Author: 12

  • PWNU Yogya: Aset Kripto Tidak Bertentangan dengan Syariat

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama  (PWNU) DIY Yogyakarta mengeluarkan pernyataan terkait hukum aset kripto dan blockchain dalam kacamata syariat Islam. Melalui forum Bahtsul Masail tanggal 21 November 2021, PWNU Yogya berpandangan bahwa aset kripto tidak mengandung unsur ketidakjelasan (gharar) dan perjudian (qimar).

    Pandangan ini memberikan perspektif baru di kalangan ulama Indonesia terkait permasalahan aset kripto. Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan PWNU Jawa Timur telah memberikan pandangan dan fatwanya atas aset kripto. Keduanya mengharamkan aset kripto karena dinilai mengandung unsur ketidakjelasan (gharar) serta perjudian (qimar).

    Baca jugaSquare Telah Merilis Whitepaper untuk DEX Bitcoin-nya

    PWNU Yogya berpandangan lain. Dari hasil pembahasan yang melibatkan sejumlah ahli, diantaranya dari ahli blockchain dan kripto, menyatakan bahwa aset kripto diperbolehkan sebagai alat tukar maupun komoditas.

    “Sebagai alat tukar maupun sebagai komoditas, cryptocurrency dibolehkan dalam hukum Islam. Ia memenuhi syarat baik sebagai alat tukar (al-tsaman) maupun sebagai komoditas (al-mutsman) di antaranya; memiliki manfaat (muntafa’), bisa diserahterimakan (maqdur ‘ala taslimih), dan bisa diakses jenis serta sifatnya oleh kedua belah pihak (ma’luman lil ‘aqidain). Hal ini mengecualikan berbagai varian cryptocurrency yang tidak memenuhi beberapa syarat tersebut,” tulis keterangan tertulis PWNU Yogya yang diterima Portalkripto.com

    Forum itu pun menyatakan bahwa sifat fluktuasi dalam pasar kripto merupakan sebuah mekanisme pasar yang wajar. Bahkan, mereka mengatakan bahwa blockchain dan cryptografi yang menjadi fundamental dari aset kripto merupakan infrastruktur teknologi yang lebih aman dan terhindar dari kecurangan.

    Baca  JugaHalal-Haram Aset Kripto, Mu’aawiyah Tucker: Bitcoin itu Seperti Emas

    “Fluktuasi harga mengikuti hukum pasar (supply and demand) yang dibolehkan secara hukum Islam. Dengan teknologi digital blockchain dan cryptography, ia juga memiliki tingkat keamanan yang tinggi, mampu terhindar dari upaya kecurangan dan manipulasi. Cryptocurrency sudah terbukti beroperasi dalam jangka waktu yang lama dan bertahan sampai saat ini,” tulisnya.

    Kendati demikian, PWNU Yogya memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar segera membuat regulasi untuk ekosistem aset kripto baik sebagai alat tukar atau komoditas.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Inilah 10 coin yang bagus untuk investasi 2021

    Semakin banyaknya investor dunia yang memiliki dan investasi aset coin kripto di 2021 terutama masyarakat Indonesia mungkin membuat Anda tertarik juga untuk berinvestasi. Tapi, satu hal yang harus diperhatikan sebelum memulainya adalah Anda harus paham terlebih dahulu aset kripto mana yang akan dipilih. Nah inilah rekomendasi aset kripto di 2021!!

    Yuk, simak selengkapnya.

    Tren Aset Coin Kripto di 2021

    Tahun 2020 merupakan tahun yang bersejarah pada aset kripto, popularitasnya melonjak jauh. Bagaimana tidak? Di saat instrumen investasi lainnya mengalami penurunan karena Pandemi Covid-19, bitcoin sebagai salah satu dari aset kripto mampu memiliki tren harga yang positif. Akhirnya banyak orang yang percaya jika aset kripto merupakan aset safe haven.

    Tahun 2021 pun dimulai dengan tren harga yang positif, seperti contoh bitcoin ataupun ethereum. Kedua aset ini bahkan mampu mencapai ATH nya terbaru di angka US$ 57.000 per btc pada 20 Februari 2021 dan US$ 1.899 per etc pada 18 Februari 2021.

    Tidak hanya kedua koin tersebut saja lho yang diprediksikan akan diminati serta memiliki tren harga yang baik. Namun masih banyak lagi lainnya.

    Rekomendasi Coin yang Bagus Untuk Investasi 2021

    1. Bitcoin (BTC)

    BitcoinMata uang digital yang masih bertengger di posisi pertama tentunya adalah Bitcoin. Bitcoin ini pun sudah menyandang gelar mata uang digital paling populer sejak kemunculannya, lho! Bahkan para pakar aset kripto pun menjulukinya sebagai King of Cryptocurrency. Bukan tanpa sebab, jumlah bitcoin yang sangat terbatas sementara permintaannya yang tinggi menyebabkan harganya melambung tinggi.

    2. Ethereum (ETH)

    Eth coin

    Ethereum menduduki posisi kedua sebagai aset kripto yang punya tingkat likuiditas yang cukup tinggi. Hal ini disebabkan mata uang yang beredar cukup banyak. Sehingga pencairannya lebih mudah dilakukan dibandingkan mata uang digital lainnya.

    Ethereum pun bernasib sama seperti bitcoin. Nilai tukar atau harganya sempat mengalami penurunan pada tahun 2018. Namun, kini ethereum telah bangkit kembali pada 2020.

    3. Doge

    Doge coin

    Dogecoin diluncurkan pertama kali tahun 2013 dan menggunakan teknologi yang berasal dari Litecoin. Pada awalnya doge dijadikan sebagai mata uang lelucon saja.

    Awal tahun 2021, penggemar doge semakin meningkat. Apalagi ditambahnya cuitan twItter dari CEO Tesla, Elon Musk yang membahas doge. Pada awal Januari 2021, harga doge masihlah berkisar puluhan perak. Hanya dalam waktu satu bulan, per 29 Januari 2021 doge berhasil menembus harga Rp 1000.

    4. Binance Coin (BNB)

    BnB coinBNB Coin diluncurkan pada tahun 2017 oleh Changpeng Zhao. Binance coin ini diluncurkan sebagai token ERC-20 yang berjalan di atas jaringan ethereum. Nah sejak peluncurannya, binance memang digunakan pada platform pertukaran mata uang kripto Binance.

    Dengan begitu, Anda dapat menggunakan binance untuk membayar biaya trading di Binance Exchange dan alat pembayaran lainnya yang digunakan beberapa vektor tertentu. Saat ini harga binance sudah mencapai lebih US$ 588, lho!

    5. Toko Token (TKO)

    TKO token

    Token yang baru diluncurkan pada awal April 2021 ini mendapatkan antusiasme yang cukup besar dari masyarakat, Token besutan Tokocrypto yang memiliki model token hybrid antara token DeFi dan CeFi ini merupakan proyek aset kripto lokal pertama yang diluncurkan. 

    TKO yang didukung langsung oleh Tokocrypto, Binance, serta ahli finansial dan blockchain percaya bahwa TKO akan meroket nantinya. Hal ini didukung juga dengan fundamental TKO sebagai token DeFi yang mumpuni dengan fitur-fitur yang terus bertambah.

    6. Ripple (XRP)

    XRP coinRipple memiliki jaringan layangan pembayaran seperti bank maupun bisnis layanan keuangan lainnya yang dikembangkan bernama RippleNet. Nah, ripple ini memang dirancang sebagai sistem pembayaran sehari-hari.

    Ripple sendiri memiliki perbedaan dengan bitcoin dan ethereum. Ripple tidak menggunakan blockchain, sedangkan kedua koin tersebut menggunakannya.

    7. Litecoin (LTC)

    LTC coin

    Karena memiliki tingkat likuiditas tinggi serta pangsa pasar yang besar, litecoin kerap disebut sebagai mata uang digital terbaik. Mata uang digital ini bisa disejajarkan dengan BTC dan ETH. Untuk saat ini, litecoin yang berada bebas di market berjumlah 84 juta ltc.

    Litecoin ini sangat layak dimiliki karena memiliki beberapa keunggulan. Salah satunya adalah proses mining yang cepat dan hanya membutuhkan waktu sekitar 2 menit. Tak heran jika para investor lebih melirik LTC dibandingkan mata uang digital yang lain.

    8. Tron (TRX)

    TRX coin

    Tron merupakan platform terdesentralisasi berbasis blockchain, tron sendiri menggunakan jaringan aset kripto nya sendiri yang disebut Tron (TRX). Nah tron sendiri memiliki tujuan untuk membangun sistem hiburan konten digital global gratis dengan teknologi penyimpanan yang terdistribusi, dan memberikan biaya untuk berbagi konten digital. 

    Tron yang digadang-gadangkan sebagai alat bayar akses premium ini diprediksi akan semakin banyak digunakan di masa mendatang. Itu semua karena sudah banyak orang yang mau membayar akses konten-konten premium.

    9. Basic Attention Token (BAT)

    BAT coinBAT dikembangkan oleh perusahaan bernama Brave Browser. Cara kerjanya adalah dengan memberikan bonus atau tip yang diberikan kepada content creator.

    Nah, tip yang akan didapatkan oleh content creator ini bergantung kepada sedikit atau banyaknya informasi yang mereka berikan.

    Nah, itulah rekomendasi coin yang bagus untuk investasi di tahun 2021 ini. Jika Anda tertarik untuk berinvestasi setelah melihat rekomendasi aset kripto tersebut, yuk daftarkan diri Anda sekarang di Tokocrypto!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mengenal Shiba Inu, Token Pengganti Dogecoin?

    Akhir-akhir ini terdapat satu token yang dikabarkan akan menggantikan Dogecoin (DOGE) akibat kemiripannya.

    Token ini naik lebih dari 1.000% hanya dalam dua hari yang membuat perhatian tertuju padanya dalam beberapa hari terakhir.

    Mengenal Shiba Inu Token

    Shiba Inu Token yang dimaksud adalah Shiba Inu (SHIB) yang menarik perhatian akibat kemiripannya dengan crypto terkenal di media sosial, DOGE.

    Shiba Inu bergerak pada Blockchain Ethereum, yang menurut pendirinya, dipilih karena Ethereum memiliki kesamaan dengan tujuan Shiba Inu.

    Ia merasa bahwa Ethereum memiliki tujuan nyata dan tidak berlebihan untuk tujuan akhir memberikan jasa terbaik untuk pengguna. Ia menyatakan,

    “Ethereum jelas karena tidak basa-basi dan memiliki tujuan yang jelas, sama seperti Shiba Inu. Kami juga mengirim 50% persediaan SHIB kepada Vitalik Buterin. Tujuannya untuk menjaga keamanan, selama dia tidak merugikan kita, proyek Shiba Inu akan aman.”

    Token Shiba Inu sendiri masih relatif baru akibat masih dalam proses uji coba dan masih dalam proses audit.

    Baca Juga: Prospek dan Masa Depan Dogecoin! Inflasi Setiap Tahun

    Tujuan utama Shiba Inu di dunia crypto adalah muncul sebagai salah satu bursa terdesentralisasi atau DeX, dengan nama SHIBASWAP.

    DeX yang diciptakan memiliki rencana untuk menjadi bursa terdesentralisasi yang kendalinya dimiliki oleh komunitas dan juga memiliki biaya yang rendah.

    Sama seperti DOGE, SHIB sendiri juga bergantung pada komunitasnya akibat pendirinya menyatakan,

    “Kita adalah proyek yang menguji coba keberadaan komunitas dalam keberlangsungan sebuah proyek. Jadi semua hal yang terjadi memiliki peran penting dari komunitas.”

    Selain itu SHIB juga bergerak sebagai sebuah wadah untuk pertukaran Non Fungible Token (NFT) yang fokus pada seniman terkait tipe anjing Shiba Inu.

    Terakhir, SHIB juga memiliki tujuan akhir untuk mendonasikan keuntungan kepada yayasan penyelamat anjing Shiba Inu di dunia yang terdampak kekerasan atau penelantaran.

    Alasan Naik Lebih dari 1.000%

    Melihat adanya kegunaan yang cukup penting di dunia crypto dengan kondisi saat ini dan adanya tujuan sosial, SHIB memiliki keberadaan yang cukup penting.

    Selain itu, dengan namanya yang sama dengan logo DOGE, mayoritas investor dan trader menganggap bahwa token ini memiliki keterikatan dengan Dogecoin.

    Salah satu hal yang terlihat adalah anggapan adanya keterikatan Dogecoin dan Shiba Inu melalui Elon Musk, yang selama ini menjadi pendukung DOGE.

    Saat keterikatan itu dianggap ada, harga SHIB mengalami apresiasi yang cukup signifikan, akibat dianggap juga didukung oleh Elon Musk.

    Baca Juga: Dogecoin (DOGE) Literally To The Moon!

    Anggapan tersebut muncul secara signifikan setelah cuitan Elon Musk di Twitter yang dianggap pasar crypto mendukung Token Shiba Inu.

    Walau sebelumnya SHIB juga mengalami apresiasi, cuitan tersebut mendorong harganya naik sekitar 1.000% lebih hanya dalam dua hari.

    Walau tidak ada yang mengetahui apakah Elon Musk mendukung Shiba Inu atau hanya benar mencari Anjing Jenis Shiba Inu, pasar crypto menganggapnya sebagai dorongan positif.

    Hal tersebut terlihat pada  7 Mei 2021, saat harga SHIB naik sekitar 1.050% setelah cuitan Elon Musk tersebut beredar.

    Saat ini harga SHIB sedang terkoreksi namun tidak jatuh secara signifikan yang menandakan adanya investor yang memilih untuk menyimpan SHIB.

    Walau secara fundamental terlihat jelas dan menarik, ada baiknya sebelum membeli, investor dapat membaca penjelasan melalui whitepaper di sini.

    Perlu diingat kembali bahwa artikel ini hanya bersifat edukasi serta penjelasan dan bukan ajakan atau saran untuk investasi atau trading di Token Shiba Inu.

    Seluruh risiko ditanggung oleh individu masing-masing sehingga perlu melakukan analisis terlebih dahulu jika ingin membeli token ini.

    Disclaimer

    Perdagangan Digital Asset (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi, ketahui dan kelola risiko Anda dalam melakukan perdagangan Digital Asset. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa pengguna untuk membeli atau menjual Digital Asset, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Semua keputusan perdagangan Digital Asset merupakan keputusan independen oleh pengguna.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terungkap, Mengapa Harga Bitcoin Turun, Begini Analisanya!

    Bitcoin (BTC) akhirnya menentukan upaya trend dengan menembus ke bawah level $ 9.000, setelah berminggu-minggu bergerak dalam pola Sideways. BTC telah bergerak dibawah level ini dalam pertukaran spot, maupun pertukaran margin di BitMEX.

    Analisa Penurunan Bitcoin

    Skew.com melaporkan bahwa order Long senilai lebih dari $ 20 juta pada BitMEX saja telah dilikuidasi dalam pergerakan crash ini, melanjutkan sebuah likuidasi dengan nilai serupa  setelah sebelumnya terjatuh dari level $ 9.400 ke level $ 9.000.

    Pada saat pers, harga Bitcoin berada di Rp 131 juta di pialang Indodax dan $8974 di BitMEX.

    BitMEX Grafik, penurunan bitcoin

    Secara korelasi, crash pada Bitcoin ini telah menyebabkan harga Bitcoin turun hal serupa mempengaruhi pasar derivatif BitMEX Ethereum (ETH), yang mengalami likuidasi senilai $ 1 juta.

    Jatuhnya harga pada kedua aset crypto ini dan pengurangan likuidasinya yang besar, memberikan gambaran tentang adanya kemungkinan terjadi hal serupa terhadap pasar mata uang crypto lainnya.

    Seorang analis mengatakan bahwa pelemahan ini bisa menjadi awal dari penurunan yang lebih besar!

    Josh Rager, seorang analis cryptocurrency terkenal di Twitter, men-Tweet bahwa Bitcoin yang menembus $ 9.100 akan mengarah ke $ 8.900 dan $ 8.500.

    Jika analisis Rager masih akan bekerja, tujuan penurunan berikutnya adalah ke level $ 8.500 yang kemungkinan akan terjadi dalam beberapa jam atau hari mendatang.

    Baca Juga: Ulasan Bityard: Tempat Trading Kontrak Uang Kripto Termudah

    Rager mengatakan:

    “Kisaran BTC sudah jelas. Support saat ini yang telah bertahan selama tiga minggu terakhir adalah Perincian kisaran menengah di sini dan harga cenderung melihat $ 8.900 diikuti oleh kisaran bawah $ 8.500.”

    Dia juga menambahkan untuk tidak melakukan trading pada hari ini di Twitternya.

    Menurut analis lainnya, Willy Woo (mempunyai 132k followers), BTC masih berada di zona akumulasi, sebuah petanda yang bagus karena semakin lama zona ini, semakin tinggi harga akan melambung.

    Sebagai seorang on-chain analis, dia juga membuat model baru. Di model tersebut, dia mengatakan bahwa Bitcoin seharusnya sudah di trend bullish jika tidak ada pandemik Covid-19.

    Dan, model baru ini menunjukkan bahwa masih ada beberapa bulan untuk BTC masuk ke zona Bull.

    Cole Garner, seorang pro-BTC, men-Tweet bahwa langkah besar yang akan terjadi untuk BTC adalah TURUN.

    Alasannya adalah penambang mengirim BTC mereka ke pialang (sangat mungkin dijual untuk menutup ongkos penambangan) dan kebanyakan trader juga memilih untuk mengambil posisi short dan sudah terjadi dalam bebera minggu terakhir.

    Baca Juga: Pakar Investasi: Harga Bitcoin Akan Jadi Nol





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Square Telah Merilis Whitepaper untuk DEX Bitcoin-nya

    Dukungan kuat untuk Bitcoin (BTC) dari Jack Dorsey semakin tampak dengan akan dihadirkankannya bursa terdesentralisasi (DEX) untuk kripto utama ini melalui Square.

    Alih-alih hanya memungkinkan orang-orang untuk membeli BTC di Cash App besutan Square. Dorsey memiliki ide yang lebih luas berupa bursa DEX tersebut.

    Baca jugaHillary Clinton: Kripto Dapat Mengancam Dolar

    Whitepaper untuk DEX dari Square Telah Hadir

    Ide DEX ini kali pertama datang pada bulan Juli lalu memalui divisi TBS Square, yang saat ini telah merilis whitepaper untuk tbDEX.

    Whitepaper tersebut mengklaim bahwa tbDEX adalah protokol untuk menemukan likuiditas dan bertukar aset (seperti Bitcoin, uang fiat, atau barang dunia nyata)” dengan aman tanpa perlu mengungkap identitas.

    Selain itu, protokol ini juga berlaku di sekitar perantara keuangan dan penjaga gerbang lainnya (seperti bursa terpusat) yang menjaga perbatasan antara mata uang fiat dan digital.

    Meskipun konsep utama dari tbDEX adalah untuk Bitcoin. Tetapi sepertinya itu tidak dibangun di atas blockchain Bitcoin. Itu karena di mana protokol tersebut berjalan masih belum dinyatakan dengan jelas di whitepaper-nya.

    Jika ada pertanyaan, mengapa tbDEX tidak dibangun di atas jaringan Ethereum seperti DEX kebanyakan? Itu karena Dorsey adalah seorang pecinta Bitcoin sejati.

    Dia telah berulang kali tidak menunjukkan minat pada Ethereum dan aset kripto lainnya. Hanya dan tetap Bitcoin saja yang ada di hatinya.

    Baca jugaFundamental Avalanche, Pesaing Ethereum dalam Biaya Gas dan Kecepatan

    “Apa pun yang dapat dilakukan perusahaan saya untuk membuatnya dapat diakses oleh semua orang adalah bagaimana saya akan menghabiskan sisa hidup saya. Jika saya tidak di Square atau Twitter, saya akan mengerjakan Bitcoin. Jika itu membutuhkan lebih banyak bantuan daripada Square atau Twitter, saya akan meninggalkan mereka untuk Bitcoin,” ujar Dorsey, dilansir dari Decrypt, Sabtu (20/11/2021).

    Sekadar informasi, Square saat ini telah menjadi bagian dari revolusi pembayaran peer-to-peer (P2P) untuk mempermudah seseorang mengirim uang tunai dari rekening bank atau vendor lain untuk menerima pembayaran kartu kredit.

    Dan tentu saja, kehadiran tbDEX akan semakin melengkapi layanan dari Square, terutama untuk menghubungkannya dengan dunia kripto. Kemungkinan, ini akan semakin besar dan menarik.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Fundamental Avalanche, Pesaing Ethereum dalam Biaya Gas dan Kecepatan

    Avalanche (AVAX) terus menunjukan performa positif di bulan November 2021. Token nativ dari blockchain Avalanche ini naik lebih dari 100% dalam tiga pekan terakhir. Di akhir bulan Oktober, AVAX diperdagangkan di harga $69, dan pada perdagangan hari ini  AVAX berada di level $130.

    Kenaikan harga AVAX ini menunjukan bahwa performa jaringan blockchain Avalanche mulai diperhitungkan. Blockchain ini dinilai memiliki kecepatan tinggi dengan biaya gas yang murah. Banyak analis menilai, Avalanche merupakan pesaing dari Ethereum.

    Performa AVAX di tiga pekan terakhir membuat token ini hampir masuk dalam jajaran 10 besar aet kripto berkapitalisasi pasar terbesar. Token ini sekarang bernilai $134,74 dan memiliki kapitalisasi pasar $30,19 miliar. AVAX telah menginjak harga tertinggi sepanjang masa di level $146,22.

    Baca jugaSi Kembar Winklevoss Mengumpulkan Pendanaan Ratusan Juta Dolar untuk Metaverse

    Fundamental Avalanche

    Avalanche bertujuan untuk menggeser Ethereum sebagai blockchain yang memiliki keunggulan dalam hal smart contract.  Blockchain ini memiliki output transaksi yang lebih tinggi hingga 6.500 transaksi per detik tanpa mengorbankan skalabilitas.

    Baca jugaPemulihan Pasar! Berikut Analisis Harga ADA, COTI, ICP

    Adapun, jaringan Avalanche terdiri dari tiga blockchain individu: X-Chain, C-Chain dan P-Chain. Setiap rantai memiliki tujuan yang berbeda, yang sangat berbeda dari pendekatan yang digunakan Bitcoin dan Ethereum, yaitu membuat semua node memvalidasi semua transaksi. Blockchain ini menggunakan mekanisme konsensus yang berbeda berdasarkan kasus penggunaannya.

    Bisakah Menggeser Ethereum?

    Kenaikan harga AVAX ini tak lepas dari cuitan CEO perusahaan manajemen investasi asal Singapura Three Arrows Capital, Zhu Su,. Ia  mentweet bahwa dirinya telah meninggalkan Ethereum meskipun sebelumnya ia merupakan pendukung dari jaringan tersebut.

    Meskipun demikian, pernyataan Zhu Su itu nampak bias, karena perusahaanya Three Arrows telah banyak berinvestasi di Avalanche. Bersama dengan Polychain Capital, Three Arrows memimpin putaran pendanaan senilai $230 juta di Avalanche pada bulan September.

    “Ethereum telah meninggalkan penggunanya meskipun mendukung mereka di masa lalu. Gagasan duduk-duduk sambil menyentak menonton pembakaran dan meramu tes kemurnian, sementara tidak ada pendatang baru yang mampu membeli rantai, itu menjijikkan, ” tweetnya hari ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Si Kembar Winklevoss Mengumpulkan Pendanaan Ratusan Juta Dolar untuk Metaverse

    Demam metaverse terus melanda pasar dengan sangat luas, hingga menarik banyak sekali pihak berpengaruh di industri crypto, yang diawali dengan langkah Facebook yang memutuskan untuk memasuki sektor ini, dengan mengganti nama menjadi Meta.

    Belum lama ini, pertukaran crypto Gemini, yang didirikan oleh si kembar Winklevoss yang terkenal, telah mengumpulkan $400 juta pendanaan karena berjanji untuk membangun pengalaman metaverse alternatif untuk Meta.

    Putaran pendanaan yang dipimpin oleh Morgan Creek Digital dan partisipasi investasi lainnya telah membawa penilaian platform crypto menjadi $ 7,1 miliar.

    Sebagai mantan pendiri, usaha ini menempatkan saudara-saudara, Tyler dan Cameron, di jalur tabrakan antara mereka dan perusahaan yang terasing.

    Baca jugaInvestor Gen Z Meyakini Aset Kripto Bisa Menjadikan Mereka Milyarder

    Michael del Castillo dalam sebuah wawancara dengan Forbes mengatakan:

    “Ada dua jalur paralel ini, dalam hal teknologi saat ini. Ada jalur terpusat, seperti Facebook atau Fortnite, yang selangkah lagi menjadi metaverse, dan itu baik-baik saja. Tapi ada jalan lain, yaitu metaverse terdesentralisasi dan itu adalah metaverse di mana kami percaya ada pilihan, kemandirian, dan peluang yang lebih besar, dan ada teknologi yang melindungi hak dan martabat individu, Cameron Winklevoss, salah satu pendiri Gemini.”

    Dalam wawancara dengan Forbes, Tyler Winklevoss mengungkapkan bahwa Gemini telah membeli sebidang tanah virtual untuk membuat beberapa lokasi untuk operasinya. Ia mengatakan:

    “Alih-alih membangun cabang bank bata-dan-mortir di ruang nyata. Kami akan membangun pengalaman Gemini di berbagai metaverse, di mana Anda bisa masuk ke Gemini dan berdagang, tetapi itu akan lebih mendalam daripada di ponsel Anda.”

    Baca jugaMiliarder Ini Memilih untuk Meninggalkan Ethereum, Kenapa?

    Gemini memiliki daya tarik untuk menjual visinya yang terdesentralisasi. Perusahaan ini dilisensikan di bawah beberapa yurisdiksi untuk beroperasi sebagai pertukaran crypto dan penyedia layanan keuangan. Di sisi lain, Meta, platform terpusat, telah menghadapi banyak tuduhan praktik tidak etis yang berpusat pada pelanggaran privasi.

    Versi Gemini dari mimpi metaverse adalah narasi yang lebih menarik yang menjanjikan otonomi kepada penggunanya dalam platform terdesentralisasi.

    Hanya waktu yang akan memberi tahu versi mana yang akan keluar paling atas. Satu-satunya hal yang pasti sekarang adalah bahwa tema metaverse sedang membangun narasi investasi yang sangat menarik bagi komunitas investasi dengan besarnya dan potensinya.

    Platform terpusat seperti Meta akan lebih sulit bersaing dengan platform terdesentralisasi, terutama ketika mereka terus salah mengelola dan menyalahgunakan data pengguna. Apakah itu akan memaafkan pelanggaran privasi masa lalunya yang kotak-kotak? Si Kembar Winklevoss benar-benar berharap demikian.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Investor Gen Z Meyakini Aset Kripto Bisa Menjadikan Mereka Milyarder

    Investor generasi muda, atau biasa disebut Gen Z. Punya bobot pandangan tersendiri terhadap aset kripto yang mereka lihat lebih mampu memberikan jalan bagi mereka untuk menjadi seorang milyarder.

    Tentu saja, uang stimulus yang terus dialirkan dan upaya-upaya pencegahan keruntuhan ekonomi serta bangkitnya pasar keuangan AS di masa pandemi telah menjadi pijakan yang kuat untuk mewujudkan impian para investor yang cermat.

    Baca jugaTiga Aset Kripto Panas Di Sektor Metaverse

    Gen Z Ingin Menjadi Kaya dari Aset Kripto 

    Menariknya, para investor Gen Z yang notabene lebih melek teknologi dan menerima hal-hal baru ini tidak berminat untuk menjadi seorang milyarder di sektor keuangan tradisional nan besar, yakni pasar saham, seperti Warren Buffett.

    Sekadar informasi, Warren Buffett adalah salah satu investor saham paling sukses yang mampu menjaga kekayaannya tetap tumbuh secara konsisten selama berpuluh-puluh tahun.

    Warren pun telah menjadi contoh hidup bagi jutaan orang di dunia untuk meraih kekayaan di pasar saham dengan menerapkan metode investasi nilai (value investing) yang memakan banyak waktu.

    Dengan gairah masa muda, Gen Z tentu tidak tertarik untuk menjadi kaya perlahan dengan gaya Warren Buffett. Melainkan, mereka mungkin lebih ingin seperti seorang Erik Finman.

    Sekadar informasi, Erik Finman adalah salah satu investor kripto muda pertama yang berinvestasi dengan nilai besar di aset kripto, yakni Bitcoin (BTC).

    Pada tahun 2011 silam, Erik muda telah berinvestasi menggunakan uang sebesar US$1.000 ke Bitcoin. Dan saat ini, nilai BTC yang ia miliki diperkirakan telah mencapai jutaan dolar AS dan menjadikannya seorang milyarder kripto muda nan sukses.

    Selain Erik, ada beberapa investor kripto muda yang juga berhasil meraih kekayaan di industri baru ini. Kisah mereka tentu sangat menggiurkan.

    Investor-investor muda seperti Erik dan lainnya inilah yang menjadi inspirasi baru para Gen Z untuk juga bermimpi menjadi milyarder dari kripto.

    Baca jugaAvalanche (AVAX) Meroket, Salip SHIB

    Apakah Masih Ada Peluang?

    Melirik sejarah pergerakan beberapa harga kripto di sepanjang tahun 2021 ini. Peluang untuk menjadi kaya dari aset kripto kemungkinan masih ada.

    Tentu saja, kita masih belum lupa tentang harga dari token Dogecoin (DOGE) dan Shiba Inu (SHIB) yang melesat hebat hingga ribuan persen hanya dalam hitungan minggu.

    Tentu saja, kami meyakini sudah ada investor-investor kaya baru yang tercipta dari kenaikan kedua token tersebut. Itu adalah beberapa contoh betapa fantastisnya hasil dari berinvestasi di kripto yang tepat.

    Namun, saat ini investor Gen Z harus lebih cermat dalam memilih aset kripto mana yang berpotensi melonjak hebat seperti kedua contoh di atas.

    Mengapa? Itu karena kapitalisasi pasar kripto-kripto utama sudah sangat besar dibandingkan beberapa tahun lalu.

    Oleh karenanya, investor lebih membutuhkan upaya ekstra untuk menemukan aset kripto potensial yang kemungkinan dapat melesat hingga ribuan persen, atau minimal ratusan persen.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tiga Aset Kripto Panas Di Sektor Metaverse

    Metaverse menjadi terkenal setelah Facebook mengumumkan nama baru Meta. Di industri kripto, metaverse pun digandrungi oleh pelaku pasar. Tiga aset kripto yang panas di sektor meroket ini adalah Decentraland (MANA), Sandbox (SAND), dan pendatang baru Jedstar (KRED).

    Berbeda dengan Meta, metaverse di kripto dibangun secara desentralistik sehingga tidak dikuasai satu pihak manapun. Telah banyak dana yang memasuki sektor ini dengan tujuan ikut serta dalam pengaturan yang terjadi di metaverse.

    Apa Itu Metaverse?

    Metaverse popular sebab peserta dapat menjadi siapa saja dan melakukan apa saja di alam virtual. Ada beragam kemungkinan, dan perusahaan seperti Facebook melihat hal ini sebagai peluang evolusi interaksi sosial di tahun-tahun mendatang.

    Baca jugaMiramax Gugat Quentin Tarantino Atas Penjualan NFT Film Pulp Fiction

    Proyek kripto metaverse memungkinkan pengguna menentukan perkembangan dunia virtual. Dengan teknologi blockchain, hal ini akan memberikan kekuasaan di tangan pengguna.

    Berikut adalah tiga proyek kripto metaverse yang sedang naik daun.

    Pertama, Decentraland (MANA) adalah proyek metaverse yang telah lama berdiri dan merupakan platform dunia virtual yang menggabungkan aspek sosial dengan teknologi blockchain.

    Aset kripto MANA digunakan dalam ekonomi Decentraland baik di dalam platform tersebut maupun di dunia asli, sehingga dapat menjadi sumber penghasilan bagi pengguna.

    Pengguna dapat meraih MANA dengan membeli dan menjual lahan virtual yang dilelang. Selain itu, pengguna dapat berdagang produk NFT melalui marketplace di dalam Decentraland.

    Kedua, Sandbox (SAND) proyek yang mirip Decentraland yaitu dunia virtual dimana pengguna bisa membeli dan menjual produk serta lahan untuk meraih pendapatan.

    Sandbox memiliki mitra dan sponsor yang mendorong interaksi pengguna, seperti tokoh musik Snoop Dogg dan Deadmau5. Kapitalisasi pasar SAND berada di bawah MANA sehingga proyek tersebut memiliki peluang pertumbuhan yang besar.

    Ketiga, Jedstar Deco (KRED) adalah proyek pendatang baru yang menggabungkan DeFi dan gaming untuk menjembatani jurang antara kripto dengan sektor keuangan tradisional

    Baca jugaDemo Lagu Penyanyi Lawas Whitney Houston Jadi NFT

    Token KRED dipakai di dalam permainan kartu kolektibel dan game multiplayer daring serta marketplace NFT. KRED direncanakan dapat dibeli dengan mudah melalui jalur pembayaran tradisional yang dipakai sehari-hari.

    Jedstar telah mengumumkan kemitraan dengan Chainlink (LINK), FRAG games dan lainnya. Tim ini melihat adopsi aset kripto akan datang dan sektor gaming akan menjadi pasar yang besar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Demo Lagu Penyanyi Lawas Whitney Houston Jadi NFT

    Warisan penyanyi lawas Whitney Houston mendapat kehormatan melalui debut koleksi NFT dari OneOf, platform NFT musik yang ramah lingkungan besutan produser musik Quincy Jones.

    Koleksi ini mencakup rekaman lagu yang belum pernah didengar sebelumnya yang direkam ketika Houston berusia 17 tahun.

    Demo rekaman tersebut akan dilelang pada bulan Desember dengan rincian yang diumumkan pada acara Pekan Seni Miami. OneOf akan menjadi tuan rumah bagi pagelaran dua hari yang mencakup seni, musik dan pengalaman NFT.

    Baca jugaShiba Inu (SHIB) Bakal Hadir di Bioskop Ternama di AS Ini

    Pemenang lelang akan mendapat akses rekaman melalui brankas OneOf termasuk video digital yang diciptakan oleh artis pendatang baru Diana Sinclair. Artis 17 tahun itu terpilih dalam daftar 50 orang paling berpengaruh di dunia NFT versi majalah Fortune.

    Sebagai NFT pertama di seri OneOf Iconic yang akan diungkap di OneOf.world saat Pekan Seni Miami, koleksi NFT Whitney Houston itu terdiri dari ribuan NFT dengan harga tetap yang murah.

    Tingkat Gold dan Platinum berisi arsip foto yang jarang terlihat dari awal karir Houston, dirancang dengan animasi yang hidup dan berwarna.

    Bagi tingkat Diamond, seni visual Sinclair akan berbasis lagu dan video musik bagi “The Greatest Love of All” dan “I Will Always Love You”, dua karya Houston yang paling populer.

    Menanggapi perilisan itu, Sinclair berkata, “Saya menghabiskan banyak waktu mendengarkan musik yang dinyanyikan Whitney dan juga visual terkait.”

    Sinclair menambahkan, ia melihat tema umum dari foto dan video musik Houston, yaitu tentang pemberdayaan wanita. Salah satu contoh favorit Sinclair terlihat dalam video musik “I’m Every Woman.”

    Baca juga4 Cara Menghasilkan dari Kripto Selain Trading

    Ia merasa diberdayakan dengan penggambaran positif wanita berkulit hitam dalam media serta kasih sayang ibu seperti dalam lagu “Greatest Love of All.”

    Pelaksana perwakilan Whitney Houston, Pat Houston, merasa senang melihat warisan Whitney meluas ke teknologi baru di era teknologi blockchain.

    Penggemar yang tertarik menjadi kolektor seri NFT ini dapat mendaftar untuk menjadi peserta lelang. Pra penjualan tingkat Gold sebanyak 300 token sedang berlangsung dengan harga US$17. Penjualan utama bagi tingkat Platinum, Diamond dan Gold akan dimulai pada 30 November.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com