Author: 12

  • Hal Yang Perlu Dihindari Investor Aset Kripto

    Walaupun baru berusia satu dekade, aset kripto merupakan salah satu instrumen investasi yang banyak diminati oleh masyarakat. Banyak juga orang yang mengira bawa nasib aset kripto akan berakhir dalam beberapa tahun, nyatanya investasi ini makin kuat setiap harinya. 

    Berdasarkan data kementerian perdagangan pada bulan Mei 2021 terdapat lebih dari 6 juta investor aset kripto di Indonesia. Jumlah ini melebihi jumlah investor pasar modal di bursa. 

    Beberapa dari kalian yang membaca artikel ini mungkin penasaran dan ingin coba berinvestasi kripto namun terbayang dengan berbagai pengalaman-pengalaman buruk yang pernah terjadi sebelumnya dan dialami oleh sebagian investor kripto. Padahal dalam kenyataannya, tiap instrumen investasi tentunya memiliki resiko masing-masing dan hal ini dapat dihindari dengan mempelajari lebih lanjut terkait instrumen investasi tersebut terlebih dahulu sebelum benar-benar terjun didalamnya. 

    Baca Juga: London Hard Fork Kemungkinan Ditunda, Ini Pernyataan Developer Ethereum

    Berikut adalah hal-hal yang perlu dihindari, belajar dari pengalaman yang pernah dialami sebagian besar investor dan bagaimana cara untuk menghindari situasi tersebut:

     

    • Saya lebih pintar dari orang lain, saya tidak mungkin melakukan kesalahan seperti mereka. 

     

    Banyak orang yang merasa bahwa dirinya tidak akan jatuh dalam pemikiran seperti ini. Sebelum memulai investasi di aset kripto para investor cenderung memahami terlebih dahulu sehingga mereka memiliki hampir semua pengetahuan dasar tentang aset kripto. Terkadang dengan memahami pengetahuan dasar aset kripto, bagaimana cara membaca grafik, teknikal analisis dan mengetahui fundamentalnya, para investor merasa bahwa mereka sudah ahli dalam aset kripto. Kenyataannya, trading bukan hanya tentang itu, melainkan trading adalah hal psikologis. Para investor harus melangkah lebih jauh untuk memahami konsepnya. Para investor harus menerima berbagai bentuk strategi pasar apapun. Aset kripto memiliki tingkat volatilitas yang tinggi. Jangan lupa untuk selalu melakukan penelitian terlebih dahulu terkait grafik dan teori market. 

     

    • Kehilangan banyak harta tabungan, tanah, rumah, mobil, dan sebagainya

     

    Semua orang memiliki potensi untuk mengalami kerugian dan kehilangan dananya dalam investasi. Akan ada saat dimana hal-hal terjadi diluar keinginan sehingga sangat penting selalu teliti dalam mengambil tindakan dalam dunia kripto. 

    Tentunya untuk menghindari hal ini, pastikan anda berinvestasi aset kripto dengan menggunakan dana dingin. Jangan pernah menggunakan dana tabungan hidup, dana darurat bahkan utang atau pinjaman. Pastikan anda dapat menutupi semua tagihan sebelum menginvestasikan dana anda dalam instrumen investasi manapun, termasuk aset kripto. Dalam investasi, semakin banyak keuntungannya, semakin tinggi pula potensi kerugian. Pastikan untuk selalu mempertimbangkan dan mempersiapkan rencana investasi sesuai dengan kondisi masing-masing. 

     

     

    Kunci kesuksesan dalam melakukan trading adalah disiplin dalam mengatur emosi. Mempertahankan sikap yang tenang dan penuh perhitungan adalah hal utama yang harus diperhatikan dalam trading. 

    Ketakutan dan keserakahan adalah dua emosi paling umum yang dialami trader, dan ini menyebabkan sebagian besar keputusan buruk yang membuat mereka kehilangan dana. 



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • London Hard Fork Kemungkinan Ditunda, Ini Pernyataan Developer Ethereum

    Terdapat kabar bahwa London Hard Fork yang akan memberikan peningkatan pada efisiensi jaringan Ethereum (ETH) akan ditunda.

    Dari sebelumnya dijadwalkan akhir bulan ini, salah satu developer dan pendiri dari ethhub.io menyatakan bahwa ada potensi penundaan.

    London Hard Fork Kemungkinan Ditunda

    Anthony Sassano baru saja memberikan informasi mengenai potensi penundaan peluncuran London Hard Fork untuk Ethereum.

    Dikabarkan bahwa penundaan tersebut akan terjadi hingga 4 Agustus 2021, namun semua bergantung pada kelancaran jaringan uji coba RInkeby.

    Jaringan testnet atau uji coba tersebut dikabarkan akan meluncur pada 7 Juli 2021, yang akan menentukan perkembangan Ethereum.

    Banyak pihak yang menyatakan bahwa penundaan akan terus berlanjut bahkan melebihi tanggal yang dijanjikan oleh Sassano.

    Baca Juga: Inilah 5 Pola Candlestick Bearish yang Harus Diketahui Para Trader Kripto

    Salah satu pihak tersebut adalah Lark Davies, seorang Youtuber, yang menyatakan bahwa Ethereum bisa ditunda hingga pertengahan Agustus.

    Ia menyatakan bahwa kemungkinan besar semua akan menunggu hasil pertemuan antar developer yang akan terjadi pada 14 Juli 2021.

    Akibat penundaan ini banyak pihak yang mempertanyakan apakah sebenarnya layak ditunggu atau apakah akan memiliki dampak yang besar.

    Hal ini disebabkan suatu yang besar seharusnya tidak ditunda, menurut beberapa pihak di komunitas Ethereum.

    Namun beberapa pihak berargumen penundaan ini dapat menjadi hal positif akibat adanya kepastian dalam implementasi yang baik.

    London Hard Fork menjadi suatu hal yang ditunggu akibat akan membuat jaringan Ethereum lebih efisien dan lebih rendah biaya.

    Dua hal tersebut adalah hal yang dicari akibat daya saing Blockchain Ethereum yang mulai menurun akibat dua kekurangan tersebut.

    Tapi ada satu hal yang dikabarkan akan menjadi sentimen positif utama dari Hard Fork ini yaitu mekanisme burn.

    Nantinya dengan implementasi Hard Fork, 70% biaya transaksi Ethereum akan dihilangkan yang membuat jumlahnya berkurang 1,4% per tahun.

    Mekanisme ini akan membuat Ethereum semakin langka, yang jika terus naik permintaannya, dapat mendorong harganya naik.

    Keraguan dalam Peningkatan Efisiensi

    Namun, saat ini banyak pandangan dari penambang yang menyatakan implementasi proposal Hard Fork tersebut tidak akan seefisien yang dikatakan.

    Para penambang Ethereum saat ini masih terlihat menolak adanya implementasi proposal EIP-1559 yang akan diterapkan di London Hard Fork.

    Hal ini disebabkan adanya potensi penurunan pendapatan dari penambangan Ethereum sebesar 20% hingga 35%.

    Prediksi ini juga masuk akal mengingat transisi Hard Fork akan mempermudah masuknya perubahan dari Proof of Work ke Proof of Stake, yang tidak lagi membutuhkan penambangan.

    Baca Juga: Cardano Ungguli Ethereum 2.0 Dan Luncurkan Alonzo Testnet, Ini Analisis Harganya

    Selain itu, saat ini terdapat celaan dari beberapa pesaing, salah satunya adalah dari komunitas Cardano (ADA) melalui Twitter.

    Terdapat celaan bahwa EIP-1559 tidak akan bermanfaat secara signifikan terhadap Ethereum akibat hanya akan menjadi “bualan” untuk “mempercantik” Ethereum.

    Selain itu banyak pihak yang juga berasumsi bahwa penundaan akan terus berlanjut dan kemungkinan tidak akan terjadi di awal Agustus 2021.

    Bersama dengan peluncuran Alonzo Hard Fork dari Cardano, kemungkinan Ethereum memiliki saingan yang cukup kuat.

    Kemungkinan perdebatan antara komunitas Cardano dan Ethereum masih akan terus berlanjut hingga kedua Hard Fork terjadi, bahkan berlanjut.

    Namun untuk efisiensi London Hard Fork, masih belum ada yang yakin dan mengetahui secara pasti bagaimana kemungkinan dampaknya secara nyata walau baik secara tertulis.

    sumber.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa itu Baby Doge, Token yang Naik 130% Setelah Cuitan Elon Musk?

    CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk kembali membuat cuitan yang berdampak pada kenaikan harga sebuah token cryptocurrency. Kali ini Musk membuat cuitan tentang Baby Doge (Babydoge). Lantas, apa itu Babydoge? Saingan Dogecoin dan Shiba Inu (SHIB)?

    Setelah Musk membuat cuitan tentang Baby Doge, 1 Juli 2021, harga aset kripto ini langsung melonjak 130%. Saat ini Baby Doge diperdagangkan dengan harga $0,0000000001516.

    http://

    Baby Doge merupakan token crypto yang masih seumur jagung. Aset crypto tersebut tercatat baru listing sejak 22 hari yang lalu. Namun, sejak melantai di pasar, berdasarkan data CoinGecko, harganya naik 549,5%.

    Baca Juga: Ingin Beli Polygon (MATIC)? Berikut Analisis Buy dan Sell Area nya

    Baby Doge tidak memiliki berada dalam satu jaringan blockchain dengan Dogecoin maupun Shiba Inu (SHIB). Dikutip dari Decrypt.co, Baby Doge adalah fork dari Luckycoin, aset kripto yang saat ini sudah tidak berfungsi, namun kini dikembangkan dengan Litecoin.

    Baby Doge dikembangkan di atas jaringan blockchain Binance Smart Chain (BSC). Sehingga, Baby Doge ini lebih mirip dengan Shiba Inu (SHIB), daripada Dogecoin yang memiliki blockchainnya sendiri.

    Baby Doge nampaknya bertujuan untuk menarik simpati dari Elon Musk. Elon yang selama ini memproklamirkan diri sebagai The Dogefather memang menjadi katalis bagi sejumlah mata uang kripto.

    Dikutip dari Decrypt, pengembang Baby Doge mengatakan bahwa tokennya tersebut telah banyak belajar mengenai beberapa trik untuk membuat Elon terkesan. Salah satunya membuat token yang memiliki kecepatan transaksi ideal dan kelucuan baru di tengah pasar crypto.

    Baca Juga: Kabar Bitcoin dan Industri Crypto di Paruh Tahun 2021

    Disclaimer:

    Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

    Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

    Semua informasi di artikel ini bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Empat Altcoin Ini Memiliki Potensi Investasi Jangka Panjang

    Empat Altcoin dengan kapitalisasi pasar menengah dikabarkan menyimpan “potensi gila” dalam jangka panjang menurut Austin Arnold, seorang trader crypto dan pembawa acara populer, Altcoin Daily.

    Pertama dalam daftar Arnold adalah protokol Compound (COMP) yang berada disektor keuangan terdesentralisasi (DeFi). Arnold mengutip berita bahwa Compound Labs, pencipta Compound, telah meluncurkan proyek baru yang disebut Compound Treasury.

    Proyek ini dirancang untuk memberikan bisnis non-crypto dan lembaga keuangan akses ke protokol Compound.

    Baca Juga: Apa itu Baby Doge dan Mengapa Elon Musk Memompanya?

    Kedua adalah solusi penskalaan Ethereum Polygon (MATIC). Polygon baru-baru ini mengumumkan peluncuran blockchain tujuan umum baru yang disebut Avail.

    Arnold pun menjelaskan:

    “Pendapat saya tentang ini hanyalah bahwa Polygon menawarkan untuk membongkar penskalaan layer-2 untuk Ethereum, dengan Avail. Apakah Anda seorang sidechain di rantai utama apa pun, atau hanya rantai yang berdiri sendiri, itu akan membantu menjaga skalabilitas, sambil juga menjaga keamanan blockchain / sidechain.”

    Ketiga, protokol pengindeksan berbasis Ethereum The Graph (GRT) adalah Altcoin selanjutnya dalam pengamatan Arnold. Dia menunjuk pada berita bahwa The Graph bermitra dengan Optimism, solusi skalabilitas Ethereum.

    Dalam sebuah pengumuman dijelaskan bahwa The Graph akan menyediakan layanan pengindeksan dan kueri kepada pengembang yang membangun Ethereum L2untuk membantu skala Ethereum.

    The Graph akan ditayangkan di layanan yang dihosting setelah Optimism diluncurkan secara publik, dan akan memberikan dukungan kepada pengembang di komunitas Optimism.

    Ini adalah sebuah inovasi yang tentu sangat potensial di masa depan.

    Baca Juga: Kabar Bitcoin dan Industri Crypto di Paruh Tahun 2021

    Dan yang terakhir dalam pengamatan Arnold adalah proyek dunia realitas virtual terdesentralisasi Decentraland (MANA).

    Arnold mengutip berita bahwa sebidang tanah digital di Decentraland baru-baru ini terjual dalam token MANA senilai hampir $ 1 juta.

    Dia mengatakan itu pertanda bahwa pemain besar telah membeli ekosistem virtual untuk prospek jangka panjang. IA pun mengatakan:

    “Bahkan saat harga turun, Whale mengambil posisi mereka, merencanakan masa depan jangka panjang.”

    Memang, ditengah pasar crypto yang mayoritas sedang berdarah, investor besar tampaknya mencari celah di beberapa token yang kurang populer di media untuk diinvestasikan berdasarkan prospek mereka untuk hal yang inovatif. Apakah Anda sependapat dengan Arnold?



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kabar Bitcoin dan Industri Crypto di Paruh Tahun 2021

    Bitcoin dan pasar crypto memasuki tengah tahun dengan harga yang masih stagnan dan turun jauh dari all time highnya yg sempat mendekati $65.000. Walau begitu dalam enam bulan pertama tahun hal yang dicapai Bitcoin dan industri crypto lainnya.

    Berikut hal-hal menarik yang terjadi di industri crypto di paruh tahun yang terdiri dari Januari hingga Juni 2021. Selengkapnya..

    Bitcoin Koreksi dan Naik Kembali Hingga $40.000

    Sebelumnya di Januari Bitcoin sempat alami koreksi hingga angka $27.700 dengan harga sebelumnya ada di $34.000 salah satu dugaan kuat penyebab turunnya harga aset ini karena investor ritel yang menjual kepemilikan mereka.

    Walau koreksi, pada akhirnya di bulan ini Bitcoin pun berhasil naik kembali menyentuh $40.000, penyebabnya diduga karena Grayscale membuka kembali jasanya kepada investor baru di tanggal 13 Januari 2021.

    Baca Juga: Yuk, Kenalan dengan Karya Seni NFT yang Populer!

    Tesla Beli Bitcoin

    Kabar yang cukup mengejutkan di bulan Febaruari adalah Tesla membeli Bitcoin yang bernilai 1,5 Miliar yang membuat harganya naik hingga sekitar $47.500 atau setara dengan Rp665.095.000.

    Keputusan Tesla membeli raja aset crypto ini membuat sentimen di sekitar industri positif, hal ini turut berimbas dengan pergerakan harga termasuk pada altcoin. Selain itu ini menunjukan jika institusi mulai memiliki kepercayaan lebih terhadap Bitcoin.

    NFT Jadi Perhatian

    Bulan Maret adalah waktunya NFT, di bulan ini Non Funtagible Token atau token yang tidak dapat ditukarkan kian populer. Contohnya adalah lukisan Bepple yang memperoleh harga fantastis hingga $6,6 juta dollar.

    Beberapa penyebab yang membuat NFT terkenal adalah keaslian karena hampir tidak mungkin dipalsukan, eksklusifitas yang menjadi nilai lebih bagi para kolektor dan selebritas yang mempublikasikan karya mereka dalam bentuk NFT.

    Baca Juga: 3 Alasan Ini Sebabkan NFT Semakin Populer

    Bitcoin Jatuh Karena Rumor

    Di bulan April salah satu yang menjadi perhatian adalah jatuhnya harga Bitcoin dari $59.000 menuju ke $51.000. Jatuhnya Bitcoin disebabkan oleh berbagai rumor yang beredar salah satunya adalah Menteri Keuangan Amerika Serikat, akan segera menuntut beberapa institusi keuangan besar akibat menggunakan crypto sebagai alat pencucian uang.

    Kemudian ada pula kabar yang menyatakan jika hash rate yang berhubungan dengan mining Bitcoin turun hingga 40% karena ada pemadaman listrik masal di Xinjiang, China. Turunnya harga Bitcoin ini pun diikuti oleh altcoins lain seperti Ethereum dan Binance Coin.

    Meski Turun, Bitcoin Telah Naik 400%

    Ketika sentimen pasar menyatakan Bitcoin sedang mengalami penurunan, namun analis dari ARK Investment menyatakan bahwa kenyataannya Bitcoin masih terlihat naik. Hal tersebut dinyatakan dengan data bahwa dalam satu tahun Bitcoin telah naik lebih dari 400% jika melihat dalam jangka waktu tahunan.

    Ia melihat bahwa apresiasi ini cukup signifikan melihat sebelumnya Bitcoin berada di $9.500 atau Rp136,49 Juta hanya satu tahun yang lalu. Ia menekankan, walau jatuh 40%, Bitcoin sudah naik 400% sejak tahun lalu.

    El Salvador Terima Bitcoin untuk Alat Tukar Sah

    Bulan Juni El Salvador mengumumkan akan menjadikan Bitcoin sebagai alat tukar yang sah, keputusan negara tersebut pun sempat membuat IMF meradang. Namun El Salvador tidak gentar dan terus menjadikan rencana ini jadi kenyataan, negara yang berada di benua Amerika ini diketahui akan membagikan airdrop Bitcoin gratis pada warganya yang memenuhi syarat.

    Keputusan El Salvador ini adalah keputusan yang sangat berani dan bisa menjadi batu loncatan bagi crypto utamanya Bitcoin untuk diadopsi lebih luas di sebuah negara.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Soros dan Morgan Stanley Semakin Kepincut Bitcoin

    Perusahaan yang didirikan oleh George Soros dan perusahaan Morgan Stanley semakin kepincut Bitcoin. Mereka menambah investasi ke perusahaan NYDIG.

    NYDIG, badan usaha yang membantu pembelian Bitcoin senilai US$100 juta oleh perusahaan asuransi MassMutual, telah mendapat pendanaan US$200 juta dari sejumlah investor besar.

    Baca Juga: Meitu Beli Bitcoin dan ETH, Total Rp573 Milyar!

    NYDIG mengumumkan pada Senin (8/03/2021), mendapatka tambahan dana dari Stone Ridge Holdings Group, Morgan Stanley, New York Life, MassMutual, Soros Fund Management dan FS Investments. Investor lama Bessemer Venture Partners dan FinTech Collective juga turut serta.

    “Pihak-pihak yang gabung dalam putaran investasi ini lebih dari sekadar investor, mereka adalah mitra yang kami kenal baik selama bertahun-tahun. NYDIG akan bekerjasama dengan usaha-usaha ini di bidang inisiatif strategis terkait Bitcoin yang mencakup, manajemen investasi, asuransi, perbankan, energi terbarukan dan filantropi,” ujar Robert Gutmann, pendiri dan CEO NYDIG.

    NYDIG mulai tenar di sektor kripto pada Desember 2020 ketika perusahaan tersebut membantu perusahaan asuransi berusia 169 tahun untuk membeli Bitcoin. MassMutual kemudian menanam modal US$5 juta di NYDIG saat itu.

    NYDIG telah menjadi pemain kunci mendorong adopsi Bitcoin oleh kalangan Wall Street, yang beberapa tahun kerap mengkritik keras faedah Bitoin.

    Bulan lalu, Gutmann mengatakan, NYDIG akan mencapai total aset dikelola sebesar US$25 milyar atas nama klien pada akhir 2021.

    Baca Juga: Bloomberg: Harga Bitcoin Bisa US$100 Ribu Tahun Ini

    Dalam pengumuman pada Senin itu, Gutmann menambahkan di bulan-bulan dan kuartal-kuartal ke depan, akan terjadi ledakan inovasi produk-produk dan layanan terkait Bitcoin oleh NYDIG, bermitra dengan para investor baru.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Pomp: Tesla Mungkin Akan Beli Bitcoin

    Menyusul tanda pagar (tagar) Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, pengamat Bitcoin, Anthony “Pomp” Pompliano mengatakan perusahaan Tesla mungkin akan membeli Bitcoin.

    Hal itu dikumandangkan oleh Pompliano, Pendiri Morgan Creek Digital, menyusul penyematan tagar Bitcoin di profil Twitter Elon Musk, bos besar Tesla.

    “Tesla dan SpaceX yang menambahkan Bitcoin ke neraca keuangan mereka, tidak bisa dihindari,” kata Pompliano berspekulasi, sembari menyitir cuitan Musk, setelah tagar Bitcoin itu ditambahkan.

    Baca Juga: Bank of Singapore: Bitcoin Bisa Gantikan Emas, Fiat Tetap Bertahan

    Pompliano seakan-akan menyiratkan bahwa Musk mungkin “sudah sadar” bahwa Bitcoin semakin penting dipandang sebagai instrumen investasi demi melawan inflasi, sebagaimana yang sudah dilakukan oleh MicroStrategy dan sejumlah perusahaan besar lainnya sejak tahun 2020 lalu.

    Petang hari ini, 29 Januari 2021 Elon Musk menambahkan menjadi tagar #Bitcoin di bagian profilnya. Hal itu itu langsung bikin heboh dunia persilatan Bitcoin.

    Tagar cantik itu pun disusul dengan cuitan Elon yang bikin orang penasaran: “In retrospect, it was inevitable,” tulisnya.

    Polah kata Elon Musk pun langsung dikaiteratkan dengan kenaikan harga Bitcoin di jam yang sama ketika cuitan itu diterbitkan oleh Musk.

    Entah terkait itu atau tidak, harga Bitcoin pun langsung terkerek ke US$38 ribu pada pukul 16:30 WIB hari ini dari US$32 ribuan pada pukul 15:30 WIB.

    Pompliano mungkin menafsirkan itu dan berspekulasi bahwa Elon Musk mungkin sedang mempertimbangkan Bitcoin dan potensi aset kripto itu sulit dihindari di masa depan.

    Elon Musk memang dikenal baik di kalangan penggemar aset kripto, khususnya Bitcoin. Kalimat kecilnya di Twitter bisa bikin jagat maya gegap gempita.

    Sebelumnya di me-mention soal aset kripto DOGECOIN dan dikaitkan dengan kenaikan harganya hingga 350 persen.

    Bahkan kenaikan harga saham GameStop New York Stock Exchange (NYSE) juga dikaiteratkan dengan kalimat Elon di Twitter, yakni: “Gamestonk“. “Stonk“adalah bahasa gaul untuk “stock” alias “saham”.

    tesla dan bitcoin
    Nuansa positif Bitcoin masih terasa pada timeframe 4 jam-an. Sumber: Tradingview.com.

    Ketika artikel ini disusun, harga Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$37.348 per BTC (Rp522 juta). Pada timeframe 4 jam, sentimen positif masih terasa dan berpotensi melejitkan harga Bitcoin lagi.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Yuk, Ketahui Cara Memulai Investasi Bitcoin di 2021!

    Saham, obligasi, dan deposito adalah beberapa instrumen investasi yang sering digunakan oleh masyarakat Indonesia. Seiring berkembangnya teknologi di bidang finansial, terdapat salah satu instrumen investasi berbasis digital yang telah dilegalkan oleh BAPPEBTI. Apa lagi kalau bukan aset kripto! Yuk, kita bahas bagaimana perkembangan aset kripto khususnya bitcoin dan cara mulai investasi bitcoin di 2021!

    Kondisi Bitcoin di Awal Tahun 2021

    Dibalik pandemi yang belum usai dan kondisi ekonomi makro yang melemah, harga bitcoin justru merangkak naik saat memasuki tahun 2021. Pada 1 Januari 2021, bitcoin berada di level harga $29,248 atau setara dengan 426 juta rupiah.

    Satu bulan berselang atau saat perusahaan mobil asal Amerika Serikat, Tesla membeli bitcoin senilai 1,5 miliar dollar AS, bitcoin berada di harga $46,633 pada 9 Februari 2021 atau setara dengan 679 juta rupiah. Padahal sehari sebelumnya, bitcoin masih berada di harga $38,585 atau 562 juta rupiah.

    Seakan tidak puas memberi kejutan bagi para pecinta bitcoin, pada 14 Maret 2021 bitcoin naik sebesar 32% yaitu berada di level $61,215 atau setara dengan 892 juta rupiah! Tentu hal tersebut merupakan angin segar bagi para investor dan trader.

    Alasan Kripto Semakin Diminati

    Selain harganya yang meroket pada awal tahun 2021, beberapa alasan mengapa aset kripto semakin diminati masyarakat adalah:

    • Fiat Money Rentan Inflasi

    Seperti yang kita ketahui, fiat money atau mata uang yang digunakan sehari-hari untuk bertransaksi bersifat rentan terhadap inflasi. Akhirnya, banyak masyarakat yang beralih kepada aset kripto karena tidak terpengaruh oleh inflasi seperti fiat money.

    Jika sistem keuangan konvensional rawan pencurian atau pembobolan, pada aset kripto terdapat teknologi yang bisa meminimalisir kejahatan, teknologi tersebut adalah blockchain.

    Dengan keamanan yang tinggi, apabila ada seseorang yang ingin membobol bitcoin, maka Ia harus membobol kurang lebih 1 juta komputer pengguna yang berperan sebagai penambang atau miners

    Selain itu, kegiatan transaksi akan tercatat secara otomatis dan bisa dilihat semua pengguna. Namun jangan khawatir,  identitas Anda akan tetap terjaga rahasianya dengan susunan alfabetis dan numerik yang unik bagi setiap penggunanya.

    Sejak awal diciptakan, bitcoin memiliki jumlah maksimum, yaitu 21 juta koin. Dilansir dari Coinmarketcap, pada 9 April 2020 terdapat 18,677,481 koin BTC yang telah beredar. 

    Sesuai dengan prinsip ekonomi, jumlah koin yang menipis tentu menjadikan koin BTC menjadi langka dan mengakibatkan harganya kian melambung dari waktu ke waktu.

    Ini adalah satu dari sekian faktor mengapa bitcoin semakin dicari dan tentunya harganya pun semakin meningkat. 

    • Tidak Membutuhkan Storage Fisik

    Instrumen investasi yang diminati masyarakat salah satunya adalah emas. Untuk penyimpanan emas sendiri, seseorang membutuhkan tempat penyimpanan atau storage. 

    Lain halnya dengan aset kripto yang berbasis digital, dimana tidak membutuhkan storage fisik dan semua data akan tersimpan pada jaringan internet, sehingga lebih efisien.

    Cara Investasi Bitcoin

    Memilih exchange terpercaya dan telah mendapat izin dari BAPPEBTI dapat meminimalisir risiko kejahatan serta kerugian yang tidak dapat diprediksi. Salah satu exchange yang terdaftar di BAPPEBTI tentu saja Tokocrypto!

    Setelah memilih exchange yang aman, Anda bisa langsung membuat akun dan menyelesaikan proses KYC (Know Your Customer) yang meliputi pengisian identitas serta bukti foto diri.

    Sesudah akun terverifikasi, Anda dapat melakukan deposit dengan memasukan sejumlah dana yang Anda inginkan. Proses deposit ini wajib dilakukan apabila Anda ingin melakukan trading atau investasi bitcoin.

    Sebelum memutuskan untuk berinvestasi bitcoin, Anda harus memperhatikan pergerakan pasar. Pada umumnya para investor dan trader menggunakan analisis fundamental dan analisis teknikal agar mendapat harga terbaik.

    • Beli Bitcoin untuk Investasi

    Usai memerhatikan pergerakan pasar dan mendapat harga terbaik, Anda bisa langsung membeli bitcoin menggunakan dana yang telah didepositkan di awal.

    Toko Token (TKO)

    Selain berinvestasi dengan bitcoin, ada salah satu koin yang dinantikan para investor dan trader, yaitu TKO. Diluncurkan awal April 2021 kemarin, TKO merupakan proyek aset kripto lokal pertama di Indonesia yang menghadirkan model token hybrid unik dengan utilitas Centralized Finance (CeFi) dan Decentralized Finance (DeFi).

    TKO juga memiliki fundamental yang bagus. Selain didukung langsung oleh Binance, fitur TKO sebagai salah satu coin DeFi juga akan terus bertambah dan pastinya akan menguntungkan trader yang memiliki TKO ini, salah satunya yaitu: jika Anda menyimpan TKO di Tokocrypto maka anda dapat mendapatkan bunga dari TKO, dan masih banyak lagi fitur yang akan dirilis ke depannya.

    Gimana? Tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang TKO? Simak informasi terbaru kami di instagram TKO dan dapatkanTKO di sini!! Salam to the Moon!





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Tesla Beli Bitcoin US$1,5 Milyar

    Perusahaan Tesla yang didirikan oleh Elon Musk akhirnya membeli Bitcoin (BTC) senilai US$1,5 milyar (setara Rp21 triliun). Harga Bitcoin langsung melejit ke lebih dari US$43 ribu (Rp603 juta), membentuk harga all time high (ATH) baru.

    Keraguan publik terhadap Elon Musk soal Bitcoin kini terjawab sudah, perusahaan Tesla yang didirikan oleh Musk akhirnya memutuskan membeli Bitcoin senilai US$1,5 milyar.

    Kabar itu tercantum pada laporan perusahaan publik itu kepada Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) Amerika Serikat yang diterbitkan hari ini.

    Baca Juga: Kisah Inspiratif 2 TKO Angels Setelah Investasi di Tokocrypto

    “Pada Januari 2021, kami memperbarui kebijakan investasi kami untuk memberi kami lebih banyak fleksibilitas untuk lebih mendiversifikasi dan memaksimalkan keuangan kami. Kami berinvestasi di Bitcoin senilai total US$1,5 milyar,” sebut perusahaan dalam dokumen itu.

    Selain itu, Tesla berencana menerima Bitcoin sebagai bentuk pembayaran untuk produk perusahaannya dalam waktu dekat.

    Elon Pendukung Bitcoin
    Pada 1 Februari 2021, Elon Musk menegaskan bahwa dirinya adalah pendukung Bitcoin.

    Elon Musk Pendiri dan CEO SpaceX tegas mengatakan bahwa dirinya adalah pendukung Bitcoin.

    “Saya adalah pendukung bitcoin. Saya memang terlambat menyambutnya, tetapi saya adalah seorang pendukung. Saya pikir Bitcoin saat ini berada di ambang penerimaan luas oleh orang-orang di keuangan tradisional. Dan saya pikir Bitcoin adalah hal yang baik,” kata Musk di ruang obrolan Clubhouse , 1 Februari 2021, dilansir dari Forbes dan Reuters.

    Musk juga mengatakan bahwa banyak orang mengajaknya masuk lebih dalam ke Bitcoin sejak tahun 2013, ketika harga Bitcoin masih di bawah US$100.

    Pernyataan Musk menyusul penyematan tanda pagar #bitcoin di profil Twitter-nya pada 29 Januari 2021 lalu.

    Setelah tagar itu,  tidak ada pernyataan terang benderang di Twitter-nya, apakah dia memang mendukung Bitcoin.

    Baca Juga: Pengamat: Langkah Tesla Beli Bitcoin Akan Ditiru Perusahaan Lain

    Heboh Tagar Bitcoin di Profil Twitter Elon Musk
    Apapun polah kata Elon Musk di Twitter mampu membuat warganet gempar. Hari ini Elon Musk mengubah bagian profil akun Twitter-nya dengan tagar #Bitcoin. Ini sekaligus mengingatkan kita terkait akunnya yang pernah diretas pada tahun lalu.

    Gara-gara tagar itu sontak dunia Twitter pun geger, khususnya para pecinta aset kripto nomor wahid itu.

    Entah terkait itu atau tidak, harga Bitcoin kala itu pun langsung terkerek ke US$38 ribu pada pukul 16:30 WIB hari ini dari US$32 ribuan pada pukul 15:30 WIB.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Terlambatkah Membeli Bitcoin? Analisis Ini Jawabannya

    Banyak investor ritel awam yang merasa bahwa saat ini harga Bitcoin sudah terlalu tinggi. Hal ini disebabkan harga Bitcoin yang terus membentuk harga tertinggi baru dimana saat ini telah berhasil mencapai $36.800.

    Akibatnya, banyak pihak yang ragu untuk membeli karena khawatir harganya akan turun setelah melakukan pembelian. Walau kemungkinan tersebut masih ada, analisis ini membuktikan bahwa tidak ada waktu yang terlambat untuk membeli Bitcoin.

    Analisis Bitcoin Stock to Flow

    Salah satu analisis yang dapat digunakan untuk melihat perkembangan harga Bitcoin ke depannya adalah analisis Stock to Flow. Analisis ini memperlihatkan perbandingan antara beberapa aset untuk menjadi cerminan prediksi.

    Prediksi ini dapat menjadi jawaban untuk terlambat atau tidaknya pembelian Bitcoin akibat memprediksi potensi keuntungan di depan. Salah satu pihak yang telah membuat analisis dengan metode ini adalah Plan B.

    Baca juga: Survey Bitcoin di Indonesia 2020: Ketertarikan tentang Bitcoin Meningkat

    Plan B menggunakan analisis Stock to Flow untuk melihat perkembangan harga Bitcoin dengan membandingkan pergerakannya di masa lalu. Analis dari Plan B membandingkan pergerakan tahun 2012 hingga 2016, pergerakan 2016 hingga 2020, dan pergerakan 2020 hingga saat ini.

    prediksi bitcoin

    Dari analisis tersebut, terjadi penyamarataan skala dimana semua harga dibentuk untuk mencerminkan pergerakan harga saat ini. Dari analisis tersebut dapat dilihat bahwa jika bercermin pada pergerakan masa lalu, Bitcoin dapat menyentuh harga $100.000 dalam 3 hingga 8 bulan ke depan.

    Sehingga analisis tersebut dapat menjawab bahwa tidak ada kata terlambat untuk investasi terutama terhadap Bitcoin. Hal ini disebabkan adanya potensi keuntungan yang cukup besar di waktu yang akan datang.

    Metode Dollar Cost Averaging

    Namun, agar investasi dilakukan secara aman, terdapat beberapa metode untuk menjaga dana investor, mengingat masih adanya potensi penurunan harga atau koreksi. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah metode Dollar Cost Averaging atau (DAC).

    Metode ini sering digunakan oleh mayoritas perusahaan investasi dan pengelola dana. Hal ini disebabkan metode ini dapat memberikan keamanan dana terutama dalam investasi akibat bagian dari diversifikasi melalui waktu.

    Baca juga: Tom Lee: Harga Bitcoin Bisa Lebih dari US$40 Ribu Pada Tahun Ini

    Metode ini dilakukan dengan menginvestasikan sejumlah uang yang tetap dalam beberapa waktu yang berbeda. Hal ini dilakukan mayoritas investor besar untuk memitigasi risiko dari investasi akibat dari fluktuasi harga.

    Sebagai contoh nyata, metode ini dapat digunakan dalam investasi Bitcoin dimana dapat terjadi averaging up atau averaging down. Averaging up dilakukan saat harga naik dimana investasi dilakukan bersama harga yang naik, sedangkan averaging down dilakukan saat harga turun.

    Oleh karena itu dengan melakukan metode DAC ini, walaupun harga mengalami penurunan, rata-rata keuntungan di portfolio investasi menjadi tetap aman. Selain itu, keuntungan yang didapat saat harga naik adalah investor mendapat keuntungan saat harga naik dan tetap dapat melakukan investasi di harga yang lebih tinggi akibat tetap memiliki dana.

    Tidak Ada Waktu Yang Tepat

    Metode tersebut menjadi salah satu solusi untuk mempermudah investor memitigasi risiko dalam investasi. Namun, untuk menjawab pertanyaan apakah ada waktu yang tepat untuk melakukan investasi, mayoritas pasar percaya bahwa jawabannya tidak ada waktu yang tepat.

    Baca juga: 6 Alasan Kenapa Kamu Harus Investasi Bitcoin di 2021

    Hal ini disebabkan pasar keuangan yang akan selalu bergerak akibat fluktuasinya yang cukup tinggi, terutama saat ada sentimen besar. Sehingga walau banyak analisis yang dapat dilakukan, secara fakta tidak ada waktu yang tepat untuk memulai investasi kecuali sekarang.

    Menurut mayoritas analis dan investor, pola pikir ini berlaku untuk investasi akibat jika terus menunda, tidak akan ada dorongan untuk memulai. Sehingga mengingat investasi juga dilakukan untuk jangka panjang, tidak ada waktu yang tepat akibat semakin lama berinvestasi akan semakin besar keuntungannya.

    sumber.



    Sumber : news.tokocrypto.com