.

9. Pinggir Kali Coffee

Sesuai namanya, Pinggir Kali Coffee, memang berada di tepi kali dengan pemandangan gunung yang begitu ciamik. Kamu bisa menikmati aneka kopi seperti kopi susu gula aren, spanish latte, hingga banana coffee chocolate sambil menikmati suasananya.

Melihat laman instagramnya, adapun hidangan lain yang tersedia di antaranya adalah pisang bakar, tahu cabai garam, singkong, goreng, jagung bakar, burger, dan aneka rice bowl.

Lokasi: Jl. Raya Sukaraja No.88, Gadog, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat
Jam operasional: Setiap hari pukul 14.00-22.00 WIB.

10. Teras Gadog Coffee & Eatery

Tempat Ngopi di PuncakTempat Ngopi di Puncak Foto: (Teras Gadog Coffee & Eatery
/Instagram)

Teras Gadog Coffee & Eatery bisa jadi tempat ngopi dengan suasana yang begitu asri. Beberapa areanya didesain seperti pendopo.

Beberapa pilihan kopi yang tersedia mulai dari espresso, vietnam drip, americano, cappuccino dan latte. Harga kopinya mulai dari Rp 22.000. Sementara, camilan yang tersedia di antaranya nangka goreng, pisang bakar, singkong thailand hingga lumpia semarang.

Lokasi: Jl. Cikopo Selatan 19A, Bogor
Jam Operasional: Senin-Kamis pukul10:00-22:00, Jumat pukul 10:00-23:00, Sabtu-Minggu pukul 08:00-23:00

Itulah 10 tempat ngopi di Puncak yang asyik buat ngumpul. Beberapa informasi ini diambil dari instagram kafe atau tempat ngopi dan situs agen travel.

(elk/row)



Sumber : travel.detik.com

Tidak Sekadar Megah, Ini Makna di Setiap Arsitektur Istiqlal



Jakarta

Arsitek Frederich Silaban mendesain Masjid Istiqlal di Jakarta dengan sangat matang. Ada makna tersembunyi di setiap detail bangunan megah itu.

Berasal dari bahasa Arab yang bermakna kemerdekaan, Istiqlal memiliki sejarah yang kental akan Islam dan kebangsaan. Dari kegiatan City Tour Disparekraf pada Minggu (24/4/24), berikut detikTravel rangkum makna-makna tersembunyi dari bangunan yang ada di Masjid Istiqlal,

1. Kubah dengan diameter 45 meter

Sebuah masjid tentu identik dengan kubah. Sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Istiqlal memiliki kubah yang sangat besar dengan diameter sepanjang 45 meter. Pemilihan angka 45 ini bukan tanpa maksud.


Angka 45 pada diameter kubah Masjid Istiqlal mengisyaratkan tahun kemerdekaan Indonesia yaitu tahun 1945. Bagian dalam Kubah tertulis kaligrafi Surah Al Fatihah, Surah Thaha ayat 14, Ayat Kursi, dan Surah Al Ikhlas.

2. 12 tiang penyangga melingkar

Selain kubah, pada bagian dalam masjid, traveler akan melihat 12 tiang penyangga berbahan dasar stainless steel yang melingkar. Jumlah tiang penyangga itu melambangkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW yakni 12 Rabiul Awal.

3. Punya 5 Lantai

Jika melihat ke atas atau bagian samping, traveler akan melihat tingkatan lantai yang ada di Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal memiliki lima lantai yang menggambarkan lima dasar Islam yang menjadi syarat kesempurnaan umat muslim atau Rukun Islam sekaligus jumlah waktu salat dalam sehari dan jumlah sila dalam Pancasila.

4. Memiliki 1 Menara

Jika biasanya suatu bangunan memiliki dua menara, tidak dengan Masjid Istiqlal. Masjid Istiqlal hanya memiliki satu menara yang melambangkan keesaaan Allah SWT. Tingginya tidak main-main, mencapai 66,66 meter atau 6.666 cm yang melambangkan jumlah ayat yang ada dalam kitab suci Al Quran.

Mulanya menara itu berfungsi sebagai tempat mengumandangkan Azan, namun saat ini menara tersebut difungsikan sebagai tempat pengeras suara Azan.

5. Memiliki 7 Pintu

Tujuh pintu yang dimiliki Masjid Istiqlal melambangkan delapan jumlah surga dengan tujug lapisan surga seperti yang tercantum di dalam Al Quran. Pintu-pintu tersebut memiliki nama yang diambil dari Asmaul Husna diantaranya As-Salam, Al-Fattah, Ar-Razzaq, Al-Quddus, Al-Ghaffar, Al-Malik, dan Ar-Rahman.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pantai Pandansari, Punya Hutan Cemara dan Mercusuar



Yogyakarta

Popularitas Pantai Pandansari tidak seperti Pantai Parangtritis atau Pantai Cemara Sewu. Tetapi, justru membuat pantai di Bantul ini cocok untuk mencari ketenangan.

Berlokasi di Bantul, Yogyakarta dan masih satu garis pantai dengan Parangtritis, Pantai Pandansari adalah salah satu pantai berpasir hitam halus dengan deburan ombak laut selatan yang menggulung. Pantai ini memiliki sejuta fakta dan pesona yang memikat untuk kembali datang.

Pantainya yang tidak terlalu diketahui orang membuatnya masih sedikit terjaga kebersihannya. Lokasinya pun tidak seramai pantai tetangga yang terkadang sangat padat.


Akses menuju lokasi sangatlah mudah dan sama sekali tidak membingungkan. Traveler bisa parkir di area yang mudah dilihat. Masuk ke pantai ini traveler cukup membayar retribusi sebesar Rp 5.000 dan biaya parkir Rp 5.000 hingga Rp 10.000 tergantung jenis kendaraan.

Lalu apa saja pesona yang memikat di sini, yuk simak!

Ada mercusuar, loh!

Pantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuarPantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuar (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Pandansari menjadi satu-satunya pantai selatan di Jogja yang memiliki mercusuar. Bangunan setinggi 40 meter ini tinggi gagah berdampingan dengan pantai. Traveler yang datang bisa merasakan langsung uji adrenalin menapaki ratusan tangga menuju puncaknya.

Mercusuar ini bernama Kala Jivam Asti yang sudah berdiri kokoh sejak tahun 1997. Tertarik untuk melihat Jogja dari ketinggian? Coba tantang dirimu untuk mendaki sampai ke puncak, ya.

Hamparan hutan cemara laut hijau

Bak masuk ke negeri dongeng, di pantai ini akan ditemukan hamparan hutan cemara laut yang menghijau membentang layaknya pagar penjaga pantai. Hutan ini sedang hijau-hijaunya di musim sekarang. Pohon cemara laut yang rimbun dipadu dengan padang rumput menghijau membuat lokasinya asyik untuk sekadar merenung.

“Niatnya ke sini mau merenung aja sih sambil nunggu buka (puasa). Mungkin sekalian bukber di sini sih nanti,” kata Fadhil, salah satu pengunjung Pantai Pandansari.

Lokasinya yang rimbun dan rerumputan yang subur bak permadani karpet membuat tempat ini cocok untuk berpiknik ria. Traveler bisa berbaring tanpa alas sekalipun di sini. Di tambah tinggi pohon cemara laut yang menjulang sedikit menunda teriknya sinar mentari langsung mengenai muka.

Berkunjung ke sini memang waktu terbaiknya di sore hari menjelang senja. Selain untuk berburu sunset, cahaya dan suhunya bisa membuat nyaman tanpa takut kepanasan. Traveler bisa melakukan kegiatan berpiknik, berbaring, memasang hammock di antara pohon, atau sekadar duduk merenung sambil baca buku favorit. Atau jika traveler sedang berpuasa, bisa agendakan buka bersama di Pantai Pandansari agar anti mainstream.

Spot berburu senja

Pantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuarPantai Pandansari di Yogyakarta memiliki mercuar, pas untuk berburu senja. (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Jika beruntung dengan cuaca, matahari terbenam di laut selatan tidak pernah mengecewakan. Di ufuk barat akan tidur sang surya di perduannya. Langit oranye dan laut biru berpadu pendar memanjakan mata. Waktu terbaik untuk diabadikan lewat mata dan kamera.

“Iya main, berburu sunset juga kebetulan lihat langit Bantul lagi cerah jadi tadi mampir kemari buat foto-foto lumayanlah hari ini lagi bagus,” kata Kurniawan, seorang fotografer yang mampir ke Pandansari.

Tidak akan asyik jika wisata tanpa berfoto. Di Pandansari traveler tidak akan kehabisan spot untuk berfoto dengan berbagai latar. Latar biru laut, hijau hutan, dan oranye senja siap dipilih untuk masuk sosial media.

Berkemah bahkan memancing

Sepanjang garis pantai traveler akan melihat beberapa orang tengah memancing di bibir pantai. Mereka melemparkan pancing ke laut dan menunggunya dengan tenang di pinggiran pantai. Traveler yang hobi memancing bisa mencobanya kemari dengan peralatan pribadi.

Selain memancing, aktivitas lainnya yang bisa dilakukan adalah berkemah. Mendirikan tenda di sekitar kawasan Pantai Pandansari diperbolehkan dengan seizin bertugas. Jika bermalam pastikan memiliki penerangan pribadi yang cukup dan peralatan camping yang memadai ya, karena di sini tidak menyediakan persewaan apapun.

Untuk fasilitas pantai tersedia dengan lengkap, mulai dari area parkir, toilet dan kamar mandi, tempat sampah, air bersih, warung makan, gazebo, kursi dan meja kayu, hingga mushola. Jadi, tidak perlu bingung jika kemari.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

6 Monumen Tanda Persahabatan ASEAN di Taman Suropati



Jakarta

Taman Suropati merupakan salah satu wilayah yang terlestarikan Jakarta. Ada enam monumen bersejarah di sini.

Taman ini dibangun pada masa wali kota pertama Batavia GJ Bisschop di tahun 1916. Pohon-pohon yang berada di taman ini sudah ada sejak jaman Belanda maka tidak mengherankan jika memiliki diameter batang yang sangat besar.

Taman itu menjadi tempat berdirinya enam monumen dari enam negara pendiri ASEAN. Monumen itu menjadi simbol persahabatan negara-negara ASEAN.


Monumen-monumen tersebut awalnya direncanakan untuk diletakkan secara acak di Jakarta, tetapi kemudian muncul usulan untuk menempatkannya pada satu tempat, dan dipilihlah Taman Suropati.

Berikut 6 monumen ASEAN di Taman Suropati:

1. Peace, harmony, and one (Damai, Harmonis, dan Satu)

Monumen ini dibuat oleh Lee Kian Seng representatif Malaysia. Dikutip dari leekianseng.com monumen ini berukuran 5,1m x 3,1m x 3,1. Monumen persembahan Malaysia ini terbuat dari baja ringan dan terinspirasi dari kaligrafi Lee Kian Seng yang mencerminkan akar budaya Tionghoa.

2. Rebirth (Kelahiran Kembali)

Monumen ini merupakan karya Luis E. Yee Jr seorang seniman asal Filipina. Monumen yang terbuat dari susunan kayu jati yang tersusun dalam empat baris mengisyaratkan tangkai padi yang bergoyang tertiup angin.

3. Harmony (Keharmonisan)

Monumen ini merupakan karya dari Awang HJ Latirf Aspar dari Brunei Darussalam. Berbentuk 6 padi layaknya logo ASEAN pertama sebelum tahun 1997. Pada bagian atasnya terdapat gambar peta dan lambang bulan sabit Brunei Darussalam yang juga terdapat pada Bendera Negaranya.

4. The Spirit of ASEAN (Semangat ASEAN)

Wee Beng Chong adalah seniman yang menciptakan karya The Spirit of ASEAN dari Singapura. Monumen ini menjadi simbol dari persatuan dan kerja sama dari negara-negara ASEAN.

5. Peace (Perdamaian)

Monumen ini dibuat oleh Sunaryo pemahat patung terkenal dari Indonesia. Monumen ini bermakna perdamaian dengan bentuk tubuh manusia yang sudah melalui proses distorsi sedemikian rupa hingga menghilangkan bentuk manusianya.

6. Fraternity (Persaudaraan)

Monumen berbentuk dua manusia yang saling merangkul ini merupakan karya Nonthivathn Chandanaphalin seorang dosen dan seniman terkenal dari Thailand. Monumen Fraternity memiliki makna persaudaraan antar negara ASEAN.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Bali Cliff Glamping, Staycation Mewah di Bibir Tebing



Karangasem

Penginapan di Karangasem, Bali ini boleh dibilang antimainstream. Ini glamping mewah dengan view sunrise dan berada di bibir tebing.

Tempatnya bernama Bali Cliff Glamping. Berlokasi di Jalan Karangasem – Seraya, Seraya Barat, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Sesuai dengan namanya, Bali Cliff Glamping terletak di bibir tebing yang menghadap ke laut lepas.

Kadek, salah satu karyawan Bali Cliff Glamping, mengatakan Bali Cliff Glamping menjadi glamping pertama di bibir jurang. Di bangun dengan konsep alami yang khas. Memadukan berbagai ornamen kayu pada setiap detailnya. Sesuai dengan konsep glamping atau glamour camping, di sini setiap bangunan didesain menyerupai tenda. Berasa lagi camping beneran deh!

Bali Cliff Glamping memiliki enam kamar dengan tipe dan bentuk yang sama. Namun, menurut Kadek, setiap kamar memiliki view yang berbeda. Kamar dengan view terbaik adalah kamar di ujung timur karena bisa mendapatkan view sunrise yang menawan.

“Kita di sini memiliki enam kamar, dengan tipe dan fasilitas yang sama. Yang membedakan hanya dari view saja. Menurut saya kamar terbaik itu yang di ujung timur, karena bisa dapet view sunrise waktu pagi hari,” kata Kadek.

Memasuki ruangan traveler akan dibuat kaget karena bak masuk ke dalam tenda, komplit dengan kasur dan peralatannya yang nyaman. Interior didesain dengan konsep minimalis dan klasik. Bernuansa coklat.

Walau terletak di bibir tebing, fasilitas Bali Cliff Glamping ini nggak kaleng-kaleng. Kadek mengatakan, setiap kamar sudah dilengkapi dengan fasilitas double bed, safety box, kamar mandi dalam, air cooler, handuk, dan masih banyak lagi.

Selama staycation di sini, traveler akan dibuat semakin tenang. Malam hari tak ada suara bising kendaraan. Hanya ada suara jangkrik dan deburan ombak yang memecah malam. Definisi ketenangan yang hakiki.

Saat bangun di pagi hari, sekitar pukul 06.00 hingga 06.30 WITA, traveler bisa langsung bersantai di binbag dan menikmati keindahan matahari yang mulai menampakkan sinarnya. Sembari menikmati teh dan kopi hangat.

Nah untuk staycation di Bali Cliff Glamping traveler wajib membayar sekitar Rp 850.000 hingga Rp 900.000/ kamarnya. Harga ini sudah termasuk paket breakfast untuk dua orang. Jika ingin menambah ekstra bed akan dikenakan biaya sebesar Rp 300.000.

Traveler yang kepo dengan kecantikan Bali Cliff Glamping juga bisa mengunjungi akun Instagram mereka @balicliffglamping. Tertarik menginap di bibir tebing?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Hidden Gems di Bali Timur: Pantai Labuan Amuk



Karangasem

Bali timur, tepatnya di Kabupaten Karangasem menyimpan banyak permata tersembunyi. Ada pantai cantik bonus view perbukitan yang hijau nan asri.

Traveler yang berlibur ke Bali timur dijamin nggak akan kehabisan wisata untuk dijelajahi. Mulai dari bukit hingga pantai.

Salah satu hidden gem yang wajib dikunjungi saat ke Karangasem adalah Pantai Labuan Amuk. Dikenal karena kecantikan alamnya yang mempesona, pantai ini memiliki pasir putih yang bercampur dengan pasir hitam yang lembut.

Memberikan pemandangan yang menenangkan dengan latar belakang bukit hijau yang memikat. Wilayah pantainya tidak begitu luas, diselingi dengan jalan setapak kayu di sebelah kiri, pantai ini menjadi tempat ideal untuk bersantai sambil menikmati panorama laut yang menakjubkan.

Pantai ini tergolong hidden gem, karena traveler harus melalui jalan sempit yang hanya bisa dilalui satu mobil. Namun, pesona alam dan ketenangannya membuat pantai ini worth it untuk bersantai dan menjauh dari kebisingan kota.

Landskap hijau dari perbukitan dan air pantainya yang jernih, ditemani dengan deburan ombak membuat traveler akan merasa nyaman dan ingin berlama-lama di sini.

Karena keindahan bawah lautnya yang memukau dan perairannya yang jernih, Pantai Labuan Amuk menjadi surga bagi penggemar snorkeling. Menikmati terumbu karang berwarna-warni dan ikan tropis yang cantik di kedalaman laut. Traveler bisa menemukan penyewaan alat snorkeling di sekitar pantai.

Bagi traveler yang mau menikmati keindahan alam tapi nggak mau basah-basahan, bisa mencoba aktivitas mancing. Terdapat juga area memancing yang sangat populer, traveler bisa duduk di pinggir jalan setapak sambil memancing dan menikmati indahnya Labuan Amuk.

Ketika mengunjungi pantai Labuhan Amuk Karangasem, traveler tak perlu khawatir mencari tempat makan. Pasalnya, di sepanjang pantai terdapat banyak warung makan dan penjual makanan ringan. Harganya pun relatif terjangkau, jadi nggak akan buat kantongmu bolong.

Pantai ini berlokasi di Desa Antiga, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem. Lokasinya cukup jauh dari Kota Denpasar, sekitar 42 kilometer atau 1 jam 15 menit perjalanan.

Labuan Amuk buka setiap hari. Bagi traveler yang berkunjung hanya akan dikenakan biaya parkir mulai dari Rp 5.000 untuk satu kendaraan. Bagi traveler yang ingin berkunjung, detikTravel menyarankan untuk datang di pagi hari saat matahari terbit sekitar pukul 06.30 WITA. Atau bisa di sore hari mulai pukul 16.00 WITA.

Karena lokasinya yang cukup jauh dari pusat kota, dan belum banyak yang tahu tentang Pantai Labuan Amuk. Tak banyak wisatawan yang berkunjung ke sini sehingga cocok untuk traveler yang mencari ketenangan.

Bagi traveler yang berkunjung tetap menjaga keselamatan dan kebersihan ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Nggak Sekadar Ngabuburit di Taman Suropati



Jakarta

Taman Suropati berada di kawasan Menteng, Jakarta Pusat bisa menjadi pilihan untuk ngabuburit. Di sini, traveler enggak cuma bersantai, tetapi juga bisa melakukan aktivitas lainnya.

Terletak di jantung kota Jakarta dan mudah dijangkau dengan transportasi umum, Taman Suropati menjadi destinasi favorit masyarakat Jakarta dan sekitarnya. Sudah begitu, taman ini berdekatan dengan Masjid Agung Sunda Kelapa.

Taman ini dilengkapi dengan fasilitas umum seperti toilet, gazebo, bangku taman, dan jogging track.


Berikut 8 kegiatan saat ngabuburit di Taman Suropati:

1. Olahraga ringan

Salah satu kegiatan favorit yang dilakukan pengunjung Taman Suropati adalah berolahraga. Selain memiliki lahan yang cukup luas, Taman Suropati juga dilengkapi dengan jogging track.

Berbagai olahraga lain seperti jalan santai, senam, ataupun yoga bisa dilakukan di Taman Suropati. Memiliki tanaman-tanaman asri dan selalu terawat membuat siapapun akan merasa betah berolahraga di sini.

Nah, saat bulan Ramadan, pengunjung bisa jalan santai atau jogging.

2. Kumpul Komunitas

Banyaknya spot untuk bersantai menjadikan Taman Suropati tempat berkumpul banyak komunitas. Beberapa di antaranya melakukan perkumpulan rutin. Salah satunya Taman Suropati Chamber, komunitas musik biola yang rutin melakukan latihan setiap hari Minggu di sana.

3. Piknik

Taman Suropati memiliki lahan terbuka dengan udara yang sejuk meskipun siang hari. Traveler bisa membawa alas duduk dan bekal untuk berbuka seolah piknik kecil-kecilan di Taman Suropati. Namun, tetap pastikan tidak mengganggu aktivitas pengunjung lainnya dan membuang sampah pada tempatnya ya.

4. Membaca Buku

Tempat yang tenang dan sejuk selalu menjadi pilihan untuk beristirahat sambil membaca buku. Tak perlu khawatir jika sudah bosan dengan buku yang traveler miliki, di Taman Suropati terdapat perpustakaan mini milik bersama.

Di sana traveler bisa meminjam ataupun mendonasikan buku secara gratis. Perpustakaan yang dibangun oleh Jakarta Bookhive ini juga memiliki koleksi buku yang cukup lengkap mulai dari novel, majalah, hingga komik. Jika sudah selesai membaca harap mengembalikan buku pinjaman ke tempat semula ya Traveller.

5. Foto-Foto

Di zaman sekarang tak afdol rasanya jika pergi ke suatu tempat tanpa mengabadikannya dalam jepretan foto. Tenang saja meskipun rindang dengan pepohonan dan tanaman, Taman Suropati memiliki banyak spot estetik mulai dari air mancur, bagian tengah taman, hingga monumen persahabatan ASEAN, yang bisa menjadi opsi Traveller untuk berpose.

6. Bermain bersama Satwa

Taman Suropati kerap menjadi pilihan para pecinta hewan untuk mengajak peliharaan kesayangannya berjalan-jalan. Beberapa catlovers juga terlihat melakukan street feeding kepada kucing-kucing yang ada di Taman Suropati.

Tenang saja, meskipun liar kucing-kucing tersebut sudah di steril dan ramah dengan para pengunjung. Selain itu, traveler juga bisa memberi makan burung-burung merpati yang terbang bebas di kawasan Taman Suropati.

Kendati banyak hewan menyinggahi, taman ini selalu terjaga kebersihannya berkat jasa para petugas kebersihan yang setiap harinya membersihkan kawasan Taman Suropati.

7. Bersantai sambil menghirup udara segar

Jika tidak ingin melakukan aktivitas yang terlalu berat, opsi bersantai sambil menghirup udara segar di Taman Suropati bisa menjadi pilihan. Tersebar banyak tempat duduk yang bisa digunakan untuk bersantai ditemani angin sepoi-sepoi dan pemandangan asri taman.

8. Menjadi pilihan lokasi Work From Anywhere

Selain memiliki udara segar dan pemandangan asri, Taman Suropati juga memiliki fasilitas free WiFi dengan kecepatan hingga 100 Mbps. Tak heran hal ini membuat banyak pengunjung semakin betah berlama-lama di Taman Suropati. Dengan kecepatan WiFi tersebut, Taman Suropati bisa menjadi pilihan jika Traveller penat bekerja dalam kantor.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Bangunan Saksi Sejarah Penyebaran Islam di Jakbar



Jakarta

Jejak penyebaran Islam di Jakarta Barat terekam melalui deretan masjid ini. Apa saja?

Bersama Sudin Parekraf Jakbar (30/3/24) detikTravel berkesempatan mengunjungi sejumlah masjid untuk menelusuri sejarah penyebaran agama islam di Jakbar.

1. Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari

Banyak orang mengira bahwa Masjid Istiqlal merupakan masjid raya pertama di Jakarta, namun nyatanya Masjid Istiqlal merupakan milik negara. Adalah Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari yang menjadi masjid raya pertama di Jakarta.


Masjid itu berada di Duri Kosambi, Kecamatan Cengkareng, Kota Jakarta Barat. Dibangun pada lahan seluar 2,4 hektar, masjid yang dibangun pada masa pemerintahan Ahok itu memiliki daya tampung hingga 12.500 jamaah.

Diresmikan pada 15 April 2017, Adhi Moersid selaku arsitek merancang masjid itu dengan nuansa budaya budaya Betawi yang kental, terlihat bangunan atap limas runcing tanpa kubah, ornamen gigi balang pada bangunan, dan pagar langkan juga menghiasi masjid ini.

Berada di lokasi yang luas membuat masjid ini juga kerap digunakan untuk berbagai kegiatan ekonomi dan menjadi salah satu tempat isolasi para pasien Covid pada masa pandemi.

2. Masjid Jami An-Nawier

Masjid ini menjadi bukti bahwa komunitas Arab pernah berjaya di Batavia. Meskipun berada di kawasan Pekojan, masjid itu tak hanya berarsitektur Arab, namun juga memiliki perpaduan gaya Timur Tengah, Tionghoa, Eropa, dan Jawa pada bangunannya.

Didirikan pada tahun 1760 Masehi, masjid itu mulanya memiliki luas 500 meter persegi. Kini, masjid itu diperluas hingga hampir 2000 meter persegi.

Menurut Ketua Pengurus Masjid Jami An-Nawier Ustaz Dikky di masjid itu juga masih menjaga tempat wudu yang orisinil berbentuk kolam dengan sebagai saksi sejarah umat muslim zaman dahulu.

“Ada juga tempat wudu yang menjadi satu saksi sejarah peninggalan yang sudah langka di berbagai wilayah,” kata dia.

Tak hanya sebagai masjid, terdapat bangunan 400 meter persegi yang digunakan sebagai rumah wakaf untuk berdagang yang hasilnya digunakan untuk kesejahteraan masjid.

3. Masjid Langgar Tinggi

Masjid itu merupakan bangunan musala tua yang masih terlestarikan sebagai cagar budaya hingga saat ini. Populer dengan nama Langgar Tinggi karena memiliki 2 lantai yang dijadikan tempat untuk beribadah.

Masjid itu dibangun oleh Syekh Said bin Naum selaku Kapiten Arab pertama di Batavia pada tahun 1829. Masjid itu menjadi asal-usul kampung sekitarnya diberi nama Pekojan. Masjid itu lama-lama dikepung permukiman warga setelah didatangi oleh orang-orang India saat itu.

Bangunan masjid itu juga menyerap berbagai nilai kebudayaan dari berbagai suku dan etnis. Pilar-pilar pada masjid ini mencerminkan kebudayaan Eropa, penyangga bagian luar diserap dari kebudayaan China, dan penggunaan balok-balok rangka payung yang mencerminkan kebudayaan Jawa.

4. Masjid Jami Angke

Berada di Kampung Angke sebagai pusat transit para pedagang dan pendakwah dari mancanegara membuat bangunan masjid ini juga memiliki arsitektur yang unik.

Dibangun pada tahun 1761 Masehi, pada masa pemerintahan Pangeran Jayakarta II, itu menunjukkan perpaduan budaya Bali, Belanda, Maroko, China, dan Jawa. Itu menunjukkan filosofi masjid itu, yakni pada masa lampau hidup berdampingan berbagai suku dan etnis di Kampung Angke.

Muhammad Abyan, Ketua Sarpras dan Sejarah Masjid Jami Angke, mengatakan bahwa toleransi keberagaman yang ada di lingkungan sekitar masjid pun terlihat sangat erat hingga saat ini.

“Dari dulu sudah ditanamkan nilai kerukunan dan kesatuan, yang tionghoa tidak merasa minoritas kami yang muslim juga tidak merasa mayoritas,” kata dia.

Pada bagian barat dan timur masjid terdapat beberapa makam tokoh-tokoh terkait sejarah Kampung Angke. Di antaranya, Syekh Jafar, Syekh Syarif Hamid Al-Qadri dari Kesultanan Pontianak.

5. Makam Pangeran Wijaya Kusuma

Makam ini menjadi cikal bakal terbentuknya nama Wijaya Kusuma sebagai salah satu nama kelurahan di Grogol, Jakarta Barat.

Pangeran Wijaya Kusuma adalah seorang penasehat sekaligus panglima perang pada masa kejayaan Pangeran Jayakarta. Pangeran Jayakarta berasal dari Banten dan sangat menentang Belanda pada abad ke-17.

Hingga kini makam Pangeran Wijaya Kusumarutin dikunjungi oleh para peziarah untuk melakukan tahlilan atau pengajian yang biasanya dilaksanakan pada malam Jumat.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com