Author: 12

  • Mengapa Karya Seni Berbasis NFT Digandrungi?

    2021 menjadi tahun dimana karya seni digital mengalami ledakan popularitas. Hal itu didukung teknologi NFT yang memungkinkan bukti kepemilikan benda di dunia virtual.

    NFT memanfaatkan blockchain dan berdampak besar terhadap keuangan, seni, musik, properti intelektual serta barang-barang mewah. Berkat blockchain, semua transaksi karya seni dilacak setelah penjualan terjadi sehingga memudahkan pembayaran royalti.

    Sebagai contoh, Robert Zumkeller, desainer grafis yang membuat ilustrasi digital, menerima royalti 10 persen atas setiap transaksi karya seninya. Hal itu tidak mungkin terjadi melalui karya seni berwujud fisik, jelas Zumkeller.

    Di alam digital, karya seni berbentuk berkas data yang dapat memiliki banyak salinan. Berkat NFT, kepemilikan atas karya asli dapat dibuktikan kendati karya tersebut berbentuk digital.

    Baca jugaIntel: Metaverse Perlu Pembaruan Besar-besaran

    Secara keseluruhan, pasar NFT melambung selama 12 bulan terakhir dengan peningkatan 700 persen dari kuartal kedua hingga kuartal ketiga menurut platform analisa Dappradar.

    Gelembung ini mengkonfirmasi sifat spekulatif aplikasi blockchain dan kripto, dimana Bitcoin (BTC) meningkat 100 ribu kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir.

    Claudio Tessone, profesor teknologi blockchain di Universitar Zurich, berkata keputusan desain pada teknologi NFT menyebabkan maraknya spekulasi, sebab itu NFT digandrungi.

    “Penciptaan aset kian mahal sehingga mendorong peningkatan nilai mereka, mirip seperti minyak tanah yang naik ketika semakin sulit digali. Hal ini mengakibatkan insentif untuk berinvestasi di blockchain dan menjadi pola yang mendukung spekulasi,” jelas Tessone.

    Konsumsi energi aplikasi blockchain menjadi topik yang diperbincangkan. Teknologi proof of stake menjadi harapan arsitektur baru bagi blockchain agar konsumsi listrik hampir tidak ada.

    Kendati demikian, berkata arsitektur baru ini bisa menghasilkan problem baru. Blockchain proof of stake memberi imbalan bagi pengguna yang menaruh deposit sehingga mendorong spekulasi.

    Baca jugaJoin Mataverse, Nike Beli Perusahaan Sneakers Virtual!

    Tessone berpendapat saat ini sulit membayangkan blockchain tanpa spekulasi. Ia ingin komunitas kripto lebih memerhatikan ekonomi kripto dengan ekonomi yang berfungsi di masa depan.

    Sebagian besar berita NFT menyoroti sisi spekulasi. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya percobaan untuk kegunaan ideal menurut Catherine Tucker, profesor MIT.

    Satu permasalahan soal anonimitas pada teknologi blockchain adalah penipuan finansial. Sebagai contoh, seorang seniman dapat berkonspirasi dengan pembeli untuk mendorong harga karyanya.

    Kendati demikian, Tucker berkata NFT tidak sepenuhnya dapat disalahkan. Hal tersebut adalah gejala pengguna di lingkungan yang belum jelas dengan biaya transaksi tinggi.

    “Pada akhirnya, teknologi hanyalah teknologi,” tandas Tucker.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tesla Siapkan Dogecoin (DOGE) Sebagai Alat Pembayaran Cinderamata

    Dogecoin (DOGE) sekali lagi mendapatkan tempatnya di mata investor setelah CEO Tesla mengungkapkan akan menggunakan token meme ini sebagai alat pembayaran cinderamata perusahaan.

    Tesla akan Rangkul DOGE 

    CEO Tesla, Elon Musk, yang memang telah lama menjadi pendukung garis keras dari Dogecoin akhirnya akan merangkul token tersebut ke dalam bisnis cinderamata perusahaan.

    Baca jugaShiba Inu Whale, US$1,2 Milyar Beli SHIB Lebih Banyak Lagi

    Berdasarkan tweet di atas, perusahaan akan memungkinkan pembelian cinderamata Tesla dibeli menggunakan DOGE dan ia ingin melihat bagaimana ini akan berjalan nantinya.

    Elon Musk sebelumnya juga telah mengatakan bahwa Dogecoin jauh lebih baik untuk menjadi alat pembayaran dibandingkan dengan Bitcoin, meski DOGE sejatinya berasal dari arsitektur asli Bitcoin.

    Meski hampir sama dengan Bitcoin, Dogecoin nyatanya mampu memproses transaksi lebih cepat dan dengan biaya yang lebih rendah daripada kripto utama tersebut.

    “Pada dasarnya, Bitcoin bukanlah pengganti yang baik untuk mata uang transaksional. Meskipun dibuat sebagai lelucon konyol, Dogecoin lebih cocok untuk transaksi. Total aliran transaksi yang dapat Anda lakukan dengan Dogecoin per hari memiliki potensi yang jauh lebih tinggi daripada Bitcoin,” ujar Musk.

    Berdasarkan pernyataan yang telah disampaikan, para pengamat dan investor pun mulai berspekulasi.

    Di antaranya adalah adanya kemungkinan DOGE akan menggantikan Bitcoin dan menjadi satu-satunya aset kripto yang diterima oleh Tesla di masa mendatang. Ini masih sekadar spekulasi saja, belum ada data nyata.

    Baca jugaUpgrade Blockchain, MATIC Gelontorkan Dana $400 Juta

    Bersaing Ketat dengan Shiba Inu

    Sebagai sesama token meme, DOGE dan Shiba Inu (SHIB) tampaknya terus bersaing ketat dalam hal kegunaan dan adopsi dunia nyata.

    Saat ini, hampir bersamaan, kedua token bertema anjing ini hadir dalam satu bisnis yang sama, sebut saja sebagai opsi pembayaran di bioskop AS AMC Ttheater, di layanan perjalanan Travala, dan masih ada beberapa lagi.

    Keduanya juga memiliki komunitas dan pendukung yang terlihat sama kuat di sosial media, terutama di Twitter.

    Meski begitu, tampaknya keduanya akan mengambil jalur yang berbeda di beberapa hal, seperti DOGE yang akan lebih fokus sebagai alat pembayaran dan Shiba Inu yang akan mencoba memasuki sektor metaverse dengan akan menghadirkan game kripto. Ini sangat menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Join Mataverse, Nike Beli Perusahaan Sneakers Virtual!

    Nike yang direpresentasikan sebagai raksasa produk apparel olahraga, kini resmi bergabung dengan Metaverse. Pernyataan itu dinyatakan pihak perusahaan kemarin, tepatnya pada Senin 13 Desember 2021.

    Dengan mengakuisisi sneakers virtual ternama,RTFKT, perusahaan menunjukan ambisinya untuk segera memperluas jangkauan mereka dalam dunia Metaverse, yang saat ini tumbuh dengan cepat.

    Menurut laporan Cointelegraph, sejak 2 November silam perusahaan telah mengajukan permintaan untuk Nike dengan mematenkan branding mereka agar dapat digunakan untuk Metaverse.

    Baca jugaTurun Lagi! Harga Bitcoin Diprediksi 600 Jutaan Saja

    Pengajuan tersebut disertai dengan dua lowongan pekerjaan baru, untuk calon desainer materi virtual. Hal ini tentu menandakan niat perusahaan untuk memasuki Metaverse yang sebenarnya sudah ada sejak lama.

    Nike Ingin Menyelidiki Ekosistem Metaverse Terlebih Dulu

    Meski telah resmi bergabung dengan Metaverse, Nike menegaskan jika langkah perusahaan mengakuisisi RTFKT adalah bentuk dari perwujudan minat Nike untuk menyelidiki ekosistem perusahaan.

    “Kami sangat bersemangat untuk mengembangkan brand yang sepenuhnya terbentuk di metaverse di masa depan. Akuisisi ini merupakan langkah lain yang mempercepat transformasi digital Nike dan memungkinkan kami untuk melayani atlet dan pencipta di persimpangan olahraga, kreativitas, permainan, dan budaya,” Ungkap John Donahoe, selaku presiden dan CEO Nike

    Masuknya Nike ke dalam dunia metaverse dan blockchain, menandai pergeseran besar telah terjadi dalam industri olahraga.

    Baca jugaTesla Siapkan Dogecoin (DOGE) Sebagai Alat Pembayaran Cinderamata

    Karena sebelumnya juga sudah banyak klub sepak bola yang juga telah memasuki dunia blockchain. Mesi memang, belum ada yang memasuki dunia Metaverse.

    Sementara itu, Adidas adalah brand olahraga ternama yang membuka jalan ‘teman-temannya’ untuk bergabung ke Metaverse.

    Adidas bergabung dengan metaverse setelah kemitraanya dengan perusahaan nonfungible token (NFT), termasuk Bored Ape Yacht Club, gmoney NFT, dan PUNKS Comic.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Upgrade Blockchain, MATIC Gelontorkan Dana $400 Juta

    Kehadiran ZK Rollup dalam Polygon, memang sudah dinantikan sejak lama. Investor mengharapkan skalabilitas jaringan dapat ditingkatkan setelah proyek selesai direalisasikan.

    Skenarionya, Plasma akan membuat satu transaksi per transfer, dan ZK Rollup hadir untuk menggabungkan ratusan transfer ke dalam satu transaksi tersebut.

    Dalam upaya menunjukan keseriusannya, pada tanggal 9 Desember kemarin salah satu pendiri Polygon bernama Mihailo Bjelic, memberi pengumuman yang menyatakan jaringan telah mengakuisisi startup penskalaan Ethereum, MIR protokol, dengan kesepakatan $400M.

    Baca jugaProyek NFT Shark Outlaw Squad (SOS) Lakukan Public Sale!

    Memperbaiki Sistem Rekursif

    Selama 30 hari terakhir, token asli jaringan Polygon MATIC melonjak 24%. Dan jika direkap selama setahun, MATIC berhasil alami kenaikan yang cukup signifikan dengan 11.750% dalam nilai USD.

    Dengan biaya transaksi yang jauh lebih murah dari Ethereum, belakangan ini Polygon menjadi kegeraman sederet investor baru.

    Menurut data yang dilansir dari l2fees.info, biaya untuk mentransfer ETH adalah $8,31 per transfer. Sementara biaya untuk melakukan transfer yang sama menggunakan Polygon Hermez adalah $0,25.

    Sementara itu, selain akuisisinya dengan MIR protokol. Pendiri Polygon juga memberi sedikit bocoran tentang rencana tim yang akan memperkenalkan sistem rekursif yang lebih efisien.

    Satu hal yang belum ada atau kurang dari sistem sebelumnya, mekanisme validasi data transaksi dengan sistem rekursif yang efisien. Sebab sistem rekursif yang efisien akan meningkatkan performa suatu jaringan.

    Sayangnya, sistem rekursif dalam mekanisme blockchain ethereum yang ada masih tidak efisien dan lambat.

    Baca jugaWhale Ethereum Borong 1,6 Triliun Token Shiba Inu (SHIB), Siapa Dia?

    Bjelic memperkenalkan plonky2, sebagai sistem rekursif yang lebih efisien. Perusahaan percaya, jika terobosan teknik ini akan menjadi nilai tambah yang sangat besar bagi komunitas dan akan membuka batas baru penskalaan Ethereum.

    Plonky2 telah terbukti menghasilkan rekursif dalam 170 milidetik pada komputer laptop, yang membuatnya ideal untuk membangun ZK Rollup yang kompatibel dengan EVM.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Whale Ethereum Borong 1,6 Triliun Token Shiba Inu (SHIB), Siapa Dia?

    Token meme yang saat ini tengah terkoreksi cukup dalam, Shiba Inu (SHIB), tampaknya masih menarik minat beberapa investor, bahkan yang berdana besar atau investor whale.

    Diketahui, seorang whale Ethereum dengan lebih dari $800 juta dalam berbagai cryptocurrency di dompetnya, telah mengumpulkan token Shiba Inu, sehingga sekarang memiliki lebih dari 1,67 triliun token SHIB di dompetnya.

    Pada saat pers, harga Shiba masih $0.00003635, turun 57.8% dari ATH menurut Coingecko.

    Whale tersebut telah membeli cryptocurrency senilai hampir $1,8 juta selama beberapa hari terakhir untuk menambahkan 50 miliar token tambahan ke simpanannya. Transaksi ini pertama kali ditemukan oleh WhaleStats, yang melaporkan aktivitas dari 1.000 dompet terbesar di jaringan Ethereum.

    Baca jugaFund Abu Dhabi Berinvestasi dalam Ekosistem Crypto

    Dompet tersebut, yang dijuluki Jiraiya, telah membuat taruhan besar lainnya pada SHIB atas Binance Smart Chain juga, baru-baru ini meraup lebih dari 100 miliar token seharga $3,5 juta. Dompetnya, menurut data Etherscan, menunjukkan Whale itu telah memegang lebih dari 200 aset berbeda.

    Holding terbesarnya bukan Shiba Inu, melainkan Bitpanda Ecosystem Token (BEST), karena Whale memiliki cryptocurrency senilai lebih dari $350 juta. Kepemilikan terbesar berikutnya adalah Ethereum, di mana ia  memiliki lebih dari $ 180 juta.

    Berikutnya adalah Pantos Token (PAN), token asli Pantos. Pantos adalah proyek penelitian sumber terbuka yang didirikan oleh tim di balik pertukaran Bitpanda. Ini bertujuan untuk “menetapkan standar terbuka untuk transfer token lintas-blockchain yang benar-benar terdesentralisasi dan interoperabilitas blockchain.”

    Kepemilikan besar lainnya di dompet tersebut termasuk Chiliz (CHZ), Chainlink (LINK), Decentraland (MANA) dan Polygon (MATIC). Jiraiya adalah salah satu dari beberapa Whale Ethereum yang baru-baru ini ditemukan mengumpulkan SHIB dalam jumlah besar.

    Data menunjukkan bahwa transaksi Whale telah membantu mendorong kenaikan harga Shiba Inu tahun ini. Menurut perusahaan analitik cryptocurrency Santiment, transaksi SHIB yang melebihi $ 100.000 umumnya melonjak  menjelang kenaikan harga cryptocurrency.

    Baca jugaCrypto Semakin Diminati Institusi, Ini Alasannya!

    Khususnya, Whale mungkin telah dan akan mengumpulkan lebih banyak cryptocurrency sebelum kenaikan tersebut.

    Menurut Tim Cryptoharian, token meme seperti Shiba-Inu sudah berubah dari token Meme dan akan menjadi token yang mungkin akan mempunyai dampak terhadap Bitcoin Dominance.

    Pertama karena mereka mempunyai Shiba Army yang akan mendukung token tersebut.

    Kedua, mereka juga dilirik oleh para Whale yang membelinya dalam jumlah besar. Negatifnya adalah dump besar.

    Ketiga adalah mereka juga akan memasuki metaverse yang akan mempunyai dampak ke dunia nyata di 2022 dan tahun-tahun selanjutnya.

    Pengembangan lebih lanjut dari Shiba Inu masih dinanti, seperti game blockchain dan blockhainnya sendiri, sehingga prospek ini mungkin menjadi apa yang dilihat oleh para Whale. Bagaimana menurut Anda?.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Crypto Semakin Diminati Institusi, Ini Alasannya!

    Minat terhadap derivatif crypto melonjak, setelah investor dan sejumlah institusi menunjukkan demand pada pergerakan harga Bitcoin tanpa benar-benar harus memegang aset tersebut.

    Jumlah ETF Bitcoin yang diajukan ke Securities and Exchange Commission (SEC) adalah contoh yang utama.

    Volume dan open interest dari Bitcoin Futures telah melonjak sejak peluncuran ETF pertamanya di ticker BITO.

    Produk ETF Bitcoin Futures, seperti exchange trade note (ETN) yang diluncurkan oleh Eurex, serta European derivatives exchange, merupakan produk utama yang memicu derivatif crypto untuk berkembang.

    Sementara itu, volume dari Bitcoin Options juga tak mau kalah! Menurut data yang dilansir oleh Skew, notional value dari Bitcoin Options telah bernilai 12 miliar dolar di crypto exchanges.

    Baca jugaUNICEF Terbitkan NFT di Ethereum, Buat Apa?

    Pendorong Ekspansi Crypto

    Ekspansi didorong oleh pertumbuhan financial derivative di pasar over-the-counter (OTC) sebesar 40 persen per-tahun. Dan pada saat ini, kapitalisasi pasar crypto OTC keuangan terdesentralisasi (Defi) mencatat $140 miliar.

    Namun jika melihat perkiraan pasar derivatif yang berukuran lebih dari $1 kuadriliun, jumlah tersebut tidak ada apa-apanya. Menurut Bank of International Settlements, pasar derivatif OTC pada 2020 bahkan berhasil mencapai $15 triliun.

    Jumlah lonjakan yang berbeda tersebut, didorong oleh semakin ketatnya regulasi crypto akhir-akhir ini. Terlebih, Amerika Serikat belum lama ini juga mengumumkan akan memperketat regulasi aset digital tersebut.

    Sementara itu, peluncuran ETF Bitcoin Futures yang sukses adalah kesempatan emas bagi cryptocurrency untuk tumbuh lebih besar dalam derivatif crypto.

    Baca JugaEksekutif Crypto Bimbing Kongres Soal Aset Digital

    Inovasi dari ISDA

    Asosiasi Swap dan Derivatif Internasional (ISDA) mengembangkan standar untuk menyelesaikan dan menghapus derivatif digital. 

    Standar tersebut secara khusus dirancang untuk mengatasi hard fork (peningkatan teknologi blockchain) dan soft fork (blockchain yang ditetapkan berdasarkan aturan baru) yang dapat menyebabkan aset kripto yang dinilai secara tidak konsisten.

    ISDA mengelola derivatif crypto, dengan cara yang sama seperti mereka membenahi suku bunga, FX, komuditas, serta equity derivative.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • UNICEF Terbitkan NFT di Ethereum, Buat Apa?

    Organisasi dunia yang terfokus pada anak-anak, United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF). Diketahui telah menerbitkan token non-fungible (NFT) di jaringan Ethereum.

    Ini adalah langkah terbaru dari UNICEF dalam merangkul industri kripto, di mana sebelumnya organisasi ini telah menggunakan Bitcoin (BTC) dan Ether (ETH) untuk donasi.

    Meski menerima dana donasi dalam bentuk aset kripto, dalam penyalurannya itu akan dikonversikan menjadi uang fiat.

    Baca jugaAda Solana (SOL) di Browser Opera, Tahun Depan

    UNICEF Terbitkan NFT 

    Belum lama ini, berdasarkan dari tweet resminya, UNICEF telah mengumumkan peluncuran aset NFT mereka untuk memperingati hari jadi ke-75 dari badan PBB.

    Gambar yang disajikan dalam tweet tersebut pun menarik, yang digagas oleh artis visual Nadieh Bremer, dengan menggabungkan bentuk-bentuk geometris yang disukai anak-anak, menjadi sebuah set kota.

    “Dalam visual terakhir, setiap sekolah menjadi kotak kecil, saling terkait dengan sekolah lain untuk membentuk kerajaan, terbagi antara yang terhubung dan tidak terhubung ke internet,” ujar Bremer.

    Diketahui, peluncuran dalam bentuk pameran digital yang dinamai “Patchwork Kingdom” tersebut secara resmi akan dilakukan pada Januari 2022 mendatang.

    Baca jugaAda Shiba Inu (SHIB) di Travala, Buat Apa?

    Pengadaan Internet Bagi Anak-Anak di Dunia

    Nantinya, hasil keuntungan dari penjualan NFT akan digunakan organisasi tersebut untuk mendukung banyak proyek. Salah satunya adalah proyek “Giga Initiative” untuk pengadaan akses internet bagi anak-anak di seluruh dunia.

    Tentu saja, internet saat ini adalah salah satu jendela dunia untuk mempelajari segala hal dengan lebih mudah dan banyak. Anak-anak diharapkan akan mampu lebih mengembangkan potensi diri mereka dengan menyerap informasi yang lebih beragam dan lengkap.

    Sekadar informasi, Giga Initiative adalah proyek yang diluncurkan pada tahun 2019 antara UNICEF dan PBB untuk memberikan akses internet ke sekolah sehingga anak-anak dapat memperoleh banyak manfaat dari informasi dan peluang berbasis web.

    Diketahui, UNICEF telah menggandeng marketplace NFT berbasis Solana, Snowcrash Labs, Ethereum Foundation, Metagood dan lainnya, untuk meluncurkan 1.000 NFT.

    Menariknya, setiap NFT yang dijual akan ditandai dengan data inisiatif yang dikumpulkan dari lebih dari 282.000 sekolah di 21 negara.

    Meski kurang begitu disorot, UNICEF sebenarnya juga sudah cukup akrab dengan industri kripto, di mana organisasi ini telah mendanai beberapa proyek blockchain dan Web3 yang memiliki dampak untuk anak-anak di seluruh dunia.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Raih Untung! The Sandbox Bagi Ratusan Token Kripto SAND Gratis

    Sandbox bagi-bagi token kripto gratis secara cuma-cuma. Begini cara dapatnya!

    Belum lama ini, The Sandbox, meluncurkan Alpha, sebuah sistem play-to-earn (P2E) baru dalam platform game mereka. Untuk merayakan peluncurannya, Sandbox bagi-bagi token gratis nih!

    Bagi kamu yang belum tahu, The Sandbox adalah platform berbasis blockchain yang memungkinkan pengguna membuat, membangun, membeli dan menjual aset kripto dalam bentuk game. Dengan menggabungkan unsur decentralized autonomous organizations (DAO) dan non-fungible tokens (NFT), The Sandbox menciptakan sebuah platform terdesentralisasi untuk komunitas gamer

    Pada 29 November lalu, mereka meluncurkan Alpha, sebuah sistem play-to-earn baru di mana para pemain akan memiliki sebuah kesempatan untuk menjelajahi The Sandbox Metaverse untuk pertama kalinya, dengan 18 social experience yang telah dibuat khusus oleh tim The Sandbox.

    Untuk meramaikan event tersebut, The Sandbox membagikan token Sandbox (SAND) senilai Rp 8.000.000.000 yang bisa kamu dapatkan secara cuma-cuma walau sambil rebahan. Promo ini berlaku bagi para nasabah yang melakukan registrasi di Tokocrypto pada periode 8 Desember hingga 15 Desember 2021 pukul 23.59 WIB. Info selengkapnya bisa didapatkan [disini]. 

    Tokocrypto resmi memperdagangkan token Sandbox atau SAND sejak tahun 2020 lalu. Sebagai informasi, SAND merupakan token utilitas di bawah jaringan Ethereum ERC-20 yang sekaligus menjadi media pertukaran dalam Sandbox Metaverse.

    Token ini juga menawarkan pengalaman terbaik pada para pemain game The Sandbox, tanpa batasan kreativitas. Para pemegang token ini bisa menggunakan sebagai media pertukaran untuk membeli item di pasar, menyewa tanah dari pemain lain dan membayar fitur-fitur yang ada di game. Mereka juga dapat digunakan untuk membangun, memiliki, dan memonetisasi pengalaman bermain game di blockchain Ethereum. Selengkapnya tentang campaign ini dapat dilihat disini



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Microsoft dan Warner Bros Kucurkan Dana US$27 Juta di Bisnis NFT

    Microsoft akhirnya kepincut juga di pasar kripto. Buktinya perusahaan raksasa itu, lewat Microsoft Venture (M12) mengucurkan dan investasi di toko NFT (non-fungible token), Palm NFT Studio.

    Dilansir dari siaran pers resmi Palm NFT Studio, Kamis (9/12/2021), selain Microsoft Venture, mereka mendapatkan dana investasi tambahan dari Griffin Gaming Partners, RRE, Third Kind Venture Capital, Sfermion, the LAO, Warner Bros., SK Inc dan lain sebagainya.

    Dengan dana itu, menurut perusahaan, memastikan penskalaan besar-besaran di sektor NFT, mulai dari seni, film, hiburan hingga periklanan.

    Baca jugaFloki Inu, Pesaing Shiba Inu, Gencar Pasang Iklan di Israel

    Microsoft dan NFT

    “Pendanaan tersebut akan memungkinkan Palm NFT Studio untuk menawarkan platform ini kepada pihak ketiga mana pun yang ingin menerapkan proyek NFT dalam skala besar, dengan penekanan pada orientasi yang mudah bagi pengguna baru, kepatuhan terhadap peraturan, dan kelestarian lingkungan,” kata Dan Heyman, Co-Founder dan CEO Palm NFT Studio.

    Heyman mengatakan, investasi dana menjamin kelanjutan proyek mereka untuk komunitas yang lebih mainstream.

    Palm NFT Studio sendiri adalah proyek gabungan dari ConsenSys, perusahaan di balik pengembangan blockchain Ethereum. Sang pendiri ConsenSys, Joseph Lubin juga terlibat langsung di proyek token sistem sertifikasi aset digital ini.

    Daniel Heyman sendiri, sebelumnya adalah salah satu pendiri PegaSys, satu regu khusus di ConsenSys.

    Palm NFT Studio memang masih terbilang baru, baru 8 bulan yang lalu, jika dibandingkan pesaing kuatnya, seperti OpenSea. Namun, perusahaan ini mendapatkan sumbangan teknologi dan kapital besar dari ConsenSys, terlebih dana segar dari Microsoft Ventures ini.

    Palm NFT Studio tidak menggunakan blockchain Ethereum, melainkan Palm Network, yakni jaringan database sendiri yang menjadi Layer 2 di atas blockchain Ethereum. Alasan di balik itu adalah efisiensi waktu dan biaya. Sebelumnya Marvel menerbitkan sejumlah NFT-nya di Palm Studio.

    Baca jugaEksekutif Crypto Bimbing Kongres Soal Aset Digital

    Apa Itu NFT?

    NFT (non-fungible token) pada prinsipnya adalah sistem sertifikasi terhadap file digital. File itu bisa berupa gambar (berformat JPG), suara (WAV) ataupun video (MP4).

    Dalam hal ini, misalnya berupa gambar yang diperjualbelikan di Internet di situs OpenSea.

    Sertifikat itu memastikan bahwa karya seni itu memang berasal dari sang seniman ataupun kreator dengan cara disimpan secara permanen ke jaringan komputer server yang disebut dengan blockchain.

    Ketika seseorang membeli NFT itu di toko NFT (misalnya di OpenSea), maka token berpindah kepemilikan dari kreator kepada sang pembeli. Data transaksi itu terekam permanen di blockchain.

    Sedangkan file gambar tetap berada di komputer server yang berbeda, ketika gambar itu pertama kali diunggah.

    Berikutnya, sang pembeli NFT bisa menjualnya kepada pihak lain. Data transaksi pembelian itu juga terekam di blockchain, begitu seterusnya.

    Manfaat dari sistem perekaman data seperti ini mempermudah sang kreator melacak ‘perjalanan transaksi’ karya mereka itu dari satu pihak kepada pihak yang lain.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Eksekutif Crypto Bimbing Kongres Soal Aset Digital

    Pada Rabu kemarin, Kepala Eksekutif dari enam perusahaan crypto telah bersaksi di hadapan Komite Jasa Keuangan DPR terkait penetapan crypto sebagai aset yang berbahaya.

    Sidang tersebut terkenal karena menjadi yang pertama di Capitol Hill yang fokus secara eksklusif pada cryptocurrency.

    Akibatnya, sebagian besar waktu sidang dipusatkan di sekitar Kongres, untuk mempercepat inti pembahasan utamadan memberikan kedua anggota parlemen serta panelis kesempatan untuk menyuarakan keprihatinan mereka terhadap bagaimana peraturan di masa depan dapat mengguncang industri crypto.

    Baca jugaPlatform NFT Chilliswap Jajaki Industri GameFi

    Apalagi, setelah Amerika Serikat mengeluarkan peraturan ketat akan industri, cryptocurrecy yang sedang berkembang saat ini tengah terancam.

    “Tujuan hari ini adalah untuk mendengarkan, belajar, dan mengajukan pertanyaan,” kata Patrick McHenry, salah satu perwakilan dari Republican.

    Sidang diadakan oleh Perwakilan Maxine Waters, Demokrat California yang memimpin komite. Sebagai bagian dari upaya untuk memahami aset digital yang berkembang dengan sangat signifikan.

    Waters disini sangat menyayangkan The Fed yang hingga saat ini tidak memiliki “overarching regulatory framework” yang jelas kepada cryptocurrency.

    Penjelasan Eksekutif Tentang Manfaat Crypto

    Para eksekutif sering menanggapi dengan menjelaskan manfaat dari cryptocurrency.

    Menurut panelis, aset crypto sangat efektif dan efisien karena dapat mengurangi biaya pengiriman uang, memiliki transaksi yang cepat, serta menghilangkan kebutuhan akan central clearinghouses.

    Baca jugaAda Shiba Inu (SHIB) di Travala, Buat Apa?

    “Segera kami percaya bahwa dolar di internet akan seefisien dan tersedia secara luas seperti pesan teks dan email,” kata Jeremy Allaire, CEO Circle, yang menerbitkan stablecoin utama.

    Mereka juga mencatat bahwa keuangan terdesentralisasi dapat membantu mengurangi faktor risiko seperti keserakahan oknum, kelalaian, bahkan bias dalam sistem keuangan.

    Sementara itu, cryptocurrency kembali menjadi agenda di Kongres lagi minggu depan. Senator Sherrod Brown selaku ketua Demokrat dari Komite Perbankan Senat, telah mengadakan sidang tentang stablecoin. Namun daftar saksi belum final.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com