Jasmine Park, Pesona Lengkap Wisata Alam dan Cafe di Tengah Kota Tangerang


Jakarta

Jasmine Park menjadi rekomendasi wisata baru yang murah dan lengkap di Kota Tangerang. Tempat rekreasi ini mengadopsi cafe dan resto yang dilengkapi peternakan mini untuk belajar anak.

Sesuai dengan branding yang dibawa pada bioakun Instagramnya @jasmineparkind, Jasmine Park optimis untuk membawa pengunjung menikmati keindahan alam dan makanan lezat di tengah kota. Suasana alam yang ditawarkan pun tidak main-main mulai dari pepohonan rindang hingga kolam hijau yang memanjakan mata.

Disini anak-anak diajak untuk belajar lebih dekat dengan hewan dan tumbuhan yang ada di sekitar. Tersedia berbagai paket edukasi yang dijamin menyenangkan untuk anak dan tidak membosankan bagi orang tua karena nyamannya fasilitas yang disediakan.


Jasmine Park: Tiket, Jam Buka, dan Rute

Dikutip dari salah satu laman travel, tempat wisata yang telah berjalan satu tahun ini terbilang sangat cukup murah. Bahkan pada awalnya mereka memberlakukan tiket gratis dan telah berubah per Januari 2024 kemarin.

1. Harga Tiket dan Jam Operasional

Jasmine Park buka setiap hari sejak pukul 09.00 WIB-19.00 WIB dengan harga tiket sebagai berikut:

Tiket Masuk: Rp 20.000/orang (donasi makanan satwa)

Paket Field Trip A: Rp 45.000 (field trip, feeding, snack)

Paket Field Trip B: Rp 60.000 (field trip, feeding, bento rice)

Harga Buffet Paket Makanan Untuk Rombongan

  • Paket 1: Rp 65.000/ orang
  • Paket 2: Rp 75.000/ orang
  • Paket 3: Rp 120.000/ orang
  • Paket 4: Rp 155.000/orang.

Rute Lokasi

Jasmine Park terletak di Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, Jawa Barat. Terletak 35 km dari pusat Kota Jakarta, Jasmine Park cocok menjadi pilihan liburan keluarga. Hanya dalam waktu 1,5 jam, detikers dapat menikmati wisata alam yang menyenangkan.

Tidak perlu takut apabila wisatawan datang menggunakan kendaraan umum, sebab destinasi ini dapat diakses dengan KRL. Jika dari arah Jakarta, silahkan naik KRL Stasiun Tanah Abang tujuan Rangkasbitung dan turun di stasiun Cicayur. Perjalanan akan lebih cepat dan hemat dengan menggunakan ojek online selama kurang lebih 5 menit.

Selain itu, di sekitar Jasmine Park juga terdapat beberapa destinasi wisata alam dan edukasi lain yaitu.

  • Akaruku Hydro Farm & Cafe
  • Danau Jabon Cisauk Tangerang
  • Jabon Drop Zone (Taman Bersepeda).

Daya Tarik dan Fasilitas Jasmine Park

Jasmine Park sebagai wisata edukasi dan alam memberikan wilayah yang luas dan lapang bagi flora dan fauna sekitar 3 hektar. Namun tidak perlu takut jika terkena panas terik matahari, sebab terdapat pilihan arena indoor maupun outdoor yang bisa dinikmati oleh pengunjung.

Daya tarik utama yang pasti diberikan oleh wisata di Cisauk ini yaitu keindahan alamnya. Sebagai warga kota yang minim dengan daerah lapang dan hijau, destinasi ini tidak pernah sepi pengunjung dengan daya tarik yang dimilikinya yaitu.

Daya Tarik Wisata Jasmine Park

1. Taman Indah dan Sejuk

Di sepanjang lokasi wisata, detikers akan dimanjakan dengan tanaman hijau yang tertata rapi dari ujung ke ujung. Pengunjung akan diajak untuk melewati jalan setapak yang menyejukkan di tengah kawasan industri gersang di Tangerang.

Sisi kanan dan kiri dipenuhi oleh tanaman hias dan pohon yang banyak dihinggapi burung berwarna-warni. Untuk masuk ke area taman, wisatawan akan melewati jembatan dengan dekorasi menarik yang cocok untuk spot foto pribadi maupun bersama keluarga.

2. Taman Hewan Mini

Di bawah jembatan menuju taman, terdapat kebun binatang mini yang mengoleksi beberapa jenis unggas, reptil, maupun mamalia. Hewan-hewan tersebut diantaranya yaitu merak, aneka unggas, kura-kura, iguana, landak, rakun, hingga spesies albino dari rakun dan merak.

Keseluruhan hewan tersebut cukup jinak dan selalu diawasi oleh para penjaga. Anak-anak diperbolehkan berinteraksi dan memberi makan berdasarkan paket yang dibeli sebelumnya.

3. Kafe dan Restoran

Wisata utama yang menjadi daya tarik Jasmine Park adalah pada fasilitas lengkap kulinernya. Setelah melewati jembatan penghubung taman, detikers akan menemui cafe dan restoran berikut di sektor indoor maupun outdoor.

Meskipun hanya sekelas fasilitas di taman rekreasi, makanan yang disajikan disini sangat beragam. Mulai dari menu lokal, western, hingga Asia dapat dinikmati mulai dari harga 13 ribuan saja lengkap dengan berbagai pilihan coffee hingga dessert.

Pemandangan cafe dan restoran ini tidak kalah indah karena menghadap hamparan hijau dan kolam luas yang asri dan menyejukkan pikiran dari padatnya aktivitas sehari-hari.

Fasilitas Yang Tersedia

  • Area Parkir
  • Mushola
  • Cafe dan Restoran
  • Taman Hewan
  • Spot Foto.

Aktivitas Menarik di Jasmine Park

Sebagai bentuk perlindungan ekstra pada kesehatan hewan di dalamnya, para pengunjung dilarang untuk membawa makanan dan minuman dari luar. Detikers dapat melakukan berbagai aktivitas menarik dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di Jasmine Park yaitu:

  • Memberi makan hewan.
  • Menanam pohon bersama.
  • Berfoto dan selfie ria dengan hewan.
  • Berjalan kaki dan merilekskan pikiran.
  • Makan dan minum dengan view menyegarkan yaitu taman hijau.

Demikian informasi lengkap mengenai taman rekreasi dan kuliner di Cisauk yaitu Jasmine Park. Pastikan untuk menggunakan alas kaki dan pakaian yang nyaman karena area wisata yang sangat luas. Detikers juga bisa mempersiapkan payung sebagai antisipasi apabila terjadi hujan.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

10 Pesona Bukit Teletubbies di Indonesia, Ada di Sumatra hingga Papua


Jakarta

Bukit Teletubbies adalah sebutan bagi area perbukitan hijau yang lucu dan unik, hingga mirip seperti di tayangan televisi yang sama. Indonesia ternyata punya bentang alam tersebut hingga disebut Bukit Teletubbies.

Rumput hijau dan bunga cantik akan memanjakan mata setiap pengunjung yang data. Dikutip dari berbagai laman pariwisata daerah, berikut beberapa bukit di Indonesia yang punya sebutan Bukit Teletubbies.

10 Bukit Teletubbies di Indonesia

Berbagai penampang alam mirip Bukit Teletubbies yang tersebar di Sumatra hingga Jawa


1. Bukit Rimpi di Kalimantan Selatan

Bukit Rimpi disebut sebagai Bukit Teletubbies karena gundukannya yang menjulang mirip di serial filmnya. Area ini menyuguhkan padang savana hijau yang dilengkapi rumput hijau dan menyegarkan. Pemandangan semakin indah dan lengkap dengan gerombolan hewan ternak yang dilepaskan mirip seperti di New Zealand. Detikers disarankan datang di pagi hari untuk menikmati suasana sunrise yang tidak bisa ditemukan di wilayah lain.

  • HTM: Rp 10.000/orang (parkir motor: Rp 5.000 dan parkir mobil Rp 10.000)
  • Jam Buka: 08.00-17.00 WITA (setiap hari kecuali Jumat karena libur)
  • Lokasi: Tampang Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, GMK barat, Tampang, Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan (berjarak 65 km dari Banjarmasin selama 2 jam dengan kendaraan bermotor).

2. Bukit Ollon (Tappion Buakayu) di Tana Toraja

Selain dikenal sebagai kota yang kental akan budaya, Tana Toraja juga memiliki destinasi bentang alam luas yang disebut Bukit Teletubbies. Padang rumput hijau ini tampak seperti permadani yang dialiri sungai pada bagian tengahnya. Aktivitas santai seperti berkemah sangat cocok untuk menikmati atmosfer pedesaan yang asri lengkap dengan kicauan burung di pagi hari.

  • HTM: Gratis
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Buakayu, Kecamatan Bonggakaradeng, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan (berjarak 40 km dari Ibukota Kabupaten selama 1,5 jam menggunakan mobil).

3. Bukit Gunung Prau di Wonosobo

Bukit ini sebenarnya adalah puncak dari Gunung Prau yang berada di ketinggian 2565 meter di atas permukaan laut. Ketika musim hujan, Bukit Teletubbies ini diselimuti oleh rerumputan hijau yang segar. Sedangkan di musim kemarau akan tumbuh bunga kecil berwarna putih dan pink yang memanjakan mata. Hanya butuh 4-5 jam untuk mencapai puncak melalui Patak Banteng Village atau Dieng Desa.

  • HTM: Rp 15.000/orang
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Bakulan, Bringinsari, Sukorejo, Kendal Regency, Central Java (berjarak 26,4 km dari Kota Wonosobo selama 1 jam menggunakan mobil).

4. Bukit Bluhbuh (Bukit Pohon Gamal) di Bali

Bukit Bluhbuh adalah salah satu wisata populer di Nusa Penida yang dikenal sebagai Teletubbies Hill. Masyarakat lokal sering menyebut hamparan hijau ini dengan Bukit Pohon Gamal karena tumbuhannya yang sering dimanfaatkan untuk pakan ternak. Fenomena unik di bukit ini adalah permukaan atasnya yang hanya diselimuti tanah setebal 50 cm dan sisanya berupa rumput hijau yang cantik.

  • HTM: Rp 10.000/orang
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari kecuali Hari Nyepi)
  • Lokasi: Kabupaten Klungkung, Tanglad, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Bali (25 km dari Dermaga Ketampi selama 37 menit dengan mobil atau motor).

5. Bukit Teletubbies Bromo di Probolinggo

Bukit ini berada di dekat area padang Savana Bromo yang menyerupai rumah di kartun Teletubbies. Hamparan rumput hijau dengan pemandangan indah khas Taman Nasional Tengger Semeru membuat siapapun terpukau. Detikers dapat berkuda, berkeliling dengan Jeep dan motor trail, maupun mengabadikan momen bersama keluarga dengan fasilitas yang ditawarkan.

  • HTM: Rp 29.000 (Weekday) dan Rp 34.000 (Weekend)
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Gedong, Sariwani, Kec. Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (dapat ditempuh via Malang Kota, Cemoro Lawang Probolinggo, atau Desa Wonokitri Pasuruan menggunakan mobil dan Jeep untuk melanjutkan ke savana).

6. Bukit Golo Lemes di Labuan Bajo

Bukit Teletubbies yang berada di Labuan Bajo ini menjadi daftar tambahan destinasi pengunjung ketika datang ke sini. Gundukan bukit yang hijau dengan ilalang dan savana yang luas mengingatkan suasana di film Teletubbies. Detikers dapat menikmati sunrise maupun sunset dengan beberapa hewan peliharaan seperti sapi dan kuda yang dilepaskan di savana.

  • HTM: Gratis
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Kampung Lemes, Desa Macang Tanggar, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (berjarak 15 menit dari Kota Labuan Bajo menggunakan motor atau mobil).

7. Bukit Teletubbies di Batu

Daerah Batu tidak pernah habis untuk menawarkan spot wisata alam terbaru yang menyegarkan. Bukit Teletubbies ini memberikan pemandangan savana hijau yang luas yang menghadap langsung ke Gunung Kelud. Aktivitas menarik seperti piknik hingga sakral seperti foto prewedding bisa dilakukan disini.

  • HTM: Gratis
  • Jam Buka: 07.00-17.00 WIB
  • Lokasi: Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur (4 km dari Alun-Alun Kota Wisata Batu selama 9 menit menggunakan mobil atau motor).

8. Bukit Teletubbies di Blitar

Apabila detikers ingin merasakan nuansa nyata di film Teletubbies, rupanya bukit di Blitar ini adalah jawabannya. Terdapat berbagai spot instagrammable beserta keempat tokoh Teletubbies yang tersedia untuk mewarnai hasil foto pengunjung. Tidak hanya itu, wisatawan juga disuguhkan pemandangan bunga warna-warni dan hamparan rumput hijau yang menyegarkan mata.

  • HTM: Rp 10.000/orang
  • Jam Buka: 08.00-17.00 WIB (setiap hari, khusus weekend jam 09.00-10.00 WIB ada Teletubbies)
  • Lokasi: Gambaranyar, Sumberasri, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur (20 km dari Alun-Alun Kota Blitar yang ditempuh selama 45 menit menggunakan motor atau mobil).

9. Bukit Tungku Wiri di Jayapura

Papua menjadi salah satu daerah dengan destinasi alam terlengkap dari gunung, bukit, hingga keindahan lautnya. Bukit Teletubbies di Jayapura ini berada di Pegunungan Cycloop yang dipenuhi dengan rumput hijau. Wisata alam ini bersebelahan dengan Danau Sentani yang dapat dinikmati keindahannya dengan berjalan kaki di jalan setapak dan bersantai di pondok-pondok sekitar bukit.

  • HTM: Gratis
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Kampung Doyo Lama, tepatnya Distrik Waibu, Jayapura Papua (30 menit dari Kota Sentani menggunakan motor atau mobil).

10. Bukit Teletubbies Luwuk di Sulawesi Tengah

Keindahan alam di Kabupaten Banggai tampak hijau dengan destinasi perbukitan yang memanjakan mata. Bukit Teletubbies Luwuk adalah surga bagi para penduduk kota yang ingin menikmati udara bersih dan suasana tenang untuk menjernihkan pikiran. Wisatawan dapat menikmati pemandangan hewan gembala yang dibiarkan lepas di area perbukitan.

  • HTM: Gratis
  • Jam Buka: 24 Jam (setiap hari)
  • Lokasi: Bungin, Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah (berjarak 12 km dari Kota Luwuk selama 1 jam dengan kendaraan bermotor).

Demikian Bukit Teletubbies yang tersebar di seluruh Indonesia dengan tiket masuk yang murah. Meskipun gratis, detikers tetap harus menjaga kebersihan dari sampah yang dibawa. Hal ini sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kelestarian alam di negara tercinta ini.

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

Tiket, Jam Buka, Lokasi, dan Pesona Wisata Sejarah


Jakarta

Bunker Kaliadem adalah wisata ikonik Jogja yang menyimpan sejarah mistis erupsi Gunung Merapi 2006. Awalnya tempat ini merupakan bangunan bawah tanah untuk berlindung ketika letusan terjadi.

Cerita misteri tewasnya dua relawan yang terjebak di dalam bunker tidak semata-mata membuat wisata ini sepi pengunjung. Sebab disini pengunjung dapat menikmati sejuknya suasana dan pemandangan khas kaki Gunung Merapi.

Meskipun Bunker Kaliadem telah terkubur material vulkanik sejak tahun 2010, banyak wisatawan yang datang untuk menelusuri wilayah tersebut. Terdapat berbagai kegiatan seru yang bisa dilakukan bersama keluarga ketika berkunjung di DIY.


Bunker Kaliadem: Tiket, Jam Buka, Rute

Bunker Kaliadem terkenal dengan pemandangan hijau dan langit yang cerah di siang hari. Destinasi ini dapat menjadi tempat rekreasi sekaligus belajar tentang sejarah bunker Merapi melalui prasasti yang terletak di depan pintu bunker.

Setelah tertimbun dan hanya tersisa beberapa bagian saja, Bunker Kaliadem Merapi hanya menyediakan camping ground dan jasa foto saja. Namun seiring berjalannya waktu terdapat berbagai aktivitas menarik lainnya yang dibanderol dengan tiket murah, yaitu.

Harga Tiket

  • Tiket Masuk: Rp 10.000/ orang
  • Tiket Parkir Motor: Rp 5.000
  • Tiket Parkir Mobil: Rp 10.000
  • Ojek Motor: Rp 20.000
  • Sewa Motor Trail: Rp 50.000
  • Paket Lava Tour Jeep (Short Route): Rp 400.000/ 5 orang
  • Paket Lava Tour Jeep (Medium Route): Rp 450.000/ 5 orang
  • Paket Lava Tour Jeep (Long Route): Rp 550.000 – Rp 600.000/ 5 orang.

Jam Operasional dan Rute

Bunker Kaliadem Merapi buka setiap hari selama 24 jam. Lokasi bunker ini adalah Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Lokasi tersebut berjarak 30 km arah utara dari pusat Kota Yogyakarta yang dapat ditempuh selama 1 jam 12 menit menggunakan mobil. Selama perjalanan detikers akan bosan dengan pemandangan indah pepohonan dan pesona lereng Gunung Merapi.

Wisatawan yang akan datang disarankan menggunakan kendaraan pribadi karena tidak adanya akses transportasi umum di jalur tersebut. Setibanya di gerbang Desa Kinaherjo, pengunjung dapat memilih beberapa alternatif untuk sampai di lokasi bunker yaitu.

  • Jalan kaki hingga batas akhir Desa Kinaherjo.
  • Menggunakan jasa ojek motor dengan rute napak tilas.
  • Menyewa motor trail hingga ke lokasi Bunker Kaliadem.

Jarak gerbang dan bunker yang cukup jauh mendorong pengunjung untuk mempersiapkan segalanya sebelum datang ke destinasi wajib di Jogja ini. Silahkan untuk menggunakan masker dan sunscreen untuk menjaga tubuh selama melewati jalur napak tilas yang berpasir dan penuh dengan debu tebal.

Daya Tarik dan Fasilitas Bunker Kaliadem

Dikutip dari berbagai laman travel, pesona indah Bunker Kaliadem terletak pada pemandangan indah Kota Yogyakarta dari ketinggian 2.000 meter di atas permukaan laut. Pengunjung juga bisa menikmati keindahan Gunung Merapi yang hanya berjarak 5 km dari bunker.

Adapun daya tarik utama destinasi ini pastinya ada pada si bunker ini sendiri. Bangunan untuk melindungi diri dari letusan Merapi tersebut dicat putih bersih seluas 12 x 8 meter. Materialnya berasal dari beton kuat dengan tebal 25 cm.

Keunikan lain dari Bunker Kaliadem adalah pada wisata telusur sejarah yang ada di dalamnya. Selain itu, detikers juga dapat menikmati aktivitas menyenangkan lainnya dan mengunjungi destinasi wisata lain yang cukup dekat.

  • Tlogo Putri
  • Taman Kaliurang
  • Gardu Pandang Merapi
  • Warung Kopi Klotok
  • Warung Makan Sate Kelinci Kedai Mbah Gimo.

Fasilitas Bunker Kaliadem Merapi

Tidak perlu takut apabila berkunjung di wisata alam ini, karena terdapat berbagai fasilitas yang siap melayani pengunjung 24 jam yaitu.

  • Warung Makanan dan Minuman
  • Tempat Penjualan Souvenir
  • Penginapan Murah
  • Spot Foto.

Aktivitas Menarik di Bunker Kaliadem

Sebagai destinasi wisata alam yang masih sangat terjaga, detikers dapat menikmati berbagai aktivitas menarik yang dijamin menyegarkan otak. Adapun kegiatan tersebut antara lain.

1. Bunker Tour

Pengunjung akan diajak melihat langsung dahsyatnya erupsi Merapi tahun 2006 dan 2010 melalui material vulkanik yang tersisa. Hal tersebut dapat ditemukan langsung di dekat pintu masuk berupa lempengan vulkanik setebal 15 cm yang telah mengeras.

Selain itu, detikers akan diajak untuk mengeksplor bagian Bunker Kaliadem yang tersisa di ruangan seluas 12 x 8 meter. Papan informasi dan prasasti yang ada turut membantu pengunjung mengenal lebih banyak sejarah bangunan penting beberapa tahun silam tersebut.

2. Bersantai Menikmati Pemandangan

Wilayah bunker yang berada tepat di kaki Gunung Merapi membuat siapapun yang datang terpesona atasnya. Panorama gunung api yang gagah dapat dinikmati dengan duduk bersantai di sekeliling bunker sambil menikmati kuliner yang tersedia.

3. Tracking Menelusuri Hutan Pinus

Di area bunker terdapat hutan pinus rindang yang dapat diakses pengunjung dengan berjalan kaki. Detikers dapat menikmati suasana sejuk dari gunung hingga hutan secara komplit di satu tempat wisata.

4. Mengabadikan Foto Bersama

Sebagai tempat yang bisa disebut bersejarah, detikers wajib untuk mengabadikan momen dengan keluarga maupun teman ketika menginjakkan kaki disini. Pesona indah Merapi dan bangunan bunker estetik akan membuat siapapun tertarik datang setelah diunggah di media sosial.

5. Berkeliling Bunker Dengan Jeep

Bagi wisatawan yang tidak kuat melakukan perjalanan kaki di medan terjal dan berdebu, terdapat alternatif lain dengan menikmati Paket Lava Tour Jeep. Terdapat 3 pilihan yang dapat dicoba dengan 4 orang lain selama 1-2 jam dari Sungai Opak untuk short route, 2-3 jam dengan tujuan akhir Museum Bekas Rumah Mbah Maridjan, dan 3-4 jam berkeliling off road di Sungai Kuning. Tarif ketiganya juga terbilang murah dan patut dicoba bersama rombongan detikers semua.

Demikian informasi lengkap mengenai wisata Bunker Kaliadem Merapi di Yogyakarta. Sudah siap untuk merasakan keseruan berlibur disana bersama keluarga?

(row/row)



Sumber : travel.detik.com

GWK Cultural Park Punya 15 Pertunjukan Seni, Yuk Catat Jadwalnya!



Badung

Selain kemegahan patung-patung raksasa, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park juga menyuguhkan pertunjukan seni dan budaya Bali. Sebanyak 15 pertunjukan khas Bali dijamin bikin terpesona. Yuk catat jadwalnya, jangan sampai ketinggalan!

GWK Cultural Park boleh dibilang sebuah taman budaya yang menjadi interpretasi atas kekayaan budaya Bali dan menjelma dalam berbagai wujud seni patung, ritual budaya, dan beragam pertunjukan seni khas Bali.

Berlokasi di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. GWK Cultural Park memiliki 15 pertunjukan yang spektakuler dan kental akan seni budaya Bali.

Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa, menjelaskan terdapat 15 pertunjukan dengan mengangkat berbagai seni dan budaya Bali. Lokasinya pun beragam, ada di Amphitheater, Lotus Pond, dan Plaza Wisnu.

“Di sini kita punya Amphitheater dengan kapasitas 800 orang untuk menyuguhkan tarian-tarian khas Bali. Jadi pengunjung yang datang nggak Cuma lihat patung saja, tapi bisa menyaksikan kesenian pali yang spektakuler,” ujar Stefanus.

Pertunjukan kesenian Bali ada setiap hari dan setiap jam, mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WITA.

Pada jam 11.00 WITA pertunjukan pertama dilakukan di Amphitheater, traveler bisa menyaksikan tiga pertunjukan tarian khas Bali. Ada tari Sekar Jepun, tari Kebyar Duduk, dan Topeng Kenyem Manis.

Pada jam 12.00 WITA, di lokasi yang sama, yaitu Amphitheater traveler bisa menyaksikan kembali beberapa tarian khas Bali. Seperti tari Jauk Keras, tari Oleg Tamulilingan, dan Tari Kebyar Duduk.

Jam 13.00 WITA, di Amphitheater traveler bisa menyaksikan dua tarian, yaitu tari Sekar Jepun dan tari Jauk Manis. Pukul 14.00 WITA terdapat dua pementasan tarian di Amphitheater, yaitu tari Topeng Monyer dan tari Jauk Manis.

Pertunjukan terakhir di Amphitheater yaitu pada pukul 15.00 WITA terdapat dua pertunjukan, yaitu tari Oleg Tamulilingan dan tari Barong Bojog. Uniknya di akhir setiap pertunjukan, para pengunjung diberikan kesempatan untuk berfoto bersama dengan para penari.

Beralih ke lokasi kedua, yaitu Plaza Wisnu. Pada pukul 16.00 WITA, traveler bisa menyaksikan Parade Budaya Bali dengan tajuk The Balinese Ritus. Balinese Ritus adalah sebuah pertunjukan parade yang dikemas dalam bentuk kreasi tari yang menampilkan tata cara keagamaan yang ada di Bali.

Lokasi terakhir adalah Lotus Pond. Di sini traveler bisa menyaksikan dua pertunjukan, yaitu Joged Bumbung pada pukul 17.00 WITA dan tari Kecak pada pukul 18.00 WITA.

Tari Joged Bumbung menampilkan dua penari yang menari secara bergantian. Tarian ini juga nantinya akan mengajak para pengunjung untuk “ngibing” atau menari bersama dengan berpasang-pasangan.

Penutup dari pertunjukan seni di GWK Cultural Park adalah Tari Kecak yang mengisahkan tentang cerita Sang Garuda mencari Tirta Amerta sebagai ganti kebebasan Sang Ibu, Dewi Winata.

Sembari menonton tari Kecak, traveler juga akan ditemani dengan keindahan matahari yang sudah mulai terbenam di ufuk barat. Cantik banget deh!


Tak perlu khawatir, untuk menyaksikan semua pertunjukan seni di atas traveler tidak akan dikenakan biaya tambahan, cukup hanya membayar biaya tiket masuk. Tiket masuk mulai dari Rp 125.000/orang untuk tiket reguler, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

Semakin penasaran dengan spektakulernya pertunjukan seni di GWK Cultural Park, yuk pesan tiketnya dan liburan kemudian. Dijamin liburanmu akan semakin berkesan!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ayo Merapat! Yang Kepo Budaya Betawi, ke Setu Babakan Saja



Jakarta

Pengetahuan tentang asal muasal suatu harus diketahui, terlebih tentang identitas diri, suku, budaya, dan bangsa. Upaya untuk menjelaskan silsilah itu salah satunya melalui media hiburan dan objek wisata sebagai pengantarnya, contohnya di Perkampungan Budaya Betawi yang berada di daerah Jakarta Selatan.

Berada di kawasan Setu Babakan, area ini menjadi kawasan yang sejak lama dikelola oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta. Agar kelestarian budaya Betawi tetap terjaga, tempat ini sekaligus menjadi sarana edukasi terkait kesejarahan Betawi.

Objek wisata Setu Babakan ditetapkan menjadi tempat pelestarian dan pengembangan budaya Betawi. Dari situs resmi Setu Babakan, objek wisata ini terletak di Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa dengan luas sekitar 289 hektar dan batas fisik sebelah utara berada di Jl. Mochammad Kahfi II dengan Jl. Desa Putra (Jl. H.Pangkat).


Kemudian, untuk batas timur berada di Jl. Desa Putra (Jl. H. Pangkat), Jl. Pratama (Mangga Bolong Timur), dan Jl. Lapangan Merah. Untuk batas bagian selatannya berada di batas wilayah Provinsi DKI Jakarta dengan Kota Depok serta untuk batas barat ada di Jl. Mochammad Kahfi II.

Setu Babakan diresmikan sebagai cagar budaya pada tahun 2004, revitalisasi kawasan Setu Babakan menjadi Kampung Betawi diprakarsai oleh Pemprov DKI Jakarta dan dikelola bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

Untuk memudahkan pengunjung dalam memahami budaya dan sejarah Betawi, kawasan objek wisata ini dibagi menjadi lima zona. Pertama Zona Embrio, ini merupakan tempat penjelasan tentang cikal bakal PBB dan sebagai area latihan seni dan budaya.

Lalu, Zona A yang merupakan area pelestarian dan pengembangan serta tempat pagelaran seni Budaya Betawi. Zona B sebagai tempat untuk menjajal kuliner khas Betawi, Zona C merupakan area di mana terdapat replika perkampungan Betawi, dan Zona pengembangan sarana dan prasarana.

Untuk lebih jelas dan lebih mengenal sejarah dan budaya Betawi, kamu tinggal datang ke area ini dan langsung arahkan tujuan ke area museum yang terletak tidak jauh dari gerbang utama (baru). Di sana kamu nggak perlu bayar, hanya cukup registrasi.

Setelah itu, traveler bisa bertanya-tanya kepada petugas yang berada di sana atau bisa bergabung dengan kelompok atau komunitas jalan-jalan, seperti Jakarta Good Guide.

Di Setu Babakan, ada pemandu yang bertugas untuk mendampingi pengunjung mengenai keseluruhan rangkaian dan dijelaskan satu per satu terkait sejarah dan budaya Betawi. Dalam kesempatan ini, detikTravel dipandu oleh guide bernama Pampam.

Ia menjelaskan mulai dari sejarah penamaan Betawi hingga ada tanaman dan pepohonan apa saja yang berada di kawasan Setu Babakan ini.

‘Saya Anak Betawi’

Untuk sejarah penamaan Betawi pun ia menerangkan dari berbagai versi, mulai dari versi yang menyebut kalau penamaan Betawi berasal dari tanam bunga yakni Guling Betawi (Cassia glauca) dan juga versi yang menyebut asalnya imbas dari Tragedi Geger Pecinan pada tahun 1740.

Pampam juga menerangkan siapa orang pertama yang pertama kali mempopulerkan kata Betawi, orang tersebut adalah Muhammad Husni Thamrin.

“Dan yang pertama kali mengatakan Betawi (dengan kalimat) ‘saya anak Betawi’ adalah M.H Thamrin ketika dalam sebuah sidang Volksraad di (gedung) Dewan Kota Hindia-Belanda yang sekarang tempatnya menjadi Gedung Pancasila,” kata Pampam.

Setelah asyik dengan penjelasan terkait sejarah Betawi, sesekali ia memberikan pertanyaan tentang pepohonan yang ada di area taman. Di kawasan tersebut terdapat beberapa pohon yang sudah asing terlihat, seperti pohon kemang, jamblang putih, dan pohon buah kecapi.

Di area dalam museum juga dipadati oleh anak-anak sekolah yang tengah berkunjung ke sini. Sehabis diajak mengenal sejarah, budaya, dan rumah adat Betawi, Pampam mengajak peserta walking tour untuk menuju area kuliner khas Betawi.

Di sana terdapat beberapa makanan seperti es selendang mayang, gado-gado, laksa, hingga kerak telor. Untuk harga yang ditawarkan oleh pedagangnya pun masih ramah di kantong. Satu es selendang mayang hanya dihargai Rp 10.000, cukup pas untuk meredakan panas Jakarta di siang hari.

Dilanjut dengan berjalan di perkampungan belakang kawasan ini, masih terdapat banyak rumah-rumah yang tidak melupakan ciri khas Rumah Betawi. Di perkampungan ini juga terdapat sentra pembuatan ondel-ondel, dan juga makanan Dodol Betawi.

Salah satu Dodol Betawi yang sudah kesohor adalah Dodol Betawi Nyak Mai, yang telah berdiri sejak lama. Kini usaha Dodol Betawi ini diteruskan oleh anak bungsu Nyak Mai yaitu Ibu Juwani. Dan, untuk penghujung rute Setu Babakan ini tentunya adalah danau.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Simak Rute Berwisata di GWK Cultural Park, Jangan Sampai Tersesat!



Badung

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, sebuah taman budaya sebagai bentuk manifestasi warisan budaya Bali, bisa menjadi destinasi yang harus masuk wishlist saat ke Pulau Dewata. Dengan luas sekitar 60 hektare, cek di sini rute berkeliling GWK agar tidak buang tenaga.

GWK Cultural Park berada di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. Untuk mencapai objek wisata ini, traveler harus menempuh sekitar 12 km atau waktu tempuh sekitar 30 menit dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

GWK Cultural Park menyediakan parkir yang luas, jadi traveler yang membawa kendaraan pribadi tidak perlu khawatir.


Tak hanya memiliki keunggulan dengan patung raksasa, dengan salah satunya patung GWK nan ikonik, traveler juga bisa menemukan banyak spot foto estetik.

Patung GWK dibangun selama 28 tahun dan diresmikan pada 22 September 2018. Bahkan, sebelum patung itu benar-benar utuh area itu sudah menjadi jujugan wisatawan.

Rute Berwisata di GWK Cultural Park

Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) menjadi patung tertinggi ke-4 di dunia. Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya sekaligus ikon Pulau Bali itu.Butuh waktu 28 tahun untuk mewujudkan mahakarya GWK. (Ni Made Nami Krisnayanti/detikcom))

Tertarik berkunjung ke GWK Cultural Park namun belum tau rute wisatanya? Jangan khawatir, berikut detikTravel merangkum rute berwisata di GWK Cultural Park.

Sesampainya di lokasi parkir pengunjung, traveler akan dijemput dengan Shuttle Bus Gratis yang akan membawa traveler ke dua perhentian, yaitu Area Tiket Plaza Bhagawan atau Jendela Bali Restaurant.

Traveler bisa melakukan pembelian tiket terlebih dahulu. Terdapat beberapa jenis tiket di GWK Cultural Park, yaitu Rp 125.000/orang untuk tiket regular, Rp 200.000/orang untuk tiket eat and trip, dan Rp 300.000/orang untuk tiket ultimate yang berkesempatan mendapatkan akses ke lantai 9 dan 23 patung GWK.

Setelah melakukan pembelian tiket, traveler bisa langsung memulai perjalanan di GWK Cultural Park. Disambut dengan kolam air mancur bernama Tirta Amerta, sebagai pintu masuk para pengunjung.

“Untuk pengunjung yang masuk akan disambut dengan kolam air mancur bernama Tirta Amerta, sebagai awal pintu masuk. Ini sesuai dengan kisah Garuda dan Dewa Wisnu,” kata Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa.

Area pertama yang bisa traveler kunjungi adalah Plaza Kura-Kura. Sebuah taman kecil dengan kolam dan pepohonan yang asri, lengkap dengan hiasan patung kura-kura. Terdapat sosok Dewi Laksmi, sang dewi keberuntungan dan kesuburan di tengah kolam. Di kolam ini traveler bisa mencoba melempar koin sambil mengucapkan harapan.

Selanjutnya, traveler bisa menaiki beberapa anak tangga untuk melanjutkan perjalanan ke Plaza Wisnu. Di sini traveler bisa menemukan sebuah Patung Dewa Wisnu sebagai dewa pemelihara alam semesta. Oke banget untuk jadi spot foto.

Tak hanya itu, di sini terdapat sebuah sumber mata air abadi yang ada di Parahyangan Somaka Giri. Uniknya, meskipun berapa di daerah berkapur dan berada di ketinggian, mata air ini tak pernah surut. Konon mata air ini sudah ada jauh sebelum GWK Cultural Park berdiri.

Sudah selesai mengagumi keajaiban sumber mata air abadi, traveler bisa melanjutkan perjalanan ke Plaza Garuda dengan menuruni beberapa anak tangga. Plaza Garuda menyajikan sebuah patung kepala Garuda yang merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu. Ini merupakan salah satu spot foto favorit pengunjung.

Tak jauh dari Plaza Garuda, traveler bisa menemukan bioskop mini bernama Garuda Sineloka. Di sini traveler bisa menyaksikan film animasi yang mengisahkan perjuangan Garuda Cilik untuk mendapatkan Tirta Amerta. Penayangan film dilakukan setiap jam, mulai pukul 10.30 hingga 19.30 WITA.

Dilanjutkan dengan perjalanan menuju ke Patung GWK. Untuk sampai ke Patung GWK traveler harus berjalan kaki atau menyewa buggy. Traveler akan melewati festival park, Lotus Pond, dan Titi Banda, sebuah jembatan yang sip jadi spot foto.

Sesampainya di Patung GWK, bagi traveler yang memiliki tiket Ultimate bisa melanjutkan perjalanan untuk mengeksplor kemegahan patung GWK dengan masuk ke lantai 9 dan lantai 23. Menikmati keindahan Bali dari ketinggian.

Aktivitas yang wajib dilakukan di Patung GWK adalah berfoto dan membuat video di depan patung setinggi 122 meter. Terdapat dua pilihan spot foto, traveler bisa berfoto di depan patung atau di bagian kiri patung.

Menjajal GWK Cultural Park bisa traveler tutup dengan menyaksikan berbagai macam pertunjukan seni yang dilakukan di Amphitheater, Lotus Pond, dan Plaza Wisnu. Di pintu keluar traveler juga akan menemukan Kencana Souvenirs dan ASANA Artseum. Traveler juga bisa bersantap dengan pemandangan sunset di Jendela Bali Restaurant.

Menurut Stefanus, pengunjung rata-rata menghabiskan waktu di GWK Cultural Park selama tiga hingga empat jam untuk bisa mengeksplorasi seluruh area yang ada di taman budaya ini. Bagi traveler yang ingin berkunjung, jangan lupa luangkan waktu untuk menjelajahi setiap sudut GWK Cultural Park ya!

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Ibarbo Park, Pusat Oleh-oleh Baru di Jogja, Punya Aviari dan Satwa Lain



Yogyakarta

Ibarbo Park menjadi destinasi wisata baru di Yogyakarta. Ada koleksi satwa, aviari, hingga tempat belanja oleh-oleh.

Taman wisata yang berada di Jalan Magelang KM 14, Sleman itu belum lama dibuka untuk umum. Pengelola mengklaim Ibarbo Park sebagai taman wisata dan pusat oleh-oleh terlengkap dan terbesar di Yogyakarta.

Perwakilan pengelola, Stefani, menyebut Ibarbo park memiliki visi untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Jogja yang mengedepankan edukasi sambil memberikan pengalaman rekreasi yang menyenangkan bagi pengunjung.


“Jogja dipilih karena memiliki potensi pariwisata yang kuat, termasuk reputasi sebagai destinasi wisata budaya dan alam yang menarik,” kata Stefani

Ibarbo Park memiliki luas sekitar 4 hektar dengan terbagi menjadi berbagai area, yaitu Ibarbo Aviary, Ibarbo Playland, Zona Satwa, dan fasilitas lain seperti restoran dan toko oleh-oleh.

“Yang membedakan Ibarbo Park dengan taman aviary lainnya adalah konsepnya yang holistik, menggabungkan pengalaman interaktif dengan satwa, taman alam, dan kegiatan edukatif yang melibatkan pengunjung secara aktif,” kata Stefani.

Ibarbo Park, YogyakartaIbarbo Park, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Melalui pantauan detikTravel terlihat sebagian besar dari pengunjung adalah keluarga yang membawa anak kecil. Wisata ini sangat cocok dinikmati ketika musim liburan untuk menghabiskan waktu bersama keluarga. Anak-anak bisa mendapati didesain beragam satwa, mulai dari unggas, kuda, kelinci, hingga kura-kura.

Saat sore, tepatnya pukul 15.00, akan hadir pertunjukan satwa yang mengajak pengunjung terkhusus anak-anak berinteraksi langsung dengan hewan. Burung kakak tua terlihat menjadi primadona pengunjung karena kecantikannya.

“Standar perawatan hewan di Ibarbo Park meliputi aspek-aspek seperti nutrisi, kesehatan, kebersihan habitat, dan kegiatan pengawasan medis rutin oleh Dokter hewan kami,” kata Stefani

Stefani menyebut Ibarbo melakukan pembangunan secara bertahap dengan dimulai dari toko oleh-olehnya. Proses itu memakan waktu lebih dari setengah tahun untuk wahana pertamanya sekarang dan masih dalam tahap penyempurnaan.

Ibarbo Park, YogyakartaIbarbo Park, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Meski demikian, Ibarbo tidak luput dari serangan netizen di media sosial yang melontarkan kekecewaannya terhadap luas area yang dinilai tidak sebesar pemasarannya. Stefani menanggapi hal tersebut dengan menyatakan pihaknya masih akan terus menambahkan atraksi baru, memperluas area, dan pengembangan lebih lanjut.

“Kami memiliki lahan seluas 4,5 hektar, dan kami juga memiliki konsep rumah tumbuh. Dengan luas yang ada perlahan akan kami luas dengan wahana baru, fasilitas baru, dll. Jadi kami tidak hanya berhenti disini. Masih banyak lagi yang akan kami sajikan ke masyarakat,” kata Stefani.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Catat! Nggak Perlu Lama-lama, Panasin Mobil Cuma Perlu Selama Ini



Jakarta

Memanaskan mobil menjadi kegiatan yang penting untuk dilakukan sebelum memulai aktivitas berkendara. Namun, berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memanaskan mobil secara efektif?

Perlu diketahui, kegiatan memanaskan mobil tidak perlu dilakukan pada siang hari. Selama ini banyak orang salah persepsi, karena bukan kondisi cuacanya yang penting, melainkan berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk memanaskan mobil. Kegiatan memanaskan mobil juga tidak perlu dilakukan setiap hari.

Hal ini diungkapkan oleh seorang mekanik bernama Craig dalam sebuah video yang dibagikan akun TikTok @walsallwood_tyre. Dia menyarankan pengemudi untuk memanaskan kendaraannya selama kurang lebih 5-10 menit saja. Hal ini agar mesin terbiasa dengan suhu rendah dan melancarkan sirkulasi oli dalam mesin.


“Lima hingga sepuluh menit membiarkan mesin dalam keadaan idle (diam) akan lebih dari cukup untuk memasukkan panas ke dalam mesin dan mencoba mengurangi keausan awal mesin,” kata Craig selaku mekanik di Walsall Wood Tire & Service, dikutip The Sun.

“Ingat teman-teman bahwa 90% kerusakan mesin terjadi dalam lima menit pertama saat idle (diam),” sambungnya.

Memanaskan mesin memberikan waktu bagi oli, minyak rem, dan minyak transmisi untuk memanas dan mengalir di sekitar sistem sebelum mengaktifkan komponen yang bergerak. Ini akan melumasi mesin dengan lebih baik dan mencegah keausan berlebih pada bagian-bagian penting seperti piston dan kopling.

Craig juga menambahkan bahwa lamanya waktu yang diperlukan untuk pemanasan bergantung pada faktor-faktor seperti ukuran mesin mobil dan cuaca hari itu. Jika kendaraan Anda memiliki mesin besar atau kondisi sangat dingin, mobil memerlukan waktu lebih banyak untuk dipanaskan.

Sementara itu, jika mobil lebih sering dipakai untuk kegiatan sehari-hari tidak perlu memanaskannya secara berlebihan, karena itu justru bisa berisiko membuat bensin merembes ke oli, sehingga sifat pelumas minyak menjadi rusak. Ini justru akan berisiko meningkatkan keausan pada mobil.

Dengan memanaskan mobil secara efektif, hal ini dapat memperpanjang umur mesin dan girboks. Pemilik mobil bisa menghemat kemungkinan biaya perbaikan yang mahal.

(rgr/mhg)



Sumber : oto.detik.com

Jangan Terlewat, Ini 5 Spot Foto Instagramable di GWK Cultural Park



Badung

Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park menjadi destinasi wajib jika traveler berkunjung ke Pulau Bali. Banyak spot foto instagramable.

Bagi traveler yang sedang merencanakan liburan ke Pulau Dewata. GWK Cultural Park bisa menjadi rekomendasi destinasi wisata paket lengkap. Nggak hanya sajikan kemegahan patung, GWK Cultural Park juga tawarkan 15 pertunjukan seni dan budaya Bali.

Terletak di Ungasan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali. GWK Cultural Park juga menjadi destinasi sip untuk traveler yang mencari spot foto instagramable. Mulai dari spot foto dengan latar belakang patung hingga studio foto tematik pertama di Bali.

Berikut 5 rekomendasi spot foto instagramable yang wajib traveler coba di GWK Cultural Park.

1. Plaza Wisnu

Lokasi pertama adalah Plaza Wisnu. Terletak di atas bukit, untuk sampai ke sini traveler harus menaiki beberapa anak tangga. Di sini traveler akan menemukan Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa yang dikelilingi oleh kolam.

Patung Dewa Wisnu berukuran raksasa ini menjadi salah satu spot favorit pengunjung untuk berfoto. Kemegahan patung Dewa Wisnu tak jarang membuat wisatawan berdecak kagum.

2. Plaza Garuda

Turun dari Plaza Wisnu, traveler akan menemukan Plaza Garuda. Plaza Garuda menyajikan sebuah patung kepala Garuda yang merupakan tunggangan dari Dewa Wisnu. Melambangkan pengorbanan, kesetiaan, dan kepercayaan. Garuda, simbol bangsa Indonesia, mewakili sifat keberanian, kebijaksanaan, kekuatan, dan disiplin.

Tak hanya sarat akan filosofi, Plaza Garuda juga sip banget nih untuk jadi spot foto. Bahkan tak jarang Patung Garuda ini menjadi latar belakang untuk foto prewedding karena keindahannya.


3. Patung Garuda Wisnu Kencana

Spot foto utama dari GWK Cultural Park adalah Patung Garuda Wisnu Kencana setinggi 122 meter dengan lebar 66 meter. Patung GWK menjadi salah satu spot foto wajib sekaligus spot foto favorit wisatawan yang berkunjung.

Biasanya pengunjung gemar mengabadikan momen dengan berfoto di depan megahnya Patung GWK. Bahkan di beberapa spot sudah terdapat papan petunjuk yang menandakan dimana saja spot terbaik untuk berfoto di sekitar patung GWK.

Belum afdol jika traveler tak mencoba masuk ke patung raksasa ini. Traveler diperkenankan masuk ke lantai 9 dan lantai 23 patung GWK. Di dalamnya juga banyak spot foto estetik. Traveler bisa berfoto di atas lantai kaca yang menunjukkan rangka baja dari Patung GWK. Unik dan anti mainstream banget!

4. Titian Garuda

Saat ini GWK Cultural Park juga sudah memiliki satu spot baru untuk berburu foto dengan latar belakang Patung GWK. Namanya Titian Garuda. Jembatan Titian Garuda memiliki panjang 239 meter dan dapat menampung beban 500 kilogram per meter persegi.

Jembatan Titian Garuda menghubungkan Plaza Garuda ke area patung utama GWK. Dari Titian Garuda traveler bisa mengabadikan foto dengan ketinggian yang pas, komplit bersama latar belakang Patung GWK yang megah nan cantik.

“Kita banyak ada spot foto, tapi saat ini spot terbaik menurut saya adalah Titian Garuda. Itu menghubungkan Plaza Garuda ke Garuda Wisnu Kencana. Di tengah jembatan kita bisa berfoto dengan ketinggian yang pas dan mendapatkan view Patung GWK yang paling eksotis,” ujar Operation Director GWK Cultural Park, Stefanus Yonathan Astayasa.

5. ASANA Artseum Bali

Jika sudah puas berfoto di area outdoor, traveler bisa mencoba sensasi berfoto di ASANA Artseum Bali. Salah satu galeri foto dengan lanskap yang unik, terletak di kawasan GWK Cultural Park.

ASANA Artseum memiliki banyak galeri yang dirancang dengan gaya kreatif, setiap galeri memiliki ciri khas sendiri, mulai dari bergaya khas Bali hingga Jawa. Terdapat sekitar 20 spot foto dan sudah tersedia petugas yang membantu dalam pengambilan foto. Traveler yang ingin mencoba sensasi berfoto di ASANA Artseum dikenakan biaya mulai dari Rp 238.800.

Sudah tau mau mencoba spot foto apa saja di GWK Cultural Park? Yuk buruan booking tiketnya dan liburan kemudian.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Mau Kemping dan Glamping Asyik di Tengah Hutan? Datang ke Sentul Saja



Jakarta

Traveler yang sedang mencari ide kegiatan long weekend atau liburan mendatang, bisa nih menyusun rencana kemping di wilayah Sentul. Salah satu tempat yang menarik adalah Tumbuhejo Campground.

Sejatinya, banyak pilihan kemping dan glamping di Kabupaten Bogor yang bisa traveler pilih. Salah satunya adalah Tumbuhejo Campground ini.

Lokasinya hanya sejam lebih dari dari Jakarta. Adapun alamatnya, di Central Karang Tengah, Babakan Madang, Kabupaten Bogor.


“Kita ingin, siapapun yang datang ke Tumbuhejo merasakan nyaman menginap di tengah hutan. Kita ingin semua orang senang, mulai dari suasananya, pelayanan kita, dan pilihan kepada para tamu untuk berwisata. Bahwa, wisata di Bogor tak selalu ke Puncak,” kata Tossy Bhirawanto, pengelola Tumbuhejo, kepada detikcom, Kamis (9/5/2024).

Tumbuhejo Campground di Sentul, Kabupaten BogorTenda dome di Tumbuhejo Campground (Ari Saputra/detikcom)

Tumbuhejo telah eksis menjadi salah satu lokasi kemping favorit di Kabupaten Bogor sejak tahun 2016. Bermula dari lahan kebun, Tumbuhejo pun berkembang menjadi tempat healing dan kemping semua kalangan.

“Awalnya kita perkebunan, semuanya palawija kita tanam. Yang baru berdiri saat itu hanya vila biasa dan pool vila. Nah, saat itu kita masih fokus pada perkebunan dan sering timbul kendala saat panen, harga jual tidak menutupi proses tanam. Nah, kebetulan daerah sini banyak yang tracking kan, dan banyak yang bertanya apakah vila ini disewakan? Semenjak itulah, kita bagusin vilanya, rapikan. Saat itu belum ada camping ground,” Tossy mengisahkan.

Seiring berjalannya waktu, perlahan-lahan Tumbuhejo semakin populer di kalangan traveler. Para penyuka kemping mulai berdatangan dan meramaikan bumi perkemahan ini.

“Kita juga membangun restoran. Jadi para tamu vila ataupun yang kemping di glamping dan membawa tenda, bisa memesan makan di restoran. Namun, banyak juga tamu yang membawa logistik dan masak sendiri. Di vila, kami sediakan dapur juga. Kami juga punya paket BBQ yang bisa dinikmati,” Tossy menambahkan.

Tumbuhejo Campground di Sentul, Kabupaten BogorVilla di Tumbuhejo Campground di Sentul, Kabupaten Bogor. (Syanti Mustika/detikcom)

Fasilitas, pilihan tenda dan harga

Teruntuk fasilitas, di sini terdapat kamar mandi, restoran, area parkir dan camping ground. Bagi traveler yang ingin membawa tenda sendiri, juga boleh kok.

“Kita mempunyai beberapa pilihan untuk tamu. Bisa menginap di vila, glamping, tenda dom, atau bawa tenda sendiri. Bebas, yang penting menjaga kebersihan dan tingkah laku,” tambah Tossy.

Di sini terdapat dua jenis vila, yaitu sky villa dan private villa.

“Untuk harga, private villa itu kami sediakan 15 matras lengkap dengan selimut dan bantal. Serta di dalamnya ada TV, AC, dapur beserta peralatan masak. Di sini, juga ada kolam renangnya. Jadi bila ada tamu menginap, kolam renang hanya untuk tamu yang menginap di private villa saja. Tapi, jika tidak ada tamu, semua orang boleh menggunakan kolam,” papar Tossy.

“Untuk sky villa, kapasitasnya 10 orang. Bedanya di sini ada dua kamar mandi, tapi tidak ada kolam renangnya.

Tumbuhejo Campground di Sentul, Kabupaten BogorSuasana di dalam glamping di Tumbuhejo Campground Foto: (Syanti Mustika/detikcom)

Harga private pool villa

Senin-Kamis Rp 2.750.00 per malam
Jumat dan Minggu Rp 2.950.000
Sabtu Rp 3.350.000

Harga sky villa

Senin-Kamis Rp 1.450.00 per malam
Jumat dan Minggu Rp 1.850.000
Sabtu Rp 2.250.000

Harga glamping (kapasitas 5 orang, disediakan matras, selimut, galon)

Senin-Kamis Rp 550.000 per malam
Jumat dan Minggu Rp 750.000
Sabtu Rp 650.000

Harga tenda dome (kapasitas 4 orang, disediakan matras, selimut dan lampu)

Senin-Kamis Rp 400.000 per malam
Jumat dan Minggu Rp 500.000
Sabtu Rp 450.000

Campervan (penyewaan lahan)

Rp 400 ribu per mobil

Bagi traveler yang tidak ingin repot masalah makan, bisa juga kok memilih paket makan seharga Rp 250 ribu-Rp 350 ribu per orangnya. Harga ini untuk tiga kali makan, dan bisa memilih menu juga.

“Biasanya, kalau tamu rombongan kita kasih pilihan. Ingin makan prasmanan atau nasi box. Juga bagi tamu-tamu yang datangnya hanya bertiga atau di bawah 6 orang bisa juga kok. Langsung saja kontak admin kita untuk pemesanan,” ujar Tossy.

Pilihan kegiatan

Bila traveler menginap di Tumbuhejo, bisa juga menikmati paket tracking untuk mengisi keseruan berkemah. Harganya mulai Rp 70 ribu per orangnya dengan maksimum 15 orang.

Bagi traveler yang ingin mengajak anak-anak atau rombongan sekolah belajar tentang berkebun, juga bisa kok request ke Tumbuhejo.

“Bagi tamu yang ingin menginap, saya sarankan untuk reservasi terlebih dahulu. Silahkan kontak admin kita di link yang tercantum di akun Instagram Tumbuhejo. Jadwal check in pukul 14.00 WIB dan check out pukul 12.00 WIB,” ujar Tossy.

(sym/fem)



Sumber : travel.detik.com