Author: 12

  • Alasan Kehadiran NFT Dapat Mengurangi Pelanggaran Hak Cipta

    Pelanggaran hak cipta merupakan salah satu masalah yang kerap dihadapi para pencipta karya seni, termasuk seni musik. Pembajakan musik masih sering terjadi dan sulit dikontrol laju persebarannya.

    Kemunculan NFT ternyata tidak hanya mampu memberi angin segar bagi para pegiat aset kripto, tapi juga mereka yang menggeluti industri musik. Pasalnya, NFT diklaim mampu mengurangi risiko terjadinya pelanggaran hak cipta. Seperti apa mekanismenya?

    Apa itu Pelanggaran Hak Cipta ?

    Sangat disayangkan, kasus pelanggaran hak cipta di dunia seni masih sangat sering terjadi dan bahkan seringkali dinormalisasi. Pelanggaran ini lebih dikenal dengan istilah pembajakan. Pembajakan adalah tindakan pelanggaran yang dilakukan dari melanggar hak eksklusif tertentu dari sebuah karya. Padahal berbagai cara sudah ditempuh, misalnya dengan menghadirkan platform streaming musik yang terjangkau atau mengadakan program bundling album musik dengan produk lain seperti yang dilakukan oleh brand fast food kenamaan.

    Meski begitu, belum ditemukan cara yang efektif untuk memberantas pelanggaran hak cipta di tanah air. Pembajakan dan plagiasi karya masih sering terjadi. Hadirnya inovasi teknologi NFT serta blockchain memberikan secercah harapan bagi para pencipta karya seni untuk mengatasi permasalahan tersebut.

    NFT sebagai Solusi Pelanggaran Hak Cipta

    NFT sebagai Solusi Pelanggaran Hak CiptaBagaimana NFT bisa menjadi solusi atas masalah tersebut? NFT bisa menjadi langkah preventif creator untuk melindungi karya mereka dari risiko pelanggaran hak cipta seperti pembajakan maupun plagiasi.

    Hal ini sudah dibuktikan oleh beberapa musisi dunia. Salah satu contohnya adalah musisi asal Amerika Serikat, Kings of Leon. Bekerja sama dengan YellowHeart yang merupakan komunitas NFT, Kings of Leon berhasil menciptakan album musik NFT bertajuk “When You See Yourself”. Per Maret 2021, band rock ini berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar $2 juta dari penjualan album NFT.

    Jika melihat kesuksesan tersebut, diprediksi ke depannya akan semakin banyak musisi dan penggiat musik lain yang mengikuti jejak Kings of Leon. Bahkan tidak menutup kemungkinan jika NFT akan menjadi model jual-beli musik di masa mendatang.

    Alasan Mengapa NFT Dapat Mengurangi Pelanggaran Hak Cipta dalam Karya Seni

    Apa kira-kira alasan yang mendorong Kings of Leon dan musisi lain untuk membuat album NFT? Jika melihat sifat NFT itu sendiri, berikut adalah beberapa alasan mengapa NFT bisa menjadi solusi atas masalah pelanggaran hak cipta karya seni.

    1. Adopsi Blockchain

    NFT bisa menjadi solusi atas pembajakan musik karena sudah mengadopsi teknologi blockchain. Apa itu blockchain? Jika Anda melihat pedagang, mereka pasti memiliki buku besar akuntansi untuk mencatat pembelian dan penjualan. Dengan begitu, saat ada barang yang hilang atau jumlah stok yang kurang, maka bisa langsung diketahui penyebabnya.

    Nah, blockchain adalah buku besar akuntansi tersebut dalam versi digital. Setiap karya seni yang tersimpan di dalam blockchain akan langsung tersimpan datanya. Begitu pula saat terjadi transaksi, sistem secara otomatis mencatat data yang berhubungan dengan transaksi. Selain itu, karya yang ada di blockchain juga memiliki sertifikat keaslian.

    2. Kejelasan Hak Kepemilikan

    Salah satu penyebab terjadinya pelanggaran hak cipta adalah karena hak kepemilikan karya yang tidak jelas. Satu karya bisa saja memiliki banyak pencipta karena memang tidak ada data resmi yang menjelaskan. Hal semacam ini tidak akan terjadi di NFT.

    Karya seni yang menjadi aset digital NFT akan memiliki “identitas” unik yang sulit untuk dipalsukan. Sebuah karya seni akan sangat mudah ditelusuri asal-usul dan penciptanya. Di samping itu, creator masih memiliki hak cipta penuh atas karyanya meski sudah berpindah tangan. Sebab, NFT pada dasarnya hanya mengakui satu kepemilikan untuk sebuah karya seni.

    3. Hadirnya Dukungan antar Anggota Komunitas NFT

    pelanggaran hak ciptaAlasan lainnya datang dari ekosistem NFT itu sendiri. Ekosistem NFT dapat menekan pelanggaran hak cipta hingga seminimal mungkin. Sebab, pemilik karya memiliki kuasa penuh atas karya mereka. Pemilik karya dapat menentukan sendiri jalur distribusi mereka dan komunitas mana yang akan mereka ikuti. . 

    Apalagi hal ini didukung dengan besarnya peran komunitas bagi para anggotanya. Tak jarang, di dalam komunitas yang diikuti para anggota dapat bebas bertukar informasi. Nah, biasanya apabila terdapat karya seni NFT yang mencurigakan, mereka bisa segera melakukan laporan kecurangan pada platform marketplace yang mereka temui dan karya seni mencurigakan tersebut bisa dilaporkan untuk ditindaklanjuti lebih lanjut. Di sinilah peran komunitas dalam membantu pemecahan problem dalam masalah pelanggaran hak cipta.

    Selain itu, kolaborasi antara Kings of Leon dengan komunitas NFT YellowHeart sendiri sudah membuktikan bahwa komunitas NFT mendukung musisi untuk berkembang dan mendapatkan keuntungan yang memang pantas bagi mereka.

    Baca juga Tertarik dengan NFT? Gabung dengan 5 Komunitas NFT Ini, Yuk!

    Bagaimana cara membuat NFT untuk musik Anda?

    Kini saatnya mengetahui bagaimana cara membuat NFT musik. Sama dengan karya seni lainnya, mulanya lagu, video clip, audio visual, atau artwork digital harus melalui proses upload digital pada blockchain yang disebut dengan istilah minting. Nah, proses minting karya ini dilakukan pada NFT marketplace yang dipilih. 

    Baca juga Yuk, Mengenal Apa itu NFT Music dan Perkembangannya Saat Ini

    Bisa disimpulkan bahwa penerapan NFT dapat menekan risiko terjadinya pelanggaran hak cipta. Ingin membuat karya tanpa dihantui rasa takut akan pembajakan dan plagiasi? Anda bisa bergabung menjadi komunitas NFT sebagai Official Partner di TokoMall! Melalui TokoMall, Anda bisa memamerkan dan menjual karya seni dengan aman. Yuk, kunjungi https://mall.tokoscape.com/ dan segera daftarkan diri Anda!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sotheby’s Siap Merambah Menjadi Rumah Lelang Seni NFT

    Siapa sangka kini rumah lelang seni NFT tidak hanya ada di dunia virtual? Setelah kesuksesan Beeple menjual NFT art ciptaannya di rumah lelang Christie’s, kini rumah lelang konvensional mulai berlomba untuk membuka peluang bagi para creator NFT art. Tidak main-main, menyusul Christie’s, kini ada Sotheby’s yang menjadi rumah lelang seni NFT. Bagaimana prosesnya?

    Pengaruh NFT Art pada Ekosistem Seni Konvensional

    Fenomena transisi rumah lelang ini menyadarkan kita bahwa NFT sedikit banyak sudah memengaruhi ekosistem seni konvensional. Sebelumnya, rumah lelang Christie’s dan Sotheby’s hanya menjual karya seni konvensional, perhiasan berharga, serta barang koleksi antik dari seluruh penjuru dunia.

    Masuknya Sotheby’s pada ekosistem NFT tentu disambut antusias, baik oleh para creator maupun collector NFT. Pamor Sotheby’s yang tidak perlu diragukan lagi akan membantu para collector untuk mengkurasi NFT art. Bagi creator, hadirnya rumah lelang konvensional jelas akan membuka peluang exposure yang lebih besar.

    Mengenal Rumah Lelang Sotheby’s

    Rumah Lelang NFT Art

    Sebelum membahas tentang bagaimana peran Sotheby’s di ekosistem seni NFT, mari mengenal sekilas sejarahnya. Sotheby’s sendiri merupakan sebuah perusahaan lelang multinasional yang berbasis di New York City, Amerika Serikat. Rumah lelang ini menerima benda seni, perhiasan mewah, seni dekoratif, real estate, hingga barang koleksi berharga.

    Sejarah Sotheby’s sendiri sangat panjang. Didirikan pada 11 Maret 1744 di London, Sotheby’s merupakan salah satu balai lelang terbesar dan tertua di dunia. Barang-barang yang dilelang pun biasanya bukan barang biasa. Salah satu objek termahal yang berhasil dilelang melalui Sotheby’s adalah lukisan The Scream (1893) karya Edvard Munch. Lukisan tersebut laku pada 2012 dengan harga US$119.9 juta.

    Proses lelang Sotheby’s sendiri terbuka untuk umum dan dimulai pada hari kerja (Senin-Jumat). Calon peserta lelang bisa mengecek objek yang akan dilelang melalui website resmi Sotheby’s atau juga dengan langsung datang ke pameran Sotheby’s.

    Sepak Terjang Sotheby’s di Ekosistem NFT

    Bagaimana dengan sepak terjang Sotheby’s dalam ekosistem NFT? Masuknya Sotheby’s ke ekosistem seni NFT ditandai lewat kolaborasi dengan NFT artist, Pak, pada awal 2021 ini. Kolaborasi tersebut berhasil mengumpulkan penjualan lebih dari US$17 juta. Beberapa karya Pak yang dilelang adalah “The Cube”, “The Switch”, “Complexity”, dan juga “Equilibrium”.

    Lelang seni NFT Art

                      “The Cube” (2021) oleh Pak

    Pak sendiri merupakan seorang kreator anonim yang sudah berkecimpung di dunia seni digital selama dua dekade terakhir. Selama menjadi creator, Pak yang merupakan pendiri studio Undream dan Archillect berhasil mengumpulkan setidaknya US$350 juta. Ia juga merupakan creator pertama pada 2020 yang berhasil mendapatkan US$1 juta.

    Metaverse Sotheby’s lelang seni NFTTidak berhenti di situ, langkah Sotheby’s selanjutnya adalah menciptakan sebuah metaverse. Sotheby’s pun sudah berhasil mengumpulkan beberapa creator untuk dikurasi. Pada 18-26 Oktober 2021 lalu, Sotheby’s berhasil menggelar lelang NFT melalui metaverse mereka.

    Metaverse tersebut berisi 53 karya milik 19 kolektor besar seperti VerticalCrypto Art, Seedphrase, dan bahkan selebriti Paris Hilton. Untuk creator, Sotheby’s berhasil menggaet nama-nama besar NFT art seperti Hackatao, Board Ape Yacht Club, Brendan Dawes, dan Dmitri Cherniak.

    Pada lelang tersebut, peserta diharuskan mendaftarkan diri terlebih dulu melalui laman metaverse.sothebys.com. Setelah berhasil membuat profil, peserta akan otomatis mendapatkan avatar dari Pak yang merupakan in-house artist Sotheby’s.

    Rencana Sotheby’s Selanjutnya

    Rumah Lelang seni NFT pertama

    Sotheby’s mengungkapkan bahwa penjajakan ke ekosistem NFT tidak hanya untuk memperluas peluang mereka. Sotheby’s ingin menciptakan sebuah jembatan yang menghubungkan karya seni digital dengan industri lelang konvensional.

    Setelah sukses dengan kolaborasi bersama Pak dan membangun metaverse NFT, Sotheby’s berambisi untuk memperkenalkan para seniman kontemporer kenamaan dunia pada ekosistem seni digital. Sehingga diharapkan nantinya NFT art akan semakin variatif dan memiliki nilai koleksi tinggi.

    Dengan hadirnya Sotheby’s dalam ruang lelang seni NFT, maka bisa dipastikan jika masa depan NFT masih panjang. Hadirnya rumah lelang konvensional menunjukkan bahwa peluang NFT memang sangat luas dan bisa relevan dengan berbagai sektor.

    Ingin mulai terjun ke dunia lelang seni NFT? Anda bisa mulai dengan membuat profil di TokoMall, sebuah proyek Tokocrypto untuk menghadirkan ekosistem NFT yang sustainable di Indonesia. Yuk, kunjungi https://mall.tokoscape.com/ untuk informasi lebih lanjut!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Serupa Tapi Tak Sama, Ini Dia Perbedaan Seni dan Desain!

    Apa perbedaan seni dan desain? Bagi Anda yang ingin terjun di dunia seni, pertanyaan semacam ini tentu pernah terlintas dalam pikiran. Keduanya terlihat saling berhubungan dan tak bisa dipisahkan. Nah, alangkah baiknya sebelum berkarya, simak ulasan mengenai perbedaan seni dan desain berikut ini!

    Seni vs Desain, Serupa tapi Tak Sama

    Selama ini, batas antara seni dan desain selalu menjadi perbedaan. Ada yang menganggap bahwa desain adalah sebuah seni. Namun, tidak sedikit juga yang menentang. Beberapa orang tidak memasukkan desain sebagai sebuah karya seni karena desain dinilai tidak punya “power” untuk menggugah emosi.

    Akan tetapi, jika ditelisik lebih lanjut, memang seni cenderung lahir karena pemikiran penciptanya. Sementara itu, desain umumnya lahir karena ada kehendak lain di luar pembuatnya. Maka dari itu, seni dianggap punya kemampuan untuk menggugah emosi penikmatnya, sedangkan desain tidak. Untuk memahami apa saja poin yang membedakan seni dan desain, terus simak artikel ini.

    Memahami Perbedaan Seni dan Desain

    Memahami Perbedaan Seni dan DesainJika dilihat dari sudut pandang tertentu, seni dan desain memang terlihat serupa. Beberapa elemen dari keduanya pun membuat seni dan desain bisa bersimpangan di satu titik. Untuk memudahkan Anda memahami perbedaan seni dan desain, 5 poin  di bawah ini bisa dijadikan acuan dasar.

    1. Definisi

    Dari definisi, seni dan desain sudah berbeda. Seni merupakan bentuk ekspresi diri atas ide atau gagasan kreatif maupun imajinatif yang dimiliki penciptanya. Sedangkan desain di sisi lain adalah hasil pemikiran desainer atas sebuah rencana untuk menyelesaikan sebuah problem yang ada lebih dulu.

    2. Pemicu dan Pendorong

    Definisi tersebut kemudian menjelaskan bahwa seni dan desain lahir karena penyebab yang berbeda. Seni lahir karena dipicu oleh kondisi internal penciptanya (gagasan kreatif). Sedangkan desain muncul karena adanya suatu kondisi eksternal pembuatnya (problem yang sudah ada yang berasal dari luar diri pembuatnya).

    Di sisi lain, seni lahir dengan dorongan pengalaman sang seniman. Seniman mengalami suatu kejadian yang kemudian menjadi dasar penciptaan karyanya. Sementara itu, desain lahir dari dorongan kepada desainer untuk menemukan solusi pemecah masalah. Desainer menghasilkan sebuah desain sebagai sebuah jawaban atas suatu permasalahan yang sedang terjadi.

    3. Cakupan

    Cakupan seni tidak terbatas karena seniman membuatnya atas kemauan yang datang dari dalam dirinya. Sedangkan, desain bersifat terbatas dan dapat diperbaiki. Sebab, desain pada dasarnya muncul karena adanya suatu masalah yang butuh penyelesaian. Oleh karenanya, pembuatan desain harus menyesuaikan dengan masalah tersebut agar bisa menjadi solusi.

    4. Interpretasi dan Tujuan

    Interpretasi seni sangat variatif, bergantung pada background dan pengalaman orang yang mengamatinya. Maka, tidak mengherankan lagi jika penafsiran sebuah lukisan, misalnya, bisa sangat beragam. Di sisi lain, interpretasi desain sebisa mungkin tidak menimbulkan perbedaan tafsir. Jika terdapat perbedaan tafsir, maka desain tersebut dianggap ambigu dan kurang meyakinkan sebagai solusi masalah.

    5. Atribut

    Poin terakhir perbedaan seni dan desain adalah atribut. Seni identik dengan kreativitas, inovasi, serta ekspresi. Sedangkan, desain lebih dekat dengan sifat praktis dan gagasan cerdas yang intuitif karena fungsinya sebagai pemecah masalah.

    Peluang bagi Seni dan Desain dalam NFT

    Sekarang, mari membahas hubungan seni dan desain dalam NFT. Dari keduanya, manakah yang bisa dijadikan aset digital NFT?

    Ternyata, baik seni maupun desain bisa dijadikan aset digital melalui NFT. Jadi, baik seniman maupun desainer sama-sama bisa mengambil peran di NFT. 

    Melalui NFT, seniman tidak perlu takut karyanya dijiplak tanpa ada pemenuhan hak cipta. Pasalnya, NFT memungkinkan seniman untuk memberikan ’identitas’ unik bagi tiap karya yang dibuatnya.

    Begitu pun dengan desainer. Dengan adanya NFT, desainer bisa mengamankan desain yang sudah mereka buat. Tidak perlu khawatir lagi dengan pencurian desain yang merugikan Anda sebagai perancang desain. Sebab, desain yang telah menjadi aset digital NFT dilengkapi dengan identitas khusus dan disimpan dalam blockchain.

    Contoh Seni dan Desain dalam Bentuk NFT

    Berikut ini terdapat contoh dari seni dan juga desain yang dijadikan ke dalam bentuk NFT, yaitu:

    1. Seni

    Contoh karya seni yang dijadikan NFT ini berhasil menjadi salah satu NFT art termahal sepanjang tahun 2021. Bagaimana tidak, kreator di balik NFT ini merupakan seorang digital artist kenamaan yaitu Beeple. 

    NFT yang diberi judul “Ocean Front” ini sengaja dibuat untuk menggambarkan bahaya dari perubahan iklim di dunia dan memberikan peringatan bagi manusia. NFT ini berhasil terjual di Nifty Gateway dengan harga 6 juta USD, lho!

    NFT art2. Desain

    Selain seni, ada pula NFT yang berupa sebuah desain, contohnya seperti NFT berikut ini yang menggambarkan desain dari sebuah bangunan pertokoan, dengan salah satu bagiannya merupakan sebuah cafe. NFT yang diberi judul “Downtown Cafe #1” ini merupakan hasil karya Merchant bernama Architect_NFT dan sudah di-minting di TokoMall. 

    Merchant tersebut merupakan seorang mahasiswa jurusan arsitektur yang juga terjun ke dunia NFT. NFT yang satu ini dibanderol harga Rp500.000,00 atau sekitar 21,89 TKO, serta telah tersedia untuk diperjualbelikan.

    seni NFT paling topBaca juga: Ternyata Inilah Penyebab NFT Menjadi Mahal!

    Nah, itu dia perbedaan seni dengan desain. Dilihat dari tujuan pembuatannya saja, seni dan desain sudah sangat berbeda. Satu dibuat sebagai bentuk ekspresi, sedangkan lainnya merupakan solusi atas suatu problem. Meski berbeda, keduanya secara umum tetap bisa dijadikan aset digital melalui NFT, lho. Jadi, tunggu apa lagi? Setelah membaca artikel ini, langsung ciptakan karya NFT pertama Anda melalui TokoMall!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lima Aset Kripto Metaverse Paling Top

    Aset kripto terkait metaverse kian digemari akhir-akhir ini. Axie Infinity (AXS), Decentraland (MANA), Sandbox (SAND), Enjin Coin (ENJ) dan Render Token (RNDR) adalah lima kripto metaverse paling top.

    Metaverse adalah dunia virtual dimana pengguna bisa bersosialisasi, belanja, bekerja, mencari hiburan dan sebagainya. Aset kripto dikabarkan akan menjadi alat pembayaran di dunia tersebut.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Siap-Siap Gemparkan Metaverse

    Berikut adalah aset kripto metaverse teratas menurut data CoinGecko.

    Pertama, Axie Infinity (AXS). AXS telah meroket sebesar 24 ribu persen dalam setahun terakhir. Axie Infinity merupakan game dimana pemain berternak hewan Axie dan bersaing dengan pemain lain untuk mendapatkan imbalan token.

    Token Axie yaitu AXS dan Smooth Love Potion (SLP) dapat dipertukarkan dengan uang fiat. Hal ini menjadikan Axie Infinity menarik minat banyak orang, terutama di masa pandemi. Sejumlah pemain menghasilkan cuan untuk menutupi kerugian ekonomi akibat COVID-19.

    Kedua, Decentraland (MANA) adalah platform realitas virtual tiga dimensi yang dapat dikunjungi. Pengguna hanya membutuhkan peramban web untuk menjadi tamu di dunia virtual ini.

    Pemain dapat membeli kavling lahan menggunakan token MANA. Sejumlah pengguna memakai lahan tersebut untuk membangun ruangan dan permainan, seperti restoran, kasino dan labirin.

    Konser musik juga diadakan di Decentraland. Artis musik Deadmau5 dan Paris Hilton termasuk yang sudah menggelar konser di dunia virtual tersebut.

    Ketiga, Sandbox (SAND) mirip dengan Decentraland dimana pemain bisa membeli lahan yang bebas digunakan untuk apapun. Bedanya, Sandbox belum sepenuhnya meluncurkan dunia virtual kepada publik.

    Kendati demikian, Sandbox memiliki kustomisasi lebih banyak dan fokus kepada penciptaan NFT. Pengguna dapat membuat NFT sendiri lalu memperjualbelikannya. Selain itu, Sandbox memiliki kemitraan dengan marketplace NFT OpenSea.

    Keempat, Enjin Coin (ENJ) adalah platform dimana pengguna dapat menciptakan dan mengelola NFT. ENJ terintegrasi dengan sejumlah platform gaming dan memungkinkan pengguna memakai item di dalam beberapa game sekaligus.

    Baca jugaSouth Park Memprediksi Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Masa Depan

    Sebagai contoh, pedang di dalam game sebelumnya terbatas hanya dalam satu game. Dengan ENJ, pedang itu dapat diperjualbelikan atau dipindahkan ke game lain. Hal ini berarti item tersebut menjadi pemilik pemain seutuhnya.

    Kelima, Render Token (RNDR) adalah infrastruktur desentralistik yang memanfaatkan kekuatan komputasi untuk melakukan rendering atau penggambaran konten digital.

    Konten tiga dimensi sangat penting bagi dunia metaverse yang memakai virtual reality dan juga augmented reality. Dengan RNDR, pencipta konten tidak harus merogoh kocek dalam untuk melakukan operasi rendering. RNDR membantu pencipta membuat konten 3D secara hemat dan ramah lingkungan.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • South Park Memprediksi Bitcoin Sebagai Alat Pembayaran Masa Depan

    Meski pasar crypto secara keseluruhan telah bertumbuh dengan baik, terutama beberapa aset yang menjadi alat pembayaran. Namun ada pandangan yang menarik yang khusus dilayangkan kepada Bitcoin (BTC).

    Belum lama ini, crypto utama ini telah menjadi cameo di acara populer South Park setelah lebih dari satu dekade dan perasaan terpecah atas episode tersebut. Ini memprediksi masa depan untuk Bitcoin tetapi menyebut kelas aset sebagai skema Ponzi dengan gaya satir yang khas.

    Dalam sebuah episode di musim ke-24 pertunjukan. Bitcoin dan crypto yang dipilih adalah satu-satunya cara bertransaksi yang dapat diterima di masa depan. Episode berjudul “Pasca COVID” berlatar 40 tahun ke depan saat dunia mencapai tahap akhir pandemi dan manusia membayar barang dengan kartu Bitcoin melalui kode QR.

    Baca jugaPompliano: Bitcoin $100.000 Sudah Dekat

    Dalam episode tersebut, protagonis Stan Marsh memasuki sebuah motel bernama Super 12 Motel Plus mencari akomodasi untuk malam itu. Di dunia baru, nama merek memiliki kata “super” dan “plus” yang melekat padanya dan tanda di meja bertuliskan “ONLY Bitcoin.”

    “Ini masa depan – kita semua telah memutuskan bahwa perbankan terpusat dicurangi sehingga kami lebih percaya pada skema Ponzi terbang-demi-malam,” ujar resepsionis motel memberi tahu Stan.

    Referensi Bitcoin sebagai skema Ponzi diambil telah membuat produser acara dikecam oleh beberapa maksimalis Bitcoin. Namun, yang lain melihat humor dalam episode yang sejalan dengan sifat satir South Park dan mengambil hikmah bahwa aset tersebut akan diadopsi secara luas di masa depan.

    Baca jugaKenalkan Penyimpanan Terdesentralisasi, Crust Bermitra dengan BSC

    Pada tahun 2009, acara tersebut melemparkan ejekan pada lembaga keuangan tradisional setelah krisis keuangan global.

    Episode berjudul “Margaritaville” mengikuti ayah Stan yang membawanya ke bank untuk belajar tentang pentingnya tabungan dan meminta dia untuk menyetor $100. Stan dengan ragu-ragu mendekati bankir dan menyerahkan uang kepadanya, sementara bankir memberi tahu dia tentang peluang investasi.

    “Kita bisa menaruh cek itu di reksa dana pasar uang, lalu kita akan menginvestasikan kembali pendapatannya ke rekening mata uang asing dengan bunga majemuk aaa dan itu hilang,” kata bankir itu kepada Stan yang bingung.

    Tidak hanya South Park, banyak kartun lainnya seperi The Simpson mengatakan bahwa BTC menjadi pembayaran.

    Pada intinya, apa yang dulu meragukan Bitcoin kini sudah sangat optimis terhadapnya. Fundamental dan dukungan kuat dari banyak institusi telah membuat BTC menjelma menjadi sebuah mata uang digital yang kuat untuk bersaing di era ekonomi digital.  Sehingga, apa yang diramalkan di acara tersebut kemungkinan akan benar terjadi. Kita lihat saja!

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kenalkan Penyimpanan Terdesentralisasi, Crust Bermitra dengan BSC

    Crust Network, proyek penyimpanan terdesentralisasi yang mendukung arsitektur data & file gaya Web 3.0, bermitra dengan Binance Smart Chain atau BSC untuk memperkenalkan paket solusi penyimpanan terdesentralisasi berbasis IPFS yang praktis, kuat, dan ramah pengguna kepada pengguna dan pengembang BSC.

    Crust Network siap untuk memfasilitasi gaya Web3.0. Pengalaman penyimpanan terdesentralisasi untuk pengguna dan pengembang BSC dengan 6.000+ node IPFS dan sekitar.

    Kapasitas penyimpanan yang tersedia 2.000 Petabyte. Semuanya dicapai hanya dalam waktu lima minggu sejak peluncuran mainnet Crust Network pada tanggal 1 September.

    Baca jugaOmicron, Si Token COVID-19 yang Naik 700%

    Keuntungan Crust Network untuk BSC

    Crust Network pada dasarnya menyediakan paket solusi penyimpanan terdesentralisasi yang komprehensif untuk pengguna akhir dan pengembang Web3.0.

    File — aplikasi Web3.0 ringan dan open-source yang menyediakan ruang penyimpanan terdesentralisasi untuk pengguna penyimpanan.

    Dengan masuk dompet kripto dan hanya dengan beberapa klik, file atau folder kamu dapat diunggah dan disematkan ke IPFS (untuk penyimpanan IPFS jangka panjang) dan dapatkan lusinan replika dengan jaringan penyimpanan terdesentralisasi Crust.

    Fitur Utama Crust Network

    • Akses multi-wallet, sekarang mendukung akun MetaMask dan BSC
    • Enkripsi file end to end
    • Bagikan tautan dengan mudah ke teman
    • Penyimpanan jangka panjang dengan banyak replika IPFS
    • Ambil file di mana saja, kapan saja
    • Sumber terbuka untuk turut berkontribusi dalam pengembangan

    Pin — aplikasi Web3.0 sederhana yang mendesentralisasikan pin untuk setiap CID (IPFS Content ID) yang diberikan ke IPFS untuk penyimpanan jangka panjang.

    Pin sangat bermanfaat bagi pengguna NFT dan pengembang aplikasi terkait NFT karena Pin memecahkan masalah kritis dalam membuat metadata NFT permanen di web.

    Host [Segera Hadir]– aplikasi Web3.0 sederhana yang membantu hosting terdesentralisasi untuk konten web tertentu, halaman web statis, dan front-end.

    Sebelum ini, Crust Network telah menyediakan solusi hosting terdesentralisasi untuk Uniswap dan IPFS Docs yang digunakan secara nyata dalam beberapa bulan terakhir.

    File, Pin, dan Host semuanya bersama-sama membuat portofolio yang cukup lengkap untuk setiap pengguna akhir dan pengembang di dunia Web3.0 untuk menikmati integrasi penyimpanan yang terdesentralisasi dengan mudah.

    Di masa depan BSC, File, Pin, dan Host akan benar-benar gratis untuk pengguna BSC. Dalam jangka panjang, akan ada kontrak pintar khusus untuk menempatkan pesanan penyimpanan langsung dari rantai.

    Dan lebih banyak lagi, Developer — membantu integrasi yang cepat dan sederhana dari kemampuan penyimpanan terdesentralisasi ke dalam aplikasi Web3.0.

    * Crust GitHub Actions: untuk pengguna alur kerja GitHub untuk mempublikasikan (oleh IPFS Upload Action), pin atau host (oleh Crust Pin Action) DApps/Website ke IPFS melalui IPFS Gateways dan Layanan Pinning Crust.

    * Paket Crust Pin Node: memungkinkan pengguna NodeJS untuk menyimpan file dengan Crust.

    * IPFS W3Auth Gateway: layanan otentikasi berbasis Web3 yang ringan berdasarkan gateway IPFS dan proxy terbalik.

    * Layanan Pinning W3Auth IPFS: layanan otentikasi berbasis Web3 yang ringan berdasarkan layanan pinning jarak jauh IPFS dan Crust Network.

    Baca jugaAdidas Kepincut Metaverse dan Gandeng Coinbase dan Mungkin Sandbox (SAND)?

    Tentang Crust Network

    Crust Network pada dasarnya adalah protokol lapisan insentif IPFS dan blockchain berbasis substrat yang membangun jaringan penyimpanan terdesentralisasi dari ekosistem Web3.0.

    Didanai oleh DCF (Decentralized Cloud Foundation), Ini dirancang untuk membangun ekosistem cloud terdesentralisasi yang menghargai privasi dan kepemilikan data.

    sumber. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Adidas Kepincut Metaverse dan Gandeng Coinbase dan Mungkin Sandbox (SAND)?

    Adidas, merek sepatu ternama ternyata kepincut tema metaverse dan memutuskan menggandeng bursa kripto Coinbase dan mungkin adalah proyek metaverse Sandbox (SAND).

    Perusahaan sepatu dan pakaian olahraga multinasional asal Jerman, Adidas baru-baru ini mengumumkan bahwa perusahaan tersebut telah bermitra dengan Coinbase.

    Dua hari sebelumnya, Sandbox mencuit bahwa perusahaan sepatu popular itu masuk di dunia metaverse, tetapi belum dipastikan apakah akan menerbitkan NFT mereka di metaverse Sandbox, seperti merek-merek terkemuka lain.

    Metaverse Menarik Perhatian Adidas

    Menurut pernyataan terbaru dari juru bicara Adidas kepada Lily Russell-Jones di City AM, perusahaan sangat fokus pada metaverse.

    “Metaverse saat ini merupakan salah satu perkembangan paling menarik dalam dunia digital, menjadikannya platform yang menarik bagi Adidas,” jelasnya.

    Sebelumnya, Senin, 22 November 2021, Sandbox mencuit bahwa Adidas memang benar masuk ke metaverse.

    Sandbox adalah sendiri mengusung proyek metaverse, yakni dunia virtual 3 dimensi seperti dunia nyata manusia. Pengguna, lewat avatar yang apik bisa berinteraksi di dunia itu, mulai dari bermain game, membeli dan menjual lapak virtual hingga berbelanja menggunakan kripto.

    Baca jugaNFT Jadi Kata Terpopular Tahun Ini, Menurut Collins

    Adidas Bermitra Dengan Coinbase

    Perihal kemitraan Adidas dengan Coinbase sudah dipastikan oleh Adidas lewat Twitter. Namun hingga detik ini belum jelas kemitraan dalam hal apa.

    Namun diduga kuat ini terkait dengan metaverse, karena pesaing Adidas, yakni Nike sudah mengumandangkan dirinya akan masuk metaverse sebagai strategi penguatan merek. Hal lainnya, karena Coinbase punya sejumlah investasi di bisnis metaverse berkat NFT.

    Baca jugaSandbox (SAND) Kian Popular Gegara Metaverse?

    Metaverse dan Sandbox (SAND) dan Decentraland (MANA)

    Sementara itu, sejumlah kripto terkait metaverse kian menguat selama beberapa pekan sebelumnya. Ini karena terdongkrak Facebook beralih nama menjadi Meta dan masuk ke metaverse sebagai tatanan bisnis baru mereka.

    Proyek Decentraland dan Sandbox memang sejak awal fokus ke dunia maya interaktif ini dan memahami sebagai panggung baru mengenjot pasar.

    Harga SAND misalnya dalam 30 hari tergenjot hingga 1000 persen dan mencetak rekor tertingginya.

    Sandbox juga saat ini masuk ke tahapan alpha untuk program barunya, di mana pengguna bisa membuat game sendiri, termasu karakter bernada NFT yang menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Asosiasi Industri Kripto Rusia Kecam Pemerintah Karena Tidak Mengatur Sektor Kripto

    Salah satu organisasi besar yang mewakili peserta di sektor cryptocurrency Rusia telah mengkritik otoritas Moskow karena tindakan yang tidak memadai untuk mengatur industri. Kritik tersebut datang empat tahun setelah Putin mengarahkan institusi untuk secara legal mendefinisikan status keuangan digital. 

    Pengatur Kebijakan Gagal Membuat Undang Undang Yang Utuh

    Regulator Rusia telah dikritik karena tindakan mereka terhadap industri cryptocurrency Rusia. Menurut Yuri Pripachkin, presiden Association of Russian Cryptoeconomics, Artificial Intelligence and Blockchain (RACIB), tindakan mereka masih “setengah hati” dan tidak bertujuan untuk menemukan solusi sistematis kebijakan negara Rusia di bidang aset digital.

    Di portal berita bisnis RBC, Pripachkin mengingat kembali keputusan Presiden Vladimir Putin pada 21 Oktober 2017. RACIB, sebelumnya dikenal sebagai Asosiasi Industri Cryptocurrency dan Blockchain Rusia, mencatat bahwa kapitalisasi pasar cryptocurrency telah meningkat sebesar 1.250% sejak Putin mengeluarkan perintah tersebut.

    Menurut Pripachkin “Dari sudut pandang regulasi industri kripto di Federasi Rusia, menurut perwakilan ahlinya, tidak ada yang dilakukan untuk mengeluarkan segmen pasar kripto (yang menyumbang lebih dari 10% di seluruh dunia) dari pasar,”. Anggaran federal ($270 miliar) Sebuah bayangan dengan omset yang mirip dengan pendapatan tahunan “.

    Masalah cryptocurrency di Rusia  hanya sebagian diatur setelah adopsi undang-undang “Tentang Aset Keuangan Digital”, yang mulai berlaku pada bulan Januari tahun ini. Meskipun dengan jelas mengatur peraturan untuk mata uang ini, tidak ada aturan yang diperkenalkan untuk mengontrol penerbitan dan peredarannya dalam perekonomian nasional.

    Pripachkin menunjukkan bahwa istilah “kontrak pintar” tidak muncul di regulasi, baik dalam undang-undang yang disahkan, maupun dalam RUU yang saat ini sedang dipertimbangkan. Lalu ada penambangan cryptocurrency, meskipun tidak dilarang di Rusia, tapi tetap saja tidak diatur. Pejabat RACIB menambahkan bahwa belum ada kemajuan pada instruksi lebih lanjut di bawah perintah Putin dan memberikan contoh lain. 

    Bank Sentral Rusia (CBR) tetap dengan tegas menentang legalisasi cryptocurrency seperti bitcoin di Rusia. Otoritas moneter menganggapnya sebagai pengganti uang, yang dilarang berdasarkan hukum Rusia saat ini. Awal tahun ini, bank menyarankan bursa untuk tidak mencantumkan instrumen keuangan yang terkait dengan aset kripto. Minggu ini, gubernur Elvira Nabiullina mengatakan CBR tidak siap untuk mengizinkan ETF bitcoin untuk diperdagangkan.

    Menurut Pripachkin dalam situasi yang ditentukan oleh undang-undang yang tidak lengkap dan tidak jelas, pengguna crypto Rusia terpaksa mengekspor sekitar 18 triliun rubel (255 miliar US Dollar) dana di luar ekonomi Rusia. Ini dibandingkan dengan total pendapatan anggaran federal Rusia untuk keseluruhan tahun 2020, yaitu sekitar 20 triliun rubel.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Ketahui Bagaimana Cara Kerja Transaksi Bitcoin

    Anda pasti sudah memahami bukan bahwa bitcoin kini digunakan sebagai uang elektronik peer-to-peer. Lalu, apakah anda akan menggunakan bitcoin sebagai alat belanja dan menerimanya sebai alat pembayaran? Yuk, ketahui dulu bagaimana cara kerja bitcoin dalam sebuah transaksi. 

    Pada bitcoin biasanya transaksi yang dilakukan ialah untuk berkirim pesan seperti email yang kemudian ditandatangi secara digital. Penandatanganan ini biasanya menggunakan fitur kriptografi serta dapat dikirim ke seluruh jariang bitcoin yang ada untuk melakukan verifikasi. Mengenai informasi transaksi yang ada di bitcoin ini sifatnya ialah umum atau public sehingga dapat ditemukan dalam sebuah buku besar digital yang bernama “blockchain”. 

    Catatan Transaksi Bitcoin 

    Keberadaan bitcoin ini tidak tiba-tiba ada dengan sendirinya. Tidak ada Bitcoin fisik, dan pemegang Bitcoin tidak memiliki “akun”. Namun, ada “blockchain” yang dapat dianggap sebagai buku besar atau catatan semua transaksi yang terjadi antara alamat Bitcoin. Catatan transaksi ini diperbarui oleh peserta (node) dari jaringan Bitcoin dan didistribusikan ke semua node saat saldo mereka bertambah atau berkurang. Anda dapat menggunakan “Kunci Browser” untuk melihat riwayat dan saldo saat ini dari alamat Bitcoin tertentu.

    Bagi anda yang ingin melakukan pengiriman bitcoin maka anda perlu untuk memiliki sebuah akses ke public key serta privat key yang tentunya berkaitan dengan jumlah bitcoin yang aka nada lakukan pengiriman. Orang yang memiliki bitcoin sudah pasti memiliki akses terhadap pasangan kuncinya. Pengertiannya ialah sebagai berikut:

    1. Kunci public (alamat) yaitu beberapa jumlah bitcoin yang dikirim sebelumnya
    2. Sedangan kunci pribadi ialah yang unik (kata sandi) dan mengizinkan bitcoin sebelumnya untuk dikirim kepada kunci public (alamat) untuk dikirim ke tempat lainnya. 

    Berdasarkan penjelasan diatas maka dapat kita ketahui bahwa kunci public sebenarnya sama dengan alamat bitcoin. Hal ini berupa urutan huruf serta angka yang dalam pembuatannya dilakukan secara acak. Fungsinya juga sangat mirip dengan alamat email serta nama pengguna pada akun media sosial. Dari namanya saja kita sudah pasti tahu bahwa sidatnya ialah public dimaka ini sangat aman untuk dibagikan pada orang lain. Apabila anda memberikan bitcoin anda pada orang lain maka anda juga harus memberikan alamat bitcoin anda pada orang lain pula. 

    Sedangkan kunci pribadi ialah sebuah urutan huruf serta angka lain yang juga diperoleh dengan cara melakukan pengacakan atau random. Akan tetapi untuk kunci pribadi (privat key) maka ia harus dirahasisakan (seperti password email, dana kun media sosial lainnya). Anda dilarang untuk membagikan kunci pribadi kepada siapa saja terutama bagi mereka yang tidak bisa anda percaya 100% karena ia bisa mencuri bitcoin anda. 

    Bisa dikatakan bahwa alamat bitcoin bisa anda anggap sebagai sebuah brankas transparan. Dimana dalam hal ini orang lain bisa melihat apa yang ada didalamnya. Namun, untuk mengakses dana pada brankas tersebut mereka tidak bisa melakukannya karena yang bisa hanyalah yang memiliki kunci pribadi. 

    Output dan Input Transaksi

    Dalam kertas putih tentang output dan input bitcoin, kita memahami hal-hal berikut. Untuk menangani sebuah koin secara individual maka seseorang akan kesulitan untuk melakukan transaksi terpisan dalam setiap sen dalam transfer. Nah, untuk itulah transaksi berisi banyak input serta output untuk memungkinkan adanaya nilai yang dibagi serta digabungkan. Terdapat sebuah input dari transaksi sebelumnya yang memiliki jumlah lebih besar serta beberapa input yang menggabungkan jumlah yang lebih kecil. Untuk ukuran paling banyak biasanya dua outpun yaitu yang satu digunakan untuk pembayaran sedangkan yang satunya akan digunakan sebagai bentuk kembalian ke pengirim jika memang ada kembalian. 

    Hal tersebut mungkin terlihat membingungkan bukan? Nah, tetapi dengan cara ini maka anda bisa meningkatkan sebuah efisiensi. Selain itu kabar baiknya ialah anda bisa mengetahui detail di balik layar transaksi bitcoin sehingga tentu tidak diperlukan dalam rangka pengiriman serta penerimaan bitcoin.

    Melakukan Penyiaran serta Konfirmasi

    Kali ini kita akan memberikan contoh yaitu seseorang yang bernama Jecelyn akan melakukan penyiaran transaksi yang telah diusulkannya ke jaringan bitcoin melalui perangkat lunak dompetnya. Dalan jaringan tersebut kita mengenal salah satu kelompok peserta khusus yang disebut sebagai penambang. Mereka melakukan verifikasi bahwa kunci dari Jecelyn bisa digunakan untuk mengakses input (sebuah alamat dimana dia sebelumnya menerima bitcoim dan di klaim untuk dikendalikan). Kemudian penambang ini biasanya juga akan melakukan pengumpulan daftar transaksi lainnya yang akan disiarkan ke sebuah jaringan pada waktu yang sama dengan Jecelyn ketika melakukan pembentukan menjadi sebuah blok. 

    Bagi penambang yang telah selesai pada bukti kerjanya bisanya akan diizinkan untuk melakukan pengusulan blok baru. Blok ini yang kemudian akan ditambahkan serta dipasangkan ke rantai dengan merujuk pada blok terakhir. Adapun blok yang baru itu biasanya akan disiarkan ke jaringan. Apabila peserta pada jaringan lain (node) menyetujui bahwa blok yang baru tersebut valid (blok yang memiliki transaksi dengan mengikuti semua aturan protokol serta merujuk dengan sangat benar pada blok sebelumnya) maka mereka akan dapat meneruskannya. Kemudian di akhir, maka sudah pasti bahwa penambang lain bisa membangun di atasnya yang merujuk pada blok sebelumnya ketika mengusulkan pembuatan blok baru. Adapun transaksi yang sebelumnya sudah dilakukan pada blok maka akan dikonfirmasi oelh penambang selanjutnya. Ketika blok akhirnya ditambahnkan ke rantai maka jumlah konfirmasi yang dimiliki oleh transaksi ini meningkat. 

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Cara Mencetak NFT Dengan Mudah

    Ketidakmungkinan pertukaran token atau NFT adalah konsep modern dalam cryptocurrency dan blockchain yang tampaknya beresonansi dengan audiens yang lebih luas, menarik lebih dari sekadar penggemar cryptocurrency. Penilaian eksplosif dari token ini terus menarik investor, pengumpul data digital, dan pembuat konten. Kegilaan NFT bisa dibilang masih pada puncaknya, jadi jika Anda ingin mengikuti tren ini dan membuat NFT sendiri atau sedang mencari cara untuk mendapatkan keuntungan dari kegemaran NFT ini, masuk akal.

    Pada ulasan berikut ini kita akan membahas tentang cara mencetak NFT dengan mudah. Kemudahan ini karena memang proses pembuatan NFT tidak begitu teknis. Menggunakan alat yang tepat serta keterampilan computer secara dasar sudah bisa menjadi pegangan untuk mereka yang ingin mencetak NFT. Namun, sebelum anda memahami cara mencetak NFT maka anda perlu memahami terlebih dahulu tentang teknologi ini. 

    Tentang NFT

    Permintaan akan seni digital serta barang koleksi mengalami peningkatan seiring dengan banyaknya kampanye digitalisasi global. Karena teknologi blockchain adalah pendukung kepemilikan dan otentikasi yang terbukti, tidak mengherankan bahwa barang-barang digital dan langka semakin memasuki ruang blockchain. Ini adalah peningkatan tajam dalam jumlah token yang tidak dapat ditukar, atau lebih umum disebut NFT (akronim yang membuat banyak platform perdagangan terdengar “nifty”).

    NFT menentukan keunikan token menggunakan standar token yang memberikan pengidentifikasi unik. Dengan kata lain, dua produk berbasis token NFT, meskipun terlihat mirip, tidak dapat digunakan dengan cara yang sama seperti dua Bitcoin. Kekekalan dan transparansi blockchain memungkinkan untuk melacak cap waktu pembuatan NFT, penulis asli, pemilik saat ini, dan pengidentifikasi unik lainnya. Semua data ini tersedia di buku besar publik dan tidak dapat diubah. NFT memang sangat ideal jika digunakan untuk melestarikan adanya kelangkaan serta membangun sebuah kepemilikan asset digital dan dunia nyata. Maka dari itu tidak heran jika banyak yang mulai mengadopsi NFT contohnya adalah artis, selebritis serta para kolektor.

    Keberadaan NFT

    Menurut para creator, NFT ini memberikan penawaran terkait dengan tingkat fleksibilitas yang tidak bisa ditemukan pada mteode konvensional. Metode konvensional yang dimaksud ialah pada saat menerima nilai dari penjualan sebuah karta seni, meme, video, mudik dan lain sebagainya. Adanya NFT ini bisa membuat creator menghindari perantara serta bisa mengakses pasar global secara langsung. Cara mencetak NFT dari karya anda serta melakukan penjualan di sebuah pasar NFT yang memiliki reputasi baik, maka anda bisa menjadikan sebuah pemasaran pada metode konvensional yang memiliki biaya intensif serta sumber daya yang baik. Hal ini menyebabkan anda memiliki saham pendapatan yang adil. 

    Dalam NFT juga ada pembayaran komisi yang dilakukan secara terus-menerus pada seorang creator asli jika barang ataupun karya seninya berpindah ke tangan orang lain (seperti royalty). Hal ini bisa anda atur dengan menggunakan program klausa royalti sembari melakukan pencetakan token. Hal ini membuat penjualan seni ataupun barang digital anda membuat anda memiliki pasif income. 

    Sebagai pengumpul atau investor data digital, NFT menyediakan sistem anti-pemalsuan untuk mencegah pemalsuan dan mempertahankan kepemilikan barang digital yang dibeli. Sementara banyak yang mengklaim bahwa orang dapat membuat salinan barang yang dibeli dengan NFT dan menguangkan sebagian besar biaya ini dalam prosesnya, keaslian barang disimpan dalam NFT yang disimpan dalam dompet digital, menghasilkan biaya tambahan sebagai pendapatan. Hak untuk bangga dan tidak kehilangan nilai lagi. Sama seperti pemalsuan tas Louis Vuitton tidak mengurangi nilai produk asli, reproduksi karya seni NFT yang tidak sah tidak mengurangi nilai produk asli.

    Seberapa Penting Mencetak NFT?

    Mencetak NFT bisa dikatakan sebagai hal yang sangat penting. NFT memiliki manfaat untuk anda seperti lebih banyaknya anda bisa mengontrol atas kekayaan intelektual anda. Ia juga menawarkan sebuah akses yang tidak diatur ke dalam jaringan global seni dan kolektor barang digital lain. NFT bisa menjadi sebuah gerbang untuk anda yang ingin memiliki, menjual serta melakukan pembelian asset digital yang unik serta langka. 

    Cara Mencetak NFT

    Sekarang setelah Anda siap membuat NFT, Anda harus memahami beberapa faktor yang dapat memengaruhi keputusan Anda tentang di mana dan bagaimana cara mencetak NFT pertama Anda. Hal pertama yang harus dipikirkan adalah bahwa beberapa blockchain mendukung standar token NFT. Daftar tersebut ialah Ethereum, Binance Smart Chain, Dapper Labs Flow, Tron, Tezos, Cosmos, EOS, WAX dan Polkadot. 

    Jika Anda mencetak NFT di salah satu blockchain di atas, kemungkinan besar Anda tidak akan dapat mengirim atau menjualnya di blockchain lain. Jadi, anda perlu untuk meneliti pro dan kontra dari setiap ekosistem blockchain NFT sebelum membuat keputusan. Ulasan ini akan memandu Anda melalui proses pencetakan NFT ke Ethereum. Ethereum saat ini merupakan hub paling populer untuk NFT. Setelah Ethereum, ada Binance Smart Chain, yang lebih murah dalam hal biaya transaksi. Dengan kata lain, smartchain Ethereum dan Binance menjadi tuan rumah ruang NFT terbesar dan memberikan lebih banyak tampilan kepada pembeli NFT.

    Blockchain yang dipilih menentukan susunan pasar NFT yang dapat Anda pilih. Untuk blockchain Ethereum, Anda memiliki akses ke daftar kaya platform NFT termasuk OpenSea, Rarible, dan Mintable. Sementara itu, pasar NFT khusus untuk Binance Smart Chain adalah BakerySwap, Juggerworld, dan Treasureland.



    Sumber : news.tokocrypto.com