Tag Archives: wisata

Museum Pasifika Punya 11 Ruangan, Intip Keunikannya



Badung

Berdiri sejak 2006, Museum Pasifika menjadi rumah karya seni Asia dan Pasifik. Sebagai museum kelas internasional, Museum Pasifika punya 11 ruangan, komplit dengan karya seni cantik dan audio guide.

Laksmi, direktur marketing Museum Pasifika, menuturkan nama Museum Pasifika bermakna museum untuk karya seni Pasifik dan Asia. Berbagai karya seni seperti lukisan dan patung tentang Asia Pasifik.

Terletak di kompleks Nusa Dua dengan luas bangunan mencapai 9.000 meter persegi, menjadi salah satu monumen seni yang megah di Bali. Dibangun di atas tanah seluas 12.500 meter persegi pada tahun 2006 oleh arsitek terkemuka Bali Popo Danes.

Museum Pasifika terdiri dari delapan paviliun dan 11 ruang dengan tampilan koleksi yang berbeda-beda hasil karya 150 seniman kondang dari 30 negara. Setiap ruangan memiliki keunikan masing-masing, loh.

Berikut simak konsep unik setiap ruangan:

1. Indonesian Room (Ruangan I)

Ruangan 1 khusus menampilkan karya maestro asal Indonesia. Karya spesial yang ada di ruangan ini adalah 5 lukisan karya Raden Saleh. Museum Pasifika menjadi salah satu museum di Indonesia yang memiliki karya Raden Saleh asli yang banyak.

Di ruangan Indonesia ini menampilkan karya beberapa maestro, seperti Affandi, Raden Saleh, Ida Bagus Nyoman Rai, Hendra Gunawan, dan sebagainya

2. Italian Room (Ruangan II)

Ruangan II menampilkan karya seni seniman Italia di Indonesia. Di sini dipamerkan karya seni dari Gilda Ambron dan Renato Cristiano yang menampilkan lukisan perempuan pada masa penjajahan Belanda. Selain itu, terdapat karya dari maestro Piero Antonio Garriazo yang menggambarkan pemandangan perkampungan zaman dulu dan pemandangan sawah dalam lukisannya.


3. Dutch Room (Ruangan III)

Ruangan III ini berfokus untuk menampilkan lukisan pada zaman penjajahan karya pada seniman Belanda. Di sini terdapat diorama yang menggambarkan kehidupan pelukis Belanda yang tinggal di Indonesia pada masa lampau, seperti Paulides, Isaac Israel, Willem Gerard Hofker, dan lainnya.

Laksmi menyebut karya Isaac Israel tentang penari Jawa Raden Mas Jodjana merupakan karya masterpiece yang ada di ruangan III.

4. French Room (Ruangan IV)

Di sini dipajang lukisan karya seniman Perancis yang dulunya tinggal di Indonesia, seperti Paul Gerrard, Pierre Sicard, dan Lea Lafugie, yang ditandai dengan kehadiran makna dalam yang tersirat dalam karya-karya mereka. Terdapat pula 1 karya seni Raden Saleh, karena Raden Saleh mempelajari lukisan itu di Prancis.

5. Indo-European Room (Ruangan V)

Ruangan ini menampilkan koleksi lukisan dari seniman Eropa, termasuk dari Jerman, Swedia, dan Inggris. Di samping itu, terdapat pula koleksi surat tulisan dari Ir. Soekarno kepada Le Mayeur, seorang seniman Belgia, yang meminta kesediaannya untuk mengajar melukis kepada calon seniman muda Indonesia, Basuki Abdullah.

Laksmi menyebut di sini terdapat Lukisan Le Mayeur yang paling besar di Bali. Ia menyebut Le Mayeur hanya membuat 8 lukisan besar, dan salah satunya ada di ruangan V, Museum Pasifika.

6. Art Exhibition KTT G20 Summit (Ruangan VI)

Ruangan ini menampilkan karya I Gusti Kobot, salah satu karya seni yang mendapatkan Rekor MURI sebagai lukisan kisah Ramayana terbesar di Indonesia. Dengan ukuran 6m x 4m. Pun ruangan ini menjadi ruang art exhibition KTT G20.

7. Indochina Room (Ruangan VII)

Di ruangan ini, terpampang karya seniman dari Laos, Vietnam, Kamboja, dan Hongkong. Lukisan-lukisan yang dipamerkan memiliki kesamaan dengan corak budaya Indonesia, memberikan kesan yang akrab bagi pengunjung.

8. Asia Room (Ruangan VIII)

Di sini traveler juga bisa menemukan beberapa karya seni dari Singapura, Tibet, Jepang, China, Thailand, Malaysia, dan Philipines.

9. Vanuatu Pacific Room (Ruangan IX)

Karya dari negara kepulauan di Pasifik ini ditampilkan di ruangan ini. Kebanyakan karyanya berupa patung, artefak, peninggalan perahu kayu dan ragam lainnya. Laksmi menyebut di ruangan ini terdapat tiga tengkorak manusia asli, komplit dengan ceritanya.

10. Polynesia Room (Ruangan X)

Karya berupa patung, artefak, baju besi perang, perahu bekas dan lainnya dari Oseania dan Samudera Pasifik ada di ruangan ini. Terdapat beberapa patung besar karya Polgogang dari Tahiti.

11. Exhibition Room (Ruangan XI)

Ruangan ini menyimpan beberapa lukisan, salah satunya lukisan besar tentang Jepang karya Bernard Buffet. Terdapat karya seni dari India, China, dan Pacific Oceania.

Tak perlu khawatir, ketika traveler berkeliling museum, terdapat audio guide yang berisi rekaman suara penjelasan masing-masing ruangan dan karya. Jadi dijamin nggak bakal bosan deh!

Jadi kapan nih traveler berkunjung ke Museum Pasifika. Nggak Cuma menyimpan karya seni zaman dulu, tapi cocok untuk museum date dan banyak spot fotonya juga loh!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ini dia 4 Spot Foto Estetik di Halte TransJakarta



Jakarta

Halte-halte Transjakarta memiliki fasad unik dan estetik. Ini dia empat halte Transjakarta yang istimewa itu.

Meskipun sudah tidak berstatus sebagai ibu kota, Jakarta dapat dinilai sebagai salah satu Kota di Indonesia dengan akses transportasi umum yang sangat baik. Salah satu terobosan adalah sejak dioperasikannya TransJakarta atau yang dikenal dengan TiJe.

Transjakarta adalah sebuah sistem transportasi Bus Rapid Transit (BRT) pertama di Asia Tenggara dan Selatan yang beroperasi sejak tahun 2004 di Jakarta. Kini, terdapat 287 halte yang tersebar ke dalam 13 koridor. Dengan begitu TiJe berhasil dinobatkan sebagai jalur lintasan terpanjang di dunia yakni sejauh 251.2 km.


Tak hanya dirancang sebagai transportasi pendukung aktivitas Kota Jakarta yang padat, kini Halte TiJe juga bertransformasi menjadi salah satu tempat epic dengan bentuk fasad dan fasilitas yang lengkap.

Perubahan itu diklaim untuk memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Berkat keunikan tersebut, tak jarang spot-spot beberapa halte digunakan para wisatawan untuk sekadar menikmati pemandangan cityscape atau mengabadikan foto di sana.

Berikut detikTravel rangkum 6 spot foto estetik di fasilitas umum Jakarta bisa ditempuh hanya menggunakan TransJakarta koridor 1, yang cocok jadi spot hunting foto bikin makin kece instagrammu!

Halte Karet Sudirman

Masuk dalam 10 halte yang direvitalisasi pada tahun 2023, Halte Karet menjadi salah satu halte estetik yang perlu kamu singgahi.

Cipta karya Anies Baswedan selaku Gubernur DKI Jakarta saat itu membangun JPO yang tak biasa. JPOS atau Jembatan Penyeberangan Orang dan Sepeda ini dibuat tanpa atap dan bentuk yang unik. Bentuknya bak kapal Pinisi dengan sisi kanan kiri berbentuk segitiga runcing. Bentuk tersebut terinspirasi dari Pelabuhan Sunda Kelapa.

Halte ini juga tak beratap dengan alasan agar para penggunanya dapat melihat bebas pemandangan Kota Jakarta secara luas. Dengan dominasi warna coklat dan hitam, halte ini cocok dengan segala jenis outfit yang kamu gunakan.

Sayangnya, saat hujan dan panas sangat terik, pengguna harus merasakan langsung karena halte ini tidak dilengkapi dengan atap.

Tak perlu khawatir jika kamu hanya memiliki waktu malam hari untuk ke sana, karena halte ini juga dilengkapi dengan lampu-lampu dekoratif yang membuat pemandangan halte ini semakin ciamik.

Jika berkunjung ke sini jangan lupa untuk naik ke daerah anjungan yang berada di atas untuk memotret dengan latar jalan dan gedung tinggi di sekitarnya.

Halte Dukuh Atas

Halte Dukuh Atas 1. (Fathia Nabila Qonita/detikcom)Halte Dukuh Atas 1. (Fathia Nabila Qonita/detikcom)

Selanjutnya adalah Halte Dukuh Atas. Berbeda dengan halte sebelumnya, untuk memotret foto yang epik traveler perlu menuju skydeck nya yang berada di lantai 2. Dengan bentuk gelombang asimetris yang dipadukan dengan warna krem serta coklat menciptakan kesan yang hangat dan minimalis.

Dengan pemandangan gedung-gedung tinggi di sepanjang Jalan Sudirman, Jakarta. Lokasi ini cocok bagi traveler yang ingin mencari lokasi foto anti mainstream dengan pemandangan modern khas Kota Jakarta.

Saat ini Halte Dukuh Atas juga dihiasi oleh karya Van Gogh dengan corak dominan warna biru dihiasi berbagai bunga di bagian atas membuat halte ini terlihat cantik dan estetik untuk spot berfoto.

Halte GBK

Halte ini memiliki ikon yang cukup unik, yakni batang pohon yang berada di dalam halte. Tak memilih untuk menebangnya, pihak TransJakarta justru memilih melubangi atapnya dan memberikan kaca di sekeliling batang pohon.

Tak hanya itu, halte ini juga terintegrasi dengan JPO yang memiliki bentuk yang unik dan estetik. JPO nya dikelilingi oleh atap cincin berbentuk segiempat yang disusun memutar. Bukan tanpa makna, bentuk ‘gelora’ ini merupakan simbolisasi dari gejolak dan semangat bangsa Indonesia untuk terus maju dan berkembang. Hal tersebut juga menjadi representasi dari semangat olahraga yang menjadi ciri khas kawasan area senayan dan GBK.

Bentuk JPOnya yang unik membuat halte ini kerap dijadikan spot foto yang instagramable bagi semua kalangan.

Halte Bundaran HI

Warga berfoto di anjungan Halte Bundaran HI, Jakarta, Minggu (8/1/2023).Warga berfoto di anjungan Halte Bundaran HI, Jakarta (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Halte ini menjadi salah satu halte viral yang tak pernah sepi pengunjung. Selain lokasinya yang berada dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan besar di Jakarta, Halte Bundaran HI juga memiliki skydeck dengan pemandangan Bundaran HI dari ketinggian.

Lokasi skydeck nya berada di lantai 2, untuk menuju ke sana traveler perlu melakukan tap-in menggunakan kartu elektronik. Selain bisa berfoto dengan pemandangan Bundaran HI, dari atas sana juga terlihat pemandangan epik cityscape gedung-gedung tinggi Jakarta.

Setelah puas berfoto, traveler bisa membaca kisah di balik proses revitalisasi Halte Bundaran HI dan kisah tentang patung selamat datang yang ada di Bundaran HI.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

The Grand Lagunas, Wahana Permainan Seru di Hutan Batur Selatan



Bangli

Jika traveler sedang berlibur ke Kintamani, Bali dan mencari destinasi wisata yang menyuguhkan lebih dari sekadar pemandangan indah dan wahana yang menarik, The Grand Lagunas adalah jawabannya.

Terletak di Hutan Desa Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Bangli, The Grand Lagunas adalah kawasan Wisata Hutan Terpadu yang berlatar alam yang indah dan balutan keunikan design yang penuh estetika beserta atraksi alam dan buatan yang spektakuler.

Dengan Hutan Batur yang rimbun sebagai latar belakang, traveler dapat menikmati suasana sejuk dan segar sambil mencoba berbagai atraksi menarik yang tersedia.

Eka, manager The Grand Lagunas menjelaskan cerita unik dibalik berdirinya destinasi ini. Bermula dari inisiatif warlok hingga dikembangkanlah rekreasi keluarga dengan mengedepankan konsep keberlanjutan.

“Pemikiran wahana liburan keluarga ini bertujuan untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan dan pelestarian alam. Pendirian wahana ini dimulai dari inisiatif masyarakat lokal yang bekerja sama dengan pemerintah daerah dan beberapa organisasi non-pemerintah yang peduli lingkungan. Kami mengembangkan konsep wisata yang menggabungkan pendidikan lingkungan dan rekreasi keluarga,” kata Eka.

Uniknya lagi, seluruh permainan yang dibangun di The Grand Lagunas benar-benar memanfaatkan pepohonan. Tanpa ada menebang pohon di Hutan Batur Selatan.

The Grand Lagunas berlokasi sekitar 77 kilometer dari Bandara I Gusti Ngurah Rai atau dengan waktu tempuh sekitar dua jam untuk sampai ke destinasi ini. Tak perlu jauh masuk ke hutan, The Grand Lagunas mudah dijangkau karena berada di tepi jalan Denpasar – Kintamani.

Penasaran ada apa saja di wahana rimba, The Grand Lagunas?

Yuk simak serba-serbi berwisata di The Grand Lagunas!

Menjajal Wahana Permainan Seru

Belum afdal jika berkunjung ke The Grand Lagunas tapi tak mencoba semua wahana seru yang disediakan. Berikut 6 wahana yang wajib traveler coba di The Grand Lagunas.


1. Rainbow Slide

Wahana pertama dan yang wajib banget traveler coba adalah Rainbow Slide. Eka menyebut, The Grand Lagunas adalah destinasi pertama yang menyajikan keseruan rainbow slide di Bali.

Traveler akan merasakan sensasi meluncur di atas jalur seluncur yang berwarna-warni menggunakan ban. Memberikan pengalaman meluncur yang menyenangkan dan penuh warna. Cocok untuk segala usia, Rainbow Slide adalah favorit bagi anak-anak dan juga orang dewasa.

Setiap pengunjung diperkenankan untuk mencoba wahana rainbow slide sebanyak 3 kali. Tak perlu khawatir, karena saat memainkan wahana ini traveler akan diawasi oleh para petugas. Jangan lupa abadikan momen dengan foto dan video ya!

2. Swing

Tak jauh dari rainbow slide, traveler akan menemukan dua ayunan raksasa. Dengan pemandangan hutan di sekitarnya, wahana swing ini memberikan sensasi berayun tinggi di udara dengan latar belakang yang memukau.

3. Flying Fox

Meluncur dari ketinggian dengan Flying Fox adalah salah satu atraksi paling mendebarkan di The Grand Lagunas. Menikmati sensasi terbang di atas hutan rimbun dengan pemandangan yang luar biasa. Wahana ini memberikan pengalaman adrenalin yang tidak boleh dilewatkan.

Untuk mencoba wahana ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 50.000 per orang.

4. Tree Top

Tree Top menawarkan petualangan di atas pohon dengan berbagai rintangan yang menantang. Traveler bisa berjalan di atas jembatan gantung, melewati jaring, dan berbagai tantangan lainnya di antara pepohonan tinggi.

Tak perlu takut, selama bermain traveler akan berada di bawah pengawasan para petugas dan menggunakan alat keselamatan berstandar internasional. Ingin menjelajah puncak pohon, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 80.000 per orang.

5. Keranjang Sultan

Wahana yang sempat viral ini juga ada di The Grand Lagunas. Keranjang Sultan adalah wahana unik di mana traveler bisa duduk di dalam keranjang besar yang digantung tinggi. Dengan pemandangan hutan sekeliling yang menakjubkan, wahana ini memberikan pengalaman berayun yang santai namun penuh dengan keindahan alam.

Untuk mencoba wahana ini, traveler akan dikenakan biaya tambahan sebesar Rp 80.000 per orang. Namun, sayangnya saat ini keranjang sultan sedang dalam proses perbaikan, jadi traveler belum bisa mencoba wahana hits ini.

6. ATV Sports

Bagi traveler yang suka petualangan, ATV Sports adalah pilihan sempurna. Mengendarai ATV di jalur-jalur menantang di sekitar hutan memberikan pengalaman berkendara yang seru dan mendebarkan. Traveler tak perlu takut lumpur, karena lintasan ATV di The Grand Lagunas kering dan tidak berlumpur.

Untuk mencoba ATV, traveler harus merogoh kocek yang cukup dalam, mulai dari Rp 900.000 untuk 1 orang dan Rp 1.200.000 untuk 2 orang dengan durasi 1 jam 40 menit. Biaya ini sudah termasuk sepatu, helm, pelindung siku, pemandu ATV, dan lainnya.

Tak hanya wahananya yang menarik, The Grand Lagunas juga menawarkan beberapa spot foto menarik. Ada sangkar burung, dengan latar belakang hutan pinus khas Kintamani.

Lokasi, Harga Tiket Masuk, dan Jam Operasional

Terletak di Batur Selatan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali, The Grand Lagunas adalah destinasi wisata hutan yang menawarkan berbagai wahana menarik. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 17.00 WITA. Eka menyebut setiap pengunjung rata-rata menghabiskan waktu sekitar 1 hingga 2 jam.

“Biasanya rata-rata pengunjung menghabiskan waktu di sini itu 1 sampai 2 jam. Kalau dari kita rekomendasiin datang sekitar pukul 10.00 hingga 11.00 WITA,” katanya.

Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau, yaitu Rp50.000 per orang. Dengan tiket ini, traveler dapat menikmati berbagai wahana seru seperti swing, climbing net, rainbow slide, jungle, dan climbing tree.

Beberapa fasilitas yang bisa traveler nikmati adalah parkiran yang luas untuk kendaraan roda empat dan roda dua, restoran, dan welcome drink.

Bingung liburan kemana saat long weekend? The Grand Lagunas menjanjikan pengalaman wisata yang menyenangkan dan penuh petualangan khususnya bagi rombongan keluarga, dari anak-anak hingga orang dewasa.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Eksplorasi Wisata Cirebon, Mulai dari Wisata Religi hingga Sports Tourism



Jakarta

Cirebon memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari wisata religi, budaya, hingga sports tourism. Kuliner di Cirebon juga tidak bisa diabaikan.

Dikutip dari situs kemendikbud, menurut P.S. Sulendraningrat dalam Sejarah Cirebon (1985), nama Cirebon diambil dengan pendekatan terminologi ekonomi, yakni Cai Rebon, yaitu air produksi udang rebon atau terasi. Bahkan, produksi terasi sampai kini masih dipertahankan masyarakat Cirebon terutama di Pesisir Kecamatan Harjamukti dan Mundu.

Udang rebon hasil tangkapan kemudian diolah menjadi berbagai makanan termasuk terasi dan petis. Kini, olahan itu menjadi salah satu ciri khas olahan udang asal Cirebon dan menjadi oleh-oleh setelah pelesiran dari kota itu.


Sebagai penghasil udang, Cirebon pun dijuluki sebagai kota udang.

Wisata Kuliner

Cirebon memiliki banyak kuliner khas. Mulai dari empal gentong, nasi jamblang, pedesan entog, nasi lengko, hingga es cuwing.

Di antara kuliner itu, empal gentong yang amat lekat dengan Cirebon. Salah satu warung makan empal gentong legendaris di Cirebon adalah Empal Gentong Mang Darma (EGMD) yang sudah berdiri sejak 70 tahun lalu.

Dikutip dari laman resmi Empal Mang Darma, ada tiga lokasi Empang Gentong Mang Darma, cabang satu di Jalan Inspeksi Nomor 7 depan stasiun kereta api. Kemudian, cabang kedua di Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 23 Cirebon (pindahan dari sebelah Bank BTN Krucuk) dan cabang tiga di Jalan Jendral Sudirman Nomor 236 Ciperna, Kecamatan, Talun, Kabupaten Cirebon (Samping SD 2).

Selain terkenal karena penghasil udang, Cirebon juga terkenal dengan sebutan lainnya yakni Kota Wali. Sebutan ini merujuk pada dahulu Cirebon menjadi salah satu titik penyebaran agama Islam di Indonesia, khususnya kawasan Jawa Barat.

Wisata Religi

Dilansir dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Cirebon, Senin (27/5/2024), tokoh yang berperan besar dalam persebaran agama Islam di Jawa Barat adalah Syekh Syarif Hidayatullah atau lebih dikenal Sunan Gunung Jati. Lahir di Mekah pada tahun 1448 dari ayah yang bernama Syarif Abdullah dan ibu bernama Nyai Rara Santang, sang ibu merupakan putri dari Raja Pajajaran.

Singkatnya, Syekh Syarif Hidayatullah menjadi Raja Cirebon kemudian mendapatkan gelar Maulana Jati dan sampai saat ini dikenal dengan Sunan Gunung Jati. Beliau wafat di tahun 1568, peninggalannya pun hingga kini menjadi magnet untuk destinasi wisata religi.

Berikut beberapa wisata religi yang bisa kamu coba saat melancong ke Kota Cirebon.

1. Makam Sunan Gunung Jati

Makam sang penyebar agama Islam ini terletak di Jalan Alun-alun Ciledug No. 53, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Lalu lalang pengunjung yang ingin berziarah ke makam Sunan Gunung Jati ini tak pernah sepi setiap harinya dan makam tersebut jadi salah satu destinasi wisata religi yang paling sering dikunjungi di Kota Cirebon.

2. Masjid Agung Cipta Rasa

Masjid ini dibangun pada saat kepemimpinan Sunan Gunung Jati di tahun 1498, masjid ini berada di kompleks Keraton Kasepuhan Cirebon. Masjid Agung Cipta Rasa ini juga disebut sebagai masjid tertua di Cirebon, selain itu bangunan tersebut memiliki nilai sejarah dan budaya yang begitu kental.

Peranan penting Sunan Gunung Jati dalam memprakarsai pembangunan masjid ini tak lepas dari bantuan beberapa pihak seperti penunjukan Sunan Kalijaga oleh Sunan Gunung Jati yang ditunjuk sebagai arsiteknya.

Konon, masjid itu dibangun hanya dalam satu malam saja dan dulu masyarakat Cirebon juga menamai masjid ini dengan sebutan Masjid Pakungwati karena terletak dalam komplek Keraton Pakungwati.

Wisata Budaya

Salah satu peninggalan sejarah yang tak boleh luput dari Kota Cirebon salah satunya adalah Keraton Kasepuhan. Keraton Kasepuhan dulu menjadi pusat pemerintahan bagi Kesultanan Cirebon.

Di dalam bangunan itu masih menyimpang berbagai pusaka-pusaka bersejarah warisan budaya Cirebon. Di dalam keraton ini terdapat banyak bangunan dan memiliki nama dan fungsi masing-masing. Di antaranya bangunan di bagian depan keraton yang dinamai Mande Semar Tinandu, Mande Malang Semirang, Mande Karesman, dan Mande Pandawa Lima.

Selain itu, terdapat dua buah patung macam putih. Dua patung macan putih itu merupakan simbol bagi Kesultanan Cirebon.

Selain itu, Keraton Kasepuhan juga memiliki sebuah museum yang menyimpan berbagai macam pusaka bersejarah peninggalan Kesultanan Cirebon. Salah satunya adalah Kereta Singa Barong.

2. Goa Sunyaragi atau Taman Sari Sunyaragi

Goa ini berada di tengah kota Cirebon. Fasadnya mencolok di antara permukiman dan di tepi jalan raya.

Fasad goa ini merupakan perpaduan dinding batu dengan alam pepohonan di sekitarnya yang berwarna hijau.

Gua Sunyaragi merupakan sebuah situs bersejarah di Kota Cirebon. Nama Sunyaragi berasal dari kata sunya yang berarti sepi dan ragi artinya raga. Sebab, goa ini dulu digunakan oleh para Sulta Cirebon untuk meditasi mengatur strategi perlawanan terhadap Belanda.

Jika ingin berkunjung, lokasi Goa Sunyaragi berada di Sunyaragi, Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat. Jaraknya dari pusat Kota Cirebon sekitar 2,4 kilometer (km) atau 8 menit berkendara

Sports tourism

Dikutip dari Antara, Pemerintah Kota Cirebon saat ini sedang mengembangkan sports tourism yang ditandai dengan ajang balap sepeda ‘Cycling de Jabar 2024’ (25/5). Pj Wali Kota Cirebon Agus Mulyadi mengatakan perhelatan itu sebagai ajang promosi bagi pariwisata di Cirebon karena mampu memperkenalkan destinasi menarik melalui sajian olahraga.

Para pegowes start dari Balai Kota Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon dan finis di Pangandaran. Dengan ajang balap sepeda itu, setidaknya jalan raya Cirebon wajib mulus agar peserta tidak terhambat saat gowes.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Tumpeng Menoreh, Restoran di Atas Bukit Milik Vokalis Band Endank Soekamti



Kulon Progo

Tumpeng Menoreh bukan tempat makan biasa. Restoran ini berada di tiga kawasan dan menawarkan view sembilan gunung.

Tumpeng Menoreh tercatat secara administrasi berada di Desa Wisata Nglinggo, Kulon Progo, Yogyakarta. Tetapi, karena terletak di perbatasan, restoran itu masuk dalam tiga kawasan, yakni Magelang, Kulon Progo, dan Purworejo.

Restoran itu sekaligus menjadi objek wisata dengan fasilitas lengkap, mulai dari restoran hingga penginapan dan glamping.


“Ciri khas Tumpeng Menoreh menonjolkan best sunrise di sisi bagian timur. Kalau cerah bisa melihat pemandangan 9 gunung, Merapi, Merbabu, Sumbing, Sindoro, Slamet, dan gunung gunung kecil seperti Telomoyo dan Andong,” kata Udin, manager Tumpeng Menoreh dalam perbincangan dengan detikTravel, Senin (27/5/2024).

Di sini traveler akan dimanjakan dengan pemandangan barisan bukit yang membentang dan lembah yang luas. Memang paling cocok jika berkunjung kemari adalah saat pagi hari atau berburu sunrise, bahkan jika beruntung traveler bisa menyaksikan lautan awan.

Tumpeng Menoreh berdiri di atas Gunung Kukusan dan Gunung Lancip.

Penamaan Tumpeng Menoreh diambil dari bentuk gunung yang mengerucut bak tumpeng serta sebagai ucapan rasa syukur masyarakat dalam menarik minat wisatawan yang datang.

Dibuka selama 24 jam, Tumpeng Menoreh merupakan hasil inovasi warga sekitar justru saat pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak warganya terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. Restoran itu diinisiasi oleh Melki dan musikus ternama Erix Soekamti, vokalis band Endank Soekamti, serta warga lokal.

“Pembangunanya membutuhkan waktu enam bulan untuk restoran dan dek. Semua material diangkat naik ke bukit manual oleh warga lokal,” kata Udin.

Dengan misi utama sebagai pemberdayaan warga, Tumpeng Menoreh selalu melibatkan warga Desa Wisata Nglinggo. Tercatat seluruh karyawan 100% merupakan warga asli desa sekitar. Serta khusus untuk Restoran Tumpeng Menoreh, makanan disajikan oleh ibu-ibu warga sekitar.

“Makanan di restoran Tumpeng Menoreh berasal dari warga. Jadi daro setiap pagi jam 07.00 ibu-ibu warga mengantarkan makanan ke sini. Adapun, untuk Tumpeng Ayu makanan dimasak langsung oleh kokinya,” kata Udin.

Bangunan destinasi ini berbentuk Piramid dengan bertumpu pada batuan gunung. Di area bawah traveler akan menemukan parkir, Kereta gantung, dan Playland.

Kemudian, naik sedikit akan bertemu dengan Restoran dan selasar yang tersedia banyak meja kursi untuk menikmati pemandangan. Di bagian paling atas terdapat Rooftop dengan pemandangan 360 derajat beralaskan rumput sintetis, cocok untuk mengobrol santai dengan orang tersayang.

Ada pula vila di bagian bawahnya. Serta terdapat area khusus bernama Tumpeng Ayu. Menariknya, untuk menuju area tersebut traveler perlu melewati inclinator lift elektrik.

“Kami inovasi utamanya memang fasilitas berbasis elektrik yang digarap langsung oleh warga lokal dan dipimpin oleh Pak Melki,” Kata Udin.

Inovasi-inovasi tersebut membuahkan sejumlah prestasi mulai dari kereta gantung elektrik pertama di Jogja serta inclinator lift elektrik terpanjang dan pertama di Jogja. Selain itu ada pula infinity pool pertama di bukit yang ada di kawasan Jogja.

Menuju lokasi Tumpeng Menoreh memang memerlukan usaha ekstra atas kendaraan yang traveler naiki. Selain karena lokasinya yang berada di kawasan bukit, jalan yang ada memiliki lebar yang tidak terlalu luas.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Kebon Vintage Cars, Garasi 190 Mobil Klasik, Surga Pehobi Otomotif di Bali



Denpasar

Bali nggak hanya menawarkan keindahan alam dan budaya. Traveler pecinta otomotif kini mempunyai destinasi yang wajib dikunjungi, Garasi yang menjadi rumah 190 mobil klasik.

Destinasi itu bernama Kebon Vintage Cars Bali. Ini merupakan destinasi wisata ‘rumah’ bagi mobil-mobil klasik.

Tempat ini merupakan milik Jos Dharmawan, yang seorang pehobi ratusan mobil klasik. Dia mulai hobi mengoleksi mobil klasik sejak 1996.

Jos menyebut mulanya ia hanya memiliki sebuah garasi untuk menyimpan seluruh koleksi mobilnya, namun sejak pandemi Covid-19 bangunan yang mulanya adalah garasi pribadi, akhirnya disulap menjadi Kebon Vintage Cars yang dibuka untuk umum.


Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, BaliKebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Kini, Kebun Vintage Cars mengoleksi 190 mobil antik. Namun, total mobil antik yang sudah dimiliki oleh Jos sekitar 250 mobil antik. Sebagian sedang disiapkan untuk masuk ke Kebun Vintage Cars.

Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini adalah Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, BaliKebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom)

Mobil Tertua Berusia 107, Ada Juga Milik Fatmawati

Salah satu mobil tertua yang ada di Kebon Vintage Cars adalah Ford model T berwarna biru, keluaran tahun 1917. Uniknya lagi, mobil berwarna biru yang sudah berusia 107 tahun itu masih bisa menyala dan digunakan.

Beberapa mobil antik yang dipajang di Kebon Vintage Cars Bali memiliki kisah spesial. Salah satunya mobil berwarna hitam dengan merek Plymouth Hudson Hornet keluaran tahun 1948.

Pada Surat BPKB nya tertera nama Fatmawati yang merupakan istri presiden RI pertama, Sukarno. Mobil itu didapatkan oleh Jos pada tahun 2006 dengan harga Rp 9 juta.

Dari 190 mobil yang ada di Kebon Vintage Car, 50% mobil masih bisa menyala dan 30% mobil di sini juga masih bisa digunakan. Bahkan, tak jarang mobil-mobil antik ini dibawa untuk mengikuti touring ke berbagai daerah.

“Nah mobil di sini 50% masih bisa hidup, tapi untuk yang bisa hidup dan jalan itu 30% dari semua mobil. Kadang kita bawa untuk touring juga, tapi akan dicek dulu kondisinya agar aman jika dibawa touring jauh,” kata Jos.

Sudah tahu kan ada apa saja di Kebon Vintage Cars? Bagi traveler pehobi otomotif dan kolektor mobil klasik, Kebon Vintage Cars surganya mobil klasik. Jangan lupa selalu patuhi aturan ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

5 Fakta Kebon Vintage Cars dan Jam Operasional



Jakarta

Kebon Vintage Cars Bali di Denpasar, Bali dibuka untuk umum, lho. Jam operasional dan harga tiketnya bisa cek di sini ya.

Tempat itu menjadi rumah 190 mobil klasik milik Jos Dharmawan, yang seorang pehobi ratusan mobil klasik. Dia mulai hobi mengoleksi mobil klasik sejak 1996.

Jos mengatakan awalnya ia hanya memiliki sebuah garasi pribadi untuk menyimpan seluruh koleksi mobilnya, kemudian dibuka untuk umum setelah pandemi Covid-19.


Kini, Kebun Vintage Cars mengoleksi 190 mobil antik. Namun, total mobil antik yang sudah dimiliki oleh Jos sekitar 250 mobil antik. Sebagian sedang disiapkan untuk masuk ke Kebun Vintage Cars.

Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini adalah Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

Tak hanya menjadi ‘rumah’ ratusan mobil antik, setiap sudut garasi mobil ini sip banget untuk jadi spot foto.

Simak fakta-fakta yang menjadi daya tarik Kebon Vintage Cars. Simak juga harga tiket dan jam operasionalnya.

Daya Tarik Kebon Vintage Cars

1. Menyimpan 190 Mobil Antik

Jos, pemilik Kebun Vintage Cars, mulai menggeluti hobi mengoleksi mobil antik pada 1996. Hingga kini, Kebun Vintage Cars sudah mengoleksi 190 mobil antik yang dipajang.

Tidak semua mobil antik milik Jos disimpan di sana. Dia memiliki 250 mobil antik dan sedang disiapkan mengisi setiap sudut Kebun Vintage Cars.

Beberapa mobil yang dapat traveler temukan di sini seperti, Dodge Brothers Spesial Series 116 Four Door tahun 1924, Austin A90 Atlantic tahun 1949-1952, Packard 200 8 cyline tahun 1951, Cadillac Fleetwood 75 Limousine tahun 1953, serta Volvo 960 Limousine tahun 1991.

2. Ada Mobil Berusia 107 Tahun

Salah satu mobil tertua yang ada di Kebon Vintage Cars adalah Ford model T berwarna biru, keluaran tahun 1917. Uniknya lagi, mobil berwarna biru yang sudah berusia 107 tahun itu masih bisa menyala dan digunakan.

3. 50% Mobil Masih Menyala

Dari 190 mobil yang ada di Kebon Vintage Car, 50% mobil masih bisa menyala dan 30% mobil di sini juga masih bisa digunakan. Bahkan, tak jarang mobil-mobil antik ini dibawa untuk mengikuti touring ke berbagai daerah.

“Nah mobil di sini 50% masih bisa hidup, tapi untuk yang bisa hidup dan jalan itu 30% dari semua mobil. Kadang kita bawa untuk touring juga, tapi akan dicek dulu kondisinya agar aman jika dibawa touring jauh,” kata Jos.

4. Simpan Mobil Milik Ibu Negara Indonesia, Fatmawati

Beberapa mobil antik yang dipajang di Kebon Vintage Cars Bali memiliki kisah tersendiri. Salah satunya mobil berwarna hitam dengan merek Plymouth Hudson Hornet keluaran tahun 1948.

Pada Surat BPKB nya tertera nama Fatmawati yang merupakan istri presiden RI pertama, Sukarno. Mobil ini didapatkan oleh Jos pada tahun 2006 dengan harga Rp 9 juta.

5. Spot Foto Estetik

Menampilkan ratusan mobil antik dengan warna dan bentuk yang beragam, membuat Kebun Vintage Cars juga cocok untuk spot foto. Tak hanya mobil, traveler juga akan menemukan beberapa barang antik.

Jos menyebut setiap sudut Kebun Vintage Cars sangat oke menjadi spot foto. Namun ia merekomendasikan beberapa spot, seperti di bagian outdoor terdapat beberapa mobil jeep dengan latar belakang drum dan dekat dengan box-box telepon zaman dulu.

Ruangan di Kebon Vintage Cars

Kebon Vintage Cars memiliki luas sekitar 8 are dan memiliki beberapa ruangan yang menjadi garasi bagi mobil-mobil klasik koleksi Jos Dharmawan. Mulai dari Hall 1, hall 2, hall 3, dan bagian outdoor.

Setiap ruangan memiliki koleksi mobil yang berbeda, sesuai dengan tahun dan mereknya. Ada hall khusus mobil pre-warr, hall khusus tahun 1940 hingga 1948, tahun 1950 hingga 1957, hall khusus truk, hingga hall khusus Chevrolet, dan hall khusus jeep.

Menurut Jos, isi dari setiap hall juga akan diubah atau dirotasi setiap tiga bulan. Jadi traveler akan menemukan konsep Kebon Vintage Cars yang berbeda setiap tiga bulan.

Lokasi, Jam Operasional, dan Harga Tiket Masuk

Garasi mobil klasik ini berlokasi tak jauh dari pusat Kota Denpasar, tepatnya di Jalan Tegal Harum No 13, Biaung, Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Untuk melihat berbagai koleksi mobil antik ini, setiap pengunjung dikenakan harga Rp 100.000 untuk dewasa, Rp 50.000 untuk anak-anak, dan gratis untuk anak di bawah enam tahun.

Kebon Vintage Cars buka setiap hari, mulai pukul 10.00 hingga 17.00 WITA. Jos mengatakan bagi traveler yang berkunjung diperkenankan untuk menyentuh mobil. Namun dilarang untuk naik atau masuk ke dalam mobil, untuk menghindari kerusakan.

Sudah tau kan ada apa saja di Kebon Vintage Cars? Bagi traveler penghobi otomotif dan kolektor mobil klasik, Kebon Vintage Cars surganya mobil klasik. Jangan lupa selalu patuhi aturan ya traveler!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

22 Tempat Wisata Modern di Jakarta Ini Patut Kamu Kunjungi


Jakarta

Jakarta penuh dengan tempat wisata yang bisa memuaskan penduduk Jakarta maupun traveler yang sedang berkunjung. Jakarta yang terus berbenah dan berkembang pun menjadi kaya akan tempat wisata modern.

Sebagian dari tempat wisata modern tersebut sudah berdiri sejak lama dan terus diperbarui. Ada juga yang baru muncul akhir-akhir ini.

Banyaknya destinasi wisata modern di Jakarta membuat detikers tak akan kehabisan tempat untuk dikunjungi.


Tempat Wisata Modern di Jakarta

Berikut beragam tempat wisata modern di Jakarta yang seru untuk dikunjungi. Perlu diingat, jam operasional dan harga tiket masuknya dapat berubah sewaktu-waktu.

1. Hutan Kota GBK

Warga mengunjungi Hutan Kota GBK, Jakarta, Selasa (25/4/2023) di hari terakhir cuti bersama.Foto: Andhika Prasetia

Mengutip situs resmi Kementerian Sekretariat Negara, dulunya Hutan Kota Gelora Bung Karno (GBK) merupakan area komersil, yaitu Senayan Golf Driving Range seluas 4,5 hektar. Pada tahun 2016, tempat ini disulap menjadi area hijau terbuka di tengah Jakarta.

Visinya adalah menjadikan Hutan Kota GBK sebagai kawasan olahraga terintegrasi, modern, ramah lingkungan, dan unggul di dunia.

Hutan Kota GBK beralamat di Pintu Tujuh Senayan, Jalan Jenderal Sudirman, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hutan Kota GBK buka dari hari Selasa hingga Minggu, pukul 06.00 sampai 10.00. Lalu buka lagi dari pukul 15.00 sampai 18.00.

Masuk ke sini pun gratis, lho. Detikers bisa menjadikan Hutan Kota GBK sebagai tempat menghirup udara segar di tengah hiruk pikuk kota Jakarta.

2. Taman Ismail Marzuki

Taman Ismail Marzuki: Sejarah, Lokasi, Fasilitas, Cara BerkunjungFoto: Rifkianto Nugroho

Taman Ismail Marzuki kerap mengadakan berbagai macam acara kesenian dan kebudayaan sehingga cocok bag detikers yang ingin berwisata sambil mengapresiasi seni dan budaya.

Pengunjung juga bisa menikmati berbagai fasilitas, seperti perpustakaan dan wisma seni, teater halaman, sampai planetarium.

Letak Taman Ismail Marzuki yang biasa disebut TIM ini adalah di Jalan Cikini Raya No. 73, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.

Menurut akun Instagram resminya, Taman Ismail Marzuki buka setiap hari dari pukul 09.00 sampai 20.00. Biaya masuk pun gratis dan tanpa registrasi, kecuali untuk acara-acara tertentu.

3. Taman Suropati

Taman Suropati, Menteng, JakartaFoto: Natasha Kayla Ananta/detikcom

Destinasi wisata modern Jakarta selanjutnya adalah Taman Suropati yang bisa jadi tempat jogging, bersepeda, atau sekadar berkumpul dengan teman sambil menikmati udara segar serta pemandangan tanaman dan hamparan rumput hijau.

Mengutip Jakarta Tourism, taman ini juga semakin hidup karena kehadiran berbagai komunitas. Komunitas seni dan olahraga adalah dua kelompok utama yang sering menggunakan taman ini sebagai tempat berkumpul.

Lokasi Taman Suropati adalah di Jalan Taman Suropati No. 5, RT.5/RW.5, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

Taman Suropati terbuka untuk umum secara gratis dan dibuka dari jam 07.00 sampai 17.00.

4. Taman Patung Diponegoro

Taman Patung Diponegoro, Jakarta, tampak dirawat dengan baik. Taman ini indah dan asri serta banyak dihuni oleh kupu-kupu.Foto: Agung Pambudhy

Tak jauh dari Taman Suropati, terdapat satu taman lain, yaitu Taman Patung Diponegoro.

Taman Patung Diponegoro adalah taman tematik berukuran kecil yang dikelilingi oleh tanaman warna-warni serta jalur jalan kaki yang kecil. Di tengah taman berdiri patung ikonik, yaitu patung perunggu Pangeran Diponegoro berkuda.

Taman ini juga memiliki kolam biru kecil tepat di bawah patung. Lokasinya yang kecil membuat taman ini jadi tempat bersinggah saja, tetapi tetap bisa menjadi spot foto yang menarik. Taman ini terletak di Jalan Imam Bonjol No.1, RT.5/RW.5, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat.

5. Taman Margasatwa Ragunan

Suasana Ragunan di long weekend (Taufiq Syarifudin/detikcom)Foto: Taufiq Syarifudin/detikcom

Taman zoologi ini dikenal juga dengan Kebun Binatang Ragunan. Awalnya dibangun pada tahun 1864 di Cikini, taman ini kemudian pindah ke Ragunan pada tahun 1964.

Dengan area seluas 147 hektar, kebun binatang ini menjadi rumah bagi lebih dari 2000 hewan dari Indonesia dan seluruh dunia, mewakili lebih dari 270 spesies. Taman ini juga ditumbuhi lebih dari 20.000 pohon.

Taman Margasatwa Ragunan terletak di Jalan Harsono RM. No. 1, Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Taman ini buka setiap hari kecuali hari Senin dari jam 07.00 sampai 16.00.

Harga tiket masuknya pun sangat terjangkau. Menurut situs resminya, harga tiket masuk orang dewasa adalah Rp 4000 per orang. Sementara anak-anak cukup membayar Rp 3000 per orang untuk tiket masuk.

6. Senayan Park

Pengunjung melihat pemandangan dari Skywalk Senayan Park, Jakarta, Senin (27/12/2021). Kawasan tersebut menjadi salah satu objek wisata ibu kota yang ramai dikunjungi oleh warga dengan menyajikan pemandangan lanskap perkotaan. ANTARA FOTO/Fauzan/hp.Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN

Senayan Park adalah mall yang bisa jadi tujuan detikers yang suka wisata belanja dan kuliner. Mall yang disingkat Spark ini juga hits karena memiliki skywalk yang estetik di rooftopnya.

Mengutip situs resminya, 60% dari total area Spark adalah area outdoor. Terdapat juga danau di mana pengunjung bisa menikmati sunset di tengah-tengah kota.

Lokasi Senayan Park adalah di Jalan Gerbang Pemuda No.3, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Mall ini buka dari jam 10.00 hingga 22.00.

7. Playtopia Adventure Senayan Park

Biasanya Playtopia adalah area bermain untuk anak. Tetapi di Playtopia Senayan Park, orang dewasa pun bisa ikut bermain, lho. Playground ini terletak di lantai 1 Mall Senayan Park. Jika detikers mencari playground untuk tempat bermain sekeluarga, tempat wisata yang satu ini patut dikunjungi.

Menurut akun Instagram resminya, harga tiket masuk Playtopia Adventure Senayan Park adalah Rp 150.000 dari hari Senin sampai Kamis, dan Rp 180.000 untuk hari Jumat sampai Minggu dan hari libur nasional. Harga ini berlaku untuk bermain selama 2 jam.

8. Tebet Eco Park

Suasana Tebet Eco Park (Taufiq/detikcom)Foto: Taufiq/detikcom

Tebet Eco Park adalah taman kota yang cukup baru. Menurut situs resminya, taman ini mengusung konsep harmonisasi antara fungsi ekologi, sosial, edukasi dan rekreasi.

Terdapat 8 zona di Tebet Eco Park, semuanya dirancang untuk mengambil peran penting dalam keberlangsungan lingkungan dan interaksi sosial, mulai dari menjaga kualitas alamiah lingkungan hingga meningkatkan kualitas hidup pengunjung dan masyarakat sekitarnya.

Tebet Eco Park terletak di Jalan Tebet Barat Raya, RT.1/RW.10, Tebet Bar., Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Waktu beroperasinya setiap hari dari pukul 06.00 sampai 11.00, lalu dari pukul 13.00 sampai 18.00. Masuk ke taman ini tak dipungut biaya.

9. Mall Taman Anggrek

Pengunjung mal harus sudah divaksin di Mall Taman AnggrekFoto: Karin Nur Secha/detikcom

Mall Taman Anggrek menjadi alternatif destinasi wisata bagi yang suka berbelanja. Tak hanya tenant untuk berbelanja, mall ini juga memiliki daya tarik berupa tempat ice skating yang bisa dinikmati sekeluarga atau bersama teman.

Mall Taman Anggrek terletak di Jalan Letjen S. Parman No.Kav 21, RT.12/RW.1, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Menurut akun Instagram resminya, waktu beroperasinya adalah setiap hari dari pukul 10.00 hingga 22.00.

10. Taman Kota Cattleya

Setelah puas berbelanja di Mall Taman Anggrek, Taman Kota Cattleya bisa menjadi destinasi wisata selanjutnya.

Taman ini dapat digunakan sebagai tempat hang out, berfoto, jogging, hingga sarana rekreasi keluarga. Pengunjung bisa menikmati berbagai jenis tanaman hias dan pohon yang tumbuh di sekitar taman, sehingga taman ini juga jadi tempat hunting foto yang Instagrammable.

Letak Taman Kota Cattleya adalah persis di seberang Malll Taman Anggrek, lebih tepatnya di Jalan Letjen S. Parman RT.15/RW.1, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Taman ini buka dari pukul 07.00 hingga 22.00.

11. TWA Mangrove Angke Kapuk

mangroveFoto: Wahyu/detikTravel

Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove Angke Kapuk adalah kawasan konservasi mangrove yang juga berfungsi sebagai tempat wisata dan rekreasi alam. Tak hanya konservasi mangrove, ada berbagai fauna yang bisa ditemukan di TWA Mangrove Angke Kapuk ini.

Pengunjung juga bisa menikmati wisata air dan bahkan mengikuti aktivitas penanaman dan konservasi mangrove.

Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk beralamat di Kamal Muara, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara. Menurut situs resminya, jam operasionalnya adalah pukul 09.00 sampai 17.00 untuk hari kerja dan pukul 08.00 sampai 17.00 di akhir pekan.

Untuk harga tiket, orang dewasa dikenakan biaya Rp 30.000 per orang pada hari kerja, dan Rp 35.000 per orang pada akhir pekan dan hari libur nasional. Bagi anak-anak, harga tiketnya sebesar Rp 15.000 per orang untuk hari kerja dan Rp 20.000 per orang pada akhir pekan dan hari libur nasional.

12. Setu Babakan

Perkampungan Budaya Betawi di Setu Babakan, Jakarta, menjadi wisata edukasi mengenai sejarah Betawi. Yuk lihat.Foto: Muhammad Lugas Pribady

Setu Babakan bisa menjadi alternatif destinasi wisata bagi pengunjung yang suka mempelajari budaya, khususnya budaya Betawi.

Mengutip situs resminya, di sini pengunjung bisa berinteraksi dengan budaya Betawi melalui kesenian, adat istiadat, pakaian, hingga kuliner yang bisa ditemukan di kampung budaya ini. Wilayah Setu Babakan juga memiliki 2 danau yang menjadi sarana wisata air.

Setu Babakan terletak di Jalan RM. Kahfi II, RT.13/RW.8, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Jam operasionalnya dari pukul 08.00 hingga 17.00 setiap hari. Tak ada tiket masuk untuk mengunjungi tempat wisata ini.

13. Pos Bloc

Empat warga bersantai di kawasan Gedung Filateli Pos Bloc, Jakarta, Senin (11/3/2024). Berdasarkan keputusan Gubernur DKI Jakarta Nonor 475 Tabun 1993, Gedung Filateli Jakarta telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dan digunakan sebagai ruang kreatif dan tempat nongkrong yang bernama Pos Bloc. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/wpa.Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S

Pos Bloc cocok jadi tempat hang out dengan estetika yang unik. Sebab, tempat ini memanfaatkan Gedung Pos yang dialihfungsikan menjadi ruang publik. Terdapat berbagai kedai makanan dan tempat nongkrong yang bisa jadi pilihan anak muda.

Alamat Pos Bloc yakni berada di Jl. Pos No. 2, Pasar Baru, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Berdasarkan akun Instagram resminya, Pos Bloc beroperasi dari pukul 10.00 sampai 22.00 pada hari kerja dan pukul 07.00 sampai 24.00 pada akhir pekan. Tidak ada tiket masuk untuk nongkrong di tempat wisata yang satu ini.

14. Neo Soho

Neo Soho adalah shopping center modern yang cocok sebagai destinasi wisata belanja dan kuliner. Mall ini memiliki 8 lantai yang penuh dengan tenant untuk shopping, entertainment, kuliner, dan lain-lain.

Neo Soho terletak di Jalan Let. Jend. S.Parman Kav. 28, Kel. Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Berdasarkan akun Instagram resminya, waktu beroperasi Neo Soho adalah dari pukul 10.00 hingga 22.00.

15. Jakarta Aquarium Safari

Pengunjung beraktivitas di Jakarta Aquarium & Safari, Jakarta, Sabtu (25/5/2024).Foto: Rifkianto Nugroho

Jakarta Aquarium Safari adalah akuarium indoor terbesar di Indonesia. Mengutip situs resminya, pengunjung bisa melihat lebih dari 3500 spesies hewan akuatik dan non-akuatik. Pengunjung bahkan bisa berinteraksi langsung dengan hewan-hewan tersebut.

Pengunjung juga bisa menikmati pertunjukan dan atraksi hewan. Terdapat juga restoran serta gift shop untuk kenang-kenangan.

Jakarta Aquarium Safari terletak dalam Mall Neo Soho, tepatnya di Podomoro City Floor. Jam operasionalnya adalah dari pukul 10.00 hingga 21.00 setiap harinya.

Tiket masuk ke Jakarta Aquarium Safari berbeda-beda tergantung hari dan fasilitas reguler dan premium yang bisa didapatkan. Harga tiketnya dimulai dari Rp 142.500 untuk orang dewasa dan Rp 109.250 untuk anak-anak.

16. Museum Macan

Museum MACANFoto: Chelsea Olivia/detikcom

Museum Macan merupakan singkatan dari Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara. Museum ini menyimpan berbagai karya seni modern dan kontemporer yang memanjakan mata.

Museum Macan terletak di AKR Tower Level M, Jalan Panjang No.5, Kb. Jeruk, Kec. Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Menurut situs resminya, waktu operasionalnya adalah hari Selasa sampai Minggu, mulai pukul 10.00 hingga 18.00. Harga tiket berbeda-beda tergantung pameran yang sedang diselenggarakan.

17. Moja Museum

Museum MOJA di GBK.Foto: @mojamuseum/Instagram

Moja Museum merupakan salah satu wisata malam di Jakarta Pusat. Museum ini mengusung konsep yang kekinian dengan 14 ruangan warna-warni yang dijelajahi dengan menggunakan sepatu roda.

Alamatnya yaitu di Zona Biru 8-9, RT.1/RW.3, Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Mengutip situs resminya, harga tiket setiap ekshibisi berbeda-beda serta tergantung hari, dimulai dari Rp 125.000. Jam operasional Moja Museum dari Senin sampai Minggu mulai pukul 11.00 sampai 19.30.

18. M Bloc Space

Ruang publik M Bloc Space telah kembali dibuka untuk umum. Salah satu tempat nongkrong milenial ini sebelumnya ditutup imbas pandemi COVID-19.Foto: Grandyos Zafna

Tempat wisata modern di Jakarta selanjutnya adalah M Bloc Space yang juga penuh mural dan karya seni. Tempat ini juga terkadang menjadi tempat diselenggarakannya berbagai event, mulai dari talk show sampai konser live music.

M Bloc Space terletak di Jalan Panglima Polim Nomor 37, RW 1, Melawai, Kecamatan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut akun Instagram resminya, M Bloc Space beroperasi dari jam 09.00 sampai 24.00 setiap hari. Tetapi, waktu beroperasi tenant F&B di sini bisa berbeda-beda.

19. Museum Bahari

Jelajahi Sejarah Jakarta di Museum BahariFoto: Tiara Rosana/detikcom

Menurut situs resmi Asosiasi Museum Indonesia, Museum Bahari menyimpan koleksi yang berhubungan dengan kebaharian dan kenelayanan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Misalnya, terdapat koleksi perahu tradisional beragam bentuk hingga miniatur kapal-kapal modern.

Museum Bahari terletak di Jalan Pasar Ikan No.1, RT.11/RW.4, Penjaringan, Kec. Penjaringan, Jakarta Utara.

Menurut akun Instagram resminya, harga tiket masuk Museum Bahari bagi orang dewasa adalah Rp 10.000 pada hari kerja dan Rp 15.000 pada akhir pekan. Bagi pelajar dan mahasiswa, harga tiket masuknya adalah Rp 5000 per orang setiap harinya.

Museum Bahari tutup pada hari Senin dan beroperasi setiap hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00 sampai 15.00.

20. Sarinah

Kondisi Sarinah malam iniFoto: Dwi/detikcom

Tempat wisata modern di Jakarta selanjutnya adalah Sarinah, destinasi perbelanjaan dan kuliner di Jakarta Pusat. Menurut situs resminya, Sarinah adalah department store modern pertama di Indonesia yang beroperasi sejak tahun 196.

Di sini pengunjung bisa melihat eskalator pertama di Indonesia, lho. Turis lokal dan mancanegara juga bisa membeli berbagai produk buatan lokal, mulai dari busana hingga pajangan rumah.

Alamat Sarinah yakni di Jalan M. H. Thamrin 11, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat. Sementara waktu beroperasinya adalah pukul 07.00 sampai 22.00, dikutip dari akun Instagram resminya.

21. Taman Mini Indonesia Indah

Sejumlah wisatawan mengantre menaiki kendaraan pengantar ke anjungan-anjungan provinsi dan museum di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Jumat (12/4/2024). Pada hari ketiga lebaran, TMII diprediksi dipadati lebih puluhan ribu orang wisatawan yang akan datang.Foto: Grandyos Zafna

Menurut situs resminya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diresmikan pada tahun 1975 sebagai kawasan pelestarian dan pengembangan budaya bangsa. Keragaman provinsi-provinsi di Indonesia dikemas dalam bentuk miniatur kepulauan Nusantara dan berbagai anjungan daerah.

Alamat TMII yakni di Jalan Raya Taman Mini Indonesia Indah, Ceger, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. TMII beroperasi setiap hari dari pukul 06.00 sampai 20.00. Harga tiketnya adalah Rp 35.000 per orang.

22. Central Park

Menurut situs resminya, Central Park diresmikan pada tahun 2009 sebagai bagian dari Integrated Mega Projects Podomoro City. Mall ini memiliki beragam tenant untuk shopping, entertainment, dan kuliner yang bisa memuaskan keinginan pengunjung.

Central Park terletak di Jalan Letjen S. Parman No.Kavling 28, Tanjung Duren Utara, Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Jam operasionalnya dari pukul 10.00 hingga 22.00.

Jakarta memiliki tempat wisata modern yang tak habis-habisnya. Apakah detikers tertarik mengunjungi tempat-tempat wisata di atas?

(fds/fds)



Sumber : travel.detik.com

Paket Lengkap! Ini Daya Tarik Tumpeng Menoreh, Termasuk Best Sunrise



Jakarta

Jika traveler berencana berlibur di Jogja, ada satu objek wisata rekomendasi detikTravel. Tumpeng Menoreh memiliki vila, restoran, area bermain, bahkan spot sunrise.

Dibangun oleh musikus ternama Erix Soekamti, vokalis band Endank Soekamti dan rekannya Melki serta warga lokal, Tumpeng Menoreh berada di atas Gunung Kukusan dan Gunung Lancip. Objek wisata itu berada di perbatasan tiga daerah, yakni Kulon Progo, Magelang, dan Purworejo.

Tidak hanya tempat makan, tetapi Tumpeng Menoreh memiliki beragam suguhan buat healing sejenak.


Berikut ragam pilihan di Tumpeng Menoreh:

Tumpeng Menoreh, Kulon Progo, YogyakartaTumpeng Menoreh, Kulon Progo, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Penginapan

Ada dua tipe penginapan yang tersedia, yakni vila dan glamping. Untuk vila terletak di area Tumpeng Menoreh atas dengan berbagai tipe kamar. Range harga ada di antara Rp 1,1-5 juta per malam.

Fasilitas yang didapatkan sudah termasuk kamar, sarapan, tiket masuk Tumpeng Menoreh, serta Infinity Pool yang mengarah langsung ke matahari terbit.

Tipe kedua adalah Glamping, dengan jenis tenda dome yang muat hingga 180 orang. Harga sewa per malamnya mulai dari Rp 500-1,5 juta per malamnya. Lokasinya terpisah dengan area utama, yakni di Glamping Menoreh atau sekitar 1 kilometer dari Tumpeng Menoreh.

Kafe dan Restoran (Tumpeng Coffee)

Saat pertama masuk area Tumpeng Menoreh akan langsung disambut oleh Tumpeng Resto and Coffee. Tersedia bermacam hidangan khas tradisional yang dimasak langsung oleh ibu-ibu warga sekitar dan disetorkan setiap pagi.

Pada area coffee shopnya terdapat minuman kopi freshly brewed dan makanan ringan. Ada pula wedang rempah, teh lemon, susu naga, hingga cokelat aren khas Desa Nglinggo.

Tumpeng Ayu

Sedikit mirip dengan Tumpeng Resto, di Tumpeng Ayu penyajiannya dibuat lebih eksklusif khusus bagi pengunjung yang mau ke area Tumpeng Ayu. Menuju ke lokasinya harus menaiki Inclinator Lift Elektrik dan membayar tiket terusan Rp 50.000.

Di area Tumpeng Ayu terdapat satu ruangan indoor utama dengan atap kerucut berisikan meja dan sofa lengkap dengan fasilitas tv publik. Area ini lebih intim dengan penawaran paket makanan prasmanan hingga grill.

Kereta Gantung

Wahana Kereta Gantung menjadi satu spot yang tidak boleh terlewatkan. Berada di dekat area parkir atau sebelum masuk ke Tumpeng Menoreh. Dengan membeli tiket seharga Rp 50.000 traveler akan menaiki kereta gantung elektrik menyusuri hutan dengan trek sepanjang 1 kilometer.

Kereta gantungnya dikemudikan khusus untuk satu orang. Penggunaannya layaknya motor matic yang tinggal tancap gas di tangan kanan, serta akan berhenti otomatis jika gas dilepaskan. Menariknya, ini menjadi kereta gantung personal elektrik pertama di Jogja bahkan Indonesia, loh.

Tidak perlu cemas jika ditengah jalan menemui kesulitan, karena setiap armada akan dilengkapi dengan HT untuk berkomunikasi dengan petugas. Petugas juga akan dengan senang hati membantu dokumentasi traveler jika dibutuhkan.

Playland

Lokasinya tepat di samping kereta gantung. Dikhususkan untuk anak-anak yang ingin bermain trampolin, mandi bola, dan sejenisnya. Tidak perlu khawatir bosan menunggu buah hati bermain, karena ada kafe di sebelahnya untuk bersantai

Spot foto

Tentu tak lengkap jika sudah merogoh kocek dalam masuk ke Tumpeng Menoreh tapi tidak diabadikan. Setiap spot yang ada di Tumpeng Menoreh estetik dengan latar belakang barisan bukit hijau dan lembah yang menawan.

Di puncak Tumpeng terdapat rooftop dengan view 360 derajat. Dengan ketinggian mencapai 900 mdpl, jelas lokasi ini begitu ciamik untuk memberi makan feeds instagram traveler.

Paket Edukasi

Dituturkan langsung oleh udin, manager Tumpeng Menoreh, Tumpeng Menoreh menyediakan paket edukasi selama tiga hari bagi pengunjung. Paket tersebut berupa wisata perah susu kambing etawa, pengolahan teh, hingga pengolahan aren.

Bakal bertambah

Tumpeng Menoreh selama ini tidak berhenti berbenah, mereka terus meluncurkan inovasi dan fasilitas baru. Terdekat akan segera diluncurkan Go-kart Off-road personal di area dekat Borobudur Highland yang hanya berjarak ratusan meter dari Tumpeng Menoreh. Serta penambahan lokasi glamping dan pembuatan mono rel elektrik dari area parkir melewati lembah menuju Tumpeng Ayu.

Harga Tiket, Jam Operasional, dan Lokasi

Kawasan wisata Tumpeng Menoreh buka 24 jam, selain Kereta Gantung yang tutup pada pukul 17.00 WIB. Berikut daftar rincian tiketnya :
Tiket masuk : Rp 50.000 sudah termasuk voucher makan minum Rp 15.000 yang dapat ditukarkan di area resto
Tiket Tumpeng Ayu : Rp 50.000
Tiket Kereta Gantung : Rp 50.000

Lokasi tepatnya ada di Sumbersari, Ngargoretno, Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Disarankan untuk melewati rute Kulon Progo atau Purworejo jalur Banyuasin. Jalannya yang menanjak curam wajib menggunakan kendaraan dengan kondisi prima.

Kendaraan motor, mobil pribadi, dan minibus bisa parkir di area Tumpeng Menoreh. Sementara kendaraan medium atau bus besar hanya bisa parkir di area Pasar Plono dan melanjutkan perjalanan dengan shuttle car yang disediakan warga.

Jadi, bagaimana? Tertarik mengunjunginya?

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ada Luka dan Makna Filosofis di Monumen Tragedi 12 Mei 1998 Universitas Trisakti



Jakarta

Menjulang kokoh di depan Universitas Trisakti (Usakti), Monumen Tragedi 12 Mei 1998 menjadi simbol pergolakan sejarah bangsa. Lebih dari sekadar tugu peringatan, monumen ini memancarkan filosofis yang mendalam tentang makna reformasi dan perjuangan demokrasi.

Di balik megahnya arsitektur karya Muchrifin, ST dan ir. Mohammad Deny Hermawan monumen itu menyimpan luka mendalam tragedi Mei 1998. Empat mahasiswa Universitas Trisakti yang gugur ditembak aparat keamanan.

Monumen itu berdiri sebagai pengingat akan kekejaman dan pelanggaran hak asasi manusia yang pernah terjadi, sekaligus menjadi luka bangsa yang tak boleh terlupakan.


detikTravel menyusuri gedung dan jejak sejarah di kawasan Grogol, Jakarta Barat itu bersama Keluyuran Ngopi Jakarta. Dalam penjelajahan itu, disampaikan pula makna filosofis Monumen Tragedi 12 Mei 1998.

Berikut 6 makna filosofis dari Monumen Tragedi 12 Mei 1998:

4 pilar gambarkan jumlah korban

Pada monumen tersebut terdapat 4 buah pilar pipih yang menggambarkan jumlah korban asal Universitas Trisakti yang meninggal dunia dari peristiwa tersebut. Korban-korban tersebut ialah yakni Elang Mulia Lesmana, Hafidin Royan, Heri Hartanto, dan Hendriawan.

Memiliki pilar dengan tinggi 10-12 meter

Tinggi pada pilar-pilar tersebut juga dibuat berbeda-beda mulai dari 10-12 meter. Tinggi pilar itu menggambarkan runtutan tanggal peristiwa yang terjadi mulai tanggal 10 Mei 1998 dan puncaknya yang terjadi pada 12 Mei 1998 yang membuat keempat korban mahasiswa asal Usakti ini meninggal dunia.

Kerusuhan berlanjut hingga tanggal 13-15 Mei 1998 yang bahkan membuat Kota Jakarta pada saat itu lumpuh total.

Lubang pada setiap pilar, simbol luka peluru

Dalam setiap pilar yang kokoh tinggi menjulang itu, terdapat bagian-bagian yang berlubang dengan posisi yang berbeda beda. Sebagian berada pada atas dan tengah pilar, hal ini menggambarkan posisi luka tembakan dari para korban.

Lubang-lubang tersebut juga menyimbolkan luka dari tembakan peluru aparat yang menembus tubuh dari para korban.

“Ada bagian dimana itu seperti peluru, ya memang itu disimbolkan sebagai peluru yang menembus tubuh mereka,” Kata Rey, salah satu guide dari Ngopi di Jakarta.

Terdapat 98 batu pada alas monumen dan 5 sisi pada setiap pilarnya

Pada monumen tersebut terdapat 98 buah batuan pada bagian alasnya. Jumlah batuan tersebut menggambarkan tahun kejadian peristiwa kerusuhan yakni 1998. Selain itu pada setiap pilar nya terdapat 5 sisi yang menggambarkan bulan kejadian yakni bulan Mei.

Bongkahan balok yang menggambarkan suasana kerusuhan

Pada bagian bawah terdapat balok-balok yang disusun secara abstrak. Menurut Rey, balok tersebut menggambarkan bongkahan sisa-sisa bangunan yang rubuh karena kerusuhan tersebut.

“Bagian-bagian di bawah ini sebagai bentuk kekacauan yang terjadi. Jadi bangunan-bangunan yang ada itu rubuh dengan balok-balok batu yang berserakan,” kata Rey.

Ujung pilar yang runcing

Setiap pilar memiliki ujung pada bagian atas yang semakin meruncing dengan posisi bagian puncak yang miring. Itu menggambarkan perjuangan mereka yang telah terhenti karena telah gugur, namun perjuangan itu dapat terus dilanjutkan oleh seluruh masyarakat Indonesia yang masih hidup.

“Kalau dia lancip ke atas kan masih bisa diteruskan, jadi perjuangan dia sudah berakhir tapi cita-cita reformasi itu terus berlanjut. Jadi itu filosofis dari monumen ini,” kata Sofyan yang juga merupakan guide dari Ngopi di Jakarta.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com