Author: 12

  • Terungkap! Ghozali “Everyday” Akan Terbitkan NFT Bergaya 3 Dimensi

    Sultan Gustaf Al Ghozali, mahasiswa asal Semarang yang sukses mendulang uang milyaran rupiah dengan berjualan lebih dari 900 foto selfie bertenaga NFT, mengungkapkan bahwa dirinya akan menerbitkan NFT lain, bergaya 3 dimensi.

    Hal itu terungkap secara eksklusif di Youtube Channel “Waktunya Investasi Bitcoin (WIB)” Sabtu (15/1/2022) lalu. Channel ini dikelola oleh Blockchainmedia.id (PT Blockchain Media Indonesia).

    “Saya berniat membuat NFT yang berbeda dengan NFT selfie saya sebelumnya, yakni NFT yang mewakili gambar bergaya 3 dimensi,” sebut Ghozali di video itu. Menjawab pertanyaan Vinsensius Sitepu, Pemimpin Redaksi Blockchainmedia.id.

    Namun Ghozali enggan mengungkapkan lebih jauh gambar seperti apa yang akan dijadikannya NFT.

    Pun ia memastikan penerbitan NFT 3 dimensi itu tidak dalam waktu dekat, akan tetapi dipersiapkan setelah ia lulus kuliah. Ghozali saat ini duduk di semester ke-7 di Universitas Dian Nusantoro, Semarang.

    Baca jugaCrocs dan SEGA Bersiap Masuk NFT? Ini Tandanya

    Anomali Ghozali Berejeki Bak Gozilla

    Rejeki nomplok bak Gozilla yang diterima Ghozali pada fitrahnya anomali, karena sulit dijelaskan dengan akal sehat. Bagaimana tidak, pemuda lemah lembut itu, bukanlah orang terkenal sebelumnya, apalagi selebritas dan seniman fine art.

    Dengan duit milyaran rupiah, dan didapatkan dalam waktu sangat singkat. Praktis dia mengalahkan semua capaian para kreator NFT lainnya yang sudah lebih senior.

    Masyurnya Ghozali diperkuat dengan pemberitaan media massa, baik di dalam dan di luar negeri, termasuk diundang sebagai narasumber di akun Youtube Deddy Corbuzier pada 17 Januari 2022 lalu.

    Keanomalian ini pun semakin kental, karena gambar yang direpresentasikan oleh token di blockchain itu hanyalah gambar dirinya sendiri.

    Namun, nilai hype-nya tentu saja dari ketekunannya mengumpulkan semua gambarnya selama kurun waktu 5 tahun, mulai 2017 hingga 2021.

    Pun lagi, berdasarkan pengakuannya di video WIB itu, awalnya sekadar eksperimen sembari iseng-iseng mengetahui cara kerja NFT itu.

    “Saya sebenarnya tak menduga. Karena semua foto itu sebenarnya akan dibuatkan menjadi video time lapse. Tapi, akhirnya saya memutuskan menerbitkan NFT-nya masing-masing di OpenSea dan mencari tahu apakah pasar meliriknya,” katanya

    Ghozali tak menyangka, pasar menyambutnya positif, karena masuk ketegori unik dan langka, bahwa seorang pemuda yang “bukan siapa-siapa”, ‘nyeleneh’ menerbitkan NFT atas gambarnya sendiri.

    Dan Ghozali memastikan, sebagai bagian dari eskperimen dan kembara kripto-nya itu, ia kerap mempromosikan ke media sosialnya, termasuk forum-forum terkait NFT di Indonesia. Dan buahnya sudah ia rasakan sendiri, hingga memantik orang lain membuat NFT mirip gayanya, hingga membajak fotonya sendiri menjadi NFT yang berbeda.

    Baca jugaApa Itu SandBox (SAND) Crypto?

    Di sisi lain, capaian Ghozali, apapun alasan bahwa ini memang anomali dan cenderung absurd, mahasiswa yang satu ini berhasil mendorong adopsi kripto oleh publik secara luas dan pada akhirnya mengikat perkembangan NFT lebih apik lagi.

    Setidaknya pun, absurditas ini selaras dengan kelemahan teknologi NFT itu sendiri, bahwa duplikasi dan replikasi tidak bisa dihindari (baca replikasi gambar NFT Ridwan Kamil ini), termasuk kecurigaan bahwa ada entitas tertentu di balik pembelian ini alias adanya sponsorship.

    Selamat sekali lagi untuk Ghozali. Warga kripto +62 menantikan karyamu selanjutnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mirip Animal Crossing, Begini Cara Main Game Alice Crypto

    Hadirnya teknologi blockchain ternyata membawa banyak perubahan dalam kehidupan, dari mulai cryptocurrency seperti Bitcoin hingga ke dunia game. Sudah banyak game berbasis blockchain, salah satunya adalah game Alice crypto yang disebut-sebut mirip dengan Animal Crossing. Di game ini, Anda bisa bermain sambil mengumpulkan aset kepemilikan. Ingin tahu lebih lengkapnya? Simak penjelasannya berikut!

    Teknologi Blockchain dan Perluasannya ke Dunia Gaming

    Di era sekarang, teknologi blockchain sangat marak digunakan, khususnya dengan hal yang berkaitan dengan dunia cryptocurrency. Cryptocurrency atau yang lebih dikenal dengan aset kripto ini sedang booming dalam beberapa tahun ke belakang, karena dianggap dapat mewadahi aktivitas investasi masyarakat dan membawa keuntungan yang besar. 

    Selain cryptocurrency, blockchain juga mulai merambah dengan pengembangannya ke dunia game. Penggunaan teknologi blockchain ke dalam dunia gaming dianggap membawa banyak perubahan besar. Hal ini juga mendorong banyak pengembang proyek yang melakukan ekspansi dengan menciptakan game berbasis blockchain, sambil menggabungkan dengan crypto yang juga berbasis blockchain.

    Namun, seiring perkembangannya, game berbasis blockchain cenderung bersifat niche dan dirasa kurang berhasil menarik perhatian masyarakat awam, termasuk komunitas gaming yang lebih luas. Hingga akhirnya muncul satu game yang bernama My Neighbor Alice, sebuah game berbasis blockchain yang memiliki daya tarik bagi masyarakat luas. 

    Kenalan dengan Game Alice Crypto atau My Neighbor Alice

    Bagi Anda yang gemar bermain game Animal Crossing, Stardew Valley, hingga Minecraft, game Alice crypto ini pasti cocok untuk Anda mainkan. Game Alice crypto atau yang lebih dikenal dengan nama My Neighbor Alice, merupakan sebuah game yang berbasis teknologi blockchain. 

    Game yang diciptakan oleh studio game Antler Interactive ini memungkinkan para pemain untuk membangun pulau virtual dan mendekorasinya dengan beragam item yang disediakan di dalam game. Selain itu, pemain juga dapat melakukan aktivitas lain seperti memancing hingga berkebun.

    Sekilas, My Neighbor Alice memang memiliki tampilan dan aktivitas serupa dengan game Animal Crossing. Perbedaannya terletak pada elemen keuangan yang terdesentralisasi (DeFi), menyebabkan game ini tergolong lebih niche. Selain itu, item dalam game juga didominasi oleh Non-Fungible Token (NFT) dan dapat dimiliki secara penuh oleh pemain. Bentuk dan tingkatan NFT dalam game juga beragam, seperti aset lahan biasa yang dijual bebas hingga item dekorasi yang limited edition.

    My Neighbor Alice dianggap sebagai game blockchain yang bisa menarik masyarakat awam untuk bermain, karena memiliki tampilan dan jalan cerita yang menarik. Ditambah lagi, game ini bisa mewadahi para pemain yang ingin mengoleksi atau memperdagangkan aset kripto berupa NFT. Hingga saat ini, game ini masih dalam tahap pengembangan, rencananya akan selesai dan tersedia untuk umum pada awal tahun 2022.

    Sekilas tentang Gameplay dan Cara Bermain My Neighbor Alice

    Selayaknya game multiplayer-builder pada umumnya, My Neighbor Alice mengusung tema dunia terbuka, sehingga para pemain dapat secara bebas mengunjungi banyak tempat dan berpindah pulau. Sambil melakukan perjalanan, pemain juga dapat berinteraksi dengan sesama pemain.

    Tiap pemain diwakili oleh sebuah avatar yang nantinya bisa didandani sesuai dengan keinginan. Selanjutnya, para pemain dapat langsung membeli sejumlah lahan yang nantinya akan menjadi pulau virtual dan dimiliki sepenuhnya oleh pemain. Selain itu, game juga akan memberikan seperangkat quest atau tugas yang harus diselesaikan. Setelah berhasil, pemain akan diberikan reward oleh game.

    Sambil bermain, para pemain juga dapat merancang dan mendekorasi pulau tersebut dengan berbagai aset, seperti bangunan, tanaman, hingga hewan. Nah, setiap aset yang dimiliki pemain inilah yang merupakan NFT, sehingga dapat dijual kembali atau diperdagangkan di marketplace NFT yang ada di dalam game maupun di blockchain lain.

    Dalam permainan, pemain dapat memanfaatkan token ALICE yang merupakan token tata-kelola (Governance Token) dari keseluruhan ekosistem game My Neighbor Alice. Terdapat 4 fungsi utama penggunaan token ALICE di dalam game, yaitu sebagai tata-kelola game, pembelian aset di dalam game, serta sebagai reward atas partisipasi pemain di event game dan lama durasi staking.

    Jika Anda ingin mendapat profit lebih, Anda bisa menyewakan aset NFT yang dimiliki kepada pemain lain untuk periode tertentu. Selain itu, Anda bisa memilih opsi lain yaitu NFT collateral dan membuat akun anda terasosiasi dengan NFT tertentu. Tujuannya agar Anda bisa mendapatkan sejumlah persentase hasil penjualan NFT tersebut dalam bentuk token ALICE.

    Itulah penjelasan mengenai game Alice crypto, game berbasis blockchain dengan cerita yang menarik dan menggunakan NFT sebagai aset dalam game. Seperti yang kita ketahui, NFT sedang booming di Indonesia terutama dalam aspek seni digital. Kini, telah hadir marketplace NFT di Indonesia yaitu TokoMall. Bagi Anda yang ingin menggali lebih jauh tentang serba-serbi NFT, daftarkan diri Anda di TokoMall sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lagi Tren Naik, Polygon Berpotensi Reli 30%

    Harga Polygon terlihat siap untuk naik setidaknya 30% setelah pola analisis teknis menunjukkan bullish, ditambah potensi persetujuan proposal EIP-1559 yang juga mendukung upaya MATIC untuk meraih level tertinggi baru sepanjang masa.

    Dijuluki EIP-1559, proposal pembaruan tersebut awalnya terungkap sebagai bagian dari upgrade London Hard Fork di jaringan Ethereum pada 5 Agustus silam.

    Proposal tersebut secara efektif mulai menghancurkan, atau membakar sebagian besar dari biaya yang dibayarkan kepada penambang melalui ETH.

    Trader dan investor menaikkan tawaran mereka untuk ETH sebelum dan sesudah peningkatan EIP-1559. Kemudian mencatat bahwa itu yang mendorong Ethereum menjadi aset deflasi untuk pertama kalinya dalam sejarah.

    Baca jugaKetua Fed: CBDC AS Dan Stablecoin Bisa Berjalan Bersama

    Polygon Bisa Reli 30% dan Raih ATH

    Polygon merupakan protokol layer-2 yang dibangun untuk mengukur masalah skalabilitas di blockchain Ethereum. Pada 14 Desember tahun lalu jaringan telah meluncurkan implementasi pengujian EIP-1559.

    Setelah peluncuran uji net, harga MATIC naik hampir 30% menjadi $2,35, yang mencakup kenaikan singkat ke rekor tertingginya di dekat $3.

    Pergerakan Harga Polygon

    Secara teori, pasokan yang lebih rendah terhadap permintaan yang meningkat akan membuat aset lebih berharga di mata penawarnya. Referensi ekonomi klasik ini telah membantu meningkatkan permintaan aset crypto raksasa seperti Bitcoin (BTC) sebelumnya.

    Ini menimbulkan pertanyaan, dapatkah harga MATIC juga alami reli dengan cara yang sama? Salah satu pendiri Mineplex, Alexander Mamasidikov, berpikir ya.

    Mamasidikov mengatakan pada sesi wawancaranya dengan media, jika EIP-1559 akan berdampak positif pada harga MATIC bahkan dengan mudah mendorong Polygon reli menuju rekor tertinggi saat ini setelah peningkatan teknis.

    “Dalam periode pemulihan harga, investor sering kali mencari fitur teknis dan fundamental untuk dijadikan sandaran untuk mendukung koin, dan Polygon mengacungkan keduanya” katanya.

    Mamasidikov kemudian menambahkan,jika Polygon tetap menjadi versi Ethereum yang lebih baik dalam hal biaya transaksi yang lebih rendah, ini juga merupakan kesenangan bagi investor ritel sehubungan dengan harganya yang rendah saat ini jika dibandingkan dengan ETH atau jaringan smart contract lainnya.

    Sejak Juli 2021, MATIC telah alami tren naik yang lebih tinggi dan dikonfirmasi oleh setidaknya dua tertinggi reaktif dan dua terendah reaktif.

    Namun memang, token MATIC baru-baru ini alami garis tren rendah di rentan harga $1,89 sebagai support. Sebuah pergerakan yang diikuti dengan retracement bullish menuju $2,50.

    Sekarang, harganya bertindak sebagai resistance serta mendorong MATIC naik ke level $2,50.

    Tren Naik dari Pergerakan Harga Polygon

    Baca JugaMarket Pulih, Polygon Tetapkan Harga Tertinggi!

    Meskipun demikian, MATIC mungkin mencoba penembusan di atas resistance $2,44 karena ditunjang oleh proposal EIP-1559 pada 18 Januari mendatang.

    Langkah ini akan menempatkan Polygon pada jalur yang menguji target kenaikan sementara di dekat $3, yang kira-kira merupakan lompatan 30%.

    Sementara itu, jika faktor EIP-1559 bermain lebih lama dari yang diantisipasi, harga MATIC sepertinya dapat mencoba kenaikan lanjutan menuju $3,52.

    Sebaliknya, penolakan di $2,44 dapat membuat Polygon menguji ulang support dari tren naik untuk penembusan negatif.

    Pergerakan seperti itu akan berisiko membatalkan setup bullish, seperti yang dibahas di atas. Semua ini terkait dengan mengekspos MATIC ke koreksi menuju $1,77 atau lebih rendah.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Ketua Fed: CBDC AS Dan Stablecoin Bisa Berjalan Bersama

    Terlepas dari kondisi pasar crypto yang sedang merana karena koreksi berkepanjangan sejak November 2021. Ada kabar menarik yang datang dari stablecoin dan mata uang digital bank sentral, atau CBDC, yang berasal dari AS.

    Belum lama ini.  Ketua Fed AS, Jerome Powell, membahas kemungkinan Federal Reserve untuk mengeluarkan CBDC.

    Senator Republik Pat Toomey. Seorang advokat crypto yang terkenal, bertanya apakah Fed yang mengeluarkan CBDC akan menghalangi keberadaan “stablecoin yang diatur dengan baik dan dikeluarkan secara pribadi”.

    Baca jugaBagaimana Pergerakan Bitcoin dan Ethereum? TA 12 Januari

    “Tidak, tidak sama sekali,” jawab Powell.

    Ini adalah sikap yang jauh lebih tidak hawkish terhadap stablecoin daripada Powell sampaikan tahun lalu. Pada bulan Juli, dia menyarankan bahwa manfaat utama CBDC adalah untuk menggantikan crypto, termasuk stablecoin.

    Namun demikian, stablecoin adalah topik hangat di kalangan regulator saat ini. Baik pemimpin industri dan anggota kongres menyajikan sudut pandang yang saling bertentangan tentang masalah ini selama dengar pendapat bulan lalu.

    Sementara industri menganggap stablecoin sebagai pelengkap sistem keuangan. Maxine Waters menyarankan bahwa mereka bisa menjadi ancaman bagi dolar AS. Beberapa bahkan menduga bahwa stablecoin dapat diklasifikasikan sebagai sekuritas.

    Ada pertanyaan lain tentang utilitas praktis dari stablecoin yang dikeluarkan secara pribadi jika CBDC ada. Namun, penerbitan CBDC tampaknya masih jauh. Powell sebelumnya telah menyatakan bahwa dia lebih suka “melakukan ini dengan benar daripada melakukannya dengan cepat,” meninggalkan ruang bagi Tether, Pax, dan USDC untuk beroperasi tanpa kehadirannya.

    Baca jugaBank of America Prediksi Solana Kalahkan Pangsa Pasar Ethereum

    The Fed berencana untuk merilis laporan yang menyelidiki pro dan kontra dari implementasi CBDC dalam beberapa minggu ke depan.

    Prioritas utama the FED bukan cryptocurrency. Tetapi, fokus terhadap inflami dimana Amerika memiliki inflasi yang tertinggi selama 40 tahun, yakni di 7%.

    Ketua terus memberi sinyal bahwa Fed akan memprioritaskan menaikkan suku bunga sesegera mungkin untuk memerangi masalah ini.

    Tentu saja, ini adalah nada menarik bagi penerbit stablecoin karena AS, tidak akan menghalau perkembangannya, yang justru akan hidup berdampingan dengan CBDC. Ini sangat menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bank of America Prediksi Solana Kalahkan Pangsa Pasar Ethereum

    Dalam catatan penelitiannya baru-baru ini, analis Bank of America Alkesh Shah memperkirakan bahwa Ethereum akan terus kehilangan pangsa pasar jaringannya dan perlahan disaingi Solana.

    SOL naik lebih dari 2.200% diatas performa ETH tahun lalu. Dengan blockchain aslinya muncul sebagai salah satu pesaing utama untuk platform smart contract.

    Namun, pasangan SOL/ETH turun 8% di awal 2022, dengan seluruh pasar mengalami koreksi yang signifikan.

    Shah juga meyakini bahwa Solana dapat menjadi Visa ekosistem aset digital.

    Baca JugaSuku Bunga Belum Jadi Naik, Crypto Diprediksi Membaik

    Meskipun Ethereum lebih terdesentralisasi, Shah mengklaim bahwa itu tidak cukup terukur, yang menaikkan biaya transaksi. Oleh karena itu, analis percaya bahwa skalabilitas adalah pertukaran yang wajar.

    Solana Bisa Menjadi Visa Ekosistem Aset Digital

    Shah menyebut ‘Solana bisa menjadi Visa ekosistem aset digital’ bukan tanpa alasan.

    Hal itu diklaim sang analis setelah melihat potensi yang ada pada blockchain Solana dengan 400 dApps di dalamnya yang bisa menampung semuanya, mulai dari peer-to-peer exchange hingga NFT marketplace.

    Sementara Ethereum dinilai kurang pantas diklaim dengan gelar tersebut, namun dapat menjadi blockchain untuk ‘transaksi dan identitas, penyimpanan, serta kasus penggunaan chain berpasokan bernilai tinggi,’ tulisnya.

    Laporan lain kemudian datang dari Crypto veteran, yang ternyata telah lama membandingkan transaksi per detik (TPS) yang mungkin dilakukan dalam blockchain dan yang dilakukan di jaringan kartu kredit.

    Visa mengatakan secara teoritis dapat menangani setidaknya 24.000 TPS tetapi rata-rata sekitar 1.700. TPS yang paling sering dibicarakan untuk Ethereum adalah 15. Itu tidak banyak, mengingat tuntutan dApps yang terus-menerus on-chain.

    Dengan tempat terbatas, biaya transaksi di jaringan biasanya diukur dalam dua digit dalam Dollar.

    Sementara banyak proyek mencoba memecahkan masalah skalabilitas Ethereum, termasuk melalui sidechain di Polygon dan rollup di Arbitrum.

    Namun hasil mengungkapkan, kemacetan tidak akan berkurang secara signifikan hingga peluncuran penuh Ethereum 2.0.

    Sementara Solana, dinilai dapat mengalahkan Ethereum dan Visa dengan dengan batas teoretis 65.000 TPS yang ditetapkan dengan harga sepersekian sen.

    Baca juga5 Prediksi Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022

    “Solana memprioritaskan skalabilitas, tetapi blockchain yang relatif kurang terdesentralisasi dan aman memiliki pengorbanan, diilustrasikan oleh beberapa masalah kinerja jaringan sejak awal,” tulis Shah dalam catatannya. Merujuk pada pemadaman jaringan di September lalu dan beberapa masalah yang lebih kecil.

    Shah mencatat keunggulan SOL lain yang berpotensi mengalahkan pangsa pasar Ethereum seperti kemampuannya untuk memberikan throughput tinggi, biaya rendah, dan kemudahan penggunaan menciptakan blockchain yang dioptimalkan untuk kasus penggunaan konsumen seperti pembayaran mikro, DeFi, NFT, jaringan terdesentralisasi (Web3), dan game.

    Lantas, dengan performanya apakah Solana benar-benar bisa menjadi Ethereum Killer di masa depan?

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Prediksi Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022

    Aset kripto meme Dogecoin (DOGE) akan mendapat pembaruan situs dan landasan teknik. Kendati didukung oleh Elon Musk, DOGE kesulitan mencapai rekor tertinggi kembali.

    DOGE yang meningkat 3.500 persen dalam satu tahun menjadikannya aset kripto yang menarik perhatian. DOGE menjadi kripto paling ditelusuri di tahun 2021 menurut data Google Trends.

    Apakah DOGE mampu mempertahankan prestasi tersebut? Berikut adalah lima prediksi DOGE:

    Pertama, DOGE akan mendapat tampilan baru yang mencakup rancangan ulang situs Dogecoin serta sumber wawasan yang bernama Dogepedia.

    Landasan teknis DOGE akan diperbarui agar pengembang dapat bekerja lebih mudah dengan DOGE. Selain itu, tim DOGE mengembangkan GigaWallet yang memudahkan integrasi aset tersebut tanpa kesulitan.

    Baca jugaMondar-mandir di Gerai Metaverse Samsung di Decentraland

    Kedua, Elon Musk akan terus mendukung DOGE. Pria yang dijuluki Dogefather itu senantiasa menyuarakan dukungan bagi DOGE di media sosial. Musk berpendapat DOGE adalah aset bagi rakyat yang mudah dibelanjakan dibanding Bitcoin (BTC).

    Cuitan Musk merupakan dorongan besar bagi kesuksesan DOGE. Musk bahkan membicarakan DOGE di acara Saturday Night Live yang menyebabkan DOGE mencapai rekor tertinggi.

    Ketiga, pedagang akan menerima DOGE. Menurut situs Cryptwerk, sekitar dua ribu pedagang ritel telah menerima DOGE. Jumlah ini kian meningkat termasuk Tesla yang menerima DOGE untuk pembayaran.

    Bioskop AMC mulai menerima aset kripto, dan DOGE akan didukung mulai Maret 2022. Investor milyarder Mark Cuban juga menerima DOGE sebagai alat pembayaran pembelian merchandise tim olahraga Dallas Maverick.

    Keempat, aset kripto meme lain akan bersaing dengan DOGE. Fenomena aset kripto meme cukup baru sebagai bagian budaya populer yang beririsan dengan instrumen investasi.

    Munculnya aset-aset meme lain berarti DOGE perlu bersiap bersaing di masa depan. Sebagai contoh, Shiba Inu (SHIB) meroket dan melebih performa DOGE secara signifikan.

    DOGE memiliki komunitas yang loyal tetapi sulit mempertahankan reputasi sebagai pemberontak bila DOGE menduduki jajaran aset kripto teratas.

    Baca jugaMark Cuban: Apakah Bitcoin Layak Sebagai Sarana Transaksi?

    Kelima, DOGE akan meneruskan pererbutan merk. Pendiri DOGE tidak mendaftarkan merk sebab aset ini diciptakan sebagai lelucon pada awalnya.

    Pesaing DOGE memanfaatkan hal ini dan mendaftarkan Dogecoin Foundation serta domain doge.org. Tim DOGE memiliki tantangan mengklaim kepemilikan legal atas nama Dogecoin.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mark Cuban: Apakah Bitcoin Layak Sebagai Sarana Transaksi?

    Di saat Bitcoin (BTC) dianggap sebagai emas digital oleh sebagian investor, yang juga sebagai lindung nilai dari inflasi. Seorang investor dan milyarder tech ini justru tidak berpandangan seperti itu.

    Belum lama ini, Pemilik Dallas Mavericks, Mark Cuban, berpendapat bahwa crypto utama ini tidak dapat dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Dia sekali lagi berpendapat bahwa Dogecoin (DOGE) lebih cocok untuk menjadi alat pembayaran daripada Bitcoin.

    Selama beberapa tahun terakhir, miliarder Amerika Mark Cuban telah menunjukkan sikap kontroversial terhadap Bitcoin. Pada awal 2020, dia jelas bukan pendukung Bitcoin, dengan mengatakan lebih mudah untuk berdagang pisang daripada BTC.

    Kemudian, dia mulai berganti pandangannya, dan tahun lalu dia menggambarkannya sebagai “kepercayaan” keuangan, yang lebih baik daripada emas.

    Baca JugaPergerakan Harga Mingguan SOL, MANA dan DOT

    Bertentangan dengan komentar negatif sebelumnya, ia kemudian menyoroti aset tersebut sebagai aset yang mudah untuk diperdagangkan, disimpan dan dibuat.

    Kemarin, bentrokan verbal baru-baru ini dengan tokoh YouTube Preston Pysh di Twitter, dimana Pysh mengatakan Dogecoin sudah turun 80% setelah Mark tweet pada tahun 2021.

    Belum lama ini, tim NBA-nya mulai menerima Bitcoin dan pembayaran crypto lainnya untuk tiket permainan dan barang dagangan di toko online-nya.

    Namun, pemilik klub menjelaskan bahwa para penggemar tidak tertarik untuk membelanjakan Bitcoin mereka. Karena mereka lebih memilih untuk memegang aset dalam jangka panjang, mengharapkan harganya meningkat seiring waktu.

    Di sisi lain, banyak yang menggunakan Dogecoin untuk pembelian karena mereka memiliki sikap yang sama sekali berbeda terhadap token meme tersebut.

    “Kami menjual ribuan dan ribuan dolar per bulan selama musim sepi, dan begitu musim dimulai, saya berharap itu terjadi per minggu di Dogecoin – dan itu benar-benar karena mudah dibelanjakan, itu tidak begitu dihargai orang-orang tidak ingin memegangnya selamanya.”

    Baca juga6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

    Dia menekankan bahwa Dogecoin adalah cara untuk memahami bagaimana aset digital berfungsi, bukan alat investasi yang sukses.

    Sebelum itu, Mark Cuban juga pernah kena rug-pul pada koin Titan tahun lalu.

    Tentu saja, Bitcoin mungkin lebih dipandang sebagai aset investasi. Alih-alih sebagai alat transaksi karena potensi bertumbuhnya yang masih dipandang sangat besar. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO Grayscale: 5 Tren Crypto yang Harus Diamati Tahun Ini

    Disetiap tahun, ada beberapa tren yang tentu berbeda dan berlanjut untuk tahun berikutnya karena perhatian investor sangat beragam, terutama dalam menyikapi peluang yang tersaji dari suatu tren.

    Belum lama ini, Michael Sonnenshein, kepala eksekutif Grayscale Investments, telah memaparkan tren yang harus diperhatikan saat pasar crypto menggeliat di tahun 2022.

    Sonnenshein mengatakan dalam sebuah surat baru kepada investor bahwa dia yakin ekonomi digital masih dalam tahap awal.

    Baca jugaPergerakan Harga Mingguan SOL, MANA dan DOT

    Ia pun berpikir bahwa, penting bagi investor untuk memantau perkembangan infrastruktur crypto di tahun baru.

    “Ketika ekonomi crypto dan pasar keuangan yang ada menjadi semakin terjalin, ini kemungkinan akan memberikan beberapa peluang investasi jangka panjang yang paling menarik, dan Grayscale berfokus pada mengidentifikasi dan menyediakan akses awal yang mulus ke protokol yang merupakan tulang punggung ekosistem ini.”

    Sonnenshein juga menambahkan bahwa telah menjadi tantangan untuk memilah-milah proliferasi protokol crypto baru.

    “Seperti yang telah kami lakukan sejak 2013, kami akan terus mengidentifikasi peluang yang paling menarik dan memperluas penawaran kami sesuai dengan itu, baik yang berfokus pada token tertentu, serta dana yang lebih beragam dan tematik.”

    Sang CEO tersebut juga memperkirakan bahwa Web3 akan melihat “eksplorasi dan adopsi arus utama yang kuat,” di sepanjang tahun ini, yang katanya menghadirkan peluang investasi yang menarik.

    Dia juga percaya token non-fungible (NFT) akan terus berkembang pada tahun 2022.

    “Kami berharap dapat melihat perpaduan dunia fisik dan digital lebih jauh, terutama seputar topik, seperti keaslian, asal usul, kepemilikan dan banyak lagi – dan lintas sektor, termasuk mode, musik, game, real estat dan tiket. Tim kami sangat memperhatikan evolusi NFT.”

    Baca juga6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

    Sonnenshein juga menyimpulkan bahwa regulator dan pembuat kebijakan lebih terlibat dengan crypto di saat ini daripada sebelumnya.

    “Ini memungkinkan percakapan untuk beralih ke bagaimana teknologi baru ini, ketika dilengkapi dengan kerangka peraturan yang sesuai dan dapat berkembang, menjaga perusahaan crypto di Amerika Serikat dan menetapkan standar global untuk regulasi crypto.”

    Tentu saja, ini semua telah menjadi dasar yang baik bagi pasar crypto untuk mencoba pulih dari koreksi hebatnya, yang tentu sangat ditunggu-tunggu oleh para investor. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 6 Kripto Ini Bisa Kalahkan Dogecoin (DOGE) di Tahun 2022?

    Dogecoin (DOGE) merupakan aset kripto yang sangat diminati pada tahun 2021 menurut Google. Tetapi popularitas DOGE mulai melemah setelah menurun lebih dari 75 persen dari rekor tertinggi pada bulan Mei silam.

    Berikut adalah enam aset kripto yang berpotensi melampaui kapitalisasi pasar DOGE tahun ini:

    Pertama, Algorand (ALGO) adalah aset kripto smart contract yang menjadi alternatif Ethereum (ETH). Ethereum mengalami persoalan biaya transaksi tinggi dan kemacetan jaringan, sehingga Algorand mulai diminati.

    Baca jugaApakah Kripto Decentraland (MANA) Layak Investasi?

    Pasalnya, ALGO dapat distaking pada sejumlah platform termasuk bursa kripto Coinbase. Staking membantu keamanan jaringan dan memberikan imbal hasil kepada investor.

    Kedua, Polygon (MATIC) merupakan sidechain bagi Ethereum yang berfungsi untuk menguatkan performa. Polygon menggunakan beragam cara untuk membuat Ethereum menjadi lebih cepat dan hemat sehingga membantu pengembang mencari solusi bagi proyek mereka.

    Ketiga, Cosmos (ATOM) adalah platform smart contract yang berfokus kepada interoperabilitas. Kesinambungan antar kripto adalah tantangan yang besar dan Cosmos berusaha menjawabnya.

    Dengan peringkat kapitalisasi pasar ke-30 terbesar, Cosmos memiliki banyak ruang untuk menjadi besar dan menyusul dengan DOGE yang berada di peringkat ke-12.

    Keempat, The Graph (GRT) adalah alat yang membantu smart contract. Smart contract membutuhkan informasi akurat untuk berjalan secara otomatis, dan inilah peran The Graph.

    The Graph merupakan alat indeks data yang membantu aplikasi desentralistik mengakses data tersebut. Performa GRT pada tahun 2020 cukup bagus tetapi kini berada di bawah DOGE.

    Kelima, Helium (HNT) menghadirkan desentralisasi bagi infrastruktur nirkabel. Jaringan pengguna individual memberikan akses bagi gawai Internet of Things (IoT). Pengguna dapat meraih token HNT dan berkontribusi kepada jaringan dengan cara mengelola hotspot dalam jaringan tersebut.

    Baca jugaPendiri Reddit: Lima Tahun Lagi, Game Kripto Berkuasa

    Keenam, Enjin (ENJ) termasuk token gaming dan metaverse yang sangat booming akhir-akhir ini. Industri NFT mencakup beragam kolektibel digital seperti seni, musik dan game.

    Tetapi investor yang tidak aktif di sektor ini sulit mengetahui game atau metaverse mana yang akan menangkap pangsa pasar paling besar. Alih-alih memburu tren berikutnya, investor dapat membeli infrastruktur proyek-proyek metaverse.

    Enjin merupakan platform NFT yang memudahkan proses penciptaan dan pengelolaan NFT.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Buka Kesempatan Magang Kampus Merdeka Buat Mahasiswa

    Jakarta – Dalam industri teknologi, Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi kunci utama untuk tumbuh dan bersaing di kancah nasional hingga global. Guna memperkuat sinergitas membangun ekosistem untuk mengembangkan talenta digital di Indonesia, Tokocrypto mendukung program Kampus Merdeka yang digagas oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI. 

    Chief Operating Officer (COO) Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengungkap melalui program ini, Tokocrypto menyediakan program magang selama 6 bulan bagi talenta muda Indonesia yang akan dibimbing menjadi talenta unggul dan berkualitas. Peserta terpilih akan mendapatkan pengalaman kerja secara mendalam, mulai dari sesi mentorship, pengembangan hard-skill dan soft-skill bersama para karyawan Tokocrypto.

    “Menciptakan talenta digital Indonesia yang kredibel dibutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak. Inilah yang menjadi motivasi utama Tokocrypto bergabung dalam program Kampus Merdeka, sebagai sebuah strategi untuk mengedukasi, memberdayakan serta mendukung SDM unggul,” kata Manda.

    Baca Juga: Tokocrypto dan ASRI Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Indonesia

    Program Magang Tokocrypto x Kampus Merdeka.

    Ilustrasi Program Magang Tokocrypto x Kampus Merdeka.

    Tokocrypto Buat Kurikulum Khusus Terkait Literasi Aset Kripto dan Blockchain

    Tokocrypto menghadirkan 39 posisi untuk mendukung program Kampus Merdeka. Selain itu, perusahaan telah melakukan kajian dan penyesuaian kurikulum terkait literasi aset kripto dan blockchain agar nantinya para peserta terpilih dapat beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kini berkembang begitu pesat.

    “Berdasarkan data, Indonesia sendiri masih membutuhkan sembilan juta talenta digital hingga 2035 mendatang atau sekitar 600.000 talenta digital per tahun. Melalui program magang ini, Tokocrypto ingin membuka kesempatan kepada peserta untuk terlibat langsung dalam ekosistem blockchain dan industri aset kripto di Indonesia, sehingga diharapkan #SiapLebih mengasah kemampuan teknis dan juga menambah wawasan yang lebih luas lagi.”

    Dalam setiap posisi magang, peserta juga akan mengasah keterampilan penting yang bermanfaat untuk mengembangkan karier di masa mendatang, seperti design thinking, kepemimpinan, serta keterampilan komunikasi dan presentasi. Peserta yang menyelesaikan program akan memenuhi syarat untuk mendapatkan 20 SKS dan benefit lainnya.

    Baca Juga:DeFi dan NFT Masih akan Moncer di Tahun 2022, Apa Saja Proyek yang Bagus?

    Program magang Tokocrypto x Kampus Merdeka.

    Ilustrasi program magang Tokocrypto x Kampus Merdeka.

    Cara Daftar Program Magang Kampus Merdeka di Tokocrypto

    1. Minta persetujuan dari kampus.
    2. Akses kampusmerdeka.kemdikbud.go.id, lalu buat akun terlebih dahulu.
    3. Cari program magang dari Tokocrypto, dengan memasukan kata “Tokocrypto” di kolom pencarian perusahaan.
    4. Kamu harus ikuti seluruh proses seleksi.
    5. Jika dinyatakan lulus, kamu dapat melaksanakan kegiatan magang sesuai arahan supervisor dan dosen pembimbing magang.

    Untuk mengetahui informasi lebih lanjut terkait program Tokocrypto x Kampus Merdeka Internships Program bisa membuka link berikut ini.



    Sumber : news.tokocrypto.com