All posts by 03

Cara Trading Short Selling – Peringatan : Expert only

Salam Trader Bitcoiners,

Sudah lama saya tidak menulis di blog ini kembali. Sebelumnya saya pribadi ingin menggucapkan Selamat Tahun Baru untuk para Bitcoiner – semoga tahun ini menjadi tahun yang barokah dan penuh dengan profit.

Sebuah awal tahun yang menggila untuk kita sesama Bitcoiners khususnya dengan turunnya harga Bitcoin kembali sebagai aksi taking profit dan menjelang perayaan Chinese New Year yang membuat para investor china sebagaimana biasanya menjual aset komoditas nya untuk persiapan perayaan tahun baru. Chinese New Year itu seperti budaya Lebaran kalau di Indonesia – di rayakan secara sangat besar-besaran nationalwide dan konsumtif 🙂

Berangkat dari situasi yang membuat harga Bitcoin cenderung turun ini saya ingin sedikit membagi sebuah teknik trading sederhana yang tetapi tidak disarankan bagi orang yang baru pertama-tama belajar trading : “Short Selling”

Untuk para pemaen forex atau trader komoditas tentunya teknik short selling ini bukan lah hal yang awam karena fungsi ini ada pada bawaan trading platform sehingga bahkan trader tidak mengetahui sebenarnya bagaimana skema short selling pada teorinya (biasanya tau secara praktek yaitu  pokoknya profit kalau harga turun). Note : bedakan cut loss dan short selling. Ini dua hal yang berbeda !

Jual kosong atau short selling adalah suatu istilah yang dipergunakan dalam dunia keuangan adalah suatu cara untuk memperoleh profit dari penurunan harga. Short selling adalah suatu cara yang digunakan dalam penjualan komoditas di mana investor/trade menjual komoditas  dengan harga tinggi dengan harapan akan membeli kembali dan mengembalikan pijaman komoditas pada saat komoditas turun.

Beberapa platform Bitcoin trading di luar negeri sudah menerapkan fungsi short selling ini seperti HUOBI, OKcoin, dan lainnya (biarpun feature ini mempunyai banyak  masalah finance yang membuat website seperti Bitstamp, Itbit, Indodax.com tidak mau menerapkan feature ini untuk menghindari resiko liquiditas).

Tetapi tahukah Anda sebenarnya platform marketplace seperti Indodax.com dapat kita lakukan short selling untuk menambah profit ?

Untuk melakukan teknik ini dibutuhkan 2 syarat :

  • Anda mencintai Bitcoin (karena butuh stok bitcoin diawal yang tidak mau anda cairkan)
  • Anda yakin bahwa market yang mau di shorting akan mengalami penurunan harga

Syarat pertama sangat mudah dipenuhi karena kita semua Bitcoiners 😀  Bagaimana syarat kedua ? Syarat kedua juga sangat mudah untuk dipastikan. Bagaimana cara melihatnya ? Cukup lakukan dua checkbox ini dan kalau kedua syarat terpenuhi biasanya harga market tersebut cenderung akan turun:

  • Market Bitcoin tersebut memiliki volume transaksi kurang dari 5% market dunia sehingga harga di market tersebut tidak begitu mempengaruhi market luar negeri
  • Selisih harga market tersebut lebih dari 1% dari harga rata-rata Bitcoin international (lihat index harga coindesk).

Dan biasanya Indodax sering sekali memenuhi 2 syarat itu sehingga pergerakan harganya cenderung lebih mudah ditebak. Biasanya market yang mempunyai beda harga lebih dari 1% dari harga international akan cenderung secara perlahan tapi pasti mendekati harga international.

Nah sekarang untuk menjelaskan teknik shorting ini kita perlu mengingat kembali prinsip utama trading itu hanya satu pasang :  “Beli Murah – Jual Mahal”  bukan “Beli Mahal – Jual Murah” Tetapi urutan nya tidak harus berurutan. Artinya Anda boleh melakukan “Jual Mahal – Beli Murah”

Selama urutan itu terpenuhi berarti anda profit, kalau urutan itu tidak terpenuhi artinya anda rugi. Itu Golden Rules trading yang tidak boleh dilanggar.

Sekarang mari kita jelaskan cara shorting ini dengan sebuah cerita agar mudah dipahami :

Budi adalah seorang trader yang sangat mencintai bitcoin. Dia sangat percaya Bitcoin secara jangkan panjang akan mengalami kenaikan harga sehingga dia membeli Bitcoin setiap bulannya 1 juta rupiah. Pada akhirnya dia memiliki  100juta rupiah dan 10 bitcoin sebagai modal tradingnya. Dia sangat mencintai 10btc nya dan tidak ingin kehilangan 10 bitcoinnya.

Bitcoin di dalam perjalannya kadang mengalami kenaikan dan kadang mengalami penurunan. Suatu kali dia melihat ada selisih harga dimana Indodax lebih tinggi 200ribu dibandingkan Huobi yang merupakan pertanda jelas bahwa harga Indodax akan mengalami penurunan. Lalu kalau Anda menjadi Budi apa yang akan Anda lakukan ? Apakah Anda akan diam saja melihat harga bitcoin turun atau Anda akan memanfaatkan momen turun yang jelas akan terjadi ini ?

Budi sebagai seorang trader ulung menghitung dengan baik berapa rupiah dan Bitcoin yang dimilikinya lalu dia memutuskan menjual 10 btc yang dia miliki di harga 6.100.000 (huobi 5.900.000) lalu setelah itu dia memasang harga beli saat itu juga di harga 6.001.000 sambil terus memantau pasar.  Ternyata setelah satu hari benar harga Indodax mengalami penurunan hingga 5.970.000 biarpun market international terjadi bounce back oleh Huobi ke harga 5.950.000. 

Maka Budi mendapatkan kembali bitcoin yang dimiliki + profit rupiah dengan perhitungan sebagai berikut :

Jual : 10 btc  * 6.100.000 – (biaya market 10 btc  * 6.100.000 *  0.3% ) = 60,817,000  

Beli : 10 btc * 6.001.000 = 60.10.000  (tanpa biaya karena limit)

Profit :  807.000

Budi mendapatkan kembali saldo 100.807.000 rupiah dan 10 btc nya kembali. Menarik bukan ?

Perlu diingat ada beberapa catatan dalam menerapkan teknik ini:

  • Hitung biaya trading jangan sampai terjadi kesalahan hitung
  • Jarak harga jual dan harga beli jangan terlalu jauh – ingat prinsip jual mahal beli murah. Jangan serakah
  • Lakukan memasang order buy dengan market limit segera atau berarti anda bukan menerapkan teknik shorting tetapi menerapkan teknik cut lose (Biasanya justru akan membuat terjadi kecendrungan “jual murah – beli mahal” )
  • Jual dengan teknik instan karena akan mendorong penonton market untuk ikut turun / panik sell
  • Jarak jual dan beli jangan terlalu jauh dan tetap diatas market international agar memastikan anda tidak terkena efek rebound
  • Apabila terjadi rebound di market international, segera beli kembali bitcoin anda dengan market instan.
  • Jangan panik dan tetap tenang perhatikan kekuatan orderbook market sell untuk memastikan anda sempat untuk membeli balik pada saat terjadi market rebound di market international
  • Teknik ini super efektif pada saat terjadi downtrend
  • Teknik Short Selling ini pada intinya meminjam bitcoin dari diri sendiri untuk dibeli kembali di masa depan

Semoga teknik ini bisa membantu para trader memanfaatkan momen gap antara Indodax dan pasar international !

Salam Profit,

Ourteam_IMG_2390
Oscar Darmawan
Bitcoin Trader

Catatan : Semua keputusan untuk menjual atau membeli Bitcoin adalah keputusan pribadi. Kami  tidak bertanggungjawab atas kerugian yang tercipta, baik secara langsung maupun tidak langsung, dan pada saat ini atau di masa depan atas transaksi Digital Currency yang Anda lakukan.





Sumber : blog.indodax.com

Interview with Coin News Asia

Indonesia Is the Perfect Market for Bitcoin to Grow

In another special coverage of the cryptocurrency movement in Indonesia, Oscar Darmawan shares his insights on bitcoin and how far Indodax.com has developed since we last covered it. You can read our exclusive interview with Oscar forBitcoin Indonesia in two parts here and here. The rise of bitcoin in Indonesia is steady. Let’s see what Oscar has to say:

Well, I have always believed in a lean business model so it did not take long for us to start our business. We first started our Bitcoin exchange based on a business model that was fairly similar with what would have been applied by a money changer. But in order to support a bigger and more liquid transaction, we decided to reform our business from a Bitcoin Brokerage to a Bitcoin Spot Exchange.

I have been involved with a lot of e-money transactions and businesses in the past few years. I was once a seasoned forex trader. I also had my hands on e-gold and liberty reserve which both got frozen by FBI. All my bad experiences with centralized e-money businesses made me realize that a true form of safe and global e-money would not be created if it keeps depending on a centralized system and its business nature. I also have been actively working full time in the IT area and cyber security industry for the last six years. Due to my background in finance and IT security, I have known Bitcoin since the early days and I instantly fell in love with it, especially with the Blockchain technology behind it.

If I must say, the best thing about my venture is how we can still be running profitable even though bitcoin volume transaction goes down globally last year. Unlike most of the startups which can only survive because of investor funds, we have been profitable since day one. We keep our business model as lean as possible while still maintaining our growth rate exponentially. We even paid dividends to our investors last month for company performance in 2015.

We have unfair advantages due to our background as seasoned entrepreneurs in Information Technology. We have been running our IT infrastructures and security businesses for six years, thus more experience on the field. We also have been very lucky to have Indonesia as our main market. Indonesia is a country with a lot of potential; we have more than 250 million people as our target with 80% of them is unbanked people. Therefore this market is the perfect market for Bitcoin to grow.

Our Mission Is to Help Indonesia Benefit from Cryptocurrency

bitcoinindonesia

This is the second part of our exclusive interview with Oscar Darmawan of Bitcoin Indonesia. If you missed the first part, you can read it here.

Coin News Asia: What do you consider have been the milestones while operating Bitcoin Indonesia? 

Oscar Darmawan: Well, our company is still very young. We are only a 2-year-old company. But if I need to choose between our company milestones, I will choose the time when we successfully changed our business concept from money changer type of industry to a marketplace driven industry.  Previously we were a market maker of Bitcoin and a single entity who provided liquidity of Bitcoin in Indonesia. At that time we thought that there would not be any future for us if we continued doing that type of business. Therefore, we changed our business into a marketplace which will allow any entity to become a market maker in our Bitcoin Exchange with no trading fee (0%).

CNA: Any thoughts on the gambling side of Bitcoin?

OD: Online gambling is an interesting market and one of the highest gross sales in any country but unfortunately, online gambling has been classified as illegal in Indonesia. Therefore, I cannot give any further comment about it until our government allow this type of business.

CNA: Do you think it is hypocritical when Bitcoin supporters who are critical of banks are also critical of altcoins?

OD: I think we need to clear this misunderstanding. Not all Bitcoin supporters are critical to banks nor to alternate coins. Our own exchange is currently working with banks instead of acting against them. We believe that in order to build the future for cryptocurrencies, we need to be able to coexist with the current financial system.

Yes, there are always possibilities for any superior altcoin to surpass Bitcoin in the near future especially if the markets support them. It is true that Bitcoin has a very high market cap currently but it’s just like how UDP protocol is slowly replaced by TCP protocol or HD versus Blu-ray; technologies continues to grow and always try to find the best solutions to fix the current problems. It is no different with Bitcoin. But I think currently Bitcoin will sit still on its throne due to its huge market cap.

trade-bitcoin

CNA: We always like to ask this, but do you have a Bitcoin price prediction?

OD: I always think that the Bitcoin price will surpass $500 at any moment after this long dive but I do not think it will go more than $1000. There are too many whales who will cash out their Bitcoin when the price reaches $800 which will cause the price to go back down to $500. Bitcoin will be at its best in $500.

CAN: What can we expect from Bitcoin Indonesia in the near future?

OD: Our vision and mission is to help many Indonesia domestic workers experience the benefits from using the cryptocurrencies technology.  Most of these domestic workers regularly send around or less than $500 every month back to their home country. I think the Bitcoin technology will really help them in this micro remittance market. By using Bitcoin, they may be able to receive more money than they normally do. The Blockchain system serves as a transparent ledger which also plays an important part in this ecosystem especially for auditing records purposes. One of our partners that focuses in this service is CoinPip—a startup which also supports remittance services to Indonesia by using Bitcoin as the underlying technology.

CNA: Finally, for those who are new to Bitcoin, do you have any suggestions?

OD: Try to understand the concept and to know more about its technology instead of drowning yourself in those negative assumptions that spread around in the market. The more you learn about it, the more you will fall in love with its concept.  Like an old phrase: ‘try to empty your glass before you refill it.’

We are proud to be the top 15 biggest Bitcoin marketplaces in the world, and hopefully we will also be in the top 10 Bitcoin exchanges soon. We have also made Rupiah (our local currency) become one of the top Bitcoin currency trading pairs. I hope it will boost our country to get one part of this whole cake in this cryptocurrency technology ecosystem and eventually bring some income to our country.

CNA: Thank you very much for your participation, Oscar. Our team here at Coin News Asia appreciates it.

Sumber: Part I dan Part II





Sumber : blog.indodax.com

Indodax.com akan hadir dalam TechnoFair 2016 di Universitas Gunadarma, Depok!

Halo, Bitcoiners!

Tertarik untuk mengetahui tentang Bitcoin dan teknologi Blockchain secara lebih lanjut? Ini kesempatan Anda untuk mendapatkan informasi terkini mengenai digital asset terbesar di dunia karena Indodax.com akan hadir di acara TechnoFair 2016 dalam sesi Talkshow! CEO Bitcoin Indonesia, Bapak Oscar Darmawan, akan menjadi salah satu pembicara utama selain Ibu Dayu Dara Permata, Co-Founder GO-JEK dan Bapak Topan Bayu Kusuma, CFO dari Badr Interactive.

TechnoFair 2016 diselenggarakan di Universitas Gunadarma yang terletak pada Jalan Margonda Raya No. 100 di Depok pada tanggal 10 – 12 Maret. Bagi Anda yang tertarik untuk menghadiri sesi Talkshow bersama Indodax.com yang bertemakan “Bitcoin, Blockchain, dan Perkembangannya di Indonesia dan Dunia Global”, datanglah ke Kampus D Universitas Gunadarma pada pukul 13.30 WIB, hari Jum’at, 11 Maret 2016. Nanti akan ada event bagi-bagi Bitcoin gratis juga lho! Siapkan wallet Bitcoin Anda, Bitcoiners!

Dapatkan tiketnya sekarang juga sebelum kehabisan! Harga tiket masuk hanyalah Rp 20.000 per orang, namun jumlah kursi yang tersedia sangat terbatas. Segera kontak Fatihin di nomor 085726832154 sekarang juga untuk pembelian tiketnya.

See you in Depok, Bitcoiners!





Sumber : blog.indodax.com

PwC: Institusi Jasa Keuangan Indonesia Remehkan Penggunaan “Blockchain”

JAKARTA, KOMPAS.com – Menurut survey terbaru Pricewaterhouse Coopres (PwC), pelaku industri jasa keuangan di Indonesia masih belum memprioritaskan penggunaan blockchain, sebuah teknologi basis data terdistribusi untuk optimalisasi proses bisnis.

Padahal, peluang laba bagi institusi jasa keuangan yang menggunakan blockchain akan lebih besar sebab beroperasi lebih efisien. Tidak saja dapat menghemat biaya dalam jumlah besar namun pengguna platform tersebut juga mendapatkan keuntungan melalui transparansi yang lebih baik.

Dalam laporan Global FinTech PwC terbaru berjudul ‘Blurred Lines: How FinTech is shaping Financial services’ terungkap 56 persen responden mengakui pentingnya teknologi ini. Sementara 57 persen mengatakan mereka ragu-ragu atau kecil kemungkinan untuk merespon tren ini.

Laporan ini dibuat berdasarkan sebuah survei terhadap 544 responden, yang tersebar di 46 negara. Responden terdiri dari CEO, Kepala Bagian Inovasi, CIO dan pejabat tinggi manajemen yang terlibat di dalam transformasi digital dan teknologi di seluruh industri jasa keuangan.

“Ketika dihadapkan dengan teknologi yang disruptif, perusahaan terkemuka di dunia berhasil melaluinya dengan menanamkan teknologi tersebut ke dalam DNA mereka, sebagai bagian dari proses ‘business as usual’,” kata Haskell Garfinkell, FinTech co-leader, PwC di Amerika Serikat (AS), dalam rilis pers.

Dalam pandangan PwC, kurangnya pemahaman akan teknologiblockchain akan menimbulkan risiko signifikan terhadap model bisnis yang ada saat ini.

Dalam survey ini, tim Global Blockchain PwC telah mengidentifikasi lebih dari 700 perusahaan yang memasuki pasar ini, 150 dikategorikan sebagai perusahaan yang ‘perlu dicermati’ dan 25 diperkirakan akan muncul sebagai pemimpin.

“Survei kami menunjukkan hasil yang tak dapat diabaikan, bahwa 25% perusahaan tidak berurusan dengan FinTech sama sekali. Mengingat semakin tingginya kecepatan perubahan yang terjadi, tidak ada perusahaan jasa keuangan yang dapat bersantai-santai,” kata Manoj Kashyap, Global Financial Services FinTech Leader PwC.

Tantangan

Survei PwC menunjukkan bahwa bentuk kolaborasi terbanyak dengan perusahaan FinTech adalah kemitraan bersama (32 persen). Menurut PwC, hal ini merupakan indikasi bahwa firma jasa keuangan belum siap untuk mempertaruhkan segalanya dan berinvestasi penuh pada FinTech.

Ketika ditanya tentang tantangan yang dihadapi dalam menangani perusahaan FinTech, sebanyak 53 persen lembaga jasa keuangan tradisional menyebut keamanan TI, ketidakpastian dari segi peraturan (49 persen) dan perbedaan model bisnis (40 persen).

Dari sudut pandang perusahaan FinTech, ada tiga tantangan utama ketika berhadapan dengan firma jasa keuangan tradisional. Yakni, adanya perbedaan manajemen dan budaya (54 persen), proses operasional (47 persen) dan ketidakpastian dari segi peraturan (43 persen).

“PwC mengestimasikan bahwa dalam waktu 3-5 tahun ke depan, investasi kumulatif dalam skala global pada FinTech dapat melampaui 150 miliar dollar AS, dan perusahaan lembaga keuangan dan teknologi berusaha mengungguli satu sama lain agar dapat bermain di pasar,” kata John Shipman, Asia FinTech Leader di PwC.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2016/03/17/071500226/PwC.Institusi.Jasa.Keuangan.Indonesia.Remehkan.Penggunaan.Blockchain





Sumber : blog.indodax.com

Pengumuman terkait penarikan Rupiah di Indodax.com menyambut hari libur 5 Mei sampai 6 Mei 2016

 

Halo, Bitcoiners!

Berhubung tanggal 5 Mei sampai 6 Mei 2016 merupakan hari libur nasional, maka proses penarikan Rupiah yang menggunakan LLG atau RTGS akan ditunda hingga hari kerja bank berikutnya.

Mohon diperhatikan bahwa hari ini, tanggal 4 Mei 2016 adalah hari terakhir bagi Anda untuk melakukan penarikan Rupiah ke rekening non-CIMB Niaga/BRI, dan proses penarikan harap dilakukan sebelum jam 14.00 WIB. Jika Anda melakukan penarikan diatas jam tersebut, maka uang baru akan masuk ke rekening bank Anda pada hari Senin, tanggal 9 Mei 2016. Semua penarikan rupiah sebenarnya masih diproses seperti biasa oleh tim kami, namun berhubung ada keterbatasan jadwal kliring dari Bank Indonesia, uang Anda baru akan sampai di rekening bank pada tanggal 9 Mei 2016.

Penarikan yang dilakukan oleh member dengan rekening bank CIMB Niaga dan BRI, tetap diproses seperti biasa, begitu juga dengan semua proses deposit, jual dan beli Bitcoin dan Rupiah.

Terima kasih dan happy trading, Bitcoiners!





Sumber : blog.indodax.com

Pengumuman Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H

English Version see below.

Halo, Bitcoiners!

Dalam minggu yang penuh rahmat ini, PT Bit Coin Indonesia mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 kepada seluruh keluarga Indodax.com yang merayakannya. Semoga kita semua senantiasa mendapat berkah dan selalu berada dibawah naungan Tuhan Yang Maha Esa. Tidak lupa kami ucapkan mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan dan kekeliruan yang pernah kami lakukan.

Sehubungan dengan adanya Libur Bank pada tanggal 5 Juli 2016 hingga 10 Juli 2016 (Selasa – Minggu), kami sampaikan hal-hal berkaitan penarikan dan deposit Rupiah dari akun Indodax.com Anda:

  1. Penarikan Rupiah ke rekening Bank selain CIMB Niaga dan BRI pada tanggal 05 Juli 2016 hingga 10 Juli 2016, akan dimutasi oleh pihak perbankan pada 11 Juli 2016;
  2. Penarikan Rupiah ke rekening CIMB Niaga dan BRI pada tanggal 5 Juli 2016 hingga 10 Juli 2016 berjalan seperti biasa;
  3. Deposit Rupiah menggunakan transfer SKN dan RTGS pada tanggal 5 Juli 2016 hingga 10 Juli 2016 TIDAK dapat diproses;
  4. Deposit Rupiah dari bank selain CIMB Niaga, BRI dan Sinarmas, akan diproses seperti biasa apabila menggunakan metode Online Transfer (ATM Bersama, Jaringan Prima dan Jaringan Alto);
  5. Deposit Rupiah menggunakan voucher dan partner exchanger Indodax.com tetap berjalan seperti biasa (sesuai dengan ketentuan masing-masing partner).

Untuk memperoleh informasi lebih lanjut, silakan hubungi customer service Indodax.com melalui e-mail di [email protected] atau melalui live chat disini.

Terimakasih kepada seluruh member VIP yang selama ini telah setia menggunakan jasa jual beli Bitcoin kami. Tanpa Anda, kami tidak akan bisa berkembang sampai sejauh ini. Kami dari Indodax.com akan terus berinovasi berusaha sekuat mungkin untuk memberikan pelayanan dan fasilitas yang terbaik kepada Anda, para pelanggan setia kami.

Salam sukses,

Indodax.com, your trusted Bitcoin solution!

———————————————————–———

Hello, Bitcoiners!

During this blessed week, PT Bit Coin Indonesia wishes Happy Eid Mubarak 2016 to every member of Indodax.com who celebrates it. May all the joys of life be showered upon you. We sincerely apologize for any mistakes and misunderstandings we have done in the past.

Considering that Bank Holidays will start from 5 to 10 July 2016 (Tuesday – Friday) in Indonesia, we are announcing several notifications regarding the Rupiah withdrawal and deposit you do through your Indodax.com account:

  1. Rupiah withdrawal to any other bank account aside from CIMB Niaga and BRI during 5-10 July 2016, will be processed by the banks on July 11th, 2016;
  2. Rupiah withdrawal to CIMB Niaga and BRI bank account during 5-10 July 2016 will be processed normally;
  3. Rupiah deposit using SKN and RTGS methods during 5-10 July 2016 will NOT be processed;
  4. Rupiah deposit using banks other than CIMB Niaga, BRI and Sinarmas during 5-10 July 2016 will be processed normally as long as you are transferring funds using the Online Transfer method (ATM Bersama, Jaringan Prima dan Jaringan Alto);
  5. Rupiah deposit using Vouchers through Indodax.com’s Partner Exchanger will be processed normally (additional rules may apply depends on the exchanger).

For further information, please contact our customer service by sending an e-mail to [email protected] or talk directly to one of our staffs through live chat here.

We would like to thank every VIP member for using our trading services for these last few years. Without your help and support, Indodax.comd would never be able to get this far. Indodax.com will continue to grow and innovate as best as we can in order to give you the best services and facilities. Thank you for staying with Indodax.com.

Kind regards,

Indodax.com, your trusted Bitcoin solution!





Sumber : blog.indodax.com

Museum Rekor Indonesia (MURI) Anugerahkan Penghargaan Khusus Pada CEO Indodax.com

Pernikahan CEO Indodax.com, Bapak Oscar Darmawan dan Ibu Yenni, yang berlangsung pada bulan September tahun lalu,  dianugerahi penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) karena telah berhasil menjadi orang Indonesia pertama yang pernikahannya tercatat dalam Blockchain—sebuah teknologi yang dikenal luas oleh publik sebagai teknologi yang menjalankan Bitcoin.

Dengan bantuan tim ahli dari Blockchain.co.id, janji pernikahan mereka tercatat di dalam jaringan Blockchain yang dapat dilihat oleh siapapun yang terhubung ke Internet. Janji nikah pasangan yang tersimpan di dalam transaksi 10ef0e, 5b5a06, 0062f6, 39f9ec, f041c4, 5ff791, c20f6b, 1be885, 017202u ini tidak akan bisa diubah, diduplikasi, atau diretas oleh siapapun karena datanya sudah tersebar di jutaan komputer di dunia. Penggunaan Blockchain dalam kasus ini menunjukkan bahwa teknologi ini tidak hanya berfungsi untuk menjalankan Bitcoin saja, namun juga untuk menyebarkan dan menyimpan data dalam sebuah database tanpa server yang dapat dijamin keamanan dan keabadiannya.

Janji pernikahan yang dapat Anda baca lebih lanjut di Bitcoinwedding.com ini hanyalah contoh kecilnya. Di masa mendatang, seperti yang sedang dikembangkan oleh berbagai negara maju saat ini, Blockchain akan digunakan untuk mendistribusikan dan menyimpan kontrak perusahaan, ijazah, dan berbagai akta mulai dari akta kelahiran, tanah, bangunan, hingga perkawinan. Inilah alasan mengapa perusahaan, lembaga perbankan dan organisasi raksasa dunia seperti Visa, Citibank, Sony, Walt Disney dan PBB mulai bereksperimen dengan teknologi Blockchain ini.

Informasi lebih lanjut mengenai Teknologi Blockchain dapat Anda lihat di Blockchain.co.id.





Sumber : blog.indodax.com

Buku “Mengenal Bitcoin & Cryptocurrency” karya Dimaz A. Wijaya Bahas Potensi Besar Bitcoin dan Blockchain

 

Sejak kelahiran mata uang digital bitcoin dan teknologi blockchain pada 2008, dua jargon itu cukup kontroversial, karena sifatnya yang desentralistik, khas arus informasi era Internet, dan lagi meniadakan peran bank dan lembaga keuangan lainnya dalam mentransfer uang digital. Berasaskan teknologi peer-to-peer, proses kirim uang semakin cepat, murah, luas, dan aman daripada menggunakan layanan perbankan biasa, terlebih-lebih memanfaatkan jasa Western Union.

Namun demikian, hingga saat ini, ratusan perusahaan internasional, seperti Microsoft, Amazon, Intel, Barclays, Citi, Visa, MasterCard, bahkan Western Union dan lain-lain kian banyak menggelontorkan modal untuk meneliti dan mengembangkan teknologi blockchain, yang menjadi fondasi bitcoin, agar kelak dapat diterapkan di perusahaan secara total. Kemudian di sisi saintifik, MIT kian dalam menelesuri pelbagai potensi teknologi keuangan disruptif itu.

Hingga tulisan ini disusun, harga 1 bitcoin setara dengan Rp. 8.500.000, naik sekitar 2 juta rupiah kurang dari 30 hari (coingecko.com/coindesk.com/Indodax.com). Bitcoin dibayang-bayangi oleh mata uang digital lainnya, seperti Ethereum, Litecoin, dan DAO.

Tidak seperti Jepang yang sudah melegalkan bitcoin yang posisinya setara dengan yen, Indonesia sendiri melalui Bank Indonesia masih gamang memandang bitcoin ini. Padahal di luar negeri, termasuk Uni Eropa, daripada melarangnya, mereka justru membuat badan khusus untuk meneliti ini. Warga Indonesia sendiri, berdasarkan data dari Indodax.com, jumlah pengguna bitcoin masih sedikit, pun demikian dengan jumlah transaksinya. Ini menandakan kesadaran finansial dan teknologi masyarakat Indonesia masih minim. Penyebab di antaranya, tentu saja tentang referensi bitcoin yang masih banyak dalam bahasa Inggris dan relatif sulit dipahami. Website-website khusus tentang bitcoin berbahasa Indonesia, memang sudah ada, tetapi kurang sistematis memetakan dari A-Z soal mata uang masa depan ini.

Buku Mengenal Bitcoin & Cryptocurrency yang ditulis Dimaz A. Wijaya ini terhitung sangat berani, karena topik seperti ini kurang populer, tetapi langka kalau dinilai dari sudut pandang pencinta bitcoin, padahal potensi teknologi blockchain adalah masa depan teknologi keuangan dan kelak digunakan luas, sebagaimana Internet saat ini. Para bankir, praktisi keuangan, peneliti komputer, programmer, dan terlebih-lebih pemerintah patut membaca buku ini sebagai basis perspektif menilai mata uang ini, bukan sekadar mencibir berdasarkan sumber yang dangkal. Menurut survey terbaru Pricewaterhouse Coopres (PwC), sebagaimana yang dikutip dari Kompas.com, pelaku industri jasa keuangan di Indonesia masih belum memprioritaskan penggunaan blockchain, sebuah teknologi basis data terdistribusi untuk optimalisasi proses bisnis.

Dengan riset yang baik, teknologi blockchain justru mampu sebagai solusi bagi e-voting, karena sangat aman berbanding teknologi e-voting yang ada saat ini, termasuk penerapan e-voting di Estonia.

Dimaz yang lulusan S2 di Monash University, Australia ini, punya beragam referensi dalam menulis, termasuk buku-buku yang ditulis oleh pakar-pakar bitcoin, termasuk Andreas Antonopoulos.

Selain bitcoin, penulis juga membahas secara mendalam soal Altcoin, alias mata-mata uang digital lain selain bitcoin, seperti litecoin, dogecoin, DAO, ethereum dan lain-lain. Di buku ini Anda menemukan seluk beluk mining untuk menghasilkan mata uang digital. (redaksi)

Data Buku

Judul: Mengenal Bitcoin & Cryptocurrency
Tahun terbit: 2016
Pengarang: Dimaz A. Wijaya

Kata Pengantar: CEO PT. Bitcoin Indonesia, Oscar Darmawan
Editor: Fauzan Nur Ahmadi, Vinsensius Sitepu
Penerbit: Puspantara.org, Medan
Format buku: Digital (Google Play Book)
Jumlah halaman: 102 halaman





Sumber : blog.indodax.com

Andri Setiawan: “Bitcoin adalah metode payout terbaik untuk bisnis online advertising”

Sebuah kisah nyata dari Andri Setiawan, seorang pengusaha yang mendapatkan penghasilan hingga puluhan juta Rupiah per minggu dari pemasangan iklan online di situsnya, news.viatekno.com.

Bapak Andri Setiawan, seorang pria yang telah berkeluarga dan dikaruniai seorang anak ini adalah seorang pebisnis yang juga aktif mencari penghasilan tambahan di dunia online. Namun tidak seperti kisah kebanyakan trader atau pengguna Bitcoin di Indonesia, awal perkenalan Bapak Andri dengan Bitcoin bukanlah berasal dari situs-situs faucet maupun bursa trading. Meskipun sempat beberapa kali diajak oleh rekannya untuk mencoba bermain dengan Bitcoin beberapa tahun yang lalu, beliau tidak begitu tertarik untuk mencari tahu lebih lanjut tentang cryptocurrency ini hingga akhirnya dia melihat kata “Bitcoin” terpasang di salah satu metode payout situs iklan online yang digunakannya.

Bapak Andri sudah berkutat cukup lama di dunia online advertising dan bisa mendapatkan penghasilan hingga 1,500 USD (setara dengan 20 juta Rupiah) dalam waktu 2-3 hari saja dari pemasangan iklan Google Adsense. Ia tidak perlu melakukan apa-apa untuk mendapatkan penghasilan tambahan seperti ini. Setiap klik yang diberikan pengunjung situsnya akan secara otomatis berubah menjadi uang yang bisa ia gunakan untuk menghibur buah hatinya.

Bapak Andri sudah menggunakan Google Adsense sejak tahun 2012, dan kini ia tertarik untuk mencoba memasang iklan dari Adsterra berkat rekomendasi sahabat-sahabatnya. Meskipun beliau sudah mendengar istilah Bitcoin sejak lama, ia baru benar-benar tertarik untuk menggali lebih dalam ketika ia melihat Bitcoin muncul sebagai salah satu metode payout di Adsterra. Melihat fee payout Adsterra via transfer bank memakan biaya hingga 50 USD per transaksi dengan minimum payout 1,000 USD, Bapak Andri merasa sudah waktunya bagi dia untuk memilih metode payout yang lain. Berhubung PayPal juga memungut biaya yang besar, Pak Andri merasa Bitcoin merupakan pilihan terbaik untuk mendapatkan uangnya. Ternyata hasilnya sangat memuaskan, dimana ia menerima 416 USD dalam bentuk Bitcoin secara instan dari Adsterra tanpa potongan biaya apapun. Tidak hanya itu, minimum payout untuk Bitcoin juga hanya sebesar 100 USD, sehingga dana bisa ditarik dalam waktu yang singkat.

Bapak Andri turut menambahkan bahwa menerima Bitcoin sebagai bayaran dari Adsterra juga memberikan keuntungan tambahan yang muncul dari fluktuasi harga Bitcoin. Berhubung harga Bitcoin terus berubah setiap detiknya, terkadang Bapak Andri menunggu sampai harga Bitcoin naik, baru ia jual Bitcoinnya ke Rupiah melalui akun Indodax miliknya. Dengan begitu, ia dapat menerima lebih banyak uang bila dibandingkan menggunakan metode payout yang lain, dan mendapatkan kurs yang lebih bagus daripada ketika ia menerima uangnya dalam bentuk USD. Ditambah lagi, semua transaksi dengan Bitcoin berjalan gratis dan instan.

“Daripada mencari Bitcoin lewat situs-situs faucet, lebih baik kita membuat sebuah situs dan pasang iklan disana, lalu share situsnya via sosial media seperti facebook supaya mendapatkan banyak visitor. Bitcoin yang didapatkan dari sana pasti lebih banyak jumlahnya daripada kita menghabiskan waktu bermain faucet,” ujarnya sambil tertawa. “Membuat akun Bitcoin juga ternyata sangat mudah dan banyak keuntungannya. Andai saja Google Adsense sekarang juga bisa membayar saya dalam bentuk Bitcoin.”

Bagi Anda yang tertarik untuk mencoba berbisnis di online advertising dan memasang iklan di situs pribadi Anda, kunjungi Adsterra.com, dan nikmati kemudahan menerima pembayaran dalam Bitcoin dimana transaksi pembayaran terjadi secara instan, tanpa pemotongan biaya komisi, dan tanpa minimum payout yang tinggi.

Kisah nyata dari Andri Setiawan

Ditulis ulang oleh Suasti Atmastuti Astaman

Business Development Manager of Bitcoin Indonesia

Sumber foto: http://themerkle.com/wp-content/uploads/2016/06/bitcoin21.jpg





Sumber : blog.indodax.com

Indodax.com Tidak Pernah Bekerjasama dengan Perusahaan Arisan Berantai dan Ponzi Scheme apapun

 

Halo, Member Indodax!

Melihat semakin maraknya perdagangan Bitcoin di Indonesia, kami dari PT. Indodax Nasional Indonesia hendak meluruskan beberapa hal kepada semua member Indodax.com:

  1. PT. Indodax Nasional Indonesia adalah pasar (marketplace) Digital Asset terbesar di Indonesia yang merupakan tempat pertemuan member satu dengan yang lain untuk melakukan kegiatan jual-beli Bitcoin dengan mata uang Rupiah, serta sebagai tempat untuk menukarkan Bitcoin secara gratis ke Digital Asset yang lain.
  2. PT. Indodax Nasional Indonesia TIDAK PERNAH bekerjasama dengan Arisan Berantai, MLM, Ponzi Scheme, Cloud Mining, HYIP apapun yang menawarkan profit dari perdagangan atau penggunaan Bitcoin, seperti: BTCPanda, BitKingdom, BitClubNetwork, MMM Global, EuroBit, dan berbagai perusahaan lainnya.
  3. PT. Indodax Nasional Indonesia TIDAK bertanggung jawab atas penggunaan Bitcoin atau Digital Asset lain yang dimiliki pengguna. Seluruh penggunaan dan kepemilikan Bitcoin merupakan tanggung jawab pribadi, sesuai dengan apa yang disampaikan oleh Bank Indonesia dalam siaran pers 16/6/DKom terkait Undang-undang No. 7 Tahun 2011, Undang-Undang No. 6 Tahun 2009, dan UU No. 23 Tahun 1999. Pernyataan resmi Bank Indonesia terkait Bitcoin dan Virtual Currency lainnya dapat dilihat disini.

Dengan bergabung di pasar kami, Anda menyatakan bahwa Anda telah mengerti risiko dari perdagangan mata uang virtual ini, sesuai dengan Ketentuan dan Persyaratan yang telah kami cantumkan disini.

Segala kritik, pertanyaan dan saran, dapat Anda sampaikan langsung ke tim kami melalui e-mail ke [email protected].

Salam,

INDODAX





Sumber : blog.indodax.com