Author: 12

  • Tether Didenda 41 US Dollar Oleh CFTC

    Tether didenda 41 juta US Dollar oleh Commodity Futures Trading Commission (CFTC) karena tidak memiliki cukup cadangan uang tunai untuk mengklaim bahwa stablecoin USDT sepenuhnya didukung oleh dolar AS. Menurut CFTC, selama 26 bulan dari 2016 hingga 2018, Tether memiliki cadangan fiat yang cukup untuk mendukung token Tether yang diterbitkan 27,6 kali sehari.

    Putusan itu juga menegaskan bahwa alih-alih menyimpan semua cadangan token USDT dalam dolar AS seperti yang disarankan, Tether bergantung pada lembaga yang tidak diatur dan pihak ketiga tertentu untuk menyimpan dana yang membentuk cadangan. Dana dijamin dalam kombinasi dengan dana operasi dan dana klien Bitfinex.

    Tether juga didakwa tidak melakukan audit profesional atas kepemilikannya dan sebaliknya meminta kantor akuntan meninjau cadangannya, dan Bitfinex mentransfer 382 juta US Dollar sebelum peninjauan dilakukan. 

    Bitfinex juga didenda 1,5 Juta US Dollar. Perilaku yang didenda termasuk bertindak sebagai pialang berjangka tanpa registrasi CFTC, mengizinkan pengguna meminjamkan uang kepada orang lain, dan melikuidasi beberapa pelanggannya.

    Menurut Komisi, dengan melakukan, Bitfinex telah melanggar ketentuan Order Term 2016, yang memerintahkan Bitfinex untuk menghentikan dan tidak mengizinkan penyediaan, partisipasi, kinerja, atau konfirmasi transaksi illegal, untuk materi barang dagangan yang dijual bebas, serta menerima pesanan dan menerima dana dalam transaksi barang dagangan ritel. 

    CFTC mengatakan telah bekerja sama dengan regulator keuangan dari Bahama, Kepulauan Virgin Inggris, Kanada, Panama, Portugal, dan Seychelles.

    Kejaksaan Agung telah menemukan bahwa Tether tidak memiliki akses layanan perbankan dari mana pun di dunia terakhir sejak pertengahan 2017. Dalam dua kasus di mana Tether meminta dana, Kejaksaan menemukan bahwa uang itu telah ditransfer pagi sebelumnya dan dalam kasus lain uang mulai ditransfer pada hari berikutnya.

    Pada 2 November 2018 satu hari setelah verifikasi terbaru mereka tether tidak lagi didukung dengan dolar AS di rekening bank Tether. Dan pada saat ini Tether menyatakan bahwa lebih dari 34 miliar tether telah diterbitkan dan beredar serta diperdagangkan di pasar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Polkadot Sudah Siap Meluncurkan Parachain Pertamanya

    Hampir lima tahun setelah Multichain Heterogen pertama kali diluncurkan di dalam Whitepaper Polkadot, parachains sekarang secara resmi siap diluncurkan di Polkadot. Polkadot secara teknis sudah mampu mendukung parachains pertamanya. Pendiri Polkadot Gavin Wood dan Robert Haberneier Bersama diikuti oleh mosi Dewan Polkadot bahwa mereka akan membuka lelang pertama untuk slot parachains yang diusulkan agar dimulai pada tanggal 11 November 2021. 

    Parachains Polkadot merupakan salah satu komponen paling integral dan blockchain beragam  dan khusus yang terhubung ke dalam rantai relay Polkadot serta aspek multichain dari arsitektur polkadot. 

    Sangat penting untuk diketahui bahwa parachains sudah berhasil diterapkan dan dijalankan pada jaringan Kusuma sejak Juni 2021. Dalam beberapa bulan Kusama sudah berhasil melelang 11 slot parachains. Sehingga terlihat banyak aktivitas yang besar dan berjalan dengan lancar pada jaringan Kusama. Hal ini menjadi sebuah faktor yang penting mengingat kesiapan Polkadot untuk peluncuran Parachains. 

    Pembaruan Sistem Polkadot

    Polkadot akhir-akhir ini memperbarui beberapa sistem 

    • Jadwal Lelang Slot Parachain ke 4 Kusama telah disetujui, pada lelang kali ini akan disediakan 8 slot tidak seperti sebelumnya yang hanya 5 slot. 
    • Polkadot siap meluncurkan parachain pada pertengahan November.
    • Zenlink memperkenalkan proyek Tokenomic.
    • Moonbeam & Moonriver mengintegrasikan solusi Mosaic Bridge, memungkinkan transfer WETH & USDC antar blockchain seperti: Arbitrium, Avalanche C-Chain, Polygon dan Ethereum Mainnet.
    • Acala meluncurkan Liquid Crowdloan DOT (lcDOT).

    Jadwal dan Skema Lelang Parachain Polkadot

    Polkadot juga juga sudah melakukan perencanaan terkait jadwal dan skema lelang Parachain yang akan dimulai dibulan November. Jadwal dan Skema Lelang Parachain Polkadot yang terdiri dari 11 lelang antara lainnya sebagai berikut. 

    Lelang Pertama

    Lelang pertama ini akan dimulai pada 11 November 2021 dan akan berakhir pada 13 November 2021, serta penawaran berakhir pada tanggal 18 November 2021. Pemenang lelang Parachains akan di ikut sertakan pada 17 Desember 2021 untuk periode 17 Desember 2021 hingga 20 Oktober 2023. 

    Lelang Kedua

    Untuk lelang kedua dimulai pada tanggal 18 November 2021 dan periode lelang akan berakhir pada tanggal 13 November 2021, serta penawaran akan berakhir pada tanggal 25 November 2021. Pemenang Parachains akan diikutsertakan pada 17 Desember 2021 untuk periode 17 Desember 2021 hingga 20 Oktober 2023. 

    Lelang Ketiga

    Selanjutnya, lelang ketiga parachains akan dimulai pada tanggal 25 November 2021 yang mana periode lelang akan berakhir pada tanggal 27 November 2021 dan Bidding akan berakhir pada tanggal 2 Desember 2021. Pemenang lelang juga akan diikut sertakan pada perideo 17 Desember 2021 hingga 20 Oktober 2023. 

    Lelang Keempat

    Lelang selanjutnya yang keempat akan dimulai pada tanggal 2 Desember 2021 dan akan berakhir pada tanggal 4 Desember serta Bidding akan berakhir pada tanggal 9 Desember 2021. Seperti lelang sebelumnya pemenang lelang akan di ikutkan di periode 17 Desember 2021 hingga 20 Oktober 2023. 

    Lelang Kelima

    Untuk lelang parachains kelima dimulai pada tanggal 9 Desember 2021 dan lelang akan berakhir pada tanggal 11 Desember 2021 serta Bidding terakhir akan berakhir pada tanggal 16 Desember 2021. Pemenang lelang akan di ikutkan pada periode 17 Desember 2021 – 20 Oktober 2023

    Lelang Keenam

    Lelang Parachains keenam akan dimulai pada tanggal 23 Desember 2021 dan akan berakhir pada tanggal 25 Desember 2021. Dengan bidding akan berakhir pada tanggal 30 Desember 2021. Pemenang lelang parachains akan diikutsertakan di periode 11 Maret 2022 hingga 11 Januari 2024

    Lelang Ketujuh

    Untuk lelang ketujuh juga akan dimulai tanggal 6 Januari 2022 dengan periode akhir lelang pada tanggal 8 Januari 2022. Bidding terakhir pada tanggal 13 Januari 2022. Pemenang lelang parachains akan diikutsertakan di periode 11 Maret 2022 hingga 12 Januari tahun 2024

    Lelang Kedelapan

    Lelang yang kedelapan Parachains akan dimulai pada 20 Januari 2022 dan akan berakhir pada tanggal 22 Januari 2022. Penawaran bidding terakhir akan berakhir pada tanggal 27 Januari 2022. Pemenang lelang parachains pada lelang kedelapan akan diikutsertakan di periode 11 Maret 2022 hingga 12 Januari 2024. 

    Lelang Kesembilan

    Lelang parachains yang kesembilan akan dimulai pada tanggal 3 Februari 2022 dan akan berakhir pada 5 Februari 2022. Penawaran bidding akan berakhir di tanggal 10 Februari. Pemenang lelang parachains kesembilan akan diikutkan di periode 11 Maret 2022 hingga 12 Januari 2024

    Lelang Kesepuluh

    Lelang parachains yang kesepuluh dimulai tanggal 17 Februari 2022 dan periode lelang akan berakhir pada tanggal 19 Februari 2022. Penawaran bidding akan berakhir pada tanggal 24 Februari 2022. Seperti lelang sebelumnya pemenang lelang akan diikut sertakan ke periode 11 Maret 2022 hingga 12 Januari 2024

    Lelang Kesebelas

    Lelang terakhir yaitu lelang kesebelas akan dimulai pada tanggal 3 Maret 2022 dan lelang akan berakhir pada tanggal 5 Maret 2022. Penawaran bidding akan berakhir pada tanggal 10 Maret 2022. Pemenang dari lelang ini akan diikut sertakan di periode hari berikutnya yaitu 11 Maret 2022 hingga tanggal 12 Januari 2024.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Binance Smart Chain dan Atributnya

    BSC atau Binance Smart Chain ialah sebuah platform yang memiliki tujuan penggunaan yaitu untuk menurunkan biaya transaksi serta menyediakan sebuah ruang dalam pembuatan DApps serta berbagai produk De-Fi lainnya. Ingin tahu lebih jauh tentang Binance Smart Chain? Simak ulasan berikut!

    Tentang Binance Smart Chain

    BSC merupakan sebuah jaringan blockchain yang pembangunannya dimaksudkan untuk menjalankan aplikasi yang memiliki basis smart contract. Ia berjalan secara parallel dengan Binance Chain yaitu memungkinkan pengguna mendapatkan hal terbaik dari dua hal yaitu kapasitas transaksi BSC yang tinggi serta fungsionalitas dari smart contract BSC. 

    BSC sendiri melakukan penerapan menggunakan mesin virtual ethereum atau EVM. Mesin ini memungkinkan adalah perjalanan aplikasai berbasis ethereum contohnya MetaMask. Adapun tujuan pembuatannya ialah untuk membuat para pengembang membangun sebuah aplikasi yang terdesentralisasi (DApps). Selain itu tujuan lainnya ialah untuk membantu pengguna mengelola asset-aset digital mereka melalui chain menggunakan latensi yang rendah namun kapasitasnya besar. 

    Di awal tahun 2021, Binance Smart Chain memiliki daya tarik yang besar karena kemacetan Ethereum serta masalah biaya gas. Hal ini menyebabkan banyak pengembang serta para investor yang melakukan pengintaian untuk mencari opsi lainnya. Hadirnya komunitas BSC ini membuat jaringan ini menjadi lebih menarik bagi pengguna baru. Hal ini dikarenakan ini bisa menjadi sebuah alternative untuk menghemat biaya dan memiliki kestabilan.  

    Atribut Binance Smart Chain

    Berikut ini adalah beberapa atribut Binance Smart Chain yang perlu anda ketahui:

    Blockchain Independen

    Atribut pertama yang dimiliki oleh BSC adalah blockchain yang independen. Meski ia berjalan secara parallel dengan Binance Chain, akan tetapi BSC ini memiliki blockchain sendiri. Sehingga meski Binance Chain telah berhenti beroperasi atau bekerja, si BSC ini bisa tetap menjalankan fungsi teknis dan bisnis.

    Kompatibel dengan Ethereum

    Dalam BSC terdapat smart contract yang kompatibel dengan Ethereum. Adanya fitur atau atribut ini bisa membuat pengembang membangun ataupun sekedar memindahkan DApss, alat serta komponen lainnya di jaringan BSC tanpa harus ada banyak friksi. 

    Mendukung Staking serta Tata Kelola Berbasis Komunitas

    Ketiga, anda harus tahu bahwa BSC sangat mendukung staking serta tata kelola berbasis komunitas. Model konsesus yang dijalankan oleh platform ini adalah proof-of-stake atau PoS terutama proof-of-stake-authority. Token asli BSC yaitu Binance Coin atau BNB ini bisa di stake untuk melakukan kontribusi di keamanan jaringan serta memberikan suara pada protocol tata kelola komunitas. Transaksi juga bisa menjadi lebih cepat karena menggunakan mode PoS ini. 

    Interoperabilitas Asli

    Pengguna sangat mudah ketika memindahkan cryptocurrency mereka antara Binance Chain dengan BSC. Hal ini tidak lain adalah karena Binance Chain dan BSC bisa bebas berkomunikasi tanpa adanya friksi. BSC memang bukan solusi lapisan 2 karena ia merupakan blockchain yang independen. 

    Proof of Staked Authority

    Binance Smart Chain ini bisa menggunakan penggabungan Proof of Stake (PoS) serta proof-of-authority (PoA) demi bisa mencapai konsesus jaringan serta untuk menjaga keamanan dari blockchain itu sendiri. Terdapat validator yang terpilih untuk bergiliran mengonfirmasi adanya transaksi jaringan serta diberikan tugas untuk menghasilkan blok melalui PoA. Hal ini yang akan mempertimbangkan jumlah saham serta bagaimana reputasi di komunitas. Bagi yang ingin menjadi seroang validator, maka pengguna yang bersangkutan harus staking BNB terlebih dahulu. 

    Dengan model konsesus ini maka BSC bisa mencapai waktu blok sekitar 3 detik saja. Apabila blok yang telah di usulkan oleh seorang validator ditambahkan ke chain, maka mereka bisa menerima biaya transaksi yang keluar dari blok sebagai sebuah hadiah. 

    Kuorum Validator

    Untuk melakukan pengamanan pada jaringan BSC maka diperlukan kuarom validator. Blockchain memiliki 21 validator yang bisa dipilih oleh para pelaku staking BNB di setiap 24 jam. Seluruh pengguna bisa menjadi kandidat dalam pemilihan validator namun yang bisa dipilih untuk melakukan set validator berikutnya hanyalah yang termasuk dalam 21 node dengan jumlah staking tertinggi. 

    Dalam platform ini anda harus mengenal periode “epoch”. Ini merupakan sebuah set validator yang dapat berpengaruh pada jaringan BSC. Periodenya sendiri terdiri dari sekitar 240 blok yaitu sekitar 20 menit. Selain itu terdapat pula penerapan pemotongan yang berfungsi untuk melakukan pencegahan terhadap para pelaku kejahatan yang memvalidasi transaksi yang tidak akurat ataupun melakukan penandatanganan secara ganda. Adanya pemotongan ini di rancang untuk mengekpos penyerang serta membuat upaya mereka menjadi sangat mahal untuk di jalankan. 

    BNB atau Koin Binance

    BNB ialah sebuah token utilitas asli ekosistem dari binance yang bisa di gunakan untuk BSC dan Binance Chain. Untuk melakukan pembayaran biaya transaksi pada platform BC serta DEX Binance, staking serta transfer asset maka menggunakan BNB. Ia juga bisa di andalkan untuk menjalankan sebuah smart contract di BSC. 

    Jika anda juga ingin berpartisipasi pada keamanan jaringan serta mendapatkan hadiah BNB tambahan maka anda dapat melakukan stake BNB pada smart contract. Anda juga bisa mendelegasikan saham kepada para validator BSC pilihan serta bisa mendapatkan imbalan yang cukup proporsional. Validator juga memiliki kekuatan penuh untuk memutuskan banyaknya BNB yang di kumpulkan serta biaya gas yang di perlukan untuk melakukan distribusi pada delegator. 

    Itulah ulasan tentang Binance Smart Chain dan Atributnya yang perlu dan penting untuk anda ketahui. Simak ulasan lainnya hanya di tokocrypto.com.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Beraneka Macam Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan Cuan

    Apakah di antara Anda ada yang hobi mengoleksi karya seni? Jika ada, maka artikel ini cocok untuk Anda. Hal ini dikarenakan dunia kesenian ternyata sangat terdampak dari demam NFT yang kian berkembang pesat. Nah, selain seniman, kolektor seni yang bosan dengan konsep konvensional juga bisa, lho, mencoba peruntungannya dengan NFT. 

    Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara mencari untung lewat NFT, mari kita lebih dulu membahas apa itu kolektor seni secara umum. Seperti namanya, kolektor seni berarti seseorang yang hobi mengoleksi karya seni, khususnya seni rupa. Meski terkesan sederhana, kolektor memiliki peran penting dalam dunia kesenian, lho.

    Hal ini ditunjukkan dengan peran kolektor sebagai penentu harga pasar dari suatu karya seni. Sebab, kolektor dapat menjual kembali koleksi miliknya dengan harga tinggi. Tidak semata-mata soal harga saja, menjadi kolektor juga dituntut untuk memiliki pengetahuan yang cakap mengenai dunia seni. Dikarenakan nilai suatu karya seni juga berdasar pada aliran, teknik, hingga pandangan terhadap seniman di baliknya.

    Dilansir dari Tempo, Hendro Wiyanto, seorang kurator seni dalam negeri, menyatakan bahwa pasar seni itu sendiri juga harus dipenuhi dengan argumen dari kacamata kesenian yang disampaikan kolektor. Sehingga, pasar seni tidak melulu soal harga atau bahkan ikut-ikutan membeli, tetapi juga tetap mempertahankan kualitas dan selera.

    Pertimbangan ini juga tentunya terjadi di dunia seni NFT, teknologi yang membawa angin segar bagi dunia kesenian, termasuk bagi para seniman dan kolektor. Penasaran? Yuk, baca terus artikel ini!

    Dunia Kesenian Diramaikan dengan Hadirnya NFT

    Sebelum hadirnya NFT, dunia kesenian sempat mengalami keterpurukan sejak terjadinya pandemi COVID-19 yang dimulai pada awal tahun 2020. Para pelaku industri kesenian, khususnya seni rupa, cenderung sulit untuk memamerkan dan memperjualbelikan karya seni miliknya. Dilansir dari situs Pemasaran Kemenparekraf, subsektor seni rupa mengalami penurunan kontribusi bagi perekonomian sebesar 2.94% selama pandemi.

    Serupa dengan para seniman rupa atau kreator karya seni, kolektor karya seni juga mengalami penurunan. Hal ini dikarenakan keterbatasan yang dialami kolektor yang hanya bisa melakukan mark-up harga dari suatu koleksi seni miliknya saat penjualan, karena ketersediaan karya seni di pasar yang terbatas. Selain itu, terdapat waktu tunggu yang tidak pasti untuk mencapai kenaikan value dari seniman yang karya seninya mereka koleksi. Permasalahan tersebut terbantu dengan adanya NFT.

    Baca juga: Atasi Era Digital dengan Digitalisasi Karya Seni 2 Dimensi

    Tidak hanya dalam aspek teknis yang membuat otentikasi karya seni menjadi lebih mudah dan eksklusif, NFT juga membawa keuntungan finansial bagi seniman atau kreator. Dengan menerbitkan karya seni menjadi NFT, kreator bisa mendapatkan royalti sejumlah persentase yang ditentukan pada saat minting atau upload NFT. Meskipun NFT tersebut sudah pindah tangan berkali-kali, sejumlah pendapatan akan tetap mengalir ke dompet kreator tiap kali penjualan NFT tersebut terjadi.

    Namun, selain kreator NFT, apakah kolektor NFT juga bisa memperoleh keuntungan? Jawabannya, tentu saja bisa! Kok, begitu? Begini penjelasan lebih lengkapnya!

    Mengoleksi NFT Juga Bisa Membawa Keuntungan

    Serba-Serbi Kolektor Seni dan Caranya Mendapatkan CuanLayaknya kolektor seni konvensional yang bisa meraup keuntungan lewat penjualan kedua atau seterusnya, kolektor NFT juga bisa melakukan hal yang sama, lho. Namun, ada beberapa hal yang perlu diberi perhatian lebih oleh kolektor NFT, yaitu memastikan bahwa karya seni pada NFT tersebut adalah orisinil, bukan hasil duplikat dari karya seni milik seniman lain lalu dijadikan NFT.

    Juga, karena nilainya masih cenderung abstrak dengan risiko yang tinggi, kolektor NFT harus pintar-pintar memilih dan menentukan NFT mana yang memiliki nilai dan harganya berpotensi menjulang di masa depan. Meskipun sulit dan penuh akan ketidakpastian, tetapi kolektor bisa melihat track record kreator NFT tersebut atau dari segi arah tren, estetika, juga aliran seni yang diterapkan. 

    Jadi, seperti kolektor seni konvensional, mengoleksi NFT juga baiknya tidak semata-mata untuk mengejar tren saja, tetapi juga berdasar pada nilai-nilai kesenian yang berlaku. Nah, dengan koleksi NFT yang bernilai tinggi, kemungkinan besar harga NFT tersebut akan meningkat seiring berjalannya waktu dan Anda bisa meraih keuntungan setelahnya.

    Cara Kolektor Seni Memperoleh Keuntungan Lewat NFT

    Terdapat 3 cara yang bisa kolektor NFT lakukan dalam mengantongi keuntungan, nih, yaitu:

    1. Pamerkan Koleksi NFT

    Cara pertama yang bisa Anda lakukan sebagai kolektor NFT adalah memamerkan koleksi NFT yang Anda punya. Pasalnya, Anda tidak akan bisa meraih calon pembeli jika mereka tidak mengetahui koleksi NFT apa saja yang Anda miliki. Anda bisa mulai dengan memamerkan NFT di media sosial, misalnya Instagram atau Twitter. 

    Ditambah lagi, jika Anda mengoleksi NFT hasil karya seniman ternama atau memiliki nilai estetika yang cukup tinggi, Anda sudah mendapatkan nilai plus dalam meningkatkan reputasi Anda sebagai kolektor dan membuat calon pembeli tertarik dengan koleksi Anda.

    2. Lakukan Lelang dari Koleksi NFT

    Setelah memilih koleksi NFT mana yang sekiranya memiliki value lebih dan potensial, Anda bisa mulai menaruhnya untuk dilelang atau auction di platform pilihan. Selain konsep jual-beli, konsep lelang juga seringkali menjadi pilihan dalam mengumpulkan keuntungan lewat NFT.

    Setelah menaruhnya untuk dilelang, Anda bisa lakukan pengecekan secara berkala mengenai tawaran yang telah diberikan oleh para calon pembeli. Tidak menutup kemungkinan, akan ada calon pembeli yang bid sesuai dengan harga yang Anda inginkan, atau bahkan jauh di atas harga tersebut. Barulah dari sana Anda bisa mendapat cuan.

    3. Jual Koleksi NFT di Marketplace

    Terakhir, cara ini menjadi cara yang paling mudah untuk Anda lakukan dalam mendapatkan keuntungan lewat NFT. Sebagai kolektor, Anda bisa menjual kembali NFT tersebut di NFT marketplace khusus jual-beli NFT, lho. Anda juga tidak perlu khawatir, karena kini sudah tersedia banyak sekali marketplace NFT yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan, salah satunya adalah TokoMall.

    Sebelum memutuskan untuk menjual NFT kembali, Anda harus memilih NFT dengan nilai jual yang cenderung tinggi. Hal ini agar Anda bisa menjualnya dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan pada saat Anda membelinya untuk pertama kali. Dengan begitu, Anda bisa mengantongi sejumlah keuntungan lebih dari penjualan tersebut.

    Sekarang Anda sudah paham, kan, mengenai cara yang bisa dilakukan kolektor seni untuk mendapatkan cuan lewat NFT? Yuk, cari tahu serba-serbi terbaru mengenai NFT lainnya di www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sebagai Creator (kolektor) di marketplace NFT TokoMall sekarang juga!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Mengenal Apa itu NFT Music dan Perkembangannya Saat Ini!

    Setelah berhasil mencuri perhatian pelaku industri seni visual dan game, NFT mulai diadopsi di industri musik. Kini, sudah mulai banyak musisi yang akhirnya memadupadankan karya musik mereka bersama canggihnya teknologi kriptografi. Sebut saja Kings of Leon, salah satu band yang merilis albumnya yang bertajuk “When You See Yourself” sebagai NFT music.

    Biar nggak makin penasaran dengan NFT di industri musik, yuk, baca selengkapnya!

    Bagaimana Kehadiran NFT di Industri Musik?

    Sama dengan halnya pada aset kripto lainnya, NFT atau Non-Fungible Token didukung oleh sistem buku besar terpusat yang bernama blockchain. Nah, dengan adanya sistem ini, semua informasi penting yang terjadi dicatat. Mulai dari siapa kali yang membuat, waktu transaksi, bahkan apa yang telah dipertukarkan dicatat. Satu yang menjadi penting dari sistem ini adalah semuanya dicatat runtut dari waktu ke waktu dan tidak bisa dirusak maupun direplikasi oleh siapapun. 

    Adanya pengadopsian NFT di industri musik disinyalir menghadirkan era baru bagi para musisi dalam memasarkan karya mereka. Setidaknya belakangan tahun terakhir, musisi masih melakukan pemasaran karya mereka sebatas melalui penjualan album fisik, kemudian bergeser melalui streaming platform online (Spotify atau Apple Music) dan penjualan tiket konser. 

    Semua orang tau, pandemi COVID-19 yang masih berlangsung hingga kini membatasi ruang gerak banyak pihak. Industri musik adalah salah satu diantara pihak yang terdampak besar. Oleh sebab itu, awal tahun 2021 menjadi permulaan era baru untuk para musisi dalam memasarkan karya mereka menjadi sebuah karya digital yang sudah di tokenisasi.

    Lalu, apa sih yang dimaksud dengan NFT music itu sendiri? 

    Apa itu NFT Music?

    NFT music merupakan sertifikat digital yang memuat data keaslian yang berharga. Sertifikat ini menjadi istimewa karena Anda nggak perlu khawatir dengan hilangnya akses musik tersebut. Ya! Hal ini karena kepemilikan Anda tersebut akan selamanya tersimpan dalam blockchain. Apalagi keunggulan utama lainnya dari sistem blockchain yakni tidak dapat direplikasi. 

    Adapun NFT di industri musik tak hanya sebatas penjualan lagu saja, lho! Mereka bisa berbentuk video clip, audio visual, album, tiket, preview lagu yang belum dirilis, maupun artwork digital

    Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Ragam Jenis NFT yang Diperjualbelikan

    Bagaimana Cara Membuat NFT untuk Musik?

    Lagu, video clip , audio visual maupun artwork digital yang akan Anda ubah menjadi NFT sebelumnya harus melalui proses upload disebut dengan istilah minting. Proses minting karya ini dilakukan pada NFT marketplace  yang Anda pilih. 

    Di Indonesia, kini sudah hadir TokoMall, sebuah marketplace yang mendukung kreator untuk memamerkan karyanya. Berikut cara yang Anda harus lakukan:

    1. Sebelumnya daftarkan diri Anda sebagai Official Partner di www.mall.tokoscape.com dan memiliki wallet di metamask. 
    2. Pertama, jangan lupa login terlebih dahulu ke akun metamask juga, ya. Setelah berhasil login, klik menu profil akun dan pilih klik menu unggah NFT.
    3. Pilih file yang akan Anda upload. Adapun format file yang bisa Anda upload antara lain JPG, PNG, GIF, SVG, MP4, WEBM, MP3. WAV, OGG, M4A, X-M4A. 
    4. Tulis judul, serial NFT, dan juga deskripsi.
    5. Setelah berhasil membuat NFT-nya, Anda akan melakukan minting (upload karya di blockchain), nah, pada proses ini pastikan Anda memiliki BNB. 

    Baca juga Cara Minting Karya untuk Dijadikan NFT di TokoMall

    Deretan Musisi yang Sudah Terjun ke Kancah NFT Music

    Berikut beberapa musisi dari dalam negeri dan mancanegara yang sudah mentokenisasi karya musik mereka ke dalam bentuk NFT:

    1. 3LAU 

    NFT music 3LAUProduser dan juga Artis EDM, 3LAU berhasil menjual album “Ultraviolet” dalam bentuk NFT melalui situs lelang miliknya sendiri. Sebenarnya, album tersebut telah dirilis di tahun 2018 silam. Nggak main-main, pada bulan Februari 2021 3LAU berhasil menghasilkan uang sebesar US$ 11,3 juta dalam waktu kurang dari 48 jam! 33 penawar teratas yang berhasil mendapatkan album tersebut akan menerima vinyl NFT edisi khusus, musik yang belum dirilis, hingga lagu limited edition.

    2. Kings of Leon 

    NFT music King of Leon

    Selang sebulan berikutnya, 5 Maret 2021, Kings of Leon yang merupakan band rock legendaris juga merilis albumnya “When You See Yourself” dalam bentuk NFT. Adapun 3 paket token yang mereka tawarkan terdiri dari paket album spesial, paket nonton konser eksklusif, dan paket audio visual eksklusif. Kings of Leon juga merilis golden ticket yang menawarkan pengalaman nonton konser tak terlupakan. Oh iya, golden ticket ini pun menjadi tiket konser pertama yang dijual secara NFT, lho!

    3. Mike Shinoda 

    NFT music by mike shinoda

    Mike Shinoda, vokalis dari Linkin Park bersama rapper Iann Dior dan penyanyi UPSAHL merilis single dan rangkaian klip “Happy Ending” menjadi NFT eksklusif melalui Zora. Setidaknya beberapa karya dari 10 bagian yang dilelang berhasil terjual dengan harga US$6000!

    4. Harlan Boer 

    NFT Music harlan boerSetelah banyak berbicara musisi besar mancanegara, kini saatnya berbicara musisi dalam negeri! Harlan Boer adalah salah satunya. Ia membuat video musik dari lagu “Siapa Saja Merekam Pop” dari album Penembak Bayaran yang dirilis pada 4 September 2021. Nah, video musik yang di-NFT-kan ini tersedia dalam 33 edisi terbatas. 

    Kian masifnya pengadopsian NFT di berbagai industri tak menutup kemungkinan akan semakin bertambahnya musisi yang menjadikan karya musik mereka sebagai NFT music. Tertarik untuk mengetahui seluk beluk NFT lebih dalam ataupun mengoleksi karya seni NFT-nya? Yuk, kunjungi https://mall.tokoscape.com/ sekarang juga! 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sandbox (SAND) Kian Popular Gegara Metaverse?

    Sandbox (SAND) praktis di luar radar bagi sebagian besar trader dan investor kripto, sebelum Facebook memutuskan mengubah namanya menjadi Meta. Bagaimana kekuatan fundamental Sandbox (SAND)? Apakah ini sekadar hype sesaat?

    Per Kamis (25/11/2021) SAND berada di peringkat ke-29 versi Coinmarketcap dan berada di peringkat ke-3 untuk kategori metaverse, di bawah Decentraland (MANA) dan Axie Infinity Shard (AXS). Nilai pasar SAND cukup memukau di kisaran setara Rp105 triliun dengan penguatan 99,7 persen selama sepekan terakhir di harga Rp117 ribu.

    Sandbox (SAND) metaverse
    Kinerja kripto Sandbox (SAND).

    Di hari yang sama harga SAND mencetak rekor tertinggi baru di kisaran Rp121 ribu per SAND. Dalam rentang 30 hari harga terendah adalah Rp10.281.

    Sandbox (SAND) metaverse
    10 kripto teratas untuk kategori metaverse berdasarka versi Coinmarketcap.

    Kenaikan luar biasa ini setara dengan 1110 persen. Setahun lalu harga SAND terkesan tak dianggap, karena masih sangat murah, yakni Rp493.

    Baca jugaPecah Rekor, Sebidang Tanah di Game Axie Infinity Terjual Rp 35 Miliar

    Kripto Sandbox (SAND) Popular Gegara Metaverse?

    Kenaikan harga Sandbox (SAND) dan meningkatnya popularitasnya di pasar kripto dikait-kaitkan dengan istilah metaverse yang sedang naik daun. Ini cukup beralasan karena game yang interaktif plus avatar pengguna adalah satu unsur terpenting di dunia realitas virtual baru ini.

    Produk terpenting dari Sandbox adalah game virtual yang bagi sebagian besar sudah umum dan lazim. Sebab di dunia metaverse usungan ini menggabungkan blockchain, kripto dan NFT (non-fungible token) dalam satu tempat. Ia pun terbuka, membuka bagi siapa saja yang ingin bergabung.

    Di dalam metaverse Sandbox pula penggunaan kripto adalah keharusan sebagai unsur ekonomi. Setidaknya dalam urusan jual beli tanah virtual, avatar premium dan lain sebagainya.

    Salah satu syarat metaverse bermutu lainnya terterapkan di Sandbox. Sebut saja fitur membuat game virtual sendiri, termasuk penyediaan tool keren untuk membuat avatar yang istimewa bagi masing-masing penggunanya.

    Baca jugaAda Shiba Inu (SHIB) di Bandara AS Ini

    Apa Itu Metaverse?

    Metaverse sejatinya adalah perlanjutan istilah dari virtual realitas alias virtual reality di Internet. Wujudnya adalah dunia visual 3 dimensi yang mensimulasikan dunia nyata manusia. Para pengguna dan penghuninya ditampilkan dalam wujud avatar, baik yang identik atau menyerupai wajah aslinya.

    Kendati istilah virtual reality jauh dikenal sejak tahun 1980-an, namun istilah metaverse mulai digunakan cukup popular di novel karya Neal Stephenson, yakni Snow Crash (1992).

    Kemudian pada 30 Oktober 2021, Facebook mengumumkan mengganti nama perusahaan menjadi Meta, sebuah visi bahwa metaverse akan menjadi tema baru teknologi dan bisnis yang menjanjikan.

    Popularitas metaverse juga datang ketika penggunaan piranti lunak rapat daring seperti Zoom meningkat, karena pandemi memaksa kita bersua dalam jarak jauh.

    Untuk sebuah visi, setidaknya di atas kertas, metaverse menjadi istilah yang seksi, apalagi dilekatkan dengan kripto yang punya nada uang dan keuntungan. Metaverse dan kripto sejatinya membangun dunia ekonomi virtual yang baru.

    Bernilai US$1 Triliun Per Tahun

    Besarnya peluang pasar kripto di metaverse, Grayscale memprakirakan nilainya bisa meningkat menjadi US$1 triliun secara tahunan. Karena tema itu masuk kategori Web 3.0, sesungguhnya masih kalah jauh dengan Web 2.0 yang bernilai sekitar US$15 triliun saat ini.

    Metaverse adalah poros penting untuk mempercepat Web 2.0, termasuk kripto yang layak terus diikuti,” sebut Grayscale dalam ulasan khusus mereka pada 25 November 2021.

    Namun, di atas itu semua, jikalau usungan metaverse akan terus mengemuka, itu sekaligus tema persaingan baru, karena akan semakin banyak proyek kripto baru ataupun pemain lama di kelas aset ini masuk ke metaverse.

    Entah itu hype atau bukan, mimpi metaverse ala Meta dan Mark Zuckerberg adalah satu panggung pesta baru yang bisa menyesatkan ataupun sebaliknya. Sinyal waspada dan berhati-hati maksud kami.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pecah Rekor, Sebidang Tanah di Game Axie Infinity Terjual Rp 35 Miliar

    Sebidang tanah virtual dalam game blockchain Axie Infinity terjual dengan harga yang sangat fantastis, yakni di harga 550 ETH atau senilai Rp 35 miliar.

    Tanah virtual yang berada pada kavling real estate Genesis tersebut merupakan salah satu item game yang paling langka dalam ekosistem Axie infinty. Kavling Genesis ini hanya tersedia 220 bidang dari total  90.601 slot tanah dalam permainan tersebut. Siapa yang membelinya? Sayangnya, Axie Infinity tidak mengumumkan hal tersebut.

    Namun, penjualan tersebut merupakan pembelian item game dalam bentuk NFT yang paling besar, setidaknya bagi platform game Axie Infinty.

    Lantas, apa kegunaan sebidang tanah tersebut? Dalam game Axie Infinity, player sangat membutuhkan sebidang tanah untuk memainkan permainan dalam platform tersebut. Permainan tersebut  berlangsung di dunia virtual yang diberi nama Lunacia.

    Baca jugaPWNU Yogya: Aset Kripto Tidak Bertentangan dengan Syariat

    Dalam dunia yang berbentuk kotak persegi berukuran 301 x 301 tersebut dihuni oleh makhluk bernama Axies. Di mana setiap bagian dunia  tersebut mewakili sebidang tanah yang diberi token yang disebut Terra, yang juga dapat dibeli, dijual, atau disewakan oleh pemain lain sesuka hati.

    Setiap player bisa mempertarungkan Axies ke dalam pertempuran satu sama lain untuk mendapatkan  reward cryptocurrency Smooth Love Potion (SLP).  Setiap item dalam game, termasuk sebidang tanah berbentuk NFT.

    Axie Infinity menjadi salah satu game paling populer di kalangan pecinta game berbasis blockchain. Pada kuartal tiga 2021, permainan ini menjadi koleksi NFT paling banyak diperdagangkan, dengan volume perdagangan lebih dari $2,5 miliar.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Merosot 60%, Minat Ritel Semakin Turun

    Salah satu pendiri Axie Infinity Aleksander Leonard Larsen menyebutkan bahwa game tersebut sekarang memiliki sekitar dua juta pemain aktif setiap hari. Yang menarik, dari total pengguna game ini, setengahnya belum pernah menggunakan aplikasi kripto apa pun.

    Axie Infinty pun dinilai sebagai pelopor game metaverse, di samping Decentrland, Alice dan yang lainnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pengertian Mata Uang Kripto, Penjelasan dan Cara Kerjanya

    Selama pandemi COVID-19 yang dimulai sejak Maret 2020, tren investasi mengalami peningkatan yang signifikan. Meski harga saham sempat anjlok, bagi beberapa orang kondisi tersebut justru merupakan momen untuk membeli saham dalam jumlah besar. Akhirnya, investasi pun menjadi tren, tak hanya untuk saham, tapi juga instrumen lainnya seperti emas, reksa dana, hingga kripto.

    Saat ini, mata uang kripto menjadi instrumen investasi yang tengah naik daun. Tidak hanya populer di Indonesia, kripto juga populer di berbagai negara. Mata uang digital ini menawarkan berbagai keuntungan yang akhirnya membuat sebagian besar orang penasaran dan mencoba untuk berinvestasi. 

    Apa Itu Mata Uang Kripto dan Bagaimana Cara Kerjanya? 

    Mata uang kripto adalah jenis mata uang digital yang terpusat pada sebuah jaringan bernama Blockchain. Mata uang ini dijamin oleh kriptografi, yaitu sebuah metode untuk melindungi informasi dan saluran komunikasi dengan menggunakan kode. 

    Mata uang digital ini bisa digunakan untuk bertransaksi secara peer-to-peer tanpa perantara pihak ketiga. Salah satu negara yang sudah sangat akrab dengan kripto adalah Nigeria. Di Nigeria, mata uang kripto bisa digunakan untuk melakukan pembayaran di toko online dengan memanfaatkan smartphone

    Cara kerja mata uang kripto bisa disederhanakan melalui tiga kata kunci, yakni digital, terenkripsi, dan terdesentralisasi. Tidak seperti mata uang konvensional yang dikontrol oleh otoritas sentral, mata uang kripto sepenuhnya dikontrol dan dikelola oleh pengguna melalui internet.

    5 Mata Uang Kripto yang Tren pada November 2021

    Banyak mata uang kripto yang mengalami peningkatan harga setiap tahunnya. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor. Berikut ini beberapa aset kripto yang sedang tren pada November 2021:

    1. Shiba Inu (SHIB)

    Shiba Inu atau SHIB baru dibuat pada pertengahan 2020. Saat ini, memecoin ini begitu viral dan populer di kalangan investor kripto. Shiba Inu berdiri di atas blockchain Ethereum. Meski harganya masih di bawah satu sen, Shiba Inu menunjukkan peningkatan yang signifikan beberapa kali. 

    Dengan harga awal hanya sebesar $0.0000000014, kini SHIB mengalami peningkatan pesat hingga menjadi $0.00007392 saat memasuki bulan November 2021. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya adalah didongkrak dengan cuitan Elon Musk, peluncuran DEX tersendiri bernama ShibaSwap, juga diborong secara besar-besaran oleh whale beberapa waktu lalu.

    2. Dogecoin (DOGE)

    Mata uang kripto satu ini memiliki logo yang sama dengan SHIB, yakni anjing ras Jepang Shiba Inu. Berkat pengusaha nyentrik Elon Musk, Dogecoin (DOGE) menjadi topik yang viral dan menarik banyak sekali investor. Meski berawal dari sebuah candaan pada 2013 lalu, kini Dogecoin menjadi salah satu mata uang kripto yang paling diminati. 

    Tidak seperti kebanyakan kripto lainnya yang memiliki batasan jumlah uang yang dibuat, Dogecoin tidak memiliki hal itu. Dogecoin bebas membuat jumlah uang sebanyak apa pun. Harga Dogecoin (DOGE) pada 2017 hanyalah sebesar $0,0002. Pada November 2021, harganya berhasil meningkat dan berada di $0.3304.

    3. Ether (ETH)

    Jika berbicara soal mata uang kripto, sebagian besar orang pasti sudah mengenal Ether (ETH). Mata uang kripto ini kerap kali menjadi pilihan para investor untuk menanamkan uangnya. Ether menjadi kesukaan para pembuat program karena berfungsi sebagai penggerak blockchain kenamaan Ethereum yang menjanjikan berbagai fitur dan pengembangan, seperti smart contract dan NFT. 

    Selama lima tahun terakhir, Ether menunjukkan perkembangan yang begitu mengagumkan. Harganya meningkat hampir 40.000%, mulai dari $11 menjadi lebih dari $4,800 saat memasuki bulan November. Selain itu, kapitalisasi pasar Ether juga telah mencapai lebih dari $520 miliar.

    4. Cardano (ADA)

    Mata uang kripto satu ini terkenal karena metode validasi bukti kepemilikannya. Metode tersebut dapat mempercepat waktu transaksi serta mengurangi penggunaan energi dan dampak lingkungan. Caranya dengan menghilangkan aspek kompetitif dan pemecahan masalah dari verifikasi transaksi.

    Layaknya ETH yang mendukung Ethereum, ADA juga mendukung platform-nya sendiri, Cardano, yang memiliki smart contract dan aplikasi terdesentralisasi. ADA mengalami peningkatan harga sebesar 10.000% yang tercatat sejak 2017. Harga ADA saat itu adalah $0.02, sedangkan saat memasuki bulan November  2021, harganya meningkat menjadi $2,2786.

    Baca Juga: Simak Penjelasan Lengkap Mengenai Cardano Coin!

    5. Solana (SOL)

    SOL merupakan altcoin yang diluncurkan pada 2020 oleh Solana Foundation. Koin yang satu ini menjadi salah satu primadona trader dan investor karena kenaikannya yang signifikan. Bagaimana tidak, harga SOL pada 17 Februari 2021 berada di angka $8.2226 atau berkisar Rp 117 ribu. Lalu 9 bulan kemudian tepatnya 17 November 2021, SOL berada di level harga $213.79 atau Rp 3 juta! 

    Nah, salah satu penyebab SOL mengalami kenaikan drastis adalah inovasi pada blockchain-nya yang sedang berjalan dan menunjukkan progress positif.

    Itulah beberapa jenis mata uang kripto yang melonjak saat pandemi. Tertarik untuk berinvestasi? Langsung saja memulai investasi melalui Tokocrypto, platform pertukaran mata uang kripto termudah dan teraman. Anda bisa menjual, membeli, dan berinvestasi berbagai jenis mata uang kripto. 

    Tokocrypto juga menyediakan informasi-informasi penting yang bisa menambah wawasan Anda mengenai mata uang kripto. Jangan lupa follow media sosial Instagram dan Twitter Tokocrypto untuk mendapatkan informasi menarik lainnya!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Segala Hal Tentang Yearn Finance yang Harus Anda Tahu

    Proyek ini membuat pengguna tidak perlu membuka beberapa situs DeFi untuk mendapatkan keuntungan. Yearn memecahkan masalah ini dengan mengintegrasikan banyak protokol blockchain yang berbeda. Jadi, Anda hanya perlu mempertaruhkan token sekali dengan Yearn untuk mendapatkan akses ke banyak protokol blockchain yang menghasilkan bunga. Untuk memaksimalkan keuntungan, protokol Yearn akan terus menyesuaikan saat peluang panen hasil bergeser.

    YFII adalah cabang dari YFI yang dibentuk oleh komunitas crypto China. Token YFII merupakan mata uang yang paling digandrungi di ekosistem DeFi China. Token ini sengaja dibuat oleh pemerintah untuk memperkenalkan proposal YIP-8. Namun sayangnya, proposal tersebut gagal lolos. Oleh karena itu, YFII dibuat untuk mengiplementasikan proposal tersebut.

    Dengan kata lain YFII punya 98% kode yang sama dengan YFI, sementara pasokan maksimum YFII dipatok hanya 40.000 token saja. Pada awalnya, YFII sempat dianggap penipuan karena Balancer pernah memasukannya ke daftar hitam. Namun ternyata, kinerja YFII cukup baik dengan all time high senilai $ 6.000.

    YFValue (YFV)

    YFV adalah cabang dari YFII. Tujuannya untuk membuat panen hasil dapat diakses oleh semua pengguna di seluruh dunia. YFV membuat panen hasil lebih inklusif untuk mencapai misi aksesibilitas mereka yaitu “menghadirkan pertanian untuk semua orang”.

    Token YFV memberi pemiliknya hak suara untuk mengontrol pasokan dan sistem rujukan dengan pembakaran dilakukan di dalam blockchain secara otomatis. Pasokan maksimum token YFV adalah 15.750.000.

    Selain itu, YFV juga memiliki ‘asuransi’ dengan tujuan untuk menggunakan perbendaharaan asuransi tim YFV dan dana komunitas untuk melibatkan dan mengintegrasikan protokol asuransi. Contohnya seperti Nexus Mutual, agar mengurangi risiko atas nama semua pemangku kepentingan YFV.

    Yearn Finance Link (YFL)

    YFL adalah versi modifikasi dari YFI. Proyek ini memanfaatkan tata kelola DeFi untuk mencapai hasil yang lebih banyak bagi komunitas Chainlink. Dengan kata lain, tim YFL mengadaptasi YFI untuk digunakan pada LINK, sehingga banyak analis beranggapan YFL adalah penghubung YFI dan LINK.

    Pasokan maksimum YFL dibatasi pada 85.000. YFL juga memiliki 5 kelompok yang berbeda dengan konfigurasi uniknya. Salah satu contoh adalah Anda dapat menyetorkan token LINK dan YFLINK ke dalam pool Balancer, sehingga Anda mendapat token BPT. Selanjutnya, token BPT tersebut dapat dipertaruhkan dengan kumpulan YFLINK. Artinya, Anda bisa mendapatkan YFLINK dari kumpulan YFLINK dan BPT dari kumpulan Balancer.

    Yearn Fuel (YFuel)

    YFuel membuat YFI bisa diakses oleh semua orang, baik oleh whale maupun investor kecil. Fitur uniknya di antara lain berupa hak suara mengontrol tingkat inflasi dari penawaran dan hak memilih sistem rujukan. YFuel juga menerapkan model ekonomi baru dari pembakaran token bernama Grafuel.

    Grafuel membakar 1% dari total pasokan token per bulan setiap tanggal 15, hal ini kemudian akan meningkatkan likuiditas.

    Baca Juga: Mengenal Smart Contract

    Itulah semua tentang proyek Yearn Finance yang perlu Anda ketahui.

    DeFi memang sedang berkembang sangat pesat pada saat ini. Selain Yearn Finance, project DeFi lain yang terkenal di seluruh dunia yaitu MakerDAO, Compound, dan juga Uniswap. Berbeda dengan Indonesia, perkembangan DeFi di Indonesia masih sangat terbatas, terutama untuk project-project lokal.

    Dengan perkembangan DeFi yang baik dapat memicu pertumbuhan pengguna kripto di Indonesia, hal ini juga yang menjadi tujuan dari Tokocrypto. Untuk membangun ekonomi token di Indonesia, dengan cara menghadirkan Toko Token (TKO).

    Toko Token ini akan menjadi project aset token hybrid lokal pertama di Indonesia dengan utilitas mulai dari exchange platform token, CeFi, dan DeFi yang memiliki tujuan untuk memberi kemudahan kepada masyarakat yang belum memiliki akses ke fasilitas layanan perbankan. Yuk cari tau selengkapnya tentang Toko Token dan dapatkan di sini!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fantom Naik 19%, Sentuh Harga Tertinggi dalam Waktu Singkat!

    Fantom adalah platform smart contract dengan kinerja tinggi, memiliki skalabilitas yang baik, dan dirancang sangat aman melindungi privasi.

    Fantom sengaja diciptakan untuk mengatasi keterbatasan platform blockchain generasi sebelumnya.

    Lachesis, mekanisme konsensus aBFT revolusionernya, memungkinkan Fantom menjadi jauh lebih cepat serta berbiaya murah daripada teknologi lama.

    Namun untuk saat ini, Fantom belum memiliki izin, terdesentralisasi, dan open-source.

    Baca jugaBiden Pilih Powell Jadi Ketua The Fed, Bitcoin Bisa Dapat Dukungan

    Pada hari selasa kemarin, tepatnya 23 November, Fantom (FTM) alami kenaikan 19% dan membawanya menembus harga tertinggi sepanjang masa dengan harga $2,444. Sejauh tahun 2021, FTM berhasil naik hingga 13,940%.

    Program Incentive Rewards

    Selain fokus pada pengembangan jaringan, tim dibalik Fantom juga memberikan ‘reward’ kepada penggunanya, dengan mengumumkan sebuah program bertemakan “Incentive Rewards“.

    Lebih khusus lagi, mereka merancang program tersebut dengan menyesuaikan tingkat bonus berdasarkan TVL minimum yang dimiliki pengguna.

    Penyesuaian ini memungkinkan tim untuk mendukung lebih banyak protokol daripada sebelumnya, serta untuk menumbuhkan komunitas dan ekosistem. Sejak pengumuman program tersebut, jaringan telah berkembang secara signifikan.

    Gabungan nilai yang terkunci meningkat pesat, dari yang awalnya $755,25 juta meroket hingga 5,1 miliar kurang dari 3 bulan.

    Jumlah total unique wallet pada jaringan juga telah melewati 1,1 juta, dengan rata-rata 75 ribu pengguna harian.

    Baca jugaPWNU Yogya: Aset Kripto Tidak Bertentangan dengan Syariat

    Apa Kata Analis Crypto Tentang FTM?

    Analis kripto sekaligus influencer yang aktif di Twitter beruser name The Crypto Dog, melihat tanda-tanda bullish untuk FTM dalam waktu dekat.

    Prediksi lebih bullish datang dari analis crypto bernama Alex Krüger. Ia berpikir selama harga BTC tidak alami koreksi besar-besaran, FTM harusnya bisa mengungguli token asli dari blockchain layer-1 tersebut.

    Ada juga pernyataan dari host Coin Bureau, mengatakan kepada lebih dari 1,66 juta subscribernya di YouTube jika FTM memiliki lebih banyak ruang untuk keuntungan di masa depan.

    “Ini karena kapitalisasi pasar Fantom berukuran sedang dan fundamentalnya secara signifikan lebih kuat daripada sebagian besar cryptocurrency yang saat ini mengunggulinya. Selain itu, Tokenomics FTM juga sangat kuat.” Ungkap Guy, sang host.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com