Author: 12

  • Pertama Kali Sejak Mei 2021, Bitcoin Kembali Sentuh $50.000

    Akhirnya setelah mengalami bulan-bulan penurunan, raja aset kripto yakni Bitcoin kembali menunjukkan keperkasaannya. Hari ini Bitcoin sentuh harga $50.000 pertama kali sejak Mei 2021, seperti yang kita ketahui di beberapa bulan ke belakang harga BTC merosot lumayan bahkan bahkan sempat terjun ke kisaran $29.000 pada akhir Juni.

    Dengan kenaikan ini harga Bitcoin telah naik lebih dari 72% sejak alami penurunan. Kenaikan harga ini pun merupakan angin segar bagi para trader yang telah melakukan hold aset kripto meskipun harganya sempat turun beberapa waktu lalu.

    Harga Bitcoin (BTC) dilansir dari Cointelegraph kembali ofensif pada Minggu malam, menyentuh $50.000 untuk pertama kalinya sejak Mei dan menandakan bahwa pasar bull dengan cepat mendekati gelombang kedua.

    Baca Juga: Amazon Dorong Harga Bitcoin Naik! Sentimen Positif Lanjutan Setelah The B Word

    Harga BTC memuncak pada $50.270,00 di Bitstamp, setelah naik 3% pada hari itu, menurut Cointelegraph Markets Pro. Cryptocurrency terbesar memiliki total kapitalisasi pasar sebesar $943 miliar. Di Binance harga Bitcoin pun sudah menyentuh $50,220 pukul 11.16 WIB atau setara dengan 724 juta Rupiah.

    Metrik on-chain baru-baru ini menunjukkan bahwa pemerasan pasokan mungkin sudah dekat, dengan pemegang dan institusi jangka panjang memperkuat kepemilikan BTC ketika harga sedang turun. Serangkaian posisi terendah yang lebih tinggi dan sinyal penutupan harian yang positif telah membawa momentum untuk BTC sejak diperdagangkan di kisaran rendah $30.000.

    Bitcoin Naik, Indeks Fear and Greed Berubah

    Sementara itu, Indeks fear and greed Bitcoin, yang didasarkan pada analisis sentimen multifaktorial, telah berubah dari “extreme fear” menjadi “extreme greed ” dalam waktu kurang dari sebulan.

    Pasar cryptocurrency tampaknya telah berubah arah bulan ini, dengan kapitalisasi crypto gabungan saat ini berkisar sekitar $ 2,2 triliun, menurut Coingecko. Sebaliknya, kaplitasasi crypto gabungan turun di bawah $1,3 triliun selama kedalaman aksi pasar bearish bulan Juli.

    Baca Juga: Tertarik Menambang Bitcoin? Yuk, Pahami Caranya!

    Selain Bitcoin, banyak altcoin telah melonjak, beberapa di antaranya adalah Cardano (ADA), Polkadot (DOT) dan Solana (SOL) semuanya mencatatkan keuntungan dua digit untuk minggu ini.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Berikut Penyebab Bitcoin Koreksi 20% Dalam Satu Hari

    Pasar crypto mengalami koreksi yang signifikan sekitar 20% hanya dalam satu hari. Koreksi ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB untuk Bitcoin, yang pada akhirnya ikut menarik mayoritas Altcoins turun sekitar 30%.

    Banyak investor yang terkejut dan kebingungan karena penyebab penurunan masih belum pasti. Berikut ini adalah analisis mengapa Bitcoin koreksi dan bagaimana potensi pergerakan Bitcoin selanjutnya.

    Baca Juga: Oxygen for Indonesia Kumpulkan Donasi Sebesar 61 Miliar Rupiah

    Penyebab Bitcoin Koreksi 20% Satu Hari

    Dari kabar yang beredar, koreksi yang terjadi ini adalah tekanan jual dari mayoritas investor besar atau whale dan juga para penambang. Hal ini disebabkan karena El Salvador dikabarkan yang melakukan pembelian Bitcoin kemarin.

    Data Penjualan Miners

    Data menunjukkan bahwa mayoritas penambang melakukan penjualan Bitcoin setelah El Salvador mengumumkan pembeliannya.

    Kemudian, data ini juga terlihat selaras dengan data dari exchange inflow atau data Bitcoin yang masuk ke bursa untuk dijual.

    Data Bitcoin Masuk ke Bursa

    Kabar dari El Salvador ini pun menjadi kesempatan bagi mayoritas investor besar atau whale terlihat mengambil keuntungan dengan menjual di bursa.

    Meski terjadi penurunan, El Salvador menjadikan ini kesempatan dan kembali membeli Bitcoin. Saat ini jumlah Bitcoin milik negara tersebut berjumlah 550 Bitcoin.

    Penyebab koreksi lain yang dikaitkan dengan International Monetary Fund dan beberapa pihak lain yang mengkritik pembelian Bitcoin oleh El Salvador.

    Selain itu, terdapat sentimen negatif lain dari salah satu bursa terbesar di dunia yaitu Huobi di Thailand yang izin operasionalnya dicabut pemerintah setempat.

    Kondisi ini telah membuat mayoritas posisi terutama di pasar futures mengalami likuidasi atau pencairan secara otomatis.

    Likuidasi yang terjadi hanya dalam dua jam yaitu diantara 21.00 WIB hingga 22.00 WIB terlihat mencapai $2,7 Miliar atau Rp38,4 Triliun.

    Kondisi tersebut disinyalir karena trader mengalami perilaku FOMO karena membeli saat harga mayoritas crypto naik.

    Pergerakan tersebut tentu sangat bertolak belakang dengan pola pikir investor besar atau whale yang membeli saat harga turun dan menjual saat harga tinggi.

    Penyebab lainnya adalah banyak narasi bahwa tekanan jual kemarin terjadi akibat smart money atau investor yang memiliki pola pikir yang benar dalam pasar crypto.

    Baca Juga: Prediksi Pergerakan Crypto Bulan September Menurut Data Onchain

    Potensi Pergerakan Selanjutnya

    Untuk pergerakan ke depannya, kemungkinan besar koreksi saat ini sudah terlihat reda. Hal ini bisa terlihat di grafik di bawah bahwa harga tertahan pada batas bawah awal September 2021.

    Grafik Harian BTCUSD

    Narasi bahwa September akan membawa sideways atau konsolidasi nampaknya masih terjaga akibat koreksi saat ini.

    Narasi tersebut datang dari data onchain bull run sebelumnya tersebut, yang hingga saat ini masih terbukti benar.

    Kemungkinan besar, batas bawah yang kuat saat ini berada pada $46.000 atau Rp654 Juta hingga $44.000 atau Rp626 Juta.

    Jika ditembus kemungkinan besar batas bawah selanjutnya berada pada $40.000 atau Rp569 Juta yang kemungkinan akan menjadi batas bawah kuat di Bulan September ini.

    Batas atas konsolidasi nampaknya masih terlihat kuat pada $48.000 atau Rp683 Juta hingga $52.000 atau Rp739 Juta.

    September ini kemungkinan akan membawa konsolidasi yang cukup panjang di daerah tersebut setelah apresiasi harga Agustus kemarin.

    *Disclaimer

    Artikel merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Semua investasi harus dilakukan mandiri dan tanpa paksaan, semua keputusan ada di investor.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • CEO CryptoQuant: Bitcoin Menampilkan Metrik Bullish Meskipun Bervolatilitas

    Aksi jual baru-baru ini pada Bitcoin (BTC) tampaknya belum mampu menahan pandangan optimis para analis dan pelaku pasar yang mengusulkan kelanjutan arus Bullish.

    Berbeda dengan tahun 2017 lalu, kini Bitcoin telah menyerap banyak minat institusi dan pemain besar lainnya, bahkan negara seperti El Salvador, sehingga kasus Bullish kali ini banyak dianggap berbeda, lebih kuat.

    Seorang eksekutif puncak di CryptoQuant belum lama ini mengatakan bahwa dia Bullish pada Bitcoin meskipun minggu ini, crypto terkemuka sedang sulit.

    Chief executive officer Ki Young Ju dari perusahaan analisis on-chain mengatakan bahwa beberapa metrik fundamental Bitcoin menunjukkan tanda-tanda kenaikan setelah seminggu yang melihat crypto utama ini turun hampir 15% dari level tertinggi $52.774.

    Baca Juga: Mengintip Kripto Audius (AUDIO) yang Sudah Digandeng TikTok

    Ki Young Ju memberi tahu 245.600 pengikut Twitter-nya bahwa pasokan Bitcoin di bursa mendekati posisi terendah 2021, yang dapat diartikan sebagai sinyal Bullish karena kemungkinan mengurangi risiko aksi jual besar-besaran.

    “Pasokan BTC di bursa akan menembus level terendah sebelumnya. Berharap untuk melihat krisis likuiditas sisi jual lainnya pada Bitcoin.”

    Kepala CryptoQuant juga mengatakan bahwa Whale crypto memindahkan Bitcoin ke bursa derivatif, indikator lain yang berpotensi Bullish.

    “Whale mengirim BTC ke bursa derivatif dari bursa lain untuk mengambil posisi baru atau mengisi margin. Jika Anda melihat data historis, harga naik dalam jangka panjang setelah akumulasinya. Posisi mereka tampaknya merupakan posisi Long.”

    Ki Young Ju sebelumnya telah membuat klaim bahwa dia yakin Bitcoin akan meroket menjadi $100.000 tahun ini.

    “Tidak diragukan lagi itu akan mencapai $ 100.000 tahun ini, tetapi dalam jangka pendek, jika kita tidak melihat tekanan beli yang signifikan dari Coinbase Pro, saya pikir BTC akan Bearish.”

    Menurut beberapa analis lainnya, tahun ini atau tahun depan kuartal dua adalah harga tertinggi untuk BTC. Menurut Lark Davis, kemungkinan besar kuartal pertama atau kedua BTC akan berpindah trend ke bearish.

    Baca Juga: Mengenal CrossFi, Protokol Peminjaman Yang Memperkuat DeFi

    Di Instagram milik Crypto Michael, dia memprediksi kuartal kedua 2022 akan menjadi trend bearish dan akan menjual semua aset crypto miliknya.

    Apakah bisa dipercaya? Kebanyakan orang tidak akan tahu tren bearish sebelum terjadi. Jadi, anda harus menggunakan money management yang benar.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Cari Tau Lebih Lengkap Tentang Bitcoin Gold Wallet

    Sebagai aset kripto pertama dan terbesar di dunia, Bitcoin telah mengalami hard fork beberapa kali. Salah satunya menghasilkan sebuah koin bernama Bitcoin Gold Wallet. Meskipun berhubungan, koin ini berbeda dengan Bitcoin, lho. Tertarik untuk membelinya? Eits, sebelum itu, ketahui informasi selengkapnya terlebih dahulu, yuk!

    Kenalan dengan Bitcoin Gold, Altcoin Hasil dari Hard Fork Bitcoin

    Bitcoin Gold merupakan aset kripto yang diluncurkan pada 24 Oktober 2017, sebagai altcoin dari hasil hard fork Bitcoin. Hard fork merupakan kegiatan pengembangan dan perubahan aset kripto yang sudah ada, dengan menciptakan sebuah produk turunan yang baru. 

    Umumnya, hard fork dilakukan untuk meningkatkan skala sebuah cryptocurrency seiring semakin bertumbuhnya para pelanggan. Namun, hard fork Bitcoin yang menghasilkan Bitcoin Gold ini dilakukan atas keinginan para pendirinya untuk membuat Bitcoin kembali terdesentralisasi.

    Jika membahas lebih dalam, pembentukan Bitcoin Gold ternyata tidak terlalu berkaitan dengan sistem yang terdesentralisasi. Alasannya justru berhubungan dengan proses mining. Para pengembang Bitcoin Gold ingin mengadopsi algoritma mining yang bisa memudahkan proses mining, sehingga dapat dilakukan dalam skala besar. Tak terkecuali para miner dengan perangkat komputer rumahan.

    Seiring perjalanannya, harga Bitcoin Gold mengalami perkembangan yang cukup besar. Dilansir dari Coindesk, harga satu koin Bitcoin Gold per tanggal 9 September 2021 mencapai 67.53 USD dengan volume trading sebesar 70.94 juta USD. Namun, layaknya aset kripto, tingkat volatilitas dari Bitcoin Gold tetap tidak dapat dihindari. Para investor tetap membutuhkan strategi khusus dalam menghadapi naik-turunnya harga koin ini.

    Dalam jangka panjang, Bitcoin Gold akan terus melakukan pengembangan yang berkaitan dengan smart contract dan Blockchain, seperti jaringan fiat-crypto yang terdesentralisasi. Area pengembangan lainnya juga termasuk dApps beserta infrastruktur dari ekosistem Bitcoin Gold itu sendiri.

    Perbedaan Mendasar antara Bitcoin dan Bitcoin Gold

    Walaupun Bitcoin Gold memiliki keterkaitan dengan Bitcoin, terdapat perbedaan mendasar yang dapat terlihat dari kedua koin kripto tersebut, yaitu:

    Sistem mining yang digunakan oleh Bitcoin adalah Proof of Work (PoW), sama halnya dengan yang digunakan oleh Bitcoin Gold. Perbedaannya terletak pada algoritma mining yang digunakan. Bitcoin menggunakan algoritma SHA256, sementara Bitcoin Gold menggunakan algoritma Equihash. Algoritma Equihash diciptakan dan dikembangkan oleh para pengembang Bitcoin Gold dalam mendukung aktivitas mining.

    Perbedaan lainnya terdapat pada perangkat keras yang digunakan untuk mining. Para penambang Bitcoin membutuhkan perangkat bernama Application-Specific Integrated Circuit (ASIC), yaitu sebuah sirkuit yang terintegrasi secara khusus dengan aplikasi. Meskipun sangat canggih, perangkat ini juga dikenal mahal dan boros.

    Sementara itu, para penambang Bitcoin Gold hanya memerlukan perangkat yang berbasis Graphics Processing Unit (GPU). Kehadiran Bitcoin Gold tentu membuka kesempatan bagi orang-orang dengan perangkat komputer rumahan untuk ikut serta dalam aktivitas mining.

    Cara Mendapatkan Bitcoin Gold

    Selain lewat mining, cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memperoleh Bitcoin Gold adalah dengan membelinya. Bitcoin Gold bisa diperoleh melalui pembelian, layaknya cryptocurrency pada umumnya. Hingga kini, Bitcoin Gold sudah tersedia di berbagai exchange jual-beli aset kripto yang terpercaya dan sudah teregulasi Bappebti, salah satunya adalah Tokocrypto.

    Nah, lewat Tokocrypto, Anda sudah bisa mengantongi sejumlah Bitcoin Gold hanya dengan 4 langkah saja, yaitu:

    Pertama, Anda harus membuat akun di aplikasi Tokocrypto terlebih dahulu. Di tahap ini, Anda hanya perlu memasukkan nama lengkap, alamat email yang aktif, beserta password.

    • Lengkapi Data Diri dan Verifikasi

    Setelah berhasil, Anda masuk ke tahap yang disebut dengan Know Your Customer (KYC). Pada tahap ini, Anda dapat mengisi data diri sesuai dengan identitas yang Anda miliki. Jika data sudah lengkap, maka selanjutnya Anda akan diarahkan untuk melakukan verifikasi. Tujuannya adalah untuk memastikan data yang Anda input sudah benar dan sesuai.

    Selanjutnya, Anda bisa langsung deposit dana fiat dengan mentransfer ke wallet melalui transfer bank virtual account, dengan minimal deposit sebesar Rp50.000. Dana tersebut kemudian akan diubah secara otomatis oleh sistem Tokocrypto ke dalam bentuk BIDR. 

    Jika Anda sudah punya aset kripto dan ingin melakukan deposit kripto, Anda juga bisa mengirimkannya ke dalam wallet Tokocrypto. Jadi, Anda hanya tinggal memilih koin yang ingin didepositkan, lalu pilih juga jaringan yang akan digunakan. Pastikan koin dikirim ke alamat yang terdapat pada akun Tokocrypto Anda, ya.

    Di Tokocrypto, Bitcoin Gold (BTG) dapat diperdagangkan dengan BTC, BUSD, dan USDT. Dengan demikian, dana yang terdeposit harus dikonversikan menjadi satu dari ketiga koin pasangan BTG tersebut. Misalnya, Anda sudah memiliki sejumlah dana (BIDR) pada wallet Anda. Untuk membeli BTG, Anda harus konversi BIDR tersebut menjadi BTC, dengan cara membeli sejumlah BTC menggunakan BIDR. 

    Pembelian ini dilakukan pada menu “Buy/Sell”, lalu Anda perlu pilih BTC dan klik tombol “Buy”, kemudian isi nominal sesuai dengan keinginan Anda. Setelah Anda berhasil memiliki BTC, barulah Anda bisa membeli BTG menggunakan BTC tersebut dengan tata cara yang sama.

    Namun, jika Anda sudah memiliki sejumlah BTC sejak awal, maka Anda dapat langsung menggunakannya untuk membeli BTG dengan nominal yang Anda inginkan.

    Ternyata, Bitcoin Gold Wallet (BTG) bisa diperoleh dengan cara yang amat mudah, bukan? Sebelum berinvestasi, pastikan Anda sudah memiliki strategi yang tepat dan disertai dengan manajemen risiko yang baik, ya. Untuk informasi seputar BTG dan aset kripto lainnya, kunjungi situs www.tokocrypto.com dan media sosial Tokocrypto di Instagram dan Twitter.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Curi Panggung Saat Bitcoin Rebound ke Harga $ 44 Ribu

    Bitcoin rebound ke harga $ 44 ribu setelah tiga hari sebelumnya terperosok ke harga di bawah $ 40 ribu. Titik harga ini sangat positif bagi pergerakan harga BTC ke depan. Apabila mampu bertahan dan melanjutkan rally, kemungkinan besar BTC akan meneruskan tren bullish.

    Pergerakan harga BTC ini sangat berdampak pada performa altcoin. Sejumlah altcoin rebound hingga 30% dalam 24 jam terakhir. Aset kripto seperti COTI, AVAX, ALGO, dan LUNA mampu menembus resistensinya pada perdagangan Kamis, 23 September 2021.

    Baca JugaAnalisis Harga BNB, Akankah Tembus Harga $500?

    LUNA dan COTI memimpin rombongan altcoin yang naik panggung dengan total kenaikan harga yang signifikan. LUNA terapresiasi 29% dalam 24 jam terakhir, sedangkan COTI melonjak 28,4% pada periode yang sama.

    Baca JugaTwitter Luncurkan Fitur Tip dengan Bitcoin

    Pemulihan pasar dan harga Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh sikap Evergrande yang telah memberi tahu investor bahwa ia akan melakukan pembayaran tepat waktu atas utangnya.

    Efek Evergrande ini sebelumnya sangat mempengaruhi kondisi pasar tiga hari ke belakang. Selain itu isu kebijakan tapering dari Bank Sentral AS The Fed cukup membuat investor memasang kuda-kuda sehingga mempengaruhi kondisi pasar.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Twitter Luncurkan Fitur Tip dengan Bitcoin

    Salah satu platform media sosial terbesar di dunia. Twitter, baru saja meresmikan rencana mengenai pemberian tip untuk para pencipta konten.

    Fitur pemberian tip atau Tip Jar ini dapat membuat pencipta konten di Twitter menghasilkan keuntungan.

    Kabar spesialnya adalah Tip Jar ini akan memberikan kemudahan untuk memberi dan menerima tip dalam bentuk crypto yaitu Bitcoin.

    Pengumuman ini baru saja diresmikan pada Kamis, 23 September 2021, melalui pernyataan resmi di blog Twitter.

    Twitter Resmikan Fitur Tip Jar

    Dalam beberapa bulan terakhir, Twitter telah mengujicoba fitur Tip Jar ini dan juga memberikan beberapa publikasi untuk menarik perhatian publik.

    Pada Kamis, 23 September 2021, Twitter telah resmi mengumumkan bahwa fitur ini dapat resmi digunakan, namun baru untuk pengguna iOS.

    Selain menggunakan Bitcoin, Twitter juga menyatakan bahwa fitur ini dapat dilakukan melalui uang fiat dengan bantuan sembilan perusahaan keuangan lain.

    Perlu diketahui bahwa seluruh fitur ini tidak dijalankan oleh Twitter sendirian, karena ada kerja sama dengan jaringan dan beberapa perusahaan.

    Untuk fitur tip dengan Bitcoin sendiri, Twitter melakukan kerja sama dengan Strike, sebuah perusahaan aplikasi wallet Bitcoin.

    Strike bergerak pada Lightning Network, atau jaringan sampingan dari Blockchain Bitcoin, sehingga kecepatannya lebih tinggi dan biaya lebih rendah.

    Salah satu alasan Twitter menggunakan Strike sebagai rekan dalam fitur tip ini adalah juga akibat luasnya penggunaan Strike di beberapa negara termasuk El Salvador.

    Akibat kerja sama ini, nantinya jika ada donasi atau tip dengan Bitcoin, pengguna akan diberikan pemberitahuan melalui Strike.

    Jadi selain adanya tombol yang mempermudah donasi atau tip, para pengguna atau pencipta konten Twitter juga dapat menuliskan alamat wallet Strike di halaman pribadi atau Bio.

    Selain itu, nantinya Twitter juga akan membuat riwayat transaksi untuk penerima tip atau donasi.

    Tujuannya adalah untuk mempermudah perekapan dan juga untuk mempermudah  penerima untuk mengucapkan terima kasih kepada pemberi tip atau donasi.

    Baca JugaMilyuner Ini Prediksi ADA Tembus $4 Tahun Ini

    Terdapat Potensi Fitur NFT Baru

    Selain adanya fitur Tip Jar ini, Twitter juga mengumumkan adanya potensi penambahan fitur terkait Non Fungible Token (NFT).

    Dikabarkan bahwa Twitter akan meluncurkan fitur untuk mempermudah pengguna untuk melakukan publikasi NFT dan menjaga keasliannya.

    Nantinya Twitter akan mempermudah penerapan fitur ini dengan menyambungkan akun Twitter pengguna dengan wallet crypto pribadi yang memiliki NFT tersebut. Juru bicara Twitter mengatakan,

    “Autentikasi NFT akan diterapkan dalam bentuk logo atau lencana yang akan ditampilkan pada profil pengguna yang akan ditampilkan di foto profil, untuk menjaga keaslian NFT yang dipublikasi di Twitter.”

    Hingga saat ini masih belum ada publikasi jelas apakah NFT yang dimaksud hanya untuk publikasi di foto profil atau di halaman cuitan atau tweet pribadi.

    Namun nampaknya telah banyak pihak yang antusiasi mendengar kabar ini, akibat akan memiliki ruang publikasi untuk karyanya secara lebih luas dan tetap menjaga dari duplikasi.

    Baca JugaLark Davis: Ethereum di Atas $10.000 Akan Terjadi

    Percakapan NFT ini nampaknya juga dimulai dari beberapa seniman yang berbincang di Twitter untuk mengajukan fitur baru.

    Salah satu seniman tersebut adalah 3LAU yang merupakan seorang musisi. Ia membuat cuitan langsung kepada Jack Dorsey untuk mengadopsi NFT di Twitter.

    Pada saat itu, 3LAU meminta Twitter untuk membentuk fitur yang dapat menjaga keaslian dari NFT yang dipublikasi penggunanya.

    Kemudian pihak Twitter langsung menanggapi pernyataan tersebut dan kabar mulai beredar mengenai fitur baru NFT saat ini.

    Untuk kepastiannya masih belum dapat diketahui, namun sudah dapat dipastikan bahwa Twitter mulai terbuka terhadap adopsi crypto secara luas.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Milyuner Ini Prediksi ADA Tembus $4 Tahun Ini

    Cardano (ADA) terpantau memiliki kinerja yang patut diperhitungan. ADA mencatat lonjakan 1,027% dan berhasil diperdagangkan dengan normal di level $2,15. Dengan pencapaian tersebut, milyuner optimis ADA akan tembus $4 pada akhir tahun ini.

    Meskipun Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) adalah 2 cryptocurrency terbesar dan terkenal saat ini. Tetapi ADA perlahan-lahan menyusul sampai tiga besar setelah kenaikan spektakuler tahun ini.

    Narasi Bullish Akan Dimulai

    Milyuner yang disebutkan tadi adalah CEO dari salah satu perusahaan konsultan keuangan terbesar di dunia, Nigel Green dari deVere Group.

    Ia berbicara dengan Business Insider dan mengungkapkan pandangan optimisnya untuk Alt yang sedang tren ini.

    “Cardano akan menetapkan harga tertinggi baru berkat reli crypto yang lebih luas. Terutama karena peningkatan teknologi baru-baru ini. Hal ini bisa membuka jalan Cardano untuk mencapai harga tertinggi baru bahkan sampai $4 pada akhir tahun 2021.” Ungkap Green dalam sebuah wawancara.

    Baca JugaPlatform DeFi dan DEX Layer 2 Alami Lonjakan Luar Biasa

    Green menambahkan jika Cardano telah berada pada lintasan yang jelas dan tidak ada alasan untuk berpikir bahwa ini akan berhenti dalam waktu dekat.

    Menurut Green, jika orang-orang mengatakan ADA adalah token yang datang ‘entah dari mana’ kemudian berhasil ‘sukses dalam semalam’, sebenarnya bukan itu poinnya.

    Karena ADA sendiri dibuat oleh salah satu pendiri Ethereum, Charles Hoskinson yang kemudian diluncurkan pada tahun 2017 silam.

    Tidak hanya Hoskinson, para ahli juga ikut membantu penelitian ADA secara serius. Dan token ADA baru bisa menarik perhatian publik setelah lebih dari 18 bulan terombang ambing, dan itu bukan lah waktu yang singkat.

    Sementara itu, bulan lalu Green juga memprediksi Cardano akan mencapai $3. Prediksi itu pun terbukti akurat.

    Altcoin berhasil memuncak di angka $3,10 pada 2 September. Namun, harganya memang sedikit runtuh pada saat hari penulisan.

    Terlepas dari itu, Green tetap yakin bahwa Cardano akan bangkit kembali bersama dengan cryptocurrency teratas lainnya sambil mendapatkan keuntungan dari  green cred.

    Baca JugaNFT Proyek Cardano Diprediksi Memiliki Masa Depan Terbaik!

    Pendapat Green Tentang Penggemar Cardano Jangka Panjang

    Menurut Green, ADA sebenarnya sudah lama alami bullish jika dibandingkan dengan token cryptocurrency lainnya.

    Fakta menarik untuk dicatat, Cardano telah ditambahkan ke deVere Crypto sesuai dengan blog resminya.

    Dengan itu, Cardano berhasil bergabung dengan mata uang digital utama lainnya termasuk Bitcoin, Ethereum, Dash, Bitcoin Cash, XRP, dan Dogecoin.

    Kesimpulannya, tidak ada yang perlu di khawatirkan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analisis Fractal: Harga Bitcoin Setara Rp5 Milyar Tahun Ini

    Bitcoin (BTC) dan pasar kripto yang saat ini sedang mengalami tekanan karena dampak global dari prospek keruntuhan Evergrande rupanya masih menyimpan dasar teknikal yang percaya diri.

    Berdasarkan analisis Fractal, kripto utama ini dilihat akan melesat hingga US$250.000 di tahun 2021.

    Apa Itu Fractal?

    Fractal secara umum adalah struktur geometris yang padanannya kita temukan di alam yang berupa bentuk berulang.

    Sedangkan, fractal dari sisi analisis teknikal adalah indikator yang berguna dalam perdagangan yang efektif. Fractal yang dimaksud adalah fragmen dari grafik harga aset, yang strukturnya berulang dalam periode yang berbeda.

    Berkat kesamaan dari fragmen tersebut, analisis dapat dilakukan untuk memprediksi perilaku harga atau indikatornya di masa depan.

    Baca JugaSemakin Keren, Cardano (ADA) Akan Terapkan Jaringan Layer-2

    Prediksi pada Harga Bitcoin 

    Fractal biasanya digunakan pada grafik jangka panjang Bitcoin karena kemiripannya sendiri tampaknya berasal dari siklus halving-nya.

    Menurut grafik yang diterbitkan oleh analis kripto Bit Harington, harga BTC berpotensi mencapai kisaran US$250-350rb pada akhir tahun 2021.

    Fractal Bitcoin, Sumber: Twitter Bitharington
    Fractal Bitcoin, Sumber: Twitter Bit Harington

    Cukup sederhana, gambar ini menjelaskan adanya satu garis resitance (R) dan support (S) muncul. Pertama kali garis ini muncul adalah di sekitar US$200 pada siklus 2012-2015, dan kemudian kita melihatnya lagi di sekitar US$3.000 pada siklus 2016-2019.

    Dan yang terbaru, analis menyarankan bahwa garis R/S yang sama akan ada di sekitar US$60.000.

    Dalam dua siklus sebelumnya, penembusan pada resistance menyebabkan kenaikan 6 kali lipat pada harga BTC. Ini adalah kenaikan parabola yang cepat.

    Menurutnya, menembus resistance terbaru saat ini dapat membawa harga ke kisaran US$250-350 ribu pada akhir tahun 2021.

    Baca JugaNFT Proyek Cardano Diprediksi Memiliki Masa Depan Terbaik!

    Meroket Setelah Halving 

    Tidak diragukan, halving adalah momen jangka panjang yang telah mendongkrak harga hingga ke level ATH baru dengan skala pertumbuhan yang cepat.

    Sekadar informasi, halving adalah momen saat hadiah penambangan BTC dikurangi setengahnya.

    Dengan melihat dua momen halving sebelumnya, harga telah mengalami peningkatan nilai sekitar 12.000 – 13.000-an persen.

    Berpegang pada fakta tersebut, analis Rekt Capital mengungkapkan dalam tweetnya bahwa halving ketiga BTC akan mengalami pertumbuhan serupa dan membawanya ke US$385.000-US$400.000.

    Tentu saja, halving ketiga sudah dimulai pada Mei 2020 lalu, sehingga harga saat ini hanya tinggal menjalankan prosesnya untuk mencetak ketinggian baru. Tetapi pertama-tama, harga perlu menemukan pijakan dari keterpurukannya saat ini. Mari kita saksikan.

    sumber





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • NFT Proyek Cardano Diprediksi Memiliki Masa Depan Terbaik!

    Pada hari Senin kemarin, tepatnya 20 September 2021, seorang analis crypto sekaligus pembawa acara YouTube “BitBoy Crypto” yang sangat populer, Ben Armstrong, berbicara mengenai sektor NFT proyek Cardano yang terpantau berhasil berkembang dengan baik.

    Armstrong mengatakan bahwa proyek NFT tersebut akan memiliki masa depan yang paling baik, meski tergolong masih berusia muda ruang NFT.

    Tidak hanya sebuah prediksi, Armstrong kemudian melanjutkan pembahasan untuk menyebutkan beberapa proyek NFT bertenaga Cardano dengan masa depan terbaik versinya.

    Baca Juga: Mastercard Inggris dan Jose Mourinho Akan Luncurkan NFT Khusus

    Zombits

    Zombits adalah proyek NFT dari 10.000 koleksi crypto unik di blockchain Cardano.

    Setiap Zombits hadir dengan perangkat uniknya masing-masing. Dan setiap sifat memiliki tersebut memiliki kelangkaan tertentu yang berbeda-beda pula.

    Menurut bocoran, terdapat beberapa Zombits limited edition yang diluncurkan pada 29 Agustus yang lalu.

    Dan sampai hari ini, berikut adalah beberapa inovasi Zombits yang akan di relasasikan beberapa bulan ke depan.

    SpaceBudz

    SpaceBudz adalah proyek NFT lainnya yang menggunakan blockchain Cardano. Ada sekitar 10.000 SpaceBudz yang ada hingga saat ini.

    Mereka menggunakan maskot astronot dan setiap astronot diklaim unik dan hanya dimiliki oleh perindividu.

    Baca Juga: SEC Akhirnya Beri Izin Bitcoin Futures Di Bulan Oktober!

    Clay Nation

    Clay Nation adalah koleksi NTF proyek Cardano lainnya yang memiliki 10 karakter.

    Masing-masing karakter terdiri dari kurang lebih 100 handcrafted clay traits dengan 8 kategori yang berbeda.

    Setiap karakter NFT juga bisa berfungsi ganda. Bisa sebagai entri ke Clay Nation atau zona anggota eksklusif dengan suasana festival.

    Menurut laporan, koleksi Clay Nation berhasil terjual habis pada 9 September silan dengan setiap karakter yang dihargai 40 ADA.

    Berikut adalah contoh karakter Clay Nation yang saat ini tersedia untuk dijual di CNFT.IO, yang pada bulan Juli menjadi pasar pertama untuk NFT di Cardano.

    Bersumber dari pengakuan Armstrong sendiri, ini adalah koleksi NFT favorit Armstrong untuk Cardano.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Lark Davis: Ethereum di Atas $10.000 Akan Terjadi

    Ethereum terlihat sangat positif setelah berhasil menjalankan pembaruan London yang mengubah wajah Ethereum menjadi lebih baik.

    Mekanisme pembakaran (burn) yang menjadikan Ether (ETH) anti-inflasi, telah menjadi daya tarik tersendiri untuk para investor lama, maupun baru.

    Belum lama ini, pedagang cryptocurrency dan influencer YouTube, Lark Davis, mengatakan bahwa Ether siap untuk rally 190% dalam perjalanan untuk mencapai harga lima digit.

    Dalam sebuah video baru, Davis memberi tahu ratusan ribu pelanggan YouTube-nya bahwa aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut sedang bersiap untuk terapresiasi di atas $10.000 berdasarkan faktor fundamental utama.

    Davis mengatakan salah satu alasan mengapa harga Ethereum ditetapkan lebih dari dua kali lipat adalah karena penurunan pasokan di bursa.

    Baca Juga: Mastercard Inggris dan Jose Mourinho Akan Luncurkan NFT Khusus

    Menurut Davis, pasokan platform kontrak pintar terkemuka di bursa berada dalam tren turun yang kuat selama setahun terakhir karena pemegang mengunci Ethereum mereka dalam protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) atau menggunakan ETH mereka untuk membeli token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT).

    “Dengan mekanisme pasokan yang bekerja sebagaimana adanya, hanya masalah waktu sebelum krisis pasokan Ethereum akhirnya mendongkrak harga secara serius,” ujarnya.

    Davis juga mengutip cuitan dari platform intelijen blockchain IntoTheBlock, yang mengatakan bahwa jumlah bersih Ethereum yang keluar dari pertukaran crypto baru-baru ini mencapai rekor tertinggi baru.

    “Jumlah bersih Ethereum yang meninggalkan bursa baru saja mencapai rekor baru. Ethereum senilai lebih dari $1,2 miliar meninggalkan bursa terpusat kemarin. Itu adalah angka yang mengejutkan.”

    Davis juga menambahkan bahwa ketika Ethereum bernilai lebih dari satu miliar dolar sebelumnya meninggalkan pertukaran terpusat, harga crypto terbesar kedua naik dengan poin persentase dua digit dalam waktu sekitar empat minggu.

    “Dan yang menarik, seperti yang ditunjukkan IntoTheBlock, terakhir kali Ethereum meninggalkan pertukaran terpusat satu miliar dolar atau lebih, Ethereum meningkat 60% dalam 30 hari.”

    Baca Juga: Bagaimana Nasib Bitcoin Di Bulan Oktober Mendatang?

    Davis juga mengatakan mengutip penelitian oleh perusahaan analitik blockchain Glassnode, yang menunjukkan bahwa sebagian besar pasokan Ethereum tidak bergerak dalam 90 hari terakhir. Ia pun mengatakan:

    “87% dari pasokan Ethereum belum bergerak secara on-chain selama tiga bulan atau lebih. 87% dari pasokan! Itu adalah kegilaan..

    Orang-orang bertahan untuk harga yang lebih tinggi, mereka tidak menjual di bawah level tertinggi sebelumnya. Mereka tahu puncak sepanjang masa baru akan datang. Mereka tahu penemuan harga akan datang. Mereka menonton dan melihat apa yang terjadi secara ekonomi dengan Ethereum saat ini. Mereka melihat berapa banyak, misalnya, Ethereum sedang dibakar saat ini…”

    Secara fundamental, apa yang digaungkan oleh Davis itu terdengaar masuk akal. Kebutuhan yang meningkat pesat di tengah pasokan yang minim akan menggerek harga dengan cepat menuju angkasa dan memberi keuntungan yang mungkin tak terbayangkan. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com