Author: 08

  • Pahami Kinerja Sekuritas, Ini 3 Alasan Volatilitas Pasar Pengaruhi Peluang Profit

    Dalam perdagangan saham dikenal yang namanya volatilitas pasar. Secara sederhana volatilitas dapat dipahami sebagai besarnya jarak antara fluktuasi pasar.

    Volatilitas pasar adalah ukuran statistik dari dispersi pengembalian untuk sebuah aset tertentu. Ukuran nilai ini menggunakan standar deviasi, semakin tinggi volatilitas pasar, semakin berisiko sebuah investasi.

    volatilitas pasar

    Riset terkini di Amerika Serikat menunjukkan volatilitas pasar telah membuat dua kubu investor melakukan aksi berbeda dalam menyikapi fluktuasi pasar.

    Periset dari Investopedia, Amanda Morelli menemukan bahwa terjadi fluktuasi pasar tercepat sepanjang sejarah Negeri Paman Sam itu. Ditambah dengan aksi unjuk rasa pasar, dan PHK tertinggi yang ada di Amerika.

    Kondisi ini menyebabkan terjadi volatilitas yang tinggi. Semakin tinggi volatilitas itu, semakin tinggi risiko dalam investasi. Dan Morelli menemukan bahwa dua kubu investor yaitu investor muda dan investor tua menerapkan strategi berbeda dalam menyikapi kondisi tersebut.

    Baca juga: Cuan dengan Manfaatkan Celah Bid Ask Spread untuk Dapatkan Untung

    Volatilitas pasar berisiko tinggi dan strategi dua kubu investor

    Volatilitas yang tinggi belakangan ini di pasar saham Amerika memang menjadikan adanya risiko tinggi saat berinvestasi. Namun, gejolak fluktuasi pasar tidak lantas menjadikan investor patah arang.

    Setidaknya dalam temuan Amanda Morelli, risiko itu telah terpolarisasi ketika investor yang lebih muda berburu dan mengumpulkan saham paling berisiko dengan harapan imbalan yang lebih besar, sementara investor yang lebih tua mencari keamanan dari blue chips, dana pasar uang, dan tabungan konvensional.

    Morelli menemukan bahwa karena adanya volatilitas tinggi, 37% dari investor yang lebih muda dan lebih berisiko menginvestasikan lebih banyak uang pada bulan Mei ini daripada bulan Maret, dan 39% berinvestasi lebih sering.

    Para investor muda ini mungkin melihat peluang generasional untuk membeli saham dengan diskon dan mengandalkan pengembalian dinamika pasar saham yang sama dari 2010-2019 dengan Federal Reserve yang akomodatif dan juga adanya triliunan stimulus fiskal.

    Sementara itu, para investor tua yang masuk generasi X dan Baby Boomers menyikapi volatilitas pasar dan fluktuasi pasar ini dengan lebih berhati-hati dan mencari jalan yang lebih aman.

    Cara itu di antaranya adalah terus menambahkan blue chips dan saham teknologi besar, banyak yang kadung membeli saham maskapai penerbangan yang sayangnya kemudian kolaps karena pandemi COVID-19.

    Bahkan investor besar seperti Warren Buffett menyerah pada maskapai penerbangan, meskipun ia mengatakan pada Februari 2020 ia akan menahan saham itu. Buffet mengklaim bisnisnya rusak dan akhirnya harus menjual saham-saham maskapai tersebut.

    Lain lagi dengan para investor muda, mereka percaya saham di sektor ini dapat pulih. Mereka punya waktu untuk mencari tahu. Maka, mereka menyikapi volatilitas pasar yang tinggi itu justru dengan lebih agresif membeli.

    Baca juga: Ketahui Beda Revenue & Profit, Plus 3 Cara Genjot Perolehan Profit Perusahaan

    Memahami lebih dalam apa itu volatilitas pasar

    Volatilitas banyak digunakan di pasar sekuritas. Ini berkaitan dengan perubahan besar di kedua arah.

    Sederhananya, ini terjadi apabila harga saham naik dan turun lebih dari 2% selama periode waktu berkelanjutan. Volatilitas adalah besaran jarak harga antara fluktuasi pasar.

    Harga yang naik tiba-tiba kemudian turun drastis disebut terjadinya peningkatan tinggi. Sedangkan saat pasar dalam kondisi tenang atau tidak ada fluktuasi pasar, ini disebut sebagai volatilitas rendah.

    Bagaimana cara mengetahui? Menurut para ahli, volatilitas pasar dapat dilihat dengan cara mengukur perkembangan pasar, misalnya dalam jangka waktu 30 hari.

    Metode pengukuran ini dirasa efektif untuk mengukur investasi di masa depan, sehingga kita dapat menciptakan arah pasar.

    Baca juga: Jajal Peruntungan Bisnis Kuliner Online, Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba

    3 alasan volatilitas dapat menentukan peluang profit

    #1 Volatilitas pasar – peluang profit berbanding lurus dengan peluang risiko

    Saat terjadi volatilitas tinggi, kamu akan mendapatkan peluang profit besar karena harga akan bergerak jauh dari penutupan harga sebelumnya.

    Namun, ini juga berbanding lurus dengan peluang risiko kamu karena tidak ada yang dapat memprediksi dan menahan pergerakan pasar. Fluktuasi pasar adalah sesuatu yang tak dapat dikendalikan.

    Untuk meminimalisir risiko, kamu harus menggunakan stop loss.

    #2 Pemakaian stop loss

    Cut your losses short and let your profits run.”

    Pepatah ini sangat berguna saat ada situasi volatilitas yang tinggi.

    Saat peluang profit berbanding lurus dengan peluang risiko, maka untuk mengantisipasi loss yang tidak terkendali, kamu dapat menempatkan posisi stop loss yang lebih kecil dibandingkan dengan level target profit yang ingin kamu capai.

    #3 Volatilitas pasar – Fundamental memengaruhi volatilitas

    Biasanya volatilitas pasar akan meninggi ketika ada informasi baru yang berbeda dengan ekspektasi ketika ada rilis data dari salah satu event penting dalam situasi market.

    Dalam pasar, ada 4 data ekonomi Amerika Serikat yang memengaruhi sentimen pasar dengan signifikan.

    Di sini kamu harus menyediakan kalender ekonomi agar memperoleh informasi jadwal rilis data atau event penting yang dapat memicu naiknya volatilitas pasar.

    Kamu dapat memanfaatkan volatilitas yang tinggi ketika di pertemuan sesi perdagangan setiap hari di mana likuiditas pasar sedang tinggi, atau tatkala ada rilis berita penting seperti data ekonomi AS.

    Saat volatilitas sedang tinggi, bijaklah menyikapinya dengan mempertimbangkan besaran lot, menentukan take profit, serta menempatkan stop loss. Ini penting agar kamu dapar meraup profit saat ada volatilitas pasar yang tinggi.

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Mulai Investasi dengan Risiko Kecil, Sudah Coba 5 Jenis Investasi Ini Belum?

    Emas atau Perak, Pilihan Investasi Logam Manakah yang Lebih Menguntungkan?

    Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif



    Sumber : pluang.com

  • Bisa Bantu Saat Krisis, Ini 5 Trik Memulai Dana Darurat Tanpa Ganggu Cashflow

    Apa itu dana darurat? Bagaimana cara mengumpulkannya? Dan seberapa efektifkah emergency fund?

    Pandemi COVID-19 menjadi momen yang tepat untuk menelisik kembali cara kita mengatur keuangan. Ketidakstabilan ekonomi membuat kita sadar betapa pentingnya apa itu dana darurat dalam kehidupan kita. Terlebih bagi kalian yang sudah memiliki keluarga.

    Having an emergency fund is a necessity! Sudah bukan waktunya lagi kita mempertanyakan apa itu dana darurat. Menyimpan dana darurat seharusnya sudah menjadi budaya kita.

    Tujuan utama emergency fund adalah sebagai bumper dalam keadaan kritis seperti sekarang ini.

    Mengingat apa itu dana darurat atau emergency fund dalam mengelola keuangan dapat membantu kita lebih bijak, lho!

    Baca juga: Jangan Boros dengan Dana Daruratmu, Ini 5 Strategi Aman Hadapi Krisis

    Stop bertanya apa itu dana darurat, mari mulai mengumpulkannya…

    emergency fund

    Dana darurat menjadi komponen kunci dalam setiap perencanaan keuangan yang baik.

    Secara tidak langsung, apa itu dana darurat bisa diketahui dari perannya. Dana darurat adalah dana antisipatif untuk memenuhi kebutuhan hidup atau tujuan tertentu ketika keuangan kita sedang jatuh.

    Mari kita bahas lebih dalam tentang manfaat dana darurat ini. Beberapa pakar keuangan dari Amerika Serikat menyarankan untuk mengumpulkan dana darurat untuk tiga hingga enam bulan pengeluaran bagi kalian yang single. Dan dana darurat sebesar sembilan hingga dua belas bulan pengeluaran bagi kalian yang sudah berkeluarga.

    Mengapa kita harus mengumpulkan selama enam atau dua belas bulan? Hal ini karena kita harus mempersiapkan keadaan terburuk, misalnya setelah virus corona ini berlalu. Kita tidak tahu berapa lama perekonomian bisa kembali stabil. Jika kita berpikir lebih panjang, kita bisa sadar bahwa dana darurat selama enam atau dua belas ini relatif kecil jika dibanding dengan pengeluaran lain dalam sepuluh tahun terakhir.

    Ada beragam produk keuangan yang bisa kalian manfaatkan untuk menyimpan dana darurat. Tabungan, deposito, emas, dan reksadana pasar uang adalah produk yang populer di masyarakat. Prinsipnya, produk keuangan tersebut harus mudah diambil, aman, serta tidak bersifat spekulatif.

    Anggaplah dana darurat seperti asuransi. Ketika kalian sudah memilikinya, maka kalian harus menjaganya dengan sangat hati-hati.

    Baca juga: Siapkan Dana Cadangan untuk Keadaan Darurat, Ini 6 Langkahnya

    Lima trik memulai dana darurat tanpa merusak cashflow!

    Menyisihkan apa itu dana darurat merupakan suatu tantangan di tengah banyaknya pengeluaran. Untuk itu, kita mesti memiliki strategi khusus untuk memulai emergency fund.

    Berikut lima tips untuk mempersiapkan dana darurat tanpa mengacaukan flow keuanganmu!

    #1 Ketahui kondisi keuanganmu

    Membuat catatan tentang cashflow bisa membantu menentukan besaran dana darurat. Catatan ini akan memperlihatkan pengeluaran yang kita keluarkan, misalnya dalam sebulan. Dengan begitu, kita bisa mengidentifikasi pengeluaran mana saja yang bisa dipangkas dan menabungnya untuk dana darurat.

    #2 Untuk tahu apa itu dana darurat, tentukan jumlah besaran dana yang kamu perlukan

    Tentukan target atau tujuan dana daruratmu. Misalnya laptopmu sudah sering rusak dan kamu perlu membeli laptop baru seharga Rp10.000.000. Sedangkan kamu memiliki 5% hingga 10% untuk dana darurat setiap bulannya. Artinya kamu mesti melakukan perhitungan prediktif untuk membeli laptop dan menyesuaikan dana darurat untuk besaran tersebut. Tujuan dana darurat bisa terdiri lebih dari satu, lho. Misalnya kamu bisa menambahkan biaya kesehatan, sekolah, dan kebutuhan keluarga lainnya dalam kebutuhan tersebut.

    #3 Pisahkan rekening dana darurat dengan rekening lain

    Membuka akun rekening baru khusus dana darurat menjadi cara jitu untuk menjaga uang tetap aman. Dengan begitu, kalian bisa membagi budget tanpa tercampur satu dengan yang lainnya. Tipsnya, carilah institusi perbankan yang memiliki biaya administrasi bulanan rendah dan bebas saldo minimal saat pertama kali membuka rekening.

    #4 Awali secara perlahan

    Mengawali suatu kebiasaan baik memang susah. Tapi, jangan jadikan dana darurat sebagai kewajiban yang besar. Kita bisa memulainya dengan membiasakan diri dan dengan biaya yang rendah. Rutin dan konsistensi lebih penting daripada memikirkan besaran uang yang kita tabung setiap kalinya.

    #5 Minimalkan pengeluaran

    Catatan cashflow yang sudah kamu lakukan bisa membantumu menekan pengeluaran. Kita bisa melakukan evaluasi setiap minggu atau bulan. Kita bisa mencari alternatif produk tertentu yang lebih murah tanpa mengurangi manfaatnya. Misalnya, deterjen atau sabun cuci piring yang ada pun hadir dengan banyak sekali alternatif. Dengan lebih bijak memilih produk, kita bisa terbantu untuk menjadi less consumptive!

    Menyenangkan, ya, jika kita bisa mengumpulkan dana darurat sekaligus memperbaiki gaya hidup! Hal ini menunjukan jika dana darurat bisa memiliki dampak yang lebih luas dalam hidup kita. Yuk, mulai menabung dana darurat untuk hidup yang lebih bijak!

    Sumber: Investopedia, Finansialku, Koinworks

    Simak juga:

    Nggak Pakai Ribet, Begini Cara Praktis Top Up Kartu Flazz BCA-mu

    5 Kesalahan Umum Menabung yang Wajib Kamu Hindari!

    Jajal Peruntungan Bisnis Kuliner Online, Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba

    Enggak Semuanya Merugikan, Ini Lho Manfaat Kartu Kredit yang Perlu Kamu Tahu!

    Jangan Dibiarkan, Stres di Tempat Kerja Harus Segera Ditangani dengan Cara Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Prinsip dan Cara Membuat Anggaran

    Seringkali istilah anggaran berseliweran di jagat maya. Lalu, apa sih yang dimaksud dengan anggaran dan bagaimana cara membuat anggaran belanja itu? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel ini!

    Di serial #CerdasCuan ini, topik yang akan kamu pelajari adalah

    Apa sih yang Dimaksud dengan Anggaran?

    Anggaran merupakan sebuah cara sederhana untuk membantu kamu memahami pemasukan dan pengeluaran rutinmu. Ini juga berfungsi untuk menunjukkan jika kamu telah menghabiskan lebih atau kurang dari yang kamu targetkan.

    Anggaran akan membantu kamu mengatur keuangan agar kamu fokus ke hal yang paling penting, misalnya agar kamu tidak kewalahan saat membayar tagihan dan mulai mengarah kepada tujuan keuanganmu di masa depan

    Dengan kata lain, cara membuat anggaran adalah sebuah sistem yang membantu kamu dalam mengatur kehidupan dan mempermudah jadwalmu secaara terstruktur.

    Mengapa Kamu Perlu Tahu Cara Membuat Anggaran?

    Anggaran bisa membantumu mengatur prioritas keuangan dan mencapai keseimbangan dalam menabung, berinvestasi, dan pengeluaran kebutuhan lainnya.

    Jika penghasilanmu cukup untuk membayar semua tagihan dan masih ada yang tersisa, maka anggaran dapat membantumu untuk memaksimalkan tabungan dan investasimu. Namun jika penghasilanmu pas-pasan, maka anggaran dapat membantumu untuk mengidentifikasi pengeluaran yang tidak perlu.

    Jadi anggaran dapat membantumu untuk mengatur keuangan seperti saat membayar tagihan dan merencanakan pengeluaran yang besar.

    Bagaimana cara membuat anggaran? 

    Sebelum lebih jauh, kamu harus mengetahui prioritas keuanganmu. Apa sih tujuan keuanganmu? Karena tujuan finansial setiap orang bisa berbeda-beda. (contoh: berhemat, membayar utang, atau untuk menabung dan investasi) 

    Selain itu, kamu juga harus tahu seberapa besar niat kamu untuk melakukannya (contoh: waktu yang diperlukan dan syarat-syarat lainnya)

    Lalu, hitunglah total penghasilanmu, pilih jenis perencanaan anggaran, lacak progresmu dan tinjau kembali seperlunya.

    Strategi dan cara membuat anggaran

    • Zero-sum budgeting: cara kerja penganggaran zero-sum adalah dengan menggunakan pendapatan riil bulan lalu untuk membayar pengeluaran bulan ini
    • Penganggaran uang tunai: untuk melakukan semua penganggaran kamu dalam bentuk uang tunai. Misalnya dengan mencairkan cek kamu dan kemudian langsung menggunakan uang tunai itu untuk semuanya
    • Penganggaran proporsional: untuk membagi semua pengeluaran kamu menjadi tiga kategori – kebutuhan (utilitas dasar), tabungan, dan keinginan (apa pun di luar kebutuhan dasar Anda). Contohnya: sistem 50/30/20 budgeting yang membantu kamu mengalokasi dana kamu.
    50/30/20 budgeting
    50% dari uang kamu untuk keperluan -> biaya sewa, asuransi kesehatan, dll.
    30% dari uang kamu untuk keinginan -> makan di luar, liburan, konser, dll.
    20% dari uang kamu untuk tabungan -> tabungan pensiun, dana darurat, atau tabungan untuk tujuan lain
    • Penganggaran otomatis: untuk mengatur semua tagihan Anda untuk dibayar secara otomatis mendekati batas waktu, serta mengatur transfer tabungan yang terjadi secara otomatis

    Prinsip dalam membuat anggaran

    • Membuat anggaran itu membutuhkan waktu dan kesabaran
    • Melacak pengeluaran kamu sangat berguna, bahkan meskipun kamu sangat awam dengan angka
    • Bersikap konservatif: Cobalah mengamankan keuanganmu dengan cenderung seolah-olah pemasukanmu itu kecil dan lebih memperhitungkan kembali apa yang kamu keluarkan.
    • Bersikap realistis agar kamu tidak menjadi putus asa ketika tak bisa mencapai target anggaranmu
    • Tujuan dari anggaran yang baik akan mendorong kamu untuk mengubah satu atau dua rutinitas sekaligus dalam hidupmu.

    Ingat juga #sobatcuan, cara membuat anggaran setiap orang itu berbeda, dan kamu memiliki wewenang penuh untuk mengatur uang kamu.

    Yuk, uji pengertianmu mengenai anggaran!



    Sumber : pluang.com

  • Holding Period Return, Formula Cuan Investasi dalam Periode Tertentu

    Dalam berinvestasi saham, terdapat istilah holding period return (HPR). Ini mengandaikan periode lamanya investor memegang suatu saham (holding period) untuk memperoleh keuntungan (return) berupa capital gain ataupun dividend yield.

    Setiap investor memiliki preferensi atas saham yang ia akuisisi. Baik dari segi sektor yang disasar, seperti saham properti, ritel, pertambangan, perbankan, ataupun consumer goods.

    holding period return

    Untuk memprediksi kenaikan harga saham di berbagai sektor tersebut, investor perlu mengetahui holding period return yang ia terapkan. Karena holding period untuk beragam jenis aset (diversifikasi portofolio) tentu berbeda.

    Secara umum, keputusan membeli atau menjual saham ditentukan oleh perbandingan atau perkiraan nilai intrinsik saham dengan harga pasar yang berlaku.

    Holding period return merupakan penghasilan total yang diperoleh dari menyimpan investasi tersebut dalam periode waktu tertentu. Bagaimana menerapkan HPR dan menghitungnya?

    Baca juga: Investasi Lebih Aman, Ketahui Cara Mengelola 7 Risiko Investasi Ini

    Mengetahui holding period return dan formula menghitungnya

    holding period

    Periode holding adalah jumlah waktu investasi dipegang oleh investor atau periode antara pembelian dan penjualan sekuritas. Untuk menghitung periode ini, perhitungan dimulai dari hari setelah akuisisi sekuritas dan berlanjut hingga hari penjualan.

    Imbal hasil yang diperoleh atau HPR ditentukan berdasarkan total pengembalian yang diterima dari portofolio aset selama periode waktu tertentu. Ini umumnya dijelaskan dengan persentase.

    Nilai holding period return ditentukan dari pendapatan saat ini (pendapatan dividen, pendapatan sewa, ataupun pendapatan bunga) dan keuntungan atau kerugian modal (capital gain atau capital loss).

    Perbedaan periode kepemilikan dapat menghasilkan perlakuan pajak berbeda atas suatu investasi. Dengan demikian, periode holding menentukan implikasi pajak.

    Siapa yang menggunakan penghitungan holding period return ini dan kapan digunakan? Umumnya, investor dan manajer investasi menghitung HPR dari 5-10 tahun dalam memilih investasi.

    HPR saham

    Holding period return untuk saham dapat dirumuskan sebagai berikut:

    HPR = Income + (EOPV – IV) / IV

    Di mana EOPV adalah end of period value (nilai akhir ketika aset dijual) dan IV adalah initial value (nilai awal ketika aset diakuisisi).

    Jika kamu membeli kelas aset atau sekuritas tertentu pada Januari 2020 dan menjualnya pada Januari 2021, total holding period return yang kamu terima ialah pendapatanmu berupa cash dividend sejak Januari 2020 hingga Januari 2021 ditambah dengan persentase EOPV dikurangi IV.

    HPR reksadana

    Dalam kasus reksadana, penghasilan (return) didistribusikan melalui 3 cara, yakni dividend, distribusi keuntungan modal (capital gain distribution), dan penyusutan nilai aset bersih (net asset value, NAV).

    Dengan demikian, holding period return keseluruhan faktor tersebut dalam formula berikut:

    HPR = dividen + distribusi keuntungan modal + (NAV akhir – NAV awal) : NAV awal

    Dengan NAV = net asset value dan (NAV awal – NAV akhir) merepresentasikan kenaikan harga.

    Baca juga: Fokus Investasi di Obligasi? Ini 4 Strategi Jitu untuk Mengelola Portofoliomu

    Menghitung holding period return dalam saham dan danareksa

    investasi emas atau saham

    Dari ilustrasi pembelian dan penjualan saham di atas, maka kita bisa menerapkan formula sebagai berikut:

    Harga beli saham pada awal tahun 2020

    – Saham A = USD 50; Saham B = USD 50

    Cash dividend yang diterima (selama satu tahun)

    – Saham A = USD 10; Saham B = USD 15

    Harga jual pada awal tahun 2021

    – Saham A = USD 58; Saham B = USD 48

    Maka, dari keterangan tersebut, HPR dapat diterakan sebagai berikut:

    HPR

    HPR dari Saham A sebesar 18% dan dari saham B sebesar 13%.

    Sementara itu, berikut ini untuk ilustrasi holding period return dalam reksadana:

    Mari kita asumsikan bahwa suatu reksadana membayarkan dividen sebesar USD 0,75 dan distribusi keuntungan modal sebesar USD 0,25 per lembar saham di sepanjang tahun tersebut.

    Dengan NAV pada awal tahun sebesar USD 7 yang meningkat menjadi USD 8 per lembar saham pada akhir tahun.

    HPR = USD 0,75 + USD 0,25 + (USD 8-USD 7) : USD 7 = USD 2 : USD 7 = 28,57%.

    Jadi, tidak sulit bukan untuk menghitung holding period return yang dapat kamu peroleh dalam periode investasi tertentu?

    Sumber: Investopedia, Portal Investasi

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Cemas Terjadi Resesi Akibat Pandemi, Investor Nilai Aset Emas Paling Menjanjikan

    Pada situasi pandemi ini, aset yang terbilang lebih aman, termasuk emas ataupun obligasi pendapatan tetap, melambung di samping indeks utama pasar saham. Berikut ini panduan investasi untuk melihat manfaat investasi emas di masa depan.

    Investasi emas yang masih bertahan di posisi menjanjikan merupakan tanda bahwa rebound pasar saham belum mengurangi kekhawatiran investor terkait ekonomi dunia yang masih tidak stabil.

    investasi emas atau saham

    Dengan ketidakpastian ini, tentu strategi untuk mengakuisisi manfaat investasi emas menjadi penting. Bagaimanapun, panduan investasi selama pekan-pekan terakhir ini menunjukkan emas masih mendominasi.

    S&P 500 memang telah rebound hingga 24% pada bulan April, dari level terendahnya pada 23 Maret. Pada saat yang sama, emas naik ke level tertinggi dalam 7,5 tahun terakhir, membawanya ke kenaikan hingga 15% pada tahun ini.

    Hingga miliaran dolar dana investasi telah mengalir ke bursa semas. Nilai suku bunga saat ini mendorong imbal hasil pada benchmark 10 tahun terakhir yang dicatatkan oleh obligasi pemerintah AS.

    Sementara itu, franc Swiss dan yen Jepang telah membukukan kenaikan. Ini menunjukkan pembalikan dari situasi di pertengahan Maret.

    Baca juga: Jika Kita Investasi Emas 10-20 Tahun Lalu, Berapa Ya Cuannya Hari Ini?

    Manfaat Investasi Emas sebagai havens jadi pilihan saat krisis pandemi

    panduan investasi

    Pada awal pandemi COVID-19, sebagian besar investor menjual berbagai aset berisiko dan aman mereka untuk ditukarkan dan memperoleh uang tunai. Ini tentu sembari mempertimbangkan untuk menaruhnya di investasi emas atau saham.

    Analis mencatatkan penjualan di berbagai bank terhadap aset-aset berisiko. Para investor menuntut pembayaran kembali dari bank, menggunakan portofolio saham mereka untuk jaminan membeli sekuritas lain.

    Di sisi lain, investasi pada saham dan emas masih meningkat seiring pengumuman The Fed yang memangkas suku bunga mendekati nol. The Fed juga menawarkan program pinjaman dan pembelian aset.

    Paket stimulus pemerintah AS sekitar USD 2 T yang disahkan oleh kongres juga telah membantu pasar kembali stabil. Meski, kerusakan ekonomi yang lebih luas masih berlangsung lantaran menyebarnya pandemi.

    Beberapa analis menilai rebound simultan ini sebagai bentuk optimisme berlebihan investor. Para investor tampaknya melihat bahwa ekonomi dapat dengan cepat rebound.

    Sementara, harga saham menunjukkan kemungkinan terjadinya resesi singkat dengan rebound cepat dalam laba perusahaan. Sementara keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi emas tampak masih akan berlangsung lama.

    Tony Roth, kepala bidang investasi di Wilmington Trust Investment Advisors, mengatakan perusahaan memegang posisi kurang signifikan untuk mempertahankan saham mereka.

    Menurutnya, dibutuhkan waktu lebih lama dari yang diharapkan untuk memulai kembali perdagangan global. Jadi, ketika muncul distingsi antara investasi saham atau emas, manfaat investasi emas masih memegang peran sebagai havens dalam situasi krisis pandemi ini.

    Baca juga: Sebelum Terjun ke Pasar Modal, Ketahui Dulu Apa Sih Saham dan Dividen Itu!

    Saat badai krisis pandemi melanda, emas masih menjadi aset yang paling menjanjikan

    resesi ekonomi global

    “Kami melihat semakin terputusnya hubungan antara bagaimana kami mengharapkan ekonomi berkinerja dan apa yang saat ini terjadi pada saham-saham perusahaan,” ujar Roth.

    Pada pengumuman Q1 pendapatan berbagai perusahaan, para investor menimbang hasil dan komentar dari bank-bank terbesar seperti JP Morgan Chase & Co. hingga Bank of America Corp.

    Kedua perusahaan ini melaporkan penurunan besar dalam laba triwulanan dari tahun sebelumnya. Angka penurunan ini pun dibarengi miliaran dolar yang dikucurkan untuk menutupi potensi kerugian dari pinjaman.

    Saham-saham bank kembali ke posisinya semula, dibarengi kenaikan harga obligasi yang justru mendorong perolehan lebih rendah bagi pemerintah. Sementara itu, pergerakan pasar semacam ini mendorong investor cemas untuk memilih investasi emas atau saham.

    Bahkan di dalam pasar saham, banyak pihak yang mendukung perusahaan lewat gelontoran dana uang tunai yang dianggap dapat menahan laju krisis.

    “Ketika kamu berada dalam situasi badai, kamu ingin berada di rumah yang kuat,” ujar Steve Chiavarone, manajer portofolio Federated Hermes.

    Bagaimanapun, Steve menerangkan bahwa manfaat investasi emas sejauh ini telah memberi manfaat terbesar dalam mengatasi masa kekacauan ekonomi lantaran pandemi.

    Emas berjangka pada Mei ini naik menjadi USD 1.757 per troy ounce. Ini menjadikan kenaikan dari bulan April saja mencapai hingga 11%. Jadi, ketika diajukan tawaran antara investasi emas atau saham, Steve menyebutkan bahwa emas masih menjanjikan untuk menjadi panduan investasi saat krisis kali ini.

    Sumber: Wall Street Journal

    Simak juga:

    Mulai Investasi dengan Risiko Kecil, Sudah Coba 5 Jenis Investasi Ini Belum?

    Emas atau Perak, Pilihan Investasi Logam Manakah yang Lebih Menguntungkan?

    Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif



    Sumber : pluang.com

  • Wajib Catat! Daftar Tanggal Penting yang Pengaruhi Harga Emas Juni 2020

    Pada Juni ini, daftar hari penting terkait penentuan kebijakan ekonomi dunia dapat dipantau pada sejumlah web resmi mereka. Simak daftar hari penting di dunia terkait pergerakan ekonomi yang dibahas dalam pertemuan-pertemuan tersebut.

    The Economist Intelligence Unit memproyeksikan 17 negara anggota G20 bakal mengalami resesi tahun ini. Ekonomi Indonesia diprediksi masih bisa tumbuh 1% tahun ini. Sementara, perekonomian AS yang kini merupakan ekonomi terbesar dunia diprediksi mengalami kontraksi minus 4%.

    daftar hari penting

    Bagaimana kebijakan berbagai negara ini dalam menghadapi pandemi? Daftar hari penting berikut merangkum pertemuan membahas kebijakan ekonomi beberapa negara. Daftar hari penting di dunia ini meliputi pertemuan ECB, FOMC, BoJ, dan BoE.

    Di situasi pandemi seperti saat ini, penting bagi kita untuk mengetahui kebijakan terkini yang dikeluarkan oleh berbagai lembaga keuangan paling penting di negara-negara tersebut.

    Profesor Ekonomi Universitas New York, Nouriel Roubini memprediksi resesi ekonomi saat ini akan berubah menjadi kejatuhan besar, alias Greater Depression.

    Prediksinya ini berdasarkan pada dinamika ekonomi pada sektor privat, rumah tangga, dan korporasi. Bagaimana respons kebijakan negara terhadap ancaman greater depression ini?

    Baca juga: FOMC: Pengaruhnya pada Kebijakan Moneter AS dan Pasar Keuangan Dunia

    Dalam pertemuan 4 Juni ini, European Central Bank alias Bank Sentral Eropa melangsungkan 4 agenda.

    Pada rilisnya di bulan April, Christine Lagarde, Presiden ECB, dan Luis de Guindos, Wakil Presiden ECB, membahas tentang perkembangan ekonomi di negara-negara Uni Eropa.

    Kawasan euro diprediksi menghadapi kontraksi ekonomi yang kecepatannya belum pernah terjadi. Langkah-langkah untuk menahan penyebaran COVID-19 sebagian besar telah menghentikan kegiatan ekonomi di semua negara kawasan euro.

    Indikator survei untuk sentimen konsumen dan bisnis pun anjlok, menunjukkan kontraksi tajam dalam pertumbuhan ekonomi dan penurunan kondisi pasar tenaga kerja.

    Lantaran ketidakpastian yang tinggi seputar tingkat kejatuhan ekonomi negara-negara Uni Eropa ini, skenario pertumbuhan oleh ECB menunjukkan bahwa PDB kawasan euro dapat turun antara 5-12% tahun ini. Ini bergantung pada durasi langkah-langkah penanganan dan keberhasilan penerapan kebijakan.

    ECB telah melakukan kebijakan yang menentukan sejak awal Maret. Berbagai kebijakan penting ini memberi dukungan ekonomi kawasan euro terutama sektor yang paling terdampak oleh krisis pandemi.

    Pertemuan ECB pada 4 Juni merupakan daftar hari penting karena di sana bahasannya mengenai langkah-langkah mendukung kondisi likuiditas dan membantu mempertahankan aliran kredit ke rumah tangga dan perusahaan dibicarakan.

    #2 FOMC Meeting, Amerika Serikat pada 9-10 Juni

    Pertumbuhan PDB AS pada Q1 2020 terkontraksi 4,8%. Ini lebih rendah dibandingkan prediksi Dow Jones yang terkontraksi 3,4%. Penurunan ini menjadi yang terendah sejak Q1 2014, yakni 1,1%. Bagaimana kebijakan FOMC mengatasi ini?

    Rapat-rapat FOMC diselenggarakan dalam delapan pertemuan yang dijadwalkan secara rutin selama tahun 2020. Risalah pertemuan yang dijadwalkan tersebut dirilis tiga minggu setelah tanggal keputusan kebijakan. Adapun keanggotaan komite FOMC berubah pada pertemuan terjadwal pertama tahun 2020 ini.

    Dalam daftar hari penting FOMC, pertemuan sebelumnya dilangsungkan pada 28-29 April. Pertemuan tersebut menghasilkan respons The Fed atas situasi pandemi COVID-19 di AS saat ini.

    FOMC meeting berkomitmen untuk mendukung ekonomi di saat penuh tantangan ini. AS telah menurunkan suku bunga mendekati nol. Tingkat suku bunga 0,1% ini berlaku efektif per 30 April dan akan dipertahankan hingga pemerintah dan masyarakat yakin bahwa ekonomi telah melewati fase pandemi ini.

    Baca juga: Capai Kesepakatan Fase 1, Ini Kronologi Perang Dagang AS-China Selama 18 Bulan

    #3 Daftar hari penting – Bank of Japan Meeting, Jepang pada 15-16 Juni

    Pemerintah Jepang resmi mencabut status darurat nasional corona pada Senin (25/5).

    “Kami memiliki kriteria yang amat ketat untuk mencabut status darurat. Kami telah menilai bahwa kami mencapai kriteria ini,” ujar Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

    Setelah mencabut status darurat, Jepang akan mengeluarkan paket stimulus USD 929 M atau setar Rp13.656 T (dengan asumsi kurs Rp14.700 per USD). Sebelumnya, Jepang menggulirkan stimulus senilai USD 1,1 T pada April.

    Selama dua kuartal, pertumbuhan ekonomi Jepang berada di level negatif. Bank of Japan memperluas stimulus moneter dan berjanji membeli sebanyak mungkin obligasi untuk menjaga bunga pinjaman tetap nol.

    Adapun pertemuan Bank of Japan pada 15-16 Juni tentunya menjadi daftar hari penting bagi penentuan kebijakan selanjutnya.

    Jumlah uang yang telah digelontorkan Bank of England terbilang fantastis. BoE telah meminjamkan GBP 19 M bagi 55 perusahaan besar Inggris. Sementara, diperkirakan sebesar GBP 39 M lebih berpotensi untuk dipinjamkan.

    Sejalan dengan ini, Bank Dunia telah mengeluarkan senilai GBP 200 M di pasar dan pemerintah Inggris sedang mempertimbangkan pinjaman yang melonjak hingga GBP 300 M untuk 2020.

    Sementara itu, tercatat Inggris baru saja mengalami musim semi terkering sejak lima tahun terakhir. Petani Inggris melaporkan tanaman-tanaman yang layu di ladang mereka.

    Pertemuan BoE pada 18 Juni mendatang menjadi daftar hari penting di dunia untuk mengatasi persoalan ini. Tentu penting bahwa bank sentral dunia mengintegrasikan perlindungan ekonomi sebagai bagian integral peran mereka melindungi ekonomi global.

    Sumber: Katadata, Katadata, Independent

    Simak juga:

    Naik Hanya 8,51%, Ini Alasan Serikat Buruh Tolak Kenaikan Upah Buruh yang Kecil

    Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

    Perbankan Terimpit Persaingan Fintech, OJK Dukung Merger Bank di Indonesia

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Perkara Saham hingga Krisis Ekonomi, Ini 7 Rekomendasi Film Terbaik Soal Keuangan



    Sumber : pluang.com

  • Apa Itu Koreksi dan Apa Pengaruhnya Terhadap Investasi Kamu?

    Dalam investasi, koreksi adalah penurunan 10% atau lebih pada harga sekuritas dari harga puncak terbaru. Pengertian koreksi ini dapat terjadi pada aset individual, seperti saham atau obligasi individual, atau indeks yang mengukur sekelompok aset.

    Aset, indeks, atau situasi pasar dapat jatuh terkoreksi secara singkat atau untuk periode berkelanjutan, sekian hari, minggu, bulan, atau bahkan lebih lama. Akan tetapi, koreksi pasar rata-rata berumur pendek dan berlangsung antara tiga dan empat bulan.

    Investor, trader, dan analis menggunakan metode charting untuk memprediksi dan melacak pengertian koreksi ini. Koreksi adalah situasi yang dapat dipicu banyak faktor.

    Faktor makroekonomi skala besar hingga ke persoalan dalam rencana manajemen perusahaan dapat menjadi alasan koreksi beragam aset, dari saham, indeks, hingga pasar yang dipengaruhi.

    Dalam dunia investasi, koreksi diibaratkan seperti laba-laba di bawah tempat tidur. Kamu tahu koreksi itu akan terjadi, ada di sana, mengintai, tetapi tidak tahu kapan itu akan muncul berikutnya.

    Baca juga: Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

    Apa itu koreksi? Ketahui pengertian koreksi

    pengertian koreksi
    Sumber: Visual Capitalist

    Berdasarkan laporan CNBC pada 2018, rata-rata koreksi untuk S&P 500 berlangsung empat bulan dan nilainya turun sekitar 13% sebelum keadaan ekonomi kembali pulih.

    Mudah untuk memperkirakan mengapa investor pemula barangkali khawatir dengan pengertian koreksi ini ataupun menghadapi penyusutan 10% atau lebih besar di aset portofolio mereka.

    Bagi kebanyakan investor, bagi pasar untuk jangka panjang, koreksi hanyalah lubang kecil di jalan menuju tabungan pensiun. Untuk investor jangka panjang, koreksi ini tidak akan terlampau mengkhawatirkan karena mereka percaya bahwa pada akhirnya pasar akan pulih.

    Dalam proses charting koreksi, investor ataupun analis pasar memproyeksikan koreksi berdasarkan analisis pasar dengan membandingkan satu indeks pasar dengan yang lain.

    Lewat metode ini, seorang analis dapat menemukan bahwa indeks berkinerja buruk dapat diikuti oleh indeks serupa yang juga berkinerja buruk. Tren kemiripan ini dapat menjadi tanda bahwa koreksi pasar akan segera terjadi.

    Tinjauan analisis teknis terkait dukungan dan resistensi harga dapat membantu memprediksi kapan pembalikan dapat terjadi. Atau justru situasi akan berkonsolidasi mengarah menjadi koreksi.

    Pengertian koreksi teknis terjadi ketika aset atau seluruh pasar mengalami inflasi berlebih. Analis menggunakan chart atau grafik untuk melacak perubahan dari waktu ke waktu dalam suatu aset, indeks, atau pasar.

    Beberapa alat yang digunakan oleh para analis untuk meninjau pengertian koreksi ini ialah Bollinger Bands, envelope channels, dan trendlines (garis tren) untuk menentukan di mana harus mengharapkan penguatan ataupun resistensi harga.

    Baca juga: Outlook Negatif S&P Bisa Tekan IHSG, Cermati Saham Emiten yang “Aman” Kala Pandemi

    Mempersiapkan investasi dalam menghadapi koreksi

    Sebelum terjadinya koreksi pasar, saham individu mungkin tampak kuat atau bahkan berkinerja baik. Selama periode koreksi, aset individu berkinerja buruk karena kondisi pasar yang buruk. Koreksi adalah situasi yang dapat dipicu banyak faktor.

    Akan tetapi, penting dicatat, bahwa koreksi menciptakan waktu yang ideal untuk membeli aset bernilai tinggi dengan harga diskon. Ini dapat dilakukan sejauh investor mempertimbangkan risiko terkait pembelian.

    Melindungi investasi dari koreksi memang terkesan sulit. Namun, ini dapat dilakukan. Untuk menghadapi penurunan harga ekuitas, investor dapat menetapkan stop-loss order atau stop-limit order.

    Strategi pertama otomatis dipicu ketika harga mencapai tingkat yang telah ditetapkan investor. Namun, transaksi mungkin tidak dapat dieksekusi pada tingkat harga tersebut jika harga jatuh dengan cepat.

    Stop order selanjutnya menetapkan harga target yang ditentukan dan harga batas luar untuk trading. Penerapan stop loss dalam menghadapi pengertian koreksi ini menjamin di mana stop-limit berhadapan dengan penjaminan harga.

    Banyak broker akan mengizinkan stop order berakhir setelah suatu periode koreksi berhasil dilalui.

    Baca juga: Borong Saham “Diskon” Saat Pandemi COVID-19, Strategi Cuan Jangka Panjang

    Berinvestasi selama koreksi berlangsung

    Sementara koreksi dapat mempengaruhi semua jenis ekuitas, koreksi lebih sering terjadi pada beberapa ekuitas tertentu. Saham-saham kecil dengan kapitalisasi tinggi di sektor yang terbilang volatile, seperti sektor teknologi, cenderung bereaksi paling kuat.

    Sektor-sektor lain terbilang lebih buffer. Saham-saham consumer goods, misalnya, cenderung bertahan akiat siklus bisnis. Ini lantaran saham-saham jenis ini melibatkan produksi atau penjualan kebutuhan primer.

    Diversifikasi aset dapat menawarkan perlindungan dalam situasi koreksi. Terutama jika melibatkan aset yang bertentangan dengan aset yang terkoreksi. Aset berwujud nyata seperti komoditas atau real estat adalah opsi alternatif pendamping untuk aset keuangan seperti saham.

    Meski koreksi pasar dapat menjadi tantangan, dan penurunan 10% secara signifikan dapat merugikan banyak portofolio investasi, pengertian koreksi dianggap cukup sehat untuk menjaga kestabilan pasar.

    Untuk pasar, koreksi dapat membantu menyesuaikan dan mengkalibrasi ulang penilaian aset yang mungkin menjadi tinggi secara berkelanjutan. Bagi investor, koreksi dapat memberikan peluang untuk mengambil keuntungan dari potongan harga aset.

    Setelah menelusuri pengertian koreksi, kamu sudah tahu dong trik-trik untuk memantau dan mengatasi jika terjadi koreksi pada asetmu?

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Apa Hubungan Antara Risiko dan Tingkat Pengembalian Investasi?

    Apa sih hubungan antara return dan risiko dalam investasi? Mengapa keduanya saling berhubungan? Dengan memahami hubungan antara return dan risiko dalam investasi, ini akan memudahkanmu untuk mengambil keputusan dalam berinvestasi.

    Kita telah mengetahui ada beberapa kelas aset seperti, emas, obligasi, dan ekuitas. Ketika kita memiliki aset-aset tersebut, penting untuk mengerti bagaimana membedakan mereka dari segi return dan risiko. Karena akan memudahkan kamu untuk menyesuaikan target dan proses investasi.

    Apa Itu Return dan Risiko?

    Return dan risiko adalah dua konsep yang selalu timbul ketika berbicara mengenai investasi. Di satu sisi, Return adalah istilah yang merujuk pada pengembalian atau kerugian berinvestasi selama periode tertentu. 

    Return bisa dinyatakan dalam bentuk nominal, yakni uang yang dihasilkan atau hilang yang tercermin dalam perubahan nilai mata uang dalam satu jangka waktu khusus. Namun, selain itu, Return juga bisa dinyatakan dalam bentuk persentase, yang dihitung berdasarkan rasio laba terhadap “modal awal” investasi.

    Sementara itu, risiko adalah istilah finansial yang merujuk pada kejadian atau sesuatu yang bsia menghambat seorang investor untuk mencapai return yang ia inginkan. Ketika terpapar risiko, investor bisa kehilangan sebagian atau justru seluruh modal investasi yang ia ia miliki.

    Dengan demikian, return dan risiko adalah dua hal yang masing-masing saling bertentangan satu sama lain. Namun, keduanya adalah hal esensial ketika kamu ingin menyiapkan rencana investasi.

    Return dan Risiko: Apa Hubungannya?

    Ketika kamu menyusun diversifikasi portofolio, kamu juga sedang menggabungkan beberapa instrumen investasi untuk mencapai targetmu. Nah, apakah perpaduan investasi yang tepat untukmu? Biasanya, dua faktor yang sangat berpengaruh adalah return dan risiko.

    Return atau imbal hasil, adalah ekspektasi akan uang yang dihasilkan dari investasimu. Sementara risiko adalah kemungkinan yang akan terjadi ketika imbal hasil sebenarnya berbeda dari yang diharapkan, dan juga jumlahnya. Dengan kata lain, risiko adalah jumlah volatilitas yang terkait pada sebuah investasi.

    Contoh Return dan Risiko

    Kamu memberi seorang teman uang sejumlah Rp100,000 dan dia akan mengembalikannya sebesar Rp110,000 dalam setahun. Imbal hasil yang kamu harapkan adalah Rp10,000.

    Ketika temanmu sudah pasti akan mengembalikan uangmu sebesar Rp110,000, maka ini termasuk investasi yang berisiko rendah (tergantung seberapa percaya kamu dengan temanmu).

    Tetapi, jika temanmu menggunakan uang tersebut untuk membuka sebuah usaha dan mereka akan mengembalikanmu sejumlah Rp120,000 apabila usahanya menguntungkan. Maka tingkat risikonya akan bertambah.

    Kamu mengharapkan imbal yang lebih tinggi (Rp20,000 dibandingkan Rp10,000) tetapi kamu bisa tidak mendapatkan apa-apa pada akhirnya jika usaha tersebut gagal – dan ini merupakan perbedaan yang besar.

    Jadi, seperti itulah risiko. Selalu ada return dan risiko pada tiap jenis investasi.

    Baca juga: Memulai Investasi yang Tepat Bagi Pemula, Bagaimana Caranya?

    Empat Jenis Kelas Aset Utama

    • Ekuitas: Jenis investasi yang merupakan kepemilikan di sebuah perusahaan, atau bisa juga disebut saham.
    • Obligasi: Investasi seperti utang. Misalnya kamu membeli obligasi, artinya kamu memberi pinjaman kepada perusahaan (atau pemerintah) dan kamu akan mendapatkan imbal dalam bentuk bunga. Serta modal awal yang akan dikembalikan di akhir waktu yang ditentukan.
    • Investasi Alternatif: Kategori ini mencakup investasi dalam bidang properti, komoditas, emas. Kadang, kelas aset ini memiliki risiko yang lebih tinggi dari ekuitas dan obligasi. Tapi, imbal yang diharapkan memiliki pola dan tren yang berbeda dari ekuitas dan obligasi. Jadi, kelas aset ini cocok sebagai diversifikasi.
    • Kas: Betul sekali, uang kas. Tapi dalam kelas aset, kas juga termasuk investasi jangka pendek yang likuid. Misalnya deposito jangka pendek di bank, karena aksesnya mudah.

    Kesimpulan

    Dalam berinvesyasi, sang investor perlu memahami konsep return dan risiko. Seperti sebelum membeli barang lain yang bernilai besar, pastikan kamu mengetahui risiko di belakangnya. Selain itu, sebuah portofolio yang ideal akan diatur berdasarkan keseimbangan antara return dan risiko.

    Misalnya, kamu berencana untuk membeli rumah dalam waktu 3 tahun dan mungkin kamu juga tidak mau menempatkan uangmu pada aset berisiko. Kamu mau tabunganmu tersedia sewaktu kamu telah siap membayar uang muka rumah.

    Jadi, kamu ini mengoptimalkan keamanan, dan juga imbal yang lebih sedikit. Portofolio kamu mungkin dialokasikan lebih cenderung pada obligasi yang rendah risiko serta uang kas, dan hanya sedikit pada ekuitas.

    Sedangkan jika kamu berinvestasi untuk sebuah tujuan dalam 10 tahun lagi, kamu mungkin tidak masalah dengan risiko saat ini, mengingat horizon investasimu masih panjang.

    Jadi, untuk memaksimalkan imbalmu, mungkin kamu akan mengalokasikan lebih banyak ekuitas pada portfoliomu, lalu obligasi dan sedikit kas.

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta ratusan aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

    Download Aplikasi Pluang di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Serba-serbi Index Future, Ketahui Cara Kerja Kontrak Berjangka dalam Investasi

    Index future atau indeks berjangka merupakan produk turunan (investasi efek derivatif) dari efek utama, baik bersifat penyertaan maupun utang. Beberapa jenis produk derivatif ini di antaranya kontrak opsi saham (KOS) ataupun kontrak berjangka indeks efek (KBIE).

    Indeks pasar saham terdiri dari sekeranjang saham yang menunjukkan pergerakan umum harga saham. Saham yang membentuk indeks ini harus memenuhi kondisi tertentu. Di antaranya kapitalisasi pasar yang tinggi, likuiditas yang baik, dsb.

    index future

    Index future atau indeks berjangka memungkinkan pedagang untuk menguangkan pergerakan umum dalam harga saham. Sebagai efek derivatif, kontrak berjangka adalah kontrak untuk membeli atau menjual suatu underlying berupa indeks, saham, atau obligasi di masa mendatang.

    Dalam Bursa Efek Indonesia (BEI), kontrak berjangka indeks efek (KBIE) merupakan kontrak berjangka yang menggunakan underlying berupa indeks saham.

    Saat ini, ada lima KBIE yang diperdagangkan di BEI, yakni Mini LQ45 Futures, LQ45 Futures Periodik, Mini LQ45 Futures Periodik, Japan (JP) Futures, dan LQ45 Futures.

    Bagaimana dengan index future dalam tataran global? Simak ulasan berikut ini.

    Baca juga: Semua yang Perlu Kamu Tahu tentang Perdagangan Berjangka Komoditi

    Bagaimana index future di tataran global dan apa saja jenis-jenisnya?

    Index future atau indeks berjangka, sebagaimana semua kontrak di masa depan, memberi kekuatan pada trader atau investor terkait komitmen untuk memberikan nilai tunai berdasarkan indeks dasar pada tanggal mendatang.

    Kecuali jika kontrak dibatalkan sebelum berakhir, trader wajib memberikan nilai tunai pada saat kontrak dihitung berakhir.

    Index future melacak harga suatu aset atau sekelompok aset pada masa mendatang. Fungsi indeks berjangka adalah sebagai derivatif, berarti berasal dari aset dasar atau indeks. Trader menggunakan produk ini untuk bertukar berbagai instrumen.

    Instrumen dasar index future dapat berupa ekuitas, komoditas, dan mata uang. Untuk contoh global, misalnya, indeks S&P 500 yang melacak harga saham 500 perusahaan terbesar di Amerika Serikat.

    Seorang investor dapat membeli atau menjual indeks berjangka pada S&P untuk berspekulasi terkait apresiasi atau depresiasi indeks.

    Beberapa index future yang paling populer didasarkan pada ekuitas. Setiap produk dapat menggunakan kelipatan berbeda untuk menentukan harga kontrak berjangka.

    Contohnya, nilai kontrak berjangka S&P 500 adalah 250 kali nilai indeks S&P 500. Kontrak berjangka E-mini S&P 500 memiliki nilai 50 kali dari nilai indeks.

    Selain S&P 500, indeks berjangka juga tersedia untuk Dow Jones Industrial Average (DJIA) dan Nasdaq 100 bersama dengan E-mini Dow (YM) dan E-mini NASDAQ 100 (NQ).

    Baca juga: OJK dan Bappebti, Bagaimana Kewenangan Dua Lembaga Regulator Ini?

    Margin dan indeks berjangka dalam index future

    Kontrak berjangka yang mengkerangkai index future tidak mengharuskan trader atau investor untuk memasang seluruh nilai kontrak saat memasuki trading.

    Sebaliknya, mereka mengharuskan pembeli untuk mempertahankan sebagian kecil dari jumlah kontrak dalam akun mereka, yang disebut sebagai margin awal (initial margin).

    Harga indeks berjangka dapat berfluktuasi secara signifikan hingga kontrak berakhir. Karena itu, trader mesti memiliki cukup dana di akun mereka untuk menutupi potensi kerugian ini, yang dikenal sebagai margin pemeliharaan (maintenance margin).

    Margin pemeliharaan merupakan jumlah minimum dana yang harus dimiliki suatu akun untuk memenuhi setiap klaim di masa mendatang.

    Baik New York Stock Exchange (NYSE) dan Financial Industry Regulatory Authority, Inc. (FINRA) membutuhkan minimum 25% dari total nilai perdagangan sebagai saldo minimum akun.

    Namun, beberapa broker akan menuntut lebih dari margin 25% ini. Ketika nilai trading naik sebelum kontrak berakhir, broker dapat meminta dana tambahan agar disetorkan demi menambah nilai pada rekening. Ini disebut sebagai margin call.

    Baca juga: Investasi Emas Non-Fisik dalam Bentuk Emas ETF vs Emas Berjangka, Apa Bedanya?

    Keuntungan dan kerugian dari indeks berjangka

    Index future menyatakan bahwa pemegang setuju untuk membeli indeks pada harga tertentu pada tanggal yang akan datang. Biasanya kontrak diselesaikan setiap triwulan, kendati ada beberapa kontrak tahunan juga.

    Indeks ekuitas berjangka adalah penyelesaian tunai yang berarti tidak ada pengiriman aset dasar pada akhir kontrak. Jika pada saat kontrak berakhir harga indeks lebih tinggi dari harga yang disepakati dalam kontrak, pembeli telah memperoleh untung. Begitu pula sebaliknya.

    Keuntungan ditentukan oleh perbedaan antara harga masuk dan keluar kontrak. Seperti halnya perdagangan spekulatif, ada risiko bahwa pasar bisa bergerak ke posisi mana pun. Sementara itu, akun trader harus menyimpan dana atau margin serta margin call untuk mengimbangi risiko kerugian.

    Dalam berinvestasi index future, investor harus memahami bahwa banyak faktor dapat mendorong harga indeks pasar termasuk kondisi ekonomi makro seperti pertumbuhan ekonomi dan pendapatan perusahaan.

    Spekulasi adalah strategi yang umum diterapkan. Investor berpengalaman akan menggunakan indeks berjangka untuk berspekulasi pada arah indeks.

    Alih-alih membeli saham individu atau aset, investor dapat bertaruh pada arah index future sekelompok aset di masa mendatang. Inilah yang memungkinkan index future diperjualbelikan dengan kemungkinan untung lebih besar di masa mendatang jika prediksi tepat.

    Sumber: Investopedia, Economy Okezone

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com

  • Mengenal Standard and Poor, Perusahaan Pemeringkat Indeks Saham Global

    Standard and Poor Index atau yang umum dikenal sebagai indeks S&P adalah indeks saham paling populer dan termasuk yang terbesar di Amerika Serikat, selain NASDAQ Composite dan Dow Jones Industrial Average.

    Indeks pasar saham adalah indikator mengenai kekuatan ekonomi suatu negara. Di AS, ketiga indeks saham tersebut adalah yang paling banyak memutar pasar saham.

    standard and poor index

    Selain ketiga indeks ini, masih ada sekitar 5.000 indeks lain yang membentuk pasar ekuitas AS. Sementara indeks saham Standard and Poor Index alias S&P 500 dikenal sebagai pengukuran terbaik.

    Indeks S&P disusun berdasarkan nilai saham 500 perusahaan dengan kapitalisasi pasar besar di bursa saham Amerika Serikat. Sekitar 80% nilai total pasar saham AS termuat di indeks ini.

    S&P 500 meliputi berbagai sektor, termasuk industri, energi, IT, keuangan, hingga consumer goods. Perusahaan yang tercakup dalam indeks di antaranya Adobe System Inc, Google, Amazon, Berkshire Hathaway, Boeing Company, hingga Johnson & Johnson.

    Baca juga: Serba-serbi Indeks S&P 500, Bursa Saham dengan Pengukuran Terbaik di AS

    Memahami bagaimana kerja indeks Standard & Poor’s

    Standard & Poor memiliki kantor cabang di 26 negara, terkenal di seluruh dunia untuk berbagai macam produk investasinya dan patokan pertimbangan pasar saham.

    Berdiri dengan nama Standard Statistics Co. pada 1923, Standard & Poor merilis indikator pasar saham pertamanya yang kala itu memuat 223 perusahaan. Nama perusahaan ini berganti jadi Standard & Poor’s pada 1941 setelah merger dengan Poor’s Publishing.

    Penggabungan perusahaan ini juga meningkatkan indeks saham dengan muatan 416 perusahaan sebelum mencapai angka 500 pada 1957.

    Pada 2012, Standard & Poor’s kembali melakukan gebrakan. Standard and Poor Index selanjutnya menggabungkan operasi indeksnya dengan Indeks Dow Jones untuk memimpin pasar industri ini.

    McGraw-Hill Cos. membeli S&P ada 1966 dan pada 2016 McGraw Hill Financial mengganti namanya menjadi S&P Global. Perusahaan ini memiliki lebih dari 1.400 analis kredit dan lebih dari 1,2 juta peringkat kredit telah dikeluarkan untuk pemerintah, perusahaan, sektor keuangan, dan sekuritas.

    Kini Standard & Poor indikator utama analisis risiko kredit, yang mencakup berbagai industri, berbagai tolok ukur, kelas aset, dan geografi. Mereka juga mengeluarkan peringkat kredit pada utang perusahaan publik dan swasta, serta pemerintah.

    Rentang skalanya dari AAA hingga D. Mereka dapat memprediksi peringkat utang jangka pendek dan memberi peringkat prospek dengan tenor enam bulan hingga dua tahun.

    Baca juga: Outlook Negatif S&P Bisa Tekan IHSG, Cermati Saham Emiten yang “Aman” Kala Pandemi

    Standard and Poor Index 500

    Indeks S&P 500 diluncurkan pada Maret 1957. Ini adalah indeks pertama yang diterbitkan setiap hari dan merupakan patokan umum untuk menentukan kapabilitas keseluruhan pasar saham AS.

    Standard and Poor Index terkenal lantaran memuat indeks paling terkenal di AS: S&P 500. Indeks S&P 500 adalah indeks yang memuat 500 perusahaan paling unggul di bursa saham Amerika Serikat. Saham dalam indeks ini dikurasi berdasarkan kapitalisasinya.

    Selain itu, komite konstituen indeks ini juga mempertimbangkan berdasarkan faktor-faktor termasuk likuiditas, public float, klasifikasi sektor, kelayakan finansial, dan sejarah penjualannya.

    Pada umumnya, indeks ditimbang berdasarkan kecondongan ke pasar (market-weighted) atau kecondongan ke harga (capitalization-weighted). Karena itu, setiap saham dalam indeks diwakili secara proporsional dengan total kapitalisasi pasar.

    Dengan kata lain, jika total nilai pasar dari keseluruhan 500 perusahan di Standard and Poor Index turun 10%, maka nilai indeks pun ikut turun 10%.

    Ketepatan dalam perkiraan kapitalisasi menjadikan indeks ini sebagai tolok ukur kinerja untuk berbagai reksadana dan ETF. Indeks populer lainnya yang ditawarkan S&P Global mencakup berbagai sektor pasar dan kapitalisasi pasar berbeda.

    Penawaran kapitalisasi besar dari Indeks S&P Dow Jones meliputi S&P SmallCap 600, S&P MidCap 400, S&P Composite 1500, dan S&P 900. Masing-masing indeks Standard and Poor Index ini mewakili pasar saham berdasarkan subsektornya.

    Sumber: Investopedia, Investopedia

    Simak juga:

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!

    Mau Financially-Savvy? Dengerin 7 Podcast Spotify Keuangan Ini, yuk!

    Mau Cuan Investasi Saham untuk Pemula? Intip Dulu Panduannya di Sini!



    Sumber : pluang.com