Pengamat keuangan dari RCB Capital Markets mengatakan, bahwa perusahaan Apple bisa saja juga membeli Bitcoin. Pernyataan itu datang bersamaan dengan pembelian Bitcoin senilai US$1,5 milyar oleh Tesla.
“Apple bisa saja mempertimbangkan untuk membeli Bitcoin, sehingga aset itu menjadi bagian dari neraca keuangan perusahaan. Apple bisa juga memadukan layanan jual-beli Bitcoin di iPhone. Ini yang bisa meningkatkan harga Bitcoin,” kata Mitch Steves dari RCB Capital Markets, dilansir dari Bloomberg, (8/2/2021).
Steves mengatakan, jika Apple membuat bursa aset kripto di iPhone, maka Apple berpotensi meraih pendapatan miliaran dolar.
“Dengan kekuatan research dan development terbatas saat ini, potensi pendapatan Apple bisa mencapai US$40 milyar secara tahunan,” tegas Steves.
Bitcoin US$1,5 Milyar Kemarin Tesla mengumumkan bahwa telah membeli Bitcoin senilai US$1,5 milyarpada Januari 2021 lalu.
Tesla memang tak menyebutkan di rata-rata harga berapa mereka membeli Bitcoin. Namun, Anthony Pompliano kemarin memprakirakan Tesla membelinya harga satuan sekitar US$33 ribuan per BTC.
Catatan lain menyebutkan, bahwa Bitcoin bernilai jumbo itu menggunakan dana dari gross cash Tesla sebesar 7,7 persen.
Rumor bahwa Tesla pimpinan Elon Musk akan membeli Bitcoin mulai menyeruak sejak Desember 2020 lalu, ketika Michael Saylor CEO MicroStrategy “merayu” Elon untuk juga membeli Bitcoin.
Hingga pada 4 Februari 2021 lalu, sejumlah perwakilan Tesla turut hadir dalam konferensi “World Now 2021” besutan MicroStrategy. Dalam konferensi itu sejumlah materi terkait Bitcoin untuk perusahaan juga dipaparkan.
MicroStrategy memang terkenal sebagai perusahaan publik asal AS yang membeli Bitcoin dalam jumlah besar-besaran. Setelah pembelian terbaru senilai US$10 juta belum lama ini, kini perusahaan itu memiliki Bitcoin lebih dari 71 ribu BTC.
Harga Bitcoin Menuju US$50 Ribu? Kabar Tesla membeli Bitcoin praktis melejitkan harga Bitcoin hingga US$47.570 per BTC (Rp666 juta) pada pagi hari ini (9/2/2021). Itulah rekor tertinggi baru sepanjang masa, setelah 8 Januari 2021 lalu.
Sebelum kabar Tesla itu, Mike McGlonedari Bloomberg Intelligence meramalkan harga Bitcoin bisa mencapai kapitalisasi pasar hingga US$1 miliar. Itu bermakna harga satuan Bitcoin lebih dari US$50.000 (Rp700 juta).
Menyusul Tesla yang sudah membeli Bitcoin senilai US$1,5 milyar, rumor dan spekulasi soal perusahaan lain yang mungkin melakukan hal serupa, semakin menyeruak. Perusahaan mana saja?
Sebelumnya Apple disarankan juga membeli Bitcoin dan menyematkan fitur perdagangan aset kripto di Iphone.
Hal itu disampaikan oleh RBC Capital Marketsdalam kajiannya, beberapa saat setelah Tesla mengumumkan pembelian Bitcoin itu.
Melalui surel yang diterima redaksi hari ini, Swan Bitcoin menyebutkan bahwa pembelian Bitcoin bernilai jumbo itu setara dengan 15 persen dari kas bersih perusahaan Tesla.
Lalu, penghayat Bitcoin yang juga penyiar di Russian Television (RT), Max Keiser mengklaim punya informasi yang dapat dipercaya bahwa Larry Ellison, pendiri perusahaan multinasional Oracle juga akan membeli Bitcoin.
Asal tahu saja, Larry Ellison adalah salah satu pemegang saham di perusahaan Tesla. Berdiri sejak tahun 1977, Oracle adalah salah perusahaan peranti lunak terbesar di dunia, dengan pendapatan pada tahun 2020 mencapai US$39,07 milyar.
Swan Bitcoin menyebutkan bahwa Oracle sendiri memiliki US$40 miliar dalam bentuk tunai di neraca mereka.
Rumor soal perusahaan lain yang menyusul Tesla untuk membeli Bitcoin adalah berdasarkan kajian dariSwan Bitcoin.
Salah seorang penasehat di Swan Bitcoin adalah Lyn Alden, peneliti keuangan terkait aset kripto yang cukup kritis terhadap Ethereum. Penasehat lainnya adalah Max Keiser.
Bagi Swan Bitcoin, pembelian Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan besar amat besar maknanya, karena memberikan posisi Bitcoin secara signifikan sebagai aset bernilai.
Perusahaan pertama yang dispekulasikan adalah SpaceX, perusahaan yang didirikan dan dikendalikan oleh Elon Musk.
Perusahaan ini bukanlah perusahaan publik seperti Tesla, sehingga tidak diperlukan pengumuman secara formal kepada pemerintah, dalam hal ini adalah SEC di AS.
Kemudian ada Salesforce yang sejak beberapa tahun terakhir amat pro dengan teknologi blockchain.
Swan Bitcoin mengatakan perwilan dari perusahaan itu menghadiri konferensi Internasional oleh MicroStrategypada 3-4 Februari 2021 lalu tentang cara membeli Bitcoin untuk perusahaan.
Umpan Balik Positif Michael Saylor, CEO MicroStrategy, yang membeli Bitcoin senilai US$1,3 miliar pada tahun 2020. Dan sejak itu aktif mengkampanyekan perlunya perusahaan untuk membeli Bitcoin untuk menahan terjangan inflasi buruk di masa depan.
“Bitcoin adalah aset cadangan perbendaharaan tingkat investasi yang aman. Bitcoin adalah solusi untuk masalah penyimpanan nilai yang dihadapi oleh semua perusahaan dan pelanggan mereka,” kata Saylor.
“Orang yang memiliki Bitcoin (seperti Elon Musk dan Michael Saylor) memiliki insentif yang kuat untuk mempromosikan investasi mereka. Mengapa? Karena itu mendorong harga Bitcoin naik membuat investasi mereka lebih berharga,” sebut Swan Bitcoin.
Swan Bitcoin beralasan, perusahaan besar yang membeli Bitcoin bukanlah untuk berspekulasi.
“Pembeli institusional besar ini berpikir jangka panjang dan tidak membuat keputusan emosional. Mereka membeli untuk menahan, bukan untuk berspekulasi. Ini sangat bullish untuk Bitcoin secara jangka panjang,” sebut Swan Bitcoin.
Perusahaan raksasa keuangan asal AS, JP Morgan, menyarankan para nasabahnya untuk membeli Bitcoin guna melindungi nilai aset lain.
Ahli strategi di JPMorgan menyarankan alokasi portofolio sebesar 1 persen dalam Bitcoin. Bitcoin sebanyak itu dapat berlaku sebagai perlindungan terhadap fluktuasi kelas aset tradisional seperti saham, obligasi dan komoditas.
Alokasi dalam persentase rendah disarankan untuk meredam risiko penurunan besar-besaran yang sering dialami Bitcoin.
Ase kripto itu memang telah longsor 20 persen sejak titik tertinggi US$58 ribu pada 21 Februari 2021 lalu, tetapi masih naik 60 persen sejak awal tahun.
Dilansir dari Bloomberg, ahli strategi JPM Joyce Chang dan Amy Ho dalam catatannya kepada klien, menyatakan bahwa dalam portofolio multi-aset, investor dapat menambahkan alokasi hingga 1 persen dalam Bitcoin, demi mencapai keuntungan efisiensi terhadap imbal hasil disesuaikan risiko portofolio tersebut.
Saran itu menyusul investasi besar-besaran Bitcoin yang dilakukan Paul Tudor Jones, Stan Druckenmiller, Tesla dan MicroStrategy.
JPMorgan menambahkan bahwa Bank of New York MellonCorporation telah mengumumkan rencana untuk menyimpan, mentransfer dan menerbitkan aset digital tersebut bagi nasabahnya.
Ini yang menunjukkan apresiasi besar terhadap Bitcoin oleh pelaku pasar tradisional.
Analis JPMorganmenambahkan, aset kripto harus diperlakukan sebagai instrumen investasi dan bukan alat pembayaran seperti dolar AS atau yen Jepang.
Pernyataan itu bertolak belakang dengan komentar oleh ahli strategi lain pada awal bulan yang mengklaim bahwa Bitcoin merupakan alat yang buruk untuk melindungi terhadap penurunan harga saham.
Berbicara kepada CNBC pada 17 Februari 2021, Cathie Wood dari Ark Investment Management mengatakan, jika semua perusahaan menanamkan 10 persen cadangan kasnya ke Bitcoin, hal tersebut akan menambah harga BTC sebesar US$200 ribu (lebih dari Rp1 milyar).
Pembelian aset kripto, seperti Bitcoin semakin tumbuh di tahun 2021, dan bukan hanya institusi yang menimbun.
Perusahaan perdagangan Robinhood melaporkan 6 juta pengguna baru membeli aset kripto melalui platform tersebut dalam dua bulan pertama tahun ini.
Angka tersebut melampaui angka tahun lalu, mengindikasikan momentum bullish dari sektor ritel masih kuat, kendati terjadi koreksi akhir-akhir ini.
Saat ini, BTC turun 9 persen dalam kurun waktu 24 jam di harga US$45.400. Sedangkan dalam rupiah di Indonesia, berkisar 670 juta per BTC.
Dianggap sebagai metode yang praktis untuk membeli serta menjual karya seni digital merupakan salah satu penyebab NFT booming. Ditambah dengan maraknya beberapa karya seni yang terjual dengan harga yang fantastis serta dengan jumlah yang sangat terbatas membuat NFT semakin ramai diperbincangkan di berbagai kalangan masyarakat.
Sebelum membahas hal yang menyebabkan NFT menjadi populer dan masa depan NFT. Alangkah baiknya untuk mengetahui kepopuleran NFT terlebih dahulu. Yuk, simak informasi lengkapnya di sini!
Kepopuleran NFT di Tahun 2021
Berdasarkan data yang dikumpulkan oleh The Block pada Maret 2021, volume pencarian ‘NFT’ di Google mencapai titik tertinggi sepanjang masa karena jumlah pengguna platform yang mendekati 400 ribu. Pada bulan Mei lalu, NFT kembali menggemparkan dunia. Sebuah karya seni piksel digital terjual seharga 1,7 juta USD, jika dikonversi menjadi rupiah jumlahnya kurang lebih seharga 25 miliar.
Piksel digital tersebut diberi nama “The Pixel”. Karya seni tersebut hanya terdiri dari satu piksel digital berbentuk persegi. Piksel sendiri dikenal sebagai satuan terkecil dalam gambar digital. Karya seni The Pixel ini merupakan karya dari “Pak” dengan username Twitter @muratpak.
Eric Young, selaku pembeli karya seni yang juga merupakan kolektor barang seni NFT. Membeli karya seni milik “Pak” untuk mengindikasikan bagaimana dirinya ingin dikenang.
Hal yang Menyebabkan NFT menjadi Semakin Populer
Sebelumnya, NFT pernah berjaya melalui Crypto Kitties pada tahun 2017 lalu. Namun, tahun 2021 adalah awal baru dari NFT yang kelak menjadi sektor bisnis yang besar. Pada tahun 2018 nilai NFT mencapai US $40,96 juta, kemudian menjadi US $338,04 juta pada tahun 2020.
Hal-hal yang menyebabkan NFT menjadi semakin populer di berbagai kalangan masyarakat, yaitu:
NFT sebagai Tempat Pelelangan Baru
Di tengah pandemi seperti ini, sangat tidak memungkinkan bagi seniman untuk melakukan pelelangan karya di museum. Umumnya seniman mengandalkan galeri untuk menjual karya seninya, namun kehadiran NFT membuat seniman dapat menjualnya langsung ke konsumen, sehingga pelelangan karya seni tetap dapat dilakukan di tengah pandemi.
Kehadiran selebritis yang melek dengan NFT seperti Mike Shinoda, Lindsay Lohan, hingga kekasih Elon Musk, Grimes yang turut meramaikan acara lelang karya dengan NFT. Membuat animo masyarakat terhadap NFT menjadi semakin ramai.
Keberhasilan Penjualan Karya Beeple
NFT menjadi semakin populer setelah karya dari Beeple yang berjudul Everydays: The First 5000 Day yang dilelang selama dua minggu hingga akhirnya terjual dengan harga 69,3 juta USD pada bulan Maret lalu. Hal tersebut membuat publik terkejut, sehingga Beeple jadi buah bibir dan seni kripto jadi lebih populer lagi setelah itu.
Kehadiran NFT dalam Sektor Game
Belakangan ini, kehadiran game NFT banyak menarik perhatian dari anak muda. Sebab, pemain tidak hanya menamatkan permainan, namun juga mendapatkan keuntungan melalui reward yang didapatkan dari game tersebut. Hal tersebut menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan gamers.
Kepopuleran NFT juga semakin tinggi setelah New York Stock Exchange pada bulan April lalu menerbitkan enam NFT sebagai penanda melantainya enam perusahaan di bursa saham terbesar dunia tersebut. Enam perusahaan tersebut, yaitu Spotify, Snowflake, Unity, DoorDash, Roblox, dan Coupang,
Masa Depan NFT
Konsep NFT sendiri, memungkinkan untuk melahirkan jenis transaksi baru di masa depan. Di mana pengguna tidak memiliki batasan pada pertukaran moneter, namun dapat menikmati pertukaran aset baik dalam bentuk digital maupun fisik. Secara sederhana, NFT dapat melahirkan generasi perdagangan baru, yaitu perdagangan terdesentralisasi atau D-Commerce.
Menggunakan NFT untuk menghilangkan perantara e-commerce, konsumen dapat menikmati era baru perdagangan peer-to-peer. Hal tersebut merupakan inovasi revolusioner yang dapat diaktifkan oleh NFT yang akan mengembalikan kekuasaan ke tangan konsumen.
Jadi, apakah Anda berminat untuk membeli NFT? sebagai sarana untuk investasi Anda. Atau justru Anda lebih memilih untuk investasi lain? memulai investasi dengan modal yang kecil untuk mendapatkan keuntungan. Anda dapat mulai investasi di Tokocrypto dengan nominal Rp 50.000, lho! Yuk, mulai investasi di Tokocrypto!
Adopsi pada kripto kembali hadir dari institusi yang memberikan sentimen positif tambahan untuk mengimbangi sentimen negatif yang terus berdatangan akibat pelarangan penambangan Bitcoin di China dan juga masalah USDT.
Belum lama ini, perusahaan modal ventura besar Andreessen Horowitz, mengumumkan peluncuran Venture Fund crypto baru senilai $ 2,2 miliar pada hari Kamis lalu.
Chris Dixon, Katie Haun, dan Ali Yahya, mitra di tim crypto di Andreessen Horowitz, menjelaskan produk Fund baru dalam postingan blog berjudul “Crypto Fund III.” Mereka menulis:
“Ukuran dana ini menunjukkan besarnya peluang yang ada di hadapan kita: crypto bukan hanya masa depan keuangan tetapi, seperti halnya internet di masa-masa awal, ini siap untuk mengubah semua aspek kehidupan kita.”
Mereka melanjutkan, “Fund ini memungkinkan kami untuk menemukan generasi berikutnya dari pendiri crypto visioner, dan berinvestasi di bidang crypto yang paling menarik.. Kami berinvestasi di semua tahap, mulai dari proyek tahap awal hingga jaringan tahap selanjutnya yang dikembangkan sepenuhnya.”
Haun mengatakan kepada CNBC bahwa Fund tersebut bukan Hedge Fund tetapi Venture Fund. Dia mengklarifikasi bahwa Fund tersebut akan diinvestasikan dalam token dan protokol serta bisnis.
Fund yang berfokus pada crypto pertama perusahaan diluncurkan tiga tahun lalu selama “Crypto Winter” ketika nilai Bitcoin anjlok sekitar 80% dari level tertinggi sepanjang masa di tahun 2017.
Para mitra merinci lebih lanjut:
“Kami percaya bahwa gelombang inovasi komputasi berikutnya akan didorong oleh crypto. Kami sangat optimis tentang potensi crypto untuk memulihkan kepercayaan dan memungkinkan jenis tata kelola baru di mana komunitas secara kolektif membuat keputusan penting tentang bagaimana jaringan berkembang, perilaku apa yang diizinkan, dan bagaimana manfaat ekonomi didistribusikan.”
Mereka juga menekankan bahwa Itulah mengapa hari ini mereka dengan senang hati mengumumkan Fund baru senilai $2,2 miliar untuk terus berinvestasi di jaringan crypto dan para pendiri serta tim pengembang di industri tersebut.
Tentu saja, pandangan dan langkah baru dari perusahaan sekelas Andreessen Horowitz akan menjadi pedoman positif tersendiri bagi masa depan crypto yang akan kita lihat mungkin dalam beberapa bulan, atau tahun kedepan. Kita tunggu saja!
Pada awal pekan ini nampaknya mayoritas crypto berusaha untuk bergerak naik, membuka harapan baru untuk awal Juli 2021.
Dengan mulai bergerak naiknya Bitcoin (BTC) kemungkinan besar mayoritas Altcoins akan mencoba mengikuti pergerakan tersebut.
Dalam artikel ini akan dituliskan lima crypto dengan kabar potensial yang kemungkinan dapat membawanya bergerak naik bersama dengan Bitcoin pada pekan ini.
1. Cardano (ADA)
Pertama adalah Cardano (ADA) yang pekan ini memiliki beberapa kabar positif yang dapat membawa harganya untuk naik.
Pada pekan ini, Cardano nampaknya akan kembali menjalankan proyek Afrikanya dengan kemungkinan publikasi kelanjutan pada acara Africa Blockchain Week.
Kemungkinan besar dalam acara tersebut, Cardano akan memberikan paparan mengenai rencana lanjutannya dalam membangun ekosistem keuangan terdesentralisasi di Afrika.
Selain kabar tersebut, terdapat kabar positif bahwa saat ini Cardano telah mencapai lebih dari 650.000 alamat dompet staking.
Dengan semakin bertambahnya pihak yang melakukan staking, kemungkinan besar jumlah ADA yang beredar akan semakin langka.
Jika permintaannya terus naik, kemungkinan besar harganya akan terus naik, terutama mengingat Cardano juga menggunakan sistem mekanisme Proof of Stake.
Dari sisi teknikal, saat ini ADA baru saja keluar dari pola segitiga simetris dan kemungkinan dapat membuka jalan untuk harganya bergerak naik lebih tinggi.
Grafik 4 Jam ADAUSD
Kemungkinan besar saat ini ADA akan bergerak turun untuk menguji kembali batas sebelumnya pada sekitar $1.3 atau Rp18.796.
Jika berhasil naik kemungkinan besar target selanjutnya beradap pada $1.4 atau Rp20.242 hingga $1.6 atau Rp23.134.
Namun, jika gagal menjaga batas pengaman pada $1.3 atau Rp18.796, kemungkinan besar ADA akan kembali turun menuju $1.2 atau Rp17.350.
2. Pancakeswap (CAKE)
Berikutnya adalah CAKE yang dikabarkan akan melakukan pembaruan sistem yang cukup signifikan pada pekan ini.
Terdapat kabar bahwa pekan ini akan terjadi migrasi versi Pancakeswap secara resmi dari versi 1 (V1) ke versi 2 (V2) yang membuat tidak lagi didukungnya versi sebelumnya.
Selain itu saat ini juga terdapat beberapa kabar adopsi dan pembaruan sistem yang akan didatangkan bersama banyaknya crypto baru yang masuk ke ekosistem Pancakeswap.
Oleh karena itu, kemungkinan besar akan ada beberapa sentimen positif pada pekan ini yang dapat membuat ketertarikan terhadap CAKE meningkat bersama harganya.
Dari sisi teknikal, saat ini pergerakan CAKE hampir mirip dengan pergerakan ADA karena mayoritas crypto sedang bergerak selaras.
Grafik 4 Jam CAKEUSD
Kemungkinan besar setelah koreksi menuju batas bawah pada $12.7 atau Rp183.627, jika kembali naik,tujuan berikutnya berada pada $13.6 atau Rp196.640 hingga $16 atau Rp231.341.
Namun, jika batas bawah tersebut gagal untuk dijaga dan CAKE terus bergerak turun, kemungkinan besar harganya akan turun menuju $12 atau Rp173.506 hingga $11 atau Rp159.047.
3. Theta Network (THETA)
THETA juga menjadi salah satu crypto yang berpotensi mengalami apresiasi akibat adanya kabar pembaruan jaringan pada akhir Juni 2021.
Dikabarkan bahwa Theta Network akan resmi migrasi ke versi 3.0 yang juga akan memulai proses staking untuk validator, mengingat konsensusnya menggunakan mekanisme Proof of Stake.
Saat ini Bursa Non Fungible Token atau NFT dari THETA yaitu ThetaDrop juga telah mulai beroperasi yang dapat membuat aktivitas transaksi pada Blockchain Theta lebih ramai.
Oleh karena itu, melihat adanya pembaruan jaringan ini dan ekosistemnya yang terus berkembang, kemungkinan besar THETA akan mendapatkan sentimen positif.
Sentimen positif ini juga dapat dirasakan oleh Theta Fuel (TFUEL) yang merupakan crypto utama selain THETA, pada ekosistem Theta Network.
Dari sisi teknikal, dapat dilihat bahwa pergerakannya juga masih terlihat sama dengan crypto yang sebelumnya di analisis.
Grafik 4 Jam THETAUSD
Kemungkinan besar, jika batas bawah pada $6.7 atau Rp96.874 terus terjaga, THETA dapat terus naik menuju $7.3 atau Rp105.549 hingga $8.7 atau Rp125.791.
Namun, jika batas bawah tersebut berhasil di lewati, kemungkinan besar THETA akan terus turun menuju $6.18 atau Rp89.355.
Solana menjadi salah satu crypto yang masih terlihat terus bergerak kuat walau terdapat koreksi pasar yang cukup signifikan beberapa hari terakhir.
Walaupun begitu, pergerakannya masih tetap mencerminkan mayoritas pergerakan crypto di pasar saat ini.
Tapi kemungkinan besar akan ada kabar baik yang dapat mendorong harganya untuk naik lebih tinggi dalam pekan ini.
Kabar tersebut adalah kabar mengenai ekosistemnya yang terus berkembang dalam kecepatan yang di atas rata-rata.
Perkembangan ekosistem ini membuat Solana menjadi salah satu blockchain dengan ekosistem terlengkap mulai dari proyek tersentralisasi hingga terdesentralisasi.
Selain itu, Solana juga baru saja menjalankan kerja sama bersama dengan salah satu perusahaan pengelola aset digital.
Kerja sama tersebut bertujuan untuk menerbitkan saham yang telah ditokenisasi dengan sistem free floating atau terbuka untuk diperdagangkan oleh siapa pun.
Oleh karena kabar tersebut, kemungkinan besar Solana dapat naik bersama dengan mayoritas crypto yang sedang berusaha naik.
Dari sisi teknikal saat ini Solana sedang berusaha keluar dari zona segitiga simetris sama seperti beberapa crypto sebelumnya.
Grafik 4 Jam SOLUSD
Saat ini kemungkinan besar jika batas bawah pada $31 atau Rp448.224 terus terjaga, harga dapat terus naik menuju $32.9 atau Rp475.696 hingga $37.5 atau Rp542.206.
Tapi jika batas bawah berhasil dilewati, kemungkinan besar tujuan berikutnya akan berada pada $28.8 atau Rp416.414 hingga $26.7 atau Rp386.051.
Terakhir adalah MATIC yang pekan ini akan mendapat beberapa crypto baru dalam ekosistemnya yang kemungkinan dapat mendorong harganya naik.
Semakin banyak crypto yang masuk ke dalam ekosistemnya, berarto semakin besar volume transaksi yang terjadi pada ekosistemnya.
Beberapa crypto yang dikabarkan akan mulai masuk ke ekosistem MATIC pada pekan ini adalah Auto (AUTO), Xend Finance (XEND), Vox Finance (VOX), dan PhoenixDAO (PHNX).
Selain itu, saat ini Polygon sedang dalam proses untuk meningkatkan efisiensi dalam solusi lapisan keduanya untuk beberapa blockchain termasuk Ethereum.
Dengan beberapa kabar ini, terutama peningkatan efisiensi pada solusi lapisan kedua, kemungkinan besar MATIC akan kembali mendapat ketertarikan yang naik.
Dari sisi teknikal, saat ini MATIC baru saja keluar dari zona descending triangle yang kemungkinan dapat memulai apresiasi baru.
Grafik 4 Jam MATICUSD
Jika batas bawah pada $1.07 atau Rp15.470 terus terjaga, kemungkinan besar MATIC dapat terus naik menuju $1.12 atau Rp16.193 hingga $1.21 atau Rp17.495.
Namun, jika gagal menjaga batas bawahnya saat ini, kemungkinan besar MATIC dapat terus turun menuju $1 atau Rp14.458.
*Disclaimer
Perlu diingat bahwa artikel ini hanya merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan ajakan atau saran untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.
Ditengah keterpurukan harganya saat ini, Bitcoin (BTC) rupanya masih mendapatkan pandangan positif dari pelaku pasar di industr keuangan dan investasi.
Penasihat keuangan Ric Edelman, pendiri Edelman Financial Engines, belum lama ini telah berbicara tentang investasi Bitcoin dan cryptocurrency dalam sebuah wawancara dengan Yahoo Finance.
Pada saat pers, harga BTC berada di $33.000-an menurut Tradingview.
Edelman menjelaskan bahwa “sebagian besar profesional keuangan,” yang telah lama berkecimpung dalam bisnis dan “sangat sukses, sangat berbakat, dan berpengalaman,” yang kehilangan peluang dari kelas aset baru karena mereka tidak memiliki pemahaman yang baik tentang cryptocurrency, seperti Bitcoin.
“Semakin banyak bakat yang Anda miliki, semakin banyak sebutan profesional, semakin banyak gelar sarjana di bidang ini, semakin sulit untuk memahami Bitcoin.”
Memperhatikan bahwa ia menggunakan “Bitcoin sebagai proxy untuk semua aset digital,” ia juga menekankan betapa pentingnya untuk menyadari bahwa ini adalah kelas aset yang benar-benar baru dan berbeda yang tidak memiliki kesamaan dengan hal lain yang kita kenal seperti saham, obligasi, real estate, minyak, emas, komoditas. Lebih lanjut dia berpendapat:
“Ini benar-benar baru dan berbeda dan ini adalah kelas aset yang benar-benar baru pertama dalam sekitar 150 tahun … Ini memiliki peluang investasi yang luar biasa.”
Mengenai bagaimana seseorang harus berinvestasi dalam Bitcoin, Edelman berkata, “Sudah waktunya untuk turun dari nol.” Dia menekankan: “Kita perlu menyadari bahwa Bitcoin dan aset digital adalah aset yang tidak berkorelasi” dengan investasi tradisional, seperti saham dan obligasi, menjadikannya “tambahan ideal untuk portofolio yang terdiversifikasi … Anda menurunkan risiko sambil memberi diri Anda kesempatan untuk meningkatkan kembali.”
Edelman mengakui bahwa harga Bitcoin sangat fluktuatif dan tidak dapat diprediksi.
Mike Novogratz, CEO dari Galaxy Investment Partners, mengatakan bahwa dia tidak takut jika BTC turun ke $25.000.
Bagaimana ia memandang tentu kita tidak sedang membicarakan crypto dan Bitcoin dalam beberapa minggu kedepan, tetapi dalam beberapa bulan bahkan tahun kedepan, karena pandangan jangka panjang dari seorang ahli di bidangnya tentu saja menjadi salah satu tanda bahwa BTC memang memiliki nilai berarti di mata para profesional dan institusi. Masih pusing dengan volatilitas BTC? HODL saja kawan!
Dikabarkan Cardano (ADA) dan Orion Protoccol (ORN) akan melakukan kerja sama untuk memberikan hal baru di dunia crypto.
Nantinya kerja sama ini akan membuat ekosistem Cardano menjadi semakin luas dan akan membuat Orion lebih dikenal di dunia crypto.
Kerja Sama Cardano dan Orion Protoccol
Orion, salah satu proyek Decentralized Finance (DeFi) bersama dengan salah satu Blockchain terbesar di dunia crypto, Cardano, dikabarkan akan melakukan kerja sama.
Pengumuman ini terjadi pada 23 Juni 2021 melalui Twitter resmi kedua belah pihak yang terlihat antusias mendekati kerja sama ini.
Kerja sama ini adalah integrasi terminal trading ke dalam Blockchain Cardano dengan tujuan meningkatkan efisiensi perdagangan crypto.
Orion terminal ini mempermudah pengguna untuk mengakses beberapa platform perdagangan crypto besar hanya melalui satu jalur, yaitu jalur Orion.
Tujuan penciptaan terminal ini adalah untuk menghindari proses pendaftaran yang panjang.
Selain itu tujuannya adalah untuk efisiensi dalam menemukan harga terbaik dari seluruh bursa yang ada.
Jadi Orion ini berperan sebagai aggregator untuk menemukan harga terbaik di seluruh bursa dan membuka banyak bursa namun hanya melalui satu jalur atau satu aplikasi.
Dengan integrasi ke Blockchain Cardano, Orion akan mendapatkan sistem operasional yang lebih efisien dan lebih ramah lingkungan.
Hal ini disebabkan mekanisme Proof of Stake Cardano yang bergerak lebih efisien dan menghabiskan energi listrik yang lebih sedikit.
Kerja sama ini juga akan menguntungkan Blockchain Cardano, akibat akan meningkatkan volume transaksi pada blockchainnya.
Pihak Cardano percaya bahwa kerja sama ini akan membuka jalan untuk perkembangan ekosistem Cardano dan crypto secara menyeluruh kepada masyarakat.
Selain itu, kerja sama ini dianggap sebagai salah satu cara untuk membuktikan bagaimana efisiennya dunia crypto bekerja sehingga dapat menjadi salah satu bukti kemajuan teknologi crypto.
Tujuan Jangka Panjang
Melalui kerja sama ini, Orion memiliki tujuan jangka panjang untuk menggabungkan akses kepada jasa keuangan tradisional dan pasar Non Fungible Token (NFT).
Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan blockchain yang kuat serta efisien dan Cardano menjadi Blockchain yang tepat.
Pihak Orion mengatakan bahwa salah satu faktor yang penting dari sebuah Blockchain adalah kemampuan skalabilitas. Dikatakan bahwa,,
“Skalabiltias adalah salah satu aspek yang penting untuk Orion untuk mencapai adopsi yang tinggi, untuk menjadi gerbang utama ke pasar digital. Untuk itu, kami membutuhkan infrastruktur blockchain yang efektif dan efisien. Kami rasa Cardano adalah salah satu blockchain yang memiliki kapasitas sesuai kebutuhan kami, oleh karena itu kerja sama ini menjadi kerja sama yang cocok.”
Jika semua berjalan dengan lancar kerja sama ini dikabarkan akan resmi terjadi pada akhir Tahun 2021.
Kerja sama ini juga akan mendorong nama kedua pihak lebih tinggi, terutama dengan semakin banyaknya transaksi crypto.
Orion akan memberikan solusi yang baik untuk perdagangan crypto yang lebih efisien dan Cardano akan terus maju dalam ekosistemnya sebagai salah satu pesaing kuat Ethereum.
Kepopuleran aset kripto di Indonesia membuat potensi lonjakan harga aset kripto menjadi lebih signifikan. Hal tersebut membuat munculnya banyak investor musiman yang berharap mendapatkan keuntungan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini akan membahas tentang tips investasi untuk pemula.
Yuk, simak artikel ini untuk mengetahui informasi lengkapnya!
Tips Investasi Aset Kripto bagi Investor Pemula
Harga aset kripto yang memiliki volatilitas tinggi membuat sebagian orang dapat meraup keuntungan dalam waktu yang singkat. Akan tetapi, hal yang perlu diketahui bahwa kemudahan dalam mendapatkan keuntungan dengan waktu singkat juga sebanding dengan besarnya risiko yang akan didapatkan.
Berikut tips investasi yang dapat digunakan bagi pemula untuk memulai investasi aset kripto, yaitu
Gunakan Uang Dingin untuk Investasi
Saat memutuskan untuk berinvestasi pada aset kripto, diharuskan bagi Anda untuk menggunakan uang dingin, agar apabila terjadi suatu risiko seperti aset yang Anda beli mengalami penurunan harga.
Tentunya, kehidupan Anda tidak akan terganggu karena pada dasarnya, uang yang Anda gunakan memang uang yang dialokasikan untuk investasi. Jadi, uang tersebut tidak akan dipakai dalam jangka waktu dekat atau untuk keperluan harian.
Tetap Mengontrol Diri, Jangan FOMO
Tidak jarang, banyak orang yang membeli aset kripto akan tetapi orang tersebut hanya sedikit mengerti atau bahkan sama sekali tidak tahu tentang aset kripto. Hal tersebut sebagian besar terjadi karena FOMO, takut ketinggalan atau kehilangan peluang keuntungan ketika harga aset kripto mengalami kenaikan.
Ketika seorang investor mengalami FOMO, tentunya akan menimbulkan konsekuensi yang serius bagi dirinya sendiri. Khususnya kemampuan investor tersebut dalam mengambil keputusan yang objektif, agar dapat meminimalisir risiko yang lebih besar saat melakukan trading.
Bagi pemula, sangat penting untuk mempelajari aset kripto sebelum memulai investasi pada aset kripto. Belajar mengenai analisis teknikal. Analisis teknik sangat membantu seseorang dalam mengumpulkan beberapa informasi yang berguna dalam memprediksi harga aset kripto serta dalam mengambil keputusan yang tepat.
Tidak adanya otoritas atau aturan dari lembaga lain, harga aset kripto sangat tergantung oleh penggunanya, baik penjual maupun pembeli. Oleh sebab itu, analisis teknis yang tepat sangat diperlukan untuk mendapatkan keuntungan melalui trading aset kripto.
Pandai Memanfaatkan Promo
Pemula juga harus pintar dan jeli dalam memanfaatkan promo yang terdapat di exchanger pilihan. Saat ini Tokocrypto sedang mengadakan promo 0% fee maker untuk seluruh nasabahnya yang telah menyelesaikan verifikasi KYC Level 1. Promo ini dimulai pada 15 Juni 2021 pukul 09.00 WIB hingga 30 Juni 2021 pukul 18.59 WIB.
Istilah “maker” merujuk pada seseorang yang melakukan pesanan (pembelian) yang masuk ke buku pesanan, setiap perdagangan berikutnya yang berasal dari pesanan tersebut akan masuk ke dalam kategori “maker”. Pesanan tersebut akan menambah volume pada buku pesanan yang membantu untuk “membuat pasar”.
Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BIDR. Pairing BIDR yang tersedia diantaranya, yaitu BNB/BIDR, BTC/BIDR, BUSD/BIDR, DOGE/BIDR, DOT/BIDR, ETH/BIDR, MATIC/BIDR, SXP/BIDR, TKO/BIDR, USDT/BIDR, dan ZIL/BIDR .
Harga Aset Kripto Turun? Jangan Panik!
Ketika harga aset kripto mengalami penurunan akan membuat trader panik khususnya bagi trader pemula, cobalah untuk menenangkan diri dan tidak perlu terlalu panik. Penurunan harga aset kripto merupakan hal yang umum terjadi, mengingat kondisi pasar yang memang volatil.
Oleh sebab itu, pemula diharuskan untuk memiliki pemahaman fundamental serta yakin akan potensinya di masa depan terhadap koin yang dipilih sebelum memulai untuk investasi aset kripto.
Analisis fundamental sangat diperlukan untuk evaluasi faktor yang dianggap dapat mempengaruhi nilai aset kripto. Hal tersebut dilakukan agar dapat memahami nilai sebenarnya dari sebuah aset.
Bagi Anda, trader pemula yang masih kebingungan dalam menentukan platform atau exchanger untuk memulai investasi aset kripto. Anda dapat memilih Tokocrypto sebagai sarana berinvestasi. Tokocrypto telah terdaftar secara resmi di BAPPEBTI dan Tersertifikasi ISO 270001. Yuk, mulai investasi dan nikmati trading dengan promo 0% Fee Maker di Tokocrypto!
Kabar pembaruan blockchainEthereum (ETH) kini kembali menggema. Pembaruan bakal membuat jumlah ETH jadi lebih langka. Prosesnya di tahap akhir sudah dimulai.
ETH Akan Menjadi Aset yang Langka
Berdasarkan laporan dariDecrypt,hard fork London, pembaruan terjadwal di blockchain Ethereum, kini kali pertama menuju ke jaringan uji blockchain.
Tim Beiko dari Ethereum Foundation belum lama ini mengumumkan bahwa London akan aktif di test net Ropsten sekitar 24 Juni 2021 mendatang, diikuti oleh Goerli pada 30 Juni 2021 dan Rinkeby pada 7 Juli 2021.
Tetapi tanggal-tanggal tersebut bukanlah waktu pasti, karena semua ini masih akan bergantung dengan berapa lama waktu yang dibutuhkan block untuk ditambang.
“Setelah pemutakhiran berhasil diaktifkan di jaringan ini, block akan ditetapkan untuk main net Ethereum, yang seharusnya pada Juli,” kata Ethereum, dilansir dari pengumuman resmi mereka, Jumat (18/6/2021).
Dikabarkan, pembaruan London tersebut akan menerapkan lima Proposal Peningkatan Ethereum (EIP) terpisah, yang merupakan perubahan pada kode blockchain yang harus disetujui secara luas oleh anggota komunitas sebelum dapat diadopsi secara penuh.
Dan yang terbaru, setiap kali seseorang melakukan transaksi atau berinteraksi dengan smart contract di Ethereum, mereka harus memutuskan biaya dengan cara yang cukup unik, yakni dengan menebak (kira-kira).
Untuk mendorong transaksi dengan cepat, Anda dapat menetapkan biaya tinggi, kecuali memastikan penambang akan memasukkannya ke dalam block.
Jika Anda lowball (sengaja atau tidak), transaksi Anda kemungkinan akan menunggu hingga penambang tidak terlalu sibuk memroses transaksi dengan bayaran lebih tinggi.
Kecepatan adalah peran penting dalam beberapa kasus, termasuk saat berdagang di bursa terdesentralisasi berbasis Ethereum seperti Uniswap, di mana harga token dapat berayun dengan cepat yang dapat menyebabkan pedagang kehilangan uang jika mereka menunggu (bahkan dalam beberapa menit saja).
Akan Jadi Aset Deflasi
Selain itu, salah satu yang paling menarik dari pembaruan ini adalah akan ditambahkannya fitur burn (pembakaran) terhadap Ether (ETH), sedikit mengadopsi sistem Bitcoin.
Mekanisme burn memastikan mengurangi jumlah ETH yang beredar alias lebih langka.
Cara itu pula guna menekan laju inflasi akibat pasokan ETH yang terlampau banyak.
Fitur burn terkait dengan EIP-1559yang kelak memastikan setiap ETH yang digunakan sebagai biaya transaksi (gas fee) akan di-burn (dimusnahkan). Itu yang kelak jumlah ETH jauh lebih langka daripada sebelumnya.
Cara ini sebenarnya serupa dengan mekanisme burn di blockchain Ripple, di mana XRP di-burn untuk setiap transaksinya. Perbedaannya hanya terletak pada pasokan unit kripto-nya.
XRP misalnya masih dibatasi pasokannya maksimalnya, yakni 100 milyar XRP. Sedangkan ETH memang tak ada batasan, sekalipun itu nanti masuk Ethereum 2.0.
Itu akan berdampak pada tertekannya tingkat inflasi ETH, karena pasokan ETH pada dasarnya tidaklah terbatas.
Sejumlah penambang (miner) ETH ada yang tak setuju dengan itu, karena bisa berdampak pada berkurangnya pendapatan mereka, karena imbalan transaksi hanya akan berasal dari pengguna transaksi itu sendiri.
Skenarionya begini. Pengguna A mengirimkan ETH kepada pengguna B. Maka pengguna A menambahkan sejumlah kecil ETH sebagai biaya transaksi. Lalu beberapa ETH lagi diberikan kepada penambang.
Mekanisme burn adalah bagian dari rencana menuju Ethereum 2.0 yang diperkirakan akan rampung pada tahun 2022 atau tahun 2023 mendatang.
Kala itu Ethereum tak lagi mengandalkan Proof-of-Work seperti saat ini, melainkan murni Proof-of-Stakeyang lebih hemat energi.
Ethereum 2.0 memastikan biaya transaksi menjadi lebih rendah dan mampu menangangi volume transaksi yang jauh lebih banyak.
Penambang di Ethereum 2.0 disebut “node validator” akan mendapatkan imbalan ETH secara tahunan. Besarannya tergantung pada jumlah node validator dan jumlah ETH yang di-stake di sistem.
Imbalan paling kecil adalah 4,9 persen secara tahunan (APR), jikalau jumlah total ETH yang di-stake adalah 10 juta ETH. Rinciannya bisa dilihat di situs ini.
Sejumlah analis dan pengamat yang berpandangan, nilai ETH akan menjadi semakin besar dan diminati jika proses pembaruan ini telah berjalan 100 persen.
Ujung-ujungnya sejumlah produk investasi terkait ETH berpotensi semakin beragam dan dibeli oleh investor institusi.