Author: 08

  • Penting! Perhatikan 5 Hal Ini Ketika Siapkan Dana Pensiun

    Mempersiapkan dana pensiun harus dilakukan dengan cermat. Cara menyiapkan dana pensiun pun beragam dan semakin mudah.

    Cara menghitung kebutuhan pensiun bisa dimulai dari sekarang. Kalian bisa memperkirakan pos-pos kebutuhan ketika sudah pensiun. Kemudian, hitung berapa nilai tunainya pada saat ini. Terakhir, hitung nilai future value pada saat kalian pensiun. Maka, kalian bisa menentukan nilai kebutuhan pensiun.

    Cara menyiapkan dana pensiun bisa dilakukan secara mandiri atau pun secara institusi, misalnya dari perusahaan. Mempersiapkan dana pensiun paling populer adalah dengan investasi. Metode ini memiliki banyak keuntungan, sekaligus kelemahan yang perlu diperhatikan.

    Namun, tidak perlu khawatir karena lembaga investasi tersebut diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Cara menyiapkan dana pensiun yang baik adalah dengan mengenali profil risiko dari instrumen yang digunakan. Hal itu karena menyiapkan dana pensiun berkaitan dengan keberlanjutan hidup setelah tidak bekerja lagi.

    Baca juga: Catat! Ini 4 Pertanyaan Dasar untuk Tentukan Strategi Investasi

    Cara menyiapkan dana pensiun sejak dini

    mempersiapkan dana pensiun

    Niat untuk memulai dana pensiun harus diimbangi dengan pengetahuan yang mumpuni mengenai cara menyiapkan dana pensiun. Hal ini bisa membantu kita untuk menentukan metode yang paling sesuai. Berikut cara menyiapkan dana pensiun yang bisa diterapkan.

    #1 Hindari dana pensiun nyaman hanya dari perusahaan

    Praktis itulah kata yang bisa menggambarkan fasilitas dana pensiun dari perusahaan. Namun, kita harus ingat jika besaran dana pensiun dari kantor akan jauh berbeda dengan gaji yang diterima.

    Masalah tambahan seperti inflasi dan kenaikan harga bahan pokok patut menjadi perhatian. Solusinya, atur keuangan sedari sekarang dan mulai sisihkan untuk persiapan dana pensiun. Jangan lupa untuk mengasuransikan kesehatan. Biaya kesehatan akan semakin tinggi seiring dengan menambahkan usia.

    #2 Cara menyiapkan dana pensiun – mulai melihat program dana pensiun dari bank

    Sekarang ini, ada banyak sekali program dana pensiun yang ditawarkan oleh bank. Kemudahan melalui autodebit menambah poin plus program ini. Iuran bulanan yang ditawarkan juga beragam, bahkan ada yang mulai dari 50.000 rupiah per bulan.

    #3 Bedakan dana pensiun dengan dana cadangan

    Dana cadangan sangat diperlukan untuk menangani kebutuhan yang tidak terduga. Namun, jangan pernah menggunakan dana pensiun untuk menutup kebutuhan ini. Disiplin terhadap pos-pos pengeluaran bisa menghindari kekacauan keuangan. Hal ini dikarenakan pensiun dini memerlukan persiapan yang lebih panjang dibanding pensiun reguler.

    #4 Cara menyiapkan dana pensiun – tabungan harus seimbang dengan gaji

    Artinya, jika gaji kita naik maka tabungan sudah semestinya ikut naik. Ketika masih muda, kita akan mendapatkan promosi. Tak pelak, gaji pun ikut naik. Tapi, memikirkan gaya hidup saat ini bisa membuat kita terlena akan pentingnya dana pensiun di masa mendatang. Yang perlu diingat adalah di masa pensiun kita tidak akan mendapatkan gaji sebesar kita masih produktif.

    #5 Dana pensiun bukan berarti dana investasi

    Banyaknya program investasi membuat kita tergoda untuk mencoba. Bahkan, menggunakan alokasi dana pensiun untuk mencoba peruntungan di bidang investasi. Sebenarnya cara ini tidak salah. Namun, perhitungan risiko dibalik metode ini juga perlu dipertimbangkan. Jika ingin berinvestasi dana pensiun, ada baiknya memilih instrumen investasi yang memiliki risiko kecil, misalnya saja investasi emas.

    Mematangkan persoalan finansial melalui produk tabungan perbankan, deposito, dan program dana pensiun bisa menjadi cara menyiapkan dana pensiun sejak dini. Hal utama yang harus diingat dalam memahami cara menyiapkan dana pensiun sesuai dengan kebutuhan dan keadaan.

    Baca juga: 3 Jenis Modal Usaha, Dasar-dasar Financing Bisnis untuk Pemula

    Tantangan dana pensiun

    Fasilitas dana pensiun dari perusahaan, seperti Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) atau Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) adalah dua dari cara menyiapkan dana pensiun. Namun, skema ini juga memiliki beberapa kelemahan yang perlu diwaspadai.

    #1 Kekhawatiran terbatasnya dana pensiun

    Fasilitas dana pensiun dari kantor sangat membantu untuk menyiapkan dana pensiun. Namun, kekhawatiran mulai muncul apakah dana tersebut akan cukup? Dana pensiun dari kantor sudah memiliki aturan tertentu yang memperhitungkan kontribusi perusahaan dan karyawan.

    Dan mungkin saja jumlah dana pensiun tersebut tidak sesuai dengan tingkat kebutuhan kita. Tentu saja kita tidak bisa menyalahkan perusahaan akan besaran dana pensiun tersebut. Yang bisa kita lakukan adalah menambah jumlah dana pensiun dari perusahaan. Sehingga kekhawatiran kekurangan dana pensiun bisa diatasi.

    #2 Opsi investasi mempersiapkan dana pensiun terbatas

    Dana pensiun juga akan terdampak inflasi. Sehingga, sangat penting untuk memilih instrumen investasi yang tepat untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Masalahnya, biasanya perusahaan sudah memiliki kebijakan investasi sendiri, termasuk menentukan jenis instrumen investasi dana pensiun karyawan. Padahal instrumen yang dipilih oleh perusahaan belum tentu tepat dengan kondisi karyawan. Memiliki investasi dana pensiun tersendiri bisa membantu kita untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

    Persiapan dana pensiun merupakan item wajib dalam rencana keuangan. Cara menyiapkan dana pensiun setiap orang berbeda-beda, sesuai dengan kondisi keuangan, umur, dan kebutuhan. Dan, ada baiknya menyiapkan dana pensiun terpisah dari yang disediakan oleh perusahaan. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan terburuk di masa depan.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Cemati, Detik financeDuwitmu

    Simak juga:

    Sejarah Bank Indonesia, Peran & Fungsinya Jaga Stabilitas Keuangan Indonesia

    Finansial Lebih Baik Secara Otomatis, Coba 6 Aplikasi Keuangan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Pasar Uang vs Pasar Modal, Apa Perbedaannya?

    Pasar uang dan pasar modal bukanlah institusi tunggal, melainkan dua komponen luas dari sistem keuangan global. Ketahui perbedaan pasar uang dan pasar modal agar kamu bisa memperoleh pengertian pasar uang dan pasar modal yang lebih spesifik.

    Jika kamu sudah terbiasa berinvestasi, tentu kamu sudah familiar dengan dua istilah ini. Pasar uang dan pasar modal terdiri dari sebagian besar apa yang dikenal sebagai pasar keuangan.

    Perbedaan pasar uang dan pasar modal bisa dilihat dari produk yang diperjualbelikan, pihak yang memegang otoritas pengawasan, hingga risikonya. Karena itu, penting untuk memahami pengertian pasar uang dan pasar modal demi memilih strategi investasi yang lebih tepat.

    Pasar uang adalah pasar bagi perdagangan utang jangka pendek. Pasar ini meliputi aliran uang tunai yang konstan antara pemerintah, bank, dan lembaga keuangan.

    Di pasar ini, ada aktivitas meminjam dan meminjamkan yang dijalankan untuk jangka waktu sesingkat semalam dan tidak lebih dari setahun.

    Sementara, pasar modal mencakup perdagangan saham dan obligasi. Ini meliputi pasar untuk aset jangka panjang yang dibeli oleh lembaga keuangan, broker profesional, dan investor individu.

    Baca juga: Baru Belajar Investasi? Ketahui 5 Contoh Kelas Aset dan Cara Mengelolanya

    Mengenal apa itu pasar uang dan pasar modal

    pengertian pasar uang dan pasar modal

    Pasar uang adalah wadah bagi individu, bank, perusahaan, dan pemerintah untuk menempatkan uang tunai dalam waktu singkat, biasanya selama satu tahun atau kurang.

    Jadi, dengan adanya pasar uang, bisnis dan pemerintah yang membutuhkan uang tunai bisa memperolehnya dengan cepat. Instrumen yang digunakan di pasar uang termasuk deposito, pinjaman dengan jaminan, ataupun bills of exchange.

    Lembaga yang beroperasi di bidang pasar uang termasuk The Fed, bank komersial, dan acceptance houses.

    Umumnya, perusahaan atau pemerintah mengeluarkan utang jangka pendek untuk menutup biaya operasional rutin atau memasok modal kerja, bukan untuk peningkatan modal atau proyek skala besar.

    Likuiditas pasar uang

    Pasar uang terkait dengan likuiditas dana karena memainkan peran penting dalam memastikan bahwa bank, perusahaan lain, dan pemerintah mempertahankan tingkat likuiditas setiap hari.

    Investor individu dapat menggunakan pasar uang untuk menginvestasikan tabungan mereka di tempat yang aman dan mudah diakses. Pilihannya beragam, termasuk reksadana dan obligasi.

    Baca juga: Pahami Kinerja Sekuritas, Ini 3 Alasan Volatilitas Pasar Pengaruhi Peluang Profit

    Sementara itu, terkait perbedaan pasar uang dan pasar modal, pasar modal adalah tempat saham dan obligasi diperdagangkan. Pergerakannya terus dipantau dan dianalisis dari jam ke jam untuk mendapatkan petunjuk tentang keadaan ekonomi pada umumnya.

    Keadaan ekonomi ini termasuk status setiap industri di dalamnya dan konsensus untuk masa depan jangka pendek. Tujuan utama adanya pasar modal adalah untuk mengumpulkan uang untuk tujuan jangka panjang.

    Umumnya, investor melakukan aksi jual-beli modal di pasar modal untuk memperluas bisnis mereka dan meningkatkan pendapatan. Ini dilakukan dengan menerbitkan saham dan menjual obligasi perusahaan.

    Pasar modal primer dan sekunder

    Umumnya, pasar modal dibagi menjadi pasar primer dan pasar sekunder. Perusahaan yang menerbitkan saham atau obligasi baru menempatkannya di pasar utama untuk dijual langsung kepada investor atau lembaga.

    Jika dan ketika pembeli memutuskan untuk menjual saham atau obligasi mereka, mereka melakukannya di pasar sekunder. Penerbit asli dari saham dan obligasi tersebut tidak langsung memperoleh keuntungan dari penjualan kembali mereka.

    Karena itu, pasar modal secara alami lebih berisiko daripada pasar uang dan memiliki potensi keuntungan dan kerugian lebih besar.

    Namun, tentu saja, dengan mengetahui perbedaan pasar uang dan pasar modal ini, kamu akan bisa menyusun strategi investasi untuk mengatasi kekurangan/kelemahan dari salah satu pasar. Diversifikasi portofolio dan pertimbangan dollar cost averaging terbilang penting untuk menjalankan investasi yang lancar bagi pemula.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Pergerakan Harga Emas Indonesia vs Harga Emas Dunia

    Dibayangi Covid-19, Bagaimana Nasib Fluktuasi Pasar Obligasi di Indonesia?

    Tren Borong Saham Anak Muda, Incar Saham Undervalued Saat Ekonomi Rebound



    Sumber : pluang.com

  • Apa Bedanya Investasi dan Spekulasi? Simak Ciri-cirinya!

    Bagi sebagian orang, spekulasi adalah salah satu cara menambah pundi-pundi keuntungan. Namun, bagaimana perbedaan investasi dan spekulasi dalam keuangan?

    Ada yang bilang spekulasi sama seperti judi. Di sisi lain, investor dan pedagang pun telah memperhitungkan risiko dalam usaha mengumpulkan keuntungan di pasar saham.

    Tingkat risiko yang diambil dalam transaksi adalah perbedaan investasi dan spekulasi. Spekulasi adalah memiliki risiko yang lebih tinggi. Sementara itu, investasi memiliki risiko yang lebih rendah.

    Pada dasarnya, setiap tindakan seseorang untuk menghabiskan uang dengan harapan usahanya akan mendatangkan laba, mereka berinvestasi.

    Spekulasi adalah tindakan menggunakan uang dan mengandalkan kekuatan eksternal untuk mendapat keuntungan. Perbedaan investasi dan spekulasi didasari pada latar belakang tujuan seseorang dalam mencari keuntungan.

    Baca juga: Jangan Trading Saham Kalau Belum Baca Sejarah Pasar Modal Indonesia Ini!

    Perbedaan investasi dan spekulasi

    Berikut penjelasan singkat perbedaan investasi dan spekulasi yang wajib diketahui.

    #1 Investasi

    Investasi bisa melalui beberapa bentuk. Dia bisa berwujud moneter, waktu, dan hal yang berbasis energi. Dalam ilmu keuangan, investasi adalah kegiatan jual beli saham, obligasi, dana yang diperdagangkan di bursa (exchange-traded funds-ETFs), reksadana, dan sebagainya.

    Sementara itu, keuntungan yang didapat dari investasi bisa berupa penghasilan dari aset, dividen atau pembayaran bunga (interest), atau dalam pengembalian penuh dari modal.

    Investasi yang paling populer dilakukan adalah membeli dan memegang aset untuk jangka panjang. Untuk dapat disebut sebagai long term holding, investor harus memiliki aset tersebut minimal selama satu tahun.

    Analisis dan penelitian adalah aspek lain perbedaan investasi dan spekulasi. Dalam investasi, investor harus melakukan penelitian terlebih dahulu. Kegiatan ini melibatkan evaluasi aset, sektor, dan pola atau tren yang terjadi di pasar.

    Analisis fundamental ini membantu investor menentukan faktor apa yang mempengaruhi sekuritas, mulai dari ekonomi makro hingga mikro. Selanjutnya, analisis teknis pasar, seperti harga dan volume, mampu membantu investor untuk melihat peluang pasar.

    Seiring dengan berjalannya waktu, teknologi memudahkan investasi. Dengan menggunakan algoritme, pialang robot menjadi salah satu faktor pembantu investor.

    #2 Spekulasi

    Spekulasi merupakan tindakan memasukkan uang ke dalam upaya finansial dengan probabilitas kegagalan yang besar. Spekulasi sering kali dikaitkan dengan perjudian. Namun, spekulan di sini berusaha memiliki alasan yang logis untuk menjustifikasi perbuatannya.

    Misalnya, ada penjual yang membeli sekuritas dengan pemahaman bahwa sekuritas hanya untuk investasi waktu singkat. Maka, penjual tersebut akan sering bergerak masuk dan keluar dari suatu posisi.

    Perdagangan spekulatif pernah mengalami kejatuhan. Ketika ada ekspektasi inflasi atau kecenderungan harga yang meningkat. Hal ini membuat volume perdagangan meningkat, hingga mengarah ke bubble. Teori ini terjadi pada masa bubble dotcom.

    Perusahaan internet naik pesat hingga akhir tahun 1990-an. Namun, pasar mengalami kejatuhan yang cepat pula setelah tahun 2001. Sebagai akibatnya, banyak perusahaan teknologi besar yang kehilangan nilai karena tak memahami perbedaan investasi dan spekulasi ini.

    Baca juga: Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

    Ciri-ciri yang perlu dipertimbangkan dalam menghadapi pasar yang spekulatif

    Penjual harian atau day trading adalah bentuk spekulasi. Tidak ada ciri khusus yang melekat pada mereka. Istilah tersebut muncul karena mereka sering berdagang. Mereka akan memegang aset selama sehari dan ditutup setelah sesi perdagangan selesai.

    Sedikit mirip dengan day trader, swing trader memegang aset mereka lebih lama, sekitar beberapa minggu. Tujuannya, agar bisa memanfaatkan keuntungan selama waktu itu. Hal ini dilakukan dengan melalui beberapa tahap. Pertama dia akan menentukan di mana harga saham akan bergerak. Kemudian, mengambil posisi dan menghasilkan keuntungan.

    Spekulan dapat melakukan banyak jenis perdagangan dan menggunakan beberapa strategi.

    • Future contract: pembeli dan penjual sepakat untuk menjual aset dengan harga yang disepakati pada masa mendatang.
    • Put and call options: Opsi put berarti pemilik kontrak memiliki hak, tetapi bukan kewajiban, untuk menjual aset dengan harga yang telah disepakati dalam suatu periode. Sementara itu, opsi call memungkinkan pemilik kontrak untuk membeli aset dasar sebelum tanggal berakhirnya kontrak dengan harga yang disepakati.
    • Short selling: spekulan akan menjual aset sesegera mungkin. Hal ini didasari spekulasi bahwa harga sekuritas akan turun di masa depan. Sehingga dia mengambil posisi untuk menjual.

    Investor dan spekulator akan memasukkan uang mereka ke berbagai kendaraan investasi yang ada. Namun, perbedaan investasi dan spekulasi terletak dalam perhitungan risiko yang diambil.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Siapkan Dana Pensiun? Kamu Perlu Bangun Portofolio Investasi Ideal

    4 Produk Investasi Ini Ternyata Bisa Atasi Inflasi, Apa Saja?

    Investasi Aman, Konsep Investasi ala Benjamin Graham



    Sumber : pluang.com

  • Finansial Lebih Baik Secara Otomatis, Coba 6 Aplikasi Keuangan Ini!

    Bagaimana cara mengatur keuangan? Pertanyaan itu adalah pertanyaan umum, tetapi jawabannya tentu unik dan berbeda bagi tiap individu. Karena itu, sebaiknya kamu menentukan cara mengatur keuangan yang baik untukmu agar bisa dilakukan dengan menyenangkan.

    Menurut survei, lebih dari setengah rumah tangga di Inggris memiliki anggaran reguler. Hal ini memberi ketenangan pikiran tentang berapa banyak pengeluaran mereka. Lebih lanjut, penjadwalan anggaran ini membuat mereka bisa menikmati kehidupan secara umum.

    Ada banyak strategi yang bisa dilakukan dalam bagaimana cara mengatur keuangan. Cara mengatur keuangan dengan baik bisa dilakukan dengan menerapkan otomatisasi pada berbagai aplikasi fintech yang ada di ponsel pintarmu. Bahkan, ada banyak aplikasi online yang bisa dimanfaatkan.

    Aplikasi mampu menolong kalian untuk memonitor dan menyimpang uang kalian.

    Itulah bagaimana cara mengatur keuangan zaman sekarang. Cara mengatur keuangan yang baik sebaiknya dilakukan sedini mungkin. Because practice makes perfect!

    Baca juga: Quarter Life Crisis: Saatnya Asah Seni Mengatur Keuangan dan Gaya Hidup Bijak

    Otomatisasi, cara mengatur keuangan yang baik

    bagaimana cara mengatur keuangan

    Bagi sebagian orang, keuangan adalah sesuatu yang membosankan. Namun, tentu ada sisi lain dari diri kalian menganggap hal ini penting. Otomatisasi muncul sebagai cara mengatur keuangan yang baik.

    Sekarang ada mesin penolong yang bisa meringankan semua perhitungan keuangan. Yakni, dengan jalan mengatur keuangan lewat cara otomatisasi.

    Teknologi membantu membuat servis keuangan terjangkau bagi semua orang. Dan itulah alasan mengapa teknologi keuangan hadir saat ini.

    Di mana pun kalian menyimpang uang, alat atau teknologi tersebut harus memudahkan kehidupan, bahkan meningkatkan kualitas hidup.

    Pada umumnya, tagihan akan dikirim langsung ke akun kita. Akan tetapi, jika ingin agar dialihkan ke akun berbeda, kita bisa mengatasinya dengan melakukan pengaturan lebih lanjut pada akun. Tentunya, alokasikan sebagian pendapatan untuk dana pensiun terlebih dahulu.

    Setelah itu, atur otomatisasi akun kalian untuk mentransfer uang kepada rekening yang dituju. Sebaiknya kalian memiliki dua akun, satu untuk tabungan dan satu untuk membayar tagihan. Kalian bisa saja mengatur otomatisasi kedua akun tersebut.

    Kontrol pengeluaran dengan otomatisasi fintech bulanan

    Tentu di hari-hari sekarang ini, sebagian besar dari memiliki aplikasi fintech untuk mengatur keuangan. Aplikasi fintech memang umumnya bisa bantu mengontrol jumlah yang keluar dari akun utama setiap bulannya. Misalnya saja untuk membayar apartemen, cicilan mobil, pulsa HP, dan sebagainya.

    Setelah semua tagihan terotomatisasi dan balance kartu kredit kembali ke nol, saatnya kalian menggunakan aplikasi lain. Semangat cara mengatur keuangan yang baik dengan metode ini adalah “manage everything online, paper is a thing of the past!

    Dengan mengaturnya untuk otomatis secara reguler, maka setiap bulan, bank kalian secara otomatis akan membuat cek dan mengirimnya ke pemilik apartemen. Dan hal yang perlu kalian lakukan hanyalah membaca notifikasi bank di email.

    Namun, apa yang akan terjadi jika kalian memiliki uang yang lebih sedikit dari biasanya? Maka, kalian harus meningkatkan kinerja untuk mendapat bonus, hadiah ulang tahun, atau menghemat pengeluaran. Hal yang perlu diingat adalah menggunakan uang untuk kebutuhan. Dan, tidak menghabiskan uang untuk hal-hal di luar anggaran.

    Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

    Enam aplikasi pengatur keuangan untuk 2020

    Hampir semua orang ingin memperbaiki cara mengatur keuangan yang baik.

    #1 Cara mengatur keuangan yang baik dengan Mint

    Aplikasi ini membantu penggunanya untuk menyimpan dan menghemat pengeluaran. Alat manajemen keuangan ini akan menyinkronkan akun kalian untuk mentraking pengeluaran.

    #2 YNAB dan VeryDollar

    Dua aplikasi berbayar ini untuk zero-based budgeting. YNAB adalah aplikasi dan perangkat lunak yang tangguh. Aplikasi ini praktis untuk membantu pengguna belajar hidup dengan penghasilan bulan lalu. Sementara itu, VeryDollar membuat pengguna mampu membuat anggaran pertama dalam waktu kurang dari 10 menit.

    #3 Cara mengatur keuangan yang baik dengan PocketGuard

    Alat ini memberikan pengguna sebuah snapshot seberapa besar mereka bisa menghabiskan dalam suatu waktu periode.

    #4 Clarity Money

    Clarity Money adalah aplikasi yang inklusif untuk semua anggaran. Caranya, dia akan melacak pengeluaran dan langganan. Pengguna dalam menyambungkan akun keuangan dari berbagai macam institusi, pengeluaran organisasi, dan melacak pengeluaran dari berbagai kategori.

    #5 Goodbudget

    Aplikasi untuk membagi amplop keuangan. Pengguna Goodbudget bisa mengalokasikan uang langsung ke pengeluaran khusus. Kalian bisa mendapatkan aplikasi ini secara gratis untuk fungsi dasarnya. Dan membayar 6 dolar per bulan atau 50 dolar per tahun untuk mengakses versi premium.

    #6 Personal Capital

    Personal Capital adalah aplikasi yang menyediakan investasi dengan menu penganggaran untuk membantu pengguna mengoptimalkan strategi investasi mereka. Aplikasi ini juga menyediakan pelacak kekayaan bersih dan penguraian portofolio.

    Aplikasi cara mengatur keuangan yang baik bertujuan untuk memudahkan hidup. Jadi, pilihlah aplikasi yang sesuai dengan keadaanmu, jangan kebawa gengsi atau prestise semata. Juga, ingatlah untuk pilih aplikasi yang aman dan terverifikasi.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Wealth Simple, Nerdwallet

    Simak juga:

    3 Tips Investasi untuk Pasangan Baru Menikah, Sudah Coba Belum?

    6 Cara Mudah Mengatur Keuangan Rumah Tangga, Sudah Coba Belum?

    Pengin Akali Biaya Transfer Antar Bank, Sudah Coba 5 Aplikasi Ini Belum?



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Konsep Dollar Cost Averaging

    Pernah gak #SobatCuan mendengar istilah Dollar Cost Averaging dalam investasi? Seperti apa sih teknik Dollar Cost Averaging yang tepat agar menghasilkan keuntungan maksimal?

    Di serial #CerdasCuan ini, topik yang akan kamu pelajari adalah: 

    Cara Menghitung Nilai Rata-rata

    1. Berat dari tiga anak adalah masing-masing 40 kg, 52 kg dan 58 kg. Berapakah berat rata-rata anak-anak ini?

    (40 + 52 + 58)/3= 50

    2. John membeli 6 apel dengan harga $2 per apel. Satu jam kemudian ia memutuskan untuk membeli 5 apel lagi seharga $3 per apel. Berapakah biaya rata-rata 5 apel nya?

    ((2 x 6) + (3 x 5)) /11 = 2.45

    Apa Itu Dollar Cost Averaging?

    Dollar Cost Averaging merupakan sebuah strategi investasi yang menginvestasikan sejumlah uang dengan rutin dan teratur, terlepas dari apa yang terjadi di pasar keuangan.

    Tujuan dollar cost averaging adalah untuk mengurangi dampak keseluruhan dari volatilitas pada harga aset sasaran; karena harga aset mungkin akan berbeda setiap kali salah satu investasi periodik dibuat. Jadi investasi tidak bergantung pada volatilitas. Selain itu, Dollar cost averaging juga bertujuan untuk menghindari kesalahan dengan membuat satu investasi jumlah besar pada waktu yang buruk yang berkaitan dengan aset pricing

    Strategi ini cocok untuk pemula yang tidak yakin kapan waktu yang tepat untuk membeli sebuah aset tertentu.

    Keunggulan Dollar Cost Averaging

    Dollar Cost Averaging mengurangi keresahan atas waktu yang tepat untuk masuk ke pasar.

    • Tidak perlu melakukan beban untuk menjadwalkan waktu pasar untuk melakukan pembelian dari ekuitas pada harga terbaik
    • Kembali seorang investor akan lebih banyak ditentukan oleh tren secara keseluruhan dalam saham tertentu yang bertentangan dengan harga entri tertentu investor.

    Kekurangan Dollar Cost Averaging

    Meskipun DCA mengurangi risiko investasi dengan pembelian banyak, strategi ini juga membatasi potensi keuntungan yang bisa didapatkan. Biayanya tidak akan pernah menjadi yang termurah atau paling mahal.

    Contoh Dollar Cost Averaging

    Mungkin akan lebih jelas jika kita melihat contoh kasus DCA seperti berikut ini:

    Katakanlah kamu ingin berinvestasi Rp10.000.000 dalam bentuk emas, tetapi tidak yakin kapan waktu yang tepat untuk membeli. 

    Metode DCA – Kamu membeli emas dengan uang sejumlah Rp2.500.000 setiap bulan dari bulan April sampai Juli. Seperti yang kita bisa lihat, harga emas mengalami fluktuasi. Di sini, biaya rata-rata dalam empat bulan untuk membeli emas per gram adalah Rp.835,236/gram. Dengan metode ini, kamu rutin membeli emas setiap bulan tanpa mengkhawatirkan apakah harga emas sedang naik atau turun. 

    dollar cost averaging

    Metode Lump sum – Di dalam metode ini, kamu membeli emas secara lump sum atau sekali beli dalam jumlah besar. Katakanlah jika mengikuti harga di grafik di atas, kamu membeli emas di bulan April dalam jumlah lump sum Rp10.000.000. Maka biaya pembelian emasmu per gram adalah Rp.867.920. Kemudian di bulan Mei, harga emas jatuh di harga Rp.827,391/gram. Artinya, nilai investasi emas kamu turun.

    Jika membandingkan dua metode di atas, kita dapat melihat bahwa metode DCA dapat membantu memitigasi risiko pada fluktuasi harga pasar. Jadi, #SobatCuan tertarik nggak nih untuk berinvestasi dengan metode DCA?

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Simak juga:

    Siapkan Dana Cadangan untuk Keadaan Darurat, Ini 6 Langkahnya

    Menimbang-nimbang, Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Jual/Beli Emas?

    Cara Mengelola Risiko Investasi Emas

    Cara Investasi Emas yang Menguntungkan, Bagaimana Caranya?



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Efek Compounding atau Bunga Majemuk

    Dalam investasi, kamu seringkali akan menemukan dua istilah bunga, yakni bunga tunggal dan bunga majemuk. Bunga majemuk adalah memungkinkan kamu untuk mendapatkan imbal dari akumulasi bunga dan pokok investasimu. Yuk, simak ulasannya di bawah ini!

    Di serial #CerdasCuan ini, topik yang akan kamu pelajari adalah:

    Perbedaan antara Bunga Tunggal dan Bunga Majemuk

    Suku Bunga dan Imbal Hasil

    • Imbal hasil yang kamu dapatkan ketika berinvestasi biasanya dinyatakan dalam persentase
    • Persentase ini dibagi menjadi:
      • Bunga tunggal: dihitung berdasarkan jumlah pokok
      • Bunga majemuk: dihitung berdasarkan jumlah pokok DAN akumulasi bunga
    • Imbal dari bunga majemuk ini lebih bermanfaat bagi investor karena tingkat bunga dihitung berdasarkan peningkatan jumlah.

    Bunga Tunggal (Simple Interest)

    Jumlah bunga yang didapatkan adalah berdasarkan pada jumlah pokok yang tetap.

    Misalnya: deposito berjangka, dengan bunga 5% yang jatuh tempo dalam 1 bulan.

    Contoh:

    Investasi ini memberikan tingkat bunga tahunan sebesar 5% untuk 3 tahun ke depan. Misalnya, jumlah investasi adalah Rp10.000.000.

    Simple Interest = P x r x n
    Di mana:
    P = Principal Amount (Pokok)
    r = Annual Interest Rate (Suku bunga tahunan)
    n = terms in years (Waktu)
    • Pada tahun ke-1, investor mendapat 5% dari Rp10.000.000. = Rp500.000
    • Di tahun ke-2, investor mendapat 5% dari Rp10.000.000 = Rp500.000 (pokok dan bunga tidak berubah)
    • Pada tahun ke-3, investor juga mendapatkan Rp500.000 (pokok dan bunga tidak berubah)
    Tahun Pokok Imbal
    1 10.000.000 500.000
    2 10.000.000 500.000
    3 10.000.000 500.000
    Total 1.500.000

    Jadi, selama tiga tahun, investor mendapat  Rp1.500.000 sebagai total bunga dari investasi sejumlah Rp10.000.000.

    Sebuah cara yang lebih cepat untuk menghitung total imbal dari bunga sederhana adalah Rp10.000.000 x 5% x 3 = Rp.1.500.000

    Bunga Majemuk (Compound Interest)

    Bunga majemuk dihitung berdasarkan bunga pokok dan akumulasi.

    Contoh:

    Sebuah investasi memberikan tingkat bunga tahunan sebesar 5% untuk 3 tahun ke depan. Jumlah investasi adalah Rp.10.000.000

    Compound Interest = P x (1+r)^t  –  P
    Di mana:
    P = Principal Amount (Pokok)
    r = Annual Interest Rate (Suku bunga tahunan)
    t = no. of years interest is applied (Jumlah tahun untuk bunga)
    • Pada tahun ke-1, investor mendapat 5% dari Rp10.000.000 = Rp500.000
      • Bunga sebesar Rp500.000 ini ditambahkan ke pokok asli (Rp10.000.000) sehingga bunga berikutnya dihitung berdasarkan pada angka Rp10.500.000.
    • Pada tahun ke-2, investor mendapat 5% dari Rp10.500.000 = Rp525.000
      • Bunga berikutnya akan dihitung berdasarkan:
        • Rp10.000.000 (pokok) + Rp500.000 (bunga tahun 1) + Rp525.000 (bunga tahun 2) = Rp11.025.000
    • Pada tahun ke-3, investor mendapat 5% dari Rp11.025.000 = Rp551.250
    Tahun Pokok Imbal
    1 10.000.000 500.000
    2 10.500.000 525.000
    3 11.025.000 551.250
    Total 1.576.250

    Jadi, selama 3 tahun, investor mendapatkan Rp1.576.250 sebagai total bunga dari investasi sejumlah Rp10.000.000.

    Bunga Tunggal vs Bunga Majemuk

    Karena bunga majemuk setara dengan mendapatkan bunga berdasarkan hasil akumulasi, total bunga pada akhir tahun ke-3 akan menjadi lebih tinggi dari jumlah total dari bunga sederhana sebanyak Rp76.250.

    Perbedaan sejumlah ini Rp76.250. akan meningkat dari waktu ke waktu.

    Perbedaan dari imbal Simple Interest dan Compound Interest akan semakin besar seiring berjalannya waktu.

    Setelah 5 tahun, bunga majemuk akan mendapatkan bunga lebih tinggi dibandingkan bunga sebanyak Rp263.000. Setelah 20 tahun, imbal dari compounding akan lebih tinggi daripada imbal bunga tunggal sebanyak Rp6.533.000. Perbedaan yang cukup signifikan bukan?

    Aturan 72

    Ini adalah rumus cepat untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan bagi kamu untuk menggandakan uang kamu ketika diinvestasikan dalam sebuah aset yang menghasilkan bunga compounding

    Waktu untuk menggandakannya = 72 / bunga compounding per periode

    Jika hasil investasi adalah 5% per tahun, maka akan memakan waktu 72/4 = 14,4 tahun untuk melipatgandakan investasi awal / pokok

    Waktu terbaik untuk berinvestasi

    Waktu terbaik untuk mulai berinvestasi adalah hari ini. Ini karena jika kamu menunda investasimu satu tahun, artinya kamu juga menunda pengembalian kamu satu tahun dan kamu kehilangan satu tahun compounding. Ini akan memiliki efek domino seiring berjalannya waktu, seperti yang ditunjukkan sebelumnya.

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

    Simak juga:

    Mengenal Compound Interest, Konsep Bunga Lipat Ganda dalam Investasi

    Apa Itu Compound Interest?



    Sumber : pluang.com

  • Cara Jitu Memilih Saham dengan Modal Analisis Fundamental dan Teknikal

    Statistik menunjukkan bahwa mayoritas keuntungan besar hanya berasal dari segelintir saham. Ketahui cara memilih saham dan tips memilih saham agar tidak keliru menaruh dana investasi.

    Saham-saham dengan nilai keuntungan besar (high return) tentu memberikan capital gain dan dividen menjanjikan bagi investor. Demi menghindari capital loss, investor perlu memahami cara kerja analisis fundamental dan analisis teknikal dalam mengelola saham.

    Analisis fundamental dan teknikal adalah cara memilih saham secara profesional. Tips memilih saham berdasarkan analisis membantu mengidentifikasi saham layak beli yang harus masuk ke portofolio.

    Investasi saham berbeda dengan sistem investasi lain, seperti tabungan berjangka, deposito, obligasi, reksa dana, maupun properti. Tentu saja, tiap instrumen memiliki kelebihan dan keuntungan yang berbeda.

    Memahami pergerakannya, baik dari sisi fundamental dan teknikal, adalah langkah pertama dalam cara memilih saham. Tips memilih saham ini membantu portofolio menjadi lebih menguntungkan.

    Baca juga: 3 Jenis Modal Usaha, Dasar-dasar Financing Bisnis untuk Pemula

    Cara memilih saham berdasarkan analisis fundamental

    Analisis fundamental fokus terhadap aspek finansial dan nilai buku ekuitas dari saham sebuah perusahaan. Investor yang mengaplikasikan metode ini disebut value investor. Unsur finansial, seperti nilai buku ekuitas, nilai buku saham, dan rasio pengeluaran perusahaan menjadi pertimbangan penting.

    Tujuan cara memilih saham analisis fundamental yaitu untuk mendapatkan saham yang mumpuni. Analisis ini menitik beratkan kinerja dan proyeksi perusahaan sebagai acuan menentukan harga saham.

    Langkah pertama ialah menjaring saham-saham yang memiliki potensi dengan cara top-down maupun bottom-up. Cara top-down artinya investor melakukan pengamatan dari kondisi ekonomi makro, hingga sektor industri dan keadaan perusahaan. Dan sebaliknya jika menganalisis secara bottom-up.

    Menurut Lucas Downey, Investopedia, persyaratan utama sebuah saham yang hebat adalah memiliki landasan fundamental yang kuat. Ciri bisnis yang sehat itu menghasilkan imbal bagi investor.

    Ada banyak faktor fundamental yang ada di pasar saham. Namun, ada dua elemen fundamental yang patut diperhatikan, yakni penjualan yang meningkat dan pendapatan yang meningkat.

    Tidak ada batasan khusus untuk melihat ini. Minimal, melihat bagaimana perusahaan mengembangkan bisnis dan mengelola uangnya bisa menjadi patokan.

    Meskipun agak sulit dipahami, laporan tahunan perusahaan menjadi sumber informasi dan transparansi perusahaan dan bisa kamu jadikan cara memilih saham yang efektif.

    Selanjutnya, berikut beberapa tips memilih saham berdasarkan analisis fundamental:

    #1 Bermodal lebih dari 500 M.

    #2 Emiten memiliki model bisnis yang baik dan jelas.

    #3 Konsisten meningkatkan laba dari kuartal ke kuartal.

    #4 Bebas dari debt equity ration (DER).

    #5 Saham berperan sebagai market leader.

    #6 Rata-rata price earning ratio (PER) tidak jauh berbeda.

    Baca juga: Catat! Ini 4 Pertanyaan Dasar untuk Tentukan Strategi Investasi

    Analisis teknikal, cara lain memilih saham

    Trader merupakan sebutan investor yang memilih metode ini. Berbeda dengan analisis fundamental, analisis teknikal lebih fokus terhadap pengelolaan data-data pasar yang paling update. Misalnya data-data pasar, pasokan, harga saham, permintaan, hingga volume perdagangan. Hal ini membuat orang lebih tertarik menjadi trader daripada value investor, termasuk juga yang terkadang dilakukan oleh Warrent Buffet.

    Tujuan analisis teknikal untuk memutuskan layak beli tidaknya suatu saham. Dan ini menjadi cara memilih saham yang jitu. Analisis teknikal ini akan melihat perubahan harga saham dan mencari tahu alasannya. Selain itu, trader akan mencari tahu kemungkinan liquid atau volume transaksi harian dari saham tersebut. Dalam dunia saham, ada istilah ‘LQ45’ yang berarti 45 saham yang masuk dalam golongan liquid.

    Grafik pergerakan saham menjadi bahan utama analisis. Dengan begitu, trader akan mengetahui naik turunnya tren yang terjadi.

    Memiliki teknis yang baik dalam jangka panjang menjadi kualitas kedua yang dimiliki oleh saham bagus, papar Downey. Saham memiliki perkembangan yang tinggi dan mencapai titik tertinggi baru. Jika secara fundamental perusahaan dengan baik, maka grafik akan mencerminkan hal-hal yang positif dan mencapai harga lebih baik. Ini akan membantu sebagai cara memilih saham yang efektif. Faktor inilah yang membuat pullback tidak mempan terhadap saham perusahaan besar.

    Terkadang investor perlu juga memahami “mindset” seorang trader agar dapat aman mengelola sahamnya. Berikut ini adalah lima tips memilih saham ala trader:

    #1 Pilih saham dengan arah chart dominan lebih besar dari 45 derajat.

    #2 Hindari saham yang 80 persen sideways sebagai cara memilih saham yang aman.

    #3 Fokus ke saham yang memiliki volatilitas dan liquid perdagangan harian yang tinggi.

    #4 Memilih perusahaan yang memiliki jumlah saham yang banyak di pasar.

    #5 Berusaha untuk menambah lot untuk mencegah permainan harga oleh bandar.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia, Cermati, CEOBisnis

    Simak juga:

    Ini Alasan Kenapa Kamu Perlu Investasikan Danamu di Saham Bluechip

    Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

    Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang



    Sumber : pluang.com

  • Investor Institusional dan Investor Ritel, Apa Bedanya?

    Investor institusional adalah investor yang umum ditemui di pasar saham. Investor ritel adalah tipe yang lainnya. Simak penjelasan berikut ini.

    Tiap-tiap investor memiliki sejumlah perbedaan sehingga mereka diklasifikasikan sebagai investor institusional dan investor non-institusional atau ritel.

    Investor institusional adalah orang atau organisasi yang menjual sekuritas, biasanya mereka memiliki biaya yang lebih rendah. Sementara itu, investor ritel adalah orang, biasanya non-profesional, yang melakukan jual beli sekuritas melalui perusahaan pialang.

    Memahami perbedaan kedua jenis investor tersebut sangat membantu dalam bermain dalam pasar saham.

    Jangan-jangan investor institusional adalah yang selama ini kalian terapkan. Namun, ternyata investor ritel adalah yang lebih sesuai dengan kriteria. Mari kita gunakan kesempatan ini untuk menjelaskan perbedaannya.

    Baca juga: Cara Jitu Memilih Saham dengan Modal Analisis Fundamental dan Teknikal

    Investor institusional adalah…

    Investor institusional adalah the big guys on the block. Mereka mengampu dana-dana besar. Misalnya dana pensiun, reksa dana, manajer uang, perusahaan asuransi, bank investasi, perwalian komersial, dana abadi, dana lindung nilai (hedge funds), serta beberapa investor ekuitas swasta.

    Jumlah mereka mengakuisisi tiga perempat dari volume perdagangan di New York Stock Exchange. Mereka memindahkan sejumlah besar saham dan memiliki pengaruh luar biasa dalam pergerakan pasar saham.

    Selain dana, mereka dianggap sebagai investor canggih karena memiliki pengetahuan yang luas. Mereka akan cenderung menghindari investasi yang tidak meyakinkan dan jarang tunduk terhadap peraturan perlindungan oleh Securities and Exchange Commission (SEC).

    Sumber uang investor institusional tidak berasal dari kantor mereka sendiri. Uang tersebut biasanya merupakan investasi orang lain. Misalnya saja dana pensiun di perusahaan, reksa dana, atau jenis asuransi lainnya. Mereka akan memanfaatkan dana tersebut. Dan, kalian secara tidak langsung akan mendapat manfaat dari keahlian mereka.

    Struktur yang besar memiliki keuntungan tersendiri. Investor institusional mampu menegosiasikan biaya yang lebih baik atau rendah untuk investasi. Selain itu, mereka juga bisa memiliki akses khusus yang tidak dimiliki investor normal. Misalnya saja seperti peluang investasi dengan pembelian minimum yang besar.

    Kegiatan jual-beli yang dilakukan oleh investor institusional adalah berpengaruh dalam pasar saham. Jumlah pembelian dan penjualan posisi besar oleh mereka dapat menciptakan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan. Sebagai hasilnya, akan terjadi pergerakan harga yang tiba-tiba di saham, obligasi, ataupun aset lainnya.

    Baca juga: Apa Itu Money Laundering?

    Investor ritel atau non-institusional

    Secara definisi, investor ritel adalah investor selain dari institusional. Mereka adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menjualbelikan utang, ekuitas. Ada pula yang mendefinisikan mereka sebagai orang yang investasi melalui broker, bank, agen real estate, dan lain sebagainya.

    Berbeda dengan investor institusional, mereka berinvestasi dan mengelola uang atas nama mereka sendiri. Motivasi mereka berasalah dari dalam diri sendiri atau pribadi. Misalnya saja sebagai tabungan dana pendidikan anak-anak atau membiayai pembelian aset dalam jumlah besar.

    Karena daya belinya yang relatif kecil, mereka akan dikenai biaya yang lebih tinggi pada perdagangan mereka. Biaya tinggi tersebut juga mencakup biaya pemasaran, komisi, dan biaya lainnya yang terkait.

    Berdasarkan SEC, investor ritel dinilai tidak terlalu canggih. Karenanya, mereka perlu diberikan perlindungan tertentu dan dilarang melakukan investasi yang rumit serta berisiko.

    Jia kalian merupakan investor non-institusional, pertanyaan tentang bagaimana melakukan investasi di reksa dana sering muncul. Biasanya penasihat saham akan menyodorkan beberapa kelas saham reksa dana dengan tingkatan A, B, atau C.

    Kemudian, mereka akan memberitahu kalian untuk membelinya. Namun, yang perlu diketahui adalah saham tersebut memiliki hitungan tersendiri. Dan biasanya, saham ini tidak termasuk biaya penjualan dan memiliki rasio penjualan yang lebih kecil.

    Saham-saham tersebut bagi investor institusional adalah saham diskon karena mereka membeli aset dalam jumlah besar. Ibaratnya, mereka sedang mendapat diskon ketika sedang membeli rumah. Jika menganut dengan teori, saham-saham yang lebih rendah ini diterjemahkan ke dalam tingkat pengembalian yang lebih tinggi.

    Sumber: Investopedia, Investopedia

    Simak juga:

    Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

    Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang



    Sumber : pluang.com

  • Begini Cara Mudah Hitung Rumus Untung-Rugi Investasi!

    Apa Pentingnya Memahami Untung Rugi dalam Investasi

    Terhitung baru memulai usaha dan memikirkan berapa keuntungan yang bisa kamu peroleh dari usaha tersebut? Cara menghitung persentase untung dan rugi tidak sesulit yang dibayangkan. Terlebih, hal ini sangat penting bagi investor.

    Menghitung untung rugi dalam investasi penting dilakukan. Hal tersebut mampu menunjukkan berapa banyak yang diterima dibanding dengan jumlah yang dibutuhkan untuk mencapai keuntungan.

    Untung rugi dalam investasi tidak hanya didapat ketika menjual aset atau saham. Ada pula cara menghitung persentase untung dan rugi tanpa menjual investasi.

    Cara menghitung persentase untung rugi tanpa menjual investasi mirip dengan rumus yang berlaku dalam penjelasan artikel ini. Harga pasar saat ini akan diganti dengan harga jual.

    Hasilnya adalah untung atau rugi yang belum direalisasi. Artinya, keuntungan atau kerugian tersebut akan terealisasi ketika investasi di jual.

    Biaya pendukung dalam investasi pun tidak luput dari cara menghitung persentase untung dan rugi. Simak penjelasan di bawah ini untuk mendapatkan gambarannya.

    Baca juga: Atur Stabilitas Keuangan Masa Pandemi, Ketahui 5 Kebijakan Moneter BI

    Rumus Cara Menghitung Persentase Untung Rugi

    Menentukan besaran biaya investasi awal atau harga pembelian adalah hal pertama yang perlu dilakukan.

    Cara menghitung persentase untung dan rugi ditentukan dari modal awal atau harga pembelian. Caranya, harga jual investasi dikurangi dari harga pembelian untuk mendapatkan untung atau rugi investasi.

    Jika harga asli tidak diketahui, maka investor bisa memperolehnya dari broker mereka.

    Kemudian, ambil untung atau rugi dari investasi dan bagilah dengan jumlah asli dari harga investasi atau pembelian. Terakhir, kalikan hasilnya dengan 100 untuk mendapatkan persentase perubahan dalam investasi. Dengan demikian, kalian telah mengetahui cara menghitung persentase untung dan rugi.

    Jika hasilnya negatif, maka artinya ada kerugian dalam investasi. Hal ini juga disebut dengan biaya dasar investasi. Sebaliknya, jika hasilnya positif, itu artinya ada keuntungan dari nilai pasar atau harga jual.

    rumus menghitung untung dan rugi

    Dari rumus di atas, ada tiga skenario yang bisa terjadi.

    Pertama, perhitungan persentase untung atau rugi akan menghasilkan jumlah uang yang setara dengan untung atau rugi dalam pembilang.

    Kedua, jumlah uang dari keuntungan atau kerugian dibagi dengan harga pembelian asli untuk membuat desimal. Hal ini untuk menunjukkan berapa banyak keuntungan yang diwakili dibandingkan dengan berapa banyak yang awalnya diinvestasikan.

    Ketiga, mengalikan desimal dengan 100 untuk berubah ke bentuk persentase. Dengan demikian, kita bisa mengetahui persentase keuntungan atau kerugian dibandingkan dengan jumlah investasi asli.

    Baca juga: Baru Belajar Investasi? Ketahui 5 Contoh Kelas Aset dan Cara Mengelolanya

    Contoh Menghitung Persentase Untung Rugi

    Rumus cara menghitung persentase untung rugi di atas dapat diaplikasikan dalam berbagai jenis investasi. Berikut dua jenis contoh penghitungan investasi.

    1. Saham

    Seorang investor membeli saham Intel. Corp (INTC) sebanyak 100 lembar di harga US$30 per saham. Artinya harga investasi awalnya adalah US$30 x 100 atau sebanyak US$3.000.

    Harga saham tersebut kemudian naik ke US$38, sehingga saham itu pun dijual dengan harga US$3.800.

    Nilai keuntungannya adalah US$3.800 dikurangi US$3.000 atau sebesar US$800. Sedangkan cara menghitung persentase keuntungannya adalah:

    rumus dividen

    2. Indeks

    Seorang investor ingin menentukan performa Dow Jones Industrial Average (DJIA) dalam beberapa tahun terakhir. Maka, perhitungan yang sama akan berlaku. Dow adalah indeks yang melacak 30 saham perusahaan paling mapan di Amerika Serikat.

    Misalnya saja Dow Jones dibuka pada 24.000 dan ditutup ada 24.480 pada akhir minggu.

    Maka, cara menghitung persentase untung ruginya adalah:

    (24.480 – 24.000) / 24.000 = 0,2 x 100 = 2%

    Ada pertimbangan khusus dalam menghitung dividen. Investasi tidak datang tanpa biaya, dan hal ini harus tercermin dalam cara menghitung persentase untung rugi.

    Perlu dicatat jika dua contoh di atas tidak mempertimbangkan biaya perantara dan komisi atau pajak.

    Biaya transaksi dapat dihitung dengan cara mengurangi keuntungan dengan biaya investasi.

    Menggunakan contoh perhitungan INTC di atas, misalnya saja investor dikenai biaya US$75 dari broker. Maka cara menghitung persentase untung ruginya adalah=

    rumus untung rugi

    3. Dividen

    Dividen adalah pembayaran tunai yang dibayarkan kepada pemegang saham dan dikonfigurasikan berdasarkan per saham. Menggunakan contoh INTC, misalnya perusahaan akan membayar dividen sebesar US$2 per saham. Sehingga investor akan mendapatkan dividen sebesar US$2 x 100 lembar atau US$200 dolar.

    Persentase keuntungannya adalah:

    rumus dividen

    Dengan memasukkan biaya transaksi, komisi, serta dividen, maka cara menghitung persentase untung rugi akan lebih akurat.

    Berapa Nilai Untung Rugi Investasi yang Dianggap Besar?

    Dalam kegiatan investasi, investor biasanya menggunakan patokan persentase untung rugi sebesar dua digit untuk menggambarkan bahwa nilai asetnya sedang terkoreksi. Dalam hal ini, maka penurunan atau kenaikan harga minimal sebesar 10% dikatakan sebagai persentase yang tinggi.

    Hanya saja, hal itu tentu perlu dibandingkan kembali dengan data fluktuasi harga aset. Ada kalanya, harga aset berfluktuasi dengan persentase lebih dari dua digit setiap saat sehingga penurunan atau kenaikan harga aset sebesar 10% dianggap “biasa-biasa saja”.

    Dalam hal ini, investor bisa menakar signifikansi kenaikan atau penurunan harga aset dengan membandingkan angka tersebut dengan rata-rata fluktuasinya hingga saat ini. Jika angka fluktuasi yang terjadi sekarang lebih tinggi dari rata-rata pergerakan harganya, maka investor bisa menganggap bahwa pergerakan itu cukup signifikan.

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang untuk investasi Saham AS, emas, ratusan aset kripto dan puluhan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

    Sumber: Investopedia



    Sumber : pluang.com

  • Kapan Waktu yang Paling Tepat untuk Membeli Saham? Cek di Sini!

    Bagi kamu yang sedang belajar investasi saham, barangkali akan bertanya: kapan waktu yang tepat untuk membeli saham? Ini tergantung kamu menempatkan dirimu sebagai trader ataukah investor dengan tujuan jangka panjang.

    Tidak seperti investasi tradisional, trader memiliki fokus jangka pendek. Para trader membeli saham bukan untuk menahan laju apresiasi dari dananya secara bertahap sebagaimana investor.

    Sebagai seorang trader yang belajar investasi saham, kamu mesti memastikan kamu memahami perputaran cepat investasi. Seperti waktu yang tepat untuk membeli saham dalam periode waktu sekian hari, minggu, bulan, hingga kuartal.

    Karena itu, trader harian memiliki kerangka waktu yang paling singkat. Analisis mereka umumnya dipecah menjadi beberapa jam, menit, bahkan detik. Karena itu, hari dari trading dilakukan menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan.

    Bagaimana cara tahu waktu yang tepat untuk membeli saham? Apakah ada hari terbaik dalam seminggu untuk membeli saham? Atau hari terbaik untuk menjual saham? Pelajari lewat ulasan berikut ini.

    Baca juga: Investor Institusional dan Investor Ritel, Apa Bedanya?

    Waktu yang tepat untuk membeli saham dan menjual saham

    Sebagai seorang investor, hal pertama yang kamu cek di pagi hari mungkinlah terkait update volume dan harga pasar untuk beberapa saham dalam portofoliomu.

    Trader yang terampil tentunya bisa mengenali pola dan lantas menghasilkan keuntungan yang cepat. Bagi trader berpengalaman, 15 menit pertama setelah opening bell adalah waktu utama. Periode 9:30-10:30 seringkali merupakan jam-jam terbaik dalam perdagangan harian.

    Jika beruntung, penawaran pergerakan terbesar dari harga saham dalam waktu tersingkat dapat terjadi. Kamu bisa memperpanjang hingga 11:30 jika ingin menambah poin dalam satu jam perdagangan lagi. Meski, banyak trader profesional cenderung berhenti pada jam-jam itu.

    Namun, sebagai pemula, alangkah baiknya jika kamu menghindari trading selama jam-jam bergejolak, atau setidaknya dalam jam-jam pertama di awal hari. Jadi, waktu yang tepat untuk membeli saham tentu tergantung sekuat apa kamu menganalisis.

    Selain perhitungan jam, apakah ada hari terbaik dalam membeli dan menjual saham?

    Selain itu, beberapa investor percaya bahwa hari-hari tertentu menawarkan pengembalian sistematis yang lebih baik daripada yang lain. Untuk investasi jangka panjang, bukti yang menunjukkan strategi ini bekerja.

    Prediksi semacam ini bagi waktu yang tepat untuk beli saham hanya berlaku untuk trader jangka pendek. Beberapa dari trader jangka pendek ini percaya hari pertama minggu kerja adalah hari terbaik. Ini disebut Monday Effect (Efek Senin).

    Selama beberapa dasawarsa, rata-rata pasar saham memiliki kecenderungan untuk turun pada hari Senin. Beberapa penelitian menghubungkan hal ini dengan sejumlah besar berita buruk yang dirilis selama akhir pekan.

    Namun, seiring waktu mitos efek Senin ini kian terkikis. Grafik di bawah ini menunjukkan bahwa meski hari Senin rata-rata telah menandai pengembalian negatif untuk S&P 500 pada 2018.

    waktu yang tepat untuk membeli saham

    Terlepas dari memudarnya mitos “Efek Senin”, rupanya kalian tetap lebih baik membeli saham pada hari Senin daripada hari lain dalam seminggu. Dengan begitu, kalian berpotensi mengambil beberapa penawaran terbaik dalam proses tersebut.

    Jika Senin adalah hari terbaik untuk membeli saham, maka Jumat dikatakan sebagai hari terbaik untuk menjual saham (sebelum harga turun pada hari Senin).

    Baca juga: Cara Jitu Memilih Saham dengan Modal Analisis Fundamental dan Teknikal

    Selain hari dan jam, apa ada bulan terbaik untuk membeli saham?

    Pasar cenderung memiliki pengembalian yang kuat di sekitar pergantian tahun serta selama bulan-bulan musim panas. Sementara September merupakan bulan ketika saham cenderung turun.

    Pengembalian rata-rata pada bulan Oktober terbilang positif secara historis, meski catatan penurunan 19,7% dan 21,5% pada 1929 dan 1987 dalam penjualan saham global juga patut dipertimbangkan.

    Grafik berikut menunjukkan pengembalian rata-rata bulanan untuk S&P 500 selama periode 1928 hingga 2017.

    belajar investasi saham

    Jika sebagai trader kamu mempertimbangkan untuk masuk pasar ekuitas pada September, ketika harga cenderung turun, kamu mesti siap untuk kenaikan di bulan Oktober.

    Selain itu, ada pula yang dikenal sebagai January Effect alias Efek Januari. Para investor cenderung melihat bulan ini sebagai waktu yang paling tepat untuk membeli saham.

    Mengapa? Karena pada awal tahun baru, investor kembali ke pasar ekuitas dengan sepenuh hati, mendorong harga, terutama saham-saham kecil dan bernilai.

    waktu yang tepat untuk membeli saham

    Jadi, untuk perkara bulan dan musim pembelian, akhir Desember telah dianggap cenderung menunjukkan waktu yang tepat untuk melakukan pembelian saham.

    Ini barangkali juga karena banyak investor cenderung menjual saham secara massal di akhir tahun untuk mengklaim kerugian modal atas pengembalian pajak mereka.

    Jadi, setelah memperhitungkan hari/jam serta bulan yang baik untuk menjadi waktu yang tepat untuk membeli saham, kamu sudah siap terjun dan belajar investasi saham lebih intens, kan?

    Sumber: Investopedia, Wealthsimple

    Simak juga:



    Sumber : pluang.com