Author: 12

  • DeFi dan NFT Masih akan Moncer di Tahun 2022, Apa Saja Proyek yang Bagus?

    Tahun 2022 baru berjalan sekitar tiga hari. Meski pasar crypto sedang lesu di awal tahun ini dengan performa Bitcoin yang masih berada di level $46-47 ribu, namun potensi aset kripto diharapkan masih akan terus berkembang di tahun ini.

    Decentralization Financial atau DeFi dan Non Fungible Token (NFT) dinilai masih akan menjadi sektor yang menonjol dari ekosistem ini. Di mana perkembangan web 3 dan gameFi yang semakin pesat akan berpengaruh pada dua platform tersebut.

    Belum lagi gaung metaverse yang sudah dimulai sejak pertengahan 2021 pun akan berpengaruh pada sektor DeFi dan NFT. Berdasarkan data Dappradar, tahun 2021 terdapat peningkatan nilai total yang terkunci (TVL) di DeFi sebesar lebih dari 767% dari tahun sebelumnya.

    Baca JugaDogecoin Foundation Ajak Pendiri Ethereum Buat Mekanisme Staking DOGE

    Sepanjang tahun 2021, TVL DeFi berada di level $189 triliun. DeFi yang berada di jaringan Ethereum masih menguasai industri ini.

    Sementara itu, ekosistem NFT pun mendapat sambutan yang sangat besar di tahun 2021. Secara keseluruhan pada tahun 2021, pasar NFT memiliki mendapatkan  volume perdagangan lebih dari $23 miliar.

    Sedangkan, platform berbasis metaverses blockchain mendapat lebih dari $500 juta dalam volume perdagangan dan aset dalam game yang direpresentasikan sebagai NFT mengumpulkan $4,5 miliar dalam volume perdagangan.

    Ethereum dan Jaringan Dapp masih akan Moncer

    Apabila merujuk pada tren tersebut, di tahun 2022 sepertinya tren tersebut masih akan berlanjut. Jaringan yang memiliki platform aplikasi terdesentralisasi akan mendapat perhatian yang lebih serius.

    Di tahun 2021 Ethereum masih menjadi raja industri ini. Meski, di tahun tersebut pula bermunculan jaringan yang menawarkan layanan yang menyaingi Ethereum, seperti Solana, Avalanche, dan lainnya.

    Baca jugaPendiri Reddit: Lima Tahun Lagi, Game Kripto Berkuasa

    Namun, Ethereum masih akan menjadi salah satu blockchain terpenting di tahun ini. Jaringan ini bahkan telah mengalami perubahan struktural penting dan terus berkembang, salah satunya telah mengubah sistem jaringannya ke Proof of Stake.

    Namun, jaringan Layer-2 akan menjadi tuan rumah DeFi penting terutama bagi layanan dapp play-to-earn yang diperkirakan akan mendapatkan perhatian lebih besar di tahun ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pendiri Reddit: Lima Tahun Lagi, Game Kripto Berkuasa

    Alexis Ohanian, co-founder situs media sosial Reddit, berkata fenomena game play-to-earn berbasis aset kripto akan berkuasa dan rutin bagi pemain dalam waktu lima tahun.

    “90 persen orang tidak akan memainkan game kecuali mereka dihargai benar bagi waktu mereka,” jelas pengelola pemodal ventura Seven Seven Six tersebut dalam episode podcast Where It Happens.

    Ia menambahkan, dalam lima tahun orang akan menghargai waktu secara benar. Saat ini pemain dipanen sebagai korban iklan atau dipaksa membayar dolar untuk membeli barang digital yang tidak benar-benar dimiliki.

    Alih-alih demikian, Ohanian berkata pengguna akan memainkan game on-chain yang sama serunya tetapi benar-benar memperoleh nilai. Pengguna akan menjadi pemilik dan penghasil panen.

    Baca jugaMengenal Token Sangkara (MISA) di Coinstore

    Game play-to-earn merupakan dunia virtual bertenaga kripto yang menjadi popular di sekeliling dunia pada tahun 2021, terutama di masa pandemi yang seret penghasilan.

    Dunia game seperti Axie Infinity dan The Sandbox memakai kripto sebagai mata uang dalam game.

    Gaming adalah salah satu kegunaan terbesar di metaverse, dunia virtual yang membantu pemain membangun, memiliki dan menuai untung dari pengalaman gaming mereka memakai token dalam platform game tersebut.

    Menariknya, seperempat pemain Axie Infinity sebelumnya tidak memiliki akses ke rekening bank. Hal itu berarti dompet Axie adalah layanan keuangan pertama yang mereka akses.

    Pakar industri kripto menduga akan ada peningkatan adopsi oleh waralaba gaming popular. Lebih banyak pemain akan menggandrungi game play-to-earn pada tahun 2022.

    Di sektor metaverse, Decentraland (MANA) memiliki kapitalisasi pasar terbesar di antara token game play-to-earn menurut data CoinMarketCap.

    Selain bidang play-to-earn, Ohanian memberikan dua prediksi lain.

    Menurutnya, sebagian besar orang akan berpartisipasi dalam DAO dalam lima tahun berikut. DAO adalah istilah bagi sekelompok orang yang bergabung untuk mencapai tujuan bersama.

    Baca jugaTokocrypto Market Signal Kripto 05 Januari 2022: Proyeksi DOT dan SUSHI

    Contohnya, ConstitutionDAO adalah kelompok yang berusaha membeli salinan Konstitusi AS melalui prose lelang kendati mereka tidak berhasil memenangkannya.

    “Orang-orang tidak akan menyadarinya, persoalan merk tidak penting. Mereka tidak akan peduli sebab pengalaman pengguna lebih besar dari semuanya,” jelas Ohanian soal DAO.

    Ia berpendapat DAO akan menjadi hal lumrah. Kendati tidak semua orang memakainya, untuk tujuan umum, DAO akan menjadi hal yang normal.

    Selain itu, Ohanian mengira pengguna internet akan lebih mengharga identitas daring dibanding identitas nyata.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Market Signal Kripto 05 Januari 2022: Ada DOT dan SUSHI

    Jakarta – Masuk pekan pertama di tahun 2022, sejumlah aset kripto langsung tancap gas berpotensi bergerak naik. Namun, di sisi lain, ada beberapa kripto yang mengalami pergerakan stagnan, bahkan cenderung berpotensi menurun hingga masuk fase bearish. Simak selengkapnya Market Signal aset kripto pekan pertama di awal tahun 2022 ini.

    Daftar 5 Aset Kripto Bullish

    1. Stacks (STX)

    Grafik aset kripto Stacks (STX)

    Ilustrasi grafik aset kripto Stacks (STX).

    Masuk di jajaran aset kripto bullish pekan ini, Stacks menjadi salah satu kripto yang terlibat dalam beberapa eksperimen proyek keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan non-fungible token (NFT) dengan jaringan blockchain Bitcoin. Penggunaan jaringan Stacks telah meningkat secara signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

    Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan alasan STX berpotensi alami bullish karena meluncurkan jaringan utama baru bernama ALEX Mainnet. Menurutnya, dari teknik analisis, STX sudah ada bullish flag, namun akan sedikit terkoreksi dan akan kembali rebound sekitar 13 persen.

    “ALEX Mainnet akan launching di tanggal 17 Januari nanti. Biasanya satu minggu sebelum launching, market itu sudah bereaksi. Kalo misalkan beritanya bagus, akan mengalami kenaikan. Kemudian, tanggal 10 Januari, akan ada ALEX Token Launchpad Live yang bisa mendongkrak harga STX,” kata Afid (04/01).

    Peringkat STX di CoinMarketCap saat ini adalah #54, dengan kapitalisasi pasar US$ 3.036.811.513. Pasokan yang beredar 1.291.912.627 koin STX dan maksimal pasokan 1.818.000.000 koin STX.

    2. Avalanche (AVAX)

    Grafik aset kripto Avalanche (AVAX).

    Ilustrasi grafik aset kripto Avalanche (AVAX).

    Avalanche (AVAX) adalah platform open source tempat pengembang dapat membangun dan meluncurkan aplikasi terdesentralisasi (DApps) dalam ekosistem yang sangat skalabel. Sejak diluncurkan ekosistem AVAX bertumbuh secara eksponensial.

    Banyak analis mengklaim AVAX salah satu saingan Ethereum, yang bertujuan untuk menggesernya sebagai blockchain paling populer untuk smart contract. Afid melihat pergerakan AVAX memiliki pola triangle atau segitiga yang berpotensi bullish.

    “Mungkin dalam waktu dekat AVAX akan sedikit terkoreksi dan akan alami pump sekitar 40 persenan. Acara AMA tanggal 5 Januari bisa menjadi potensi rebound yang lebih tinggi dan bisa sedikit ada reaksi di market,” ujarnya.

    Peringkat AVAX di CoinMarketCap saat ini adalah #11, dengan kapitalisasi pasar US$ 26.349.634.814. Pasokan yang beredar 243.752.475 koin AVAX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Baca Juga: Tokocrypto dan ASRI Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Keuangan Inklusif di Indonesia

    3. Loopring (LRC)

    Grafik aset kripto Loopring (LRC).

    Ilustrasi grafik aset kripto Loopring (LRC).

    LRC adalah token utilitas berbasis Ethereum di jaringan Loopring yang dirancang khusus untuk memfasilitasi pertukaran terdesentralisasi (DEX) dan sistem pembayaran. Ini mendorong perilaku positif dari penyedia likuiditas (liquidity provider), perusahaan asuransi, dan tata kelola DAO (decentralized autonomous organization).

    Afid menjelaskan teknik analisa LRC sendiri sudah membentuk segitiga atau triangle. LRC kemungkinan akan sedikit terkoreksi dulu dan melonjak sekitar 35 persen. Di samping itu, token ini memiliki berita bagus yang memicu market bergerak.

    “Loopring ini layer-2 blockchain sama seperti Polygon (MATIC), di mana yang menarik, ia menjalin kerja sama dengan Bank of China. Teknologi yang digunakan Loopring menjadi patent Bank of China untuk sistem pembayaran mereka,” ucapnya.

    Peringkat LRC di CoinMarketCap saat ini adalah #58, dengan kapitalisasi pasar US$ 2.774.206.433. Pasokan yang beredar 1.328.716.100 koin LRC dan maksimal pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

    4. NEAR Protocol (NEAR)

    Grafik aset kripto NEAR Protocol (NEAR)

    Ilustrasi grafik aset kripto NEAR Protocol (NEAR).

    NEAR adalah platform pengembangan terdesentralisasi yang dirancang untuk menyediakan lingkungan yang ideal untuk Dapps dengan mengatasi beberapa batasan sistem, seperti throughput dan kecepatan rendah dan kompatibilitas silang yang buruk. Mirip dengan Ethereum, Cardano, dan TRON, NEAR dapat dideskripsikan sebagai blockchain layer-one atau “lapisan dasar”,

    “Dari fundamentalnya sendiri tidak ada yang spesifik. Tapi, dari teknikal analisisnya ini sudah bagus, di mana NEAR ini mem-break out resisten lamanya dan berusaha untuk meningkat lagi. Potensi kenaikannya sendiri sekitar 20 persen,” jelas Afid.

    Peringkat NEAR di CoinMarketCap saat ini adalah #21, dengan kapitalisasi pasar US$ 10.528.482.290. Pasokan yang beredar 602.964.783 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

    Baca Juga: 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    5. Polkadot (DOT)

    Grafik aset kripto Polkadot (DOT)

    Ilustrasi grafik aset kripto Polkadot (DOT).

    Polkadot (DOT) ini termasuk salah satu aset kripto yang cukup mendapatkan perhatian karena berkembang cukup pesat pada tahun 2020-2021. DOT sendiri adalah sebuah koin kripto berbasis blockchain yang memungkinkan beberapa jaringan saling terhubung.

    “Dari Polkadot saat ini masih ada event juga ya. Di mana auction ini belum berakhir. DOT dari teknik analisisnya juga sudah breakout dari resistensinya dan sedang terkonsolidasi dan tinggal nunggu naiknya lagi. Kemungkinan ada kenaikan sekitar 38 persen,” tutur Afid.

    Peringkat DOT di CoinMarketCap saat ini adalah #10, dengan kapitalisasi pasar US$ 29.320.478.202. Pasokan yang beredar 987.579.315 koin NEAR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Daftar 5 Aset Kripto Bearish

    1. Power Ledger (POWR)

    Grafik aset kripto Power Ledger (POWR)

    Ilustrasi grafik aset kripto Power Ledger (POWR).

    Power Ledger (POWR) adalah platform berbasis blockchain yang digunakan untuk menjual dan mendistribusikan solar power tanpa perantara di area lokal. Jadi, Ini adalah perusahaan teknologi yang menggunakan blockchain untuk memfasilitasi perdagangan komoditas energi dan lingkungan.

    “Power Ledger (POWR) dari teknik analisisnya sudah overbought. Dari relative strength index (RSI) ini POWR sudah mencapai titik jenuh pembelian yaitu di angka 70. Biasanya ketika itu terjadi, market biasa terkoreksi ke area support, kalo mungkin bisa turun lagi sampai sekitar -22 persen,” kata Afid.

    Peringkat POWR di CoinMarketCap saat ini adalah #180, dengan kapitalisasi pasar US$ 291.661.997. Pasokan yang beredar 463.486.097 koin POWR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin POWR.

    2. Voxies (VOXEL)

    Grafik aset kripto Voxies (VOXEL)

    Ilustrasi grafik aset kripto Voxies (VOXEL).

    Voxies adalah game RPG taktis berbasis giliran 3D gratis untuk dimainkan di blockchain. Token VOXEL juga akan dapat diakses di pasar sekunder, di mana pemain memperdagangkan token di luar permainan.

    Menurut Afid, teknik analisis VOXEL dari grafik RSI sudah menyentuh overbought. “Dan dia akan menuju ke oversold-nya lagi. Di mana VOXEL akan terus mengalami penurunan, mungkin akan terkonsolidasi dulu dari market, baru nanti ada keputusan harganya akan dibawa kemana.”

    Peringkat VOXEL di CoinMarketCap saat ini adalah #302, dengan kapitalisasi pasar US$ 211.513.420. Pasokan yang beredar 60.343.002 koin VOXEL dan maksimal pasokan 300.000.000 koin VOXEL.

    3. Dusk Network (DUSK)

    Grafik aset kripto Dusk Network (DUSK)

    Ilustrasi grafik aset kripto Dusk Network (DUSK).

    Dusk Network mengklaim dirinya sebagai blockchain privasi untuk aplikasi keuangan. Ini adalah blockchain layer-1 yang mendukung standar Confidential Security Contract (XSC), dan mendukung smart contract. Dusk Network bertujuan untuk memenuhi persyaratan dan kebutuhan pasar keuangan.

    Token DUSK dapat digunakan sebagai token utilitas untuk memulai transaksi, pertukaran atom, atau menyebarkan smart contract. Di balik itu, pergerakan DUSK pekan ini cenderung bearish. Afid melihat ada pola untuk breakdown atau breakout ke bawah. “Mungkin ada penurunan sekitar 17 persen, tapi akan menurun bertahap.”

    Peringkat DUSK di CoinMarketCap saat ini adalah #171, dengan kapitalisasi pasar US$ 347.444.753. Pasokan yang beredar 389.445.429 koin DUSK dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin DUSK.

    4. SushiSwap (SUSHI)

    Grafik aset kripto SushiSwap (SUSHI)

    Ilustrasi grafik aset kripto SushiSwap (SUSHI).

    SushiSwap adalah pertukaran terdesentralisasi atau decentralized exchange (DEX) yang dilengkapi dengan kontrak pintar (smart contract). SUSHI adalah token Ethereum khusus yang didedikasikan untuk ekosistem Sushiswap.

    Afid menerangkan SUSHI berpotensi bearish dan memang baru mau menuju oversold-nya. “Dia mungkin akan turun dari oversold-nya dan akan berpotensi turun sekitar 7 persen. Ia juga gagal membentuk bullish flag pattern.”

    Peringkat SUSHI di CoinMarketCap saat ini adalah #92, dengan kapitalisasi pasar US$ 1.081.291.463. Pasokan yang beredar 127.244.443 koin SUSHI dan maksimal pasokan 250.000.000 koin SUSHI.

    5. Hive (HIVE)

    Grafik aset kripto Hive (HIVE)

    Ilustrasi grafik aset kripto Hive (HIVE).

    Diluncurkan pada 20 Maret 2020, Hive adalah jaringan berbagi informasi terdesentralisasi dengan buku besar keuangan berbasis blockchain yang dibangun di atas protokol Delegated Proof of Stake (DPoS). HIVE dikembangkan untuk menyimpan konten dalam jumlah besar dan membuatnya tersedia untuk monetisasi berbasis waktu.

    “HIVE berpotensi masih terus turun. Kalo dilihat dari grafik, ia membentuk lower high sama lower low ya. Ia mungkin sedikit akan konsolidasi dulu, tapi akan ada penurunan sekitar 10 persenan,” ungkap Afid. 

    Peringkat HIVE di CoinMarketCap saat ini adalah #129, dengan kapitalisasi pasar US$ 618.630.296. Pasokan yang beredar 385.507.491 koin HIVE dan maksimal pasokan tidak tersedia.

    Disclaimer:

    Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Samsung Smart TV Bisa Dipakai Beli NFT

    Samsung Electronics mengumumkan pada Senin (03/01/2021) bahwa smart TV barunya akan bisa dipakai untuk membeli non-fungible token (NFT).

    Utamanya, model televisi MICRO LED, Neo QLED dan The Frame yang dijadwalkan meluncur tahun ini akan memiliki fitur yang mendukung NFT.

    “Dengan permintaan yang meningkat bagi NFT, kebutuhan untuk solusi bagi belantika tontonan dan pembelian yang terpisah saat ini semakin penting,” sebut Samsung.

    Baca juga12 Momen Bersejarah Kripto di Tahun 2021

    Di tahun 2022, Samsung akan memperkenalkan televisi pertama di dunia dengan agregator marketplace serta penjelajah NFT berbasis layar.

    Samsung menyebut platform ini merupakan terobosan dimana pengguna dapat melihat, membeli dan menampilkan karya seni favorit semua dalam satu tempat.

    Platform tersebut membantu pencipta seni membagikan karya mereka dengan dunia. Calon pembeli dapat melakukan pratinjau NFT sebelum membelinya serta memelajari riwayat NFT dan metadata pada blockchain.

    Rincian soal penayangan NFT dipertimbangkan oleh Samsung. Fitur kalibrasi pintar pada masing-masing TV akan otomatis menyesuaikan setelan penayangan menurut pengaturan pencipta.

    “Hal itu dilakukan demi menjamin karya seni terlihat sempurna dan sesuai dengan kualitas gambar original,” jelas Samsung. Fitur yang mirip dengan ini adalah Dolby Vision atau mode kalibrasi pada aplikasi Netflix.

    Samsung akan memberikan rincian lebih lengkap soal platform NFT tersebut di bulan-bulan mendatang. Dengan perilisan tersebut, Samsung menjadi pembuat televisi pertama yang mendukung NFT dalam skala besar.

    Baca juga5 Proyek DeFi Potensial 2022

    Samsung bukan pendatang baru di sektor NFT. Unit ventura raksasa teknologi asal Korea Selatan tersebut, Samsung Next, merupakan investor di sejumlah startup NFT.

    Startup tersebut mencakup Sky Mavis, Dapper Labs, Forte, Nifty’s, The Sandbox dan SuperRare.

    NFT merupakan aset digital yang telah beredar selama beberapa tahun tetapi beberapa bulan terakhir semakin digandrungi. NFT memberikan angin segar bagi industri kripto dan karya seni berbasis kriptografi.

    Melalui NFT, pengguna dapat membeli dan menjual kepemilikan benda digital serta melacak kepemilikan tersebut menggunakan blockchain. NFT dapat berisi informasi digital apapun, termasuk gambar, seni, cuitan, GIF animasi, lagu atau bahkan video game.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 5 Proyek DeFi Potensial 2022

    Banyak investor crypto yang mulai panik menuju Tahun 2022 akibat adanya potensi koreksi yang cukup signifikan.

    Sehingga mulai muncul perbincangan mengenai cara mengamankan dana dan bagaimana caranya agar tetap bisa menghasilkan uang.

    Salah satu alternatif yang dituju adalah sektor Decentralized Finance atau DeFi sebagai cara untuk menghasilkan keuntungan.

    Dalam artikel ini akan diberikan lima proyek DeFi potensial dari sisi token dan juga kegunaannya untuk mencari keuntungan di 2022

    Aave (AAVE)

    Pertama adalah Aave, protokol DeFi yang membuka jalan kepada ketenaran DeFi saat ini.

    Aave adalah sebuah aplikasi terdesentralisasi yang bergerak dalam Blockchain Ethereum dan telah berdiri sejak 2018.

    Saat ini Aave telah terintegrasi dengan Blockchain Polygon dan Avalanche.

    Tujuannya adalah untuk memberikan akses penggunaan dengan kecepatan yang lebih tinggi dan biaya yang lebih rendah.

    Aave merupakan sebuah protokol yang berfungsi untuk sistem pinjam meminjam crypto secara terdesentralisasi atau tanpa pihak ketiga.

    Baca JugaFakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

    Aplikasi Aave mempermudah pihak yang ingin meminjam crypto untuk bertemu pihak yang ingin meminjamkan crypto secara cepat.

    Nantinya , semua akan terjadi secara otomatis melalui smart contract dan pihak yang memberi pinjaman mendapat keuntungan dan yang meminjam dikenakan biaya yang wajar.

    Pada Tahun 2021, proyek ini masih memimpin dunia DeFi dengan dana terkunci atau TVL pada $11,88 Miliar.

    Akibat kesuksesan hingga saat ini, banyak investor yang percaya bahwa harga Token AAVE dan proyeknya akan tetap kuat di 2022.

    Dari sisi harga, tidak dapat dipungkiri harganya akan terimbas. Tapi kemungkinan besar proyek ini akan tetap stabil dan berpotensi pulih dengan cepat.

    Dengan potensi perkembangan teknologi dan juga integrasi dengan blockchain lain, kemungkinan Aave akan menarik perhatian di 2022.

    Compound (COMP)

    Selanjutnya adalah Compound, salah satu proyek yang berdiri pada masa awal DeFi dan menjadi salah satu pemimpin utama.

    Sebelum ada Aave, protokol pinjam meminjam pertama adalah Compound dimana tampilannya yang mudah membuat ketertarikannya menarik.

    Compound juga menjadi tempat untuk investor meminjam dan meminjamkan crypto secara cepat dan murah tanpa pihak ketiga.

    Pilihan crypto yang tersedia di Compound juga relatif simpel, sehingga memudahkan penggunanya sejak 2017.

    Compound berdiri pada Blockchain Ethereum, dan umumnya mayoritas proyek DeFi Ethereum relatif akan bertahan lama.

    Dari platform ini pengguna dapat menghasilkan keuntungan melalui meminjamkan crypto yang dimilikinya dan menerapkan pembayaran suku bunga.

    Saat ini Compound telah memiliki sebanyak $9.8 Miliar dalam bentuk crypto yang tersimpan dalam protokolnya.

    Dari sisi harga, melihat kuatnya COMP melewati bear market 2018 dan telah kembali pulih, COMP kemungkinan akan kuat di 2022.

    Yearn Finance (YFI)

    Ketiga adalah Yearn Finance, salah satu proyek yang juga telah berdiri sejak Tahun 2020, menanggapi meledaknya ketenaran dari Sektor DeFi.

    Yearn Finance merupakan salah satu crypto yang valuasi atau harga tokennya, yaitu YFI, memiliki harga yang mendekati Bitcoin.

    Yearn Finance adalah proyek platform aggregator DeFi, terutama yang bergerak di Blockchain Ethereum.

    Umumnya, untuk membandingkan beberapa proyek DeFi, pengguna diharuskan untuk membandingkan secara manual dengan membuka beberapa aplikasi.

    Platform YFI mempermudah pengguna untuk membandingkan produk DeFi dalam satu platform yang sama.

    Sehingga proses tersebut mempermudah pengguna menemukan produk dengan terbaik dan sekaligus langsung menggunakannya tanpa harus pindah platform atau aplikasi.

    Sejak 2020 hingga saat ini, YFI masih terlihat bergerak terus positif, dan penggunanya juga terlihat masih setia sejak DeFi Summer.

    Baca JugaApa itu Yearn Finance? Panduan untuk Pemula

    Jumlah dana yang terkunci pada produk-produk yang tersedia di Yearn Finance, terlihat telah mencapai $5.44 Miliar.

    Angka tersebut juga disandingkan dengan pertumbuhan teknologi Yearn Finance, dimana proyeknya telah terintegrasi dengan beberapa blockchain.

    Blockchain-blockchain yang dimaksud adalah Binance Smart Chain, Blockchain Fantom, Avalanche, dan beberapa blockchain lainnya.

    Melihat kekuatan dan pertumbuhannya, banyak yang percaya YFI masih akan terus tumbuh di 2022.

    Curve Finance (CRV)

    Berikutnya adalah Curve Finance, proyek DeFi yang saat ini sedang cukup mendominasi dunia DeFi dari sisi kegunaannya.

    Curve Finance adalah sebuah proyek DeFi yang bergerak sebagai decentralized exchange dan sekaligus tempat penyimpanan berbunga untuk stablecoins.

    Pengguna dapat menukarkan stablecoins seperti USDT, DAI, dan lainnya di Curve Finance sekaligus juga menyimpannya untuk mendapatkan bunga per tahun.

    Keuntungan yang diberikan juga melebihi keuntungan yang didapatkan dibandingkan menyimpan uang di bank.

    Kemungkinan besar hal tersebut yang membuat ketenarannya meningkat, terutama di 2021 saat suku bunga bank relatif terus turun.

    Saat ini Curve Finance juga terlihat telah menyediakan jasa untuk tokenisasi emas.

    Banyaknya stablecoin yang masuk bisa jadi adalah hasil fiat dari bank yang dikeluarkan oeh investor institusional.

    Untuk saat ini, jumlah total dana yang terkunci di Curve Finance adalah dana terbesar dibandingkan platform DeFi lainnya.

    Jumlah total dana yang terkunci yang sebagian besar adalah stablecoin, terlihat berada pada $16.74 Miliar.

    Melihat perkembangan teknologi seperti implementasi Automated Market Maker dan fitur Governance, CRV dapat menjadi salah satu proyek yang kuat di 2022.

    Maker (MKR)

    Terakhir adalah Maker, proyek DeFi yang berfokus kepada stablecoin bernama DAI untuk tempat penyimpanan dan peminjaman, layaknya perbankan.

    Maker merupakan sebuah proyek yang ingin menggantikan sistem perbankan namun bergerak secara terdesentralisasi atau tanpa pihak ketiga yang berkuasa.

    Sejak dicetuskan dalam Blockchain Ethereum pada 2015 dan berdiri di 2017, Maker telah melewati banyak perkembangan dan masalah.

    Namun hingga saat ini, Maker masih menjadi salah satu proyek yang kuat bertahan dan telah menjadi pusat untuk fitur governance di Blockchain Ethereum.

    Untuk saat ini Maker memiliki beberapa aplikasi dalam ekosistemnya dimana salah satu yang saat ini paling utama adalah Oasis.

    Oasis digunakan untuk menjadi platform peminjaman dan penyimpanan crypto, termasuk stablecoin DAI untuk mendapatkan keuntungan secara pasif per tahun.

    Suku bunga yang ditawarkan juga relatif bervariasi, dimana rata-rata suku bunga tersebut lebih menguntungkan dibandingkan sistem perbankan konvensional.

    Saat ini jumlah dana yang terkunci di aplikasi tersebut adalah sebanyak $11.71 Miliar, peringkat keempat dalam jumlah dana terkunci, atau TVL, di Sektor DeFi saat ini.

    Dengan pergerakan MKR yang sudah melalui satu bear market dan kemudian pulih, MKR diprediksi dapat bertahan kuat di 2022.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto dan ASRI Kolaborasi Wujudkan Ekosistem Keuangan Inklusif

    Jakarta – Tokocrypto dan ASRI (A subsidiary of agung sedayu group) jalin kemitraan strategis untuk mempercepat ekosistem keuangan yang inklusif di Indonesia. ASRI menjadi retail group pertama di Indonesia, yang bermitra dan terintegrasi langsung dengan crypto assets exchange untuk menawarkan pelanggan mereka kemampuan berinvestasi aset kripto.

    Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto, mengatakan kemitraan ini memberi berbagai keuntungan untuk para mitra, pengguna aplikasi ASRI Living dan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Mereka dapat berkesempatan langsung terlibat, serta memahami industri aset kripto yang terus tumbuh di Indonesia.

    “Kolaborasi dengan ASRI ini bertujuan untuk merangkul masyarakat Indonesia secara keseluruhan agar dapat berperan aktif dalam ekosistem aset kripto. Ini juga bentuk upaya kami untuk mengenalkan dan menumbuhkan industri aset kripto hingga blockchain di Indonesia,” kata Kai.

    Baca Juga Tokocrypto Kampanyekan Edukasi Keamanan, Guna Jaga Data Pengguna

    Kolaborasi Tokocrypto dan ASRI

    Ilustrasi kolaborasi Tokocrypto dan ASRI.

    Kolaborasi Tokocrypto dan ASRI Dorong Percepatan Bisnis Digital

    Alexander H. Kusuma, CEO of ASRI, mengatakan bahwa langkah kolaborasi ini merupakan bentuk strategi sekaligus terobosan yang dilakukan ASRI untuk pengembangan bisnis digital perusahaan. ASRI bisa mengakselerasi strategi bisnis digital perusahaan.

    “ASRI sangat antusias untuk menghadirkan layanan baru ini kepada Penyewa dan Pelanggan kami. Kolaborasi ini benar-benar akan melibatkan generasi baru yang intuitif secara digital dan finansial, sehingga dapat mempertegas penerapan strategi bisnis O2O (online-to-offline).”

    Seluruh mitra dan pengguna aplikasi ASRI Living di Indonesia bisa mendapatkan TKO melalui kerja sama ini. Mereka akan mendapatkan kode voucher, tetapi hanya dapat ditukarkan oleh pengguna baru yang saat ini tidak memiliki akun di Tokocrypto dan terdaftar menggunakan kode referral REPTO.

    Baca Juga Fakta Menarik XRP, Aset Kripto Diklaim Paling Moncer untuk Investasi

    kolaborasi Tokocrypto dan ASRI

    Ilustrasi kolaborasi Tokocrypto dan ASRI.

    Cara Dapat Aset Kripto Gratis Hasil Kolaborasi Tokocrypto dan ASRI

    Setiap pengguna baru harus melewati KYC level 1 untuk mengklaim hadiah. Aplikasi ASRI LIVING dan Tokocrypto tersedia di Google Play Store dan Apple Apps Store. Untuk cara lengkapnya bisa simak di sini.

    Kolaborasi ini sejalan dengan kampanye #1TKO1Indonesia yang dijalankan oleh Tokocrypto, untuk memberikan kesempatan kepada lebih dari 270+ juta orang Indonesia untuk merasakan manfaat, serta inovasi teknologi blockchain. Program ini juga dikhususkan untuk merangkul masyarakat Indonesia agar dapat berperan aktif dalam ekosistem aset kripto.

    Sepanjang tahun 2021, investasi aset kripto terus alami tren peningkatan. Berdasarkan data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) Kementerian Perdagangan, jumlah investor asel kripto mencapai 9,5 juta investor per Oktober 2021, diyakini akhir tahun telah lebih dari 10 juta.

    Pencapaian itu mengalami pertumbuhan lebih dari 138 persen dari 4 juta investor di tahun 2020 lalu. Soal nilai transaksi aset kripto sampai Juli 2021, telah mencapai Rp 478,5 triliun. Per harinya bisa lebih dari Rp 1,7 triliun. Angka ini tumbuh 636 persen dari Rp 65 triliun di tahun 2020.

    Tercatat mayoritas investor di aset kripto, 40 persen didominasi oleh usia 25-34 tahun. Sementara data internal Tokocrypto, mengungkap secara keseluruhan, 66 persen investor aset kripto di Indonesia berusia 18-34 tahun. Lebih rinci 35 persen (18-24 tahun) dan 31% persen (25-34 tahun). Untuk gender masih didominasi laki-laki, namun persentase perempuan terus meningkat.

    Selengkapnya tentang kolaborasi Tokocrypto dan ASRI dapat dilihat di sini.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tokocrypto Dukung Djakarta Warehouse Project Virtual, Dorong Adopsi Kripto & NFT Menjadi Lifestyle Generasi Muda

    Salah satu festival musik terbesar di Asia, Djakarta Warehouse Project (DWP), kembali mengadakan festival virtualnya “DWPV” dan umumkan lineup fase pertama yang akan tampil pada tanggal 11 & 12 Desember 2021 mendatang. 

    Terdapat nama-nama yang diumumkan salah satunya adalah produser dan DJ asal Moldova, Andrew Rayel, dengan berbagai musik hitsnya seperti “Takeaway” dan “Horizon”. Sedangkan, dari Australia akan tampil DJ duo yang terdiri dari sepasang twin sisters, Nervo, yang merupakan top-ranking female DJs in the world. Selanjutnya terdapat Jeffrey Sutorius, salah satu artis paling dikenal dalam area musik elektronik juga akan tampil meramaikan panggung DWPV bersama nama lainnya seperti Lost Frequencies. Tak tertinggal menambah kemeriahan, dari Indonesia akan terdapat grup musik EDM Weird Genius, serta Dipha Barus featuring monica karina dan Kallula.

    Menjadi ajang para DJ-DJ untuk menampilkan performa-nya, DWPV kali ini juga membawa berbagai DJ Regional seperti AOY, Puffcorn, Kodeine, Kaka, Beauz dan Luminn.

    Dalam DWPV kali ini, penonton akan kembali disuguhkan dengan tiga panggung yang berbeda. Akan terdapat panggung utama yang selalu menjadi ciri khas dari DWP, “Garuda V Stadium”. Selain itu, akan ada dua panggung lainnya yaitu  “Cosmic Station” dan  “Neon Jungle” yang akan membawa penonton berkeliling Indonesia dan menyuguhkan permainan visual yang spektakuler. Ketiga panggung ini akan hadir dengan nuansa yang berbeda dan tema yang berbeda pula dari tahun kemarin. 

    “Keragaman menjadi nilai yang tidak pernah terlepas dari Djakarta Warehouse Project, dan hal tersebut tentunya kita akan bawa kedalam DWPV, mulai dari lineup dan dengan tema visual yang kita angkat” Ujar David Ferdian, Head of Ismaya Live.

    Untuk menyaksikan DWPV, penonton dapat membeli DWP V-PASS dengan harga presale Rp70,000 pada www.djakartawarehouse.com, Blibli, dan GoTix. Untuk setiap pembelian tiket DWP V-PASS, tidak hanya bisa menyaksikan pertunjukan selama dua hari, penonton juga bisa berkesempatan mendapat total Rp 100,000* dalam bentuk aset kripto (TKO) dari Tokocrypto selaku official crypto exchange partner DWPV. 

    Nanda Ivens, Chief Marketing Officer Tokocrypto, menyampaikan bahwa “Kolaborasi Tokocrypto dengan DWPV menjadi salah satu strategi kami untuk membuat aset kripto lebih mainstream, menjadi bagian dari lifestyle, dan dapat diakses oleh semua kalangan. Banyak generasi muda yang kebanyakan juga audiens DWPV ini sekarang sudah semakin aware dan membicarakan kripto dan NFT. DWPV ini ibaratnya DWP Verse dimana kita membangun ekosistem serta mendorong adopsi kripto dan NFT melalui berbagai program, seperti aset kripto (TKO) gratis yang kami berikan pada tiap pembelian tiket DWPV dan juga akan ada surprise NFT dari DWP di platform NFT Marketplace, TokoMall.”

    DWPV juga turut mendapat dukungan dari Gojek, platform on-demand terkemuka di Asia Tenggara. Pengunjung DWPV dapat memperoleh kemudahan lewat berbagai solusi ekosistem Gojek, seperti sistem manajemen tiket LOKET, ticketing platform GoTix, dan platform livestreaming interaktif GoPlay. 

    Informasi lebih lanjut terkait kolaborasi ini, bisa dilihat di sini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • 8 Proyek Crypto yang Menarik untuk Diamati di Tahun 2022

    Tahun 2021 akan segera berakhir dalam beberapa hari, menunggu waktu untuk menyambut tahun 2022 yang dipenuhi berbagai proyek crypto potensial untuk berkembang berdasarkan apa yang mereka sajikan untuk industri.

    Tentu saja, prospek harganya pun terlihat kian menarik karena proyek-proyek ini masih menjadi salah satu yang terbaik di bidangnya, sehingga investor wajib mengamatinya dengan seksama.

    1.Polygon (MATIC)

    Menjadi blockchain skalabilitas layer-2 untuk Ethereum, Polygon menghadirkan biaya yang lebih rendah dan kegunaan yang lebih luas. Tentu saja, MATIC memiliki masa depan cerah mengingat Ethereum masih memiliki biaya yang cukup mencekik leher, terutama untuk transaksi bernilai kecil.

    Baca jugaSenator Lummis akan Memperkenalkan RUU Kripto Baru Tahun Depan

    2.Solana (SOL)

    Menjadi pesaing kuat Ethereum dan Cardano sebagai blockchain, Solana memiliki kuantitas dan kecepatan transaksi per detik yang mengagumkan. Dengan dukungan konsensus Proof-of-Stake (PoS) dan Proof-of-History (PoH), Solana telah jauh lebih maju untuk memproses dApps, DeFi dan bahkan NFT.

    3.Chainlink (LINK)

    Menghubungkan data dunia nyata dan blockchain (kontrak pintar) adalah kelebihan yang ditawarkan Chainlink.

    Ini memungkinkan penggunaan di sisi bisnis yang akan menjadi terobosan dan sekaligus inovasi di berbagai bidang. Chainlink memegang masa depan cerah dari sini karena blockchain kian populer.

    4.Vechain (VET)

    Memberikan identitas digital pada semua barang di rantai pasokan pada proyek blockchain membuat nama Vechain sangat dekat dengan adopsi kuat di sistem-sistem bisnis besar dan ritel.

    Ini akan memberikan penggunaan nyata yang signifikan seiring peningkatan kesadaran akan teknologi blockchain.

    5.Polkadot (DOT)

    Membentuk multichain yang saling terhubung menjadikan Polkadot salah satu pemain yang sangat diperhitungan di tahun 2022. Pembaruan demi pembaruan telah hadir dari Polkadot yang siap memecahkan berbagai masalah umum pada blockchain tunggal, salah satunya seperti Ethereum.

    Baca jugaNike Masuki Metaverse, Luncurkan Sepatu Kets Virtual

    6.Theta Network (THETA)

    Era desentralisasi membawa Theta Network untuk mencoba bersaing dengan Youtube untuk urusan live streaming dan berbagi video.

    Mengingat semakin ramainya sosial media berbasis video (pendek dan panjang), Theta digadang akan mampu merebut porsi pasar yang cukup besar karena ini lebih terdesentralisasi.

    7.Stellar (XLM)

    Memungkinkan peredaran uang secara bebas dengan integrasi sistem keuangan , Stellar akan memberikan banyak sekali manfaat bagi jutaan orang untuk mendapatkan akses layanan keuangan berbiaya rendah. Ini adalah proyek jangka panjang yang sangat potensial.

    8.Cardano (ADA)

    Menjadi pesaing kuat Ethereum, Cardano hadir dengan kemampuan skalabilitas yang apik dan telah berjalan di konsensus yang lebih ramah lingkungan, Proof-of-Stake (PoS), dibandingkan Ethereum (setidaknya saat ini) dan Bitcoin di konsensus Proof-of-Work (PoW) yang masih dilanda masalah emisi karbon.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Nike Masuki Metaverse, Luncurkan Sepatu Kets Virtual

    Nike berencana memasuki sektor metaverse dengan peluncuran sepatu kets digital. Perusahaan pakaian olahraga tersebut menyusul merk-merk lain yang terjun ke industri barang digital.

    Nike mengumumkan telah mengakuisisi RTFKT. Perusahaan yang menciptakan sepatu kets digital dan benda digital lain dalam bentuk NFT yang memanfaatkan teknologi blockchain.

    Akuisisi tersebut terjadi tidak lama setelah RTFKT sukses meluncurkan NFT avatar, CloneX, dengan total transaksi mencapai puluhan juta dolar dalam waktu singkat.

    John Donahoe, CEO Nike, berkata akuisisi tersebut adalah langkah yang mempercepat transformasi digital Nike sehingga dapat melayani atlet dan seniman di gabungan olahraga, kreativitas, gaming dan budaya.

    Baca jugaBinance Terima Lampu Hijau Dari Bahrain dan Kanada

    Nike tidak memberikan rincian soal akuisisi tersebut. Kendati demikian, pembelian itu mencerminkan minat yang tinggi dari merk-merk ternama kepada NFT.

    Pada bulan Mei, NFT tas Gucci terjual dengan harga lebih mahal dibanding tas fisik. Ketertarikan terhadap NFT dan barang digital diiringi prediksi bahwa metaverse, yakni internet dengan virtual reality, akan menggantikan web yang ada saat ini.

    Sektor ritel adalah salah satu yang bisa ditransformasi dimana pembeli dapat memakai kacamata virtual reality untuk memeriksa replika tiga dimensi dari barang fisik seperti baju.

    Nike telah membuka Nikeland, showroom virtual di platform gaming Roblox dimana pengunjung dapat mengenakan baju Nike kepada avatar tiga dimensi mereka.

    Didirikan tahun lalu, RTFKT melihat peluang di bidang sepatu kets dan NFT. Pasalnya, keduanya seringkali diinginkan sebagai barang kolektibel.

    Pada bulan Maret, RTFKT dikabarkan menjual 600 pasang sepatu kets fisik dengan total nilai US$3,1 juta. Tetapi nilai asli dari sepatu kets tersebut adalah versi NFT yang dibanderol bersama dengan versi fisiknya.

    Baca jugaMeta versus Metaverse dan Masa Depan Dunia Virtual

    “Kami senang menumbuhkan brand kami yang sepenuhnya terbentuk di metaverse,” jelas co-founder RTFKT Benoit Pagotto melalui pernyataan resmi.

    NFT semakin diminati selama setahun terakhir. Pegiat NFT memrediksi teknologi NFT akan dipakai meluas sebagai salah satu bentuk bukti kepemilikan aset digital.

    Di sisi lain, pihak skeptis berkata konsep barang digital terlalu digembar-gemborkan. Terlepas dari itu, beberapa NFT menarik perhatian masyarakat sebab dijual dengan harga ratusan ribu bahkan jutaan dolar AS.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Meta versus Metaverse dan Masa Depan Dunia Virtual

    Facebook berganti nama menjadi Meta. Platform media sosial nomor satu dunia ini bahkan makin serius menggarap perangkat realitas virtual (virtual reality atau VR) mereka, yang makin mencengangkan saja kemampuannya. Facebook tidak baru-baru ini saja latah dengan dunia virtual. Akuisisi Oculus, perangkat virtual asal California, sudah dilakukan sejak 2014 dengan nilai raksasa, yakni USD2,3 miliar dalam bentuk tunai dan saham.

    Perangkat VR adalah salah satu prasyarat utama bagi pengalaman virtual yang lebih imersif. Perangkat VR yang dipasang di alat penglihatan dan sarung tangan haptics akan mengirim gambar dan sinyal sentuhan ke dunia virtual yang dikembangkan Facebook, sehingga interaktivitas sosial tidak akan lagi dibatasi oleh jarak dan waktu.

    Rapat di kantor, misalnya, tak lagi perlu berada dalam ruangan yang sama, sehingga memberi banyak keuntungan. Waktu yang dihabiskan di jalanan, risiko kesehatan, dan biaya, tentu saja dapat ditekan seminimal mungkin.

    Yah, tentu saja kalau memang tak berniat untuk menghabiskan anggaran, seperti yang lazim terjadi di instansi pemerintahan.

    Metaverse, dunia virtual yang diilhami oleh novel Snow Crash karya Neal Stephenson di tahun 1992, memungkinkan konvergensi konektivitas dunia fisik dan virtual dalam ruang maya.

    Metaverse, istilah yang baru-baru ini semakin populea, sebenarnya cukup banyak terwujud di sekitar kita, terutama dalam bentuk gim. Ada Roblox, Minecraft, atau bahkan Animal Crossing.

    Animal Crossing, gim imut yang menugasi pemain untuk mengelola sebuah pulau untuk menjadi pulau destinasi wisata, memberikan keleluasaan bagi pemain untuk mendesain ruang eksterior dan interior dari bangunan tertentu.

    Tak hanya itu, versi daring dari gim ini memungkinkan pemain untuk mengunjungi pulau milik temannya!

    Baca juga : Shiba Inu (SHIB) Menjadi Token Paling Dicari di CoinMarketCap

    Metaverse Kripto

    Naiknya kepopuleran metaverse yang dipicu oleh Facebook (Meta) ini juga berdampak pada beberapa produk aset kripto seperti Decentraland.

    Produk utama Decentraland adalah dunia tiga dimensi, yang bisa diakses di komputer desktop. Komponen utama dari Decentraland adalah ruang tiga dimensi itu sendiri, yang dinamai LAND.

    Ruang tiga dimensi ini jadi bahan jualan utama Decentraland. Setiap orang dapat mengakuisisi sepotong tanah di Decentraland, yang teridentifikasi dengan koordinat Cartensian x dan y, yakni koordinat dua dimensi yang terpetakan menggunakan satu sumbu horizontal (x) dan satu sumbu vertikal (y). Seseorang bisa membeli satu blok tanah yang disebut dengan parcel, ataupun gabungan beberapa parcels yang disebut estate.

    Harga properti di Decentraland tidaklah murah. Saat ini, satu parcel termurah dihargai 4000 MANA. MANA adalah native token dari Decentraland. Satu MANA saat ini bernilai USD3,73, sehingga satu parcel dapat dikonversi menjadi USD14.920 atau lebih dari 211 juta rupiah!

    Tak hanya tanah saja yang dapat dijual di Decentraland. Barang-barang virtual lain yang berupa kolektibel yang terdiri atas produk fashion, juga tersedia di marketplace. Penutup kepala, baju, hingga alas kaki, tersedia dalam ragam dan harga yang bervariasi. Barang-barang ini bisa dipakai untuk memodifikasi avatar pengguna, yakni karakter yang menjadi representasi si pengguna dalam dunia digital.

    Facebook Meta vs Metaverse Aset Kripto

    Persaingan Meta dengan produk metaverse aset kripto seperti Decentraland sesungguhnya sedang terjadi. Produk-produk ini memiliki “bahan jualan” yang serupa.

    Meskipun, saya tidak yakin kalau Meta nantinya ikut berjualan petak tanah virtual, akan tetapi jangan lupa bahwa Facebook dahulu pernah bereksperimen dengan produk mata uang kripto bernama Diem, yang kini bernama Novi.

    Bisa jadi, mata uang kripto Novi yang digadang-gadang lebih condong ke stablecoin ketimbang aset kripto lain seperti Bitcoin dan Ethereum, menjadi alat pembayaran di dalam ekosistem Meta besutan Facebook.

    Titik fokus Meta dan Decentraland mestinya tidak sama. Meta bisa mengadopsi pola bisnis Facbook saat ini yang mengutamakan konektivitas antar-orang yang membentuk ekosistem sosial (dan berjualan data pengguna dalam bentuk iklan dan algoritma recommender produk-produk komersial).

    Sementara itu, Decentraland lebih ditujukan pada manajemen aset virtual dan kolektibel. Bila Meta menyediakan aksesibilitas untuk sebanyak mungkin orang. Decentraland akan dihuni sekelompok eksklusif orang yang mampu membayar mahalnya barang-barang yang dijual.

    Mereka ini adalah kelompok yang telah berhasil memenuhi kebutuhan primer dan sekunder, dan kini memburu barang-barang tersier seperti NFT dan lahan LAND (yang juga berupa NFT). Dunia virtual LAND bisa menjadi media untuk memamerkan kekayaan virtual dengan menanggalkan identitas dunia nyata.

    Facebook yang telah memiliki basis pengguna sangat besar, rasa-rasanya tak akan kesulitan untuk mendorong pengguna untuk memakai Meta, dengan asumsi bahwa perangkat dan fasilitas telah tersedia luas.

    Sementara itu, Decentraland dan sejenisnya masih harus berjibaku untuk meyakinkan orang untuk membeli MANA, apalagi menginvestasikan sejumlah besar MANA untuk membeli sepetak tanah virtual dalam LAND yang harganya setara mobil Xpander baru.

    Akan aneh rasanya, menggunakan ruang virtual Decentraland tanpa memiliki aset apapun baik dalam bentuk tanah ataupun fashion.

    Decentraland mestinya sadar bahwa ia bukan satu-satunya metaverse yang beroperasi di dalam aset kripto. Dengan harga transaksi yang mahal dalam platform Ethereum dan munculnya metaverse lain pada platform dengan biaya transaksi lebih murah, rasa-rasanya tak masuk akal untuk membeli LAND saat ini, bila memang tidak tajir melintir.

    Baca jugaMengenal Karya Seni Rupa Murni dan Potensinya di Dunia NFT

    Tanah Virtual dan Risikonya

    Soal karakter sentralistik, meski Decentraland memiliki komponen blockchain, ia tak akan berarti banyak tanpa komponen off-chain yang memungkinkan orang berinteraksi di dunia tiga dimensi.

    Komponen inilah yang pastinya memerlukan bantuan pihak ketiga untuk menjalankan dan mengelolanya, yang tentu saja, tersentralisasi. Maka banyangkan bila pihak ketiga ini berhenti beroperasi; bagaimana nasib tanah dan aset virtual lainnya yang telah dikumpulkan oleh pengguna metaverse tersebut?

    Jumlah petak tanah pada Decentraland memang sangat terbatas; tentunya menimbulkan potensi keuntungan besar bagi para investor, seperti halnya bisnis properti tradisional. Namun, dengan sifatnya yang virtual dan ketergantungannya pada pihak ketiga untuk memastikan bahwa dunia virtual tersebut dapat diakses dengan baik. Rasa-rasanya jenis investasi tanah virtual ini berisiko amat-sangat-tinggi sekali.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com