Author: 08

  • Mengapa Perusahaan Beli Kembali Sahamnya atau Lakukan Share Repurchase?

    Pembelian kembali saham atau share repurchase alias buyback adalah istilah dalam perdagangan saham ketika perusahaan membeli sahamnya yang beredar untuk mengurangi jumlah saham yang tersedia di pasar terbuka. Buyback guarantee adalah jaminan bagi investor.

    Saham-saham ini dibeli kembali oleh perusahaan dengan sejumlah alasan. Seperti meningkatkan nilai sisa saham yang tersedia dengan mengurangi pasokan atau mencegah pemegang saham lain mengendalikan saham (controlling stake).

    Dengan demikian, buyback adalah proses pembelian kembali saham yang mengurangi jumlah saham yang beredar. Buyback guarantee adalah ketika bisnis memiliki dana yang cukup untuk keadaan darurat dengan probabilitas rendah masalah ekonomi.

    Pembelian kembali alias buyback adalah cara yang memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi dalam diri mereka sendiri. Mengurangi jumlah saham yang beredar di pasar meningkatkan proporsi saham yang dimiliki investor.

    Ketika perusahaan merasa sahamnya undervalued, melakukan pembelian kembali memungkinkan memberi investor pengembalian.

    Baca juga: Investor Institusional dan Investor Ritel, Apa Bedanya?

    Taktik perusahaan beli kembali saham, buyback adalah jalan tingkatkan proporsi pendapatan

    Pada umumnya, perusahaan akan mengalami bullish ketika melakukan operasi jual kembali saham. Ini akan meningkatkan proporsi pendapatan yang dialokasikan. Dengan demikian, harga saham akan naik jika rasio price-to-earning (P/E) yang sama dipertahankan.

    Pembelian kembali saham atau buyback adalah proses mengurangi jumlah saham yang ada, membuat setiap saham bernilai persentase lebih besar dari korporasi. Laba per saham (EPS, earnings per share) meningkat, sementara rasio harga per pendapatan (P/E, price-to earning) berkurang.

    Pembelian kembali saham menunjukkan kepada investor bahwa bisnis memiliki modal tunai yang cukup untuk disisihkan untuk keadaan darurat dan probabilitas rendah masalah ekonomi.

    Alasan lain pembelian kembali saham atau buyback adalah untuk tujuan kompensasi. Perusahaan memberi penghargaan kepada karyawan dan manajemen dengan hadiah dan opsi saham.

    Untuk menawarkan hadiah dan opsi, perusahaan membeli kembali saham dan menerbitkannya kepada karyawan dan manajemen. Ini membantu menghindari dilusi pemegang saham.

    Contoh buyback adalah ketika perusahaan berkinerja buruk di atas saham pesaingnya meski telah memiliki tahun yang solid secara finansial. Untuk menghargai investor dan memberi imbal hasil, perusahaan mengumumkan program pembelian kembali.

    Misalnya, jika perusahaan memiliki USD 1 juta dan 1 juta saham yang beredar sebelum pembelian kembali, disamakan dengan EPS sebesar USD 1. Maka, saham diperdagangkan dengan USD 20 per harga saham, rasio P/E-nya adalah 20.

    Dengan demikian, 100.000 saham akan dibeli kembali dan EPS baru akan menjadi USD 1,11, atau USD 1 juta dalam pendapatan yang tersebar di 900.000 saham.

    Untuk mempertahankan rasio P/E yang sama, yaitu 20, saham harus diperdagangkan naik 11% menjadi USD 22,22.

    Baca juga: Apa Itu Money Laundering?

    Bagaimana perusahaan melakukan pembelian kembali atau share repurchase?

    Pembelian kembali umumnya dilakukan oleh perusahaan dengan dua cara:

    #1 Pemegang saham dapat melakukan penawaran tender

    Dengan jalan ini, perusahaan memiliki pilihan untuk menyerahkan, atau tender, semua atau sebagian saham mereka dalam jangka waktu tertentu dengan harga premium terhadap harga pasar saat ini. Cara ini memberikan kompensasi kepada investor karena melakukan tender saham mereka daripada menahannya.

    #2 Perusahaan membeli kembali saham di pasar terbuka selama periode waktu panjang

    Lewat cara ini, perusahaan bahkan mungkin memiliki program pembelian kembali saham yang dilakukan dengan membeli saham pada waktu tertentu secara berkala.

    Pendanaan yang diperlukan untuk melakukan buyback adalah lewat dana tunai perusahaan, atau mengambil utang, atau dengan arus kas dari operasi jual-beli saham.

    Pembelian kembali saham alias buyback yang diperluas adalah cara menunjukkan peningkatan dalam rencana pembelian kembali saham perusahaan. Dampak pasar dari pembelian kembali saham yang diperluas ini tergantung pada besarnya.

    Terlepas dari keunggulan share repurchase bagi perusahaan, pembelian kembali saham terkadang juga menerima kritik. Pelajari lebih lanjut tentang mengapa perusahaan dikritik jika melakukan buyback atau share repurchase.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

    Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang



    Sumber : pluang.com

  • Dukung Isu Sosial Sambil Investasi? Ini Model SRI yang Bisa Kamu Terapkan

    Socially responsible investing (SRI) alias investasi yang menekankan pada investasi sosial banyak menarik minat para investor hari ini. Memang, berbagai persoalan hari ini memerlukan investor cerdas yang peduli pada lingkungan sekitarnya. Jadi, apa itu investasi sosial?

    Terlepas dari kenyataan bahwa seleb top Hollywood cenderung kelihatan seperti tokoh-tokoh pialang saham The Wolf of Wall Street, investasi tak melulu sekering dan se-mekanikal itu.

    Banyak investor yang juga peduli pada model investasi sosial. Apa itu investasi sosial dan bagaimana kita bisa dapat menjadi investor yang sekaligus memiliki kepekaan dan sadar sosial?

    Dengan jenis investasi yang bertanggung jawab secara sosial, keinginan untuk berbuat baik tidak harus bertentangan dengan keinginan mencapai kebebasan finansial.

    Dalam 20 puluh tahun terakhir, investasi yang menekankan pada tanggung jawab sosial ini telah tumbuh sepuluh kali lipat. Sekarang, ada USD 22 T aset SRI di seluruh dunia yang menekankan investasi ini.

    Baca juga: Investor Institusional dan Investor Ritel, Apa Bedanya?

    Jadi, apa itu SRI, socially responsible investment, alias investasi sosial?

    SRI merupakan investasi jika kamu ingin meningkatkan aset sembari berbuat kebaikan. Tentunya, sebelum memilih platform investasi, kamu akan menanyakan tentang tujuan pendanaan dan bagaimana perputaran uang tersebut.

    Investasi lewat SRI dapat menjadi jawaban jika kamu berminat untuk melakukan kegiatan sosial sembari berinvestasi.

    Jika kamu mengambil model investasi SRI, artinya kamu berinvestasi dengan menghindari industri yang berdampak negatif terhadap lingkungan dan para pekerja perusahaan tempat kamu menaruh dana.

    Dengan demikian, investasi ala SRI menghindari investasi pada perusahaan atau platform yang memproduksi alkohol, tembakau, senjata, atau hal-hal lainnya yang berpotensi buruk bagi lingkungan.

    Investor SRI melibatkan investasi di platform yang terlibat dalam tema etis dan sosial, seperti kelestarian lingkungan, keadilan, dan kesejahteraan sosial. Dengan ini, para investor SRI menilai dananya dapat memberikan manfaat berkelanjutan dan bertanggung jawab.

    Terlepas dari itu, jenis investasi melalui SRI ini hadir untuk memberikan perubahan positif sekaligus memberi keuntungan finansial bagi investornya.

    Lantas, bagaimana cara kerjanya dan memulai investasi jenis ini?

    Baca juga: Cara Jitu Memilih Saham dengan Modal Analisis Fundamental dan Teknikal

    Cara kerja jenis investasi sosial melalui SRI dan bagaimana cara memulainya?

    Sebelum abad ke-21, fokus investasi sosial melalui SRI cenderung mengikuti tren politik dan sosial. Ini membuat SRI didedikasikan untuk hak-hak perempuan, sipil, dan upaya anti-perang.

    Kini, fokus investasi sosial bergeser pada permasalahan yang dihadapi pada abad ke-21, yakni perubahan iklim dan praktik bisnis yang etis.

    Jika kamu tertarik dengan model investasi SRI ini, maka kamu dapat mencari investasi yang menganut prinsip tanggung jawab sosial, baik individu atau melalui reksadana yang diperdagangkan di BEI ataupun dana indeks.

    Penekanan investasi SRI adalah investasi yang ditaruh dalam saham perusahaan atau produk mutual funds alias reksadana yang peduli dan menerapkan prinsip kepedulian sosial, lingkungan, dan etika bisnis.

    Dengan begitu, investor yang membeli produk SRI sebaiknya paham mengenai bagaimana perusahaan dikelola sebelum ia membeli saham.

    Tiga aspek ini bisa jadi pertimbangan saat memutuskan melakukan investasi sosial:

    #1 Riset sosial, aspek ini diperlukan bagi investor untuk mencari perusahaan dengan manajemen yang baik dan risiko yang rendah. Dalam melakukan seleksi atas perusahaan, investor perlu menerapkan kriteria seleksi, yakni mengeliminasi jenis-jenis aktivitas perusahaan yang bertentangan dengan prinsip tanggung jawab sosial.

    #2 Kapital ventura sosial (social venture capital), dengan ini investor dapat menempatkan dana pada tahap awal berkembangnya perusahaan (misal perusahaan yang bergerak di bidang energi alternatif). Ini tentu menguntungkan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

    #3 Investasi pada masyarakat (community investing), menyalurkan kredit yang terjangkau kepada masyarakat yang tidak dapat dilayani oleh pasar kredit. Ini membantu menciptakan lapangan kerja, membangun rumah, ataupun mendanai fasilitas masyarakat.

    Jadi, dengan trik-trik tersebut dan tahu apa itu investasi sosial, sudah siapkah kamu mendanai investasi yang ramah bagi lingkungan dan masyarakat?

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Wealthsimple, Neliti.com

    Simak juga:

    Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

    Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang



    Sumber : pluang.com

  • Mengapa Investasi Penting untuk Melawan Inflasi?

    Sobat Cuan pasti sering dengar bahwa investasi itu adalah salah satu cara menghindari inflasi. Kenapa sih investasi itu penting dilakukan untuk melawan inflasi, simak yuk ulasannya di bawah ini!

    Di serial #CerdasCuan ini, topik yang akan kamu pelajari adalah:

    Cara Menghindari Inflasi: Dampak Inflasi Pada Daya Beli 

    Dampak inflasi terhadap daya beli bisa kita lihat melalui contoh berikut.

    Jika kamu memiliki Rp20.000 di tahun 2012, saat itu bisa saja kamu gunakan untuk membeli burger. Tapi jika kamu menyimpan Rp20.000 di dompetmu hingga hari ini, kamu tidak akan mampu membeli sebuah burger karena harganya sekarang adalah Rp40.000.

    Nah, ini adalah efek dari inflasi yang menyebabkan daya belimu menurun seiring berjalannya waktu, sementara harga barang terus meningkat.

    Inflasi adalah proses meningkatnya harga rata-rata barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam kurun waktu tertentu. Inflasi tidak bisa dihindari dalam sebuah ekonomi yang sedang tumbuh.

    Coba bayangkan jika kamu memiliki sebuah usaha yang berjalan sangat baik. Apakah kamu mau menaikkan harga barangmu? Ketika banyak bisnis yang berkinerja bagus dalam sebuah ekonomi, tentunya inflasi akan terjadi.

    Menurut Bank Indonesia, harga properti telah meningkat sebanyak 3 hingga 4%, sedikit lebih tinggi dari inflasi yang berada di angka 3%.

    Jika tren ini berlanjut dan jika harga rumah meningkat setiap tahun seperti inflasi, sebuah rumah yang harganya Rp500 juta hari ini akan menjadi Rp672 juta dalam waktu 10 tahun.

    Ini berarti, walaupun kamu memiliki uang sebesar Rp500 juta hari ini dan menyimpannya di rumah, nilai dari Rp500 juta itu akan berkurang seiring berjalannya waktu dan kamu tidak akan bisa membeli rumah itu 10 tahun lagi.

    Cara Menghindari Inflasi – Cara memproteksi daya beli dari inflasi

    Untuk melindungi nilai uang dari penurunan daya beli, uang tersebut perlu diinvestasikan dalam aset yang bisa menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan dengan laju inflasi. 

    Kita coba mengambil contoh dari suku bunga bank-bank di Indonesia.

    Di sebuah bank ternama di Indonesia, bunga untuk rekening tabungan adalah sekitar 0.5% per tahun. Ini jauh di bawah tingkat inflasi 3%.

    Jika uang ini diinvestasikan dalam deposito berjangka, bunga yang akan kamu dapatkan adalah sekitar 4,5%. Tetapi ini hanya 1,5% lebih tinggi dibandingkan inflasi. Inflasi bahkan bisa mengalami kenaikan secara mendadak tergantung pada situasi ekonomi dan target yang ditentukan oleh pemerintah. 

    Oleh karena itu, investasi itu perlu untuk memproteksi daya beli atau nilai uang dari inflasi.

    Cara Menghindari Inflasi – Jenis-jenis Instrumen investasi

    Jenis investasi yang berbeda juga menawarkan risiko dan imbal hasil yang berbeda

    • Semakin tinggi risiko, semakin tinggi hasil yang akan didapatkan investor. 
    • Dan sebaliknya, ketika imbal hasil tinggi, maka aset itu akan memiliki risiko yang tinggi.

    Berikut adalah penjelasan mengenai beberapa tipe aset investasi di Indonesia.

    Emas

    • Emas telah mendarah daging dalam budaya Indonesia: emas telah digunakan menjadi simpanan untuk perayaan religi (contoh: Haji), pernikahan dan acara spesial. 
    • Konsumen percaya bahwa emas berharga sebagai aset yang aman
    • Emas juga memberikan proteksi terhadap penurunan nilai rupiah dan inflasi 

    Lalu, bagaimanakah performa Emas selama satu tahun terakhir?

    Kinerja Emas dalam satu tahun terakhir telah menghasilkan imbal sebesar 34.64%.

    Pasar Uang

    • Pasar Uang adalah investasi pada obligasi atau instrumen utang yang jatuh temponya kurang dari satu tahun. Ini bisa diterbitkan oleh pemerintah, bank dan ada kalanya perusahaan.
    • Contohnya: Deposito dengan tenor 3 bulan
    • Investasi di Pasar Uang memberikan imbal yang aman dan berisiko rendah serta volatilitas yang rendah. Potensi kenaikan nilainya pun rendah. 

    Pendapatan Tetap

    • Produk Pendapatan Tetap mengarah kepada investasi pada instrumen obligasi jangka panjang dari pemerintah, bank, dan kadang oleh perusahaan. 
    • Contoh: Obligasi yang diterbitkan perusahaan XYZ yang akan jatuh tempo dalam waktu 5 tahun. 
    • Investasi ini akan memberi pendapatan tetap yang konstan jika pembayaran bunga tidak diinvestasikan kembali oleh investor. 

    Properti

    • Investasi pada properti akan menghasilkan dua jenis imbal atau return:
      • Pembayaran dari hasil sewa (jika disewakan) 
      • Perolehan laba jika nilainya lebih tinggi dibandingkan harga beli
    • Imbal dari investasi properti sangat menarik. Tetapi investasi properti kurang likuid, artinya susah dan memerlukan waktu untuk menjualnya. Jumlah investasi awal yang diperlukan pun besar.

    Ekuitas

    Ekuitas mencakup saham dan termasuk saham lokal maupun saham luar negeri.

    Saham melambangkan kepemilikan di dalam sebuah perusahaan. Jika seseorang memiliki saham sebesar 1% di sebuah perusahaan, maka kepemilikannya di dalam perusahaan itu adalah 1%. 

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Perkaya Portofolio, Ini 5 Pilihan Investasi Jangka Pendek Untukmu

    Kita tentu tahu investasi jangka panjang akan mengikat uang kita dalam jangka waktu yang lama. Karena itu, bagi sebagian besar investor investasi jangka pendek adalah alternatif. Yuk, cari tahu pengertian investasi jangka pendek dan seluk-beluknya sebelum terjun berinvestasi.

    Kalangan milenial hari ini cenderung melihat investasi jangka pendek minim risiko dan menawarkan keuntungan menggiurkan. Meski investasi jangka panjang tentunya menawarkan keuntungan lebih besar. Hanya saja, risikonya pun lebih besar pula.

    Jadi, demi menghindari risiko yang terlampau besar bagi pemula investasi, yuk cari tahu pengertian investasi jangka pendek dan jangka panjang. Sejauh ini, investasi jangka pendek adalah yang paling umum dimiliki oleh investor pemula.

    Mengapa? Karena investasi jangka pendek terbilang cocok bagi kamu yang ingin memperoleh pencairan dana lebih fleksibel. Selain itu, dana serta profitnya pun bisa lekas digunakan untuk mengembangkan bisnis.

    Hanya saja, investasi jangka pendek rentan terhadap inflasi. Jika kamu ingin danamu dapat bersaing dengan tingkat inflasi tahunan, investasi jangka panjang tentu lebih signifikan.

    Tapi, tak ada salahnya untuk menerapkan diversifikasi investasi, bukan? Tidak hanya jenisnya, tapi juga sekaligus diversifikasi jangka waktunya.

    Baca juga: Dukung Isu Sosial Sambil Investasi? Ini Model SRI yang Bisa Kamu Terapkan

    Jika investasi jangka pendek adalah pilihannya, maka ini cara kerjanya

    pengertian investasi jangka pendek

    Investasi jangka pendek bertujuan untuk melindungi modal dan sekaligus menghasilkan pengembalian. Ringkasnya, investasi jangka pendek adalah surat berharga yang daat dipasarkan atau aset yang sangat likuid.

    Perusahaan dengan kas yang kuat umumnya memiliki akun investasi jangka pendek pada neraca mereka.

    Dengan demikian, perusahaan mampu menginvestasikan kelebihan uang tunai di saham, obligasi, atau setara kas untuk mendapatkan bunga yang lebih tinggi daripada tabungan normal.

    Ada dua persyaratan yang diterapkan perusahaan lewat investasi jangka pendek. Pertama, investasi tersebut harus likuid. Kedua, manajemen harus berniat menjual sekuritas dalam waktu relatif singkat, misal dalam 12 bulan.

    Obligasi yang dapat dipasarkan dalam tenor atau waktu jangka pendek masuk dalam kategori ini. Investasi jangka pendek merujuk pada kepemilikan yang dimiliki perusahaan tetapi bermaksud untuk menjualnya dalam waktu satu tahun atau jatuh tempo dalam setahun.

    Pada 31 Maret 2018, dalam pengumuman per kuartalnya, Microsoft Corp melaporkan investasi jangka pendek senilai USD 135 M pada neracanya. Komponen terbesar dari angka itu adalah sekuritas pemerintah, senilai USD 108 M, diikuti obligasi korporasi senilai USD 6,1 M, dan obligasi pemerintah asing senilai USD 4,7 M. Lantas, hipotek/sekuritas dengan dukungan aset sebesar USD 3,8 M. Dalam daftar itu, tercatat juga sertifikat deposito senilai USD 2 M dan obligasi kota (municipal bonds) USD 269 juta.

    Apple Inc juga mencatatkan investasi jangka pendek perusahaan. Sebesar USD 254 M besarnya. Dua investasi utamanya ialah surat berharga perusahaan senilai USD 138 M dan surat berharga AS/agen sekuritas senilai USD 62,3 M.

    Baca juga: Cara Jitu Memilih Saham dengan Modal Analisis Fundamental dan Teknikal

    Jenis-jenis dan sarana investasi jangka pendek

    Beberapa investasi jangka pendek adalah hal lazim yang digunakan sebagai strategi oleh perusahaan dan investor individu. Berikut ini daftar jenis investasinya:

    #1 Tabungan bank

    Jenis investasi jangka pendek satu ini tentu yang paling mudah dicairkan. Namun, hasil yang diperoleh cenderung lebih rendah. Tabungan bank tidak mengikuti inflasi sehingga bukan opsi yang baik untuk disimpan dalam jangka waktu yang panjang.

    #2 Sertifikat deposito/certificates of deposit (CDs)

    Jenis investasi ini sering digunakan. Batas waktu investasi sertifikat deposito umumnya dalam renang waktu 3 bulan hingga 5 tahun.

    #3 Reksadana pasar uang

    RD pasar uang memberi kemudahan pencairan dana dengan keuntungan lebih besar dari jenis investasi tabungan bank. Tingkat pengembaliannya lebih besar daripada jasa giro dan lebih rendah daripada deposito. Namun, RD pasar uang umumnya tanpa asuransi sehingga risiko lebih besar.

    #4 Surat utang jangka pendek/obligasi

    Investasi jangka pendek satu ini adalah investasi yang bersifat fleksibel dan menawarkan pengembalian yang lebih baik daripada rata-rata aset.

    #5 Jasa giro

    Produk perbankan yang menawarkan bunga terendah di kisaran 3-4%. Digunakan perusahaan untuk mempermudah transaksi pembayaran.

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

    Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang



    Sumber : pluang.com

  • 7 Langkah Optimal untuk Bangun Portofolio Investasi dan Neraca Keuangan

    Setiap orang memiliki mimpi tentang hidup seperti apa yang mereka inginkan. Impian tentang gaya hidup yang ingin dicapai tentu tergantung pada portofolio investasi dan diversifikasi portofolio yang diterapkan. Apa sih pengertian portofolio investasi?

    Berikut ini langkah demi langkah yang dapat menjadi panduan bagimu untuk menyusun portofolio investasi. Pengertian portofolio investasi bukan hanya memiliki berbagai kelas aset, tetapi juga tentang bagaimana mencukupi dana untuk investasi hari tua, dan rencana jangka panjang lainnya.

    Pengertian portofolio investasi yang tepat semestinya menjamin juga hidupmu di masa tua, impian untuk membeli rumah atau kebutuhan lainnya, bebas dari utang, hingga menyiapkan dana cadangan enam bulan. Bagaimana cara menyusunnya lewat diversifikasi portofolio?

    Sebelum kamu memulai rencana mengatur portofolio investasi, buatlah daftar tentang apa pun yang telah kamu miliki. Termasuk juga aset seperti mobil, saham, obligasi, reksadana, ataupun tabungan di bank.

    Berikutnya, bikin daftar juga tentang segala yang kamu perlukan, ataupun menjadi tanggunganmu. Dari biaya studi, keperluan bulanan, hingga tagihan dan cicilan kartu kredit.

    Selanjutnya, ikuti tahap-tahap berikut ini.

    Baca juga: Perkaya Portofolio, Ini 5 Pilihan Investasi Jangka Pendek Untukmu

    #1 Komitmen untuk berubah dan melakukan progress

    Jadilah sangat terbuka dan jujur tentang kelemahan dan kekuatan finansialmu. Jangan tunda-tunda dan menunggu mood. Kunci perubahan adalah melihat di mana kamu berdiri sekarang.

    Sudah bikin daftar tentang apa saja yang kamu miliki dan apa saja kebutuhanmu, bukan? Nah, ini adalah langkah awal untuk memahami net worth-mu. Neraca keuanganmu alias balance sheet-mu adalah benchmark.

    Proses sesungguhnya akan memakan waktu bertahun-tahun. Ingatkan saja terus komitmenmu tentang penyusunan portofolio investasi yang paling pas untukmu.

    #2 Tabung sedikit demi sedikit dalam portofolio investasi untuk hari tuamu 

    Meski kelihatannya sulit bagimu untuk menyisihkan sedikit penghasilan bulanan, tapi memastikan bahwa ada dana yang kamu “tabung” adalah hal penting.

    Karena itu, jika tak punya cukup dana untuk disisihkan setiap bulannya, cobalah cari cara supaya kamu dapat melakukannya. Mencari kerja sampingan, menerima tawaran kerja tambahan, hingga memangkas pengeluaran seefisien mungkin bisa jadi pilihan.

    Pastikan ada persentase 40, 30, 20, 10 untuk pengelolaan danamu setiap bulannya. Ini agar kamu bisa pastikan setidaknya ada 10% yang bisa kamu sisihkan. Lebih banyak tentu lebih baik.

    diversifikasi portofolio

    #3 Bayar utangmu, mulai dari yang bunganya tinggi

    Langkah selanjutnya untuk membangun portofolio investasi dan menerapkan diversifikasi portofolio adalah membayar lunas utang-utangmu sebelumnya.

    Bikin peringkat dari cicilan-cicilanmu, mulai yang paling penting (paling tinggi) hingga yang paling elementer. Alokasikan danamu sekarang untuk membayar utang-utang tersebut dan, jika tidak, untuk memenuhi cicilan setiap bulannya.

    Ingat, eliminasilah cicilan paling tinggi dan utang yang paling tidak masuk akal bagi neraca keuanganmu. Lanjutkan ini, hingga kamu bebas dari utang, dan alokasikan danamu kemudian untuk portofolio investasi.

    #4 Cari jaminan asuransi yang tepat untuk kesehatanmu dan pengelolaan JHT

    Setelah melunasi semua utang, pastikan ada asuransi yang melindungi kesehatanmu ataupun membantumu mencicil dana asuransi hari tua.

    Kontribusi yang kamu bisa terapkan bergantung pada berapa banyak kira-kira dana hari tua yang akan kamu butuhkan. Tentunya, pertimbangkan pula kebutuhan jangka pendekmu.

    Baca juga: Cara Jitu Memilih Saham dengan Modal Analisis Fundamental dan Teknikal

    #5 Belilah rumah atau tempat tinggal

    Langkah selanjutnya dari portofolio keuangan yang lengkap ialah memastikan danamu sudah teralokasikan untuk properti. Tabunglah danamu untuk beli rumah ataupun membayar DP rumah.

    Dengan memiliki rumah sendiri, maka kamu telah mengonversikan apa yang sebelumnya sebagai pengeluaran (menyewa) menjadi pemilikan (ekuitas/rumah). Ringkasnya, membeli rumah adalah langkah praktis untuk memastikan danamu terinvestasi dengan efisien.

    Meski tentu saja kamu juga perlu mempertimbangkan kebutuhan-kebutuhan lainnya dari rumah tersebut, termasuk perlengkapan/fasilitas dan biaya perawatannya.

    #6 Pastikan portofolio investasi kamu mencakup kas daruratmu selama 6 bulan

    Jika sudah mengamankan danamu untuk mencicil rumah setiap bulannya, ini saatnya memikirkan sedia dana darurat. Paling tidak kamu harus memiliki dana untuk hidup selama 6 bulan kendati tidak bekerja.

    Ini akan membantumu untuk menghadapi situasi paling tidak terduga sekalipun. Seperti pandemi COVID-19 kali ini, misalnya.

    Dana enam bulan ini harus cukup untuk juga memenuhi pembiayaan cicilanmu, pembayaran asuransi, groceries dan keperluan bulanan, hingga biaya tak terduga bulananmu.

    Dalam diversifikasi portofolio dan penerapan portofolio investasi ini, ada baiknya kamu mempertimbangkan beberapa produk investasi yang likuid, seperti RD pasar uang atau surat deposito, dan emas.

    #7 Investasi pada dirimu sendiri

    Dari banyak saran investasi keuangan, ini sangat jarang dibicarakan. Berinvestasi pada diri sendiri jauh lebih penting untuk memastikan usia aktif/usia kerjamu membantu memberi penghasilan yang optimal.

    Dengan mengikuti kursus, mencoba keterampilan yang bisa memberi multiple stream of incomes, hingga memulai bisnis dapat menjadi pilihan. Meski perlahan, ini akan bantu mengakselerasi portofolio investasi dan meningkatkan potensi dana yang bisa kamu terapkan pada diversifikasi portofolio nantinya.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: The Balance

    Simak juga:

    Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

    Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang



    Sumber : pluang.com

  • Langkah-langkah Memulai Investasi

    Bagaimana cara memulai investasi bagi pemula? Pertanyaan ini sering kali muncul bagi mereka yang baru memulai memasuki pasar investasi. Simak yuk ulasannya seperti di bawah ini!

    Bagaimana Cara Memulai Investasi – Menentukan Tujuan Finansial

    Agar dapat sukses dalam berinvestasi, kamu harus terlebih dahulu tahu dan menentukan tujuan keuanganmu.

    Ketika kamu berinvestasi, kamu menempatkan danamu saat ini ke dalam sekuritas atau aset berwujud untuk tujuan mendapatkan peningkatan nilai, imbal hasil, atau keduanya di masa depan. Kamu perlu waktu, pengetahuan, dan disiplin untuk berinvestasi.

    Selain itu, dalam berinvestasi, kamu tentu harus punya tujuan keuangan. Sebab, apa yang kamu lakukan saat ini akan berdampak terhadap kondisi keuanganmu di masa depan.

    Sebagai contoh, misalnya kamu punya tujuan melunasi utang. Makanya, kamu perlu berinvestasi di instrumen di mana imbal hasilnya bisa kamu gunakan untuk melunasi utang plus bunganya. Intinya, tindakan yang kamu lakukan saat ini menentukan apakah kamu bisa mencapai tujuan tersebut atau tidak.

    Adapun hal-hal yang harus dipertimbangkan ketika menetapkan tujuan keuanganmu adalah:

    • Jumlah dari tujuan finansial
    • Horizon waktu: jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang

    Bagaimana Cara Memulai Investasi – Memahami Toleransi Risiko

    Sebelum memulai investasi, kamu perlu mengetahui toleransi risiko kamu. Dengan begitu, kamu akan memiliki pemahaman mengenai jenis investasi yang cocok untukmu atau mana yang harus dihindari.

    Toleransi risiko adalah tingkat risiko yang dapat ditangani oleh seorang investor ketika ada penurunan dalam nilai investasi. Toleransi terhadap risiko ini bervariasi dengan usia, tahap kehidupan, pendapatan, tujuan keuangan, dan tingkat kenyamanan pribadi.

    Cara yang paling umum untuk menentukan toleransi risiko adalah dengan mengisi kuesioner. Dan pada umumnya, ada tiga tingkat toleransi risiko untuk profil investor:

      1. Agresif: bersedia menerima risiko maksimum untuk imbal hasil maksimum, memiliki pengetahuan tentang pasar
      2. Moderat: bersedia menerima beberapa risiko, tetapi berusaha untuk menemukan keseimbangan
      3. Konservatif: memiliki tujuan untuk hanya melestarikan modal

    Salah satu cara untuk mengelola toleransi risiko adalah dengan melakukan diversifikasi investasi.  Diversifikasi berarti berinvestasi di kelas aset yang berbeda (saham, obligasi, kas, dan lainnya) yang bergerak dalam arah yang berbeda pada waktu yang berbeda. Atau dengan kata lain, tidak memiliki korelasi

    Dengan mendiversifikasi portofolio kamu, nilai dari total aset kamu akan terlindungi jika ada kelas aset tertentu yang nilainya turun pada waktu tertentu.

    Bagaimana Cara Memulai Investasi – Hubungan antara Risiko dan Imbal Hasil (Return)

    Istilah High Risk High Return sering terdengar dalam dunia investasi. Prinsipnya adalah sebagai berikut:

    • Semakin tinggi risiko, semakin tinggi hasil yang akan didapatkan investor. 
    • Dan sebaliknya, ketika imbal hasil tinggi, maka aset itu akan memiliki risiko yang tinggi.

    Berikut adalah jenis-jenis aset mengenai beberapa tipe investasi di Indonesia, dimulai dari aset yang memiliki risiko terendah.

    Pilihan investasimu dapat disesuaikan berdasarkan profil risikomu. Seperti yang bisa kita lihat dari grafik di atas, investasi pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang memiliki risiko terendah, tapi imbalnya pun rendah.

    Lalu, setelah itu adalah investasi emas yang menghasilkan imbal lebih tinggi dan lebih memiliki risiko. Lalu diikuti dengan ekuitas atau saham, dan yang paling berisiko adalah cryptocurrency.

    Risiko dalam berinvestasi 

    Tiap jenis aset memiliki risiko dan imbal hasil yang tingkatnya berbeda.

    Kamu perlu paham bahwa risiko dari jenis-jenis aset pun berbeda. Sebagai investor, kita perlu mengerti risiko apa saja yang dihadapai saat berinvestasi, bukan hanya imbalnya semata. Nah, di bawah ini adalah beberapa jenis risiko yang dapat dihadapi investor saat berinvestasi: 

    • Risiko tingkat bunga – perubahan mungkin mengurangi keuntunganmu (risiko utama untuk investasi bunga tetap)
    • Risiko pasar – yang disebabkan oleh perubahan ekonomi yang mempengaruhi seluruh pasar
    • Sektor – ketika risiko terjadi di sektor industri tertentu
    • Risiko mata uang – akan mempengaruhi investasi luar negeri yang melibatkan nilai pertukaran mata uang
    • Likuiditas – ketika kamu tidak bisa menjual investasi ketika dibutuhkan
    • Risiko kredit – terjadi karena default di perusahaan atau pemerintah yang kamu berikan pinjaman
    • Konsentrasi – bila tidak diversifikasi, kinerja kelas aset yang buruk secara signifikan akan mempengaruhi investasi kamu
    • Risiko inflasi – ketika nilai investasi tidak mengikuti inflasi
    • Timing – ketika waktu kamu masuk investasi malah mengekspos nilai investasi mu turun dan bahkan terjadi kerugian pada modal
    • Risiko Gearing – ketika kamu menggunakan pinjaman uang untuk berinvestasi dan nilai investasi tersebut jatuh

    Coba isi profil risk profile kamu, yuk di sini!

     

     

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 index futures, serta aset kripto dan reksa dana! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Memahami Analisa Saham 52 Weeks High Low dalam Investasi

    Salah satu analisa saham yang dijadikan patokan investasi adalah 52 week high low. Mengapa demikian?

    “Volume and Price Patterns Around a Stock’s 52-Week Highs and Lows: Theory and Evidence”, bentuk kerja sama 3 universitas di Amerika Serikat, tahun 2008, menjelaskan efektivitas strategi ini.

    52 week high low

    Secara singkat, buku tersebut menjelaskan bahwa seiring dengan berjalannya waktu, 52 week high low semakin terbukti dan relevan dalam pasar saham besar. Sementara itu, strategi ini tidak terlalu berpengaruh untuk analisa saham kecil.

    Angka-angka dalam analisa ini menjadi harga patokan di mana sekuritas telah diperdagangkan dalam periode tertentu atau setara dalam satu tahun.

    Analisa saham ini dipandang sebagai indikator teknis dalam pasar saham.

    Baca juga: Atur Stabilitas Keuangan Masa Pandemi, Ketahui 5 Kebijakan Moneter BI

    Apa itu 52 week high low?

    Analisa saham ini adalah indikator teknis yang biasanya digunakan oleh investor dan penjual. Angka-angka yang muncul menjadi figur penting karena menjadi prediktor pergerakan harga saham di masa mendatang.

    Misalnya, ada seorang investor yang tertarik pada suatu saham tertentu karena harganya hampir mendekati harga tertinggi atau terendah dalam 52 minggu terakhir. Tentu saja, range harga yang ada harus eksis dalam rentang 52 pekan tersebut.

    Tinggi rendah harga ditentukan pada harga penutupan harian. Pada kenyataannya, suatu saham sering melanggar titik tertinggi intraday 52 week. Namun, pada akhirnya, harga saham tersebut akan ditutup di bawah 52 week high.

    Hal sama berlaku ketika suatu harga saham turun. Ini akan membuat titik baru dalam 52 week low, dan gagal ditutup pada titik terendah pada minggu baru 52 week. Kegagalan untuk mendaftarkan titik baru pada penutupan dengan analisa saham ini bisa sangat berpengaruh secara signifikan.

    Salah satu fungsi utamanya adalah untuk membantu menentukan titik masuk atau keluar. Ini penting dilakukan terhadap saham yang diperjualbelikan. Contohnya, seorang penjual membeli saham A pada saat harganya melebihi 52 week high atau menjual saham tersebut pada saat jatuh melebihi 52 week low.

    Rasionalisasi dari perilaku ini adalah jika harga melampaui titik 52 week high low (baik melebihi atau berada di bawah range, harus ada beberapa momentum yang cukup kuat untuk melanjutkan pergerakan harga ke arah yang sama.

    Stop-order adalah salah satu fasilitas yang sering digunakan oleh investor dalam strategi ini. Stop-order ada untuk memulai posisi baru atau pun menambahkan posisi baru pada pergerakan harga yang sedang eksis.

    Baca juga: Baru Belajar Investasi? Ketahui 5 Contoh Kelas Aset dan Cara Mengelolanya

    Tren putar balik dari 52 week high low

    Jika sebuah saham telah mencapai intraday 52 week high, namun ditutup negatif pada hari itu juga, maka saham tersebut bisa terhenti dan susah bangkit. Bisa dipastikan jika harga saham tersebut tidak akan jauh lebih tinggi dari harga terakhir penutupan.

    Hal tersebut dapat dilihat dari prestasi harian yang muncul ketika penjualan sekuritas jauh lebih tinggi daripada harga pembukaannya. Kemudian, harganya jatuh, bahkan lebih rendah atau hampir menyamai harga pembukaannya, pada hari itu juga.

    Profesional dan investor seringkai menggunakan 52 week high low sebagai cara untuk menetapkan pesanan take-profit sekaligus mengunci kemungkinan keuntungan. Mereka juga biasa menggunakan 52 week low untuk menentukan level stop-loss sebagai cara membatasi kerugian.

    Mengingat kecenderungan bias titik atas di pasar saham, 52 week high bisa juga merepresentasikan bullish di pasar. Hal ini biasanya dikarenakan ada sejumlah investor yang siap memberikan apresiasi harga lebih lanjut untuk mengunci sebagian bahkan semua keuntungan mereka.

    Saham yang sedang high sangat rentan terjadi aksi ambil untung (profit-taking) yang menghasilkan pullback dan pembalikan tren (trend reversals).

    Demikian pula, ketika saham membuat titik terendah baru dan gagal untuk mendaftarkan harga penutupan baru, keadaan ini dibaca sebagai perubahan tanda dari bawah.

    Hal ini dapat ditentukan dari candlestick harian, yang terjadi ketika sekuritas diperdagangkan secara signifikan lebih rendah dari harga pembukaannya. Keadaan ini dapat memicu penjual atau short-sellers untuk membeli dan menutup posisi mereka. Dampak lainnya, keadaan ini mendorong para bargain hunters untuk mulai bergerak.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Apa Itu Strike Price?

    Investasi Saham Sesuai Kondisi Pasar, Bagaimana Caranya?

    Cuan dengan Manfaatkan Celah Bid Ask Spread untuk Dapatkan Untung



    Sumber : pluang.com

  • 5 Trik Cerdik Bagaimana Semestinya Investor Pemula Menghadapi Inflasi

    Memahami arti inflasi dan bagaimana cara mengatasi inflasi tentu adalah poin penting mengelola finansial. Jika imbal hasil investasi kita sebesar 7% dan tingkat inflasi tahunan 4%, keuntungan “bersih” kita hanyalah sebesar 3%. Tapi, itu masih jauh lebih baik daripada tidak sama sekali.

    Sebagai investor pemula, tentu penting bagimu untuk memahami inflasi. Bagaimana laju inflasi akan mempengaruhi nilai portofolio? Apa yang dapat kita lakukan untuk melindungi dana kita dari tingkat inflasi yang tinggi?

    arti inflasi

    Panduan artikel ini akan menjelaskan arti inflasi dan bagaimana cara mengatasi inflasi. Tentunya dasar-dasar ini bisa jadi pertimbangan bagimu untuk mengelola diversifikasi portofolio keuanganmu.

    Inflasi merupakan proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus terkait dengan mekanisme pasar. Penyebabnya bisa berbagai faktor.

    Di antaranya adalah faktor konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi, hingga ketidaklancaran distribusi barang.

    Ketahui trik-trik berikut ini untuk berinvestasi sembari masih memikirkan laju inflasi tahunan.

    Baca juga: Berapa Uang yang Dibutuhkan untuk Hidup Bahagia? Ini Kata Pakar

    #1 Apa arti inflasi bagi seorang investor pemula?

    Tentu kita telah paham makna inflasi berdasarkan konsep ekonomi murni. Akan tetapi, sebagai investor, kita perlu menempatkannya dalam kacamata pelaku praktis/terapan.

    Lihatlah inflasi dari perspektif pemilik portofolio. Portofolio aset apa saja yang sudah kamu miliki? Emas, saham, reksadana, obligasi?

    Dengan lensa seorang praktisi, arti inflasi tentu akan berbeda. Dengan lensa seorang investor, kamu akan melihat bagaimana inflasi mengacu pada unit mata uang yang teredpresiasi nilainya.

    Karena itu, strategi pintar untuk mengelola diversifikasi portofolio adalah memastikan kamu menaruh aset yang aman pada unit mata uang atau yang nantinya ditukar dengan unit mata uang yang akan menguntungkan bagimu.

    bagaimana cara mengatasi inflasi

    #2 Mengapa tingkat inflasi bisa tinggi?

    Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi. Dua cara yang paling sering digunakan adalah consumer price index (CPI) atau Indeks Harga Konsumen (IHK) dan GDP Deflator alias Deflator PDB.

    Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yakni inflasi ringan, sedang, berat, dan hiperinflasi.

    Masing-masing kategori dijelaskan sbb: arti inflasi masing-masing yakni ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun. Sementara, inflasi sedang antara 10-30% setahun; berat antara 30-100% setahun; dan hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga di atas 100% setahun.

    Penyebabnya ada dua hal, yakni tarikan permintaan (kelebihan likuiditas/alat tukar) dan desakan produksi atau distribusi (kurangnya produksi atau distribusi.

    #3 Cara melindungi portofolio investasi dari tingkat inflasi tinggi

    Jangan malas mencari informasi keuangan. Perhatikan pergerakan pasar setiap harinya. Jika kamu menaruh portofolio di pasar modal, kamu mesti simak prospektus perusahaan yang menjanjikan bagi portofoliomu.

    Begitu pula jika kamu menaruh investasi di pasar uang, ikuti rapat-rapat bank sentral di negara-negara dan acuan suku bunga yang mereka terapkan. Tentunya, ini karena inflasi bisa terjadi karena faktor internal dalam negeri dan faktor eksternal luar negeri.

    Kuncinya: terus perhatikan gerak pasar dan putuskan langkah strategis bagi portofoliomu.

    Baca juga: Memahami Analisa Saham 52 Weeks High Low dalam Investasi

    #4 Jika sudah tahu arti inflasi, lantas bagaimana dampak inflasi?

    Arti inflasi dapat berdampak positif maupun negatif, ini bergantung pada parah atau tidaknya tingkat inflasi. Apabila inflasi dalam kategori ringan, maka pengaruh positifnya adalah ekonomi cenderung mengarah lebih baik.

    Jika arti inflasi positif, maka terjadi peningkatan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung, dan mengadakan investasi.

    Sebaliknya, dalam masa inflasi parah, seperti hiperinflasi, keadaan perekonomian menjadi kacau dan dengan begitu tingkat konsumsi pun lesu. Masyarakat tidak semangat bekerja, menabung, atau mengadakan investasi. Karenanya, harga pun meningkat drastis.

    Bagi investor dengan pendapatan tetap, tentu inflasi ini dapat sangat merugikan.

    #5 Kamu bisa mengecek gerak inflasi juga lewat indeks inflasi

    Kamu tentu tahu bahwa arti inflasi bisa berpengaruh buruk pada portofolio. Ini jika kamu tidak pintar-pintar mengelola diversifikasi portofolio.

    Untuk mengantisipasi ini, ikutilah jejak para ekonom dalam mengukur inflasi. Mereka menggunakan indeks inflasi. Selain IHK dan deflator PDB, inflasi juga bisa diukur berdasarkan indeks biaya hidup atau cost of living index (COLI), indeks harga produsen, maupun indeks harga komoditas, serta indeks harga barang-barang modal.

    Ringkasnya, kamu perlu juga meng-update pembaharuan kabar ekonomi secara langsung. Selain indeks, kamu juga perlu mengamati pemberitaan seputar peran bank sentral.

    Bank sentral memainkan peranan penting dalam mengendalikan inflasi. Beberapa kebijakan moneter utama yang diterapkan di antaranya Operasi Pasar Terbuka, Syarat Cadangan Kas Minimum, dan Tingkat Diskonto.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: The Balance

    Simak juga:

    Apa Itu Inflasi?

    Saat Bunga Tak Sanggup Atasi Inflasi, Coba 3 Cara Ini agar Nilai Uang Tak Tergerus



    Sumber : pluang.com

  • Perlu Dicatat! Ketahui Beda Tingkatan Risiko dalam Investasi

    Dalam berinvestasi, risiko adalah salah satu faktor pertimbangan investor memilih aset investasi. Risiko dalam investasi terkait berbagai dimensi. Karena itu, penting untuk mengetahui seberapa besar risiko dari aset yang dipilih.

    Ini karena mengetahui risiko investasi adalah dasar berinvestasi. Letak risiko dan apa perbedaan antara risiko rendah dan risiko tinggi merupakan info dasar yang perlu diketahui.

    Mengetahui risiko dalam investasi tidak perlu menunggu sampai rugi dulu. Karena risiko adalah hal yang akan dialami investor, tentu sudah banyak investor lain yang juga membagikan pengetahuan seputar ini. 

    Meski demikian, belum ada kesepakatan di antara investor tentang apa arti “risiko” dan bagaimana risiko mesti diukur. Sejauh ini, para analis risiko investasi cenderung mencoba menggunakan volatilitas sebagai proksi risiko.

    Untuk batas tertentu, hal ini bisa dilakukan. Namun, volatilitas (lonjakan risiko) bisa bervariasi dari waktu ke waktu. Risiko volatilitas ini tentunya juga bergantung pada investasi yang dipilih.

    Dengan lebih memahami risiko akan berbeda untuk jangka pendek dan jangka panjang, investor dapat membangun portofolionya berdasarkan risiko dalam investasi.

    Baca juga: Berapa Uang yang Dibutuhkan untuk Hidup Bahagia? Ini Kata Pakar

    Karena risiko investasi adalah hal inheren, ketahui jenis investasi dan risikonya

    Investasi berisiko tinggi adalah investasi dengan kemungkinan persentase besar kehilangan modal. Artinya, kinerja aset investasi terbilang rendah ataupun peluang kerugian relatif tinggi.

    Jika kalian diberi tahu bahwa kemungkinannya hanya 50/50 investasimu akan menghasilkan pengembalian yang diharapkan, kalian mungkin menghadapi investasi cukup berisiko.

    Namun, paruh kedua periode waktu investasi adalah hal yang cenderung diabaikan oleh banyak investor. Investor yang baik memahami risiko adalah hal yang berlaku inheren dalam investasi. No risk, no gain.

    Analoginya, peluang kematian dalam kecelakaan mobil hanya 1 dari 102, sementara kemungkinan meninggal dalam kecelakaan pesawat sangat kecil, 1 dari 205.552 kasus.

    Karena itu, memilih aset yang tepat adalah cara paling pas menghindari risiko yang tinggi.

    Investasi berisiko rendah

    Dengan investasi berisiko rendah, sangat sedikit yang perlu dipertaruhkan oleh investor. Artinya, bukan hanya memilih investasi yang menghasilkan imbal hasil memadai. Melainkan juga memastikan bahwa tidak ada potensi kerugian dari investasi tersebut.

    Komentar investor kenamaan AS, Warren Buffett, seputar ini diringkas sebagai: “Aturan nomor 1: jangan pernah kehilangan uangmu, aturan nomor 2: jangan lupakan aturan nomor 1.”

    Beberapa jenis investasi dengan risiko amat rendah di antaranya karya seni, penyimpanan wine, dan kepemilikan barang antik. Per tahunnya, kenaikan rata-rata karya seni berkisar 10,5 persen, sementara wine sebesar 6-15 persen, dan harga barang antik sebesar 21,5 persen.

    Selain imbal hasil yang cenderung stabil dan tidak mengikuti pasar uang atau pasar modal, para investor dengan investasi ini juga cenderung sedikit pertaruhannya.

    Baca juga: Dukung Isu Sosial Sambil Investasi? Ini Model SRI yang Bisa Kamu Terapkan

    Kenali profil risiko investasi

    Profil risiko investasi digolongkan dalam tiga kategori. Yakni kategori konservatif, moderat, dan agresif. Kategori konservatif cenderung memiliki toleransi rendah atas risiko investasi. Terlepas dari risiko adalah hal yang inheren dalam investasi. Kategori ini cenderung terjadi pada investor pemula karena mereka takut kehilangan dananya.

    Sementara, investor moderat cenderung menyukai produk-produk yang menawarkan imbal lebih banyak. Karena mereka tahu bahwa ada prinsip high risk, high return dalam investasi. Profil investor moderat cocok dengan produk-produk yang menawarkan imbal lebih banyak.

    Investor dalam kategori agresif adalah mereka yang paling berani mengambil risiko investasi. Bagi mereka, risiko investasi adalah hal yang telah mereka antisipasi. Saat harga saham turun, mereka justru melihat sebagai kesempatan baik untuk menambah portofolio.

    Orang dengan profil risiko agresif ini punya tujuan finansial jangka panjang dan cenderung memiliki modal khusus untuk investasi. Termasuk juga, wawasan yang memadai mengenai risiko investasi adalah perkara memahami analisis fundamental dan teknikal dari investasi.

    Apa pun jenis profil risiko kalian, pertimbangan khusus untuk risiko investasi adalah pengaruh diversifikasi terhadap risiko portofolio. Diversifikasi portofolio cenderung membantu investor untuk aman dalam mengombinasikan risiko investasi rendah dan tinggi.

    Dalam diversifikasi tersebut, investor termasuk juga memasukkan faktor-faktor seperti horizon waktu, pengembalian yang mereka harapkan, dan risiko investasi secara keseluruhan.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia, DBS, Diskartes

    Simak juga:

    Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

    Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang



    Sumber : pluang.com

  • Wajib Catat! 5 Checklist untuk Persiapan Dana Pensiun

    Menyiapkan dana pensiun konon idealnya dimulai di usia 20-an. Dengan mempersiapkan dana pensiun sejak dini, uang yang perlu disisihkan juga lebih ringan hingga 70%. Bagaimana cara mempersiapkan dana pensiun?

    Setiap orang memiliki timing tersendiri. Begitu juga menyangkut hari tua dan bagaimana menikmati har-hari senja itu. Jika kamu sudah terpikir pensiun yang ideal seperti apa, tentu tak ada salahnya menyiapkan dana untuk itu.

    mempersiapkan dana pensiun

    Tidak ada kata terlalu cepat atau terlalu lambat dalam mempersiapkan dana pensiun. Yang penting, kamu memacak strategi yang pas sebagai cara mempersiapkan dana pensiun.

    Bayangkan terlebih dulu, apa yang kamu harapkan dari hari tuamu? Apakah kamu ingin hidup tenteram dengan keluargamu, atau ingin menghabiskan waktu seorang diri?

    Tentu, macam apa pun masa senja yang kamu inginkan, mempersiapkan dana pensiun akan membantumu merasa aman pensiun dini dan fokus berbahagia. Yuk, kita lihat checklist apa saja yang perlu kamu centang.

    Baca juga: Mulailah Sedini Mungkin, 6 Panduan Cara Jadi Kaya Ini Akan Berarti Besar

    #1 Bangun keuangan yang sehat

    cara mempersiapkan dana pensiun

    Jangan boros. Kelolalah penghasilanmu dengan baik. Hindari cicilan yang tak bisa kamu tangani. Kenali kebiasaan agar kamu memiliki cashflow yang sehat.

    Cara sederhananya adalah dengan melakukan budgeting bulanan, konsisten menabung, dan hindari utang konsumtif. Ingat juga, kamu perlu menabung dana darurat. Sebagai permulaan, buatlah target sebesar 3 kali pengeluaran bulananmu.

    Sembari mempersiapkan dana pensiun, pastikan juga kamu mencukupi kebutuhanmu hari ini. Punya asuransi kesehatan adalah hal yang perlu kamu prioritaskan. Begitu pula pengeluaran bulananmu agar tercukupi.

    Jangan lupa juga rencanakan karier sebaik mungkin. Upayakan memperoleh penghasilan tidak hanya dari satu tempat. Multiple stream of incomes, termasuk juga mengelola passive income lewat portofolio investasi adalah kunci kebebasan finansial.

    Karena itu, sisihkan pula budget bulananmu untuk “leveling up” dengan ikut workshop hingga kursus bahasa dan keahlian yang memperkaya kualitas dirimu. Seiring dengan skill yang membaik, tentu pendapatanmu pun akan ikut menanjak.

    #2 Belajarlah menyusun portofolio investasi

    Mempersiapkan dana pensiun tentu membutuhkan “keamanan dana” untuk hari-hari ini dan kehidupanmu dalam jangka pendek.

    Portofolio investasi sangat membantu untuk mengamankan danamu dari inflasi tahunan. Begitu pula untuk memastikan danamu tidak serta-merta kamu ambil dan gunakan untuk keperluan yang bukan prioritasmu.

    Ketika kamu sudah memancang target untuk mempersiapkan dana pensiun, bukalah juga rencana tabungan investasi.

    Kamu bisa mulai dari berinvestasi pada instrumen dengan risiko rendah-menengah seperti deposito, obligasi, dan emas.

    Selanjutnya, jika ada cukup modal dan bisa mengelola informasi teknikal dan fundamental seputar saham, tak ada salahnya jika kamu juga terjun di pasar modal. Atau bahkan sekalian cryptocurrency?

    Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

    #3 Buat rencana mempersiapkan dana pensiun

    Segala hal dimulai dari titik nol. Begitu pula gedung megah dimulai dari rancangan perencanaan yang matang.

    Pastikan kamu tahu berapa dana pensiun yang akan kamu butuhkan. Artinya, kamu tahu kehidupan macam apa yang kamu inginkan di masa tua nanti.

    Asumsikan bahwa terdapat inflasi 4-6 persen setiap tahunnya. Maka, kamu perlu memastikan danamu akan berbunga 10 persen tiap tahunnya dalam investasimu. Kamu perlu estimasi yang akurat tentang seberapa banyak dana yang kamu butuhkan kelak ketika pensiun.

    #4 Setelah perencanaan, tentukan timeline

    Memulai sedini mungkin adalah saran yang dianjurkan terkait mempersiapkan dana pensiun. Berapa lama nominal yang kamu targetkan akan terkumpul? Apakah kamu akan menabung selama 20-30 tahun untuk dana pensiun tersebut? Dan berapa banyak dana bulanan yang perlu kamu sisihkan?

    Bikinlah timeline-nya dan pastikan kamu menepatinya. Jika memungkinkan, buat juga beberapa skenario untuk timeline itu. Semisal, jika saat ini kamu masih lajang, bikinlah pula skenario tabungan dana pensiun ketika nanti kamu sudah menikah, atau bahkan memiliki anak.

    #5 Mempersiapkan dana pensiun dengan bantuan lembaga dana pensiun

    Selain mengelola danamu secara mandiri, kamu juga bisa mempelajari beberapa jenis lembaga dana pensiun yang bisa membantu mengelola danamu.

    Cara mempersiapkan dana pensiun lewat lembaga begini tentu bisa membantumu yang sulit untuk bikin perencanaan teratur.

    Ada beberapa kontribusi iuran pensiun yang bisa kamu pelajari, di antaranya program dana pensiun manfaat pasti, dana pensiun iuran pasti, dana pensiun lembaga keuangan, dst.

    Pastikan masa tuamu aman dan bahagia dengan mencentang checklist di atas, ya. Mempersiapkan dana pensiun bukan hal rumit jika dilakukan dengan perhitungan yang pas.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: The Balance, SmartAsset, SikapiUangmu, Investopedia

    Simak juga:

    Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

    Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang



    Sumber : pluang.com