Tag Archives: wisata

Ngopi Bonus View Ijo-ijo di Denpasar, di Sini Tempatnya



Denpasar

Coffee shop satu ini terbilang hidden gem. Memang berada di Denpasar, tetapi sedikit tersembunyi dan mengasyikkannya lagi menawarkan view ijo-ijo.

Kedai kopi itu Nataraka Bali. Bolo, salah satu karyawan di Nataraka Bali, menuturkan nama Nataraka diambil dari nama niang (nenek) pemiliknya.

“Dulu saat penentuan nama, owner sudah 6 bulan belum menemukan nama yang cocok. Akhirnya didatangi dalam mimpi, dan memilih menggunakan nama Nataraka yang diambil dari nama sang nenek,” kata Bolo.

Nataraka Bali merupakan sebuah coffee shop yang baru dibuka sejak 18 Januari 2024. Memasuki tempat ini membuat traveler lupa bahwa Nataraka Bali terletak di Kota Denpasar. Suasana tenang komplit dengan rindangnya pepohonan bisa traveler jumpai di sini.

Kedai kopi ini istimewa dengan view sungai dan nuansa alam yang kental. Kombinasi sentuhan modern dan nuansa Bali, Nataraka menciptakan atmosfer yang coffee shop yang unik dan estetik.


Nataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di DenpasarNataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nataraka memiliki nuansa semi outdoor, dengan area indoor dan outdoor yang luas dan langsung menyatu dengan alam. Area outdoor menjadi tempat favorit pengunjung karena banyak pepohonan yang rindang dan syahdu. Oke banget jadi spot foto instagramable.

Nataraka Bali juga sip untuk traveler yang ingin nongkrong dan work form cafe. Suasananya yang tenang plus view pepohonan yang ijo-ijo, dijamin buat mata semakin segar.

“Konsep dari Nataraka ini sebenarnya menyatu dengan alam, apalagi di bawah ada sungai. Table kita yang outdoor juga menyatu dengan pepohonan. Rindang banget, cocok untuk yang mau nongkrong atau nugas,” ujar Bolo.

Nataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di DenpasarNataraka Bali, kedai kopi dengan view ijo-ijo dan sungai di Denpasar (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Nataraka Bali menjual berbagai menu yang biasanya ada di coffee shop. Namun yang wajib traveler coba adalah menu butterscotch dan sweet soy beef. Harganya pun masih ramah di kantong. Untuk menu makanan harganya berkisar antara Rp 30 ribu hingga 50 ribu dan minuman Rp 29 ribu hingga 35 ribu.

Nataraka berlokasi di Jl. Dukuh I No.10, Kesiman Petilan, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali. Tempat ini buka setiap hari mulai pukul 09.00 – 23.00 WITA. Traveler yang kepo juga bisa mengunjungi sosial media mereka @natarakabali.

Karena konsepnya yang unik dan estetik, Nataraka Bali tak pernah sepi akan pengunjung. Setiap harinya Nataraka bisa dikunjungi hingga ratusan pengunjung. Bahkan hingga kehabisan table, terutama saat weekend.

“Hari weekend itu biasanya rame. Orang-orang selesai CFD atau selesai ibadah gereja yang mencari makan ke sini. Tapi sampai saat ini belum bisa menggunakan sistem reservasi. Kita masih menggunakan sistem first come first service,” papar Bolo.

Mau nongkrong dan ngopi dengan suasana yang ijo-ijo. Yuk langsung cus ke Nataraka Bali. Coffee shopnya estetik, harganya dijamin nggak bikin kantong bolong.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cantiknya Juara! Bajra Sandhi Punya Spot Rahasia, Bisa Dapat View 360 Derajat



Denpasar

Belum banyak yang ahu, Bajra Sandhi mempunyai satu ruangan yang mempunyai view super cantik. Bisa dapat panorama Kota Denpasar secara 360 derajat, dari ketinggian pula. Penasaran? Kuy, simak informasi dari detikTravel.

Monumen Bajra Sandhi, bangunan unik berbentuk bajra atau genta, itu ternyata menyimpan kisah heroik perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Pendirian monumen itu bermula dari terpilihnya rancangan dari Ida Bagus Gede Yadnya, seorang mahasiswa Universitas Udayana tahun 1981.

Setelah melalui proses perbaikan, akhiranya Bajra Sandhi mulai dibangun pada Agustus 1988 dan diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden RI kala itu, Megawati Sukarnoputri.

Monumen ini memiliki eksterior yang megah dan detail dengan arsitektur khas Bali yang kental. Tentu sarat dengan makna dan filosofi.

Jika dilihat secara vertikal, monumen ini terbagi menjadi tiga bagian sesuai dengan konsep Tri Angga. Ada Nistaning Utama Mandala (Nistaning Angga) adalah lantai satu, Madyaning Utama Mandala (Madianing Angga) adalah lantai 2, dan Utamaning Utama Mandala (Utamaning Angga) adalah lantai 3.

Belum banyak yang tahu bahwa Bajra Sandhi memiliki ruang peninjauan yang memberikan view juara. Terletak di bagian Utamaning Utama Mandala atau lantai 3 dari monumen ini. Untuk sampai ke ruang peninjauan traveler harus menaiki tangga melingkar.

Sesampainya di atas traveler akan dibuat kagum dengan pemandangan yang juara. Ruang peninjauan yang terletak di bagian puncak Monumen Bajra Sandhi menjadi sebuah spot rahasia yang menakjubkan bagi traveler yang menemukannya.

Dari sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan indah Kota Denpasar secara menyeluruh dengan view 360 derajat. Traveler bisa merasakan sensasi berada di bagian teratas sebuah monumen setinggi 45 meter. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya traveler!

“Di ruang paling atas itu namanya Ruang Peninjauan. Pengunjung bisa memantau atau menyaksikan area sekitar monumen. Pengunjung sangat diperbolehkan untuk naik ke atas, asal tetap menjaga keselamatan,” ujar I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali.

Bagi traveler yang berkunjung ke Bajra Sandhi, tak boleh melewatkan untuk datang ke Ruang Peninjauan. Dijamin akan dapat view juara, dengan pemandangan 360 derajat dari ketinggian. Bener-bener cantik!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cek Harga Tiket dan Informasi Lain Monumen Bajra Sandhi



Denpasar

Denpasar mempunyai satu wisata sejarah yang menyimpan berbagai peristiwa perjuangan rakyat Bali dan arsitekturnya unik. Namanya Monumen Bajra Sandhi.

I Made Artana Yasa, kepala UPTD Monumen Perjuangan Rakyat Bali, menjelaskan Monumen Bajra Sandhi merupakan monumen perjuangan rakyat Bali yang dibangun untuk menghormati pahlawan serta menjadi lambang semangat mempertahankan keutuhan NKRI.

Nama Bajra Sandhi diambil karena bentuk bangunan dari monument ini menyerupai bajra atau genta yang digunakan oleh para Pendeta Hindu dalam mengucapkan mantra ketika ada upacara keagamaan.

Mulai dibangun pada tahun 1987, Monumen Bajra Sandhi diresmikan pada 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Sukarnoputri. Kawasan Monumen Bajra Sandhi memiliki luas sekitar 13,8 hektar dengan luas bangunan sekitar 4.900 meter persegi.

“Tahun 2001 konstruksi Monumen Bajra Sandhi baru selesai dan dilanjutkan dengan pengisian diorama. Diresmikan pada 2003 oleh Ibu Presiden Megawati dan baru dibuka untuk umum tahun 2004,” kata dia.

Bajra Sandhi juga menjadi salah satu ikon Kota Denpasar yang dikelilingi oleh Lapangan Niti Mandala Renon. Penasaran dengan kemegahan dan aktivitas menarik di Monumen Bajra Sandhi? Yuk simak ulasan dari detikTravel!

Daya Tarik Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi memiliki daya tarik tersendiri bagi traveler yang kepo dengan cerita sejarah perjuangan rakyat Bali. Bajra Sandhi juga sip untuk traveler pecinta foto. Lebih lengkapnya, detikTravel mengulas beberapa daya tarik dari Monumen Bajra Sandhi.

1. Arsitektur yang Unik nan Megah

Monumen ini memiliki arsitektur yang megah dan indah dengan desain yang menggabungkan unsur-unsur tradisional Bali dan modern. Bentuknya pun unik, menyerupai genta milik para Pendeta Hindu.

“Dari segi fisik dan arsitektur kita itu unik, berbeda dari yang lain. Bajra Sandhi itu menyerupai genta yang digunakan oleh pendeta untuk menghantarkan upacara agama Hindu,” kata Arsana Yasa.


2. 33 Diorama dan Ruang Pameran

Ruang diorama terletak di lantai dua Monumen Bajra Sandhi. Terdapat 33 buah diorama yang menceritakan dan menggambarkan perjuangan rakyat Bali dari masa ke masa. Di ruangan ini akan diceritakan secara kronologis dari diorama 1 hingga diorama ke-33.

3. Spot Foto Estetik dan Instagramable

Bajra Sandhi memiliki arsitektur yang unik dan khas Bali. Dengan bentuk menyerupai genta, lengkap dengan penggunaan batu berwarna hitam di setiap bangunan. Membuat Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto estetik dan instagramable.

Favorit pengunjung adalah berfoto di depan Bajra Sandhi dengan latar belakang bangunan monumen. Traveler juga bisa menemukan beberapa spot foto seperti diorama, tangga melingkar, dan beberapa pilar besar yang estetik banget.

4. Ruang Peninjauan 360 Derajat

Bagian atas Bajra Sandhi terdapat ruang peninjauan yang memiliki pemandangan 360 derajat. Ruangan ini terletak di Utamaning Utama Mandala, traveler hanya perlu menaiki anak tangga melingkar untuk sampai ke ruangan ini. Di sini traveler bisa merenung dan bersantai sambil menikmati keindahan Kota Denpasar.

Aktivitas Menarik di Monumen Bajra Sandhi

Tidak hanya menyimpan cerita sejarah, kawasan monumen yang terletak di Kota Denpasar ini kerap ramai dikunjungi oleh warga dan wisatawan. Berikut aktivitas menarik yang bisa traveler lakukan untuk menghabiskan waktu di Monumen Bajra Sandhi.

1. Berburu Spot Foto

Tak lengkap rasanya jika berkunjung ke Bajra Sandhi namun traveler tak berburu setiap sudut estetik di monumen ini. Dengan arsitekturnya yang khas, Bajra Sandhi memiliki banyak spot foto yang estetik dan instagramable. Traveler bisa berfoto dan membuat video di setiap lantainya.

“Favorit wisatawan itu biasanya di Kori (pintu masuk) dan di tangga,” katanya.

2. Foto Pre Wedding

Bajra Sandhi menjadi salah satu spot prewedding favorit bagi wisatawan. Dengan latar belakang bangunan berbentuk genta yang khas.

3. Menikmati Keindahan Pemandangan Kota Denpasar dari Ketinggian

Yang tak boleh dilewatkan jika traveler berkunjung ke Bajra Sandhi adalah naik ke lantai atas dan menikmati keindahan pemandangan dari ruang peninjauan. Traveler bisa duduk dan merenung sambil menikmati pemandangan. Jangan lupa mengabadikan momen dengan berfoto dan video ya.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional Monumen Bajra Sandhi

Monumen Bajra Sandhi berlokasi di Jalan Raya Puputan No.142, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali. Monumen ini memiliki empat pintu masuk, namun traveler hanya bisa masuk dari pintu selatan.

Sebelum memasuki Monumen Bajra Sandhi, traveler harus membayar tiket masuk. Berikut rincian harga tiket masuk Monumen Bajra Sandhi.
• Wisatawan Mancanegara
a. Dewasa : Rp 100.000/orang
b. Anak-anak : Rp 50.000/orang
• Wisatawan Nusantara
a. Dewasa : Rp 30.000/orang
b. Anak-anak : Rp 20.000/orang
• Pengunjung Mahasiswa/Pelajar
a. Mahasiswa Lokal Bali : Rp 10.000/orang
b. Mahasiswa Luar Bali : Rp 20.000/orang
c. Pelajar Lokal Bali : Rp 5.000/orang
d. Pelajar Luar Bali : Rp 10.000/orang

Traveler juga bisa melakukan foto shoot untuk prewedding dengan harga Rp 2.000.000 untuk prewedding mancanegara dan Rp 1.000.000 untuk prewedding nusantara.

Monumen Bajra Sandhi buka setiap hari, kecuali hari-hari besar atau libur resmi. Untuk hari Senin-Jumat mulai pukul 08.00 – 17.00 WITA, hari Sabtu mulai pukul 09.00 – 17.00 WITA, dan hari Minggu mulai pukul 10.00 – 17.00 WITA.

Tak jarang monumen ini akan dipadati oleh kunjungan pelajar ketika hari libur tiba. Arsana Yasa menyebut setiap harinya Bajra Sandhi bisa dikunjungi hingga 500 orang.

Traveler penasaran bagaimana perjuangan rakyat Bali? Semua bisa traveler dapatkan di Monumen Bajra Sandhi. Tak hanya tawarkan cerita sejarah, tapi komplit dengan spot foto estetik.

(iah/iah)



Sumber : travel.detik.com

Pemanasan Mudik, Mampir ke Angkringan-Kopi di Belakang Blok M Square



Jakarta

Blok M adalah salah satu pusat muda-mudi Jakarta menghabiskan waktu untuk hangout. Ingin nongkrong merasakan suasana Jawa yang kental? Bisa mampir ke Kedai Hasrat.

Blok M terkenal dengan deretan tempat hangout yang estetik dan asik. Misalnya M Bloc yang kekinian, yang kerap mengadakan gigs hingga acara kesenian, ada juga Taman Literasi yang kerap menggelar event baca buku hingga acara musik, lalu tak ketinggalan pula deretan kafe hingga tempat karaoke di sekitarnya.

Little Tokyo, sebutan itu juga disematkan di area Blok M, yang menjadi ‘tempat berkumpulnya’ restoran, kafe, hingga bar bergaya Jepang. Tempat ini juga sedari dulu disinggahi para ekspatriat Jepang yang tinggal di Jakarta.


Selain itu, ada satu spot menarik yang mesti traveler singgahi, yakni kawasan Blok M Square. Kawasan ini selain terkenal sebagai salah satu surganya pencinta kaset jadul dan buku bekas, juga merupakan kawasan kuliner yang telah berdiri lama.

Tepatnya di belakang Blok M Square, yakni area Lesehan Blok M Square Melawai 4, terdapat deretan makanan yang menarik. Berkunjung ke sini seakan traveler dibawa ke suasana Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sebab menu di sana didominasi oleh penyetan, pecel lele, gudeg, hingga angkringan. Satu yang menarik perhatian kami, namanya Kedai Hasrat.

Kedai ini merupakan kedai minum yang menyuguhkan menu menarik. Mereka memadukan konsep angkringan-kopi dari tempat hingga ke menunya. Jangan heran jika traveler menemui menu matcha jahe dan coklat jahe yang dapat dinikmati panas maupun dingin.

Hidangan berbasis jahe tersebut karena tempat ini berawal dari angkringan, lalu menjelma juga menjadi kedai kopi. Itu berangkat dari keinginan pemilik yang telah lama ingin membuka kedai kopi.

“Hasrat itu keinginan, jadi gua dulu pengen banget punya tempat kopi, pengen banget punya tapi nggak punya-punya, bertahun-tahun baru bisa buka, makanya namanya Kedai Hasrat. Dulu cuman punya tiga menu, susu jahe, madu jahe, stmj bakar,” kata sang pemilik, Vio Alventino, seraya menjelaskan asal muasal nama kedainya, Rabu (28/2/2024).

Menurut Vio, upayanya memadukan menu tradisional dan modern sukses mengundang kustomer.

“2018 baru ada menu kopi red velvet, dan lain-lain, kita ngikutin perkembangan zaman aja. Responsnya malah makin bagus. Yang biasanya ke sini cuman nyobain minum jahe dia nyobain minuman lain, tapi kadang tetap ada yang balik ke jahe lagi,” kata dia.

Kedai Hasrat Blok M SquareSTMJ Bakar di Kedai Hasrat Blok M Square yang wangi juga creamy. (Weka Kanaka/detikcom)

Menu andalannya adalah STMJ (susu telur madu jahe) bakar. Ini yang membuatnya berbeda dari tempat lain. Tertarik mencicipinya, detikTravel memesan menu tersebut.

Bagi yang tidak terlalu menyukai jahe yang pekat, tenang saja, karena cairan jahe diletakkan di tempat terpisah dan dapat diatur seberapa banyak menuangkannya.

Alih-alih seperti STMJ biasa, menu ini malah memiliki rupa mirip creme brulee dengan tambahan beberapa rempah yang wangi di atasnya. Begitu menyeruput, rasa hangat mengalir ke badan. Selain itu, kendati dibuat dari telur mentah, tetapi rasa amis sama sekali tidak terasa. Justru tekstur creamy yang manis, gurih, dan harum berhasil diciptakan.

Tak heran mengapa hidangan ini selain unik, juga nikmat sekali. Karena ini adalah salah satu hidangan andalan Kedai Hasrat.

“Kayak creme brulee atau karamel ya. Bahannya madu, krimer, susu, telor, sama rempah, nah rempah ini yang bisa ngilangin amisnya sih telor itu. Dan bisa nurunin kolesterol sih telur itu dengan cara dibakar tiga kali,” kata dia.

Kedai Hasrat Blok M SquareSuasana di pusat kuliner di belakang Blok M Square. (Weka Kanaka/detikcom)

Ia menyebut, kedainya kerap kali disinggahi muda-mudi hingga bapak-bapak untuk nongkrong dan bercengkrama. Waktu paling ramai ada di Sabtu malam. Itu karena selain malam minggu merupakan waktu muda-mudi hangout, Blok M Square yang memiliki Masjid Nurul Iman di atasnya kerap kali mengadakan pengajian yang banyak menarik masyarakat pada hari Sabtu.

Saat kami berkunjung, pengunjung juga terlihat hilir mudik mendatangi tempat ini. Untuk menikmatinya, traveler bisa datang setiap hari pukul 18.00-24.00 WIB. Harga menunya Rp 15k – Rp 25k.

(wkn/fem)



Sumber : travel.detik.com

Sepetak Bali di Serdang Bedagai, Sumut



Sergai

Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memiliki satu spot bernuansa Bali. Komplet dengan gapura dan pohon bersarung kain poleng laiknya di Pulau Dewata.

Pantai di Kabupaten Sergai itu memanjang kurang lebih 95 kilometer dan membentang di arah timur pulau Sumatera yang menantang perairan Selat Malaka. Di antara panjangnya garis pantai itu, yang dahulu masuk dalam bagian wilayah Kesultanan Melayu Deli, Sergai ada satu spot yang sangat Bali.

Nama area yang bernuansa Bali itu adalah Pantai Bali Lestari. Tepatnya, berada di Desa Pantai Cermin Kanan, Kecamatan Pantai Cermin.


Sesuai namanya, tiba di sini pengunjung akan merasakan sensasi liburan pantai ala pulau dewata Bali. Itu ditunjukkan dari beberapa bangunan dan asesoris khas Bali. Seperti, beberapa batang pohon ditutup dengan kain poleng, yakni kain yang bermotif kotak-kotak hitam putih.

Di pintu masuk gapura utama, tentu saja pengunjung disambut dengan bangunan berbentuk gapura bernama angkul-angkul dan sering dijumpai pada rumah adat Bali.

Pantai Bali LestariPantai Bali Lestari (Perdana Ramadhan/detikSumut)

Kemudian, beberapa patung ikonik masyarakat Bali juga hadir mengisi ruang diantara pasir pantai. Banyak pengunjung menjadikan benda-benda ini sebagai spot unik untuk berfoto mengabadikan momen liburan keluarga mereka.

Suri Kartika, pengunjung asal Kisaran, Asahan kepada detikSumut, Minggu (4/2/2024) mengatakan datang bersama keluarga sebagai tujuan liburan akhir pekan karena konsep pantainya yang unik.

“Kalau di kawasan Pantai Cermin ini kan ada beberapa pilihan pantai. Kita pilih ke sini karena konsep pantainya unik ada nuansa seperti di Bali. Mungkin ini berbeda dengan pantai-pantai yang ada sebelumnya,” kata dia.

Selain alasan keunikan pengalaman nuansa Bali, banyak wisatawan mengaku datang ke sini karena kondisi pasir pantainya yang bersih dibandingkan tempat lain.

“Tempatnya ya saya pikir lebih bersih. Pengelolaannya cukup baik,” kata dia.

Kondisi itu membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana deruan angina bercampur suasana gemuruh gelombang ombak dari pinggir pantai.

Selain itu di lokasi, pengunjung yang malas bermain air pantai bisa duduk-duduk santai di seafood resto yang ada. Untuk harga makanan dan minumannya bisa terbilang cukup terjangkau.

Jika datang dari Kota Medan, Pantai Bali Lestari bisa ditempuh dengan perjalanan darat sejauh 55 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 20 menit melewati jalan tol MKT.

Pengelola objek wisata Pantai Bali Lestari mengenakan retribusi masuk yakni Rp 10.000 per orang, dan biaya parkir kenderaan Rp 10 Ribu untuk mobil Rp 5 Ribu untuk sepeda motor.

***

Artikel ini sudah lebih dulu tayang di detikTravel. Selengkapnya klik di sini.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Cantik Menawan… Kafe Penuh Bunga di Sanur



Jakarta

Di Sanur, Bali terdapat kafe yang dipenuhi bunga. Keistimewaan lainnya, kedai kopi ini berhubungan erat dengan angka sembilan.

Dari luar, kafe satu ini sudah memberikan kesan yang berbeda. Disambut dengan bunga bugenvil yang berwarna-warni, khas dari Neun Cafe. Saat memasuki kafe, traveler langsung disambut dengan ruangan berkonsep klasik luxury.

I Wayan Sudarma, general manager Neun Cafe, menuturkan bahwa nama Neun Cafe diambil dari Bahasa Jerman. Neun berarti sembilan. Segala hal yang berhubungan dengan Neun Cafe akan ada angka sembilan di dalamnya.

“Nama Neun itu diambil dari Bahasa Jerman yang berarti sembilan. Jadi layout restoran ini dari sudut ke sudut berjarak sembilan, lampu-lampu di sini juga berjumlah sembilan. Bahkan alamat kita juga nomor 9,” kata Sudarma.

Meskipun berada di Kota Denpasar, Neun Cafe menawarkan konsep yang klasik dengan suasana yang tenang. Itu bikin kafe tersebut cocok untuk bekerja atau hanya sekedar bersantap sembari menikmati indahnya bunga-bunga.

Nenun Cafe memiliki area semi outdoor. Traveler bisa memiliki tempat duduk di indoor maupun outdoor. Namun favorit pengunjung adalah area outdoor yang menghadap langsung ke area taman.

Selain kafe, Neun Cafe juga memiliki villa berkonsep klasik luxury villa. Lokasinya pun berdekatan dengan Neun Cafe. Meskipun baru berdiri sejak 2022, safe yang satu menjadi primadona bagi wisatawan yang sedang berwisata ke Bali.

Neun Cafe memiliki keunikan. Sudarma menyebut Neun Cafe memiliki ambiance kebun yang 60% hingga 70% dihiasi dengan bunga bugenvil yang berwarna-warni. Ini adalah spot foto favorit dari pengunjung, berfoto dengan latar belakang kebun bugenvil yang sedang bermekaran. Luar biasa cantiknya!

Nggak cuma taman, traveler juga bisa menikmati segarnya berenang di kolam renang Neun Cafe. Cukup berbelanja sekitar Rp 300 ribu untuk 3 hingga 5 orang. Kolam renang ini juga gak kalah estetik loh untuk jadi spot foto.

“Kita highlight bunga bugenvil ini. Rata-rata pengunjung yang datang, selain makan pasti berburu spot foto. Semua area di sini cocok untuk spot foto, tapi di taman bugenvil dan kolam renang itu favorit,” kata Sudarma.

Neun Cafe juga memiliki beberapa event yang siap mengisi waktu traveler, seperti live acoustic setiap hari Sabtu dan Minggu. Fasilitas yang ditawarkan pun nggak kalah juara, ada parkir yang luas, mushola, dan toilet.

Jika berkunjung ke Neun Cafe, traveler juga wajib mencicipi menu andalan dari cafe ini. Ada Balinese nasi rames ala neun cafe, nasi goreng jadoel, dan pizza. Untuk minuman traveler wajib mencicipi Macchiato Coffee, seger banget.

Nggak perlu khawatir, harga menu di Neun Cafe masih tergolong ramah di kantong. Menu makanan dibanderol dengan harga Rp 30 ribu hingga Rp 150 ribu dan menu minuman dibanderol dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 115 ribu.

Keunikan Neun Cafe membuatnya tak pernah sepi dari pengunjung. Sudarma mengaku bahkan Neun Cafe bisa full saat weekend datang. “Kalau weekend disini bisa full. Rata-rata pengunjung lebih dari 100 orang,” kata dia.

Jika traveler ingin menggelar perayaan spesial, bisa mengajukan reservasi melalui akun Instagram @neun.cafe.

Cafe estetik ini berlokasi di Jalan Duyung, Nomor 9, Sanur, Denpasar Selatan. Tak jauh dari pusat Kota Denpasar, berjarak 10 kilometer atau waktu tempuh sekitar 30 menit. Lokasinya pun mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat plus fasilitas parkir yang luas. Neun Cafe buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 21.00 WITA.

Kabar baiknya, Neun Cafe akan segera buka di daerah Ubud, loh. Pemandangan sawah digabungkan dengan konsepnya yang klasik. Pasti bakal estetik dan instagramable banget deh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Pura Bukit Gumang, Ratusan Anak Tangga dan Gerbang Raksasa Seolah Menuju Nirwana



Karangasem

Pura Bukit Gumang berada di atas bukit. Untuk mencapai pura, pengunjung harus mendaki ratusan anak tangga dan melewati sebuah gerbang raksasa.

Pura Bukit Gumang dikenal juga dengan Pura Bukit Batu Kursi berada di Desa Adat Bugbug. Pura itu merupakan istana Ida Bhatara Gumang yang juga bernama Sang Hyang Sinuhun Kidul. Dia memiliki permaisuri Dewi Ayu Mas.

Pura Bukit Gumang berhawa sejuk. Pura itu berada di sekitar 305 meter di atas permukaan laut (mdpl). Pura itu juga termasuk Dang Kahyangan di Desa Bugbug.

Rai, koordinator penjaga gapura di Pura Bukit Gumang, menyebut sebelum masuk ke dalam pura dan berfoto, pengunjung diwajibkan membayar tiket masuk dan menggunakan sarung (kamen) serta selendang. Pengunjung juga diimbau untuk mengenakan pakaian yang sopan.

Melihat dari luar pintu masuk, Pura Bukit Gumang memiliki candi bentar atau gapura kembar dengan ukuran raksasa, tinggi menjulang dan begitu megah. Candi bentar itulah yang menjadi spot favorit wisatawan untuk berfoto.

Untuk menuju candi bentar itu, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga. Tetapi, jangan khawatir sepanjang perjalanan traveler akan disuguhkan pemandangan pepohonan hijau dan bebukitan.

Menurut Rai, wisatawan yang berkunjung diperbolehkan naik hingga ke areal pura. Tetapi ada batasannya. Pengunjung yang sedang menstruasi, tidak diperbolehkan untuk naik ke pura.

“Pura Bukit Gumang ini tinggi, pengunjung harus menaiki ratusan anak tangga. Kalau pengunjung kuat, diperbolehkan naik sampai ke areal pura. Namun, di sini ada ketentuan kalau sedang menstruasi tidak diperbolehkan untuk naik,” kata Rai.

Jangan kaget, jika nanti traveler bertemu dengan monyet-monyet yang ada di sekitar pura. Tapi tenang saja, karena monyet di sini tidak agresif, kecuali pengunjung membawa makanan.


Daya Tarik Pura Bukit Gumang

Pura Bukit Gumang menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib traveler kunjungi di Bali timur. Berikut beberapa daya tarik yang dimiliki oleh Pura Bukit Gumang.

1. Arsitektur Pura yang Megah

Arsitektur Pura Bukit Gumang memang tak dapat disangkal keindahannya. Pura ini menampilkan kekayaan seni arsitektur tradisional Bali yang megah. Salah satu ciri khasnya adalah adanya candi bentar atau gapura yang besar dan megah di pintu gerbang.

Struktur bangunan yang kokoh dan hiasan-hiasan tradisional Bali yang menghiasi setiap sudut pura menambah keagungan dan keelokan tempat ini. Keindahan arsitektur Pura Bukit Gumang menjadi daya tarik utama bagi para pengunjung yang ingin mengagumi keajaiban seni bangunan khas Bali.

2. Pemandangan Alam Memukau

Selain keindahan arsitektur, Pura Bukit Gumang juga menawarkan pemandangan alam yang memukau. Terletak di ketinggian, pura ini menawarkan panorama indah yang meliputi hamparan perbukitan yang hijau yang luas dan menakjubkan.

Pengunjung dapat menikmati kesegaran udara sambil menikmati keindahan alam yang mempesona. Pemandangan alam yang menakjubkan ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para pengunjung yang datang ke Pura Bukit Gumang.

3. Bisa Saksikan Sunset dan Berburu Spot Foto

Pura Bukit Gumang punya banyak spot foto, dengan konsep khas Bali. Terutama di gapura atau candi bentarnya yang megah. Hingga ke areal pura. Salah satu momen yang tidak boleh dilewatkan saat mengunjungi Pura Bukit Gumang adalah kesempatan untuk menyaksikan matahari terbenam. Dengan lokasinya yang berada di bukit, pura ini menawarkan pemandangan matahari terbenam yang spektakuler.

“Spot foto favorit itu dari bawah sampai atas juga jadi spot foto favorit. Apalagi di pura, itu banyak sekali bisa dapat view, terutama saat sunset. Itu cantik banget,” ujarnya.

Lokasi, Harga Tiket, dan Jam Operasional

Pura Bukit Gumang berlokasi di Kabupaten Karangasem tepatnya di Jalan Raya Bugbug, Sengkidu, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Pura ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA.

“Kalau bulan-bulan liburan, biasanya pengunjung banyak. Bisa sampai ratusan pengunjung yang datang. Biasanya ramai pada waktu siang hari,” kata Rai.

Pengunjung dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 10.000 untuk domestik dan Rp 20.000 untuk mancanegara. Untuk menyewa satu set kamen dan selendang, pengunjung dikenakan biaya sebesar Rp 10.000 untuk pengunjung domestik dan Rp 20.000 untuk wisatawan mancanegara.

Nah, demikian tadi ulasan mengenai Pura Bukit Gumang di Karangasem Bali yang bisa menjadi pilihan traveler untuk berlibur di Bali Timur. Jangan lupa gunakan pakaian yang sopan dan siapkan fisik yang prima ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kafe Estetik di Tuban, Punya View Hutan Mangrove



Badung

Tak banyak yang tahu, kafe satu ini mempunyai view hutan mangrove yang cantik dan estetik. Namanya Koffietons Mangrove, Tuban.

Dari luar, kafe ini terlihat seperti kafe pada umumnya. Memiliki tema cozy yang didominasi dengan warna hitam dan tumbuhan hijau di depannya.

Meskipun berlokasi di kawasan Tuban yang ramai, Koffietons menawarkan suasana yang berbeda. Ketenangan yang berpadu dengan indahnya pemandangan hutan mangrove dapat traveler temui di sini.

Koffietons Mangrove, Tuban, Badung, BaliKoffietons Mangrove, Tuban, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Memasuki kafe, traveler akan disambut dengan ramah oleh resepsionis kafe dan disajikan mineral water dingin dengan cuma-cuma. Konsepnya yang cozy modern dengan suasana yang tenang membuat Koffietons menjadi tempat favorit untuk nongkrong dan bekerja atau mengerjakan tugas.

Terdapat banyak pilihan tempat duduk. Namun tempat duduk yang paling menarik di Koffietons Tuban adalah tempat duduk yang menghadap langsung ke hutan mangrove. Lebatnya pohon mangrove dan ketenangan airnya akan membuat traveler betah berlama-lama di kafe ini.

Tak jarang spot ini menjadi spot favorit pengunjung untuk hunting foto yang kece. Bahkan harus berebutan untuk mendapatkan tempat duduk yang menghadap langsung ke hutan mangrove ini. Cuma ada empat kursi loh!

Koffietons Mangrove, Tuban, Badung, BaliKoffietons Mangrove, Tuban, Badung, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Berlokasi di Jalan Bypass Ngurah Rai Tuban 33a-34b, Kabupaten Badung, Koffietons Tuban menawarkan pilihan menu beragam. Mulai dari kopi yang strong, kopi susu, hingga menu non kopi lainnya. Tidak lupa traveler juga bisa menikmati pilihan makanan ringan seperti Basque Cheese Cake dan makanan berat seperti Dory Sambal Matah.

Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau. Untuk menu minuman mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu dan menu makanan mulai dari Rp 25 ribu hingga Rp 110 ribu. Koffietons Tuban buka setiap hari mulai pukul 11.00 – 21.00 WITA.


Dengan segala yang disuguhkan oleh Koffietons Tuban, tidak mengherankan bahwa tempat ini menjadi idola bagi para penggemar kopi dan pecinta spot estetik. Atmosfer yang tenang, pemandangan yang menenangkan, serta hidangan yang menggugah selera, semuanya menyatu dalam sebuah paket komplit di kafe ini.

Jadi, bagi traveler yang lagi cari tempat nongkrong estetik dan nyaman, Koffietons Tuban adalah jawabannya. Ingat datang lebih awal ya, jangan sampai kehabisan spot terbaik di Koffietons Tuban.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Misteri Telaga Warna dan Mitos Dieng yang Masih Dipercaya


Jakarta

Telaga Warna dan Dieng menyimpan misteri yang masih banyak dipercaya masyarakat. Inilah misteri Telaga Warna dan mitos-mitos yang ada di Dieng.

Telaga Warna di Dataran Tinggi Dieng adalah salah satu tempat wisata menarik di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. Dinamakan demikian karena warna telaga ini bisa berubah ubah, dari warna hijau, kuning, hingga pelangi.

Di balik keindahannya, ada misteri Telaga Warna dan mitos-mitos tentang Dieng yang masih banyak dipercaya oleh sejumlah masyarakat. Hal ini termasuk asal-usul, tempat keramat, hingga tradisi adat yang masih dijalankan.


Misteri Telaga Warna dan Asal-usulnya

Ada sejumlah versi cerita rakyat mengenai asal-usul Telaga Warna ini. Sebagian masyarakat mempercayainya dan sebagian menganggapnya sebagai dongeng belaka.

Berikut ini beberapa cerita mengenai misteri Telaga Warna dan penjelasan ilmiahnya:

1. Pakaian Ratu dan Putri

Perubahan warna pada Telaga Warna diyakini berasal dari pakaian ratu dan putri.

Suatu hari, seorang putri dan ratu mandi di sebuah telaga. Setelah melepas dan menggantung pakaiannya di pohon, tiba-tiba angin kencang menerbangkan pakaian mereka ke telaga.

Kemudian warna air telaga berubah sesuai dengan warna pakaian yang dikenakan sang ratu dan putri.

2. Cincin Bangsawan

Legenda lain mengisahkan sebuah cincin bangsawan yang menyebabkan air Telaga Warna berubah warnanya.

Suatu hari, cincin bangsawan tersebut jatuh ke dalam telaga. Konon, cincin tersebut sangat sakti sehingga bisa membuat warna air telaga berubah-ubah.

3. Kalung Putri Raja

Ada juga kisah tentang kalung putri raja yang membuat warna telaga berubah-ubah. Kisah ini sering dipentaskan dalam drama Telaga Warna.

Kisahnya tentang Putri Gilang Rukmini yang diberikan hadiah kalung untuk ulang tahunnya yang ke-17. Akan tetapi sang putri menolak dan membuang kalungnya.

Tingkah laku Putri Gilang Rukmini ini membuat permaisuri dan rakyat menangis. Bersamaan dengan peristiwa ini, tiba tiba muncul mata air yang tiada henti hingga menenggelamkan kerajaan. Warna di telaga ini pun berubah-ubah karena pantulan dari permata kalung sang putri.

4. Cupumanik Astagina

Masyarakat juga ada yang mengaitkan Telaga Warna dengan kisah Karmapala tentang Cupumanik Astagina, pusaka milik Batara Surya yang diberikan kepada Dewi Indradi. Namun, Dewi Indradi menunggu pujaan hatinya, Resi Gotama, yang sedang berperang memperebutkan dirinya.

Kemudian Batara Surya menyamar menjadi Resi Gotama dan memadu kasih dengan Dewi Indradi. Setelah menunjukkan wujud aslinya, Batara Surya memberikan cupumanik itu kepada Dewi Indradi.

Cupumanik itu disimpan oleh Dewi Indradi. Dewi Indradi lalu menikah dengan Resi Gotama dan melahirkan tiga orang anak, yaitu Dewi Anjani, Subali, dan Sugriwa. Namun keberadaan cupumanik itu diketahui Resi Gotama dan akhirnya dibuang.

Cupumanik itu jatuh terpisah di dua telaga, yaitu telaga Sumala dan Telaga Nirmala. Perubahan warna di Telaga Warna diyakini karena tumpahan dari isi pusaka tersebut.

5. Penjelasan Ilmiah

Secara ilmiah, perubahan warna telaga tersebut terjadi karena kandungan sulfur atau belerang yang cukup banyak di dalam telaga. Saat sinar matahari mengenai telaga, maka warna permukaan air akan tampak berwarna warni.

Mitos-mitos dan Misteri Dieng

Berikut ini sejumlah mitos dan misteri terkait Dataran Tinggi Dieng:

1. Gunung Kosmik

Dikutip dari buku Dieng: Data Geografis dan Wacana Umum (2021) oleh Otto Sukatno, Dieng diyakini sebagai gunung kosmik atau gunung primordial di masa purba. Tinggi gunung ini tidak terkira besarnya.

Akibat proses geologis dan vulkanologis, gunung itu terpenggal. Sisa-sisa penggalan itu membentuk Dataran Tinggi Dieng. Dataran tinggi ini sangat luas hingga muncul banyak puncak bukit dan puncak gunung di sekeliling Dieng.

2. Makhluk Penjaga Hutan Telaga Warna

Di sekitar Telaga Warna terdapat hutan yang masih dianggap keramat. Dikutip dari buku Bawana Winasis Dieng: Budaya Tak Terkatakan (2021) terbitan Kemdikbud, ada makhluk penjaga hutan bernama Kebondaru berbentuk kerbau dengan telinga yang menjalar ke bawah dengan badan dan tanduk yang besar.

Hutan ini merepresentasikan jagad alam tempat sumber air, makanan, dan sumber penghidupan lainnya. Kepercayaan ini membuat warga tetap melestarikan dan menjaga hutan dari perusakan oleh manusia.

3. Candi Tertua di Jawa

Berdasarkan situs indonesia.go.id, Dieng juga menyisakan misteri adanya candi yang diyakini sebagai candi tertua di Jawa, sedikit lebih tua dari Kompleks Candi Gedong Songo di Gunung Ungaran dan lebih tua dari Borobudur.

Tidak banyak prasasti yang ditemukan di sini. Satu-satunya prasasti adalah yang ditemukan di dekat Candi Arjuna. Disebutkan bangunan candi ini dibuat tahun 808-809 M. Namun, siapa yang membangun candi ini masih belum terungkap.

Awalnya diperkirakan ada puluhan bahkan mungkin mencapai 100 candi. Karena banyak peristiwa alam, candi yang ditemukan hanya tersisa 8 buah ketika ditemukan pada awal 1800-an. Pemerintah Hindia Belanda lalu merekonstruksi bangunan tersebut.

4. Banyak Gua Keramat

Ada banyak gua keramat di kawasan Dieng, seperti Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur, dan Gua Penganten yang berada di dekat Telaga Warna.

Gua Semar dipercaya sebagai tempat paling keramat. Konon, tempat ini digunakan raja-raja Jawa terdahulu untuk bersemedi dan mendapatkan wahyu.

Ada juga Gua Jaran yang konon dijaga oleh seorang resi bernama Kendali Seto (penunggang kuda putih). Gua ini sering jadi tempat tujuan ziarah pasangan yang kesulitan memiliki keturunan.

Gua Pengantin juga dipercayai masyarakat sebagai tempat keramat bagi pasangan yang ingin menikah.

5. Sumber Mata Air Suci

Banyak pula sumber mata air di Dieng yang dianggap keramat dan suci oleh masyarakat. Sumber mata air ini berwujud tuk, sendang, sungai, sumur, atau telaga.

Salah satunya adalah Tuk Bimo Lukar yang merupakan tempat penyucian diri yang telah ada sejak dibangunnya candi-candi di Dieng. Tuk Bimo Lukar ditemukan setelah dilakukan babad alas Dieng.

Tumenggung Kolodete saat itu membuka kembali dan bertapa di sana. Dari pertapaan itu, ia menemukan tujuh tuk lainnya.

Tuk Bimo Lukar juga menjadi tempat penyelenggaraan acara paling besar, yaitu ruwat desa atau bersih-bersih desa. Biasanya warga Dieng yang berada di luar daerah atau merantau ikut pulang kampung untuk merayakannya.

6. Ruwatan Rambut Gimbal

Di Dieng terdapat ritual yang wajib dilakukan yaitu ruwat rambut gembel. Tradisi ini adalah mencukur rambut anak berambut gembel yang dilakukan setahun sekali. Dalam ritual ini, orang tua harus memberikan hadiah sesuai permintaan anak.

Pencukuran rambut gembel dulunya dilakukan berkeliling desa. Tapi kini pencukuran rambut dilakukan di pelataran Candi Arjuna bersamaan dengan acara Dieng Culture Festival.

Anak rambut gembel diyakini sebagai simbol keberkahan yang tak ternilai harganya. Munculnya anak rambut gembel bermula dari adanya anak yang demam tinggi hingga berhari-hari. Kemudian rambut si anak gimbal dengan sendirinya.

Setelah si anak sembuh, orang tuanya membiarkan rambut anak tersebut panjang sampai si anak meminta sendiri agar rambutnya dicukur.

Nah detikers, itulah tadi aneka misteri Telaga Warna dan mitos-mitos Dieng yang masih dipercaya hingga sekarang oleh sebagian orang.

(bai/inf)



Sumber : travel.detik.com

6 Fakta Tari Kecak, Sumber Inspirasi Soundtrack Avatar The Last Airbender



Jakarta

Tari Kecak boleh dibilang sudah tak asing bagi traveler yang pernah berkunjung ke Bali. Ternyata budaya Bali itu menjadi sumber inspirasi soundtrack Avatar The Last Airbender.

Tari Kecak adalah sebuah seni tradisional Bali yang umumnya ditarikan oleh puluhan penari laki-laki yang duduk melingkar di sekeliling perapian. Terdapat pula beberapa penari yang menari di tengah lingkaran hingga ke kursi penonton.

Keunikan gerakan dan keanggunan tari ini menyimpan makna yang dalam dan filosofis. Lebih dari sekadar hiburan, tari Kecak bagi penduduk Bali adalah sebuah bentuk komunikasi spiritual dengan Tuhan dan para leluhur.

Tari Kecak menjadi salah satu tarian terkenal dari Bali dan menjadi pesona wisata budaya. Tak jarang wisatawan yang datang selalu menonton Tari Kecak sebagai wishlist yang wajib dilakukan.

Baru-baru ini nama tari Kecak kembali mencuat setelah komposer musik di Avatar The Last Airbender, Jeremy Zuckerman. Ia menyebut soundtrack itu terinspirasi dari Tari Kecak.

Penasaran dengan tari Kecak khas Bali?

Berikut 6 fakta menarik tentang Tari Kecak:

1. Hasil Kolaborasi Seniman Bali dan Seniman Musik Asal Jerman

Tarian legendaris tari Kecak merupakan karya seni dari seniman tari asal Bali bernama Wayan Lembak. Ia menciptakan tari Kecak bersama dengan Walter Spies, seorang seniman lukis dan musik asal Jerman.

Wayan Limbak terinspirasi untuk memodifikasi tari Sanghyang menjadi tari Kecak yang bisa diperkenalkan lebih luas ke seluruh dunia.

2. Mengisahkan Epos Ramayana

Saat menonton Tari Kecak, traveler akan dibuat merinding. Tarian ini ternyata mengangkat epos Ramayana dengan konsep dramatari. Tari Kecak yang mengisahkan Epos Ramayana, tepatnya pada saat Rahwana berusaha menculik Dewi Sinta dan bagaimana perjuangan Rama untuk menyelamatkan Dewi Sinta.

Jika ditelaah, tari Kecak menyampaikan pesan moral yang tinggi. Mulai dari pesan keberanian, kesetiaan pasangan, dan strategi yang baik.


3. Cuma Dimainkan oleh Laki-laki

Dalam pementasan tari Kecak hanya dimainkan oleh penari laki-laki saja. Bahkan jumlah penari bisa berkisar antara puluhan hingga lebih penari laki-laki yang duduk melingkar. Pementasan semakin meriah dengan irama dan seruan “cak” sembari mengangkat tangan.

Para penari akan menggunakan kostum yang sederhana, mengenakan kain (kamen) kotak-kotak, menyerupai papan catur. Selain itu, terdapat beberapa tokoh utama Ramayana, seperti Rama, Shinta, Rahwana, dan Hanoman.

4. Tari Kecak Tak Diiringi Alat Musik

Jika biasanya tari Bali diiringi dengan gamelan khas Bali. Berbeda dengan Tari Kecak, tarian ini tak diiringi oleh alat musik sama sekali. Tari Kecak diiringi oleh suara seruan “cak”, “cak”, “cak” dari para penari laki-laki yang duduk melingkar.

Nah, seruan “cak”, “cak”, “cak” inilah yang ternyata menjadi inspirasi soundtrack Avatar The Last Airbender.

5. Tarian untuk Berkomunikasi dengan Tuhan

Selain terkenal dengan epos Ramayana, ternyata tari Kecak juga menjadi media berkomunikasi dengan Tuhan dan para leluhur. Kemunculan Tari Kecak juga terinspirasi dari ritual tari sanghyang, sebuah tarian yang penarinya akan berada pada kondisi tidak sadar, melakukan komunikasi dengan Tuhan atau roh para leluhur.

6. Jumlah Penari yang Banyak

Keunikan tari Kecak juga terletak pada jumlah penarinya yang tak terbatas. Penari inilah yang akan mengiringi pelakon di tengah lingkaran untuk mementaskan epos Ramayana. Tari Kecak bisa ditarikan oleh puluhan hingga ratusan orang. Bahkan, pernah tercatat di Rekor MURI, tahun 2006 tari Kecak pernah ditarikan oleh 5.000 penari.

Nah, traveler sudah tau kan beberapa fakta menarik tentang Tari Kecak. Kuy nonton Tari Kecak langsung di Pulau Dewata.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com