Author: 15

  • Crypto Whale Borong 3 Altcoin untuk Potensi Cuan di Pekan Kedua Oktober 2025

    Pekan ini, penurunan mencolok dalam aktivitas pasar kripto telah mendorong sejumlah aset jatuh, sementara yang lain sebagian besar diperdagangkan sideways di tengah momentum yang memudar.

    Dengan sentimen yang berubah jadi hati-hati, investor berkantong tebal yang dikenal sebagai crypto whale secara selektif mengakumulasi beberapa aset yang koreksinya menawarkan peluang beli strategis.

    World Liberty Financial (WLFI)

    WLFI yang terhubung dengan Donald Trump muncul sebagai salah satu altcoin unggulan yang menarik perhatian whale pekan ini. Harga altcoin ini turun 12% dalam tujuh hari terakhir, menciptakan sinyal beli menurut sebagian whale.

    Menurut Nansen, investor raksasa yang memegang lebih dari US$1 juta dalam token WLFI telah mendongkrak pasokannya sebesar 4,82%, memanfaatkan pelemahan harga untuk membangun posisi. Saat ini, kelompok investor ini memegang 20,18 juta WLFI.

    
Aktivitas Whale WLFI
    Aktivitas Whale WLFI | Sumber: Nansen

    Akumulasi whale yang berkelanjutan bisa mendukung reversal atau pembalikan tren WLFI saat ini dan mengerek harganya di atas US$0,1814.

    Analisis Harga WLFI
    Analisis Harga WLFI | Sumber: TradingView

    Di sisi lain, melandainya pembelian whale bisa membuka token ini pada drop jangka pendek lebih lanjut. Dalam skenario ini, harganya bisa terpuruk ke US$0,1611.

    PEPE

    Meme coin berbasis Solana, PEPE, juga menyita perhatian investor besar pekan ini. Menurut data on-chain dari Santiment, alamat yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 token PEPE secara kolektif telah menambah 8 juta token ke wallet mereka selama pekan yang ditinjau.

    Distribusi Pasokan PEPE.
    Distribusi Pasokan PEPE | Sumber: Santiment

    Diperdagangkan seharga US$0,00000932 pada waktu publikasi, nilai PEPE turun 5% dalam sepekan terakhir. Minat baru dari whale ini mengisyaratkan bahwa akumulasi sedang berlangsung di level harga yang lebih rendah, kemungkinan memosisikan diri menjelang rebound jangka pendek dalam permintaan meme token.

    Apabila hal ini terjadi, bisa mengerek harganya di atas US$0,00000984.

    Analisis Harga PEPE | Sumber: TradingView

    Namun, bila aktivitas pasar tetap lesu, token ini bisa kembali menguji support di kisaran US$0,00000830.

    The Sandbox (SAND)

    Altcoin yang berfokus metaverse, SAND, juga mengukir akumulasi whale yang substansial. Kendati sebagian besar diperdagangkan sideways pekan ini, kelemahan harga SAND nampaknya menarik sejumlah investor besar.

    Data Santiment menguak bahwa alamat yang menampung antara 100 juta hingga 1 miliar SAND telah menggenjot saldo mereka sebesar 20 juta token dalam sepekan terakhir.

    Distribusi Pasokan SAND
    Distribusi Pasokan SAND | Sumber: Santiment

    Seumpama pola ini berlanjut, SAND bisa breakout menuju US$0,2899 dalam jangka pendek.

    Analisis Harga SAND
    Analisis Harga SAND | Sumber: TradingView

    Namun, token ini bisa terkoreksi ke US$0,2545 jika aktivitas whale melambat.

    Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin yang jadi incaran crypto whale di atas? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Abiodun Oladokun
    Editor:
    Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Trader Kripto Dulang Profit Rp2,66 Triliun saat Market Crash Akibat Trump

    Seorang crypto whale sukses mengantongi lebih dari US$160 juta profit setelah bertaruh dengan tepat pada crash harga Bitcoin dan Ethereum baru-baru ini.

    Pada 11 Oktober, platform analisis blockchain Lookonchain melaporkan bahwa seorang holder Bitcoin jangka panjang telah membuka lebih dari US$1,1 miliar posisi short pada dua aset kripto teratas berdasarkan kapitalisasi pasar.

    Bagaimana Crash Bitcoin Membuat Trader Ini US$160 Juta Lebih Kaya

    Sang trader secara efektif bertaruh bahwa kedua aset ini akan turun harganya meski ada momentum bullish baru-baru ini.

    Hanya dalam 30 jam, prediksi itu terbukti benar—harga Bitcoin dan Ethereum anjlok tajam, menghasilkan profit terealisasi sekitar US$160 juta bagi sang trader.

    Timing manuver ini seketika memantik spekulasi apakah sang whale memiliki wawasan alias insight awal seputar perubahan ekonomi makro yang akan datang dan memicu crash pasar yang lebih luas.

    Pada Jumat (10/10), Trump mengumumkan tarif 100% atas impor Cina dan kontrol ekspor baru yang menargetkan industri perangkat lunak kritis.

    Tarif tersebut, yang menurut jadwal bakal berlaku per 1 November, membuat investor di pasar tradisional maupun kripto panik, menyebabkan aksi jual besar-besaran pada aset-aset berisiko.

    Menurut data BeInCrypto, harga Bitcoin crash hingga serendah US$105.262 sebelum pulih ke US$111.052 pada waktu publikasi.Adapun barisan aset utama lainnya seperti Ethereum, Solana, Dogecoin, dan XRP mengikuti lintasan serupa. Koreksi tajam mereka memicu angka likuidasi harian tertinggi yang pernah tercatat.

    Faktanya, lebih dari 1,6 juta trader terbantai likuidasi, menyapu US$19,31 miliar posisi hanya dalam 24 jam, menurut data CoinGlass.

    Crypto Market Record Liquidation.
    Likuidasi Rekor Pasar Kripto | Sumber: Coinglass

    Trader long—mereka yang mengantisipasi kenaikan harga lebih lanjut—menanggung sebagian besar kerugian, total US$16,82 miliar. Trader short, meskipun terjadi penurunan, juga kehilangan tambahan US$2,5 miliar.

    Bitcoin menyumbang US$5,37 miliar dari total likuidasi, diikuti oleh Ethereum dengan US$4,43 miliar. Trader Solana kehilangan US$2 miliar, sementara trader HYPE dan XRP kehilangan masing-masing US$890,37 juta dan US$708,24 juta.

    Di tengah volatilitas, decentralized exchange (DEX) Hyperliquid muncul sebagai venue likuidasi terbesar, menangani US$10,3 miliar atau sekitar 53% dari semua likuidasi. Bybit menyusul dengan US$4,65 miliar, sementara Binance dan OKX mencatat masing-masing US$2,39 miliar dan US$1,21 miliar.

    Peristiwa ini menegaskan bagaimana guncangan geopolitik dan perdagangan berskala whale dapat dengan cepat membentuk ulang dinamika pasar kripto. Dalam situasi seperti itu, bahkan trader berpengalaman pun bisa terpapar pada kerugian masif ataupun keuntungan luar biasa.

    Bagaimana pendapat Anda tentang trader mujur yang sukses cuan 160 juta dolar kala crash pasar imbas tarif Trump ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Oluwapelumi Adejumo
    Editor:
    Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Akankah Bitcoin Drop di Bawah US$100.000 dalam Waktu Dekat? 3 Chart Ini Punya Jawaban

    Koreksi terbaru Bitcoin mengguncang trader. Harga BTC amblas dari atas US$120.800 ke hampir US$102.000 sebelum bangkit kembali hampir 9% ke atas US$111.000. Sementara altcoin seperti Ethereum dan XRP crash lebih dari 13%, koreksi Bitcoin sebesar 7% pada waktu publikasi menunjukkan bahwa aset ini bertahan jauh lebih baik — mengisyaratkan adanya kekuatan mendasar bahkan di tengah likuidasi masif.

    Namun, pertanyaan besar tetap ada: Bisakah Bitcoin bertahan di atas US$100.000, atau apakah harga akan turun lebih rendah dari level psikologis kunci ini dalam waktu dekat? Tiga chart punya jawabannya.

    Holder Naik dan Veteran Tetap Tenang di Tengah Crash

    Adapun tanda support pertama datang dari perilaku holder on-chain.

    Kendati terjadi crash, total jumlah holder Bitcoin membludak dari 56,92 juta menjadi 56,98 juta sejak Jumat (10/10). Fenomena ini menunjukkan bahwa investor menambah eksposur saat harga turun. Itu khas keyakinan dip-buying, bukan panic selling.

    Bitcoin Holders Increase
    Peningkatan Holder Bitcoin: Santiment

    Spent Coins Age Bands (SCAB) turut mendukung hal ini. Metrik ini melacak usia coin yang dipindahkan, singkatnya, apakah holder lama atau baru yang membelanjakan Bitcoin mereka.

    Saat crash dimulai pada 10 Oktober, SCAB keseluruhan berada di sekitar 17.100 BTC, sementara band 180–365 hari (merah) berada di dekat 9.995 BTC, dan band 365 hari–2 tahun (biru) mendekati 2.452 BTC.

    Saat aksi jual berlangsung, SCAB keseluruhan melonjak tajam menjadi 23.086 BTC, mengonfirmasi lonjakan aktivitas pembelanjaan di kalangan holder baru.

    Sebaliknya, band merah sedikit menurun ke 9.646 BTC, dan band biru anjlok tajam ke 535 BTC — bukti jelas bahwa holder jangka panjang tetap tenang.

    Ini berarti panic selling sebagian besar dipimpin oleh wallet baru atau menengah, sementara holder veteran terus HODL. Dan veteran biasanya bertahan kecuali mereka memperkirakan penurunan harga monumental, seperti sesuatu di bawah US$100.000.

    Bitcoin Spent Coins Age Band Metric
    Metrik Usia Koin yang Dibelanjakan Bitcoin: Santiment

    Tatkala holder jangka panjang tetap tidak aktif dan total basis holder bertambah, biasanya itu menandakan bahwa strong hand menggantikan weak hand di pasar. Itulah jenis reset yang menstabilkan penurunan berbasis sentimen sebelum reli berikutnya.

    Setup Harga Bitcoin Berbalik dari Bearish ke Bullish

    Aksi harga Bitcoin menceritakan kisah yang lebih jelas. Crash terbaru ini bukan murni didorong sentimen — melainkan mengikuti setup teknikal yang umumnya menandai titik balik.

    Penggerak utamanya adalah divergensi bearish pada Relative Strength Index (RSI), yang mengukur momentum beli dan jual pada skala 0 hingga 100.

    Divergensi terbentuk ketika RSI dan harga bergerak ke arah berlawanan — misalnya, ketika harga membuat higher high tetapi RSI membuat lower high. Pola ini biasanya menandakan momentum melemah sebelum pembalikan.

    Itulah yang terjadi antara pertengahan Juli dan awal Oktober. Bitcoin mencetak high baru di chart, tetapi RSI gagal mengonfirmasinya, membuat lower high.

    Hasilnya adalah koreksi tajam sebesar 19,1% (10/10), hampir identik dengan penurunan lebih dari 14% awal tahun ini yang juga dipicu divergensi. Setup semacam ini menunjukkan betapa kuatnya reaksi Bitcoin terhadap sinyal RSI.

    Bitcoin Price Divergence
    Divergensi Harga Bitcoin: TradingView

    Kini, pola tersebut berbalik. Antara 25 September dan 11 Oktober, muncul divergensi bullish — harga mencetak lower low sementara RSI membuat higher low. Ini mengisyaratkan tekanan jual mulai kehilangan kekuatan, dan momentum mungkin perlahan terbangun untuk rebound.

    Pada waktu publikasi, Bitcoin diperdagangkan mendekati US$111.600, sejajar dengan level Fibonacci 0,5 (US$111.400). Penutupan harian di atas level ini bisa mengonfirmasi kekuatan baru menuju US$113.600, US$116.800, dan US$120.800.

    Bitcoin Price Analysis
    Analisis Harga Bitcoin: TradingView

    Titik invalidasi berada di bawah US$109.100, dengan eksposur downside terbatas di US$106.400 dan US$101.900, membuat penurunan di bawah US$100.000 kecil kemungkinannya dalam jangka pendek. Hanya candle harian yang ditutup di bawah US$101.900 yang bisa menyeret harga Bitcoin di bawah US$100.000.

    Bagaimana pendapat Anda tentang peluang harga Bitcoin (BTC) untuk drop ke bawah US$100.000 ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Ananda Banerjee
    Editor:
    Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Apa yang Dibeli Crypto Whale usai Tarif 100% Trump ke Cina Membuat Market Crash?

    Pasar berdarah-darah setelah Donald Trump mengumumkan tarif 100% atas impor Cina. Langkah itu seketika membantai hampir US$19 miliar dalam likuidasi kripto hanya dalam sehari. Namun di kala trader panik, crypto whale terlihat gencar membeli.

    Data on-chain membeberkan investor besar menambah eksposur di 3 altcoin. Manuver semacam ini menandakan keyakinan bahwa aksi jual ini didorong sentimen, bukan struktural. Inilah yang dibeli whale dan mengapa token-token ini bisa memimpin rebound berikutnya.

    Chainlink (LINK)

    Tarif 100% Trump terhadap Cina memicu salah satu aksi jual pasar terlebar dalam beberapa bulan. Sementara sebagian besar altcoin runtuh di bawah tekanan, Chainlink (LINK) menarik akumulasi diam-diam dari holder besar — dan data mendukung hal ini.

    Menurut Nansen, wallet whale yang memegang lebih dari 100.000 LINK meningkatkan posisi mereka sebesar 22,45%, membawa total holding menjadi 4,16 juta LINK. Itu berarti whale menambah sekitar 0,76 juta LINK, senilai sekitar US$13,7 juta pada harga LINK saat ini.

    100 alamat teratas juga menggenjot saldo mereka sebesar 0,14%, membawa simpanan kolektif mereka ke 646,48 juta LINK — penambahan bersih sekitar 0,90 juta LINK, atau US$16,3 juta.

    LINK Whales
    LINK Whales: Nansen

    Akumulasi ini bukanlah kebetulan. Data Nansen juga menunjukkan bahwa smart money wallet naik 1,51% (mengantisipasi bounce), dan wallet figur publik naik 1,97%. Sementara itu, saldo exchange tumbuh 5,85%, yang berarti trader ritel kemungkinan besar menjual.

    Langkah ini selaras dengan fundamental kuat Chainlink. Selama aksi jual, oracle Chainlink memberikan data harga real-time yang dilaporkan memungkinkan Aave memproses lebih dari US$180 juta likuidasi tanpa downtime.

    Keandalan jaringan dalam tekanan kemungkinan memperkuat keyakinan whale pada peran DeFi LINK.

    Secara teknikal, LINK diperdagangkan dalam kanal konsolidasi simetris, memperlihatkan pergerakan harga yang mengetat sebelum potensi breakout.

    Di chart dua hari, terbentuk divergensi RSI bullish: sementara harga membuat lower low di dekat US$7,90, RSI membuat higher low, mengisyaratkan potensi pembalikan atau setidaknya rebound.Sponsored

    Sponsored

    LINK Price Analysis
    Analisis Harga LINK: TradingView

    Sebagai pengingat, Relative Strength Index (RSI) mengukur seberapa kuat tekanan beli atau jual pada skala 0 hingga 100, membantu mengidentifikasi kapan aset overbought (jenuh beli) atau oversold (jenuh jual).

    Pada waktu publikasi, LINK diperdagangkan di dekat US$17,70, tepat di bawah resistance di US$18,40. Breakout di atas US$21,30 bisa membuka jalan menuju US$24,90, dan penutupan dua hari di atas US$27,90 bisa mengirim LINK menuju US$35,50.

    Namun, jika candle dua hari ditutup di bawah US$16,40, kita bisa mengantisipasi dominasi bearish.

    Uniswap (UNI)

    Sementara pasar yang lebih luas menyerap guncangan tarif, Uniswap (UNI) melihat akumulasi whale diam-diam. Wallet yang memegang jumlah besar UNI meningkatkan saldo mereka dari 690,10 juta menjadi 690,76 juta, menambah sekitar 0,66 juta UNI, senilai sekitar US$4 juta pada harga UNI saat ini.

    Uniswap Whales
    Uniswap Whales: Santiment

    Langkah ini terjadi ketika Uniswap memproses hampir US$9 miliar volume trading harian, tertinggi dalam beberapa bulan, dan melakukannya tanpa downtime atau tekanan jaringan — tanda stabilitas DeFi bahkan dalam volatilitas ekstrem.

    Chart harga memvalidasi keyakinan crypto whale. UNI diperdagangkan dalam ascending triangle, struktur kelanjutan bullish yang ditandai oleh higher low dan resistance atas yang datar.

    Crash terbaru menghasilkan wick panjang, tetapi pembeli berhasil menutup candle dua hari kembali di dalam trendline, menjaga pola tetap utuh.

    UNI Price Analysis
    Analisis Harga UNI: TradingView

    Jika UNI breakout di atas US$6,70, setup membuka ruang untuk pergerakan menuju US$8,00 dan US$9,60. Untuk saat ini, struktur harga dan posisi whale bersama-sama menunjukkan bias bullish tetap utuh meski koreksi lebih luas. Invalidation ada jika candle dua hari ditutup di bawah US$5,80.

    Dogecoin (DOGE)

    Di antara meme coin teratas, Dogecoin (DOGE) menonjol selama crash akibat tarif. Yang luar biasa adalah meski turun hampir 23% dalam 24 jam terakhir, DOGE menyaksikan salah satu akumulasi whale paling agresif di pasar. Ini adalah tanda keyakinan di tengah kepanikan.

    Merujuk data on-chain, wallet yang memegang lebih dari satu miliar DOGE meningkatkan saldo mereka dari 71,22 miliar menjadi 72,04 miliar, menambah sekitar 0,82 miliar DOGE selama aksi jual.

    Pada harga DOGE saat ini, itu mewakili sekitar US$156 juta akumulasi baru oleh mega crypto whale.

    Dogecoin Whales
    Dogecoin Whales: Santiment

    Secara teknikal, Dogecoin diperdagangkan di dekat US$0,19, rebound dari zona retracement Fibonacci 0,5 sekitar US$0,20. Pergerakan berkelanjutan di atas US$0,20 bisa membuka jalan menuju US$0,22 — level kunci Fibonacci 0,618. Itu bisa diikuti dengan US$0,26 dan US$0,30. Namun, penutupan harian di bawah US$0,17 akan membatalkan setup rebound ini.

    Turut mendukung prospek bullish, Chaikin Money Flow (CMF) — yang mengukur arus masuk dan arus keluar dana oleh wallet besar — tetap konsisten di atas nol sepanjang crash.

    Ini maknanya tekanan beli tetap kuat bahkan ketika pasar terkoreksi.

    Dogecoin Price Analysis
    Dogecoin Price Analysis: TradingView

    Sementara itu, indikator Bull Bear Power (BBP), yang melacak keseimbangan kekuatan antara pembeli dan penjual, memperlihatkan bar bearish merah menyusut secara konsisten. Melemahnya kekuatan bearish mengisyaratkan momentum jual memudar, selaras dengan rebound di CMF.

    Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin yang jadi incaran crypto whale pasca pengenaan tarif Trump atas Cina? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

    Penulis: Ananda Banerjee
    Editor:
    Zummia Fakhriani

    Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • BNB Gelontorkan Airdrop Rp700 Miliar, Hidupkan Demam Meme Coin!

    BNB Chain bekerja sama dengan Four.Meme, PancakeSwap, Binance Wallet, dan Trust Wallet resmi meluncurkan Reload Airdrop senilai $45 juta, setara hampir Rp700 miliar, untuk menghidupkan kembali semangat komunitas koin meme setelah kejatuhan pasar baru-baru ini.

    Dilaporkan BeInCrypto, program ini menyasar lebih dari 160.000 dompet kripto yang terdampak oleh anjloknya pasar pada 10 Oktober 2025, ketika harga BNB justru melonjak ke titik tertinggi baru sepanjang masa di atas $1.370.

    Langkah Pemulihan Pasar Meme Coin

    Melalui inisiatif Reload Airdrop, BNB Chain ingin “mengisi ulang” kepercayaan dan likuiditas di sektor koin meme yang selama ini dikenal sebagai ruang paling aktif sekaligus paling berisiko di ekosistem kripto.

    Distribusi airdrop akan berlangsung dalam beberapa gelombang mulai pertengahan Oktober hingga awal November 2025.

    Menariknya, penerima tidak dipilih semata-mata berdasarkan kerugian perdagangan, melainkan melalui sistem alokasi acak, memberi peluang yang lebih luas bagi komunitas ritel untuk ikut merasakan dampaknya.

    Four.Meme Jadi Pusat Perhatian

    Baca juga: Token Smart Contract: ETH, BNB, dan ADA Jadi Primadona Minggu Ini!

    Program ini juga menjadi momen penting bagi Four.Meme, platform peluncur koin meme tanpa kode di jaringan BNB. Platform ini memungkinkan siapa pun membuat dan meluncurkan token dengan mudah, meski sempat menjadi sorotan karena eksploitasi likuiditas di awal tahun.

    Selama beberapa bulan terakhir, Four.Meme telah menghasilkan volume perdagangan kumulatif miliaran dolar, menjadikannya salah satu pusat ekosistem meme coin terbesar di BNB Chain. Namun, kejatuhan pasar baru-baru ini membuat banyak trader ritel mengalami kerugian besar.

    Respons Komunitas dan Risiko Moral

    Dalam pernyataan resminya, BNB Chain menyebut komunitas meme coin sebagai “komunitas paling aktif dan kreatif yang paling terdampak oleh gejolak pasar.”

    Meski begitu, beberapa analis memperingatkan bahwa pembagian airdrop secara acak bisa menimbulkan perdebatan soal transparansi dan keadilan. Ada juga kekhawatiran bahwa kompensasi seperti ini bisa menimbulkan “moral hazard” dengan mendorong perilaku spekulatif yang berisiko.

    BNB Tunjukkan Ketahanan

    Menariknya, airdrop besar-besaran ini hadir di tengah kinerja impresif BNB yang justru menantang tren bearish pasar kripto global. Dengan harga yang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, BNB semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu altcoin paling tangguh di tahun 2025.

    Langkah Reload Airdrop menjadi sinyal kuat bahwa BNB Chain bertekad menjaga vitalitas ekosistemnya dan memberikan dukungan nyata kepada komunitas meme coin, segmen yang meski fluktuatif, tetap menjadi sumber inovasi dan gairah tersendiri di dunia kripto.

    Baca juga: Tren Bitcoin 6-10 October 2025: Ingat, Analisa Saya Selalu Kecepetan Seminggu


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Altcoin Season Melemah, DeFi Muncul Sebagai Penyelamat Harga

    Altcoin Season Index saat ini berada di 36/100, turun dari 51 pekan lalu dan 72 sebulan lalu, menandakan dominasi Bitcoin kembali menguat. Namun di balik penurunan ini, muncul kekhawatiran besar: apakah harga altcoin yang selama ini kita lihat benar-benar mencerminkan nilai aslinya?

    CEX Lepas Pantai Diduga Kendalikan Harga Altcoin

    Arthur_0x, salah satu tokoh berpengaruh di industri kripto, menyoroti masalah serius dalam sistem penemuan harga altcoin. Dalam unggahan di X (15 Oktober 2025), ia menuding bahwa pasar altcoin kini sepenuhnya dikendalikan oleh bursa terpusat lepas pantai seperti Binance, Bybit, dan KuCoin.

    Menurut Arthur, dominasi ini membuat harga altcoin mudah dimanipulasi, terutama di luar pengawasan regulator.

    Dilaporkan Coinfomania, temuannya didukung oleh riset Kaiko (2025) yang mengungkapkan buku pesanan altcoin makin tipis, dengan pembuat pasar yang berkurang drastis. Sementara laporan Chainalysis menyebut perdagangan cuci (wash trading) masih lazim di sejumlah CEX.

    Artinya, sebagian besar volume perdagangan bisa jadi hanyalah ilusi likuiditas, membuat harga tampak aktif padahal rapuh dan mudah digerakkan oleh pemain besar.

    Metrik Altcoin Season Index pada 15 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.
    Metrik Altcoin Season Index pada 15 Oktober 2025. Sumber: CoinMarketCap.

    Baca juga: TOTAL3 Altcoin Koreksi Dalam, Harus Hit Bottom Ini untuk Altcoin Season?

    Whale Bisa Goyang Harga dengan Modal Kecil

    Data Coingecko menunjukkan, hanya butuh sedikit modal untuk menggerakkan harga altcoin hingga 2%. Ini menandakan likuiditas koin non-utama sangat rendah, dan pasar yang tipis membuat “paus” mampu mengguncang harga sesuka hati.

    Fenomena ini memperkuat anggapan bahwa harga altcoin di CEX belum tentu mencerminkan nilai riil pasar.

    DeFi Jadi Harapan Baru Penemuan Harga

    Di tengah kekhawatiran tersebut, komunitas DeFi menilai solusi ada pada Automated Market Maker (AMM) seperti Uniswap dan SushiSwap.

    Menurut @0xDeFiDevin, sistem AMM menawarkan transparansi harga dan tanpa volume palsu, karena perdagangan dilakukan lewat kolam likuiditas, bukan buku pesanan tradisional.

    Data DefiLlama mencatat volume harian di Uniswap saat ini mencapai $1–2 miliar, dengan 67% transaksi terjadi di jaringan Layer 2. Meski begitu, likuiditas DEX masih belum merata — beberapa altcoin kecil masih diperdagangkan dengan spread di atas 5%.

    Selain itu, platform seperti Hyperliquid kini mulai menarik perhatian. Bursa DeFi ini menawarkan perdagangan dan likuidasi sepenuhnya on-chain dengan leverage hingga 40x, memberikan keseimbangan antara kecepatan dan desentralisasi.

    Menuju Reformasi atau Fragmentasi Pasar

    Laporan Kaiko (Juli 2025) memperingatkan bahwa kesenjangan antara harga altcoin di CEX dan DEX terus melebar. Dari total likuiditas, 64% hanya terpusat di 10 pasangan utama, membuat pasar altcoin lainnya semakin rentan.

    Arthur menegaskan, industri tidak membutuhkan lebih banyak larangan, tetapi inovasi. Menurutnya, masa depan perdagangan kripto harus menghadirkan solusi hibrida, kecepatan dan efisiensi CEX berpadu dengan keterbukaan dan transparansi DeFi.

    Para analis optimistis, jika protokol DeFi baru mampu mencapai skala likuiditas besar, penemuan harga bisa lebih adil dan stabil. Namun tanpa reformasi, pasar altcoin akan terus terfragmentasi dan mudah dimanipulasi.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Dogecoin Turun ke $0,20! Arus Keluar $57 Juta Bikin Tak Berdaya

    Dogecoin (DOGE) kembali terpukul. Setelah sempat digadang bakal mencatatkan “debut megah” lewat penggabungan House of Doge di NASDAQ, harga DOGE justru meluncur tajam ke $0,20. Tekanan jual besar dan sinyal teknikal bearish kini menghantam kepercayaan pasar, menghapus optimisme yang baru saja muncul.

    Tekanan Jual Menggila, Momentum Bullish Runtuh

    DOGE sempat mencoba bertahan di area $0,23–$0,24, namun gagal mempertahankan momentum. Penembusan di bawah kisaran itu mengonfirmasi keluarnya Dogecoin dari saluran naik jangka pendek—sebuah sinyal klasik pembalikan arah.

    Data dari Coinglass menunjukkan arus keluar bersih sebesar $56,9 juta dari bursa pada 14 Oktober, salah satu yang terbesar di kuartal ini. Aliran modal keluar seperti ini biasanya menandakan fase distribusi, di mana investor besar mulai mengurangi eksposur mereka alih-alih mengakumulasi.

    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Tekanan teknikal semakin jelas di grafik harian. EMA 20 dan 50 hari kini menjadi zona resistensi utama di sekitar $0,23, sementara Parabolic SAR sudah berbalik ke arah bearish. Tanpa dorongan beli yang berarti, risiko penurunan ke level support berikutnya di $0,18 hingga $0,16 semakin besar, dan jika tembus, target berikutnya bisa jatuh ke area $0,12.

    Baca juga: Dogecoin Naik Level! House of Doge Siap Melantai di NASDAQ

    “Merger NASDAQ” Gagal Dongkrak Harga

    Dilaporkan Tradersunion, ironisnya, aksi jual ini datang di tengah berita besar yang seharusnya mendukung sentimen: penggabungan House of Doge dengan Brag House Holdings, langkah yang akan membuka jalan bagi pencatatan entitas gabungan di NASDAQ.

    Entitas baru ini dikabarkan akan memegang lebih dari 837 juta DOGE serta dana investasi $50 juta, dengan fokus pada tokenisasi aset, strategi imbal hasil, dan sistem pembayaran berbasis Dogecoin.

    Sayangnya, euforia komunitas di media sosial tak cukup kuat melawan tekanan pasar. Harga DOGE tetap terperosok, menandakan bahwa para pelaku pasar lebih memprioritaskan likuiditas dan risiko jangka pendek ketimbang berita fundamental.

    Arah Selanjutnya: Bertahan di $0,20 atau Lanjut Turun?

    Batas $0,20 kini menjadi titik hidup-mati Dogecoin. Jika area ini bertahan, mungkin ada pantulan teknikal jangka pendek menuju $0,23–$0,24. Namun tanpa dukungan arus masuk baru, potensi pemulihan akan terbatas.

    Sebaliknya, bila DOGE kembali kehilangan pijakan di bawah $0,20, pasar bisa menyaksikan gelombang likuidasi baru menuju kisaran $0,16 atau bahkan lebih dalam.

    Secara keseluruhan, tren Dogecoin saat ini masih netral ke bearish. Narasi “Dogecoin di NASDAQ” memang memicu antusiasme, tapi belum cukup kuat untuk melawan realitas pasar: minat beli melemah, arus keluar meningkat, dan tekanan teknikal belum mereda.

    Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Solana Diborong Whale: $169 Juta Keluar dari Bursa Jelang ETF!

    Harga Solana (SOL) kembali menarik perhatian pasar setelah serangkaian akumulasi besar-besaran oleh investor institusional dan whale menjelang keputusan ETF spot Solana yang dijadwalkan pada 16 Oktober.

    Whale Tarik $169 Juta dari Bursa: Sinyal Keyakinan Jangka Panjang

    Data dari CoinGlass menunjukkan adanya penarikan SOL senilai $169 juta dari bursa kripto dalam beberapa hari terakhir. Perpindahan besar ini umumnya diartikan sebagai fase akumulasi, di mana investor besar memindahkan aset ke dompet pribadi untuk penyimpanan jangka panjang, bukan untuk dijual.

    Dilaporkan Coincentral, langkah ini membuat pasokan SOL di bursa terus menurun, tanda klasik dari pengurangan tekanan jual dan potensi keterbatasan pasokan di pasar spot.

    Harga Solana saat ini diperdagangkan di sekitar $197, setelah sebelumnya menemukan support kuat di area $180 dan menguji garis tren naik yang terbentuk sejak Juli. Indikator teknikal seperti Stochastic RSI juga mulai pulih dari area jenuh jual, menandakan potensi pergerakan bullish dalam waktu dekat.

    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: Solana Meledak di Atas $200! Apakah Ini Awal dari Reli Menuju $250?

    Ritel Ikut Optimis: 76% Trader Pegang Posisi Long

    Platform analitik Hyblock mencatat bahwa 76% trader ritel kini berada di posisi long bersih pada Solana, level tertinggi di antara aset kripto utama. Secara historis, setiap kali metrik ini melampaui ambang 75%, SOL cenderung mencatatkan kenaikan 5% dalam tujuh hari berikutnya.

    Menariknya, data juga menunjukkan bahwa risiko penurunan berkurang ketika sentimen ritel mencapai level ini, menandakan bahwa pasar mulai memasuki fase akumulasi yang lebih luas di tengah pelemahan altcoin lainnya.

    Institusi Turut Masuk: Solmate dan SOL Strategies Borong SOL

    Minat institusional terhadap Solana juga terus meningkat. Solmate, perusahaan perbendaharaan digital, baru-baru ini membeli SOL senilai $50 juta dari Solana Foundation dengan diskon 15%. Tak hanya itu, ARK Invest kini memiliki 11,5% saham di Solmate, memperkuat sinyal dukungan institusional terhadap aset ini.

    Sementara itu, SOL Strategies menambah 88.433 token SOL dengan harga rata-rata $193,93, meningkatkan total kepemilikannya menjadi lebih dari 523.000 token. Akumulasi besar-besaran ini terjadi di bawah level psikologis $200, area yang kini menjadi fokus utama para trader.

    Menanti Keputusan ETF: Pemicu Bullish Berikutnya?

    Dengan harga bergerak di antara EMA 50 dan 100 hari, pasar tampak memasuki fase kompresi — kondisi yang biasanya mendahului pergerakan besar arah berikutnya.

    Analis mencatat bahwa setiap kali aktivitas pembelian whale meningkat seperti saat ini, SOL berpotensi mencatatkan reli antara 40% hingga 70% dalam beberapa minggu ke depan.

    Semua mata kini tertuju pada keputusan ETF Solana tanggal 16 Oktober. Jika hasilnya positif, pasar dapat menyaksikan lonjakan permintaan spot dan pengetatan pasokan, mendorong harga SOL untuk kembali menembus di atas level $200 dan melanjutkan tren naik jangka menengahnya.

    Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com

  • Kejatuhan Kripto Tak Goyahkan XRP, Analis Sebut Potensi Reli hingga $3

    Di tengah kejatuhan pasar kripto yang mengguncang minggu lalu, banyak investor panik dan menilai XRP sudah memasuki fase bearish. Namun, analis teknikal terkenal Charting Guy justru menegaskan hal sebaliknya, XRP sama sekali tidak bearish, bahkan sedang bersiap untuk fase reli berikutnya.

    Kejatuhan Pasar Tak Goyahkan Struktur XRP

    Pada 10 Oktober 2025, pasar kripto mengalami koreksi besar-besaran. XRP ikut terguncang dan sempat menyentuh level terendah tahunan di $1,53, turun dari harga sebelumnya di sekitar $2,8. Walau begitu, token ini langsung memantul dan kini diperdagangkan di kisaran $2,49, hanya turun 11% dari sebelum kejatuhan.

    Menurut Charting Guy, kondisi ini belum cukup untuk menyebut XRP bearish. Ia menunjukkan grafik 1 bulanan (1M) yang memperlihatkan XRP masih kokoh bertahan di atas zona support kuat antara $1,45–$1,68, area yang juga mencakup level Fibonacci retracement 0,786 di $1,61.

    “Selama XRP tidak menembus dan bertahan di bawah zona ini, tren jangka panjangnya masih bullish,” ujarnya.

    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
    Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

    Baca juga: XRP Tertahan di Level $2,65! Apakah Ini Akhir dari Aksi Rebound?

    Level Support Kunci Menahan Serangan Bear

    Dilaporkan The Crypto Basic, ketika harga sempat jatuh ke $1,53, para investor bullish langsung melakukan aksi pertahanan besar-besaran. Hasilnya, XRP berhasil bangkit dan kini berada jauh di atas support utama, sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda.

    Charting Guy menekankan, jika XRP sempat turun di bawah $1,45, skenarionya akan jauh lebih berat karena area itu berpotensi berubah menjadi resistance kuat. Namun kini, dengan harga di $2,49, XRP justru menunjukkan kekuatan teknikal yang signifikan.

    Target Fibonacci Ungkap Potensi Kenaikan Fantastis

    Pemulihan cepat XRP pasca kejatuhan juga membawanya melewati level Fibonacci 0,888 di $2,2, yang berarti tidak ada lagi resistensi Fibonacci besar hingga $2,8, area sebelum crash.

    Jika XRP berhasil merebut kembali level tersebut, analis memproyeksikan tiga target bullish besar berdasarkan ekstensi Fibonacci:

    • $8,29 — Ekstensi Fibonacci 1,272 (potensi kenaikan 245%)
    • $13,39 — Ekstensi Fibonacci 1,414 (potensi kenaikan 458%)
    • $26,6 — Ekstensi Fibonacci 1,618 (potensi kenaikan di atas 900%), target yang juga pernah diungkap oleh analis terkenal EGRAG Crypto tahun lalu.

    XRP Masih Bullish, Asal Support Terjaga

    Dengan posisi harga yang tetap bertahan di atas support utama dan momentum teknikal yang menguat, Charting Guy menegaskan:

    “XRP tidak sedikit pun bearish. Justru, kita sedang melihat fondasi untuk reli besar berikutnya.”

    Meski begitu, investor tetap disarankan untuk berhati-hati dan melakukan riset mendalam sebelum mengambil keputusan.

    Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



    Sumber : news.tokocrypto.com

  • TOTAL3 Altcoin Koreksi Dalam, Harus Hit Bottom Ini untuk Altcoin Season?

    Pasar kripto kembali mengalami tekanan besar selama beberapa hari terakhir, di tengah tingginya Bitcoin Dominance (BTC.D) yang kembali naik, TOTAL3 — yaitu total kapitalisasi pasar seluruh altcoin tanpa Bitcoin dan Ethereum mengalami koreksi tajam, sempat menyentuh lebih dari 35% saat flash crash terjadi.

    Benjamin Cowen, pendiri platform quantitative market analysis, Into The Cryptoverse memprediksi bahwa altcoin baru dapat sepenuhnya masuk dalam fase altcoin season ketika TOTAL3/BTC menyentuh level 0.25 seperti 2 altcoin season sebelumnya.

    Apa Itu TOTAL3

    TOTAL3 adalah grafik yang menggambarkan nilai gabungan dari seluruh altcoin di pasar kripto, kecuali Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH). 

    Ketika TOTAL3 naik, biasanya menandakan kepercayaan investor terhadap proyek-proyek non-BTC/ETH meningkat, dan dana mulai mengalir ke aset berisiko lebih tinggi. Sebaliknya, saat TOTAL3 turun, itu pertanda rotasi modal kembali ke aset besar atau stablecoin, menandakan fase defensif di pasar.

    Outlook TOTAL3 Saat Ini

    Grafik TOTAL3 (Total pasar kripto kecuali BTC dan ETH)

    Saat ini TOTAL3 berada pada posisi yang sama seperti harga tertinggi di tahun 2021, sebelumnya pada saat pasar kripto mengalami flash crash karena berita tarif Donald Trump, TOTAL3 sempat terjun 35% sebelum akhirnya kembali memantul.

    Meskipun TOTAL3 saat ini berada di level yang sama seperti di 2021, banyak investor kripto masih belum merasakan hype altcoin season seperti di tahun 2021 silam. Menurut analis Benjamin Cowen dari Into the Cryptoverse, TOTAL3 bisa naik karena pasar kripto sedang berada di fase bull market yang dipimpin oleh Bitcoin, tapi altcoin cenderung masih “bleeding” terhadap BTC.

    Membaca Bottom TOTAL3 dengan TOTAL3/BTC

    Grafik (TOTAL3-USDT)/BTC

    Menurut Benjamin Cowen, salah satu cara agar lebih mudah membaca pergerakan TOTAL3 adalah dengan mengurangi total TOTAL3 dengan USDT dan membaginya dengan BTC. 

    Jika melihat grafik terbaru antara (TOTAL3-USDT)/BTC maka pasar altcoin kini hanya setara dengan 39% dari Bitcoin yang menunjukkan altcoin secara struktural terus melemah terhadap Bitcoin, dan bahwa rotasi modal kembali ke “raja kripto” sedang berlangsung.

    Pola historis (TOTAL3-USDT)/BTC

    Dari pola historis, (TOTAL3-USDT)/BTC sering kali mengalami kenaikan yang memicu altcoin season setelah mencapai bottom di area 0.25. Sedangkan hingga akhir 2025 ini (TOTAL3-USDT)/BTC masih belum pernah menyentuh level 0.25 dan secara keseluruhan terus menurun dan membentuk lower high.

    Grafik (TOTAL3-USDT-USDC)/BTC yang terlihat telah hit bottom pada flash crash

    Tapi yang menarik, jika kita mencoba mengurangi index altcoin tersebut dengan USDT dan USDC lalu dibagi dengan Bitcoin, maka flash crash kemarin membuat menyentuh bottom yang dapat mengindikasikan potensi bottoming mungkin telah, atau akan sebentar lagi terjadi.

    Tertarik untuk mulai akumulasi altcoin? Beli 400+ aset kripto dan trading langsung dari IDR dengan biaya trading 0% di Tokocrypto, daftar di sini ⤵️

    Bagaimana Menurut Analis?

    Menurut Benjamin Cowen, analis Into The Cryptoverse, indikator TOTAL3 yang mewakili kapitalisasi pasar altcoin (eksklusif BTC dan ETH) sedang mengalami koreksi mendalam, dan altcoin harus mencapai titik bottom sebelum memasuki fase alt season yang sesungguhnya. 

    Cowen menekankan bahwa pasangan ALT/BTC cenderung terus bleeding hingga mencapai level rendah baru, seperti yang terlihat pada siklus sebelumnya di mana alt season baru dimulai setelah ALT/BTC menyentuh range lows yang lebih rendah dari level saat ini.

    Dalam analisisnya, ia memperingatkan untuk fade narasi alt season prematur, karena ALT/BTC telah menurun sejak Oktober 2023 dan baru-baru ini menyentuh cycle low baru, dengan target potensial di level 0.25.

    Ia menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap pergeseran likuiditas, karena altcoin sering kali mengalami penurunan 40-50% saat BTC hanya koreksi 10%, menandakan bahwa alt season baru akan datang setelah fase ini selesai.


    Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

    DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

    Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





    Sumber : news.tokocrypto.com