Tag Archives: wisata

Rekomendasi Tempat Wisata di Malioboro: Museum Benteng Vredeburg



Yogyakarta

Berwisata di Malioboro tak sekadar belanja atau nongkrong. Traveler juga dapat belajar sejarah di Museum Benteng Vredeburg.

Museum Benteng Vredeburg berada di kawasan Malioboro atau tepatnya berada dekat Titik Nol Kilometer Yogyakarta. Museum ini berdiri kokoh di tengah hiruk pikuk Malioboro yang dipenuhi wisatawan tiap musim liburan.

Museum Benteng Vredeburg menyimpan koleksi berupa bangunan peninggalan Belanda serta diorama yang berisi kisah pembentukan negara Indonesia. Pada diorama-diorama itu traveler dapat mempelajari perjuangan bangsa Indonesia untuk merdeka, persiapan menuju kemerdekaan, kondisi pascakemerdekaan, hingga masa Orde Baru.


Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg. Foto: Putu Intan/detikcom

Sejarah ini dijelaskan dengan cara yang cukup menarik menggunakan patung, foto, dan lukisan. Selain itu terdapat fasilitas interaktif termasuk layanan audiovisual untuk membantu pengunjung mendapatkan pengetahuan.

Tak cuma mengenal sejarah, banyak juga pengunjung yang datang untuk berfoto. Benteng bersejarah itu memang memiliki arsitektur yang indah dan megah sehingga kerap diabadikan sebagai latar foto.

Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg. Foto: Putu Intan/detikcom

Jam Buka dan Harga Tiket

Museum Benteng Vredeburg buka Selasa-Minggu. Harga tiket bervariasi berdasarkan usia pengunjung. Berikut penjelasan lengkap mengenai jam buka dan harga tiket.

Jam Buka:

  • Selasa – Minggu : 07.30 – 16.00 WIB
Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg. Foto: Putu Intan/detikcom

Harga Tiket:

  • Wisatawan mancanegara : Rp 10.000
  • Wisatawan lokal
    – Dewasa perorangan : Rp 3.000
    – Dewasa rombongan : Rp 2.000
    – Anak-anak perorangan: Rp 2.000
    – Anak-anak rombongan : Rp 1.000

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

Yang Hijau-hijau di Jogja, Wisata Tepi Sawah di Geblek Pari Nanggulan



Yogyakarta

Traveler yang berencana menghabiskan Tahun Baru di Yogyakarta, coba deh mampir ke Kulon Progo. Di sana terdapat restoran tepi sawah yang menarik bernama Geblek Pari.

Geblek Pari belakangan ini viral di kalangan wisatawan pemburu pemandangan hijau. Restoran yang terletak di Nanggulan, Kulon Progo itu memang berdiri di pinggir sawah dan menawarkan nuansa pedesaan.

detikTravel sempat berkunjung ke Geblek Pari beberapa waktu lalu. Untuk menuju Geblek Pari, traveler harus melewati desa yang sempit. Namun perjuangan itu terbayar lunas dengan suasana asri di sana.


Restoran ini cukup luas. Daya tampungnya dapat mencapai 700 orang.

Geblek Pari di Kulonprogo, YogyakartaGeblek Pari di Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: Putu Intan/detikcom

Selain tempatnya yang nyaman, traveler juga dapat menikmati masakan tradisional khas desa Kulon Progo. Di sini, traveler tak perlu memesan makanan melainkan langsung mengambil nasi dan lauk di dapur.

Menu andalan di sini antara lain bronkos hingga oseng klompong. Jangan lupa juga untuk memesan geblek yang merupakan ikon Kulon Progo.

Geblek adalah makanan tradisional yang terbuat dari tepung tapioka dan bumbu bawang yang digoreng gurih. Geblek ini mirip dengan cireng di Jawa Barat.

Sebagai makanan khas Kulon Progo, geblek juga menginspirasi penamaan restoran ini. Koordinator Geblek Pari, Ardi, menjelaskan nama restoran itu memang mengangkat kekuatan geblek di Kulon Progo.

“Geblek makanan khas Kulon Progo seperti cireng. Pari itu padi. Jadi, Geblek Pari itu artinya makan geblek sambil lihat padi,” kata Ardi.

Geblek Pari di Kulonprogo, YogyakartaMakan dengan view sawah di Geblek Pari di Kulonprogo, Yogyakarta (Foto: Putu Intan/detikcom)

Nama ini sangat cocok karena traveler dapat menikmati makanan sambil menikmati hijaunya persawahan dan perbukitan di Nanggulan. Suasananya sungguh syahdu dan menenangkan.

Bila sudah kenyang, traveler juga dapat berkeliling sawah dengan menyewa kendaraan. Geblek Pari menyewakan skuter hingga ATV untuk digunakan pengunjung.

“Harga sewa ATV per jam Rp 100 ribu. Kalau skuter per jam Rp 30 ribu – 40 ribu,” ujar Ardi.

Geblek Pari di Kulonprogo, YogyakartaGeblek Pari di Kulonprogo, Yogyakarta. Foto: Putu Intan/detikcom

Sementara itu, traveler juga dapat belajar membatik di Geblek Pari. Untuk harganya bervariasi tergantung media untuk membatiknya. Untuk kipas harganya Rp 40 ribu, totebag Rp 40 ribu, dan kain Rp 25 ribu.

Betah singgah di Geblek Pari, traveler juga bisa menginap di homestay. Geblek Pari memiliki 2 homestay yang masing-masing dilengkapi 4 tempat tidur. Untuk harga sewa per malamnya adalah Rp 400 ribu.

Geblek Pari buka setiap hari dengan jam operasional Senin – Jumat pukul 08.00 – 20.00 WIB. Sedangkan Sabtu – Minggu pukul 07.00 – 20.00 WIB.

(pin/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Umbul Cantik di Klaten Ini Dulu Cuma Buat Tempat Cuci Mobil dan Truk



Klaten

Siapa yang menyangka, umbul cantik di Klaten yang banyak dikunjungi wisatawan ini dulunya cuma digunakan warga setempat buat mencuci mobil dan truk.

Di Klaten, Jawa Tengah ada banyak mata air atau umbul yang jadi destinasi wisata. Salah satunya adalah Umbul Susuhan.

Mata air alami ini berada di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten. Yang unik dari mata air ini adalah, dulunya hanya dimanfaatkan untuk mencuci kendaraan.


“Ya biasa dulu untuk mandi, cuci dan guyangan (cucian) kendaraan warga. Mata airnya ada dua,” ungkap Jamari (60), warga setempat, beberapa waktu lalu.

Diceritakan Jamari, Umbul Susuhan punya dua mata air, yaitu di Utara dan tengah. Dulunya ada dua pohon beringin besar tapi ambruk terkena angin.

“Ambruk kena angin, dulu pas mau Pilkades ingat saya. Tapi airnya juga tidak pernah kering meski pohonnya ambruk,” kata Jamari.

Sekretaris BUMdes Mahanani Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen, Bima Sakti Prasetya membenarkan dulunya umbul itu hanya untuk keperluan warga sekitar. Difungsikan untuk mandi, cuci dan mencuci kendaraan roda empat.

“Dulu untuk mandi, cuci, untuk cuci mobil, cuci truk. Jadi Umbul ini sudah ada sejak lama,” ungkap Bima kepada detikJateng di lokasi.

Menurut Bima, air dari Umbul Susuhan tidak pernah kering sepanjang tahun meski kemarau. Namun pada tahun 2019 silam, pohon beringin di sekitar mata air itu sempat ambruk terkena angin.

“Tumbang pohonnya sekitar akhir 2019, tidak pernah kering. Meskipun pohonnya tumbang,” kata Bima.

Bima menyatakan, saat ini jumlah pengunjung ke umbul itu sudah mulai pulih seperti sebelum pandemi. Di hari biasa bisa 200-300 orang tetapi jika akhir pekan atau liburan, bisa mendekati 1.000 orang.

“Weekend bisa 500 pengunjung tapi untuk liburan bisa sampai 1.000 orang. Di sini bukanya jam 05.00 WIB sampai 17.00 WIB,” ucap Bima.

Umbul SusuhanUmbul Susuhan Foto: Putri Ayu Sabrina/d’Traveler

Saat ini di Umbul Susuhan ada empat kolam. Terdiri dari kolam anak, dewasa, khusus wanita dan kolam mata air utama. Ke depan akan menambah beberapa fasilitas.

“Ke depan, rencana kita buat kolam terapi ikan. Saat ini untuk harga tiket hanya Rp 10.000, untuk balita gratis, untuk rombongan pelajar atau pesantren kita berikan diskon untuk pendidikan,” imbuh Bima.

Pengunjung asal Kecamatan Bayat, Saryono mengatakan dirinya sudah berkali-kali datang ke lokasi. Selain tiketnya murah juga paling dekat.

“Ya paling dekat untuk mata air alami. Di sini juga tidak terlalu ramai dan mudah karena di tepi jalan,” katanya.

Cara Menuju ke Umbul Susuhan

Umbul Susuhan memang tidak sulit dicari karena persis di tepi jalan Klaten – Boyolali. Dari Klaten kota hanya sekitar lima kilometer ke Utara arah Boyolali.

Tepat di sisi kiri jalan setelah Desa Gedaren, Kecamatan Jatinom bangunan Umbul Susuhan akan terlihat. Pengunjung tinggal parkir dan masuk setelah membayar harga tiket.

—–

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

10 Wisata Bogor Terbaru, Cocok untuk Liburan Akhir Tahun Bareng Bestie


Jakarta

Bogor memiliki banyak sekali tempat wisata seru, estetik, dan instagramable. Maka jangan heran, saat memasuki libur akhir tahun banyak wisatawan yang datang ke Bogor, khususnya warga Jakarta yang butuh healing.

Apabila kamu ingin menghabiskan waktu libur tahun baru bersama bestie, bisa banget nih untuk datang ke Bogor. Sebab, sudah semakin banyak destinasi wisata seru yang cocok bagi anak muda.

Penasaran, apa saja tempat wisata di Bogor yang cocok untuk liburan akhir tahun? Simak ulasannya dalam artikel ini.


Wisata Bogor Terbaru yang Pas untuk Liburan Akhir Tahun

Ada sejumlah tempat wisata yang terkenal di Bogor, sebut saja Kebun Raya Bogor hingga Taman Safari. Namun, masih ada sejumlah destinasi wisata lainnya yang patut dikunjungi.

Simak rekomendasi tempat wisata di Bogor terbaru yang telah detikTravel rangkum di bawah ini.

1. MiniMania Puncak

Lokasi: Jalan Raya Cibogo KM 72, Cipayung Datar, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rekomendasi tempat wisata yang pertama adalah MiniMania Puncak. Ada berbagai aktivitas seru yang bisa travelers lakukan di sini, mulai dari menyusuri sungai dengan kayak, bermain ATV, bermain panahan, hingga berfoto-foto di pohon sakura.

Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 30.000 per orang. Namun, jika detikers ingin mencoba berbagai wahana lainnya akan dikenakan tiket tambahan.

MiniMania Puncak buka setiap hari Senin-Jumat pukul 08.00-17.30 WIB dan Sabtu-Minggu pukul 07.00-18.00. Disarankan datang sejak pagi hari agar puas bermain seluruh wahana di MiniMania Puncak.

2. Pasir Angin Pas

Lokasi: Jalan Haji Sobari Raya, Pasir Angin, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pasir Angin Pas merupakan salah satu destinasi wisata baru di kawasan Puncak, Jawa Barat. Tempat ini sejatinya merupakan restoran, namun menyuguhkan pemandangan alam yang begitu indah.

Sebab, Pasir Angin Pas dikelilingi oleh hutan pinus yang rindang. Selain itu, kamu bisa menyantap makanan atau sekedar menyeruput kopi sambil menikmati pemandangan Gunung Salak.

Di tempat ini juga terdapat taman kelinci, sehingga travelers bisa memberi makan kelinci yang imut. Disediakan juga berbagai macam permainan papan untuk kamu yang ingin seru-seruan bareng sahabat.

3. Kebun Raya Bogor

Cara ke Kebun Raya Bogor naik KRL bisa dilakukan dari Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Bekasi, dan Stasiun Tangerang. Yuk, simak langkah-langkahnya di sini.Foto: Kebun Raya Bogor

Lokasi: Jalan Ir. H. Juanda No.13, Paledang, Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat.

Kebun Raya Bogor bisa menjadi pilihan alternatif apabila travelers hanya ingin sekadar jalan-jalan santai di Kota Hujan. Sebab, kamu bisa melakukan banyak aktivitas di sini, mulai dari piknik, bermain sepeda atau skuter listrik, hingga foto-foto di sejumlah spot yang instagramable.

Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 15.500 per orang (Senin-Jumat) dan Rp 25.500 per orang (Sabtu, Minggu, dan libur nasional). Bagi kalian yang membawa kendaraan pribadi dikenakan tarif sebesar Rp 5.000 (motor) dan Rp 50.000 (mobil).

4. Flower Garden Vimala Hills

Lokasi: Jalan Vimala Hills, Sukamahi, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rekomendasi tempat wisata selanjutnya adalah Flower Garden Vimala Hills. Tempat yang satu ini sempat viral di TikTok karena menyuguhkan tanaman bunga yang indah.

Di tempat ini, travelers akan menemukan sejumlah kawanan angsa yang sedang berenang di danau. Jangan lupa untuk membawa roti dari rumah agar bisa memberikan makan kepada angsa.

Tenang saja, detikers tidak dikenakan tiket masuk saat berkunjung ke Flower Garden Vimala Hills. Eits, jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan setelah memberi makan angsa.

5. Gunung Pancar

Lokasi: Kampung Ciburial, Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Tempat wisata yang satu ini tentu sudah tak asing di telinga masyarakat. Di Gunung Pancar, detikers bisa menikmati suasana alam yang sejuk sekaligus menenangkan pikiran.

Selain itu, travelers juga bisa melakukan kemping bersama teman-teman di Taman Wisata Alam Gunung Pancar.

Untuk biaya kemping di TWA Gunung Pancar dikenakan tarif Rp 100.000 per orang jika kamu membawa tenda sendiri. Apabila menyewa tenda dari pihak pengelola, dikenakan biaya Rp 200.000 per orang.

6. Agrowisata Gunung Mas

Agrowisata Gunung Mas, Puncak Bogor buka lagi mulai 1 Februari usai banjir bandang.Foto: M. Sholihin/detikTravel

Lokasi: Jalan Raya Puncak Gadog KM 87, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Agrowisata Gunung Mas menjadi salah satu destinasi wisata menarik di Bogor. Di tempat ini, kamu bisa melihat pemandangan kebun teh yang hijau disertai udara sejuk.

Wajar kalau tempat wisata ini selalu ramai dikunjungi wisatawan karena lokasinya yang tak jauh dari pusat kota. Selain itu, di Agrowisata Gunung Mas juga memiliki banyak spot foto yang bagus dan instagramable.

7. HeHa Waterfall

HeHa Waterfall BogorFoto: (dok HeHa Waterfall Bogor)

Lokasi: Jalan Kapten Harun Kabir, Cibeureum, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

HeHa Waterfall merupakan salah satu tempat wisata terbaru dan sedang viral di media sosial. Bagaimana tidak, tempat ini menyuguhkan air terjun buatan terbesar di Indonesia.

Sebenarnya, HeHa Waterfall merupakan tempat makan yang mengusung konsep semi outdoor. Selain menyantap makanan yang lezat, detikers juga bisa menikmati kopi hangat sambil mendengarkan live music.

Oh ya, pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp 25.000 per orang. Kalau ke sini, jangan lupa pakai outfit terbaik karena banyak spot foto instagramable.

8. Curug Seribu

keindahan Curug Seribu yang tersembunyi dibalik pepohonan.Foto: detik

Lokasi: Gunung Sari, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Bagi travelers yang ingin merasakan udara sejuk sambil bermain air, Curug Seribu wajib dikunjungi. Memang, kamu harus trekking sekitar 30 menit dari tempat parkir menuju curug, namun setibanya di lokasi rasa lelah langsung dibayar lunas.

Pemandangan yang indah serta udara sejuk membuat banyak wisatawan berkunjung ke Curug Seribu. Namun, tetap hati-hati selama di curug ya karena banyak bebatuan licin.

9. Nicole’s River Park

Lokasi: Jalan Raya Puncak Gadog, Cipayung Datar, Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Nicole’s River Park merupakan salah satu destinasi wisata baru di kawasan Puncak, Jawa Barat. Di tempat ini, travelers bisa mencoba banyak wahana seru, mulai dari cangkir berputar, jungkat-jungkit, hingga sky bike.

Oh ya, di tempat ini banyak sekali spot foto instagramable yang mengusung konsep kota miniatur dari berbagai negara. Jadi, travelers seolah-olah sedang berada di Jepang, Korea, hingga China.

Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 35.000 per orang (Senin-Jumat) dan Rp 40.000 per orang (Sabtu-Minggu, tanggal merah, dan hari libur).

Sebagai catatan, harga tiket masuk di atas hanya untuk memasuki kawasan Nicole’s River Park. Jika ingin mencoba berbagai wahana dikenakan biaya tambahan.

10. The Ranch Puncak

Lokasi: Jalan Raya Puncak Gadog KM 77, Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Rekomendasi tempat wisata di Bogor yang terakhir adalah The Ranch Puncak. Ada banyak wahana seru yang bisa kamu coba di sini bareng bestie, seperti bermain ATV, sepeda renteng, perahu goes, hingga menunggangi kuda poni yang menggemaskan.

Untuk harga tiket masuknya sebesar Rp 25.000 per orang. Nantinya, travelers akan mendapatkan satu cup susu atau bisa memilih voucher diskon Rp 20.000 yang bisa dipakai untuk belanja di restoran.

Apabila travelers ingin mencoba berbagai wahana di The Ranch Puncak, kamu harus merogoh kocek lagi sebesar Rp 25.000 sampai Rp 65.000, tergantung dari wahana yang ingin dinaiki.

Itu dia 10 tempat wisata di Bogor terbaru yang cocok untuk liburan akhir tahun bareng teman-teman. So, tertarik ingin berkunjung ke mana nih travelers?

(ilf/fds)



Sumber : travel.detik.com

Baron Techno Park, Wisata Edukasi Punya Jam Matahari



Gunungkidul

Gunungkidul memiliki wisata edukasi yang berada tidak jauh dari area wisata pantai, yaitu Baron Techno Park. Jaraknya hanya sekitar 10 menit perjalanan dari Pantai Baron.

Baron Techno Park merupakan kawasan pengembangan energi terbarukan, pengunjung bisa melihat solar panel, menara kincir angin, dan pembibitan tanaman. Tempat ini berdiri pada tahun 2009 dengan dana hibah dari NORAD Norwegia.

Meskipun telah cukup lama berdiri, kawasan wisata ini masih tergolong sepi pengunjung. Padahal untuk masuk ke sini pengunjung tidak akan dikenakan tiket masuk.


Baron Techno Park terletak di Kanigoro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Kawasan ini dibuka setiap hari Jam 09.00 – 17.00 WIB. Butuh waktu kurang lebih 1,5 jam untuk sampai ke sini jika berangkat dari pusat kota Jogja.

Daya tarik utama dari Baron Techno Park adalah Jam Matahari, kebanyakan pengunjung di sini datang untuk melihat monumen unik tersebut.

“Kan ini katanya tempat penelitian energi alternatif gitu ya tapi suka sih dibuka buat wisata juga, yang jelas bisa lihat Jam Mataharinya ini. Pemandangannya paling mantap daripada di pantai aja,” kata Darmi, pengunjung Baron Techno Park.

Saat masuk ke kawasan ini, akan ada petugas yang mengarahkan dan mengantar ke tempat Jam Matahari. Pengunjung harus berjalan sedikit di jalan setapak dan puluhan anak tangga untuk sampai di Jam Matahari.

Baron Techno Park, Gunungkidul, YogyakartaBaron Techno Park, Gunungkidul, Yogyakarta (Lintia Elsi)

Jam Matahari merupakan sebuah tugu yang dibangun miring dengan lingkaran jam yang bertuliskan angka Romawi. Untuk mengetahui jam, maka bisa melihat di angka berapa arah bayangan tugu terlihat.

Pada area Jam Matahari ini lah, pengunjung akan disuguhkan panorama laut biru membentang, ombak yang menabrak tebing karang, tumpukan batu-batu karang, dan pohon-pohon rimbun di sekitarnya.

Jam Matahari ini dikelilingi dengan pagar pendek dengan rerumputan hijau di sampingnya. Pengunjung juga bisa melihat menara kincir angin dan menara mercusuar Pantai Baron dari Jam Matahari ini.

Jam Matahari Baron Techno Park ini sangat cocok dikunjungi di sore hari, dengan menikmati hembusan angin sejuk dan sunset yang berpadu dengan ketenangan lautan luas.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Istimewa, Arsitektur Puri Agung Karangasem Padukan 3 Budaya



Karangasem

Puri Agung Karangasem memiliki keistimewaan pada arsitekturnya. Bangunan di Puri Agung Karangasem memadukan tiga budaya sekaligus. China, Eropa, dan Bali.

Anak Agung Made Kosalia, ketua badan pengelola Puri Agung Karangasem, menyebut Puri Agung Karangasem dahulu merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Karangasem. Dulu, area ini tertutup untuk warga, tetapi kini dibuka untuk umum.

Pembangunan Puri Agung Karangasem dirintis oleh Raja Karangasem ke XV yaitu Ida A.A. Gde Djelantik (Stederhouder I). Pada akhir abad ke XIX, pembangunan Puri Agung Karangasem dilanjutkan oleh Raja Karangasem terakhir yaitu bernama Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem (Stederhouder II).

Puri Agung Karangasem sebagai pusat pemerintahan Raja Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem adalah istana yang istimewa. Jika dilihat lebih jauh, ternyata Puri Agung Karangasem tak hanya mengusung konsep arsitektur Bali.

Anak Agung Made Kosalia menjelaskan bahwa arsitektur Puri Agung Karangasem memadukan 3 budaya sekaligus, yaitu budaya China, Eropa, dan Bali. Keunikan arsitektur Puri Agung Karangasem membuat destinasi sejarah ini sip banget untuk traveler yang sedang mencari destinasi instagramable.

Uniknya, ide perpaduan tiga budaya ini tercetus langsung dari sang raja.

“Untuk arsiteknya itu adalah raja yang terakhir yaitu Ida A.A. Agung Anglurah Ketut Karangasem. Dimana saat pengerjaan taman-tamannya, dibantu juga oleh arsitektur Belanda pada saat itu,” kata Kosalia.

Anak Agung Made Kosalia menjelaskan bahwa unsur China terlihat dari ukiran-ukiran pintu istana yang merupakan ukiran khas China. Relief yang digunakan mengangkat budaya Eropa, contohnya relief crown khas Eropa. Ornamen Bali terlihat pada motif ukiran, contohnya adalah Patung Boma.

“Bangunan-bangunan yang ada di sana, unsur Chinanya terlihat dari ukiran pintu istana, itu merupakan ukiran China, yang mengukir juga orang China pada saat itu. Relief yang ada di sana tampak ada unsur budaya Eropa, contohnya seperti crown, itu Eropa punya. Ornamen Bali juga ada, seperti motif ukiran patung Boma,” ujar Kosalia.

Kawasan Puri Agung Karangasem memiliki luas sekitar 4 hektar dan yang digunakan untuk bangunan puri sekitar 2 hektar. Hingga saat ini, struktur Puri Agung Karangasem masih utuh dan sama seperti aslinya.

“Untuk Puri Agung Karangasem sebagai pusat pemerintahan kerajaan pada saat itu, jika dilihat dari arsitektur bangunan puri, Puri Agung Karangasem merupakan sebuah peninggalan kerajaan yang strukturnya masih utuh sampai sekarang,” ujar Kosalia.

Di satu destinasi bisa lihat tiga budaya sekaligus, unik banget! Puri Agung Karangasem tak hanya unik tapi juga estetik dan instagramable. Sip banget untuk jadi spot foto.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

15 Wisata di Indonesia dengan Pemandangan Alam yang Indah


Jakarta

Menjalani aktivitas sehari-hari memang terasa cukup melelahkan. Sebab itu, sebagian orang mungkin akan memilih bepergian ke tempat yang indah untuk melepas penat dan stres.

Melihat pemandangan alam yang indah ternyata dapat memberikan manfaat yang baik bagi kesehatan mental dan fisik. Di Indonesia ada banyak sekali objek wisata dengan pemandangan indah yang bisa kamu kunjungi, berikut contohnya

Wisata di Indonesia dengan Pemandangan Alam yang Indah

Objek wisata dengan pemandangan alam yang indah antara lain berupa gunung, laut, pulau dan pedesaan. Berikut rekomendasinya.


A. Wisata Gunung

1. Gunung Bromo

Siapa yang tidak mengenal Gunung Bromo? Gunung ini terkenal dengan pemandangan alam yang indah. Biasanya, pemandangan matahari terbit begitu sangat dinantikan oleh pengunjung.

Selain itu, kamu juga dapat menjumpai pemandangan yang indah di sekitar kawah Gunung Bromo. Bukit Teletubbies dan padang savana juga menjadi objek yang begitu ikonik di mata pengunjung.

Lokasi: Kawasan Taman Nasional Bromo Semeru Tengger. Lokasi ini berada di tengah-tengah 4 wilayah kabupaten di Jawa Timur, yakni Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo.

2. Gunung Rinjani

Gunung yang terletak di Pulau Lombok ini menjadi salah satu destinasi wisata favorit masyarakat Indonesia. Gunung Rinjani menawarkan banyak objek pemandangan alam yang indah, seperti padang savana yang ditumbuhi bunga edelweiss. Di sini, kamu juga dapat menikmati pemandangan Danau Segara Anak dan sunrise yang menakjubkan.

Lokasi: Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

3. Puncak Jaya Wijaya

Jika kamu bosan dengan pemandangan yang itu-itu saja, cobalah untuk mengunjungi Puncak Jaya Wijaya. Pasalnya, gunung ini punya pemandangan alam yang indah berupa salju.

Puncak Jaya Wijaya merupakan gunung tertinggi di Indonesia, sehingga diperlukan perjuangan yang keras untuk mencapai puncaknya. Namun, usaha tersebut akan terbayar ketika melihat pemandangan indah yang disuguhkan.

Lokasi: Tembagapura, Kec. Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua.

4. Gunung Kelimutu

Gunung yang terletak di Pulau Flores ini dikenal akan pemandangannya yang eksotis. Mengutip dari Wonderful Indonesia, Gunung Kelimutu memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau tersebut dikenal dengan nama Danau Tiga Warna lantaran memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Meski begitu, warna-warna tersebut dapat berubah sewaktu-waktu.

Lokasi: Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

B. Wisata Laut

1. Pantai Pandawa

Pantai Pandawa menjadi magnet yang berhasil menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara karena pemandangan alamnya yang indah. Hamparan pasir putih bersih beserta deburan ombak yang tenang, menjadikannya sebagai objek wisata yang sangat pas untuk menjernihkan pikiran.

Lokasi: Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali.

2. Pantai Waiwo Raja Ampat

Pantai satu ini tak perlu diragukan lagi keindahannya lantaran sudah tersohor di kalangan wisatawan dunia. Bagi kamu yang senang menikmati keindahan bawah laut dengan menyelam, Raja Ampat menjadi pilihan yang tepat. Daerah Raja Ampat juga punya makanan khas yang unik berupa ulat sagu bakar, cacing laut, dan papeda dengan tekstur lengketnya.

Lokasi: Dikutip dari Indonesia Travel, Pantai Waiwo berada di Pulau Waigeo, yakni pulau terbesar di Raja Ampat.

3. Pantai Pink

Pantai yang terletak di Pulau Komodo ini menyuguhkan pemandangan alam yang indah. Bagaimana tidak, hamparan pasirnya yang berwarna pink sangat menarik dipandang mata. Uniknya, pantai ini termasuk salah satu dari tujuh pantai di dunia yang memiliki pasir berwarna pink. Selain itu, air laut di pantai Pink juga sangat jernih.

Lokasi: Dusun Temeak, Desa Serewe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

4. Pantai Derawan

Di Kalimantan Timur, terdapat sebuah pantai dengan pemandangan alam yang indah dan tak kalah cantik dari pantai-pantai lainnya. Pantai tersebut bernama Pantai Derawan. Pemandangan pasir putih dengan air laut birunya menjadi daya tarik tersendiri. Snorkeling bisa jadi aktivitas yang bisa kamu lakukan di sini.

Lokasi: Jl. Pulau Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

C. Wisata Pulau

1. Pulau Pahawang

Pulau Pahawang terletak di daerah Lampung. Pulau ini menyuguhkan spot snorkeling cantik dengan pemandangan bawah laut yang indah. Tak cuma itu, hamparan pasir putih yang membentang luas dapat menyegarkan pikiran yang lelah.

Lokasi: Kawasan Teluk Lampung, Kecamatan Punduh Pidada, Kabupaten Pesawaran, Lampung.

2. Kepulauan Karimunjawa

Dikutip dari situs Pariwisata Provinsi Jawa Tengah, Taman Nasional Karimunjawa terletak sekitar 45 mil laut dari Jepara dan 80 mil laut dari Semarang. Kepulauan Karimunjawa menawarkan pengalaman berlibur dengan pemandangan alam yang indah. Di sini, kamu bisa menikmati pemandangan pasir putih hingga hutan bakau dengan keanekaragaman fauna.

Lokasi: Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

3. Pulau Saumlaki

Pulau yang terletak di wilayah Maluku ini berhasil menarik perhatian wisatawan mancanegara, seperti Australia, Timor Leste, hingga Amerika Serikat. Pulau Saumlaki menawarkan keindahan berupa wisata pantai berpasir putih dengan lautan berwarna biru. Biasanya, Pantai Sembunyi menjadi tujuan favorit di Pulau ini.

Lokasi: Olilit, Tanimbar Sel., Kab. Kepulauan Tanimbar, Maluku.

4. Pulau Mentawai

Di Sumatra Barat maka kamu tidak boleh melewatkan wisata di Pulau Mentawai. Pulau ini terkenal dengan deburan ombaknya yang menjadi favorit para peselancar. Selain itu, ada pula hidangan ikan kerapu yang sangat ikonik di Pulau Mentawai.

Lokasi: Kabupaten Kepulauan Mentawai, Pulau Mentawai, Sumatra Barat.

D. Wisata Pedesaan

1. Desa Pujon Kidul

Desa wisata ini terletak di Kecamatan Pujon, tepatnya sekitar 30 meter dari pusat kota Malang. Lokasinya berada di dataran tinggi, sehingga memiliki pemandangan alam yang indah serta hawa yang sejuk dan asri. Mengutip situs Kemenparekraf, Desa Pujon Kidul mengandalkan kelestarian alam sebagai konsep sustainable tourism.

Lokasi: Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

2. Desa Ponggok

Di Desa Ponggok wisatawan bisa snorkeling, berenang, latihan hingga berfoto selfie di bawah air. Biasanya destinasi favorit di desa ini adalah Umbul Ponggok. Tempat ini memiliki empat sumber mata air yang begitu menarik untuk dikunjungi antara lain Umbul Besuki, Umbul Sigedang, Umbul Kapilaler, dan Umbul Cokro.

Lokasi: Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.

3. Desa Umbulharjo

Desa Umbulharjo merupakan desa wisata dengan pemandangan alam yang indah berupa budidaya ikan nila. Selain bermanfaat untuk menarik wisatawan, budidaya nila juga memberikan manfaat besar bagi ketahanan pangan desa tersebut.

Lokasi: Desa Umbulharjo, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Nah, itu dia 15 wisata di Indonesia dengan pemandangan alam yang indah. Kamu tertarik mengunjungi yang mana, nih?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Gua Maria Tritis, Wisata Religi dengan Stalaktit yang Memukau



Gunungkidul

Selain pantai, Gunungkidul juga memiliki wisata gua yang menawan. Namanya Gua Maria Tritis.

Gua Maria Tritis berada di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. Gua Maria Tritis berada tidak jauh dari area Pantai Kukup, berjarak sekitar 15 menit perjalanan. Jika berangkat dari pusat kota Jogja maka akan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

Dulu, gua ini kerap menjadi tempat persinggahan pangeran dari Kerajaan Mataram. Kemudian, pada 1974 baru dikenal oleh umat Katolik setelah digunakan sebagai tempat Ekaristi Natal.


Nama ‘Tritis’ diambil dari air yang terus menetes dari stalaktit di langit-langit gua. Lalu ditambah dengan ‘Maria’ setelah gua ini mulai sering digunakan sebagai tempat peziarahan umat Katolik.

Gua ini terletak di kawasan perbukitan karst Gunungkidul. Saat memasuki kawasan gua, pengunjung akan diminta untuk memarkirkan kendaraan di tempat parkir yang berada di seberang toilet dan pondok Emmaus.

Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (Lintia Elsi)

Kemudian, pengunjung harus berjalan melewati jalan setapak yang menurun untuk sampai di depan gua. Di sini ada bangunan kantor pengurus dan toilet. Suasananya masih sangat asri dengan pohon-pohon rindang di sekitarnya.

Stalaktit dan stalagmit menghiasi bagian dalam gua, tempat duduk kayu untuk berdoa tersusun rapi di tengah-tengahnya. Terdapat patung Maria di salah satu sudut gua, juga patung Yesus di sudut lainnya.

Gua ini juga tampak indah dengan tanaman hijau alami di sisi-sisinya, jalan batu di depan, dan pagar yang membatasi area gua dengan lubang besar di sampingnya.

Pengunjung juga bisa mencoba menaiki jalanan menanjak untuk sampai ke puncak kawasan ini yaitu Bukit Golgota. Bukit ini merupakan bukit batu dengan tiga salib di atasnya.

Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.Gua Maria Tritis di Jalan Sapo Sari, Dusun Bulu, Paliyan, Gunung Dowo, Giring, Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta. (Lintia Elsi)

Tidak jauh dari Bukit Golgota terdapat stasi ke-14 di mana menjadi tempat Yesus dimakamkan. Dari atas sini pengunjung bisa langsung berjalan lurus hingga tembus ke area parkiran awal.

Saat detikTravel mengunjungi Gua Maria Tritis, gua ini tampak cukup sepi dan tenang.

“Biasanya pagi itu lumayan rame, kalau mau Natal agak sepi karena kan banyak yang pulang kampung, nanti tahun baru rame lagi,” kata seorang petugas kebersihan Gua Maria Tritis.

Gua Maria Tritis ini bisa dikunjungi siapa saja, tidak terbatas pada umat Katolik saja. Tidak ada biaya masuk yang ditetapkan, pengunjung bisa membayar di kotak yang terletak dekat tempat parkir seikhlasnya.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Megah! Museum Batik Pekalongan, Dulu Kantor Pabrik Gula Belanda



Jakarta

Museum Batik Pekalongan menempati bangunan peninggalan Belanda. Dulu, bangunan megah itu adalah kantor pabrik gula.

Museum Batik Pekalongan diresmikan pada 12 Juli 2006. Sebelumnya, bangunan yang ditempati museum ini sempat berganti-ganti fungsi.

Menurut penuturan edukator Museum Batik Pekalongan, Denny, pada mulanya bangunan museum ini digunakan sebagai kantor keuangan pabrik gula di keresidenan Pekalongan. Gedung itu diperkirakan dibangun antara 1906 hingga 1924.


“Pernah juga dijadikan balai kota Pekalongan, tempat berkantornya wali kota. Pernah juga dijadikan beberapa kantor instansi pemerintah sebelum jadi museum,” kata Denny.

Meski telah berusia ratusan tahun, bangunan yang ditempati museum ini masih kokoh. Keaslian bangunan juga tetap dipertahankan.

“Sebagian besar orisinil. Untuk renovasi hanya pengecatan tapi secara struktur masih asli,” ujarnya.

Nuansa Belanda memang kental terasa di Museum Batik Pekalongan. Pilar-pilar tinggi besar, dinding batu, hingga ubin abu-abu seolah menjadi napak tilas pendudukan Belanda di masa lampau.

Selain mengagumi kemegahan bangunan peninggalan Belanda, traveler tentunya dapat belajar mengenai batik di Museum Batik Pekalongan. Museum ini menyimpan hampir 1200 koleksi batik dari berbagai daerah di Indonesia dan dunia.

Di sana terdapat 3 ruang pamer, ruang workshop, ruang audiovisual, aula, dan ruang dekranasda yang menjual kain-kain batik.

Traveler yang penasaran dapat berkunjung ke Museum Batik Pekalongan yang terletak di Jalan Jetayu Nomor 3, Panjang Wetan, Pekalongan Utara. Museum ini buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 15.00 WIB.

Harga tiketnya adalah Rp 5 ribu untuk dewasa, Rp 2 ribu untuk anak-anak dan pelajar, dan Rp 10 ribu untuk turis mancanegara.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com

Menapaki Kampung Batik Kauman yang Legendaris di Pekalongan



Pekalongan

Dikenal sebagai Kota Batik, Pekalongan memiliki sejumlah kampung batik yang eksis dari generasi ke generasi. Salah satunya Kampung Batik Kauman yang legendaris.

Terletak di pusat Kota Pekalongan, tak sulit menemukan Kampung Batik Kauman. detikTravel sempat berkunjung ke Kampung Batik Kauman beberapa waktu lalu dan langsung terbius nuansa vintage di sana.

Mengutip dari situs Pariwisata Kota Pekalongan, Kampung Batik Kauman sejatinya sudah eksis sejak lama. Di sana terdapat sejumlah bangunan kuno seperti Masjid Jami yang didirikan tahun 1852, juga rumah-rumah lawas yang menjadi tempat tinggal para perajin batik.


Kampung Batik Kauman Pekalongan.Omah Lawang Songo di Kampung Batik Kauman. Foto: Disporapar Jateng

Bersama dengan salah satu pemilik usaha batik di sana, M. Fauzi Hidayat, detikTravel sempat diajak masuk ke Omah Lawang Songo yang menjadi ikon Kampung Batik Kauman.

Sama seperti namanya, Omah Lawang Songo memiliki 9 pintu. Pintu-pintu ini tersebar di bagian depan (3), bagian tengah (3), bagian tengah sisi kanan dan kiri (2), dan 1 pintu belakang.

Omah Lawang Songo merupakan peninggalan bersejarah yang menunjukkan arsitektur lintas budaya yakni Jawa, Arab, Eropa, dan China.

Kampung Batik Kauman di PekalonganPerajin batik di Kampung Batik Kauman Pekalongan. Foto: Ari Saputra/detikcom

Pada 2018, Omah Lawang Songo digunakan sebagai Omah Kreatif. Fauzi bercerita, Omah Kreatif dibentuk sebagai wadah pengembangan kreativitas perajin dan pedagang batik di Kampung Batik Kauman. Di sana ada workshop dan showroom bersama. Sayangnya, sejak pandemi COVID-19, rumah itu dibiarkan kosong.

detikTravel kemudian diajak untuk melihat workshop batik milik Fauzi yang letaknya tak jauh dari Omah Kreatif. Di sanalah proses membatik, mulai dari mencanting, mewarna, meluluhkan lilin, hingga mengeringkan batik dilakukan.

“Batik ini sudah tiga generasi,” kata Fauzi.

Kampung Batik Kauman di PekalonganPerajin batik di Kampung Batik Kauman Pekalongan. Foto: Ari Saputra/detikcom

Dia melanjutkan usaha batik dari kakek dan orang tuanya. Bagi Fauzi, membuat batik bukan sekadar bisnis atau menyalurkan hasrat berkesenian. Lebih dari itu, Fauzi merasa memiliki tanggung jawab sosial dan budaya.

“Kita punya semacam tanggung jawab meneruskan warisan dari leluhur kita. Sayang banget kalau yang ditinggalkan leluhur itu tidak dilanjutkan. Itu akan menjadi kesalahan generasi berikutnya,” ujarnya.

Kendati usaha batiknya masih berjalan, Fauzi memiliki kekhawatiran terhadap kelestarian batik Pekalongan. Terutama di Kampung Batik Kauman, tidak ada anak muda yang tertarik menjadi perajin batik.

Anak-anak muda di sana lebih tertarik untuk bekerja ke kota lain. Saat ini, bekerja di pabrik rokok dianggap lebih menjanjikan daripada membuat batik.

“Mudah-mudahan terutama generasi muda, saya harap lebih mencintai batik, ikut punya keinginan dan tanggung jawab meneruskan heritage leluhur. Jadi batik tetap lestari sampai nggak ada endingnya,” ujar dia.

(pin/fem)



Sumber : travel.detik.com