Kisah Kopi Wongso, Tempat Ngopi dan Bikin Pizza dengan View Sawah di Jogja



Yogyakarta

Siapa sangka kedai kopi yang belakangan ramai jadi rujukan tempat nongkrong anak muda di Jogja ini adalah cara dari sang owner memaknai hidupnya. Penasaran bagaimana kisahnya?

Kafe itu adalah Kopi Wongso. Nama kedai kopi itu sesuai nama belakang pemiliknya, Ali Wongso. Wongso berasal dari nama sang kakek.

Saat ditemui detikTravel di lokasi langsung, Ali tampak sedang asyik bercengkerama dengan pelanggan dengan cara tidak biasa. Ali mengajak tamu-tamunya mengolah pizza.


Dengan tekun, Ali meniti setiap bahan pizza yang akan diolah. Dia mengajari pengunjung bagaimana memipihkan adonan pizza yang benar. Lalu membolak balik pizza di tungku api tradisional agar matang sempurna. Tampak jelas guratan senyum di wajahnya seolah ini adalah pekerjaan terbaik di dunia.

“Kenapa penasaran? Aku heran, semua orang yang datang selalu bertanya begitu, bukankah ini ide bisnis yang biasa saja dibanding kapital besar?” ujar Ali saat disodori pertanyaan awal mula membangun ide Kopi Wongso.

Saat pertama dirilis, yakni pada 2010, Kopi Wongso tidak di Sewon, Bantul seperti saat ini. Sebelumnya, Kopi Wongso berada di Perum Permata Hijau, Bangunharjo.

Tetapi, soal kopi tidak berubah. Dulu dan kini, Ali memilih kopi luwak original sebagai signaturenya.

Perbedaan lain adalah Kopi Wongso mulai mengenalkan pizza self-made by customer di kedai baru.

Meski sekarang fokus di pizza, penjualan kopi luwak tetap berjalan bahkan sudah merambah sampai ekspor ke Jepang.

“Di online amazon Jepang no 1 kopi luwak milikku,” kata Ali.

Kopi luwak dijual dalam bentuk per 100 gram. Ali menyebut dalam seminggu bisa mengirim hingga 81 paket per 100 gram. Kopi luwak tersebut ia ambil dari berbagai daerah yang sudah bekerja sama sejak tahun 2010.

Hingga di tahun 2020 lokasinya pindah ke Sewon, Bantul, di tengah pedesaan yang berseberangan langsung dengan sawah. Tahun kedua setelah pembukaan di lokasi baru, Kopi Wongso mulai menerapkan konsep pizza self-made by customer.

Terkuak juga bahwa ide konsep pembuatan pizza oleh customer datang tanpa disengaja. Ali menyebut, awalnya hanya iseng meminta temannya yang datang untuk membuat sendiri, tapi tanpa disangka menjadi konsep yang menarik pengunjung datang.

“Belum ada pizza di tahun pertama. Mulai ada di tahun kedua. Awalnya dari teman motor vespa, motor gede, bingung kan waktu covid, kusuruh bikin (pizza) sendiri. Dari dulu emang waktu masih di eropa, seneng liat tungku, vibesnya otentik menarik gitu. Lalu pada masak sendiri, terus waktu ada pengunjung, tak suruh bikin sendiri, lha kok pada suka, dan menjadi konsep sampai sekarang,” kata Ali.

Perjalanannya menikmati hidup, mengamati dan memaknai arti kehidupan membawa Ali menjadi sosok yang dicintai customernya yang datang ke Kopi Wongso. Ali menuturkan ia tidak butuh marketing yang berisik dengan mengundang banyak influencer agar Kopi Wongso ramai. Berjalan dengan alami menurutnya akan jauh lebih menyenangkan.

Setiap hari pengunjung ramai berdatangan, bahkan dari luar kota sekalipun. Rata-rata merupakan muda mudi berpasangan, atau segerombolan sahabat. Konsepnya yang tanpa reservasi bahkan bisa membuat antrian hingga 4 jam. Saat ditanya tentang rencana perluasan lahan atau pembukaan cabang, Ali menyebut ia belum kepikiran.

“Saya tidak takut disaingi, karena kelebihan vibe ku ga akan bisa dimiliki tempat lain. Belum ada rencana perluasan atau cabang, karena nanti akan hilang eksklusivitasnya. Sengsara membawa nikmat. Vibes menunggu lama itu juga suatu kelebihan menurutku,” kata Ali.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Surganya Aktivitas Outdoor di NTT



Jakarta

Siapa sih yang nggak kenal sama Taman Nasional Komodo, tempat hewan purba yang masih hidup hingga kini. Traveler bisa menikmati aneka aktivitas outdoor di sini!

Bukan hanya terdapat hewan endemik Indonesia saja, tapi kawasan ini juga merupakan surga bagi para pelancong yang datang.

Terletak di antara Pulau Sumbawa dan Pulau Flores di Kepulauan Indonesia Tengah, taman nasional tersebut juga mencakup tiga pulau lainnya yakni Pulau Komodo, Pulau Padar, dan Pulau Rinca.


Keindahan pulau serta kekayaan bahari jadi magnet buat wisatawan datang, begitu eksotis padu padan alam yang ada di Taman Nasional Komodo ini. Jika traveler memiliki kesempatan datang ke Taman Nasional Komodo, tentunya bisa melihat si kadal raksasa dari jarak yang dekat.

Pengalaman itu tak bisa didapatkan jika berkunjung ke destinasi lainnya, karena komodo hanya terdapat di pulau ini saja.

Selain bisa melihat Komodo secara langsung, kamu juga bisa menikmati keindahan bentangan alam khas kepulauan, hamparan laut yang megah serta deretan pegunungan yang indah.

Taman Nasional Komodo menjadi salah satu dari destinasi super prioritas yang ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia, dengan upaya ini menjadikan Taman Nasional Komodo tujuan utama untuk pelesir seraya menikmati keindahan alam Indonesia.

Buat kamu yang senang dengan aktivitas outdoor, tentunya Taman Nasional Komodo jadi tempat yang menyediakan paket komplet akan hal itu.

1. Trekking

komodo di Loh LiangMencari komodo di Loh Liang Foto: (Bonauli/detikcom)

Untuk yang minta trekking bisa banget melakukannya di Loh Buaya yang berada di Pulau Rinca. Nantinya kamu bakalan diajak untuk melewati wilayah hutan dan savana yang berada di lembah Loh Buaya.

Tentunya untuk bisa mengikuti trekking di sini, kamu perlu memastikan kondisi kesehatan diri. Trekking ke Loh Buaya juga memiliki syarat dan ketentuan, batas usia untuk ikut trekking ke Loh Buaya maksimal 65 tahun dan tak memiliki riwayat penyakit berat.

2. Snorkeling dan Diving

Long Pink BeachLong Pink Beach Foto: (Bonauli/detikcom)

Dan untuk yang senang dengan kegiatan snorkeling atau diving, di Pulau Komodo memiliki surga di bawah lautnya. Biota laut di kawasan ini memang menawarkan keindahan yang tak terbayarkan. Tak perlu khawatir karena di kawasan ini juga banyak terdapat penyewaan alat-alat snorkeling ataupun diving.

Yang pasti untuk melakukan segala aktivitas di kawasan ini perlu didampingi oleh guide atau pun orang profesional, agar kelancaran wisatawan bisa terjaga dan bisa menikmati keindahan Taman Nasional Komodo dengan maksimal.

3. Menikmati Sunset-Sunrise

Taman Nasional Komodo, selain daya tariknya tentang kadal raksasa, trekking, snorkeling hingga divingnya juga yang paling diincar oleh wisatawan adalah berburu sunset dan sunrise. Karena kawasan ini dikelilingi deretan bukit jadi kamu bakalan bisa menikmati peristiwa matahari terbit dan tenggelam.

Saat berada di atas puncak bukit, lanskap alam Taman Nasional Komodo ini akan terlihat dengan jelas, belum lagi disandingkan dengan sunset yang merona.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Kapan Waktu yang Tepat Ganti Filter Oli Mobil? Ini Penjelasannya


Jakarta

Merawat mobil tak hanya sekedar mengganti oli mesin, namun filter oli juga rutin harus diganti. Jika mengabaikan peranti yang satu ini, maka kinerja mobil jadi kurang optimal.

Sebagai informasi, filter oli berfungsi untuk menyaring kotoran atau debu yang menempel pada oli, sebelum dialirkan ke seluruh komponen dalam mesin. Dengan begitu, oli mesin yang berfungsi sebagai pelumas dapat bekerja dengan baik dan optimal.

Hanya saja, masih banyak pengendara yang lupa untuk mengganti filter oli mobil secara berkala. Padahal oli yang satu ini sama pentingnya dengan oli mesin.


Lantas, kapan waktu yang tepat untuk mengganti filter oli mobil? Simak pembahasannya dalam artikel ini.

Waktu yang Tepat Ganti Filter Oli Mobil

Dilansir situs Daihatsu, waktu yang tepat untuk mengganti filter oli disarankan setiap enam bulan sekali atau jarak tempuh mobil sudah mencapai 5.000 kilometer. Namun agar tidak lupa, disarankan untuk mengganti filter oli bersamaan dengan penggantian oli mesin.

Meski begitu, sejumlah orang berpendapat kalau mengganti filter oli cukup dilakukan setiap 10.000 kilometer. Cara lainnya adalah dengan menerapkan sistem 2:1, artinya setelah dua kali ganti oli mesin, beru kemudian mengganti filter oli.

Ciri-ciri Filter Oli Sudah Harus Diganti

Ada sejumlah tanda-tanda ketika filter oli sudah harus diganti. Apabila telat atau bahkan jarang diganti, hal ini berisiko merusak sejumlah peranti di dalam mesin.

Untuk itu, simak ciri-ciri filter oli sudah harus diganti di bawah ini:

1. Mesin Susah Dihidupkan

Ciri-ciri yang pertama adalah mesin mobil susah dinyalakan. Perlu diketahui, filter oli yang jarang diganti menyebabkan hasil penyaringan oli mesin jadi kurang optimal.

Akibatnya, fungsi oli sebagai pelumas mesin jadi kurang baik, sehingga menyebabkan kerusakan komponen di dalam mesin. Hal itulah yang membuat mesin mobil susah dihidupkan.

2. Mesin Mobil Cepat Panas

Walau sudah rutin mengganti oli mesin, namun jika tidak dibarengi dengan mengganti filter oli tetap bisa menyebabkan mesin mobil cepat panas, bahkan sampai overheat.

Kondisi tersebut terjadi karena adanya gesekan yang lebih besar antara komponen di dalam mesin. Gesekan itu disebabkan karena oli mesin yang berfungsi sebagai pelumas bekerja kurang optimal.

3. Muncul Suara Kasar dari Mesin

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, filter oli yang tidak diganti dapat menyebabkan mesin mobil cepat rusak.

Sebab, Gesekan antara komponen di dalam mesin juga menjadi tersendat karena oli yang berfungsi sebagai pelumas tidak bekerja dengan baik.

Akibatnya,terdengar suara kasar dari dalam mesin ketika mobil dihidupkan.

4. Muncul Asap Hitam dari Knalpot

Tanda-tanda yang terakhir adalah muncul asap berwarna hitam dari knalpot. Hal ini disebabkan adanya kebocoran oli atau oli sudah merembes ke exhaust.

Kebocoran tersebut bisa disebabkan karena penumpukan kotoran pada filter oli, sehingga terjadi penyumbatan filter. Maka dari itu, disarankan untuk mengganti filter oli secara berkala.

Demikian penjelasan mengenai kapan waktu yang tepat mengganti filter oli serta ciri-cirinya ketika sudah harus diganti. Semoga artikel ini dapat membantu detikers.

(ilf/fds)



Sumber : oto.detik.com

Museum Sejarah Jakarta Pernah Jadi Kantor Gubernur Jabar-Tempat Eksekusi Mati



Jakarta

Museum Sejarah Jakarta yang terletak di kawasan Kota Tua itu ternyata pernah menjadi kantor gubernur Jawa Barat. Gedung putih itu juga menjadi saksi perkembangan Jakarta dari masa ke masa.

Gedung itu dibangun pada tahun 25 Januari 1707 dan diresmikan pada tahun 10 Juli 1710 kendati belum rampung secara keseluruhan. Di tahun 1712 lah gedung yang bergaya Neoklasik itu utuh. Gedung itu dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Joan van Hoorn.

Bangunan itu menyerupai Istana Dam di Amsterdam, terdiri atas bangunan utama dengan dua sayap di bagian timur dan barat serta bangunan sanding yang digunakan sebagai kantor, ruang pengadilan, dan ruang-ruang bawah tanah yang dipakai sebagai penjara, juga area eksekusi hukum mati.


Tanggal 10 Juli 1710 gedung balai kota itu diresmikan oleh Gubernur Jenderal Abraham van Riebeeck sesuai dengan Prasasti yang ada di Museum Sejarah Jakarta. Pada awal berdirinya, gedung ini berfungsi sebagai” StadHuis” (balai kota) dan ” Raad Van Justitie ” (Dewan Pengadilan)

Saat detikTravel berkunjung ke museum itu ada hal menarik yang didapat, ternyata gedung itu Ternyata, tidak hanya pernah menjadi balai kota Batavia, tetapi juga pernah menjadi kantor gubernur Jawa Barat pada saat Belanda berada di Nusantara.

Didik Cahyono, pemandu yang mengajak detikTravel berkeliling, menceritakan kisah itu.

Di masa kekuasaan Belanda dan sebelum Jepang menduduki tanah ini bangunan tersebut pernah menjadi kantor gubernur Jawa Barat.

“Mulai 1925 sampai 1942 (gedung ini) digunakan untuk kantor gubernur Provinsi Jawa Barat, ini masih zaman Belanda. Jadi kantor gubernur Provinsi Jawa Barat nah itu masih zaman kekuasaan Belanda, terus Jepang masuk 1942 sampai 1945 gedung ini dijadikan kantor logistik Dai Nippon (kekaisaran Jepang),” kata Didik, Kamis (6/6/2024).

Museum Sejarah JakartaMuseum Sejarah Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Saat itu, pemerintah kolonial Belanda memiliki kebijakan untuk menyatukan Banten, Batavia, Cirebon, dan Priangan menjadi satu wilayah atau yang disebut provinsi. Di masa peralihan balai kota yang baru itulah bangunan tersebut dijadikan sebagai kantor gubernur Jawa Barat.

Hingga Jepang datang, kantor gubernur Jawa Barat itu kembali beralih fungsi menjadi tempat penyimpanan logistik Kekaisaran Jepang.

Dan pada 30 Maret 1974, gedung itu diresmikan sebagai Museum Sejarah Jakarta diresmikan oleh Gubernur DKI Bapak Ali Sadikin.

Interior Gedung Terjaga Keasliannya

Selain itu, di Museum Sejarah Jakarta juga banyak segudang informasi yang telah tersaji bagi pengunjung. Bagaimana perjalanan dari mulai zaman prasejarah, masa emas Sunda Kelapa, era penjajahan Belanda-Jepang, hingga setelah kemerdekaan.

Didik pun membawa detikTravel ke setiap ruangan yang ada di gedung ini, semua interior dalam gedung pun masih terjaga keasliannya.

“Ini ya aslinya seperti ini kalau interior 90 persen lebih masih asli karena kayu-kayu ini nggak kena panas dan hujan jadi awet bisa ratusan tahun jadi ini juga dikonservasi. Kalau ngepel juga pake minyak lopi jadi ada minyak khusus supaya nggak dimakan serangga,” kata dia.

Dengan lantai yang terbuat dari kayu dan pintu-pintu besar yang kokoh membuat bangunan ini masih terasa seperti dulu kala saat masih berfungsi sebagai kantor pemerintahan. Terdapat bangku, meja, lemari hingga lukisan zaman dulu tersimpan baik jadi menambah kesan yang mendalam.

Museum Sejarah JakartaMuseum Sejarah Jakarta Foto: Muhammad Lugas Pribady/detikcom

Bangunan yang terdiri dari tiga lantai ini memberikan pengalaman yang menarik tentang perjalanan panjang Kota Jakarta. Di bagian atas, Didik menunjukkan salah satu spot yang pernah dipakai oleh orang-orang penting zaman dahulu untuk memantau dan melihat eksekusi mati.

Terletak di area balkon yang menghadap ke area terbuka di tengah-tengah kawasan Kota Tua, di sinilah para tokoh saat itu melihat eksekusi mati yang berada di area bawa balkon tersebut.

“Ini digunakan untuk para hakim dan gubernur jenderal untuk melihat proses eksekusi hukuman mati dan,” ujarnya sembari menunjukkan tempat di mana eksekusi dilakukan.

Selagi detikTravel berkeliling gedung ini, terlihat wisatawan tak henti-hentinya mendatangi gedung ini. Beberapa rombongan wisatawan mancanegara pun penasaran dengan sejarah yang terdapat di Museum Sejarah Jakarta.

Menurut Didik banyak wisatawan mancanegara yang datang ke museum ini, terutama wisatawan mancanegara yang berasal dari Belanda. Alasannya karena ada ikatan emosional, sekaligus napak tilas nenek moyangnya yang dimakamkan di Indonesia.

“Kalau di sini pengunjung (asing) kebanyakannya dari Belanda karena ada hubungan emosional ya dengan Belanda jadi banyak yang ke sini. Banyak juga orang Belanda yang datang ke sini nyari makam-makam leluhurnya, saya pernah ketemu generasi ke-6 Antonio van Diemen (Gubernur Jenderal Hindia-Belanda ke-9). Jadi pengen lihat jejak-jejaknya gitu loh,” katanya.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Ternyata memang museum ini menjadi salah satu museum yang banyak didatangi oleh wisatawan setiap harinya, dari Senin sampai Minggu. Didik mengatakan sebelum pandemi lalu kunjungan ke Museum Sejarah Jakarta bisa mencapai 15 ribu orang.

“Weekdays itu kalau lagi ramainya bisa dua ribu lebih, kalau musim liburan lebih rame lagi. Dan weekend itu pernah waktu sebelum pandemi sampai 15 ribu satu hari, nah kalau setelah pandemi ini paling-paling lima ribuan lah,” ujar dia.

Museum Sejarah JakartaMuseum Sejarah Jakarta (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Untuk kamu yang penasaran dengan Museum Sejarah Jakarta waktu yang pas untuk datang ke sini adalah ketika hari kerja karena tak begitu ramai. Jam operasional museum ini dimulai pukul 09.00 – 15.00 WIB pada Selasa sampai Minggu.

Untuk biaya masuk museum di hari kerja berkisar Rp 5.000 untuk mahasiswa, pelajar, dan anak-anak, sementara untuk dewasa dikenakan biaya Rp 10.000, dan untuk wisatawan mancanegara dibanderol Rp 50.000. Kemudian, jika berkunjung di hari libur biaya masuk untuk dewasa naik menjadi Rp 15.000, sementara yang lainnya harga normal.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Apa Itu Gir Motor? Ini Fungsi dan Tips Merawatnya agar Tahan Lama


Jakarta

Gir motor termasuk bagian motor yang memiliki peran penting. Tanpa bantuan komponen ini, sepeda motor tidak dapat bergerak.

Gear atau gir motor adalah komponen yang berfungsi untuk menggerakkan roda motor. Dengan komponen ini juga, sepeda motor dapat melaju secara cepat.

Ketahui fungsi, jenis, serta cara merawat gir motor dengan baik pada uraian di bawah.


Jenis Gir Motor

Dikutip dari laman Suzuki Indonesia, gear pada motor terdapat dua jenisnya. Masing-masing gir memiliki ukuran berbeda dengan jumlah mata gir tertentu. Semakin banyak mata gear yang ada maka laju motor akan terasa makin ringan. Berikut jenis-jenis gir motor:

1. Gear Depan

Gear depan motor punya 10-18 mata gir. Adapun gir depan biasanya berukuran lebih kecil dibanding gir belakang.

2. Gear Belakang

Sementara gir belakang motor memiliki mata gir yang lebih banyak, sekitar 30-50 buah. Untuk ukurannya, gir belakang punya ukuran yang lebih besar.

Jumlah mata gear tiap jenisnya telah dirancang dan disesuaikan dengan standar kebutuhan kendaraan dan performa motor itu sendiri.

Fungsi Gir Motor

Adapun fungsi komponen gear yang tersemat pada motor, yakni sebagai berikut:

  • Untuk menggerakkan roda belakang motor sehingga kendaraan dapat meluncur dengan cepat.
  • Untuk menyeimbangkan roda-roda motor saat melaju agar akselerasinya seimbang dan motor bisa melaju baik.
  • Untuk menyalurkan engine break supaya motor dapat mengatur perpindahan gigi saat mengerem sesuai kebutuhan.
  • Untuk menghasilkan pasokan tenaga agar sepeda motor dapat berakselerasi.

Tips Merawat Gir Motor

Gir bersama rantai motor menjadi komponen gear set yang penting untuk menggerakkan sepeda motor. Karena itu, keduanya perlu dirawat dengan baik agar awet dan tidak mendadak rusak. Simak tips merawat gir motor berikut yang dikutip dari catatan detikOto.

1. Bersihkan Secara Rutin

Gir dan rantai akan sering terkena debu, air, dan lumpur sehingga keduanya mudah kotor. Komponen yang kerap kotor ini harus dibersihkan dengan rutin. Dengan begitu, performa gear set akan terjaga saat kondisinya bersih.

2. Beri Pelumas Khusus

Gear set dianjurkan untuk tidak dilumasi dengan oli bekas. Selain itu, mata rantai dan gir yang telah dibersihkan dengan sabun sebaiknya dilumasi dengan pelumas khusus. Langkah ini dilakukan agar kedua komponen tidak kering dan cepat aus.

3. Gunakan Gir yang Sesuai

Pabrikan sepeda motor menganjurkan untuk menggunakan gir dan rantai ali yang sesuai spesifikasi. Itu karena pabrikan sudah menghitung rasio gigi di mesin dan di roda penggerak.

Jika mata gear dan ukuran rantai tidak sesuai maka dapat mempengaruhi performa motor secara keseluruhan.

4. Lakukan Penyetelan Berkala

Apabila rantai yang terpaut di mata gear terlalu tegang atau terlalu kendur, kecelakaan bisa saja terjadi. Ini karena rantai berisiko putus ataupun terlepas dari mata gear. Karenanya, pemeriksaan dan penyetelan berkala perlu dilakukan.

5. Ganti Gir Motor

Jika gir sudah rusak atau usia pakainya sudah habis maka segera ganti gear motor. Penggantian gir motor juga dapat dilakukan bersamaan dengan rantai. Karena biasanya, usia pakai gear set adalah sama.

Nah, itu dia penjelasan jenis, fungsi, serta cara merawat gir motor agar tahan lama. Jadi, jangan lupa perhatikan dan rawat dengan baik komponen penting satu ini untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

(azn/fds)



Sumber : oto.detik.com

Upgrade Ide Kencanmu dengan Bikin Pizza di Kopi Wongso



Yogyakarta

Ada satu kafe menarik di sudut Jogja yang menawarkan pengalaman membuat pizza langsung bersama pemiliknya. Lokasinya masih asri dekat dengan alam, cocok untuk ide ngedate traveler bareng pasangan.

Namanya Kopi Wongso, lokasinya di Sewon, Bantul. Butuh waktu sekitar 30 menit perjalanan dari Stasiun Tugu Yogyakarta. Lokasinya menjadi viral karena tempatnya yang estetik dan langsung disuguhi pemandangan alam berupa persawahan dan gunung.

“Saya senang mengelola Kopi Wongso ini awalnya bersama istri, bagaimana mensinergikan alam dan knowledge saya tentang art, dan pengalaman dulu sering berinteraksi dengan customer saat jadi pemandu,” kata Ali Wongso, pemilik Kopi Wongso.


Kopi Wongso di Yogyakarta jadi rujukan tempat nongkrong anak muda. Ternyata kedai kopi ini adalah cara sang owner Ali Wongso memaknai hidupnya.Kopi Wongso di Yogyakarta jadi rujukan tempat nongkrong anak muda. Ternyata kedai kopi ini adalah cara sang owner Ali Wongso memaknai hidupnya. (Arawinda Dea Alisia)

Kopi Wongso sendiri telah berdiri sejak tahun 2010. Dulu saat masih berada di Bangunharjo, Ali mengandalkan kopi luwak alami sebagai signature-nya.

Sejak 2020 kedai dipindah ke Sewon dan di tahun kedua pembukaan, Ali menyediakan pizza sebagai menjadi salah satu menu andalan. Uniknya lagi, pengunjung diajak untuk membuat pizza sendiri.

Ya, Kopi Wongso menawarkan pengalaman membuat pizza sendiri yang cukup unik ditemani oleh owner langsung. Selain itu, lokasi yang asri dan masih sejuk, membuat suasana outdoor tidak begitu panas di siang hari.

Dengan merogoh kocek Rp 105.000, traveler akan disediakan satu loyang pizza lengkap dengan bahan, dan diajarkan cara membuatnya. Pizza akan dimasak dengan menggunakan tungku api tradisional, sehingga cita rasanya begitu otentik.

Di sini juga tersedia tripod untuk traveler yang hobi bikin konten video. Bahkan, tidak perlu sungkan jika ingin meminta tolong petugasnya mengabadikan moment traveler bersama pasangan.

Kopi Wongso di Sewon, Bantul, YogyakartaKopi Wongso di Sewon, Bantul, Yogyakarta (Arawinda Dea Alisia/detikcom)

Di Kopi Wongso, traveler tidak perlu melakukan reservasi jika ingin membuat pizza. Pengunjung akan dilayani secara bertahap sesuai antrian.

“Kadang-kadang antrenya sampai 4 jam. Kalau ga couple ga akan tahan, yang bikin betah karena ada pasangannya. Sengsara membawa nikmat. Vibes menunggu lama itu juga suatu kelebihan menurut saya,” kata Ali.

Tidak perlu takut bosan jika menunggu di sini karena tersedia berbagai menu lain yang wajib banget traveler coba seperti kopinya. Mulai dari harga Rp 15 ribu, traveler bisa menikmati suasana nongkrong di Kopi Wongso yang syahdu abis. Ada pula persewaan sepeda mulai dari Rp 10 ribu dan kolam renang anak Ro 15 ribu.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com

Fungsi Talang Air Mobil, Tips Memilih, dan Cara Memasangnya


Jakarta

Bagi orang awam, talang air mobil mungkin dianggap sebagai aksesoris yang tujuannya hanya untuk mempercantik bagian pintu jendela mobil. Ternyata lebih dari itu, talang air mobil memiliki fungsi penting.

Simak artikel ini untuk mengetahui fungsi, tips memilih, dan cara memasang talang air mobil.

Fungsi Talang Air Mobil

Dikutip dari situs Hyundai, berikut ini beberapa fungsi talang air mobil:


1. Melindungi Pengguna Mobil

Mobil memiliki kelebihan dapat melindungi penumpangnya saat hujan. Namun fungsi ini tidak akan optimal jika tidak dilengkapi talang air mobil.

Adanya talang membuat air hujan tidak langsung masuk ke dalam mobil ketika kaca masih terbuka. Bentuk talang air yang melengkung membuat air hujan yang jatuh di atap mobil mengalir terlebih dahulu di talang air.

2. Melindungi Kabin Mobil

Seperti fungsi di atas, talang air mobil bermanfaat untuk melindungi bagian kabin. Ketika kaca masih terbuka, air hujan tidak langsung masuk ke kabin.

Seperti kita ketahui, komponen di dalam kabin sangat rentan dari kerusakan, apalagi jika terkena air, misalnya power window yang berada tepat di sisi pintu mobil. Padahal power window berfungsi penting untuk mengatur buka tutup jendela mobil.

3. Mengurangi Embun

Talang air mobil juga dapat mengurangi embun pada kaca mobil, terutama saat hujan atau di pagi hari yang berembun. Embun terkadang mengganggu pandangan penumpang yang ingin melihat ke luar. Adanya talang air mobil membuat embun yang menempel bisa berkurang.

4. Meredam Suara dari Luar Mobil

Fungsi lain yang tak kalah penting dari talang air mobil atau yang disebut juga door visor ini adalah dapat meredam suara bising dari luar mobil.

Door visor dirancang untuk mengarahkan aliran udara, sehingga suara dialirkan lewat talang air ketika mobil bergerak.

Tips Memilih Talang Air Mobil

Seperti komponen lainnya, talang air mobil juga memiliki sejumlah varian yang mungkin diproduksi oleh banyak perusahaan.

Dilansir dari laman Suzuki Indonesia, berikut hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih talang air mobil yang baik:

1. Kualitas Bahan

Tentu hal pertama yang perlu diperhatikan ketika memilih talang air mobil adalah kualitas bahannya.

Semakin berkualitas bahannya, maka komponen ini akan semakin awet. Hal ini penting karena talang air berada di sisi luar mobil yang selalu terpapar panas, angin, dan hujan.

Pilihlah bahan yang agak tebal dan elastis. Bahan tebal membuat talang air tidak gampang pecah atau rusak ketika terpapar angin kencang. Elastisitas bahan juga membuat talang air mudah menyesuaikan kondisi panas dan dingin, sehingga lebih awet.

2. Ukuran Talang

Ukuran talang ada yang ultra slim, semi jumbo, maupun jumbo. Untuk menentukan ukuran, pertimbangkan jenis dan bentuk mobil kamu. Pilihlah talang air yang tetap berfungsi namun juga estetis.

3. Komponen Pelengkap

Perhatikan pula komponen pelengkap talang air ketika membeli. Komponennya mungkin berbeda-beda sesuai jenisnya. Yang paling umum adalah talang yang menggunakan perekat. Pilihlah perekat yang awet.

Jika menggunakan talang air injeksi yang tebal dan berat, maka pastikan kamu menambahkan klip atau baut agar bisa membantu perekat menahan talang air. Klip atau baut membuat talang air semakin kokoh dan awet.

4. Pemilihan Warna

Terakhir adalah pemilihan warna. Warna biasanya berkaitan dengan estetika, sehingga kamu bisa menyesuaikan dengan warna mobil. Umumnya talang air mobil berwarna hitam, silver, bening, dan transparan.

Cara Memasang Talang Air Mobil

Ketika membeli talang air mobil secara offline, biasanya pihak penjual juga menyediakan jasa pemasangan. Namun kamu mungkin membeli secara online atau sengaja ingin memasang sendiri.

Dilansir dari laman Daihatsu, berikut ini cara memasang talang air mobil dengan benar:

  1. Siapkan talang air mobil yang sudah kamu beli lengkap dengan komponennya. Pastikan talang air sudah sesuai dengan jenis kendaraan dan pastikan sudah “plug n play”.
  2. Siapkan larutan air sabun, double tape, gunting, lap kain atau kanebo.
  3. Bersihkan terlebih dahulu bagian talang air dan permukaan pintu kendaraan dengan lap kain dan air sabun. Pastikan tidak ada minyak, kotoran, dan debu yang menempel.
  4. Jika sudah bersih, pasang double tape 3M atau lem pada talang air mobil.
  5. Tempelkan ke permukaan pintu, lalu pasang secara hati-hati dan presisi.

Demikian tadi telah kita ketahui fungsi talang air mobil yang tidak sekadar mempercantik mobil, lengkap dengan tips memilih dan cara memasangnya.

(bai/inf)



Sumber : oto.detik.com

Sejarah Bondo Loemakso, Cagar Budaya di Solo yang Dijual Rp 15,5 Miliar



Solo

Bangunan peninggalan Paku Buwono X, Bondo Loemakso jadi sorotan. Cagar budaya itu dijual di marketplace seharga Rp 15,5 Miliar. Begini sejarah bangunan bersejarah itu:

Ketua Solo Societeit, Dani Saptoni menjelaskan Bondo Loemakso berasal dari kata ‘Bondo’ yang berarti harta dan ‘Loemakso’ berasal dari kata memberdayakan.

Menurut Dani, Bondo Loemakso dulunya merupakan kantor pegadaian khusus sentono dan abdi dalem Keraton Solo. Bondo Loemakso sendiri dibentuk pada awal tahun 1900-an, pada saat Paku Buwono X menjadi Raja Keraton Solo.


“Sejarah Bondo Loemekso itu dulu dipakai untuk pegadaian, pegadaian khusus Sentono dan abdi dalem Keraton Kasunanan. Itu tahun sekitar 1900 awal. Itu untuk Bondo Loemakso ya, bukan bangunannya,” kata Doni, Rabu (5/6).

Pada awal tahun 1900, Bondo Loemakso sempat numpang di perkumpulan Habiproyo di daerah Timuran. Tak berselang lama, saat perkumpulan Societeit Habiproyo pindah gedung yang terletak di utara Pasar Singosaren, Kantor Bondo Loemakso juga ikut pindah.

“Habis itu perkumpulan bisa bangun gedung di Singosaren (utara Pasar Singosaren) Bondo Loemakso juga pindah di situ,” ujarnya.

Lalu pada tahun 1917, kantor Bondo Loemakso mendirikan kantornya sendiri di Kelurahan Kedung Lumbu, Pasar Kliwon atau di dekat Alun-alun Utara Keraton Solo.

Lebih lanjut, Dani mengatakan Bondo Loemakso mempunyai fungsi untuk mengatasi Sentono dan Abdi Dalem yang terjerat utang piutang dengan rentenir.

“Ya memang fungsi untuk pegadaian khusus Keraton saja, Sentono dan Abdi dalem. Era Paku Buwono X Bondo Loemakso Itu untuk mengatasi sentono dan abdi dalem tidak terjerat ke urusan utang piutang dengan rentenir. Karena waktu itu banyak terjadi pegawai Keraton itu terkena kasus pengadilan yang disebabkan kasus utang piutang yang dilaporkan oleh rentenir karena mereka tidak bisa bayar utang,” bebernya.

Menurut Dani, modal awal untuk mendirikan Bondo Loemakso digelontorkan oleh Paku Buwono X dari kantong pribadinya sebesar Rp 130 ribu.

“Modal awalnya Bondo Loemakso yang digelontorkan oleh PB X pertama kali sebesar Rp 130 ribu. Dulu pegawainya juga dari orang Keraton Solo” ucapnya.

Bondo Loemakso Adalah Bank Pribumi Pertama

Sementara itu, dosen prodi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UNS, Dr. Susanto, M.Hum mengatakan adanya Bondo Loemakso menjadikan kantor tersebut menjadi bank pribumi pertama.

Ia mengatakan keberadaan Bondo Loemakso itu sempat kalah besar dengan de Javaneshe yang sekarang menjadi Bank Indonesia.

“Iya betul dulu menjadi bank pribumi pertama khususnya untuk abdi dalem dan kerabat Keraton Solo. Namun, karena kalah besar dengan dengan lembaga keuangan perbankan yang dikelola sendiri. Mungkin ada lembaga lain misalnya kayak bank kerakyatan di depan Pasar Gede,” tuturnya.

Susanto menambahkan, Bondo Loemakso bisa disebut sebagai bank pribumi karena dipergunakan oleh abdi dalem dan sentono Keraton Solo.

“Karena dipergunakan peminjaman terutama pengadaan rumah bagi kerabat dan abdi dalem. Ya sementara itu digunakan kerabat Keraton dan abdi dalem. Kalau masyarakat besar menggunakan bank Jawa,” bebernya.

Namun menurut Susanto, Bondo Loemakso sudah tidak berfungsi sejak lama atau sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

“Sudah berakhir sebelum kemerdekaan atau era PB X atau PB XI, dulu juga pernah jadi radio kalau tidak salah kantornya, nggak bertahan lama karena kalah dengan radio yang lebih populer,” pungkasnya.

——-

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

5 Masalah Mobil yang Sering Terjadi saat Berkendara di Cuaca Ekstrem



Jakarta

Hujan deras turun di pulau Jawa selama beberapa hari. Bagi pengendara mobil, kenali lima masalah mobil yang sering terjadi saat berkendara di cuaca ekstrem.

Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengungkapkan pulau Jawa berpotensi mengalami cuaca ekstrem berupa hujan deras. Kondisi ini turut berdampak pada kendaraan yang berisiko menjadi lebih rentan akibat suhu udara lembab, serta jalanan yang licin.

Dijelaskan Hankook Tire dalam keterangan resminya, ada lima masalah mobil yang berpotensi terjadi saat berkendara di cuaca ekstrem. Antara lain:


Wiper mobil tidak berfungsi

Beberapa faktor dapat menyebabkan wiper mati, mulai dari karet yang sudah aus, sistem engkol yang kotor, hingga kabel penggerak yang sudah usang. Agar terhindar dari situasi wiper kendaraan tidak berfungsi secara optimal, Anda dapat melakukan beberapa langkah seperti periksa kondisi wiper secara rutin terutama sebelum musim hujan, ganti sekring wiper dengan yang baru jika diperlukan, gunakan juga air wiper yang berkualitas dan sesuai dengan spesifikasi mobil, lalu ganti karet wiper secara berkala, biasanya setiap enam bulan sekali.

Aki mobil mati

Suhu udara yang lebih rendah dan kelembapan yang meningkat dapat menyebabkan aki bekerja dua kali lipat, terutama saat menghidupkan mesin. Komponen mobil seperti lampu kabut, unit AC, sound system, dan wiper juga mengkonsumsi lebih banyak tenaga dari aki, yang mengakibatkan kapasitasnya berkurang drastis. Cek aki mobil sebelum berkendara, terutama jika akan melakukan perjalanan ke luar kota. Batasi penggunaan aki jika sudah berusia 2-3 tahun atau sudah menempuh jarak 50.000 km.

Kaca mobil berembun

Cuaca dingin dan hujan sering menyebabkan embun terbentuk di kaca. Penyebab lainnya adalah kelembapan dalam kabin mobil karena paparan partikel air dari pendinginan udara AC. Sebelum mengganggu visibilitas dan keamanan berkendara, lakukan service AC tiap tiga bulan sekali untuk mencegah proses pengembunan. Manfaatkan fitur resirkulasi pada mobil untuk mengalirkan udara dari luar ke dalam tanpa mengubah suhu AC, sehingga mencegah perbedaan suhu yang dapat membuat embun terbentuk di kaca mobil.

Rem tidak pakem

Ketika berkendara di atas permukaan jalan yang basah, sistem pengereman mungkin menjadi kurang responsif. Air yang terjebak di antara kampas rem dan cakramnya dapat mengganggu kontak antara kedua komponen tersebut. Untuk menghindari kondisi tersebut, pengendara disarankan melakukan perawatan secara rutin untuk memeriksa kondisi minyak rem dan menggantinya, terutama jika mobil sudah mencapai 40.000 km.

Selain itu, ban yang sudah aus juga dapat mengurangi traksi sehingga membuat mobil sulit berhenti dalam kecepatan tinggi. Pada ban sudah ada simbol Tread Wear Indicator (TWI) untuk membantu pengendara mengukur batas keausan yang diperbolehkan. Jika kembang ban telah mencapai segitiga TWI, sebaiknya segera mengganti ban.

Risiko aquaplaning

Aquaplaning adalah kondisi ketika ban mobil kehilangan kontak dengan aspal karena genangan air. Ini mengakibatkan hilangnya traksi dan ketidakstabilan kendaraan. Hal ini disebabkan oleh ketebalan genangan air dan kecepatan mobil yang tinggi, yang membuat alur ban tidak mampu mengalirkan air dengan efektif. Untuk mencegah aquaplaning, hindari kecepatan di atas 60 km/jam saat hujan. Pastikan juga kondisi ban tidak botak, karena hal ini dapat mengakibatkan ban tidak mampu melakukan pembuangan air dan menyulitkan pengereman, sehingga mobil kehilangan kendali.

(lua/rgr)



Sumber : oto.detik.com

Rekomendasi 5 Museum Sejarah untuk Pelajar Biar Makin Pintar



Jakarta

Masih dalam semangat Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2024, berikut rekomendasi 5 museum sejarah untuk pelajar biar mereka jadi makin pintar.

Dengan belajar sejarah di 5 museum ini, para pelajar dan mahasiswa bisa mengenal dan mempelajari lebih dalam tentang perjalanan sejarah Indonesia.

Berikut 5 rekomendasi museum sejarah yang dapat dikunjungi oleh para pelajar dan mahasiswa:


1. Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta

Museum Kebangkitan Nasional di Jakarta menempati bangunan bersejarah yang dahulu merupakan sekolah kedokteran pertama di Indonesia yang didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda, STOVIA.

Sebagai saksi lahirnya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908, tempat ini tidak hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga menjadi tempat lahirnya semangat kebangsaan di kalangan pemuda Indonesia.

Pengunjung dapat mengeksplorasi ruang-ruang asrama dan kuliah yang menggambarkan semangat kebangsaan serta mengikuti sesi edukasi yang memberikan pemahaman mendalam tentang sejarah kebangkitan nasional.

2. Museum Sumpah Pemuda, Jakarta

Museum Sumpah Pemuda di Jakarta mengabadikan peristiwa bersejarah pada 28 Oktober 1928, saat para pemuda dari berbagai daerah Indonesia bersumpah untuk bersatu. Dikelola oleh IHA, museum ini menampilkan koleksi berharga termasuk biola WR.Supratman yang digunakan untuk mengumandangkan lagu “Indonesia Raya” pertama kali.

Pameran foto dan dokumen asli dari era pergerakan pemuda, serta rekonstruksi asrama pemuda, memberikan pengunjung gambaran mendalam tentang semangat persatuan dan perjuangan para pemuda Indonesia.

Museum ini menawarkan pameran interaktif dan program edukasi yang menekankan pentingnya semangat kebangsaan dan persatuan.

3. Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta

Museum Perumusan Naskah Proklamasi di Jakarta, yang terletak di sebuah bangunan bergaya Art Deco, merupakan saksi bisu perumusan naskah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 16 Agustus 1945.

Dikelola oleh IHA, museum ini menyimpan artefak penting termasuk mesin tik yang digunakan untuk mengetik naskah proklamasi. Pameran di museum ini menggambarkan proses perumusan secara komprehensif dan menampilkan lebih dari seribu benda bersejarah terkait perjuangan kemerdekaan.

Museum ini tidak hanya menjadi tempat pengenalan tokoh-tokoh proklamasi tetapi juga pusat kontemplasi sejarah yang edukatif dan menghibur, memperkaya pemahaman pengunjung tentang momen-momen bersejarah tersebut.

4. Museum Perjuangan, Yogyakarta

Museum Perjuangan di Yogyakarta, yang diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX pada tahun 1961, didirikan untuk mengenang sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Terletak di pusat kota, museum ini memamerkan koleksi yang menggambarkan semangat kebangkitan nasional dan perjuangan para pejuang kemerdekaan.

Museum PerjuanganMuseum Perjuangan Foto: (dok. IHA)

Dikelola oleh IHA, museum ini menawarkan pameran yang memberikan nuansa sejarah inspiratif dan mengajak pengunjung untuk menggali lebih dalam tentang perjuangan nasional.

Selain sebagai pusat kajian sejarah, museum ini juga berfungsi sebagai ruang publik untuk berbagai kegiatan masyarakat, memperkuat spirit perjuangan bangsa dan menjaga agar api perjuangan terus menyala di hati setiap anak bangsa.

5. Museum Benteng Vredeburg, Yogyakarta

Museum Benteng Vredeburg di Yogyakarta merupakan peninggalan kolonial tertua yang menawarkan pengalaman wisata sejarah yang komprehensif.

Awalnya dibangun sebagai markas pertahanan oleh Belanda, kini museum ini dikelola oleh IHA dan menampilkan narasi sejarah dari era Diponegoro hingga Orde Baru.

Museum Benteng VredeburgMuseum Benteng Vredeburg Foto: (dok. IHA)

Koleksinya yang terdiri dari lebih dari 7.000 benda bersejarah, termasuk artefak yang digunakan oleh tokoh proklamator Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta, memberikan wawasan mendalam tentang perjuangan nasional.

Terletak strategis dekat Jalan Malioboro, museum ini juga menjadi destinasi wisata ikonik dengan ruang terbuka hijau yang asri dan program publik yang menarik, menjadikannya tempat belajar sekaligus rekreasi yang sempurna bagi pelajar dan wisatawan.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com