Author: 08

  • Baru Belajar Investasi? Ketahui 5 Contoh Kelas Aset dan Cara Mengelolanya

    Dalam mengelola portofolio investasi, kamu akan dihadapkan dengan berbagai pilihan asset className (kelas aset). Apa itu kelas aset?

    Kelas aset adalah pengelompokan investasi dengan karakteristik yang sama dan terkait dengan hukum dan peraturan yang sama. Asset className terdiri dari instrumen atau produk investasi dengan kecenderungan serupa di pasar.

    asset className
    Sumber: Fidelity Inernational

    Secara historis, apa itu kelas aset ditentukan ke dalam tiga jenis. Yakni asset className utama adalah ekuitas (saham), pendapatan tetap (obligasi), dan cash equivalent atau instrumen pasar uang (money market).

    Saat ini, perkembangan kelas aset ini termasuk melingkupi real estate, komoditas, maupun komoditas berjangka (futures), serta derivatif keuangan lainnya, dan bahkan cryptocurrency.

    Investasi dalam asset className ini mencakup instrumen berwujud dan tidak berwujud yang diperjualbelikan oleh investor untuk tujuan menghasilkan pendapatan tambahan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

    Baca juga: Takut Kekayaan Tergerus Waktu? Ini 4 Diversifikasi Portofolio yang Paling Cocok Untukmu!

    Berbagai kategori asset className

    Sederhananya, asset className adalah pengelompokan sekuritas keuangan yang sebanding. Misalnya, IBM, MSFT, AAPL dikelompokkan dalam asset className berupa stok/saham.

    Banyak analis pasar dan penasihat keuangan membagi asset className ini ke dalam lima kategori berikut ini:

    #1 Saham atau ekuitas

    Ekuitas adalah kepemilikan saham yang diterbitkan oleh perusahaan publik. Di AS, saham-saham ini diperdagangkan di bursa saham seperti NYSE dan NASDAQ. Sementara, di Indonesia, saham-saham ini diperdagangkan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI).

    Potensi keuntungan dari kelas aset ini diperoleh dari kenaikan harga saham atau dengan menerima dividen.

    Asset className berupa ekuitas sering dibagi lagi dengan kapitalisasi pasar menjadi saham-saham berkapitalisasi kecil, saham berkapitalisasi menengah, hingga kapitalisasi besar (blue-chip stocks). Di Indonesia, blue-chip stocks ini masuk dalam kategori LQ45.

    #2 Obligasi atau investasi pendapatan tetap lainnya

    Investasi pendapatan tetap adalah investasi dengan tingkat pengembalian dalam bentuk bunga/kupon. Investasi ini umumnya dianggap berisiko daripada berinvestasi di ekuitas atau asset className lainnya.

    #3 Money market dengan uang tunai/cash equivalents

    Keuntungan pasar uang terkait likuiditasnya. Dana/modal yang disimpan dalam bentuk uang tunai atau setara kas tentu dapat dengan mudah diakses kapan saja.

    #4 Real estate atau aset berwujud lainnya

    Real estate dan berbagai aset fisik dianggap sebagai asset className yang menawarkan perlindungan terhadap inflasi. Sifat aset ini membuat aset ini dianggap sebagai aset yang “lebih nyata”.

    Dalam hal itu, jenis aset ini berbeda dari aset yang hanya ada dalam bentuk instrumen keuangan seperti investasi derivatif.

    #5 Futures (investasi berjangka) dan derivatif keuangan lainnya

    Kategori aset ini mencakup kontrak berjangka, pasar valas, options (opsi), dan deretan derivatif keuangan lainnya yang kini makin berkembang.

    Derivatif adalah instrumen keuangan yang didasarkan pada, atau berasal dari, aset dasar. Misalnya, opsi saham adalah turunan dari saham.

    Opsi saham adalah kontrak yang memberikan hak kepada karyawan perusahaan untuk membeli saham perusahaan dalam jangka waktu tertentu dengan harga tertentu pula. Biasanya opsi saham menawarkan harga yang lebih murah dari harga saham di pasar saham.

    Baca juga: Mengenal Compound Interest, Konsep Bunga Lipat Ganda dalam Investasi

    Strategi memilih dan mengelola asset className

    apa itu kelas aset

    Dari lima kategori asset className tersebut, kategori masih bisa dipecah lebih detail lagi. Sama seperti halnya “buah” yang memiliki “rasa” berbeda untuk setiap variannya. Begitu pula, satu jenis asset className, misalnya saham, sekalipun juga memiliki ragam kategori.

    Suatu saham dapat dikategorikan berupa saham nasional atau saham asing, startup atau perusahaan multinasional, berdasarkan nilai atau pertumbuhan, dsb. Begitu pula kelas aset lainnya dapat dikategorikan ke subkategori tertentu lagi.

    Secara umum, manajer investasi mengelola asset className dengan menggunakan langkah-langkah berikut ini:

    #1 Menentukan jenis kelas aset (asset className) yang akan dimasukkan atau dikeluarkan dari portofolio;

    #2 Melakukan pertimbangan apakah masing-masing kelas dalam portofolio tergolong normal, over, atau overweight, proses ini disebut sebagai policy atau asset allocation;

    #3 Secara strategis menetapkan penyesuaian dalam mengelola portofolio, untuk memperoleh excess return dari fluktuasi harga jangka pendek atau dikenal sebagai market timing;

    #4 Memilih secara selektif saham atau obligasi dalam masing-masing asset className untuk memperoleh tingkat keuntungan yang superior, atau dikenal juga sebagai proses security selection

    Langkah demi langkah ini diperlukan untuk mencari tahu pengelolaan dana yang paling tepat apabila investor memilih jenis asset className tertentu dan memutuskan untuk memasukkannya ke dalam portofolio mereka.

    Selanjutnya, secara berkala manajer investasi akan melakukan evaluasi terhadap strategi asset allocation tersebut. Dalam proses ini, menimbang-nimbang asset className akan menjadi poin utama strategi.

    Sumber: Investopedia, Nerd Wallet, Corporate Finance Institute, Blog Kontan

    Simak juga:

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Investasi Saham Sesuai Kondisi Pasar, Bagaimana Caranya?

    Bull market vs bear market adalah istilah yang lazim digunakan di dunia saham. Bear market adalah kondisi pasar saham di mana harga saham sedang mengalami tren melemah atau turun.

    Sementara, bull market merupakan lawannya, yakni kondisi yang menggambarkan pasar saham di mana harga saham sedang mengalami tren penguatan atau naik.

    bull market vs bear market

    Asal istilah bull market vs bear market ini sendiri sebenarnya tidak berhubungan dengan pasar saham. Istilah bear market didasarkan pada teknik beruang bertarung dengan musuhnya, yakni banteng atau bull

    Sementara beruang menghujamkan cakar ke bawah, banteng menyerudukkan tanduknya ke atas. Teknik pertarungan antara beruang dan banteng ini yang menjadi inspirasi istilah bull market vs bear market untuk menggambarkan kondisi dan situasi pasar saham.

    Bear market menunjukkan indikasi kecenderungan saham menurun, sementara bull market kebalikannya yakni mengindikasikan harga saham sedang mengalami kenaikan.

    Penyebutan ini didasarkan pada kebiasaan pemburu di Inggris pada abad ke-17 yang menjual kulit beruang sebelum mereka menangkapnya. Hal ini sebagaimana yang dilakukan short sellers di pasar saham. Mereka menjual saham bahkan sebelum memilikinya.

    Baca juga: Jangan Trading Saham Kalau Belum Baca Sejarah Pasar Modal Indonesia Ini!

    Karakteristik bull market vs bear market

    bear market

    Meski kondisi naik atau turunnya pasar saham ditandai oleh arah harga saham, beberapa karakteristik berikut ini perlu diperhatikan oleh investor dalam memprediksi kenaikan atau penurunan saham.

    #1 Penawaran dan permintaan efek

    Dalam pasar bullish, kami melihat permintaan yang kuat dan pasokan yang lemah untuk sekuritas. Dengan kata lain, banyak investor yang ingin membeli sekuritas, sementara sedikit yang tertarik untuk menjual.

    Akibatnya, harga saham akan naik karena investor bersaing untuk mendapatkan ekuitas/modal yang tersedia dalam pasar modal.

    Dalam pasar bearish, yang terjadi adalah sebaliknya. Lebih banyak orang mencari untuk menjual daripada membeli. Permintaan secara signifikan lebih rendah daripada penawaran dan, sebagai akibatnya, harga saham turun.

    Jadi, bull market vs bear market dalam pasar saham akan tampak jelas terkait penawaran dan permintaan efek dari para investor.

    #2 Psikologi investor terkait bull market vs bear market

    Karena perilaku pasar dipengaruhi dan ditentukan oleh bagaimana tiap orang beraktivitas di pasar saham, maka psikologi dan sentimen investor akan mempengaruhi apakah pasar naik atau turun.

    Kinerja pasar saham dan psikologi investor cenderung saling bergantung. Dalam pasar bullish, investor rela berpartisipasi dengan harapan mendapatkan untung.

    Selama pasar bearish, sentimen pasar negatif karena investor mulai memindahkan uang mereka dari ekuitas dan mengarahkannya ke sekuritas pendapatan tetap. Alias, memindahkan dananya ke “wadah” yang menawarkan imbal hasil yang jelas.

    Singkatnya, penurunan harga pasar saham mengguncang kepercayaan investor, menyebabkan mereka menyimpan uang di luar pasar saham. Pada gilirannya, ini menyebabkan penurunan harga umum di pasar saham dan arus keluar meningkat.

    Ini bisa diamati dalam situasi COVID-19 saat ini, ketika IHSG dan bursa saham global cenderung anjlok dipengaruhi psikologi dan sentimen negatif investor terhadap situasi.

    #3 Perubahan dalam kegiatan ekonomi

    Karena bisnis yang sahamnya diperdagangkan di bursa adalah perusahaan dalam ekonomi skala lebih besar, maka pasar saham dan ekonomi keseluruhan cenderung saling terkait.

    Pasar bearish dikaitkan dengan keadaan ekonomi yang lemah karena sebagian besar bisnis tidak dapat mencatatkan laba yang besar. Penurunan laba ini, tentu saja, secara langsung mempengaruhi cara pasar menilai saham.

    Dalam pasar bullish, kebalikannya terjadi karena orang memiliki lebih banyak uang untuk dibelanjakan dan bersedia membelanjakannya. Pada gilirannya, keadaan bullish ini mendorong dan memperkuat perekonomian.

    Baca juga: 5 Trik Ringkas Main Saham dengan Modal Kecil Biar Cuan Gede

    Jadi apa yang perlu dilakukan dalam bull market vs bear market?

    investasi saham

    Kendati bear market menggambarkan kondisi pasar saham yang lesu atau dengan harga saham cenderung menurun, kamu masih bisa memperoleh keuntungan dalam pasar ini.

    Salah satu teknik yang umumnya dilakukan investor adalah dengan melakukan short selling. Ini adalah teknik menjual saham dengan mekanisme investor atau trader meminjam dana untuk menjual saham yang belum dimiliki dengan harga tinggi dan berharap akan membelinya kembali serta mengembalikan pinjaman saham ke pialangnya di saat harga saham turun.

    Teknik ini bisa dilakukan dengan menjual saham yang dipinjam dan membelinya kembali dengan harga yang lebih rendah. Dengan teknik ini, investor akan memperoleh keuntungan dari selisih antara harga saat saham dijual dengan harga pembelian saat perdagangan ditutup.

    Bagaimanapun, terdapat teknik berbeda untuk mengatasi situasi pasar saham bull market vs bear market.

    Sementara dalam pasar bullish, hal ideal yang harus dilakukan investor adalah mengambil keuntungan dari kenaikan harga dengan membeli saham di awal tren jika memungkinkan dan menjualnya ketika telah mencapai puncaknya.

    Selama pasar bull, kerugian harus kecil dan sementara; seorang investor biasanya dapat secara aktif dan percaya diri berinvestasi dalam lebih banyak ekuitas dan probabilitas lebih tinggi untuk menghasilkan pengembalian.

    Jadi, bagaimana, kamu sudah siap belum untuk cuan dalam mengatasi situasi bull market vs bear market?

    Sumber: Investopedia, Simulasi Kredit

    Simak juga:

    Takut Investasi karena Istilah Rumit? Simak Kamus Investasi Emas Ini!

    Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif

    Enam Cara Investasi Emas bagi Pemula

    Perusahaan Incaranmu Melantai di Bursa Saham? Ini Tips dan Trik Membeli Saham IPO

    Selain Saham Apple, Ini 10 Saham Terbesar Milik Warren Buffett!



    Sumber : pluang.com

  • Metode Kakeibo: Cara Menabung Unik dan Efektif Ala Jepang

    Cara menabung yang efektif menjadi tantangan tersendiri di tengah budaya yang konsumtif. Tetapi, metode “kakebo atau kakeibo” ala orang Jepang bisa menjadi strategi unik sekaligus jitu untuk menabung.

    Banyaknya pengeluaran dan prioritas lain membuat sebagian orang kesulitan untuk menabung secara efektif. Membagi pendapatan secara cermat di awal bulan dapat membantu kita menyisihkan uang untuk ditabung.

    Tentu saja hal ini membutuhkan ketelatenan dan tekad yang kuat.

    cara menabung yang efektif

    Metode kakeibo menjadi salah satu cara menabung yang efektif karena membuat kita lebih sadar dengan pengeluaran. Pada intinya, metode ini bertujuan untuk meminimalkan pengeluaran dengan mencatat semua biaya dan melakukan evaluasi setiap minggunya. 

    Cara umum yang dilakukan untuk menabung adalah dengan menyimpan di rekening. Tetapi, di tengah godaan online shopping dan promo-promo lainnya, rencana menabung itu sering kali kandas. Nah, pencatatan mingguan ini bisa membantu kita mengevaluasi dan mengelola pendapat secara efektif.

    Lantas, bagaimana metode kakeibo ini membantu kita untuk menabung secara efektif? Berikut adalah trik menabung secara efektif ala orang Jepang.

    Baca juga: 5 Cara Menabung yang Tepat demi Wujudkan Resolusi Keuangan 2020

    Budaya kakeibo, cara menabung yang efekftif bantu kita lebih bijak dalam mengelola keuangan

    kakeibo

    Metode Kakeibo ini dikenal orang Jepang sejak tahun 1904 dan masih dipraktikan hingga sekarang, lho!

    Secara harfiah, kakeibo berarti ‘buku rekening untuk ekonomi rumah tangga’.

    Sesuai dengan definisinya, budaya ini mensyaratkan kita untuk mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran. Pencatatan bisa dimulai di awal bulan ketika pemasukan tetap kita sudah di depan mata.

    Tantangan selanjutnya adalah mencatat setiap pengeluaran. Orang Jepang membagi pengeluaran mereka ke dalam empat kategori pengeluaran.

    Pertama, pengeluaran primer atau wajib, mulai dari biaya sekolah, akomodasi, makan, kesehatan, dan biaya pokok lainnya. Kedua, kebutuhan opsional, seperti belanja atau biaya makan di luar bersama teman-teman. Ketiga, biaya hiburan misalnya internet, langganan musik atau film dan sebagainya. Keempat, uang jaga-jaga untuk membiayai kebutuhan tak terduga.

    Pencatatan detail pengeluaran-pengeluaran tersebut membantu kita untuk mengontrol keuangan. Nah, di sinilah pentingnya peran evaluasi mingguan. Dengan mengetahui biaya selama seminggu, kita dapat mengetahui sisa uang yang ada di akhir minggu tersebut dan mulai menghitung berapa uang yang bisa ditabung.

    Satu hal yang menarik dari metode ini adalah kita diminta untuk menyimpan semua struk belanjaan, sehingga kita tidak lupa dan tetap bisa melacak (tracking) pengeluaran.

    Baca juga: Hemat Uang Belanja Demi Menabung, Begini 9 Cara Mudahnya

    Konsistensi dan komitmen adalah kunci dari sukses menabung

    cara menabung yang efektif

    Evaluasi mingguan juga berguna untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mengelola keuangan. Di akhir minggu, kita bisa melihat seberapa efektifkah pengeluaran dalam minggu tersebut. Jika ada hal-hal yang tidak sesuai dengan rencana, bagaimana kita menyikapi dan menyesuaikan pengeluaran minggu depan?

    Catatan mingguan bisa memberikan gambaran mengenai karakter kita dalam menghabiskan uang. Detail-detail tersebut bisa menjadi bahan evaluasi yang lebih besar bagi kita. Misalnya target tahunan kamu. Apakah minggu ini atau biaya harian tersebut sudah sesuai dengan goal kamu di tahun ini?

    Besaran penghasilan tidak menentukan kesuksesan kamu menabung. Faktanya, banyak orang yang bergaji kecil sukses menabung. Bahkan mereka bisa mewujudkan impian mereka dengan uang tabungannya tersebut.

    Ketika kamu sudah tahu jumlah yang bisa ditabung, misalnya Rp50.000 setiap minggunya, segeralah simpang uang tersebut. Akan lebih baik jika kamu sudah menentukan waktu menabung setiap bulannya. Jika kamu melakukannya secara konsisten, maka uang Rp50.000 itu akan berubah menjadi sesuatu yang besar tanpa kamu sadari.

    Disiplin untuk menyisihkan uang menjadi godaan tersendiri. Ada beberapa trik yang bisa dicoba untuk menjaga konsistensi kita dalam menabung. Kita bisa memulai dengan menyisihkan uang tepat setelah gajian. Kemudian, kontrol diri untuk berbelanja kebutuhan yang tidak penting dan tidak urgent. Terakhir, kita bisa memanfaatkan fasilitas auto-debet dari bank.

    Menentukan tujuan di awal bisa meningkatkan komitmen kita untuk menabung. Tujuan jelas memberi motivasi untuk mengelola keuangan secara efektif. Misalnya, kamu bisa menargetkan dalam dua tahun harus bisa memiliki tabungan untuk membayar uang umroh dan haji. Bayangan untuk berada di tanah suci tentu bakal menjadi penyemangat kamu untuk menabung.

    Namun, jangan memilih tujuan yang sifatnya konsumtif atau memenuhi gaya hidup semata. Kenapa? Karena gaya hidup yang berlebih adalah penyebab kita sulit menabung.

    Jika berkaca kepada orang Jepang, disiplin adalah kunci mereka bisa sukses menabung secara efektif. Jadi, apakah kamu sudah siap berkomitmen untuk menabung?

    Sumber: Lifepal

    Simak juga:

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Emas Sebagai Aset Diversifikasi

    Emas merupakan aset pelengkap pada sebuah portofolio untuk menyeimbangkan portofolio saham, obligasi dan aset alternatif lainnya. Sebagai penyimpan kekayaan dan aset pelindung nilai, emas telah mengungguli banyak kelas aset utama sekaligus memberikan kinerja yang kuat di pasar naik dan turun. Tertarik dengan investasi emas? Simak dulu yuk bagaimana cara investasi emas yang tepat!

    Bagaimana Cara Investasi Emas: 4 Faktor Emas Pengaruhi Portofoliomu! 

    • Investasi emas akan menghasilkan imbal dalam jangka panjang
    • Emas juga berperan sebagai aset diversifikasi yang efektif dan mengurangi kerugian di saat terjadinya tekanan pasar
    • Menabung emas juga menyediakan likuiditas tanpa risiko kredit
    • Meningkatkan kinerja portofolio secara keseluruhan

    Fokus 1: Bagaimana Cara Investasi Emas 

    Berbagai macam produk investasi emas telah tersedia untuk berbagai macam investor. Tapi alangkah baiknya jika kamu selalu lakukan riset dan memahami lebih dalam tentang jenis investasi terbaik yang sesuai dengan kebutuhan kamu. Berikut adalah beberapa opsi yang paling mudah diakses:

    bagaimana cara investasi emas

    Selain itu, investor idealnya terus menambahkan alokasi emas pada portofolio mereka. Emas semakin diakui sebagai investasi utama karena permintaan investasi global telah tumbuh rata-rata 14% per tahun sejak tahun 2001 dan harga emas telah meningkat hampir enam kali lipat selama periode yang sama. Dengan cara investasi emas yang tepat, kamu pasti bisa menguasai pasar dengan mudah.

    Bagaimana cara investasi emas yang tepat

    Faktor utama di balik pertumbuhan ini meliputi:

    • Pertumbuhan dari Emerging Market: Ekspansi ekonomi – khususnya di Cina dan India – meningkatnya konsumen dan investor emas
    • Akses pasar: Peluncuran ETF berbasis emas pada tahun 2003 memfasilitasi akses ke pasar emas dan secara material meningkatkan minat terhadap emas sebagai investasi strategis, mengurangi total biaya kepemilikan dan meningkatkan efisiensi
    • Risiko pasar: Krisis keuangan global mendorong fokus baru pada manajemen risiko yang efektif dan apresiasi terhadap aset yang tidak memiliki korelasi dan sangat likuid seperti emas. Saat ini, ketegangan perdagangan, pertumbuhan politik  dan kekhawatiran tentang prospek ekonomi dan politik telah mendorong investor untuk menguji kembali emas sebagai aset lindung nilai tradisional pada saat adanya gejolak.
    • Kebijakan moneter: Suku bunga rendah yang terus-menerus mengurangi opportunity cost untuk memegang emas dan membuat emas menarik sebagai sumber pengembalian jangka panjang, terutama bila dibandingkan dengan utang global yang tinggi dan yang menghasilkan imbal negatif.
    • Permintaan bank sentral: Minat terhadap emas di antara bank-bank sentral di seluruh dunia meningkat. Emas yang biasa digunakan dalam cadangan devisa untuk keselamatan dan diversifikasi, telah mendorong investor lain untuk mempertimbangkan atribut positif dari investasi emas.
    bagaimana cara investasi emas
    Emas telah menghasilkan imbal positif dalam jangka panjang, mengungguli aset kelas lainnya. Imbal dikalkulasi dalam USD.

    Fokus 2: Memahami Nilai Emas

    Emas tidak mengikuti sebagian besar penilaian umum yang digunakan untuk saham atau obligasi. Emas tidak memiliki kupon atau dividen, dan tidak ada penghasilan yang diharapkan atau rasio book-to-value.

    Pada kenyataannya, menilai emas adalah intuitif: Keseimbangan harganya ditentukan oleh persimpangan antara permintaan dan penawaran.

    Kinerja emas dapat dijelaskan oleh empat set driver yang luas:

    • Ekspansi ekonomi: Periode pertumbuhan sangat mendukung perhiasan, teknologi, dan tabungan jangka panjang
    • Risiko dan ketidakpastian: Penurunan pasar seringkali mendorong permintaan investasi untuk emas sebagai safe haven
    • Opportunity Cost: Harga aset yang bersaing, terutama obligasi (melalui suku bunga) dan mata uang, memengaruhi sikap investor terhadap emas
    • Momentum: Aliran investasi (selama periode risk-on atau risk-off), penentuan posisi di pasar derivatif dan tren harga dapat memicu atau mengurangi kinerja emas.

    Fokus 3: Emas Lebih dari Sekadar Komoditas 

    Emas sering dianggap sebagai bagian kompleks dari komoditas luas, baik sebagai komponen indeks komoditas (mis. Indeks S&P GSCI, Indeks Komoditas Bloomberg), keamanan dalam ETF atau perdagangan berjangka dengan pertukaran komoditas.

    Emas memiliki beberapa kesamaan dengan komoditas. Tetapi ada juga beberapa perbedaan penting, yaitu:

    • Emas adalah aset safe haven tradisional: langka, namun sangat likuid, serta menawarkan perlindungan portofolio downside yang efektif selama masa-masa sulit
    • Emas adalah investasi dan merupakan barang mewah, yang mengurangi korelasinya dengan aset lain
    • Pasokan emas seimbang, dalam dan luas, membatasi ketidakpastian dan volatilitas
    • Emas tidak mengalami penurunan dari waktu ke waktu, tidak seperti beberapa komoditas tradisional. Atribut unik ini membedakan emas dari komoditas yang kompleks. Emas tidak hanya memiliki komoditas unggulan secara umum, tetapi penelitian kami menunjukkan bahwa alokasi yang berbeda untuk emas dapat meningkatkan kinerja portofolio dengan eksposur komoditas pasif.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Investasi Emas Sekarang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Simak juga:

    Apa Hukum Membeli Emas Digital? Ini Fatwa MUI yang Mengaturnya!

    Kenapa Kamu Harus Menabung Emas Online? Cari Tahu Jawabannya di Sini!

    Cemas Terjadi Resesi Akibat Pandemi, Investor Nilai Aset Emas Paling Menjanjikan

    Mau Raih Keuntungan Investasi Emas? Begini Caranya!



    Sumber : pluang.com

  • Aturan Anggaran 50/30/20, Cara Efektif Rem Jumlah Pengeluaran

    Anggaran adalah salah satu topik keuangan yang tak akan bosan dibahas baik bagi pemula maupun mereka yang sudah memiliki literasi keuangan yang cukup tinggi. Lalu, pernahkah #SobatCuan mendengar tentang aturan anggaran 50/30/20?

    Anggaran adalah ibarat rem yang membantumu berhenti melakukan pengeluaran

    Jadi, aturan anggaran 50/30/20 ini merupakan salah satu cara membuat anggaran untuk membantumu agar pengeluaranmu sesuai dengan tujuan finansialmu. Tujuan membuat anggaran tidak hanya untuk sekadar membayar tagihan tepat waktu, tetapi juga acuan pengeluaran dan pemasukanmu.

    Aturan anggaran 50/30/20 ini sangat membantumu ketika kamu memiliki keadaan finansial yang berbeda, mencapai tujuan menabung yang beda, dan memelihara kesehatan keuangan secara keseluruhan.

    Kita akan belajar membuat anggaran berdasarkan aturan 50/30/20 ini.

    Apa sih aturan anggaran 50/30/20 itu?

    anggaran adaalah

    • Kebutuhan: 50% dari pendapatan

    Apa saja yang termasuk kebutuhan? Contohnya adalah cicilan rumah, akomodasi, makanan, biaya transportasi, tagihan listrik, dan air.

    • Keinginan: 30% dari pendapatan

    Ini termasuk pengeluaran yang tidak utama, misalnya untuk menopang gaya hidupmu. Contohnya adalah membership gym, kegiatan weekend, dan makan di restoran. Hanya kamu saja yang dapat menentukan yang manakah pengeluaran personal yang sebuah “keharusan”. Semakin kecil biaya untuk kategori ini maka semakin banyak progress yang dapat kamu capai untuk melunasi utang serta menjamin masa depanmu.

    • Tabungan: 20% dari pendapatan

    Ini termasuk rencana tabungan, rekening pensiun, pembayaran utang dan dana darurat. Mungkin perencanaan untuk pensiun belum dipikirkan bila kamu masih berumur 24 tahun. Tapi tekanan ini akan semakin tinggi seiring berrtambahnya usia. Tapi tetap ingat jika dimulai lebih awal, maka kamu bisa mendapatkan keuntungan dari bunga majemuk dari investasimu.

    Mengapa cara membuat anggaran 50/30/20 diperlukan?

    Berikut ini adalah alasan kenapa kamu harus memulai membuat anggaran:

    • Menabung untuk pengeluaran besar seperti rumah dan mobil
    • Mengurangi kebiasaan boros
    • Meningkatkan penilaian kredit
    • Melunasi utang
    • Untuk keluar dari siklus paycheck-to-paycheck

    Aturan anggaran 50/30/20 dapat membantumu tetap termotivasi dan membuat perencanaan yang lebih baik untuk mencapai targetmu. Seperti sedang melatih kedisplinan.

    Anggaran adalah: Cara Membuat Anggaran 50/30/20

    Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari aturan ini, kamu bisa mempertimbangkan langkah di bawah:

    • Menganalisa pengeluaranmu
      • Lihat dompetmu, apakah kamu terlalu banyak menghabiskan uang pada pakaian, sepatu, atau Makanan? Coba kamu analisa dan cari tahu, dan dari sinilah kamu bisa memulai cara menggunakan aturan ini. Yaitu dengan mengurangi pengeluaran.
      • Cek buku tabungan dan tagihan kartu kreditmu selama beberapa bulan terakhir. Kalau kamu menemukan tren yang serupa, misalnya banyak menghabiskan uang karena makan di luar. Tapi tentu saja ada banyak cara untuk menabung tanpa harus mengorbankan social life kamu.
    • Cari tahu pengeluaran tidak pasti dari kategori “Keinginan”
      • Kalian pasti memiliki pengeluaran yang tidak bisa dihindari, misalnya biaya perbaikan kendaraan dan uang muka untuk beli rumah setengah tahun lagi. Seringkali tagihan seperti itu menjadi pengeluaran penting, jadi harus dipertimbangkan dalam anggaranmu.
      • Ketika sedang merencanakan keuanganmu, kamu juga bisa sambil melihat kalender untuk memperkirakan pengeluaran ini. Dan kamu bisa mengatur pengeluaranmu untuk sebelum dan sesudah pengeluaran tidak pasti ini terjadi.
    • Jumlahkan semua pemasukan
      • Langkah ini penting namun kadang tidak semudah itu. Tergantung dengan pekerjaanmu saat ini, mungkin kamu memiliki pemasukan tetap, atau pemasukan kamu tidak menentu. Kalau pemasukanmu tidak menentu, misalya freelance dan berbeda tiap bulan, kamu dapat menjumlahkannya dan mencari nilai rata-ratanya sebagai acuan dalam aturan ini.

    Apakah Aturan 50/30/20 ini Cocok Untukmu?

    Sebenarnya, memilih sistem anggaran yang sesuai untuk kamu bergantung pada sejumlah faktor. Jadi tidak ada satu metode untuk menyelesaikan cara membuat anggaran dan tabungan. Tapi, aturan 50/30/20 ini adalah cara yang paling mudah namun efektif untuk memulai kedisplinan membuat anggaran.

    Simak juga:

    Hindari Boros, Yuk Hitung Berapa Banyak yang Bisa Kamu Hemat dari WFH

    Metode Kakeibo: Cara Menabung Unik dan Efektif ala Jepang

    Hemat Uang Belanja Demi Menabung, Begini 9 Cara Mudahnya

    Apa Itu Literasi Finansial?

    Apa Itu Balance Sheet (Neraca Keuangan)?



    Sumber : pluang.com

  • BoA Prediksi Harga Emas Bisa Capai Rp1,5 Juta Tahun Ini! Kok Bisa?

    Para analis Bank of America (BofA) merilis prediksi harga emas. Menurut mereka, grafik harga emas akan mungkin capai hingga USD 3.000 per oz dalam 18 bulan atau setara dengan Rp1,5 Juta per gram.

    Sementara itu, harga emas naik tipis pada Kamis (11/6) setelah The Fed berjanji untuk mempertahankan suku bunga lebih rendah untuk masa mendatang. Pada awal sesi pasar spot, harga emas naik 0,4% ke level tertinggi dalam satu minggu, USD 1.744,60 per oz.

    Dengan situasi ekonomi yang masih belum stabil, prediksi harga emas dengan peningkatan hingga USD 3.000 per oz dalam 18 bulan tampak mungkin terealisasikan. Sepanjang waktu selama pandemi, grafik harga emas tunjukkan sentimen positif.

    Emas berjangka AS juga naik 1,3% menjadi USD 1.737,50 per oz, menuju kenaikan terbesar dalam lebih dari sebulan.

    Prediksi bullish dalam beberapa hari terakhir ini terjadi setelah pertemuan dua hari The Fed. Ketua The Fed Jerome Powell menyatakan komitmennya untuk “melakukan apa pun yang kita bisa, selama diperlukan” untuk membantu pemulihan ekonomi dari pandemi COVID-19.

    Baca juga: Ada Apa dengan Harga Emas? Fluktuasi Pasar Akibat Covid-19

    Suku bunga akan turun dalam waktu panjang, prediksi harga emas capai 50% keuntungan dalam 18 bulan

    grafik harga emas

    Laporan BofA memprediksikan bahwa suku bunga di AS dan sebagian besar ekonomi G10 kemungkinan berada di bawah nol. Keadaan ini akan membuat penurunan pembelian emas oleh bank sentral.

    Berdasarkan prediksi, Belgia, Perancis, Kanada, Jerman, Italia, Jepang, Belanda, Swedia, Inggris, Swiss, dan AS akan hadapi posisi ini dalam waktu sangat lama.

    “Karena bank sentral dan pemerintah menggandakan neraca dan defisit fiskal masing-masing, kami juga telah memutuskan untuk meningkatkan target 18 bulan kami,” ungkap laporan BofA tersebut.

    Hasil analisis Bank of America yang tunjukkan prediksi harga emas hingga USD 3.000/oz ini tunjukkan keuntungan 50% dari target sebelumnya yang hanya mematok USD 2.000/oz.

    Sebelumnya, BofA prediksi harga emas rata-rata untuk 2021 paling tidak akan sentuh USD 2.063. Namun, dengan nilai tukar saat ini, harga emas dolar Australia diprediksi bisa capai sebesar AUD 3.215/oz.

    Namun, prediksi harga emas oleh BofA juga tunjukkan peringatan yang dapat menahan laju kenaikan harga emas.

    Prediksi ini ditentukan beberapa faktor. Di antaranya situasi dolar AS dan tingkat volatilitas pasar ekuitas yang justru cenderung tenang. Selain itu, terkait permintaan yang rendah atas produk perhiasan emas di China dan India.

    Baca juga: Harga Emas Diprediksi Naik Hingga Rp900.000 di Tahun 2020, Mungkinkah?

    Tren bullish emas berlanjut, investor incar safe haven dalam investasi emas

    Sejauh ini, prediksi harga emas menghadapi tren bullish yang besar setelah pernyataan FOMC Rabu (10/6). Dovish FED, terkait keputusan FOMC yang condong pada pelonggaran moneter dan pelemahan dolar AS bantu pergerakan bullish.

    Arah investor untuk mengamankan emas melanjutkan uptrend investasi jangka panjang. Dengan skenario ini, bounce dimungkinkan pada harga USD 1705 dan 1726 mendekati USD 1755. Dan jika harga capai USD 1755-1760/oz, investor dapat mengharapkan pullback menuju USD 1726 kembali.

    Sementara itu, BofA memprediksi lockdown global akan pengaruhi penurunan PDB AS hingga 30% pada paruh kedua tahun ini. Penurunan paling tajam dalam sejarah modern AS ini akan pengaruhi juga prediksi harga emas ke depannya.

    Sementara itu, PDB Jepang diperkirakan akan turun 21,8% pada periode Juli-Desember, sementara China baru saja melaporkan penurunan 6,8% pada Q1 2020.

    Bank-bank sentral di seluruh dunia telah bereaksi terhadap guncangan virus dengan memperluas neraca mereka untuk mendukung nilai aset dan harga konsumen.

    “Seiring kontrak output ekonomi yang tajam, pengeluaran fiskal meningkat dan neraca bank sentral berlipat ganda, mata uang fiat bisa berada di bawah tekanan. Dan investor akan mengincar emas,” tertulis dalam laporan BofA.

    Neraca Federal Reserve AS sebagai persentase dari PDB sebenarnya dapat berlipat ganda (dari 20% menjadi 40%) tahun ini. Neraca itu sekarang mencapai USD 6,42 T, naik lebih dari 50% dari level yang dilaporkan tujuh pekan lalu.

    Jadi, sebelum emas rally, tertarikkah #SobatCuan beli emas sekarang?

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Small Caps, Mining, Action Forex

    Simak juga:

    9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

    Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

    Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

    Investasi di Perfilman Indonesia dengan Patuangan Rp10.000 Aja, Mau?

    Perusahaan Start Up Ramai Pilih Co-Working Space, Apa Alasannya?



    Sumber : pluang.com

  • Gaya Hidup Mempengaruhi Rencana Keuangan, Pelajaran dari Generasi Z

    Merencanakan kehidupan di masa mendatang tentunya erat berkaitan dengan bagaimana kamu membuat perencanaan keuangan. Dapat dikatakan, perencanaan keuangan adalah fondasi dari mimpi-mimpi kita.

    Jika di masa mendatang kamu ingin menjadi musisi handal, tentu kamu perlu mempersiapkan skill entah dengan mengikuti kursus vokal ataupun membeli alat musik. Begitu juga jika kamu ingin berbisnis, kamu perlu tahu cashflow usahamu hingga hal-hal paling kecil yang perlu diurus.

    perencanaan keuangan adalah

    Ketika kamu membuat perencanaan keuangan, kamu berfokus pada siapa kamu, ingin menjadi apa kamu di masa mendatang, dan apa yang kamu inginkan dengan uangmu. Karena itu, memang betul bahwa perencanaan keuangan adalah hal yang sifatnya bisa sangat personal.

    Dengan begitu, tentu saja gaya hidupmu hari ini dan bagaimana kamu membentuk gaya hidup di masa mendatang akan berpengaruh dengan keuanganmu.

    Orang yang merencanakan masa pensiunnya, tentu sudah memikirkan proses perencanaan keuangan untuk memenuhi kebutuhannya di usia senja. Bagaimana supaya di kala tua nanti mereka dapat mencapai gaya hidup yang diinginkan.

    Kamu tentunya ingin juga, dong, memiliki persiapan yang matang untuk keuangan masa mendatang? Yuk, pertimbangkan lagi gaya hidup yang mempengaruhi perencanaan keuanganmu.

    Baca juga: Baru Belajar Investasi? Ketahui 5 Contoh Kelas Aset dan Cara Mengelolanya

    Mencapai gaya hidup yang ideal? Perencanaan keuangan adalah kuncinya!

    Setiap generasi memiliki capaian-capaian idealnya tersendiri. Generasi boomer banyak dipuji dengan penerapan tren gaya hidup mereka untuk menyambut masa tua.

    Dikenal sebagai flower generation, mereka tumbuh dengan banyak pengaruh perkembangan perusahaan-perusahaan Amerika. Dan mereka tak pernah kehilangan idealisme mereka.

    Mereka adalah generasi yang lahir antara tahun 1944-1964 dan artinya kini berusia sekitar 56-76 tahun. Kini, saat menghadapi masa tua, mereka bernostalgia kembali dengan “tahun-tahun keemasan” masa muda.

    Ketika muda, perencanaan keuangan adalah hal yang paling terakhir mereka pikirkan.

    Dapat dibilang, generasi boomer adalah mereka yang berhasil menjadi lebih aktif daripada generasi pendahulu mereka. Tapi, bagi generasi ini, konsep uang terkait dengan konsep spiritualitas, kreativitas, keluarga, pelayanan, dan aspek emosional terkait kepuasan pribadi.

    Kebahagiaan mereka diukur lebih dari sekadar duit. Slogan tujuan hidup generasi boomer bukanlah “dia yang mati dengan duit terbanyak yang menang”. Melainkan “dia yang mendapat hasil maksimal dari kehidupan yang menang.”

    Karena cara pandang hidup seperti itu, bagi boomers, menghadapi masa tua sama dengan menghadapi perubahan gaya hidup. Ada dokter yang ingin jadi pelukis, kerani yang ingin jadi penyair. Atau sekadar manajer kantor yang ingin hidup tenang di pondokan di pegunungan.

    Tapi, semua hal itu tentunya butuh uang dan perencanaan keuangan adalah jawabannya.

    Baca juga: Takut Kekayaan Tergerus Waktu? Ini 4 Diversifikasi Portofolio yang Paling Cocok Untukmu!

    Generasi Z paling jago atur duit dan mengedepankan pengaturan keuangan personal

    membuat perencanaan keuangan

    Sejak dini, generasi Z yang lahir pada periode 1995-2015 sudah belajar bahwa perencanaan keuangan adalah hal yang sangat penting untuk dikuasai.

    Mereka belajar tentang keuangan pribadi dan memiliki preferensi kuat untuk mengatur keuangan. Sementara generasi boomer, X, ataupun milenial dihadapkan pada lilitan kredit yang tinggi, generasi Z lebih punya ketetapan mengelola uang.

    Sejak usia muda, sebagian besar dari mereka telah mengelola buku tabungan pribadi dibandingkan generasi sebelumnya. Perencanaan keuangan adalah kebiasaan yang telah menubuh bagi mereka.

    Akrab dengan teknologi dan internet, generasi ini lebih suka mencari popularitas dan aktif di berbagai media sosial. Sebanyak 89% dari generasi Z yang disurvei mengaku bahwa memiliki perencanaan keuangan membuat mereka merasa berdaya.

    Akibatnya, generasi baru ini mengambil pendekatan yang jauh lebih pragmatis untuk perencanaan keuangan. Mereka umumnya ingin mendapatkan pekerjaan bergaji baik dan stabil dan menumbuhkan tabungan daripada membelanjakan uangnya.

    Mereka lebih mementingkan gaya hidup yang sederhana demi bisa mengelola pengeluaran lebih baik. Gaya hidup sederhana atau “ala minimalis” dan “peduli alam” menjadi pendekatan dalam melakukan konsumsi.

    Tak heran, generasi Z diramalkan akan menjadi generasi yang paling melek mengenai personal finance dibandingkan generasi sebelumnya.

    Sumber: Investopedia, Kasasa, Visual Capitalist

    Simak juga:

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Minimalisir Risiko Investasi dengan Strategi Dollar Cost Averaging, Begini Caranya!

    Dalam investasi, strategi dollar cost averaging adalah yang lazim diterapkan oleh investor. Tidak hanya investasi saham, untuk strategi dan cara investasi emas online pun, para investor menerapkan strategi DCA.

    Dollar-cost averaging (DCA) adalah strategi investasi di mana investor membagi jumlah total yang akan diinvestasikan di seluruh pembelian berkala dari aset target. Ini ditujukan demi mengurangi dampak volatilitas terhadap pembelian keseluruhan.

    dollar cost averaging adalah

    Jadi, dalam cara investasi emas online yang menerapkan strategi DCA, investor akan menabung sedikit demi sedikit dananya dalam kurun waktu tertentu. Karena itu, dollar cost averaging adalah strategi yang cenderung tidak memberi tekanan.

    Pembelian produk investasi dilakukan terlepas dari harga produk saat itu dan hal ini dilakukan secara berkala. Strategi ini menghindari investor dari tekanan untuk mengatur waktu terbaik dari pasar dalam melakukan pembelian ekuitas dengan harga terbaik.

    Singkatnya, strategi ini adalah alat yang tepat digunakan untuk membangun nilai tabungan dan kekayaan dalam jangka waktu lama. Dollar cost averaging juga dikenal sebagai rencana dolar konstan (the constant dollar plan).

    Baca juga: Investasi Lebih Aman, Ketahui Cara Mengelola 7 Risiko Investasi Ini

    Strategi dollar cost averaging adalah investasi rutin dalam jumlah kecil

    Pasar yang menghadapi kondisi naik dan turun adalah keadaan normal bagi investasi. Prinsip high risk, high return menjadi pegangan bagi mereka yang hendak mulai berinvestasi.

    Volatilitas alias risiko pasar adalah kemungkinan yang akan dihadapi. Karena itu, prinsip dollar cost averaging alias menimbang-nimbang jumlah yang diinvestasikan, berinvestasi dalam jumlah kecil secara teratur menjadi anjuran.

    Strategi ini membantu untuk mengantisipasi kondisi pasar yang jatuh ataupun merupakan kunci untuk mendapatkan keseimbangan neraca investasi dalam jangka panjang.

    Orang yang berinvestasi dengan dollar cost averaging adalah mereka yang menaruh jumlah investasi tertentu secara rutin, tanpa perlu memperhatikan harga NAB/unit (nilai aktiva bersih per unit) dari produk investasinya.

    Prinsipnya, jika kamu memiliki Rp1 juta untuk diinvestasikan, artinya kamu dapat membagi jumlah itu dalam beberapa kali periode investasi. Kamu tidak mesti menginvestasikan semuanya sekaligus.

    Dengan metode dollar cost averaging, kamu bisa menginvestasikan Rp100.000 setiap bulan selama 10 bulan, meski ada perubahan nilai pasar dari waktu ke waktu selama periode tersebut.

    Strategi ini terbilang sederhana dan relatif mudah, apalagi bagi investor pemula. Dollar cost averaging dapat diibaratkan dengan prinsip menabung. Kamu dapat menabung dengan jumlah sama dalam kondisi apa pun.

    Selain mirip menabung, strategi ini juga mirip bentuk cicilan. Jika belum tersedia dana yang besar untuk diinvestasikan sekaligus, kamu sudah bisa langsung melakukan investasi dengan mencicil nilainya.

    Baca juga: Mengenal Compound Interest, Konsep Bunga Lipat Ganda dalam Investasi

    Kelebihan strategi dollar cost averaging

    Menginvestasikan seluruh danamu secara seketika mengasumsikan kamu perlu menebak kapan waktu terbaik untuk “masuk” ke pasar. Alias, mengandaikan kamu memahami market timing, menebak kapan harga terendah untuk membeli atau harga tertinggi untuk menjual.

    Market timing terbilang sulit dilakukan, atau bahkan mustahil. Karena kenyataannya, tidak ada seorang pun yang dapat tahu persis kapan posisi terendah dan tertinggi akan terjadi.

    Dollar cost averaging adalah kunci yang membantu kamu untuk memiliki disiplin dan memastikan kamu tidak membeli atau berinvestasi ketika harga terlampau tinggi.

    Dengan tidak tergantung pada waktu, strategi DCA meminimalisir efek naik-turunnya pasar terhadap portofolio kamu karena harga rata-rata pembelianmu tidak terlalu tinggi ataupun terlalu rendah.

    Apalagi ketika pasar mengalami fluktuasi, terjadi pergerakan naik turun, sebaiknya untuk cara investasi emas online yang kamu incar, kamu menggunakan strategi dollar cost averaging ini.

    Strategi DCA memberi manfaat untuk meminimalisir risiko dan meringankan bebanmu untuk menebak-nebak market timing yang pas. Cara ini populer dan mudah dilakukan, apalagi jika kamu dapat menyisihkan penghasilan secara rutin untuk menerapkan strategi ini.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Siapkan Dana Pensiun? Kamu Perlu Bangun Portofolio Investasi Ideal

    Menyiapkan dana pensiun adalah tujuan investasi yang paling umum. Agar rencana pensiun berhasil, investasi dana pensiun memang adalah urusan yang perlu dipertimbangkan sejak dini.

    Idealnya, portofolio investasi kita hari ini mencakup beberapa keperluan. Keperluan jangka pendek yang bisa kita pergunakan 5-10 tahun mendatang, hingga jangka panjang demi mempersiapkan hari tua.

    Program investasi dana pensiun adalah rencana pensiun yang dirancang agar dananya tumbuh dalam jangka waktu yang lama. Instrumen pertumbuhan seperti saham dan properti biasanya membentuk inti dari portofolio pensiun paling sukses.

    investasi dana pensiun

    Karena itu, bagi investor yang ingin mempersiapkan jaminan dana untuk masa tua, penting untuk memiliki setidaknya sebagian dari tabungan pensiun yang tumbuh lebih cepat daripada tingkat inflasi.

    Dengan memilih jenis investasi yang dapat menyaingi laju inflasi, kamu dapat meningkatkan daya beli investasimu seiring waktu. Data dari Kiplinger.com menunjukkan bahwa saham adalah produk dengan pengembalian terbaik dari setiap kelas aset dari waktu ke waktu.

    Dari 1926 hingga 2018, rata-rata saham mengalami pertumbuhan sekitar 10,1% per tahun, sementara obligasi hanya memperoleh setengah dari tingkat itu.

    Baca juga: Minimalisir Risiko Investasi dengan Strategi Dollar Cost Averaging, Begini Caranya!

    Berbagai perusahaan yang siapkan dana pensiun untuk penuhi rencana pensiun

    Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1992, dana pensiun dikelola oleh badan hukum yang menjalankan program dana pensiun. Dana pensiun adalah hak yang diberikan kepada pekerja setelah bekerja dalam tempo waktu tertentu dan diterima setelah memasuki usia pensiun.

    Dana ini biasanya diterima dalam bentuk uang dengan besaran sesuai dengan peraturan yang ditetapkan. Perusahaan memungut dana tersebut dari iuran yang dipotong dari pendapatan karyawan.

    Di Indonesia, terdapat beberapa lembaga yang dapat membantu seseorang untuk mempersiapkan dana hari tua. Beberapa produk keuangan di antaranya disediakan oleh perusahaan dana pensiun, JHT (jaminan hari tua) dari BPJS Ketenagakerjaan.

    Namun, jika kamu ingin mengatur keuanganmu secara mandiri, kamu bisa pula membuat portofolio investasi dana pensiun berupa obligasi, saham, maupun reksadana.

    Untuk perusahaan dana pensiun, terdapat dua jenis perusahaan utama, yakni Perusahaan Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Selain yang konvensional, ada pula perusahaan dana pensiun syariah yang mulai berkembang.

    Program yang umumnya diusung oleh perusahaan ini menurut ketentuan Otoritas Jasa Keuangan di antaranya Program Pensiun Manfaat Pasti atau PPMP (Defined Benefit) dan Program Pensiun Iuran Pasti atau PPIP (Defined Contribution).

    Contoh DPPK di antaranya Dana Pensiun Astra, Dana Pensiun Pertamina, dst. Sementara contoh DPLK terbagi dua yakni DPLK Bank dan DPLK Asuransi, di antaranya DPLK BRI, DPLK Mandiri, ataupun DPLK AIA Financial, DPLK Mega Life, dst.

    Tentunya, kamu juga bisa mencoba untuk mengelola dana secara mandiri dengan kelola investasi dana pensiun lewat portofolio

    Baca juga: Gaya Hidup Mempengaruhi Rencana Keuangan, Pelajaran dari Generasi Z

    Kelola investasi dana pensiun secara mandiri lewat diversifikasi portofolio

    Diversifikasi portofolio adalah kunci utama dalam mengelola dana pensiun secara mandiri. Usia 20-an tergolong usia yang baik untuk memulainya. Pada usia-usia ini, kamu dapat mempelajari berbagai ekuitas, seperti saham dan dana dengan kapitalisasi besar, menengah, dan kecil.

    Gunakan usia muda ini untuk mencoba investasi tersebut dengan sebaik-baiknya. Karena, setelah kamu berada atau mendekati usia pensiun, risk tolerance alias toleransi risiko mu pun cenderung berubah.

    Begitu kamu mencapai usia 40 atau 50-an, kamu akan perlu untuk mulai memindahkan sebagian kepemilikan investasimu ke sektor yang lebih aman. Misalnya, dengan memindahkannya ke obligasi korporasi atau pemerintah, tawaran saham preferen, ataupun instrumen moderat lainnya.

    Pada usia tersebut, kamu perlu memilih instrumen investasi yang lebih moderat, yakni masih menghasilkan pengembalian kompetitif dengan risiko lebih kecil daripada ekuitas yang kamu terapkan pada usia 20-30-an.

    Investasi alternatif seperti emas, ETF dan derivatif, usaha sektor minyak dan gas, serta aset non-korelatif lainnya dapat membantu mengurangi volatilitas keseluruhan portofoliomu.

    Portofolio investasi dana pensiun yang ideal juga perlu dipertimbangkan berdasarkan persentase besaran tabungan pensiun yang sekiranya akan kamu perlukan.

    Secara umum, portofolio investasi dana pensiun yang ideal perlu mengandung keseimbangan pertumbuhan pendapatan, dan pemeliharaan modal yang tepat.

    Pentingnya setiap karakteristik ini perlu selalu didasarkan pada toleransi risiko, tujuan investasi, dan pertimbangan waktu investasi.

    Diversifikasikan Portofoliomu dengan Investasi Emas Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk membeli emas digital dengan harga paling kompetitif di pasaran! Selisih harga jual-beli terendah dan tanpa biaya tersembunyi apapun. Emas yang kamu beli aman karena disimpan di Kliring Berjangka Indonesia (BUMN), produk emas Pluang dikelola oleh PT PG Berjangka yang sudah terlisensi dan diawasi oleh BAPPEBTI. Kamu juga bisa menarik fisik emasnya dalam bentuk logam mulia Antam dengan kadar 999.9 mulai dari kepingan 1 gram hingga 100 gram!

    Sumber: Investopedia, Finansialku

    Simak juga:

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Tren Borong Saham Anak Muda, Incar Saham Undervalued Saat Ekonomi Rebound

    Pasar saham sempat terpukul lantaran pandemi COVID-19 sebelum cenderung menguat pada awal Juni ini. Banyak milenial sempat memanfaatkan kondisi jatuhnya harga saham tersebut untuk belajar main saham.

    Sebelum pandemi, pada 2019 PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat total investor sebanyak 2,47 juta pemodal. Sebanyak 44,62 persen adalah investor milenial yang berusia 30 tahun ke bawah.

    Karena itu, BEI optimis potensi milenial yang masuk ke pasar modal ini, “Kita secara rutin melakukan sosialisasi edukasi kepada kaum milenial,” tutur Direktur Utama BEI Inarno pada Desember 2019 lalu.

    Saat pandemi, milenial lebih intens belajar main saham. IHSG dan pasar saham global memang memerah, tapi ini menjadi kesempatan mereka membeli saham dengan harga terjangkau.

    Hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Tapi juga berlaku secara global. Sebagian besar platform trading saham online melihat lonjakan permintaan dalam beberapa bukan terakhir karena investor berusaha mengambil keuntungan dari ekuitas yang undervalued.

    Aplikasi investasi Robinhood, misalnya, melihat “rekor” pada Q1 2020, dengan perdagangan harian naik 300% dibandingkan akhir 2019. Sementara, eToro dan Raging Bull Trading melihat lonjakan permintaan masing-masing 220% dan 158% selama periode yang sama.

    Baca juga: BoA Prediksi Harga Emas Bisa Capai Rp1,5 Juta Tahun Ini! Kok Bisa?

    Anak muda mulai masuk pasar saham, perlu pertimbangkan diversifikasi investasi

    belajar main saham

    Bahkan ini terjadi ketika tingkat keparahan pandemi dan implikasinya terhadap pasar mulai kelihatan pada Maret 2020. Platform online Wealthsimple Trade mencatat lonjakan hingga 54% pada pengguna baru dan 43% peningkatan dalam total perdagangan.

    Sejauh ini, hingga 7.000 pengguna baru tercatat setiap pekannya. Banyak dari pengguna baru itu adalah investor muda atau bahkan pemula di pasar saham.

    Lebih dari setengah (55%) pengguna baru Wealthsimple berusia 34 tahun ke bawah. Menurut pendiri Raging Bull Trading, Jeff Bishop, generasi milenial saat ini memang mencari peluang baru untuk mendapatkan cuan ekstra.

    “Banyak orang di rumah dan punya lebih banyak waktu dari biasanya, jadi banyak dari mereka yang justru kehilangan pekerjaan mulai mencari peluang baru,” ujar Bishop.

    Menurutnya, para investor muda di pasar saham ini sedang mencari cara untuk “memperoleh pendapatan” dari berinvestasi.

    Karena itu, mereka benar-benar mengincar saham-saham dengan harga undervalued yang harganya kemungkinan akan melonjak lagi ketika pasar saham telah pulih.

    Apalagi, merebaknya platform investasi online membuat ini lebih mudah dari sebelumnya bagi anak-anak muda ini untuk membeli saham di pasar saham.

    Meski, ini bisa jadi urusan yang berisiko bagi mereka jika tidak mendiversifikasikan investasi. Mereka perlu memahami ada banyak ekuitas yang dapat diambil, seperti dana indeks yang dikelola secara pasif atau ETF, yang menyediakan akses ke berbagai sektor saham.

    “Investor harus selalu mempertimbangkan investasi mereka berdasarkan regional emiten, sektor saham, dan kelas asetnya,” jelas Joel Carpenter, direktur divisi pemasaran di St James’ Place Wealth Management.

    Baca juga: Harga Emas Diprediksi Naik Hingga Rp900.000 di Tahun 2020, Mungkinkah?

    Investor muda belajar main saham dari perusahaan yang diperkirakan akan oversold saat ekonomi rebound

    Penurunan harga aset (undervalued) selama musim pandemi ini memang menjadi waktu yang tepat. Bagi anak muda atau investor pemula, ini jadi kesempatan membeli saham perusahaan dengan fundamental yang kuat dari pasar saham.

    “Biasanya, ketika kamu melihat penurunan seperti ini, pengembalian saham yang diharapkan akan naik ketika pasar saham telah pulih,” ujar Ben Reeves, kepala investasi di Wealthsimple.

    “Kami melihat perubahan dramatis dalam harga beberapa saham paling populer, dan investor mencoba memanfaatkannya,” imbuhnya.

    Secara khusus, grafik pembelian di pasar saham selama musim pandemi menunjukkan bahwa investor tertarik pada saham yang berkembang di sektor terbilang baru. Di antaranya sektor telekomunikasi, farmasi dan hiburan, serta yang mereka yakini akan “oversold” kelak ketika pasar telah membaik.

    Perusahaan yang paling banyak diperdagangkan di Robinhood, Raging Bull Trading, eToro, dan Wealthsimple memang masuk ke sektor tersebut.

    Di antaranya saham dari Apple, Disney, Microsoft, American Airlines, Boeing, Carnival, Tesla, Air Canada, Aurora Cannabis, Netflix, Amazon, dan Toronto Dominion Bank.

    Menurut pakar investasi CNBC, Jim Cramer, daftar tersebut “memang tidak sempurna, tapi sangat bagus untuk pijakan spekulasi bagi investor baru.”

    Sumber: CNBC

    Simak juga:

    9 Rekomendasi Buku Keuangan Terbaik Ini Dijamin Bikin Kamu ‘Melek’ Finansial

    Laundromat, Film Netflix yang Bongkar Pengaruh Panama Papers pada Hidup Orang Kaya

    Mencoba Peruntungan di 7 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia, Minat?

    Investasi di Perfilman Indonesia dengan Patuangan Rp10.000 Aja, Mau?

    Perusahaan Start Up Ramai Pilih Co-Working Space, Apa Alasannya?



    Sumber : pluang.com