Author: 08

  • Takut Kekayaan Tergerus Waktu? Ini 4 Diversifikasi Portofolio yang Paling Cocok Untukmu!

    Dalam definisi yang paling sederhana, diversifikasi portofolio adalah praktik atau cara membagi sumber dana ke beberapa kategori. Portofolio investasi adalah alokasi dana yang disusun sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan tiap investor.

    Jika kamu investor pemula, kamu perlu memahami bahwa kamu akan mulai mengalokasikan dana ke beberapa produk investasi. Beberapa di antaranya seperti saham, obligasi, reksadana, investment partnerships real estat, atau bahkan ekuitas swasta.

    diversifikasi portofolio

    Agar upaya investasi optimal, kamu perlu mengelola diversifikasi portofolio. Dana di berbagai produk investasi itu masuk dalam portofolio. Jadi, portofolio investasi adalah sekumpulan produk investasi yang mestinya “sangat personal” dan mencerminkan kebutuhan investasimu.

    Mengapa perlu melakukan diversifikasi portofolio? Teorinya adalah bahwa kamu dapat mengurangi risiko karena setiap kelas aset memiliki korelasi yang berbeda dengan yang lainnya.

    Artinya, saat saham naik, obligasi justru mungkin jatuh. Sementara saat saham turun, real estat bisa saja dapat menghasilkan pengembalian rata-rata lebih besar. Artinya, ketika kamu menempatkan dana di berbagai produk investasi/kelas aset, kamu “mengamankan” danamu dari berbagai situasi ini.

    Baca juga: Mengenal Compound Interest, Konsep Bunga Lipat Ganda dalam Investasi

    Berbagai kebutuhan, berbagai model diversifikasi portofolio

    portofolio investasi adalah

    Jumlah total dana yang ditempatkan dalam diversifikasi portofolio ini tergantung pada model alokasi aset yang kamu pilih.

    Tiap model diversifikasi ini dirancang untuk mencerminkan tujuan pribadimu. Atau bergantung pada  toleransi risiko yang dapat kamu tanggung dalam menempatkan dana di produk investasi tersebut.

    Selanjutnya, kelas asetmu masih dapat dibagi lagi menjadi sektor. Misalnya, jika model alokasi asetmu menempatkan 40% dari total portofolio untuk diinvestasikan dalam bentuk saham, manajer portofolio dapat menawarkan 40% dana itu dialokasikan ke sektor saham berbeda.

    Kamu barangkali akan direkomendasikan untuk menempatkan dana tersebut dalam saham dengan kapitalisasi besar (big caps atau blue-chip stocks), kapitalisasi menengah, perbankan, atau manufaktur tertentu.

    Selain itu, penempatan portofolio juga tergantung pada identitas personal. Seseorang barangkali akan merasa lebih nyaman untuk memiliki diversifikasi portofolio dengan mayoritas kepemilikan aset obligasi dengan nilai imbal hasil tetap.

    Yang lainnya lagi lebih menyukai tantangan dan memiliki banyak saham 50 perak (alias saham goceng) dalam portofolionya.

    Jadi, bagaimana semestinya kamu menentukan diversifikasi portofolio yang pas dengan rencana keuanganmu?

    Baca juga: 8 Strategi Investasi Hadapi Bear Market Lantaran Pandemi COVID-19

    4 model diversifikasi portofolio  

    kamus saham

    Jadi, kita sudah bersepakat bahwa portofolio investasi adalah jalan untuk mengamankan danamu sesuai dengan tujuanmu. Sebagian besar diversifikasi portofolio melingkupi empat tujuan: pelestarian dana/modal, memperoleh pendapatan tetap, menyeimbangkan portofolio dana, atau menginginkan pertumbuhan signifikan.

    Keempat tujuan dari model diversifikasi portofolio tersebut tentunya bergantung pada rencana keuangan berbeda. Ini meliputi rencana jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang dari investor yang ingin mengembangkan diversifikasi portofolio.

    Berikut ini penjelasan tentang keempat model alokasi produk investasi/aset tersebut:

    #1 Diversifikasi portofolio – model pelestarian modal (preservation of capital)

    Model ini dirancang untuk mereka yang mengharapkan atau menggunakan kas keuangan mereka dalam dua belas bulan ke depan dan tidak ingin mengambil risiko kehilangan bahkan persentase kecil sekalipun.

    Jenis model ini cocok untuk investor yang ingin membayar kuliah, membeli rumah, atau mengakusisi bisnis. Pasar uang dan obligasi mendominasi 80% dari jenis diversifikasi portofolio ini.

    #2 Model pendapatan tetap (income)

    Diversifikasi portofolio jenis ini dirancang untuk menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya yang ingin memperoleh pendapatan tetap. Perolehan investasi pendapatan tetap bias diperoleh dari berbagai sumber.

    Mulai dari perusahaan besar yang menguntungkan, real estat (kerap dalam bentuk Real Estate Investment Trusts, REITs), treasury notes, atau saham pada perusahaan blue-chipdengan sejarah panjang pembayaran dividen.

    Mereka yang berinvestasi dalam model ini adalah mereka yang berorientasi pada pendapatan yang aman di kala pensiun atau mereka yang termasuk single-fighter di rumah tangganya.

    #3 Diversifikasi portofolio – seimbang (balanced)

    Jenis ini termasuk hibrid dari diversifikasi portofolio pendapatan tetap dan diversifikasi portofolio pertumbuhan, karena itu dikenal sebagai alokasi aset yang seimbang.

    Bagi kebanyakan orang, jenis portofolio yang seimbang adalah pilihan terbaik. Portofolio jenis ini mencoba menengahi kebutuhan tujuan jangka panjang maupun saat ini.

    Pada portofolio jenis ini, investor memegang berbagai produk investasi dengan kekuatan yang seimbang. Karena itu, risikonya terbilang tidak terlalu tinggi.

    #4 Model pertumbuhan (growth)

    Alokasi aset pada jenis diversifikasi portofolio yang menekankan pada pertumbuhan dana dirancang untuk mereka yang baru memulai karier dan tertarik membangun kekayaan jangka panjang.

    Aset tidak ditujukan untuk menghasilkan pendapatan saat ini. Pendapatan untuk saat ini bergantung pada penghasilan atau gaji yang diperoleh secara reguler.

    Sumber: The Balance

    Simak juga:

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Cara Investasi Emas yang Menguntungkan, Bagaimana Caranya?

    Tertarik untuk investasi emas, tapi masih bingung bagaimana sih cara investasi emas yang menguntungkan? Tenang, karena kami akan bongkar rahasianya untuk kamu!

    Di serial #CerdasCuan kali ini, topik yang akan kamu pelajari adalah:

    Cara Investasi Emas yang Menguntungkan – Riwayat Harga Emas Dunia

    Harga emas di bulan Januari 2020 adalah US$ 1,566.25/ons**

    Jika kamu mulai menabung emas di bulan September 2019, kamu akan membeli emas di harga US$ 1,560.4/ons.

    cara investasi emas yang menguntungkanArtinya hanya dalam 4 bulan, keuntungan kamu di bulan Januari 2020 adalah US$ 5,85/ons.

    Tetapi jika kamu telah membeli emas di bulan Juni 2019 (3 bulan sebelumnya) di harga US$ 1,339.3/ons, keuntungan yang kamu dapatkan adalah US$ 226,95/ons.

    Inilah mengapa kamu harus masuk ke pasar emas di waktu yang tepat agar mendapatkan keuntungan yang maksimal.

    Catatan: harga emas dunia adalah dalam US$

    Jadi kapankah waktu yang tepat untuk mulai menabung emas?

    Untuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk membeli atau menjual emas, kamu harus memahami dulu faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas.

    Seperti semua aset investasi pada umumnya, harga sebuah aset ditentukan oleh hukum penawaran dan permintaan.

    Faktor-faktor yang mempengaruhi harga emas

    Harga emas juga dipengaruhi oleh faktor permintaan dan penawaran.

    Permintaan: Ketika permintaan emas meningkat, artinya konsumen bersedia membayar lebih untuk emas, maka harganya cenderung akan meningkat. Berikut beberapa jenis permintaan yang bisa mempengaruhi harga emas!

    Permintaan konsumsi

    Untuk beberapa negara seperti Cina dan India, emas adalah bagian dari budaya dan tradisi. Selama musim perayaan, permintaan emas meningkat dan ini mendorong harga emas untuk naik. Dikarenakan permintaan untuk barang-barang konsumen seperti perhiasan meningkat, maka permintaan dan harga emas bisa naik.

    Volatilitas pasar dan ketidakpastian

    Emas dianggap sebagai aset “safe haven” ketika kelas aset lain memiliki performa buruk karena kehilangan nilai fundamentalnya. Ketika pasar mengalami ketidakpastian tentang keadaan ekonomi ke depannya, permintaan emas akan meningkat karena emas selalu menjadi nilai perlindungan investasi karena keamanannya.

    Perlindungan terhadap Inflasi

    Ketika inflasi terjadi, harga komoditas dan biaya produksi meningkat. Akibatnya, harga rumah, harga mobil, barang pokok, dan emas cenderung meningkat juga. Karena itu, ketika inflasi diprediksi akan terjadi, permintaan akan emas biasanya meningkat karena emas dianggap dapat melindungi kekayaan mereka dari penurunan nilai beli. Hal ini kemudian akan berpengaruh terhadap peningkatan harga emas.

    Perlindungan terhadap suku bunga rendah

    Ketika suku bunga rendah, menabung di bank menjadi kurang menarik. Orang-orang cenderung mengalihkan fokus mereka pada aset lain seperti emas yang bisa mendapatkan imbal hasil lebih baik. Karena itu, ketika suku bunga rendah, permintaan emas meningkat dan menyebabkan kenaikan harga emas.

    Harga Dolar AS

    Harga emas dunia adalah dalam dolar AS. Ketika dolar AS menurun, pemegang mata uang lainnya (seperti Rupiah) bisa mendapatkan dolar AS lebih banyak saat mengkonversi jumlah mata uang Rupiah yang sama. Karena itu, ketika dolar AS murah, emas akan menjadi murah untuk pemegang mata uang lainnya. Ini berarti bahwa permintaan emas meningkat ketika dolar AS menurun, dan akan mempengaruhi pada kenaikan harga emas.

    Lalu, harga emas juga dipengaruhi oleh faktor penawaran.

    Penawaran: Ketika produksi atau persediaan emas menurun, emas menjadi lebih langka, dan mengakibatkan kenaikan harga emas.

    Produksi

    Pemain utama di pertambangan emas adalah Cina, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia, Rusia dan Peru. Jika kecelakaan terjadi dan menyebabkan lokasi tambang besar untuk sementara menutup, pasokan emas mungkin menjadi terbatas, hal ini berpotensi menyebabkan harga emas meningkat.

    Ketika emas berkualitas sulit didapatkan, dan kuantitas emas akan menjadi lebih terbatas. Akhirnya, harga emas juga akan meningkat.

    Cara investasi emas yang menguntungkan – Tips untuk mengetahui kapan waktu tepat untuk membeli emas 

    • Aturan umum dalam berinvestasi adalah untuk membeli saat harga rendah dan menjual saat harga tinggi
    • Belilah ketika kamu yakin harga emas akan meningkat. Hal ini terjadi ketika:
      • Pasar ekuitas mengalami ketidakpastian. Ketika ada risiko politik dan pasar mengalami ketidakpastian tentang eskalasi dan efeknya pada pasar. Harga emas meningkat sebesar 3% selama 3 hari ketika ketegangan politik muncul antara AS dan Iran pada 3 Januari 2020.
      • Permintaan konsumsi (untuk perhiasan atau teknologi) diprediksi untuk meningkat
      • Ketika tingkat inflasi diprediksi akan meningkat
      • Saat suku bunga diprediksi akan turun
      • Ketika dolar AS diprediksi akan turun/melemah

    Waktu terbaik untuk menjual emas adalah ketika kamu yakin harga emas sedang di level tinggi dan akan menurun. Hal ini terjadi ketika:

    • Kinerja pasar ekuitas sangat baik dan diharapkan untuk tetap berkembang
    • Ketika ada sentimen pasar yang kuat dan pasar ekuitas optimis
    • Permintaan konsumsi (untuk perhiasan atau teknologi) diprediksi akan turun
    • Ketika suku bunga diperkirakan akan meningkat
    • Ketika dolar AS diperkirakan akan menguat

    Nah, sudah mengerti kan cara investasi emas yang menguntungkan? Atau bahkan kamu sudah memiliki investasi emas.

    Sekarang coba yuk pengetahuan kamu tentang emas dengan menjawab pertanyaan di bawah ini!



    Sumber : pluang.com

  • Mau Belajar Investasi? 5 Rekomendasi Buku Ini Wajib Kamu Baca!

    Membaca buku tentang investasi bisa menjadi senjata ampuh mendapatkan keuntungan yang maksimal. Ingin tahu rekomendasi buku bagus ala Pluang? Di artikel ini, kami hadirkan daftarnya.

    Investasi ibarat perang yang harus kita menangkan. Caranya, dengan mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dan meminimalkan risiko.

    membaca buku

    Memahami buku tentang investasi merupakan strategi ampuh untuk menaklukkan dunia keuangan. Belajar dari rekomendasi buku bagus membuat kita semakin memahami dinamika kesuksesan dan kegagalan orang-orang hebat sebelumnya. 

    Modal adalah senjata utama seorang investor. Namun, wawasan tentang dunia investasi juga tidak kalah pentingnya. Dengan memiliki pengetahuan yang cukup, kita bisa memaksimalkan modal yang ada.

    Buku tentang investasi yang bagus adalah yang memberikan gambaran riil naik turunnya dunia investasi. Simak, yuk, lima rekomendasi buku bagus di bawah ini!

    Baca juga: Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

    Rekomendasi buku tentang investasi dari orang-orang hebat

    Seorang investor yang sukses adalah dia yang mau belajar dari kesuksesan dan kegagalan para pendahulunya. Berikut beberapa buku tentang investasi yang bisa kalian ambil ilmunya!

    #1 “The Essays of Warren Buffett: Lessons for Corporate America” (1997) oleh Warren Buffett

     buku tentang investasi

    Buku ini sangat cocok untuk investor pemula. Di sini, Warren Buffett menjelaskan tentang prinsip dasar bisnis. Mulai dari corporate governance, keuangan, investasi, alternatif saham, merger dan akuisisi, kebijakan akuntansi, hingga masalah pajak. Salah satu trik yang dianjurkan dalam buku ini adalah membeli saham suatu perusahaan pada saat saham tersebut sedang bearish alias diskon, di bawah nilai bawaannya!

    #2 “Rich Dad Poor Dad” (1997) oleh Robert T. Kiyosaki

    rekomendasi buku bagus

    Buku klasik yang satu ini sangat dianjurkan bagi investor pemula. Kiyosaki beragumen jika orang miskin dan kelas menengah cenderung bekerja mencari uang dengan penghidupan dari waktu ke waktu. Namun, orang kaya bekerja untuk belajar. Kiyosoki menganjurkan investor untuk membuat arus kas berkala serta menyediakan nilai ekuitas terbalik untuk membuat analisis pada suatu produk investasi.

    #3 “Beating the Street” (1993) oleh Peter Lynch

    buku tentang investasi beating the street peter lynch

    Peter Lynch adalah salah satu investor pasar saham yang paling sukses. Buku ini memungkinkan kita untuk melihat ke dalam pikiran dan proses berpikir Lynch dalam hal memutuskan apakah itu saat yang tepat bagi investor untuk membeli atau menjual saham. Lynch percaya jika setiap investor individu bisa memaksimalkan uang, bahkan lebih baik daripada Wall Street.

    #4 “The Intelligent Investor” (1949) oleh Benjamin Graham

    rekomendasi buku bagus the intelligent investor benjamin graham

    Buku yang ditulis pada 1949 ini diakui oleh Warren Buffett sebagai “the best investing book ever written”. Benjamin Graham sendiri dinobatkan sebagai “father of value investing”. Dalam buku ini, Graham membahas berbagai cara untuk mengelola portofolio kalian melalui pendekatan positif maupun defensif.

    #5 “Think and Grow Rich” (1937) oleh Napoleon Hill

    think and grow rich napoleon hill

    Buku ini ditulis pada saat great depression dan sudah terjual lebih dari 100 juta kopi di seluruh dunia. Berangkat dari riset yang mendalam, Hill menjelaskan bahwa kesiapan psikologis seseorang untuk sukses dan gagal merupakan wawasan yang berharga. Hill menunjukkan bagaimana keinginan, kepercayaan, pengetahuan khusus, perencanaan, dan kegigihan diuji pada saat great depression ini.

    Buku tentang investasi diatas menunjukkan bahwa kesuksesan investasi itu butuh proses. Yuk, mulai berproses dengan membaca buku!

    Baca juga: Tetap Cuan Saat #dirumahaja dengan Menabung Emas Digital, Begini Caranya!

    Belajar dari Warren Buffett

    Rule No. 1: never lose money. Rule No. 2: never forget Rule No.”

    Itu adalah salah satu kutipan dari Warren Buffett.

    Warren Buffett dinobatkan sebagai “the most successful investor”. Ia menulis banyak buku tentang investasi yang menjadi bacaan hampir setiap investor serius. Ada sekitar 44 buku yang tercantum di goodreads dengan rating yang sangat tinggi, dengan 278.950 rating dari para pembacanya.

    Majalah Forbes pada Januari 2020 membedah lima kunci sukses dari seorang Warren Buffett. Kuncinya adalah:

    #1 investasilah kepada saham dividen perusahaan

    Saham dividen merupakan pemasukan utama Buffett dan rekan-rekannya.

    #2 Buy-and-hold strategy

    Menurut buku tentang investasi yang ditulisnya, investasi dalam jangka panjang lebih mendatangkan untung daripada mengikuti pasar dari waktu ke waktu.

    #3 Jangan takut untuk melepaskan

    Buffett tidak lepas dari kesalahan. Dia pernah rugi banyak. Tapi, dari sanalah dia belajar banyak hal.

    #4 Tangkaplah kesempatan

    Jika kamu punya keyakinan pada suatu saham, maka majulah. Tidak usah melihat orang lain. Being brave when others are afraid!

    #5 Jangan mengikuti arus

    Buffett sering menghindari berpartisipasi pada saham-saham yang sedang naik. Tentu saja, langkah ini membutuhkan analisis mendalam dan tidak cukup hanya membaca satu atau dua buku tentang investasi.

    Kesuksesan Warren Buffett membutuhkan disiplin dan kesabaran selama bertahun-tahun. Apa yang bisa kita ambil? Tetaplah berproses dan teguh pada pendirian kita, pesan Warren Buffett. Dan tentu, bagi yang sedang memulai investasi, ingat untuk membaca rekomendasi buku tentang investasi di artikel ini, ya!

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Tetap Produktif Meski Kerja dari Rumah, Ini 9 Trik dari Para Freelancer Sukses

    Dampak Pandemi Corona, 1,4 Juta Orang Mendaftar Kartu Prakerja Online

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Kenali Tujuan Investasimu, Lihat 4 Investasi Potensial untuk Pemula Ini

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Jaga Kondisi Keuanganmu, Berhemat di Bulan Ramadan dengan 4 Tips Jitu Ini

    Ramadhan biasanya adalah waktu di mana kamu banyak mengeluarkan uang. Namun, ramadhan tahun ini berbeda karena adanya pandemi virus corona. Bisa jadi pemasukanmu berkurang. Maka, kamu harus mencari cara menabung uang dengan menjalankan tips menabung uang yang akan kita bahas ini.

    Boros di masa ramadhan adalah tren universal. Tetapi, mengingat meningkatnya tuntutan hidup dan persyaratan anggaran, kamu dapat mengalami pemenuhan kekudusan bulan ramadhan tanpa tekanan dari pengeluaran berlebihan.

    cara menabung uang

    Cara menabung uang di bulan ramadhan dapat dilakukan dengan menjalankan tips menabung uang seperti menetapkan budget dan mematuhinya, mengurangi belanja, mengurangi berbuka dan sahur bareng di luar, serta memanfaatkan diskon-diskon ramadhan saat berbelanja.

    Perlu diingat bahwa bulan ramadhan adalah bulan memberi, inilah sebabnya, prioritas nomor satu harus kamu berikan kembali kepada masyarakat dan menjaga anggaran untuk amal.

    Jadi sekalipun kamu sedang menerapkan tips menabung uang dan cara menabung uang untuk mengirit, kamu juga tetap harus mempertimbangkan alokasi dana untuk bersedekah di bulan ramadhan ini. Membantu sesama adalah salah satu kewajiban di bulan ramadhan, kan.

    Baca juga: 5 Cara Menabung yang Tepat demi Wujudkan Resolusi Keuangan 2020

    Cara menabung uang di bulan ramadhan tahun ini

    tips menabung uang

    Dalam cara menabung uang kamu, penting untuk mengetahui sumber penghasilanmu. Terlepas dari upah bulananmu atau bentuk pendapatan reguler lainnya, bulan ini beberapa dari kamu mungkin menerima bonus liburan tahunan atau apa yang orang Indonesia sebut THR, atau bonus lain apa pun dari atasanmu.

    Dengan mengetahui sumber pendapatan, kamu akan bisa menentukan besaran uang yang bisa kamu tabung, dan yang harus kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

    Dalam hal memenuhi kebutuhan sehari-hari, kamu juga harus membuat sebuah perencanaan budget. Dengan demikian kamu akan memahami cara menabung uang, jika pengeluaranmu dirasa lebih besar dari pemasukan kamu harus memangkas beberapa item, agar kamu masih punya sisa uang untuk ditabung.

    Tips menabung uang dan cara menabung uang lainnya adalah dengan mencatat pengeluaran harian kamu. Ini akan membantumu melacak jumlah uang yang telah kamu habiskan dan menganalisis apakah pengeluaran kamu lebih tinggi atau lebih rendah dari yang direncanakan. Dengan cara ini, kamu akan semakin termotivasi untuk menghabiskan lebih sedikit dan menabung lebih banyak.

    Menjalankan cara menabung uang dan tips menabung uang ini penting agar kamu bisa menyimpan dana yang dapat digunakan untuk ramadhan tahun depan.

    Jika kamu mulai menabung dari sekarang, kamu tidak akan perlu khawatir di ramadhan berikutnya karena kamu sudah punya tabungan. Menabung lebih baik daripada berhutang kan.

    Lalu bagaimana cara menabung uang yang baik? Kamu bisa simak 4 tips menabung uang berikut ini.

    Baca juga: Hemat Uang Belanja Demi Menabung, Begini 9 Cara Mudahnya

    4 tips menabung uang di bulan ramadhan

    tips menabung uang

    #1 Cara menabung uang – Mempraktikkan gaya hidup sederhana

    Ramadhan menjunjung tinggi nilai-nilai dasar manusia dan kesederhanaan. Saat kamu merenungkan tindakanmu di bulan suci ini, praktikkan juga kesederhanaan dalam pengeluaran keuanganmu.

    Alih-alih mengorganisir jamuan berbuka puasa yang mewah, cara menabung uang adalah dengan melakukan berbuka puasa di rumah dengan orang yang kamu cintai.

    Mempraktikkan gaya hidup sederhana tak hanya menambah pahalamu, ini juga akan menambah tabunganmu.

    #2 Patuh pada rencana budget

    Pastikan kamu patuh pada rencana anggaranmu saat melakukan pembelian untuk bulan ini.

    Sebagai alternatif, jika kamu bisa, buat anggaran ramadhan terpisah yang mencakup semua pengeluaran yang perlu kamu lakukan selama bulan ini.

    Itu bisa termasuk biaya hadiah, pakaian, dekorasi, hiburan dan makanan. Setelah kamu membuat anggaran, akan lebih mudah bagimu untuk mengikutinya jika kamu memasukkan keluargamu dalam implementasinya juga.

    #3 Cara menabung uang – Simpan paket perjalananmu

    Jika kamu berencana untuk melakukan perjalanan selama bulan ramadhan, rencanakan perjalananmu terlebih dahulu untuk mendapatkan potongan harga.

    kamu juga dapat menggunakan berbagai tiket promo dan subsidi biaya perjalanan. Ini adalah cara yang baik karena biaya perjalanan biasanya adalah pengeluaran yang cukup besar.

    #4 Berlatih berhemat dalam memberikan hadiah atau parcel

    Parcel atau bingkisan hadiah adalah hal yang lumrah di bulan ramadhan. Kamu bisa menyebarkan cinta dan kebahagiaan tanpa menghabiskan banyak uang atau membeli hadiah mahal.

    Cara menabung uang di sini adalah dengan membuat hadiah yang dipersonalisasi di rumah kamu alih-alih membeli bingkisan parcel jadi yang biasanya tersedia di toko. Dengan demikian kamu bisa mengirit uang, dan bisa menabung lebih banyak.

    Itu tadi 4 tips menabung uang di bulan ramadhan ini. Patut kamu ingat bahwa menjalankan cara menabung uang yang baik adalah strategi agar di ramadhan tahun depan kamu sudah punya tabungan atau budget.

    Lagipula, ramadhan adalah bulan suci yang mengajarkan kita untuk hidup dalam kesederhanaan. Maka, cara menabung uang adalah salah satu upaya mempraktikkan kesederhanaan itu, agar ibadah puasamu lebih berarti dan afdal. Yuk, mengirit dan menabung!

    Sumber: Bankonus, Citibank

    Simak juga:

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Niat Jadi Kolektor Lukisan Pemula? Ketahui Dulu Risiko Investasinya di Sini!

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Menyulap Hobi Menjadi Bisnis dengan 7 Trik Andalan Ini!



    Sumber : pluang.com

  • Bursa Saham Sedang Terkoreksi, Kenali Pola Investasi Saham dengan Cara Ini

    Penyebaran COVID-19 memukul berbagai macam lini usaha, termasuk indeks harga saham. Pandemi ini bisa menjadi waktu yang tepat untuk belajar investasi saham bagi pemula. Simak ulasan di bawah ini untuk memulai investasi, ya!

    Bursa saham Indonesia mengalami kerugian sebesar 25 persen atau sekitar Rp1.907 T selama tiga bulan terakhir. Sekitar 20 T keluar dari bursa sebagai dampak penjualan besar-besar selama wabah tersebut. Lantas, bagaimana kiat belajar investasi saham bagi pemula di tengah banyaknya penjualan?

    belajar investasi saham bagi pemula

    Hasil riset BNP Paribas Asset Management menegaskan jika turunnya pasah saham di masa wabah adalah kesempatan emas. Termasuk belajar investasi saham bagi pemula. Investor bisa memulai investasi jangka panjang dan meraup keuntungan besar pasca pandemik.

    Dalam sejarah dunia, tercatat ada beberapa pandemik global yang memengaruhi perekonomian. Flu Spanyol pada 1918-1920 menjadi wabah terparah yang pernah dialami umat manusia selama 100 tahun terakhir.

    Namun, sejarah bursa saham juga menunjukkan jika pandemi adalah waktu yang tepat belajar investasi saham bagi pemula. Simak penjelasan di bawah ini ya untuk memulai investasi kalian!

    Baca juga: Belajar Investasi Saham? Intip Yuk Simulasi Trading hingga Strategi Kelola Saham

    Belajar investasi saham bagi pemula di saat krisis, kenapa tidak?

    memulai investasi

    Pandemi COVID-19 memaksa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh ke zona merah. Berdasarkan data di Bursa Efek Indonesian (BEI), IHSG sempat menyentuh level Rp4.716 dan turun sebesar 25 persen sejak awal tahun. Level tersebut merupakan rekor baru bagi IHSG yang menyentuh harga Rp4.000 terakhir kali pada tahun 2016.

    Alhasil, transaksi harian EI turun hingga 1,49 persen menjadi 462 ribu kali. Jika dirata-rata, transaksi harian juga mengalami penurunan yang signifikan, yakni sebesar 23,84 persen menjadi Rp6,34 T.

    Sebenarnya, IHSG sudah dalam tren penurunan dari level Rp6.000 ke level atas Rp5.000 sebelum virus korona merebak di Indonesia. Dan IHSG belum merespons negatif ketika pemerintah mengumumkan kasus pertama COVID-19 di Indonesia pada 2 Maret 2020 silam.

    Keadaan berbalik dengan cepat pada pekan selanjutnya, yakni tanggal 9 Maret 2020. IHSG anjlok 6,58 persen dalam sehari. Dan itu merupakan penurunan terburuk selama 9 tahun. Terakhir IHSG terpuruk pada 22 September 2011 hingga 9 persen dalam sehari.

    Kilas balik wabah COVID-19 sejak awal tahun

    Sepanjang kemunculan wabah COVID-19 di Indonesia, IHSG mencapai titik terendah pada level Rp3.937 atau turun 37 persen pada 24 Maret 2020. Otoritas bursa keuangan pun memberikan stimulus demi meredam kejatuhan IHSG. Mereka sempat menaikkan batas bawah penurunan menjadi minus 10 persen dari sebelumnya 25-35 persen. Kemudian, dinaikkan lagi menjadi minus 7 persen.

    Kenyataannya, kebijakan tersebut belum cukup efektif mengerem penurunan IHSG. Strategi lain pun diberlakukan. Otoritas bursa memberlakukan trading halt atau penghentian perdagangan saham selama 30 menit jika IHSG anjlok lebih dari 5 persen dalam sehari.

    Kebijakan tersebut efektif meredam penurunan bursa saham, meski hanya secara harian. Jika dirangkum, IHSG telah turun 30 persen dalam 14 hari perdagangan sampai ke titik terendah, terhitung kumulatif sejak 5 Maret 2020. Sementata itu, IHSG membutuhkan waktu 16 hari perdagangan untuk turun hingga 40 persen pada krisis keuangan 2008 silam.

    Tidak diragukan lagi jika pandemik sangat memengaruhi harga bursa saham. Jangan khawatir, penurunan harga saham bisa menjadi keuntungan bagi beberapa orang. Termasuk kalian, yang ingin belajar investasi saham bagi pemula.

    Baca juga: 5 Trik Ringkas Main Saham dengan Modal Kecil Biar Cuan Gede

    Kenali pola bursa saham saat pandemi sebagai langkah awal memulai investasi!

    investasi dan wanita

    Lebih dari empat juta orang di dunia sudah terinfeksi virus korona per 10 Mei 2020. Jika dibandingkan dengan virus SARS, yang memakan korban 8 ribu orang dan menewaskan lebih dari 700 orang, korban COVID-19 lebih tinggi. Namun, virus tersebut masih tergolong dalam satu keluarga. Dan, virus SARS juga sangat berdampak pada bursa saham pada 2002-2003 lalu.

    Dow Jones Industrial Average (DJIA) sempat terkoreksi dalam pada masa SARS. DJIA menjadi salah satu acuan bursa saham di Amerika Serikat. Fenomena yang sama terjadi di Indonesia. Indonesia yang memiliki korban SARS lebih rendah dibanding dengan negara lain, mengalami penurunan IHSG yang cukup signifikan. IHSG sempat tertahan beberapa waktu setelah rally panjang dari pertengahan 2002.

    Hal tidak terduga terjadi pada puncak SARS di awal 2002. Bursa saham mulai rebound dan indeks saham dunia mulai bangkit perlahan ketika World Health Organization (WHO) mengumumkan SARS mulai mereda. IHSG Indonesia pun berangsur membaik dan melanjutkan rally panjang hingga akhir 2004 atau dua tahun pasca-SARS.

    Sektor yang kuat di masa pandemi

    Menelisik kembali ke sejarah pada masa SARS, berikut beberapa sektor yang patut dipertimbangkan dalam masa pandemi. Berikut ini jejak dalam sejarah yang bisa jadi modal belajar inevstasi saham bagi pemula kala pandemi.

    Sektor konsumsi terbukti lebih kuat menahan guncangan pandemi. Unilever (UNVR), Mayora (MYOR), dan dua indofood (ICBP dan NDF) hanya mengalami penurunan tipis sekitar 17 persen. Raksasa rokok, yakni Sampoerna (HMSP) dan Gudang Garang (GGRM) juga memiliki tren yang sama.

    Perbankan juga menjadi primadona dalam masa pandemik. Tiga bank BUMN (BBRI, BMRI, dan BBNI) plus bank Djarum (BBCA) selalu menarik untuk dilihat. Hal ini karena sektor perbankan menjadi cerminan dari pasar modal.

    Dalam perjalanannya, nilai saham perbankan selalu mengalami kenaikan. Lihat saja BBCA yang memiliki PER (Price Earning Ratio) 24,9 pada November 2018 dan naik menjadi 22,6 pada 2019. Atau BBNI yang memiliki PER 4,94 dan PBV (Price to Book Value) 0,7 pada 2018.

    Berkaca pada tren saham virus SARS, sektor perbankan masih memiliki potensi yang menjanjikan. Bahkan, riset menargetkan potential gain mulai dari 20 persen dari saham-saham tersebut.

    Belajar investasi saham bagi pemula di saat pandemi tidaklah mustahil. Ketelitian melihat sejarah bursa saham menjadi kuncinya. Bagaimana, sudah siap memulai investasi di masa pandemi ini?

    Sumber: Katadata

    Simak juga:

    Jadi “Cewek Keren” dengan Menghapus Gaya Hidup Boros

    Tujuh Langkah Mencapai Kebebasan Finansial

    Pengin Bikin Start-up? Ini 5 Strategi Awal yang Harus Kamu Ketahui

    Menabung Asyik dengan 5 Cara Fun Ini, yuk!

    Menikah vs Beli Rumah, Mana yang Harus Didahulukan?



    Sumber : pluang.com

  • Q1 2020, Pendapatan Facebook Menurun, Apa yang Terjadi?

    Facebook mengeluarkan laporan corporate earnings pada 29 April 2020. Pada laporan tersebut disebutkan pendapatan facebook untuk kuartal pertama 2020 lebih kecil dari yang diharapkan.

    Namun, meski pendapatan facebook berupa corporate earnings lebih kecil dari yang diharapkan, tercatat ada peningkatan metrik utama lain yaitu user-base growth, dan average revenue per user.

    pendapatan facebook

    Dilansir Investopedia (19/5), pendapatan facebook dalam bentuk revenue pada kuartal pertama 2020 memang turun. Namun, corporate earnings facebook meningkat dalam bentuk lain yaitu Monthly Active User (MAU), Average Revenue Per User (ARPU), dan Earnings Per Share (EPS).

    Meski pendapatan facebook dalam bentuk earnings dan revenue turun, peningkatan MAU, ARPU, dan EPS menunjukkan bahwa inti dari bisnis facebook masih kuat bahkan di tengah gangguan karena pandemi COVID-19.

    Para investor tampaknya masih percaya pada facebook dan harga saham facebook meningkat 10% pada saat tulisan ini dibuat. Harga EPS facebook pada kuartal pertama 2020 ini adalah USD2.04, lebih tinggi dari 2019 yang hanya sejumlah USD1.69.

    Baca juga: Belum Ketinggalan Zaman, Milenial Bisa Cuan dari Facebook dengan 7 Cara Ini

    MAU dan ARPU adalah metrik utama yang menentukan pendapatan facebook

    Untuk perusahaan media sosial seperti facebook, Monthly Active Users (MAU) dan Average Revenue Per User (ARPU) adalah metrik utama yang menentukan pendapatan facebook.

    Ini karena untuk para investor dan pengiklan, saat mereka ingin menanamkan modal atau memasang iklan di facebook, mereka akan memandang dua metrik utama tersebut.

    Artinya semakin besar angka MAU dan ARPU, semakin besar corporate earnings yang facebook dapatkan. Pendapatan facebook dari saham yang terjual dan iklan yang terpasang akan semakin besar.

    MAU adalah indikator kunci untuk melacak angka pengguna individual unik yang mengunjungi situs facebook dalam periode satu bulan. Facebook telah mengalami peningkatan MAU yang stabil selama kurun waktu empat tahun terakhir.

    Analis mencatat terjadi peningkatan MAU facebook Year over Year (YoY) sebesar 7.7% pada kuartal pertama 2020 ini.

    Tak kalah penting dengan Monthly Active Users (MAU), pendapatan facebook dapat diperoleh dari para penggunanya, corporate earnings ini ditentukan oleh average revenue per user alias ARPU.

    Analis mencatat bahwa terjadi peningkatan ARPU facebook sebanyak 7.4% Year over Year (YoY) pada kuartal pertama 2020 ini.

    Baca juga: Ikuti Jejak Amazon dan Facebook, Tahun 2020 Google Luncurkan Google Play

    Turunnya pendapatan dalam bentuk revenue dari tahun ke tahun

    Facebook sempat dihujat karena berbagai perkara terkait privasi. Lantaran berbagai tuntutan hukum yang menghantui perusahaan milik Mark Zuckerberg ini, pendapatan facebook pada tahun 2019 silam masih saja tinggi.

    Nilai saham raksasa media sosial ini melonjak tinggi di pasar pada tahun 2019 silam.

    Namun, pada 2020 ini terjadi penurunan pendapatan facebook dalam bentuk revenue karena adanya pandemi COVID-19.

    Untuk kuartal pertama 2020, EPS facebook memang mengalami peningkatan menjadi USD2.04. Ini adalah peningkatan YoY 20.7% jika dibandingkan dengan penurunan 2.9% pada tahun sebelumnya.

    Seperti banyak perusahaan lainnya, rerata pendapatan facebook (revenue dan profit) mengalami penurunan besar dari tahun ke tahun (Year over Year).

    Misalnya pada kuartal pertama 2017, pendapatan facebook melonjak 39.2%, angka ini melonjak lagi pada kuartal pertama 2018 sebesar 49.3%.

    Namun, pendapatan facebook ini menurun tajam menjadi 21.0% pada kuartal ketiga 2019, bahkan menurun makin tajam sebesar 14.5% pada kuartal keempat 2019.

    Analis mencatat pendapatan facebook dalam bentuk revenue Year over Year (YoY) ini bahkan hanya mencapai angka 16.0% atau sebanyak USD17.5 M pada kuartal pertama 2020.

    Baca juga: Memperkenalkan Bitcoin, Mata Uang Elektronik sebagai Investasi Alternatif

    Pendapatan facebook dari produk lainnya

    Sebagaimana diketahui, facebook bukan hanya sebuah situs jejaring pertemanan atau media sosial yang dapat dikunjungi di laman facebook dot com. Perusahaan ini juga dapat disebut sebagai salah satu raksasa internet karena luasnya cakupan layanan yang mereka sediakan.

    Selain facebook dot com yang memiliki 2.99 miliar pengguna aktif, ada banyak produk facebook lainnya. Di antaranya seperti Instagram, WhatsApp, facebook messenger, hingga piranti keras (hardware) seperti Oculus, sebuah headset virtual reality dan piranti portal video-chatting.

    Pendapatan facebook dapat dikatakan cukup besar dari produk-produk tersebut. Salah satunya dari penjualan Oculus yang laku keras dan sold out dari laman facebook dan retailer seperti Best Buy.

    Pendapatan facebook dari penjualan Oculus dan produk layanan lainnya telah meningkat 80% dibandingkan tahun lalu. Corporate earnings facebook dari produk lain ini mencapai angka USD297 juta untuk kuartal pertama 2020.

    Mark Zuckerberg selaku pemilik facebook mengarisbawahi bahwa Monthly Active Users (MAU) facebook dewasa ini meningkat hingga 800 juta pengguna aktif. Para pengguna ini aktif menggunakan fitur live streaming baik di situs facebook dot com atau di aplikasi Instagram.

    “Karena tidak ada yang merencanakan acara fisik saat ini, live streaming telah menjadi tempat utama bagi banyak acara,” kata Zuckerberg dalam sebuah wawancara dengan CNBC.

    Meski pendapatan facebook dalam bentuk revenue menurun pada kuartal pertama 2020 ini, namun peningkatan MAU, ARPU, dan EPS tampaknya masih akan menjamin keamanan corporate earnings perusahaan yang bermarkas di Silicon Valley ini.

    Facebook, tampaknya akan masih digdaya sebagai salah satu raksasa internet hingga beberapa tahun ke depan.

    Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Kaum Milenial, Berapa Banyak Investasi yang Mesti Kamu Punya?

    Di Tengah Perang Dingin Teknologi AS-Tiongkok, 5G Huawei Optimis Akan Meledak di Pasar

    Wah! Ternyata Selain Jagoan Konten, Ini 3 Pekerjaan yang Akan ‘Laku’ di Masa Depan!

    Jualan Drone, Frank Wang Berhasil Raup Keuntungan Hingga Rp27 Triliun



    Sumber : pluang.com

  • Stakeholder dan Shareholder dalam Suatu Perusahaan, Apa sih Bedanya?

    Mukadimah Konsep Stakeholder vs Shareholder

    Sepintas melihat istilahnya, kalian barangkali bertanya-tanya mengenai apa perbedaan stakeholder vs shareholder? Tentu kalian tahu. Kedua entitas tersebut sangat penting dalam dunia investasi. Yuk, kenali pengertian stakeholder dan shareholder lebih dalam!

    Stakeholder vs shareholder selalu ada dalam sebuah perusahaan. Meskipun mereka memiliki nama yang sama, namun investasi mereka di perusahaan terbilang berbeda.

    stakeholder vs shareholder

    Seringkali stakeholder vs shareholder memiliki kepentingan yang bertolak belakang atau bersaing. Hal tersebut sangat tergantung pada hubungan mereka dengan organisasi atau perusahaan. Shareholders selalu berperan sebagai stakeholder, namun pengertian stakeholders tidak selalu menjadi shareholders.

    Meskipun demikian, stakeholder vs shareholder sama-sama memiliki kemampuan untuk memengaruhi pengambilan keputusan di suatu perusahaan.

    Kedua hal di atas hanyalah sebagian kecil pengertian stakeholder dan shareholder. Simak ulasan di bawah ini ya untuk memperdalam pemahaman stakeholder vs shareholder.

    Baca juga: Dengan Aset Rp350,29 T, Astra International Miliki Aset Tertinggi Perusahaan Manufaktur

    Perbedaan Utama Stakeholder vs Shareholder

    Ada beberapa faktor kunci yang membedakan kedua entitas tersebut. Hal ini sangat berkaitan dengan peran serta kepentingan mereka di suatu perusahaan.

    Shareholder atau pemegang saham bisa berupa perorangan, perusahaan, maupun institusi yang memiliki setidaknya satu saham perusahaan. Misalnya, shareholder juga bisa seorang investor yang berharap harga saham akan meningkat, sehingga dia bisa memiliki biaya pensiun.

    Shareholder juga memiliki hak untuk melakukan pemungutan suara, serta hak untuk mempengaruhi manajemen perusahaan. Satu hal yang perlu diingat, meski shareholder memiliki perusahaan, namun mereka tidak bertanggung jawab terhadap hutang perusahaan.

    Sementara itu, untuk mengetahui perbedaan antara stakeholder vs shareholder, kalian perlu paham pengertian stakeholder atau pemangku kepentingan merupakan orang atau sekelompok orang yang bertanggung jawab terhadap kinerja perusahaan secara menyeluruh.

    Kita bisa mengidentifikasi stakeholder sebagai:

    • pemilik dan pemegang saham;
    • karyawan perusahaan;
    • pemegang obligasi yang memiliki hutang yang diterbitkan oleh perusahaan;
    • pelanggan yang mengandalkan produksi atau jasa perusahaan;
    • atau pun pemasok dan vendor yang bergantung terhadap perusahaan sebagai sumber penghasilan.

    Lantas apa perbedaan utama stakeholder dan shareholder? Perbedaannya adalah shareholder dapat menjual saham mereka dan kemudian membeli saham yang berbeda. Ini karena mereka tidak memiliki kebutuhan jangka panjang untuk perusahaan.

    Sementara itu, stakeholder terikat pada perusahaan untuk jangka waktu yang lebih lama, serta dengan alasan kebutuhan yang lebih besar.

    Kepentingan keduanya pun kadang bertolak belakang. Misalnya ketika perusahaan melakukan pencemaran lingkungan dalam proses produksinya.

    Secara hitungan, mungkin hal tersebut dapat meningkatkan profit dan shareholder akan menikmati hasilnya. Namun, dari sisi operasional dan manajemen, hal tersebut merupakan masalah. Dan stakeholder harus memutar otak untuk menyelesaikannya.

    Nah, bagaimana, sudah mulai tercerahkankan tentang stakeholder vs shareholder?

    Baca juga: Perusahaan Incaranmu Melantai di Bursa Saham? Ini Tips dan Trik Membeli Saham IPO

    Berbagai Teori tentang Stakeholder vs Shareholder, Mana yang Perlu Diberikan Perhatian?

    Itu merupakan pertanyaan yang sulit. Dan banyak orang pula sudah memperdebatkannya.

    Haruskah bisnis hanya fokus terhadap profit? Atau apakah bisnis juga harus bertanggung jawab terhadap lingkungan? Dua hal tersebut dikenal sebagai shareholder theory dan stakeholder theory.

    Jadi bagaimana membedakan stakeholder vs shareholder dengan skema-skema tertentu?

    Shareholder theory mengklaim manajer perusahaan memiliki tagging jawab utama untuk memaksimalkan return. Ekonom Milton Friedman memperkenalkan ide ini pada tahun 1960-an. Intinya, dia menyatakan bahwa korporasi bertanggung jawab terhadap pemegang sahamnya.

    Di sisi lain, stakeholder theory berargumen jika tugas manajer bisnis secara etis adalah untuk bertanggung jawab kepada shareholder sekaligus kepada komunitas, baik mereka yang terdampak dan mendapatkan keuntungan dari kegiatan perusahaan.

    Ketika shareholder berpikir tentang profit, itu tidak berarti mereka bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan. Proses pendatangan profit tersebut harus legal dan dilakukan melalui praktik yang tidak menipu. Kegiatan amal adalah salah satu strategi yang sering digunakan untuk mendatangkan shareholder.

    Selanjutnya, stakeholder theory juga menjelaskan bahwa stakeholder juga memiliki tanggung jawab sosial. Hal ini menjadi tantangan bagi pemangku kepentingan. Karena mereka harus memenuhi keuntungan minimal bagi perusahaan, dan memastikan harmonisasi semua entitas yang terlibat.

    Terakhir, dimanakah kalian harus fokus? Apakah di shareholder theory atau stakeholder theory? Jawabannya sangat tergantung pada minat utama kalian.

    Umumnya, investor melakukan metode hybrid atau menggabungkan kedua teori. Hal ini dikarenakan tiap-tiap teori memiliki kekuatan yang berbeda untuk setiap bisnis.

    Jadi, sudah tidak bingung lagi kan dengan stakeholder vs shareholder ini? Selanjutnya, kalian perlu menggali apa minat utama kalian, demi investasi yang maksimal!

    Mulai Perjalanan Investasimu dengan Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emasS&P 500 dan Nasdaq index futuresSaham AS, serta ratusan aset kripto dan belasan produk reksa dana mulai dari Rp5.000 dan hanya tiga kali klik saja!

    Dengan Pluang, kamu bisa melakukan diversifikasi aset dengan mudah dan aman karena seluruh aset di Pluang sudah terlisensi dan teregulasi. Ayo, download dan investasi di aplikasi Pluang sekarang!

    Sumber: Investopedia, Project Manager

    Simak juga:

    Atur Stabilitas Keuangan Masa Pandemi, Ketahui 5 Kebijakan Moneter BI

    Jangan Ditiru! Ini 5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Investor Pemula

    Menabung Asyik dengan 5 Cara Fun Ini, Coba, yuk!



    Sumber : pluang.com

  • Cara Memulai Investasi yang Tepat Bagi Pemula

    Apa sih yang diperlukan untuk mulai investasi? Apakah saya harus berinvestasi di saham, obligasi, atau kelas aset lainnya? Pertanyaan ini seringkali muncul bagi investor pemula. Kebanyakan orang langsung memikirkan tentang saham dan obligasi ketika mereka berpikir untuk berinvestasi. Tetapi berinvestasi sebenarnya adalah konsep yang lebih luas dari itu.

    Memahami cara mulai investasi

    Investasi dapat didefinisikan sebagai menyisihkan sejumlah uang/modal untuk mendapatkan keuntungan. Berbeda dengan tabungan yang hanya menyisihkan sejumlah uang tanpa mengharapkan uang itu bekerja menghasilkan keuntungan.

    Ketika menabung sejumlah uang, kamu berharap akan berhasil menabung sejumlah uang untuk tujuan finansialmu. Sebagai contoh: Kamu menabung Rp1 juta setiap bulan selama 5 bulan untuk mengumpulkan total uang sebesar Rp5 juta. Sementara ketika berinvestasi Rp1 juta yang kamu sisihkan setiap bulannya akan menghasikan keuntungan (anggap saja keuntungan setiap bulannya adalah Rp20,000). Artinya dalam 5 bulan uangmu akan menjadi Rp5,100,000.

    Kamu mungkin telah berinvestasi dalam pendidikan mendapatkan gelar akademis, dengan harapan bahwa itu akan membantu kamu mendapatkan lebih banyak uang di masa depan. Atau, dengan berinvestasi properti yang menurutmu akan bernilai lebih ketika dijual.

    Mulai investasi itu sebenarnya bukan merupakan hal yang sulit. Bahkan, kamu bisa saja sudah mempraktikkan mengambil keputusan investasi dalam kehidupanmu sehari-hari. Tidak ada yang tahu cara membeli saham sebelum mereka melakukannya pertama kali, sama seperti tidak ada yang tahu cara membeli rumah sebelum mereka melakukannya pertama kali.

    Untungnya, keduanya adalah hal yang dapat dipelajari — dan keduanya dapat memiliki dampak besar pada kehidupan finansial kamu secara keseluruhan.

    Baca juga: Cara Investasi Emas yang Menguntungkan, Bagaimana Caranya?

    Bagaimana cara saya mulai investasi?

    Memiliki niat untuk mulai investasi sebetulnya merupakan awal yang baik! Apalagi didukung oleh kemajuan teknologi baru yang membuat investasi menjadi lebih sederhana, lebih terjangkau dan dapat diakses oleh semua orang.

    Misalnya – di Pluang, kamu dapat mulai berinvestasi emas hanya melalui handphone dan minimal pembelian adalah 0,01gr saja. Memanfaatkan teknologi pintar tentu akan membuat total biaya kepemilikan menjadi lebih rendah.

    Lalu kapan saya harus mulai berinvestasi?

    Hari ini! Kamu dapat mulai berinvestasi dalam hitungan menit dan hanya dengan uang Rp10,000 saja.

    Wah, emangnya bisa mulai investasi hanya dengan uang Rp10,000 saja? Apa bisa uang Rp10,000 itu membawa keuntungan? Bisa, dong! Berapapun modal awal yang kamu investasikan, langkah paling penting dalam perjalanan finansial adalah memulainya!

    Jika kamu memulai dari hal yang kecil dan menemukan cara untuk menabung lebih banyak sembari jalan – kamu dapat mengambil keuntungan dari kekuatan investasi jangka panjang.

    Jangan khawatir – kami di sini untuk memandu kamu melalui setiap langkah perjalanan finansialmu.

    Sebelum masuk lebih jauh, ada tiga tahap investasi yang perlu kamu dipahami.

    1. Membuat rencana. Ini sama seperti ketika kamu memilih gelar dan jurusan, kamu pasti sudah tahu apa yang akan kamu dapatkan dari jenjang pendidikan itu. Jadi, kamu tidak boleh menginvestasikan uang kamu tanpa rencana apalagi tanpa tujuan.
    2. Ambil tindakan. Setelah kamu memiliki rencana, saatnya menerapkannya. Di sinilah pemahaman yang kuat tentang teori dan praktik investasi menjadi berguna.
    3. Pantau perkembangan investasimu. Sekarang setelah kamu berhasil memulai investasi, kamu tetap harus memantau perkembangannya. Bahkan merk mobil papan atas, di jalanan yang mulus saja masih membutuhkan seseorang untuk menyetirnya sehingga tetap di jalur, setuju nggak?

    Nah, kalau sudah paham bagaimana cara yang tepat untuk mulai investasi, coba yuk uji kemampuanmu dalam memahami investasi melalui kuis berikut ini!

     

     

    Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

    Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

    Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!



    Sumber : pluang.com

  • Cuan dengan Manfaatkan Celah Bid Ask Spread untuk Dapatkan Untung

    Dalam perdagangan komoditas maupun ekuitas, bid ask spread formula adalah istilah yang dipakai untuk transaksi bid dan ask. Bid ask spread adalah keadaan di mana harga ask melebihi harga bid untuk suatu aset di pasar.

    Bid ask spread adalah perbedaan antara harga tertinggi yang bersedia dibayarkan oleh pembeli untuk suatu aset dan harga terendah yang bersedia diterima oleh penjual.

    bid ask spread adalah
    Sumber: Seekingalpha

    Karena itu, bid ask spread formula perlu dipahami oleh mereka yang melakukan transaksi jual-beli aset tersebut. Bid ask spread adalah dasar untuk menentukan nilai jual dan penawaran harga sementara dalam transaksi.

    Harga suatu ekuitas ditentukan oleh persepsi pasar terhadap nilainya pada suatu titik waktu tertentu. Untuk memahami mengapa ada bid dan ask, kita perlu memperhitungkan pemain utama dalam transaksi pasar, yaitu price taker (trader) dan market maker (counterparty).

    Market maker ini umumnya dipekerjakan oleh broker, menawarkan penjualan sekuritas dengan harga tertentu (harga permintaan) dan mengajukan penawaran untuk membeli sekuritas pada harga tertentu (harga penawaran).

    Baca juga: Investasi Lebih Aman, Ketahui Cara Mengelola 7 Risiko Investasi Ini

    Memahami bid ask spread adalah kunci transaksi dalam investasi

    bid ask spread formula
    Sumber: Wikipedia

    Saat seorang investor memulai perdagangan, mereka akan menerima salah satu dari dua harga ini (yakni ask dan bid) tergantung pada dua hal.

    Pertama, apakah mereka ingin membeli sekuritas (harga permintaan) atau menjual sekuritas (harga penawaran). Perbedaan keduanya ada pada spread.

    Bid ask spread formula, dengan spread merupakan biaya transaksi pokok perdagangan (komisi luar). Biaya ini dikumpulkan oleh market maker melalui aliran dana alami atau proses permintaan pada harga bid dan ask. Pialang keuangan memperoleh pendapatannya dari spread perdagangan ini.

    Dapat dikatakan, bid ask spread adalah ukuran persediaan dan permintaan aset tertentu. Penawaran dapat dikatakan mewakili permintaan dan permintaan mewakili penawaran, maka ketika spread-nya berkembang, terjadi perubahan pada penawaran dan permintaan.

    Perbedaan signifikan antara “tawaran” (ask) dan “permintaan” (bid) ini signifikan pada bid ask spread. Spread akan melebar secara signifikan jika sedikit investor menempatkan penawaran, demikian pula sebaliknya.

    Ukuran bid ask spread dari satu aset dengan aset lainnya berbeda, terutama karena adanya perbedaan likuiditas masing-masing set.

    Baca juga: Dari A ke Z, Ini 33 Istilah Saham yang Paling Penting untuk Kamu Ketahui

    Kaitan antara bid ask spread dengan likuiditas

    istilah saham

    Bid ask spread adalah ukuran de facto likuiditas pasar. Pasar tertentu lebih likuid daripada yang lainnya dan itu tercermin dalam spread yang lebih rendah. Jadi, semakin likuid suatu investasi, maka semakin rendah pula spread-nya.

    Pada dasarnya, pemrakarsa investasi (penentu harga, price takers) menuntut likuiditas sementara mitra (market makers) memasok likuiditas.

    Mata uang dianggap sebagai aset paling likuid di dunia dan bid ask spread mata uang di pasar adalah yang terkecil (seperseratus persen). Dengan kata lain, spread masih dapat diukur dalam pecahan uang.

    Di sisi lain, aset yang kurang likuid, seperti saham yang kurang likuid, mungkin memiliki spread yang setara dengan 1 hingga 2 dari harga permintaan terendah aset.

    Bid ask spread juga mencerminkan risiko yang dirasakan pembuat pasar dalam menawarkan perdagangan. Misalnya, kontrak berjangka mungkin memiliki bid ask spread yang mewakili persentase harga yang jauh lebih besar daripada perdagangan valas atau ekuitas.

    Lebar spread mungkin tidak hanya didasarkan pada likuiditas, tetapi pada seberapa besar harga dapat berubah dengan cepat.

    Beberapa elemen kunci dari bid ask spread adalah terkait pasar yang sangat likuid untuk memastikan celah memperoleh keuntungan. Selanjutnya, gesekan dalam penawaran dan permintaan untuk hadirnya spread.

    Trader harus menggunakan limit order daripada market order, artinya trader harus memutuskan titik masuk sehingga mereka tidak kehilangan peluang spread. Sejauh ini, dalam memanfaatkan peluang spread, yang paling populer di kalangan investor adalah valuta asing dan komoditas.

    Sumber: Investopedia, Forex Indonesia

    Simak juga:



    Sumber : pluang.com

  • Ketahui Beda Revenue Profit, Plus 3 Cara Genjot Perolehan Profit Perusahaan

    Dalam dunia usaha profit vs revenue adalah hal yang sering dibicarakan dan perlu dipahami. Ini karena meski keduanya adalah sama-sama pemasukan nominal atau uang untuk perusahaan, keduanya sangat berbeda. Terutama yang harus dipahami benar-benar adalah apa itu profit.

    Memahami profit vs revenue itu penting agar kamu tidak terjebak di perolehan hasil laba yang salah.

     profit vs revenue

    Dilansir Investopedia, kunci memahami profit vs revenue adalah di perkara laba bersih. Revenue adalah jumlah total pendapatan yang dihasilkan oleh penjualan barang atau jasa yang terkait dengan operasi utama perusahaan. Lalu apa itu profit?

    Profit adalah jumlah pendapatan yang tersisa setelah memperhitungkan semua pengeluaran, hutang, aliran pendapatan tambahan, dan biaya operasional.

    Memahami apa itu profit dalam perkara profit vs revenue ini penting karena meskipun revenue dan profit keduanya mengacu pada uang yang dihasilkan perusahaan, ada kemungkinan bagi perusahaan untuk menghasilkan pendapatan tetapi memiliki rugi bersih.

    Baca juga: Menjajal Bisnis Variatif, Ini 6 Lini Bisnis Putra Bungsu Jokowi Kaesang Pangarep

    Memahami lebih dalam profit vs revenue

    Revenue sering juga disebut sebagai top line. Ini karena revenue biasanya terdaftar di bagian atas laporan laba rugi.

    Dalam hal profit vs revenue ini, secara sederhana dapat dipahami bahwa revenue adalah semua penghasilan yang dihasilkan bisnis kamu sebelum pengeluaran dikeluarkan. Ini adalah jumlah uang yang diterima perusahaan kamu sebagai imbalan atas barang atau jasa.

    Revenue biasanya digunakan untuk merujuk pada pendapatan penjualan; namun, itu juga dapat mencakup hal-hal seperti pendapatan sewa atau pendapatan dari bunga. Namun, sumber-sumber pendapatan ini biasanya dicatat secara terpisah.

    Menghitung revenue sangat mudah. Cukup gunakan rumus berikut untuk menghitung revenue bisnis: kuantitas x harga jual = revenue.

    Terkait profit

    Lalu apa itu profit? Profit adalah keuntungan finansial suatu bisnis, atau perbedaan antara jumlah yang diperoleh dan jumlah yang dihabiskan untuk membeli, mengoperasikan, atau memproduksi sesuatu.

    Jika revenue adalah pendapatan bisnis kamu sebelum pengeluaran, maka profit adalah pendapatan yang tetap setelah semua pengeluaran dihitung. Pengeluaran dapat mencakup apa saja mulai dari biaya persediaan hingga pajak.

    Profit sering disebut sebagai bottom line atau laba bersih perusahaan.

    Menghitung profit juga terbilang sangat mudah. Cukup gunakan rumus berikut untuk menghitung profit bisnis: revenue – pengeluaran = profit.

    Ketika melihat profit vs revenue, perbedaan utamanya, profit adalah pendapatan setelah biaya, dan revenue adalah pendapatan sebelum biaya.

    Apa itu profit? Profit adalah bagian dari pendapatan. Idealnya, setelah mengurangi semua pengeluaran kamu, kamu akan memiliki sisa pendapatan—menjadikan perusahaan kamu bisnis yang menguntungkan.

    Profit vs revenue adalah indikator yang sangat kuat dari kesejahteraan finansial perusahaan kamu. Meskipun keduanya merupakan konsep penting, namun, penting untuk memahami perbedaan keduanya untuk menilai secara akurat keuangan bisnis kamu.

    Patut diingat, revenue besar belum berarti kamu akan memperoleh laba besar karena uang yang terkumpul masih harus dipotong bermacam pengeluaran. Maka, yang patut kamu perhatikan adalah memahami apa itu profit dan menggenjot perolehannya.

    Baca juga: Jajal Peruntungan Bisnis Kuliner Online, Ini 7 Cara yang Bisa Kamu Coba

    3 cara menggenjot perolehan profit bisnis kamu

    #1 profit vs revenue – mengubah prosedur operasional

    Dalam profit vs revenue ini, kamu harus menghasilkan lebih banyak profit sambil mengurangi biaya. Untuk meningkatkan penjualan kamu, cobalah cross-selling—menawarkan layanan atau barang baru yang melengkapi penawaran kamu saat ini.

    Kamu dapat mencoba beralih ke model penjualan berbasis hubungan yang membuat pelanggan kembali kepada kamu dengan menawarkan paket layanan bulanan atau tahunan, atau paket kunjungan dengan harga diskon.

    #2 Ambil jalan tertinggi dalam penentuan harga

    Banyak pengusaha pemula berpikir mereka perlu memotong pesaing mereka untuk membawa orang masuk. Itu bukan cara yang tepat untuk memahami apa itu profit. Itu adalah resep untuk kegagalan.

    Jika satu-satunya nilai banding kamu adalah harga rendah, tidak akan ada alasan bagi pelanggan untuk kembali kepada kamu jika mereka menemukan sumber yang bahkan lebih murah. Dan kamu tidak akan mendapat untung.

    Untuk mengembangkan harga kamu, lihat biaya dan titik impas kamu. Kemudian lihat tingkat harga pesaing kamu, khususnya bisnis yang sudah ada sejak lama.

    Jangan takut untuk menjadi yang tertinggi di pasar atau untuk meningkatkan harga kamu jika harganya terlalu rendah, tetapi tawarkan produk dan atau nilai yang lebih baik untuk membenarkan tarif kamu.

    #3 Profit vs revenue – naikkan bar pemasaran

    Dalam profit vs revenue, untuk menggenjot profit kamu harus memanfaatkan jaringanmu. Sekarang, ini semua tentang kedekatan. Berikan kehadiran instan pada bisnis kamu melalui jaringan online termasuk Facebook, Twitter, YouTube, Instagram, dan LinkedIn.

    Atur pertemuan kelompok, presentasi penjualan, dan promosi khusus menggunakan webinar. Tawarkan tutorial, demo, atau sesi sertifikasi baru sebagai webcast atau podcast untuk unduhan langsung. Ukur semua upaya pemasaran kamu untuk melihat mana yang hemat biaya.

    Sampai sini kamu harusnya sudah paham ya tentang profit vs revenue, apa itu profit, serta bagaimana cara menggenjot perolehan profit bisnis kamu.

    Jangan takut menerapkan tiga cara di atas agar keuntungan usahamu meningkat. Yuk, terus berusaha!

     Sumber: Investopedia

    Simak juga:

    Mulai Investasi dengan Risiko Kecil, Sudah Coba 5 Jenis Investasi Ini Belum?

    Emas atau Perak, Pilihan Investasi Logam Manakah yang Lebih Menguntungkan?

    Ada Nggak Sih Pajak Penjualan Emas Batangan dan Bagaimana Perhitungannya?

    Tetap Bisa Traveling Saat Kantong Tipis dengan 9 Trik Ini!

    Gaji Pas-pasan? Pertimbangkan 4 Hal Ini untuk Mengambil Utang Produktif



    Sumber : pluang.com