Author: 08

  • Mulai Investasimu, Cari Tahu Apa Itu Koreksi sebagai Dasar bagi Pemula

    Dalam investasi, koreksi adalah penurunan 10% atau lebih pada harga sekuritas dari harga puncak terbaru. Pengertian koreksi ini dapat terjadi pada aset individual, seperti saham atau obligasi individual, atau indeks yang mengukur sekelompok aset.

    Pasar saham dan pasar uang dikendalikan oleh orang-orang, dan sebagai akibatnya, juga melibatkan emosi. Dua hal yang paling menonjol adalah ketakutan dan keserakahan. Di bawah kekuasaan mereka, pasar sangat tidak masuk akal dalam jangka pendek. Terkadang, saham perusahaan dapat anjlok atau meroket jauh di luar jangkauan akal dan logika. Berita baiknya, memahami tentang koreksi dan volatilitas pasar dapat membantumu menjadi kaya.

    Aset, indeks, atau situasi pasar dapat jatuh terkoreksi secara singkat atau untuk periode berkelanjutan, sekian hari, minggu, bulan, atau bahkan lebih lama. Akan tetapi, koreksi pasar rata-rata berumur pendek dan berlangsung antara tiga dan empat bulan.

    koreksi adalah

    Investor, trader, dan analis menggunakan metode charting untuk memprediksi dan melacak pengertian koreksi ini. Koreksi adalah situasi yang dapat dipicu banyak faktor.

    Faktor makroekonomi skala besar hingga ke persoalan dalam rencana manajemen perusahaan dapat menjadi alasan koreksi beragam aset, dari saham, indeks, hingga pasar yang dipengaruhi.

    Dalam dunia investasi, koreksi diibaratkan seperti laba-laba di bawah tempat tidur. Kamu tahu koreksi itu akan terjadi, ada di sana, mengintai, tetapi tidak tahu kapan itu akan muncul berikutnya.

    Baca juga: Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

    Apa itu koreksi? Ketahui pengertian koreksi

    pengertian koreksi

    Berdasarkan laporan CNBC pada 2018, rata-rata koreksi adalah untuk S&P 500 berlangsung empat bulan dan nilainya turun sekitar 13% sebelum keadaan ekonomi kembali pulih.

    Mudah untuk memperkirakan mengapa investor pemula barangkali khawatir dengan pengertian koreksi ini ataupun menghadapi penyusutan 10% atau lebih besar di aset portofolio mereka.

    Bagi kebanyakan investor, bagi pasar untuk jangka panjang, koreksi hanyalah lubang kecil di jalan menuju tabungan pensiun. Untuk investor jangka panjang, koreksi ini tidak akan terlampau mengkhawatirkan karena mereka percaya bahwa pada akhirnya pasar akan pulih.

    Dalam proses charting koreksi, investor ataupun analis pasar memproyeksikan koreksi berdasarkan analisis pasar dengan membandingkan satu indeks pasar dengan yang lain.

    Lewat metode ini, seorang analis dapat menemukan bahwa indeks berkinerja buruk dapat diikuti oleh indeks serupa yang juga berkinerja buruk. Tren kemiripan ini dapat menjadi tanda bahwa koreksi pasar akan segera terjadi.

    Tinjauan analisis teknis atas koreksi adalah terkait dukungan dan resistensi harga dapat membantu memprediksi kapan pembalikan dapat terjadi. Atau justru situasi akan berkonsolidasi mengarah menjadi koreksi.

    Pengertian koreksi teknis terjadi ketika aset atau seluruh pasar mengalami inflasi berlebih. Analis menggunakan chart atau grafik untuk melacak perubahan dari waktu ke waktu dalam suatu aset, indeks, atau pasar.

    Beberapa alat yang digunakan oleh para analis untuk meninjau pengertian koreksi ini ialah Bollinger Bands, envelope channels, dan trendlines (garis tren) untuk menentukan di mana harus mengharapkan penguatan ataupun resistensi harga.

    Baca juga: Memahami Analisa Saham 52 Weeks High Low dalam Investasi

    Mempersiapkan investasi dalam menghadapi koreksi adalah kunci

    Sebelum terjadinya koreksi pasar, saham individu mungkin tampak kuat atau bahkan berkinerja baik. Selama periode koreksi, aset individu berkinerja buruk karena kondisi pasar yang buruk. Koreksi adalah situasi yang dapat dipicu banyak faktor.

    Akan tetapi, penting dicatat, bahwa koreksi menciptakan waktu yang ideal untuk membeli aset bernilai tinggi dengan harga diskon. Ini dapat dilakukan sejauh investor mempertimbangkan risiko terkait pembelian.

    Melindungi investasi dari koreksi adalah hal yang relatif sulit. Namun, ini dapat dilakukan. Untuk menghadapi penurunan harga ekuitas, investor dapat menetapkan stop-loss order atau stop-limit order.

    Strategi pertama otomatis dipicu ketika harga mencapai tingkat yang telah ditetapkan investor. Namun, transaksi mungkin tidak dapat dieksekusi pada tingkat harga tersebut jika harga jatuh dengan cepat.

    Stop order selanjutnya menetapkan harga target yang ditentukan dan harga batas luar untuk trading. Penerapan stop loss dalam menghadapi pengertian koreksi ini menjamin di mana stop-limit berhadapan dengan penjaminan harga.

    Baca juga: Langkah-langkah Memulai Investasi

    Berinvestasi selama koreksi berlangsung

    Sementara koreksi adalah acuan yang dapat mempengaruhi semua jenis ekuitas, koreksi lebih sering terjadi pada beberapa ekuitas tertentu. Saham-saham kecil dengan kapitalisasi tinggi di sektor yang terbilang volatile, seperti sektor teknologi, cenderung bereaksi paling kuat.

    Sektor-sektor lain terbilang lebih buffer. Saham-saham consumer goods, misalnya, cenderung bertahan akiat siklus bisnis. Ini lantaran saham-saham jenis ini melibatkan produksi atau penjualan kebutuhan primer.

    Diversifikasi aset dapat menawarkan perlindungan dalam situasi koreksi. Terutama jika melibatkan aset yang bertentangan dengan aset yang terkoreksi. Aset berwujud nyata seperti komoditas atau real estat adalah opsi alternatif pendamping untuk aset keuangan seperti saham.

    Meski koreksi pasar dapat menjadi tantangan, dan penurunan 10% secara signifikan dapat merugikan banyak portofolio investasi, pengertian koreksi dianggap cukup sehat untuk menjaga kestabilan pasar.

    Untuk pasar, koreksi adalah cara untuk menyesuaikan dan mengkalibrasi ulang penilaian aset yang mungkin menjadi tinggi secara berkelanjutan. Bagi investor, koreksi dapat memberikan peluang untuk mengambil keuntungan dari potongan harga aset.

    Setelah menelusuri pengertian koreksi, kamu sudah tahu dong trik-trik untuk memantau dan mengatasi jika terjadi koreksi pada asetmu?

    Sumber: Investopedia, The Balance

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Diversifikasi Portofolio dengan Emas, Ini 6 Cara Investasi Emas

    Investasi emas adalah salah satu diversifikasi portofolio yang paling banyak dirujuk dan dipercaya di Indonesia. Ini lantaran cara investasi emas tidak begitu sulit. Kamu bahkan bisa memulainya dari cara investasi emas kecil-kecilan.

    Kini setiap orang tidak bisa mengandalkan hanya dari satu sumber pendapatan. Kebutuhan manusia kian meningkat seperti properti, kendaraan pribadi, biaya kesehatan dan sebagainya. Tak cukup menyisihkan dari penghasilan atau mengontrol pengeluaran. Mulailah pikirkan investasi untuk meningkatkan pendapatan.

    cara investasi emas

    Artikel ini akan mengulas berbagai cara investasi emas, termasuk cara investasi emas kecil-kecilan sekalipun. Karena investasi emas terbilang aman, investasi ini tak lekang oleh waktu. Dari dulu investasi emas memang salah satu yang menjanjikan dan sudah dipercaya oleh leluhur kita.

    Dikarenakan investasi ini memiliki nilai yang stabil, mudah diperjualbelikan dan keuntungannya hampir tiap tahun meningkat. RIsikonya pun rendah dan tidak mudah rusak.

    Investasi jenis ini juga cocok untuk para pemula yang ingin belajar berinvestasi karena tidak rumit dijalankan. Membeli emas ketika harga rendah dan menjualnya saat harga sedang tinggi untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal.

    Baca juga: Sebelum Investasi, Ketahui Dulu yuk Sejarah dan 10 Fakta Unik Emas Ini!

    Tetapi perlu dipahami dahulu bagaimana cara investasi emas, antara lain:

    1. Pertanyakan Kembali: Apa Tujuanmu Investasi?

    Apabila ingin berinvestasi, jangan hanya ingin ikut-ikutan tren saja. Tetapi lakukan dengan tujuan tertentu agar tetap tekun dijalani.

    Misalkan tujuan investasi untuk membangun rumah, biaya naik haji orang tua, biaya sekolah anak sampai lulus kuliah, biaya nikah atau biaya hidup saat hari tua nanti.

    Dengan tujuan yang jelas, motivasi akan terbangun dan fokus menjalankannya sehingga kamu dapat mengetahui cara investasi emas yang paling sesuai bagimu.

    Tak hanya itu, dengan menentukan tujuan, Anda juga bisa memperkirakan berapa nilai dan waktu dalam menginvestasikan emas. Perkiraan ini penting agar tujuan dapat terealisasi.

    cara investasi emas kecil-kecilan
    Close up of gold bars with copy space

    2. Investasi = Dana Lebih

    Investasi artinya memiliki kelebihan dana tiap bulannya, yang bisa dialokasikan ke investasi, yang bisa dapat menghasilkan dana lebih untuk masa depan. Jangan sampai asal membeli emas hingga mengalokasikan seluruh tabungan termasuk pengeluaran sehari-hari.

    Pastikan juga Anda memiliki dana yang cukup untuk pengeluaran enam bulan sampai satu tahun ke depan. Sehingga Anda tidak berutang dimana-mana demi cara investasi emas yang aman.

    3. Kapan Waktu yang Tepat Untuk Berinvestasi? Tentukan cara investasi emas yang sesuai untukmu sekarang!

    Perhatikan harga emas di pasar dan lihat kecenderungan tren pergerakan harga emas. Cari informasi sebanyak-banyaknya, bisa dari ahli, orang yang bisa dipercaya yang sudah berinvestasi emas lebih dahulu atau sumber-sumber dari internet yang memiliki kredibilitas.

    Jangan asal membeli emas ketika harganya masih tinggi. Biasanya ada bulan-bulan ketika emas turun harganya seperti bulan April sampai pertengahan Juni.

    Sementara pada bulan November hingga Desember, harga emas cenderung meningkat.

    4. Emas Apa yang Harus Diinvestasikan?

    Lebih baik menginvestasikan emas logam mulia atau batangan bersertifikat kemurnian emas. Atau emas digital yang tidak memakan biaya cetak dan praktis disimpan.

    Hindari berinvestasi dengan perhiasan karena harga jual cenderung lebih rendah dari harga beli, dan ini adalah cara investasi emas yang paling umum diketahui.

    5. Di mana Tempat Membeli dan Menyimpan Emas?

    Cari informasi sebanyak-banyak untuk mencari tempat membeli emas secara resmi dan membandingkan harga emas resmi di bank atau aplikasi online dengan tempat-tempat penjualan emas tersebut.

    Cari harga terbaik dengan membandingkan beberapa tempat terpercaya. Jangan terburu-buru membeli emas hingga merugi karena harganya sedang rendah.

    Hindari pihak-pihak yang menawarkan proses cepat dalam berinvestasi. Bagi yang ingin membeli emas digital, perhatikan juga reputasi penjual agar aman.

    Setelah membeli emas, Anda bisa menyimpannya di dalam brankas rumah yang terbuat dari baja atau safe deposit box (SDB) di bank atau tempat resmi lainnya. Ini dipandang sebagai cara investasi emas paling efisien. Padahal, kelebihan dari berinvestasi emas digital adalah Anda tidak perlu memikirkan di mana akan disimpan.

    6. Cara investasi emas – Apakah Emas yang Dibeli Asli?

    Bagi yang berinvestasi emas batangan, pastikan tingkat kemurniannya 99,99%. Keaslian emas bisa dilihat dari sertifikat dan cap yang menandakan kadar fineness (1-999 atau 9.999) atau karatnya (10K, 14K, 18K, 22K, atau 24K).

    Selain itu, gosok pinggiran emas dengan jari. Apabila palsu akan menunjukkan perubahan warna. Cermati juga secara fisik apakah ada cacat/tidak mulus.

    Tak ada kata terlalu dini atau terlambat dalam mengetahui cara investasi emas terbaik. Bagi pemula, gali informasi sebanyak-banyaknya sebelum memulai.

    Hal ini dikarenakan cara investasi emas paling mujarab lebih baik dilakukan dalam jangka waktu yang relatif lama seperti minimal lima tahun agar mendapat manfaat yang optimal.

    Maka dari itu, untuk investasi yang memakan waktu lama perlu persiapan yang matang.

    Cek harga emas terbaru setiap hari dengan mengunduh aplikasi Pluang, yuk!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Emas Sebagai Aset Diversifikasi

    Cara Mengelola Risiko Investasi Emas

    Apa Hukum Membeli Emas Digital? ini Fatwa MUI yang mengaturnya

    Mengapa Harus Investasi Emas?



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Pasar Saham AS

    Tertarik untuk berinvestasi di pasar saham Amerika? Sebelum melangkah lebih jauh, kenalan dulu yuk dengan serba-serbi pasar saham Amerika.

    Di serial #CerdasCuan ini, kita akan mempelajari:

    • Ekonomi AS vs Indonesia
    • Pasar Saham AS
    • Kinerja Pasar Saham AS vs Indonesia

    Tahukah #SobatCuan kalau AS memiliki ekonomi terbesar di dunia? Hal ini dapat dilihat dari GDP  (Produk Domestik Bruto) yang akan ditampilkan di bawah ini. Selain itu, Dolar AS juga merupakan mata uang cadangan dunia dan merupakan mata uang paling berpengaruh di dunia. Pasar saham AS menyumbang 54% dari total nilai dunia (berdasarkan basis investasi bebas mengambang), yang tujuh kali lebih besar dari Jepang, saingan terdekatnya.

    Pasar keuangan AS sejauh ini merupakan yang pasar yang terdokumentasi terbaik di dunia. Hingga baru-baru ini, sebagian besar bukti jangka panjang yang dikutip tentang kinerja investasi historis hampir seluruhnya berasal dari pengalaman berinvestasi di AS.

    PDB AS vs Indonesia

    Per tahun 2018:

    US GDP = US$ 20.443T

    Indonesia GDP = US$ 1.0422T

    Seperti yang dapat kita lihat dari grafik di bawah, dari perbandingan PDB, ekonomi AS 20x lebih besar dari Indonesia. 

    Pasar Saham Amerika Serikat

    Menurut data Bank Dunia, ukuran kapitalisasi pasar saham AS pada tahun 2018 adalah USD 33.07 triliun, sedangkan kapitalisasi pasar saham Indonesia adalah USD 486.76 milliar. Jumlah perusahaan publik yang tercatat di AS per 2018 adalah sebanyak 4,397. Sejauh ini, AS memiliki pasar saham terbesar di dunia.

    Per tahun 2019, ada 13 bursa efek di AS dan yang terbesar adalah NYSE (New York Stock Exchange), diikuti oleh NASDAQ. NASDAQ, yang komposisinya kebanyakan adalah perusahaan teknologi, juga merupakan pasar saham kedua terbesar di dunia. Deretan berikutnya diikuti oleh London Stock Exchange dan Tokyo Stock Exchange. Namun, total kapitalisasi pasar dari ketiga bursa tersebut masih di bawah NYSE. Sebesar itu lah pasar saham AS, #SobatCuan. 

    Bursa Efek New York dapat ditelusuri kembali ke tahun 1792. AS telah berubah dari nol menjadi lebih dari sebagian besar pangsa pasar ekuitas dunia, hanya dalam waktu kurang dari 200 tahun.

    Untuk bursa pasar saham A.S., seperti NYSE, jutaan saham dapat berpindah tangan antara pembeli dan penjual setiap hari. Dikarenakan oleh volume pertukaran yang tinggi, maka relatif mudah untuk proses penyelesaian transaksi. Artinya, pasar saham AS sangatlah likuid dengan biaya transaksi yang rendah. 

    Kinerja Pasar Saham Amerika Serikat vs Indonesia

    Indeks S&P500 mewakili 500 saham terbesar di pasar saham AS. S&P 500 secara luas dianggap sebagai pengukur terbaik dari saham berkapitalisasi besar AS dan berfungsi sebagai dasar untuk berbagai produk investasi. Indeks ini mencakup 500 perusahaan terkemuka di AS. Ia juga mencakup sekitar 80% kapitalisasi pasar yang ada di AS. Ketika dikonversi ke Rupiah, imbal dari S&P500 dapat mencapai 2869.4% dalam lima tahun. Di sisi lain, IHSG yang mewakili semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia malah menghasilkan imbal sekitar 351.72%. 

    Di sini, kita menghitung imbal dari kedua indeks tersebut menggunakan CAGR (Compound Annual Growth Return). CAGR merupakan sebuah rasio finansial yang dapat memberi gambaran tingkat pertumbuhan investasi yang sama setiap tahunnya, dimana keuntungan setiap tahun diinvestasikan kembali.

    Melihat peluang yang sangat besar di AS, bukankah sangat menarik untuk berpartisipasi di pasar keuangan ekonomi terbesar di dunia?

    Tunggu apalagi #SobatCuan, produk Pluang S&P500 telah hadir untuk kalian…. Yuk, mulai diversifikasi investasi pada ekonomi terbesar di dunia ini! 

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!



    Sumber : pluang.com

  • 7 Cara Memilih Saham yang Tepat Ala Benjamin Graham, Mentor Warren Buffett

    Untuk kamu yang baru belajar bermain saham, cara memilih saham yang tepat adalah sesuatu yang harus kamu pelajari. Dengan demikian kamu bisa meminimalisir resiko yang ada. Untuk belajar cara memilih saham, kamu bisa belajar dari prinsip yang dipaparkan Benjamin Graham.

    Intelligent Investor karya Benjamin Graham adalah buku yang cocok untuk kamu yang ingin mempelajari cara memilih saham.

    Bahkan taipan dan investor Warren Buffett menyebut buku Benjamin Graham itu sebagai “buku terbaik tentang investasi.”Dan ini menjadi buku wajib bagi siapapun yang ingin mempelajari cara memilih saham yang tepat.

    Dalam bukunya, secara khusus dalam bab 14, Benjamin Graham memaparkan tujuh pedoman yang dapat digunakan sebagai cara memilih saham yang tepat. Ini karena tujuh pedoman tersebut berfungsi sebagai filter untuk menyingkirkan saham spekulatif dari portfolio konservatif.

    Namun, patut dipahami bahwa pedoman ini hanya berlaku untuk investor pasif yang ingin mengumpulkan portfolio perusahaan yang solid untuk apresiasi jangka panjang.

    Baca juga: Sebelum Investasi, Ketahui Dulu yuk Sejarah dan 10 Fakta Unik Emas Ini!

    Cara memilih saham yang tepat ala Benjamin Graham

    benjamin graham
    Sumber: Wikimedia Commons

    Jika kamu adalah seorang investor yang mampu menafsirkan keputusan akuntansi, melakukan analisis lapioran keuangan, dan menilai suatu aset berdasarkan arus kas, maka kamu dapat menggunakan pedoman cara memilih saham ala Benjamin Graham berikut ini.

    Kamu harus ingat, keamanan dalam bermain saham adalah sesuatu yang prinsipil dan wajib diutamakan. Dengan mengikuti tujuh pedoman Benjamin Graham, kamu akan berada dalam kondisi investasi yang aman.

    #1 Cara memilih saham yang tepat – Ukuran perusahaan yang memadai

    Dalam dunia investasi, ada beberapa patokan tentang ukuran dari sebuah perusahaan. Perusahaan yang kecil lazimnya kerap fluktuatif dalam perkara pengumpulan earnings, sedangkan perusahaan besar tentu lebih stabil.

    Graham merekomendasikan agar kita memilih berinvestasi di perusahaan yang memiliki setidaknya $465 Juta total penjualan, serta $232 Juta total aset.

    #2 Kondisi keuangan yang cukup kuat

    Menurut Benjamin Graham, cara memilih saham yang tepat adalah dengan memahami bahwa sebuah saham harus memiliki rasio lancar setidaknya dua. Utang jangka panjang tidak boleh melebihi modal kerja.

    Untuk utilitas publik, utang tidak boleh melebihi dua kali ekuitas saham pada nilai buku. Ini harus bertindak sebagai penyangga yang kuat terhadap kemungkinan kebangkrutan atau default.

    #3 Stabilitas pendapatan untuk perusahaan

    Perusahaan seharusnya tidak melaporkan kerugian selama 10 tahun terakhir. Perusahaan yang dapat mempertahankan setidaknya beberapa tingkat pendapatan, secara keseluruhan, lebih stabil.

    #4 Cara memilih saham yang tepat – Catatan dividen saham biasa

    Perusahaan harus memiliki sejarah membayar dividen atas saham biasa selama setidaknya 20 tahun terakhir. Ini harus memberikan jaminan bahwa dividen di masa depan kemungkinan akan dibayarkan.

    #5 Pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan

    Untuk membantu memastikan laba perusahaan sejalan dengan inflasi, laba bersih seharusnya meningkat sepertiga atau lebih besar berdasarkan per-saham selama 10 tahun terakhir menggunakan rata-rata tiga tahun pada awal dan akhir.

    #6 Rasio harga terhadap pendapatan yang moderat

    Untuk dimasukkan dalam portfolio konservatif, harga saham saat ini tidak boleh melebihi lima belas kali lipat pendapatan rata-rata selama tiga tahun terakhir. Ini bertindak sebagai perlindungan terhadap pembayaran keamanan yang berlebihan.

    #7 Cara memilih saham yang tepat – Rasio moderat dari harga terhadap aset

    Mengutip Benjamin Graham, “Harga saat ini tidak boleh lebih dari 1 1/2 kali nilai buku yang dilaporkan terakhir. Namun, pengganda pendapatan di bawah 15 dapat membenarkan pengganda aset yang lebih tinggi. Sebagai aturan praktis, produk pengganda kali rasio harga ke nilai buku tidak boleh melebihi 22,5.”

    Baca juga: Mengenal Efek Compounding atau Bunga Majemuk

    Berkaca pada Warren Buffet, murid Benjamin Graham yang menerapkan konsep investasi nilai

    Nama Warren Buffet tentu sudah tidak asing lagi, kan. Buffet adalah salah satu investor termahsyur yang dianggap cukup digdaya dalam dunia investasi.

    Buffet rupanya adalah murid dari Benjamin Graham. Dan dalam hal cara memilih saham yang tepat, Buffet mengikuti jejak gurunya itu dengan menerapkan konsep investasi nilai.

    Investasi nilai melihat nilai intrinsik suatu saham daripada berfokus pada indikator teknis, seperti rata-rata bergerak, volume, atau indikator momentum. Menentukan nilai intrinsik adalah latihan dalam memahami keuangan perusahaan, terutama dokumen resmi seperti pendapatan dan laporan laba rugi.

    Strategi cara memilih saham yang tepat yang dilakukan murid Benjamin Graham ini melingkupi menilik bagaimana kinerja perusahaan, berapa besar hutang yang dimiliki perusahaan, bagaimana marjin keuntungan, seberapa unik produk yang dijual, serta seberapa besar diskon sahamnya saat dibeli?

    Ada nilai lebih lain dari Warren Buffet. Gayanya memang terkesan berorientasi pada nilai. Namun, ia juga terkenal sebagai investor yang kerap melakukan metode beli dan tahan.

    Itu tadi cara memilih saham yang tepat berdasarkan pedoman sang legenda Benjamin Graham, serta muridnya, Warren Buffet. Kamu bisa menggunakan pedoman itu dan mulai memilih saham yang tepat untuk kemudian berinvestasi di situ.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: The Balance

    Simak juga:

    Apa Itu Strike Price?

    Investasi Saham Sesuai Kondisi Pasar, Bagaimana Caranya?

    Cuan dengan Manfaatkan Celah Bid Ask Spread untuk Dapatkan Untung

    Memahami Analisa Saham 52 Weeks High Low dalam Investasi



    Sumber : pluang.com

  • AUM atau Asset Under Management sebagai Indikator Penilaian Manajer Investasi yang Baik

    Dalam pengelolaan investasi reksadana, investor bergantung pada kerja manajer investasi (MI). AUM adalah salah satu kriteria bagi investor untuk memilih manajer investasi. AUM adalah singkatan dari Asset Under Management.

    Reksadana kini merupakan instrumen investasi yang relatif populer. Berbeda dengan jual beli saham di pasar saham, investasi reksadana umumnya dikelola oleh manajer investasi yang mengelola dana investor.

    Beberapa institusi finansial yang juga menggunakan indikator AUM di antaranya untuk mengelola reksadana, venture capital, perusahaan pialang (brokerage company), manajer investasi perorangan, atau portofolio manajer.

    AUM adalah kriteria yang umum menjadi tolok ukur bagi investor untuk menggunakan jasa MI. Kinerja manajer investasi dapat dilirik melalui AUM, AUM adalah singkatan dari asset under management

    Asset under management alias AUM adalah total nilai pasar dari seluruh investasi yang dipercayakan oleh investor kepada manajer investasi. Definisi dari AUM dan formula perhitungannya relatif berbeda antara masing-masing perusahaan MI.

    Perhitungan total AUM alias aset yang di bawah manajemen perusahaan si manajer investasi relatif berbeda. Namun, umumnya faktor yang digunakan ialah nominal tabungan di bank, uang tunai, dan total portofolio investasi para investor perusahaan MI tersebut.

    Baca juga: Mulailah Sedini Mungkin, 6 Panduan Cara Jadi Kaya Ini Akan Berarti Besar

    Memahami AUM adalah indikator dalam penilaian manajer investasi

    aum adalah singkatan dari

    AUM alias aset di bawah manajemen pada dasarnya adalah satu aspek yang digunakan dalam mengevaluasi perusahaan MI atau manajer investasi. Pertimbangan umumnya bergantung pada kinerja manajemen dan pengalaman manajemen tersebut.

    Akan tetapi, secara umum investor memang dapat mempertimbangkan arus masuk investasi yang lebih tinggi dan perbandingan AUM yang lebih tinggi sebagai indikator positif kualitas dan pengalaman manajemen.

    AUM mengacu pada berapa banyak uang klien (investor) yang ditangani oleh perusahaan keuangan secara teratur.

    Namun, AUM sebenarnya tidak hanya indikator bagi manajer investasi yang mengelola reksadana. AUM adalah jumlah dana investasi yang juga dikelola oleh perusahaan modal ventura, perusahaan pialang atau individu yang terdaftar sebagai penasihat investasi atau manajer portofolio.

    Jika investor menginvestasikan USD 50.000 dalam reksadana, dana itu menjadi bagian dari total AUM.

    Manajer dana dapat membeli dan menjual saham mengikuti tujuan investasi dana, menggunakan semua dana yang diinvestasikan tersebut tanpa memperoleh izin khusus tambahan.

    Selain AUM, investor juga perlu melihat reputasi manajer investasi. Ini tentu dapat dilakukan dengan mengecek rekam jejak alias track record. Begitu juga investor perlu menilai kepatuhan MI terhadap mandat investasi, atau due diligence lebih jauh sebelum memutuskan.

    Baca juga: 7 Langkah Optimal untuk Bangun Portofolio Investasi dan Neraca Keuangan

    Mengapa AUM penting dan bagaimana menghitung aset yang dikelola?

    AUM adalah informasi yang penting untuk dipantau karena berkaitan dengan strategi investasi dan aliran produk investor dalam menentukan kekuatan perusahaan.

    Perusahaan investasi juga menggunakan aset yang dikelola sebagai alat pemasaran untuk menarik investor baru. AUM dapat membantu investor mendapatkan indikasi ukuran operasi perusahaan relatif terhadap para pesaingnya.

    AUM juga dapat menjadi pertimbangan penting untuk penghitungan biaya. Banyak produk investasi membebankan biaya manajemen yang merupakan persentase tetap dari aset yang dikelola.

    Banyak penasihat keuangan dan manajer finansial pribadi yang membebani klien persentase dari total aset yang mereka kelola. Biasanya, persentase ini akan menurun ketika AUM meningkat.

    Karena itulah, AUM adalah indikator yang penting diperhatikan investor dalam menilai kinerja dan due dilligence dari manajer investasinya.

    Metode penghitungan AUM sendiri akan bervariasi di antara perusahaan. Total aset perusahaan tentunya akan meningkat seiring peningkatan kinerja investasi atau investor baru yang melibatkan dananya di perusahaan MI tersebut.

    Dengan demikian, AUM adalah aset yang cenderung berfluktuasi setiap hari tergantung pada aliran uang investor yang masuk dan keluar. Kinerja aset investor yang dikelola oleh MI akan mempengaruhi angka harian tersebut.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Atur Risiko Investasi Melalui Reksadana, Ini 5 Hal Dasar yang Wajib Kamu Pahami!

    Apa Hubungan Antara Risiko dan Tingkat Pengembalian Investasi?

    Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

    Mau Coba Investasi Reksadana? Berikut 5 Manajer Investasi yang Bisa Kamu Pertimbangkan



    Sumber : pluang.com

  • Prediksi Arah Kinerja Saham, Terapkan Metode Analisis Investasi Ini

    Analisis investasi diperlukan seorang investor handal. Berikut beberapa metode analisis investasi yang perlu diketahui!

    Perencanaan finansial yang baik dimulai dengan memiliki fondasi pengetahuan yang kuat tentang investasi.

    Secara harfiah, metode analisis investasi berkaitan dengan kegiatan riset dan mengevaluasi sekuritas. Lebih lanjut, analisis investasi bertujuan untuk memprediksi kinerja suatu saham industri di masa depan.

    Dengan memiliki pengetahuan dasar di atas, investor bisa menentukan kesesuaian dengan tujuan investasi.

    Metode analisis investasi adalah kunci dari strategi manajemen portofolio yang baik. Simak ulasan analisis investasi berikut.

    Baca juga: Apa Hubungan Antara Risiko dan Tingkat Pengembalian Investasi?

    Memahami analisis investasi

    metode analisis investasi

    Tujuan dari analisis investasi adalah untuk menentukan kemungkinan kinerja suatu investasi. Misalnya, seberapa cocok kah investasi itu untuk investor tertentu.

    Ada beberapa faktor kunci yang diperhatikan dalam analisis investasi. Mereka adalah harga yang sesuai, jangka waktu yang diharapkan untuk mengadakan investasi, dan peran investasi dalam portofolio secara keseluruhan.

    Dalam menganalisis reksa dana, investor akan melihat bagaimana kinerja reksa dana dari waktu ke waktu dan dibandingkan dengan benchmark dan pesaing utamanya. Perbandingan reksadana ini meliputi perbedaan kinerja, rasio pengeluaran, stabilitas manajemen, pembobotan sektor, gaya investasi, dan alokasi aset.

    Satu hal yang perlu diingat dalam investasi adalah kita tidak bisa menggunakan satu ukuran untuk semua. Sama halnya dengan tujuan, cakrawala waktu, dan pendapatan unik masing-masing investor.

    Analisis investasi juga dapat melibatkan evaluasi investasi secara keseluruhan. Caranya adalah dengan melihat kebutuhan dan situasi keuangan orang pada saat itu, bagaimana kinerja portofolio. Serta, melihat apakah sudah waktunya untuk koreksi atau penyesuaian portofolio?

    Jika investor merasa ragu dengan analisisnya, mereka bisa menggunakan jasa penasihat investasi atau profesional lainnya.

    Baca juga: Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

    Jenis-jenis analisis investasi

    Secara teoretis, ada banyak sekali metode analisis investasi. Namun, berikut adalah beberapa pendekatan dasar untuk menganalisis pasar, sekuritas, dan sektor.

    Top-down vs Bottom-up

    Dua pendekatan ini bisa membantu investor untuk mengambil keputusan investasi. Analisis bottom-up memerlukan analisis saham individu untuk mengetahui manfaatnya. Misalnya, untuk melihat penilaian, kompetensi manajemen, kekuatan penetapan harga, dan karakteristik unik lainnya.

    Pendekatan bottom-up tidak fokus terhadap siklus ekonomi atau pun siklus pasar. Sebaliknya, pendekatan ini bertujuan untuk menemukan perusahaan dan saham terbaik terlepas dari tren menyeluruh.

    Dengan kata lain, investasi bottom-up mengambil pendekatan ekonomi mikro untuk berinvestasi daripada pendekatan ekonomi makro atau global.

    Pendekatan global merupakan ciri utama dari pendekatan top-down. Pendekatan ini memulai dengan menganalisis tren ekonomi, pasar, dan industri. Kemudian, dia akan memusatkan perhatian pada investasi yang akan mendapatkan keuntungan dari tren tersebut.

    Dalam pendekatan top-down, investor dapat mengevaluasi berbagai sektor. Investor juga dapat menyimpulkan bahwa, mungkin saja, sektor keuangan akan bekerja lebih baik dibanding dengan sektor industri.

    Akibatnya, investor akan membuat portofolio yang lebih mengutamakan dan fokus di sektor keuangan dibanding dengan industri. Terakhir, saatnya investor mencari saham terbaik di sektor keuangan.

    Sebagai info tambahan, Warren Buffett dan mentornya, Benjamin Graham, merupakan pendukung analisis investasi bottom-up.

    Sementara itu, investor pendekatan top-down mungkin telah memiliki kesimpulan tersendiri. Investor mungkin telah menemukan bahwa perusahaan industri melakukan investasi yang menarik dan mengalokasikan sejumlah dana.

    Padahal, prospek industri pada bidang tersebut relatif negatif. Dari pendekatan analisis investasi top-down, investor bisa menyimpulkan bahwa saham tersebut akan mengungguli industrinya.

    Baca juga: Memahami Analisa Saham 52 Weeks High Low dalam Investasi

    Fundamental vs Technical Analysis

    Analisis fundamental menekankan kesehatan keuangan perusahaan serta prospek ekonomi yang lebih luas. Praktisi analisis fundamental mencari saham yang salah harga atau berada diharga yang tidak seharusnya.

    Artinya, mereka berdagang dengan harga yang lebih rendah daripada harga yang dijamin oleh nilai intrinsik mereka.

    Investor fundamental kerap menggabungkan pendekatan bottom-up. Sehingga, mereka dapat mengevaluasi kesehatan keuangan perusahaan, prospek bisnis masa depan. Dan, melihat potensi dividen untuk menentukan apakah akan menghasilkan investasi yang memuaskan.

    Sementara itu, analisis teknis mengevaluasi pola harga saham dan parameter statistik. Mereka menggunakan bagan dan grafik yang telah dihitung oleh komputer.

    Jika pendekatan fundamentalis mencoba mengevaluasi nilai intrinsik sekuritas, analisis teknis melakukan hal yang berbeda. Mereka akan fokus pada pola pergerakan harga, sinyal perdagangan, dan berbagai alat bagan analitik lainnya untuk mengevaluasi kekuatan atau kelemahan sekuritas.

    Day traders sering menggunakan analisis investasi teknis untuk menyusun strategi dan menentukan waktu aktivitas pembelian dan penjualan mereka.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!



    Sumber : pluang.com

  • Suku Bunga Pengaruhi Investasi? Ini 3 Sektor Vital yang Terkena Imbas

    Dalam dunia investasi, patut diperhatikan pengaruh tingkat suku bunga dan investasi. Ini karena adanya hubungan suku bunga dan investasi. Para investor kerap memperhatikan tingkat suku bunga ketika hendak berinvestasi.

    Dapat dikatakan pengaruh tingkat suku bunga dan investasi adalah komponen vital. Maka, pemangku kebijakan bidang moneter suatu negara harus memperhatikan benar kapan harus menaikkan atau menurunkan tingkat suku bunga.

    Pengaruh tingkat suku bunga dan investasi ini dapat dilihat dari kondisi jika suku bunga rendah maka jumlah investasi akan meningkat. Sebaliknya jika suku bunga tinggi maka jumlah investasi akan menurun. Di sini jelas ada hubungan suku bunga dan investasi.

    Di Indonesia, lembaga yang bertanggung jawab mengatur tingkat suku bunga adalah Bank Indonesia (BI). Melalui kebijakan moneternya BI bertanggungjawab mengatur tingkat suku bunga yang akan berimbas pada permintaan barang dan jasa.

    Tingkat suku bunga yang fluktuatif bisa memberikan efek yang besar terhadap pasar modal, inflasi, dan ekonomi secara keseluruhan. Inilah kenapa pengaruh tingkat suku bunga dan investasi merupakan sesuatu yang vital.

    Baca juga: 7 Langkah Optimal untuk Bangun Portofolio Investasi dan Neraca Keuangan

    Memahami pengaruh tingkat suku bunga dan investasi serta hubungan suku bunga dan investasi

    hubungan suku bunga dan investasi
    Suku Bunga Turun, Harga Emas Naik

    Biasanya, masyarakat cuma mengenali suku bunga dalam konteksnya dengan dunia perbankan, yaitu ketika mau membuka deposito atau mengajukan pinjaman (kredit).

    Saat suku bunga tinggi, masyarakat lazimnya enggan meminjam ke bank. Kebalikannya saat suku bunga rendah masyarakat termotivasi untuk meminjam ke bank.

    Padahal sebenarnya tingkat suku bunga bisa memengaruhi perekonomian secara luas. Dalam lingkup makro, ada pengaruh tingkat suku bunga dan investasi. Hubungan suku bunga dan investasi ini dapat menentukan apakah perekonomian sebuah negara stabil atau tidak.

    Maka dari itu, Bank Indonesia (BI) selaku pemangku kebijakan bidang moneter menggunakan peraturan moneter untuk menjaga ekonomi tetap stabil.

    Jika tingkat pertumbuhan ekonomi sedang menurun, BI akan menurunkan tingkat suku bunga untuk menggenjot investasi.

    Sebaliknya jika ekonomi sedang dalam kondisi baik dan bertumbuh, BI akan menaikkan tingkat suku bunga secara perlahan untuk menjaga inflasi.

    Perubahan suku bunga memengaruhi permintaan publik akan barang dan jasa dan, karenanya, menggenjot belanja investasi. Penurunan suku bunga menurunkan biaya pinjaman, yang mendorong bisnis untuk meningkatkan pengeluaran investasi.

    Suku bunga yang lebih rendah juga memberi bank lebih banyak insentif untuk memberi pinjaman kepada bisnis dan rumah tangga, yang memungkinkan mereka untuk membelanjakan lebih banyak.

    Lebih luas lagi, pengaruh tingkat suku bunga dan investasi ini dapat berimbas terhadap tiga sektor yang sangat vital dalam perekonomian negara. Yakni sektor aliran modal, sektor ketenagakerjaan, dan sektor perumahan.

    Baca juga: Perkaya Portofolio, Ini 5 Pilihan Investasi Jangka Pendek Untukmu

    Pengaruh tingkat suku bunga terhadap tiga sektor vital

    #1 Pengaruh tingkat suku bunga dan investasi – Sektor aliran modal

    Aliran modal dalam hal ini mengacu pada masuk dan keluarnya modal dari dan ke sebuah negara. Hubungan suku bunga dan investasi di sini sebenarnya adalah faktor terbesar penentu kestabilan perekonomian sebuah negara.

    Ini karena spekulan pasar keuangan internasional dan investor yang kerap mengejar keuntungan akan menjadikan tingkat suku bunga suatu negara sebagai barometer utama untuk mengukur imbal hasil investasi di negara tersebut.

    Hal ini patut diperhatikan: apabila aliran modal ke suatu negara meningkat, maka permintaan atas mata uangnya meningkat pula, sehingga nilai tukar mata uangnya menguat.

    Sebaliknya, jika aliran modal ke suatu negara menurun, maka permintaan atas mata uangnya akan berkurang sehingga nilai tukar mata uangnya berpotensi melemah.

    #2 Sektor ketenagakerjaan

    Pengaruh tingkat suku bunga dan investasi berimbas pula ke sektor ketenagakerjaan. Saat suku bunga rendah, para pengusaha di sektor riil akan termotivasi mengajukan pinjaman yang dapat digunakan memperluas skala bisnisnya.

    Pinjaman itu dapat digunakan untuk berbagai tujuan tindakan bisnis, misalnya memperluas atau menambah cabang bisnis.

    Konsekuensi dari tindakan bisnis ini, para pengusaha akan membuka lebih banyak lowongan pekerjaan. Dengan biaya bunga pinjaman yang lebih rendah, para pengusaha juga dapat mengurangi beban usaha, sehingga mereka bisa menawarkan gaji yang lebih tinggi pada para karyawan.

    #3 Sektor perumahan

    Selain sandang dan pangan, perumahan adalah salah satu kebutuhan pokok manusia. Adanya perumahan terjangkau kerap menjadi salah satu barometer kesejahteraan hidup sebuah negara.

    Maka dari itu, data terkait sektor perumahan kerap dirilis berkala untuk memantau kondisinya dari waktu ke waktu. Secara khusus, data-data ini juga akan diamati untuk mengevaluasi kebijakan tingkat suku bunga.

    Ketika suku bunga rendah, maka masyarakat akan termotivasi untuk mengajukan kredit perumahan, atau yang di Indonesia dikenal sebagai Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

    Ini adalah keputusan rasional karena biaya bunga yang mesti dibayarkan tentunya kecil. Di sini pemerintah dan bank sentral (BI) harus menyiapkan kebijakan untuk mengendalikan sektor perumahan pada situasi suku bunga rendah, hal ini dilakukan untuk menghindari adanya housing bubble.

    Kesimpulannya, pengaruh tingkat suku bunga dan investasi sangatlah kuat. Ada hubungan suku bunga dan investasi. Suku bunga yang rendah akan menggenjot jumlah investasi, dan artinya akan menstabilkan perekonomian suatu negara.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

    Investor Institusional dan Investor Ritel, Apa Bedanya?

    Finansial Lebih Baik Secara Otomatis, Coba 6 Aplikasi Keuangan Ini!

    Inflasi Terendah dalam 3 Tahun, Ramadan Lalu Daya Beli Masyarakat Indonesia Turun



    Sumber : pluang.com

  • Selain Inflasi, Apa Saja yang Pengaruhi Harga Emas? Cek 4 Faktor Lainnya!

    Melihat keadaan ekonomi suatu negara menjadi salah satu cara analisa pergerakan harga emas. Namun, faktor yang mempengaruhi harga emas tidak hanya itu. Simak penjelasan di bawah ini untuk lebih jelasnya.

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa harga emas memiliki elastisitas harga positif. Artinya, nilainya meningkat seiring dengan permintaan.

    Persediaan, penawaran, dan perilaku investor adalah faktor yang mempengaruhi harga emas. Cara analisa pergerakan harga emas sering kali dikaitkan dengan inflasi.

    Ketiga faktor di atas tampaknya sederhana. Namun, kadang kala faktor-faktor tersebut bekerja berlawanan dengan intuisi.

    Tingkat inflasi adalah faktor yang mempengaruhi harga emas juga. Cara analisa pergerakan harga emas akan semakin rumit jika melibatkan inflasi. Simak ulasan di bawah untuk penjelasannya.

    Baca juga: Hadapi Krisis Ekonomi COVID-19, Intip Strategi Jitu dari 5 Investor Dunia

    Inflasi sebagai faktor yang mempengaruhi harga emas

    cara analisa pergerakan harga emas

    Ada dua ahli yang mempelajari faktor yang mempengaruhi harga emas. Mereka adalah Claude B. Erb, seorang ekonomi dari Biro Nasional Penelitian Ekonomi, dan Campbell Harvey, seorang profesor dari Sekolah Bisnis Fuqua, Duke University.

    Mereka sampai pada kesimpulan jika harga emas tidak berkorelasi baik dengan inflasi. Artinya, ketika inflasi naik, harga emas tidak selalu dijadikan taruhan.

    Lantas, jika inflasi tidak mendorong harga emas, apa yang dampaknya? Tidak bisa dipungkiri jika investor akan kembali ke emas ketika terjadi krisis ekonomi.

    Hal ini dikarenakan harga emas akan naik ketika Great Recession terjadi. Harga emas sejak awal tahun 2008 telah mendekati 1.000 dolar per ons. Sejauh ini, harga tersebut sempat jatuh sampai 800 dolar per ons, namun hal tersebut tidak berlangsung lama.

    Harga emas mencapai puncaknya pada 2011 di harga 1.921 dolar per ons. Dan secara berangsur, harganya turun. Yang terbaru, pada awal tahun 2020 kemarin, harga emas berada di 1.575 per ons.

    Erb dan Harvey berpendapat, melalui artikelnya “The Golden Dilemma”, bahwa emas memiliki elastisitas harga yang positif. Ketika ada banyak orang membeli emas, harganya akan naik sesuai dengan permintaan.

    Perilaku investor pun menjadi faktor yang mempengaruhi harga emas. Hal ini bukan berarti harga emas tidak memiliki dasar penentuan harga. Namun, fenomena yang menunjukkan harga emas bisa fleksibel.

    Pasokan emas mempengaruhi pasar yang lebih luas. Sama halnya dengan minyak dan kopi, emas adalah komoditas yang diperdagangkan secara global.

    Baca juga: Jangan Panik, Ini 9 Cara Positif Atasi Resesi Ekonomi Akibat COVID-19

    Faktor lain yang berkaitan dengan harga emas

    Selain melihat dinamika harga, berikut faktor yang mempengaruhi harga emas lainnya.

    #1 Faktor persediaan

    Berbeda dengan minyak dan kopi, emas tidak dikonsumsi. Semua emas yang ditambang masih bisa ditemui. Bahkan, jumlah emas yang ditambang semakin naik dari hari ke hari. Jadi, mengapa meski semakin banyak persediaan, harga emas semakin naik? Peter Hug, direktur perdagangan global di Kitco, ‘emas akan berakhir di sebuah laci’.

    Artinya, emas dalam perhiasan secara efektif diambil dari pasar selama bertahun-tahun, tidak mengurangi nilai emas tersebut. Meski banyak yang memilikinya, emas tidak diperdagangkan secara teratur.

    #2 Bank Sentral

    Hug berpendapat bahwa bank sentral adalah faktor yang mempengaruhi harga emas. Pada saat cadangan devisa besar dan ekonomi bergemuruh, bank sentral akan mengurangi cadangan emasnya.

    Itu karena emas adalah aset pasif, berbeda dengan obligasi dan uang di rekening deposito. Emas tidak menghasilkan pengembalian. Bank sentral mengelola penjualan emas mereka seperti kartel. Tujuannya adalah untuk tidak terlalu mengganggu pasar.

    #3 Exchange-traded funds (ETFs)

    Selain Bank Sentral, ETFs juga memperdagangkan emas dan memungkinkan investor untuk membelinya, tanpa membeli saham pertambangan. ETFs juga diperdagangkan di bursa saham. Sehingga, ETFs bisa mengukur kepemilikan emas mereka. Namun, Etf dirancang untuk mencerminkan harga emas, bukan untuk memindahkannya.

    #4 Ketahanan nilai

    Memiliki ketahanan nilai adalah keunggulan emas. Erb dan Harvey menggunakan gaji romawi dari 2.000 tahun yang lalu untuk memberikan perbandingan nilai emas. Hasilnya, daya beli emas tetap konstan. Bahkan, sebagian dari emas tersebut terkait dengan harga saat ini.

    Sebagai patokan, jika kondisi ekonomi di suatu negara memburuk, maka harga emas biasanya naik. Emas adalah komoditas yang tidak terikat dengan apa pun. Faktor ini mempengaruhi harga emas sangat fluid dan fleksibel. Dan, memilikinya dalam porsi kecil dapat membuat diversifikasi portofolio kita aman.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Menimbang-nimbang, Kapan Sih Waktu yang Tepat untuk Jual/Beli Emas?

    Cara Investasi Emas yang Menguntungkan, Bagaimana Caranya?



    Sumber : pluang.com

  • Ini Alasan Terapkan Diversifikasi Portofolio Meski Terjadi Bull Market

    Diversifikasi portofolio investasi adalah rencana investasi awal yang patut diperhitungkan sebagai fondasi berinvestasi. Ini pun dengan pertimbangan meskipun bull market sedang berlangsung.

    Saham Amerika Serikat sedang mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir. Merespons hal ini, Charles Schawb, kepala investasi ekuitas di Investment Management, memprediksikan bull market diperpanjang sela a18 hingga 24 bulan lagi.

    Sejarah menunjukkan diversifikasi portofolio investasi adalah strategi yang mampu membawa keuntungan jangka panjang. Bull market adalah momen penting untuk melakukan diversifikasi.

    Sayangnya, dalam kondisi bull market, ucapan penasihat keuangan untuk diversifikasi portofolio investasi sering tidak diindahkan. Banyak orang yang tidak mendengarkan.

    Diversifikasi portofolio investasi adalah hal penting dalam bull market. Simak ulasan di bawah untuk lebih jelasnya.

    Baca juga: Mulai Investasimu, Cari Tahu Apa Itu Koreksi sebagai Dasar bagi Pemula

    Diversifikasi portofolio investasi adalah kunci mempertahankan aset

    bull market

    Tidak semua ekuitas mengalami peningkatan nilai. Jika melihat lebih detail saham Amerika Serikat, kita bis melihat beberapa penurunan.

    Salah satunya adalah saham energi. Pukulan dialami oleh pemain utama energi, seperti Exxon (XOM) dan Sunoco (SUN), hingga penyedia pipa, seperti Kinder Morgan (KMI) dan Williams Companies (WMB).

    Kejadian serupa juga dialami oleh ritel. Misalnya saja saham Limited Brands (LB), Sears (SHLD), hingga Macys (M). Sekitar 500 saham jatuh dan hanya beberapa saham teknologi yang melambung.

    Namun, tidak semua perusahaan teknologi mencicipi kenaikan ini. Tengok saja Facebook (FB) dan Netflix (NFLX). Mereka pernah masuk ke kategori FAANG karena nilainya yang tinggi. Namun, status tersebut dicabut karena mereka memposting angka yang mengecewakan.

    Pada waktu yang bersamaan, Aguilar mengatakan pasar bullish akan masih berlanjut. Namun, Kepala Strategi ekuitas Amerika Serikat, Michael Wilson, mengatakan jika pasar sudah beralih menjadi bearish.

    Perusahaan teknologi mendapat pengecualian. Wilson menerangkan jika perusahaan teknologi hanya akan turun harga 10 persen dan diikuti oleh peningkatan yang berkelanjutan.

    Diversifikasi portofolio investasi adalah baiknya tidak hanya melihat saham individu. Chalie McElligott, kepala strategi lintas aset di Nomura, mencatat bahwa pergerakan tiga hari dari value/growth investing di Amerika menjadi yang terbesar sejak Oktober 2008.

    Komentar tersebut untuk merespons penurunan value investing di sektor teknologi sejak awal Agustus 2018. Ditopang oleh saham teknologi, growth investing telah berhasil mengungguli value investing dalam beberapa tahun terakhir.

    Para analis dan investor percaya tren tersebut tidak akan bertahan lama karena pengembalian nilai rata-rata dirasa sudah cukup. Prediksi ini diperkuat riset Merill Lynch dari Bank of America.

    Menurutnya, nilai saham selama periode 90 tahun telah meningkatkan growth investing 12,6 persen per tahun sementara nilai saham kembali 17 persen per tahun. Artinya, growth investing telah berhasil dengan baik dalam jangka pendek belakang ini.

    Baca juga: Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

    Dampak diversifikasi portofolio investasi

    Diversifikasi portofolio investasi adalah erat kaitannya dengan Warren Buffet. Salah satu legenda investor ini mendapat julukan sebagai ‘Oracle of Omaha’. Buffett tidak akan berinvestasi ke dalam perusahaan yang tidak dia mengerti. Banyak yang tidak setuju dengan strateginya. Mereka menganggap strategi Buffet ketinggalan zaman dan gaya value investing sudah tidak sesuai lagi.

    Citra Buffet meningkat drastis dan banyak disukai orang pada tahun 2000 ketika pasar ambruk. Seiring dengan berjalannya waktu, sang Oracle pun mengubah strateginya. Dia tidak lagi menghindari saham teknologi, seperti yang sering dilakukan dulu.

    Perusahaan Buffett, Berkshire Hathaway, memegang saham Apple senilai 50 M USD. Saham teknologi yang menjadi diversifikasi portofolio investasi adalah kunci keuntungan bagi Buffett.

    Dalam istilah investasi, diversifikasi portofolio investasi adalah memastikan semua risiko dalam portofolio tidak terkonsentrasi pada satu kelas aset.

    Itulah alasan penasihat investasi profesional merekomendasikan diversifikasi investasi di beberapa kelas aset. Misalnya dibagi ke dalam saham domestik dan asing, saham kapitalisasi besar dan kecil, obligasi perusahaan, dan obligasi pemerintah.

    Diversifikasi berarti investor tidak akan menikmati keuntungan semaksimal mungkin dari aset yang memiliki kinerja baik. Sebaliknya, ini juga berarti mereka tidak akan menderita kerugian maksimum dari aset yang memiliki kinerja buruk.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Terdampak Wabah Corona, IHSG Masih Terkapar, Saham Blue Chip Pun Anjlok

    Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

    Investor Institusional dan Investor Ritel, Apa Bedanya?



    Sumber : pluang.com

  • Apa sih Pentingnya Membangun Portofolio Saham?

    Apa itu portofolio saham? Artikel ini mengulas tentang portofolio saham yang bisa membuat investasi kalian semakin menguntungkan.

    Berapa jumlah saham ideal yang harus dimasukkan dalam portofolio? Pertanyaan itu sering muncul ketika sedang membangun portofolio. Namun, tidak ada jawaban yang untuk pertanyaan ini.

    Perkara mengetahui lebih lanjut tentang apa itu portofolio saham disesuaikan dengan beberapa faktor. Misalnya, negara tempat tinggal dan investasi, jangka waktu investasi, kondisi pasar, dan kecenderungan untuk mengikuti perkembangan terbaru.

    Fungsi utama portofolio adalah membantu menentukan imbal hasil (return) yang diinginkan melalui diversifikasi.

    Sebelum memulai apa itu portofolio saham, ada baiknya kita memahami pentingnya portofolio saham bagi investor.

    Baca juga: Memahami Analisa Saham 52 Weeks High Low dalam Investasi

    Memahami pentingnya portofolio saham

    apa itu portofolio saham
    Sumber: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

    Investor mendiversifikasi modelnya ke banyak sarana investasi yang berbeda. Alasan utamanya adalah untuk meminimalkan eksposur risiko mereka. Secara khusus, diversifikasi portofolio saham memungkinkan investor mengurangi risiko tidak sistematis yang datang dari perusahaan atau industri tertentu.

    Penting untuk diingat bahwa investor tidak dapat mendiversifikasi risiko sistematis. Misalnya adalah risiko resesi ekonomi yang menyeret seluruh pasar saham. Seiring dengan perkembangan jaman, para peneliti telah mengembangkan teori portofolio modern.

    Mereka menunjukkan bahwa portofolio ekuitas yang terdiversifikasi dengan baik dapat secara efektif mengurangi risiko tidak sistematis hingga mendekati nol. Plus, investor masih bisa mempertahankan tingkat pengembalian yang diharapkan dengan portofolio.

    Dengan kata lain, investor harus menerima tradeoff pengembalian risiko. Artinya, investor menerima risiko sistematis yang lebih besar untuk menerima potensi pengembalian yang lebih tinggi. Dampaknya, investor tidak bisa menikmati potensi pengembalian yang meningkat karena menanggung risiko yang tidak sistematis.

    Semakin banyak ekuitas yang ada di portofolio, maka semakin rendah pula eksposur risiko yang tidak sistematis. Portofolio 10 saham di berbagai sektor atau industri bisa jauh lebih berisiko dibanding portofolio yang hanya memegang dua saham.

    Seperti dalam hukum ekonomi, semakin banyak ekuitas yang dipegang, maka biaya transaksinya juga akan semakin besar. Secara umum, investor disarankan untuk memegang jumlah minimal ekuitas untuk menghindari eksposur risiko yang tidak sistematis. Lantas, berapa jumlah minimal itu? Tidak ada jawaban pasti tentang itu. Namun, ada kisaran jumlah yang masuk akal.

    Di Amerika Serikat, pasar saham bergerak sendiri atau kurang berkorelasi dengan pasar secara keseluruhan. Investor di sana memegang ekuitas sekitar 20 hingga 30 di portofolio saham mereka. Perlu diingat bahwa angka dari penelitian tersebut dilakukan sebelum terjadi revolusi online, ketika biaya transaksi dan komisi jauh lebih tinggi.

    Baca juga: Baru Belajar Investasi? Ketahui 5 Contoh Kelas Aset dan Cara Mengelolanya

    Peraturan umum dalam membuat portofolio saham

    Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa investor yang menggunakan platform online bisa lebih memaksimalkan portofolio saham mereka. Karena biaya transaksi yang rendah, mereka mampu memegang hampir 50 saham. Namun sekali lagi perlu diingat bahwa tidak ada konsensus untuk jumlah angka ini.

    Kesimpulan angka 50 berdasarkan pada data historis masa lalu dari keseluruhan pasar saham. Sehingga, angka tersebut belum tentu bisa menggambarkan kondisi pasar 20 tahun ke depan, seperti yang terjadi pada 20 tahun terakhir.

    Sebagai aturan umum, investor ritel maupun profesional memiliki setidaknya 15 hingga 20 saham dalam portofolionya. Jika angka 20 ini mengintimidasi kalian dalam meneliti, memilih, dan mempertahankan saham, kalian bisa memilih cara lain.

    Kalian mungkin bisa mempertimbangkan untuk menggunakan dana indeks atau exchange-traded fund (ETF). ETF mampu menyediakan diversifikasi yang cepat dan mudah di berbagai sektor dan kelompok kapitalis pasar. Metode ini sangat efektif. Kalian bisa membeli sekeranjang saham hanya dengan satu transaksi saja.

    Russell Wayne, dari Sound Asset Management Inc., menekankan bahwa jumlah saham dalam portofolio itu sendiri tidak penting. Hal itu karena portofolio saham dapat terkonsentrasi di beberapa industri daripada tersebar di seluruh sektor spektrum.

    Lebih lanjut, Wayne menjelaskan bahwa investor dapat memegang lusinan saham dan masih belum diversifikasi. Sebaliknya, jika kepemilikan saham diversifikasi pada berbagai macam industri, dua atau tiga lusin sudah cukup.

    Faktor penting lainnya menurut Wayne adalah pemilihan saham yang tepat akan membuat perbedaan besar. Hal itu biasanya membantu investor untuk fokus pada pemain yang lebih kuat di setiap sektor industri.

    Dengan demikian, investor dapat memanfaatkan potensi yang disediakan oleh setiap industri. Sebagai langkah pertama, lihatnya komponen-komponen Dow Jones Industrial Average. Kalian akan menemukan 30 nama perusahaan Amerika paling terkenal di dunia.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Apa Hukum Membeli Emas Digital? ini Fatwa MUI yang mengaturnya

    5 Trik Cerdik Bagaimana Semestinya Investor Pemula Menghadapi Inflasi

    Apa Itu Strike Price?

    Investasi Saham Sesuai Kondisi Pasar, Bagaimana Caranya?

    Cuan dengan Manfaatkan Celah Bid Ask Spread untuk Dapatkan Untung



    Sumber : pluang.com