Author: 08

  • Serba-serbi Investasi Obligasi yang Perlu Kamu Ketahui

    Pada situasi yang mengkhawatirkan dan cenderung mengakibatkan berbagai investasi jadi high risk alih-alih high return, masyarakat beralih pada investasi dengan risiko sedang seperti deposito dan obligasi. Tapi, apa itu obligasi dan apa jenis jenis obligasi?

    Dari banyaknya investasi yang beredar, seperti tabungan, deposito, reksadana, obligasi, saham, emas, dan properti, obligasi adalah yang cenderung tidak populer.

    jenis jenis obligasi
    Sumber: ANTARA FOTO

    Padahal, penting pula bagimu untuk mengetahui apa itu obligasi dan jenis jenis obligasi. Karena setiap produk investasi pasti memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Dengan pekerjaan yang menjamin penghasilan tetap, sudah saatnya bagimu untuk melakukan diversifikasi portofolio. Artinya, menjamin bahwa danamu aman pada investasi yang mengandung kelebihan dan kelemahan masing-masing.

    Ini saatnya memikirkan rencana jangka panjangmu, entah itu pernikahan, membeli rumah dengan KPR, membeli kendaraan, atau melanjutkan pendidikan.

    Dan setiap rencana tersebut memerlukan anggarannya masing-masing. Jika kamu belum menjatuhkan pilihan investasi, yuk coba cari tahu sebanyak-banyaknya tentang apa itu obligasi dan jenis jenis obligasi yang umumnya ditawarkan.

    Baca juga: Jenis-jenis Investasi yang Perlu Diketahui Investor, Apa Saja?

    Apa itu obligasi dan bagaimana memperoleh produk investasi ini?

    apa itu obligasi
    Sumber: SWARA

    Obligasi adalah produk investasi di pasar modal berupa surat pernyataan utang penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi.

    Terdapat pernyataan jatuh tempo pembayaran utang beserta bunga (kupon) yang menjadi kewajiban penerbit obligasi terhadap pemegang obligasi. Jangka waktu yang berlaku di Indonesia umumnya 1 hingga 10 tahun.

    Obligasi yang paling umum diketahui masyarakat umumnya merujuk pada Obligasi Negara Ritel (alias ORI). Jadi, artinya pemerintah adalah penerbit surat pernyataan utang tersebut dan kamu sebagai investor adalah pemegang obligasi.

    Data pemerintah menunjukkan pembelian obligasi oleh investor. Obligasi diterbitkan pada 2006 dengan jumlah investor awal ORI sebanyak 16.561 orang.

    Jumlah investor obligasi ini bertambah seiring waktu. Pada 2015, terdapat 214.151 orang yang membeli produk investasi obligasi. Pertambahan ini menunjukkan minat investor untuk terlibat mengetahui apa itu obligasi dan kemudian berinvestasi di sana.

    Terbitnya obligasi ini dilatarbelakangi upaya untuk menghimpun dana dari masyarakat yang akan digunakan sebagai sumber pendanaan bagi penerbit obligasi.

    Atau dengan kata lain, apa itu obligasi memperlihatkan dana segar dari surat pernyataan utang tersebut akan dipergunakan demi menjalankan usaha. Negara memandang obligasi sebagai sumber pendanaan untuk membiayai defisit anggaran belanja dalam APBN.

    Jika kamu ingin beli saham, maka kamu akan memperoleh info dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Nah, untuk obligasi, transaksi jual belinya dilakukan oleh penerbitnya. Bukan hanya pemerintah, lho, yang menerbitkan obligasi.

    Baca juga: Mau Coba Investasi Reksadana? Ini 11 Platform Reksadana Online Terbaik di Indonesia

    Menjadikan obligasi sebagai investasi? Kenali dulu hal-hal ini

    Begitu kamu tahu apa itu obligasi dan penerbitnya, maka kamu mesti tahu bahwa umumnya investor memperoleh obligasi melalui agen penjual.

    Umumnya, penerbit obligasi menunjuk bank atau lembaga sekuritas tertentu sebagai agen penjual obligasi. Berbagai jenis obligasi yang ada di antaranya:

    #1 corporate bonds (obligasi yang diterbitkan perusahaan), baik oleh perusahaan pemerintah (BUMN) ataupun swasta.

    #2 government bonds (obligasi yang diterbitkan pemerintah)

    #3 municipal bonds (obligasi yang diterbitkan pemerintah daerah), dengan tujuan membiayai pembangunan daerah yang berhubungan dengan kepentingan publik

    Obligasi yang diterbitkan oleh negara (ORI) terbilang aman karena pembayaran kupon dan pokok diatur dan dijamin UU No. 24 Tahun 2002/UU No. 19 Tahun 2008.

    apa itu obligasi

    Keuntungan yang diperoleh dari kupon (bunga) yang terbagi atas tiga jenis, yaitu kupon tetap (fixed coupon) dan kupon mengambang (floating/variable coupon), serta obligasi yang tak memberlakukan kupon (zero coupon bond).

    Jadi, setelah tahu apa itu obligasi, berikut ini kelebihan dan kekurangan membeli produk investasi obligasi:

    Kelebihan Kekurangan
    Kupon/bunga obligasi lebih tinggi dibandingkan bunga deposito Penerbit obligasi berisiko gagal bayar
    Mudah untuk diperdagangkan di Pasar Sekunder yang diatur mekanisme Bursa Efek Indonesia (BEI) atau transaksi di luar bursa. Konsekuensinya, investor tak cuma tidak memperoleh untung, tetapi tak mendapatkan kembali seluruh pokok utang. Kekurangan ini tidak berlaku pada obligasi negara yang dilindungi UU. Ketahui dulu apa itu obligasi yang dilindungi UU atau tidak.
    Imbal balik (yield) obligasi yang didapat bisa besar tergantung dari jangka waktu obligasi. Makin lama, makin besar keuntungannya. Menjual obligasi sebelum jatuh tempo di Pasar Sekunder menimbulkan kerugian bagi investor. Hal ini lantaran harga jualnya lebih rendah dari harga belinya.
    Keuntungan diperoleh dari selisih harga obligasi (dalam persentase) setelah diperdagangkan. Bisa dijaminkan sebagai agunan, seperti obligasi negara Rentan terhadap perubahan suku bunga, ekonomi, dan kondisi politik yang tidak stabil.

     

     

     

    Nah, setelah mengetahui serba-serbi kelebihan dan kekurangan obligasi serta apa itu obligasi, coba kenali dulu dan cari tahu lebih lanjut mengenai kupon, jatuh tempo obligasi, penerbit obligasi, dst sebelum kamu memutuskan membeli produk investasi ini, ya! Sudah siap berinvestasi?

    Sumber: Cermati

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Kulgram Kenapa Harga Emas Naik-Turun? Bersama Claudia, coFounder Pluang

    Kalian mungkin penasaran begitu melihat grafik harga emas dalam sebulan terakhir. Kok emas naiknya cepat amat bak meroket? Jika kamu juga bertanya-tanya tentang penyebab harga emas naik turun, kamu tidak sendirian.

    Lalu, apa ini bakal berlanjut? Apa yang sebaiknya kita lakukan di masa seperti ini?

    Grup telegram #SobatCuan di Pluang Belajar juga mempertanyakan tentang pergerakan grafik harga emas di aplikasi Pluang dalam sebulan terakhir.

    Dalam masa pandemi COVID-19, harga emas tampak meroket, jauh meninggalkan harga saham-saham yang terpuruk. Karena itu, Pluang menghadirkan langsung Claudia Kolonas, co-founder Pluang untuk menjawab “misteri” ini.

    https://www.youtube.com/watch?v=3woFcRMHTpA

    Kulgram seri ketiga di Pluang Belajar, Claudia membahas tentang grafik harga emas dan penyebab harga emas naik turun dalam video YouTube, “Kenapa harga emas sangat fluktuatif beberapa waktu terakhir?”

    Sebelumnya, Pluang mengundang d’goldfather dalam sesi “Plus Minus Emas Fisik & Emas Digital”. Head of treasury di Pluang, Olivia Jap, juga pernah memaparkan kulgram tentang “Menimbang-nimbang, Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Jual/Beli Emas?

    Claudia Kolonas yang merupakan lulusan Harvard Business School di bidang keuangan ini pun dengan rinci menjawab pertanyaan pada formulir Pluang Belajar yang telah dibagikan sebelum sesi tanya-jawab yang diajukan dalam grup telegram Pluang Belajar.

    Baca juga: Perlu Dicatat! Ketahui Beda Tingkatan Risiko dalam Investasi

    Bagi kamu yang ketinggalan menyimak penjelasan Claudia, berikut ini rangkuman materi yang dipaparkannya terkait grafik harga emas dan penyebab harga emas naik turun. Beserta tips dan trik berinvestasi di masa pandemi ini:

    #1 Apakah emas yang cenderung naik cocok digunakan untuk investasi jangka panjang jika dibandingkan dengan reksadana?

    grafik harga emas

    Jika berinvestasi diibaratkan seperti menaruh telur dalam keranjang, tentu, kamu tidak disarankan untuk menaruh seluruh telur dalam satu keranjang.

    Sejumlah dana perlu diinvestasikan di berbagai kelas aset. Jika kamu punya 100 juta, 50 juta bisa ditaruh dalam investasi emas (pilih Pluang, ya!), 25 juta di deposito, dan 25 juta di saham/pendapatan tetap.

    Mengapa persentase 50% ditaruh di emas? Karena emas menghasilkan imbal hasil lebih tinggi daripada reksadana atau jenis investasi lainnya. Pada awal tahun ini saja, imbal hasil emas sudah capai 20%.

    Di aplikasi Pluang sendiri, menurut Claudia, harga emas sudah naik 47% dalam 1 tahun terakhir.

    Ini berbeda dibandingkan dengan reksadana di mana banyak reksadana dengan kinerja yang terus menurun, terutama RD saham.

    #2 Harga emas naik dan makin cuan, tapi kenapa harga emas terus meningkat meski di tengah wabah COVID-19? Apa sih penyebab harga emas naik turun?

    Emas adalah aset safe haven, artinya emas mengambil arah berbalik dibandingkan aset-aset lainnya. Jika saham turun, emas cenderung naik.

    Karena itu, tidak mengherankan apabila kemudian harga emas cenderung naik turun.

    Faktor selanjutnya yang membuat harga emas naik lebih dahsyat lagi adalah faktor dolar. Belakangan ini, rupiah terus tergerus lantaran pandemi COVID-19, sementara emas meroket drastis.

    #3 Apakah pergerakan harga emas terpengaruh pergerakan ekonomi dunia? Di saat apa harga emas cenderung naik?

    Harga emas sangat dipengaruhi ekonomi global. Emas mengalami kenaikan saat terjadi krisis global. Pada latar belakangnya, emas adalah “the original currency”. Zaman dulu, sebelum ada konsep uang, emas adalah alat tukar yang sejak awal dipercaya.

    Faktor lain yang mempengaruhi harga emas naik turun adalah faktor suku bunga. Beberapa negara menggunakan suku bunga sebagai alat untuk menjaga nilai tukar negara mereka demi menjaga kesehatan ekonomi.

    Apabila suku bunga turun, ekonomi cenderung melemah. Karenanya, orang lebih memilih untuk membeli emas. Sebaliknya, jika suku bunga menguat, maka orang lebih menginvestasikan dana pada saham atau obligasi.

    Baca juga: Masih Banyak Diminati, Emas Peringkat Satu Investasi Terbaik di Tahun 2020

    #4 Terkait fluktuasi harga emas. Bagaimana menghadapi volatilitas harga emas alias harga emas naik turun yang cenderung menimbulkan risiko?

    penyebab harga emas naik turun

    Bagi investor pemula, selalu disarankan jangan melihat pergerakan harga emas naik turun semacam ini ketika melakukan investasi. Yang paling penting dalam berinvestasi adalah menerapkan prinsip dan konsep DCA (Dollar Cost Averaging).

    Konsep DCA; jika kamu miliki 1,2 juta rupiah, daripada dibelikan langsung emas saat itu juga, lebih baik disisihkan 100 ribu selama 12 bulan.

    Ini lebih menguntungkan, apalagi bagi investor pemula. Fluktuasi emas dalam jangka pendek. Karena itu, persepsi perlu lebih panjang, bukan hanya investasi jangka pendek.

    Selain itu, yang penting adalah diversifikasi. Kalian perlu menginvestasikan dana di berbagai kelas aset lain, baik deposito bank maupun obligasi.

    Emas harus tetap dijadikan aset utama, karena merupakan kelas aset yang menjaga nilai uang kamu kendati ada krisis global.

    #5 Memang dunia saat ini sedang mengalami wabah pandemi COVID-19, tetapi mengapa terkadang harga emas bisa sangat tinggi dan bisa sangat rendah?

    Biasanya, kalau ada krisis, harga emas cenderung meningkat. Namun, kondisi pandemi COVID-19 saat ini terbilang unik bagi warga dunia. Karena kita mengalami “liquidity crisis”. Banyak bank sentral dan pemerintah seluruh dunia mengalami likuiditas yang sangat ketat.

    Dapat dikatakan, pemerintah sangat butuh uang. Pada kondisi begini, yang biasanya mereka lakukan adalah menjual barang investasinya. Emas adalah alat investasi yang banyak digunakan oleh bank sentral dunia.

    Ketika terjadi krisis global, ataupun situasi tak terduga, harga emas bisa jadi naik turun dan menurun sedikit ketika pemerintah mencairkan investasinya dalam melakukan beberapa subsidi. Contoh ini bisa dilihat per kasus di negara masing-masing.

    Namun, sisi cerahnya, emas akan cenderung naik karena para investor mencari investasi yang dapat mengamankan dananya.

    Yang lebih mengerikan adalah ketika bank mulai terpengaruh. Ketika bank mulai default atau declare bankruptcy, investor mencari produk investasi yang lebih riil atau konkret (ada barangnya). Karena itu, emas merupakan investasi yang lebih cocok, apalagi menghadapi situasi seperti pandemi COVID-19 ini.

    #6 Apakah harga emas di Pluang mengikuti harga emas di dunia?

    grafik harga emas

    Puang adalah aplikasi dengan patokan harga emas yang mengacu pada harga bursa. Jadi, harga emas di Pluang mengikuti dan mengacu LBMA (London Bullion Market Association) dan CME (Chicago Mercantile Exchange).

    Harga di Pluang cenderung berbeda, karena nilai tukar terhadap GBP dan USD selalu berubah. Kombinasi dari harga emas dunia, GBP, dan USD mempengaruhi harga emas di aplikasi Pluang.

    Karena itu, tidak selalu mengacu pada BI rate yang tertera. Ketika melakukan pemindahan dana dari IDR ke USD pada bank akun kami, tidak sama dengan BI rate. Berikutnya, Pluang berencana meluncurkan live pricing.

    Baca juga: Lagi ‘BU’ Banget, Lebih Baik Jual atau Gadaikan Emas, Ya?

    #7 Kenapa harga emas di Pluang paling kompetitif dengan selisih harga-jual beli yang tipis?

    Harga emas selalu mengacu pada harga bursa, khususnya JFX (Jakarta Futures Exchange), sedangkan aplikasi lain barangkali menggunakan sistem harga sendiri.

    Pluang juga bekerjasama dnegan Kliring Berjangka Indonesia, emas di Pluang dijamin oleh kliring. Pluang menggunakan “trading rules” yang ditetapkan di bursa. Sementara, mungkin aplikasi lain tidak melakukannya.

    Kami berkomitmen untuk transparan mengenai harga emas.

    #8 Saat harga emas naik turun begini, apakah lebih baik membeli emas secara langsung di toko atau membelinya online dan mengapa?

    Membeli emas online sangat “zaman now”. Tidak harus menunggu lama di toko emas atau kebingungan menanyakan harga di toko. Jadi, ya, belilah emas lewat medium digital. Dan aplikasi Pluang hadir demi menyediakan kemudahan itu!

    Selain itu, jika tujuannya adalah untuk investasi, membeli emas di bursa (Pluang mematok harga emas sesuai dengan harga bursa) cenderung lebih menguntungkan dibandingkan membeli emas di toko.

    Harga emas di toko umumnya lebih mahal, apalagi perhiasan, karena mencakup harga manufaktur. Harga kalung biasanya sudah di-mark up sekitar 20-30% sehingga bukan alat investasi yang efisien.

    #9 Apakah harga emas yang naik turun ini akan berkemungkinan mencapai Rp900 ribu/gram?

    Ada kemungkinan harga meningkat lebih jauh lagi apalagi bila pandemi COVID-19 tidak kunjung membaik. Emas adalah produk yang ditransaksikan dalam dolar, jadi ketika rupiah melemah, emas akan meningkat.

    Maka, di negara seperti AS dan Eropa, wabah COVID-19 akan fluktuatif, dan jika lebih parah, apakah ekonomi AS dan Eropa akan recover?

    Ada kemungkinan ekonomi global cenderung menurun, karena itu orang-orang akan lebih memburu emas sebagai safe haven.

    Terlepas dari harga emas yang naik turun ini, saat berinvestasi yang penting kamu tetap terapkan konsep diversifikasi menggunakan konsep DCA tadi, cicil menabung emas sedikit-sedikit alih-alih memasukkan dana sekaligus.

    Mau ikutan sesi Kulgram di Pluang Belajar berikutnya? Stay Tune ya!

    Sumber: Investing Answers, Investopedia

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Jadi Warga Negara Baik, Ketahui Jenis Pajak yang Berlaku di Indonesia Ini

    Siapa pun yang berstatus warga negara Indonesia, wajib bayar pajak dengan berbagai jenis pajak di Indonesia yang diterapkan. Apa saja jenis jenis pajak di Indonesia ini?

    Demi menghindari sanksi jika tak bayar pajak, kamu perlu tahu apa saja jenis jenis pajak yang resmi dipungut pemerintah.

    Yang namanya pajak, pada dasarnya bersifat wajib. Setiap orang berstatus sebagai wajib pajak diharuskan membayar. Hal ini sebagaimana diatur dalam UU No 6 Tahun 1983.

    jenis pajak di indonesia

    Jenis pajak di Indonesia meliputi pajak penghasilan (PPh), pajak kendaraan bermotor (PKB), dan pajak pertambahan nilai (PPn) yang sudah lumrah diketahui, hingga berbagai jenis jenis pajak Indonesia lain yang dibebankan kepada wajib pajak.

    Diatur dalam undang-undang tersebut, “Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan UU, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.”

    Bunyi UU ini memperjelas bahwa mau tidak mau, suka tidak suka, kamu diharuskan membayar pajak. Jadi, ketahuilah jenis jenis pajak di Indonesia yang perlu kamu bayarkan.

    Untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang berbagai jenis pajak di Indonesia, yuk simak ulasan berikut ini agar kamu lebih memahami urusan perpajakan di Indonesia.

    Baca juga: Sebelum 31 Maret 2020, Begini Lho Caranya Lapor Pajak Secara Online

    Penggolongan pajak ke dalam dua jenis pajak di Indonesia oleh DJP

    jenis jenis pajak di indonesia

    Direktorat Jenderal Pajak menggolongkan pajak menjadi dua jenis, yaitu:

    #1 Jenis pajak di Indonesia – pajak pusat

    Pajak pusat adalah pajak yang pengelolaannya berada di bawah tanggung jawab pemerintah pusat lewat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan.

    Jenis pajak di Indonesia yang tergolong sebagai pajak pusat ialah Pajak Penghasilan (PPh) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

    • Pajak penghasilan (PPh) adalah pajak yang ditanggung orang pribadi atau badan atas penghasilan yang diterima atau diperoleh dalam suatu tahun pajak. Jika kamu terima gaji tiap bulan, maka setelah satu tahun bekerja, penghasilan kamu dikenai pajak. Beberapa pajak penghasilan yang berlaku di Indonesia, yakni:

      • PPh Pasal 21, pajak yang berlaku bagi penghasilan dari pekerjaan atau jasa yang berlangsung di dalam negeri
      • Lalu, PPh Pasal 22, pajak yang berlaku untuk penghasilan dari kegiatan ekspor, impor, dan reimpor yang dilakukan swasta atau BUMN
      • Selanjutnya, PPh Pasal 23, jenis pajak di Indonesia yang berlaku bagi penghasilan atas modal, jasa, atau penghargaan di luar penghasilan yang kena PPh Pasal 21
      • PPh Pasal 25, pajak yang bisa dibayar secara angsuran atau cicilan
      • Ada pula PPh Pasal 26, pajak yang berlaku bagi WP luar negeri yang mendapatkan penghasilan dari Indonesia
      • PPh Pasal 29, pajak kurang bayar atau PPh terutang
      • Berikutnya, PPh Pasal 4 Ayat 2, PPh final atas beberapa penghasilan yang didapat, tidak boleh dicicil
    • Pajak pertambahan nilai (PPN) adalah pajak yang berlaku pada konsumsi barang kena pajak atau jasa di dalam daerah pabean. Setiap barang dan jasa dikenakan pajak, kecuali memang ada aturan jika barang tersebut tidak dikenakan pajak. Kategorinya:

      • Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM), jenis pajak di Indonesia yang berlaku pada barang yang bukan kebutuhan pokok, dikonsumsi masyarakat tertentu, dikonsumsi masyarakat berpenghasilan tinggi, barang yang menunjukkan status, dan dapat merusak kesehatan serta moral masyarakat
      • Bea Materai, pajak yang berlaku atas pemanfaatan dokumen, seperti surat perjanjian, akta notaris, kwitansi pembayaran, surat berharga, dan efek yang memuat nominal uang di atas jumlah tertentu
      • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), pajak yang berlaku untuk kepemilikan atau pemanfaatan tanah dan banguanan. Meski pajak pusat, seluruh penerimaan PBB diserahkan kepada pemerintah daerah.

    #2 Pajak daerah

    Pajak daerah dikelola di bawah tanggung jawab pemerintah daerah, mulai dari pemerintah kabupaten/kota hingga pemerintah provinsi.

    Jenis pajak di Indonesia yang tergolong sebagai pajak daerah ialah Pajak Provinsi dan Pajak Kabupaten/Kota. Berikut ini rincian dari pajak daerah:

    • Pajak provinsi, terdiri dari pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor, pajak bahan bakar kendaraan bermotor, pajak air permukaan, dan pajak rokok.
    • Ada juga pajak kabupaten/kota, terdiri dari berbagai pajak. Di antaranya pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, mineral bukan logam dan batuan, parkir, air tanah, sarang burung walet, PBB, hingga bea perolehan hak atas tanah dan/atau bangunan.

    Baca juga: 5 Poin Penting Perpajakan yang Diatur RUU Omnibus Law, Apa Saja?

    Fungsi pajak di Indonesia dan cara mudah pembayarannya

    jenis pajak di indonesia

    Pajak-pajak di Indonesia ini digunakan oleh pemerintah (pusat maupun daerah) untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Pembangunan yang selama ini dilakukan di banyak sektor menggunakan dana yang bersumber dari pajak.

    Berbagai pajak ini berperan dalam mengisi kas negara (pusat dan daerah). Kewenangan pemungutan pajak pusat diserahkan ke DJP, sementara pajak daerah dipungut pemerintah daerah (pemerintah kabupaten/kota).

    Fungsi pajak di antaranya untuk fungsi anggaran (budgetair) dan fungsi mengatur (regulerend/regulating).

    Kini, tak ada alasan bagi wajib pajak untuk bilang bayar pajak itu ribet. Pembayaran pajak saat ini bisa dilakukan daring. DJP memunculkan layanan Surat Setoran Elektronik (SSE Pajak) sebagai pengganti surat setoran pajak (SSP).

    Dengan layanan SSE ini, wajib pajak bisa melakukan pembayaran dan pelaporan berbagai jenis pajak di Indonesia secara daring.

    Setelah tahu berbagai pajak ini dan cara mudah pembayarannya, kamu siap dong menjadi warga negara taat bayar pajak?

    Sumber: Lifepal

    Simak juga:

    Pelemahan KPK Jadikan Indonesia sebagai Surga Pajak Koruptor?

    9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

    Pengin Jalan-jalan ke Luar Negeri? Ini Caranya Bikin Paspor Online

    Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

    Dibanderol Rp193 M, Majesty 140 Berhasil Jadi Yacht Termahal di Dunia



    Sumber : pluang.com

  • Dibayangi Covid-19, Bagaimana Nasib Fluktuasi Pasar Obligasi di Indonesia?

    Pandemi COVID-19 pengaruhi berbagai sektor ekonomi, termasuk juga pasar obligasi. Pasar obligasi Indonesia melemah di level 263,84.

    Pergerakan obligasi Indonesia Composite Bond Index (ICBI) tunjukkan penurunan yang drastis. Pada 5 Maret 2020, ICBI masih di level 286,40. Akan tetapi per 24 Maret 2020, penurunan terjadi ke level 263,84.

    pasar obligasi

    Level 26,384 pada 24 Maret di pasar obligasi Indonesia ini terbilang level terendah dalam enam bulan terakhir.

    Namun, dalam tiga hari terakhir, agaknya pasar obligasi ICBI mulai catatkan peningkatan. Pada Jumat (27/3), pasar obligasi menguat ke level 268,19. Sepekan lalu, ICBI menguat 0,22%.

    Analis Lili Indrarli dari Indonesia Bond Price Agency (IBPA) jelaskan bahwa performa positif pasar obligasi alias pasar surat utang Indonesia ialah respons stimulus bank sentral.

    Ke depannya, Lili memprediksi pasar obligasi Indonesia masih berpotensi bergerak variatif lantaran penanganan pandemi COVID-19 diramalkan masih akan panjang.

    Baca juga: Serba-serbi Investasi Obligasi yang Perlu Kamu Ketahui

    Pasar obligasi Indonesia berpotensi menguat seiring penguatan rupiah

    pasar obligasi
    Sumber: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

    “Kekhawatiran pasar mengenai resesi akibat virus corona. Hingga keluarnya dana asing di pasar Surat Berharga Negara) menyebabkan pelemahan rupiah,” terang Lili menjelaskan situasi keuangan dan pasar utang negara yang dibayang-bayangi pandemi.

    Lili mencatat dana asing yang keluar sejak awal hingga tanggal 26 Maret sebesar Rp112,34 T. “Adanya pelbagai stimulus yang ada saat ini diharapkan meredam kepanikan pasar akibat virus corona,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Bidang Investasi Avrist Asset Management (AM) Farash Farich berpendapat bahwa penguatan ICBI terjadi seiring penguatan rupiah. Spread terhadap NDF membaik, serta spread terhadap US treasury saat ini sebesar 720 bps yang dianggap menarik.

    “Dari rasio yield terhadap durasi juga masih di atas satu kali. Artinya bila ada kenaikan interest rate secara umum hingga 1% yield SBN 10 tahun masih bisa membuka return positif,” jelas Farash.

    Bagaimanapun, penanganan pandemi COVID-19 yang masih akan panjang ini menjadi persoalan utama. Tak kunjung melambatnya penyebaran wabah pengaruhi pasar obligasi karena rebound ICBI sulit diharapkan terjadi terus menerus dalam jangka wabah ini.

    Baca juga: Obligasi Korporasi vs Obligasi Pemerintah, Bedanya di Mana?

    Prospek pasar obligasi pemerintah lebih baik daripada korporasi

    pasar obligasi indonesia
    Sumber: Indonesia Bond Indexes (INDOBeX)

    Direktur Panin Asset Management (Panin AM) Rudiyanto menilai, prospek obligasi pemerintah masih jauh lebih baik ketimbang obligasi korporasi. Bahkan kendati korporasi menawarkan kupon lebih menarik.

    Ini lantaran potensi gagal bayar oleh korporasi cenderung lebih tinggi dibandingkan pemerintah. Dengan situasi pandemi, kepercayaan masyarakat akan korporasi cenderung melemah. Kecuali korporasinya terkait dengan penanganan wabah.

    Saham perusahaan farmasi maupun rumah sakit cenderung meroket dalam situasi wabah ini.

    Beberapa emiten RS seperti PT Rumah Sakit Mitra Keluarga Tbk (MIKA), PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE), PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO), dan PT Medialoka Hermina Tbk (HEAL) catatkan kinerja baik.

    Begitu juga saham farmasi seperti PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO), PT Kalbe Farma Tbk (KLBF), PT Kimia Farma Tbk (KAEF), dan PT Indofarma Tbk (INAF). Beberapa saham malah cenderung meroket bahkan terbang hingga 95-100%.

    Terlepas dari tren pasar surat obligasi yang lebih meminati surat obligasi pemerintah, dalam kondisi wabah ini, apabila emiten farmasi ataupun rumah sakit merilis surat obligasi, tampaknya pasar obligasi Indonesia akan menyambut baik juga?

    Sumber: Kontan, CNBC Indonesia, CNBC Indonesia

    Simak juga:

    Demi Nawacita, Jokowi Kembangkan Tol Laut untuk Pengembangan Daerah Terpencil

    Ini 7 Kostum Halloween Termahal di Dunia, Supreme Edition Iron Man Salah Satu Peringkat Teratas!

    Berpenghasilan Lebih Besar dari Laki-laki, Ini Caranya jadi Wanita Karier Sukses!

    Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

    Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia



    Sumber : pluang.com

  • Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

    Di masa pandemi COVID-19 begini, investasi saham bakal cuan jika kamu punya saham di sektor rumah sakit atau farmasi. Sementara itu, jika kamu ingin nabung saham sektor lain, apakah ada trik investasi saham jangka panjang biar cuan?

    Untuk investasi jangka panjang, masa-masa ini terbilang waktu yang tepat jika kamu ingin mulai menabung saham. Kenapa? Karena di masa ini, saham-saham ‘potensial’ justru sedang ‘didiskon’ lantaran pandemi ini.

    investasi saham

    IHSG anjlok dan banyak investasi saham yang tadinya dijual dengan harga tinggi kini juga jatuh harganya. Jika kamu meniatkan investasi saham jangka panjang, ini saatnya kamu banyak membeli saham.

    Seiring waktu, ketika ekonomi kembali stabil, lot sahammu akan ‘dibanderol’ dengan harga tinggi. Inilah peluangmu untuk “mengamankan” dan dan memperoleh imbal hasil lebih besar kelak.

    Hanya saja, jangan juga sembarangan investasi agar tidak merugi. Kamu perlu tahu strateginya untuk membeli saham-saham yang tepat.

    Berikut ini tips investasi saham yang bisa kamu terapkan di masa-masa pandemi ini.

    Baca juga: Perusahaan Incaranmu Melantai di Bursa Saham? Ini Tips dan Trik Membeli Saham IPO

    #1 Ingat, ini investasi saham yang kamu tujukan untuk jangka panjang

    investasi saham jangka panjang
    People stand on columns of coins. The concept of career growth, the rate of deposit. Customer loyalty program. Business growth, profit increase, business reputation

    Banyak orang di pasar saham melakukan trading, alias membeli saham saat harga jatuh dan menjualnya di saat harga melambung.

    Tapi, jika kamu lihat grafik perkembangan harga di pasar saham, tiap tahun akan ada imbal hasil yang kamu peroleh. Dan justru ketika kamu meniatkan investasi saham untuk jangka panjang, maka kamu dapat merasakan keuntungan ‘lebih’ ini.

    Jadi, niatkanlah untuk melakukan investasi saham jangka panjang, bisa lebih dari dua-lima tahun. Semakin lama, semakin baik untuk portofoliomu. Cuan dari lot saham yang kamu miliki akan lebih terasa dalam jangka panjang.

    Saat kamu meniatkan investasi jangka panjang, kamu tidak akan dibuat kelabakan menghadapi dampak jangka pendek perkembangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

    Jadi, jika ada guncangan ekonomi macam wabah COVID-19 ini, kamu pun tidak akan banyak terpengaruh. Dan saat-saat harga anjlok begini justru adalah saat-saat yang baik untuk kamu melakukan pembelian saham.

    Banyak saham emiten berbagai sektor dengan potensi kenaikan di masa mendatang. Dan jangan ngoyo saat membeli, kamu bisa mulai nabung saham dari jumlah kecil.

    Kamu bisa memulainya dengan buka rekening saham, tanpa deposit dengan modal minimal Rp100 ribu lewat platform IPOTSTOCK yang dikelola PT Indo Premier Sekuritas (IndoPremier) atau di Mandiri Sekuritas Online Trading.

    Nah, begitu kamu mulai jadi investor saham, usahakan untuk konsisten menabung. Biasakan diri menyisihkan 10-15% penghasilan untuk beli saham setiap bulannya. Platform IPOTSTOCK juga menyediakan fitur otomatis debet bulanan dengan nominal tertentu.

    #2 Sasarlah saham dengan analisis fundamental yang kuat

    investasi saham

    Saat memulai investasi saham, membeli saham yang tepat adalah kunci utama. Jadi, kamu tidak boleh sembarangan juga memilih saham.

    Tidak semua saham ‘murah’ itu bagus. Karena itu, sebaiknya kamu mengincar saham dari perusahaan dengan reputasi baik (analisis fundamental) yang saat ini sedang ‘dibanderol murah’.

    Alias, belilah saham yang kini masuk kategori under value tetapi fundamental perusahaannya oke. Cek juga analisis teknikal, terkait apakah sektor-sektor perusahaan yang lot sahamnya kamu beli ini berpotensi naik pasca-pandemi COVID-19.

    Saham-saham fundamental kuat ini, untuk mudahnya, bisa kamu lihat dalam jajaran saham perusahaan yang masuk dalam kategori blue chip alias LQ45. Atau, kamu juga bisa sasar saham yang baru terdaftar di BEI dan melantai di bursa (saham-saham IPO).

    Baca juga: Ini Alasan Kenapa Kamu Perlu Investasikan Danamu di Saham Blue Chip

    #3 Terus asah ilmu investasimu seiring waktu

    investasi saham

    Kunci sukses dari investasi saham adalah menerapkan strategi jangka panjang yang menekankan agar kamu jadi investor yang cerdik dalam melihat grafik saham.

    Untuk piawai dalam berinvestasi, terus pelajari perusahaan-perusahaan dalam berbagai sektor. Tingkatkan kemampuan analisis teknikal dan fundamentalmu dalam melihat potensi saham. Kamu juga bisa coba ikut simulasi trading untuk kelola saham.

    Hal ini bisa dilakukan dengan memperhatikan terus berita-berita dalam negeri dan luar negeri dalam urusan ekonomi politik. Mengapa? Karena perusahaan “bekerja” dalam ranah ekonomi dan politik suatu negara yang berhubungan dengan negara lain.

    Karena itu, situasi global, termasuk juga pandemi COVID-19 ini memberi pengaruh besar bagi pergerakan harga saham, tidak hanya di Indonesia (yang bisa kamu pantau lewat IHSG), tapi juga di bursa-bursa saham seluruh dunia.

    Jika kamu telah meniatkan diri sebagai investor saham jangka panjang, ingat, jangan gegabah dalam bertindak menjual atau membeli saham. Selalu perhatikan tren kenaikan atau penurunan harga saham di bursa/pasar spot. Dan ambil peluang, jika kamu telah yakin.

    Selamat membeli saham-saham murah di bursa hari ini, ya!

    Sumber: Cermati

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Jangan Boros dengan Dana Daruratmu, Ini 5 Strategi Aman Hadapi Krisis

    Ketika sedang terjadi krisis ekonomi, dana darurat adalah hal pertama yang dapat “menyelamatkan” kita dari berbagai gonjang-ganjing. Tapi, berapa banyak jumlah dana darurat ideal yang mesti kita simpan?

    Dampak wabah COVID-19 terasa makin menjerat dan memberatkan hari ke hari. Bisnis di berbagai sektor di ambang kebangkrutan; pusat perbelanjaan, perhotelan dan pariwisata, maskapai penerbangan. Belum lagi, pelaku UMKM dan pedagang kecil yang sepi pembeli.

    Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) pun di depan mata. Tak terelakkan lagi, dana darurat pun akan perlu kita keluarkan untuk keamanan finansial.

    Tentu, dana darurat ditentukan berdasarkan kebutuhan. Sebagai lajang, kebutuhan tentu tidak sebanyak orang yang telah berumah tangga. Karena itu, angka dana daruratnya pun berbeda.

    dana darurat adalah

    Secara umum, jumlah dana darurat ideal berkisar 4-6x pengeluaran rutin bulanan untuk lajang tanpa tanggungan. Menabung dana darurat adalah dasar tabungan yang mesti kamu miliki sebelum berinvestasi.

    Kamu mesti memastikan danamu aman lewat penyediaan dana darurat, barulah selanjutnya memulai investasi dengan melakukan diversifikasi. Bisa dengan membeli emas, menaruh dana di deposito, atau menyasar saham, obligasi, hingga reksadana.

    Jika kamu sudah menikah dan belum memiliki anak, dana daruratmu dan pasanganmu idealnya sebanyak 9 kali pengeluaran bulanan. Dan bila kamu sudah menikah dan memiliki anak, dana darurat ideal sebanyak 12 kali pengeluaran bulanan.

    Baca juga: Tetap Cuan Saat #dirumahaja dengan Menabung Emas Digital, Begini Caranya!

    Tips mengelola dana darurat

    Selagi kita belum pasti kapan “bencana” pandemi COVID-19 ini akan usai dan memanfaatkan dana darurat yang kita miliki, berikut ini tips mengelola dana daruratmu agar tidak tergerus.

    dana darurat ideal

    #1 Tetap hemat dana daruratmu dan tunda pengeluaran yang tidak penting

    Kamu mesti menyadari bahwa situasi saat ini memang tidak mudah. Tidak hanya kita saja yang terdampak, tetapi hampir seluruh lini kehidupan. Berbagai sektor ekonomi merasakan dampak COVID-19.

    Dan, selagi belum ada vaksin yang mumpuni menangani virus SARS-CoV-2 ini, baiknya kita memahami kondisi ini dan benar-benar berjaga-jaga dalam menggunakan dana darurat kita sekalipun.

    Jangan banyak keinginan atau gaya, atau menuruti nafsu belanja yang tidak perlu atau tidak mendesak. Utamakan penggunaan dana hanya untuk kebutuhan primer. Bayar tagihan, makanan sehari-hari, dan kebutuhan utama lainnya.

    Mulailah berhemat dan buat daftar pengeluaran baru dengan alokasi uang untuk kebutuhan-kebutuhan “yang baru” juga sesuai dengan yang penting dan mendesak.

    #2 Utamakan anggaranmu untuk kebutuhan bahan pokok

    Jika saat ini kamu memang hanya mengandalkan dana darurat untuk bertahan, gunakanlah dana itu secara bijak. Dana darurat adalah dana yang perlu kamu gunakan di situasi genting dengan penghitungan yang bijak.

    Utamakan beli sembako seperti beras, telur, sayuran, sarden kaleng, minyak goreng, buah-buahan, dst. Beli seperlunya, jangan berlebihan dan mengakibatkan pemborosan.

    Selagi di rumah, masaklah sendiri, biayanya juga jauh lebih murah.

    #3 Berhemat dengan membandingkan harga

    Karena masih di situasi mengencangkan ikat pinggang, kamu perlu memperhatikan harga berbagai kebutuhan pokok. Belilah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dengan danamu.

    Kualitas tetap penting, tapi jika merek berbeda memberikan kualitas yang tidak jauh berbeda, kamu sebaiknya pilih barang dengan harga lebih murah. Jangan gengsi merek di saat darurat!

    Baca juga: 5 Cara Menabung yang Tepat demi Wujudkan Resolusi Keuangan 2020

    Kalau tidak punya dana darurat, gimana dong?

    dana darurat ideal

    Telanjur dirumahkan oleh tempat kerja, tetapi tidak sedang pegang dana darurat ataupun tabungan. Dalam keadaan begini, kamu masih bisa lakukan beberapa cara untuk mendapatkan dana segar:

    #1 Gadaikan atau jual barang-barangmu

    Memang tidak dianjurkan untuk keluar rumah dan sebaiknya melakukan penjarakan sosial, tapi tetap, jangan panik. Lihat aset yang kamu miliki, kategorikan sebagai barang yang bisa dijual atau digadaikan.

    Jika kamu punya perhiasan atau aset warisan orang tua, kamu mestinya bisa menggunakannya dengan menggadaikannya. Saat nanti kamu punya penghasilan, kamu masih dapat menebusnya. Pastikan juga kamu siapkan dana darurat nantinya, karena dana darurat adalah “penyelamat” di saat krisis.

    Namun, jika kamu punya aset yang kamu relakan untuk dijual, tidak ada salahnya untuk menjualnya di situasi darurat begini.

    Tapi ingat, setelah kamu dapat suntikan dana segar ini, kelolalah dana ini dengan baik. Tetap berhemat, karena kita belum tahu perkembangan situasi ke depannya.

    #2 Cari penghasilan dari rumah

    dana darurat adalah

    Dalam masa sulit ini, kamu bisa manfaatkan berbagai kemampuanmu dan “dagangkan” itu. Bisa dengan menjadi reseller atau jualan online, apalagi jika kamu bisa gunakan media sosialmu untuk itu. Atau, manfaatkan e-commerce untuk berjualan.

    Jika punya hobi menulis, kamu bisa tawarkan jasa sebagai freelance untuk menulis artikel lepas. Banyak perusahaan daring yang membutuhkan jasa tulis-menulis, kamu bisa lihat lowongan pekerjaan lewat Linkedin dan kirim surel, ajukan diri dan susun portofolio tulisanmu.

    Kalau kamu punya kemampuan mendesain atau menggambar, kamu bahkan bisa tawarkan jasa menggambar sketsa di Instagram Story-mu. Siapa tahu ada teman yang tertarik digambar sketsa wajahnya, kan?

    Usaha apa pun. Kamu perlu bergerak untuk menghasilkan uang selagi masa krisis begini.

    Sementara itu, sekarang kita hanya bisa berharap semoga dunia akan baik-baik saja setelah masa “paceklik” ini usai.

    Jika masa pandemi ini berlalu, ingatlah, jangan sampai abai lagi soal betapa pentingnya dana darurat! Sisihkan danamu minimal 10-15% dari penghasilan per bulan untuk mulai mencicil dana darurat. Kalau perlu, tempatkan dana darurat itu di rekening terpisah. Ingat, dana darurat adalah urusan penting!

    Sumber: Cermati

    Simak juga:

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Hindari Boros, Yuk Hitung Berapa Banyak Kamu Bisa Hemat dari WFH?

    Work from home menjadi rutinitas yang mesti dijalani selama mengatasi pandemi Covid-19. Hampir setiap negara menganjurkannya. Dan rupanya, kerja di rumah bisa bikin kamu jauh lebih hemat, lho!

    Bekerja dari rumah memang memberimu pola baru dalam bekerja. Semua pekerjaan terhubung dengan jaringan internet. Dari berkirim pesan dengan rekan kerja, video teleconference, hingga terima dan kirim laporan pekerjaan pun via virtual.

    kerja di rumah

    Tentu ada ongkos yang berbeda dari work from home, seperti biaya internet atau barang-barang yang kamu perlukan untuk penyesuaian. Tapi, tentu ada hematnya juga.  Seberapa hemat kamu kalau kerja di rumah?

    Momen ini bisa kamu manfaatkan untuk lebih pintar atur uang. Rencanakan keuanganmu dengan lebih baik, yuk.

    Berikut ini penghitungan berapa banyak kamu akan hemat saat WFH dan trik yang bisa kamu lakukan demi mengoptimalkannya.

    Baca juga: Sudah Mulai Bosan WFH? Ini 5 Trik Santuy Menghadapi COVID-19

    Ongkos yang bisa kamu pangkas saat kerja di rumah

    work from home

    Tentu ada banyak variabel yang menguras isi kantongmu setiap bulannya. Survei dari CareerBuilder menunjukkan bahwa 78% pekerja tergolong hidup dari gaji ke gaji.

    Dengan upah yang stagnan dan kenaikan biaya hidup, banyak pekerja yang kesulitan untuk menabung. Berhubung sekarang kamu sudah kerja di rumah, yuk coba lihat lagi pos anggaranmu sehari-hari, lihat seberapa banyak kamu bisa hemat dari rumah.

    Pada umumnya, pengeluaran para pekerja terbagi menjadi tiga pos:

    • 50% untuk kebutuhan hidup sehari-hari seperti makan, ongkos, hingga biaya cicilan/utang
    • 20% untuk asuransi, tabungan, dan investasi
    • 30% untuk kebutuhan gaya hidup

    Pos mana, nih, yang bisa kita pangkas saat kerja di rumah? Yuk, biasakan mengelola keuangan dengan lebih baik lagi.

    #1 Hemat biaya transportasi ke kantor

    Dengan WFH, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi. Biasanya, kamu pasti butuh biaya untuk berangkat kerja, baik itu pakai transportasi publik atau kendaraan pribadi.

    Ongkos transjakarta atau bensin untuk kendaraan pribadi tentu jadi pengeluaran wajib untuk kamu berangkat ke kantor. Dan artinya, ongkos ini otomatis terpotong saat kamu kerja di rumah.

    Jika per hari kamu keluar Rp7.000 untuk PP dengan transjakarta, atau Rp40 ribu-Rp100 ribu untuk bolak-balik dengan tumpangan ojol, dikalikan berapa hari kamu WFH (misal 20 hari), maka kamu bisa hemat Rp140 ribu hingga Rp800 ribu-Rp2 juta, lho.

    kerja di rumah

    #2 Makan siang juga bisa bikin sendiri saat kerja di rumah

    Berapa pengeluaran yang mesti kamu butuhkan saat makan siang? Belum lagi jajan di luar dengan teman-teman kantor.

    Meski tentu saat di kantor pun kamu bisa memangkas pengeluaran ini dengan membawa bekal makan siang sendiri, tapi asumsinya, dengan kerja di rumah, kamu juga bisa hemat pengeluaran makan siang ini.

    Jika kamu biasa keluar Rp25 ribu-100 ribu untuk sekali makan siang, dengan 20 hari WFH, maka kamu bisa hemat Rp500 ribu hingga Rp2 juta.

    Baca juga: Hindari Bosan WFH dengan Maraton Film, Begini Cara Langganan Netflix

    #3 Kerja di rumah, pangkas biaya meeting di luar kantor

    Kalau dulu kamu biasanya nongkrong di kafe untuk ketemu klien, kini saatnya memangkas pengeluaran “ekstra” ini. Karena sekarang, kamu justru dianjurkan untuk meeting dengan video teleconference dan #dirumahaja.

    Asumsinya, sekali meeting di kafe dengan klien kamu perlu mengeluarkan biaya transportasi ke tempat tujuan (Rp50-100 ribu) dan ongkos minum di kafe (Rp50-100 ribu). Maka, dengan 20 hari WFH, kamu akan menyisihkan pengeluaran meeting di luar kantor ini.

    #4 Biaya tak terduga

    Bekerja di kantor tentu membuatmu perlu sosialisasi dengan rekan-rekan kerjamu. Artinya, ada ongkos lagi yang perlu kamu keluarkan.

    Dari pengeluaran saat nongkrong bareng, atau mengukur biaya tak terduga yang kamu butuhkan seperti patungan ulang tahun kolega atau amplop ke acara nikahan.

    Jika per bulannya kamu biasa sisihkan Rp300-500 ribu untuk keperluan ini, maka saat WFH kamu akan menghemat dalam jumlah yang sama.

    Jadi berapa banyak, nih, yang bisa kamu sisihkan? Dengan mengetahui berapa banyak kamu dapat berhemat dari kerja di rumah, kamu bisa tahu bagaimana memangkas anggaran yang tidak perlu.

    Biasakan membuat catatan anggaran harian dan evaluasi untuk mengetahui berapa banyak pengeluaranmu setiap harinya, pos anggaran mana yang perlu dipangkas, dan mana yang bisa dipertahankan. Identifikasi setiap pengeluaran dan pemasukanmu.

    Nantinya, meski sudah tidak lagi kerja di rumah, kamu akan terbiasa dengan kedisiplinan mengatur pengeluaran agar tidak boros lagi. Jadikan WFH kali ini kesempatan yang baik untuk mengelola keuanganmu! Dan ingat, meski work from home, tetap produktif bekerja, ya!

    Sumber: Koinworks, Lifepal

    Simak juga:

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Tetap Tenang di tengah Fluktuasi Pasar Akibat COVID-19, Ini 3 Triknya

    Barangkali beberapa minggu terakhir, kamu termasuk yang was-was dan cemas memantau fluktuasi pasar. Dan kamu memandang fluktuasi adalah mimpi buruk dalam krisis akibat pandemi COVID-19 ini.

    Sebagian besar orang tentu frustrasi memperhatikan bagaimana investasi mereka anjlok. Berita-berita keuangan penuh dengan potensi masa depan yang menakutkan.

    Belum lama kita memantau terus perang dagang AS-Tiongkok dan koreksi pasar yang potensial akibat masalah-masalah geopolitik.

    fluktuasi pasar

    Tapi sekarang, resesi global dan fluktuasi adalah seperti mimpi buruk yang nyata. Fluktuasi pasar barangkali membuatmu cemas dengan keadaan investasimu.

    Saking frustrasinya, kamu mungkin merasa ingin mengambil semua uang yang telah kamu investasikan selama ini. Dan menyimpannya di tempat yang kamu pikir aman: kamarmu, di balik kasurmu.

    Terdengar konyol, ya? Tapi, bagaimanapun, ketakutan itu nyata dan masyarakat dunia sedang menghadapi hal yang sama dengan yang kamu hadapi. Tapi percayalah, untuk keadaan saat ini, menarik investasimu dari pasar justru akan memperburuk portofoliomu yang cenderung menurun.

    Jika kamu masih merasa terlalu takut menghadapi prediksi yang suram tentang masa depan keuangan dunia, sangat penting buatmu untuk mempelajari cara menjaga ketenangan. Berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan untuk bisa tetap tenang.

    Baca juga: Kapan Wabah Akan Berakhir? Ini 3 Skenario Pandemi COVID-19

    #1 Tetaplah berpatokan pada keputusan dan strategi finansial jangka panjangmu

    fluktuasi adalah

    Fluktuasi pasar saat ini barangkali membuatmu mengalami bias kognitif. Segala tindakan yang kita ambil saat ini merupakan dorongan dalam menanggapi rasa takut. Kecemasan dan kepanikan massal memang bukan hal yang bisa kita cerna dengan baik.

    Menjual investasi sahammu dengan terburu-buru adalah contoh bias kognitif ini. Mungkin ini terjadi karena kamu terlalu banyak mengonsumsi berita politik dan berita keuangan yang sedang tidak stabil. Mungkin karena kamu ketakutan menghadapi ketidakpastian finansial.

    Tapi ingat, ketika memulai investasi, kamu sudah punya tujuan investasi. Karena itu, tetaplah berpatokan pada strategi investasi rasional bahkan ketika terjadi fluktuasi pasar.

    Periksa dan rencanakan kinerja investasimu dengan jadwal reguler, baik setiap bulan atau setiap kuartal. Ini akan memberimu informasi yang lebih “sehat” ketimbang berita-berita yang membuatmu ketakutan.

    Biasakan menyerap informasi dengan memadai sehingga kamu bisa alokasikan asetmu dengan seimbang, tanpa menjadi korban fluktuasi pasar dan bias kognitif karena rasa takut berlebih.

    #2 Perhatikan fluktuasi pasar yang terjadi dalam lini masa sejarah

    Meski kinerja masa lalu bukan jaminan hasil di masa depan bagi para analis pasar saham maupun perencana keuangan, ada alasan cukup bagus untuk melihat kinerja pasar masa lalu secara keseluruhan.

    Jika kamu mempelajari tren jangka panjang, kamu akan lihat bahwa pasar cenderung meningkat. Pengetahuan ini mestinya membantumu untuk tetap tenang, kan?

    Pasar akan pulih, jadi jangan sampai kamu bikin kerugian jangka pendek karena melihat volatilitas pasar. Investor yang cerdas cenderung tidak panik dan berhasil melalui koreksi pasar di tahun 2000 dan 2008.

    Sekeras apa pun penurunan pasar, percayalah pada rencana investasimu dan lini masa jangka panjang dari keuangan global.

    Baca juga: Jangan Boros dengan Dana Daruratmu, Ini 5 Strategi Aman Hadapi Krisis

    #3 Buatlah rencana menghadapi fluktuasi pasar dan volatilitas keuangan

    fluktuasi pasar

    Salah satu alasan kenapa kita cenderung bereaksi berlebihan terhadap fluktuasi pasar adalah karena kita lupa bahwa volatilitas adalah bagian alami dari pasar keuangan.

    Penurunan pasar adalah hal normal dan kita harus berharap untuk bisa melaluinya dengan memikirkan investasi jangka panjang.

    Jika kamu sudah punya rencana apa yang mesti dilakukan dalam menghadapi gejolak pasar ini, tetaplah jaga komitmen itu. Pastinya kamu juga punya rencana jangka panjang yang melingkupi keadaan-keadaan darurat dengan fluktuasi pasar besar-besaran.

    Kamu mungkin justru bisa beli lebih banyak investasi saham yang “didiskon” murah saat terjadi penurunan ini, alih-alih menjual saham di portofoliomu.

    Intinya: jangan panik! Emosi cenderung merenggut rasionalitas kita di saat-saat krisis. Namun, sejauh kamu masih memegang strategi jangka panjang dan punya rencana rasional dalam menghadapi ini, volatilitas ini pun akan lewat.

    Jadi, sekarang kamu sudah siap dong melibas fluktuasi pasar di depan mata?

    Sumber: Wise Bread

    Simak juga:

    Nggak Pakai Ribet, Begini Cara Praktis Top Up Kartu Flazz BCA-mu

    5 Kesalahan Umum Menabung yang Wajib Kamu Hindari!

    Jajal Peruntungan Bisnis Kuliner Online, Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba

    Enggak Semuanya Merugikan, Ini Lho Manfaat Kartu Kredit yang Perlu Kamu Tahu!

    Jangan Dibiarkan, Stres di Tempat Kerja Harus Segera Ditangani dengan Cara Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

    Sebagian besar orang, terutama anak muda, masih berpikir jika diajak untuk berinvestasi. Tujuan investasi pada dasarnya adalah menempatkan dana dalam jangka tertentu untuk memperoleh hasil pendapatan di masa depan. Sayangnya, tidak semua orang paham fungsi investasi yang sesungguhnya.

    Menurut beberapa survei, minat orang Indonesia terhadap investasi masih rendah. Untungnya, bank dan beberapa lembaga keuangan lainnya sudah mengembangkan sistem investasi yang mudah dijangkau, termasuk bagi kalangan yang berpenghasilan menengah ke bawah. Misalnya saham, emas, deposito, reksa dana, hingga peer to peer lending.

    tujuan investasi

    Tujuan investasi tidak sekadar mencari untung di masa depan. Selain meningkatkan kekayaan, fungsi investasi bisa untuk melindungi kekayaan. Investasi bisa meminimalkan risiko ketika terjadi penurunan kondisi keuangan.

    Tujuan investasi setiap orang pun bisa bermacam-macam. Tujuan investasi ini menjadi acuan untuk menentukan produk investasi seperti apa yang sesuai.

    Jadi, langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah menetapkan tujuan investasi terlebih dahulu. Berikut adalah tujuan investasi yang bisa kamu coba.

    Baca juga: Tetap Cuan Saat #dirumahaja dengan Menabung Emas Digital, Begini Caranya!

    Kenali tujuan investasi untuk memaksimalkan hasil

    Pemilihan produk investasi sangat tergantung dengan tujuan kita. Hal ini dikarenakan tidak semua instrumen investasi sesuai dengan kebutuhan investor.

    Berikut adalah tujuan investasi yang bisa menjadi pertimbangan dalam memilih instrumen.

    fungsi investasi

    #1 Mellindungi kekayaan dari inflasi

    Inflasi yang terjadi setiap tahun membuat harga barang semakin tinggi pula. Tak pelak, nilai uang yang kamu miliki bisa semakin tergerus.

    Investasi membuat uangmu bertumbuh sepanjang waktu. Misalnya, rata-rata inflasi dalam setahun adalah 3 persen, maka return investasi 3 persen sudah bisa mengamankan kekayaanmu dari inflasi.

    #2 Menyediakan biaya pernikahan

    Tujuan investasi yang satu ini khusus untuk kamu yang masih dalam kelompok usia akan menikah/muda dan sedang mempersiapkan rencana hidup dengan pasangan. Tuntutan sosial dan budaya membuat pernikahan tidak sesimpel hanya datang ke KUA. Biaya catering, gedung, MUA, hingga foto pre-wedding membuat biaya pernikahan menjadi mahal.

    Alasan biaya sering kali menjadi kendala pasangan yang ingin menikah di usi 28-30 tahun. Dan berinvestasi sejak dari awal bekerja menjadi jawabannya. Imbal hasil 15 persen per tahun sudah lebih dari cukup untuk memupuk biaya pernikahan.

    #3 Mempersiapkan dana pendidikan anak

    Meski masih lama, tetapi dana pendidikan anak tidak boleh luput dari kalkukasi keuanganmu. Seperti yang kita tahu, biaya pendidikan dari tahun ke tahun semakin mahal.

    Sedikit demi sedikit, investasi akan sangat membantu dalam membiayai pendidikan anak di masa mendatang. Investasi emas bisa menjadi salah satu alternatif. Selain memiliki pajak yang rendah, harganya cenderung stabil, bahkan naik.

    #4 Mempersiapkan dana pensiun

    Semakin dini kamu mempersiakan dana pensiun, maka semakin ringan bebanmu dalam mengatur keuangan. Karena bantuan dari BPJS Ketenagakerjaan atau lembaga lainnya belum tentu bisa menjamin hari tua.

    Bertambahnya umur belum tentu dibarengi dengan peningkatan kecepatan produktivitas. Maka dari itu, menyisihkan uang untuk investasi dana pensiun sedini mungkin akan sangat membantumu kelak. Artinya, kamu bisa menikmati hari tua tanpa gangguan finansial.

    Baca juga: Jangan Boros dengan Dana Daruratmu, Ini 5 Strategi Aman Hadapi Krisis

    Empat produk investasi yang sesuai dengan tujuan investasi bagi kamu yang merasa bergaji kecil dan sebelum umur 30

    Gaji pas-pasan dan usia yang muda tidak menjadi penghalang untuk berinvestasi. Bank misalnya, sudah mengembangkan program yang sangat terjangkau untuk anak-anak muda.

    tujuan investasi

    Selain persiapan dana, pengetahuan tentang jenis-jenis investasi untuk usia sebelum 30 tahun juga menarik untuk dilihat. Berikut 4 produk investasi yang bisa dijajaki.

    #1 Investasi Reksa dana

    Instrumen ini cukup populer di kalangan investor pemula yang memiliki keterbatasan dana. Beberapa bank menyediakan reksa dana mulai dari Rp500.000. Menarik bukan?

    Memahami profil risiko adalah acuan untuk memilih produk reksa dana. Ada banyak jenis reksa dana. Reksa dana pasar uang dan reksa dana campuran adalah yang paling populer di kalangan pemula. Hal ini karena kedua jenis reksa dana ini memiliki risiko yang rendah.

    #2 Saham

    Saham adalan investasi yang high risk but high return. Tapi fungsi investasi akan jelas jika kamu memilih saham dari perusahaan yang sesuai dengan analisis teknikal dan analisis fundamentalmu. Itulah yang membuat banyak orang tertarik untuk mencoba.

    Investasi saham membuatmu memiliki sebagian porsi dari perusahaan terbuka. Lebih jauh lagi, semakin besar porsi sahammu, maka semakin besar pula potensi dividen yang bisa kamu dapatkan. Namun perlu dicatat, tidak semua perusahaan membagikan dividen. Jadi, teliti lebih dulu ya perusahaannya.

    #3 Emas

    Bagi kamu yang suka dengan investasi fisik dengan nilai intrinsik yang tinggi, maka emas batangan adalah jawabanya. Nilai emas batangan lebih tinggi jika dibanding dengan emas perhiasan. Demi keamanan, menyewa deposit box sangat dianjurkan. Tapi, kamu juga bisa menyimpannya sendiri jika mau.

    Seiring dengan perkembangan teknologi, investasi emas bisa dilakukan melalui aplikasi atau menabung melalui uang. Kalau mau coba, kamu bisa gunakan aplikasi Pluang untuk mulai berinvestasi emas.

     

    Mudah, kan? Lihat betapa memilih produk yang tepat dan fungsi investasi dari produk itu akan menolongmu dengan dana darurat.

    #4 Deposito

    Sama seperti emas, nilai resiko yang rendah membuat deposito dipilih oleh banyak investor pemula.

    Deposito ini sangat mirip dengan tabungan. Tapi, tingkat bunga dan adanya waktu jatuh tempo membuat deposito lebih menarik. Rata-rata bunga deposito sekitar 5-6 persen per tahunnya. Semakin banyak uang yang diinvestasikan, maka semakin banyak pula bunga yang diperoleh. Menarik, ya?

    Segeralah mulai investasi kamu dari sekarang, agar bisa menikmati dan memaksimalkan keuntungannya di masa mendatang.

    Sumber: Lifepal

    Simak juga:

    Nggak Pakai Ribet, Begini Cara Praktis Top Up Kartu Flazz BCA-mu

    5 Kesalahan Umum Menabung yang Wajib Kamu Hindari!

    Jajal Peruntungan Bisnis Kuliner Online, Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba

    Enggak Semuanya Merugikan, Ini Lho Manfaat Kartu Kredit yang Perlu Kamu Tahu!

    Jangan Dibiarkan, Stres di Tempat Kerja Harus Segera Ditangani dengan Cara Ini!

     



    Sumber : pluang.com

  • Siapkan Dana Cadangan untuk Keadaan Darurat, Ini 6 Langkahnya

    Mempersiapkan dana cadangan menjadi langkah yang tepat untuk menyikapi persebaran COVID-19 di Indonesia. Apalagi, konon physical distancing masih perlu kita terapkan hingga berbulan-bulan mendatang. Tabungan dana darurat banyak direkomendasikan oleh pakar keuangan dalam rangka menghadapi wabah ini.

    Hampir semua lini perekonomian Indonesia terkena imbas dari persebaran virus corona. Investor hingga pelaku UMKM harus menelan pil pahit. Banyak dari mereka yang rugi bahkan gulung tikar. Mau tidak mau, keuangan pribadi pun terkena dampaknya.

    dana cadangan

    Dalam ketidakpastian ekonomi ini, dana cadangan merupakan aset terbesar dari seluruh instrumen finansial yang dapat diandalkan. Untuk memudahkan akses, idealnya aset tersebut disimpan dalam bentuk tabungan dana darurat.

    Pada Selasa (14/4), Presiden Jokowi memberikan sinyal bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkoreksi cukup tajam karena COVID-19. Pertumbuhan global yang berpotensi minus 2,8 persen memperburuk keterpurukan ekonomi, setidaknya sampai tahun depan.

    Untuk menghadapi situasi ini, bagaimana merencanakan dana darurat dengan baik? Dan berapa jumlah tabungan dana darurat yang harus disisihkan? Simak ulasan di bawah ini, ya.

    Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

    Mengapa dana cadangan untuk keadaan darurat sangat penting?

    tabungan dana darurat

    Jika kamu belum memiliki dana darurat, maka ini adalah waktu yang tepat untuk memprioritaskannya.

    Lantas, bagaimana menentukan besaran dana darurat? Pakar finansial dan bank menganjurkan untuk memiliki dana darurat setara pengeluaran 3 sampai 6 bulan pada kondisi normal. Sementara, Ramit Sethi, pakar keuangan lainnya, menganjurkan untuk memiliki dana cadangan sebagai dana darurat setara satu tahun pada saat seperti ini.

    Rumus dari Sethi ini bisa membantu rnengumpulkan dana cadangan, lho! Kamu bisa memulainya dengan menghitung pengeluaran minimal per bulan. Kemudian dikurangi biaya-biaya yang tidak esensial (non-essential), dan kalikanlah 12.

    Konsistensi untuk terus menabung adalah kunci keberhasilan. Kamu bisa membuka akun khusus, yang tidak disertai kartu debit. Dan, jangan lupa untuk aktivasi “automatic debit arrangement” pada saat gajian. Dengan tidak bisa melihat dan melewatkan jadwal transfer, kamu tidak merasa tergoda untuk menggunakan jatah dana tersebut.

    Jika kamu merasa jumlahnya sudah cukup besar, kamu juga bisa mentransfernya ke obligasi atau deposito jangka pendek untuk mendapatkan bunga yang lebih besar.

    Dana cadangan sebagai dana darurat berarti bahwa kamu hanya menggunakannya untuk saat yang mendesak. Kamu bisa membuat daftar pengeluaran apa saja yang boleh menggunakan dana ini. Misalnya untuk membiaya hidup pada saat kamu menganggur, keperluan mendesak membayar dokter saat sakit, dan sebagainya. Kuncinya, kamu perlu disiplin pada diri sendiri untuk dapat menyimpan dana cadangan ini. Karena dana ini bertujuan untuk menghidarkanmu dari utang di saat kritis.

    Baca juga: Jangan Boros dengan Dana Daruratmu, Ini 5 Strategi Aman Hadapi Krisis

    6 tips memiliki tabungan dana darurat

    dana cadangan

    Memulai tabungan dana cadangan yang bisa digunakan pada saat darurat tidak seberat kelihatannya, lho! Kita bisa mulai dari mengontrol pengeluaran sehari-hari. Intip yuk, 6 tips jitu mengumpulkan tabungan dana darurat sebagai dana cadangan.

    #1 Teliti pendapatan dan pengeluaran sebelum memulai rencana siapkan dana cadangan

    Mencatat semua rincian pengeluaran setiap bulan bisa membantu kita menentukan besaran dana darurat. Idealnya kita bisa menyisihkan 10 persen dari penghasilan. Tapi, setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Dengan mengetahui arus keuangan per bulan, kita baru bisa menyisihkan dana daruat yang seuai dengan kondisi kita.

    #2 Dana darurat adalah utang

    Apa yang kamu pikirkan ketika mendengar kata “utang”? Teruslah ingat apa yang kamu bayangkan soal itu. Hal ini untuk menumbuhkan rasa disiplin kita dalam menyisihkan dana cadangan untuk situasi darurat. Ibaratnya, kamu berutang kepada dirimu sendiri di masa depan, demi keuangan yang lebih baik dan mapan.

    #3 Minimalkan pengeluaran konsumtif

    Di sini prioritasmu diuji. Kamu mesti memilih untuk menuruti gaya hidup atau menabung? Seperti yang kamu tahu, tuntutan gaya hidup tidak akan ada habisnya. Dan ingatlah gaya hidup konsumtif hanya akan menghabiskan uangmu.

     #4 Asuransi

    Asuransi kesehatan dan asuransi perjalanan sangat berguna, lho, di saat tidak terduga. Dengan memiliki asuransi, kamu sudah mengurangi alokasi dana cadangan untuk keadaan darurat. Ditambah lagi, banyak yang menawarkan asuransi secara online dan terbilang enggak ribet.

     #5 Evaluasi keuangan setiap enam bulan sekali demi dana cadangan

    Evaluasi ini berguna banget untuk melihat kembali flow keuanganmu. Apakah selama 6 bulan ini kamu sudah mencapai goal dana daruratmu atau belum? Kalau belum, di manakah celahnya? Evaluasi ini membantumu untuk konsisten dalam mengelola keuangan.

    #6 Menafaatkan cicilan untuk belanja kebutuhan

    Kebutuhan di sini perlu ditujukan untuk hal-hal yang produktif. Misalnya, membeli laptop yang kamu gunakan untuk bekerja. Tentunya sifat kebutuhanmu atas laptop sangat urgent. Nah, untuk tidak mengganggu flow keuangan, kamu bisa memafaatkan program cicilan. Jadi, dua-duanya bisa sama-sama jalan, kan? Baik menyimpan dana cadangan untuk keadaan darurat, maupun memenuhi kebutuhan pokokmu.

    Memulai sesuatu, apalagi sesuatu yang baik, itu memang susah. Tapi, pendemi COVID-19 ini bisa kamu jadikan pelajaran jika dana darurat juga perlu diprioritaskan. Enggak enak banget, kan, jika kamu kebingungan keuangan di tengah wabah begini dan enggak punya dana cadangan?

    Sumber: Investopedia, Kredivo

    Simak juga:

    Nggak Pakai Ribet, Begini Cara Praktis Top Up Kartu Flazz BCA-mu

    5 Kesalahan Umum Menabung yang Wajib Kamu Hindari!

    Jajal Peruntungan Bisnis Kuliner Online, Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba

    Enggak Semuanya Merugikan, Ini Lho Manfaat Kartu Kredit yang Perlu Kamu Tahu!

    Jangan Dibiarkan, Stres di Tempat Kerja Harus Segera Ditangani dengan Cara Ini!



    Sumber : pluang.com