Author: 12

  • Mastercard Inggris dan Jose Mourinho Akan Luncurkan NFT Khusus

    Pelatih sepak bola kenamaan, Jose Mourinho, diketahui akan meluncurkan NFT bersama dengan Mastercard. Mourinho, yang juga duta global dari Mastercard, akan menghadirkan koleksi digital khusus.

    NFT Khusus dari Mastercard dan Mourinho 

    Mengapa disebut koleksi digital khusus? Itu karena NFT tersebut akan berupa animasi sepak bola digital yang ditandatangi oleh pelatih veteran tersebut.

    Menariknya, NFT tersebut tidak untuk dilelang. Ini akan menjadi bagian dari undian untuk pemegang Mastercard yang berbasis di Inggris. Pemenang akan dipilih secara acak. Kesempatan untuk menang terbuka hingga 30 September.

    Tentu saja, ini adalah barang langka sehingga nilainya digadang akan fantastis.

    Meskipun ini adalah NFT pertama Mastercard, tetapi ini bukan langkah pertama mereka di industri kripto.

    Selama setahun terakhir, Mastercard telah membuat langkah besar dalam layanan terintegrasi kripto dan blockchain.

    Perusahaan memulai program perusahaannya sendiri untuk startup kripto dan blockchain-centric. Program ini bertujuan untuk percepatan dan dorongan inovasi di bidang teknologi tersebut.

    Dan pada Juli lalu, Mastercard mengumumkan bahwa mereka berencana untuk menghadirkan kartu untuk dompet dan bursa kripto.

    Baca Juga: Ternyata Inilah Penyebab Harga NFT Menjadi Mahal!

    Sinyal Positif untuk NFT 

    Di sisi lain, VISA, pesaing utamanya, telah berkecimpung ke industri NFT juga, namun dengan cara yang berbeda.

    VISA memilih untuk membeli aset NFT berupa koleksi digital, salah satu dari koleksi CryptoPunk senilai Rp2,3 milyar.

    Dalam whitepaper-nya, yang dirilis tak lama setelah pembelian NFT-nya, tertulis bahwa VISA pun memandang NFT sebagai media yang menjanjikan untuk keterlibatan penggemar.

    Hadirnya raksasa pembayaran seperti VISA dan Mastercard tentu akan memberi dampak besar bagi perkembangan industri baru ini.

    NFT akan semakin dikenal dan dipahami orang-orang sebagai koleksi digital. Tidak jauh berbeda dengan koleksi barang fisik, orang-orang akan mengetahui bahwa aset di NFT juga memiliki nilai.

    Selain itu, hype pada industri ini kian menjadi saat Pendiri TRON, Justin Sun, membeli NFT gambar batu senilai setengah juta Dolar AS.

    Baca Juga: VISA Menilai NFT Punya Manfaat Ekonomi

    Menurut Sun, karya seni gambar batu itu sama bernilainya seperti karya Picasso pada masa puncak kreativitas pelukis tersebut.

    Menurut triliuner muda tersebut, uang yang dibelanjakan bukan masalah sama sekali sebab karya seni digital itu akan menjadi berharga seiring waktu, layaknya lukisan Picasso.

    Tentu saja, NFT masih dalam fase awal. Keterlibatan yang semakin besar digadang akan terjadi di tahun 2022 mendatang. Diperkirakan, akan semakin banyak bintang olahraga, seniman dan sosok ternama lainnya yang akan menceburkan diri ke industri ini. Let’s see.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Bakal Dikenakan Pajak, Sinyal Positif Pasar Kripto di Indonesia?

    Popularitas kripto tidak hanya mengundang minat masyarakat sebagai investor, namun juga menarik minat pemerintah. Salah satunya adalah rencana dari pemerintah untuk mulai menarik pajak dari pasar kripto Indonesia.

    Dilansir dari CNBC Indonesia disebutkan bahwa Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, tengah menggodok peraturan pajak yang dikenakan bagi masyarakat yang berinvestasi di aset kripto.

    Baca Juga: Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 1) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto

    Rencananya aset kripto bakal dikenai Pajak penghasilan (PPh) final seperti yang berlaku di Bursa Efek Indonesia. Namun untuk besarannya PPh final masih dalam proses perencanaan. 

    Pemerintah melalui Bappepti menilai dengan adanya pajak penghasilan untuk aset kripto diharapkan bisa menjadi insentif bagi para investor untuk masuk ke pasar kripto di Indonesia, khususnya para investor-investor dari luar negeri.

    Baca Juga: Peraturan-Peraturan Tentang Aset Kripto di Indonesia (Part 2) oleh TK Harmanda, COO Tokocrypto

    Di satu sisi rencana pemberlakuan pajak ini dapat memberikan sinyal positif bagi pasar kripto di Indonesia. Selain memberikan sinyal positif dalam hal perhatian pemerintah ini juga bisa memberikan rasa pasti dari sisi legalitas bagi para investor. Mengingat saat ini masih banyak salah paham terkait persepsi pasar kripto di dalam negeri.

    Semenjak Tahun 2018 lalu pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyetujui perdagangan Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya sebagai komoditas. Hal itu dicantumkan dalam Peraturan Bappebti No. 5/2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisiki Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

    Baca Juga: Ketua SEC Akhirnya Buka Suara Bahas Regulasi Crypto!

    Tidak hanya itu disebutkan juga bahwa Kementerian Perdagangan berencana meluncurkan bursa kripto di Indonesia. Nantinya Kemendag akan berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk menyempurnakan aturan perdagangan kripto sebagai komoditi digital.

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Sukses dengan HardFork Alonzo, Cardano Perkenalkan Smart Contract Plutus

    Cardano telah memasuki fase pengembangan baru setelah menginisiasi Alonzo di mainnet. Ini merupakan peningkatan besar yang dilakukan pada jaringan Cardano dengan melihat implementasi fungsionalitas smart contract yang dinanti-nanti oleh para penggemar kripto. 

    Baca Juga: Cardano Secara Resmi Luncurkan Smart Contract!

    Alonzo melihat Input Output, tim pengembangan inti Cardano yang mengintegrasikan skrip Plutus untuk programmability smart contract. Selama beberapa bulan terakhir, Input Output terus menguji Cardano dalam persiapan menghadapi hardfork, pecahan yang dilakukan sebuah aset kripto untuk membangun sistem baru yang berbeda dengan asal mulanya. Setelah pembaruan Alonzo, siapapun dapat membuat dan menerapkan smart contract mereka sendiri di blockchain Cardano. Hal ini dapat membuka jalan bagi aplikasi desentralisasi (DApps).

    Ketika DApps diimplementasikan, jaringan tersebut diharapkan dapat mendukung ekosistem DeFi yang sedang berkembang. Pertukaran terdesentralisasi (decentralized exchange), launchpad dan marketplace NFT juga diharapkan dapat dihadirkan dalam beberapa bulan kedepan.

    Baca Juga: Analis Kripto Populer Beberkan Alasan Cardano Akan Setara Dengan Ethereum

    Token ADA Cardano telah mengalami peningkatan dalam beberapa minggu terakhir. Saat artikel ini ditulis, kapitalisasi pasar Cardano sebesar $76,790,313,091 dengan harga sekitar $2,30 dan $2,90 yang menunjukkan banyak spekulan kemungkinan membeli saat rumor dan menjual setelah berita yang sesungguhnya telah dirilis (buy on rumor, sale on news). 

     



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Mari Cari Tau tentang Hak Cipta Karya Seni di Indonesia

    Dalam industri seni, permasalahan yang sering dihadapi oleh seniman adalah plagiarisme. Maka dari itu, implementasi hak cipta karya seni merupakan hal yang wajib dikuasai oleh seniman dan kreator agar terhindar dari perbuatan oknum yang tidak bertanggung jawab.

    Plagiarisme Karya Ardneks oleh Twisted Vacancy

    Pada pertengahan Maret 2021, kejadian plagiarisme menimpa seorang seniman bernama Kendra Ahimsa yang lebih dikenal dengan Ardneks. Melalui akun instagram-nya, Kendra membuat sebuah postingan yang menceritakan bahwa dirinya telah menerima lebih dari 20 laporan mengenai plagiarisme terhadap karyanya yang dilakukan Twisted Vacancy.

    Kendra merupakan seorang ilustrator terkenal dengan sentuhan tipografi vintage ala komik Jepang yang telah Ia pelajari dan kembangkan selama kurang lebih 8 tahun.

    Dalam postingannya, Kendra menjelaskan jika Twisted Vacancy telah mengambil beberapa elemen unik dalam karyanya tanpa dimodifikasi dan kemudian diperjualbelikan. 

    Dilansir dari White Board Journal, Twisted Vacancy merupakan sekumpulan tim yang terdiri dari 28 orang dengan latar belakang teknisi dan mampu menguasai perangkat lunak. Bisa dibilang, tim Twisted Vacancy memang bukan berlatar belakang pendidikan seni, karena itulah Twisted Vacancy mendaftarkan “karya” yang memiliki elemen Kendra di dalamnya ke bentuk NFT.

    Sebenarnya dalam perkembangan kasus Kendra dan Twisted Vacancy terdapat dua hal yang harus diketahui, pertama adalah kurangnya implementasi Hak Cipta untuk seni ilustrasi di Indonesia dan yang kedua adalah peran NFT dalam pendaftaran orisinalitas suatu karya.

    Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita ulik sedikit mengenai Hak Cipta Karya Seni di Indonesia dan NFT.

    Peraturan Hak Cipta Karya Seni di Indonesia

    Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta, definisi Hak Cipta merupakan hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan  ketentuan peraturan perundang-undangan.

    Dikutip dari The Finery Report, Twisted Vacancy menyangkal bahwa tindakannya termasuk bagian dari plagiarisme. Ia menggunakan UU Hak Cipta sebagai pembenaran atas perbuatannya karena hukum memperbolehkan seseorang untuk mengambil 10% sampai 20% kemiripan. 

    Padahal kebijakan tersebut didasari atas pelanggaran hak cipta dalam musik, sehingga tidak bisa diimplementasikan ke dalam seni ilustrasi karena elemen pada gambar tidak bisa disamakan dengan komposisi not serta bar pada musik. Maka, dapat disimpulkan bahwa karya ilustrasi belum sepenuhnya dilindungi oleh UU Hak Cipta.

    Terlebih dalam pasal 44 UU Hak Cipta dijelaskan bahwa penggunaan, pengambilan, dan penggandaan sebagian atau seluruh yang substansial diperbolehkan asal tidak digunakan untuk kepentingan komersial. Tentu hal ini bertolak belakang dengan perbuatan Twisted Vacancy, karena mereka berhasil meraup keuntungan hingga Rp 1,1 Miliar.

    Setelah mengetahui kasus di atas dari perspektif Hak Cipta, mari kita ketahui dulu serba-serbi NFT.

    NFT Itu Apa, Sih?

    NFT atau singkatan dari non-fungible token merupakan token yang ditautkan ke dalam sistem blockchain yang berfungsi sebagai sertifikat untuk menunjukkan kepemilikan seseorang terhadap suatu karya digital (video, musik, tweet, desain, dan sebagainya).

    Ketika NFT sudah dienkripsi pada sistem blockchain, maka hal tersebut tidak bisa diduplikasi atau replikasi.

    NFT Art

    Secara sederhana, NFT Art merupakan karya digital yang diterbitkan ke dalam bentuk token NFT dan kepemilikannya hanya dapat dimiliki oleh satu pengguna saja, yaitu mereka yang pertama kali menerbitkan suatu karya ke dalam NFT.

    Nah, sekarang kita kembali ke kasus Kendra dan Twisted Vacancy, yuk.

    Sebagai informasi, Twisted Vacancy sebenarnya merupakan seniman kripto yang tidak memiliki latar belakang seni sama sekali. Mereka tidak hanya melakukan plagiarisme terhadap karya Kendra, tetapi mereka juga mendaftarkan karya Kendra ke dalam NFT. Melihat hal tersebut, Kendra sudah tidak bisa menerbitkan karyanya ke dalam bentuk NFT sekalipun Ia merupakan seniman yang asli.

    NFT: Kolam Baru yang Melindungi Hak Cipta Para Seniman

    Melihat kasus di atas, tentu perbuatan Twisted Vacancy tidak bisa dibenarkan untuk alasan apapun. 

    Agar terhindar dari kejadian serupa, sudah saatnya para seniman untuk lebih aware dengan teknologi terbaru seperti halnya kehadiran platform yang dapat di-utilize untuk karya seni, yaitu dengan NFT. Dengan memahami dan mencoba teknologi NFT, kemungkinan untuk karya milik kreator terkena plagiarisme akan menurun, karena karya orisinal sudah pasti terverifikasi pada blockchain sehingga tidak bisa diduplikasi dan replikasi.

    Selain itu, NFT memiliki fungsi untuk melacak penerbit token, pemilik awal, dan pemilik akhir dari suatu karya NFT. Terlebih seniman akan mendapat royalti ketika terjadi perpindahan tangan kepada pihak ketiga.

    Yuk, Gabung di TokoMall!

    Jika Anda seorang seniman karya berbasis digital dan ingin mendaftarkan karyanya ke dalam NFT, TokoMall hadir menjadi mitra bagi para kreator yang ingin mematenkan serta memamerkan karyanya kepada para kolektor potensial di luar sana.

    Caranya gampang, kok! Kunjungi https://mall.tokoscape.com/ lalu sambungkan dengan wallet Metamask dan daftarkan diri Anda sebagai merchant. Setelah melengkapi proses registrasi, Anda akan mendapat hasil verifikasi. Kemudian jika akun TokoMall telah disetujui, Anda bisa mempublikasikan dan menawarkan karya terbaik Anda kepada kolektor.

    Setelah mengetahui peraturan hak cipta karya seni di Indonesia dan serba-serbi NFT, apakah Anda tertarik untuk memamerkan karya terbaik Anda kepada dunia melalui NFT? Tunggu apalagi, segera daftarkan diri Anda bersama TokoMall dan perlihatkan karya terbaik Anda!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Simak Perbedaan Reksa dana dan Crypto Sebelum Investasi

    Kini sangat mudah menemui berbagai instrumen investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan tiap investor. Beberapa dari kita pasti sudah tak asing dengan investasi reksa dana, atau yang tengah banter terdengar saat ini yaitu investasi crypto. Tentunya kedua instrumen investasi ini sama-sama menawarkan cuan untuk para investornya. Namun, jika berbicara ketidaksamaannya, apa saja sih yang menjadi perbedaan antara reksa dana dan crypto? Nah, agar lebih jelas, yuk, simak artikel ini!

    Kenalan dengan Investasi Reksa Dana

    Instrumen investasi reksa dana memang sudah jauh ada sebelum crypto atau aset crypto hadir. Di Indonesia sendiri, reksa dana dikenal sejak tahun 1995 dan berkembang pesat di tahun 1996. 

    Reksa dana adalah produk investasi berbentuk kumpulan dana yang kemudian dikelola sebagai modal investasi untuk diinvestasikan ke dalam berbagai jenis produk keuangan seperti saham, obligasi, serta instrumen investasi lainnya. Nah, nantinya dana tersebut dikelola oleh manajer investasi yang dipilih oleh nasabah sendiri. 

    Kenalan dengan Investasi Crypto

    Investasi aset crypto sendiri diperkenalkan pertama kali di dunia yakni pada tahun 2009. Aset crypto ini lahir dari canggihnya teknologi. Bagaimana tidak? Aset crypto adalah mata uang digital yang berjalan di sistemnya sendiri yang disebut kriptografi. Dengan begitu, aset crypto hampir tidak mungkin bisa dipalsukan. 

    Walaupun aset crypto bisa dibilang lebih muda dibanding instrumen investasi lainnya, ia sudah mampu menarik perhatian investor baru, terutama millennials. Hal ini terjadi bukan tanpa alasan. Ketika pandemi COVID-19 berlangsung di awal tahun 2020, harga salah satu aset crypto yakni bitcoin mampu stabil, bahkan cenderung naik, padahal di instrumen investasi lainnya meluncur drastis. Dengan begitu, mereka percaya bahwa aset crypto juga merupakan salah satu instrumen investasi yang safe haven.

    Perbedaan Reksa Dana dan Crypto

    Setelah berkenalan dengan kedua instrumen investasi tersebut, berikut kami hadirkan perbedaan reksa dana dan crypto yang bisa Anda ketahui:

    Jika dilihat berdasarkan instrumennya, jelas keduanya memiliki perbedaan. Terdapat beberapa instrumen investasi pada reksa dana, seperti: deposito berjangka, sertifikat deposito, sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan Sertifikat Berharga Pasar Uang (SBPU). Sedangkan pada aset crypto, Anda bisa menemui berbagai pilihan instrumen investasi seperti bitcoin, ethereum, litecoin, dogecoin dan masih banyak lagi. 

    Seperti yang sudah disebutkan di atas, reksa dana dikelola oleh manajer investasi terpilih. Nah, manajer investasi ini adalah sebuah manajemen atau lembaga profesional yang tugasnya mengelola kegiatan investasi Anda. Nantinya, sebelum Anda memulai investasi, manajer investasi akan membuat prospektus, yang didalamnya akan dijelaskan berbagai hal penting seperti kebijakan investasi, maupun legalitas dari pihak-pihak tertentu (seperti bank, kustodian, akuntan, dan kantor hukum).

    Sedangkan pada aset crypto, semua keputusan dalam mengelola investasi ada di tangan investor sepenuhnya. Semua aktivitas jual beli aset dilakukan pada sebuah platform bernama exchange. Penyimpanan aset crypto sendiri pun dilakukan di wallet yang disediakan oleh exchange, sehingga dari proses pendaftaran hingga transaksi jual beli semua kendali ada di tangan Anda. 

    Reksa dana memiliki waktu transaksi yang terbatas karena mengikuti jam dan hari Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni di hari Senin sampai Jumat. Untuk waktu pemesanan, pembelian, maupun penjualan dibatasi oleh waktu yang sudah ditentukan atau istilahnya cut off time. Cut off time untuk transaksinya sendiri adalah sampai dengan pukul 13.00 WIB setiap hari bursa. 

    Berbeda dengan reksa dana, pada aset crypto, waktu transaksi yang ada sangatlah fleksibel. Anda bisa melakukan transaksi jual beli selama 24 jam di setiap harinya tanpa memandang hari libur. 

    Kini Anda sudah tak perlu bingung lagi dengan perbedaan reksa dana dan crypto. Bagi Anda yang sudah memutuskan untuk berinvestasi aset crypto, yuk daftarkan diri Anda di Tokocrypto! Kunjungi www.tokocrypto.com segera untuk belajar, jual, beli, dan investasi aset crypto dengan mudah dan aman!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Simak Penjelasan Mengenai Indikator Lagging dalam Trading!

    Sebelum melakukan trading, penting bagi Anda untuk memiliki persiapan yang matang terutama dalam pemahaman dan penggunaan indikator teknis, salah satunya adalah indikator lagging. Ingin tahu lebih dalam mengenai penjelasan serta bedanya dengan indikator leading? Nah, berikut informasi lebih lengkapnya!

    Pengertian Indikator Lagging dan Bedanya dengan Indikator Leading

    Indikator lagging adalah indikator dalam trading yang digunakan untuk mengonfirmasi suatu harga yang benar-benar terbentuk berkat pergerakan pola yang sudah terjadi di masa lalu. Sesuai dengan namanya, indikator ini seakan “memperlambat” harga aset saat ini dan digunakan setelah pergerakan harga tertentu telah terjadi.

    Dalam trading, indikator terbagi menjadi dua yaitu lagging dan leading. Terdapat perbedaan yang mendasar antara indikator lagging dan leading. Indikator lagging digunakan untuk melihat bagaimana harga saat ini terbentuk dengan memperhatikan pergerakan pasar yang sudah terjadi. Sementara, indikator leading digunakan untuk memprediksi arah harga di masa depan.

    Indikator lagging sangat berguna pada saat pasar sedang dalam keadaan trending. Pasalnya, indikator lagging akan lebih mudah mengirim sinyal buy maupun sell pada trader saat keadaan trending. Berkat indikator lagging yang digunakan dengan benar, para trader bisa merasa lebih percaya diri dalam mengambil keputusan.

    3 Indikator Lagging yang Sering Digunakan

    Cukup banyak trader yang menggunakan lebih dari satu indikator lagging. Selain sinyal menjadi bisa lebih terkonfirmasi, indikator tersebut dapat lebih membantu mengasah kemampuan analisis teknikal trader. Terdapat 3 contoh indikator lagging yang populer di kalangan trader, yaitu:

    Indikator yang satu ini menjadi pilihan utama para trader, karena penggunaannya yang mudah dan sederhana. Moving Average merupakan indikator yang menghitung rata-rata harga aset yang sedang diperdagangkan dalam satu periode waktu tertentu. Panjang Moving Average yang paling umum digunakan adalah 9, 20, 50, 100, dan 200 MA.

    Dengan Moving Average, Anda melihat pergerakan rata-rata berdasarkan periode waktu. Misalnya, jika Anda melihat 20 MA dalam periode harian, maka Anda sedang melihat rata-rata dari harga penutupan dalam 20 hari terakhir. Jika Anda mengubah periode menjadi per 5-menit atau 10-menit, maka penafsirannya akan berubah mengikuti periode yang dipilih.

    Moving Average juga bersifat sebagai garis support dan resistance. Di saat pasar sedang mengalami peningkatan (uptrend), garis MA akan berada di bawah pergerakan harga. Sebaliknya, garis MA akan berada di atas pergerakan harga saat pasar sedang menurun (downtrend).

    Bollinger Bands adalah indikator yang terdiri dari 3 garis, yaitu garis tengah (standard moving average), kemudian garis atas dan garis bawah sebagai standar deviasi. Umumnya, garis atas dan bawah dijadikan sebagai support dan resistance. Standar ukuran garis tengah yang biasa digunakan adalah 20 SMA yang setara dengan 20 hari terakhir.

    Sudah menjadi rahasia umum di kalangan trader yang menggunakan Bollinger Bands bahwa jika harga saat ini mendekat ke garis atas, maka menandakan pasar yang sedang overbought. Begitu pula sebaliknya, jika semakin mendekati garis bawah, maka menandakan pasar yang oversold.

    Bollinger Bands merupakan indikator yang bergantung pada volatilitas harga suatu aset. Saat volatilitas semakin meningkat, garis atas dan bawah akan semakin membesar. Sebaliknya, jika volatilitas melemah atau bahkan kondisi pasar tidak bergairah, garis atas dan bawah akan semakin merapat. 

    • Moving Average Convergence Divergence

    Moving Average Convergence Divergence (MACD) adalah indikator tren dan momentum yang terdiri dari garis MACD dan garis sinyal. Sesuai dengan namanya, MACD berbasis Moving Average yang digunakan trader dalam melihat sinyal masuk atau keluar. Garis MACD dibentuk dengan perhitungan selisih dua harga penutupan, dengan satuan yang disebut EMA. 

    Umumnya, periode waktu yang digunakan untuk garis MACD adalah 12 dan 26 EMA, sedangkan garis sinyal adalah 9 EMA. Trader akan diberi tanda berdasarkan letak dari garis MACD dan garis sinyal. Jika garis MACD memotong garis sinyal ke bawah, maka tergolong sinyal jual. Sebaliknya, jika ke atas, maka tergolong sinyal beli.

    Indikator ini menjadi alat yang bisa mengukur seberapa cepat pergerakan harga terjadi. Dengan demikian, para trader yang menggunakan MACD akan terbantu dalam memeriksa perubahan harga yang terjadi secara cepat.

    Kelebihan dan Kekurangan Indikator Lagging

    Indikator lagging sendiri banyak dipilih oleh trader, termasuk yang masih pemula dalam membantu aktivitas trading. Dengan indikator lagging, para trader menggunakan nilai rata-rata jangka pendek sebagai konfirmasi untuk melakukan pembelian, dikarenakan adanya peningkatan pada momentum.

    Kelebihan lain dari indikator lagging adalah dapat mengurangi kemungkinan trader memperoleh sinyal maupun breakout palsu. Selain itu, karena berdasar pada pergerakan harga yang telah terjadi, hasil yang diberikan oleh indikator ini juga cenderung akurat. Indikator ini sangat cocok bagi para trader pemula yang masih awam dengan dunia trading aset kripto.

    Walaupun banyak kelebihannya, indikator lagging juga memiliki beberapa kekurangan. Di antaranya adalah pergerakan trader yang lebih mudah ditebak dan dapat terjadi secara cepat, sehingga trader lain yang kalah cepat menjadi terlambat masuk ke pasar. 

    Selain pergerakan trader, pergerakan harga juga menjadi penyebab keterlambatan sinyal masuk yang diterima oleh trader dikarenakan indikator lagging baru bisa digunakan setelah terjadi pergerakan harga. Tak heran, banyak trader yang kehilangan momentumnya dalam mengantongi sejumlah cuan dikarenakan terlambat menerima sinyal.

    Di samping kekurangannya, indikator lagging masih menjadi pilihan banyak trader dalam melakukan trading karena penggunaannya yang cenderung sederhana. Oh iya, sebagai trader, penting bagi Anda untuk selalu memperkaya pengetahuan trading, tentunya dengan mengunjungi website Tokonews dan media sosial Tokocrypto di Instagram maupun Twitter

    Salam To The Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Peter Brandt Memiliki Pandangan Bullish untuk XRP, Bahkan Mencetak ATH Baru

    Koin dari Ripple Labs, XRP, telah cukup kehilangan kabar beberapa waktu ini karena tergeser beberapa berita utama dari Bitcoin, pembaruan Ethereum, Solana dan juga pembaruan Alonzo Cardano yang baru saja terjadi beberapa hari lalu.

    Dengan perselisihan Ripple dengan SEC AS, token ini seakan tenggelam dan hanya berjalan di antara para penggemarnya saja.

    Namun, rupanya Altcoin ini telah mempertahankan dukungan on-chain yang kuat dan aktivitas jaringan yang meningkat. Tentunya, ini diperkirakan akan dapat membantunya menembus level tertinggi baru (ATH).

    Pedagang veteran Peter Brandt juga melihat potensi jangka panjang yang konstruktif di XRP, dengan membenarkan bahwa itu akan mengalami ledakan harga.

    Baca Juga: Analis Kripto Populer Beberkan Alasan Cardano Akan Setara Dengan Ethereum

    Brandt menunjuk ke arah pembentukan pola “Head and Shoulder” Bullish pada grafik jangka panjang yang menunjukkan bahwa itu bisa bersiap untuk pergerakan naik berikutnya. Resistance kunci berikutnya untuk Altcoin tini erletak di $1,17, menembus yang dapat meretest titik High tiga bulan sebelumnya yang diikuti oleh High tahunan.

    Aktifitas Jaringan XRP Meningkat

    Aktivitas jaringan untuk altcoin telah meningkat ke level tertinggi baru, jumlah alamat aktif yang berinteraksi dengan jaringan mencapai 6.700 minggu ini, melihat lompatan 394% dari minggu lalu. Kenaikan jumlah alamat dompet sering diikuti oleh kenaikan harga karena banyaknya pengguna baru dengan harapan mendapat untung dari lonjakan harga yang masuk.

    Koin Ripple ini juga bisa mendapatkan keuntungan dari pertempuran hukum yang sedang berlangsung dengan SEC dimana terdakwa Ripple telah menawarkan kasus yang kuat terhadap argumen keamanan SEC.

    Gugatan SEC memainkan peran penting dalam menghentikan aksi harga XRP ketika pasar crypto lainnya booming. Namun, hal yang sama dapat membalikkan keadaan dan seperti yang diharapkan oleh banyak pendukung XRP, hasil positif dapat mengubah harga menjadi menguntungkan.

    Baca Juga: Glassnode: Tekanan Pasokan Bitcoin Dapat Memicu Siklus Bulls Baru

    Perkembangan terbaru dalam kasus ini tampaknya tergantung pada Tes Howey dan mengapa Ethereum mendapat izin gratis saat XRP sedang diburu.

    SEC baru-baru ini mengakui secara resmi bahwa mereka gagal memberi tahu pihak ketiga dan Ripple tentang status keamanan XRP. Ini pada gilirannya dapat menempatkan kesaksian Hinman baru-baru ini di bawah pemindai dan perintah pengadilan berdasarkan itu dapat membantu lonjakan token ke level tertinggi baru. Kita lihat saja!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Analis Kripto Populer Beberkan Alasan Cardano Akan Setara Dengan Ethereum

    Baru-baru ini, analis dan trader crypto populer, Benjamin Cowen, beberkan bagaimana Cardano (ADA) dapat mengikuti jejak Ethereum (ETH) untuk mencapai kesuksesan yang diperkirakan setara atau bahkan lebih besar.

    Dalam sebuah video yang dirilis pada malam acara hard fork combinator (HFC) Alonzo, dimana smart contract di mainnet Cardano akhirnya diluncurkan secara resmi.

    Cowen memberitahu lebih dari 538 ribu subscriber YouTube-nya bahwa Cardano dapat membangun kesuksesan yang setara dengan Ethereum dengan menekankan aplikasi adopsi.

    Baca Juga: Cardano Secara Resmi Luncurkan Smart Contract!

    Di dalam video tersebut, Cowen lebih menyoroti penggunaan luas Ethereum untuk beberapa protokol, termasuk token NFT dan keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang menyebabkan pengguna menimbun dan menghabiskan Ethereum.

    Ahli strategi pasar juga memberi pernyataan serupa. Ia menjelaskan jika aplikasi Ethereum telah menjadi kontributor besar untuk kapitalisasi pasarnya.

    Menurut Cowen, Cardano memang belum bisa mencapai tingkat adopsi penggunaan aplikasi yang serupa.

    Namun, Cowen memperkirakan ekosistem dan efek jaringan Cardano akan terus tumbuh dan berkembang dengan pesat.

    Hal ini tentu akan mengarah pada dampak positif harga. Ujung-ujungnya, semua upgrade dan perbaikan masing-masing token akan mementingkan sudut pandang ‘cuan’.

    “Tak satupun dari kita, saya tidak berpikir untuk mengklaim bahwa ekosistem Cardano saat ini lebih besar dari Ethereum. Tetapi saya berpikir bahwa Cardano akan tumbuh seiring waktu, dan saya berpikir bahwa karena lebih banyak utilitas yang benar-benar dibangun di platform tersebut, ini akan berdampak positif pada harga.” Ungkap Cowen yang dilansir The Daily Hodl.

    Cowen kemudian melihat pasangan perdagangan $ADA-$ETH dan menyebutkan jika trader melihat titik tertinggi yang baru, itu bisa membuat satu token Cardano bernilai sebanyak $4,50.

    Baca Juga: Tertarik Trading? Simak Jenis Indikator Trading Paling Akurat!

    Hal ini nantinya akan terlihat sebagai harga jangka menengah untuk target yang menyasar pada ADA.

    Cowen juga memperkirakan bahwa ADA berada dalam fase akumulasi ulang besar yang diperdagangkan antara $1 dan $3.

    Akan tetapi perkiraan asetnya yang akan meledak ke tonggak baru, baru bisa terselesaikan setelah ADA menembus angka diatas $3.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Serba-Serbi Blockchain dan 5 Karakteristik Utamanya

    Istilah “blockchain” pasti sudah tidak asing di telinga Anda, terutama bagi pegiat aset kripto. Walaupun terdengar rumit, ternyata konsep teknologi blockchain ini sangatlah sederhana. Sebagai investor, penting untuk memahami arti dari blockchain beserta karakteristiknya sebagai pengetahuan dasar. Yuk, simak penjelasan selengkapnya!

    Apa Itu Blockchain?

    Secara sederhana, blockchain adalah ledger digital yang terdistribusi, di mana di dalamnya dapat menyimpan berbagai jenis data. Blockchain sendiri merupakan sejenis database. Umumnya, struktur penyimpanan database adalah berupa tabel, sedangkan blockchain terdiri dari blok dan rantai. 

    Misalnya, ketika transaksi masuk ke dalam blockchain, transaksi tersebut akan dilempar ke jaringan komputer yang ada di seluruh dunia untuk divalidasi oleh user, dengan cara memecahkan teka-teki matematika. Setelah valid, transaksi dikelompokkan ke dalam blok untuk dihubungkan dengan blok lain menggunakan rantai, agar history transaksi terekam dengan jelas. Setelah itu, barulah transaksi berhasil.

    Kemudian blockchain memiliki sistem terdesentralisasi, yang membuat segala hal yang terekam dalam blockchain akan disebar di seluruh jaringan. Masing-masing server dalam jaringan juga saling terikat satu sama lain, sehingga setiap perubahan akan langsung terlihat dan tercatat. Hal ini juga yang membuat blockchain menjadi teknologi yang terjamin aman, karena memiliki server yang berlapis dan sulit untuk dibobol.

    Teknologi blockchain sendiri sudah digunakan untuk berbagai tujuan, mulai dari perbankan, pemungutan suara, hingga yang paling populer saat ini adalah digunakan untuk cryptocurrency.

    Mengapa Cryptocurrency Memakai Teknologi Blockchain?

    Semuanya berawal dari koin pertama yang terdapat pada dunia cryptocurrency, yaitu Bitcoin. Di awal kehadirannya pada tahun 2009, Bitcoin dibangun di bawah protokol blockchain. Pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto, memilih blockchain karena kemampuannya dalam merekam ledger secara transparan, sehingga transaksi dan kepemilikan Bitcoin bisa terlihat dan dapat menghindari pemalsuan.

    Selain itu, penerbit aset kripto juga menghindari risiko yang dimiliki suatu sistem yang masih berada di bawah otoritas pusat maupun pihak tertentu, contohnya bank konvensional. Jika bank diretas, maka informasi nasabah akan berisiko tersebar luas. Lalu, jika suatu bank berada di bawah negara yang kepemimpinannya sedang tidak stabil, maka akan berdampak buruk pada mata uang negara tersebut.

    Agar tidak mengulang kesalahan yang sama, para penerbit juga memilih untuk membangun dengan teknologi blockchain yang menawarkan banyak manfaat. Dengan blockchain, alur proses transaksi yang panjang bisa dipersingkat dan biaya transaksi dapat dipangkas. Ditambah lagi, transaksi jual-beli dapat dilakukan tanpa batas dengan menggunakan alat transaksi berupa aset kripto yang cenderung lebih stabil.

    5 Karakteristik Utama dari Blockchain

    Sebagai teknologi yang mendasari perputaran Bitcoin (BTC), Ether (ETH), dan cryptocurrency lainnya, blockchain memiliki 5 karakteristik utama, yaitu:

    • Ledger yang Terdistribusi

    Seluruh informasi baik transaksi maupun perubahannya, akan tersimpan di dalam blockchain hingga salinannya. Para user dapat memvalidasi segala transaksi yang terjadi tanpa harus terikat dengan satu otoritas tertentu dan hanya mengandalkan perangkat komputer. 

    Pada saat satu user mengalami kegagalan dalam memvalidasi, maka transaksi akan langsung dilempar ke user lain tanpa terjadi gangguan. Karakteristik ini membuat blockchain dianggap sebagai tempat penyimpanan yang terstruktur dan menjadi pilihan para penerbit cryptocurrency.

    Sebagai suatu teknologi, karakteristik yang satu ini mutlak terdapat pada blockchain. Seluruh informasi termasuk catatan transaksi yang terjadi pada blockchain akan tersimpan secara digital. Dengan demikian, pengarsipan dokumen secara tradisional dan manual sudah tidak lagi dibutuhkan.

    • Kronologis disertai Catatan Waktu

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, blockchain terdiri dari blok-blok yang saling tersambung menggunakan rantai. Tiap blok menyimpan informasi yang berkaitan dengan suatu transaksi, kemudian terikat dengan blok sebelumnya yang juga berisi informasi tentang transaksi yang sama. 

    Keterikatan antar blok ini menghasilkan rantai kronologi yang menyediakan jejak dari transaksi yang mendasarinya. Dengan demikian, setiap aktivitas yang dilakukan terhadap satu transaksi, misalnya pada Bitcoin, akan tercatat secara runtut dan dilengkapi dengan catatan waktu kapan aktivitas tersebut berlangsung. Hal inilah yang membuat transaksi dalam blockchain tidak bisa dipalsukan.

    • Disegel secara Kriptografis

    Sesaat blok diterbitkan dalam jaringan dan terikat oleh rantai kronologis, blok ini sudah secara otomatis tersegel secara kriptografis dalam rantai. Maksudnya, rantai blok yang sudah dibuat tersebut tidak dapat dihapus, diubah, maupun diduplikasi. Hal ini menjadikan sistem penyimpanan blockchain memiliki ketahanan dan kepercayaan yang tinggi.

    Selain itu, sistem penyimpanan pada blockchain juga cenderung jarang mengalami kegagalan. Sekalipun terjadi kegagalan, blockchain akan tetap ada, sambil mengeliminasi kegagalan yang baru saja terjadi. Oleh karena itu, data yang tersimpan dalam blockchain tidak akan pernah berubah.

    Jika membahas penghapusan transaksi yang sudah terdapat pada blockchain, rasanya akan sulit untuk dilakukan. Pasalnya, kegiatan tersebut tidak akan dapat terlaksana apabila belum mendapat persetujuan dari semua pihak yang ada di jaringan. Seluruh pihak harus memberikan konsensusnya lebih dulu, baru bisa dilakukan penghapusan. Namun, di keadaan tertentu, aturan konsensus ini bisa saja diubah untuk penyesuaian.

    Sekarang Anda sudah mengetahui mengenai serba-serbi blockchain beserta karakteristik utamanya, termasuk hubungan antara cryptocurrency dengan blockchain. Nah, sebagai investor, pastikan Anda menggunakan Tokocrypto sebagai exchange jual-beli, ya. Selain karena sudah terdaftar di BAPPEBTI, investasi di Tokocrypto juga sangatlah mudah. Daftarkan diri Anda di www.tokocrypto.com sekarang!



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Pahami Jenis Indikator Trading Paling Akurat. Disini!

    Kini siapa, sih, yang tak tergiur oleh cuan yang didapatkan dari hasil trading bitcoin? Yaps, nilainya yang sungguh tinggi tak ayal membuat banyak trader ingin memilikinya. Namun, jangan salah! Dalam trading bitcoin, seorang trader tentunya membutuhkan indikator yang berguna untuk membantu mereka dalam memprediksi pergerakan harga. Lantas, ada apa saja, sih, indikator trading tersebut? Dan manakah yang paling akurat? Yuk, simak selengkapnya!

    Indikator Teknikal beserta Fungsinya

    Dalam mengamati pasar, seorang trader menggunakan sebuah formula matematis yang dikenal dengan indikator teknikal. Pada dasarnya indikator teknikal dalam trading aset kripto sama seperti yang digunakan pada saham dan forex. 

    Mengapa Anda perlu menggunakan indikator teknikal? Karena indikator teknikal dapat membantu Anda untuk melakukan trading dengan arah yang jelas. Melalui penggunaan indikator teknikal, para trader dapat menganalisa maupun mengantisipasi perubahan harga di masa mendatang. Selain itu, indikator teknikal juga berfungsi untuk mengukur volatilitas dan mengetahui kapan waktu yang tepat untuk entry ataupun exit

    Indikator Trading Terbaik yang Umum Digunakan

    Berikut adalah beberapa indikator trading terbaik yang bisa Anda gunakan:

    MA merupakan indikator yang lazim digunakan oleh trader karena penggunaannya yang sederhana. Indikator ini digunakan untuk mengukur ke arah mana tren akan bergerak yang didasari dari perhitungan rata-rata token dalam periode tertentu (20, 50, an 200).

    Nah garis MA berfungsi sebagai garis support dan resistance yang terbagi dalam: SMA (Simple Moving Average), WMA (Weighted Moving Average), dan EMA (Exponential Moving Average). Apabila keadaan market mengalami uptrend maka garis MA akan berada di bawah pergerakan harga, dan sebaliknya. 

    Dilansir dari Inbizia.com, Joe Lee yang merupakan salah satu trader menyebutkan bahwa MA merupakan salah satu indikator terbaik untuk trading bitcoin karena mampu menunjukkan arah pergerakan harga dengan lebih mudah, sehingga Anda akan terhindar dari spekulasi. 

    Bollinger Band adalah indikator yang dikembangkan oleh John Bollinger yang digunakan untuk mengukur volatilitas market. Nah, pada Bollinger Band terdapat 3 garis yang dapat Anda gunakan sebagai garis Support dan Resistance, yakni garis bawah, tengah, dan atas. 

    Garis-garis tersebut bisa mengecil dan membesar karena volatilitas market yang tengah terjadi. Jika pergerakan harga dalam kondisi kurang kuat (sideways) maka garis akan merapat dan mengecil dan apabila pergerakan harga tengah kuat atau berfluktuasi maka garis akan bergerak membesar.

    Ichimoku Cloud merupakan indikator yang menampilkan area Support dan Resistance melalui awan-awannya. Indikator ini dikembangkan oleh jurnalis bernama Goichi Hosoda dan dimuat dalam bukunya yang terbit pada tahun 1969 silam. Periode yang biasa digunakan pada setting default adalah 9, 26, 52. 

    Adapun teori umum pada Ichimoku Cloud adalah apabila tren harga masih bullish, maka awan Ichimoku akan berada di bawah candlestick dan ini berfungsi sebagai Support. Begitu pula sebaliknya, ketika harga masih bearish, maka awan tersebut akan berada di atas candlestick dan berfungsi sebagaI Resistance

    • Relative Strength Index (RSI)

    RSI merupakan indikator dengan batasan rentang terendah (0) hingga rentang tertinggi (100). Adapun periode RSI adalah 14, namun dapat diubah menjadi 12, 10, atau 9 hari untuk mendapatkan sinyal yang lebih sensitif. 

    Rentang di bawah 30 disebut dengan area oversold dan rentang di atas 70 disebut dengan overbought. Apabila garis RSI menembus ke bawah garis rentang 70 ini menandakan sinyal bearish, sedangkan apabila garis RSI menembus ke atas garis rentang 30 ini menandakan sinyal bullish

    • Moving Average Convergence Divergence (MACD)

    MACD diciptakan oleh Gerald Appeal pada tahun 1979. Umumnya, MACD digunakan untuk mengukur kekuatan tren yang sedang terjadi, mengukur momentum pasar, dan sebagai indikator apakah sedang terjadi divergensi bullish atau bearish

    Indikator MACD memiliki dua garis, yakni garis sinyal dan garis MACD. Garis MACD sendiri merupakan selisih dari dua buah EMA (misal EMA 26 dan EMA 12). Cara membacanya adalah pada saat garis MACD memotong ke bawah garis sinyal maka ini merupakan sinyal jual, dan begitupun sebaliknya. 

    Itulah beberapa indikator trading yang bisa Anda gunakan. Sebelum mendaftar dan trading bersama Tokocrypto, yuk tambah pengetahuan trading Anda dengan mengunjungi Tokonews ataupun ikuti media sosial Tokocrpto di Instagram dan juga Twitter untuk informasi terbaru lainnya.





    Sumber : news.tokocrypto.com