All posts by 10

Bunga Nabung di Aset Kripto Cuan Banget Dibanding Bank. Darimana Asal Bunganya?

Nabung aset kripto kini adalah salah satu aktivitas yang digandrungi oleh pecinta aset kripto. Apalagi kalau bukan karena nilai imbal hasilnya yang terbilang tokcer dibanding menabung di bank konvensional. Selain itu, menabung di dompet kripto kini menjadi semacam “surga” bagi mereka penganut HODL (menahan) aset kripto garis keras.

Hanya saja, salah satu topik kontroversial yang masih belum selesai menjadi perdebatan adalah mengenai “bunga”, atau biasa disebut Annual Percentage Yield (APY), dari dompet aset kripto. Pasalnya, sebagian orang merasa bahwa tingkat bunga tersebut tak masuk akal. Lantas, apakah memang bunga tabungan di bank konvensional dan dompet kripto berasal dari kalkulasi yang sama?

Untuk memahami hal tersebut, tentu kita perlu mengenal berbagai model nabung aset kripto yang ditawarkan. Tujuannya adalah untuk memberikan kerangka kerja bagi investor agar dapat lebih mudah menilai risiko dan membuat keputusan menabung yang tepat.

Baca juga: Mau Coba Investasi di DeFi? Begini, Lho, Caranya!

Bagaimana Cara Kerja Nabung Aset Kripto?

Rekening tabungan kripto bekerja dengan cara yang mirip dengan rekening tabungan bank biasa. Singkatnya, kamu meminjamkan uang ke lembaga yang meminjamkan asetmu kepada peminjam yang membutuhkan likuiditas. Bedanya, kini kamu melakukannya di atas sistem blockchain dan menggunakan aplikasi decentralized finance (DeFi).

Status pinjaman ini relatif aman karena kreditur biasanya selalu meminta debitur untuk menyetor aset kriptonya sebagai jaminan pinjaman. Sebagian besar kreditur meminta rasio “pinjaman terhadap nilai” (loan-to-value) sebesar 50%. Artinya, jika peminjam menginginkan US$1.000, mereka harus menyetor pula Bitcoin senilai US$2.000 sebagai jaminannya.

Tapi, memangnya ada sosok yang mau meminjam aset kripto di muka bumi ini? Jangan slaah, Sobat Cuan. Banyak sekali perusahaan atau individu yang membutuhkan pinjaman aset kripto.

Mereka yang mengajukan pinjaman aset kripto adalah mereka yang membutuhkan likuiditas jangka pendek, namun tak mau menjual aset kriptonya. Selain itu, biasanya mereka juga tidak bisa menerima pinjaman aset kripto secara mudah, karena ada banyak serangkaian syarat yang mesti mereka patuhi.

Beberapa contoh individu atau perusahaan yang meminjam aset kripto ini adalah:

    • Penambang cryptocurrency: Sebab, mereka perlu menutupi pengeluaran operasional mereka (membayar karyawan, biaya listrik, dll)
    • Trader: ingin memanfaatkan peluang arbitrase dan membutuhkan likuiditas jangka pendek untuk melakukan perdagangan yang menguntungkan
    • Hedge fund: telah berinvestasi di ICO atau aset digital lainnya dan ingin memanfaatkan posisinya untuk mengejar lebih banyak peluang investasi
    • Bursa aset kripto: membutuhkan pembiayaan untuk pinjaman margin dan layanan perdagangan mereka

Baca juga: Mau Jadi Milyuner Masa Depan? Coba Putarkan Uang di DeFi!

Penentuan Suku Bunga dalam Nabung Aset Kripto

Lantas, bagaimana tingkat suku bunga ditentukan dan mengapa setiap penyedia pinjaman dapat menawarkan tingkat suku bunga yang berbeda? Selain itu, jika kamu nabung aset kripto, sebaiknya kamu memilih platform mana untuk memutar aset kriptomu dalam investasi produktif mereka?

Secara umum, tingkat suku bunga di pasar ditentukan oleh penawaran dan permintaan. Jika ada banyak permintaan pinjaman untuk aset tertentu, maka suku bunga untuk aset tersebut pun secara alami akan naik demi mendorong lebih banyak pemberi pinjaman agar menyetor aset tersebut.

Misalnya saja, permintaan untuk stablecoin seperti USDT cenderung naik ketika trader menerapkan strategi jangka panjang (untuk membeli kripto dengan USDT yang dipinjam). Imbasnya, permintaan untuk aset kripto seperti BTC atau ETH pun akan menipis ketika trader melakukan strategi jangka pendek.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa suku bunga untuk aset tertentu adalah produk dari permintaan dan penawaran agregat dari semua peminjam dan pemberi pinjaman.

Berikut ini hal-hal yang menentukan pembedaan penerapan tingkat suku bunga dalam nabung aset kripto:

1. Model operasi berbeda: DeFi vs CeFi

Kendati aset kripto dan blockchain digadang-gadang sebagai DeFi yang melawan sistem perbankan konvensional alias CeFi, rupanya dalam putaran aset kripto pun, berlaku dua model operasi berbeda yang membuat mereka dikategorikan dalam dua model operasi.

Secara garis besar, ada dua jenis pemberi pinjaman dalam industri kripto: pemberi pinjaman kripto terpusat (CeFi) dan platform pinjaman terdesentralisasi (DeFi).

Model Operasi CeFi

Model operasi CeFi dalam aset kripto menyediakan layanan peminjaman mata uang kripto, yang bagaimanapun tunduk pada regulasi. Penyedia layanan pun perlu melakukan identifikasi penggunanya dan mengontrol platform dan data. Keuntungannya dari perspektif konsumen, penyedia layanan ini membayar pinjaman dalam bentuk fiat (dolar, euro, dll). Basis investor mereka terdiri dari investor institusional dan mereka memberi layanan 24/7 bagi klien tersebut. Kerap kali, model CeFi memberi tingkat penawaran suku bunga yang lebih stabil daripada protokol DeFi.

Protokol DeFi

Sementara itu, dalam model operasi DeFi, kontrol tidak bersifat terpusat. Semua peminjam tidak memerlukan identifikasi data pengguna, alias anonim. Pinjam-meminjam aset kripto berjalan di bawah blockchain yang berjalan dengan sistem “kontrak pintar”-nya Ethereum (smart contract). Kontrak pintar ini yang memungkinkan protokol berjalan tanpa otoritas terpusat.

Contoh dari protokol DeFi ini di antaranya Compound dan Aave, yang menerapkan sistem tokenisasi untuk memvalidasi transaksi pinjam-meminjam. Hal ini kerap kali mengharuskan mereka yang ingin nabung aset kripto dalam model operasi ini menunggu lebih lama untuk transaksinya. Karena protokol DeFi sepenuhnya berjalan dalam blockchain yang memanfaatkan fitur kontrak pintar, maka sistem ini dapat pula diintegrasikan dengan aplikasi front-end apa pun, misalnya Argent, ZenGo, dan Dharma.

2. Model perputaran uang berbeda antara DeFi dan CeFi

Coinbase adalah salah satu perusahaan yang bergerak di bawah model bisnis CeFi. Perusahaan CeFi ini menawarkan harga 0,15% APY dalam tabungan USDC, sementara BlockFi dalam sistem DeFi menawarkan 8,6% untuk tiap rekening tabungan GUSD yang dibuka.

Mengapa ada perbedaan mencolok seperti ini untuk tingkat suku bunga DeFi dan CeFi? Ini lantaran BlockFi menghasilkan bunga atas aset yang disimpan di akun dengan meminjamkannya kepada peminjam institusional dan perusahaan. Sementara itu, Coinbase memutar dana dengan menarik aliran pendapatan yang sudah ada sebelumnya seperti lewat trading, manajemen perbendaharaan perusahaan, ataupun aktivitas investasi.

Baca juga: Mengapa DeFi Bakal Jadi Saingan Sengit Jasa Keuangan Konvensional?

Risiko Nabung Aset Kripto dalam Sistem Kripto DeFi vs CeFi

Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, berikut ini beberapa risiko yang akan dihadapi oleh investor aset kripto yang nabung aset kripto dalam sistem kripto CeFi maupun DeFi:

  • Dalam sistem CeFi, beberapa risikonya di antaranya terkait dengan risiko dengan pemberi pinjaman kripto. Beberapa persoalannya biasanya terkait dengan pinjaman macet (loan defaults), peretasan kustodian (custodian hacks), hingga soal transparansi (intransparency).
  • Dalam sistem DeFi, risikonya ada pada protokol DeFi itu sendiri. Beberapa persoalannya di antaranya risiko dengan kontrak pintar, pinjaman macet (loan defaults), hingga risiko sentralisasi dalam protokol DeFi terkait penggunaan kunci admin yang mempengaruhi jalannya sistem kontrak pintar.

Jadi, jika kamu ingin nabung aset kripto, mana model bisnis atau operasional yang sebaiknya dipilih?

Mengingat bahwa menyimpan dana atau aset kita dan mempercayakannya pada pihak penyedia pinjaman akan selalu berisiko, maka kamu perlu memastikan dulu seberapa besar toleransi risikomu.

Ingat prinsip high risk, high return, jelas bahwa secara inheren Coinbase akan memberi imbal hasil yang relatif kecil dibandingkan BlockFi, tapi tentu risikonya pun tidak setinggi BlockFi. Bahasa gamer-nya, kamu bisa “pilih sendiri jagoanmu”, karena kamu sendiri yang tahu tentang toleransi risiko yang dapat kamu tanggung.

Nah, Sobat Cuan mulai tertarik untuk investasi aset kripto? Yuk, nabung di Pluang! Makin cuan hanya dengan menabung Bitcoin atau Ethereum dan dapatkan hasil imbal sampai 3,5% per tahun. Mudah dan praktis, kamu bisa menarik tabunganmu kapan saja.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Crypto Testers



Sumber : pluang.com

Kinerja Ethereum Disebut Bakal Salip Bitcoin? Simak di Sini!

Ethereum telah memimpin dari Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir. Aset kripto itu mengungguli Bitcoin secara signifikan sejak awal April. Nah, sekarang muncul berbagai pandangan bahwa kinerja Ethereum bakal menyalip Bitcoin. Bagaimana menurutmu Sobat Cuan?

Ethereum naik 41% sepanjang April, sedangkan Bitcoin malah turun 8% per Rabu (28/4). Moncernya kinerja Ethereum ini bikin investment bank ternama JPMorgan memberikan tiga alasan mengapa Ethereum bisa saja mengungguli Bitcoin di pasar cryptocurrency.

JPMorgan menyatakan ada perbedaan besar antara Ethereum dan Bitcoin. Bitcoin lebih dikenal sebagai komoditas kripto, daripada mata uang, dan bersaing dengan emas sebagai alat penyimpan nilai. Sementara itu, Ethereum adalah tulang punggung ekonomi asli kripto dan berfungsi lebih sebagai alat tukar.

“Apabilai dilihat dari sisi aktivitas potensial, Ethereum lebih berharga. Menurut teori, kinerja Ethereum harus mengungguli Bitcoin dalam jangka panjang,” tulis JPMorgan dalam laporan tersebut.

Untuk leboh lanjutnya, berikut tiga alasan mengapa JP Morgan menganggap Ethereum telah mengungguli Bitcoin dalam beberapa hari terakhir.

1. Kinerja Ethereum Punya Likuiditas yang Lebih Baik

Menurut laporan JPMorgan, guncangan likuiditas menghantam industri cryptocurrency minggu lalu, tetapi Bitcoin terpukul lebih keras daripada Ethereum. Guncangan likuiditas ini berasal dari pasar derivatif, yang mengarah ke likuidasi yang cukup besar. Dimana efeknya lebih besar di produk berjangka Bitcoin.

Baca juga: Mengenal Hard Fork Berlin, Salah Satu Faktor Meroketnya ETH di Awal Mei

Dengan latar belakang itu, pemulihan yang lebih dramatis di kedalaman pasar Ethereum cenderung lebih besar. Pemulihan itu lebih baik dibandingkan dengan beberapa bursa sebelum guncangan likuiditas baru-baru ini.

2. Kurangnya Ketergantungan pada Pasar Derivatif

Menurut JPMorgan, di pasar dengan perputaran spot yang lebih tinggi secara signifikan, masuk akal bahwa basis yang mendasari eksposur Ethereum kurang bergantung pada leverage produk derivatif. Hal itu contohnya dalam bentuk kontrak berjangka (futures) dan swap dibandingkan dengan Bitcoin.

3. Basis Permintaan yang Lebih Luas

Jaringan Ethereum telah lama dicirikan oleh kecepatan transaksi yang lebih tinggi di blockchain publik daripada Bitcoin. JPMorgan menyatakan hal tersebut kemungkinan karena hanya ada sebagian kecil peningkatan aktivitas di DeFi dan platform lainnya.

Baca juga: Apa Beda Istilah Crash dan Koreksi Bitcoin? Simak di Sini!

Akibatnya, proporsi yang lebih tinggi dari token Ether berperilaku seolah-olah sangat likuid daripada Bitcoin. Bahkan angkanya sebesar 11% dibandingkan 4% oleh beberapa perkiraan selama sebulan terakhir.

“Di pasar dengan perputaran produk spot yang jauh lebih tinggi, masuk akal bahwa yang mendasari basis harga kurang bergantung pada leverage dalam bentuk produk futures dan swap,” kata JPMorgan.

Sejalan dengan Pandangan Mark Cuban

Menurut investor miliarder Mark Cuban, jumlah transaksi dan keragaman jenis transaksi seiring dengan upaya pengembangan di Bitcoin tidak sebanyak di Ethereum. Hal ini membuat pemanfaatan Ethereum jauh lebih tinggi.

Pertama, blockchain Ethereum secara konsisten memproses lebih banyak transaksi per detik daripada Bitcoin, membuat pembayaran lebih cepat dan lebih produktif.

Kedua, dapat mendukung pembuatan aplikasi. Ethereum dikenal dengan kontrak cerdasnya, yang memberdayakan dan membangun aplikasi terdesentralisasi, seperti aplikasi DeFi, dan NFT (token non-fungible).

Baca juga: Yakin Mau Buru-Buru Jual ETH? Ada Prediksi ETH Bakal ke Level US$4.200 Nih!

“Saat ini, Bitcoin adalah penyimpan nilai yang lebih mapan dan tidak ada alasan untuk berpikir bahwa itu tidak akan berlangsung lama. Kinerja Ethereum, di sisi lain, sedang berkembang pesat dengan pengembangan yang menurut saya akan menciptakan begitu banyak aplikasi baru,” kata Mark Cuban

Ketiga, Cuban mengatakan bahwa peningkatan ke blockchain Ethereum yang disebut Ethereum 2.0 terus berlangsung. Ia menilai hal itu akan membuat dampak Ethereum bisa lebih besar dari yang kita bayangkan saat ini.

Investor setuju bahwa ada beberapa keuntungan dari Ethereum 2.0. Pertama, itu bisa membuat Ethereum lebih cepat, dimana perubahan itu memungkinkan beberapa ribu lebih banyak transaksi per detik di blockchain. Selain itu, Ethereum 2.0 juga diklaim lebih aman.

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Business Insider, CNBC



Sumber : pluang.com

Cetak Rekor Terus, Apakah April Selalu Jadi Bulan Baik Bagi SP 500?

Indeks S&P 500 tengah berada di atas angin sejak akhir tahun lalu. Puncaknya terjadi pada bulan April, di mana indeks saham paling bonafide seantero Amerika Serikat ini seolah-olah tak henti-hentinya mencetak rekor.

Di awal April, indeks S&P 500 mencetak sejarah dengan menembus angka 4.000 untuk pertama kalinya. Kemudian, indeks ini memasuki area 4.100 di pertengahan bulan, dan kemudian lolos ke level 4.200 di akhir April. Lantas, apa sih, penyebab indeks S&P 500 seolah-olah membara di bulan lalu?

Berkah Luar Biasa Indeks S&P 500 di April

Tidak dapat dipungkiri bahwa optimisme ekonomi AS mendorong kinerja S&P 500 sepanjang April. Data-data makroekonomi menunjukkan hasil yang positif, ditambah dengan pesatnya tingkat progress vaksinasi massal di AS, membuat pelaku pasar optimistis bahwa ekonomi Amerika Serikat tengah menuju pembukaan kembali (reopening).

Optimisme itu dimulai pada awal April, di mana Presiden AS Joe Biden baru saja merilis detail rencana paket infrastruktur senilai US$2 triliun. Untungnya, pasar merespons positif langkah itu hingga akhirnya mampu mendorong S&P 500 ke level yang lebih tinggi lagi.

Angin segar nampaknya tak hanya berembus sampai di situ. Di akhir April, indeks S&P 500 terbang setelah Amerika Serikat melaporkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,4% di triwulan pertama 2021.

Selain itu, hasil pelaporan kinerja keuangan perusahaan-perusahaan S&P 500, yang diumumkan sepanjang April, juga mencatatkan kinerja yang mumpuni. Menurut data FactSet, dari 60% perusahaan S&P 500 yang mengumumkan kinerja keuangannya, 86% diantaranya sudah melaporkan laba per saham (Earning per Share/EPS) dengan nilai di atas ekspektasi.

Dengan capaian seperti demikian, maka ini adalah pertumbuhan EPS S&P 500 tertinggi yang pernah ditorehkan sejak 2008 silam. Apalagi, angka tersebut berada di atas rerata lima tahun terakhir yakni 74%.

Selain itu, perusahaan di indeks S&P 500 juga melaporkan pendapatan 22,8% lebih tinggi dari estimasi. Di mana, hal tersebut juga lebih tinggi ketimbang rerata lima tahun terakhir yakni 6,9%.

Dengan capaian yang gemilang, tak heran jika S&P 500 bisa bertumbuh 5,2% pada bulan lalu. Bahkan, mengalahkan Dow Jones dan Nasdaq yang masing-masing membukukan pertumbuhan sebesar 2,5% dan lebih dari 5%.

Tapi, apakah kinerja indeks S&P 500 tersebut adalah insidentil? Atau memang kinerja S&P 500 di bulan April memang kinclong secara historis?

Baca juga: Biar Kamu Mau Nabung, Yuk Simak Kisah Sukses Orang-Orang Menabung Ini

Kinerja Moncer Indeks S&P 500 Bukan Hanya di April Tahun Ini

Namun, jika kita kembali menjejak sejarah nilai S&P 500, ternyata indeks saham berisikan 500 perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Amerika Serikat tersebut memang selalu mencatat performa terbaik di bulan April.

“Ketika saya berpikir tentang April, hal pertama yang saya pikirkan adalah ini merupakan bulan dengan performa yang terbaik bagi S&P 500. Jika dilihat secara historis,” jelas Chief investment Strategist Ally Invest, Lindsey Bell.

Hal tersebut pun diamini oleh Stephen Suttmeier, ahli analisis teknikal di Bank of America. Ia bahkan mengatakan bahwa tanda-tanda penguatan indeks S&P 500 biasanya sudah terendus sejak pekan terakhir Maret.

Pada periode itu, lanjut dia, biasanya indeks akan sedikit melemah untuk memberikan kesempatan rebound di awal April. “10 sesi pertama di bulan April memilki pengembalian rata-rata 0,88%. Sedangkan 10 sesi terakhir di bulan Maret, tingkat pengembalian rata-rata negatif 0,29%,” jelasnya.

Pandangan yang sama dikatakan Ryan Detrick dari LPL Financial, Menurutnya, secara statistik, bulan April adalah bulan terbaik kedua sepanjang tahun untuk berinvestasi saham. Ini lantaran keuntungan biasanya terjadi dalam 18 hari pertama.

Hal tersebut juga sesuai dengan data yang dihimpun Bank of America di bawah ini yang menunjukkan bahwa rerata imbal hasil dalam 10 sesi perdagangan pertama di April adalah yang terbaik kedua sepanjang tahun setelah bulan Juli.

Sumber: Bank of America/Bloomberg/Fortune

Hanya saja, bukan berarti semuanya akan berjalan mulus. Indeks S&P 500 masih akan menghadapi risko sepanjang tahun ini. Yakni inflasi, rencana pajak capital gain AS, dan meningkatnya imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun yang pada pekan lalu angkanya sempat menembus 1,7%.

Terlepas dari itu, sekarang memang adalah saat yang tepat untuk berinvestasi S&P 500 sebelum nilainya kembali bersinar pada Juli nanti. Oleh karenanya, yuk berinvestasi di indeks S&P 500 melalui micro e-mini S&P 500 index futures di Pluang!

Baca juga: Analisis Pekan Ini: Bitcoin Mengarah ke US$83.000, Ethereum Mengarah ke US$2.600

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Fortune, Yahoo Finance



Sumber : pluang.com

THR Nganggur Karena Mudik di Rumah, Investasiin Kemana ya?

Ramadan dan lebaran tahun ini masih dirayakan dalam keadaan pandemi ya, Sobat Cuan. Karena kasus COVID-19 yang tidak kunjung mereda, pemerintah mengambil keputusan untuk melarang kita mudik, nih. Karena mudik dilarang, tentunya uang Tunjangan Hari Raya (THR) yang disimpan untuk kebutuhan pulang kampung belum terpakai dong, ya?

Nah, untuk itu, ada baiknya kamu menjalankan tips mengelola uang THR demi mendulang cuan di masa depan. Yakni, dengan menginvestasikannya. Tapi, sebelum kita melangkah lebih jauh ke jenis investasinya, kita harus tentukan dulu prioritas kebutuhan di Hari Raya Idulfitri.

Baca juga: Yuk, Belajar Perencanaan Keuangan dengan Uang THR. Bagaimana Caranya?

Tips Mengelola Uang THR: Alokasi Kebutuhanmu Berdasarkan Prioritas 

  1. Sebelum kamu menginvestasikan THR-mu, kamu perlu mengalokasikannya untuk memenuhi kebutuhan orang tua atau keluargamu. Walaupun kita tidak mudik, namun aliran THR untuk keponakan dan orang tersayang tetap lancar.
  2. Selanjutnya, jangan lupa zakat, dan tidak lupa untuk mengeluarkan sedikit rezeki kita untuk fakir dan miskin.
  3. Prioritas ketiga adalah lunasi utang kalian menggunakan uang THR yang kamu terima. Sobat Cuan pasti ingin bisa kembali suci dari dosa-dosa finansial di hari yang fitri, kan?
  4. Terakhir, bagaimana nih, dengan dana darurat dan tabungan kalian? Aman kan? Kalau belum aman, yuk, sisihkan uang THR kalian untuk pos pengeluaran ini.

Nah, kalau semua pos sudah dialokasikan, kamu bisa menggunakannya untuk investasi. Tapi, kamu perlu ingat, bahwa memilih produk investasi yang tepat pun tidak mudah. Kamu juga perlu memperhatikan produk investasi sesuai dengan profil risikomu.

Profil risiko terdiri menjadi tiga nih Sobat Cuan, yang pertama adalah tipe konservatif (risk averse), yang kedua adalah tipe moderat (sedang), dan yang terakhir adalah tipe agresif (risk taker). Apa saja sih, perbedaannya?

Tipe-tipe Risiko Investasi

Kira-kira kamu tipe investor yang mana, nih? Yuk, kita simak satu persatu mulai dari risiko yang paling rendah.

  1. Tipe konservatif (risk averse)
    Kamu bisa disebut tipe konservatif jika kamu menghindari risiko dan cenderung “bermain aman”. Nah, jenis investasi yang cocok bagi kamu adalah tabungan, deposito, reksa dana pasar uang, atau reksa dana pasar tetap.
  2. Tipe moderat (sedang)
    Kamu mungkin masuk ke dalam golongan tipe moderat jika kamu siap menerima risiko dari fluktuasi harga sebuah aset. Selain itu, kamu pun selalu mengharapkan return lebih besar dari deposito dalam berinvestasi. Oleh karenanya, jenis investasi yang cocok bagimu adalah reksa dana campuran.
  3. Tipe agresif (risk taker)
    Sudah siap mental untuk merugi? Maka kamu bisa disebut sebagai investor agresif. Kamu rela mengambil risiko tinggi selama imbal hasilnya cukup mumpuni. Nah, golongan investor sepertimu cocok menempatkan dan di aset yang punya return tinggi. Di antaranya trading saham, valuta asing, komoditas, atau reksa dana saham.

Selain menentukan profil risiko, kamu perlu memperhatikan dua hal lainnya untuk mendapatkan cuan yang oke dalam berinvestasi. Yakni, jangka waktu dan jenis investasinya.

Baca juga: Perlu Patuh Peraturan, Berikut Ini Sanksi Perusahaan Jika THR Tidak Diberikan

Tipe-tipe Investasi Berdasarkan Jangka Waktu

  1. Jangka Panjang
    Kamu bisa mempertimbangkan instrumen saham ataupun aset kripto jika profil risikomu masuk golongan agresif dan memiliki tujuan investasi jangka panjang.
  2. Jangka Pendek
    Bagi investor yang memiliki tujuan jangka pendek, baiknya memasukkan dana investasi ke instrumen reksa dana pasar uang atau reksa dana pendapatan tetap.

Tips Mengelola Uang THR: Memilih Investasi yang Tepat

Belum bisa memilih instrumen investasi yang tepat? Tak usah khawatir, Sobat Cuan! Kita akan memnberikan beberapa rekomendasi bagi kamu yang masih bimbang dalam memilih aset investasi.

  1. Reksa Dana
    Investasi ini cocok banget untuk kamu yang merupakan newbie dalam dunia investasi. Reksa dana adalah instrumen keuangan yang mudah dan cocok untuk kamu yang tak mau “ambil pusing”. Sebab, kamu hanya perlu mempercayakan uang kamu ke manajer investasi.
  2. Emas
    Emas adalah aset safe haven, yaitu aset yang mampu menjaga nilai uang meski keadaan ekonomi sedang tidak baik. Apalagi berdasarkan data dari emas dunia, harga emas senantiasa menanjak naik. Sehingga, emas adalah langkah yang patut kamu pertimbangkan saat kamu memiliki uang yang berlebih.

Baca juga: Lebaran di Masa Pandemi, Yuk Atur Uang THR dengan 4 Cara Bijak Ini

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: MarketBisnis, CNBC



Sumber : pluang.com

Meski Digempur Altcoins, Ini Satu Alasan Kenapa Kamu Masih Perlu HODL Bitcoin!

Bitcoin (BTC) terus diperdagangkan di level yang datar pada minggu lalu karena Ethereum dan altcoin lainnya sedang menjadi sorotan. Mungkin, kamu yang selama ini sangat menggemari Bitcoin tentu menjadi galau. Apakah perlu, kamu menahan atau HODL Bitcoin di tengah gegap gempita altcoin?

Bagi kamu yang selama ini menjadi bucin Bitcoin, mungkin imanmu tengah goyah melihat ETH menembus US$4.000 per keping di hari ini. Atau, setelah menyaksikan Dogecoin mencapai level tertinggi baru di US$0,7 pada Sabtu (8/5) meski kemudian masuk ke area koreksi.

Apa pun itu, DOGE sedang beraksi, dan pasar altcoin sedang ramai. Bitcoin nampaknya sedang ditinggalkan. Namun, apakah benar, kilau Bitcoin memang sedang redup belakangan ini?

Baca juga: Kinerja Ethereum Disebut Bakal Salip Bitcoin? Simak di Sini!

Kinerja Bitcoin vs 3 Altcoin Teratas Selama April 2021

Penyebab redupnya sinar Bitcoin bukan lain disebabkan oleh harganya yang meredup. Sepanjang April 2021, nilai sang raja aset kripto ternyata turun 1,98%. Angka itu ibarat langit dan bumi ketimbang tiga altcoin ini yang bersinar di periode yang sama.

  • Dogecoin (DOGE) 484%
    DOGE adalah aset kripto yang didasarkan pada meme “doge”. Meskipun awalnya dibuat sebagai lelucon, ia mulai mendapatkan popularitas dari berbagai selebriti, salah satunya Elon Musk. DOGE meningkat pesat pada bulan April. Sejauh ini, penggunaan utamanya adalah untuk memberi tip di komunitas online seperti Reddit. Meskipun tidak memiliki penggunaan yang penting atau menawarkan sesuatu yang sangat baru untuk industri blockchain, DOGE telah dikenal memiliki daya dongkrak yang signifikan.
  • Token KuCoin (KCS) 145%
    KCS adalah token asli dari crypto exchange KuCoin. Ia pertama kali diluncurkan pada tahun 2017. KCS memungkinkan pedagang untuk menarik nilai dengan berbagi pendapatan, yang dilakukan dalam bentuk dividen harian. Pengguna yang memegang sejumlah besar KCS menerima dividen harian dari biaya perdagangan harian bursa. Jumlah pasti dari dividen tergantung pada kepemilikan KCS dan volume perdagangan harian di crypto exchange KuCoin. Selain itu, pengguna yang menggunakan KCS untuk membayar biaya perdagangan di KuCoin dikenakan diskon signifikan hingga 80%.
  • Ethereum Classic (ETC) 144%
    ETC adalah fork atau hasil modifikasi Ethereum yang diluncurkan pada Juli 2016. Ia dibuat sebagai hasil dari ketidaksepakatan antara peserta di jaringan ETH. Lebih khusus lagi, ketidaksepakatannya adalah tentang cara bagaimana kasus peretasan harus ditangani. Apakah blockchain harus dikembalikan atau tidak untuk menetralkan pengaruhnya. Pengguna awalnya terutama mereka yang tidak setuju dengan tanggapan Ethereum. Namun, sejak itu ETC memperoleh pengguna yang lebih luas, ditambah fakta bahwa ia terdaftar sebagai salah satu dana investasi oleh Grayscale, perusahaan investasi aset kripto.

Bagaimana, Sobat Cuan? Apakah kamu kian galau melihat data-data di atas? Terpikir buat jual Bitcoin? Wah, jangan dulu, Sobat Cuan! Sebab, ada satu alasan bagi kamu untuk tetap HODL Bitcoin meski digempur kekuatan altcoin. Apakah itu?

Baca juga: Apa Beda Istilah Crash dan Koreksi Bitcoin? Simak di Sini!

Tetap HODL Bitcoin karena Faktor Kelangkaan

Sobat Cuan, kalau kamu jadi mahasiswa ilmu ekonomi, hal pertama yang akan dipelajari biasanya adalah konsep penawaran dan permintaan. Kelangkaan akan terjadi ketika suplai yang menipis tak bisa mengimbangi tingginya permintaan. Nah, kelangkaan inilah yang akan mendorong harga lebih tinggi.

Sifat inilah yang juga dimiliki Bitcoin. Seperti yang kita tahu, jumlah Bitcoin yang tersedia di dunia ini hanyalah 21 juta keping yang akan habis ditambang pada 2140 mendatang. Hingga saat ini, kurang lebih sudah ada 18 juta keping Bitcoin yang ditambang, sehingga menyisakan sekitar 3 jutaan Bitcoin lagi yang belum “dicangkul”.

Faktor menipisnya suplai tersebut saja sudah mengindikasikan bahwa harga Bitcoin mungkin akan meroket kembali di masa datang. Namun, ternyata aspek kelangkaan Bitcoin juga bukan hanya berasal dari sifat “alami” sang raja aset kripto. Tetapi, juga perilaku dari para investor Bitcoin.

Lantas, bagaimana para investor ini ikut berkontribusi terhadap kelangkaan Bitcoin?

1. Para Investor Makin Getol HODL Bitcoin

Dalam 12 bulan terakhir, Bitcoin memikat dunia keuangan dengan lonjakan hampir 535%. Akibatnya, banyak investor berasumsi bahwa orang-orang berjudi Bitcoin seperti berada di meja kasino. Bahkan, Charlie Munger dari Berkshire Hathaway mengatakan dia “membenci” kesuksesan Bitcoin.

Nah, inilah hipotesisnya. Jika investor memperdagangkan Bitcoin, maka jumlah Bitcoin yang tersedia di bursa harus tetap pada level tinggi. Sebab, pedagang yang trading Bitcoin dengan frekuensi tinggi pasti akan menyimpan Bitcoin di bursa untuk melakukan perdagangan. Namun, kenyataannya tidak seperti demikian, Sobat Cuan!

Sekarang, mari kita lihat total Bitcoin yang disimpan di bursa aset kripto utama seperti Coinbase, OKCoin, dan Binance. Bagan di bawah ini menunjukkan bahwa sebagian besar investor benar-benar mengeluarkan Bitcoin dari bursa dan menyimpannya di tempat yang aman:

Grafik HODL Bitcoin

Seperti yang Sobat Cuan lihat dari grafik di atas, hanya ada sekitar 2,4 juta Bitcoin di semua bursa. Terlebih lagi, stok Bitcoin anjlok lebih dari 20% dalam 12 bulan terakhir. Data ini mengisyaratkan bahwa investor memiliki pandangan jangka panjang, di mana mereka memilih untuk terus menggenggamnya alias HODL Bitcoin.

2. Bitcoin Likuid vs Tidak Likuid

Selain itu, data menunjukkan baha perbedaan antara Bitcoin yang likuid dan tidak likuid berkembang dalam laju yang cukup cepat. Namun, bagaimana sih, mengukur tingkat likuiditas Bitcoin?

Likuiditas Bitcoin didefinisikan sebagai rasio rata-rata antara Bitcoin yang diterima dan dijual antar lembaga. Dengan kata lain, likuiditas diukur dengan rerata jumlah Bitcoin yang ada di dalam sirkulasi saat ini.

Adapun data terakhir menunjukkan bahwa 14.5 juta Bitcoin dikategorikan sebagai likuid, meninggalkan sekitar 4,2 juta keping di sirkulasi saat ini. Atau, dengan kata lain, hanya 22,4% jumlah Bitcoin yang bisa diperdagangkan pada hari ini. Lho, kok bisa begitu? Berikut ini adalah alasannya:

  1. Ajakan influencers
    Influencers aset kripto seperti Paul Tudor, Cathie Wood, dan lain-lainnya selama ini kerap mengajak pengikutnya untuk HODL Bitcoin. Bahkan, mereka kerap memasarkan aset kripto ini sebagai kesempatan investasi yang menghasilkan cuan “jutaan dolar AS”.
  2. Banyaknya korporasi yang menggenggam Bitcoin
    Lima tahun lalu, tidak ada yang pernah menyangka bahwa banyak korporasi besar akhirnya menggenggam Bitcoin. Tesla saat ini menggenggam Bitcoin senilai US$2,48 miliar, sementara itu perusahaan lain seperti Square dan Microstrategy pun tak mau kalah menempatkan dana di raja aset kripto tersebut.

Baca juga: Yakin Mau Buru-Buru Jual ETH? Ada Prediksi ETH Bakal ke Level US$4.200 Nih!

Kalau HODL Bakal Cuan, Tidak?

Yang namanya harga aset kripto, pasti penuh misteri. Namun, beberapa sosok seperti Mike Novogratz dari Galaxy Digital dan Cathie Wood dari Ark Investment yakin bahwa harga Bitcoin bisa menyentuh US$100.000 di tahun ini.

Tak berhenti sampai situ, JP Morgan pun optimistis bahwa harga Bitcoin di masa depan bisa menyentuh US$130.000 asal kapitalisasi pasarnya bisa mengejar emas.

Nah, bagaimana sikap kamu mencerna informasi di atas, Sobat Cuan? Semakin tertarik untuk menggenggam Bitcoin? Yuk, segera HODL Bitcoin di Pluang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Finance Magnates, Yahoo Finance, Nasdaq



Sumber : pluang.com

Waspada Bokek! Simak 5 Tanda Ini Untuk Tahu Tingkat Kesehatan Finansialmu!

Ketika berada di penghujung 19 tahun, seorang remaja mulai memikirkan tentang finansial pribadinya. Ia mulai menyadari bahwa dirinya harus sehat secara finansial dalam jangka panjang, sehingga tujuan finansialnya di masa depan bisa tercapai.

Namun, setiap tindakan finansial yang kamu ambil tentu harus mempertimbangkan kondisi keuangan kamu saat ini. Perkara jumlah tabungan yang perlu kamu tabung hingga jumlah yang perlu kamu investasikan per bulan tentu akan sangat tergantung dari “diagnosis” kesehatan keuangan kamu sekarang.

Lantas, bagaimana caranya kita bisa mendiagnosis kesehatan finansial secara mandiri? Untuk itu, ada baiknya kamu baca panduan di bawah ini untuk mencari tahu sekronis apa masalah keuanganmu saat ini.

Baca juga: Mengenal Utang Sehat dan Layak Dilakukan dalam Keuangan

Tanda-Tanda Sehat Secara Finansial

1. Memiliki dan Mengelola Penghasilan

Memiliki penghasilan adalah hal pertama yang kamu perlukan untuk mencapai financial goals. Namun, apalah artinya memiliki jika kamu tak bisa mengelolanya dengan benar. Makanya, kamu harus bisa mengontrol sebuah hal bernama pengeluaran.

Kamu bisa membagi pengeluaran berdasarkan lima pos kebutuhan agar aliran kas kamu tetap positif. Yakni, pos pengeluaran rutin, pos tabungan dan investasi, pos cicilan utang, pos pengeluaran sosial, dan pos gaya hidup.

Besar kecilnya pos pengeluaran ini dapat kamu sesuaikan berdasarkan kebutuhan kamu ya, Sobat Cuan. Namun, ada baiknya pengaturan pos pengeluaranmu menganut pergitungan budgeting 50/30/20. Wah, rumus apa, tuh?

Di dala sistem ini, 50% penghasilanmu akan dialokasikan untuk  kebutuhan dasar seperti kebutuhan rumah, bahan makanan, listrik, air dan lain lain.

Kemudian, 30% selanjutnya akan digelontorkan untuk untuk pengeluaran yang sifatnya menghibur diri atau keinginan. Mulai dari belanja, makan di tempat yang fancy, bahkan sampai budget untuk liburan. Lalu, 20% terakhir pendapatanmu harus tertuju pada tabungan dan investasi masa depan.

2. Memiliki Rasio Utang yang Baik

Rasio utang adalah dasar pengukuran seberapa besar kita bisa berutang dan mampu melunasinya. Maka dari itu, kita harus menghitung kemampuan kita sebelum mengajukan cicilan atau pinjaman ya, Sobat Cuan!

Sekadar informasi, rasio utang kamu tidak boleh lebih besar dari 35% dari total penghasilan. Sebagai contoh, apabila kita mempunyai pendapatan sebesar Rp5 juta setiap bulan, maka utang maksimal yang kita miliki harusnya berkisar Rp1,75 juta setiap bulannya.

Nah, kalau utangmu sudah melebihi itu, artinya rasio utangmu tidak sehat! Sehingga, kamu harus bisa mengevaluasi pengeluaranmu atau menyortir utang-utang yang selama ini kamu ajukan. Jangan-jangan, utang yang selama ini kamu lakukan malah digunakan untuk happy-happy semata?

3. Memiliki Dana Darurat

Kita sebagai manusia biasa, tentunya tidak bisa memprediksi masa depan ya, Sobat Cuan! Eits, tapi kita masih bisa mem-back-up diri dan keluarga dengan dana darurat.

Kegunaan dana darurat adalah menutupi pengeluaran-pengeluaran yang tidak terduga. Misalnya, dana perbaikan kendaraan, bencana alam, sakit atau kecelakaan, bahkan mengantisipasi kehilangan pekerjaan.

Besarnya dana darurat untuk kamu yang masih single adalah sekitar tiga hingga bulan penghasilan. Artinya, bila setiap bulan kamu memiliki pendapatan sebesar Rp3 juta, maka dana darurat yang harus disiapkan adalah sebesar kurang lebih Rp18 juta.

Nah, untuk kamu yang sudah berkeluarga, angka ini tentunya tidak berlaku. Kamu harus menyiapkan sekitar 9 hingga 12 bulan penghasilan demi dana darurat.

4. Mampu Pensiun dengan Tenteram

Sobat Cuan, tentunya pernah denger dong, tentang sandwich generation? Atau kamu adalah salah satunya?

Sandwich generation adalah sebutan bagi mereka yang membiayai orang tua dan pada saat bersamaan juga membiayai keluarganya sendiri. Fenomena ini dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah minimnya pengetahuan orang tua terdahulu tentang perencanaan keuangan dan investasi.

Oleh karena itu, kita sebagai generasi yang melek finansial harus bisa merencanakan finansial pribadi dari mulai sekarang. Saat pensiun nanti investasi mana yang cukup menguntungkan, bagaimana cara menghidupi diri sendiri dan keluarga saat pensiun lewat perencanaan keuangan, dana kesehatan, pendidikan anak, rumah dan lain sebagainya.

5. Punya Investasi Jangka Panjang

Saat kita sehat secara finansial, kita bisa bertahan hidup dalam kondisi buruk atau dalam kondisi krisis. Pandemi ini tentunya memberikan pelajaran bagi kita agar selalu siap saat situasi yang tidak mengenakkan terjadi misalnya pemotongan gaji, bisnis yang tak tentu, pemutusan hubungan kerja, bencana alam atau krisis-krisis lain yang enggan terhindarkan.

Setelah membaca artikel ini sudah tahu kan harus melakukan apa untuk menjadi sehat secara finansial? Nah, kalau kamu mau berinvestasi, kamu bisa melakukannya di Pluang! Kamu bisa mendiversifikasikan asetmu di berbagai kelas aset yang berbeda seperti emas, aset kripto, dan S&P 500 hanya dalam tiga ketukan saja!

Baca juga: Demi Bisa Menabung, Simak Cara Hidup Hemat dan Sehat dalam 7 Langkah

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNNIndonesia, Manulife



Sumber : pluang.com

Kenapa Yield Obligasi AS Selalu Jadi Musuh Bebuyutan Emas? Simak di Sini!

Sobat cuan yang menggandrungi investasi emas tentu mengetahui satu musuh bebuyutan yang selalu meredupkan harga logam mulia sejak Februari lalu. Ya, apalagi kalau bukan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS).

Duel antara tingkat obligasi dan emas telah terjadi secara sengit dalam beberapa bulan ini. Jika imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun sedang menukik, maka nantinya imbal hasil emas menyusut. Begitu pun sebaliknya.

Tapi, apakah Sobat Cuan penasaran, mengenai benar-tidaknya kausalitas antara tingkat imbal hasil obligasi dan harga emas? Kenapa yield obligasi pemerintah AS selalu menjadi momok bagi harga emas?

Apa Itu Yield Obligasi Pemerintah?

Namun, sebelum ke arah sana, akan lebih baik jika kamu mengenal lebih dalam tentang tingkat imbal hasil obligasi pemerintah.

Tingkat imbal hasil, atau biasa disebut yield, secara sederhananya adalah istilah bagi cuan yang kamu dapat dari berinvestasi di obligasi. Baik obligasi yang diterbitkan pemerintah maupun korporasi.

Yield biasanya berbentuk tingkat persentase dan selalu berbanding terbalik dengan harga dasar obligasi itu sendiri. Artinya, jika sebuah obligasi pemerintah memiliki yield yang tinggi, maka instrumen tersebut tengah dibanderol di harga murah. Begitu pun sebaliknya.

Kemudian, Sobat Cuan perlu memahami bahwa imbal hasil adalah cerminan risiko. Artinya, yield obligasi akan meningkat jika “risiko” investasi obligasi sedang meningkat. Dalam hal ini, risiko utama dari obligasi adalah kemampuan sang penerbit obligasi untuk melunasi surat utang tersebut.

Selain itu, yield juga akan meningkat mengikuti pergerakan suku bunga acuan bank sentral. Kalau otoritas moneter sedang melakukan kebijakan moneter ketat dengan menaikkan suku bunga acuan, maka yield obligasi pemerintah juga akan terkerek naik. Nah, oleh sebab itu, tak heran jika banyak investor menjadikan obligasi pemerintah sebagai safe haven kala ekonomi amburadul atau suku bunga sedang tinggi.

Mengapa Yield Obligasi Pemerintah Mengancam Harga Emas?

Namun, posisi obligasi pemerintah sebagai safe haven pun ditantang oleh rival yang sepadan, yakni emas.

Sejak dulu, masyarakat mengenal emas sebagai aset safe haven yang hakiki karena bisa melindungi nilai kekayaan seseorang dari gerusan inflasi. Dengan kata lain, nilai kekayaan yang Sobat Cuan percayakan di emas saat ini akan tetap sama 1.000 tahun lagi.

Karena keduanya adalah sama-sama aset safe haven, maka tak heran jika keduanya sering menjadi objek “pertumpahan darah” para investor.

Setiap investor tentu menginginkan kenaikan cuan yang mumpuni, makanya mereka akan berbondong-bondong menggenggam obligasi pemerintah jika yield-nya sedang naik. Akibatnya, investor akan melepas emas yang digenggamnya. Sebab bagi mereka, lebih baik menggenggam obligasi dibanding emas, sebuah instrumen yang tidak memberikan imbal hasil secara periodik. Ujung-ujungnya, aksi tersebut bikin permintaan emas lunglai, dan bikin harganya tak berdaya.

Hanya saja, investor bisa saja kembali berpaling berburu emas jika yield obligasi pemerintah terus melorot. Lho, apa alasannya? Jawabannya simpel, Sobat Cuan. Yield yang melandai bikin kesempatan berburu cuan di obligasi pemerintah juga kian susut. Aksi borong emas investor tersebut nantinya akan mengerek kembali harga emas.

Nah, jadi secara teori bisa disimpulkan bahwa memang ada korelasi negatif antara yield obligasi pemerintah dan harga emas. Namun, jika melihat secara data historis, apakah memang harga emas akan selalu menyerah ketika yield obligasi pemerintah sedang terbang?

Baca juga: Harga Emas Hari Ini Tersungkur Setelah Obligasi AS Rekor dalam Setahun

Mengulik Sejarah Yield Obligasi vs Investasi Emas

Untuk memperdalam teori kausalitas negatif ini, perusahaan jasa konsultasi emas dan logam mulia asal AS, Sunshine Profits, pernah melihat hubungan antara yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun dengan harga emas.

Perusahaan tersebut menghimpun data tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS dan harga emas sejak 1968 hingga 2020. Kemudian, hasil observasi tersebut mereka tuangkan ke grafik di bawah ini. Garis kuning menunjukkan harga emas, sementara garis merah menunjukkan inversi dari yield obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun.

Sumber: Sunshine Profits

Seperti yang dilihat di atas, memang lesunya yield tidak selalu berdampak pada kenaikan harga emas secara signifikan. Seperti yang terlihat pada dekade 1980an, di mana penurunan yield tidak diikuti oleh kenaikan harga logam mulia. Sehingga, apakah teori hubungan negatif yield dan emas tidak benar adanya? Belum tentu.

Hasil dari grafik di atas tidak menunjukkan hasil yang diinginkan lantaran angka yield yang digunakan tidak disesuaikan dahulu dengan tingkat inflasi. Nah, jika faktor inflasi dikeluarkan dari seluruh indikator tersebut, bisa terlihat bahwa memang ada hubungan negatif antara harga emas dan yield obligasi pemerintah AS. Seperti terlihat dari grafik di bawah ini.

Sumber: Sunshine Profits

Karena keduanya memiliki hubungan negatif, maka ada anggapan yang mengatakan bahwa seorang investor tidak bisa menempatkan dananya di obligasi pemerintah dan emas sekaligus. Mengapa begitu?

Pertama, tentu cuan yang didapat sang investor tidak akan maksimal. Gampangnya begini, percuma saja kamu mendapatkan cuan dari obligasi pemerintah, tapi ternyata malah buntung di investasi emas. Atau pun sebaliknya.

Kedua, investor harus paham bahwa memilih emas dan obligasi adalah seni memilih opportunity cost. Misalnya, ketika investor menggenggam emas di saat yield obligasi sedang tinggi, artinya mereka harus membayar opportunity cost berupa kesempatan mendapatkan cuan dari obligasi pemerintah.

Namun, sampai kapan sang investor mau menoleransi opportunity cost tersebut? Nah, inilah seni utama dari memilih antara investasi emas atau obligasi pemerintah.

Harga Emas Terus Melaju. Sekarang Saat yang Tepat!

Namun, Sobat Cuan nampaknya tak perlu khawatir akan ancaman yield obligasi pemerintah AS terhadap harga emas — setidaknya dalam jangka pendek. Sebab, banyak analis memprediksi harga emas masih akan tetap moncer, bahkan bisa menembus US$1.900 per ons, asal bank sentral AS The Fed tidak “berulah” dengan mengubah kebijakan suku bunga acuannya.

Untungnya, sejauh ini, otoritas moneter AS tersebut masih berjanji untuk tidak mengerek suku bunga acuan selama ekonomi belum benar-benar pulih dan tingkat inflasi belum menyentuh 2%. Bahkan kini, harga emas sudah beranjak kembali ke level US$1.800 setelah redup di kisaran US$1.700 selama tiga bulan terakhir.

Setelah membaca prediksi di atas, apakah Sobat Cuan juga tertarik berinvestasi emas? Yuk, segera investasi di Pluang! Kamu bisa mendapatkan emas digital dengan spread transaksi rendah hanya 1,75% saja!

Baca juga: Setelah Dihajar Dolar, Harga Emas Hari Ini Keok Dihantam Obligasi AS

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Sunshine Profits, Entrepreneur



Sumber : pluang.com

Bingung Pilih Trading atau HODL? Simak Tips Investasi Cryptocurrency Ini!

Sobat Cuan butuh tips investasi cryptocurrency yang jitu? Nah, banyak pendatang baru dalam investasi cryptocurrency acap kali menggunakan strategi HODL, daripada jual beli (trading). Namun, setiap taktik memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Nah, di sini kita akan membahas manfaat, kesalahan, dan strategi trading vs HODL aset kripto, serta memberikan beberapa pandangan dan wawasan.

Namun, kita perlu mengetahui terlebih dulu, apa itu HODL? Ini adalah kesalahan ejaan yang disengaja dari “menahan” yang menyiratkan mempertahankan kepemilikan aset kripto ‘selamanya’ melalui pasang surut. Ini adalah ‘nasihat’ yang baik, tetapi juga jauh lebih sulit untuk melakukannya dengan benar.

Sobat Cuan pasti paham, bertahan dalam kondisi koreksi 40% hingga 80% membutuhkan tingkat ketabahan yang tidak dimiliki kebanyakan orang. Sementara koreksi sebesar 40% – 80% koreksi adalah hal biasa dalam aset kripto.

Baca juga: Meski Digempur Altcoins, Ini Satu Alasan Kenapa Kamu Masih Perlu HODL Bitcoin!

Tips Investasi Cryptocurrency: Trading VS HODL 

Investor baru umumnya cenderung melakukan salah satu dari dua hal berikut ketika mereka pertama kali masuk ke cryptocurrency.

  • Beli dan tahan (HODL) cryptocurrency.
  • Perdagangkan aset kripto dan menambah keuntungan atau kepemilikan kripto mereka.

Dari keduanya, HODL umumnya adalah strategi yang lebih baik untuk pedagang baru karena ‘dianggap’ lebih bijak. Ada logika yang baik dalam pernyataan itu, tetapi kenyataannya adalah bahwa kedua strategi ini bisa sedikit berbahaya bagi investor baru jika dieksekusi secara tidak tepat.

Adapun, dua masalah utama dari HODL dan trading adalah sebagai berikut:

  • Para fans HODL cenderung menahan hingga ke atas dan kemudian kembali ke bawah lagi (yaitu mereka cenderung tidak mengambil keuntungan).
  • Kebanyakan orang bukanlah pedagang yang hebat. Terutama ketika datang ke pasar cryptocurrency yang sangat sulit dinavigasi dan tidak stabil.

Jadi apakah ini tips investasi cryptocurrency yang buruk? Tidak tepat juga. HODL dengan exit plan, atau berdagang sambil menerapkan manajemen risiko dan berfokus pada pembelajaran adalah taktik yang disukai sebagian besar investor dan trader berpengalaman. Singkatnya, menambahkan sedikit strategi ke dalam campuran keduanya akan sangat membantu.

Mari kita bahas setiap taktik HODL dan trading untuk memahami apa yang dimiliki satu sama lain. Sekaligus menjawab pertanyaan tentang apakah mereka dapat saling melengkapi? Bagaimana cara menerapkan HODL dan trading? Apakah mereka bisa diterapkan secara terpisah? Atau bersama-sama?

Tips Investasi Cryptocurrency: Manfaat, Kesalahan, dan Strategi HODL

Manfaat HODL

Konsep HODL cukup sederhana. Kamu membeli koin, memasukkannya ke dalam dompet, dan kemudian tidak melakukan apa-apa. Dalam crypto, kesabaran sering kali terbayar setelah beberapa malam tanpa tidur, berminggu-minggu, berbulan-bulan, dan bertahun-tahun.

Suatu hari kamu memeriksa portofolio dan bangun seperti seorang rockstar. Kamu bisa mendapat hadiah yang sangat besar meski dengan upaya yang sedikit dalam investasi. Selamat ya, Sobat Cuan!

Baca juga: Mengenal Hard Fork Berlin, Salah Satu Faktor Meroketnya ETH di Awal Mei

Kesalahan HODL

Tapi, di kancah aset kripto, rebahan pun bisa menjadi jebakan batman. Seperti apa contohnya?

Pertama, investor baru cenderung masuk ke aset kripto saat harga tinggi, karena kegembiraan pasar bullish menarik mereka masuk. Tapi, jika seseorang membeli aset kripto saat harga di atas, mereka memiliki jalan HODL yang keras dan panjang ke depannya. Jalan itu dipenuhi dengan banyak peluang untuk menjual dengan harga rendah dan banyak potensi untuk merugi 25% hingga 90%. Itu sulit secara psikologis, terutama bagi seseorang yang tidak berpengalaman.

Kedua, ketika tiba waktunya untuk mengambil keuntungan, seorang fans HODL tidak memiliki pengalaman dalam hal-hal seperti itu. Mereka telah mengkondisikan diri mereka sendiri untuk “hanya HODL”. Padahal jika mereka tidak menjual dan mengambil keuntungan, pasar akan koreksi, atau lebih buruk, pasar menjadi bearish.

Baca juga: Apa Beda Istilah Crash dan Koreksi Bitcoin? Simak di Sini!

Cara HODL yang Benar

Untuk HODL dengan cara yang benar, hitung rata-rata posisi dari waktu ke waktu (hari, atau minggu, atau bulan, atau bahkan tahun). Terutama ketika harga lebih rendah dibandingkan dengan kondisi tertinggi dan terendah baru-baru ini. Ini membantu Sobat Cuan mencegah kesalahan waktu jual di pasar.

Kemudian, ketika kamu melihat beberapa keuntungan yang sangat besar, pertimbangkan untuk menjual sebagian (bukan semua) untuk rata-rata kembali nanti. Ini membutuhkan kesabaran dan kontrol yang ekstra dalam mengatur emosi. Sementara itu, pelajari beberapa analisis teknikal dasar sehingga kamu dapat lebih memahami peluang jual beli.

Baca juga: Yakin Mau Buru-Buru Jual ETH? Ada Prediksi ETH Bakal ke Level US$4.200 Nih!

Tips Investasi Cryptocurrency: Manfaat, Kesalahan, dan Strategi Trading Cryptocurrency

Manfaat Trading

Cryptocurrency sangat tidak stabil. Dalam forex, keuntungan 2% adalah peristiwa langka. Di pasar saham, keuntungan 2% adalah prestasi. Dalam perdagangan kripto, keuntungan 2% adalah sesuatu yang dapat kamu lihat 5 menit setelah menekan tombol beli. Namun, kadang di waktu yang sama kamu juga bisa merugi 2%.

Ada banyak peluang untuk melihat untung dan rugi besar dalam crypto. Jika kamu dapat belajar memanfaatkan keuntungan, kamu akan melampaui fans HODL dengan sangat cepat dalam sebagian besar kondisi pasar.

Kesalahan Trading

Jika kamu tidak memiliki pemahaman yang kuat tentang fundamental dan teknikal aset kripto, dan tidak memahami sifat dan kondisi pasar, kamu sangat berpotensi besar akan merugi. Sama halnya jika kamu belum menjadi trader profesional atau sangat beruntung, dan tidak menggunakan manajemen risiko yang tepat.

Pada dasarnya pasar kripto penuh dengan jebakan bagi para pedagang atau trader. Di hari yang baik, seorang trader bisa untung tinggi dari memperdagangkan koin dan menghindari kerugian besar.

Sementara di hari yang buruk, trader mengambil keuntungan terlalu dini atau tidak masuk kembali ke posisi sebelum harga naik kembali. Pada hari yang sangat buruk, seorang trader membeli tinggi, menjual rendah. Atau membeli tinggi dan kemudian dilikuidasi dengan margin karena mereka tidak menghentikannya.

Terakhir, kesalahan lain adalah bahwa trader dikondisikan untuk berdagang. Dengan demikian, kamu mungkin kehilangan uang dengan mudah di pasar yang sangat bullish karena tidak dikondisikan untuk HODL. Ada berbagai gaya trading, dan tidak setiap trader harus menjadi trader harian.

Baca juga: Pekan Ini, BTC Mencoba Rebound Sementara ETH Masih Akan Melejit

Cara Trading yang Benar

Bahkan seorang trader yang tidak berpengalaman memiliki potensi untuk mengungguli fans HODL. Tetapi untuk melakukan ini mereka harus mengesampingkan emosi dan memiliki kesabaran.

Di sini, seorang trader akan bertindak seolah-olah mereka adalah pengguna HODL, menghitung rata-rata dalam posisi dan menahan. Namun, mereka kemudian akan keluar dari posisi tersebut setelah mereka mendapatkan keuntungan, atau begitu harga mulai menurun.

Menghentikan kerugian, mengambil untung, dan keluar dari posisi dapat membantu menghindari banyak risiko HODL. Tetapi tentu saja, taktik ini juga menghadirkan risikonya sendiri.

Jika pasar sedang bullish, cobalah untuk menjauh dari trading terlalu banyak, kecuali benar-benar mengenal portofolio kamu. Dalam pasar yang stagnan atau bearish, atau ketika tiba saatnya untuk mengambil untung, trading bisa menjadi andalan. Yang terpenting, temukan gaya trading yang cocok untukmu, dan pastikan untuk menggunakan taktik manajemen risiko yang tepat!

Kesimpulan Tips Investasi Cryptocurrency: HODL VS Trading

Jika tidak memiliki banyak pengalaman, kamu harus berinvestasi kripto dan/atau trading dengan hati-hati. Pendekatan konservatif dan hati-hati melibatkan pergerakan rata-rata dan perlahan baik jual atau beli. Jika melakukan ini, kamu membatasi banyak kerugian (tetapi tidak semua) dari apa yang bisa salah dalam jangka panjang.

  • HODL itu mudah, tetapi memiliki beberapa masalah yang serius. Hal itu terutama bagi mereka yang membeli di harga atas, atau yang HODL di setiap titik tertinggi sepanjang masa.
  • Trading lebih sulit dan memiliki lebih banyak jebakan yang harus diperhatikan. Tetapi itu akan menempatkanmu pada jalur di mana kamu akan mengkondisikan diri sendiri untuk melakukan apa yang pada akhirnya perlu dilakukan, yaitu beli dan jual pada waktu yang tepat untuk merealisasikan cuan.

Menimbang hal di atas, dapat dikatakan bahwa HODL adlaah langkah yang sedikit bijak. Memang, strategi yang paling ramah bagi pemula adalah strategi di mana ada hitungan rata-rata beli dan jualnya.

Namun, jika kamu ingin trading, mulailah dengan perdagangan kecil. Seperti 1% dari portofolio kamu per perdagangan dan tidak lebih dari beberapa perdagangan seminggu. Gunakan strategi stop loss, dan mulai belajar tentang analisa teknikal. Hal itu karena memahami tren jangka panjang sangat penting untuk perdagangan jangka pendek.

Jadi, bagaimana Sobat Cuan? Mending memilih HODL atau trading? Apapun keduanya, kamu bisa mempraktikan ilmu di atas dengan berinvestasi Bitcoin dan Ethereum di Pluang!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CryptocurrencyFacts



Sumber : pluang.com

Sobat Cuan Ingin Anti Melarat Setelah Lebaran? Simak Tipsnya di Sini!

Selamat hari raya Idulfitri, Sobat Cuan! Meskipun di tengah pandemi, aura lebaran tahun ini tetap terasa. Banyak mall yang sengaja menawarkan diskon, sementara pasar-pasar tradisional juga tidak kalah menawarkan berbagai keperluan. Namun, tetap waspada, Sobat Cuan! Karena terkadang kita kalap lalu membeli banyak barang yang sebenarnya tidak perlu. Tanpa sadar uang kita sudah habis terkuras. 

Ditambah Tunjangan Hari Raya (THR) yang baru cair bisa langsung ludes saat kita mencium bau-bau promo di online shop. Lapar mata yang kita rasakan ini bisa merugikan diri kita sendiri loh. Akibatnya, uang THR-mu ludes dan malah bikin kamu menyesal belakangan. Tapi tenang, ada beberapa tips mengelola uang THR yang bisa kamu lakukan agar tidak gampang menguap.

Untuk menghindari dompet kering saat lebaran, kamu perlu menyusun strategi agar bisa hemat. Berikut ini adalah tips mengelola uang THR usai lebaran yang dapat kamu terapkan.

Baca juga: Mau Belanja Lebaran Tapi Gak Nguras Kantong? Nih, Simak Triknya di Sini!

Tips Mengelola Uang THR Agar Tak Melarat Setelah Lebaran

1. Membuat Daftar Belanja

Pertama, kamu perlu membuat daftar belanja. Tips ini sangat penting untuk dilakukan karenahasrat berbelanja menjadi tinggi saat lebaran datang.

Secara tidak sadar, terkadang kita sudah punya rencana membeli barang A sampai Z. Tapi, kita harus pandai-pandai membuat list pengeluaran. Misalnya, jika kita ingin membeli baju A dengan harga Rp400.000, maka kita harus menyesuaikan keinginan itu dengan anggaran yang kita punya. Jangan sampai kita kekurangan dana untuk operasional lainnya.

Jika anggaran baju A tidak ada, maka perkecil budget-nya. Kamu bisa membeli baju seharga Rp200.000 atau Rp300.000.

Terkadang kita hanya lapar mata saat membeli barang. Dengan membuat daftar belanja tersebut, kamu pun akhirnya bisa fokus berhemat. Belanja kita menjadi lebih tertata dengan budget yang ada.

2. Fokus pada Kebutuhan

Sobat Cuan pasti sering tergiur untuk berbelanja menjelang lebaran. Uang THR yang kita terima membuat kita jadi terlena. Ditambah, toko-toko mulai menjual berbagai barang berbau lebaran. Duh, jadinya, kita jadi susah mengontrol apa yang benar-benar jadi kebutuhan dan keinginan.

Nah, agar imanmu tetap kuat, tips mengelola uang THR yang perlu dilakukan berikutnya adalah fokus pada kebutuhanmu. Misal, kita berencana akan membeli kue lebaran. Jangan sampai malah tergiur membeli makanan lainnya.

Kasus lain terjadi ketika, misalnya, kamu ingin membeli perlengkapan sholat. Tanpa sadar, kamu malah asik mengambil barang lainnya seperti jilbab atau gamis. Wah, kalau begini terus, lama kelamaan isi dompet kamu langsung kering!

Sehingga, kamu perlu menentukan dulu barang-barang yang menjadi kebutuhan lebaran dan mana yang bukan. Hindari juga pengeluaran untuk kebutuhan yang tidak mendesak. Misalnya, jika ada tawaran buka bersama enam kali, kamu hanya cukup menghadiri satu atau dua diantaranya saja. Uang yang kita sisihkan nantinya dapat digunakan di kemudian hari. 

3. Tips Mengelola Uang THR Agar Tak Miskin? Yuk, Berburu Diskon!

Menjelang lebaran banyak pusat perbelanjaan menawarkan diskon. Tak hanya toko offline, toko online-pun ikut bersaing.

Nah, promo Ramadhan Sale ini bisa jadi trik selanjutnya yang bisa kamu gunakan. Carilah pusat perbelanjaan atau toko online yang menawarkan diskon atau banting harga secara gede-gedean.

Terkadang mereka tak tanggung-tanggung dalam memberikan promo. Biasanya, saat Ramadan Sale, diskon yang ditawarkan hampir mencapai 50%. Meskipun jumlah diskon yang ditawarkan cukup besar, tetapi kadang kamu tak perlu meragukan kualitas barang tersebut.

Berbelanja saat promo bisa membantu kita memangkas anggaran yang ada. Tapi ingat, jangan sampai kalap melebihi batas kebutuhan hanya karena terlena harga miring!

4. Hindari Utang

Sekarang ini marak sekali pembayaran dengan sistem paylater. Mungkin, pada awalnya cara seperti ini mempermudah kita. Kita seakan-akan diberi jalan untuk membeli barang tanpa memikirkan pembayarannya terlebih dahulu. Uang yang seharusnya dibayar dengan nominal sekian, bisa kita siasati.

Trik marketing seperti ini akan semakin ramai saat mendekati lebaran. Memang, di permukaan, hal ini terlihat sangat memudahkan serta menguntungkan di awal. Akan tetapi, dengan sistem ini utang yang kita punya akan bertambah.

Uang THR yang awalnya bisa digunakan untuk kebutuhan lain jadi habis terpakai. Belum lagi kewajiban untuk membayar utang tiap bulannya. Masa idulfitri yang harusnya membuat kita suci dari dosa finansial malah kita gunakan untuk menambah “dosa-dosa” lainnya.

Jadi, sebisa mungkin hindari utang ya, Sobat Cuan! Apapun jenisnya, jauhi berbagai macam utang yang bisa merugikan kita di kemudian hari. 

5. Tips Mengelola Uang THR Paling Jitu: Selamatkan Uang Kamu untuk Menabung

Tips terakhir agar uang kamu tidak ludes setelah lebaran adalah menabung. Mulailah dengan menerapkan empat cara di atas. Setelah kamu menerapkan empat trik di atas, sisa THR-mu bisa ditabung.

Ingat, Sobat Cuan! Menabung berarti menyisihkan uang. Jangan mudah tergiur untuk mengambil uang simpanan. Usahakan untuk selalu rajin menabung berapapun nominalnya setiap bulan. Sehingga, kita masih punya simpanan uang untuk merayakan lebaran berikutnya. Dengan begitu, kamu tak lagi kebingungan ketika ada keperluan mendadak.

Lebaran memang terasa kurang tanpa berbelanja barang atau baju baru. Namun, kita harus selalu ingat jika kebutuhan kita akan terus bertambah setiap waktu. Memangkas keuangan saat lebaran adalah cara terbaik menjauhkan kita dari kehabisan uang setelahnya.

Namun, kalau kamu ingin keuanganmu tetap aman hingga lebaran tahun depan, tak ada salahnya kok kamu berinvestasi. Apalagi, kalau kamu berinvestasi di Pluang!

Baca juga: Diskon dari Beli Emas Online

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: Republika



Sumber : pluang.com

Kamu Bergaji Rp5 Juta Tapi Pengen Investasi? Bisa Banget Kalau Ikuti Tips Berikut!

Dewasa ini, kata investasi mungkin sudah tidak asing terdengar. Baik bagi mereka yang sudah berpengalaman berinvestasi di banyak tempat, baru coba-coba memulai, ataupun mereka yang penasaran tapi masih ragu. Termasuk bagi mereka yang mengaku punya gaji kecil, yakni di bawah Rp5 juta per bulan saja.

Mungkin, dulu kamu mengira bahwa investasi hanya bisa dilakukan oleh orang-orang kalangan ekonomi ke atas. Namun, jangan salah, Sobat Cuan! Perkembangan teknologi dapat memungkinkan kita melakukan apa saja, lho. Salah satunya adalah investasi dengan skala mikro.

Kini, banyak sekali platform investasi skala kecil yang beredar di pasaran. Di mana, salah satu aplikasi yang terbaik adalah Pluang! Hanya dengan Rp10.000 saja, kamu sudah bisa berinvestasi emas digital, aset kripto, hingga S&P 500.

Sekarang, kamu sudah tahu mau investasi di Pluang. Pertanyaan berikutnya adalah, apa yang harus kamu persiapkan?

Yang pertama, tentu saja dana. Memang, kamu bisa berinvestasi meski gajimu di bawah Rp5 juta. Namun, kemungkinan investasi itu bisa pupus kalau kamu tak bisa mengatur atau mengalokasikan gajimu.

Kedua adalah tujuan. Kamu harus memahami bahwa investasi adalah jalan bagimu demi menggapai tujuan finansialmu di masa depan. Tentukan tujuanmu secara spesifik agar kamu bisa konsisten dalam berinvestasi.

Untuk lebih lanjut, yuk simak hal-hal berikut yang bisa menjadi pertimbangan bagi individu dengan gaji kecil agar bisa investasi.

Baca juga: Bergaji UMR dan Ingin Investasi? Atur Keuanganmu dengan 5 Langkah Ini

Tips Investasi Bagi Mereka dengan Gaji Kecil

1. Alokasi Gaji Bagi Investasi

Masalah mengatur gaji secara umum dilakukan dengan persentase tertentu.

Idealnya pemenuhan kebutuhan sehari-hari dapat menghabiskan 40% dari gaji pokok. Kredit, utang atau berbagai macam cicilan juga pasti tidak luput dari pengeluaran, dan untuk hal ini biasanya disisipkan 30% gaji. Sementara itu, 10% bisa dihgunakan untuk pegangan pribadi atau jika ada keperluan mendesak dan sisanya 20% untuk menabung atau investasi.

Jadi, bagi mereka yang mempunyai gaji Rp5 juta per bulannya, menyisihkan Rp1 juta untuk investasi merupakan pegangan yang lumayan. Mungkin nominalnya tidak banyak, namun termasuk pendapatan tetap yang menjanjikan untuk diinvestasikan.

2. Mempertimbangkan Jenis Investasi Yang Ada

Jika kamu ingin mempelajari seluk beluk investasi, akan banyak dan luas informasi yang disuguhkan sehingga kadang kita bingung untuk menentukan pilihan. Namun alangkah baiknya jika kita bisa menetapkan tujuan dari investasi gaji kecil ini sendiri. Jadi, dengan itu, kita dapat lebih mudah mengerucutkan target informasi itu sendiri.

Misalnya secara umum kita ketahui beberapa jenis investasi seperti reksa dana, emas, tabungan berjangka, saham langsung, dan masih banyak lagi. Kita harus memilah informasi dari masing-masing jenis dan mempertimbangkan kekurangan dan kelebihannya.

Kondisi pasar juga merupakan faktor besar yang harus diperhitungkan dengan baik. Kita juga bisa meminta saran dari investor yang sudah berpengalaman, namun hal ini juga bukan sesuatu yang bisa ditelan mentah-mentah. Intinya banyak belajar dan mengamati pasar adalah hal yang wajib dilakukan.

3. Masih Bingung? Diversifikasi Investasi Saja

Setelah mengetahui tujuan finansialmu, kamu lantas bisa menentukan apakah ingin investasi dalam jangka pendek atau panjang. Namun, bagaimana jika kamu masih belum punya pegangan tujuan tapi tetap ingin mencoba investasi?

Nah, dalam hal ini, hal yang perlu kamu lakukan adalah diversifikasi aset, Sobat Cuan! Seperti kata pepatah terkenal di investasi, “Don’t put all your eggs in one basket“, maka kamu juga tak boleh fokus di satu kelas aset saja.

Untungnya, di Pluang kamu bisa diversifikasi aset dengan mudah. Jika kamu mau berinvestasi jangka panjang, maka kamu bisa menempatkan dana di emas digital. Sebab, emas adalah aset pelindung nilai dan harganya akan terus naik. Sehingga, manfaatnya bisa kamu rasakan di masa depan.

Kemudian, kamu bisa mengkombinasikan emas dengan aset kripto untuk menggemukkan portofolio kamu secara perlahan. Di Pluang, kamu bisa menempatkan dana di Bitcoin dan Ethereum, yang merupakan dua aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

Kemudian, kamu juga bisa menempatkan dana di indeks S&P 500, yakni indeks yang berisi 500 perusahaan paling bonafide seantero Amerika Serikat. Kamu bisa berinvestasi di aset secara jangka panjang, bahkan begawan saham Warren Buffet mengatakan bahwa indeks S&P 500 adalah cara jitu bagi kamu untuk kaya, lho!

Jadi, bagaimana nih, Sobat Cuan? Apakah sudah tergerak untuk berinvestasi? Gaji kecil seharusnya tak menjadi halangan bagi kamu untuk investasi. Yang terpenting, kamu punya tujuan jelas, bisa memitigasi risikonya, dan konsisten dalam menjalankannya.

Baca juga: Simak Pekerjaan dengan Gaji Tertinggi di Indonesia! Salah Satunya Digaji Rp80 Juta!

Nikmati Keuntungan dengan Investasi Aman di Pluang!

Download aplikasi Pluang di sini untuk investasi emas, S&P 500 index futures, serta aset kripto Bitcoin dan Ethereum! Harga kompetitif di pasaran, selisih harga jual-beli terendah, dan tanpa biaya tersembunyi!

Untuk investasi emas, kamu bisa melakukan tarik fisik dalam bentuk emas Antam mulai dari 1 gram hingga 100 gram. Sementara dengan Pluang S&P 500, kamu bisa berinvestasi di kontrak berjangka saham perusahaan besar di AS! Mulai dari Apple, Facebook, Google, Netflix, Nike, dan lainnya! Segera download aplikasi Pluang!

Sumber: CNNIndonesia, IDNTimes



Sumber : pluang.com